Anda di halaman 1dari 12

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Praktek kerja industri merupakan suatu kegiatan pelatihan dan pembelajaran bagi siswa siswi smk. Dimana nantinya diharapkan siswa siswi mampu mengenal linkungan kerja dan menambah pengetahuan tentang dunia industri. Selain itu praktek kerja yang dilakukan dapat membantu siswa siswi agar lebih memahami bidang studi yang ditekuninya. Adapun pelaksanaan praktek kerja selama bulan Januari sampai Juni 2012 bertempat di PLTU Tanjung Balai Karimun.

1.2 Tujuan pembuatan laporan a. Sebagai salah satu syarat akademik yang ditentukan oleh sekolah b. Bagi siswa siswi diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan yang berharga dan mengembangkan kesesuaian pendidikan dengan kenyataan yang ada di lapangan c. Memberikan keterampilan selama masa kerja d. Melatih siswa siswi untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara profesional di dunia kerja yang sebenarnya. e. Menambah wawasan dan pengetahuan siswa-siswi tentang dunia kerja dan hubungannya dengan dunia pendidikan sehingga nantinya dapat bermanfaat ketika siswa-siswi memasuki dunia kerja f. Memberikan kesempatan kepada siswa siswi untuk mengetahui segala aktivitas di PLTU Tanjung Balai Karimun.

1.3 Pembatasan Ruang Lingkup Adapun batasan ruang lingkup dalap laporan ini ialah membahas tentang masalah : a. Pekerjaan instalasi listrik, b. Pekerjaan instalasi penerangan dan c. Instalasi sistem grounding
1

BAB II KAJIAN TEORITIS

2.1 Instalasi Listrik Dalam pemasangan suatu instalasi listrik terdapat beberapa aspek dasar yang harus diperhatikan yakni : a. Keamanan Instalasi harus dibuat sedemikian rupa sehingga tidak membahayakan Instalasi yang dibuat tidak membahayakan jiwa manusi dan terjaminnya peralatan listrik dan benda-benda disekitarnya dari suatu kerusakan b. Keandalan Keandalan yang dimaksud ialah handal dalam mensuplai arus listrik kebeban atau terjamin dengan baik Jika terjadi kerusakan pada instalasi listrik maka instalasi dapat diperbaiki dengan mudah dan cepat serta dapat diisolir pada daerah gangguan saja c. Kemudahan Kemudahan dalam instalasi listrik tercapai apabila pengoperasian suatu sistem tidak memerlukan skill tinggi, cepat dan tepat dalam pemasangan peralatan sistem serta mudah dalam melaksanakan perawatan dan perbaikan sistem d. Ketersediaan Maksudnya ialah ketersediaan instalasi untuk kemungkinan pengembangan atau perluasan instalasi. e. Pengaruh lingkungan Bila peralatan listrik dipasang pada lingkungan tertentu, harus dipertimbangkan apakah peralatan itu mempunyai pengaruh negatif terhadap lingkungan disekitarnya, bila kemungkinan mengganggu atau merusak lingkungan maka harus dirancang agar pengaruh negatif yang ditimbulkan oleh peralatan listrik dapat dihilangkan atau diperkecil. f. Ekonomi Perancangan sistem instalasi listrik harus tepat sesuai dengan kebutuhan dengan menggunakan bahan dan peralatan seminimum mungkin, mudah

pemasangannya maupun pemeliharaannya.


2

2.2 Instalasi Penerangan Instalasi penerangan di PLTU dilakukan di admin building serta penerangan jalan. Dalam pemasangan instalasi tersebut terlebih dahulu harus melihat gambargambar rencana instalasi yang sudah dibuat oleh perencana berdasarkan denah instalasi yang akan dipasang. Selain itu juga yang perlu diperhatikan dalam pemasangan instalasi ini harus sesuai dengan persyaratan umum instalasi listrik atau PUIL Ada beberapa syarat yang harus diperhatikan dalam pemasangan instalasi penerangan seperti : Gambar situasi untuk menyatakan letak bangunan Gambar instalasi Rencana penempatan semua peralatan listrik yang akan dipasang dan sarana pelayanannya. Rekapitulasi Merupakan perhitungan jumlah dari komponen peralatan dan material yang akan digunakan

2.3 Instalasi Sistem Grounding Grounding ialah suatu jalur langsung dari arus listrik menuju bumi, pemasangan grounding pada instalasi listrik adalah sebagai pencegahan terjadinya kontak antara mahluk hidup dengan tegangan listrik berbahaya yang terekspos akibat terjadinya kegagalan isolasi. Suatu peralatan listrik harus memiliki sistem grounding yang berfungsi sebagai pengaman terhadap gangguan hubung singkat. Pada dasarnya tujuan utama dari pemasangan grounding ini ialah untuk tujuan keselamatan. 2.3 Keselamatan Kerja Dalam pemasangan instalasi listrik, biasanya rawan terhadap terjadinya kecelakaan. Kecelakaan bisa timbul akibat adanya sentuh langsung dengan penghantar beraliran arus atau kesalahan dalam prosedur pemasangan instalasi
3

listrik. Oleh karena itu perlu diperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan bahaya listrik serta tindakan keselamatan kerja. Adapun penyebab terjadinya kecelakaan listrik : Kabel atau hantaran pada instalasi listrik terbuka dan apabila tersentuh akan menimbulkan bahaya kejut Jaringan dengan hantaran telanjang Peralatan listrik yang rusak Kebocoran listrik pada peralatan listrik dengan rangka dari logam, apabila terjadi kebocoran arus dapat menimbulkan tegangan pada rangka atau body Peralatan atau hubungan listrik yang dibiarkan terbuka

BAB III PELAPORAN

3.1 Pemasangan Instalasi Kegiatan pemasangan instalasi listrik di PLTU Tanjung Balai Karimun, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan: a. Keselamatan kerja Sebelum memulai pekerjaan di PLTU, syarat yang harus dipenuhi adalah kelengkapan keselamatan kerja, seperti : Helm Safety Sepatu safety Kacamata Kaos tangan Masker Dan Lain-lain

b. Prosedur kerja Dalam melaksanakan suatu pekerjaan dilapangan, kita harus memperhatikan prosedur. c. Menyiapkan alat dan bahan Sebelum melakukan pemasangan suatu instalasi listrik, terlebih dahulu menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan, serta mendapat informasi tentang deskripsi pekerjaan yang akan dilaksanakan. Peralatan yang harus disiapkan seperti : Test pen Multitester Megger Tang kombinasi Tang potong

3.2 Langkah Kerja a. Pemasangan instasi di panel MCC (Motor Control Center) dan Control Room Menyiapkan alat dan bahan Memastikan alat dan bahan yang digunakan, sudah berfungsi dengan baik Melakukan pekerjaan sesuai denganpetunjuk kerja Membaca gambar kerja Menarik kabel untuk pemasangan instalasi Memasang instalasi tersebut

b. Pemasangan instalasi penerangan Menyiapkan bahan yang akan digunakan, seperti kawat penghantar, lampu yang akan dipasang Saklar, kotak kontak, fitting lampu dan pipa PVC. Memastikan alat dan bahan yang digunakan, sudah berfungsi dengan baik Melakukan pemasangan peralatan seperti yang telah disebutkan Membaca skema gambar kerja Melakukan pemasangan pengawatan Melakukan pengujian terhadap instalasi yang telah dipasang, apakah sudah dapat berfungsi dengan baik dan benar c. Pemasangan instalasi grounding Menyiapkan alat kerja, seperti grounding rod, klem kabel, dan kabel grounding secukupnya. Membaca gambar kerja, agar dapat mengeahui letak grounding yang akan dipasang Mengukur kabel yang akan dipasang, disesuaikan dengan gambar kerja Menanam grounding Melakukan penyambungan antara grounding rod dengan kabel.

3.3 Hasil Kerja Setelah melakukan suatu pemasangan instalasi listrik, perlu diperhatikan hal hal sebagai berikut. Memastikan peralatan dapat berfungsi dengan baik Pemasangan instalasi sesuai dengan gambar kerja Pemasangan sesuai dengan standar yang digunakan seperti memenuhi standar PUIL Peralatan yang dipasang telah memenuhi aspek safety yakni aman bagi mahluk hidup maupun sistem instalasi tersebut dan mempunyai keandalan yang tinggi dalam merespon gangguan yang terjadi baik secara langsung maupun tidak langsung.

BAB IV PENUTUP

4.1 Kesimpulan Setelah melakukan praktik kerja industri di PLTU Tanjung Balai Karimun, kesimpulan yang dapat diambil ialah : Kegiatan praktik kerja industri yang dilakukan sangat bermanfaat karena dapat memberikan pengalaman tentang dunia kerja industri dan menambah wawasan. Dalam praktek kerja industri terdapat banyak pengetahuan yang tidak didapat di sekolah. Melatih siswa siswi untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara profesional di dunia kerja yang sebenarnya. Memberikan kesempatan kepada siswa siswi untuk mengetahui segala aktivitas di area kerja industri. 4.2 Saran Sebelum memulai suatu kegiatan dilapangan, sebaiknya mentor memberikan penjelasan tentang fungsi dasar kegiatan yang akan dilaksanakan. Pada saat melakukan praktik kerja harap lebih diperhatikan oleh pembimbing, memberikan masukan-masukan. Sebaiknya pembimbing memberi masukan masukan apabila pekerja melakukan kesalahan dalam melakukan pekerjaan. Sebelum pekerja melakukan pekerjaan sebaiknya para pekerja diberi alatalat yang lengkap agar para pekerja lebih mudah dalam melakukan pekerjaan yang telah diberikan oleh mentor.

3.1 Pemasangan Instalasi Listrik Dalam pemasangan instalasi listrik di PLTU Tanjung Balai Karimun, khusus

Lembar informasi Dalam pelaksanaan pemasangan instalasi listrik mengacu pada ketentuan- kentetuan yang berlaku seperti : A. Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000). B. Peraturan/persyaratan yang di keluarkan oleh Dinas keselamatan kerja setempat C. Ketentuan yang dikeluarkan oleh pabrik yang membuat peralatan, mesin dan material yang dipakai D. Peraturan PLN setempat.

Dengan mengacu pada ketentuan-ketentuan di atas , pekerjaan listrik yang meliputi pengadaan, pemasangan intsalasi listrikcpenerangan satu fasa dua group dengan kabel NYM, pemeriksaan dan pengujian serta pengesahan dari semua peralatan/material akan bekrja dengan baik.

Dalam kegiatan 3 akan dilaksanakan pemasangan instalasi listrik penerangan satu fasa dua group dengan kabel NYM untuk bangunan suatu bangunan atau rumah.

Lembar Kerja

Alat dan bahan 1. Kawat penghantar NYM 3x2,5mm 2. Sakelar seri 3. Sakelar tunggal 4. Kotak kontak 5. Isolasi PVC 6. Lampu pijar 25WATT 7. Fiting lampu pijar 8. Kotak sekring 2 kelempok 9. Test pen 10. Multitester 11. Meggeer 12. Tang kombinasi 13. Tang potong 14. Kotak sambung 15. Pipa PVC

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)

1. Gunakanlah pakaian prektik ! 2. Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar kegiatan belajar ! 3. Janganlah memberikan tegangan pada rangkaian melebihi batas yang ditentukan ! 4. Hati-hati dalam melakukan praktik !

Langkah Keja 1. Siapkanlah alat dan bahan ! 2. Periksalah alat dan bahan sebelum digunakan pastikan alat dan bahan dalam keaadaan baik !
10

3. Lakukan pemasangan pipa PVC,sakelar seri,kotak kontak,dan lampu sesuai dengan perancangan letak penempatan komponen-komponen tersebut ! 4. Setelah selesai lakukanlah pemasangan pengawatan ! 5. Lakukanlah pengisolasian pada setiap sambungan dan periksalah setiap sambungan dengan multitester ! 6. Pasanglah pengaman dan lampu pijar 25watt 7. Hubungkanlah kotak sekring dengan sumber tegangan satu fasa dan lakukanlah uji coba ! 8. Lakuakanlah tes tahanan isolasi penghantar dengan megger ! 9. Setelah selesai pengukuran dan pengujian matikanlah sumber satu fasa ! 10. Lepaskanlah dan kembalikanlah semua alat dan bahan pratikum ketempat semula !

Komponen instalasi grounding adalah sebagai berikut :

Grounding rod, yaitu batang grounding yang ditanam di dalam tanah. Terdiri dari pipa galvanis medium , kawat tembaga BC berdiamater 16 mm2, Dan dilengkapi dengan splitzen yang dikencangkan dengan baut. Panjang grounding rod ini biasanya antara 1.5 m s/d 3 m.

11

Pipa PVC, yang digunakan sebagai selubung (konduit) dari kabel grounding yang ditanam dalam dinding / tembok atau untuk jalur kabel penangkal petir.

12