Anda di halaman 1dari 14

INDIKATOR PENGISIAN AIR PADA BAK PENAMPUNG DENGAN HANDPHONE SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI

No Comments Normaliaty Fithri 1& Dimas Budiman2 Dosen Universitas Bina Darma Jalan Jenderal Ahmad Yani No.12, Palembang Pos- el: noorty09@yahoo.com1 Abstract : In modern life increased his of motor vehicle make road;street often stuck so that complicate us to immediately to reside in at home urgent condition moment. Is for that created one of the electronic innovation in this case is Indicator Admission filling of Water at receptacle with Handphone as Media Communications. By using three float which in attributing to three of saklar limit, third of this float detect volume irrigate at basin, automatic laboring to start lamp, aflame lamp indicator one by one moment there is water push float, later;then float push limit saklar hereinafter give input to microcontroler that is in the form of last tension in process which later give output in the form of : lamp, and buzzer of handphone and also discontinue pump automatically. Key word : Buzzer, Water, Microcontroler. Abstrak : Di kehidupan yang modern ini dengan bertambah nya kendaraan bermotor membuat jalan sering macet sehingga menyulitkan kita untuk segera berada dirumah saat kondisi mendesak. Untuk itu diciptakan salah satu inovasi elektronik dalam hal ini adalah Indikator Pengisian Air pada bak penampung dengan Handphone sebagai Media Komunikasi. Dengan menggunakan tiga buah pelampung yang di hubungkan dengan tiga buah saklar limit, ketiga pelampung ini mendeteksi volume air pada bak, yang bekerja otomatis untuk menghidupkan lampu, indikator lampu menyala satu persatu saat ada air mendorong pelampung, kemudian pelampung mendorong saklar limit selanjutnya memberikan input ke mikrokontroler yaitu berupa tegangan lalu di proses yang nantinya memberikan output berupa : lampu , buzzer dan handphone serta menghentikan pompa secara otomatis. Kata kunci : Buzzer, Water, Microcontroler.

1. 1. PENDAHULUAN Inovasi dalam teknologi elektronika berkembang dengan cepat, dan selaras dengan perkembangan karakteristik masyarakat modern yang memiliki mobilitas tinggi, mencari layanan yang fleksibel, murah dan memuaskan serta efisien di segala aspek yang salah satu nya adalah aspek waktu. Di kehidupan yang modern ini dengan bertambah nya kendaraan bermotor membuat jalan sering macet sehingga menyulitkan kita untuk segera berada dirumah saat kondisi mendesak. Untuk itu diciptakan salah satu inovasi elektronik dalam hal ini adalah Indikator Pengisian Air pada bak penampung dengan Handphone sebagai Media Komunikasi. Dengan menggunakan tiga buah pelampung yang di hubungkan dengan tiga buah saklar limit, ketiga pelampung ini mendeteksi volume air pada bak, yang bekerja otomatis untuk menghidupkan lampu 1 pada level air volume seperempat, menghidupkan lampu dua pada volume air setengah dan menghidupkan lampu 3 pada volume air mendekati penuh dan juga menghidupkan buzzer sekaligus mengirim pesan berupa sms kepada si pemilik serta mematikan pompa secara otomatis. Cara kerjanya indikator lampu menyala satu persatu saat ada air mendorong pelampung, kemudian pelampung mendorong saklar limit selanjutnya memberikan input ke mikrokontroler yaitu berupa tegangan lalu di proses yang nantinya memberikan output berupa : lampu , buzzer dan handphone serta menghentikan pompa secara otomatis. Keandalan dari alat ini dapat bekerja secara otomatis saat kita sedang melakukan pengisian air pada bak penampung, sehingga kita mengetahui volume air pada saaat pengisian dan jika sudah penuh kita langsung mengetahuinya karena mendapat pesan yang berupa sms dan secara otomatis pompa akan mati. Adapun tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengaplikasikan rangkaian elektronika yang berupa IC Mikrokontroler AT89S52 serta mengaplikasikan handphone sebagai media komunikasi dalam rangkain elektronika dan memahami fungsi dari tiga buah pelampung yang dihubungkan dengan tiga buah saklar limit dimana ketiga pelampung ini mendeteksi volume air pada bak. Batasan masalah pada penulisan ini adalah membahas tentang sistem kerja a. Pelampung sebagai penggerak saklar limit, b. Relay sebagai penggerak pada output yang berupa lampu, buzzer, handphone dan penghentian pompa, c. Buzzer sebagai penanda apabila bak sudah penuh, d. Handphone sebagai media komunikasi.

2.

METODOLOGI PENELITIAN

Lokasi Penelitian Lokasi penelitian dan pengumpulan data dilakukan di Universitas Bina Darma Jl. A.Yani No. 12 Plaju Palembang. Metode Penelitian Dalam melakukan Penelitian ini, untuk mendapatkan data-data dan informasi maka dapat digunakan metode pengumpulan data sebagai berikut : Metode Literatur Adalah pencarian dan pengumpulan sumber-sumber yang berupa buku-buku yang berhubungan dengan alat yang dibuat. Metode Observasi Adalah pengamatan terhadap alat yang dibuat, meliputi tahap perancangan mengenai perencanaan rangkaian, layout PCB, komponen-komponen yang diperlukan serta tata letak komponen. Tahap pengujian mengenai alat yang dibuat untuk mengetahui alat itu berfungsi dengan baik. Perancangan Tahapan terpenting adalah perancangan yang baik dan sistematis akan memberikan kemudahan dalam proses penyelesaian pembuatan alat. Untuk itu diperlukan beberapa faktor penunjang diantaranya buku referensi ataupun fasilitas laboratorium dan bengkel, yang ke semuanya sangat mendukung dalam proses perancangan. Dari seluruh proses pembuatan suatu sistem rangkaian. Perancangan alat ini mempunyai tujuan yaitu untuk mendapatkan suatu alat atau sistem yang baik seperti yang diharapkan, dengan mempertimbangkan karakteristik- karakteristik komponen yang digunakan. Selain itu dengan adanya perancangan ini yang merupakan tahap penyelesaian tugas akhir, dilaksanakan secara sistematis dan saling berkaitan sehingga diperoleh peralatan dengan spesifikasi yang baik. Diagram Blok

Alat yang terdiri dari saklar limit, pelampung, relay, rangkaian Mikrokontroller serta rangkaian lengkap nya. Untuk memudahkan perancangan, maka dibuat diagram blok yang dapat dilihat pada gambar berikut : Gambar 1. Blok Diagram Indikator Pengisian Air pada bak penampung dengan Handphone sebagai Media Komunikasi Perancangan Bagian Elektronik Pada bagian ini menjelaskan proses pembuatan dari tiap-tiap blok rangkaian yang berhubungan dengan benda elektronik seperti memproses PCB dan pemilihan komponen, seperti resistor, transistor, dioda, IC dan lain-lain. PCB harus diperoses menjadi jalur-jalur yang akan dapat menghubungkan kaki-kaki komponen agar membentuk suatu rangkaian yang diinginkan. Pembuatan Bagian Mekanik Pada bagian ini dilaksanakan pengerjaan-pengerjaan yang berhubungan dengan mekanik seperti membuat akuarium dan memberi tanda komponen-komponen tertentu. 1. Membuat akuarium Dalam memulai pekerjaan ini, disiapkan terlebih dahulu gambar-gambar, bahanbahan dan peralatan yang digunakan dalam pembuatan akuarium ini. Pembuatan akuariunm ini dibagi menjadi beberapa tahap diantaranya : 1. Memotong kaca Pada tahap pertama ini kaca dipotong sesuai dengan ukuran yang direncanakan. Kemudian kacatersebut diberi tanda dan garis sesuai dengan yang diperlukan, selanjutnya dipotong menggunakan pemotong kaca sesuai dengan ukuran yang ada pada gambar perencanaan. 1. Menyambung kaca dengan kaca Kaca di sambung dengan kaca sehingga terbentuklah akuarium yang berfungsi sebagai bak penampung air. Pembuatan Rangkaian Saklar Limit dan Rangkaian Pelampung Saklar limit pada rangkaian ini berfungsi sebagai penghubung dua terminal pada saat mendapat tekanan dari pelampung yang diakibatkan bertambahnya

volume air pada bak penampung. Pelampung yang terbuat dari bahan plastik berbentuk bulat sebesar bola pimpong berfungsi untuk menekan saklar limit pada saat terjadi pengisian air pada bak penampung. Gambar 2. Rangkaian Saklar limit dan 3 buah Pelampung Pembuatan Rangkaian Relay Gambar 3. Rangkaian Relay sebagai pemberi tegangan ke mikro Relay adalah saklar yang bekerja atas dasar prinsip elektromagnetis. Relay akan kondisi on pada saat di aliri arus listrik atau sering di sebut dengan kondisi normally close, dan pada saat normal di sebut dengan normally open. Pada rangkaian ini relay berfungsi sebagai penghubung tegangan yang akan di teruskan ke mikrokontroller AT89S52. Pembuatan Rangkaian mikrokontroler Gambar 4. Rangkaian mikrokontroler Rangkaian mikrokontroler AT89S52 bekerja menggunakan tegangan 5 Volt. Sebagai sumber detak pada mikrokontroller, digunakan sumber internal dengan memakai osilator yang memiliki frekuensi 12 Mhz. Mikrokontroler merupakan chip untuk menyimpan dan mengolah data sesuai dengan instruksi yang di program. Baik pada input maupun outputnya. Pembuatan Rangkaian Indikator Pengisian pada Bak Penampung dengan Handphone sebagai Media Komunikasi Gambar 5. Rangkaian Indikator Pengisian Air pada Bak Penampung dengan Handphone sebagai Media Komunikasi Pembuatan Rangkaian Indikator Alarm Alarm pada system ini berupa alarm speaker yang memiliki tegangan kerja sebesar 5 V. Alarm ini berfungsi sebagai indikator yang menunjukkan bahwa input data yang dimasukkan salah maka alarm akan bekerja (berbunyi) pada rangkaian alarm, transistor berfungsi sebagai sakelar, yang akan mengaktifkan alarm. Input basis transistor dikendalikan oleh port 1.0 dari IC mikrokontroler AT89S52. Gambar 6. Rangkaian Alarm

3. HASIL DAN PEMBAHASAN Mikrokontroler Mikrokontroler adalah Central Processing Unit (CPU) yang disertai memori serta sarana input/output dan dibuat dalam bentuk chip. Sebuah mikrokontroler tidak dapat bekerja bila tidak diberi program kepadanya, program tersebut memberitahu mikrokontroler apa yang harus dikerjakan. Seperti kita ketahui, produksi MCS51 Atmel dibagi dua macam, yang berkaki 40 setara dengan 8051 yang asli, bedanya mikrokontroler ATMEL berisikan Flash PEROM dengan kapasitas berlainan. AT89C51 mempunyai Flash PEROM dengan kapasitas 2 Kilo Byte, AT89C52 4 Kilo Byte, AT89C53 12 Kilo Byte, AT89C55 20 Kilo Byte dan AT89C8252. AT89S52 8 Kilo Byte Flash PEROM dan 2 Kilo Byte EEPROM. Sedangkan untuk yang berkaki 20 adalah MCS51 yang disederhanakan, penyederhanaan dilakukan dengan cara mengurangi jalur untuk input/output pararel, kemampuan lain yang sama sekali tidak mengalami pengurangan. Penyederhanaan ini dimaksudkan untuk membentuk mikrokontroler yang bentuk fisiknya sekecil mungkin tapi mempunyai kemampuan yang sama. Jika mikroprosessor dikombinasikan dengan I/O dan memori (baik berupa RAM atau ROM) akan menghasilkan sebuah mikrokomputer. Pada kenyataannya mengkombinasikan CPU dengan memori dan I/O dapat dilakukan dalam levelchip, yang akan menghasilkan SCM (Single Chip Mikrokomputer), SCM ini untuk selanjutnya sering disebut dengan mikrokontroler, dan mikrokontroler ini dapat digunakan untuk mengendalikan suatu alat. Mikrokontroler merupakan komputer mini, mikrokontroler terdiri atas CPU yang disertai dengan memori serta sarana I/O. Mikrokontroler hampir menyerupai fungsi komputer. Sistem mikrokontroler sendiri dalam aplikasinya tidak dapat berdiri sendiri tapi juga terhubung ke antarmuka antarmuka lain seperti keypad, LCD dan lain lain. Mikrokontroler mempunyai perbedaan yang cukup penting dengan mikroprosessor dan mikrokomputer. Suatu mikroprosessor merupakan bagian dari CPU (Central Prosessing Unit) tanpa memori dan I/O pendukung dari sebuah komputer, sedangkan mikrokontroler umumnya terdiri atas CPU, memori, I/O tertentu dan unit- unit pendukung lainnya. Perbedaan yang sangat mencolok antara mikrokontroler dan mikroprosessor serta mikrokomputer yaitu pada aplikasinya karena mikrokontroler hanya dapat digunakan pada aplikasi tertentu saja (hanya satu program saja yang dapat disimpan). Kelebihan lainnya

yaitu terletak pada perbandingan RAM (Random Access Memory) dan ROM (Read Only Memory). Sehingga ukuran board mikrokontroler menjadi sangat ringkas atau kecil. Dari kelebihan yang ada, terdapat keuntungan pemakaian mikrokontroler dibandingkan dengan mikroprosessor yaitu mikrokontroler sudah terdapat RAM dan peralatan I/O pendukung sehingga tidak perlu menambahnya lagi. Struktur dari mikroprosessor memiliki kemiripan dengan mikrokontroler. (Suhata, 2005) Susunan Diagram Pin Mikrokontroler AT89S52 Mikrokontroler AT89S52 memiliki 40 pin dengan 32 pin diantaranya digunakan sebagai port pararel. Satu port pararel terdiri dari 8 pin, sehingga jumlah portpada mikrokontroller AT89S52 adalah 4 port, yaitu port 0, port 1, port 2 danport 3. Gambar 7. Susunan pin mikrokontroler AT89S52 Pin-pin mikrokontroler AT89S52 Pin 1 sampai dengan pin 8 merupakan pin dari port 1. Port 1 sendiri merupakanport input output dua arah yang dilengkapi dengan pull-up internal yang mampu untuk memberikan/menyerap arus dari empat input TTL sebesar 1,6 mA. Selain itu port 1 pada mikrokontroler AT89S52 dapat juga digunakan sebagai saluran alamat pada saat pemrograman dan verifikasi seperti pada pin 1 dan pin 2 yang digunakan sebagai timer 2 serta pin 5, 6 dan 7 yang digunakan untuk fungsi In System Programming (ISP). Pin 9 Merupakan input reset yang berfungsi untuk membuat mikrokontroler memulai pembacaan program dari alamat awal. Fungsi reset akan aktif bila mikrokontroler menerima input dengan logika 1 pada pin 9. Pin 10 sampai dengan pin 17 merupakan pin dari port 3. Port 3 merupakan port input-output dua arah dengan internal pull-up yang memiliki fungsi pengganti. Ketika logika 1 diberikan kepada port 3, maka pull-up internal akan membuatport pada kondisi high dan port 3 dapat digunakan sebagai saluran input. Bila fungsi pengganti tidak dipakai, maka fungsi ini dapat digunakan sebagai port pararel 8 bit serbaguna. (Suhata, 2005) Pin 18 dan pin 19 Mikrokontroler AT89S52 telah memiliki seluruh rangkaianoscillator yang diperlukan pada chip, kecuali rangkaian kristal yang mengendalikan frekuensi dari ocsillator. Untuk mengunakannya, maka resonator

kristal atau keramik dihubungkan diantara kaki-kaki XTAL1 (Pin18) dan XTAL2 (Pin 19) dari mikrokontroler AT89S52. Tabel 1. Fungsi pengganti port 3 AT89S52

Port

3.0 3.1 3.2 3.3 3.4 3.5 3.6 3.7

Nama Keterangan Fungsi Penganti RXD Untuk menerima data portserial TXD Untuk mengirim data port serial Interupsi eksternal 0 Interupsi eksternal 1 T0 Input eksternal waktu / pencacah 0 T1 Input eksternal waktu / pencacah 1 Sinyal tanda baca memori data eksternal Sinyal tanda tulis memori data eksternal

Pin 20 merupakan pin ground yang dihubungkan dengan ground dari sumber tegangan. Pada beberapa gambar rangkaian, simbol ground sering disingkat dengan GND. Pin 21 sampai dengan pin 28 merupakan port 2 yang merupakan port input output dua arah yang telah dilengkapi dengan internal pull-up. Pin 29 adalah pin Program Store Enable ( ) yang merupakan sinyal pengontrol untuk mengakses program memori eksternal yang masuk ke dalam jalur data selama proses pemberian atau pengambilan instruksi. Pin 30 adalah pin Address Latch Enable (ALE/) yang berfungsi sebagai penahan alamat memori eksternal. Selain itu pin ini juga dapat berfungsi sebagai sinyalinput program selama proses pemrograman. Pin ALE dapat di non-aktifkan dengan menset bit 0 dari SFR pada lokasi alamat 8EH. Pin 31 adalah pin /Vpp yang merupakan External Access Enable. Jika mikrokontroler akan mengeksekusi program dari memori eksternal, maka pin 31 yaitu pin /Vpp harus dihubungkan dengan ground. Jika mikrokontroler akan mengeksekusi program dari memori internal AT89S52, maka pin /Vpp harus dihubungkan dengan Vcc.

Pin 32 sampai dengan pin 39 adalah port 0 yang merupakan port input outputdengan tipe open drain bidirectional. Sebagai port output, masing-masing kaki dapat menyerap arus (sink) hingga delapan input TTL (arus sekitar 3,8 mA). Sedangkan pada saat port 0 diberi logika 1, maka pin-pin pada port 0 dapat digunakan sebagai input berimpedansi tinggi. Port 0 dapat juga dikonfigurasikan sebagai bus alamat/data low byte selama proses pengaksesan memori data dan program eksternal. Pin 40 merupakan pin Vcc untuk menerima tegangan sumber (+) yang dibutuhkan oleh mikrokontroler AT89S52. (Suhata, 2005) Relay Relay adalah sebuah saklar magnetik yang biasanya menggunakan medan magnet dan sebuah kumparan untuk membuka atau menutup satu atau beberapa kontak saklar pada saat relay dialiri arus. Pada dasarnya relay terdiri dari sebuah lilitan kawat yang terlilit pada suatu inti dari besi lunak berubah menjadi magnet yang menarik atau menolak suatu pegas sehingga kontak pun menutup atau membuka. Relay mempunyai anak kontak yaitu NO (Normally Open) dan NC (Normally Closed). Relay sering digunakan baik pada industri, otomotif, ataupun perangkat elktronika lainnya. Relay berfungsi untuk menghubungkan atau memutuskan aliran arus listrik yang dikontrol dengan memberikan tegangan dan arus tertentu pada koilnya. Simbol relay diperlihatkan pada gambar 8. Double pole Double Throw (DPDT) dan Singe Pole Double Throw (SPDT) adalah dua diantara beberapa jenis kontaktornya. Pole adalah kontak yang bergerak, sedangkan Throw adalah kontak diam. Normally Closed (NC) menunjukkan bahwa kontak tersebut pada keadaan normalnya adalah tehubung dengan pole. Sedangkan NormallyOpened (NO) pada keadaan normalnya tidak terhubung dengan pole. Gambar 8. Simbol Relay Gambar 9. Bentuk Fisik Relay Saklar Limit Saklar limit adalah alat pengendali yang sangat umum. Saklar limit dirancang hanya untuk beroperasi apabila batas yang sudah ditentukan sebelumnya sudah

dicapai, dan saklar limit biasanya diaktifkan kontak dengan obyek misalnya digunakan pada mesin. Alat tersebut sebagai pengganti operator manusia. Saklar-saklar tersebut sering digunakan pada rangkaian pengendali dari mesin yang memperoses untuk pengaturan starting, stoping atau pembalikan motor. Gambar 10. Saklar Limit Handphone Handphone merupakan perangkat elektronik yang digunakan untuk melakukan komunikasi jarak jauh melalui jaringan GSM atau CDMA. Handphone terdiri atas tiga bagian utama, yaitu : 1. Speech Circuit merupakan bagian rangkaian bicara untuk melakukan pengiriman dan penerimaan sinyal suara baik sinyal pembicara maupun sinyalsinyal kode pada handphone 2. Dialer Circuit merupakan bagian proses penekanan tombol untuk melakukan panggilan handphone yang akan dihubungi melalui jaringan GSM atau CDMA. 3. Bell Circuit merupakan rangkaian yang berfungsi membangkitkan nada dering jika sinyal dari Public Switch Telephone Network (PSTN) atau jaringan lain terdeteksi. Gambar 11. Handphone Transformer Transformer adalah alat yang dibuat dari gulungan kawat yang fungsinya memindahkan tenaga dari bagian input yaitu gulungan primer ke bagian outputnya yaitu gulungan sekunder. Bentuk pemindahan ini berupa tegangan maupun frekuensi atau induktansi, perubahan bisa berupa kenaikan suatu harga atau bisa juga berupa penurunan harga. Gambar 12. Bentuk Fisik Transformer Berdasarkan kegunaannya jenis gulungan kawat dapat dibagi menjadi : 1. Gulungan Tunggal

Adalah gulungan yang dibagian tengahnya dicabangkan. Pada gulungan tunggal bagian primernya dan sekundernya menjadi satu. b. Gulungan Induktif

Adalah gulungan yang terdiri dari 2 buah gulungan. Gulungan pertama disebut gulungan primer yang dipakai sebagai inputnya dan gulungan kedua disebut gulungan sekunder yang dipergunakan sebagai outputnya. Gulungan sekunder bekerja berdasarkan prinsip kerja induksi dari gulungan primernya. c. Gulungan Induktif Bertap

Gulungan Induktif Bertap juga terdiri dari 2 buah gulungan yaitu primer dan sekunder, hanya pada beberapa tempat pada bagian gulungan sekunder disadap dan dipercabangkan dengan tujuan untuk mendapatkan tegangan yang dikehendaki. Gambar 13. Gulungan Induktif Bertap Prinsip kerja transformator yaitu, transformator terdiri dari 2 buah gulungan yaitu primer dan Gulungan primer dan sekunder dibuat dalam bentuk susunan tertutup yang menyelubungi inti besi yang dibuat dari bahan besi lunak. Pada trafo yang dipergunakan pada rangkaian frekwensi rendah, misalnya trafo daya , sebagai intinya dipergunakan besi tuang atau stally, sedangkan yang dipakai untuk rangkaian frekwensi tinggi misalnya trafo coke atau rangkaian RFC dipergunakan inti yang terbuat dari carbon atau arang atau bahkan sama sekali tidak menggunakan inti seperti pada coil. (Malvino, 1986) Catu Daya Catu daya merupakan penyuplai daya pada modul yang akan digunakan. Pencatu daya yang diambil dari tegangan jala- jala PLN kemudian disearahkan terlebih dahulu menjadi tegangan DC dicatu ke rangkaian sistem. Pada dasarnya catu daya terbagi atas dua jenis yaitu : 1. Catu daya linier, yaitu catu daya yang diperoleh dengan menurunkan tegangan sumber yang kemudian diserahkan pada level yang ditentukan. 2. Catu daya switching, yaitu catu daya yang dipakai untuk mengubah sumber DC kebentuk gelombang kotak yang diubah pada level tetentu. Dalam catu daya, mula- mula tegangan bolak- balik 220V dari jaringan umum (PLN) diturunkan sampai harga yang dibutuhkan. Kemudian tegangan tersebut

akan disearahkan dengan menggunakan dioda. Tegangan yang dihasilkan oleh penyearah dioda ini belum rata, masih berdenyut. Karena itu denyut- denyut tersebut diratakan oleh filter. Filter yang paling sederhana terdiri dari sebuah kondensator yang banyak dijual dipasaran dan sudah kita kenal. (Malvino, 1986) Gambar 14. Blok Diagram Catu Daya dimulai dari tegangan PLN yang masuk ke trafo step down. Trafo step down pada rangkaian tersebut mempunyai input tegangan sebesar 220 VAC dan Vsekunder 12 VAC, setelah tegangan diturunkan kemudian masuk ke dioda penyearah jembatan atau dioda bridge yang berfungsi sebagai penyearah gelombang penuh, gelombang yang di searahkan adalah gelombang AC 12 Volt dari trafo yang kemudian masuk ke kapasitor untuk di filter karena gelombang keluaran dari dioda bridge masih mempunyai riak-riak yang cukup besar, oleh karena itu kapasitor akan menepis gelombang tersebut menjadi kecil. (Loveday, GC,1993) Setelah melewati kapasitor gelombang yang dihasilkan berupa tegangan DC 12 Volt tetapi tegangan ini masih mempunyai riak walaupun sangat kecil, oleh karena itu, oleh karena itulah digunakan IC regulator yang berfungsi sebagai penstabil tegangan. IC regulator yang digunakan pada rangkaian ini adalah IC LM 7812 yang akan menghasilkan tegangan DC 12 Volt dan 7805 menghasilkan tegangan 5 Volt. Dalam rangkaian ini pada saat pelampung 1 aktif, mendapat input tegangan 5 Volt menuju input mikrokontroler AT89S52, kemudian di proses mengakibatkan lampu 1 menyala, sedangkan lampu 2 dan 3 padam. Begitu juga pada saat pelampung 2 aktif atau volume air level setengah maka yang aktif adalah lampu 2, sedangkan lampu 1 dan 3 padam. Demikian juga sama hal nya pada pelampung 3 jika aktif, maka lampu yang menyala adalah lampu 3. Sedangkan lampu 1 dan 2 padam, pada saat yang bersamaan buzzer aktif menandakan bahwa air mendekati level penuh, handphone mengirim pesan berupa sms, dan pompa non aktif. Prinsip Kerja Rangkaian Cara kerja dari rangkaian indikator pengisian air pada bak penampung dengan handphone sebagai media komunikasi, dimulai dari trafo step down pada rangkaian ini mempunyai input tegangan sebesar 220 VAC dan tegangan sekunder 12VAC, setelah tegangan diturunkan kemudian masuk ke dioda

penyearah jembatan atau dioda bridge yang berfungsi sebagai penyearah gelombang penuh, gelombang yang diserahkan adalah gelombang AC 12 Volt dari trafo yang kemudian masuk ke kapasitor yang difilter karena gelombang keluaran dari dioda bridge masih mempunyai riak-riak yang cukup besar, oleh karena itu kapasitor akan menepis gelombang tersebut menjadi kecil. Setelah melewati kapasitor gelombang yang dihasilkan berupa tegangan DC 12 Volt dan 5 Volt tetapi tegangan DC ini masih mempunyai riak walaupun sangat kecil, oleh karena itu digunakan IC regulator yang berfungsi sebagai penstabil tegangan. IC regulator yang digunakan pada rangkaian ini adalah IC LM 7812 yang akan menghasilkan tegangan DC 12 Volt yang stabil dan IC 7805 yang menghasilkan tegangan sebesar 5 Volt. Setelah dari regulator tersebut tegangan masuk ke rangkaian mikrokontroller dan relay. Prosesnya sebagai berikut, pertama kita menghubungka kabel listrik ke jala-jala 220 Volt, kemudian menghidupkan saklar on/off, maka indikator akan hidup pertanda bahwa tegangan sudah masuk. Pada saaat air di isi ke bak penampung maka yang terjadi adalah pelampung akan lambat laun terdorong ke atas yang nantinya menghubungkan saklar limir pertama, mengakibatkan lampu indikator pertama akan menyala artinya bahwa bak penampung sudah berisi seperempat. Kemudian diisi lagi sehingga mendorong pelampung yang kedua, mengakibatkan saklar limit yang kedua akan bekerja maka hal yang terjadi adalah lampu indikator kedua akan menyala artinya pengisian bak penampung sudah mencapai setengahnya. Dan hal yang terakhir adalah jika air terisi penuh maka akan mendorong saklar limit yang ketiga, maka akan berbunyi buzzer selanjutnya handphone akan aktif, memanggil pemilik berarti bak penampung sudah penuh sehinggga pengisian air bisa di stop dan secara otomatis pompa akan off. 1. 4. SIMPULAN Berdasarkan hasil perancangan dan hasil analisa yang telah dilakukan pada Indikator Pengisian Air pada bak penampung dengan Handphone sebagai Media Komunikasi dapat disimpulkan bahwa : a. Alat ini akan bekerja secara otomatis sebagai rangkaian Indikator Pengisian Air pada Bak Penampung. b. IC Mikrokontoller AT 89S52 berfungsi sebagai input dan output terhadap air. Pada saat pelampung 1 mendapat tekanan air, lalu mengaktifkan saklar limit 1, sehingga lampu 1 menyala, demikian juga pada saat pelampung 2 tertekan air lalu mengaktifkan saklar limit2, sehingga lampu 2 aktif. Begitu juga pelampung 3 saat mendapat tekanan air mengaktifkan limit 3, sehingga lampu 3 aktif,

buzzer berbunyi dan handphone mengirim sms, selang beberapa detik motor listrik non aktif. DAFTAR RUJUKAN Loveday, GC,1993, Melacak Kesalahan Elektronika, Edisi keempat, PT Elex Media Komputindo, Jakarta Malvino, Albet Paul, 1986, Prinsip-Prinsip Elektronika, Jilid I, Edisi Ketiga, Erlangga, Jakarta Suhata, 2005, Aplikasi Mikrokontroler Sebagai Pengendali Peralatan Elektronik Via Line Telepon, Edisi pertama, PT Elex Media Komputindo, Gramedia, Jakarta Wasito, S, 1994, Data Sheet Book I Data Linier, TTL dan CMOS, Cetakan kedua, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta Category(s): Uncategorized