Anda di halaman 1dari 6

6.1.1 Insulin 6.1.1.1 6.1.1.

2 Insulin kerja singkat Insulin kerja sedang dan lama

Insulin berperan mengatur metabolisme karbohidrat, lemak dan protein. Insulin merupakan hormon polipeptida dengan struktur kompleks. Ada perbedaan susunan asam amino pada insulin hewan, insulin manusia, dan analog insulin manusia. Insulin dapat diekstraksi dari pankreas babi atau pankreas sapi dan dimurnikan dengan kristalisasi, tetapi insulin dari pankreas sapi sekarang jarang digunakan. Insulin untuk manusia dibuat secara biosintetis dengan teknologi rekombinan DNA menggunakan bakteri atau ragi atau semisintetik dengan modifikasi en imatik insulin babi. !emua sediaan insulin umumn"a imunogenik pada manusia tetapi resistensi imunologis terhadap kerja insulin tidak la im terjadi. !ecara teori sediaan insulin "ang sesuai dengan insulin manusia kurang imunogenik, tetapi hal ini tidak terbukti dalam uji klinik. Insulin dirusak oleh en im dalam saluran cerna oleh karena itu harus diberikan melalui injeksi atau inhalasi# rute subkutan memberi hasil "ang baik pada semua kondisi. Insulin biasan"a disuntikkan pada lengan atas, paha, glutea atau perut. $mumn"a injeksi subkutan insulin men"ebabkan sedikit masalah, bisa terjadi hipertrofi lemak "ang dapat dikurangi dengan men"untikkan di daerah "ang berbeda. Alergi lokal jarang terjadi. Insulin diperlukan oleh semua pasien dengan ketoasidosis dan biasan"a diperlukan oleh pasien dengan% & & & & & 'ejala&gejala "ang muncul cepat (ehilangan ban"ak berat badan (ondisi lemah (etonuria )iwa"at keluarga dekat *a"ah&ibu+ adalah penderita Diabetes ,elitus tipe 1

-ika keadaan memburuk, dapat terjadi muntah dan pasien dapat dengan cepat mengalami ketoasidosis. Insulin dibutuhkan oleh hampir semua pasien anak penderita diabetes. -uga dibutuhkan oleh pasien diabetes tipe 2 jika cara lain gagal mengendalikan D, dan

digunakan sementara oleh pasien "ang sakit atau akan menjalani operasi. .anita hamil dengan diabetes tipe 2 sebaikn"a diobati dengan insulin jika upa"a diet tern"ata gagal. Penanganan diabetes dengan insulin. /ujuan pengobatan diabetes adalah untuk mengatur kadar gula darah tetap baik sehingga membuat pasien n"aman dan menghindari hipoglikemia, diperlukan kerja sama "ang baik antara pasien dan dokter dalam menurunkan resiko komplikasi diabetes. (ombinasi sediaan insulin mungkin dibutuhkan dan kombinasi "ang tepat harus ditentukan untuk tiap pasien. $ntuk pasien dengan diabetes akut, pengobatan sebaikn"a dimulai dengan memberikan insulin soluble 0 kali sehari dan insulin kerja sedang pada malam hari. $ntuk pasien "ang tidak terlalu parah, pengobatan biasan"a dimulai dengan campuran insulin kerja singkat dan sedang *biasan"a 012 insulin soluble dan 312 insulin isophane+ diberikan 2 kali sehari# 4 unit dua kali sehari untuk pasien rawat jalan. 5roporsi sediaan insulin kerja singkat dapat ditingkatkan pada pasien dengan hiperglikemia postprandial "ang berat. Dosis insulin disesuaikan untuk setiap indi6idu, dengan cara meningkatkan dosis secara bertahap tetapi dengan tetap menghindarkan terjadin"a hipoglikemia. Ada 0 macam sediaan insulin% 1. insulin kerja singkat *short-acting+% mula kerja relatif cepat, "aitu insulin soluble, insulin lispro dan insulin aspart# 2. insulin kerja sedang *intermediate-acting+% misaln"a insulin isophane dan suspensi insulin seng, 0. insulin kerja panjang dengan mula kerja lebih lambat% misaln"a suspensi insulin seng. 7ama kerja untuk tiap tipe insulin ber6ariasi pada tiap indi6idu sehingga perlu dinilai secara indi6idual. Contoh dosis insulin yang dianjurkan & & Insulin kerja singkat dikombinasi dengan insulin kerja sedang% dua kali sehari *sebelum makan+ Insulin kerja singkat dikombinasi dengan insulin kerja sedang% sebelum makan pagi Insulin kerja singkat% sebelum makan malam Insulin kerja sedang% malam sebelum tidur

& &

Insulin kerja singkat% 0 kali sehari *sebelum makan pagi, makan siang dan makan malam+ dikombinasi dengan insulin kerja sedang% pada waktu sebelum tidur malam Insulin kerja sedang dengan atau tanpa insulin kerja singkat% cukup sekali sehari sebelum makan pagi atau sebelum tidur malam untuk beberapa pasien dengan diabetes tipe 2 "ang memerlukan insulin, kadang&kadang dikombinasi dengan obat hipoglikemik oral.

(ebutuhan insulin meningkat dengan adan"a infeksi, stres, kecelakaan atau trauma bedah, pubertas dan selama kehamilan trimester 2 dan 0. (ebutuhan mungkin menurun pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal *lampiran 0+ atau gangguan fungsi hati dan pada beberapa pasien gangguan endokrin *misaln"a Addisons disease, hipopituarism+ atau celiac disease. !elama men"usui, dosis insulin perlu disesuaikan, pada wanita hamil kebutuhan insulin sebaikn"a sering dinilai ulang oleh dokter spesialis endokrinologi "ang berpengalaman. Pemberian insulin Insulin umumn"a diberikan melalui injeksi subkutan. !ediaan insulin untuk inhalasi juga tersedia. Alat injeksi *pens+ "ang men"impan insulin dalam alat suntik * cartridge+ dan mengukur dosis "ang dibutuhkan n"aman dan mudah digunakan oleh pasien. 5enggunaan alat suntik kon6ensional untuk pemberian insulin masih merupakan pilihan bagi ban"ak pasien dan juga dibutuhkan untuk insulin "ang tidak tersedia dalam bentuk cartridge. $ntuk pemberian intensif biasan"a dianjurkan insulin injeksi subkutan 0&8 kali sehari. Insulin kerja singkat *insulin soluble, insulin aspart dan insulin lispro+, dapat juga diberikan dengan suatu alat "ang berfungsi sebagai pompa kecil untuk infus subkutan terus menerus. Alat ini akan melepas insulin dosis pemeliharaan "ang sesuai dengan dosis basal terus menerus kecuali saat makan dapat diatur untuk melepas dosis bolus. Soluble insulin "ang diberikan intra6ena han"a diberikan pada keadaan darurat, dan pada keadaan sakit parah atau pada saat sebelum tindakan bedah. Pengawasan 9eberapa penderita melakukan pengawasan kadar gula darah sendiri *butir 6.1.6+. (adar gula darah ber6ariasi sepanjang hari, oleh karena itu normoglikemia tidak dapat selalu dicapai sepanjang 28 jam tanpa menimbulkan hipoglikemia. (arena itu sebaikn"a pasien dianjurkan untuk mempertahankan kadar gula darah antara 8&:

mmol;liter *8&3 mmol;liter sebelum makan dan kurang dari : mmol;liter setelah makan+, dan mengerti bahwa kadang&kadang kadar dapat lebih tinggi dalam waktu singkat dan hal ini tidak berbaha"a, "ang sebaikn"a dicegah adalah justru kadar di bawah 8 mmol;7 "ang lebih berbaha"a. 5asien han"a perlu men"esuaikan dosis insulin 1&2 kali seminggu berdasarkan pengamatan kadar tertinggi dan kadar terendah "ang dicapain"a. <ang ideal adalah mengukur kadar =bA1c, tetapi ini tidak praktis dan mahal saat ini untuk Indonesia sehingga hal ini jarang sekali dilakukan. Asupan energi maupun karbohidrat sederhana dan kompleks sebaikn"a memadai sehingga pasien tetap dapat tumbuh dan berkembang dengan normal, tetapi obesitas harus dihindarkan. Asupan karbohidrat diatur dan dibagi sepanjang hari sesuai kadar gula darah "ang dikehendaki "ang penting total karbohidrat sebaikn"a sesuai dengan kebutuhan sehari "ang telah dihitung. Hipoglikemia dapat merupakan masalah "ang utama dalam penggunaan insulin pada pengobatan diabetes. 5asien harus benar&benar mengerti bagaimana menghindari hal tersebut. !ering pasien "ang diobati lupa atau tidak tahu baha"a hipoglikemia, dan ini dapat membaha"akan terutama pada pasien "ang mengendarai mobil, atau bekerja dengan mesin. $pa"a ketat untuk menangani diabetes dapat menurunkan batas kadar gula darah "ang menimbulkan gejala hipoglikemi, begitu pula bila sering terjadi hipoglikemi# sehingga pasien tidak dapat mengenali ancaman hipoglikemi. 9eta&bloker juga dapat men"ebabkan hipoglikemi pada pasien seperti ini terjadi tanpa disadari *dan juga menunda pen"embuhan hipoglikemi tersebut+. !upa"a pasien kembali sensitif terhadap gejala hipoglikemi, penggunaan insulin dan pengaturan saat makan harus benar&benar diatur. Mengendarai, pengendara "ang diobati dengan insulin dan obat antidiabetik oral agar berhati&hati. -ika terjadi hipoglikemia atau ada gejala, "ang sebaikn"a dilakukan adalah% > > > > ,enghentikan kendaraan ditempat aman ,ematikan kontak;mesin ,akan atau minum air mengandung gula secukupn"a /unggu sampai keadaan normal sebelum melanjutkan perjalanan, pengembalian ke keadaan normal mungkin memerlukan waktu sekitar 1? menit atau lebih dan lebih baik kalau dipastikan dengan mengukur kadar gula darah.

Diabetes dan Tindakan edah Dosis berikut adalah untuk penderita diabetes tipe 1 "ang akan menjalani pembedahan dan membutuhkan infus insulin secara intra6ena selama 12 jam atau lebih. > > 9erikan injeksi insulin seperti biasa pada pasien pada malam hari sebelum pembedahan 5agi pada hari pembedahan, mulai diberikan infus glukosa ?2 atau 112 secara intra6ena "ang mengandung kalium klorida 11 mmol;liter *diberikan pada pasien "ang tidak hiperkalemia+ dengan kecepatan infus "ang konstan sesuai kebutuhan cairan pasien *biasan"a 12? ml;jam+ buat larutan insulin soluble 1 unit;ml dalam larutan natrium klorida 1,:2 dan berikan secara intra6ena mengunakan s"ringe secara @pigg" backedA pada infus "ang sedang terpasang. > (ecepatan infus insulin secara normal adalah sebagai berikut% 'lukosa darah B 8 mmol;liter, diberikan 1,? unit;jam 'lukosa darah 8>1? mmol;liter, diberikan 2 unit;jam 'lukosa darah 1?>21 mmol;liter, diberikan 8 unit;jam 'lukosa darah C 21 mmol;liter, dikaji dahulu 5ada kasus resisten *seperti pasien s"ok atau sakit parah, atau pasien "ang sedang mendapat kortikosteroid atau simpatomimetik+ mungkin diperlukan 2>8 kali kecepatan infus ini atau bahkan lebih. -ika pompa s"ringe tidak tersedia, 16 unit;liter insulin soluble sebaikn"a ditambahkan ke dalam ?2 atau 112 glukosa infus intra6ena "ang mengandung 11 mmol;liter kalium klorida *diberikan pada pasien "ang tidak hiperkalemia+ dan infus diberikan dengan kecepatan "ang sesuai kebutuhan cairan pasien *biasan"a 12? m7 per jam+ dan dosis insulin disesuaikan sebagai berikut% 'lukosa darah B 8 mmol;liter, diberikan 4 unit;liter 'lukosa darah 8>1? mmol;liter, diberikan 16 unit;liter 'lukosa darah 1?>21 mmol;liter, diberikan 02 unit;liter 'lukosa darah C 21 mmol;liter, dikaji (ecepatan infus intra6ena tergantung dari kebutuhan cairan, fungsi jantung, usia dan faktor&faktor lain. (adar gula darah sebaikn"a diukur sebelum operasi dan kemudian

setiap jam hingga kondisi gula darah stabil, kemudian setiap 2 jam. 7ama kerja insulin intra6ena han"a beberapa menit dan infus tidak boleh dihentikan kecuali pasien menjadi sangat hipoglikemik *glukosa darah B 0 mmol;liter+, saat mana infus sebaikn"a dihentikan selama 01 menit. -umlah kalium klorida "ang dibutuhkan dalam infus perlu ditentukan dengan pengukuran berkala elektrolit plasma. Infus 1,:2 natrium klorida dapat menggantikan infus ?2 atau 112 glukosa jika glukosa darah bertahan di atas 1? mmol;liter. !etelah pasien mulai makan dan minum, berikan insulin subkutan sebelum sarapan dan hentikan insulin intra6ena 01 menit kemudian# dosis "ang diperlukan mungkin 11 > 212 lebih ban"ak dari biasan"a jika pasien masih di tempat tidur atau belum pulih. -ika sebelumn"a pasien tidak pernah menerima insulin, dosis awal "ang sesuai adalah 01 > 81 unit per hari dalam 8 dosis terbagi menggunakan insulin soluble sebelum makan dan insulin kerja sedang pada waktu akan tidur malam dan dosis disesuaikan dari hari ke hari. 5asien dengan hiperglikemia "ang sering kambuh setelah kon6ersi kembali ke insulin subkutan memerlukan salah satu pendekatan sebagai berikut% > > > Dosis tambahan insulin soluble pada salah satu dari empat kali pen"untikan *sebelum makan atau waktu tidur malam+ atau 5enambahan sementara infus insulin intra6ena *sambil melanjutkan pemberian subkutan+ hingga kadar glukosa darah memuaskan atau (embali ke pemberian intra6ena *terutama jika pasien tidak sehat+.