Anda di halaman 1dari 8

CATATAN KENDALI LOGIKA TERPROGRAM / PLC

PLC yaitu : Programable Logic Control atau disebut juga Kendali Logika Terprogram Sistem kendali listrik yang paling lama yaitu saklar (pengendali mekanik murni) Saklar (mekanik) Saklar elektromagnetik (kontaktor) Saklar elektronik (soft starter) Contoh rangkaian konvensional saklar paralel dengan satu lampu :

Kendala yang terjadi pada saklar biasa yaitu : Umtuk beban-beban yang besar membutuhkan fisik saklar yang besar Sering muncul bunga api atau percikan api (spark) Terjadi pengelasan pada dua sisi saklar Untuk kendala diatas lah maka dipakai saklar elektromagnetik.

Starter saklar elektomagnetik paling sederhana contohnya :

Khusus untuk saklar tidak banyak mengalami perkembangan yang berbeda hanya pada peredam bunga apinya saja. Dikarenakan pengkabelan yang rumit dari control kontaktor secara listrik maka dibuat inisiatif untuk dilakukan kendali terprogram secara elektrik.

Contoh logika berdasarkan gambar rangkaian konvensional :

Gambar. 1 Aktifkan S1 atau K1 dan S2 dalam keadaan tertutupakan mengaktifkan kontaktor 1 (k1). Selesai

Contoh Gerbang Logika : Atau ( OR) Dan (AND) Selesai Keluar Aktifkan (load) Lawan (invers) = = = END = OUT = LD = NOT

Contoh 1 : LD K1 OR S1 AND NOT S2 OUT K1 END Gerbang logika gambar 1

Contoh 2 :

Gambar .2 Program : LD A OR B OR C AND NOT D AND NOT E OUT C END

Gerbang logika dan gerbang mikro gambar 2 Contoh 3 :

Gambar.3 gerbang logika

Gerbang mikro Gerbang Mikro : LD = NOT = OR = AND = OUT = Rangkaian alat PLC :

Masukan dati PLC berupa : Sensor warna ,cahaya, gerak Sinyal input/masuk Bagian bagian pada PLC : 1. 2. 3. 4. Input (merah) Output (hitam) MCB Profil E

BAHASA PROGRAM 1.Ledder diagram ( diagram tangga ) Contoh :

SIMBOL Dalam Mekanik Dalam PLC

Langkah-langkah pembuatan bahasa program PLC : 1. Terjemahkan sistem kedalam rangkaian konvensional 2. Definisikan peralatan input (I) dan output (0) dalam tabel I/O 3. Beri kode peralatan input atau output Umtuk OMRON : a) Kode input : 000 XX 000 = kode input OMRON XX = nomor input

000.00 sampai dengan 000.11

b) Kode output 010 XX 010 = kode output OMRON XX = nomor input

010.00 sampai dengan 010.07

4. Terjemahkan rangkaian konvensional kepada ledder diagram 5. Beri kode input dan output pada ledder diagram

6. Eksekusi program Statmen List ( KODE MONOMONIK ) Alamat 00000 00001 00002 00003 00004 00005 00006 IEC 1131- 3 LD LDN AND ANDN O ORN ST Instruksi LD OR OR AND NOT AND NOT OUT ENF (FUN +01) Data S1 (00000) S2 (00001) K1 (01000) S3 (00002) S4 (00003) K1 (01000)

Tabel monomonik-monomonik untuk berbagai kode instruksi : MITSHUBISI OMRON SIEMENS TELEMECANIQUE L LN A AN O ON = SPECHERSCHUCH STR STR NOT AND AND NOT OR OR NOT OUT

LD LDI AND ANI OR ORI OUT

LD LD NOT AND ANDN0T OR OR NOT OUT

A AN A AN O ON =

Contoh contoh ledder diagram: 1) Siemens Langkah Instruksi : 0 A I0.1 1 2 A A I0.2 Q2.0

2) Tele-mechanique

Langkah Instruksi : 0 1 2 L A = I0.1 I0.2 000

3) Sprecherschuch

Langkah Instruksi : 0 1 2 STR OR X001 X002

OUT Y001

4) Mitshubisi

Langkah Instruksi : 0 1 2 LDI ANI X400 X401

OUT X430

Kontaktor Seri AF 1350

Coil : disipasi daya P = 1900 VA V = 600 V Icoil = 3,1 A Main contact = kontak utama Kemampuan arus = 1350 / 10 A = 135 (125 kali)

TIMER Dalam sebuah PLC TIM = timer = xxx N = nomor timer = xxxx SV = Set Value = Setting Timer

Harus menggunakan # Contoh : angka #10 = 1 detik