Anda di halaman 1dari 18

41

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN

3.1. Objek Penelitian 3.1.1. Unit Penelitian Dalam penulisan skripsi ini penulis melakukan penelitian pada salah satu unit kerja Perguruan Tinggi di Bandung yaitu pada Satuan Pengawas Internal Institut Teknologi Bandung (SPI-ITB) yang berada di Jl. Cikapayang 15 Bandung dan alasan pemilihan perguruan tinggi tersebut karena tempat ini relevan dengan pembahasan dalam penulisan skripsi yang akan dilakukan. Sedangkan objek penelitian pada penelitian ini menitikberatkan pada

pengaruh audit internal terhadap penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000. Dari penelitian ini diharapkan dapat memperoleh analisis seberapa besar pengaruh audit internal dalam penerapan Sistem Manajemen Kualitas ISO 9001:2000.

3.1.2. Populasi Sasaran Menurut Sugiyono (2007:90) menyatakan pengertian populasi sebagai berikut:

42

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek-objek, yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk di pelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya Sesuai dengan judul penelitian ini yaitu Pengaruh Audit Internal Terhadap Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000 yang dilakukan pada Satuan Pengawasan Internal Institut Teknologi Bandung maka populasi di ambil dari seluruh staf Satuan Pengawasan Internal yaitu berjumlah 8 orang dan pada seluruh staf Satuan Penjaminan Mutu Institut Teknologi Bandung yang berjumlah 5 orang. Populasi ini ditentukan dengan cara sensus.

3.2. Metode Penelitian 3.2.1. Pendekatan Penelitian Menurut Sugiyono dalam Ardias Wahyu (2007:44) : Metode penelitian adalah cara ilmiah yang digunakan untuk mendapatkan data yang objektif, valid dan reliabel dengan tujuan untuk dapat ditemukan, dibuktikan dan dikembangkan suatu pengetahuan sehingga dapat digunakan untuk memahami, memecahkan, dan mengantisipasi masalah Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian survey. Maksudnya, yaitu penelitian dilakukan pada populasi yang sudah ditentukan. Adapun pendekatan penelitian yaitu dengan metode deskriptif asosiatif. Menurut Moh. Nazir dalam Sri Wulan (2009:59) menyatakan bahwa:

43

Metode penelitian deskriptif merupakan metode untuk membuat gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki Pada penelitian ini, metode deskriptif digunakan untuk mengetahui gambaran bagaimana pelaksanaan Audit Internal pada Institut Teknologi Bandung dan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000. Sedangkan metode asosiatif dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh Audit Internal terhadap Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000.

3.2.2. Sumber data Penelitian yang akan dilakukan ini mempunyai beberapa sumber data yang akan ditempuh. Dari sumber data ini, kemudian akan dikumpulkan, diolah suatu informasi serta dianalisis, yang akan dijadikan dasar untuk hasil penelitian. Sumber-sumber data tersebut terdiri dari Data Primer yang merupakan sumber informasi dengan pembuatan kuesioner yang berkaitan dengan Audit Internal dan Sistem Manajemen ISO 9001:2000 yang akan disebarkan kepada responden. Adapun penulis menggunakan data sekunder untuk data pendukung yang berkaitan dengan literatur dan sumber-sumber relevan mengenai Audit Internal dan Sistem Manajemen ISO 9001:2000

44

3.2.3. Teknik Pengumpulan Data 1. Studi lapangan (Field Research) Yaitu penelitian yang dilakukan secara langsung terhadap masalah yang akan dibahas yang merupkan objek penelitian untuk mendapatkan data-data serta informasi yang diperlukan. Diantaranya diperoleh dengan cara: a. Observasi, yaitu teknik pengumpulan data dengan mengamati dan meninjau secara langsung pada tempat yang diteliti b. Wawancara, yaitu teknik pengumpulan data dengan cara tanya jawab dengan pihak atau pejabat yang berwenang atau bagian lain yang berhubungan langsung dengan objek yang diteliti. c. Kuesioner, yaitu lembaran-lembaran isian yang didalamnya berisi pertanyaan dan atau pernyataan yang dapat mengolah data kualitatif menjadi data kuantitatif guna pengujian hipotesis. 2. Studi Kepustakaan (Library Research) Yaitu studi dengan mempelajari literatur-literatur, berupa buku-buku wajib dan catatan-catatan kuliah serta bacaan lainnya yang berhubungan dengan masalah yang diteliti

3.2.4. Model Penelitian Model penelitian merupakan abstraksi dari fenomena-fenomena yang diteliti. Penelitian yang baik adalah penelitian yang dapat menghasilkan informasi

45

yang lengkap dan valid, dilakukan dengan cepat, sehingga dapat menghemat biaya, tenaga dan waktu (Sugiyono, 2008:61) Penelitian ini terdiri dari satu variabel bebas yang mempengaruhi satu variabel terikat lainnya. Berikut model penelitian dari variabel-variabel yang akan diteliti: Audit Internal Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000

Model penelitian ini digambarkan dengan persamaan sebagai berikut: Y = f (X) Dimana: f = fungsi X = Pengaruh Audit Internal Y = Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000 (Mochammad Nazir, 2003:124)

3.2.5. Operasionalisasi Variabel Operasionalisasi variabel merupakan kegiatan menguraikan variabel menjadi sejumlah variabel operasional (indikator) yang langsung merujuk pada hal-hal yang dapat diamati atau diukur berdasarkan hipotesis yang telah penulis kemukakan. Variabel Independen dari penelitian ini yaitu Pengaruh Audit Internal, sedangkan Variabel Dependen yaitu Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000

46

Tabel 3.1 Operasionalisasi Variabel Penelitian Skala Penguku ran Ordinal Ordinal Ordinal Ordinal Ordinal Ordinal Ordinal Ordinal Kuesioner Ordinal Ordinal Ordinal Ordinal

Variabel

SubVariabel

Indikator 1. Independensi 2. Kecermatan Profesionalitas 3. 4. 5. 6. Perencanaan Persiapan Dokumen Kerja Persiapan Tim audit Pelaksanaan Rapat Pembukaan 7. Pengumpulan dan Verifikasi Informasi 8. Perumusan Temuan Audit 9. Penyiapan Kesimpulan Audit 10. Pelaksanaan Rapat Penutupan

Instrumen

Variabel 1. Kualifikasi Independen (X) :Audit Internal 2. Program Audit

3. Pelaporan dan 11. Penyiapan, Pengesahan, Tindak Lanjut Penyampaian laporan audit 12. Pelaksanaan dan tindak lanjut

Sumber: Badan Standardisasi Nasional dalam SNI 19-19011 (2005:10) dan Konsorsium Organisasi Profesi Audit Internal (2004:8-9) Variabel 1. Sistem 1. Persyaratan Dokumentasi Ordinal Dependen Manajemen (Y): Mutu Penerapan (Klausul 4) Sistem 2. Komitmen Manajemen Ordinal Manajemen 2. Tanggung 3. Fokus Pelanggan Ordinal Mutu ISO Jawab 4. Kebijakan Mutu Ordinal 9001:2000 Manajemen 5. Perencanaan Mutu Ordinal (Klausul 5) 6. Peninjauan Ulang Manajemen Ordinal

47

3. Manajemen Sumber daya (Klausul 6)

7. Penyedia Sumber daya 8. Kompetensi, Kesadaran, Pelatihan SDM 9. Infrastruktur 10. Lingkungan Kerja 11. Perencanaan 12. Proses yang terkait dengan pelanggan 13. Desain dan Pengembangan 14. Ketentuan Pelayanan

Ordinal Ordinal Ordinal Ordinal Ordinal Ordinal Ordinal Ordinal Ordinal Ordinal Ordinal Ordinal Ordinal

Kuesioner

4. Realisasi Produk (Klausul 7)

15. Pengukuran dan Pemantauan 5. Pengukuran, 16. Pengendalian Produk Analisis, dan Nonkonformans Peningkatan 17. Analisis data (Klausul 8) 18. Peningkatan Terus Menerus Sumber: Vincent Gasperz dalam Franklin Samuel (2006:29-52)

3.2.6. Analisis Data dan Rancangan Pengujian Hipotesis 3.2.6.1. Analisis Data Analisis data dalam penelitian ini akan dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan analisis statistik parametric. Untuk mengetahui Pengaruh Audit Internal terhadap penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000 analisis data yang penulis gunakan antara lain, analisis korelasi, analisis determinasi, uji validitas, uji reliabilitas dan uji hipotesis. Uji validitas dan uji reliabilitas dibantu dengan SPSS 16.0, sedangkan analisis lain dihitung manual berdasarkan pada rumus yang ada. Di bawah ini dijelaskan mengenai analisis-analisis tersebut, yaitu:

48

1. Analisis atas tanggapan Responden Analisis data disajikan untuk mempermudah interpretasi bagi pihak yang mempunyai kepentingan terhadap data tersebut, sehingga masalah yang diteliti dapat disederhanakan. Analisis data pada penelitian ini dibagi ke dalam dua bagian yaitu: A. Analisis Deskriptif yang digunakan untuk menganalisis Variabel X (Pengaruh Audit internal) dan Variabel Y ( Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000) dengan cara menghitung nilai rata-rata (mean) dari nilai total masing-masing variabel dibagi dengan jumlah responden. B. Analisis Asosiatif: analisis yang digunakan untuk mengukur seberapa besar Pengaruh Audit Internal terhadap Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000, dengan cara metode succesive interval dan regresi ganda. Setelah adanya analisis data dilapangan dan kepustakaan, kemudian diadakan perhitungan kuesioner agar hasil analisis dapat diuji dan diandalkan. Berikut dijelaskan langkah-langkah dalam analisis deskriptif: Peneliti melakukan pengumpulan data pada populasi yang menjadi fokus penelitian, kemudian ditentukan alat untuk memperoleh data dari elemenelemen yang diselidiki, alat ini yaitu kuesioner atau daftar penyusunan. - Kuesioner kemudian disebarkan kepada bagian-bagian yang ditetapkan, setiap item kuesioner tersebut merupakan pertanyaan positif yang memiliki lima jawaban dengan masing-masing nilai berbeda. Nilai 5 menyatakan bahwa responden mempunyai Sikap Sangat Setuju

49

Nilai 4 menyatakan bahwa responden mempunyai Sikap Setuju Nilai 3 menyatakan bahwa responden mempunyai Sikap Ragu ragu Nilai 2 menyatakan bahwa responden mempunyai Tidak Setuju Nilai 1 menyatakan bahwa responden mempunyai Sangat Tidak Setuju - Apabila data terkumpul, kemudian dilakukan pengolahan data, disajikan, dianalisis. Pengolahan data menggunakan rumus mean untuk masing-masing variabel.

Untuk Variabel X (Pengaruh Audit Internal) Me = Xi n

Untuk Variabel Y (Sistem Manjemen Mutu ISO 9001 :2000 ) Me = Yi n

Keterangan: Me = Rata-rata = Jumlah Xi = Nilai X ke i sampai n Yi = Nilai Y ke i sampai n n = Jumlah responden (Sugiyono, 2008:49) Setelah didapat rata-rata untuk masing-masing variabel kemudian

dibandingkan dengan kriteria yang penulis tentukan berdasarkan nilai tertinggi dan nilai terendah dari hasil kuesioner. Untuk menentukan kriteria masing-masing variabel, dihitung terlebih dahulu nilai tertinggi dan nilai terendah:

50

- Nilai tertinggi Variabel = skor tertinggi X Jumlah pertanyaan - Nilai terendahVariabel = skor terendah X Jumlah pertanyaan (Sugiyono, 2005:107) Variabel X (Pengaruh Audit Internal) mempunyai 26 pertanyaan dengan skor tertinggi yaitu 5, maka nilai tertinggi untuk variabel X, yaitu 26 x 5 = 130, sedangkan untuk nilai terkecil variabel X didapat dengan mengalikan skor terendah (1) dengan Jumlah pertanyaan (26) maka hasilnya 26 x 1 = 26. Variabel Y (Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000) mempunyai 30 pertanyaan dengan skor tertinggi yaitu 5, maka nilai tertinggi untuk variabel Y, yaitu 30 x 5 = 150, sedangkan untuk nilai terkecil variabel Y didapat dengan mengalikan skor terendah (1) dengan Jumlah pertanyaan (30) maka hasilnya 30 x 1 = 30. Kemudian ditentukan jumlah kelas interval dengan rumus: K = 1 + (3,3) Log n, Di mana : n = Jumlah responden K = Jumlah kelas interval Untuk menghitung panjang kelas interval yaitu membagi rentang data dibagi dengan jumlah kelas interval ( Mochammad Nazir, 1997:379) Dengan demikian, maka kriteria penentuan penilaian nilai rata-rata variabel X (Pengaruh Audit Internal) dicapai dengan hasil sebagai berikut: Nilai 110 - 130, dirancang untuk menentukan kriteria Sangat Baik Nilai 89 - 109, dirancang untuk menentukan kriteria Baik

51

Nilai 68 - 88, dirancang untuk menentukan kriteria Cukup Nilai 47 - 67, dirancang untuk menentukan kriteria Kurang Baik Nilai 26 - 46, dirancang untuk menentukan kriteria Sangat Kurang Baik Sedangkan kriteria penentuan penilaian nilai rata-rata variabel Y (Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000) dicapai dengan hasil sebagai berikut: Nilai 125 - 150, dirancang untuk menentukan kriteria Sangat Baik Nilai 101 - 124, dirancang untuk menentukan kriteria Baik Nilai 78 -101, dirancang untuk menentukan kriteria Cukup Nilai 54 - 77, dirancang untuk menentukan kriteria Kurang Baik Nilai 30- 53, dirancang untuk menentukan kriteria Sangat Kurang Baik 2. Analisis Korelasi Kualitas data yang dihasilkan dari penggunaan instrumen penelitian dapat dievaluasi melalui uji reliabilitas dan uji validitas artinya suatu penelitian akan menghasilkan kesimpulan yang bias jika datanya kurang reliabel dan valid. Uji reliabilitas adalah suatu data dapat dipercaya kebenarannya sesuai dengan kenyataan. Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui apakah alat pengumpul data menunjukkan tingkat ketepatan, tingkat keakuratan, tingkat kestabilan, konsistensi, dalam mengungkap gejala-gejala tertentu. Pengujian reliabilitas dimaksudkan juga untuk mengetahui apakah kuesioner dapat memberikan ukuran yang konstan atau tidak. Instrumen (kuesioner) yang handal berarti mampu mengungkapkan data yang dapat dipercaya. Pengujian realibilitas dilakukan dengan menggunakan teknik belah dua ganjil-genap, dimana penelitian dilakukan

52

dengan mengelompokkan skor butir ganjil sebagai belahan pertama dan kelompok skor butir genap sebagai belahan kedua (Sugiyono, 2005:122).

Rumus pengujian reliabilitas yang digunakan adalah rumus Spearman Brown yaitu: Keterangan:

ri =

2rb 1 + rb

ri = Reliabilitas internal seluruh instrumen rb = Korelasi antara belahan pertama dan kedua

(Sugiyono, 2008:149) Kriteria pengujian adalah sebagai berikut: Jika r hitung > = r kritis maka pernyataan dinyatakan reliabel Jika r hitung < r kritis maka pernyataan dinyatakan tidak reliabel Uji validitas instrumen dalam penelitian ini menggunakan metode pengujian validitas isi dengan analisis item, yaitu dengan mengkorelasikan antara skor butir instrumen dengan skor total, untuk menghitung korelasi pada uji validitas menggunakan korelasi pearson moment dengan rumus sebagai berikut:

XY
rxy =

( X2x Y2)
Ket: X = Skor butir X dikurangi dengan rata-rata skor item butir X Y = Total skor butir Y dikurangi dengan rata-rata total skor butir Y

rxy = Korelasi antara skor item dan total skor item pernyataan

53

3. Analisis Determinasi Analisis yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dengan rumus sebagai berikut:

Kd = r2 . 100%

Keterangan: Kd = Koefisien Determinasi r = Koefisien Korelasi (Sugiyono, 2008:220)

3.2.6.2. Rancangan Pengujian Hipotesis Dalam penelitian ini pengujian hipotesis akan ditetapkan uji signifikansi atau parameter r, maksudnya untuk menguji tingkat signifikan maka harus di dilakukan pengujian parameter dimulai dengan penetapan Hipotesis nol (Ho) dan Hipotesis alternatif (Ha). Hipotesis nol (Ho) merupakan suatu hipotesis yang menyatakan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel independen dan variabel dependen. Hipotesis alternatif (Ha) merupakan suatu hipotesis yang menyatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara variabel independen dan variabel dependen

54

Berikut langkah-langkah rencana pengujian hipotesis: 1. Nyatakan Ho dan Ha Ho: Tidak terdapat pengaruh yang signifikan audit internal terhadap penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000 Ha: Terdapat pengaruh yang signifikan audit internal terhadap penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000 2. Tentukan Tingkat Kepercayaan Tingkat kepercayaan pada taraf nyata yaitu = 0.05 dengan derajat kebebasan (degree of freedom) df = n k 3. Pemilihan Tes Statistik dan Perhitungan Nilai Tes Statistik Data yang digunakan untuk pengujian hipotesis ini berasal dari variabel X dan Y yang pengukurannya menggunakan skala ordinal yaitu tingkat pengukuran yang memungkinkan peneliti mengurutkan respondennya dari tingkat yang paling rendah ke tingkat yang paling tinggi. Melalui pengukuran ini penulis dapat membagi respondennya kedalam urutan ranking atas dasar sikapnya pada objek atau tindakan tertentu. Maka dalam menguji hipotesis ini digunakan teknik statistik non parametrik. Data tersebut diperoleh melalui kuesioner dengan jenis pertanyaan tertutup dan setiap item memiliki skor tersendiri. Oleh karena skor yang diperoleh tingkat pengukurannya ordinal, maka koefisien korelasi yang digunakan adalah koefisien korelasi spearmen dengan rumus sebagai berikut: Keterangan:
n

rs = 1

6 d12

rs = Koefisien Korelasi Spearman


d = Selisih ranking data Variabel X dan Y n = Banyak subjek / Responden

(n -n)

55

Kriteria pengujian adalah sebagai berikut: Jika rxy > r kritis maka pernyataan dinyatakan valid Jika rxy < r kritis maka pernyataan dinyatakan tidak valid (Sugiyono, 2008:285) Adapun dalam jawaban kuisoner terdapat ranking yang mempunyai nilai sama, maka dalam perhitungan rs digunakan faktor koreksi sebagai berikut: t3 - t T = 12 Keterangan: t = jumlah angka yang mempunyai nilai kembar Berdasarkan faktor koreksi tersebut diatas maka rumus rs dihitung sebagai berikut: rs =
2

x2 + y2 - di2

. y2

Berdasarkan rumus di atas, maka untuk menentukan x2 dan y2 dapat dihitung dengan menggunakan rumus: x
2

N3 - N 12

TX

y2 =

N3 - N 12

Ty

Keterangan: x2 = Jumlah ranking yang sama pada variable X y2 = Jumlah ranking yang sama pada variable Y (Sidney Siegel, 1997:256-257)

56

Koefisien korelasi (rs)menunjukkan derajat korelasi antar variabel X dan Y. Nilai r mempunyai batas-batas yaitu -1 < r < + 1. Jika r = 0 atau mendekati 0, maka hubungan antara dua variabel sangat lemah atau tidak ada hubungan sama sekali. Jika r = +1 atau mendekati +1, maka hubungan antara dua variabel tersebut sangat kuat, jika r = -1 atau mendekati -1, maka korelasinya negatif dan sangat kuat. Tanda positif dan negatif pada koefisien korelasi memiliki arti yang khas. Jika r posistif, maka korelasi antar dua variabel tersebut bersifat searah, sedangkan jika nilai r negatif, kenaikan nilai x diiringi dengan penurunan nilai y. Sedangkan kriteria yang digunakan untuk menilai eratnya koefisien korelasi yaitu sebagai berikut: Interpretasi Nilai r Interval Koefisien 0,00 - 0,199 0,20 - 0,399 0,40 - 0,599 0,60 - 0,799 0,80 - 1,00 Tingkat Hubungan Sangat Rendah Rendah Sedang Kuat Sangat Kuat

Sumber: Sugiyono (2008:214) 4. Nyatakan Statistik Ujinya Untuk mengetahui apakah koefisien korelasi (r) antar variabel signifikan atau tidak maka dilakukan pengujian melalui uji t tengah dengan menggunakan rumus:

57

Keterangan: rn-2 t= 1-r


2

t = Nilai Uji t r = Koefisien Korelasi n = Jumlah Sampel Sumber : Sugiyono (2002:150)

5. Nyatakan Kriteria Untuk menguji r maka akan digunakan statistik uji t (student) dengan asumsi sebagai berikut: Interval keyakinan (Level of Significant) 95% ( = 0.05) artinya kemungkinan kebenaran hasil penarikan kesimpulan mempunyai probabilitas 95% atau kesalahan 5%, derajat kebebasan (degree of freedom) = n - k, maka kaidah keputusan yang diambil bila: t
hitung

<t

tabel

, ( = 0.05, df = n - 2) maka Ho diterima, apabila t

hitung

lebih

kecil atau sama dengan nilai t tabel dengan tingkat kepercayaan 95% ( = 0.05) dan derajat kebebasan ( df = n - 2 ) maka Ho diterima. t hitung > t tabel , ( = 0.05, df = n - 2) maka Ho ditolak apabila t hitung lebih besar dengan tingkat kepercayaan 95% ( = 0.05) dan derajat kebebasan (df = n - 2) maka Ho ditolak. 6. Penarikan Kesimpulan Penarikan kesimpulan berdasarkan pengujian hipotesis-hipotesis dan kriteria yang ditetapkan dengan didukung oleh teori-teori yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.

58

3.2.7. Proses Penelitian Penelitian sebagai proses untuk mengembangkan pengetahuan dan menjawab suatu masalah dengan cara penyelidikan sistematis terhadap masalah tertentu, menggunakan metode ilmiah, mengumpulkan bukti secara representatif sebagai dasar untuk menarik kesimpulan, dan menggunakan penalaran logis dan tidak memihak (bias) dalam menarik kesimpulan. Berikut menyajikan proses penelitian yang secara garis besar terdiri atas empat tahap yaitu 1. Masalah atau Pertanyaan Penelitian, 2. Telaah Teoritis, 3. Pengujian Fakta, dan 4. Kesimpulan Gambar 3.1 Proses Penelitian MASALAH/ PERTANYAAN PENELITIAN Menetapkan Topik Penelitian Latarbelakang Identifikasi Masalah

TELAAH TEORITIS

HIPOTESIS

PENGUJIAN FAKTA

HASIL

Pemilihan Data Pengumpulan Data Analisis Data KESIMPULAN