Anda di halaman 1dari 193

Ensiklopedi Seismik Online

http://ensiklopediseismik.blogspot.com/
Agus Abdullah, PhD 2007-2008

Disclaimer
Setiap material, baik tulisan, persamaan matematika dan gambar yang tertera pada e-book ini ditujukan untuk keperluan pendidikan semata. Setiap tulisan, persamaan maupun gambar yang diambil dari tempat lain diberikan keterangan autorisasi. Penulis berusaha semaksimal mungkin untuk menghargai hak cipta dari hasil karya orang lain dan berupaya untuk membaca dengan teliti mengenai perjanjian dan klausul hak cipta. Jika penulis melakukan kekeliruan, dan pemilik hak cipta keberatan, penulis bersedia untuk mencabut gambar, tulisan, maupun persamaan yang tertera dalam e-book ini. Karena e-book ini ditujukan untuk keperluan pendidikan, penyalahgunaan selain untuk keperluan pendidikan diluar tanggung jawab penulis.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 0

Ensiklopedi Seismik Online

Indeks
2D Seismic Marine Acquisition, 3 3D Seismic Acquisition QC, 10 Acoustic Impedance, 11 Aliasing, 12 Amplitudo, 13 Analisis Fasies Seismik, 14 Angle Mute, 21 Angle Stack, 22 Anisotropy, 23 Anomalous Amp. Noise Attenuation, 24 Aperture, 25 APF.VO, 25 Aproksimasi Aki Richards Fasier, 26 Aproksimasi Mobil, 26 Aproksimasi Shuey, 27 Aproksimasi Smith Gidlow, 29 Artificial Neural Network, 31 Atenuasi, 33 Atribut Seismik, 34 Auto Correlation, 36 AVA, 36 Bowtie, 39 Brute Stack, 39 BSR (Bottom Simulating Reflector), 40 CDP, 42 Coherence, 43 Continuous Wavelet Transform, 47 Controlled Beam Migration, 49 Convolution, 51 Cross Correlation, 52 Curvature, 53 Dekonvolusi, 55 Densitas Batuan, 57 Dephasing, 57 Deret - Transformasi Fourier, 58 Difraksi, 60 DMO, 60 Dog Leg, 62 Elastic Impedance, 63 Envelope, 63 Fasa Sesaat, 65 Feather, 66 Fermat's principle, 67 Filtering, 68 First Break, 69 Flow Pengolahan Data Seismik, 70 Frekuensi Gelombang Seismik, 71 Frekuensi Sesaat, 72 Fresnel Zone, 73 Gain, 74 Gelombang Prisma, 75 Groundroll, 75 High Order NMO, 77 Hilbert Transform dan Jejak Kompleks, 78 Hockey Stick, 79 Horizontal Seismic Profiling, 80 Huygens Principle, 80 Interval Velocity, 81 Inversi Maximum Likelihood, 82 Inversi Sparse Spike, 83 Kecepatan Gelombang P, 84 Kelly Bushing, TVD, dll..,85 Ketidakselarasan, 87 Lambda Mu Rho, 88 Love Wave, 90 Main Lobe Side Lobe, 91 Marine Geohazards Site Survey, 92 Matrix Toeplitz, 95 Migrasi, 95 Minimum Phase - Maximum Phase, 96
Page 1

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Ensiklopedi Seismik Online


Mistie, 97 Multi Azimuth Seismic, 98 Multi Linear Regression, 99 Multi Taper Method (MTM), 99 Multiattribute Analysis, 101 Multiple, 105 Near - Far Offset, 106 NMO, 107 Noise dan Data Seismik, 109 Non Zero Apex, 111 Nyquist Frequency, 111 P-Wave, 112 Perigram, 113 Perigram x Cosinus Fasa, 114 Persamaan Faust, 115 Petroleum System, 118 Poisson Impedance, 124 Poissons Ratio, 126 Polaritas Normal Reverse, 127 Preserve-Non Preserve Amplitude, 128 Prewhitening, 129 Remote Resistivity Mapping (R3M), 129 Reflection Strength, 133 Reflectivity, 134 Resolusi Seismik, 134 Reverse Time Migration (RTM), 136 Rich Azimuth Seismic (RAZ), 137 RMS Velocity, 138 Rocks Physics Analysis, 138 Seismic Inversion, 140 Seismic Record, 143 Seismic Reference Datum (SRD), 143 Seismic Trace, 145 Seismic Velocity, 146 Seismik Multikomponen, 147 Semblance dll.., 150 Shear Wave, 150 Shear Wave Splitting, 151 Slant Stack - Radon Transform, 153 Spectral Decomposition, 154 Spike, 155 SRME, 156 Stacking, 159 Static Correction, 159 Sweep Vibroseis, 160 Tau-P, 161 Teori Inversi Rekursif Reflektivitas, 163 Thinbed Reflectivity Inversion, 164 Transformasi Gabor, 165 True Amplitude Recovery (TAR), 167 Tuning Thickness, 170 TWT, 170 Velocity Analysis, 171 Velocity Sag, 174 Vertical Seismic Profiling (VSP), 175 Volume Assessment, 179 Vp/Vs, 180 Water Column Statics, 180 Wavelet, 183 Well Seismic Tie, 184 Wide Azimuth Seismic (WAZ), 189 Zero Crossing, 190 Zoeppritz Equation, 190

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 2

Ensiklopedi Seismik Online


2D Seismic Marine Acquisition
Akuisisi data seismik laut 2D dilakukan untuk memetakan struktur geologi di bawah laut dengan menggunakan peralatan yang cukup rumit seperti: streamer, air gun, perlengkapan navigasi dll.

Skema akuisisi marin 2D dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Dalam praktiknya akuisisi seismic marin terdiri atas beberapa komponen: kapal utama, gun, streamer, GPS, kapal perintis dan kapal pengawal dan kadang-kadang perlengkapan gravity (ditempatkan di dalam kapal) dan magnetik yang biasanya ditempatkan 240 meter di belakang kapal utama (3 meter di dalam air).

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 3

Ensiklopedi Seismik Online

Didalam kapal utama terdapat beberapa departemen: departemen perekaman (recording), navigasi, seismic processing, teknisi peralatan, ahli komputer, departemen yang bertanggung jawab atas keselamatan dan kesehatan kerja, departemen lingkungan, dokter, juru masak, dan kadang-kadang di lengkapi dengan departemen survey gravity dan magnetik, dll. Jumlah orang yang terlibat dalam keseluruhan operasi berjumlah sekitar 40 orang. Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, selama operasi ini disertai pula dua buah kapal perintis (chase boat) yakni sekitar 2 mil di depan kapal utama. Selain bertanggung jawab membersihkan lintasan yang akan dilewati (membersihkan rumpon, perangkap ikan, dll) , kapal perintis bertugas untuk menghalau kapal-kapal yang dapat menghalagi operasi ini. Selain itu di belakang streamer, terdapat juga sebuah kapal pengawal. Operasi akuisisi data seismik memakan waktu dari mulai beberapa minggu sampai beberapa bulan, tergantung pada 'kesehatan' perangkat yang digunakan, musim, arus laut, dll. Mengingat mahalnya operasi data akuisisi (mencapai 150 ribu dollar per hari, dalam operasi 3D bisa mencapai 250 ribu dollar per hari!) maka Quality Control dari operasi ini harus betul-betul diperhatikan, seperti apakah semua hidrophon bekerja dengan baik, apakah air gun memiliki tekanan yang cukup, apakah streamer dan air gun berada pada kedalaman yang dikehendaki, apakah feather tidak terlalu besar, dll.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 4

Ensiklopedi Seismik Online


Beberapa parameter geofisika yang dipakai dalam akuisisi marin adalah sbb (contoh): Record length: 800ms Sample rate: 2ms Start of data: 50ms Low cut filter: 3 Hz/ 6dB Hi Cut filter: 250Hz @ 370dB / Octave Tape format: Demux SEGD rev 1, 8058 Polarity: first break is negative Shot point interval 25 m No of streamer: 1 Streamer length: 7500m Number of channels: 648 Group interval: 12.5 m Operating depth: 8 m +/- 1m Offset CSCNG (inline) 125m (center of source to center of near group) Array volume: 4140 cu inc Operating pressure: 2000 psi +/- 10% Array configuration: 3 strings (each string = 9 segments) Array separation: 15 m Source depth: 6m +/- 1m Center source to nav. mast: 185m Gambar dibawah menunjukkan ruang kerja seismic recording, navigasi dan processing.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 5

Ensiklopedi Seismik Online


Serta stasiun perangkat kerasnya

Streameryang dilengkapi dengan hydrophone, ADC (Analog to digital converter dan bird yang berperan untuk mengatur posisi dan kedalaman streamer). Diameter streamer sekitar 7 cm dengan panjangnya bisa mencapai 10km. Bagian hitam dari gambar ini menunjukkan perangkat ADC.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 6

Ensiklopedi Seismik Online


Bird...mengatur kedalaman dan posisi streamer...

Air gun...dengan tekanan mencapai 2000psi...sangat berbahaya! bandingkan dengan ban mobil anda yang hanya 30-an psi! Bagian kuning dan hitam (seperti roket) hanyalah untuk pelampung. Bagian air gun adalah selinder logam yang menggantung padanya.

Saat perekaman berbagai aspek dimonitor secara dinamik. Seperti rekaman setiap shot, apakah ada tras seismik yang mati?, penampang single channel dan signature sumber....

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 7

Ensiklopedi Seismik Online

Kedalaman air gun....tekanan dll. Apakah ada loss compression ? Gambar di bawah menunjukkan terdapat 3 array air gun dengan masing-masing array terdiri atas 9 kompartemen.

Level ambient noise.akibat arus laut, deru mesin kapal, baling-baling, dll. (merah menunjukkan tinggi dan biru menunjukkan rendah)

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 8

Ensiklopedi Seismik Online

Navigasibertugas untuk memastikan bahwa akuisisi data seismik berada pada lintasan yang dikehendaki. Disamping itu mereka juga memberikan informasi tentang feather akibat arus laut yang biasanya diterima dibawah 10 dan juga meminta kapten kapal mengatur kecepatan kapal, yang biasanya dibawah 5 knot.

Dan lain..lainsampai memperhatikan kelangsungan makhluk laut yang satu ini Kehadiran mereka dilaporkan oleh Marine Mammal Observer yang hadir selama akuisisi
Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 9

Ensiklopedi Seismik Online


seismik ...jika dilaporkan terdapat mamalia laut, tembakan air gun dihentikan untuk sementara waktu, walaupun ribuan dollar melayang!

3D Seismic Acquisition QC
Dibawah ini poin-poin tentang QC acquisition: 1. QC dilakukan pada spec yang diminta oleh client, sehingga yang ada diluar spec dibuang. Disini perlu digarisbawahi juga pengertian QC adalah agar produk yang dihasilkan sesuai dengan spec. 2. QC traces : QC ini terbagi menjadi empat bagian utama. a) Deteksi trace yang mati, b) Temukan Noisy trace, c) Temukan Spiky trace, d) Mencari trace yang lemah. Algoritma RMS biasanya digunakan untuk mendeteksi trace tersebut dan ditampikan dalam bentuk grafik x-y, dimana x adalah shotpoint, y adalah trace number. 3. QC Source. Dengan cara: a) Lihat kedalaman tiap source, karena kedalaman source akan mempengaruhi spektrum frekuensi. b) Cek jarak horizontal antar sub-array (lihat pada akuisisi 3D seismik) c) Cek airleak dan autofire (dengan bantuan software processing yang menampilkan tiap gun)
Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 10

Ensiklopedi Seismik Online


d) Cek misfire (biasanya bisa dilakukan dengan LMO (linear move out) atau NTR (near trace) plot 4. QC Navigasi. Dengan cara: a) Cek LMO, SOL, EOL, apakah terdapat trace yang tidak rata peak pertama dengan trace sekitarnya, jika terdapat trace yang tidak sama dalam waktu yang signifikan, mungkin terdapat kekeliruan dalam file navigasi b) Cek coverage, dengan cara membandingkan 3D cube dengan navigasi coverage. Artikel ini kontribusi Anggara Rachmat, Schlumberger - Western Geco

Acoustic Impedance
Acoustic Impedance atau Impedansi akustik didefinisikan sebagai kemampuan batuan untuk melewatkan gelombang seismik yang melauinya. Secara fisis, Impedansi Akustik merupakan produk perkalian antara kecepatan gelombang kompresi dengan densitas batuan. Semakin keras suatu batuan maka Impedansi akustiknya semakin besar pula, sebagai contoh: batupasir yang sangat kompak memiliki Impedansi Akustik yang lebih tinggi dibandingkan dengan batulempung. Impedansi akustik biasanya dilambangkan dengan (Z).

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 11

Ensiklopedi Seismik Online


Aliasing
Adalah fenomena bergesernya frekuensi tinggi gelombang seismik menjadi lebih rendah yang diakibatkan pemilihan interval sampling yang terlalu besar (kasar). Gambar di bawah menunjukkan fenomena aliasing.

Perhatikan jika sampling interval = 2 mili detik atau 4 mili detik spektrum amplitudo gelombang bersangkutan sekitar 80Hz. Akan tetapi jika sampling interval 16 mili detik maka frekuensi menjadi bergeser lebih rendah yaitu sekitar 20Hz.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 12

Ensiklopedi Seismik Online


Sehingga dengan adanya penurunan frekuensi tinggi tersebut akan mengakibatkan kontaminasi frekuensi tinggi terhadap data seismik diluar Nyquist. Untuk mengatasi hal ini 'high-cut' anti alias filter diterapkan di lapangan sebelum konversi analog ke digital.

Amplitudo, Peak, dll.


Gambar dibawah menunjukkan komponen sebuah gelombang (tras seismik): amplitudo, puncak, palung, zero crossing, tinggi dan panjang gelombang. Perhatikan perbedaannya satu sama lain.

Sedangkan frekuensi = 1/panjang gelombang. Jadi, jika panjang gelombang = 0.05 detik, maka frekuensi gelombang seimsik = 1/0.05 = 20Hz. Perlu disadari bahwa frekuensi gelombang seismik real tidak bersifat monofrekuensi, artinya frekuensi yang dikandungnya tidak satu, tetapi dalam rentang frekuensi tertentu. contoh kalkulasi f=1/periode adalah untuk contoh gelombang monofrekuensi seperti yang tertera pada gambar diatas.
Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 13

Ensiklopedi Seismik Online


Analisis Fasies Seismik
Hidrokarbon (minyak dan gas) terdapat di dalam batuan sediment yang terbentuk dalam berbagai lingkungan pengendapan seperti channel sungai, sistem delta, kipas bawah laut (submarine fan), carbonate mound, dan reef. Batuan sedimen yang terbentuk pada berbagai lingkungan pengendapan tersebut dikenal dengan benda geologi. Gelombang seismik yang menembus dan terefleksikan kembali ke permukaan akan memberikan gambaran bentuk eksternal dan tekstur internal dari benda-benda geologi tersebut. Analisis bentuk eksternal dan tekstur internal benda geologi dari penampang rekaman seismik dikenal dengan analisa fasies seismik atau seismic facies analysis. Terdapat 8 jenis bentuk eksternal benda geologi: sheet, sheet drape, wedge, bank, lens, mound, fan dan fill.

Batas Sekuen Seismik Didalam analisis fasies seismik, batas dari benda-benda geologi diatas disebut dengan reflection terminations. Pemetaan reflection terminations merupakan kunci didalam analisis fasies seismik. Umumnya terminasi tesebut memiliki karakter refleksi yang kuat (amplitudo refleksi yang cukup dominan). Terdapat dua jenis batas benda geologi: batas atas dan batas bawah, selanjutnya istilah batas benda geologi tersebut dikenal dengan

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 14

Ensiklopedi Seismik Online


batas sekuen seismik (sequence seismic boundary), mereka itu adalah: erosional truncation dan top lap sebagai batas atas, onlap dan downlap sebagai batas bawah.

Batas atas sekuen seismik (a) erosional truncation, top lap, batas bawah (b) onlap dan downlap.

Erosional Truncation atau dikenal dengan unconformity (ketidakselaraasan) diakibatkan oleh peristiwa erosi karena terekspos ke permukaan. Toplap diakibatkan karena tidak adanya peristiwa sedimentasi dan tidak ada peristiwa erosi. Onlap, pada lingkungan shelf (shelfal environment) disebabkan karena kenaikan muka air laut relatif, pada lingkungan laut dalam akibat sedimentasi yang perlahan, dan pada channel yang tererosi akibat low energy fill. Downlap, diakibatkan oleh sedimentasi yang cukup intensif. Prinsip tekstur seismik Sebagimana yang disebutkan diawal analisis fasies seismik meliputi pembahasan tesktur internal benda geologi.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 15

Ensiklopedi Seismik Online

Parallel: disebabkan oleh pengendapan sedimen dengan rate yang seragam (uniform rate), atau pada paparan (shelf) dengan subsiden yang uniform atau sedimentasi pada stable basin plain. Subparallel: terbentuk pada zona pengisian, atau pada situasi yang terganggu oleh arus laut. Subparallel between parallel: terbentuk pada lingkungan tektonik yang stabil, atau mungkin fluvial plain dengan endapan berbutir sedang. Wavy parallel: terbentuk akibat lipatan kompresi dari lapisan parallel diatas permukaan detachment atau diapir atau sheet drape dengan endapan berbutir halus. Divergent: terbentuk akibat permukaan yang miring secara progresif selama proses sedimentasi. Chaotic: pengendapan dengan energi tinggi (mounding, cut and fill channel) atau deformasi seteah proses sedimentasi (sesar, gerakan overpressure shale, dll.) Reflection free: batuan beku, kubah garam, interior reef tunggal. Local chaotic: slump (biasanya laut dalam) yang diakibatkan oleh gempabumi atau ketidakstabilan gravitasi, pengendapan terjadi dengan cepat.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 16

Ensiklopedi Seismik Online


Tekstur yang terprogradasi

Sigmoid: tekstur ini dapat terbentuk dengan suplai sediment yang cukup, kenaikan muka laut relatif cepat, rejim pengendapan energi rendah, seperti slope, umumnya sediment butir halus.

Oblique tangential: suplai sediment yang cukup sampai besar, muka laut yang konstan seperti delta, sediment butir kasar pada delta plain, channel dan bars. Oblique parallel: oblique tangensial varian, sediment terpilah lebih baik. Complex: lidah delta dengan energi tinggi dengan slope terprogradasi dalam energi rendah. Shingled: terbentuk pada zona dangkal dengan energi rendah. Hummocky: terbentuk pada daerah dangkal tipikal antar delta dengan energi sedang.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 17

Ensiklopedi Seismik Online


Tekstur Pengisian Channel

Onlap Fill: sedimentasi pada channel dengan energi relative rendah. Mounded Onlap Fill: sedimentasi dengan energi tinggi. Setidaknya terdapat dua tahap sedimentasi. Divergent Fill: shale prone yang terkompaksi dengan sedimenatsi energi rendah, juga sebagai tipikal tahap akhir dari pengisisan graben. Prograded Fill: transport sediment dari ujung atau pada lengkungan channel. Chaotic Fill: sedimenatsi pada channel dengan energi yang sangat tinggi. Complex Fill: terdapat perubahan arah sedimentasi atau perubahan aliran air. Tekstur Karbonat

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 18

Ensiklopedi Seismik Online


Reflection free Mound: patch reef atau pinnacle reef; strata menunjukkan sedimen miring yang lebih terkompaksi (mungkin shale). Pinnacle with Velocity Pull-Up: patch reef atau pinnacle reef, dengan pertumbuhan beberapa tahap (multi stage), mungkin cukup poros. Bank-Edge with Velocity Sag: Shelf edge reef dengan porositas yang sangat bagus, sediment penutupnya mungkin carbonate prone. Bank-Edge Prograding Slope: shelf edge reef yang bertumpuk, tertutup oleh klastik, mengalami perubahan suplai sediment.

Tekstur Mounded

Fan Complex: penampang lateral dari kipas (fan) yang dekat dengan sumber sediment Volcanic Mound: margin konvergen pada tahap awal; pusat aktivitas rifting pada rift basin Compound Fan Complex: superposisi dari berbagai kipas. Migrating wave: diakibatkan oleh arus laut, laut dalam.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 19

Ensiklopedi Seismik Online


Tipe-tipe fasis seismik basin slope dan basin floor

Sheet-drape (low energy): seragam, pengendapan laut dalam yang tidak tergantung pada relief dasar laut, litologi seragam, tidak ada pasir. Slope Front Fill: kipas laut dalam, lempung dan silts (energi rendah) Onlap-Fill (low energy): pengendapan dengan kontrol gravitasi (arus turbidit kecepatan rendah) Fan-Complex (high energy): diendapkan sebagai kipas, mound dan slump, meskipun energi tinggi, mungkin masih mengandung batupasir sebagai reservoar . Contourite (variable energy): biasanya sedimen butir halus, tidak menarik unutk eksplortasi, bentuk tidak simetris, arus tak berarah. Mounded Onlap-Fill (High Energy): fasies peralihan antara chaotic dan onlap fill, control gravitasi, reflector tidak menerus, semakin menebal kearah topografi rendah yang menandakan endapan energi tinggi. Chaotic Fill (variable energy): mounded, terdapat pada topografi rendah, slump, creep dan
Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 20

Ensiklopedi Seismik Online


turbidit energi tinggi, komposisi material tergantung pada sumber biasanya sedikit pasir. Referensi: 1. R.M. Mitchum Jr. and P.R. Vail (1977) Seismic stratigraphic interpretation procedure. AAPG Memoir; Seismic Stratigraphy - Applications to Hydrocarbon Exploration 26, 135143. 2. R.M. Mitchum Jr., P.R. Vail, and J.B. Sangree (1977) Stratigraphic interpretation of seismic reflection patterns in depositional sequences. AAPG Memoir; Seismic Stratigraphy - Applications to Hydrocarbon Exploration 26, 117133. 3. R.E. Sheriff (1975) Factors affecting seismic amplitudes. Geophysical Prospecting 23, 125138.

Angle Mute
Istilah angle mute digunakan untuk menjelaskan teknik pemotongan pada CDP gather sebelum memproduksi angle stack. Angle mute terdiri atas inner mute (batas kiri) dan outer mute (batas kanan). Berikut ilustrasinya.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 21

Ensiklopedi Seismik Online


Gambar diatas menunjukkan angle mute sebelum memproduksi near angle stack dan far angle stack. Untuk near angle stack batas kiri berwarna merah dan batas kanan berwarna kuning. Sedangkan untuk far angle stack batas kiri berwarna kuning dan batas kanan berwarna pink. Batas merah dipakai untuk mereduksi efek multiple pada near offset, sedangkan warna pink dipakai untuk mereduksi efek stretching akibat koreksi NMO.

Angle Stack
Istilah angle stack dipakai untuk menjelaskan stacking tras-tras seismic pada sebagian offset saja. Lihat item Near offset Far Offset pada blog ini. Near offset artinya low angle stack dan far stack adalah high angle stack. Biasanya low angle stack berukuran (5-15 derajat), middle angle stack (15-25 derajat) dan high angle stack (25-35 derajat). Studi angle stack kerap kali dipakai untuk menganalisis fenomena AVO. Berikut contohnya:

Courtesy Contreras A. et al., Geophysics, Vol. 71, 2006


Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 22

Ensiklopedi Seismik Online


Anisotropy
Seismic anisotropy adalah variasi kecepatan gelombang seismik terhadap arah. Adanya perbedaan kecepatan gelombang terhadap arah ini diakibatkan oleh konfigurasi susunan mineral, rekahan, pori-pori, lapisan atau konfigurasi kristal dari suatu material. Gambar dibawah ini menunjukkan perbedaan antara material homogen isotropis (a) dengan material anisotropis(b).

Bintang merah menunjukkan sumber gelombang seismik dan panah menunjukkan arah pergerakan gelombang. Untuk material homogen isotropis, gelombang akan merambat dengan kecepatan yang sama ke semua arah yang akan menghasilkan muka gelombang lingkaran (bola), sedangkan pada material anisotropy akan menghasilkan muka gelombang bukan lingkaran (bola).

X2

X1

Karakter muka gelombang pada material homogen anisotropis (a) dan material anisotropis (b). Pada Gambar b terlihat bahwa sifat kecepatan material kearah X1 lebih cepat daripada kearah X2. Koefiesien anisotropy didefiniskan sebagai rasio kecepatan X1 terhadap X2.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 23

Ensiklopedi Seismik Online


Anomalous Amplitude Noise Attenuation
Adalah teknologi pengolahan data seismik yang merupakan multi step flow (tahapan prosesing bertingkat). AAA ditujukan untuk mengidentifikasi anomali amplitudo seismik (dalam hal ini amplitudo noise) seperti spike noise, swell noise, trace yang bernoise, dll. AAA merupakan filter yang diterapkan pada data didalam domain frekuensi baik dalam CDP, shot maupun offset gather.

Gambar di atas adalah contoh aplikasi AAA didalam pengolahan data seismik. (A) adalah CDP gather sebelum, (B) adalah setelah proses AAA dan (C) adalah perbedaan antara A dan B. Perhatikan noise di dalam lingkaran hitam yang dapat dihilangkan dengan baik setelah proses AAA. Teknologi AAA merupakan salah satu portofolio pengolahan data seismik yang dimiliki oleh Western Geco. Yang membedakan AAA dari (bandpass) filter adalah AAA bekerja pada frequency bands, artinya sebelum data difilter, akan dipecah dulu ke dalam frequency band masing-masing. Misalkan data kita memiliki jangkauan frekuensi 6-125 Hz dan akan dibagi menjadi 6 frequency band yang sama (misalnya), maka data kita akan dipecah menjadi 6-25, 26-45, 4665, 66-85, 86-105, dan 106-125 Hz. AAA kemudian akan diterapkan pada tiap-tiap frequency band sesuai threshold yang telah ditentukan. Setelah difilter, keenam frequency band tersebut digabungkan kembali untuk mendapatkan hasil output. [Befriko Murdianto , Chevron Indonesia Company, 2008].

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 24

Ensiklopedi Seismik Online


Aperture
Salah satu definisi dari aperture adalah bagian dari suatu data, seperti data seismik, data log, dll., dimana sebuah fungsi diterapkan, fungsi yang dimaksud diantaranya windowing, filter, dll. Aperture waktu sebagai contoh digunakan untuk menjelaskan bagian data seismik untuk rentang interval waktu tertentu (perhatikan gambar di bawah ini).

From Kou et al., The Leading Edge, 2007

APF.VO (Amplitude, Phase and Frequency versus Offset)


Merupakan pengembangan dari metoda AVO konvensional untuk menganalisa efek sifat elastik batuan seperti kecepatan gelombang, fluida pori, litologi, dll. terhadap amplitudo, fasa dan frekuensi sejalan dengan bertambahnya offset. Publikasi terkait dengan masalah ini nampaknya sampai saat ini masih terbatas. Penelitian APF.VO yang dilakukan oleh Mazzotti A [1991] menujukkan perubahan karakter plot APF.VO untuk model lapisan batuan dengan kondisi fluida pori maupun litologi yang berbeda yang menghasilkan pergeseran fasa gelombang maupun variasi amplitudo. Pengetahuan tambahan adanya variasi fasa dan frekuensi terhadap offset sebagai efek dari sifat elastik batuan tentunya akan membantu interpretasi teknik AVO konvensional.
Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 25

Ensiklopedi Seismik Online


Aproksimasi Aki, Richards dan Fasier
Persamaan Zoeppritz (lihat persamaan (4) pada subject Persamaan Zoeppritz ) menunjukkan kepada kita hubungan antara amplitudo sebagai fungsi dari sudut, tetapi tidak menunjukkan hubungannya dengan karakteristik fisis. Aki, Richards dan Fasier mencoba untuk menformulasikan berdasarkan parameter densitas, kecepatan gelombang P, dan kecepatan gelombang S :

Aproksimasi Mobil
Persamaan Aproksimasi Aki, Richards dan Fasier menunjukan amplitudo sebagai fungsi dari parameter fisis. Padahal pada penampang seismik, kita mengukur amplitudo sebagai fungsi koefisien refleksi. Gelfand et al. pada tahun 1986 menyusun kembali persamaan Aproksimasi Aki, Richards dan Fasier dengan mengasumsikan =/ mendekati 2 :

Untuk mendapatkan Aproksimasi Gelfand, kita tentukan =/ dan mengabaikan suku ketiga, sehingga diperoleh :

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 26

Ensiklopedi Seismik Online


Perhatikan bahwa pada persamaan (2), kita peroleh :

dan

Kemudian persamaan (2) dapat ditulis ulang :

Aproksimasi Shuey
Pada tahun 1985 Shuey mempublikasikan persamaan Zoeppritz sebagai fungsi dari , , dan (poissona ratio):

Hilterman menyederhakan Persamaan Shuey, dengan mengasumsikan: Pertama, hanya digunakan dua suku pertama pada persamaan Shuey jika:

Kedua, =1/3, yang berarti A0=-1 .

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 27

Ensiklopedi Seismik Online


Sehingga diperoleh :

dengan penyederhanaan lebih lanjut :

Persamaan (2) dan (3) menunjukkan respon AVO didominasi oleh pada sudut kecil dan oleh pada sudut besar. Alternatifnya, persamaan (2) diatas ditulis ulang menjadi :

Persamaan diatas mengekspresikan bahwa dengan estimasi R0 dan G, perubahan poissons ratio dapat diestimasi sebagai persamaan :

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 28

Ensiklopedi Seismik Online


Gambar (a) menunjukkan perbandingan hasil yang diperoleh untuk model geologi sederhana pada batas atas dan bawah dengan menggunakan kalkulasi Zoeppritz dan aproksimasi-aproksimasi diatas. Gambar (b) menunjukkan distribusi kesalahan pada lapisan atas (kurva bawah, jika koefisien refleksi negatif) pada Gambar (a) Perhatikan bahwa semua kecocokan bernilai 2% untuk sudut diatas 20. Aproksimasi Gelfand sangat baik pada 35. , dan Aproksimasi Shuey pada semua sudut.

Aproksimasi Smith Gidlow


Smith dan Gidlow menyusun kembali persamaan Aproksimasi Aki, Richards dan Fasier menjadi :

Selanjutnya, untuk menghilangkan kebergantungan terhadap densitas, dengan menggunakan Persamaan Gardner :

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 29

Ensiklopedi Seismik Online


yang dapat diturunkan menjadi :

Dengan mensubstitutsikan persamaan (3) ke persamaan (1), kita dapat mengekspresikan kembali Persamaan Aki & Richard sebagai berikut :

Dimana

Selanjutnya Aki & Richard mendefinisikan pseudo poissons ratio dengan persamaan berikut :

Menurut Castagna, kecepatan gelombang P sebagai fungsi dari gelombang S :

Jika persamaan (7) diturunkan maka diperoleh :

Persamaan (8) dapat ditulis ulang menjadi :

Persamaan (9) sesuai untuk kasus wet non-productive reservoir, untuk menganalisis anomali reservoir, kita dapat mendefinisikan fluid factor error dari persamaan tersebut :

Dengan kata lain, jika F=0 maka reservoir adalah tidak prospektif tetapi jika F >0 maka reservoir adalah prospektif.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 30

Ensiklopedi Seismik Online


Artificial Neural Network
Artificial Neural Network (ANN) atau jaringan syaraf tiruan adalah jaringan dari sekelompok unit pemroses kecil yang dimodelkan berdasarkan perilaku jaringan syaraf manusia (Wikipedia). Algoritma ANN lahir dari gagasan seorang psikolog Warren McCulloch dan Walter Pitts pada 1943 yang menjelaskan cara kerja jaringan syaraf dengan perangkat jaringan elektronik. Didalam dunia seismik eksplorasi, algoritma ANN sudah cukup populer diaplikasikan, diantaranya untuk identifikasi noise, estimasi wavelet, analisa kecepatan, analisis gelombang geser, autotracking reflector, prediksi hidrokarbon, karakterisasi reservoir, dll. Konfigurasi sederhana algoritma ANN dapat dijelaskan pada gambar dibawah ini:

Courtesy Hampson Russell Dari gambar di atas terlihat bahwa, prinsip dasar ANN adalah sejumlah parameter sebagai masukan (input layer) diproses sedemikian rupa didalam hidden layer (perkalian, penjumlahan, pembagian, dll.), lalu diproses lagi didalam output layer untuk menghasilkan sebuah output.
Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 31

Ensiklopedi Seismik Online

Courtesy Hampson Russell Gambar diatas menunjukkan contoh penerapan ANN untuk data seismik, katakanlah kita memiliki beberapa input seperti impedance (x1), reflection strength (x2), instantaneous frequency (x3), dll . yang akan digunakan untuk memprediksi porositas reservoir sebagai output. Maka secara sederhana porositas reservoir akan didapatkan dengan mengkalikan setiap sampel data input dengan suatu pembobotan (weight) lalu dijumlahkan, lalu hasil penjumlahan tersebut menjadi input untuk fungsi aktivasi untuk menghasilkan parameter porositas. Fungsi aktivasi tersebut dapat berupa sigmoid function ataupun hyperbolic tangent function (perhatikan keterangan dibawah ini).

Courtesy Hampson Russell


Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 32

Ensiklopedi Seismik Online


Tentu kita menginginkan agar nilai porositas yang diprediksi semirip mungkin dengan nilai porositas yang sesungguhnya, dengan kata lain kita harus memiliki nilai selisih (baca error) antara nilai prediksi dengan nilai sesungguhnya yang sekecil mungkin, untuk tujuan ini didalam algoritma ANN di atas, kita harus melakukan updating nilai weight untuk masingmasing input.

Atenuasi
Atenuasi dilambangkan dengan Q, dimana 1/Q adalah fraksi dari energi gelombang yang hilang setiap cycle saat gelombang tersebut merambat. Sehingga Q rendah berarti lebih teratenuasi dan Q tinggi berarti sedikit teratenuasi. Umumnya, didalam aplikasi seismik eksplorasi, besaran Q diprediksi untuk memberikan kompensasi terhadap amplitudo gelombang seismik yang hilang dalam perambatannya.

Didalam mendeterminasi besaran Q, terdapat beberapa macam metoda. Metoda yang cukup sering digunakan di dalam industri migas adalah metoda rasio spektral, yakni Q merupakan slope (kemiringan) rasio natural logaritmik (ln) spektral gelombang dalam dengan gelombang dangkal (perhatikan gambar di atas).

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 33

Ensiklopedi Seismik Online


Akhir-akhir ini analisis Q mulai dilirik sebagai metoda yang cukup jitu didalam karakterisasi reservoar. Hal ini dilakukan karena Q lebih sensitif terhadap kehadiran gas maupun temperatur daripada sifat kecepatan gelombang seismik.

Contoh dibawah adalah Analisis Q untuk kasus monitoring zona minyak dan gas serta monitoring injeksi karbon dioksida. Apakah anda melihat bahwa gelombang lebih teratenuasi (Q rendah) di sekitar antiklin sebagai perangkap gas?

Courtesy Clark R., University of Leeds, School of Earth & Environment

Atribut Seismik
Atribut seismik atau Seismik Attribute adalah segala informasi yang diperoleh dari data seismik baik melalui pengukuran langsung, komputasi maupun pengalaman. Mengapa seismik attribute perlu dalam explorasi? Seismik attribute diperlukan untuk memperjelas anomali yang tidak terlihat secara kasat mata pada data seismik biasa.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 34

Ensiklopedi Seismik Online


Secara analitik sebuah signal seismik dapat dituliskan sbb: u(t) = x(t) + i y(t) dimana x(t) adalah data seismik itu sendiri (data yang biasa anda gunakan untuk interpretasi geologi). Sedangkan y(t) adalah quadraturenya, yakni fasa gelombang x(t) digeser 90 derajat. u(t) dapat diperoleh dengan menggunakan tranformasi Hilbert pada data seismik, dimana komponen realnya adalah data seismik itu sendiri dan quadratur quadratur-nya nya merupakan komponen imaginer.

Courtesy Taner [1979] Terdapat beberapa erapa macam seismik attribute: Instantaneous E Energy (Envelope), nvelope), Instantaneous Frequency, Amplitude Weighted Frequency, Cosine Instantaneous Phase, Integrate, Y-Coordinate,, Integrated Absolute Amplitude, dll.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 35

Ensiklopedi Seismik Online


Auto-Korelasi
Adalah korelasi sebuah vektor dengan dirinya sendiri. Contoh proses perhitungan lihat Cross Korelasi. Auto-Korelasi fungsi a =[1, 2, 3] akan menghasilkan 3, 8, 14, 8, 3

AVA (Amplitude versus Angle)


Adalah perilaku besarnya kecilnya amplitudo gelombang seismik dengan sudut datang tertentu jika melewati batas medium dengan densitas, kecepatan gelombang kompresi (P) dan kecepatan gelombang geser (S) yang berbeda. Gambar dibawah ini adalah perilaku amplitudo gelombang seismik terhadap sudut datang dengan menggunakan tiga persamaan amplitudo sebagai fungsi dari ketiga sifat fisis diatas (densitas, kecepatan gelombang kompresi dan kecepatan gelombang geser) .

Persamaan Aki and Richards [1980], Shuey [1985] dan Bortfeld [1961] merupakan pendekatan terhadap persamaan Zoeppritz untuk amplitudo gelompang refleksi sebagai fungsi dari sudut datang.
Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 36

Ensiklopedi Seismik Online


Berbagai pendekatan tersebut dilakukan karena persamaan Zoeppritz tidak memberikan pemahaman langsung bagaimana amplitudo gelombang seismik refleksi sebagai fungsi dari sifat fisis medium. Berikut adalah persamaan Aki and Richards [1980] dan Shuey [1985]: Pendekatan Aki and Richards [1980]:

Dimana,

Pendekatan Shuey [1985]

Dimana,

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 37

Ensiklopedi Seismik Online

Persamaan Zoeppritz dapat diaproksimasi sbb [Hampson & Russell]

dimana,

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 38

Ensiklopedi Seismik Online


Bowtie
Bowtie adalah reflektor semu yang diakibatkan oleh gelombang seismik yang terdifraksi. Struktur sinklin atau lembah dasar laut yang cukup sempit sering kali menyebabkan efek dasi bowtie. Rekaman seismik dibawah ini menunjukkan fenomena bowtie.

Garis pink putus-putus adalah reflektor dasar laut yang seharusnya, sedangkan reflektor biru dan merah (di dalam lingkaran biru) yang menyerupai bentuk dasi bowtie adalah akibat difraksi. Efek ini dapat dihilangkan dengan melakukan proses migrasi.

Brute Stack
Adalah penampang seismik yang diperoleh dari stacking CMP (Common Mid Point) sebelum NMO (Normal Move Out) akhir maupun koreksi statik diterapkan. Tujuan ditampilkannya brute stack adalah untuk quick look sejauh mana kualiatas data seismik yang baru diperoleh dari sebuah akuisisi, atau sekedar mendapatkan gambaran awal kondisi bawah permukaan.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 39

Ensiklopedi Seismik Online


Dibawah ini adalah contoh penampang brute stack.

Courtesy PGS

BSR (Bottom Simulating Reflector)


Adalah anomali amplitudo yang disebabkan oleh kehadiran gas hidrat di bawah permukaan bumi. Karakter BSR bisanya ditunjukkan dengan amplitudo yang tinggi (cukup kontras) yang memotong struktur geologi (discordance). Akibat kehadiran gas hidrat maka BSR akan menghasilkan response AVO (Amplitude versus Offset). Jika dibawah BSR terdapat gas bebas, maka akan terjadi anomali kecepatan gelombang seismik dari tinggi menjadi rendah. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar dibawah ini. (a) BSR ditunjukkan dengan refleksi yang kuat yang memotong struktur geologi.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 40

Ensiklopedi Seismik Online

Courtesy Yan et al., Journal of Geophysical Research , vol 104, 1999

(b) Respons AVO pada BSR, perhatikan amplitudo meningkat sejalan dengan bertambahnya offset.

Courtesy Yan et al., Journal of Geophysical Research , vol 104, 1999

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 41

Ensiklopedi Seismik Online


CDP (Common Depth Point)
CDP (Common Depth Point) adalah istilah dalam pengambilan data seismik untuk konfigurasi sumber-penerima dimana terdapat satu titik tetap dibawah permukaan bumi. Untuk kasus reflektor horisontal (tidak miring) CDP kadang-dagang dikenal juga dengan CMP (Common Mid Point).

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 42

Ensiklopedi Seismik Online


Selain CDP dikenal juga CR (Common Receiver) untuk konfigurasi beberapa sumber satu penerima, CS (Common Shoot) untuk konfigurasi satu sumber beberapa penerima dan Common Offset untuk konfigurasi sumber penerima dengan jarak (offset) yang sama.

Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar diatas serta masing-masing respon seismiknya (gambar dibawah).

Coherence
Coherence adalah salah satu atribut seismik yang menampilkan kemiripan satu tras seimsik dengan tras yang lainnya. Tras-tras seismik yang mirip akan dipetakan dengan koefisien coherence yang tinggi sedangkan ketidakmenerusan akan terpetakan dengan koefisien coherence yang rendah. Sebuah zona yang tersesarkan akan menghasilkan ketidakmenerusan yang tajam dengan demikian akan menghasilkan koefisien coherence yang rendah disepanjang bidang sesar tersebut.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 43

Ensiklopedi Seismik Online


Dalam eksplorasi, atribut coherence digunakan untuk mempertajan kehadiran struktur sesar, perangkap stratigrafi, delta, channel, reef dll. Atribut coherence diestimasi berdasarkan kros korelasi tras-tras seimsik yang selanjutnya sembalance dan algoritma dekomposisi eigen structure diterapkan. Dalam praktiknya, attribut coherence sering kali ditampilkan bersamaan (overlay) dengan attribut yang lain (amplitudo, akustik impedance, dll.) Perhatikan gambar di bawah, coherence yang mempertajam kehadiran sesar dan kekar NW-SE (b) yang kurang terlihat pada peta amplitudo (a). Gambar (c) adalah coherence dioverlay dengan amplitudo.

Courtesy Chopra, CSEG, 2001

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 44

Ensiklopedi Seismik Online


Perhatikan batas reef pada gambar dibawah ini yang ditunjukkan secara lebih tajam oleh coherence (bawah) dibandingkan oleh amplitudo (atas).

Courtesy Chopra, CSEG, 2001

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 45

Ensiklopedi Seismik Online


Demikian juga dengan overlay coherence dengan impedansi akustik yang melokalisir batas-batas batupasir dalam sistem channel.

Courtesy Chopra, CSEG, 2001


Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 46

Ensiklopedi Seismik Online


Continuous Wavelet Transform
Adalah metoda dekomposisi waktu-frekuensi (time-frequency decomposition) yang dikenal juga dengan dekomposisi spectral (lihat subject dekomposisi spectral pada blog ini) yang ditujukan untuk mengkarakterisasi respon seismik pada frekuensi tertentu. Ide dasar dari metoda ini adalah dilakukannya FFT (Fast Fourier Transform) dari setiap window waktu secara menerus (continuous) sehingga diperoleh gambaran kisaran frekuensi pada zona target (reservoar). Gambar dibawah ini adalah contoh penerapan CWT pada salah satu trace seismik sintetik:

Courtesy Satish Sinha, et al. Gambar atas sebelah kiri adalah trace seismik sintetik sedangkan gambar sebelah kanan adalah hasil CWT dengan menggunakan persamaan (1). Perhatikan bahwa CWT ditampilkan dalam kawasan waktu terhadap frekuensi. Waktu tersebut adalah waktu TWT
Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 47

Ensiklopedi Seismik Online


(Two Way Travel Time) dari penampang seismik itu sendiri.

Lalu dengan menganalisis gambar CWT, katakanlah target reservoar anda berapa pada kisaran 0.9 detik, maka anda akan mendapatkan gambaran frekuensi dominan dari target anda, katakanlah 32Hz. Lalu dengan menggunakan persamaan (2), penampang CWT diinversi kembali untuk mendapatkan penampang seismik pada frekuensi 32Hz, yang harapannya dapat meng-emphasize target reservoar anda. Lihat subject dekomposisi spectral pada blog ini yang menujukkan hasil dari aplikasi metoda CWT terhadap data real. Gambar dan persamaan diatas courtesy: Satish Sinha, School of Geology and Geophysics, University of Oklahoma, Norman, OK 73019 USA, Partha Routh Department of Geosciences, Boise State University, Boise, ID 83725 USA, Phil Anno Seismic Imaging and Prediction, ConocoPhillips, Houston, TX 77252 USA, John Castagna, School of Geology and Geophysics, University of Oklahoma, Norman, OK 73019 USA, Spectral Decomposition of Seismic Data with Continuous Wavelet Transform, 2005.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 48

Ensiklopedi Seismik Online


Controlled Beam Migration
Sebelum mempelajari konsep CBM, marilah kita tengok terlebih dahulu konsep migrasi yang cukup populer di industri migas, yakni migrasi Kirchhoff.

Courtesy Vinje et al., Firstbreak, Sep. 2008 Konsep migrasi Kirchhoff terlihat paga Gambar (a) di atas, dimana setiap sampel data seismik pada common offset gather dengan domain t-x (waktu-offset) dipetakan disepanjang isochrone. Isochrone adalah garis/bidang semu dimana jumlah total waktu tempuh ke sumber (ts) dan ke penerima (tr) sama dengan waktu tempuh sampel yang dipetakan.
Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 49

Ensiklopedi Seismik Online


Untuk memperoleh nilai tp dan ts, langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan ray-tracing pada model kecepatan tertentu. Proses diatas dilakukan untuk semua sampel waktu pada setiap trace seismik, kemudian amplitudonya dijumlahkan untuk setiap kedalaman. Mirip dengan migrasi Kirchhoff, Konsep CBM dilakukan pada common offset gather akan tetapi pada domain Tau-P. Transformasi t-x mejadi tau-P, adalah memetakan data pada domain midpoint Xm menjadi domain ray-parameter Pm. Pada Gambar (b) di atas, terlihat bahwa konsep CBM adalah dengan melakukan pemetaan kembali untuk sampel data pada setiap trace pada daerah yang biru (kanan), dimana jumlah total waktunya sama dengan ts+tr dan jumlah total parameter sinarnya sama dengan Ps+Pr. Pada metoda CBM, konsep ray-tracing nya dilakukan untuk semua kemungkinan jejak sinar. Gambar dibawah ini menunjukkah perbandingan hasil migrasi metoda Kirchoff (kiri) dengan metoda CBM (kanan), menakjubkan?

Courtesy Vinje et al., Firstbreak, Sep. 2008 Referensi: Vinje et al., 2008, Controlled beam migration: a versatile structural imaging tool, first break volume 26, EAGE.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 50

Ensiklopedi Seismik Online


Convolution
Secara umum konvolusi didefinisikan sebagai cara untuk mengkombinasikan dua buah deret angka yang menghasilkan deret angka yang ketiga. Didalam dunia seismik deretderet angka tersebut adalah wavelet sumber gelombang, reflektivitas bumi dan rekaman seismik. Secara matematis, konvolusi adalah integral yang mencerminkan jumlah lingkupan dari sebuah fungsi a yang digeser atas fungsi b sehingga menghasilkan fungsi c. Konvolusi dilambangkan dengan asterisk ( *). Sehingga, a*b = c berarti fungsi a dikonvolusikan dengan fungsi b menghasilkan fungsi c. Konvolusi dari dua fungsi a dan fungsi b dalan rentang terbatas [0, t] diberikan oleh:

Contoh: a = [1, 2, 3] dan b = [4,5,6] maka a*b :

Sehingga a*b adalah [4,13,28,27,18]

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 51

Ensiklopedi Seismik Online


Dari contoh diatas terlihat bahwa jumlah elemen c adalah jumlah elemen a ditambah jumlah elemen b dikurangi 1 (3+3-1 = 5). Konvolusi dikawasan waktu (time domain) ekuivalen dengan perkalian dikawasan frekuensi dan sebaliknya konvolusi dikawasan frekuensi ekuivalen dengan perkalian dikawasan waktu [Bracewell, 1965]

Cross Correlation
Secara matematis Cross-Korelasi dituliskan sebagai:

Dimana a dan b memiliki panjang N dengan (N>1). Jika panjang salah satu data tidak sama maka bagian yang kosong dari data yang pendek dinol kan sampai panjangnya sama. m=1, ..., 2N-1. dan b* adalah conjugate dari b. Contoh Cross Korelasi fungsi a = [1, 2, 3] dan b =[4, 5, 6]:

Sehingga untuk cross korelasi antara fungsi a dan b diperoleh: 12, 23, 32, 17, 6.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 52

Ensiklopedi Seismik Online


Curvature
Curvature adalah kebalikan jari-jari sebuah lingkaran yang menyentuh sebuah bidang atau garis. Semakin melengkung sebuah garis semakin besar nilai curvature dan sebaliknya. Sebuah garis yang datar memiliki curvature nol, jika melengkung ke arah yang sebaliknya maka curvatur akan bernilai negatif.

Didalam geologi, struktur sinklin akan memiliki curvature positif dan struktur antiklin memiliki curvature negatif. Didalam eksplorasi migas, curvature memiliki peranan penting untuk meng-highlight keberadaan atau orientasi rekahan (fracture), sesar, identifikasi batas channel, dll. Terdapat beberapa jenis curvature: Mean curvature, Gaussian curvature, Dip curvature, strike curvature, shape-index, most-positive curvature, most-negative curvature. Mean curvature: rata-rata curvature minimum dan curvature maksimum dan biasanya didominasi oleh curvature maksimum. Gaussian curvature: produk dari minimum curvature dan maksimum curvature. Dip curvature: curvature yang diekstrak sepanjang arah dip (kemiringan struktur). Strike curvature: curvature yang diekstrak sepanjang arah strike. Shape-index: bentuk permukaan lokal, dengan biru menunjukkan mangkuk, lembah
Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 53

Ensiklopedi Seismik Online


dengan cyan, saddle dengan hijau, ridge dengan kuning dan dome dengan merah. Most-positive curvature: curvature dengan nilai positif tertinggi yang akan memperjelas struktur antiklin dan domal. Most-negative curvature: curvature dengan nilai negatif tertinggi yang akan memperjelas struktur sinklin dan bowl.

Courtesy Chopra and Marfurt CSEG, 2006 Gambar di atas menunjukkan aplikasi curvature untuk mempertajam keberadaan channel dan interpretasi fracture. (a) time slice (b) most-positive curvature untuk mempertajam batas channel (c) most-positive curvature untuk interpretasi fracture (d) diagram rosset fracture (c).
Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 54

Ensiklopedi Seismik Online


Dekonvolusi
Deconvolusi adalah proses pengolahan data seismik yang bertujuan untuk meningkatkan resolusi temporal (baca: vertikal) dengan cara mengkompres wavelet seismik. Deconvolusi umumnya dilakukan sebelum stacking akan tetapi dapat juga diterapkan setelah stacking. Selain meningkatkan resolusi vertikal, deconvolusi dapat mengurangi efek 'ringing' atau multiple yang mengganggu interpretasi data seismik. Deconvolusi dilakukan dengan melakukan konvolusi antara data seismik dengan sebuah filter yang dikenal dengan Wiener Filter . Filter Wiener diperoleh melalui permasaan matriks berikut: axb=c a adalah hasil autokorelasi wavelet input (wavelet input diperoleh dengan mengekstrak dari data seismik), b Filter Wiener dan c adalah kros korelasi antara wavelet input dengan output yang dikehendaki. Output yang dikehendaki terbagi menjadi beberapa jenis [Yilmaz, 1987]: 1. Zero lag spike (spiking deconvolution) 2. Spike pada lag tertentu. 3. time advanced form of input series (predictive deconvolution) 4. Zero phase wavelet 5. Wavelet dengan bentuk tertentu (Wiener Shaping Filters) Zero lag spike memiliki bentuk [1 , 0, 0, 0, ..., 0] yakni amplitudo bukan nol terletak para urutan pertama. Jika Output yang dikehendaki memiliki bentuk [0 , 0, 1, 0, ..., 0] maka disebut spike pada lag 2 (amplitudo bukan nol terletak para urutan ketiga) dan seterusnya.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 55

Ensiklopedi Seismik Online


Dalam bentuk matrix, Persamaan Filter Wiener dituliskan sbb:

dimana n adalah jumlah elemen.

Matriks a diatas merupakan matriks dengan bentuk spesial yakni matriks Toeplitz, dimana solusi persamaan diatas secara efisien dapat dipecahkan dengan solusi Levinson. Dengan demikian operasi Deconvolusi jenis ini seringkali dikenal dengan Metoda Wiener-Levinson.
Page 56

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Ensiklopedi Seismik Online


Untuk memberikan kestabilan dalan komputasi numerik diperkenalkan sebuah Prewhitening (e) yakni dengan memberikan pembobotan dengan rentang 0 s.d 1 pada zero lag matriks a (sehingga elemen a0 matrix diatas menjadi a0(1+e). Diagram alir proses Deconvolusi ditunjukkan pada flowchart dia atas.

Densitas Batuan
Densitas adalah massa batuan per unit volume. Berikut kisaran densitas meterial bumi:

Courtesy Grand and West

Dephasing
Dalam terminologi seismik, dephasing adalah proses untuk mengubah fasa sebuah wavelet. Ingat sebuah wavelet dapat memiliki fasa berbeda: fasa nol, fasa minimum, fasa maksimum dan fasa campuran.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 57

Ensiklopedi Seismik Online


Biasanya, dephasing dilakukan dalam proses deconvolusi sehingga Output yang dikehendaki memiliki fasa tertentu. Filter deconvolusi dengan jenis ini dinamakan Wiener Shaping Filters Proses dephasing memerlukan informasi wavelet input, dalam realitas wavelet input diperoleh dengan cara mengekstrak dari data seismik secara statistik.

Deret - Transformasi Fourier


Analisis Fourier adalah metoda untuk mendekomposisi sebuah gelombang seismik menjadi beberapa gelombang harmonik sinusoidal dengan frekuensi berbeda-beda. Dengan kalimat lain, sebuah gelombang seismik dapat dihasilkan dengan menjumlahkan beberapa gelombang sinusoidal frekuensi tunggal. Sedangkah sejumlah gelombang sinusoidal tersebut dikenal dengan Deret Fourier. Gambar dibawah ini adalah contoh Analisis Fourier.

Courtesy Margrave G. et al., Consortium for Research in Elastic Wave Exploration Seismology, The University of Calgary

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 58

Ensiklopedi Seismik Online


Sedangkan Transformasi Fourier adalah metoda untuk mengubah gelombang seismik dalam domain waktu menjadi domain frekuensi. Proses sebaliknya adalah Inversi Transformasi Fourier (Inverse Fourier Transform).

Courtesy Margrave G. et al., Consortium for Research in Elastic Wave Exploration Seismology, The University of Calgary Istilah Fourier digunakan untuk menghormati Jean Baptiste Joseph Fourier (1768 1830), matematikawan yang memecahkan persamaan differensial parsial dari model difusi panas, beliau memecahkannya dengan menggunakan deret tak hingga dari fungsifungsi trigonometri. Foto Jean Baptiste Joseph Fourier courtesy Wikipedia.

Referensi text: Aki and Richard, 1980, Quantitative Seismology, Blackwell Publishing

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 59

Ensiklopedi Seismik Online


Difraksi
Difraksi adalah reflektor semu yang dihasilkan akibat penghamburan gelombang utama yang menghantam ketidakmenerusan seperti permukaan sesar, ketidakselarasan, pembajian, perubahan kontras jenis batuan, dll. Difraksi nampak seperti parabola terbalik yang dapat mengganggu interpretasi seismik. Untuk menghilangkan difraksi dilakukan proses migrasi. Gambar dibawah menunjukkan difraksi akibat lapisan garam.

Gambar diatas dimodifikasi dari Veritas DGC

DMO
Pada kasus lapisan miring, titik tengah M tidak lagi merupakan proyeksi vertikal dari titik hantam D, sehingga pada kasus lapisan miring, CDP gather tidak ekuivalen dengan CMP gather . Secara sederhana DMO (Dip Move Out) dapat diterjemahkan dengan koreksi NMO pada lapisan miring.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 60

Ensiklopedi Seismik Online


Untuk kasus lapisan miring, Levin (1971), menurunkan persamaan waktu tempuh:

From Yilmaz [1989]

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 61

Ensiklopedi Seismik Online


Sedangkan untuk kecepatan DMO terlihat pada persamaan (2). Dari persamaan (2) terlihat bahwa kontrol cosinus dari kemiringan menyebabkan kecepatan DMO harus lebih besar dari kecepatan medium v (baca: kecepatan gelombang seismik pada batuan), karena cosinus memiliki nilai maksimum 1.

Didalam Aplikasinya, proses DMO tidak serumit yang dibayangkan, prosesnya sama seperti NMO, lebih-lebih software-software processing sudah semakin interaktif. Gambar di atas adalah contoh proses DMO.

Dog leg
Dog leg adalah istilah yang digunakan untuk lintasan seismik yang membelok secara tibatiba. Dog leg biasanya terjadi akibat perubahan rencana survey seismik untuk menghindari medan yang berat atau tidak memungkinkan seperti lembah yang curam, gedung bersejarah, atau dasar laut yang dangkal sehingga kapal survey tidak bisa melewatinya. Berikut ilustrasinya:

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 62

Ensiklopedi Seismik Online


Elastic Impedance
Seperti hal-nya Impedansi Akustik yang merupakan produk perkalian densitas dengan kecepatan gelombang kompresi (gelombang P), Impedansi Elastik merupakan produk perkalian densitas dengan komposit kecepatan gelombang P dan S. Secara praktis, Impedansi Elastik diperoleh melalui inversi far angle stack (katakanlah lebih besar dari 30) dengan menggunakan wavelet yang diekstrak dari stack tersebut sehingga diperoleh sifat Impedansi Elastik.

Courtesy ARCO Exploration

Gambar diatas menunjukkan hasil inversi Impedansi Akustik (kiri) dan Impedansi Elastik (kanan).

Envelope
Envelope merepresentasikan total energi sesaat (instantaneous), nilai ampitudonya bervariasi antara nol sampai amplitude maksimum tras seismik. Secara matematis envelope dituliskan sbb:

E(t) = (x(t)2 +y(t)2)0.5


Envelope berhubungan langsung dengan kontras impedansi akustik yang bermanfaat untuk melihat kontras impedansi akustik, bright spot, akumulasi gas, batas sekuen, efek ketebalan
tuning, ketidakselarasan, perubahan lithologi, perubahan lingkungan pengendapan, sesar, porositas, dll. Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 63

Ensiklopedi Seismik Online


Gambar berikut menunjukkan perbandingan antara tras data real (x), quadrature (y) dan envelope (E) serta perbandingan antara data sesmik dengan envelope untuk data lapangan.

Courtesy U.S. Department of Energy

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 64

Ensiklopedi Seismik Online


Fasa Sesaat
Fasa Sesaat merupakan sudut diantara phasor (rotasi vektor yang dibentuk oleh komponen real dan komponen imajiner dalam deret waktu) dan sumbu real sebagai fungsi dari waktu, oleh karena itu selalu mempunyai nilai antara -180 derajat sampai + 180 derajat . Fasa sesaat didefisikan sebagai :

dimana h(t) merupakan jejak kuadratur dan f(t) jejak real.

Fasa Sesaat (b), Perubahan dari puncak ke palung pada jejak seismik memiliki (a) menghasilkan Fasa Sesaat antara 0 180 derajat. Palung seismik real ber-fasa 180 derajat s/d 180 derajat. (Redrawn from Landmark, 1996).

Fasa Sesaat berperan dalam meningkatkan event refleksi lemah dan meningkatkan kontinyuitas event, oleh karena itu atribut ini dapat membantu interpreter untuk mengidentifikasi sesar, pembajian, channels, kipas, dan geometri internal sistem endapan. Disamping itu, Fasa Sesaat digunakan untuk identifikasi pembalikan polaritas yang berasosiasi dengan kandungan gas.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 65

Ensiklopedi Seismik Online


Feather
Feather adalah istilah yang digunakan untuk menujukkan sifat penyimpangan streamer dari line seismik yang dikehendaki di dalam akuisisi seismik laut. Efek feather ini muncul dikarenakan arus laut. Berikut ilustrasinya:

Kehadiran feather ini tentu kurang menguntungkan di dalam akuisisi laut, akan tetapi masih bisa di toleransi dengan syarat jangan melebihi 10. Cara yang mungkin bisa dilakukan untuk mengurangi efek ini adalah dengan melakukan survey arus laut terlebih dahulu sebelum mendesain lintasan seismik. Memang kita bisa ber-argumen bahwa desain lintasan seismik tersebut haruslah mempertimbangkan aspek geologi yang menjadi target anda (seperti strike ataupun bentuk struktur) akan tetapi apakah tidak ada celah komunikasi untuk mempertimbangkan aspek arus laut di dalam mendesain lintasan tersebut?

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 66

Ensiklopedi Seismik Online


Fermat's Principle
Prinsip Fermat menyatakan bahwa jika sebuah gelombang merambat dari satu titik ke titik yang lain maka gelombang tersebut akan memilih jejak yang tercepat. Kata tercepat di-boldkan untuk memberikan penekanan bahwa jejak yang akan dilalui oleh sebuah gelombang adalah jejak yang secara waktu tercepat bukan yang terpendek secara jarak. Tidak selamanya yang terpendek itu tercepat. Dengan demikian jika gelombang melewati sebuah medium yang memiliki variasi kecepatan gelombang seismik, maka gelombang tersebut akan cenderung melalui zonazona kecepatan tinggi dan menghindari zona-zona kecepatan rendah. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar dibawah ini. Apakah anda melihat bahwa Prinsip Fermat berlaku?

Courtesy Rawlinson et al., Research School of Earth Sciences, Australian National University

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 67

Ensiklopedi Seismik Online


Filtering
Adalah upaya untuk 'menyaring' frekuensi yang dikehendaki dari gelombang seismik dan 'membuang' yang tidak dikehendaki. Terdapat beberapa macam filtering: band pass, low pass (high cut) dan high pass (low cut).

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 68

Ensiklopedi Seismik Online


Didalam pengolahan data seismik band pass filter lebih umum digunakan karena biasanya gelombang seismik terkontaminasi noise frekuensi rendah (seperti ground roll) dan noise frekuensi tinggi (ambient noise).

Gambar diatas menunjukkan ketiga jenis filtering, baik dalam kawasan waktu (time domain) maupun frekuensi domain (frequency domain). Tanda A, B, C, D pada band pass filter merupakan frekuensi sudut (corner frequency). Secara matematis, operasi filtering merupakan konvolusi dalam kawasan waktu antara gelombang 'mentah' dengan fungsi filter diatas dan perkalian dalam kawasan frekuensi.

First Break
Adalah gelombang seismik yang terekam pertama kali. Gelombang ini merupakan gelombang yang tercepat sampai ke penerima. Didalam studi seismik refleksi, first break digunakan untuk mencari informasi kondisi lapisan lapuk juga digunakan untuk koreksi statik. Didalam studi sesmik tomografi, first break digunakan sebagai input waktu tempuh gelombang untuk mencitrakan anomali kecepatan gelombang seismik di bawah permukaan. Gambar dibawah ini adalah contoh first break (elips pink).

Courtesy Interpex

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 69

Ensiklopedi Seismik Online


Flow Pengolahan Data Seismik
Beberapa tahapan yang biasa dilalui didalam pengolahan data seismik: 1. Edit Geometri Data sebelumnya di-demultiplex dan mungkin di-resampel kemudian di-sorting didalam CDP (common depth point) atau CMP (common mid point). Informasi mengenai lokasi sumber dan penerima, jumlah penerima, jarak antara penerima dan jarak antara sumber di-entry didalam proses ini. 2. Koreksi Statik Koreksi statik dilakukan untuk mengkoreksi waktu tempuh gelombang seismik yang terdelay akibat lapisan lapuk atau kolom air laut yang dalam. 3. Automatic Gain Control (AGC) Kompensasi amplitudo gelombang seismik akibat adanya divergensi muka gelombang dan sifat attenuasi bumi. 4. Dekonvolusi (Pre-Stack) Dekonvolusi dilakukan untuk meningkatkan resolusi vertikal (temporal) dan meminimalisir efek multiple. 5. Analisis Kecepatan (Velocity Analysis) dan Koreksi NMO Analisis kecepatan melibatkan semblance, gather, dan kecepatan konstan stack. Informasi kecepatan dari velocity analysis digunakan untuk koreksi NMO (Normal Move Out) 6. Pembobotan tras (Trace Weighting) Teknik ini dilakukan untuk meminimalisir multiple yang dilakukan dalam koridor CMP sebelum stacking. Proses ini menguatkan perbedaan moveout antara gelombang refleksi dengan multiplenya sehingga dapat mengurangi kontribusi multiple dalam output stack.

7. Stack Penjumlahan tras-tras seismik dalam suatu CMP tertentu yang bertujuan untuk mengingkatkan rasio sinyal terhadap noise. Nilai amplitudo pada waktu tertentu dijumlahkan kemudian dibagi dengan akar jumlah tras.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 70

Ensiklopedi Seismik Online


8. Post-Stack Deconvolution Dekonvolusi mungkin dilakukan setelah stacing yang ditujukan untuk mengurangi efek ringing atau multipel yang tersisa. 9. Migrasi F-K (F-K Migration) Migrasi dilakukan untuk memindahkan energi difraksi ke titik asalnya. Atau lapisan yang sangat miring ke posisi aslinya. Mingrasi memerlukan informasi kecepatan yang mungkin memakai informasi kecepatan dari velocity analysis. 10. Data Output

Frekuensi Gelombang Seismik


Frekuensi gelombang seismik yang 'berguna' biasanya berada dalam rentang 10 sampai 70Hz dengan frekuensi dominan sekitar 30Hz [Yilmaz]. Gambar berikut menunjukkan tipikal spektrum amplitudo gelombang seismik (tras ditunjukkan di sebelah kiri).

Terlihat rentang frekuensi gelombang seismik 10-70Hz dengan frekuensi dominan 30Hz, juga karakter spektrum amplitudo wavelet yang digunakan serta komponen frekuensi rendah data sumur (data sumur memiliki rentang frekuensi sekitar 5 Hz s/d Kilo Hz).

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 71

Ensiklopedi Seismik Online


Frekuensi Sesaat
Fekuensi Sesaat (Instantaneous Frequency ) merepresentasikan besarnya perubahan Fasa Sesaat terhadap waktu atau sebagai slope jejak Fasa yang diperoleh dari turunan pertama dari Fasa Sesaat :

Redrawn from Landmark, 1996 Frequensi Sesaat (b) sebagai turunan pertama Fasa Sesaat (a) Frekuensi Sesaat memiliki rentang frekuensi dari () Frekuensi Nyquist sampai (+) Frekuensi Nyquist, tetapi sebagian besar Frekuensi Sesaat bernilai positif. Frekuensi Sesaat memberikan informasi tentang perilaku gelombang seismik yang mempengaruhi perubahan frekuensi seperti efek absorbsi, rekahan, dan ketebalan sistem pengendapan. Atenuasi gelombang seismik ketika melewati reservoir gas dapat dideteksi sebagai penurunan frekuensi, fenomena ini lebih dikenal dengan low frequency shadow (Barnes, Arthur E.,1999). Hilangnya frekuensi tinggi menunjukkan daerah overpressure.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 72

Ensiklopedi Seismik Online


White (1991) menyebutkan bahwa adanya nilai negatif dalam instantaneous frekuensi menunjukkan bahwa kuantitas instantaneous frekuensi bukanlah frekuensi dalam arti cycle per satuan waktu. Akan tetapi instantaneous frekuensi disini merupakan sebuah atribut yang merupakan turunan dari instantaneous phase. Lihatlah komponen instantaneous phase sendiri memiliki nilai negatif dan positif sehingga turunannya pun akan demikian.

Zona Fresnel
Adalah lebar bidang benda anomali yang mampu 'dilihat' oleh gelombang seismik (lihat Resolusi Seismik).

Redrawn from Yilmaz, 1987 Lebar sempitnya Zona Fresnel (B-B') tergantung pada panjang gelombang dan frekuensi gelombang seismik yang digunakan. Semakin tinggi frekuensi seismik yang digunakan, semakin sempit Zona Fresnel dan sebaliknya. Artinya untuk melihat benda-benda anomali kecil di bawah perut perlu digunakan frekuensi gelombang yang tinggi. Sayangnya karena adanya attenuasi, frekuensi tinggi hanya mampu melihat anomali-anomali dangkal. Istilah 'Fresnel' digunakan untuk menghormati Fisikawan perancis Augustin Jean Fresnel (1788-1827) yang menemukan teori gelombang optik. (Foto Augustin Jean Fresnel diambil dari wikipedia)

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 73

Ensiklopedi Seismik Online


Gain
Gain adalah penskala-an amplitudo gelombang seismik untuk menampilkan amplitudonya yang menurun akibat geometrical spreading.

Secara matematis, operasi gain merupakan perkalian antara tras seismik dengan fungsi gain. Untuk membuat fungsi gain yang akan diterapkan pada tras seismik yang belum dilakukan koreksi geometrical spreading, persamaan gain berikut dapat digunakan: g(t)=(v(t)/v(0))2 (t/t0), dimana t adalah TWT (two way traveltime) dan v(t) adalah kecepatan rms dan v(0) adalah kecepatan rms pata waktu t0.
Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 74

Ensiklopedi Seismik Online


Gelombang Prisma
Gelombang Prisma (Prism Wave) adalah gelombang yang terefleksikan lebih dari satu kali. Gambar dibawah ini mengilustrasikan jejak gelombang prisma yang terefleksikan oleh Top Balder, lalu terefleksikan kembali oleh kubah garam sebelum akhirnya terekam oleh receiver. Pada rekaman tersebut kita akan melihat jenis gelombang prisma yang dicirikan dengan waktu tempuh lebih lambat dari Top Balder (seperti interbed multiple).

Courtesy Paul A. Farmer and Ian F. Jones, ION GX Technology

Groundroll
Groundroll atau gelombang rayleigh adalah gelombang yang menjalar di permukaan bumi dengan pergerakan partikelnya menyerupai ellip (lihat gambar). Karena menjalar di permukaan, amplitudo gelombang rayleigh akan berkurang dengan bertambahya kedalaman. Nama Rayleigh diberikan untuk menghormati penemunya John William Strutt, 3rd Baron Rayleigh (1842-1919), Fisikawan berkebangsaan Inggris. Didalam rekaman seismik, gelombang rayleigh dicirikan dengan amplitudonya yang besar (hampir 2x amplitudo refleksi) dan dicirikan dengan frekuensi rendah.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 75

Ensiklopedi Seismik Online

Courtesy of darylscience

High Order NMO


Perhatikan persamaan di bawah ini:

Persamaan (1) adalah persamaan NMO konvensional sedangkan persamaan (2) adalah persamaan NMO order 4 (fouth order) dengan alpha sebuah koefisien. Koefisien tersebut mewakili sifat anisotropi batuan dan variasi kecepatan seismik vertikal. Yang dimaksud dengan Higher Order Moveout adalah analisis NMO (Normal Moveout) dengan menggunakan persamaan NMO order yang lebih tinggi. Proses NMO konvensional dengan menggunakan persamaan NMO order dua dapat berkerja dengan baik pada model bumi homogen isotropis. Sedangkan pada model bumi yang kompleks persamaan NMO order yang lebih tinggi sangat diperlukan.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 76

Ensiklopedi Seismik Online


Selain untuk memenuhi kondisi kompleksitas bumi, persamaan NMO order yang lebih tinggi diperlukan juga untuk mengkoreksi tras-tras seismik pada offset yang cukup jauh ( seperti offset 6 sampai 10 km). Sebagaimana yang kita pahami, koreksi NMO akan memiliki error yang lebih besar pada offset yang jauh. Gambar di bawah ini menunjukkan perbedaan gather seismik dengan koreksi NMO order dua dan gather yang dikoreksi NMO order dua terlebih dahulu (kiri) kemudian di-fine tune dengan order 4 (kanan) untuk data sintetik dan data real.

Data sintetik, Courtesy Leggott et al, Veritas DGC Ltd.

Data real, Courtesy Leggott et al, Veritas DGC Ltd.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 77

Ensiklopedi Seismik Online


Hilbert Transform dan Jejak Kompleks
Hilbert Ttransform atau Transformasi Hilbert menggeser fasa sebesar -90 pada jejak seismik atau mengkonversi gelombang cosinus menjadi sinus. Jejak kompleks, sebagaimana yang diterangkan oleh Tarner et.al (1996) terdiri dari komponen real (jejak seismik konvensional) dan komponen imajiner (jejak kuadratur):

dimana f(t) adalah jejak seismik real, h(t) jejak kuadratur. Jejak kuadratur h(t) dapat dideterminasi dari jejak real f(t) dengan menggunakan Transformasi Hilbert (Bracewell 1965, op.cit. Landmark, 1996) :

dimana (*) merupakan konvolusi. Dari persamaan (2) terlihat bahwa h(t) adalah pergeseran fasa 90 derajat dari jejak seismik real f(t). Jejak seismik real f(t) dapat diekspresikan dengan Amplitudo yang tergantung pada waktu A(t) dan fasa yang tergantung pada waktu q(t), seperti dinyatakan sebagai berikut:

dan jejak kuadratur didefinisikan sebagai :

Sehingga jejak kompleks F(t) didefinisikan sebagai :

Jika f(t) dan h(t) diketahui (ingat bahwa h(t) dapat diturunkan dari f(t) dengan menggunakan Transformasi Hilbert), maka untuk A(t) dan q(t) diperoleh :

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 78

Ensiklopedi Seismik Online


A(t) disebut dengan Kuat Refleksi dan q(t) disebut dengan Fasa Sesaat. Selanjutnya dengan menurunkan Fasa Sesaat diperoleh Frekuensi Sesaat

Hockey Stick
Adalah istilah yang populer digunakan dalam industri pengolahan data seismik untuk menjelaskan fenomena sebuah event seismik yang melengkung menyerupai bentuk stick hockey. Event seismik tersebut berada dalam gerbang CDP setelah proses NMO.

Dalam proses NMO, bentuk event yang dikehendaki adalah sedatar mungkin (flat), akan tetapi karena efek anisotropi dan karakter jejak gelombang, bentuk hockey stick adalah bentuk yang lazim diperoleh. Dengan memahami bentuk hockey stick dalam gerbang CDP, kita dapat mendesain mute yang optimal sehingga diperoleh final stack yang bagus. Desain mute yang optimal terletak pada titik lengkung hockey stick tersebut. Jika desain mute terlalu ke arah far offset, maka gelombang frekuensi rendah akibat stretching akan muncul di dalam stack. Jika desain mute terlalu kearah near offset maka kita akan kehilangan data.
Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 79

Ensiklopedi Seismik Online


Horizontal Seismic Profiling
Horizontal Seismic Profiling (HSP) adalah metoda pengambilan data seismik, dimana posisi sumber dan penerima (geophone) diletakkan di permukaan bumi. Jadi istilah metoda HSP adalah istilah lain untuk metoda seismik refleksi biasa. Contoh konfigurasi metoda HSP, geophone (kiri) dan layout kabel seismik (kanan):

Gambar courtesy: Anniston Army Depot, Alabama

Huygens Principle
Huygens Principle (Prinsip Huygens) menyatakan bahwa setiap titik-titik pengganggu yang berada didepan muka gelombang utama akan menjadi sumber bagi terbentuknya deretan gelombang yang baru.

Courtesy Answer.com
Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 80

Ensiklopedi Seismik Online


Jumlah energi total deretan gelombang baru tersebut sama dengan energi utama. Didalam eksplorasi seismik titik-titik diatas dapat berupa patahan, rekahan, pembajian, antiklin, dll. Sedangkan deretan gelombang baru berupa gelombang difraksi. Untuk menghilangkan efek ini dilakukanlah proses migrasi. Nama Huygens diberikan untuk menghormati matematikawan, astronomer dan fisikawan kondang Christiaan Huygens (1629-1695). Sebelum menggeluti bidang sains beliau sempat kuliah di Fakultas Hukum Universitas Leiden. Lukisan Christiaan Huygens disamping diambil dari wikipedia.

Interval Velocity
Kecepatan lapisan ke-n dapat dihitung berdasarkan rumus Dix (Dix Formula), yang diturunkan dari kecepatan rms.

Gambar dibawah ini menunjukkan perbedaan kurva kecepatan rms dan kecepatan interval.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 81

Ensiklopedi Seismik Online

Redrawn from Yilmaz, 1987

Inversi Maximum Likelihood


Salah satu penerapan langsung dari teori dekonvolusi di atas adalah dengan menginversi reflektivitas hasil estimasi menjadi impedansi band lebar atau bloki dari data seismik. Jika diketahui refektivitas r(i), maka impedansi Z(i) dapat ditulis :

Sayangnya, penerapan persamaan ini dalam mengestimasi treflektivitas dari MLD memberikan hasil yang kurang memuaskan karena kehadiran bising tambahan. Meskipun algoritma MLD mengekstrapolasi di luar bandwith wavelet untuk menghasilkan estimasi reflektivitas band lebar, reabilitas estimasi ini berkurang karena bising pada frekuensi rendah diujung spektrum. Hasilnya adalah bahwa saat fenomena panjang gelombang pendek impedansi dapat direkonstruksi, pola umum tidak dapat dipecahkan dengan baik. Hal ini ekuivalen dengan

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 82

Ensiklopedi Seismik Online


menyatakan bahwa skala waktu pada spike estimasi reflektivitas dapat dipecahkan lebih baik daripada amplitudonya. Untuk menstabilkan estimasi reflektivitas ini rekaman independen pola impedansi dapat dimasukkan sebagai input kontrol.

Kehadiran seri error n(i) menunjukkan fakta bahwa informasi pola yang diberikan adalah berupa estimasi. Sekarang kita mempunyai 2 seri waktu : trace seismik T(i) dan log Impedasi ln Z(i), masing-masing dengan waveletnya dan parameter bising. Fungsi objektif dimodifikasi sedemikian rupa sedemikian rupa sehingga mengandung dua suku yang diboboti oleh variasi bising relatif. Peminimalan fungsi ini akan memberikan solusi bagi koefisien refleksi yang berusaha mengkompromikan dengan pemodelan silmultan trace seismik saat menyesuaikan dengan pola impedansi yang telah diketahui. Jika noise seismik dan Impedansi trend noise dimodelkan sebagai sekuen Gaussian maka variansinya menjadi parameter tuning dimana penggunan dapat memodifikasi untuk menggeser titik-titik dimana kompromi terjadi. Artinya pada satu sisi ekstrim saja informasi seismik digunakan dan pada ekstrim lainnya hanya digunakan trend impedansi.

Inversi Sparse Spike


Dasar teori dekonvolusi maximum-likelihood (MLD) telah dikembangkan oleh Mendel pada tahun 1984. Selanjutnya pada tahun 1985 dimodifikasi oleh Hampson dan Russel agar mudah diterapkan pada data seismik real. Kesimpulan yang diperoleh dari modifikasi tersebut adalah bahwa metoda MLD dapat diperluas untuk digunakan dalam reflektivitas sparse.

Model dasar trace seismik didefisikan dengan : s(t) = w(t) * r(t) + n(t) (1)

dimana s(t) = trace seismik, w(t) = wavelet seismik, r(t) = reflektivitas bumi, n(t) noise.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 83

Ensiklopedi Seismik Online


Perhatikan bahwa untuk menyelesaikan persamaan (1) harus diketahui tiga anu. Dengan mengunakan asumsi tertentu permasalahan dekonvolusi dapat diselesaikan. Seperti yang kita lihat sebelumnya, metoda rekursif seismik inversi didasarka pada teknik dekonvolusi klasik, dimana diasumsikan reflektivitas random dan wavelet fasa minimum atau fasa nol. Hal ini akan menghasilkan keluaran wavelet dengan frekuensi lebih tinggi, tetapi tak pernah me-recover deret koefiesien refleksi yang lengkap. Beberepa teknik dekonvolusi sekarang dapat dikelompokkan kedalam katagori metoda sparse spike. Dimana diasumsikan model reflektivitas tertentu dan wavelet yang diestimasi berdasarkan asumsi model tersebut. Teknik-teknik tersebut meliputi : (1) Inversi dan dekonvolusi maximum-likelihood. (2) Inversi dan dekonvolusi norma L1. (3) Dekonvolusi entropi minimum (MED) Dipandang dari segi seismik inversi, metoda sparse spike mempunyai kelebihan dibandingkan dengan metoda dekonvolusi klasik yaitu pengontrol ekstra yang dapat digunakan sebagai estimasi full-bandwith reflektivitas.

Kecepatan Gelombang P
Setiap material bumi memiliki kecepatan gelombang P tertentu. Secara umum, kecepatan gelombang P (seismik refleksi) semakin meningkat dengan meningkatnya kekompakakan suatu material.

Lihat karakteristik kecepatan gelombang P untuk berbagai material bumi pada gambar dibawah ini.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 84

Ensiklopedi Seismik Online

Courtesy Grand and West

Kelly Bushing, TVD, dll...


KB (Kelly Bushing) adalah sebuah perangkat pengeboran yang dipasang sebagai konektor antara Kelly dan Rotary Table (lihat foto dibawah). KB Elevation adalah ketinggian KB dari permukaan tanah (untuk sumur bor darat) atau dari permukaan laut (untuk sumur bor laut). TVD (True Vertical Depth) adalah kedalaman sumur bor secara vertikal dari permukaan tanah sampai ke TD (Terminal Depth). MD (Measured Depth) adalah kedalaman sumur bor secara keseluruhan dihitung dari permukaan tanah. Pada kasus sumur bor vertikal, MD akan sama dengan TVD. MD tentunya akan sama dengan TD. TVD dan MD digunakan untuk kasus sumur bor di darat.
Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 85

Ensiklopedi Seismik Online

A adalah TVDSS (True Vertikal Depth Sub Sea) sama seperti kasus TVD diatas hanya saja dihitung dari muka air laut (MSL = Mean Sea Level). B adalah TVDBML (True Vertical Depth Below Mud Line) adalah TVD yang dihitung dari Sea Floor (ML=Mud Line) C adalah MDSS (Measured Depth Sub Sea) sama seperti definisi MD diatas hanya saja dihitung dari MSL. D adalah MDBML (Measured Depth Below Mud Line) adalah MD dihitung dari ML.

Photo courtesy of AXPC (American Exploration & Production Council)


Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 86

Ensiklopedi Seismik Online


Ketidakselarasan
Ketidakselarasan adalah permukaan erosi atau non-deposisi yang memisahkan lapisan yang lebih muda dari yang lebih tua dan menggambarkan suatu rumpang waktu yang signifikan. Ketidakselarasan digolongkan berdasarkan hubungan struktur antar batuan yang ditumpangi dan yang menumpangi. Ia menjelaskan rumpang pada sikuen stratigrafi, yang merekam periode waktu yang tidak terlukiskan di kolom stratigrafi. Ketidakselarasan juga merekam perubahan penting pada satu lingkungan, mulai dari proses pengendapan menjadi non-deposisi dan/atau erosi, yang umumnya menggambarkan satu kejadian tektonik yang penting. Lihat tipe-tipe ketidakselarasan pada Gambar 1. Pengenalan dan pemetaan sebuah ketidakselarasan merupakan langkah awal untuk memahami sejarah geologi suatu cekungan atau provinsi geologi. Ketidakselarasan diketahui dari singkapan, data sumur, dan data seismik yang digunakan sebagai batas sikuen pengendapan.

Gambar 1. Tipe tipe ketidakselarasan

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 87

Ensiklopedi Seismik Online


Ketidakselarasan menyudut (angular unconformity) Ketidakselarasan dimana lapisan yang lebih tua memiliki kemiringan yang berbeda (umumnya lebih curam) dibandingkan dengan lapisan yang lebih muda. Hubungan ini merupakan tanda yang paling jelas dari sebuah rumpang, karena ia mengimplikasikan lapisan yang lebih tua terdeformasi dan terpancung oleh erosi sebelum lapisan yang lebih muda diendapkan. Disconformity Ketidakselarasan dimana lapisan yang berada di bagian atas dan bawah sejajar, namun terdapat bidang erosi yang memisahkan keduanya (umumnya berbentuk tidak rata dan tidak teratur). Paraconformity Lapisan yang berada di atas dan di bawah bidang ketidakselarasan berhubungan secara sejajar/paralel dimana tidak terdapat bukti permukaan erosi, namun hanya bisa diketahui berdasarkan rumpang waktu batuan. Nonconformity Ketidakselarasan yang terjadi ketika batuan sedimen menumpang di atas batuan kristalin (batuan metamof atau batuan beku). Gambar diatas courtesy www.strata.geol.sc.edu, artikel ini kontribusi dari Hendra Wahyudi, Teknik Geologi UGM 2003

Lambda Mu Rho
Lambda-Rho dan Mu-Rho merupakan parameter Lame yang diperoleh dari inversi AVO (Amplitude Versus Offset) yang berguna untuk mempertajam identifikasi zona reservoar [Goodway et al., 1997]. Lambda-Rho dan Mu-Rho diturunkan dari persamaan reflektivitas impedansi gelombang P dan S [Fatti et al., 1994]. Berikut turunan persamaan Fatti untuk Lambda-Rho dan Mu-Rho berikut contoh lapangannya.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 88

Ensiklopedi Seismik Online

Courtesy Satinder Chopra, Core Lab Reservoir Technologies, Calgary, Canada and Doug Pruden, GEDCO, Calgary, Canada. Gambar diatas menunjukkan zona gas dengan Lambda-Rho yang rendah (biru) dan MuRho yang tinggi (merah dan kuning). Biasanya inversi AVO untuk Lambda-Rho dan Mu-Rho dilakukan pada reservoar klastik.

Lamda Rho merupakan perkalian antara 'incompressibility' dengan densitas. Sedangkan Mu-Rho merupakan perkalian antara 'shear rigidity' dengan densitas.
Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 89

Ensiklopedi Seismik Online


Incompressibility artinya ke-engganan batuan untuk ditekan sedangkan shear rigidity adalah kekakuan batuan untuk digeser (diplintir). Untuk karbonat, umumnya kedua parameter diatas akan lebih besar daripada silisiklastik. Jadi LR dan MR untuk karbonate akan lebih tinggi daripada silisiklastik. Bagaimana kalau klastik karbonat? untuk litologi jenis ini bisa mirip dengan silisiklastik tergantung pada vshale, porositas, mineral, fracture, dll.

Love Wave
Love wave atau gelombang Love adalah gelombang geser (S wave) yang terpolarisasi secara horizontal (SH). Gelombang Love termasuk kategori gelombang permukaan.

Courtesy of darylscience

Nama Love diberikan untuk menghormati Augustus Edward Hough Love (1863-1940), matematikawan kondang asal Oxford. Beliau dianugrahi Adam prize setelah menemukan model gelombang permukaan jenis ini. Photo Courtesy of history.mcs.st-andrews

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 90

Ensiklopedi Seismik Online


Main Lobe Side Lobe
Main lobe adalah bagian utama dari sebuah wavelet sedangkan side lobe adalah bagian samping dari sebuah wavelet. Di dalam dunia seismik, wavelet yang baik adalah wavelet dengan jumlah side lobe yang minimal (sekecil mungkin) dan cukup dominan pada bagian main lobe-nya. Bagian side lobe dapat memberikan efek noise pada rekaman seismik, yakni munculnya reflektorreflektor semu. Gambar dibawah menunjukkan bagian main lobe dan side lobe dari sebuah wavelet fasa nol.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 91

Ensiklopedi Seismik Online


Marine Geohazards Site Survey
Survey ini bertujuan untuk mengidentifikasi zona-zona berbahaya di dasar laut sebelum fasilitas pengeboran, pipa, dll. akan ditempatkan. Zona-zona bahaya tersebut diantaranya kantung-kantung gas, arus air laut, zona sesar atau zona yang tidak stabil, kapal yang karam, bahan peledak peninggalan perang, dll. Identifikasi zona-zona bahaya tersebut dapat dilakukan melalui analisis data seismic 2D atau pun 3D yang sebelumnya digunakan dalam eksplorasi hidrokarbon, data seismik resolusi tinggi, sonar, multi beam, coring, sampai dengan mempergunakan AUV (Autonomous Underwater Vehicle) untuk melakukan scanning kondisi dasar laut. Gambar dibawah ini menunjukkan penampang data seismic berikut hasil interpretasi zonazona berbahaya seperti kantung gas yang ditandai dengan bright spot, masking, chimney, atau pun push down velocity anomaly.

Courtesy Andreassen, 2007

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 92

Ensiklopedi Seismik Online


Dibawah ini adalah penampang RMS amplitude dari data seismic 3D. Penampang tersebut hanyalah beberapa meter di bawah dasar laut. Terlihat dengan jelas zona tak stabil seperti sesar, channel, kipas delta, lobes, dan slide scars.

Courtesy Andreassen, 2007

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 93

Ensiklopedi Seismik Online


Gambar di bawah menunjukkan citra Side Scan Sonar dari AUV. Terlihat dengan jelas sebuah bom sisa peninggalan perang.

Courtesy Samuel, 2007 Gambar di bawah ini menunjukkan sebuah platform semi-submersible seharga 350 juta dollar milik Petrobras yang tenggelam pada bulan Maret, 2001. Sebagian analisis menyebutkan bahwa penyebab tenggelamnya platform tersebut adalah gas bubble yang dihasilkan oleh kantung-kantung gas di bawah platform.

Photo courtesy Wikipedia


Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 94

Ensiklopedi Seismik Online


Matrix Toeplitz
Matrix Toeplitz adalah sebuah matrix dengan elemen diagonalnya sama dengan penurunan dari kiri ke kanan bersifat konstan. Berikut contohnya:

Matrix ini dinamakan Toeplitz untuk menghormati Otto Toeplitz, Profesor Matematika yang dilahirkan di Jerman tahun 1881. Otto Toeplitz diusir oleh Nazi karena dia seorang Yahudi dan wafat di Israel. Foto disamping adalah Otto Toeplitz, courtesy The MacTutor History of Mathematics Archive.

Migrasi
Proses migrasi dilakukan pada data seismik dengan tujuan untuk mengembalikan reflektor miring ke posisi 'aslinya' serta untuk menghilangkan efek difraksi akibat sesar, kubah garam, pembajian, dll. Terdapat beberapa macam migrasi: Kirchhoff migration, Finite Difference migration, Frequency-Wavenumber migration dan Frequency-Space migration [Yilmaz, 1987]. Akhirakhir ini metoda-metoda migrasi mutakhir seperti Reverse Time Migration, Controlled Beam Migration lahir sejalan dengan semakin tingginya tantangan eksplorasi.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 95

Ensiklopedi Seismik Online


Minimum Phase - Maximum Phase
Sebuah wavelet memiliki panjang yang terbatas dengan fasa tertentu. Didalam istilah eksplorasi seismik, fasa sebuah wavelet dikenal sebagai:fasa minimum, fasa nol dan fasa maksimum.

Sebagaimana ditunjukkan oleh gambar di atas, fasa minimum dicirikan jika sebagian besar energi amplitudo wavelet berada diawal, fasa nol dengan simetris di tengah-tengah dan fasa maksimum diakhir wavelet. Untuk mengubah fasa diatas dilakukan pendekatan matematis sbb:

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 96

Ensiklopedi Seismik Online


Mistie
Mistie adalah ketidakcocokan antara lintasan seismik yang berpotongan satu sama lain. Ketidakcocokan tersebut dapat berupa perbedaan vintage seismik, parameter akuisisi, tahapan dan metoda processing, dll. Perbedaan tersebut terlihat pada sifat rekaman seperti fasa wavelet, amplitudo, waktu, dll. Untuk mengantisipasi hal ini dapat dilakukan proses pengubahan fasa, pergesaran waktu (time shifting), gaining, dll.

Berikut contoh mistie akibat pergesaran waktu (time shifting) dan perbedaan amplitudo:

Fenomena mis tie banyak terjadi pada interpretasi seismik 2 dimensi. Kalau kita tidak peduli dengan mis tie, maka ketika kita mem-plot kontur horizon tertentu maka kontur tersebut akan menghasikan artifak yang menyesatkan.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 97

Ensiklopedi Seismik Online


Multi Azimuth Seismic
Adalah metoda pengambilan data seismik 3D dengan arah penembakan (shooting) dari berbagai arah (azimuth). Dibandingkan dengan survey seismik 3D konvensional, survey seismik multi azimuth memiliki keunggulan seperti meningkatkan resolusi, ketajaman dan meningkatnya rasio sinyal terhadap noise (SNR). Hal positif ini muncul sebagai buah dari meningkatnya jumlah fold dan iluminasi. Berikut prinsip pengambilan data seismik 3D multi azimuth:

Courtesy Barley B. and Summers T., BP Exploration, The Leading Edge 2007 Gambar di bawah ini menunjukkan perbandingan rekaman seismik konvensional (kiri) dan multi azimuth (kanan). Apakah anda melihat perbedaan yang cukup signifikan?

Courtesy Barley B. and Summers T., BP Exploration, The Leading Edge 2007
Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 98

Ensiklopedi Seismik Online


Multi Linear Regression
Multi Linear Regression (MLR) merupakan metoda untuk memprediksi sebuah nilai target berdasarkan beberapa variable masukan. Secara matematis MLR dapat dituliskan sbb:

Persamaan diatas menunjukkan multi linear regresi untuk mencari nilai y berdasarkan input x1, x2 dan seterusnya sampai xi . Penyelesaian persamaan ini adalah mencari nilai koefisien b dan konstanta Untuk memperoleh nilai dan koefisien b, maka langkah matematis yang dilakukan adalah dengan meminimalkan selisih antara nilai target dengan nilai prediksi. Nilai selisih tersebut biasanya dituliskan dalam R2

Definisi meminimalkan adalah turunan pertama dari R2 terhadap masing-masing variable input sama dengan nol. Didalam dunia seismik, metoda ini populer digunakan seperti untuk memprediksi sifat porositas, vshale, permeabilitas (?) berdasarkan input seperti quadrature, near, mid, far stack, instantaneous phase, instantaneous frequency, reflection strength, dll. Didalam memilih variabel input untuk memprediksi suatu target output tertentu haruslah memiliki alasan adanya hubungan sifat fisis diantara keduanya.

Multi Taper Method (MTM)


MTM adalah salah satu metoda spektral untuk mengkonversi kawasan waktu sebuah gelombang menjadi kawasan frekuensi. MTM memberikan prediksi frekuensi yang lebih bagus yakni menghindari kebocoran spektral dibandingkan dengan metoda spectral konvensional (baca: Fast Fourier Transform taper tunggal (single taper FFT)). Didalam FFT konvensional mungkin anda menggunakan taper tunggal dari jenis Hanning, Hamming, Box Car, dll. Sedangkan didalam MTM digunakan beberapa taper orthonormal
Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 99

Ensiklopedi Seismik Online


yakni sekuen prolate spheroidal diskrit (discrete prolate spheroidal sequences) atau taper Slepian. Algoritma MTM ditunjukkan pada lampiran berikut ini:

Gambar dibawah menujukkan discrete prolate spheroidal sequences untuk 5 orde terendah.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 100

Ensiklopedi Seismik Online


Persamaan C.1 diatas berbunyi sebagai berikut: bila kita memiliki gelombang dengan window tertentu katakanlah 100 mili detik, gelombang tersebut dikalikan dengan taper orde 0 (taper warna biru pada gambar C.1) lalu dihitung FFTnya. Kemudian gelombang asal tadi dikalikan dengan taper oder 1 (taper warna hijau pada gambar C.1) lalu dihitung FFTnya, dst. sampai selesai (orde 4-warna pink) Kemudian dicari nilai rata-rata dari semuanya. Nah hasil rata-rata ini adalah spektral dengan metoda MTM. Persamaan dan gambar diatas courtesy: Agus Abdullah, 2007, PhD Thesis, Research School of Earth Sciences, Australian National University.

Multiattribute Analysis
Adalah sebuah analisis seismik untuk memprediksi sifat reservoir seperti porositas, vshale, water saturation, dll., berdasarkan masukan data atribut seismik. Algoritma didalam multiatribut analisis cukup beragam. Software komersial seperti Hampson-Russell menggunakan Multi Linear Regression (MLR) dan Artificial Neural Network Analysis (ANN) sebagai algoritma untuk analisis multiatribut ini. Tahapan-tahapan didalam studi ini meliputi: well seismic tie, log filtering (lihat penjelasan dibawah), pemilihan atribut yang sesuai, krosploting, analisis multiatribut untuk training data (yakni data disekitar well), penerapan multiatribut untuk seluruh volume data. Jika memungkinkan melakukan normalisasi hasil akhir jika kita tidak setuju dengan persamaan yang ditunjukkan oleh hasil krosplotting. Gambar-gambar dibawah ini menunjukkan contoh penerapan ANN pada multiattribut analysis untuk memprediksi porositas reservoir berdasarkan data impedance (hasil seismik inversi), Amplitude Weighted Frequency, Cosine Instantaneous Phase, Integrate, YCoordinate, Integrated Absolute Amplitude.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 101

Ensiklopedi Seismik Online

Courtesy Hampson-Russell Gambar diatas menunjukkan penerapan multi attribute analysis untuk training data. Perhatikan hasil prediksi porositas (merah) memiliki kemiripan dengan porositas target dari well (hitam). Hal penting didalam menerapkan analysis ini adalah kita harus melakukan band-pass filter untuk data log sehingga memiliki rentang frekuensi yang sama dengan rentang frekuensi seismik, katakanlah band pass dengan 2-10-45-65Hz.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 102

Ensiklopedi Seismik Online


Gambar dibawah menunjukkan krossplotting antara porositas prediksi dengan porositas target. Ini merupakan contoh data yang ideal karena kita memiliki nilai koefisien korelasi 92%. Umumnya nilai korelasi setinggi ini sangat sulit untuk didapatkan. Berapakah nilai korelasi yang bisa diterima? Didalam teori statistik, nilai korelasi dibawah 10-30% dikatakan kecil, 30-50% disebut medium dan diatas 50% disebut besar (Wikipedia).

Courtesy Hampson-Russell

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 103

Ensiklopedi Seismik Online


Hasil akhir penampang porositas yang dihasilkan melalui analisis multiattribut ditunjukkan pada gambar di bawah ini. Perhatikan porositas reservoir channel cukup berkorelasi dengan baik dengan kurva P-wave. Berdasarkan penampang dibawah ini, jika kita ingin melakukan steam injection untuk proyek EOR (Enhance Oil Recovery), di manakah kita harus menempatkan sumur injeksi? Sebelah kiri atau kanan ?

Courtesy Hampson-Russell

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 104

Ensiklopedi Seismik Online


Multiple
Multiple adalah pengulangan refleksi akibat terperangkapnya gelombang seismik dalam air laut atau terperangkap dalam lapisan batuan lunak. Terdapat beberapa macam multiple: (a) water-bottom multiple, (b) peg-leg multiple dan (c) intra-bed multiple. Perhatikan model di bawah ini:

Didalam rekaman seismik, masing-masing multiple akan menunjukkan morfologi reflektor yang sama dengan reflektor primernya akan tetapi waktunya berbeda. Untuk model water bottom multiple (model a) katakanlah kita memiliki waktu tempuh sea bottom sebesar 500ms maka multiplenya akan muncul 500 x 2 = 1000ms. Jika gelombang tersebut terperangkap tiga kali maka multiple water bottom berikutnya akan muncul pada 500 x 3 = 1500ms, dst. Untuk model peg leg multiple (model b), multiple akan muncul pada waktu tempuh gelombang refleksi primer (top gamping) ditambah waktu tempuh sea bottom. Untuk model intra bed multiple, multiple akan muncul pada waktu tempuh gelombang primer top gamping ditambah waktu tempuh dalam shale.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 105

Ensiklopedi Seismik Online


Gambar dibawah adalah rekaman seismik yang menunjukkan fenomena multiple. Perhatikan terdapat 4 multiple akibat dasar laut, berarti gelombang seismik tersebut terperangkap empat kali!

Near-Far Offset
Near Offset adalah tras-tras seismik yang terdekat dengan sumber getar sedangkan Far Offset adalah tras-tras yang terjauh. Lihat gambar dibawah ini:

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 106

Ensiklopedi Seismik Online


Jika tras-tras seismik tersebut di NMO (Normal Move Out) selanjutnya di stack maka akan diperoleh near offset stack dan far offset stack. Perbedaan amplitudo seismik near offset dan far offset seringkali digunakan di dalam studi AVO (Amplitude Versus Offset). Gambar diatas adalah contoh tras-tras seismik dari satu shot pada akuisisi laut. Tras-tras near offset terlihat lebih noisy dibanding tras-tras far offset. Efek noise pada near offset diakibatkan oleh ambient noise seperti: baling-baling kapal, deru mesin, gelombang laut, dll.

NMO
NMO (Normal Move Out) adalah perbedaan antara TWT (Two Way Time) pada offset tertentu dengan TWT pada zero offset. Koreksi NMO dilakukan untuk menghilangkan efek jarak (ingat penampang seismic yang anda interpretasi adalah offset nol (zero offset)). Untuk model perlapisan horizontal, Koreksi NMO dirumuskan sbb:

Redrawn from Yilmaz, 1987 Didalam melakukan koreksi NMO, pemilihan model kecepatan (Vrms maupun Vstack) merupakan hal yang sangat penting.
Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 107

Ensiklopedi Seismik Online


Gambar berikut menunjukkan efek pemilihan model kecepatan: (a) sebelum koreksi NMO (b) model kecepatan yang tepat (c) kecepatan terlalu rendah (d) kecepatan terlalu tinggi.

Courtesy Yilmaz, 1987 Koreksi NMO akan menghasilkan efek 'stretching' yaitu penurunan frekuensi gelombang seismik. Oleh karena itu langkah 'muting' dilakukan untuk menghilangkan efek ini.

Courtesy Yilmaz, 1987


Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 108

Ensiklopedi Seismik Online


Noise dan Data Seismik
Noise adalah gelombang yang tidak dikehendaki dalam sebuah rekaman seismik sedangkan data adalah gelombang yang dikehendaki. Dalam seismik refleksi, gelombang refleksilah yang dikehendaki sedangkan yang lainya diupayakan untuk diminimalisir.

Gambar diatas menunjukkan sebuah rekaman dengan data gelombang refleksi dan noise (gelombang permukaan / ground roll) dan gelombang langsung (direct wave). Noise terbagi menjadi dua kelompok: noise koheren (coherent noise) dan noise acak ambient (random ambient noise).
Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 109

Ensiklopedi Seismik Online


Contoh noise keheren: ground roll (dicirikan dengan amplitudo yang kuat dan frekuensi rendah), guided waves atau gelombang langsung (frekuensi cukup tinggi dan datang lebih awal), noise kabel, tegangan listrik (power line noise: frekuensi tunggal, mudah direduksi dengan notch filter), multiple (adalah refleksi sekunder akibat gelombang yang terperangkap). Sedangkan noise acak diantaranya: gelombang laut, angin, kendaraan yang lewat saat rekaman, dll. Gambar diatas diambil dari Kennett [1983] dengan beberapa modifikasi. Foto diatas adalah Prof. B.L.N. Kennett (sebelah kanan), bintang seismologi kaliber dunia. Sekarang [2007] menjabat sebagai direktur Research School of Earth Sciences, Australian National University.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 110

Ensiklopedi Seismik Online


Non Zero Apex
Adalah fenomena pada CDP (Common Depth Point) gather dengan puncak parabola (apex) tidak pada posisi offset sama dengan nol (non zero). Berikut contohnya:

Courtesy Kansas Geological Survey Non zero apex dapat terjadi pada akuisisi seismik 2D dimana jejak sinar seismik (ray path) tidak lurus atau tidak menghantam depth point akan tetapi malah menghantam litologi di sampingnya. Adanya penyimpangan ray path tersebut diakibatkan oleh prinsip Fermat.

Nyquist Frequency
Adalah frekuensi tertinggi yang dimiliki oleh gelombang seismik. Secara matematis Frekuensi Nyquist dituliskan sbb: FN=1/(2 x interval sampling) Sehingga jika interval sampling 0.0025 mili detik (2.5 detik) , maka Frekuensi Nyquist adalah 200Hz.
Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 111

Ensiklopedi Seismik Online


P-Wave
Jika bumi yang 'tenang' diberikan gangguan, misalnya diganggu dengan diledakannya sebuah dinamit, maka partikel-partikel material bumi tersebut akan bergerak dalam berbagai arah. Fenomena pergerakan partikel material bumi ini disebut dengan gelombang. Jika pergerakan partikel tersebut sejajar dengan arah penjalaran gelombang, maka disebut dengan gelombang kompresi (gelombang primer atau primary wave atau gelombang P). Gambar dibawah menunjukkan karakter material sebelum diganggu dan karakter gelombang P.

Courtesy of darylscience Rekaman seismik refleksi suatu eksplorasi migas merupakan rekaman gelombang P yang menjalar dari sumber (dinamit, vibroseis, dll.) ke penerima (geophone). Gelombang P menjalar dengan kecepatan tertentu. Jika melewati material yang bersifat kompak atau keras misalnya dolomit maka kecepatan gelombang P akan lebih tinggi dibanding jika melewati material yang 'lunak' seperti batulempung. Sebagai fungsi dari modulus bulk(k) , modulus geser (), dan densitas (), kecepatan gelombang P (Vp) adalah:

Vp=[(k+4/3)/]0.5
Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 112

Ensiklopedi Seismik Online


Perigram
Perigram adalah envelope amplitudo (Kuat Refleksi) dengan menghilangkan kembali komponen dc (lihat gambar). Komponen frekuensi rendah pada Kuat Refleksi dihitung sebagai berikut :

Selanjutnya komponen frekuensi rendah, B(t) dikurangi dari Kuat Refleksi, A(t), untuk memperoleh Perigram, g(t) :

Perigram sebagai envelope amplitudo (Kuat Refleksi) dengan menghilangkan komponen dc (Source Landmark, 1996). Pada dasarnya Perigram mempunyai kegunaan yang sama dengan Kuat Refleksi, tetapi Perigram memiliki nilai positif dan negatif sehingga dapat dianalisis dengan peta warna standar dan dapat digunakan untuk penggabungan jejak seismik atau peningkatan kualitas data. Sedangkan Kuat Refleksi hanya mempunyai komponen positifnya saja, sehingga tidak cocok untuk beberapa macam analisis dan prosesing.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 113

Ensiklopedi Seismik Online


Perigram X Cosinus Fasa
Hasil perkalian antara Perigram dan Cosinus Fasa menghasilkan atribut lain yang berguna (Shtivelman et al, op.cit. Landmark, 1996). Jejak seismik real didefinisikan sebagai perkalian amplitudo dan fasa:

Dengan kata lain, jejak real f(t), sama dengan Kuat Refleksi A(t), dikalikan dengan cosinus fasa, cos q(t).Perigram didefinisikan oleh :

Hasil perkalian Perigram dan Cosinus Fasa didefinisikan sebagai :

Dengan menggabungkan dengan definisi sebelumnya, kita peroleh :

dan,

Dengan kata lain, walaupun Perigram bernilai positif, hasil perkalian Perigram dengan Cosinus Fasa sama dengan data masukan f(t), dikali dengan jejak skalar, yang berharga kurang dari 1.

Jika Perigram bernilai perigram negatif maka amplitudo bernilai nol. Perigram X Cosinus Fasa berperan dalam menampilkan zona amplitudo tinggi dan event-event kontinyu. Bright Spot yang berasosiasi dengan gas sand, misalnya, akan terlihat secara jelas secara ketika reflektor energi rendah sekitar tereduksi menjadi nol.
Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 114

Ensiklopedi Seismik Online


Persamaan Faust
Adalah sebuah persamaan yang menguhubungkan sifat kecepatan gelombang (Vp) dengan sifat resistivity. Hubungannya adalah sbb:

Courtesy CGG Veritas Hampson Russell

Gambar dibawah ini adalah contoh real dari hubungan antara log sonic dengan log resistivity. Dari sini kita dapat mengetahui koefisien persamaan Faust (a dan c).

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 115

Ensiklopedi Seismik Online

Courtesy CGG Veritas Hampson Russell

Jika kita menganggap data log diatas sebagai sumur bor referensi, yang akan digunakan untuk memprediksi sumur bor lain (yang menjadi target) yang tidak memiliki log sonic tetapi memiliki log resistivity , maka tentu saja kita harus mempertimbangkan kemiripan karakteristik geologi sumur bor target dengan sumur bor referensi.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 116

Ensiklopedi Seismik Online


Berikut contoh perbandingan log sonic yang diperoleh dari log resistivity dengan log sonic yang sebenarnya.

Courtesy CGG Veritas Hampson Russell

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 117

Ensiklopedi Seismik Online


Petroleum System
Faktor-faktor yang menjadi perhatian studi Petroleum System adalah batuan sumber (source rocks), pematangan (maturasi), reservoir, migrasi, timing, perangkap (trap), batuan penyekat (sealing rock) dan fracture gradient. SOURCE ROCKS Source rocks adalah endapan sedimen yang mengandung bahan-bahan organik yang dapat menghasilan minyak dan gas bumi ketika endapan tersebut tertimbun dan terpanaskan. Bahan-bahan organik yang terdapat didalam endapan sedimen selanjutnya dikenal dengan kerogen (dalam bahasa Yunani berarti penghasil lilin). Terdapat empat tipe kerogen: Tipe I: bahan- bahan organic kerogen Tipe I merupakan alga dari lingkungan pegendapan lacustrine dan lagoon.Tipe I ini dapat mengkasilkan minyak ringan (light oil) dengan kuallitas yang bagus serta mampu menghasilkan gas. Tipe II: merupakan campuran material tumbuhan serta mikroorganisme laut. Tipe ini merupakan bahan utama minyak bumi serta gas. Tipe III: Tanaman darat dalam endapan yang mengandung batu bara. Tipe ini umumnya menghasilkan gas dan sedikit minyak. Tipe IV: bahan-bahan tanaman yang teroksidasi. Tipe ini tidak bisa menghasilkan minyak dan gas. Kandungan kerogen dari suatu source rock dikenal dengan TOC (Total Organic Carbon), dimana standar minimal untuk 'keekonomisan' harus lebih besar dari 0.5%. Implikasi penting dari pengetahuan tipe kerogen dari sebuah prospek adalah kita dapat memprediksikan jenis hidrokarbon yang mungkin dihasilkan (minyak, gas, minyak & gas bahkan tidak ada migas). MATURASI Maturasi adalah proses perubahan secara biologi, fisika, dan kimia dari kerogen menjadi minyak dan gas bumi.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 118

Ensiklopedi Seismik Online


Proses maturasi berawal sejak endapan sedimen yang kaya bahan organic terendapkan. Pada tahapan ini, terjadi reaksi pada temperatur rendah yang melibatkan bakteri anaerobic yang mereduksi oksigen, nitrogen dan belerang sehingga menghasilkan konsentrasi hidrokarbon. Proses ini terus berlangsung sampai suhu batuan mencapai 50 derajat celcius. Selanjutnya, efek peningkatan temperatur menjadi sangat berpengaruh sejalan dengan tingkat reaksi dari bahan-bahan organik kerogen. Karena temperatur terus mengingkat sejalan dengan bertambahnya kedalaman, efek pemanasan secara alamiah ditentukan oleh seberapa dalam batuan sumber tertimbun (gradien geothermal). Gambar dibawah ini menunjukkan proporsi relatif dari minyak dan gas untuk kerogen tipe II, yang tertimbun di daerah dengan gradien geothermal sekitar 35 C km -1 .

From OpenLearn - LearningSpace


Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 119

Ensiklopedi Seismik Online


Terlihat bahwa minyak bumi secara signifikan dapat dihasilkan diatas temperature 50 C atau pada kedalaman sekitar 1200m lalu terhenti pada suhu 180 derajat atau pada kedalaman 5200m. Sedangkan gas terbentuk secara signifikan sejalan dengan bertambahnya temperature/kedalaman. Gas yang dihasilkan karena factor temperatur disebut dengan termogenic gas, sedangkan yang dihasilkan oleh aktivitas bakteri (suhu rendah, kedalaman dangkal <600m). Gambar di bawah ini merupakan contoh penampang kedalaman dari lapisan-lapisan batuan sumber, serta prediksi temperatur dengan cara menggunakan contoh kurva di atas. Dari penampang ini dapat diprediksikan apakah source tersebut berada dalam oil window, gas window, dll. Metoda ini dikenal dengan metoda Lopatin ( 1971). Terlihat jelas, metoda Lopatin hanya berdasarkan temperature dan mengabaikan efek reaksi kimia serta biologi.

Courtesy Fettes College RESERVOIR Adalah batuan yang mampu menyimpan dan mengalirkan hidrokarbon. Dengan kata lain batuan tersebut harus memiliki porositas dan permeabilitas. Jenis reservoir umumnya batu pasir dan batuan karbonat dengan porositas 15-30% (baik
Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 120

Ensiklopedi Seismik Online


porositas primer maupun sekunder) serta permeabilitas minimum sekitar 1 mD (mili Darcy) untuk gas dan 10 mD untuk minyak ringan (light oil). Berikut contoh-contoh reservoir berikut nilai porositas, permeabilitas, dll.

From OpenLearn - LearningSpace

MIGRASI Migrasi adalah proses trasportasi minyak dan gas dari batuan sumber menuju reservoir. Proses migrasi berawal dari migrasi primer (primary migration), yakni transportasi dari source rock ke reservoir secara langsung. Lalu diikuti oleh migrasi sekunder (secondary migration), yakni migrasi dalam batuan reservoir nya itu sendiri (dari reservoir bagian dalam ke reservoir bagian dangkal).

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 121

Ensiklopedi Seismik Online

From OpenLearn - LearningSpace

Prinsip dasar identifikasi jalur-jalur migrasi hidrokarbon adalah dengan membuat peta reservoir. Kebalikannya dari air sungai di permukaan bumi, hidrokarbon akan melewati punggungan (bukit-bukit) dari morfologi reservoir. Daerah yang teraliri hidrokarbon disebut dengan drainage area (Analogi Daerah Aliran Sungai di permukan bumi). Jika perangkap tersebut telah terisi penuh (fill to spill) sampai spill point, maka hidrokarbon tersebut akan tumpah (spill) ke tempat yang lebih dangkal. Berikut contohnya:

Courtesy Sintef
Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 122

Ensiklopedi Seismik Online


TIMING Waktu pengisian minyak dan gas bumi pada sebuah perangkap merupakan hal yang sangat penting. Karena kita menginginkan agar perangkap tersebut terbentuk sebelum migrasi, jika tidak, maka hidrokarbon telah terlanjur lewat sebelum perangkap tersebut terbentuk. TRAP Terdapat macam-macam perangkap hidrokarbon: perangkap stratigrafi (D), perangkap struktur (A-C) dan kombinasi (E).

From OpenLearn - Learning Space SEAL Seal adalah system batuan penyekat yang bersifat tidak permeable seperti batulempung/mudstone, anhydrite dan garam. FRACTURE GRADIENT Didalam evaluasi prospek, kurva fracture gradient diperlukan diantaranya untuk memprediksi sejauh mana overburden rocks mampu menahan minyak dan gas bumi. Semakin tebal suatu overburden, maka semakin banyak volume hydrocarbon yang mampu ditahan. Gambar dibawah ini menunjukkan kurva fracture gradient dari gas, minyak dan air formasi dari sebuah lapangan. Berdasarkan kurva ini, jika kita memiliki sebuah perangkap dengan ketebalan overburden (c), maka ketebalan kolom gas maksimal yang mampu ditahan adalah (c-a), dan ketebalan kolom minyak adalah (c-b), selebihnya hidrokarbon tersebut akan merembes keluar penyekat.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 123

Ensiklopedi Seismik Online

Poisson Impedance
Adalah sebuah atribut yang diturunkan dari kombinasi P Impedance ( Vp) dan S Impedance ( Vs). Poisson Impedance diklaim sebagai atribut yang berhubungan langsung dengan indicator hidrokarbon. Ide dasar dari Poisson Impedance dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Courtesy Quakenbush et al. [2006]


Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 124

Ensiklopedi Seismik Online


Pada gambar diatas, terlihat bahwa dari sifat AI (Acoustic Impedance = P Impedance) dan SI (shear Impedance) , oil sand tidak begitu jelas terpisahkan dari brine sand dan shale. Untuk memisahkan litologi tersebut, Quakenbush et al. [2006], mengusulkan untuk mengekstrak sifat PI (Poisson Impedance) dengan cara melakukan rotasi dari krosplot tersebut . Secara matematis, hubungan PI, SI dan AI dapat dituliskan sbb: PI=AI-cSI, dimana c merupakan parameter rotasi. Pada prakteknya parameter c adalah inverse dari kemiringan hubungan litologi dan fluida [Hampson-Russell]. Sehingga jika kita mengadopsi persamaan Castagna [1996] untuk batupasir yang tersaturasi air i.e. Vs=0.8042Vp-0.8559 (lihat topik Vp/Vs), maka c=1/0.8042 = 1.24. Gambar dibawah ini menunjukkan log Poisson Impedance, Acoustic Impedance, Shear Impedance. Dari gambar tersebut terlihat bahwa, level reservoir yang megandung gas lebih mudah diamati pada log Poisson Impedance.

Courtesy Hampson-Russell

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 125

Ensiklopedi Seismik Online


Poissons Ratio
Poissons Ratio adalah sebuah konstanta elastik yang merepresentasikan sifat fisis batuan. Pengertian fisis Poissons Ratio dapat dijelaskan dengan contoh sbb: bayangkan sebuah sampel batuan yang berbentuk selinder dengan panjang L dan jari-jari R. Sampel tersebut ditekan dengan gaya berkekuatan F. Karena tekanan tersebut maka panjang sample akan memendek dan jari-jarinya akan melebar. Jika perubahan panjangnya adalah dL dan perubahan jari-jarinya adalah dR, maka besaran Poissons Ratio adalah dR/dL. Poissons Ratio dapat dituliskan sebagai fungsi dari kecepatan gelombang kompresi dan geser:

Berdasarkan hasil uji laboratorium, setiap batuan memiliki nilai Poissons Ratio yang spesifik, misalnya: Sedimen laut dangkal (Hamilton, 1976) memiliki kisaran Poissons Ration antara 0.45-0.50; Batupasir tersaturasi air garam (Domenico, 1976): 0.41; Batupasir tersaturasi gas (Domenico, 1976): 0.10. Dari hasill uji lab Domenico (1976) kita melihat bahwa batupasir yang tersaturasi gas memiliki Poissons Ratio 25% lebih rendah dibandingkan batupasir yang tersaturasi air garam. Adanya kontras Poissons Ratio yang tajam pada lapisan batuan akibat kehadiran gas, seringkali sifat fisis ini digunakan untuk mendeterminasi zona akumulasi gas. Gambar dibawah ini menunjukkan hubungan antara besaran Poissons Ratio sebagai fungsi dari prosentase kehadiran gas dalam batuan bersamaan dengan sifat kecepatan gelombang.

Ostrander, 1984
Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 126

Ensiklopedi Seismik Online


Polaritas Normal - Reverse
Saat ini terdapat dua jenis konvesi polaritas: Standar SEG (Society of Exporation Geophysicist) dan Standar Eropa. Keduanya berkebalikan. Gambar dibawah ini menunjukkan Polaritas Normal dan Polaritas 'Reverse' untuk sebuah wavelet fasa nol (zero phase) dan fasa minimum (minimum phase) pada kasus Koefisien Refleksi atau Reflection Coefficient (KR atau RC) meningkat (RC positif) yang terjadi pada contoh batas air laut dengan dasar laut/lempung.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 127

Ensiklopedi Seismik Online


Contoh penentuan polaritas pada data seismik real, seabed ditunjukkan dengan trough (merah), hal ini berarti polaritas seismik yang digunakan adalah normal SEG.

Preserve-Non Preserve Amplitude


Adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan status data seismik, yakni apakah sudah diterapkan proses Gain atau belum. Preserve amplitude adalah data original sebelum terapkan gain, sedangkan non preserve adalah data seismik setelah diterapkan gain. Untuk keperluan interpretasi seismik, pemetaan horizon, sesar, struktur , dll., sebaiknya menggunakan data non preserve amplitude, dimana efek kehilangan energi akibat spherical divergensi telah dihilangkan. Sedangkan preserve amplitude digunakan untuk berbagai komputasi geofisika lanjut seperti seismik atribut, seismik inversi, AVO, dll. Namun, untuk keperluan display, time-variant gain kadang-kadang diterapkan pada data yang akan digunakan untuk berbagai komputasi geofisika diatas asalkan zona targetnya bersifat lateral.
Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 128

Ensiklopedi Seismik Online


Prewhitening
Prewhitening adalah pembobotan matrix pada proses deconvolusi (lihat subject deconvolusi) dengan menambahkan sebuah konstanta dengan rentang 0 s.d 1 untuk memberikan kestabilan dalam komputasi numerik.

Remote Resistivity Reservoir Mapping (R3M)


Akhir-akhir ini, metodologi R3M semakin populer digunakan untuk mendeteksi apakah sebuah reservoir mengandung hidrokarbon (HC) atau tidak.

(from Srnka, 2007) Penggunaan R3M dalam mendeteksi HC berangkat dari pemahaman bahwa terdapat perbedaan sifat fisika (dalam hal ini adalah RESISTIVITAS) antara reservoir yang mengandung HC dan tidak (saline brine). Gambar diatas (kanan) menunjukkan bahwa reservoir yang mengandung HC akan memiliki resistivitas lebih tinggi daripada reservoir yang tidak megandung HC (mengandung saline brine). Jika kita melihat tabel diatas (kiri), survey R3M akan memiliki tantangan yang serius jika kontras resistivitas antara reservoir yang mengandung HC dan yang tidak mengandung HC terlalu kecil. Walaupun demikian, kita masih memiliki harapan jika kontras resistivitas tersebut cukup besar.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 129

Ensiklopedi Seismik Online

from Srnka, 2007 Berdasarkan tabel di atas, frekuensi sinyal R3M berkisar antara ~0.125 sampai 20Hz. Terlihat jelas bahwa R3M memiliki irisan dengan frekuensi gelombang seismik refleksi (i.e. 10 120 Hz). Akan tetapi pada prakteknya, kisaran frekuensi R3M yang digunakan sangat kecil (sekitar 0.125 s.d 2.0Hz). Teknik pengambilan data R3M serupa dengan teknik pengambilan data seismik 2D OBC (Ocean Botton Cable). Sumber listrik (Source) ditarik oleh sebuah kapal survey dengan kecepatan 1-2 knot. Posisi sumber ditempatkan berapa beberapa meter diatas dasar laut (25-30m), sedangkan penerima (receivers) ditempatkan pada dasar laut. Perhatikanlah sketsa pengambilan data R3M dan perangkat-perangkatnya pada gambar dibawah ini:

(From Amundsen, 2006)


Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 130

Ensiklopedi Seismik Online

(from Rosten et al., emgs) Gambar dibawah menunjukkan respon data R3M untuk sebuah survey. Pada Gambar A, titik-titik MERAH menunjukkan respon untuk reservoir yang mengandung HC dan PUTIH untuk latar belakang saline brine (wet). Sementara gambar (B) adalah rasio antara kasus HC dan kasus saline brine (wet). Pada gambar B terlihat jelas bahwa kehadiran HC akan menghasilkan respon peningkatan magnitude lalu penurunan megnitudo resistivitas sejalan dengan bertambahnya offset.

Gambar A (modified from Johansen, 2008)


Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 131

Ensiklopedi Seismik Online

Gambar B (modified from Johansen, 2008)

Referensi: Amundsen, et. al, Decomposition of electromagnetic fields into upgoing and downgoing components, Geophysics, vol 71, no 5, October 2006. Johansen, S., et al., How EM survey analysis validates current technology, processing and interpretation methodology, first break vol 26 June 2008. Rosten, T., et.al, Stat Oil R&D Center, Norsk Hydro R&D Center, Electromagnetic Geoservices (emgs), Earth and Planetary Exploration Services (EPX). Srnka, L.J. (ExxonMobil Upstream Research Company, Houston, TX), EGM 2007 International Workshop, Innovation in EM, Grav and Mag Methods: a new Perspective for Exploration Capri, Italy, April 15 18, 2007.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 132

Ensiklopedi Seismik Online


Reflection Strength
Kuat refleksi didefinisikan sebagai envelop dari jejak seismik (lihat gambar). Untuk masing-masing sampel waktu, Kuat Refleksi dirumuskan sebagai :

Sehingga kuat refleksi selalu bernilai positif dan selalu mempunyai magnitudo yang sama dengan jejak seismik real.

Jejak Kuat Refleksi (b) sebagai envelop amplitudo dari jejak Reflektivitas (a) (Redrawn from Landmark, 1996)

Kuat Refleksi memberikan informasi mengenai kontras Impedansi Akustik. Perubahan lateral pada Kuat Refleksi sering berasosiasi dengan perubahan litologi secara umum dan berasosiasi dengan akumulasi hidrokarbon. Reservoir gas secara khusus, sering muncul sebagai refleksi amplitudo tinggi atau lebih dikenal dengan bright spot. Perubahan tajam pada Kuat Refleksi bisa berasosiasi dengan struktur patahan atau zona pengendapan misalnya channels. Kuat Refleksi juga berguna untuk identifikasi perlapisan batuan dan membantu untuk mendeskripsi satu reflektor masif seperti ketidakselarasan dari kelompok komposit reflektor.
Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 133

Ensiklopedi Seismik Online


Reflectivity
Reflektivitas adalah kontras Impedansi Akustik (IA) pada batas lapisan batuan sediment yang satu dengan batuan sediment yang lain. Besar-kecilnya nilai reflektivitas selain tergantung pada Impedansi Akustik, juga tergantung pada sudut datang gelombang atau jarak sumber-penerima. Di dalam seismik refleksi, reflektivitas biasanya ditampilkan pada jarak sumber-penerima sama dengan nol (zero offset) sehingga dapat diformulasikan sbb:

Reflektivitas berbanding lurus dengan amplitudo gelombang seismik refleksi. Jika reflektivitas semakin tinggi, maka amplitudo-nya pun semakin tinggi pula. Gambar dibawah ini menunjukkan hubungan reflektivitas, amplitudo dan impedansi akustik.

Resolusi seismik
Resolusi seismik adalah kemampuan untuk memisahkan dua reflektor yang berdekatan. Didalam dunia seismik, resolusi terbagi dua: resolusi vertikal (temporal) dan lateral (spasial).

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 134

Ensiklopedi Seismik Online


Resolusi vertikal didefinisikan dengan panjang gelombang seismik (), dimana = v/ f dengan v adalah kecepatan gelombang seismik (kompresi) dan f adalah frekuensi. Frekuensi dominan gelombang seismik bervariasi antara 50 and 20 Hz dan semakin berkurang terhadap kedalaman.

Tabel dibawah ini menunjukkan contoh hubungan antara v , f dan :

Dari tabel diatas kita melihat bahwa untuk anomali dangkal dengan kecepatan gelombang seismik 2500 m/s dan frekuensi 50Hz diperoleh resolusi vertikal 12.5 meter, artinya batas minimal ketebalan lapisan (ketebalan tuning / tuning thickness) yang mampu dilihat oleh gelombang seismik adalah 12.5 meter. Widess[1973] dalam papernya 'How thin is a thin bed', Geophysics, mengusulkan 1/8 sebagai batas minimal resolusi vertikal. Akan tetapi dengan mempertimbangkan kehadiran noise dan efek pelebaran wavelet terhadap kedalaman maka batas minimal resolusi vertikal yang dipakai adalah 1/4. Resolusi lateral dikenal dengan zona Fresnel (r) dengan:

Dengan t adalah waktu tempuh gelombang seismik (TWT/2).

Untuk anomali dalam dengan waktu tempuh 4s, v 5500 m/s dan f 20 Hz, batas minimal lebar anomali yang mampu dilihat oleh gelombang seismik adalah 1229.8 meter.
Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 135

Ensiklopedi Seismik Online


Reverse Time Migration (RTM)
Adalah salah satu metoda migrasi mutakhir yang mampu menangani proses migrasi pada struktur yang kompleks (iluminasi gelombang yang terbatas, dip yang tinggi >85 derajat, gelombang prisma, dll.) - yang sebelumnya tidak bisa ditangani oleh metoda migrasi konvensional (Stolt, Wave Equation Migration -WEM, Kirchhoff, dll.). Kelebihan RTM tersebut karena metoda ini melakukan solusi persamaan gelombang dalam dua arah (forward dan reverse): 1. Pemodelan ke depan (forward modelling) dari sumber gelombang, jadi seandainya kita memiliki sumber gelombang di permukan bumi, maka hasil modelingnya merupakan downgoing waves. 2. Reverse time modelling dari receiver dengan waktu terbalik (waktu paling akhir terlebih dahulu). 3. Kros Korelasi (Cross Correlation) dari hasil (1) dan (2). 4. Penjumlahan dari sample-sample yang dihasilkan sehingga diperoleh cube seismic. Dengan proses (1) dan (2) di atas seolah-olah kita 'menyinari ' objek bawah permukaan dari dua arah (dari arah atas dan dari arah bawah). Contoh di bawah ini menunjukkan kelebihan RTM (kanan) dibandingkan dengan WEM (kiri) untuk mempertajam perangkap stratigrafi akibat intrusi garam. Untuk kasus di Indonesia, metoda RTM mungkin berguna untuk mempertajam perangkap stratigrafi dengan dip yang besar atau potensial perangkap dalam di bawah carbonate (?).

Courtesy of Paul Farmer (GX Technology), 2006.


Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 136

Ensiklopedi Seismik Online


Rich Azimuth Seismic (RAZ)
Adalah metoda pengambilan data seismik 3 dimensi (3-D) yang merupakan kombinasi antara seismik multi-azimuth (MAZ) dan wide azimuth (WAZ) (lihat entry mengenai seismik multi-azimuth dan wide azimuth pada blog ini). Tujuan dari pengambilan data dengan metoda ini adalah untuk membuat distribusi offset-azimuth yang merata ke semua arah. Hal ini dijelaskan pada gambar di bawah ini:

Courtesy Howard, M, Marine seismic surveys with enhanced azimuth coverage: Lessons in survey design and acquisition, The Leading Edge, April 2007. Gambar di atas menunjukkan konsep rich azimuth survey, yang digambarkan sebagai MAZ + WAZ = RAZ. Panel atas menggambarkan diagram rose dari distribusi offset-azimuth. Warna panas (merah) menunjukkan jumlah fold yang tinggi dan warna dingin (biru) menunjukkan jumlah fold yang rendah. Panel bawah menunjukkan posisi kapal (bintik hitam) dan kabel perekam (garis hijau) untuk masing-masing survey. Panel kiri menunjukkan distribusi offset-azimuth untuk survey MAZ, dengan azimuth 3 arah, tetapi tiap arah memiliki azimuth yang sempit. Panel tengah menunjukkan distribusi offset-azimuth untuk survey WAZ, dengan azimuth yang cukup lebar, tetapi hanya ke satu arah. Panel kanan menunjukkan distribusi offset-azimuth untuk survey RAZ, dengan azimuth yang lebar dan memiliki distribusi ke 3 arah. Artikel ini kontribusi Befriko Murdianto, Chevron Indonesia Company
Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 137

Ensiklopedi Seismik Online


RMS Velocity
Perhatikan model bumi yang tersusun atas beberapa interval perlapisan batuan yang horizontal. Setiap lapisan memiliki kecepatan gelombang seismik tertentu.

Setiap lapisan memiliki kecepatan interval (V1, V2, V3,...,Vn), n adalah jumlah lapisan. Sehingga kecepatan RMS sampai titik tertentu pada lapisan ke-n adalah:

Dari persamaan diatas terlihat bahwa kecepatan rms merupakan kecepatan interval yang diberikan nilai weighting (pembobotan).

Rocks Physics Analysis


Untuk memahami karakter dan sifat fisis batuan dan fluida diperlukan sebuah analisis fisika batuan (rock physics analysis). Dengan tujuan utamanya adalah mencari suatu sifat fisis yang dapat memisahkan antara zona prospek dengan zona yang tidak prospek. Sifat-sifat fisis yang dimaksud diantaranya: kecepatan gelombang seismik P (Vp), kecepatan gelombang seismik S (Vs), Poissons Ratio, Impedansi Akustik, Lambda-Rho, MuRho, dll. Gambar dibawah adalah contoh analisis fisika batuan untuk memisahkan non-pay, gas-pay, wet-shally, dll.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 138

Ensiklopedi Seismik Online

Courtesy Chopra, CSEG, 2006 Data yang ditampilkan dalam plot diatas biasanya diperoleh dari data sumur atau data hasil inversi seismik. Plot diatas sangat berguna diantaranya untuk konversi sebuah peta sifat fisis ke peta sifat fisis yang lainnya.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 139

Ensiklopedi Seismik Online


Seismik inversi
Seismik inversi adalah proses pemodelan geofisika yang dilakukan untuk memprediksi informasi sifat fisis bumi berdasarkan informasi rekaman seismik yang diperoleh. Upaya inversi merupakan kebalikan (inverse) dari upaya pengambilan data seismik (forward modeling). Sebagaimana yang kita ketahui forward modeling adalah operasi konvolusi antara wavelet sumber dengan kontras impedansi akustik bumi (koefisien refleksi). Proses inversi merupakan proses 'pembagian' rekaman seismik terhadap wavelet sumber yang diprediksi.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 140

Ensiklopedi Seismik Online

Courtesy Ashley Francis, Earthworks Environment & Resources Ltd. - U.K

Berdasarkan gambar diatas kita melihat bahwa secara bebas dapat dikatakan bahwa impedansi akustik (hasil inversi) merepresentasikan sifat fisis 'internal' batuan sedangkan rekaman seismik merepresentasikan 'batas batuan'. Sehingga hasil inversi dapat digunakan untuk menginterpretasi perubahan fasies dalam suatu horizon geologi. (Sebenarnya bagi ahli geofisika, sifat fisis internal pun dapat 'dilihat' berdasarlam karakter amplitudo atau frekuensi rekaman seismiknya, anda setuju?). Pemilihan 'wavelet yang diprediksi' pada proses inversi merupakan prosedur yang sangat penting, anda harus yakin betul bahwa sifat 'wavelet yang diprediksi' mencerminkan horizon yang menjadi target anda. Caranya ? diantaranya dengan mengekstrak wavelet pada horizon yang menjadi target inversi. Inipun tidak ada jaminan...karena sifat wavelet yang tergantung terhadap fasa dan attenuasi.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 141

Ensiklopedi Seismik Online


Dikarenakan bandwith frekuensi gelombang seismik terbatas (band limited), maka kontribusi impedansi akustik (IA) dari komponen frekuensi rendah diperlukan. Secara praktis, komponen frekuensi rendah ini diperoleh dari informasi sumur (well) dan ditambahkan untuk mendapatkan impedansi akustik absolut. IA absolut = IA seismik (band limited: 10-70Hz) + IA sumur (frekuensi rendah: <10hz).> 8200. Dengan logika ini kita dapat menampilkan IA dengan nilai > 8200 untuk melihat karakter penyebaran batu pasir tersebut (lihat gambar di bawah ini).

Courtesy Ashley Francis, Earthworks Environment & Resources Ltd. - U.K

Gambar di bawah merupakan penampang IA (slice). Perhatikan interpretasi batupasir dalam 'channeling system' berdasarkan kontras IA.

Courtesy Ashley Francis, Earthworks Environment & Resources Ltd. - U.K

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 142

Ensiklopedi Seismik Online


Seismic Record
Rekaman seismik dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari tras seismik. Jika ditampilkan dalam penampang dua dimensi, ke arah lateral mencerminkan jarak atau lokasi dan ke arah vertical mencerminkan waktu (two way travel time/ TWT) atau kedalam (apabila telah di migrasi kedalaman / depth migration). Contoh rekaman seismik ditunjukkan pada gambar di bawah ini dengan batas antara lapisan-lapisan batuan diinterpretasi sebagai puncak maupun palung amplitudo-nya.

Seismic Reference Datum (SRD)


Adalah level maya yang menunjukkan rekaman seismik berada pada waktu tempuh nol. Pada data seismik laut, SRD biasanya didefinisikan dengan muka air lautnya itu sendiri (Mean Sea Level). Pada data seismik darat, SRD adalah level acuan semu pada koreksi statik sehingga trace-trace seismik mencerminkan kontinuitas reflektor. Gambar di bawah ini menunjukkan datum atau SRD dalam sebuah koreksi statik. A,B,C adalah trace-trace seismik yang terekam pada posisi A, B, C sebelum koreksi statik. Sedangkan A, B, C adalah trace-trace seismik setelah koreksi statik dengan acuan level datum (SRD) garis putus-putus merah.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 143

Ensiklopedi Seismik Online

Pada gambar diatas terlihat bahwa: A memiliki nilai koreksi nol. B adalah B + waktu tempuh b (waktu tempuh b = (kedalaman b / Velocity 1)x2) Cadalah C- waktu tempuh c (waktu tempuh c = (kedalaman c / Velocity 1)x2)

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 144

Ensiklopedi Seismik Online


Seismic Trace
Seismic trace atau tras seismik adalah data seismik yang terekam oleh satu perekam (geophone). Tras seismik mencerminkan respon dari medan gelombang elastik terhadap kontras impedansi akustik (reflektivitas) pada batas lapisan batuan sediment yang satu dengan batuan sediment yang lain. Secara matematika, tras seismik merupakan konvolusi antara wavelet sumber gelombang dengan reflektivitas bumi, sehingga: Tras seismik = wavelet sumber gelombang * reflektivitas Secara grafis ditunjukkan pada gambar di bawah ini:

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 145

Ensiklopedi Seismik Online


Seismic Velocity
Didalam seismologi terdapat beberapa macam kecepatan, diantaranya: kecepatan interval (interval velocity), kecepatan sesaat ( instantaneous velocity), kecepatan semu (apparent velocity), kecepatan rms (rms velocity), kecepatan rata-rata (average velocity), kecepatan tengah (mean velocity), kecepatan stack (stacking velocity), kecepatan horisontal (horizontal velocity), kecepatan vertikal (vertical velocity), kecapatan fasa (phase velocity), kecepatan grup (group velocity), kecepatan gelombang P (P-wave velocity), kecapatan gelombang S (S-wave velocity), kecepatan migrasi (migration velocity), kecepatan lapisan lapuk (weathering velocity), dll. Jenis-jenis kecapatan diatas dibagi menjadi dua: kecepatan fisis (physical velocities) dan kecepatan pengukuran (velocity measures.). Kecepatan fisis adalah kecepatan aktual perambatan gelombang, contoh: instantaneous velocity, P- dan S-wave velocities, phase dan group velocity. Sedangkan kecepatan pengukuran diturunkan dari analisa data seismik yang memprediksi kecepatan fisis, diantaranya: average, mean, dan rms velocities, interval velocity, stacking velocity, apparent velocity, dan migration velocity.

Courtesy Margrave, G. F. (2001)


Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 146

Ensiklopedi Seismik Online


Seismik Multikomponen
Akuisisi data seismik konvensional baik 2D, 3D maupun 4D hanyalah menggunakan geophone 1 komponen. Komponen tersebut adalah komponen vertikal yang hanya didesain untuk merekam gelombang kompresi (gelombang P). Sedangkan geophone yang digunakan dalam seismik multikomponen, baik 3C (three component) maupun 4C (four component) selain memiliki komponen vertikal, juga memiliki komponen horizontal yang didesain untuk merekam gelombang geser (shear wave / gelombang S). Geophone 3 komponen mengukur pergerakan partikel secara vertikal (atas-bawah) dan dua arah horizontal (timur-barat dan utara-selatan). Komponen timur-barat disebut EW dan komponen utara selatan disebut NS. Berikut ilustrasinya:

Komponen geophone vertikal (warna hijau) memiliki kemampuan mencatat gelombang P lebih baik dibanding gelombang S, sedangkan komponen horizontal (warna merah dan biru) akan merekam gelombang S lebih baik dibanding merekam gelombang P (mengapa? lihat definisi gelombang P dan S dalam blog ini). Gelombang S itu sendiri merupakan gelombang yang terkonversi dari gelombang P akibat menghantam reflektor, selanjutnya disebut dengan (PS), sementara gelombang P yang terefleksikan disebut dengan (PP) , lihat gambar dibawah ini:

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 147

Ensiklopedi Seismik Online

Courtesy Western Geco - Schlumberger

Didalam prakteknya, kedua komponen gelombang yang terekam secara horizontal tersebut akan dikalkulasi lebih lanjut sehingga diperoleh komponen gelombang yang lain yaitu gelombang SH (Tangensial) dan SV (Radial), melalui persamaan: SV=(NS cos )+(EW sin ) 1) SH=(-NS sin )+(EW cos ) 2)

merupakan azimuth, yakni sudut yang dibentuk oleh proyeksi horizontal sumber penerima terhadap arah utara. Dikarenakan kecepatan gelombang P lebih tinggi (~2 kali) daripada gelombang S, maka waktu tempuh nya pun berbeda.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 148

Ensiklopedi Seismik Online

Gambar sebelah kiri adalah rekaman PP dan kanan adalah rekaman PS, perhatikan TWT PS sekitar 2X TWT PP. Courtesy: Lawton, Don C, et al., 2001, Multicomponent survey at Calgary AirportCREWES Research Report Volume 13

Didalam akuisisi seismik, untuk menempatkan geophone multicomponent sangatlah susah, menurut laporan CREWES, untuk crew yang sangat berpengalamanpun error azimuth dapat mencapai 10 derajat. Didalam industri, aplikasi Multicomponen geophone atau Multicomponent seismic memiliki kelebihan yang tidak bisa diberikan oleh geophone komponen tunggal. Kelebihan itu diantaranya memberikan prediksi gas cloud, Lambda Mu Rho, analisis Vp/Vs, shear wave splitting untuk mendelineasi orientasi fracture/anisotropy, dll. Persamaan 1 dan 2 diatas courtesy: Agus Abdullah, 2007, PhD Thesis, Research School of Earth Sciences, Australian National University. Referensi tambahan: Bland, H.C, Robert R. Stewart, 1996, Geophone orientation, location, and polarity checking for 3-C seismic surveys, CREWES Research Report Volume 8.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 149

Ensiklopedi Seismik Online


Semblance, dll.
Perhatikan tras-tras seismik dalam sebuah CDP (Common Depth Point) setelah koreksi NMO diterapkan. Asumsikan jumlah tras seismik tersebut adalah n dan amplitudo masing-masing tras dalam waktu (t) tertentu adalah w. Maka Amplitudo Stacking dan Semblance dapat dituliskan sbb:

Shear Wave
Jika bumi yang 'tenang' diberikan gangguan, misalnya diganggu dengan diledakannya sebuah dinamit, maka partikel-partikel material bumi tersebut akan bergerak dalam berbagai arah. Fenomena pergerakan partikel material bumi ini disebut dengan gelombang. Jika pergerakan partikel tersebut tegaklurus dengan arah penjalaran gelombang, maka disebut dengan gelombang geser (shear wave) (gelombang sekunder atau secondary wave atau gelombang S). Gambar dibawah menunjukkan karakter material sebelum diganggu dan karakter gelombang S.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 150

Ensiklopedi Seismik Online

Courtesy of darylscience

Sebagai fungsi dari modulus geser (), dan densitas (), kecepatan gelombang S (Vs) adalah:

Vs=[/]0.5

Shear Wave Splitting


Shear Wave Splitting merupakan studi untuk menganalisis tingkat anisotropi (lihat subject anisotropi pada blog ini) dari sebuah medium. Dalam hal ini azimuthal anisotropy. Pemisahan (splitting) dari gelombang S tersebut diakibatkan oleh perbedaan waktu tempuh (delay time atau ) antara dua komponen gelombang S yang saling tegak lurus satu sama lain. Ingat, gelombang S memiliki komponen SV dan SH, SV adalah gelombang S yang bergerak secara vertikal dan SH adalah gelombang S yang bergerak secara horizontal, berikut ilustrasinya:

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 151

Ensiklopedi Seismik Online

Jika gelombang S melewati sebuah medium homogen isotropis, maka waktu tempuh gelombang SV akan sama dengan waktu tempuh gelombang SH (lihat persamaan matematika pada subject seismic multicomponent pada blog ini untuk menurunkan gelombang SH dan SV dari sebuah survey seismik multicomponent). Sedangkan jika terdapat perbedaan sifat fisis (contoh: foliasi mineral) maupun perbedaan karakter struktur medium (contoh: orientasi fracture) ke arah vertikal maupun ke arah horizontal maka akan menghasilkan waktu tempuh yang berbeda bagi kedua jenis gelombang tersebut, fenomena perbedaan waktu tempuh tersebut dikenal dengan shear wave splitting. Berikut ilustrasinya untuk sebuah gelombang S yang melewati medium dengan fracture vertikal:

Dari gambar diatas terlihat bahwa sebuah gelombang S yang melewati medium dengan fracture berorientasi vertikal akan meghasilkan pemisahan komponen SH dan SV dengan SV datang lebih cepat (lebih awal) dibandingkan SH yang datang lebih lambat. Dengan kata lain gelombang S yang merambat tegak lurus dengan fracture akan datang lebih lambat sedangkan gelombang S yang sejajar dengan fracture akan datang lebih cepat. Jika kita kembangkan lebih lanjut, delay time () akan semakin besar jika gelombang S merambat tegak lurus dengan fracture dan semakin kecil jika merambat sejajar dengan fracture.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 152

Ensiklopedi Seismik Online


Dengan mempergunakan logika di atas, multi azimuth atau wide azimuth seismic (lihat kedua subject tersebut pada blog ini) dengan multicomponent geophone dapat dipergunakan untuk mendeterminasi orientasi fracture. Dengan menghitung tingkat anisotropi (baca delay time) pada berbagai azimuth anda akan mendapatkan gambaran orientasi fracture pada zona bersangkutan. Sehingga pada reservoar dengan porositas sekunder, dalam hal ini porositas akibat fracture. Studi shear wave splitting dapat membantu untuk menempatkan posisi sumur bor sedemikian rupa sehingga produksi hidrokarbon lebih optimal. Sebagai informasi tambahan, tingkat homogenitas medium dapat dijustifikasi oleh resolusi seismik, sehingga medium dengan derajat keheterogenan lebih kecil dari resolusi seismik masih dipertimbangkan sebagai medium homogen (Backus, 1962). Sebagai konsekuensi teori Backus tersebut, anda jangan bermimpi untuk mendeteksi fracture reservoar yang berada di bawah resolusi seismik.

Slant Stack - Radon Transform


Slant Stack atau Transformasi Radon adalah teknik penjumlahan tras-tras seismik pada sudut tertentu yang ditujukan untuk memperjelas kehadiran reflector miring dan ditujukan juga untuk meningkatkan rasio signal terhadap noise (SNR-Signal to Noise ratio). Terdapat dua tahap didalam melakukan Slant Stack. Pertama, koreksi LMO (Linear Move Out). LMO adalah proses proyeksi tras-tras pada gerbang CDP (Common Deep Point) atau CMP (Common Mid Point) dengan sudut tertentu. Sudut yang dimaksud berkorelasi dengan parameter sinar (p) dan offset (x). Dengan LMO, kita memperoleh reflektor dengan waktu :

Tahap kedua, setelah LMO dilakukan, tras-tras tersebut dijumlahkan (stack) sehingga diperoleh Slant Stack.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 153

Ensiklopedi Seismik Online


Spectral Decomposition
Penampang seismik konvensional yang anda amati merupakan komposit dari rentang frekuensi gelombang (umumnya 10 s/d 70 Hz, dengan frekuensi dominant sekitar 30Hz). Perbedaan penampang pada frekuensi yang berbeda akan menampilkan fitur geologi yang berbeda pula, karena pada hakikatnya sifat geologi seperti ketebalan, kandungan fluida (baca: hidrokarbon), dll. hanya akan lebih jelas dilihat pada level frekuensi yang sesuai. Metoda dekomposisi spectral digunakan untuk menampilkan penampang seismik pada level frekuensi tertentu, katakanlah pada frekuensi 10Hz, 20Hz, 30Hz, dll. Contoh dibawah ini menunjukkan perbedaan antara penampang waktu seismik konvensional dengan penampang seismik pada frekuensi 32Hz.

Courtesy Sinha S et al.

Penampang seismik konvensional, fluvial channel ditunjukkan dengan panah kuning. Geologi di bagian baratdaya tidak ditunjukkan dengan baik.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 154

Ensiklopedi Seismik Online

Courtesy Sinha S et al. Penampang seismik pada 32Hz, fluvial channel ditunjukkan dengan panah kuning. Channel dibagian barat daya (panah biru) dapat ditunjukkan dengan lebih baik. Pictures courtesy of Sinha S et al,. Spectral Decomposition of Seismic Data with Continuous Wavelet Transform, School of Geology and Geophysics, University of Oklahoma, Norman, OK 73019 USA, Department of Geosciences,Boise State University, Boise, ID 83725 USA, ConocoPhillips, Houston, TX 77252 USA

Spike
Secara bahasa spike diterjemahkan sebagai paku. Di dalam terminologi seismik istilah spike digunakan untuk menjelaskan sifat kelangsingan dari sebuah wavelet atau gelombang refleksi. Ingat bahwa batas perlapisan batuan ditunjukkan oleh bentuk gelombang yang gemuk. Interpreter menginginkan bentuk gelombang tersebut selangsing mungkin...idealnya seperti paku (spike).

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 155

Ensiklopedi Seismik Online


Sifat gelombang yang gemuk tersebut disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya: atenuasi, absorbsi, signature sumber, dll. Upaya diet yang bisa dilakukan untuk melangsingkan gelombang adalah dengan cara deconvolusi. Namun hal inipun ada batasannya, mustahil untuk mendapakan gelombang refleksi atau wavelet berbentuk paku. Perhatikan gambar dibawah ini:

SRME
SRME (Surface Related Multiple Elimination) adalah metoda untuk menghilangkan energi multiple yang dihasilkan oleh batas air-udara. Multiple yang dihasilkan oleh batas airudara ini kadang-kadang sangat sulit dihilangkan dengan menggunakan metoda demultipel konvensional seperti Radon atau pun Tau-P (Geotrace). Walaupun metoda SMRE sudah diperkenalkan oleh Verschuur dan Berkhout sejak tahun 1997, namun metoda ini baru populer di industri migas sejak tahun 2003-an. Metoda SRME memiliki tiga tahap utama: pertama, menghilangkan noise non fisis, regulasisasi data sehingga diperoleh grid sumber-penerima yang konstan, interpolasi near dan intermediate offset yang hilang, menghilangkan gelombang langsung dan gelombang permukaan. Kedua: prediksi multiple, prediksi ini didasarkan pada observasi bahwa multiple yang terkait dengan permukaan dapat diprediksi melalui konvolusi temporal dan spasial dari data itu sendiri (Berkhout, 1982). Ketiga: data input dikurangi dengan multiple yang terprediksi pada tahap dua (Long et al., 2005). Tahapan-tahapan metoda SRME dapat dilihat pada gambar dibawah ini (gambar courtesy: Long et al., 2005):
Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 156

Ensiklopedi Seismik Online

Untuk memahami teori SRME secara mendalam, terdapat sebuah referensi yang cukup bagus yakni Seismic multiple removal techniques. Past, present and future oleh Eric Verschuur, EAGE Publications BV. Gambar dibawah menunjukkan keampuhan metoda SRME dibandingkan dengan metoda konvensional.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 157

Ensiklopedi Seismik Online

Courtesy Geotrace Technologies, Inc, 2007 Referensi: Long et al., 2005, Multiple Removal Success in The Carnarvon Basin with SRME, APPEA Journal

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 158

Ensiklopedi Seismik Online


Stacking
Stacking adalah proses menjumlahkan tras-tras seismik dalam satu CDP setelah koreksi NMO (Normal Move Out). Proses stacking memberikan keuntungan untuk mengingkatkan rasio signal terhadap noise (S/N ratio).

Gambar diatas menunjukkan prinsip koreksi NMO, hiperbola refleksi di-adjust dengan menggunakan model kecepatan (kecepatan rms atau kecepatan stacking) sehingga berbentuk lapisan horizontal, selajutnya tras-tras NMO dijumlahkan (stacking).

Static Correction
Static Correction atau koreksi statik adalah proses pengolahan data seismik untuk menggeser waktu tras seismik yang bergeser akibar lapisan lapuk di permukaan bumi atau akibat perbedaan topografi sumber dan penerima atau akibat perbedaan yang ekstrim pada batimetri dasar laut. Gambar dibawah menunjukkan penampang seismik refleksi sebelum dan setelah koreksi statik.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 159

Ensiklopedi Seismik Online

Courtesy Marine Geosciences Purdue

Sweep Vibroseis
Adalah gelombang mini atau pulsa yang dihasilkan oleh sumber getar vibroseis. Sweep berkarakter sinusoidal dengan frekuensi semakin besar terhadap waktu. Gambar berikut menunjukkan karakter sweep dan contoh pengolahan data seismik dengan sumber getar vibroseis.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 160

Ensiklopedi Seismik Online

Gambar (a) adalah sweep (b) adalah respon reflektivitas bumi (c) konvolusi antara (a) dan (b), (d) adalah kros-korelasi antara (a) dan (c). Perhatikan hasil (d) yang merepresentasikan karakter bumi (b). Menakjubkan bukan ? Gelombang sweep diatas dihasilkan dengan menggunakan persamaan:

Dengan fo=40Hz dan setelah dilakukan taper hanning.

Tau-P
Pengolahan data seismic pada domain -p sudah cukup lama digunakan didalam industri migas. Sebelum memahami konsep dasar transformasi data seismic dalam gerbang CDP (CDP gather) dari domain t-x (waktu-offset) ke domain -p, marilah kita pelajari terlebih dahulu definisi dan definisi p. Hubungan dengan waktu (t) dan offset (x) dapat dijelaskan berdasarkan hubungan =tpx, p adalah ray parameter atau slowness atau phase velocity dimana p= sin ()/v, adalah sudut tembak sinar seismic untuk offset (x) dan waktu (t) tertentu.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 161

Ensiklopedi Seismik Online


Gambar dibawah ini mengilustrasikan tiga buah sinar seismic (a, b, c) pada offset x1, x2, x3 dengan sudut 1, 2, 2 dan medium dengan kecepatan v1. Masing-masing sinar akan memiliki ray parameter p1,p2,p3 dan 1 ,2 , 3.

Untuk konfigurasi diatas, kita akan mendapatkan sebuah rekaman seismic seperti yang diilustrasikan pada gambar (kiri) dibawah ini, demikian juga dengan hasil transformasinya gambar (kanan). Dengan kalkulasi: p1=sin(1)/v1 dan 1=t1-p1.x1 (trace a) p2=sin(2)/v1 dan 2=t2-p2.x2 (trace b) p3=sin(3)/v1 dan 3=t3-p3.x3 (trace c)

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 162

Ensiklopedi Seismik Online


Gambar di bawah ini menunjukkan contoh aplikasi transformasi -p untuk data real.

Courtesy UCSD

Teori Inversi Rekursif Reflektivitas


Teori Inversi Rekursif Reflektivitas didefinisikan seagai perubahan Impedansi Akustik:

dimana r = koefisien refleksi, = densitas, V = kecepatan gelombang P, Z = Impedansi Akustik.


Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 163

Ensiklopedi Seismik Online


Perumusan inversi dari persamaan (1) dapat diturunkan dengan :

Persamaan (2) disebut dengan persamaan inversi rekursif diskrit. Permasalahan utama yang terjadi pada inversi rekursif adalah kehilangan komponen frekuensi rendah. Untuk mengatasi hal ini, frekuensi rendah dapat terpenuhi dari log sonik yang telah di filter, analisa kecepatan seismik, dan model geologi.

Thinbed Reflectivity Inversion


Portniaguine dan Castagna [2005] mengusulkan metoda inversi spektral post stack yang dapat me-recover lapisan-lapisan tipis dibawah ketebalan tuning. Metoda yang diusulkan dilakukan dengan penekanan pada aspek geologi dibanding aspek matematis serta dengan memperhatikan aspek kunci pada spektrum frekuensi lokal yang diperoleh dengan dekomposisi spektral. Secara komersial metoda ini dikenal dengan ThinMAN yang berkerja dengan mengekstrak refleksi secara detail dengan menghilangkan pengaruh wavelet seismik tanpa menimbulkan masalah munculnya noise frekuensi tinggi. Gambar dibawah menunjukkan perbedaan sebelum (kiri) dan sesudah(kanan) inversi reflektivitas lapisan tipis. Sonic log ditunjukkan untuk melihat perbandingannya. Menakjubkan?

Courtesy Chopra et al., CSEG, 2006


Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 164

Ensiklopedi Seismik Online


Transformasi Gabor
Transformasi Gabor didasarkan atas prinsip 'pemotongan' sinyal seismik menjadi beberapa segmen. Operasi pemotongan tersebut dilakukan dengan menggunakan pisau window. Berikut ilustrasinya:

Courtesy Margrave G. et al. Lalu potongan-potongan sinyal diatas (yang masih dalam domain waktu) ditransformasi menjadi domain frekuensi dengan Transformasi Fourier untuk menghasilkan Spektrum Gabor. Transformasi potongan-potongan sinyal tersebut dikenal dengan Transformasi Gabor.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 165

Ensiklopedi Seismik Online


Berbeda dengan Transformasi Fourier yang langsung mentranformasi sinyal secara utuh.

Courtesy Margrave G. et al.

Sementara Inversi Transformasi Gabor dapat dilakukan dengan dua cara berikut:

Courtesy Margrave G. et al.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 166

Ensiklopedi Seismik Online


Didalam dunia seismik, metoda Gabor ini digunakan dalam mengestimasi reflektivitas seismik beresolusi tinggi secara akurat.

Istilah Gabor digunakan untuk menghormati Dennis Gabor, Fisikawan Hongaria, yang dianugerahi hadiah nobel atas penemuan hologram yang sangat bermanfaat untuk peradaban. Foto Dennis Gabor adalah courtesy: fotoartmagazine

True Amplitude Recovery (TAR)


True Amplitude Recovery atau Real Amplitude Recovery adalah upaya untuk memperoleh amplitudo gelombang seismik yang seharusnya dimiliki. Saat perekaman, variasi amplitudo terjadi akibat geometrical spreading, atenuasi, variasi jarak sumber-penerima dan noise. Variasi amplitudo diatas terbagi menjadi empat kategori: 1. Variasi amplitude secara vertikal atau travel-time dependent. Variasi ini terjadi akibat geometrical spreading dan atenuasi. 2. Variasi lateral yang terjadi akibat: geologi bawah permukaan, efek coupling sumber dan penerima, serta perbedaan jarak sumber-penerima. 3. Variasi amplitude yang muncul karena noise 4. Bad shots atau perekam yang mati/rusak.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 167

Ensiklopedi Seismik Online


Koreksi untuk variasi amplitudo kategori (1) adalah:

Courtesy Jain, S., 44th Annual International SEG Meeting, Dallas, TX, 1974 and Joint CSEGCSPG Convention, Calgary, 1975. Sedangkan koreksi akibat jarak sumber-penerima (kategori 2) adalah:

Courtesy Jain, S., 44th Annual International SEG Meeting, Dallas, TX, 1974 and Joint CSEGCSPG Convention, Calgary, 1975.
Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 168

Ensiklopedi Seismik Online


Untuk koreksi yang berasosiasi dengan variasi geologi bawah permukaan, efek coupling sumber dan penerima dapat dilakukan dengan analisis nilai Amplitudo RMS (Root Mean Square) yang disusun dalam Common Receiver dan Common Source:

Courtesy Jain, S., 44th Annual International SEG Meeting, Dallas, TX, 1974 and Joint CSEGCSPG Convention, Calgary, 1975. Koreksi akibat variasi kategori 3 dan 4 dapat dilakukan dengan filtering, serta berbagai metoda eliminasi noise dan kill trace.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 169

Ensiklopedi Seismik Online


Tuning Thickness
Tuning Thickness atau ketebalan tuning adalah batas minimal ketebalan lapisan batuan yang mampu dilihat atau dibedakan oleh gelombang seismik. Besaran ketebalan tuning yang biasanya dipakai oleh kalangan geofisikawan adalah 1/4 panjang gelombang seismik. Untuk lebih jelasnya silakan lihat subject Resolusi Seismik.

TWT
TWT (Two-Way Traveltime) adalah waktu tempuh gelombang seismik dari sumberreflektor-penerima, dengan jarak sumber-penerima (offset) sama dengan nol (zero offset).

Dengan kalimat lain TWT adalah waktu yang diperlukan oleh gelombang seismik untuk merambat dari sumber gelombang (dinamit, vibroseis, dll.) menuju reflektor (lapisan batuan dibawah permukaan bumi) kemudian kembali memantul ke penerima gelombang di permukaan bumi (receiver), dengan jarak sumber gelombang dengan penerima sama dengan nol (lokasi sumber-penerima sama).

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 170

Ensiklopedi Seismik Online


Rekaman seismik yang diperoleh umumnya ditampilkan dalam TWT.

Data seismik courtesy Siliqi R., First Break, 2001

Velocity Analysis
Velocity Analysis (analisa kecepatan) adalah upaya untuk memprediksi kecepatan gelombang seismik sampai kedalaman tertentu. Analisa kecepatan dilakukan didalam proses pengolahan data seismik pada data CMP (Common Mid Point) gather. Terdapat empat macam analisa kecepatan: 1. Analisa t^2-x^2 (^2 adalah simbol untuk kuadrat) 2. CVP (Constant Velocity Panels) 3. CVS (Constant Velocity Stacks) 4. Analisa Velocity Spectra: Amplitudo Stacking, Amplitudo Stacking yang dinormalisasi, Semblance. Analisa t2-x2 Jika informasi waktu (t2) dan offset (x2) pada sebuah hiperbola refleksi (sebelum dilakukan koreksi NMO) diplot, maka akan menghasilkan garis linear. Kemiringan garis linear ini mencermikan kecepatan bumi (v2) dari permukaan sampai batas refleksi yang bersangkutan. Akar dari v2 adalah kecepatan bumi yang diprediksi melalui analisis ini.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 171

Ensiklopedi Seismik Online

Courtesy Yilmaz, 1987

CVP (Constant Velocity Panels) Beberapa kecepatan (dari permukaan bumi sampai kedalaman sebuah reflektor tertentu) di-tes untuk melakukan koreksi NMO pada gather CMP. Kecepatan yang menghasilkan reflektor horisontal adalah kecepatam CVP. CVS (Constant Velocity Stacks) Mirip dengan CVP akan tetapi metoda CVS diterapkan pada CMP gather kemudian dilakukan Stacking. Kecepatan yang menghasilkan amplitudo stacking yang terbaik (amplitudo tertinggi) adalah kecepatan CVS yang dipilih.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 172

Ensiklopedi Seismik Online

Courtesy Yilmaz, 1987

Analisa Velocity Spectra Analisis ini dilakukan jika hasil stacking untuk beberapa kecepatan diplot dalam sebuah panel untuk masing-masing kecepatan. Hasilnya dapat diplot sebagai tras maupun kontur amplitudo.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 173

Ensiklopedi Seismik Online

Gambar diatas menunjukkan contoh analisa kecepatan untuk koreksi NMO. Dari gambar diatas (panel kiri) apakah anda bias melihat fenomena multiple? (gunakan panel kanan sebagai pembanding).

Velocity Sag
Adalah anomali gelombang refleksi yang diakibatkan oleh zona kecepatan rendah sehingga waktu tiba gelombang seismik menjadi terlambat. Didalam penampang refleksi fenomena velocity sag ini terlihat sebagai pelendutan refleksi dengan keadaan geologinya tidaklah demikian. Gambar dibawah ini adalah contoh anomali velocity sag pada zona gas yang terperangkap pada sebuah antiklin (merah terang). Perhatikan reflector biru terang sebagai gas-fluid contact yang melendut akibat zona gas diatasnya. Keadaan geologi gas-fluid contact seharusnya flat bukan? Fenomena ini kadang-kadang disebut juga dengan puss-down velocity anomaly. Lawannya adalah pull-up velocity anomaly.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 174

Ensiklopedi Seismik Online

Gambar diatas courtesy Alistair Brown [2004].

Vertical Seismic Profiling (VSP)


VSP adalah operasi seismik lubang bor dimana sumber seismik diletakkan di permukaan bumi sementara perekam (geophone) diletakkan pada level kedalaman yang berbeda di sepanjang lubang bor. Jika sumur bor tersebut memiliki geometri vertikal, maka lokasi sumber getar diletakkan pada posisi yang tetap, sedangkan untuk sumur bor miring, lokasi sumber tidak tetap, lokasinya disesuaikan dengan posisi perekam dalam lubang bor. Walaupun geophone diletakkan disepanjang lubang bor, resolusi vertikal VSP harus dipertimbangkan masih berada dalam resolusi seismik, sementara secara lateral, resolusinya dibatasi oleh zona Fresnel. Geometri survey VSP beserta sketsa rekaman yang dihasilkan ditunjukkan pada gambar dibawah ini:

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 175

Ensiklopedi Seismik Online

Rekaman VSP merupakan komposit dari gelombang downgoing dan upgoing dari jenis gelombang kompresi (P) dan/atau gelombang geser (S) dan juga gelombang Stoneley yang berhubungan dengan lubang bor dan fluida sumur. Gelombang downgoing adalah gelombang yang terekam oleh geophone tanpa terefleksikan terlebih dahulu. Sedangkan gelombang upgoing adalah gelombang yang terefleksikan.

Pengolahan VSP Pengolahan data VSP terbagi menjadi beberapa tahap: demultiplex, korelasi (jika sumber getarnya vibrator), koreksi dari efek fluktuasi, koreksi rotasi alat dan sumur miring, eliminasi data yang buruk, stacking, pemilahan komponen gelombang jika perekam yang dipakai multicomponent. Gambar di bawah ini adalah contoh rekaman VSP setelah editing dan stacking:

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 176

Ensiklopedi Seismik Online

Courtesy US Dept. of Transportation (www.cflhd.gov)

Selanjutnya, jika sumber dan penerima dianggap memiliki garis yang tegak lurus dengan reflektor, maka standar pengolahan data VSP adalah sbb: 1. Dekonvolusi gelombang upgoing dengan gelombang downgoing. Proses ini ditujukan untuk mengeliminasi efek sinyal sumber dan multiple downgoing. 2. Flattening gelombang upgoing yang telah didekonvolusi, proses ini menjadikan gelombang upgoing mirip dengan rekaman seismik biasa. 3. Membuat stack VSP

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 177

Ensiklopedi Seismik Online


Gambar dibawah adalah contoh korelasi rekaman VSP (upgoing wave) dengan log lithofasies

Courtesy US Dept. of Transportation (www.cflhd.gov)

Referensi: Jean-Luc Mari, Geophysics of Reservoir and Civil Engineering, 1999, Institut Francais Du Petrole Publications

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 178

Ensiklopedi Seismik Online


Volume Assessment
Topik ini bukanlah istilah seismik, akan tetapi karena penggunaannya sangat penting didalam eksplorasi maka saya memasukkannya ke dalam blog ini. Volume assessment adalah evaluasi volumetrik kandungan hidrokarbon suatu reservoir. Terdapat beberapa point yang menjadi perhatian evaluasi ini: 1. GRV (Gross Rock Volume) adalah volume total reservoir yang dibatasi oleh TOP reservoir, BASE reservoir dan Structural Spill Point (SSP). Satuan GRV adalah meter kubik atau acre foot. Structural Spill Point sendiri adalah level sejauh mana hidrokarbon dapat mengisi reservoir sebelum akhirnya tumpah ke tempat lain karena kontrol struktur. Gambar dibawah ini menunjukan sistem perangkap struktur dengan dua buah antiklin yang terisi hidrokarbon. GRV prospek ini adalah = GRV1+GRV2.

2. Net to Gross (N/G) adalah persentase reservoir setelah dikurangi kandungan shale. N/G memiliki satuan persen atau desimal. Sebagai contoh reservoir silisiklastik dengan N/G=80%, memiliki kandungan 20% shale. 3. Porositas (satuan persen atau desimal) 4. Oil Saturation (OS) adalah tingkat kejenuhan minyak (persen atau desimal) 5. Gas Saturation (GS) adalah tingkat kejenuhan gas (persen atau desimal) 6. Recovery Factor (RF) untuk minyak dan gas : seberapa persenkah minyak dan gas dapat diangkat kepermukaan (persen atau desimal) 7. Formation Volume Factor (FVF) adalah tingkat pengembangan minyak di permukaan bumi setelah dikeluarkan dari reservoir. Karena pengaruh tekanan satu liter volume minyak di dalam reservoir akan mengembang setelah dikeluarkan ke permukaan. Kisaran FVF pada 3500 psia adalah 1.333 bbl/STB. 8. Gas Expansion Factor (GEF), definisi sama dengan FVF tetapi untuk kasus gas. Kisaran GEF 230-300 scf/cf.
Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 179

Ensiklopedi Seismik Online


9. Net Rock Volume (NRV) = GRV x N/G (meter kubik atau acre foot) 10. Net Pore Volume (NPV) = NRV x Porositas (meter kubik atau acre foot) 11. Original Oil in Place (OOIP) = NPV x OS x FVF (satuan mbo) 12. Original Gas in Place (OGIP) = NPV x GS x GEF (satuan tcf) 13. Recoverable Oil = OOIP x RF (mbo) 14. Recoverable Gas = OGIP x RF (tcf) 15. Recoverable Oil with risk = Recoverable Oil x risk factor (mbo) 16. Recoverable Gas with risk = Recoverable Gas x risk factor (tcf) Risk factor merupakan nilai hipotetik persentase resiko.

Vp/Vs
Vp/Vs merupakan salah satu sifat fisis yang penting didalam mendeterminasi litologi dari data log maupun data seismik. Disamping itu Vp/Vs merupakan indicator untuk fluida pori (baca hidrokarbon) dalam suatu reservoir. Idealnya, Vp dan Vs diperoleh dari data sonic P dan sonic S dan seismic multikomponen. Akan tetapi, pengukuran sonic S dan survey seismic multikomponen sangatlah terbatas dibandingkan dengan sonic P dan seismic single komponen (P saja). Oleh karena itu untuk memperoleh informasi Vs, biasanya diperoleh dengan pengukuran empirik suatu sampel batuan ataupun dengan mengadopsi persamaan-persamaan yang dihasilkan oleh peneliti lain. Berikut ini persamaan Vp dan Vs untuk berbagai jenis litologi yang diperoleh dari pengukuran empirik dari Castagna(1993), Picket (1963) dan Han (1986). Jika kita mengadopsi persamaan tersebut kita harus menyadari bahwa persamaan tersebut belum tentu sesuai dengan kondisi litologi dari daerah yang anda teliti. Karena besarnya rasio Vp/Vs tergantung pada komposisi mineral, porositas, kandungan shale, tekanan, temperatur, dll. Limestone yang tersaturasi air: Vs=-0.05508 Vp2 +1.0168 Vp-1.0305 [Castagna et al., 1993] Vs=Vp/1.9 [picket, 1963] Dolomite yang tersaturasi air: Vs=0.05832Vp-0.07776 [Castagna et al, 1993] Vs=Vp/1.8 [picket, 1963]
Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 180

Ensiklopedi Seismik Online


Batupasir yang tersaturasi air: Vs=0.8042Vp-0.8559 [Castagna et al, 1993] Vs=0.7936Vp-0.7868 [Han, 1986] Batulempung yang tersaturasi air: Vs=0.8042Vp-0.8559 [Castagna et al, 1993] Vs=0.7936Vp-0.79 [Han, 1986] Untuk contoh kasus Indonesia, dalam hal ini Lapangan Kotabatak di Sumatera tengah, makalah Hoehn et al [2005] menunjukkan bahwa Vp/Vs memiliki kisaran 1.65-2.13 untuk batupasir yang poros, 1.58-2.01 untuk batupasir kompak dan 1.82-2.28 untuk batulempung dll. Perhatikan gambar dibawah ini:

Courtesy Hoehn et al., 2005 Referensi: Hoehn et al , 2005, Combine geostatistical inversion and simultaneous AVA inversion: extending the life of a mature area, Kotabatak Field, Central Sumatera Basin, Indonesia , Proceedings Indonesian Petroleum Association, 30th Annual Convention & Exhibition, August 2005 Mavko et al, The Rock Physics Handbook: Tools for Seismic Analysis of Porous Media, Cambridge University Press, 2003, ISBN 0521543444, 9780521543446.
Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 181

Ensiklopedi Seismik Online


Water Column Statics
Adalah koreksi statik pada data seismik marin yang diakibatkan oleh sifat air laut seperti salinitas, temperatur, dll. Pada data seismik dengan kedalaman air laut yang cukup dangkal, mungkin koreksi ini dapat diabaikan akan tetapi jika data seismik tersebut merupakan data laut dalam tentu sifat lokal salinitas, temperatur, dll. akan memberikan efek yang cukup signifikan pada kualitas data seismik. Jika koreksi ini tidak diperhatikan maka akan memberikan kualitas stack yang kurang bagus, demikian juga pada respon AVO. Berikut contoh perbedaan data seismik sebelum (kiri) dan setelah (kanan) koreksi Water Column Statics pada respon AVO maupun stack .

Data courtesy Geotrace Technologies, Inc, 2007

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 182

Ensiklopedi Seismik Online

Data courtesy Sheng Xu and Don Pham, Veritas DGC Inc.

Wavelet
Adalah gelombang mini atau pulsa yang memiliki komponen amplitude, panjang gelombang, frekuensi dan fasa. Dalam istilah praktis wavelet dikenal dengan gelombang yang merepresentasikan satu reflektor yang terekam oleh satu geophone.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 183

Ensiklopedi Seismik Online


Gambar di atas menunjukkan Wavelet Ricker dengan frekuensi 20, 30 dan 40Hz dan fasa = 0 (zero phase). Secara matematis, Wavelet Ricker didefinisikan dengan:

Dimana f adalah frekuensi, dt adalah interval sampling, t adalah waktu dan to adalah waktu awal.

Well Seismic Tie


Adalah proses pengikatan data sumur (well) terhadap data seismik. Data sumur yang diperlukan untuk well seismic tie adalah sonic (DT), density (RHOB), dan checkshot. Sebelum diproses, data well tersebut harus dikoreksi terlebih dahulu untuk menghilangkan efek washout zone, cashing shoe, dan artifak-artifak lainya. Sebagaimana yang kita ketahui, data seismic umumnya berada dalam domain waktu (TWT) sedangkan data well berada dalam domain kedalaman (depth). Sehingga, sebelum kita melakukan pengikatan, langkah awal yang harus kita lakukan adalah konversi data well ke domain waktu. Untuk konversi ini, kita memerlukan data sonic log dan checkshot. Data sonic log dan checkshot memiliki kelemahan dan keunggulan masing-masing. Kelemahan data sonic diantaranya adalah sangat rentan terhadap perubahan lokal di sekitar lubang bor seperti washout zone, perubahan litologi yang tiba-tiba, serta hanya mampu mengukur formasi batuan sedalam 1-2 feet. Sedangkan kelemahan data checkshot adalah resolusinya tidak sedetail sonic. Untuk menutupi kelemahan satu sama lain ini, maka kita melakukan koreksi dengan memproduksi sonic corrected checkshot. Besarnya koreksi checkshot terhadap sonic disebut dengan DRIFT. Contoh proses matematis koreksi sonic oleh chekshot adalah sbb: Checkshot data: Kedalaman 1 = 1000 ft, Waktu 1 = 140 msec Kedalaman 2 = 1250 ft, Waktu 2 = 170 msec
Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 184

Ensiklopedi Seismik Online


Checkshot time = 170 - 140 = 30 msec Jika kecepatan sonic dari 1000 sampai 1250 ft adalah 125 usec/ft, maka waktu tepuhnya (1250 - 1000) x 0.125 = 31.25 msec DRIFT = 30 - 31.25 = -1.25 msec. Tahapan berikutnya adalah membuat reflectivity log (dari data sonic dan density), lalu membuat seismogram sintetik dengan cara meng-konvolusi-kan reflectivity log dengan sebuah wavelet. Berikut contoh nya:

Courtesy Dutch Thompson, Landmark Graphics Corporation, 2003


Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 185

Ensiklopedi Seismik Online


Pemilihan wavelet merupakan hal yang sangat penting. Karena fasa data seismic akan berubah sejalan dengan bertambahnya kedalaman. Pada SRD (Seismic Reference Datum) mungkin kita akan memiliki wavelet dengan fasa nol (setelah di-zero phase kan dalam prosesing, yang sebelumnya mengikuti signature sumber gelombang sebagai minimum phase), akan tetapi pada kedalam tertentu fasanya dapat berubah. Dalam membuat sintetik, untuk pertama kali kita dapat menggunakan wavelet sederhana seperti zero phase ricker dengan frekuensi tertentu katakanlah 25Hz. Lalu dengan membandingkan trace sintetik dan trace-trace seismic disekitar bor, kita meng-adjust apakah frekuensi wavelet lerlalu besar atau terlalu kecil. Setelah itu lihatlah fasanya, dan perkirakan fasa wavelet di sekitar zona target. Lalu anda dapat melakukan shifting dan mungkin (stretching atau squeezing) dari data sumur. Akan tetapi proses shifting janganlah terlalu excessive, katakanlah ~20ms (?), demikian juga dengan proses stretching-squeezing, janganlah melebihi 5-10% (?) dari perubahan sonic atau kecepatan interval. Jika anda memiliki data well-tops dan seismic horizon yang diperoleh dari interpreter, anda dapat menggunakannya sebagai guidance didalam melakukan well-seismic tie. Jadi sebelum melakukan proses detail di atas, anda dapat melakukan korelasi well-tops terhadap horizon terlebih dahulu.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 186

Ensiklopedi Seismik Online


Untuk kasus sumur bor miring, prosesnya serupa dengan sumur bor vertical, akan tetapi anda harus membandingkan sintetik seismogram dengan data seismic disepanjang sumur bor. Lebih detail lagi, anda dapat melakukan koreksi anisotropi terutama untuk log sonic. Ingat penembakan sonic dilakukan tegak lurus dengan sumur bor, jadi untuk sumur bor horizontal, kita mengukur sonic kearah vertical. Sedangkan data seismik diasumsikan mengukur secara horizontal.

Gambar di atas merupakan contoh hasil well-seismic tie untuk sumur bor miring (deviated). Trace synthetic ditunjukkan dengan warna pink, perhatikan peak pada sintetik cukup berkorelasi dengan baik dengan peak seismik, demikian juga dengan trough-nya. Berikut adalah tanya jawab seputar Well Seismic Tie yang dihimpun dari http://www.ensiklopediseismik.blogspot.com
Apakah ketika melakukan well-tie (katakanlah 5 sumur masing2 pny checkshot) diharuskan bentuk waveletnya semirip mungkin satu sama lain? Jika lokasi well nya berdekatan dan zona target nya satu level kedalaman, secara teoritik waveletnya harus mirip. Apalagi jika kita melakukan kontrol fasa saat processing (dikontrol agar zero phase untuk setiap kedalaman). Apakah bentuk wavelet bisa bebas yg penting nilai korelasi-nya tinggi dng window yg cukup lebar tentunya (400-500ms), ato harus dibuat bentuknya seperti minimum phase? Tidak, fungsi nilai korelasi akan sangat tergantung pada kecocokan wavelet yang dipilih. Bagaimana cara mengkoreksi data sonic yg akan kita gunakan utk well-tie? Mencurigai nilai-nilai spike diantaranya dengan melihat calliper log untuk mewaspadai wash out zone. Bgmn jika kita menggunakan transformasi dari data resistivity (persamaan Faust)? Apakah sonic yg hasil transformasi lebih bagus (lebih terpercaya) dari sonic asli? Jika punya, pakailah sonic asli. Kecuali jika anda tidak mempercayai sonic (karena sesuatu hal) anda terpaksa memakai sonic dari Faust. Ada yg bilang kepada saya bahwa buatlah bentuk wavelet mirip dgn minimum phase (polaritas SEG ato Europe) ketika melakukan well seismic tie, karena bentuk minimum phase adalah bentuk yg paling masuk akal untuk bentuk wavelet real di lapangan. Apakah ini mutlak benar? Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com Page 187

Ensiklopedi Seismik Online


Kasus real: saya baca laporan konsultan di suatu oil company, bahwa salah satu hasil well seismic tie dia menggunakan bentuk wavelet dgn parameter phase 124 derajad dan shifting time 27ms (syntool di openworks), bgmn komentar Mas Agus? Signature dari wavelet sumber adalah minimum phase, karena energi dominannya terletak diawal waktu. akan tetapi interpreter lebih menyukai untuk interpretasi pada zero phase, sehingga seismic procesor melakukan 'designature' untuk memutar fasa wavelet yang tadinya minimum phase menjadi zero phase. Saran saya, lihatlah history processingnya apakah sudah didesignature atau belum.

Wavelet dengan parameter fasa 124 derajat dan shifting 27ms kurang lebih memiliki bentuk yang mirip dengan minimum phase. Jadi wavelet yang dipakai dilaporan tersebut adalah 'minimum' phase. Dengan demikian kita akan mendapatkan syntetik yang mirip untuk fasa minimum yang sesungguhnya dengan zero phase yang dirotasi 124 derajat dan shifting 27ms. TETAPI kros plot frekuensi terhadap fasa untuk kedua wavelet tersebut berbeda. Untuk rotated wavelet, fasa wavelet dipertahankan nol untuk semua frekuensi. akan tetapi untuk minimum phase, fasanya akan berbeda dari satu frekuensi ke frekuensi lainnya

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 188

Ensiklopedi Seismik Online


Wide Azimuth Seismic (WAZ)
Adalah metoda pengambilan data seismik yang didesain sedemikian rupa sehingga menghasilkan azimuth antara sumber dan penerima yang cukup lebar dibandingkan dengan pengambilan data seismik konvensional. Tujuan utama dari desain ini adalah untuk meningkatkan fold, rasio sinyal terhadap noise, meningkatkan iluminasi, dll. Berikut ilustrasi pengambilan data wide azimuth seismic:

Courtesy Long A.S., et al AESC2006, Melbourne, Australia. Berdasarkan gambar diatas, secara sederhana wide azimuth seismic hanyalah menempatkan kapal utama dengan streamer dan gun (paling kiri) serta beberapa kapal gun disampingnya (kedua dan ketiga disamping kanannya).

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 189

Ensiklopedi Seismik Online


Zero Crossing
Zero Crossing adalah salah satu komponen gelombang (lihat subject Komponen Gelombang pada blog ini) dimana amplitudo gelombang adalah nol dan fasa-nya adalah nol atau 90 derajat.

Zoeppritz Equation
Satu asumsi dasar tentang data stack adalah jejak seismik sebagai konvolusi antara wavelet dengan deret koefisien refleksi. Masing-masing koefisien refleksi merupakan hasil sinar seismik melewati batas antara dua lapisan. Pada kasus ini , koefisien refleksi sebagai fungsi dari kecepatan gelombang P dan densitas masing-masing lapisan batuan. Persamaannya diberikan oleh :

dimana r = koefisien refleksi, = densitas, = kecepatan gelombang P, dan Z = impedansi akustik.


Jika sinar seismik melewati batas lapisan pada sudut datang tidak sama dengan nol dengan geometri penembakan common shot, maka akan terjadi konversi gelompang P menjadi gelombang S dan koefisien refleksi menjadi fungsi kecepatan gelombang P, kecepatan gelombang S, dan densitas masing-masing lapisan.

Dengan demikian dapat diturunkan 4 kurva : amplitudo refleksi gelombang P, amplitudo transmisi gelombang P, amplitudo refleksi gelombang S, amplitudo transmisi gelombang S (lihat gambar). Variasi amplitudo terhadap offset melibatkan parameter fisis Poissons ratio, yang berhubungan dengan rasio gelombang P terhadap gelombang S.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 190

Ensiklopedi Seismik Online


Formulasi untuk Poissons ratio diberikan oleh :

dimana = Poissons ratio, = kecepatan gelombang P, dan = kecepatan gelombang S. Secara teoritik Poissons ratio memiliki harga antara 0 sampai 0,5 dimana 0 untuk gas dan 0,5 untuk liquid. Dari persamaan (2), terlihat bahwa ketika Poissons ratio mendekati 0,5 maka rasio kecepatan / menuju tak terhingga. Hal ini terjadi karena kecepatan gelombang S = 0 jika melewati fluida. Sebaliknya rasio kecepatan / = jika Poissons ratio = 0. Schoenberg menyarankan bahwa parameter yang dapat digunakan untuk menyederhanakan transformasi dari kecepatan ke Poissons ratio adalah =(/) , pada kasus ini kita melihat bahwa :

Bentuk akhir dari persamaan Zoeppritz ditunjukkan pada persamaan (4) dimana berhubungan dengan jejak gelombang pada di bawah ini.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 191

Ensiklopedi Seismik Online

Perambatan gelombang P yang melewati batas lapisan, terbagi menjadi 4 gelombang; A = gelombang P refleksi, B= gelombang S refleksi, C= gelombang P transmisi, dan D = gelombang S transmisi.

Saran, koreksi, komentar: agusabdullah@gmail.com

Page 192