Anda di halaman 1dari 4

TUGAS KEAMANAN PANGAN

ADI (Aceptible Daily Intake)

PEMANIS SINTETIS

Nama NRP Kelompok

Oleh : : Vanidya Afsarah Permadi : 103020043 :B

JURUSAN TEKNOLOGI PANGAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PASUNDAN BANDUNG 2013

ADI (Aceptible Daily Intake) PEMANIS BUATAN ADI dihitung berdasarkan berat badan konsumen dan sebagai standar digunakan berat badan 50 kg untuk negara Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya. Satuan ADI adalah mg bahan tambahan makanan per kg berat badan. Untuk menghitung batas penggunaan maksimum bahan tambahan makanan, digunakan rumus sebagai berikut: BPM = ADI B 1.000 / K (mg / kg) Ketereangan BPM = batas penggunaan maksimum (mg/kg) B = berat badan (kg) K = konsumsi makanan (gr) Sesuai dengan peraturan Badan POM yang baru (HK. 00.05.5.1.4547) tanggal 21 Oktober 2004, terdapat 13 macam pemanis buatan :

Batas maksimum penggunaan siklamat menurut ADI (acceptable daily intkae) yang dikeluarkan oleh FAO ialah 500 - 3000 ppm. Level yang aman untuk penggunaan pemanis buatan hanya 45 persen nilai ADI. Siklamat pada manusia mempunyai nilai ADI maksimun 11 mg/kg berat badan (BB). Jadi kalau pada anak ditemukan siklamat 240 persen ADI, berarti kandungan pemanis buatan itu sudah mencapai 240 persen/0,45 = 533,3 persen. Jika dikonversikan, berarti kandungan siklamat sebesar 5,333 x 11 mg/kg = 58,63 mg/kg BB Siklamat merupakan pemanis non-nutritif lainnya yang tidak kalah populer. Tingkat kemanisan siklamat adalah 30 kali lebih manis daripada gula dan siklamat tidak memberikan after-taste seperti halnya sakarin. Meskipun demikian, rasa manis yang dihasilkan oleh siklamat tidak terlalu baik (smooth) jika dibandingkan dengan sakarin. Siklamat diperjual belikan dalam bentuk garam Na atau Ca-nya. Siklamat dilarang penggunaannya di Amerika serikat, Kanada, dan Inggris sejak tahun 1970-an karena produk degradasinya (sikloheksil amina) bersifat karsinogenik. Meskipun demikian, penelitian yang mendasari pelarangan penggunaan siklamat banyak mendapat kritik karena silamat digunakan pada tingkat yang sangat tinggi dan tidak mungkin terjadi dalam praktek sehari-hari. Oleh karena itu, FAO/WHO masih memasukkan siklamat sebagai BTM yang diperbolehkan. Nilai ambang batas dikenal dengan ADI atau Acceptable Daily Intake atau batasan jumlah suatu Bahan tambahan pangan yang dapat dikonsumsi per kg berat badan per hari seumur hidup tanpa suatu resiko . Nilai ADI untuk pemanis buatan natrium siklamat adalah: 11 mg/kg berat badan. jadi sangat bergantung pada berat badan si pengkonsumsi, untuk anak yang baru 27 bulan (2 tahun 3 bulan), maka perhitungannya: Jumlah aman konsumsi natrium siklamat/hari = ADI natrium siklamat x Berat Badan = 11 mg/kg Berat Badan x 12,9 kg (perkiraan berat badan anak umur 2 thn 3 bulan) =141,9 mg natrium siklamat/hari. Jika Di konversi kedalam jumlah cup minuman perhari, maka: Jumlah cup minuman perhari = (Jumlah aman konsumsi natrium siklamat/hari)/kandungan Natrium siklamat per cup = (141,9 mg natrium siklamat per hari)/(120 mg/cup) =1,18 cup, dibulatkan menjadi = 1 cup/ hari *kandungan siklamat biasanya tercantum dalam komposisi (seperti contoh komposisi diatas)

DAFTAR PUSTAKA Achmad Lutfi. 2009. Zat Aditif pada Makanan. (online) http://www.chem-istry.org/materi_kimia/kimia-lingkungan/zat-aditif/zat-aditif-pada-makanan/ diakses tanggal 16 Febuari 2013 Anonim. 2010. Pemanis Siklamat. http://futurefoodscientist.blogspot.com. Diakses 18 Febuari 2013 Prawira. 2010. Manajemen Mutu dan Keamanan Pangan (online) http://yprawira.wordpress.com/manajemen-mutu-dan-keamanan-pangan/ diakses tanggal 17 Febuari 2013