Anda di halaman 1dari 1

KERAJAAN ACEH Kerajaan Aceh muncul pada abad 15, dalam sumber sumber cina di sebutkan bahwa aceh

merupakan daerah yang dituju oleh pedagang-pedagang cina, disini juga disebutkan bahwa A-tsi atau aceh merupakan pewaris dari su-men-ta-la atau lebih dikenal dengan sumentala. Kemudian pada abad 17 banyak pelaut yang sudah datang ke aceh menyatakan bahwa aceh merupakan kota yang sukar di didarati dan berbahaya. Teluknya bayak di pagari beberapa pulau. Jalan menuju perkotaan di aceh sendiri pada saat itu yaitu melalui sungai. Orang-orang aceh pada umumnya paling dahulu dikenal bangsa eropa ialah sebagai nelayan yang lalu lalang di teluk dan di atas perahu bercadik dua. Menangkap ikan merupakan bagian penting dari kesibukan orang aceh atau bisa di sebut sebagai mata pencarian dari orang aceh. Karena ikan sangat melimpah di laut maupun di sungai. Kemudian di aceh pada saat itu juga merupakan tempat berdagang yang sangat besar dan juga banyak orang asing yang ikut berdagang juga. Laut merupakan salah satu sumber pendapatan terbesar dari aceh selain sumber daya alamnya yang melimpah, aceh mempunyai system pajak yang di ambil dari pedagang yang masuk ke aceh dan ini sangat menguntungkan bagi aceh sendiri . Kerajaan aceh sendiri pun memiliki armada laut yang kuat, dengan banyak nya pelaut pelaut yang masuk dan memiliki daerah yang cukup sentral membuat aceh harus bisa mengamankan daerahnya dari ancaman para pendatang yang ingin mengambil alih daerah kerajaan aceh. Aceh pula memiliki jaringan jaringan dagang yang kuat di Sumatra karena pada abad ke 17 raja aceh adalah raja pulau Sumatra yang tidak ada tandingannya. Oleh karena itu jaringan jaringan perdagangan pantai pantai di Sumatra sangat di kuasai oleh aceh.