Anda di halaman 1dari 23

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penderita SLE diperkirakan mencapai 5 juta orang di seluruh dunia (Yayasan Lupus Indonesia).

Prevalensi pada er agai populasi er eda! eda ervariasi antara " # $%% orang per &%%.%%% penduduk ('l ar( )%%"). SLE le ih sering ditemukan pada ras!ras tertentu seperti angsa '*rika # 'merika( +ina( dan mungkin juga ,ilipina. SLE (Sistemisc lupus erythematosus) adalah penyakti radang multisistem yang se a nya elum diketahui( dengan perjalanan penyakit yang mungkin akut dan *ulminan atau kronik remisi dan eksaser asi disertai oleh terdapatnya autoanti odi dalam tu uh. Penyakit lupus merupakan penyakit sistem daya tahan( atau penyakit auto imun( dimana tu uh pasien lupus mem entuk anti odi yang salah arah( merusak organ tu uh sendiri( seperti ginjal( hati( sendi( sel darah merah( leukosit( atau trom osit. 'nti odi seharusnya ditujukan untuk mela-an akteri ataupun virus yang masuk ke dalam tu uh. B. Tujuan a) .ntuk mengetahui apa de*inisi penyakit sistemik lupus eritmatasus. ) .ntuk mengetahui etiologi( *aktor resiko dan mani*estasi klinis dari penyakit sistemik lupus eritmatasus. c) .ntuk mengetahui pato*isiologi pada penyakit sistemik lupus eritmatasus. d) .ntuk mengetahui pemeriksaan diagnostik( penatalaksanaan sistemik lupus eritmatasus. e) .ntuk mengetahui asuhan kepera-atan pada klien dengan gangguan sistemik lupus eritmatasus pada sistem integumen. C. Rumusan Masalah a) 'pa de*enisi sistemik lupus eritmatasus/ ) 'pa etiologi( *aktor resiko dan mani*estasi klinik dari sistemik lupus eritmatasus/ c) 0agaimana pato*isiologi sistemik lupus eritmatasus/ d) 'pa saja pemeriksaan diagnostik( penatalaksanaan sistemik lupus eritmatasus/ e) 0agaimana asuhan kepera-atan pada klien sistemik lupus eritmatasus er agai macam

BAB II TINJAUAN TEORITI A. De!"n"s" SLE adalah penyakit sistemik yang mengenai er agai organ sistemik( karakteristik dengan adanya ''1 ('nti odi antinuclear). SLE (Sistemisc lupus erythematosus) adalah penyakti radang multisistem yang se a nya elum diketahui( dengan perjalanan penyakit yang mungkin akut dan *ulminan atau kronik remisi dan eksaser asi disertai oleh terdapatnya autoanti odi dalam tu uh. Penyakit lupus adalah penyakit sistem daya tahan( atau penyakit auto imun( artinya tu uh pasien lupus mem entuk anti odi yang salah arah( merusak organ tu uh sendiri( seperti ginjal( hati( sendi( sel darah merah( leukosit( atau trom osit. 'nti odi seharusnya ditujukan untuk mela-an akteri ataupun virus yang masuk ke dalam tu uh. Lupus adalah penyakit yang dise a kan sistem imun menyerang sel! sel jaringan organ tu uh yang sehat. sistem imun yang ter entuk erle ihan. kelainan ini dikenal dengan autoimunitas. pada kasus satu penyakit ini isa mem uat kulit seperti ruam merah yang rasanya ter akar (lupus 2LE). pada kasus lain ketika sistem imun yang erle ihan itu menyerang persendian dapat menye a kan kelumpuhan (lupus SLE). SLE (Sistemics lupus erythematosus) adalah penyakti radang multisistem yang se a nya elum diketahui( dengan perjalanan penyakit yang mungkin akut dan *ulminan atau kronik remisi dan eksaser asi disertai oleh terdapatnya er agai macam autoimun dalam. . B. Et"#l#g" ,aktor 3esiko terjadinya SLE a) ,aktor 4enetik 5enis kelamin( *rekuensi pada -anita de-asa 6 kali le ih sering dari pada pria de-asa. .mur( iasanya le ih sering terjadi pada usia )%!$% tahun. Etnik( ,aktor keturunan( dengan ,rekuensi )% kali le ih sering dalam keluarga yang terdapat anggota dengan penyakit terse ut. er agai macam

) ,aktor 3esiko 7ormon 8eskipun penye a LE elum diketahui dengan lengkap( disetujui terdapatnya disregulasi dari 9. Lim*osit yang menye a kan aktivasi lim*osit sel 0( yang menghasilkan er agai auto!anti ody se agai *actor pathogenesis. 4enetik juga merupakan salah satu penye a penyakit ini. Lingkungan( o at kontrasepsi oral diduga penye a tim ulnya penyakit ini. Sinar matahari juga ternyata mempengaruhi serangan pendahuluan SLE( pada sekitar &:" penderita. 7ormon estrogen menam ah resiko SLE( sedangkan androgen mengurangi resiko ini. c) Sinar .; Sinar .ltra violet mengurangi supresi imun sehingga terapimenjadi kurang e*ekti*( sehingga SLE kam uh atau ertam ah erat. Ini dise a kan sel kulit mengeluarkan sitokin danprostaglandin sehingga terjadi in*lamasi di tempat terse ut maupunsecara sistemik melalui peredaran pe uluh darah. d) Imunitas Pada pasien SLE( terdapat hiperaktivitas sel 0 atau intoleransi terhadap sel 9. e) < at < at tertentu dalam presentase kecil sekali pada pasien tertentudan diminum dalam jangka -aktu tertentu dapat mencetuskanlupus o at (2rug Induced Lupus Erythematosus atau 2ILE). 5eniso at yang dapat menye a kan Lupus < at adalah = < at yang pasti menye a kan Lupus o at = >loroproma?in( metildopa( hidralasin( prokainamid( dan isonia?id. < at yang mungkin menye a kan Lupus o at = dilantin( penisilamin( dan kuinidin. 7u ungannya griseo*urvin. *) In*eksi Pasien SLE cenderung mudah mendapat in*eksi dan kadang! kadang penyakit ini kam uh setelah in*eksi.
3

elum jelas = garam emas(

e erapa jenis anti iotic dan

g) Stres Stres erat dapat mencetuskan SLE pada pasien yang sudah memiliki kecendrungan akan penyakit ini. C. Man"!estas" $l"n"s 4ejala!gejala penyakit dikenal se agai Lupus Eritomatosus Sistemik (LES) alias Lupus. Eritomatosus artinya kemerahan. sedangkan sistemik ermakna menye ar luas ke er agai organ tu uh. Istilahnya dise ut LES atau Lupus. 4ejala!gejala yang umum dijumpai adalah= a) >ulit yang mudah gosong aki at sinar matahari serta tim ulnya gangguan pencernaan. ) 4ejala umumnya penderita sering merasa lemah( kelelahan yang erle ihan( demam dan pegal!pegal. 4ejala ini terutama didapatkan pada masa akti*( sedangkan pada masa remisi (nonakti*) menghilang. c) Pada kulit( akan muncul ruam merah yang mem entang di kedua pipi( mirip kupu! kupu. >adang dise ut ( utter*ly rash). 1amun ruam merah menyerupai cakram isa muncul di kulit seluruh tu uh( menonjol dan kadang!kadang gejala saja( harus dicurigai mengidap Lupus. d) 'nemia yang diaki atkan oleh sel!sel darah merah yang dihancurkan oleh penyakit L.P.S ini e) 3am ut yang sering rontok dan rasa lelah yang erle ihan. *) 5umlah dan jenis anti odi pada lupus( le ih esar di andingkan dengan pada penyakit lain( dan anti odi ini ( ersama dengan *aktor lainnyayang tidak diketahui) menentukan gejala mana yang akan erkem ang. >arena itu( gejala dan eratnya penyakit( ervariasi pada setiap penderita. Perjalanan penyakit ini ervariasi( mulai dari penyakit yang ringan sampai penyakit yang erat. g) 4ejala pada setiap penderita erlainan( serta ditandai oleh masa e as gejala ( remisi) dan masa kekam uhan (eksaserbasi). Pada a-al penyakit( lupus hanya menyerang satu organ( tetapi di kemudian hari akan meli atkan organ lainnya. &. 8uskuloskleletal 7ampir semua penderita lupus mengalami nyeri persendian dan ke anyakan menderita ar tr itis. Persendian yang sering terkena adalah persendian pada jari
4

ersisik. 8elihat

anyaknya gejala penyakit ini( maka -anita yang sudah terserang dua atau le ih

tangan( tangan( pergelangan tangan dan lutut. >ematian jaringan pada tulang panggul dan ahu sering merupakan penye a dari nyeri di daerah terse ut. ). Integumen Pada 5%@ penderita ditemukan ruam kupu-kupu pada tulang pipi dan pangkal hidung. 3uam ini iasanya akan semakin mem uruk jika terkena sinar matahari. 3uam yang le ih terse ar isa tim ul di agian tu uh lain yang terpapar oleh sinar matahari. ". 4injal Se agian esar penderita menunjukkan adanya penim unan protein di dalam sel!sel ginjal( tetapi hanya 5%@ yang menderita nefritis lupus (peradangan ginjal yang menetap). Pada akhirnya isa terjadi gagal ginjal sehingga penderita perlu menjalani dialis a atau pencangkokkan ginjal. $. Sistem 1euron >elainan sara* ditemukan pada )5@ penderita lupus. Yang paling sering ditemukan adalah dis*ungsi mental yang si*atnya ringan( tetapi kelainan isa terjadi pada agian manapun dari otak( korda spinalis maupun sistemsara*. >ejang(ps ikos a( sindroma otak organik dan sakit kepala merupakan e erapa kelainan sistem sara* yang isa terjadi. 5. Sistem 7ematologi >elainan darah isa ditemukan pada 65@ penderita lupus. 0isa ter entuk ekuan darah di dalam vena maupun arteri( yang isa menye a kan stroke dan emboli paru. 5umlah trom osit erkurang dan tu uh mem entuk anti odi yang mela-an *aktor pem ekuan darah( yang isa menye a kan perdarahan yang erarti. Seringkali terjadi anemia aki at penyakit menahun. A. Sistem >ardiovaskuler Peradangan er agai agian jantung isa terjadi( seperti per ikar ditis(endokar ditis maupun miokarditis. 1yeri dada dan aritmia isa terjadi se agai aki at dari keadaan terse ut. B. Sistem 3espirasi Pada lupus isa terjadi pleuritis (peradangan selaput paru) dan efusi pleura (penim unan cairan antara paru dan pem ungkusnya). 'ki at dari keadaan terse ut sering tim ul nyeri dada dan sesak na*as.

D. $las"!"kas" Penyakit Lupus dapat diklasi*ikasikan menjadi " macam yaitu discoid lupus( Systemic Lupus Erythematosus( dan lupus yang diinduksi oleh o at. a) Discoid Lupus Lesi er entuk lingkaran atau cakram dan ditandai oleh atas eritema yang meninggi( skuama( sum atan *olikuler( dan telangiektasia. Lesi ini tim ul di kulit kepala( telinga( -ajah( lengan( punggung( dan dada. Penyakit ini dapat menim ulkan kecacatan karena lesi ini memperlihatkan atro*i dan jaringan parut di tengahnya serta hilangnya apendiks kulit secara menetap (7ahn( )%%5). b) Systemic Lupus Erythematosus SLE merupakan penyakit radang atau in*lamasi multisistem yang dise a kan oleh anyak *aktor (Isen erg and 7ors*all(&CC6) dan dikarakterisasi oleh adanya gangguan disregulasi sistem imun erupa peningkatan sistem imun dan produksi autoanti odi yang erle ihan ('l ar( )%%"). 9er entuknya autoanti odi terhadap ds21'( er agai macam ri onukleoprotein intraseluler( sel!sel darah( dan *os*olipid dapat menye a kan kerusakan jaringan ('l ar( )%%") melalui mekanime pengaktivan komplemen (Epstein( &CC6). c) Lupus yang diinduksi oleh obat Lupus yang dise a kan oleh induksi o at tertentu khususnya pada asetilator lam at yang mempunyai gen 7L' 23!$ menye a kan asetilasi o at menjadi lam at( o at anyak terakumulasi di tu uh sehingga mem erikan kesempatan o at untuk erikatan dengan protein tu uh. 7al ini direspon se agai enda asing oleh tu uh sehingga tu uh mem entuk kompleks anti odi antinuklear ('1') untuk menyerang enda asing terse ut (7er*indal et al.( )%%%). agian

E. Pat#!"s"#l#g"

%. $#m&l"kas" 0e erapa orang dengan SLE memiliki simpanan anti odi dalam sel (glomeruli) dari ginjal. 7al ini menye a kan kondisi yang dise ut ne*ritis lupus . Pasien dengan kondisi ini akhirnya dapat mengem angkan gagal ginjal dan mem utuhkan dialisis atau transplantasi ginjal. SLE menye a kan kerusakan pada agian yang er eda dari tu uh( termasuk= a) 4umpalan darah di kaki ( deep vein throm osis ) atau paru!paru ( em oli paru ). ) Penghancuran sel darah merah (anemia hemolitik) atau anemia penyakit kronis. c) +airan di sekitar jantung ( perikarditis )( endokarditis ( atau peradangan jantung ( miokarditis ). d) +airan di sekitar paru!paru ( e*usi pleura )( kerusakan jaringan paru!paru (penyakit paru interstisial). e) >omplikasi kehamilan( termasuk kehamilan keguguran dan *lare!up SL' selama. *) Pukulan. g) Platelet darah sangat rendah ( trom ositopenia ). h) ;asculitis( yang isa merusak arteri mana saja di tu uh. '. Pemer"ksaan D"agn#st"k Pemeriksaan untuk menentukan adanya penyakit ini ervariasi( diantaranya= a) Pemeriksaan darah isa menunjukkan adanya anti odi antinuklear( yang terdapat pada hampir semua penderita lupus. 9etapi anti odi ini juga juga isa ditemukan pada penyakit lain. >arena itu jika menemukan anti odi antinuklear( harus dilakukan juga pemeriksaan untuk anti odi terhadap 21' rantai ganda. >adar yang tinggi dari kedua anti odi ini hampir spesi*ik untuk lupus( tapi tidak semua penderita lupus memiliki anti odi ini. Pemeriksaan darah untuk mengukur kadar komplemen (protein yang erperan dalam sistem keke alan) dan untuk menemukan anti odi lainnya( mungkin perlu dilakukan untuk memperkirakan aktivitas dan lamanya penyakit. ) 3uam kulit atau lesi yang khas . c) 3ontgen dada menunjukkan pleuritis atau perikarditis.

Pemeriksaan dada dengan gesekan pleura atau jantung.

antuan stetoskop menunjukkan adanya

'nalisa air kemih menunjukkan adanya darah atau protein le ih dari %(5 mg:hari atau DDD. 7itung jenis darah menunjukkan adanya penurunan e erapa jenis sel darah. 0iopsi ginjal. Pemeriksaan sara*.

H. Penatalaksanaan Penanganan SLE mencakup penatalaksanaan penyakit akut dan kronik. Penyakit akut memerlukan intervensi yang ditujukan untuk mengendalikan peningkatan aktivitas penyakit atau eksaser asi yang dapat meliputi setiap sistem organ. 'ktivitas penyakit merupakan ga ungan hasil pemeriksaan klinis dan la oratorium yang mencerminkan in*lamasi akti* sekunder aki at SLE. Penatalaksanaan keadaan yang le ih kronik meliputi pemantauan periodik dan pengenalan er agai peru ahan klinis yang ermakna yang memerlukan penyesuaian terapi. Pendidikan pasien merupakan unsur yang sangat penting. 9ujuan terapi mencakup upaya untuk mencegah hilangnya *ungsi organ yang progresi*( mengurangi kemungkinan terjadinya penyakit akut( meminimalkan disa ilitas yang erhu ungan dengan penyakit dan mencegah komplikasi aki at terapi. Penatalaksanaan SLE meliputi pemantauan teratur untuk menilai aktivitas penyakit dan e*ektivitas terapi. 9erapi medikasi untuk SLE dilaksanakan erdasarkan konsep ah-a in*lamasi jaringan setempat diantarai oleh respons imun yang erle ihan atau meninggi( yang intensitasnya isa ervariasi sangat luas dan memerlukan terapi yang er eda pada saat yang er eda. Preparat 1S'I2 digunkan untuk mengatasi mani*estasi klinis minor dan kerapkali dipakai ersama kortikosteroid dalam upaya untuk meminimalkan ke utuhan kortikosteroid. >ortikosteroid merupakan satu!satunya o at yang paling penting yang tersedia untuk pengo atan SLE. Preparat ini digunakan secara topikal untuk mengo ati mani*estasi kutaneus( secara oral dengan dosis rendah untuk mengatasi aktivitas penyakit yang ringan dan dengan dosis tinggi untuk mengatasi aktivitas penyakit erat. Pem erian
9

olus I; dianggap se agai terapi alternati* yang isa menggantikan terapi oral dosis! tinggi. < at!o at antimalaria merupakan preparat yang e*ekti* untuk mengatasi gejala kutaneus( muskuloskeletal dan sistemik ringan dari SLE. Preparat imunosupresan (preparat pengkelat dan analog purin) digunakan karena e*eknya pada *ungsi imun. Pemakaian o at!o at ini dianggap se agai eksperimen dan umumnya hanya dilakukan agi pasien dengan konservati*. a) >ortikosteroid (prednison &!) mg:kg:hr s:d A ulan postpartum) (metilprednisolon &%%% mg:)$jam dengan pulse steroid th: selama " hr( jika mem aik dilakukan tapering o**). ) 'I1S ('spirin 6% mg:hr sampai ) minggu se elum 9P). c) Imunosupresan ('?ethiprine )!" mg:kg per oral). d) Siklo*ospamid( di erikan pada kasus yang mengancam ji-a B%%!&%%% mg:m luas permukaan tu uh( ersama dengan steroid selama " ulan setiap " minggu. I. Asuhan $e&era(atan a) Pengkajian &. 'namnesis ri-ayat kesehatan sekarang dan pemeriksaan *isik di*okuskan pada gejala sekarang dan gejala yang pernah dialami seperti keluhan mudah lelah( lemah( nyeri( kaku( demam:panas( anoreksia dan e*ek gejala terse ut terhadap gaya hidup serta citra diri pasien. ). >ulit 3uam eritematous( plak eritematous pada kulit kepala( muka atau leher. ". >ardiovaskuler ,riction ru perikardium yang menyertai miokarditis dan e*usi pleura. Lesi eritematous papuler dan purpura yang menjadi nekrosis menunjukkan gangguan vaskuler terjadi di ujung jari tangan( siku( jari kaki dan permukaan ekstensor lengan a-ah atau sisi lateral tanga. $. Sistem 8uskuloskeletal Pem engkakan sendi( nyeri tekan dan rasa nyeri ketika ergerak( rasa kaku pada pagi hari. 5. Sistem integumen Lesi akut pada kulit yang terdiri atas ruam er entuk kupu!kupu yang melintang pangkal hidung serta pipi. .lkus oral dapat mengenai mukosa pipi atau palatum durum. A. Sistem perna*asan Pleuritis atau e*usi pleura. entuk SLE yang serius serta tidak responsi* terhadap terapi

10

B. Sistem vaskuler In*lamasi pada arteriole terminalis yang menim ulkan lesi papuler( eritematous dan purpura di ujung jari kaki( tangan( siku serta permukaan ekstensor lengan a-ah atau sisi lateral tangan dan erlanjut nekrosis. 6. Sistem 3enal Edema dan hematuria. C. Sistem sara* Sering terjadi depresi dan psikosis( juga serangan kejang!kejang( korea ataupun mani*estasi SSP lainnya. Inter)ens" $e&era(atan N# &. D"agn#sa 3esti kerusakan integritas kulit erhu ungan dengan lesi:malar pada lapisan kulit. 9emperatur jaringan dalam rentang yang diharapkan Elastisitas dalam rentang yang diharapkan. Inspeksi kondisi luka operasi < servasi ekstremitas untuk -arna( panas( keringat( nadi( tekstur( edema( dan luka. Inspeksi kulit dan mem ran mukosa untuk kemerahan( panas( drainase. 8onitor kulit pada area kemerahan. Tujuan Setelah dilakukan tindakan kepera-atan selama .......E)$ jam integritas jaringan= kulit dan mukosa normal dengan indikator= Inter)ens" PEN'A*A AN $ULIT

7idrasi dalam rentang yang diharapkan.

Pigmentasi dalam rentang yang diharapkan.

11

Farna dalam rentang yang diharapkan.

8onitor penye a tekanan.

9ektur dalam rentang yang diharapkan.

8onitor adanya in*eksi

8onitor kulit adanya rashes dan a rasi 8onitor -arna kulit 8onitor temperatur kulit +atat peru ahan kulit dan mem ran mukosa 8onitor kulit di area kemerahan

MANAJEMEN TE$ANAN 9empatkan pasien pada terapeutic ed Elevasi ekstremitas yang terluka 8onitor status nutrisi pasien 8onitor sum er tekanan 8onitor mo ilitas dan aktivitas pasien.

12

).

Peru ahan nutrisi erhu ungan dengan hati tidak dapat mensintesa ?at!?at penting untuk tu uh

Setelah dilakukan tindakan kepera-atan selama .......E)$ jam status nutrisi pasien normal dengan indikator + Intake nutrien normal

MONITOR NUTRI I

0erat adan pasien dalam atas normal.

Intake makanan dan cairan normal

8onitor adanya penurunan erat adan 8onitor tipe dan jumlah aktivitas yang iasa dilakuakn

0erat adan normal

8assa tu uh normal

8onitor interaksi anak dan orang tua selama makan 8onitor lingkungan selama makan.

Pengukuran iokimia normal Setelah dilakukan tindakan kepera-atan selama .......E)$ jam status nutrisi= intake nutrient pasien adekuat dengan indikator +

Intake kalori

5ad-alkan pengo atan dan tindakan tidak selama jam makan. 8onitor kulit kering dan peru ahan pigmentasi.

Intake protein Intake lemak Intake kar ohidrat

13

8onitor turgor Intake vitamn kulit. 8onitor Intake mineral kekeringan( ram ut kusam( Intake ?at esi Intake kalsium total protein( 7 dan kadar 7t. MANAJEMEN NUTRI I >aji adanya alergi makanan . >ola orasi dengan ahli gi?i untuk menentukan jumlah kalori dan nutrisi yang di utuhkan pasien. 'njurkan pasien untuk meningkatkan intake ,e. 'njurkan pasien untuk meningkatkan protein dan vitamin +. 0erikan su tansi gula.
14

Yakinkan diet yang dimakan mengandung tinggi serat untuk mencegah konstipasi. 0erikan makanan yang terpilih (sudah dikonsultasikan dengan ahli gi?i). ". Peru ahan per*usi jaringan :d penurunan komponen seluler yang diperlukan untuk pengiriman oksigen:nutrient ke sel Elastisitas dalam rentang yang diharapkan. < servasi ekstremitas untuk -arna( panas( keringat( nadi( tekstur( edema( dan luka. 7idrasi dalam rentang yang diharapkan. Inspeksi kulit dan mem ran mukosa untuk kemerahan( panas( drainase. Pigmentasi dalam rentang yang diharapkan.
15

Setelah dilakukan tindakan kepera-atan selama .......E)$ jam integritas jaringan= kulit dan mukosa normal dengan indikator= 9emperatur jaringan dalam rentang yang diharapkan.

PEN'A*A AN $ULIT

Inspeksi kondisi luka operasi.

8onitor kulit pada area kemerahan.

Farna dalam rentang yang diharapkan.

8onitor penye a tekanan. 8onitor adanya in*eksi.

9ektur dalam rentang yang diharapkan

0e as dari lesi

8onitor kulit adanya rashes dan a rasi.

>ulit utuh

8onitor -arna kulit 8onitor temperatur kulit +atat peru ahan kulit dan mem ran mukosa 8onitor kulit di area kemerahan MANAJEME N TE$ANAN 9empatkan pasien pada terapeutik ed Elevasi ekstremitas yang terluka 8onitor status nutrisi pasien 8onitor sum er tekanan 8onitor mo ilitas dan aktivitas pasien 8o ilisasi pasien
16

minimal setiap ) jam sekali 0ack rup 'jarkan pasien untuk menggunakan pakaian $. >urang pengetahuan erhu ungan dengan kurangnya sum er in*ormasi. Setelah dilakukan tindakan kepera-atan selama .....E)$ jam psien mengetahui tentang proses penyakit dengan indikator pasien dapat = ,amiliar dengan nama penyakit 8endeskripsikan proses penyakit 8endeskripsikan *aktor penye a 2e*inisi = mem antu pasien memahami in*ormasi yang erhu ungan dengan penyakit yang spesi*ik Intervensi 0erikan penilaian tentang tingkat pengetahuan pasien tentang proses penyakit yang spesi*ik yang longgar TEACHIN'+ PEN'ETAHUAN PRO E PEN,A$IT

8endeskripsikan *aktor resiko 8endeskripsikan e*ek penyakit 8endeskripsikan tanda dan gejala

8endeskripsikan perjalanan penyakit

5elaskan pato*isiologi dari penyakit dan agaiman hal ini erhu ungan dengan anatomi dan *isiologi

17

8endeskripsikan tindakan untuk menurunkan progresi*itas penyakit 8endeskripsikan komplikasi 8endeskripsikan tanda dan gejala dari komplikasi 8endeskripsikan tindakan pencegahan untuk komplikasi

4am arkan tanda dan gejala yang iasa muncul pada penyakit 4am arkan proses penyakit. Identi*ikasi kemungkinan penye a dengan cara yang tepat Sediakan in*ormasi tentang kondisi pasien Sediakan agi keluarga atau S< in*ormasi tentang kemajuan pasien Sediakan pengukuran diagnostik yang tersedia 2iskusikan peru ahan gaya hidup yang mungkin diperlukan untuk mencegah komplikasi di masa yang akan datang dan atau proses pengontrolan penyakit. 2iskusikan pilihan terapi.

5.

Intoleren akti*itas :d peradangan pada sendi

Setelah dilakukan tindakan kepera-atan TERAPI selama A$TI-ITA

18

.......E)$ jam daya tahan pasien akan meningkat dengan indikator= 'ktivitas >onsentrasi 9ertarik dengan lingkungan Pola makan 9idak ada letargi 7 normal 8enunjukan ke iasaan rutin 7t normal 4ula darah normal Elektrolit serum normal >aji tanda dan gejala yang menunjukan ketidaktoleransi terhadap aktivitas dan memerlukan pelaporan terhadap pera-at dan dokter 9ingkatkan pelaksanaan 3<8 pasi* sesuai indikasi. 0uat jad-al latihan aktivitas secara ertahap untuk pasien dan erikan periode istirahat. Setelah dilakukan tindakan kepera-atan selama .......E)$ jam toleransi aktivitas pasien akan meningkat dengan indikator + 0erikan suport dan Saturasi oksigen dalam rentang yang diharapkan dalam respon aktivitas. 0erikan erikan 7eart rate dalam rentang yang diharapkan dalam respon aktivitas. 33 dalam rentang yang diharapkan dalam respon aktivitas. 9ekanan darah dalam rentang yang diharapkan dalam respon aktivitas.
19

li atkan keluarga dalam program terapi.

rein*orcemen untuk pencapaian aktivitas sesuai program latihan.

J. Peran Pera(at >ola orasi o at dengan dokter. 0uat jad-al aktivitas. 8elakukan program terapi yang meli atkan keluarga. Pendidikan kesehatan. 8onitor -arna kulit( temperature kulit( dan kulit pada area kemerahan. 8onitor in*eksi.

20

BAB III PENUTUP $es"m&ulan SLE adalah penyakit radang multisistem yang penye a nya elum diketahui( dengan perjalanan penyakit yang mungkin akut dan *ulminan atau kronik remisi dan eksaser asi( disertai oleh terdapatnya er agai macam autoanti ody dalam tu uh. SLE merupakan prototype penyakit autoimun multisistem yang ditandai oleh munculnya sekumpulan reaksi imun a normal yang menghasilkan eragam mani*estasi klinik SLE (Sistemics lupus erythematosus) adalah penyakti radang multisistem yang se a nya elum diketahui( dengan perjalanan penyakit yang mungkin akut dan *ulminan atau kronik remisi dan eksaser asi disertai oleh terdapatnya er agai macam autoimun dalam. Penanganan SLE mencakup penatalaksanaan penyakit akut dan kronik. Penyakit akut memerlukan intervensi yang ditujukan untuk mengendalikan peningkatan aktivitas penyakit atau eksaser asi yang dapat meliputi setiap sistem organ. 'ktivitas penyakit merupakan ga ungan hasil pemeriksaan klinis dan la oratorium yang mencerminkan
21

in*lamasi akti* sekunder aki at SLE. Penatalaksanaan keadaan yang le ih kronik meliputi pemantauan periodik dan pengenalan er agai peru ahan klinis yang ermakna yang memerlukan penyesuaian terapi. Pendidikan pasien merupakan unsur yang sangat penting.

DA%TAR PU TA$A 7araha (8ar-ali. )%%%. Ilmu Penyakit >ulit. 7ipokrates = 5akarta. Smelt?er + Su?anne( 0are 4 0rendaa. )%%&.0uku 'jar >epera-atan 8edikal 0edah 0runner G Suddarth. ;olume ". Edisi 6. E4+=5akarta. http=::gustiner?.*iles.-ordpress.com:)%&):%$:askep!lupus.pd*

.
22

23