Anda di halaman 1dari 21

KATA PENGANTAR Dengan mengucap syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, akhirnya kami dapat menyelesaikan referat

berjudul Mola Hidatidosa, sebagai tugas Blok Reproduksi semester lima akultas !edokteran dan "lmu#"lmu !esehatan $ni%ersitas &enderal 'oedirman ()*+, Dalam penyusunan tugas ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi, Berkat bantuan, dorongan pihak#pihak terkaitlah kendala#kendala yang penulis hadapi dapat teratasi, -leh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada. *, Dosen /embimbing. dr, Tri 0estari yang telah memberikan tugas, petunjuk, kepada penulis sehingga penulis termoti%asi menyelesaikan tugas ini, (, dr, 1dityono, 'p, -2 selaku narasumber yang mau meluangkan 3aktunya untuk membagi pengetahuan dan pengalamannya, +, Teman#teman kelompok *) blok Reproduksi atas kerja samanya dalam pembuatan referat ini, 4, /ihak#pihak lain yang ikut membantu terselesaikanya laporan referat ini, Tujuan pembuatan referat ini diantaranya untuk meningkatkan pengetahuan terkait tema yang diberikan dalam metode Student Center Learning 5'607 sehingga dapat memberikan pengalaman, peningkatan pengetahuan, serta juga beberapa hal terkait dengan kompetensi dalam sistem reproduksi, Hal ini mungkin dapat berguna apabila menemui kasus mola hidatidosa di lapangan, !ami akui masih banyak sekali kekurangan dari referat yang telah kami buat, Tetapi, terlepas dari itu semua, kami berharap referat yang telah kami buat dapat sedikit memberikan gambaran tentang Mola Hidatidosa,

/ur3okerto, -ktober ()*+

!elompok *) Blok Reproduksi

DAFTAR ISI Halaman Judul Kata Pengantar,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,* Daftar Isi,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,( Bab I Pendahuluan,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,+ Bab II Tin auan Pusta!a,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,8 1, Definisi dan Etiologi,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,8 B, /atogenesis,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,9 6, /atofisiologi,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,: D, Tanda dan 2ejala,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,*) E, /enegakkan Diagnosis,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,*) , Terapi,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,*( 2, /rognosis,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,*+ H, !omplikasi,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,*4 Bab III Pembahasan,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,*8 Bab I" Kesim#ulan,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,*: Daftar Pusta!a,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,*;

BAB I PENDAH$%$AN Mola hidatidosa adalah kehamilan abnormal yang dikarakterisasi oleh proliferasi trofoblas dengan tingkat yang ber%ariasi dan pembengkakkan %esikula dari %ili plasenta yang berkaitan dengan abnormalitas atau ketiadaan fetus, Terdapat dua jenis mola hidatidosa, yaitu 5<argasetia et al, ()**7.
A. Mola hidatidosa komplit

Merupakan peristi3a dimana %ili korealis mengalami pembesaran tanpa adanya fetus atau embrio, trofoblas hiperplasia dengan tingkat atipia yang ber%ariasi, dan tidak ada kapiler#kapiler %ili, Hampir ;)= dari mola komplit adalah 49 >> berasal dari duplikasi kromosom sperma haploid setelah memfertilisasi telur dengan kromosom maternal tidak ada atau inaktif, *)= mola komplit adalah 49 >Y atau 49 >>, sebagai hasil dari fertilisasi telur kosong oleh dua buah sperma 5dispermi7,
B. Mola hidatidosa parsial

Merupakan peristi3a dimana masih terlihat adanya jaringan fetus atau embrionik, %ili korealis dengan edema fokal yang ber%ariasi dalam bentuk dan ukuran, inklusi trofoblas stroma, sirkulasi pada %ili, hiperplasia trofoblas fokal dengan atipia sedang, proliferasi terbatas pada sinsitiotrofoblas, 'ebagian besar mola parsial memiliki kariotipe triploid 5rata#rata >>Y7, atau terkadang tetraploid 5;(, >>>Y7 sebagai hasil dari fertilisasi o%um normal oleh dua sperma, !urang dari 8= mola parsial akan berkembang menjadi tumor trofoblas gestasional dan jarang terjadi metastase, Beberapa faktor dapat mempengaruhi terjadinya mola seperti usia, paritas, ri3ayat kehamilan molar, hamil kembar, etnik, dan genetik, /enyebab dari perkembangan trofoblas yang seharusnya normal menjadi abnormal masih belum diketahui namun beberapa studi menduga bah3a faktor genetik yang paling berperan pada kejadian mola hidatidosa 5Marriska et al, ()**7, Mola hidatidosa dapat terjadi pada semua 3anita pada masa reproduksi, pasien termuda dilaporkan berusia *( tahun dan pasien tertua dilaporkan berusia 8?

tahun, Berdasarkan data penelitian dari <H-, angka kejadian mola hidatidosa pada United States berkisar antara *.*48) # *.())), di &epang angka kejadiannya adalah ( kasus per *))) kehamilan, sedangkan di Eropa sekitar ),9#* kasus per *))) kehamilan, Di "ndonesia, dari estimasi (( juta kelahiran pertahun, terjadi 44))) @ 88))) kasus mola hidatidosa 5Marriska et al, ()**A Burseta et al, ()**7,

BAB II TINJA$AN P$STAKA


A. Definisi dan Eti&l&gi

Mola hidatidosa adalah kehamilan tidak normal yang dikarakteristikkan secara histologis melalui perubahan yang menyimpang di dalam plasenta, Terjadi proliferasi trofoblas dengan tingkat yang yang ber%ariasi berkaitan dan pembengkakkan %esikula dari %ili plasenta dengan

abnormalitas atau ketiadaan fetus 5<argasetia et al, ()**7, /enyebab mola hidatidosa belum diketahui secara pasti, Bamun faktor# faktor yang mendukung menjadi penyebab adalah 56unningham, ())97. *, aktor o%um 'permatoCoa memasuki o%um yang telah kehilangan nukleusnya atau dua serum memasuki o%um tersebut sehingga akan terjadi kelainan atau gangguan dalam pembuahan, (, !eadaan sosial ekonomi rendah Dalam masa kehamilan keperluan Cat#Cat giCi meningkat, Hal ini diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan janin, dengan keadaan sosial ekonomi yang rendah maka untuk memenuhi Cat#Cat giCi yang diperlukan tubuh kurang sehingga mengakibatkan gangguan dalam pertumbuhan dan perkembangan janinnya, +, /arietas tinggi "bu multipara cenderung berisiko terjadi kehamilan mola hidatidosa karena trauma kelahiran atau penyimpangan transmisi secara genetik yang dapat diidentifikasikan dan penggunaan stimulan drulasi seperti klomifen atau menotropis 5pergonal7, 4, !ekurangan protein /rotein adalah Cat untuk membangun jaringan#jaringan bagian tubuh sehubungan dengan pertumbuhan janin, pertumbuhan rahim, dan payudara ibu, keperluan akan Cat protein pada 3aktu hamil sangat meningkat, 8, "nfeksi %irus

"nfeksi mikroba dapat mengenai semua orang termasuk 3anita hamil, Masuk atau adanya mikroba dalam tubuh manusia tidak selalu akan menimbulkan penyakit, Hal ini sangat tergantung dari jumlah mikroba yang masuk, %irulensi, serta daya tahan tubuh, 9, $sia /enelitian menemukan insidensi dari mola hidatidosa paling tinggi pada 3anita usia kurang dari *8 tahun, dan lebih dari 48 tahun, ?, Ri3ayat mola hidatidosa <anita dengan ri3ayat mola memiliki faktor risiko untuk terjadinya mola kembali baik komplit maupun parsial pada kehamilan berikutnya, :, /eran gra%iditas, status estrogen, kontrasepsi oral dan faktor diet masih belum jelas hubungannya,
B. Pat&genesis

Mola hidatidosa adalah neoplasma jinak dari sel trofoblast, /ada mola hidatidosa kehamilan tidak berkembang menjadi janin yang sempurna, melainkan berkembang menjadi keadaan patologik, Beberapa teori yang diajukan untuk menerangkan patogenesis dari penyakit trofoblast yaitu 5/rince ',1, etc., ())97. *, Teori missed abortion Mudigah mati pada kehamilan +#8 minggu karena itu terjadi gangguan peredaran darah sehingga terjadi penimbunan cairan masenkim dari %illi dan akhirnya terbentuklah gelembung#gelembung, (, Teori neoplasma dari /ark 'el#sel trofoblast adalah abnormal dan memiliki fungsi yang abnormal dimana terjadi reabsorbsi cairan yang berlebihan ke dalam %illi sehigga timbul gelembung, +, 'tudi dari Hertig 'tudi dari Hertig lebih menegaskan lagi bah3a mola hidatidosa semata# mata akibat akumulasi cairan yang menyertai degenerasi a3al atau tiak adanya embrio komplit pada minggu ke tiga dan ke lima, 1danya sirkulasi maternal yang terus menerus dan tidak adanya fetus menyebabkan

trofoblast berproliferasi dan melakukan fungsinya selama pembentukan cairan, Mola hidatidosa dapat terbagi menjadi 56unningham et al,, ())97. *, Mola Hidatidosa !omplet 5!lasik7, jika tidak ditemukan janin, Dili korionik berubah menjadi suatu massa %esikel#%esikel jernih, $kuran %esikel ber%ariasi dari yang sulit dilihat, berdiameter sampai beberapa sentimeter dan sering berkelompok#kelompok menggantung pada tangkai kecil, Mola hidatidosa komplet tidak berisi jaringan fetus, ;)= biasanya terdiri dari kariotipe 49,>> dan *)= 49,>Y, 'emua kromosom berasal dari paternal, -%um yang tidak bernukleus mengalami fertilisasi oleh sperma haploid yang kemudian berduplikasi sendiri, atau satu telur dibuahi oleh ( sperma, /ada mola yang komplet, %ili khoriales memiliki ciri seperti buah anggur, dan terdapat tropoblastik hyperplasia, Mola hidatidosa komplet berasal dari genom paternal 5genotipe 49>> sering, 49>Y jarang, tapi 49>> nya berasal dari reduplikasi haploid sperma dan tanpa kromosom dari o%um7, Temuan histologik ditandai oleh. a, Degenerasi hidrofobik dan pembengkakan stroma %ilus b, Tidak adanya pembuluh darah di %ilus yang membengkak c, /roliferasi epitel tropoblas dengan derajat ber%ariasi
d. Tidak adanya janin dan amnion, 2. Mola Hidatidosa "nkomplet 5/arsial7

1pabila

perubahan

hidatidosa

bersifat

fokal

dan

kurang

berkembang, dan mungkin tampak sebagai jaringan janin, Terjadi perkembangan hidatidosa yang berlangsung lambat pada sebagian %ili yang biasanya a%askular, sementara %ili#%ili berpembuluh lainnya dengan sirkulasi janin plasenta yang masih berfungsi tidak terkena, Mola parsial mempunyai 9; kromosom terdiri dari kromosom ( haploid paternal dan * haploid maternal 5triploid, 9;>>> atau 9;>>Y dari * haploid o%um dan lainnya reduplikasi haploid paternal dari satu sperma atau fertilisasi dispermia7, Mola hidatidosa parsial E inkomplet memiliki ciri yaitu terdapat jaringan plasenta yang sehat dan fetus, 2ambaran edema %ili hanya fokal dan proliferasi trofoblas hanya ringan dan terbatas pada

lapisan sinsitiotrofoblas, /erkembangan janin terhambat akibat kelainan kromosom dan umumnya, mati pada trimester pertama, Eritrosit fetus dan pembuluh darah di %ili khorialis sering didapatkan, Dili khorialis terdiri dari berbagai ukuran dan bentuk dengan stroma tropoblastik yang menonjol dan berkelok#kelok, 'ebagian dari %ili berubah menjadi gelembung#gelembung berisi cairan jernih, Biasanya tidak ada janin, hanya pada mola partialis kadang# kadang ada janin, 2elembung itu sebesar bulir kacang hijau sampai sebesar buah anggur, 2elembung ini dapat mengisi seluruh ca%um uteri, Di ba3ah mikroskop nampak degenerasi hidropik dari stroma jonjot, tidak adanya pembuluh darah dan proliferasi trofoblast, /ada pemeriksaan kromosom didapatkan poliploidi dan hampir pada semua karus mola susunan seF kromatin adalah 3anita, /ada mola hidatidosa, o%aria dapat mengandung kista lutein kadang#kadang hanya pada satu o%arium kadang# kadang pada keduanya, !ista ini berdinding tipis dan berisikan cairan kekuning#kuningan dan dapat mencapai ukuran sebesar tinju atau kepala bayi, !ista lutein terjadi karena perangsangan o%arium oleh kadar gonadotropin chorion yang tinggi, !ista ini hilang sendiri setelah mola dilahirkan, B#h62 meningkat # aktifitas o%arium meningkat 5o%arium kistik7 # estrogen tinggi menimbulkan efek hipertiroidisme dari aktifitas B# h62 yang tinggi 56unningham et al., ())97,
C. Pat&fisi&l&gi

/erjalanan klinis mola hidatidosa, pada akhir trimester pertama dan selama trimester kedua, sering tampak jelas sejumlah perubahan, 2ejala yang terlihat jelas kemungkinan terjadi pada mola sempurna, antara lain 56uninngham ,2 et al,, ())97. *, /erdarahan /erdarahan uterus bersifat uni%ersal dan dapat ber%ariasi dari bercak sampai perdarahan berat, /erdarahan mungkin terjadi sesaat sebelum abortus atau yang lebih sering terjadi secara intermiten selama beberapa minggu atau beberapa bulan, !adang#kadang terjadi perdarahan berat

yang tertutup di dalam uterus, 1nemia defisiensi besi sering dijumpai, hal ini mungkin terjadi akibat kurangnya asupan giCi karena mual dan muntah disertai meningkatnya kebutuhan folat trofoblas yang cepat berproliferasi, (, $kuran uterus $terus sering membesar lebih cepat daripada biasanya, $terus mungkin sulit diidentifikasi dengan palpasi, terutama pada 3anita nullipara, karena konsistensinya yang lunak di ba3ah dinding abdomen yang kencang, !adang#kadang o%arium sangat membesar akibat kista#kista teka lutein sehingga sulit dibedakan dari uterus yang membesar, +, 1kti%itas janin <alaupun uterus cukup membesar sehingga mencapai jauh di atas simpisis, bunyi jantung janin biasanya tidak terdeteksi, <alaupun jarang, mungkin terdapat plasenta kembar dengan perkembangan kehamilan mola sempurna pada salah satunya, sementara plasenta lain dan janinnya tampak normal, 'elain itu, plasenta mungkin mengalami perubahan mola yang luas tetapi tidak lengkap disertai oleh janin hidup, 4, Hipertensi akibat kehamilan Hipertensi akibat kehamilan jarang dijumpai sebelum usia gestasi (4 minggu, pre#eklamsi yang terjadi sebelum 3aktu ini sedikitnya harus mengisyaratkan mola hidatidosa atau adanya mola luas, 8, Hiperemesis /asien dapat mengalami mual dan muntah yang berlebihan, 9, Tirotoksikosis !adar tiroksin plasma pada 3anita dengan kehamilan mola sering meningkat, tetapi jarang menyebabkan gejala klinis hipertiroidisme, /eningkatan kadar tiroksin plasma mungkin terutama disebabkan oleh estrogen, seperti pada kehamilan normal, yang kadar tiroksin bebasnya tidak meningkat, Tiroksin bebas dalam serum meningkat akibat efek gonadotropin karionik atau %arian#%ariannya yang mirip tirotropin, ?, Embolisasi 'aat e%akuasi, tropoblas dengan atau tanpa stroma %ilus, lolos dari uterus melalui aliran %ena dalam jumlah ber%ariasi, Dolumenya dapat mencapai

sedemikian sehingga menyebabkan gejala dan tanda embolisme paru akut dan hasil yang fatal, <alaupun trofoblas dengan atau tanpa stroma %ilus dapat menjadi embolus ke paru dalam %olume yang terlalu sedikit untuk menimbulkan sumbatan nyata pada %askularisasi paru, selanjutnya embolus tersebut dapat mengin%asi parenkim paru dan membentuk metastasis yang tampak jelas pada pemeriksaan radiografi, 0esi mungkin terdiri hanya dari trofoblas atau trofoblas dengan stroma %ilus, /erjalanan selanjutnya lesi ini tidak dapat diperkirakan, sebagian menghilang sendiri baik segera setelah e%akausi uterus atau bahkan beberapa minggu samapi bulan selanjutnya, sementara yang lain berproliferasi dan menimbulkan kematian apabila tidak diterapi, D' Tanda dan Ge ala Manifestasi klinik dari mola hidatidosa adalah 56unningham, ())97. *, Hampir sebagian besar kehamilan mola akan disertai dengan penigkatan beta#h62, (, 2ejala klinik mirip dengan kehamilan muda dan abortus iminens tapi gejala mual muntah lebih hebat, sering disertai gejala seperti pre#eklamsia, +, /emeriksaan $'2 akan menunjukkan gambaran seperti sarang lebah tanpa disertai adanya janin, 4, Diagnosis pasti adalah dengan melihat jaringan mola, baik melalui ekspulsi spontan ataupun biopsi spontan, E' Penega!!an Diagn&sis /enegakkan diagnosis mola hidatidosa adalah sebagai berikut 5/ra3irohardjo, ()*)A Manuaba, ())47. *, 1namnesis a, Mual, muntah b, /using c, 1menorea d, /erdarahan per %aginam, Biasanya terjadi pada bulan pertama sampai ketujuh dengan rata#rata *(#*4 minggu, 'ifat perdarahan bisa

*)

intermiten, sedikit#sedikit atau sekaligus banyak sehingga dapat menyebabkan syok atau kematian, e, Tidak terasa gerak bayi f, /erdarahan dan disertai pengeluaran gelombang mola seperti buah anggur g, !eluhan tambahan akibat anemis (, /emeriksaan fisik a, !eadaan $mum . pasien terlihat lemas b, Tanda %ital . Tekanan Darah tinggi 5hipertensi7 c, 'tatus generalisata *7 !epala a7 "nspeksi . konjungti%a anemis, muka terlihat kekuningan 5mola face7 (7 Thorak . Dalam batas normal +7 1bdomen . a7 "nspeksi . Terlihat pembesaran abdomen seperti kehamilan normal b7 /alpasi . uterus terasa lunak, tidak ditemukan tanda kehamilan seperti balotemen, uterus membesar melebihi besar kehamilan normal, c7 1uskultasi . Tidak terdengar detak jantung janin 47 Ekstremitas . normal, terkadang ditemukan edem tungkai +, /emeriksaan Dalam Daginal touche . portio sudah terjadi pembukaan, terdapat perdarahan, tidak teraba ketuban hanya jaringan lunak, 4, /emeriksaan penunjang a, 0aboratorium . 2ali Mainini positif sampai pengenceran *E+)), terjadi peningkatan kadar h62, terutama dari hari ke#*)) b, Rontgen . Tidak ada kerangka bayi, penggunaan kontras akan tampak seperti sarang ta3on,

**

c, /emeriksaan $ltrasonografi . Menunjukkan gambaran yang khas berupa badai salju 5snow flake pattern7 atau gambaran seperti sarang lebah 5honey comb7,

Gambar ((' 2ambaran Mola hidatidosa parsial pada kehamilan minggu ke#**

Gambar ))' 2ambaran Mola Hidatidosa total 'umber . Textbook of ultrasound in obstertic & gynecology d, /emeriksaan histopatologik .

*(

Tampak di beberapa tempat %ili yang edema dengan sel trofoblas yang tidak begitu berproliferasi, sedangkan di tempat lain masih tampak %ili yang normal,

Gambar ))' 'ebukan sel trophoblas pada mola hidatidosa 'umber . Textbook of ultrasound in obstertic & gynecology Dapus . !urjak 1,, 6her%enak F' Tera#i *, Medikamentosa Terapi mola hidatidosa menurut 6unningham, ())9 ada + tahapan yaitu. a, /erbaikan keadaan umum /erbaikan keadaan umum pada pasien mola hidatidosa, yaitu. *7 !oreksi dehidrasi
2) Transfusi darah bila ada anemia 5Hb : ggr= atau kurang7 3) Bila ada gejala pre#eklampsia dan hiperremesis gra%idarum, diobati 4) Bila ada gejala#gejala tirotoksikosis, dikonsul ke bagian penyakit

1, ())9, Textbook of ultrasound in

obstertic & gynecology. 0ondon . /arthenon /ublishing

dalam, b, /engeluaran jaringan mola dengan cara kuretase dan histerektomi *7 !uretase !uretase pada pasien mola hidatidosa. a7 Dilakukan setelah pemeriksaan persiapan selesai 5pemeriksaan darah rutin, kadar beta H62 dan foto toraks7 kecuali bila jaringan mola sudah keluar spontan

*+

b7 Bila kanalis ser%ikalis belum terbuka maka dilakukan pemasangan laminaria dan kuretase dilakukan (4 jam kemudian c7 'ebelum melakukan kuretase, sediakan daarah 8)) cc dan pasang infus dengan tetesan oksitosin *) "$ dalam 8)) cc deFtrose 8= d7 !uretase dilakukan ( kali dengan inter%al minimal * minggu e7 'eluruh jaringan hasil kerokan dikirim ke laboratorium /1
2) Histerektomi

'yarat melakukan histerektomi adalah. a7 $mur ibu +8 tahun atau lebih b7 'udah memiliki anak hidup + orang atau lebih
c. /emeriksaan tindak lanjut

/emeriksaan tindak lanjut pada pasien mola hidatidosa meliputi.


1) 0ama penga3asan *#( tahun

(7 'elama penga3asan, pasien dianjurkan untuk memakai kontrasepsi kondom, pil kombinasi atau diafragma, /emeriksaan fisik dilakukan setiap kali pasien datang untuk kontrol
3) /emeriksaan kadar beta H62 dilakukan setiap minggu sampai

ditemukan kadarnya yang normal + kali berturut#turut 47 'etelah itu pemeriksaan dilanjutkan setiap bulan sampai ditemukan kadarnya yang normal 9 kali berturut#turut
5) Bila telah terjadi remisi spontan 5kadar beta H62, pemeriksaan

fisik, dan foto toraks semuanya normal7 setelah * tahun maka pasien tersebut dapat berhenti menggunakan kontrasepsi dan dapat hamil kembali 97 Bila selama masa obser%asi, kadar beta H62 tetap atau meningkat dan pada pemeriksaan foto toraks ditemukan adanya tanda#tanda metastasis maka pasien harus die%aluasi dan dimulai pemberian kemoterapi G' Pr&gn&sis

*4

!ematian akibat mola diakibatkan oleh pendarahan, infeksi, eklampsia, payah jantung atau tirotoksikosa, Di negara maju, kematian akibat mola hampir tidak ada lagi, tetapi di negara berkembang angka kematian akibat mola masih cukup tinggi, 'ebagian besar dari pasien mola akan segera sehat kembali setelah jaringannya dikeluarkan, tetapi ada sekelompok 3anita yang kemudian menderita degenerasi keganasan menjadi koriokarsinoma 5/ra3irohardjo, ()*)7, H' K&m#li!asi Beberapa komplikasi yang sering terjadi pada pasien dengan mola hidatidosa adalah sebagai berikut 56unningham, et al,, ())47. *, 1nemia (, "nfeksi dan sepsis +, Tumor trofoblastik gestational yaitu jenis mola in%asif dan kariokarsinoma 4, !ematian

*8

BAB III PE*BAHASAN


A. Te&ri Baru Penatala!sanaan

Hasil tes diagnostik akan membantu untuk menentukan rencana pera3atan, /ilihan untuk pera3atan hampir selalu meliputi pembedahan untuk mengangkat jaringan mola, &enis yang lebih agresif dari kehamilan mola mungkin memerlukan kemoterapi dan atau terapi radiasi, 'ekitar :8= dari mola hidatidosa dapat diobati tanpa kemoterapi, /ilihan terapi termasuk 5Turkington, ()**7.
1. Su+ti&n dilatasi dan kuretase 5D G 6.

ilatation and Curettage7 adalah

prosedur yang digunakan untuk pengeluaran jaringan mola dari rahim dengan cara melebarkan leher rahim, lalu dimasukkan sebuah tabung ke dalam rahim dan dihubungkan dengan alat penyedot yang kuat,dinding rahim dalam dikerik 5dikuret7 bersih kemudian dikeluarkan,
2. 1tau dapat dilakukan terapi pengganti dengan melakukan perangsangan

rahim menggunakan Cat oksitosin atau prostaglandin, sehingga diharapkan rahim dapat berkontraksi dan mengeluarkan isinya berupa jaringan mola, Bamun, setelah perangsang otot rahim ini, masih perlu tindakan tindakan kuretase agar memastikan rahim sudah bersih, Tahapan tatalaksana selanjutnya adalah memastikan hormon beta#h62 kembali normal dengan #emeri!saan darah dan air seni 5urin7 secara teratur dalam kurun * tahun, Di samping itu, pasien perlu diperiksa juga untuk memastikan tidak ada pertumbuhan dan perkembangan jaringan plasenta lagi di dalam Rahim 5Turkington, ()**7, Etiologi mola hidatidosa masih belum diketahui, Molekuler aktor yang menginduksi sel cycle*8 diduga sebagai faktor risiko, 2ene c#erbB( adalah gen reseptor faktor pertumbuhan epitel 5E2 7, 2angguan ekspresi c#erbB( ditengarai memiliki korelasi yang kuat dengan keganasan degenerasi mola mola berikutnya, 8 /6B1 5proliferating cell nuclear antigen7 merupakan salah satu gen yang berperan dalam metastasis, !eganasan setelah mola hidatidosa

*9

memiliki potensi untuk bermetastasis, Manifestasi Ekspresi /6B1 adalah penanda risiko keganasan trofoblas cells 51meCHua, ())*7, Ekspresi human telomerase re%erse transcriptase 5hTERT7, ribonucleoprotein telomerase berperan dalam kelangsungan hidup sel#sel pada karsinogenesis, Ekspresi Telomerase ditemukan pada mola hidatidosa dan koriokarsinoma, dan tidak ditemukan pada mola hidatidosa parsial atau pada kehamilan normal, 1kti%asi enCim ini sering ditemukan dalam keganasan, /eran telomerase pada mola hidatidosa masih belum jelas belum, Diduga bah3a enCim ini memainkan peran dalam kemungkinan terjadinya keganasan pasca mola 5Bae, *;;;7, 1poptosis sel dikendalikan atau dirangsang oleh beberapa gen, seperti Bcl# ( dan gen lain yang bekerja untuk menghambat apoptosis, Ekspresi gen apoptosis terbukti lebih tinggi pada 'el#sel trofoblas mola daripada sel#sel di trofoblas placenta normal, Ditamin 1 berfungsi untuk mengontrol proliferasi sel dan merangsang apoptosis, 1poptosis sel dikendalikan atau dirangsang oleh beberapa gen, seperti Bcl#( dan gen lain yang bekerja untuk menghambat apoptosis, Ekspresi gen apoptosis terbukti lebih tinggi pada 'el#sel trofoblas mola daripada sel#sel di trofoblas placenta normal 5Halperin, et al,, ()))7, 1supan %itamin 1 dari makanan akan dimetabolisme menjadi retinol, Di dalam hati, retinol berbentuk retinil ester, Retinol dalam plasma terikat oleh reseptor pada permukaan sel, Retinol akan masuk sitoplasma dengan bantuan reseptor, Dalam sitoplasma, retinol dimetabolisme menjadi retinoic acid, 1sam retinoat dalam sitoplasma akan masuk ke dalam sel inti dan membentuk sebuah kompleks retinoat receptor 56hen, *;;;7, Retinol yang dimetabolisme menjadi asam retinoat merupakan bagian penting dari kegiatan %itamin 1 , 1sam retinoat adalah Cat aktif %itamin 1, Ditamin 1 akan dimetabolisme menjadi asam retinoat jika %itamin 1 bisa masuk sel trofoblas, 'uatu Cat dapat masuk ke dalam sel melalui mekanisme aktif dengan bantuan reseptor, 'tudi menunjukkan bah3a sel#sel trofoblas memiliki retinol reseptor, !ehadiran reseptor retinol dalam membran sel trofoblas dan sitoplasma berguna untuk menunjukkan bah3a retinol bisa memasuki sel trofoblas dengan bantuan reseptor, Masuknya asam retinoat ke

*?

dalam sel trofoblas bisa ditunjukkan oleh adanya penangkapan siklus sel dan peningkatan akti%itas apoptosis, /ersentase kegiatan apoptosis tersebut meningkat seiring dengan peningkatan dosis asam retinoat yang diberikan, /eran %itamin 1, retinol dan asam retinoat dalam mengendalikan proliferasi dan meningkatkan apoptosis akan memberikan manfaat dalam mencegah terjadinya keganasan setelah mola hidatidosa 51ndri et al,, ());7, Mola hidatidosa memiliki dua kegiatan utama, yaitu proliferasi dan apoptosis, /eningkatan proliferasi sel dan penurunan apoptosis merupakan faktor risiko keganasan proliferasi lanjutan sel trofoblas yang secara klinis dikenal sebagai MTD, Ditamin 1 memiliki dua kegiatan utama. yaitu mengendalikan dan menangkap proliferasi sel dan menginduksi apoptosis, Dua kegiatan utama %itamin 1 tersebut merupakan alasan untuk pemberian terapi pencegahan untuk keganasan pasca mola 51ndri et al,, ());7,
B. Kelebihan dan Ke!urangan Te&ri Baru 1. 'uction dilatasi dan kuretase 5D G 6 .

ilatation and Curettage7

/rosedur itu sendiri memakan 3aktu sekitar *8 menit, kebanyakan 3anita dapat pulang ke rumah setelah mereka sadar dari efek anestesi, !etidaknyamanan mirip dengan moderat kram menstruasi dan pendarahan ringan dapat terjadi sampai dua minggu setelah D G 6, !omplikasi jarang terjadi termasuk perdarahan yang tidak biasa selama atau setelah prosedur, infeksi pasca operasi, dan perforasi uterus, di mana kuret menembus dinding rahim 5luka kecil yang biasanya menyembuhkan tanpa campur tangan7, !ebanyakan 3anita dapat kembali ke kegiatan normal 5kecuali hubungan seks7 dalam beberapa hari meskipun mungkin merasa tidak nyaman sampai seminggu 5Deng, ());7,
2. /erangsangan dengan prostaglandin

Diharapkan rahim dapat berkontraksi dan mengeluarkan isinya berupa jaringan mola dengan cepat, Tapi tidak menjamin jaringan molanya bisa hilang seutuhnya untuk perangsangan dengan prostaglandin karna masih ada sisa jaringan dan masih membutuhkan kuretase untuk tindakan selanjutnya,

*:

BAB I" KESI*P$%AN *, Mola hidatidosa adalah kehamilan abnormal yang dikarakterisasi oleh proliferasi trofoblas dengan tingkat yang ber%ariasi dan pembengkakkan %esikula dari %ili plasenta yang berkaitan dengan abnormalitas atau ketiadaan fetus, Terdapat dua jenis mola hidatidosa, yaitu mola hidatidosa komplit dan mola hidatidosa parsial, (, aktor#faktor yang mendukung menjadi penyebab adalah faktor o%um, keadaan sosial ekonomi rendah, parietas tinggi, kekurangan protein, infeksi %irus, usia, ri3ayat mola hidatidosa, +, Terapi lama mola hidatidosa mencakup perbaikan keadaan umum, pengeluaran jaringan mola dengan cara kuretase dan histerektomi, pemeriksaan tindak lanjut,
3. Terapi baru mola hidatidosa mencakup suction dilatasi dan kuretase 5D G

6. ilatation and Curettage7, terapi pengganti dengan melakukan perangsangan rahim menggunakan Cat oksitosin atau prostaglandin, serta pemberian %itamin 1,

*;

DAFTAR P$STAKA 1meCcua 6, 1,, Bahador 1,, Baidu Y, M,, eliF &, 6, ())*, EFpression of human telomerase re%erse transcriptase, the catalytic subunit of telomerase, is associated 3ith the de%elopment of persistent disease in complete, !m " #bstet $ynecol, ())*A*:4.*44*#9, 1ndrijono, 1, et al, ());, /re%ention of malignancy ollo3ing Hydatidiform mole <ith Ditamin 1, %a& 'edokt (ndon, Dolum. 8;, Bomor. 9, &uni ());, Bae 'B, !im '&, *;;;, Telomerase acti%ity in complete hydatidiform mole, !m " #bstet $ynecol, *;;;A*:)5(7A+(:#++, 6hen H, Ho3ald <B, &uchau MR, *;;;, Biosynthesis of 1ll#transretinoic acid from 1ll#trans#retinol . catalysis of 1ll#trans#retinol oFidation by human /# 48) cytochromes, rug %etabolismand isposition, *;;;A(:5+7.+*8#((, 6uninngham, , 2ary, Borman , 2ant, 0e%eno !, &,, 2ilstrap 0, 6,, Hauth &, 6,, dan <enstrom !, D, ())9, Mola Hidatidosa /enyakit Trofoblastik 2estasional pada -bstetri <illiams, &akarta. /enerbit Buku !edokteran E26, 6unningham, , 2ary, Borman , 2ant, !enneth &, 0e%enno, 0arry 6, 2ilstrap """, &ohn 6, Hauth, !atharine D, <enstrom, ())4, -bstetri <illiams Edisi (* Dolume (, &akarta. E26, Deng 0,, Yan >,, Ihang &,, dan <u T, ());, 6ombination 6hemotherapy for High#risk 2estational Trophoblastic Tumour, 6ochrane Database 'yst Re%, 1pr *8A 5(7. 6D))8*;9, Halperin R, /eller ', 'andbank &, Buko%sky " and 'chneider D, ())), EFpression of the p8+ 2ene and 1poptosis in 2estational Trophoblastic Disease, )lacenta, ()))A(*.8:#9(, Manuaba "da B, 2, ())4, /enuntun Diskusi -bsterti dan 2inekologi, &akarta. E26, Marriska, !eika, Yudi M, Hidayat, dan Tono Dju3antono, ()**, The 6omparison of EFpression of 6yclin D and Retinoblastoma Mutant /rotein in Hydatidiform Mole and in Bormal /lacenta, "ndonesian &ournal of -bstetrics and 2ynecology, +8 547. (*4#(*?,

()

Burseta, Tatit, 'iti 6andra, dan Maria $lfa 1n3ari, ()**, The Effect of *?J Estradiol EFposure on Mutant p8+ EFpression in Hydatidiform Mole Trophoblast 6ell 6ulture, "ndonesian &ournal of -bstetrics and 2ynecology, +8 5*7. +)#+8, /ra3irohardjo, 'ar3ono, ()*), "lmu !ebidanan 6etakan !etiga, &akarta. /T Bina /ustaka 'ar3ono /ra3irohardjo, /ra3irohardjo, 'ar3ono, ()*), "lmu !ebidanan, &akarta. /T Bina /ustaka 'ar3ono /ra3irohardjo, /rice ', 1,, <ilson 0, M, ())9, /atofisiologi, !onsep !linis /roses /roses /enyakit Edisi 9 Dolume * dan (, &akarta. /enerbit Buku !edokteran E26, Turkington, 6, 1, ())9, Hydatidiform Mole, 2ale Encyclopaedia of Medicine, Third Edition, &acHueline 0, 0onge, Editor, armington Hills, M, ", Thomson 2ale, <argasetia, Teresa 0,, Heda M, D, Batapra3ira, dan M, Burhalim 'hahib, 1spek /atobiologis pada /enyakit Trofoblas 2estasional, &urnal !edokteran Maranatha, *) 5(7. *;)#()8,

(*