Anda di halaman 1dari 23

OLEH : AHMAD ARDIANSYAH

Siapa yang tau, kenapa Seragam Pramuka berwarna Coklat tua dan coklat muda, terus setangan lehernya berwarna Merah Putih?"kenapa seragam pramuka tidak warna biru?atau hijau?atau kuning? Atau warna yang lainnya?

Para pendahulu kita memilih warna - warna tersebut bukan tanpa maksud dan alasan, namun ada sebuah cerita yang mengandung makna dan menjadi cita2 yang ingin dibangun, agar seseorang yang mengenakan seragam pramuka ini menjadi seorang pandu yang memiliki pribadi kesatria, menjadi generasi muda penerus perjuangan bangsa dan setiap orang bangga mengenakannya.

Coklat tua adalah warna tanah Indonesia.... Coklat muda adalah warna air yang mengaliri tanah-tanah Indonesia.... Dan Merah Putih adalah kibaran bendera Indonesia....

Sehingga seorang pramuka digambarkan sebagai seorang pandu yang berpijak diatas tanah air Indonesia yang selalu siap sedia untuk membela dan mempertahankan agar sang Merah Putih tetap berkibar di bumi Nusantara....

warna coklat adalah warna pakaian yang juga digunakan para pejuang dimasa kemerdekaan, coklat adalah warna yang penuh kenangan betapa gigihnya para pendahulu kita erjuangkan kemerdekaan Indonesia...betapa banyak nyawa dan harta yang telah dikorbankan untuk mempertahankan kibaran bendera Merah Putih di bumi nusantara ini, begitu besarnya jasa mereka mewujudkan kemerdekaan Indonesia.... oleh karena itu, kita para pramuka yang mengenakan seragam ini harus selalu mengingat betapa besar perjuangan dan pengorbanan yang telah diberikan para pejuang bangsa,dan senantiasa memberikan penghormatan pada jasa2 mereka dengan terus berlatih membina diri kita menjadi pribadi yang tangguh bermoral utama.....penuhi janjimu, Trisatya!... amalkan Dasa darma..agar kita mrnjadi generasi penerus bangsa yang utama....pertahankan Merah putih untuk terus berkibar di bumi Indonesia tercinta ini

Perbedaan bentuk antara pakaian yang digunakan siaga, penggalang, penegak dan anggota dewasa tentunya memiliki kiasan dan maknanya, seperti
Kenapa TKU pada siaga diilustrasikan sebagai manggar (bunga kelapa) kuncup,? Kenapa TKU penggalang dilustrasikan sebagai manggar mekar?

Kenapa TKU penegak bergambar cikal berwarna kuning yang bersebelahan dengan

dasar hijau dan ada satu bintang diatasnya sedangkan pandega kenapa dasarnya berwarna coklat....? Sebuah semangat nasionalisme telah ditanamkan sang Pembina dari selembar kain yang semula tidak bermakna yang setelah dijahit dan dilengkapi atributnya bernama seragam pramuka

GOLONGAN USIA 7-10 TAHUN

Siaga adalah sebutan bagi Anggota Pramuka yang berumur antara 7-10 tahun. Disebut

Pramuka Siaga karena sesuai dengan kiasan (kiasan dasar) masa perjuangan bangsa Indonesia, yaitu ketika rakyat Indonesia meyiagakan dirinya untuk mencapai kemerdekaan dengan berdirinya Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 sebagai tonggak awal perjuangan bangsa Indonesia. Satuan terkecil dalam Siaga disebut Barung (tempat penjagaan ramu-ramuan) yang beranggotakan 6-8 orang dan kumpulan dari barung disebut Perindukan (tempat anak cucu berkumpul)yang terdiri dari 3 sampai 4 barung. Arti Kiasan Tingkatan Golongan Pramuka Siaga terdiri atas: Siaga Mula : siaga yang belajar memulai sebuah pekerjaan Siaga Bantu : siaga yang dapat membantu pekerjaan-pekerjaan tertentu Siaga Tata : siaga sudah diikutsertakan untuk menata karya kesiagaan. Menata karya artinya menyusun dan mengatur pekerjaan dengan rapih dan bersih. Kesimpulan kiasan Golongan Siaga (S) : Kemudian segerahlah kita memulai dengan pembagunan yang membutuhkan bantuan kesadaran yang tingi dan penataan yang baik.

TANDA KECAKAPAN UMUM

MAKNA FILOSOFIS
Kelopak bunga kelapa yang mulai

merengkah, menggambarkan pertumbuhan tanaman, mengibaratkan pramuka siaga yang sedang tumbuh menjadi tunas calon bangsa. Kelopak bunga diletakkan miring, menggambarkan bunga kelapa yang selalu memperlihatkan sudut miring terhadap batang pohonnya, mengibaratkan pramuka siaga dengan keluarga dan orang tua. Hijau melambangkan kesegaran hidup yang sedang tumbuh.

GOLONGAN USIA 7-10 TAHUN

Pramuka usia 11 th-15 th disebut Penggalang. Nama Penggalang diambil dari kiasan

dasar Gerakan Pramuka yang bersumber pada romatika perjuangan bangsa dalam meraih kemerdekaan dari penjajahan Belanda yaitu "masa menggalang persatuan" yang diwujudkan dalam ikrar sumpah pemuda tanggal 28 Oktober 1928. Kelompok kecil Pasukan Penggalang beranggotakan 6 s.d 8 orang disebut regu yang berarti gardu tempat berjaga yang dipimpin oleh seorang PINRU. Kumpulan 3 sampai 4 regu disebut Pasukan, berasal dari kata 'pasukuan' yang berarti tempat suku berkumpul atau satu kelompok prajurit yang dipimpin oleh seorang PRATAMA. Kiasan kehidupan Pramuka Penggalang adalah menjelajah wilayah baru dengan teman sebaya. Arti Kiasan Tingkatan Kecakapan Golongan Penggalang adalah sebagai berikut: Ramu : Penggalang belajar untuk meramu (merancang) suatu pekerjaan Rakit : Penggalang sudah dapat merakit (menyusun/membuat) suatu pekerjaan Terap : Penggalang dapat menerapkan suatu pekerjaan dalam kehidupan sehari-hari Kesimpulannya adalah Bangsa kita mencari ramuan atau bahan bahan serta kemudian dirakit atau disusun dan akhirnya kita terapkan dalam pembagunan bangsa dan negara.

TANDA KECAKAPAN UMUM

MAKNA FILOSOFIS
Tanda kecakapan umum tingkat Penggalang berbentuk

huruf V, dengan sisi pendek 1,3 cm dan sisi panjang kaki 4,5 cm, dan kedua kaki itu membentuk sudut 1200, berwarna dasar merah. Sisi panjang kaki-kaki hurf V itu lurus. Di dalam kedua kaki huruf V itu terdapat gambar mayang terurai (bertangkai bunga kelapa tiga buah) dan berwarna putih. bunga yang sudah mulai berkembang, indah dan menarik, mengibaratkan Pramuka Penggalang yang riang, lincah dan bersikap menarik, sebagai calon tunas bangsa yang sedang berkembang, menggladi dirinya dengan jiwa Pramuka yang berlandaskan pada Trisatya.

Mayang terurai bertangkai tiga buah, menggambarkan

Mayang terurai yang mekar ke samping, mengibaratkan

makin terbukanya pandangan Pramuka Penggalang, dan menerima pengaruh yang baik dari lingkungan sekitarnya.
sedang berkembang.

Merah melambangkan kemeriahan hidup sesuatu yang

Masa kesiapan menegakkan kemerdekaan menjadi kiasan dasar pembinaan golongan Penegak

yaitu peserta didik usia 16-20 tahun. Istilah PENEGAK adalah masa menegakkan negara kesatuan RI dengan Proklamasi, tanggal 17 Agustus 1945. Satuan terkecil dalam Golongan Pramuka Penegak disebut Sangga, terdiri dari 4 sampai dengan 8 orang. Arti kata Sangga adalah gubug atau rumah kecil tempat penggarap sawah. Nama Sangga disusun sesuai dengan kiasan dasar yakni: Sangga Perintis, Sangga Penegas, Sangga Pencoba, Sangga Pendobrak, Sangga Pelaksana. Perintis mengandung pengertian perintisan (menjadi pembuka/pelopor) dalam kebajikan. penegas mengandung pengertian kemampuan mengambil keputusan yang arif dan bijaksana. Pencoba mengandung pengertian keberanian mencoba segala sesuatu yang positif. Pendobrak mengandung pengertian keberanian mengemukakan kebenaran dan melawan kemungkaran. Pelaksana mengandung pengertian keberanian melaksanakan sesuatu tugas dengan penuh tanggung jawab. Nama Sangga dipilih dan diambil dari cerminan sifat-sifat baik yang menonjol yang akan ditiru oleh anggota Sangga tersebut. Pemimpin Sangga dan Wakil Pemimpin Sangga dipilih berdasarkan musyawarah Sangga. Ambalan Penegak idealnya terdiri atas 12 32 Pramuka Penegak yang dibagi menjadi 3 sampai 4 sangga. Ambalan dipimpin oleh seorang penegak dengan istilah Pradana.

Arti kata Ambalan berasal dari bahasa Jawa ambal-ambalan, yakni kegiatan yang dilakukan

terus menerus. Ambalan juga disebut yang sudah sanggup mengemban dan melaksanakan tugas pembangunan bangsa dan negara serta mempunyai tanggungjawab yang lebih besar. sekumpulan orang yang sedang melakukan suatu pekerjaan. Nama Ambalan Penegak biasanya diambil dari nama-nama pahlawan. Namun demikian tidak menutup kemungkinan nama Ambalan juga diambil dari nama-nama tokoh,kerajaan dalam pewayangan atau legenda. Dalam pemilihan nama diambil yang terbaik menurut anggota Ambalan, sehingga memiliki makna dan kebanggaan bagi seluruh anggota Ambalan. Tingkat kecakapan umum Pramuka Penegak berupa tanda pundak yang dibuat dari kain dengan warna dasar hijau tua. Tulisan dan gambar pada tanda tersebut dibuat dengan sulaman atau logam berwarna kuning emas. Berbentuk trapesium, berwarna dasar hijau tua dengan panjang sisi 5 cm, sisi atas 4 cm dan panjang kaki miring kiri dan kanan masingmasing 7,5 cm, didalamnya terdapat gambar bintang sudut lima di bawahnya terdapat sepasang tunas kelapa yang berlawanan arah dan di bawah tunas kelapa terdapat tulisan BANTARA atau LAKSANA. Bantara mengandung pengertian kader, ajudan, pengawas pembangunan yang kuat, baik dan terampil serta bermoral Pancasila. Calon pemimpin bangsa dan negara yang masih belajar dan mengembangkan kemampuannya dalam memimpin. Laksana mengandung arti pemimpin muda Kesimpulannya adalah bahwa dalam pembagunan kita memerlukan atau membutuhkan bantara bantara atau ajudan, pengawas, kader pembagunan yang kuat, baik, terampil, dan bermoral yang sanggup melaksanakan pembagunan.

TANDA KECAKAPAN UMUM

MAKNA FILOSOFIS
Bintang bersudut lima mempunyai arti bahwa

Pramuka Penegak bertaqwa kepada tuhan yang Maha Esa dan bermoral Pancasila. mengibaratkan keselarasan dan kesatuan gerak Pramuka Penegak putra dan putri yang sedang membina dirinya sebagai mahluk pribadi, sosial dan mahluk Tuhan menuju cita-cita bangsa. yang tidak ringan yang harus dipikulnya sebagai anggota Gerakan Pramuka dan kader pembangunan bangsa dan Negara. yang menuju keagungan dan keluhuran budi.

Tunas kelapa yang berlawanan arah

Tanda di pundak mengibaratkan tanggungjawab

Kuning emas melambangkan kecerahan hidup

Proses akhir dari sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia adalah mengisi

kemerdekaan dengan memandegani (memprakarsai/memelopori) pembangunan bangsa. Masa mempelopori pengisian kemerdekaan dan pembangunan bangsa menjadi kiasan dasar pembinaan golongan Pandega yaitu peserta didik usia 21-25 tahun.
Pramuka PANDEGA diambil dari tugas bangsa Indonesia setelah kemerdekaan

adalah mengisi kemerdekaan dengan membangun. Dalam membangun dibutuhkan prakarsa untuk MEMANDEGANI dalam pembangunan tersebut. Oleh karena itu, Pramuka Pandega mempunyai tugas untuk memandegani dalam mengisi kemerdekaan.

Tingkatan dalam Pandega tidak ada, hanya satu tingkat yaitu Pandega

Satuan untuk menghimpun Pramuka Pandega disebut RACANA, sesuai dengan

sistem satuan terpisah, maka Racana dipisahkan antara Putra dengan putri. Sedangkan Satuan terkecilnya disebut dengan REKA
Racana berarti Pondasi, alas tiang, umpak atap. Arti kata Reka adalah ide untuk

menciptakan sesuatu. Oleh karena itu Reka sifatnya tidak tetap, biasanya dipengaruhi oleh peminatan, bakat, atau hobi. Dengan demikian bisa saja mereka yang berhobi musik membuat satu reka yang ia namakan Reka Nada Buana; yang suka teknik membuat Reka Mekanika Perkasa dan sebagainya.
Nama sebuah Racana diambil dari nama seorang tokoh daerah setempat yang telah

berjasa bagi perkembangan daerah di mana Racana Berada.


Hubungan antara pembina dengan peserta didik Pramuka Pandega adalah seperti

hubungan antara kakak beradik sehingga cara memanggilnya adalah kakak dan adik. Sedang cara memanggil sesama Pramuka Pandega adalah Kakak.

TANDA KECAKAPAN UMUM

MAKNA FILOSOFIS
Dua buah tunas kelapa yang berpasangan

mengibaratkan keselarasan dan kesatuan gerakan pramuka penegak dan pandega putera dan puteri yang sedang membina dirinya sebagai makhluk pribadi, makhuk sosial, dan makhluk Tuhan, menuju cita-cita bangsa yang tinggi setinggi bintang di langit, untuk kemudian mengabdikan dirinya, kedalam dan di luar organisasi Gerakan Pramuka. mengibaratkan pemberian tanggungjawab yang tidak ringan untuk dipikul sebagai anggota gerakan pramuka dan pelopor pembangunan bangsa dan Negara.

Tanda Pandega diletakkan ditas pundak kiri dan kanan,

Warna Kuning Kecokalatan mengandung arti sebuah

kedewasaan dan teladan bagi sesame.

Kuning emas melambangkan kecerahan hidup yang

menuju keagungan dan keluhuran budi.

ARTI BRIVET JALAN

Sayap Bintang Telapak kaki Tunas Kelapa Warna Kuning Warna emas

: kebebasan berfikir berbuat & melaksanakan sesuatu : Ketuhanan yang maha esa : telah melakukan kegiatan dalam bentuk jalan kaki : lambang garakan pramuka ( pa dan pi) : keluhuran & keihlasan hati dalam berbuat : lambang kejayaan & kepuasan hati.

ARTI BRIVET SAR

Sayap : kebebasan berfikir berbuat & melaksanakan sesuatu Padi dan kapas : rasa keadilan ( semua manusia sama) Palang merah : telah melakukan kegiatan pencarian dan penolongan korban Tunas Kelapa : lambang garakan pramuka ( pa dan pi) Warna Kuning : keluhuran & keihlasan hati dalam menolong