Anda di halaman 1dari 16

PENGARUH PEMBERIAN ASPIRIN BERBAGAI DOSIS PER ORAL TERHADAP KADAR UREUM DAN KREATININ SERUM TIKUS WISTAR

ARTIKEL KARYA TULIS ILMIAH Disusun untuk memenuhi tugas dan melengkapi persyaratan dalam menempuh Program Pendidikan Sarjana Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro

oleh: DETTY ISNIATY NIM : G2A03052

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 200

HALAMAN PENGESAHAN ARTIKEL KARYA TULIS ILMIAH

PENGARUH PEMBERIAN ASPIRIN BERBAGAI DOSIS PER ORAL TERHADAP KADAR UREUM DAN KREATININ SERUM TIKUS WISTAR

Disusun oleh : DETTY ISNIATY NIM : G2A003052 Telah diseminarkan pada tanggal 28 Juli 2 ! dan telah diper"aiki

sesuai dengan saran#saran yang di"erikan oleh tim penguji KT$ Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang% 2 &gustus 2 Ketua Penguji ! Penguji

dr' (oor )ijayahadi% *'Kes% Ph'D ($P ' -.2 -/0 - /

dr' &ri+ ,ahman S% *si *ed% Sp'F ($P ' -/ .! -.

Pem"im"ing

dr' 1atot Suharto% Sp'F% *'Kes% DF*% S2 ($P' -.- 3- ./-

HALAMAN PENGESAHAN ARTIKEL KARYA TULIS ILMIAH

PENGARUH PEMBERIAN ASPIRIN BERBAGAI DOSIS PER ORAL TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI TUBULUS PROKSIMAL GIN!AL TIKUS WISTAR

Disusun oleh : DEWI SUSILOWATI NIM : G2A 003 053 Telah diseminarkan pada tanggal 28 Juli 2 ! dan telah diper"aiki

sesuai dengan saran#saran yang di"erikan oleh tim penguji KT$ Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang% 2 &gustus 2 Ketua Penguji ! Penguji

dr' (oor )ijayahadi% *'Kes% Ph'D ($P ' -.2 -/0 - / Pem"im"ing

dr' &ri+ ,ahman S% *si *ed% Sp'F ($P ' -/ .! -.

dr' 1atot Suharto% Sp'F% *'Kes% DF*% S2 ($P' -.- 3- ./-

The Effect of Oral Administration of Dose Various Aspirin To The Ureum And Creatinine Plasma Le el of Wistar !ice Detty $sniaty 4% 1atot Suharto44 A"stract #ac$%round & Aspirin is drug in salisilat group and one of type the non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs). Nowadays, aspirin is one of free drug which sold many and it is easy to get, so that the risk of poisoned of aspirin ecome higher. !oisoned of aspirin can happened acutely and chronic. "ne of effect the poisoned of aspirin is kidney damage. O"'ecti e & #o find the effect of oral administration of dose $arious aspirin that is % & ''() mg, ''() mg, and * & ''() mg to the ureum and creatinine plasma of wistar mice. !ethod & #his research is a la oratory e&perimental research which uses #he !ost #est-"nly +ontrol ,roup Design. #he samples are *- male wistar mice and di$ided into one control group and three treatment group. +ontrol group (.) recei$ed no aspirin, treatment group (!',!*,!/) gi$en with % & ''(), ''() mg, and * & ''() mg of aspirin. #he ureum and creatinine plasma le$el was e&amined on the ''th days. Result & #he a$erage num er of the ureum plasma in .0/-,)1 mg2dl, !'0-3,4/ mg2dl, !*03-,3( mg2dl, and !/0)5,'1 mg2dl. #here was a significant differences of ureum plasma etween .-!', .-!*, .-!/, !'-!*, !'-!/, and !*-!/ groups. #he a$erage num er of the creatinine plasma in .0',(1 mg2dl, !'0',(1 mg2dl, !*0','3 mg2dl, and !/0',3* mg2dl. #here was a significant differences of ureum plasma etween .-!/, !'-!*, !'-!/, and !*-!/ groups. Conclusion & "ral administration of dose $arious aspirin can increase the ureum and creatinine plasma le$el of wistar mice. (e)*ords & aspirin, ureum plasma, and creatinine plasma.

6 7ndergraduate Student of 8edical 9aculty Diponegoro 7ni$ersity 66 #eacher Staff of 9orensic Departement of 8edical 9aculty Diponegoro 7ni$ersity

PENGARUH PEMBERIAN ASPIRIN BERBAGAI DOSIS PER ORAL TERHADAP KADAR UREUM DAN KREATININ SERUM TIKUS WISTAR Detty isniaty4% 1atot Suharto44 A"#$%&' L&$&% Bel&'&() : &spirin adalah o"at dalam kelompok salisilat dan merupakan salah satu jenis dari non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs). &spirin saat ini merupakan salah satu o"at "e"as yang "anyak dijual dan mudah didapat% sehingga resiko terjadinya kera5unan aspirin menjadi le"ih "esar' Kera5unan aspirin dapat terjadi se5ara akut maupun kronik' Salah satu aki"at dari kera5unan aspirin adalah terjadinya gangguan pada ginjal' T*+*&( : *engetahui pengaruh pem"erian aspirin "er"agai dosis per oral yaitu 6 7 -- 3 mg% -- 3 mg% dan 2 7 -- 3 mg terhadap kadar ureum dan kreatinin serum tikus wistar' Me$o,e : Penelitian ini adalah penelitian eksperimental la"oratorium yang menggunakan #he !ost #est-"nly +ontrol ,roup Design ' Sampel penelitian menggunakan 2/ ekor tikus wistar jantan% di"agi menjadi - kelompok kontrol dan . kelompok perlakuan' Kelompok kontrol 8K9 tidak di"eri aspirin% kelompok perlakuan 8P-%P2%P.9 di"eri aspirin dengan dosis yang "erurutan 6 7 -- 3% -- 3 mg% dan 2 7 -- 3 mg' Kadar ureum dan kreatinin serum diperiksa pada hari ke --' H&#-l : ,erata kadar ureum serum pada masing#masing kelompok adalah K:./%3! mg;dl% P-:/<%8. mg;dl% P2:</%< mg;dl% dan P.:30%-! mg;dl' &da per"edaan yang "ermakna dari kadar ureum serum antara kelompok K#P-% K#P2% K#P.% P-#P2% P-#P.% dan P2#P.' ,erata kadar kreatinin serum pada masing#masing kelompok adalah K:-% ! mg;dl% P-:-% ! mg;dl% P2:-%-< mg;dl% dan P.:-%<2 mg;dl' &da per"edaan yang "ermakna dari kadar kreatinin serum antara kelompok K#P.% P-#P2% P-#P.% dan P2#P.% sedangkan antara kelompok K#P- dan K#P2 tidak ditemukan per"edaan yang "ermakna' Ke#-./*l&( : Pem"erian aspirin "er"agai dosis per oral menye"a"kan peningkatan kadar ureum dan kreatinin serum tikus wistar. K&$& K*(0- : aspirin% ureum serum% dan kreatinin serum 4 *ahasis=a Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang
44Sta+ Pengajar >agian Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang

PENDAHULUAN
&spirin saat ini merupakan salah satu o"at "e"as yang "anyak dijual dan mudah didapat% sehingga resiko terjadinya kera5unan aspirin menjadi le"ih "esar' Kera5unan aspirin dapat terjadi se5ara akut maupun kronik' Kera5unan akut terjadi pada penggunaan aspirin dosis tunggal yang "erle"ihan% sedangkan kera5unan kronik pada penggunaan dosis supratherapeutik dalam jangka =aktu yang lama' 2 $nsiden tingkat kematian aki"at kera5unan kronik pada de=asa le"ih tinggi di"andingkan kera5unan akut% dan tingkat kematian keseluruhan pada kera5unan akut men5apai 2 ?% sedangkan pada kera5unan kronik men5apai 2< ?'.%/ Di &merika Serikat oleh American Association "f !oison +ontrol +enters 8&&P@@9 dilaporkan "ah=a tiap tahunnya le"ih dari 2 ' penggunaan analgesik

dan sekitar 2/ diantaranya menye"a"kan kematian% dimana -8 ? diantaranya adalah aki"at penggunaan aspirin "aik sendiri ataupun kom"inasi'2 &spirin adalah o"at dalam kelompok salisilat dan merupakan salah satu jenis dari non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs). &spirin se5ara luas digunakan untuk mengo"ati rasa sakit dan nyeri seperti sakit kepala% sakit gigi% nyeri otot% nyeri sendi pada arthritis% dan juga dapat digunakan untuk menurunkan demam' <%3%! Selain memiliki e+ek terapi% aspirin juga memiliki "e"erapa e+ek samping antara lain mual% muntah% reaksi alergi% dan gangguan pada ginjal' 1angguan pada ginjal terjadi karena adanya ham"atan "iosintesis

prostaglandin ginjal 8P1A29 yang "anyak "erperan pada proses +isiologik ginjal' <%3

1angguan yang terjadi adalah aBotemia dengan oliguria yang dapat "erkem"ang se5ara progresi+ menjadi sindrom ne+rotik% nekrosis papilla% nekrosis tu"uler akut% radang jaringan interstisial ginjal% dan gagal ginjal akut'! Penelitian se"elumnya melaporkan adanya e+ek samping pemakaian (S&$Ds se5ara kronik pada "e"erapa organ tu"uh salah satunya adalah ginjal% namun "elum dise"utkan sejauh mana hu"ungan antara kera5unan akut aspirin dengan peru"ahan kadar ureum dan kreatinin serum'8 >erdasarkan latar "elakang di atas dapat dirumuskan masalah se"agai "erikutC apakah terdapat pengaruh pem"erian aspirin "er"agai dosis per oral terhadap kadar ureum dan kreatinin serum tikus wistar D Penelitian ini "ertujuan untuk mengetahui pengaruh pem"erian aspirin "er"agai dosis per oral terhadap kadar ureum dan kreatinin serum tikus wistar'

METODE PENELITIAN
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental la"oratorik dengan pendekatan #he !ost #est-"nly +ontrol ,roup Design yang dilaksanakan pada "ulan maret sampai april 2 ! dengan lokasi penelitian di Ea"oratorium Penelitian 2e=an

Jurusan >iologi Fakultas *$P& U((AS se"agai tempat pemeliharaan dan pem"erian perlakuan pada tikus wistar% sedangkan pemeriksaan kadar ureum dan kreatinin serum dilakukan di Ea"oratorium Patologi Klinik ,umah Sakit dr' Karyadi'

Sampel penelitian adalah ureum dan kreatinin serum yang diperoleh dari 2/ ekor tikus wistar jantan umur /%<#3 "ulan% "erat "adan . se5ara anatomi dan sehat' Tikus wistar diadaptasi selama - minggu% di"eri pakan standar dan minum se5ukupnya kemudian se5ara a5ak di"agi dalam / kelompok yaitu satu kelompok kontrol dan tiga kelompok perlakuan' Tikus wistar di"erikan ta"let aspirin yang telah digerus dan dilarutkan dalam aFuadest menggunakan sonde lam"ung' Pengamatan dilakukan . hari setelah pem"erian aspirin' Kelompok kontrol 8K9 hanya mendapatkan diet standar saja sejak hari ke#hingga hari ke#--' Kelompok perlakuan - 8P-9 mendapatkan diet standar hari ke#hingga hari ke#!% kemudian di"erikan aspirin dosis 6 7 -- 3 mg pada hari ke#8% diet standar diteruskan hingga hari ke#--' Kelompok perlakuan 2 8P29% mendapatkan diet standar hari ke#- hingga hari ke#!% kemudian di"erikan aspirin dosis -- 3 mg pada hari ke#8% diet standar diteruskan hingga hari ke#--' kelompok perlakuan . 8P.9% mendapatkan diet standar hari ke#- hingga hari ke#!% kemudian di"erikan 2 7 -- 3 mg pada hari ke#8% diet standar diteruskan hingga hari ke#--' Pada hari ke#-- tikus wistar dilakukan pemeriksaan ureum dan kreatinin serum dengan 5ara mengam"il darah se"anyak 2 55 dari retro or"ita lalu ditampung dalam ta"ung anti koagulan' Darah kemudian disentri+uge 8,oto+i7 .2% US&9 dengan ke5epatan / rpm selama < menit' Serum hasil sentri+ugasi kemudian diperiksa #.< gram% tidak ada 5a5at

dengan mesin otomatis yaitu Dimension ,GE 8DD >ehring% Jerman9'

Data penelitian ini adalah data primer hasil penelitian pemeriksaan kadar ureum dan kreatinin serum pada hari ke#. setelah pem"erian aspirin "er"agai dosis per oral' Uji "eda antara kelompok perlakuan dan kontrol serta uji antara kelompok perlakuan pada kadar ureum menggunakan "neway AN":A% dilanjutkan dengan uji !ost ;oc. Uji "eda antara kelompok perlakuan dan kontrol serta uji antara kelompok perlakuan pada kadar kreatinin serum menggunakan uji .ruskal-<allis% dilanjutkan dengan uji 8ann-<hitney. Data diolah dengan program SPSS '3.(( for <indows'

HASIL PENELITIAN
2asil pemeriksaan kadar ureum serum pada tikus wistar antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan yang di"eri aspirin "er"agai dosis per oral disajikan pada ta"el -% se"agai "erikut : T&"el 12 Kadar ureum serum tikus wistar pada masing#masing kelompok penelitian dalam satuan mg;dl' Kelompok K PP2 P. n 3 3 3 3 ,erata ./%3! /<%8. </%< 30%-! Simpang >aku .% ! -%.2 /%2! /%<!

Pada ta"el - dapat dilihat per"andingan rata#rata kadar ureum serum tikus wistar% pada kelompok kontrol 8K9 adalah ./%3! mg;dl% kelompok perlakuan - 8P-9 adalah /<%8. mg;dl% kelompok perlakuan 2 8P29 adalah </%< mg;dl% dan kelompok perlakuan . 8P.9 adalah 30%-! mg;dl' Ta"el - menunjukkan "ah=a rata#rata kadar ureum serum pada kelompok kontrol yang tidak di"eri aspirin "er"agai dosis per oral le"ih ke5il di"andingkan dengan kelompok perlakuan'

Data kemudian dianalisis dengan uji parametrik !ost ;oc untuk mem"andingkan tiap 2 independent sampel% didapatkan hasil yang disajikan pada ta"el 2% se"agai "erikut : T&"el 22 (ilai p dari uji parametrik !ost ;oc terhadap kadar ureum serum tikus =istar antara kelompok kontrol dan perlakuan yang di"eri aspirin "er"agai dosis per oral' K K P1 P2 P3 # # # # P1 H % # # # -4 P2 H % % # # -4 24 P3 H % H % H % # -4 -4 -4

4 ada per"edaan "ermakna Pada ta"el 2 dapat dilihat adanya per"edaan yang "ermakna dari kadar ureum serum antara kelompok K#P- 8pH % 8p: % 29% P-#P. 8pH % -9% K#P2 8pH % -9' -9% K#P. 8pH % -9% P-#P2

-9% dan P2#P. 8pH %

2asil pemeriksaan kadar kreatinin serum pada tikus wistar antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan yang di"eri aspirin "er"agai dosis per oral disajikan pada ta"el .% se"agai "erikut : T&"el 32 Kadar kreatinin serum tikus wistar pada masing#masing kelompok penelitian dalam satuan mg;dl' Kelompok K PP2 P. n 3 3 3 3 ,erata -% ! -% ! -%-< -%<2 Simpang >aku %-< % < % < %2/

Pada ta"el . dapat dilihat per"andingan rata#rata kadar kreatinin serum tikus wistar% pada kelompok kontrol 8K9 adalah -% ! mg;dl% kelompok perlakuan - 8P-9 adalah -% ! mg;dl% kelompok perlakuan 2 8P29 adalah -%-< mg;dl% dan kelompok perlakuan . 8P.9 adalah -%<2 mg;dl' Ta"el . menunjukkan tidak adanya per"edaan rata#rata kadar kreatinin serum pada kelompok K dan P-% tetapi adanya peningkatan rata#rata kadar kreatinin serum antara kelompok perlakuan yang dise"a"kan peningkatan dosis aspirin yang di"erikan'

Data kemudian dianalisis dengan uji non parametrik 8ann-<hitney untuk mem"andingkan tiap 2 independent sampel% didapatkan hasil yang disajikan pada ta"el /% se"agai "erikut : T&"el 32 (ilai p dari uji non parametrik 8ann-<hitney terhadap kadar kreatinin serum tikus =istar antara kelompok kontrol dan perlakuan yang di"eri aspirin "er"agai dosis per oral' K K P1 P2 P3 # # # # P1 %3 # # # P2 %. % .4 # # % % % # P3 /4 .4 .4

4 ada per"edaan "ermakna Pada ta"el / dapat dilihat adanya per"edaan yang "ermakna dari kadar kreatinin serum antara kelompok K#P. 8p: % dan P2#P. 8P: % /9% P-#P2 8p: % .9% P-#P. 8p: % .9%

.9% sedangkan antara kelompok K#P- dan K#P2 tidak ditemukan

per"edaan yang "ermakna'

PEMBAHASAN
1injal merupakan organ utama untuk mem"uang produk dan sisa meta"olisme yang tidak diperlukan oleh tu"uh' Produk#produk terse"ut meliputi urea 8dari meta"olisme asam amino9% kreatinin 8dari kreatinin otot9% asam urat 8dari asam nukleat9% produk akhir dari peme5ahan hemoglo"in% dan meta"olit "er"agai hormon' 1agal ginjal akut yang dise"a"kan oleh nekrosis tu"uler akut pada pem"erian aspirin "er"agai dosis per oral akan memperlihatkan tanda#tanda "iokimia dari dis+ungsi ginjal' $ndikator yang dapat digunakan salah satunya adalah kadar ureum dan kreatinin serum' Pada penelitian ini diperoleh hasil "ah=a pem"erian aspirin "er"agai dosis per oral dapat meningkatkan kadar ureum dan kreatinin serum tikus wistar. Kadar ureum serum menunjukkan peningkatan yang "ermakna antara kelompok kontrol 8K9 dan kelompok perlakuan 8P9 serta antara kelompok perlakuan% sedangkan kreatinin serum menunjukkan peningkatan tidak "ermakna antar kelompok K#P- dan K#P2' Peningkatan kadar ureum dan kreatinin serum menunjukkan adanya gangguan ekskresi ureum dan kreatinin serum oleh ginjal karena pem"erian aspirin "er"agai dosis per oral' &spirin dapat menye"a"kan produksi prostaglandin di dalam tu"uh menurun' Prostaglandin di ginjal "erperan pada autoregulasi aliran darah ginjal dan laju +iltrasi glomerolus 8EF19' Produksi prostaglandin yang menurun aki"at pemakaian aspirin dengan dosis "erle"ih akan menye"a"kan tidak dikompensasinya vasokostriktor arteriol ginjal

sehingga terjadi penurunan aliran darah ke ginjal dan penurunan EF1' Keadaan ini menye"a"kan iskemia ginjal yang "erlanjut menjadi nekrosis tu"uler akut 8(T&9 sehingga terganggunya +ungsi ekskresi ureum dan kreatinin serum oleh ginjal'

KESIMPULAN
Pem"erian aspirin "er"agai dosis per oral menye"a"kan peningkatan kadar ureum dan kreatinin serum tikus wistar.

SARAN
-' Dilakukan penelitian per"andingan mengenai pengaruh aspirin dengan dosis "er"eda terhadap gam"aran histopatologi ginjal' 2' Dilakukan penelitian le"ih lanjut mengenai pengaruh pem"erian aspirin terhadap kadar ureum dan kreatinin serum tikus =istar dengan memperlama =aktu pem"erian aspirin atau variasi dosis yang le"ih "anyak'

U4APAN TERIMA KASIH


Penulis mengu5apkan terima kasih kepada dr' &ri+ ,ahman Sadad selaku revie=er proposal karya tulis ilmiah% dr' 2ardian selaku konsultan statistik% sta++ la"oratorium *$P& U((AS% sta++ la"oratorium Patologi Klinik FK U(D$P% sta++ "agian Forensik FK U(D$P atas kerjasamanya% dan teman#teman satu kelompok 8de=i% riBal% dinda9 serta semua pihak yang telah mem"antu pelaksanaan penelitian ini'

DAFTAR PUSTAKA
-' *ark 2>% ,o"ert >' Fa5tors a++e5ting drug response: drug intera5tions' *er5k ,esear5h agustus 2 3' &nnual report o+ the ameri5an asso5iation o+ poison -: ..!# Ea"oratories% -000: Se5tion 22% @hapter . -' 2 &vaila"le at U,E:2ttp;;==='=ikipedia'5om;aspirin;' Diakses tanggal

2' EitovitB TE% Klein S)% )hite S% @o"augh DJ% Iouniss J% Jmslaer J@% Dra" &% >enson >A' 2 0<' .' &nderson ,J% Potts DA% 1a"o= P&% ,uma5k >2% S5hrier ,). Unre5ognised adult sali5ylate into7i5ation' &nn $ntern *ed% -0!3: !/<#/8' /' 1audrealt P% Temple &,% Eovejoy F2' The relative severity o+ a5ute versus 5hroni5 sali5ylate poisoning in 5hildren' & @lini5al @omparison' Pediatri5s% -082: <33#30' <' Freddy )' &nalgesik% antipiretik% anti#in+lamasi non steroid% dan o"at pirai' Dalam : Sulistia 1% ,ianto S% Frans S% editor' Farmakologi dan Terapi' >agian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas $ndonesia% 2 dr' &B=ar &goes' Jakarta: A1@% 2 -002: /23 8' *ar5 AD% *oniFue *A' &nalgesi5 nephropathy' ( Angl J *ed% -008: //3#<2' -: / 3#-/: 2 !#22' 3' ,i5hard 2% *ary J' Farmakologi ulasan "ergam"ar' Adisi 2' Terjemahan oleh: !' @edri5 *% &lan ,' Te7t "ook o+ pharma5ology' )" Saunders @ompany% 5ontrol 5enters to7i5 e7posure surveillan5e system' &m J Amerg% 2