Anda di halaman 1dari 13

BAB I PENDAHULUAN

I. Latar Belakang Salah satu fungsi yang paling penting utama dari sebuah rumah sakit adalah menyediakan perawatan dan pelayanan diagnostik berkualitas tinggi terhadap pasien. Pimpinan rumah sakit bertanggung jawab secara hukum maupun moral atas kualitas pelayanan yang di berikan kepada pasien ataupun mereka yang datang ke fasilitas pelayanan tersebut terutama dibidang radiodiagnostik. Perkembangan ilmu pengetahuandan teknologi di bidang kedokteran telah banyak memberikan manfaat dalam membantu pengobatan yaitu salah satunya pada bidang radiologi yang dapat mendeteksi berbagai jenis penyakit. Penyelenggaraan pelayanan radiologi umumnya dan radiologidiagnostik khususnya telah dilaksanakan di berbagai sarana pelayanan kesehatan, mulai dari sarana pelayanan kesehatan sederhana, seperti puskesmas dan klinikklinik swasta, maupun sarana pelayanan kesehatan yang berskala besar seperti rumah sakit kelas A. Dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terjadidewasa ini telah memungkinkan berbagai penyakit dapat dideteksi dengan menggunakan fasilitas radiologi diagnostik yaitu pelayanan yang menggunakan radiasi pengion dan non pengion. Seiring berkembangnya waktu, radiologi diagnostik juga telah mengalami kemajuan yang cukup pesat, baik dari peralatan maupun metodanya. Oleh karena itu, mahasiswa Akademi Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi (ATRO) Muhammadiyah Makassar pada semester VI diwajibkan untuk mengikuti program Praktek Kerja Lapangan (PKL) selama 6 minggu dirumah sakit yang merupakan salah satu mata kuliah wajib. Penempatan mahasiswa pada instansi tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan wawasan berpikir dan berpengetahuan luas.

Dengan pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan tersebut, diharapkan mahasiswa dapat benar-benar memiliki bekal dan kemampuan serta kompetensi yang cukup saat bekerja nanti.

II. Tujuan Diadakannya Praktek kerja lapangan ini, secara umum bertujuan untuk : 1. Untuk melihat secara langsung peranan disetiap instalasi radiologi rumah sakit dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. 2. Untuk menerapkan tentang apa yang telah dipelajari selama mengikuti perkuliahan dikampus 3. Menjadikan mahasiswa lebih aktif, mandiri, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas dan profesinya 4. Dapat memiliki sikap dan mental yang baik dalam pelayanan radiologidiagnostik 5. Menjadikan lulusan radiographer yang siap dalam melayani masyarakat luas 6. Menambah pengalaman diduia kerja sebagai seorang radiographer 7. Mendapat ilmu pengetahuan secara luas dibidang radiologi diagnostic

III. Waktu dan Tempat Praktek kerja lapanga (PKL) yang kami laksanakan diinstalasi radiologi RS Pelamonia selama 6 minggu dimulai dari tanggal : 6 januari 2014 s/d 14 februari 2014

BAB II TINJAUAN UMUM RUMAH SAKIT

I. Profil Rumah Sakit TK.II Pelamonia Rumah Sakit Tk.II Pelamonia merupakan Rumah Sakit TNI-AD yang merupakan unsur pelaksana Kesehatan Angkatan Darat, dengan tipe / tingkat II di lingkungan TNI-AD. Rumah Sakit Tk.II Pelamonia sebagai badan pelaksana di bidang kesehatan di lingkungan Kodam VII/Wrb mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pelayanan kesehatan bagi prajurit TNI, PNS beserta keluarganya yang berhak di jajaran Kodam VII/Wrb. Selain itu Rumkit Tk.II Pelamonia juga menyelenggarakan pelayanan kesehatan terhadap penderita umum dengan memanfaatkan kapasitas lebih yang dimiliki untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat umum yang ada di sekitar Makassar dan Sulawasi selatan pada umumnya. Selain Rumah Sakit Pelamonia juga sebagai pusat rujukan bagi penderita dari Kawasan Timur Indonesia, diharapkan memilki kemampuan pelayanan teknis lengkap dan memadai. Untuk perwujudan pelayanan kesehatan yang lebih baik, perlu dilakukan kegiatan yang terarah sesuai dengan kebijaksanaan pimpinan Kesehatan Kodam VII/Wrb baik menyangkut pembinaan fungsi organik maupun fungsi tehnis.

Gambar : RUMAH SAKIT TK. II 07.05.01 PELAMONIA

II. Sejarah Singkat Rumah Sakit TK.II Pelamonia Rumah Sakit Tk.II Pelamonia dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1917 dan disebut Militaire Hospital. Pada waktu penyerahan kedaulatan Republik Indonesia pada tahun 1950 Militaire Hospital diserahkan pada TNI-AD dan diubah namanya menjadi Rumah Sakit Tentara Teritorium VII. Pada tanggal 1 Juni 1957 dengan berubahnya TT VII menjadi Komando Daerah Militer Sulawesi Selatan dan Tenggara (KDMSST) yang kemudian berubah nama menjadi Kodam XIV Hasanuddin, maka Rumah Sakit pun berubah nama dari RST TT. VII menjadi Rumkit KDMSST kemudian menjadi Rumah Sakit Kodam XIV/Hn Pelamonia. Dan kini dikenal dengan nama Rumkit Tk.II Pelamonia Secara tehnis medis Rumkit Tk.II Pelamonia dibawah pembinaan Kesehatan Daerah Militer (Kesdam). Kesdam dan Rumah Sakit sesuai DSPP berdasarkan Surat Keputusan Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat nomor KEP / 76 / X / 1985 tanggal 28 Oktober 1985. Pada tahun 2004 mengalami perubahan (validasi) organisasi berdasarkan Keputusan Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat nomor: Kep / 69 / XII / 2004 tanggal 24 Desember 2004 tentang Organisasi dan Tugas Kesehatan Komando Daerah Militer (Orgas Kesdam).

III. Peranan Rumah Sakit TK.II Pelamonia Rumah Sakit TNI-AD adalah fasilitas kesehatan TNI-AD yang menyelenggarakan upaya kesehatan untuk mendukung tugas pokok TNI-AD dengan berperan sebagai berikut: a. Membina kesehatan prajurit dan PNS serta membina aspek kesehatan satuan-satuan TNI diwilayahnya sehingga selalu siap tugas. b. Membina kesehatan keluarga Prajurit dan PNS sehingga mencapai derajat kesehatan yang optimal, terayomi. c. Memberikan pelayanan kesehatan bagi prajurit, PNS dan keluarganya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan personel.

d. Melaksanakan fungsi sosial dengan mengadakan penyelenggaraan pelayanan kesehatan bagi masyarakat umum, dalam rangka pemanfaatan kapasitas lebih Rumkit , tanpa mengabaikan pelayanan kesehatan bagi pasien yang berhak.

IV. Tugas Pokok Rumah Sakit TK.II Pelamonia Tugas pokok Rumkit adalah menyelenggarakan pelayanan kesehatan, dukungan kesehatan dan kesehatan matra dengan memberikan pelayanan medis umum, gigi, dan spesialis kepada prajurit TNI di wilayah dimana Rumah Sakit itu berada, sesuai dengan tingkatan Rumah Sakit masing-masing. Rumah Sakit Tk.II Pelamonia memberikan pelayanan kesehatan kepada personel Militer, Pns beserta keluarganya yang berhak, baik personel Satpur, Banpur dan Banmin di jajaran Kodam VII/Wrb. Rumah Sakit Tk.II Pelamonia sebagai Badan pelaksana Kesdam VII/Wrb mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pelayanan kesehatan bagi Prajurit TNI dan Pns beserta keluarganya di jajajaran Kodam VII/Wrb. Selain itu Rumah Sakit Tk.II Pelamonia juga melayani penderita rujukan dari Kodam XVII/Trikora dan Kodam XVI Pattimura, serta pelayanan kesehatan masyarakat umum bagi masyarakat Makassar.

V. Fungsi Rumah Sakit TK.II Pelamonia Guna mencapai tugas pokok kesehatan, Rumah Sakit TNI-AD melaksanakan fungsi-fungsi: a. Fungsi pelayanan Unit Gawat Darurat. b. Fungsi pelayanan Medis/spesialistik. c. Fungsi pelayanan Penunjang Medik. d. e. f. Fungsi pelayanan Rahab Medik. Fungsi pelayanan Rawat Inap. Fungsi pelayanan Rawat Jalan.

g. Fungsi pelayanan Kefarmasian.

VI. Motto, Visi dan Misi a) Motto Memberikan pelayanan kesehatan secara cermat, cepat, tepat dan tulus. b) Visi Menjadi Rumkit Tk.II Pelamonia kebanggan Prajurit dan Rumah Sakit rujukan di Kawasan Timur Indonesia serta menjadi Rumah Sakit pilihan masyarakat sekitarnya. c) Misi Mendukung tugas pokok TNI AD dengan menyelenggarakan dan melaksanakan pelayanan kesehatan dasar, spesialitik yang bermutu bagi prajurit, Pns dan Keluarga yang berhak serta masyarakat umum.

BAB III INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT TK.II PELAMONIA

I. Visi, Misi, Falsafah, Tujuan dan Motto Instalasi Radiologi Rumah Sakit TK.II Pelamonia

Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan Instalasi Radiologi yang berkualiatas maka perlu untuk menetapkan Visi, Misi, Falsafah, Tujuan, dan Motto Instalasi Radiologi Rumah Sakit Pelamonia.

I.I Visi Menjadi Rujukan radiologi terpercaya dan kebanggaan dalam menegakkan diagnosa penyakit di RS.Pelamonia serta sebagai pusat rujukan radiologi rumah sakit TNI di Wilayah Indonesia Timur.

I.II Misi Menyelenggarakan pelayanan Radiodiagnostik yang optimal dalam rangka kepuasan pelanggan Berperan aktif dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan latihan tenaga kesehatan radiologi sesuai perkembangan pengetahuan mutakhir. Meningkatkan sarana dan prasarana instalasi radiologi guna memenuhi tuntutan masyarakat akan pelayanan radiologi yang berkualitas, dalam memenuhi kepuasan anggota TNI ,dan keluarganya serta masyarakat terhadap pelayanan radiologi.

I.III Falsafah Profesional kerja kami, kepuasan pasien tujuan kami dan proteksi radiasi kewajiban kami

I.IV Tujuan : Tercapainya pelayanan Radiodiagnostik optimal yang dapat mendiagnosa penyakit dengan cepat dan tepat sehingga pasien dapat ditindak lanjuti dengan segera. I.V Motto Peduli, Ramah, Jujur, Ikhlas, dan Terampil (PRAJURIT).

II. Pedoman Jaminan Mutu Pelayanan Radiologi diInstalasi Radiologi Rumah Sakit TK.II Pelamonia II.I Tujuan Terlaksananya penyelenggaraan pelayanan radiologi serta dapat menjamin keselamatan kerja dan kesehatan bagi pekerja maupun lingkungan. II.I I Kebijaksanaan 1. Instalasi Radiologi dipimpin oleh seorang kepala yang diangkat oleh kepala institusi 2. Tersedianya ruang radiologi sesuai dengan standar 3. Prasarana, sarana & peralatan sesuai dengan peraturan yang berlaku 4. Sdm sesuai dengan persyaratan yang berlaku 5. Tersedianya peralatan proteksi radiasi 6. Tersedianya protap yang dapat dipertanggung jawabkan 7. Terjamin dilaksanakan protap II.III Petunjuk Pelaksanaan Radiologi 1. Izin BAPETEN & rekomendasi dari DEPKES Pengadaan, suplier, merk, tahun pembuatan,spesifikasi dilaporkan ke depkes & bapaten Izin dan rekomendasi 3 tahun dan dapat diperbaharui Surat menyurat dilakukan oleh kepala instalasi melalui kepala instalasi Memiliki petugas proteksi radiasi 2. Keamanan dan keselamatan tenaga kerja Menggunakan film badge secara berkala dievaluasi oleh BATAN 8

Petugas radiasi memiliki kartu catatan medik Paparan radiasi tidak melebihi ( 0.25 u sv ) Kepala instalasi bertanggung jawab terhadap tersedianya peralatan proteksi radiologi 3. Staf Instalasi Radiologi yang mendapat kelebihan dosis radiasi wajib mendapat pengobatan II.IV Pelayanan Medik Radiologi 1. Pasien rawat jalan 2. Pasien rawat inap 3. Pasien gawat darurat II.V Pengadaan Bahan Dan Material Untuk Operasional Diajukan oleh Kepala Instalasi kepada kepala Institusi / Direktur RS melalui seksi penunjang sesuai prosedur Barang / bahan yang didapat disimpan sesuai dengan prosedur Awal tahun dilakukan evaluasi penggunaan bahan oleh Kepala Instalasi Saat pembelian bahan & material perhatikan spesifikasinya dan batas waktu penggunaan

III. Prosedur Standar Operasional Tindakan Pelayanan Medik Radiologi 1. Pelayanan medik radiologi : oleh tenaga bidang radiologi sesuai dengan ketentuannya 2. Tindakan medik radiologi : oleh dokter Sp. Radiologi, jawaban hasil tindakan dibuat rangkap dua dan ditanda tangani serta dibubuhi nama jelas. 3. Tindakan pelayanan medik radiografi Rutin : Radografer apro/atro/assro, operator terlatih Dep Kes Canggih : Radiografer

IV. Prosedur Standar Operasional Rekam Medis Radiologi 1. Semua rekam medik ( RM ) radiologi milik Instalasi Radiologi dan disimpan selama 3 tahun, bila lebih dari 3 tahun dapat dimusnahkan atau sesuai kebijaksanaan yang berlaku 2. R M Radiologi yang sah bila tertulis identifikasi, diantaranya terdapat :

Nomor foto Tanggal tindakan Nama pasien Umur pasien Alamat Umum

V. Prosedur Standar Operasional Pemeriksaan Radiologi 1. Dilaksanakan sesuai dengan klinis yang jelas 2. Memenuhi persyaratan teknis / teknik medik 3. Memenuhi persyaratan administrasi Adalah : a. Melunasi biaya tindakan pemeriksaan sesuai dengan tarif yang berlaku

b. melengkapi persyaratan pemakaian jasa asuransi kesehatan bagi paserta askes c. Khusus bagi penderita gawat darurat tindakan pertama adalah melakukan tindakan penyelamatan jiwa pasien d. Untuk pembebasan biaya tindakan pelayanan radiologi hanya dilakukan oleh Kepala RS atau oleh Pejabat yang diberikan kewenangan e. Informasi teknis medik adalah informasi demi kebutuhan pelayanan medik yang berhubungan dengan pemeriksaan radiologi seperti : Puasa Penggunaan obat urus-urus Pemeriksaan laboratorium

VI. Prosedur Operasional Standar Penggunaan Obat dan Basic Life Support Obat dan alat basic life support digunakan untuk mengatasi keadaan

gawat darurat akibat reaksi yang timbul akibat penggunaan bahan kontras. Ketersediaan obat dan alat ini pada Instalai Radiologi adalah mutlak harus ada.Oleh karena itu agar pemenuhan kebutuhan obat dan alat ini dapat selalu

10

tersedia maka perlu adanya suatu acuan dalam pemenuhan obat dan alat basic life support. Prosedur tindakan : 1) Baringkan penderita dalam posisi terlentang dengan kaki ditinggikan 30 45 ( Ganjal pakai bantal ) 2) Ukur tekanan darah, segera suntikan adrenalin 0,25 0,30cc, dalam larutan 1 : 1000 s.s/i.m diulang setiap 15 menit sampai tekanan darah sistolik mencapai 90 100 mmHg 3) Bila T.D. Systolik tidak naik sampai 100mmHg, beri infuse glucose 5 % atau Ringer Lactat atau NaCL 0.9 % atau Plasma sebanyak 500 2000 cc, pada jam pertama 4) Bila syok belum teratasi beri Dopamin dalam cairan infuse 0,3 1,2 mg/kg BB/jam 5) Bila ada urtikarya dan angioedem berikan diphenhidramin 1 2 mg/kg BB i.m tiap jam selama 48 jam 6) Berikan Hidrocortison; 7 10 mg/kg BB,i.v/i.m atau dexametason i.v/i.m 7) Bila ada bronchohospasme beri O2 (Oksigen) dan aminophylin 4 7 mg/kg BB i.v dilarutkan dalam 10cc glucose 5% secara perlahanlahan selama 10 15 menit 8) Observasi; Tensi, Nadi pernafasab selam 12 jam 9) Bila belum teratasi, bawa ke Rumah Sakit dikawal oleh dokter atay perawat yang terampil. Posisi penderita tetap horizontal, kaki ditinggikan 30 45 infus terus diberikan, obat-obatan disertakan

VII. Prosedur Operasioal Standar Expertise Hasil Radiograf Untuk meningkatkan diagnosa dan untuk dasar tindakan medik selanjutnya, pembacaan/expertise hasil rontgen yang dilaksanakan diinstalasi radiologi maka hasil rontgen harus dibaca oleh dokter radiologi setiap hari kerja, yaitu :

11

1) Pembacaan foto rontgen dilakukan setiap hari oleh dokter ahli radiologi 2) Sebelum pembacaan dimulai foto rontgen yang akan dibacakan harus sudah diserahkan keadministrasi radiologi untuk diberi identifikasi pasien 3) Foto rontgen/USG yang telah dibaca dapat diambil pada bagian administrasi

VIII. Prosedur Operasional Standar Proteksi Radiasi Setiap sarana pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan radiodiagnostik harus memenuhi keselamatan radiasi sebagaimana diatur dalam peraturan Kepala BAPETEN. 1. Personal monitoring - Mengurus administrasi penggunaan filam badge - Penyiapan penggantian film badge baru tiap bulan - Pencatatan film badge tiap bulan - Pengawasan pemakaian film badge 2. Peralatan Sinar-X - Mendata semua peralatan sinar X yang ada di Instalasi

Radiodiagnostik - Mengurus perpanjangan izin semua peralatan X-Ray dan semua peralatan alat ukur 3. Proteksi Radiasi Inventarisasi peralatan APD (Apron, PelindungThyroid, pelindung Gonad, sarung tangan PB,kaca mata PB, poket dosismeter )

12

BAB IV PENUTUP

I. Kesimpulan Rumah Sakit Tk.II Pelamonia sebagai badan pelaksana di bidang kesehatan di lingkungan Kodam VII/Wrb mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pelayanan kesehatan bagi prajurit TNI, PNS beserta keluarganya yang berhak di jajaran Kodam VII/Wrb. Selain itu Rumkit Tk.II Pelamonia juga menyelenggarakan pelayanan kesehatan terhadap penderita umum dengan memanfaatkan kapasitas lebih yang dimiliki untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat umum yang ada di sekitar Makassar dan Sulawasi selatan pada umumnya. Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan radiologidiagnostik yang berkualitas diinstalasi radiologi rumah sakit pelmonia maka petugas radiologi perlu mentaati visi, misi, falsafah, motto dan bekerja sesuai Standar Operasional Prosedur yang telah ditetapkan.

II. Saran Guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pelayanan radiologi perlu adanya program komputer dalam melakukan penginputan data dan hasil baca/expertise dari dokter radiologi secara langsung sehingga dapat ditemukan dengan mudah sewaktu diperlukan.

13