Anda di halaman 1dari 3

Haemophilus influenzae H.

influenza berbentuk batang dengan ukuran sangat kecil , yaitu panjang 0,5 m dan lebar 0,2 sampai 0.3 m. Bakteri ini bersifat pleomorfik. Kapsul dijumpai pada bakteri yang berasal dari eksudat dan dari biakan yang baru berumur 6 jam. H. influenza tidak bergerak dan tidak membentuk spora. Dengan pewarnan garam bersifat garam negatif. Sesuai dengan namanya, H. influenzae membutuhkan faktor-faktor pertumbuhan yang terdapat di dalam darah yang dilepaskan ketika sel darah merah mengalami lisis (haemo=darah, philos=menyukai). Faktor-faktor tersebut adalah faktor X (hemin), suatu derivat haemoglobin yang termostabil, dan faktor V (nicotinamide-adenine-dinucleotide) yang termolabil. Spesies ini memerlukan salah satu atau kedua faktor pertumbuhan tersebut. H. influenzae sangat peka terhadap disinfektan dan kekeringan. Kuman ini tumbuh optimum pada suhu 37C dan pH 7,4-7,8 dalam suasana CO2 10%. Kuman ini juga tumbuh subur sebagai satelit Stafilokokus karena Stafilokokus menghasilkan faktor V.

Patogenesis H. influenzae menyebabkan sejumlah infeksi pada saluran pernafasan bagian atas seperti faringitis, otitis media, dan sinusitis yang terutama penting pada penyakit paru kronik. H. influenzae dapat menyebabkan pembengkakan saluran pernapasan bagian atas yang hebat yang mengakibatkan obstruksi dan sering menyebabkan kematian kurang dari 24 jam. Hal ini terjadi karena flu yang diderita sudah sangat berat sehingga menyebabkan meningitis. Meningitis adalah peradangan yang terjadi pada meninges, yaitu membrane atau selaput yang melapisi otak dan syaraf tunjang. Meningitis dapat disebabkan berbagai organisme seperti virus, bakteri ataupun jamur yang menyebar masuk kedalam darah dan berpindah kedalam cairan otak. Bakteri ini masuk kedalam tubuh melalui udara yang dihirup, kemudian menetap didalam tubuh. Didalam tubuh manusia, bakteri ini mengadakan pembelahan dan berkembangbiak dengan jumlah yang banyak, kemudian masuk ke dalam darah sampai ke otak, apabila bakteri ini sudah masuk dan menyebar kedalam peredaran darah (bersifat sistemik) dan masuk ke otak, maka dapat menyebabkan kematian.

Penyakit yang Ditimbulkan

Pada umumnya bakteri Haemophilus influenzae hanya ditemukan pada manusia. Bakteri ini terletak atau ditemukan di saluran nafas bagian atas pada 0,5 sampai 3% anak-anak. Infeksi Haemophilus influenzae sering ditemukan pada anak usia 6 bulan sampai 4-5 tahun. Beberapa macam penyakit yang ditimbulkan oleh bakteri ini yaitu: a. Artritis Infeksiosa Artritis Infeksiosa merupakan infeksi pada cairan dan jaringan suatu sendi manusia. Gejala-gejala yang tampak pada penyakit ini adalah:

Demam dan nyeri pada anak. Anak juga cenderung rewel. Pada remaja sampai dewasa dapat terjadi secara tiba-tiba. Kadang penderita akan demam dan menggigil.

Sendi akan memerah dan terasa hangat. Sendi akan bengkak yang disebabkan oleh penumpukan cairan terinfeksi.

Cara mengobati penyakit ini yaitu dengan memberikan antibiotik yang dapat membunuh semua bakteri. Antibiotik ini diberikan melalui pembuluh darah atau kadang juga langsung disuntikkan ke sendi yang terinfeksi. Selain itu pengeluaran nanah dengan jarum atau selang juga dapat dilakukan untuk mencegah penggumpalan nanah pada sendi. b. Meningitis

Penyakit Meningitis adalah infeksi atau peradangan pada selaput otak. Meningitis adalah infeksi yang menular yang biasa menyerang pada bayi usia 5 bulan sampai 5 tahun. Sama seperti flu, virus meningitis berasal dari cairan yang berasal dari hidung atau tenggorokan. Virus itu bisa berpindah melalui udara dan menularkan kepada orang lain yang menghirup udara tersebut. Meningitis yang disebabkan oleh virus umumnya tidak berbahaya dan dapat dipulihkan perawatan khusus atau tanpa pengobatan. Namun meningitis yang disebabkan oleh bakteri dapat mengakibatkan kondisi serius seperti kurangnya kemampuan belajar, kerusakan otak, hilangnya pendengaran, bahkan bisa menyebabkan kematian. Gejala penyakit ini adalah Pada bayi akan menunjukkan sikap seperti berikut ini:

Lemah Pendiam (tidak aktif) Muntah-muntah Enggan menyusu pada ibunya

Sedangkan gejala yang ditampakkan pada usia diatas 2 tahun adalah:


Demam Sakit kepala Kaku otot leher selama berjam-jam. Hal tersebut akan dirasakan selama 2 hari Sering menghindar dari sorotan cahaya terang Mual Muntah Kulit merah Kesulitan untuk bangun tidur Tidak sadarkan diri atau sering pingsan

Untuk mengobati penyakit meningitis dilakukan pemberian sefotaksim 150-200 mg/kg/hari. Melakukan diagnosis dan pemberian obat antimikroba secara tepat juga dibutuhkan agar sekuele gangguan neurologik dan intelektual dapat dikurangi.