Anda di halaman 1dari 2

PERHITUNGAN TEMPORARY ANGKUR STRESS BARR

Asumsi - asumsi perhitungan a b c d e f Gelegar Memanjang diasumsikan sebagai kantilever yang ditumpu di sisi cross beam (scafolding dianggap tidak memeberi reaksi) Beban dari plat lantai kendaraan didistribusikan ke gelegar Memanjang berupa beban terpusat Beban dari balok melintang (30 x 1400) berlaku sebagai beban terpusat Karena memakai duct pada angkur stress bar maka tidak ada friksi antara beton dan tulangan Tumpuan berupa coupler yang tertanam dianggap mampu menahan gaya tarik akibat reaksi dari gelegar memanjang Oleh karena tidak ada friksi dan coupler dianggap mampu menahan gaya tarik maka panjang penyaluran angkur stress bar ke cross beam tidak dihitung

1. DATA - DATA PERHITUNGAN : - Bentang Pier table DPO + DS1 1 sisi = - Penampang Melintang keseluruhan = - Penampang Melintang plat lantai kendaraan = - Dimensi Penampang Gelagar Memanjang Pier Table - H (Tingggi rata-rata) = - B (Lebar) = - Panjang = - Dimensi Penampang Gelagar Memanjang Dek - H (Tingggi) = - B (Lebar) = - Panjang = - Dimensi Penampang Plat Lantai Kendaraan - H (Tingggi) = - B (Lebar) = 2. PEMBEBANAN - BEBAN MATI - BERAT SENDIRI GELAGAR MEMANJANG A SEGMEN PIER TABLE - Berat Beton tak bertulang = - Pembesian = - Taksiran berat bekisting (20%) = - TOTAL BERAT B SEGMEN DEK - Berat Beton tak bertulang = - Pembesian = - Taksiran berat bekisting (20%) = - TOTAL BERAT C SEGMEN PLAT LANTAI KENDARAAN - Berat Beton tak bertulang = - Pembesian = - Taksiran berat bekisting (10%) = - TOTAL BERAT TRIBUTARY AREA W = D SEGMEN GELAGAR MELINTANG - Berat Beton tak bertulang = - Pembesian = - Taksiran berat bekisting (20%) = - TOTAL BERAT E BEBAN TRAVELLER = -

19,15 m 14,2 m 9,5 m 3,15 m 2,35 m 9,15 m 2,4 m 2,35 m 10 m 0,3 m 9,5 m

2,35 x 0,2 x

3,15 x 17221,78

2200 x

1= = = = 1= = = = 1= = = = = 4,75 = = = = =

16285,50 936,28 3444,36 20666,13 12408,00 936,28 2668,86 16013,13 660,00 60,86 72,09 792,95

kg/m kg/m kg/m kg/m kg/m kg/m kg/m kg/m kg/m2 kg/m2 kg/m2 kg/m2

2,35 x 0,2 x

2,4 x 13344,28

2200 x

0,3 x 0,1 x

1x 720,8609

2200 x

792,947 x 0,3 x 749,772 x 0,2 x 120000 :

19,15 x 1,4 x 4,75 7950,417 2

4,75 2200 x

72128,44 kg 4389,00 3561,42 1590,08 9540,50 60000,00 kg kg kg kg kg

BEBAN HIDUP - BEBAN HIDUP PEKERJA PADA PLAT LANTAI KENDARAAAN - Diambil 100 kg/m2 = 100 x 19,15 x 4,75 BEBAN ANGIN - BEBAN ANGIN DIASUMSIKAN TEGAK LURUS TERHADAP ARAH LONGITUDINAL JEMBATAN - Diambil dari data review desain 2,79 kPa (284,5 kg/m2) Gelegar Pier Table = 284,5 x 3,15 Gelegar pada dek = 284,5 x 2,4 Skema Beban Mati terpusat

9096,25 kg

= =

896,175 kg/m 682,8 kg/m

Skema Beban Mati merata

Skema Beban Hidup

Skema Beban Angin tidak terlihat digambar karena tegak lurus sumbu longitudinal KOMBINASI BEBAN 1 . 1,4 x DL 2 . 1,2 x DL + 1,6 x LL 3 . 1,2 x DL + 1 x LL + 1,6 x WL 4 . 0,9 x DL + 1,6 x WL

3. PERHITUNGAN GAYA DALAM DENGAN SAP 2000 DARI SAP 2000 DIPEROLEH GAYA-GAYA YANG BEKERJA PADA TUMPUAN SBB : COMB1 COMB2 COMB3 COMB4 - DIAGRAM MOMEN

F1 Tonf 0 0 0 0

F2 Tonf 0 0 -3,6 -3,6

F3 M1 Tonf Tonf-m 740,68 0 649,42 0 643,97 0 476,15 0

M2 M3 Tonf-m Tonf-m 7741,34 0,00 6774,79 0,00 6722,53 3,05 4976,58 3,05

- DIAGRAM GAYA GESER

GAYA YANG HARUS DILAWAN OLEH ANGKUR STRESS BAR ADL SBB : 1 . Gaya Akibat geser = 2 . Gaya Akibat momen = 7741,34 : TOTAL

18,15

= = =

740,68 ton 426,52 ton 1167,20 ton

4. PERHITUNGAN KAPASITAS ANGKUR Data Angkur Stress Bar Diameter stress bar Max. initial stressing force Jumlah stress bar yang dipakai untuk angkur : = = =

32 mm 676 KN

---------> tabel data teknik

1167,20 = 18 bh 67,6 Dipakai stress bar 18 buah diameter 32 mm di separuh lebar dari balok cross beam Data Angkur Stress Bar Diameter stress bar Max. initial stressing force Jumlah stress bar yang dipakai untuk angkur : = = =

40 mm 1056 KN

---------> tabel data teknik

1167,20 = 12 bh 105,6 Dipakai stress bar 12 buah diameter 40 mm di separuh lebar dari balok cross beam