Anda di halaman 1dari 1

Kaum elite mulai enggan melihat segala

bentuk spektakel seputar hukuman mati. Selain itu juga timbul kesadaran bahwa hukuman penjara tidak hanya berguna untuk menakuti-nakuti tapi juga sebagai sarana memperbaiki moral sang terhukum." Hukuman terakhir itu kini tidak lagi dilihat sebagai sesuatu 'yang memang lumrah', tapi justru dilihat sebagai pelanggaran HAM adanya hukuman mati (terutama pada pelaku kejahatan berat), tentu kita mengenal akan adanya suatu shock therapy bagi masyarakat yang hendak melakukannya. Hal ini dirasa sebagai suatu hal yang penting dalam penerapan pidana mati, terutama sekali pada anggota kelompok separatis / pemberontak, jika tidak ada penerapan seperti itu, maka akan tercipta suatu pola pikir dalam masyarakat seperti ini "lakukan karena kau tidak akan mati" dan hal ini tentunya akan membuat wibawa negara menjadi lemah dan perlu kita ingat bahwa negara adalah organisasi kewibawaan. Negara yang tidak memiliki wibawa tidak akan ditakuti oleh rakyatnya dan tidak akan dihormati atau didukung oleh rakyatnya sendiri dan tentunya akan berbahaya bagi eksistensi dari negara itu sebagai organisasi kekuasaan, kenapa? karena hukum yang ada tidak bisa memberikan kepastian hukum yang seharusnya dimiliki oleh hukum yang dibuat oleh negara yang bersangkutan sehingga yang ada adalah rakyat yang tidak simpatik, tidak takut oleh negara dan bahkan melakukan makar bagi negara (dan hal itu adalah hal yang biasa terjadi terutama pada negara yang masyarakatnya belum memiliki kesadaran hukum yang tinggi seperti Indonesia.)