Anda di halaman 1dari 23

Enggal Hadi K Skep Ns

1. Pengertian
Leukemia adalah proliferasi sel leukosit yang

abnormal, ganas, sering disertai bentuk leukosit yang tidak normal, jumlahnya berlebihan, dapat menyebabkan anemia, trombositopenia, dan diakhiri dengan kematian.

2. Klasifikasi
Menurut perjalanan penyakitnya, dapat dibagi atas

leukemia akut dan kronik. Menurut jenisnya, leukemia dapat dibagi menjadi 2, yaitu : a. Leukemia Mieloid Leukemia granulositik kronik / LKG (leukemia mieloid / mielositik / mielogenous kronik) Leukemia mieloblastik akut / LMA (leukemia mieloid / mielositik / granulositik / mielogenous akut) b. Leukemia Limfoid Leukemia limfositik kronik (LLK) Leukemia limfoblastik akut (LLA) Leukemia limfoblastik akut (LLA) adalah insiden paling tinggi terjadi pada anak-anak yang berusia antara 3 dan 5 tahun.

3. Etiologi
Penyebab yang pasti belum diketahui, akan tetapi terdapat

faktor predisposisi yang menyebabkan terjadinya leukemia, yaitu : a. Faktor genetik Virus tertentu menyebabkan terjadinya perubahan struktur gen (Tcell Leukemia Lhymphoma Virus/ HLTV). b. Radiasi ionisasi Lingkungan kerja, pranatal, bahan kimia (benzena), pengobatan kanker sebelumnya. c. Obat-obat imunosupresif, obat-obat kardiogenik seperti diethylstilbestrol. d. Faktor herediter, misalnya pada kembar monozigot. e. Kelainan kromosom, misalnya pada Down Sindrom, Trisomi G (Sindrom Klinefelters), Sindrom fanconis, Kromosom Philadelphia positif, Telangiektasis ataksia.

4. Patofiologi
a. Normalnya tulang marrow diganti dengan tumor yang

malignan, imaturnya sel blast. Adanya proliferasi sel blast, produksi eritrosit dan platelet terganggu sehingga akan menimbulkan anemia dan trombositipenia. b. Sistem retikuloendotelial akan terpengaruh dan menyebabkan gangguan sistem pertahanan tubuh dan mudah mengalami infeksi. c. Manifestasi akan tampak pada gambaran gagalnya bone marrow dan infiltrasi organ, sistem saraf pusat. Gangguan pada nutrisi dan metabolisme. Depresi sumsum tulang yangt akan berdampak pada penurunan lekosit, eritrosit, faktor pembekuan dan peningkatan tekanan jaringan. d. Adanya infiltrasi pada ekstra medular akan berakibat terjadinya pembesaran hati, limfe, nodus limfe, dan nyeri persendian.

5. Manifestasi Klinik
Manifestasi klinik yang sering dijumpai pada penyakit

leukemia adalah sebagai berikut : a. Pilek tidak sembuh-sembuh, b. Pucat, lesu, mudah terstimulasi, c. Demam dan anorexia, d. Berat badan menurun, e. Ptechiae, memar tanpa sebab, f. Nyeri pada tulang dan persendian, g. Nyeri abdomen, h. Lumphedenopathy, i. Hepatosplenomegaly, j. Abnormal WBC.

6. Komplikasi
a. Sepsis b. Perdarahan c. Gagal organ d. Iron Deficiency Anemia (IDA) e. Kematian

7. Penatalaksanaan Medis
a. Transfusi darah, biasanya diberikan jika kadar Hb

kurang dari 6 gr/dl. Pada trombositopenia yang berat dan perdarahan masif, dapat diberikan transfusi trombosit. b. Beberapa obat yang dipakai untuk leukemia adalah golongan kortikosteroid seperti prednison (antiinflamasi), kortison, dexametason, dan sebagainya. Setelah dicapai remisi, dosis mulai dikurangi hingga dihentikan. c. Sitostatika. - Vinkristin / Oncovin (antineoplastik) - Siklofosfamid (antitumor kuat), - Rubidomisin / Daunorubisin (menghambat pembelahan sel selama pengobatan leukemia akut).

d. Imunoterapi
Merupakan cara pengobatan yang terbaru. Setelah

tercapai remisi dan jumlah sel leukemia cukup rendah (105-106), imunoterapi mulai diberikan.
Cara pengobatan berbeda pada tiap klinik bergantung

pada pengalaman, tetapi prinsipnya sama, yaitu : a. Induksi. Dimaksudkan untuk mencapai remisi dengan berbagai obat tersebut sampai sel blast dalam sumsum tulang > 5%. b. Konsolidasi. Bertujuan agar sel yang tersisa tidak cepat memperbanyak diri lagi.

c. Rumat. Untuk mempertahankan masa remisi agar

lebih lama. Biasanya dengan memberikan sitostatika setengan dosis biasa. d. Reinduksi. Dimaksudkan untuk mencegah relaps. Biasanya dilakukan setiap 3-6 bulan dengan pemberian obat-obatan seperti pada induksi selama 10-14 hari. e. Mencegah terjadinya leukemia pada susunan saraf pusat (SSP). Diberikan MTX secara intratekal dan radiasi kranial. f. Pengobatan imunologik.

9. Pemeriksaan Diagnostik
a. Hitung darah lengkap. Anak dengan CBC kurang dari 10.000/mm3 saat didiagnosis memiliki memiliki prognosis paling baik; jumlah lekosit lebih dari 50.000/mm3 adalah tanda prognosis kurang baik pada anak sembarang umur. b. Fungsi lumbal untuk mengkaji keterlibatan susunan saraf pusat c. Foto thoraks untuk mendeteksi keterlibatan mediastinum. d. Aspirasi sumsum tulang. Ditemukannya 25% sel blast memperkuat diagnosis. e. Pemindaian tulang atau survei kerangka untuk mengkaji keterlibatan tulang. f. Pemindaian ginjal, hati, limpa untuk mengkaji infiltrat leukemik. g. Jumlah trombosit menunjukkan kapasitas pembekuan.

ASUHAN KEPERAWATAN
1. Pengkajian

a. Aktivitas Gejala : Kelelahan, kelemahan, terasa payah, ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas biasa. Tanda : Kelelahan otot Peningkatan kebutuhan tidur, Somnolen. b. Sirkulasi Gejala : Palpitasi Tanda : Takikardi, mur-mur jantung. Kulit dan mukosa pucat. Defisit saraf kranial dan / atau tanda pendarahan serebral.

c. Eliminasi

Gejala : Diare, nyeri tekan perianal, nyeri. Darah merah terang pada tisu, feses hitam. Darah pada urine, penurunan keluaran urine. d. Integritas Ego Gejala : Perasaan tak berdaya / tak ada harapan. Tanda : Depresi, menarik diri, ansietas, takut, marah, mudah terangsang. Perubahan alam perasaan, kacau.

e. Makanan / Cairan

Gejala : Kehilangan nafsu makan, anorexia, muntah. Perubahan rasa / penyimpangan rasa. Penurunan berat badan Faringitis, disfagia. Tanda : Distensi abdomen, penurunan bunyi usus. Splenomegali, hepatomegali, ikterik. Stomatitis, ulkus mulut. Hipertrofi gusi (infiltrasi gusi mengindikasikan leukemia monositik akut).

f. Neurosensori

Gejala : Kurang / penurunan koordinasi. Perubahan alam perasaan, kacau, disorientasi kurang konsentrasi. Pusing ; kebas, kesemutan, parestesia. Tanda : Otot mudah terangsang, aktivitas kejang. g. Nyeri / Kenyamanan Gejala : Nyeri abdominal, sakit kepala, nyeri tulang / sendian, nyeri tekan sterna, kram otot. Tanda : Perilaku berhati-hati / distraksi, gelisah, focus pada diri sendiri. h. Pernapasan Gejala : Nafas pendek dengan kerja minimal. Tanda : Dispnea, takipnea. Batuk. Gemericik, ronki. Penurunan bunyi nafas.

i. Keamanan

Gejala : Riwayat infeksi saat ini / dahulu ; jatuh. Gangguan penglihatan / kerusakan. Perdarahan spontan yang tidak terkontrol dengan trauma minimal. Tanda : Demam, infeksi. Kemerahan, purpura, perdarahan retinal, perdarahan pada gusi, epistaksis,. Pembesaran nodus limfe, limpa, atau hati (sehubungan dengan invasi jaringan). Papiledema dan eksoptalmus. Infiltrat leukemik pada dermis.

2. Diagnosa Keperawatan
a. Gangguan perfusi jaringan b/d hipoksia sel. b. Nyeri (akut) b/d pembesaran organ atau nodus limfe. c. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d anoreksia. d. Hipertermi b/d proses penyakit. e. Intoleransi aktifitas b/d kelemahan , penurunan sumber energi, ketidakseimbangan suplai oksigen dengan kebutuhan. f. Perubahan proses keluarga b/d mempunyai anak yang menderita leukemia.. g. Antisipasi berduka b/d perasaan potensial kehilangan anak.

Wassalam