Anda di halaman 1dari 12

II. 2.1.

Deskripsi Proses

Proses Pembuatan Semen

Bahan mentah yang digunakan dalam pembuatan semen adalah batu kapur, batu silika, tanah liat dan pasir besi serta bahan-bahan tambahan lainnya tergantung jenis produk yang diinginkan. Bahan mentah tersebut dihancurkan dan digiling, kemudian dicampur dan dipanaskan di dalam sistem pemanas awal (cyclone) untuk pemisahan zat kapur karbonat dengan kapur oksida. Bahan baku selanjut dimasukkan ke tanur putar (kiln) untuk dipanaskan sehingga terjadi reaksi antara zat kapur oksida dan unsur-unsur lain membentuk zat kapur silikat dan aluminat pada temperatur sampai 14 ! o" - yang disebut clinker burning. Bahan bakar utama yang digunakan adalah batubara. #asil pembakaran berupa butiran hitam yang disebut terak atau klinker. $roses selanjutnya adalah penggilingan terak di tromol semen dengan menambahkan sejumlah bahan tambahan seperti gipsum pada perbandingan tertentu. #asil dari penggilingan ini adalah semen yang siap untuk dijual ke pasaran dalam kemasan kantong maupun curah. %ecara garis besar, produksi semen terdiri dari tahap proses, yaitu & $enggerusan (crusher) $enggilingan bahan baku (raw mill) $roduksi terak (pyro-processing) $enggilingan akhir (finishing mill) $engepakan (packer)

'iagram alur proses produksi semen mulai dari penambangan bahan baku hingga produksi semen di $( %emen (onasa dilihat pada bagan )ambar di bawah ini. *asing-masing pabrik memiliki penambangan batu kapur (lime stone) dan pasir silica (silica sand) sendiri. %edangkan tanah liat dan pasir besi (iron sand) yang juga merupakan bahan baku utama dari proses produksi semen disuplai dari luar. Bahan baku yang ditambang dikirim ke storage (penyimpanan) untuk masing-masing pabrik, mulai dari (onasa ++, +++, +, (onasa ++ - +++ memiliki kiln yang kembar (identik), di mana bahan baku umpan kiln dihasilkan dari dua unit raw mill dengan kapasitar masing-masing 1.! t/h. 0iln ++ - +++ masing-masing memiliki kapasitas terpasang 11. t/h. 2inishing mill untuk (onasa ++ - +++ ada 1 unit, masing-masing berkapasitas 1!! t/h. (onasa +, memiliki kiln dengan kapasitas !! t/h. 3mpan kiln untuk (onasa +, disuplai dari dua unit raw mill, yang masing-masing memiliki kapasitas 41! t/h (total .1! t/h). 'ua unit 5inish mill untuk (onasa +, berkapasitas masing-masing 161 t/h.
. Pust Teknologi Konversi dan Konservasi Energi (PTKKE-BPPT), 1

TAMBANG
Lime Stone Clay

RAW MILL 2 160 TPH

KILN 2, 1900 TPD COAL MILL 25 TPH KILN 3, 1900 TPD

FINISH MILL 2 100 TPH

PACKING

FINISH MILL 3 100 TPH

PACKING PLANT TONASA 4 X 100 TPH

Silica Sand Iron Sand


RAW MILL 310 TPH

TONASA II & III

COAL MILL 48 TPH

FINISHING MILL 190 TPH FINISHING MILL 190 TPH

RAW MILL 310 TPH

TONASA KILN, IV
7500 TPD

PACKING PLANT BIRINGKASSI

. Pust Teknologi Konversi dan Konservasi Energi (PTKKE-BPPT), 2

Gambar 2. Diskripsi proses Produksi semen Tonasa 'iagram alir material dan energi yang dibutuhkan pada masing-masing proses dapat dilihat pada gambar berikut. (erlihat bahwa energi listrik dibutuhkan pada proses mulai dari crusher hingga packer. %ementara energi termal dibutuhkan pada sistem 0iln, mulai dari 0iln sendiri, "oal *ill dan 7aw *ill. 0ebutuhan energi termal terbesar ada pada 0iln. $anas buang dari 0iln digunakan untuk pengeringan 7aw *eal serta batu bara yang akan diumpan ke 0iln. 2.2. Peralatan Utama

$eralatan utama untuk proses produksi di $( %emen (onasa, mulai dari 7aw *ill hingga 2inish *ill. A! MI"" 7aw *ill (onasa ++ menggunakan system 'rying and )rinding dengan (ype (ube *ill dan clay/8imestone dryer sedangkan 7aw *ill +++ menggunakan system 'rying during )rinding tipe (ube *ill dan 7aw *ill (onasa +, menggunakan tipe ,ertikal 7oller *ill. 7* ++ dan ++ memiliki kapasitas yang sama, yaitu 1.! t/h. %edangkan 79 4.1 dan 4.1 masing-masing berkapasitas 41! t/h. %ebagai sumber panas untuk pengeringan material di 'ryer dan 7aw *ill menggunakan udara panas keluaran dari preheater. - KI"N %emen (onasa memakai 1 tipe 0iln yang masing-masing berbeda. 0iln ++/+++ kapasitas 16!! ($', dengan teknologi sederhana tanpa calciner, 0iln jenis ini sama dengan yang digunakan di +ndarung ++ dan +++. 0iln (onasa +, berkapasitas : !! ($'. - C#A" MI"" $ul;erize "oal 0iln (onasa ++ dan +++ disuplai oleh 1 unit "oal *ill type (ube *ill (digunakan + unit yang lainnya stand by), %ementara "oal *ill di (onasa +, adalah tipe ,ertikal *ill. - $INIS% MI"" 0apasitas unit 2inish *ill pabrik (onasa ++ dan +++ sama yakni masing-masing 1!! t/h, sedangkan (onasa +, memiliki 1 unit 2inish *ill 4.1 dan 4.1 dengan kapasitas yang sama yaktu 161 t/h.

. Pust Teknologi Konversi dan Konservasi Energi (PTKKE-BPPT), 3

Solar

Material ke 3

Gambar 3. Diagram alir material dan Energi pada proses produksi PT emen Tonasa

!"# $atu kapur !%a&# ' () * (+, !2# Pasir ilika ! i&2# ' "+ * 2-, !3# .lumina !.l2&3# ' )/3 * )/0, !1# Tanah 2iat !.l2&3# ' )/3 * )/0, !-# 3agnesia !3g&# ' )/3 * )/0, !(# ulfur ! &3# ' )/3 * )/0, 4ardiyono !"55(6 (# menyebutkan bahwa pada dasarnya dapat disebutkan 1 unsur yang paling penting dari Portland %ement adalah6 !"# Trikalsium ilikat !%3 # atau 3%a&. i&2 !2# Dikalsium ilikat !%2 # atau 2%a&. i&2 !3# Trikalsium .luminat !%3.# atau 3%a&..l2&3 !1# Tetrakalsium .luminoferit !%1.7# atau 1%a&..l2&3.7e&3 2angkah 8tama Proses Produksi emen adalah6 ". Penggalian9:uarrying6Terdapat dua ;enis material yang penting bagi produksi semen6 yang pertama adalah yang kaya akan kapur atau material yang mengandung kapur !calcareous materials# seperti batu gamping/ kapur/
. Pust Teknologi Konversi dan Konservasi Energi (PTKKE-BPPT), 4

dll./ dan yang kedua adalah yang kaya akan silika atau material mengandung tanah liat !argillaceous materials# seperti tanah liat. $atu gamping dan tanah liat dikeruk atau diledakkan dari penggalian dan kemudian diangkut ke alat penghancur. 2. Penghancuran6 Penghancur bertanggung ;awab terhadap pengecilan ukuran primer bagi material yang digali. 3. Pencampuran .wal6 3aterial yang dihancurkan melewati alat analisis online untuk menentukan komposisi tumpukan bahan. 1. Penghalusan dan Pencampuran $ahan $aku6 ebuah belt con<eyor mengangkut tumpukan yang sudah dicampur pada tahap awal ke penampung/ dimana perbandingan berat umpan disesuaikan dengan ;enis klinker yang diproduksi. 3aterial kemudian digiling sampai kehalusan yang diinginkan. -. Pembakaran dan Pendinginan 4linker6 %ampuran bahan baku yang sudah tercampur rata diumpankan ke pre-heater/ yang merupakan alat penukar panas yang terdiri dari serangkaian siklon dimana ter;adi perpindahan panas antara umpan campuran bahan baku dengan gas panas dari kiln yang berlawanan arah. 4alsinasi parsial ter;adi pada pre heater ini dan berlan;ut dalam kiln/ dimana bahan baku berubah men;adi agak cair dengan sifat seperti semen. Pada kiln yang bersuhu "3-)-"1))=%/ bahan berubah men;adi bongkahan padat berukuran kecil yang dikenal dengan sebutan klinker/ kemudian dialirkan ke pendingin klinker/ dimana udara pendingin akan menurunkan suhu klinker hingga mencapai ")) =%. (. Penghalusan .khir6 Dari silo klinker/ klinker dipindahkan ke penampung klinker dengan dilewatkan timbangan pengumpan/ yang akan mengatur perbandingan aliran bahan terhadap bahan-bahan aditif. Pada tahap ini/ ditambahkan gipsum ke klinker dan diumpankan ke mesin penggiling akhir. %ampuran klinker dan gipsum untuk semen ;enis " dan campuran klinker/ gipsum dan posolan untuk semen ;enis P dihancurkan dalam sistim tertutup dalam penggiling akhir untuk mendapatkan kehalusan yang dikehendaki. emen kemudian dialirkan dengan pipa menu;u silo semen. 4andungan kimia yang terdapat pada semen 6 > Trikalsium ilikat > Dikalsium ilikat > Trikalsium .luminat > Tetrakalsium .luminofe > Gipsum
. Pust Teknologi Konversi dan Konservasi Energi (PTKKE-BPPT), 5

Tabel ". Peralatan 8tama Proses Produksi PT emen Tonasa


"S Dr'er Plant *ain <= T#NASA II - 7otary drum 'ryer > 1, rpm - ' > 4. m, 8 > 4! m 110 TPH <lectric - 1 ? 11! k9, 6@6 rpm - 4@! ;olt, 11! amp #eat $# #ot )as 0iln ++ (& 1@! o" - 7otary 'rum 'ryer 1, rpm - ' > 4. m, 8 > 4! m 1 t/h <lectric - 1 ! #$, 14: rpm - 4@! ;olt, 11! amp #eat $# #ot )as 0iln ++ (& 1@! o" Centre discharge gravity mill D !"# m"P1 $"$ m"P% !"&# m <nergy %ource <lectric #eat KI"N $# $" 0+8A 1 string, 4 stages 16!! ($' - *ade in 28 %midth - %ize > 4,: ? : m $lanetary cooler <lectric - $ > 1 ? 16! k9 - , > .!! ;olt, %peed - 11! -11!! 7pm #eat $ul;erize "oal (ype > #orizontal %ectional li5ter 'iameter dalam > 1,.! m 8ength > 14 m, %peed > 1.1 7pm %lope > 4 derajat 4! ($# <lectric #eat C#A" MI"" *ain <=uip. <nergy %ource BB Bongkah/%olar (ype > #orizontal 4 "omp 1 ($# $ > 1.!!! k9 , > .!!! ;olt, speed > :4@ 7pm ,ertical *ill, 8* 1..4' 1 ($#, !.: *9 1#0 TPH % * 1$00 HP" +&$ rpm # K." 1%$ amp T#NASA III T#NASA I&

<nergy %ource

Cla' Dr'er

*ain <=

<nergy %ource

$# #ot )as Air sweept tube mill O & K 'peed 1$"1 rpm" D !(# m" P1 )(# m" P% &($ m 1.! ($# % * 1&00 ,# ,." %0& A" +&+ rpm $# #ot )as 0iln +++ (& 1@! o" 1 string, 4 stages 16!! ($' - *ade in 28 %midth - %ize > 4,: ? : m $lanetary cooler - $ > 1 ? 16! k9 - , > .!! ;olt, %peed - 11! -11!! 7pm $ul;erize "oal 8oeche, 8* 41.4

A! MI""

*ain <=

41! ($# ? 1 1 ? 1. ! kw . k, $# #ot )as 0iln +, "yclone suspention $reheater 4 %tage, (wo string, %8"% "alciner : !! ($' . m' ? @:m8 )rate "ooler %ize 1.141-#B

"ooler <nergy %ource

$ul;erize "oal

C#A" D ()

*ain <=uip.

<nergy %ource

(ype > #orizontal 4 "omp 1 ($# <lectric $ > 1.!!! k9 , > .!!! ;olt, speed > :4@ 7pm #eat (ype > (ube *ill 8ength > 11 m 'iameter > 4,.! m %peed > 1.,11 rpm 1!! t/h 1 ? 11 ! #$

$# #ot )as 0iln +, (ype > (ube *ill 8ength > 11 m 'iameter > 4,6! m %peed > 1 ,@: rpm 1!! t/h 1 ? 1!!! #$ (ype > (ube *ill 3*% !?1:,

$INIS% MI""

"ement *ill

161 t/h ? 1

2.

"A(#UT SING") "IN) DIAG AM

8ayout %8' pada pabrik %emen (onasa adalah pada (onasa 1, 4, 4, yang terletak pada gardu listrik sekitar kawasan pabrik semen tersebut, dimana suplai listrik dari B() (Boiler (urbin )as) dan $(.$8A. %edang pengukuran saat pengambilan data dilakukan pada sisi tegangan . k, dan 4@! ,olt sebagaimana yang ditunjukkan oleh gambar 4. 8okasi pengukuran yang
. Pust Teknologi Konversi dan Konservasi Energi (PTKKE-BPPT), 6

dillakukan berdasarkan in5ormasi kemungkinan terdapat beban yang dapat mempengaruhi kualitas daya pada industri tersebut. %elain itu, saat dilakukan pengukuran tersebut harus selalu didampingi dan atas izin petugas yang direkomendasikan dari perusahaan untuk menjaga hal-hal yang tidak diharapkan saat pengukuran berlangsung. 0arena pengukuran yang tidak tepat tidak hanya mendapatkan data pengukuran yang salah, tetapi kemungkinan akan membahayakan/ merugikan baik terhadap pelaksana terlebih lagi terhadap perusahaan tersebut.

Titik pengukuran : Tonasa ........ Tegangan 6 kV dari PLN

BTG
'% #,%) 1 '% #,%) 4 (7 1 :!/. 14*9 21 24 %)1 26 %)4 2 '% #,%) 1 '% #,%) 4

D)TAI " "I N) T#NASA I I * I I I * I &


'%@

PLN
'%: '% C! (7 Baru :!/. 14*9 (7 8ama :!/. 14*9 C1 C!1

'%.

#,%) . '% #,%)

#,%) : '% C1

(7 1 :!/. :!/. 14*9 21 21 21 24

(7 4 :!/. 14*9 21 24 C11 2 21

%)1 24 21

%)4

%)

%). 21

%): 21

%)@ 21 24 24B 24E

C11

C!1

*.'ri;e 7.*ill 4.1 *.'ri;e 7.*ill 4.1 > . *9 > . *9 *.'ri;e "rusher 4 > 1. *9

*.'ri;e 0iln4 D *.'ri;e ".*ill > 1!. *9

*.'ri;e 2inish 4.1 > . *9

*.'ri;e 2inish 4.1 > :. *9

*.'ri;e 0iln1 D *.'ri;e 0iln4 D > :. *9 $er.BaruD0tr.$st > !.: *9

"rusher ++/+++ > 1 *9 7aw *ill ++ > 1, *9 7aw *ill +++ > 4, *9 "ement *ill ++ > 4 *9 "ement *ill +++ D 7. *ill +++ (72 > 4, *9 0 Baru D $.Baru > 1, *9 Total + 1,-. M!

)ambar 4 8okasi pengukuran $ower Cuality

. Pust Teknologi Konversi dan Konservasi Energi (PTKKE-BPPT), 7

$7F%<% $<*B3E(EA %<*<A %emen merupakan bahan bangunan yang digunakan untuk merekat, melapis, membuat beton, dll. %emen yang terbaik saat ini adalah semen $ortland yang ditemukan tahun 1@14 oleh Goseph Espdin. Bahan Baku $embuatan %emen& 1. Batu kapur Batu kapur merupakan 0omponen yang banyak mengandung "a"F4 dengan sedikit tanah lia, *agnesium 0arbonat, Elumina %ilikat dan senyawa oksida lainnya. %enyawa besi dan organik menyebabkan batu kapur berwarna abu-abu hingga kuning. 1. (anah 8iat 0omponen utama pembentuk tanah liat adalah senyawa Elumina %ilikat #idrat 0lasi5ikasi %enyawa alumina silikat berdasarkan kelompok mineral yang dikandungnya & 0elompok *ontmorilonite *eliputi & *onmorilosite, beidelite, saponite, dan nitronite 0elompok 0aolin *eliputi & kaolinite, dicnite, nacrite, dan halaysite 0elompok tanah liat beralkali *eliputi & tanah liat mika (ilite). 4. $asir Besi dan $asir %ilikat Bahan ini merupakan Bahan koreksi pada campuran tepung baku (7aw *i?) 'igunakan sebagai pelengkap komponen kimia esensial yang diperlukan untuk pembuatan semen $asir %ilika digunakan untuk meneikkan kandungan %iF1 $asir Besi digunakan untuk menaikkan kandungan 2e1F4 dalam 7aw *i?. 4. )ypsum ( "a%F4. 1 #1F ) Ber5ungsi sebagai retarder atau memperlambat proses pengerasan dari semen #ilangnya kristal air pada gipsum menyebabkan hilangnya atau berkurangnya si5at gipsum sebagai retarder $7F%<% $<*B3E(EA %<*<A %emen dapat dibuat dengan 1 cara $roses Basah $roses 0ering $erbedaannya hanya terletak pada proses penggilingan dan homogenisasi. 1. C3E77B ( $<AE*BEA)EA )& Bahan tambang berupa batu kapur, batu silika,tanah liat, dan material-material lain yang mengandung kalsium, silikon,alumunium,dan besi oksida yang diekstarksi menggunakan drilling dan blasting.
. Pust Teknologi Konversi dan Konservasi Energi (PTKKE-BPPT),

- $enambangan Batu 0apur& *embuang lapisan atas tanah $engeboran *embuat lubang dengan bor untuk tempat $eledakan Blasting ( peledakan ) 'engan teknik electrical detonation. - $enambangan Batu %ilika& $enambangan silika tidak membutuhkan peledakan karena batuan silika merupakan butiran yang saling lepas dan tidak terikat satu sama lain. $enambangan dilakukan dengan pendorongan batu silika menggunakan dozer ke tepi tebing dan jatuh di loading area. - $enambangan (anah 8iat& $enambangan (anah 8iat 'ilakukan dengan pengerukan pada lapisan permukaan tanah dengan e?ca;ator yang diawali dengan pembuatan jalan dengan sistem selokan selang seling. 1. "rushing& $emecahan material material hasil penambangan menjadi ukuran yang lebih kecil dengan menggunakan crusher. Batu kapur dari ukuran H 1 m I H ! m Batu silika dari ukuran H 4! cmI H 1!! mm 4."FA,<B+A)& Bahan mentah ditransportasikan dari area penambangan ke lokasi pabrik untuk diproses lebih lanjut dengan menggunakan belt con;eyor. 4. 7E9 *+88 ( $<A))+8+A)EA BE#EA BE03 )& $roses Basah $enggilingan dilakukan dalam raw mill dengan menambahkan sejumlah air kemudian dihasilkan slurry dengan kadar air 44-4@ J.*aterialmaterial ditambah air diumpankan ke dalam raw mill. 0arena adanya putaran, material akan bergerak dari satu kamar ke kamar berikutnya.$ada kamar 1 terjadi proses pemecahan dan kamar 1/4 terjadi gesekan sehingga campuran bahan mentah menjadi slurry. $roses 0ering (erjadi di 'uodan *ill yang terdiri dari 'rying "hamber, "ompt 1, dan "ompt 1. *aterial-material dimasukkan bersamaan dengan dialirkannnya gas panas yang berasal dari suspension preheater dan menara pendingin. $ada ruangan pengering terdapat 5ilter yang ber5ungsi untuk mengangkut dan menaburkan material sehingga gas panas dan material berkontaminasi secara merata sehingga e5isiensi dapat tercapai. (erjadi pemisahan material kasar dan halus dalam separator. . #F*F)<A+%E%+& $roses Basah %lurry dicampur di mi?ing basin,kemudian slurry dialirkan ke tabung koreksiK proses pengoreksian. $roses 0ering (erjadi di blending silo dengan sistem aliran corong. .. $embakaran/ $embentukan "linker& $embakaran/ $embentukan "linker terjadi di dalam kiln. 0iln adalah alat berbentuk tabung yang di dalamnya terdapat semburan api. 0iln di design untuk memaksimalkan e5isiensi dari perpindahan panas yang berasal dari pembakaran bahan bakar.
. Pust Teknologi Konversi dan Konservasi Energi (PTKKE-BPPT), !

$<*B<A(30EA "8+A0<7& $roses yang terjadi di dalam kiln& $engeringan %lurry $emanasan Ewal 0alsinasi $emijaran $endinginan $enyimpanan 0linker $<A)<7+A)EA %8377B& $<A)<7+A)EA %8377B terjadi pada daerah 1/4 panjang kiln dari inlet pada temperatur 1!!- !!L" sehingga terjadi pelepasan air bebasdan air terikat untuk mendapatkan padatan tanah kering. $emanasan Ewal & $emanasan Ewal terjadi pada daerah 1/4 setelah panjang kiln dari inlet. %elama pemanasan tidak terjadi perubahan berat dari material tetapi hanya peningkatan suhu yaitu sekitar .!!M" dengan menggunakan preheater. 0E8%+AE%+& 0E8%+AE%+ $enguraian kalsium karbonat menjadi senyawa-senyawa penyusunnya pada suhu .!! o". reaksinya& "a"F4 I "aF D "F1 *g"F4 I *gF D "F1 $<*+GE7EA& 7eaksi antara oksida-oksida yang terdapat dalam material yang membentuk senyawa hidrolisis yaitu "4E2, "4E, "1% pada suhu 14 !M " membentuk "linker. $<A'+A)+AEA& terjadi pendinginan "linker secara mendadak dengan aliran udara sehingga "linker berukuran 11 !-11 ! gr/liter. "linker yang keluar dari "ooler bersuhu 1 !-1 !M ". (7EA%$F7(E%+ - $<AB+*$EAEA "8+A0<7 & 0linker kasar akan jatuh kedalam penggilingan untuk dihaluskan. 0emudian dengan drag chain, klinker yang telah dihaluskan diangkut menuju silo klinker atau langsung ke proses cement mill untuk diproses lebih lanjut menjadi semen. "<*<A( *+88& *erupakan proses penggilingan akhir dimana terjadi pebghalusan clinker-clinker bersama J gipsum alami atau sintetik. %ecara umum, dibagi menjadi 4 proses& $enggilingan clinker $encampuran $endinginan. 0<3A(3A)EA - 0<73)+EA $7F%<% BE%E# & 0adar alkalisis, klorida,dan sul5at tidak menimbulkan gangguan penyempitan dalam saluran material masuk kiln. 'eposit yang tidak homogen tidak berpengaruh karena mudah untuk mencampur dan mengoreksinya. $encampuran dan koreksi slurry lebih mudah karena berupa larutan. 2luktuasi
. Pust Teknologi Konversi dan Konservasi Energi (PTKKE-BPPT), 1"

kadar air tidak berpengaruh pada proses. 0<73)+EA $roses basah baik digunakan hanya bila kadar air bahan bakunya cukup tinggi $ada waktu pembakaran memerlukan banyak panas, sehingga konsumsi bahan bakar lebih banyak 0iln yang dipakai lebih panjang karena proses pengeringan yang terjadi dalam kiln menggunakan 11 J panjang kiln. 0<3A(3A)EA - 0<73)+EA $7F%<% 0<7+A)& 0<3A(3A)EA& 0iln yang digunakan relati5 pendek 0ebutuhan panas lebih rendah. 0<73)+EA& 7ata-rata kapasitas kiln lebih besar 2luktuasi kadar air menganggu operasi, karena materail lengket di inlet kiln (erjadipenebalan/penyempitan pada saluran pipa kiln. #asil Ekhir& %emen $$"& semen campuran yang menggunakan pozzolan sebagai bahan tambahan pada campuran terak dan gips dalam proses penggilingan akhir. %esuai untuk pengecoran beton massa, dam, irigasi, bangunan tepi laut atau rawa, yang memerlukan ketahanan sul5at dan panas hidrasi sedang. Genis-Genis %emen& %ement $ortlan a. %ement $ortland (ype + (Frdinary $ortland "ement) dipakai untuk keperluan konstruksi bangunan biasa yang tidak memerlukan persyaratan khusus, seperti bangunan rumah pemukiman, gedung-gedung sekolah dan perkantoran, bangunan pabrik, gedung bertingkat, dll. b. %emen $ortland (ype ++ (*oderate #eat %emen) 'ipakai untuk keperluan beton yang memerlukan ketahanan sul5at atau panas hidrasi sedang. Biasanya semen ini digunakan untuk bangunan pinggir laut (pelabuhan), aliran irigasi, landasan jembatan, bangunan di bekas tanah rawa, beton massa untuk damdam. c. %emen $ortland (ype +++ ( #igh <arly %trength "ement) 'ipakai untuk konstruksi bangunan yang memerlukan kekuatan tekan tinggi pada 5ase permulaan setelah pengikatan terjadi. Biasanya digunakan untuk daerah yang bersuhu dingin, bangunan bertingkat, dan bangunan dalam air yang tidak memerlukan ketahanan terhadap sul5at. d. %emen $ortland (ype +, (8ow #eat "ement) penggunaanya memerlukan panas hidrasi rendah karena mengandung "4E2 dan "1% lebih banyak. $engerasan dan perkembangan kekuatanya lambat. 'igunakan untuk bangunan di daerah panas, pembuatan beton atau konstruksi berdimensi tebal. e. %emen $ortland (ype , (%ul5ate 7esistance "ement) semen portland dengan daya tahan sul5at yang tinggi termasuk tahan terhadap larutan garam sul5at dalam air. 'igunakan untuk bangunan yang berhubungan dengan air laut, air
. Pust Teknologi Konversi dan Konservasi Energi (PTKKE-BPPT), 11

buangan industri, bangunan yang pengaruh gas atau uap kimia yang agresi5 dan bangunan yang selalu berhubungan dengan air panas. 1. Fil 9ell "ement (F9") "lass )-#%7& 'igunakan untuk pembuatan lapisan sumur minyak yang dalam dan untuk menyumbat sumur setelah dibor. "lass E, digunakan untuk kedalaman 1@4! m. "lass B, digunakan untuk kedalaman 1@4! m, dengan ketahanan terhadap sul5at tingkat menengah dan tinggi. "lass ", untuk kedalaman 1@4! m, dengan ketahanan awal yang tinggi dan ketahanan sul5at tingkat menengah dan tinggi. "lass ), untuk kedalaman 144! m, sering disebut juga dengan basic F9" karena adanya penembahan aditi5 sehingga dapat digunakan untuk berbagai kedalaman. 4. %ement $ortland "ampur (*i?ed "ement) disebut juga %uper *asonry "ement. 'igunakan untuk konstruksi ringan, sedang, untuk plesteran, pemasangan bata dan bahan bangunan. 4. *asonry "ement (ype *,%,A& %emen ini digunakan untuk plesteran, pemasangan bata, dan keramik. . %emen $utih& dapat digunakan untuk plamir tembok, pembutan tekel / traso, pemasangan keramik, tegel dan marmer. %emen jenis ini mudah diberi warna sesuai keinginan.

. Pust Teknologi Konversi dan Konservasi Energi (PTKKE-BPPT), 12