Anda di halaman 1dari 5

Kelas INSECTA (Serangga) Ciri-ciri umum kelas ini adalah: 1. Tubuh terbagi atas kepala, toraks dan abdomen.

2. Mempunyai sepasang sayap kecuali Anoplura, Mallophaga dan Siphonaptera. 3. Mempunyai sepasang antena. 4. Mempunyai tiga pasang kaki. 5. Perangkat mulut telah mengalami perkembangan dan penyesuaian sedemikian rupa sehingga dikenal berbagai ragam tipe seperti menggigit/mengunyah, menusuk, menghisap, menyerap dan sebagainya.

Gambar 1 Diagram tubuh serangga (belalang), (a) kepala, (b) toraks, (c) abdomen, (d) antena, (e) mata, (f) tarsus, (g) koksa, (h) trokhanter, (i) timpanum, (j) spirakel, (k) femur, (l) tibia, (m) ovipositor, (n) serkus

Kelas-Kelas Arthropoda Klasifikasi, Filum arthropoda memiliki 5 kelas yang terpenting diataranya : (1) Krustacea (2) Myriapoda (3) Insekta (4) Araknida (5) Pentastomida. Krustacea Krustasea termasuk didalamnya udang, kepiting. Kebanyakan hidup didalam air dan bernafas dengan insang. Memiliki 2 pasang antena dan banyak pasang kaki pada torak dan abdomen serta kakinya sering tembus pandang. Kelas krustasea memiliki 2 subkelas: 1. Entomostraca, merupakan krustacea kecil, salah satu genusnya : Cyclops, Daphnia (Copepoda). 2. Malacostraca, merupakan udang besar dan tidak begitu penting untuk kedokteran hewan. Kesemuanya tidak begitu penting untuk Kedokteran Hewan

Myriapoda Tubuhnya tersusun oleh beberapa segmen selain kepala. Kelas Myriapoda kesemuanya tidak begitu penting untuk kedokteran hewan, memiliki 2 Ordo: 1. Diplopoda dengan spesies Millipedes.umumnya vegetarian memiliki 2 pasang kaki dan 8 segmen tubuh, kebanyakan hidup pada hasil panen petani. 2. Chilopoda dengan spesies Centipedes, bersifat carnivora, memiliki satu pasang kaki dan 8 segmen tubuh, biasanya hidup didalam kebun dan juga pada hasil panen petani dan beberapa jenisnya memiliki racun. Kesemuanya tidak begitu penting untuk kedokteran hewan

Araknida Kelas araknida termasuk : kalajengking, laba-laba, caplak, tungau. diantara spesies sangat banyak terdapat perbedaan struktur. Beberapa diantaranya Caplak dan Tungau penting untuk Kedokteran Hewan

Insekta Kelas Insekta tubuhnya dapat dibedakan menjadi 3 bagian yaitu kepala ditemukan sepasang antena, torak tersusun oleh 3 segmen yang memiliki 3 pasang kaki dan beberapa jenisnya ada yang memiliki 2 pasang sayap dan Abdomen tersusun juga

oleh beberapa segmen yang jumlahnya bervariasi setiap jenis dan ada yang memiliki beberapa alat tubuh yang mengalami modifikasi untuk tujuan tertentu. Pertukaran udara menggunakan trakea. Beberapa diantaranya penting untuk Kedoteran Hewan

Pentastomida Kelas ini merupakan cacing lidah, sehingga banyak ahli menuliskan secara sistimatis tidak termasuk kedalam filum arthropoda dan masuk kelas Annelida, tetapi karena stadium larvanya memiliki kaki yang bersegmen, maka ada juga memasukkan kedalam filum arthropoda. Tidak begitu penting untuk Kedokteran Hewan. PERANAN ARTHROPODA DALAM ILMU KEDOKTERAN Arthropoda mempunyai peranan yang penting dalam ilmu kedokteran, karena: 1. Menularkan penyakit. 2. Menyebabkan gangguan sebagai parasit. 3. Mengandung zat-zat toksin/racun. 4. Menyebabkan alergi bagi mereka yang rentan. 5. Menimbulkan entomophobia. 1. Menularkan penyakit. Arthropoda dapat menularkan penyakit ada 2 macam cara, yakni : 1. Penularan mekanis Penularan ini serangga hanya bertindak sebagai alat pemindah penyakit/mikro organisme yang pasif, dan adanya serangga tidak mempunyai arti yang paling penting dalam kelanjutan hidupnya mikro organis/parasit yang di tularkan. Jadi penularan ini melalui anggota badannya. Contoh : Penyakit yang di sebabkan oleh golongan Amoeba dan vektor penularnya adalah golongan lalat rumah (muaca) dan lalat lapangan (fildhflien). 2. Penularan Biologis. Penularan ini serangga bertindak sebagai tuan rumah/hospes, dan adanya serangga sangat diperlukan untuk kelanjutan hidupnya mikroorganisme/parasit yang ditularkan. Di dalam penularan ini dapat di bedakan menjadi : 1. Cara propagatif Penularan ini didahului oleh berkembang biaknya mikro organis di dalam serangga. Atau dapat dikatakan, di dalam serangga mikro organis berkembang biak sebelum ditularkan dan tidak mengalami perubahan bentuk. Contoh : Penyakit pes dan serangga sebagai vektornya adalah golongan pinjal tikus (Xenopaylla spp)

Penyakit demam berdarah atau DHF (Dengue Haemorragio Fever) dan vektor penularnya adalah golongan nyamuk Aedes (A. aegypti, A. albopictus)

2. Cara cyclo propagatif Penularan ini didahului oleh berkembang biaknya mikro organis dan perubahan bentuk di dalam serangga. Dalam arti kata lain, yaitu mikro organis di dalam tubuh serangga selain berkembang biak, juag mengalami perubahan bentuk. Contoh : Penyakit malaria dan vektor penularnya adalah golongan nyamuk Anopheles. Penyakit kala azar dan vektor penularnya yaitu golongan lalat penghisap darah (phlabotanus). 3. Cara cyclo developmental Penularan ini didahului oleh pertumbuhan mikro organis di dalam tubuh serangga. Jadi mikro organis di dalam tubuh serangga hanya mengalami pertumbuhan saja/bertambah besar (berganti stadium). Contoh : Penyakit filariasis dan vektor penularnya adalah golongan nyamuk Mansonia, Culer, Aedes dan Anopheles. Penyakit Onchocarciasis dan Acanthocheilaneciasis dengan vektor penularnya adalah golongan lalat penghisap darah (Simulium, Culicoides). 4. Cara keturunan Penularan ini melalui keturunannya. Jadi serangga yang pertama kali mengandung mikro organis/parasit tidak dapat menularkan, yang dapat menularkan adalah keturunannya. Contoh : Penyakit scrud typhus dengan vektor penularnya adalah golongan tungau/mites. 2. Menyebabkan gangguan sebagai parasit 1. Sebagai endoparasit Parasit yang bersarang di dalam jaringan tubuh. Contoh : penyakit Myiasis yang disebabkan oleh golongan larva lalat. 2. Sebagai ektoparasit Parasit hidup pada permukaan tubuh tuan rumah/hospes dan tidak pindahpindah. Contoh : tungau, tumo, pinjal. 3. Sebagai parasit permanen Parasit pada umumnya hidup dari satu tuan rumah dan tidak pindah-pindah. Contoh : tumo dan pinjal. 4. Sebagai parasit tidak permanen

Parasit yang hidupnya berpindah-pindah dalam satu tuan rumah ke tuan rumah yang lain. Contoh : nyamuk, kutu busuk. 3. Mengandung zat-zat toksin/racun Arthropoda mengeluarkan toksin yang berbahaya. Dan ada beberapa macam cara, toksin dapat dimasukkan dengan jalan : 1. Melalui gigitan kelabang, laba-laba. 2. Melalui sengatan lebah, kalajengking. 3. Melalui tusukan nyamuk, kutu busuk. 4. Kontak langsung ulat. 4. Menyebabkan alergi bagi mereka yang rentan 1. Bulu sayap mayflay (Ephecerotera) dapat menimbulkan alergi, gangguan pernapasan, sesak napas. 2. Tusukan nyamuk dapat menyebabkan gatal-gatal yang mungkin diikuti dengan infeksi skunder. 5. Menimbulkan entomophobia 1. Perubahan kebiasaan orang pada suatu tempat/daerah, karena gangguan serangga nyamuk. 2. Gangguan fikiran, karena mengkhayalkan penyakit yang mungkin timbul. 3. Perasaan ngeri, karena takut adanya bentuk serangga.