Anda di halaman 1dari 7

JENIS-JENIS HEWAN MOLUSKA DAN ARTHROPODA DI GUNUNG BAUNG PASURUAN

Enes Tiara Evanda, Ermi Sugiharti, Achmad Dwi Cahyono , Fajri Kusuma Ningrum. Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Surabaya

ABSTRAK

Arthropoda dan Mollusca merupakan hewan avertebrata yang paling banyak persebarannya di bumi. Gunung Baung merupakan suatu ekosistem hutan yang beriklim tropis yang mempunyai keanekaragaman hayati yang tinggi. Keanekaragaman fauna di Gunung Baung yang banyak di temui diantara adalah Arthropoda dan Mollusca. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman hewan Arthropoda dan Mollusca di Kawasan Wisata Gunung Baung, Purwosari, Pasuruan. Dalam penelitian ini menggunakan jenis deskripsi dan observasi. Dan dalam penelitian ini diperoleh hasil yaitu 26 hewan yang terdiri dari 22 hewan yang termasuk ke dalam 10 famili

yakni, Libellulidae, Gryllidae, Gerridae, Cicadidea, Pyrrhocoridae, Thomisidae, Oxyopidae, Acrididae, Pieridae, Aegeriidae, Danaidae, Spingidae, Trigoniulidae dalam filum Arthropoda serta 4 hewan dalam ordo termasuk filum Moluska.
Kata kunci: Arthropoda, Gunung Baung Pasuruan, Mollusca.

PENGANTAR Invertebrata atau Avertebrata adalah sebuah istilah yang diungkapkan oleh Chevalier de Lamarck untuk menunjuk hewan yang tidak memiliki tulang belakang. Invertebrata mencakup dan mamalia). semua Contoh hewan kecuali hewan vertebrata (pisces, reptil, amfibia, aves, adalah serangga, ubur-ubur, hydra, cumi-cumi,

invertebrata

dan cacing. Invertebrata mencakup sekitar 97 persen dari seluruh anggota kingdom Animalia (wikipedia, 19 mei 2012). Hewan Avertebrata memiliki 9 filum dalam klasifikasinya yaitu Annelida, Arthropoda, Coelenterata, Echinodermata, Mollusca, Nemathelminthes

Platyhelminthes, Porifera, Protozoa (wikipedia, 19 mei 2012). Di dunia ini hewan avertebrata yang memiliki persebaran terluas dan terbanyak adalah filum Arthropoda dan filum Moluska. Arthropoda adalah filum yang paling besar dalam dunia hewan dan mencakup serangga, laba-laba, udang, lipan dan hewan sejenis lainnya. Arthropoda adalah nama lain hewan berbuku-buku. Arthropoda biasa ditemukan di laut, air tawar, darat, dan lingkungan udara, termasuk berbagai bentuk simbiosis dan parasit. Hampir dari 90% dari seluruh jenis hewan yang diketahui orang adalah Arthropoda (wikipedia, 19 mei 2012). Sedangkan, Moluska merupakan filum terbesar kedua dalam

kerajaan binatang setelah filum Arthropoda. Saat ini diperkirakan ada 75 ribu jenis, ditambah

35 ribu jenis dalam bentuk fosil. Moluska hidup di laut, air tawar, payau, dan darat. Dari palung benua di laut sampai pegunungan yang tinggi, bahkan mudah saja ditemukan di sekitar rumah kita (wikipedia, 19 mei 2012). Salah satu kawasan yang memiliki kenekaragaman moluska dan Arthropoda yang tinggi adalah kawasan Taman wisata Gunung baung. Taman wisata Gunung Baung merupakan kawasan wisata yang terletak bergandengan dengan Kebun Raya Purwodadi. Terletak di desa Cowek, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Daerah Tingkat II Pasuruan. Taman Wisata Gunung Baung mempunyai tipe ekosistem hutan Tropis dataran rendah. Karena tipe ekosistem Gunung baung tersebut hutan Tropis maka di kawasan tersebut memiliki kenekaragam hayati yang tinggi dan banyak dijumpai beberapa jenis flora dan fauna. Di taman wisata gunung baung sendiri dapat dijumpai beberapa flora antara lain Beringin (Ficus benyamina), Kepuh (sterculia foitida), Bendo (artocarpus elastica) dan Gondang (ficus variegata) serta Bambu (Bambusa Sp) dan fauna antara lain kijang (Mutiacus muntjak), Burung Rangkok (Buceros rhinoceta), Kera abu-abu (Macaca fascicularis), Ayam hutan (Gallus sp) beberapa jenis Moluska dan Arthropoda serta jenis hewan lainnya (Dephut, 19 Mei 2012). Oleh sebab itu kami melakukan penelitian tentang JENIS-JENIS HEWAN MOLUSKA DAN ARTHROPODA DI GUNUNG BAUNG PASURUAN, dengan tujuan untuk mengetahui jenis-jenis hewan Moluska dan arthropoda yang terdapat di kawasan wisata Gunung Baung Pasuruan. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif dan observasi. Deskriptif yaitu dengan cara menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai dengan pengamatan secara langsung dan observasi, yaitu dengan cara melakukan pengumpulan data dengan cara mengadakan pengamatan secara langsung dan pencatatan sistematis mengenai jenis-jenis hewan Mollusca dan Arthropoda di Gunung Baung, Pasuruan. Penelitian ini dilakukan di Taman wisata Gunung Baung yang terletak bergandengan dengan Kebun Raya Purwodadi tepatnya di desa Cowek, Kecamatan Purwosari, Pasuruan pada bulan Mei tahun 2012. Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya adalah alat tulis, kamera digital, jaring, nampan, pinset, botol vial, botol awetan ukuran sedang, amplop, hanscon, plastik klip, alkohol 70%, formalin,dan toples untuk proses pembuata serta kloroform. Objek dalam penelitian ini jenis-jenis hewan Mollusca dan Arthropoda di Gunung Baung, Pasuruan.

Penelitian ini diawali dengan melakukan pengamatan tentang jenis-jenis hewan filum Mollusca dan Arthropoda yang ada di hutan dan sekitar air terjun, dengan cara menangkap hewan-hewan yang termasuk dalam filum Mollusca dan Arthropoda di Gunung Baung, Pasuruan. Kemudian, mencatat data hewan-hewan dari filum Mollusca dan Arthropoda yang ada. Selain itu juga membuat awetan basah untuk hewan-hewan dari filum Mollusca dan hewan athropoda terutama keluwing dan insektarium untuk kelas Insecta yang telah

ditemukan di Gunung Baung, Pasuruan. Pembuatan awetan basah dengan cara membersihkan hewan-hewan yang telah didapat dibersihkan dengan air bersih, kemudian di masukkan ke dalam toples tertutup yang berisi air, setelah hewan tersebut mati air diganti dengan alkohol 70%. Sedangkan hewan yang akan diinsektarium dibersihkan dan dibius dengan menggunakan kloroform. Setelah hewan mati, tubuh hewan di tata agar bagian-bagian dari tubuh hewan tersebut dapat terlihat. HASIL Berdasarkan observasi yang telah dilakukan di kawasan Taman wisata Gunung baung Pasuruan, diperoleh data macam-macam jenis Kelas Moluska dan Kelas Arthropoda dengan identifikasi sesuai tabel di bawah ini. Tabel 1. Identifikasi jenis Kelas Moluska dan Kelas Arthropoda di kawasan Taman wisata Gunung baung Pasuruan No. I. 1. 2. 3. 4. Filum/Ordo Moluska Stylomatophora (bekicot) Basomatophora (siput coklat) + + + + Stasiun 1 (Hutan) Stasiun 2 (Air Terjun)

II. 1. 2. 3. 4. 5.

Arthropoda Spirobolida Libellulidae Gryllidae Gerridae Cicadidea + + + + + + -

6. 7. 8. 9.

Pyrrhocoridae Thomisidae Oxyopidae Acrididae

+ + + +

Tabel 2. Klasifikasi Hewan pada Filum Arthropoda dan Filum Mollusca di Gunung Baung Pasuruan Nama daerah Capung Jangkrik

No. 1 2

Filum

Class Insecta

Ordo Odonata Orthoptera

Family Libellulidae Gryllidae

Genus

Species

Insecta Insecta

Hemiptera

Gerridae

Anggang -anggang Gareng Pung Bapak pucung Labalaba Thomisius Thomisius Sp. Labalaba Walang Walang Walang Walang Walang

Insecta

Homoptera

Cicadidea

5 Arthropod 6 a

Insecta

Strepsiptera

Pyrrhocoridae

Arachnida

Araneida

Thomisidae

7 8 9 10 11 12

Arachnida Insecta Insecta Insecta Insecta Insecta

araneidae Orthoptera Orthoptera Orthoptera Orthoptera Orthoptera

Oxyopidae Acrididae Acrididae Acrididae Acrididae Acrididae

13 14 15 16 17 18 19 20 21 22

Insecta Insecta Insecta Insecta Insecta Insecta Insecta Insecta Insecta Diplopoda

Orthoptera Orthoptera Orthoptera Orthoptera Orthoptera Lepidoptera Lepidoptera Lepidoptera Lepidoptera Spirobolida

Acrididae Acrididae Acrididae Acrididae Acrididae Pieridae Aegeriidae Danaidae Spingidae Trigoniulidae Trigoniulu Trigoniulus corallinus Achatina fulica

Walang Walang Walang Walang Walang Kupukupu Kupukupu Kupukupu Ngengat

23 24 25 26 Mollusca

Gastropoda Gastropoda Gastropoda Gastropoda

Pulmonata

Achatinidae

Achatina

Bekicot

Pembahasan Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di lokasi Gunung Baung didapatkan 26 hewan yang terdiri dari 22 hewan yang termasuk ke dalam 10 famili yakni, Libellulidae, Gryllidae, Gerridae, Cicadidea, Pyrrhocoridae, Thomisidae, Oxyopidae, Acrididae, Pieridae, Aegeriidae, Danaidae, Spingidae, Trigoniulidae dalam filum Arthropoda serta 4 hewan dalam ordo ... termasuk filum Moluska. Hewan-hewan dari filum Arthropoda sebagian besar ditemukan di hutan Gunung Baung, sedangkan dari filum Moluska di temukan di lokasi air terjun Gunung Baung. Jumlah serangga terbanyak ditemukan pada lokasi hutan, hal ini dapat dijelaskan karena pada daerah tersebut terdapat keanekaragaman vegetasi yang lebih banyak sehingga merupakan sumber pakan yang melimpah bagi serangga yang

mempengaruhi populasi serangga di dalamnya. Kelimpahan populasi serangga pada suatu habitat ditentukan oleh adanya keanekaragaman dan kelimpahan sumber pakan maupun sumber daya lain yang tersedia pada habitat tersebut. Jumlah dan jenis serangga akan

semakin meningkat pada komunitas yang memiliki kuantitas dan kualitas pakan yang sesuai dengan kebutuhan serangga. Antara vegetasi dan serangga terjadi hubungan yang dapat menstabilkan ekosistem hutan. Bila salah satu komponen terganggu maka akan

mempengaruhi keberadaan komponen lainnya. Hal ini ditegaskan oleh Berryman (1986), yang menyebutkan bahwa serangga berperan penting dalam proses suksesi dan menjaga kestabilan ekosistem hutan. Selain vegetasi sebagai sumber pakan, kehadiran serangga lain yang berperan sebagai mangsa bagi serangga yang bersifat predator dalam suatu habitat. Hasil observasi yang telah dilakukan di hutan, menunjukkan bahwa jumlah maupun jenis serangga di lokasi tersebut bervariatif sehingga mempengaruhi aktivitas makan serangga yang bersifat

predator. Misalnya serangga dari ordo Odonata akan bertindak sebagai predator terhadap serangga dari ordo Orthoptera, Lepidoptera (ngengat), serangga ordo Orthoptera bertindak sebagai predator terhadap serangga ordo Hemiptera. Faktor lain yang diduga juga berpengaruh terhadap populasi serangga adalah antara lain ketersediaan air yang umumnya diperoleh serangga melalui makanan yang mengandung air. Dengan tingginya jumlah vegetasi yang ada pada hutan, maka otomatis berpengaruh pada ketersediaan air bagi serangga. Meskipun ada beberapa jenis serangga yang beraktivitas di sekitar daerah air terjun. (irwantoshut, tanggal ) Sedangkan hewan yang termasuk filum Moluska banyak ditemukan di lokasi sekitar air terjun. Tinggi rendahnya jumlah Moluska pada pengamatan yang dilakukan ditentukan oleh banyak faktor diantaranya sumber makanan yang cukup dan kondisi lingkungan yang sesuai. (bioryzacollage, tanggal 18 Mei 2012 ) Kehadiran moluska darat pada satu daerah menunjukan bahwa daerah tersebut memiliki tingkat kelembaban yang tinggi.

(wordpress.com, tanggal 18 Mei 2012) Berdasarkan observasi yang dilakukan diketahui bahwa lokasi sekitar air terjun memiliki kelembaban udara dan tanah yang lebih tinggi dari pada di lokasi hutan. Hal tersebut ditunjukkan dengan suhu udara lebih rendah dan keadaan tanah yang cenderung basah. Daerah seperti inilah yang merupakan habitat yang sesuai untuk hewan yang termasuk moluska. SIMPULAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat 21 hewan yang termasuk ke dalam 10 famili dalam filum Arthropoda serta 4 hewan ..... dalam

filum Moluska. Hewan-hewan dari filum Arthropoda sebagian besar ditemukan di hutan Gunung Baung, sedangkan dari filum Moluska di temukan di lokasi air terjun Gunung Baung. Hal tersebut disebabkan oleh pada kondisi tersebut merupakan habitat yang sesuai dan menyimpan sumber makanan yang melimpah bagi hewan-hewan terebut.

KEPUSTAKAAN Dephut. 2012. Wisata Gunung Baung. Diakses pada tanggal 19 Mei 2012 dari http://www.dephut.go.id/informasi/propinsi/jatim/wisata_baung.html wikipedia. 2012. Avertebrata. Diakses pada tanggal 19 Mei 2012 dari

http://id.wikipedia.org/wiki/Avertebrata wikipedia. 2012. Moluska. Diakses pada tanggal 19 Mei 2012 dari

http://id.wikipedia.org/wiki/Moluska wikipedia. 2012. Arthropoda. Diakses pada tanggal 19 Mei 2012 dari

http://id.wikipedia.org/wiki/Artropoda http://www.irwantoshut.net/bioindikator.html http://hurahura.wordpress.com/2012/01/14/abstrak-skripsi-ui-bagian-2/ http://biologymayscience.wordpress.com/2011/03/30/mollusca/ http://bioryzacollage.blogspot.com/2011/03/makro-fauna-tanah.html