Anda di halaman 1dari 2

Kelompok : 1. Nicho Surya A. 2. Novi Tiara 3. Salahudin N. 4. Septika Dwi P. 5. Vera Fitria R. 6. Wiwit W.

Tetanus
A. Pengertian Tetanus adalah penyakit infeksi yang diakibatkan toksin kuman clostridium tetani, bermanifestasi dengan kejang otot secara proksimal dan diikuti kekuatan otot seluruh badan. B. Tanda dan gejala 1. Ketegangan otot rahang dan leher secara mendadak 2. Kesukaran membuka mulut ( trismus) 3. Kaku duduk ( epistotonus ) kaku dinding perut dan tulang belakang 4. Saat kejang tonik tampak risus sardonikus 5. Badan kaku dengan epistotonus 6. Tungkai dalam ekstensi 7. Lengan kaku dan tangan mengepal C. Etiologi Clostridium tetani merupakan basil berbentuk batang yang bersifat anaerob, membentuk spora ( tahan panas ) gram positif. Mengeluarkan eksitoksin yang besifat neotoksin ( yang efek nya mengurangi aktifitas kendali SSP ). Basil ini ditemukan pad debu tanah, tinja binatang kuda, pupuk. Penyakit tetani banyak terdapat pada luka dalam, luka tusuk, luka dengan jaringan mati. Karena merupakan kondisi yang baik untuk poliferasi kuman anaerob. D. Patofisiologi Clostridium tetani dalam bentuk spora masuk ketubuh melalui luka yang terkontaminasi dengan debu tanah, tinja binatang ( seperti kuda ), pupuk,. Bila keadaan menguntungkan dimana tempat luka tersebut menjadi hiperanaerob disertai terdapatnya jaringan nekrotik, leukosit mati, benda-benda asing maka spora berubah menjadi vegetative yang kemudian berkembang. Kuman ini tidak invasive ,

bila dinding sel kuman lisis maka dilepaskan eksotoksin yaitu tetanusospamin dan tetanolisin. Tetanusospamin sangat mudah diikat dan syaraf melalui dengan 2 cara : a. Secara local : diabsorbsi melalui junction pada ujung-ujung syaraf perifer motorik melalui axis silindrik kecornu anterior ssp. b. Toksin diabsorbsi melalui pembuluh limfe lalu ke sirkulasi darah untuk seterusnya system syaraf pusat. Pada peristiwa inilah toksin menimbulkan kekakuan pada bagian tubuh . E. Pemeriksaan diagnostic 1. Pemeriksaan fisik. Adanya luka dan ketegangan otot yang khas terutama pada rahang 2. Pemeriksaan darah leukosit 8.000-12.000 m/l 3. Diagnose didasarkan pada riwayat perlukaan disertai keadaan klinis kekauan otot rahang. 4. Laboratorium , leukosit ringan peninggian tekanan otak,deteksi kuman sulit 5. Pemeriksaan ECG dapat terlihat gambaran aritmia ventrikuler F. Pengobatan 1. 2. 3. Antitoksin : ATS 5000 U/M dianjurkan dengan dosis harian 500-1000 U Anti kejang diazepam 0,5-1,5 mg/kgBB/4 wad IM efeksamping scupor, koma. Antibiotic, pemberian penisilim prokain 1,2 juta U / hari

G. Pencegahan 1. 2. 3. 4. Anak mendapatkan imunisasi DPT usia 3-11 bulan Ibu hamil mendapatkan suntikan PT minimal 2 kali Pencegahan terjadinya luka dan merawat luka secara adekuat Pemberian anti tetanus serum.