Anda di halaman 1dari 165

Pendekar Asmara Tangan Iblis

Karya : Lovely Dear

EPISODE 1: PUSAKA PARA DEWA (Kiu-Sian I-Sin-Kang) DHUAAAAAAAARRRRRRRR ...!!! Bunyi ledakan yang maha dahsyat terdengar memekakkan telinga disalah satu lembah yang penuh dengan hawa halimun tipis di lembah pengunungan yang terletak diantara puncak-puncak Thai San yang men ulang tinggi. Tubuh se!rang pemuda berusia enam belas tahunan tampak sedang melayang turun dengan perlahan di atas rerumputan basah setinggi setengah engkal. Anehnya" walaupun rerumputan tersebut diin ak !leh kaki anak itu tapi kalau diperhatikan lebih teliti" ternyata rumput tersebut tidak bengk!k ataupun berg!yang" atau lebih tepatnya" anak itu sedang berdiri di u ung rumput dengan ringan sekali. #emuda itu bertelan ang dada" dan nampak gagah. $ang mengherankan adalah tubuh anak itu diselimuti cahaya tipis keemasan yang kemudian" menghilang dengan perlahan. H!h!h! ...! Sian %!ngcu" hebat ...! Hebat! Akhirnya kau dapat menguasai pukulan %iu Sian & Sinkang dengan sempurna! Hahaha ... ! Hebat ...! Hebat ...! Si kakek setengah b!ngk!k itu tertawa mendekati pemuda yang dipanggil Sian %!ngcu 'Tuan (uda Sian) itu sambil bertepuk tangan. Anehnya" pemuda tersebut ustru kelihatan tidak gembira" matanya meny!r!t ta am bagai pedang sambil menatap tebing dihadapannya yang berlubang sebesar kerbau" sedalam tu uh inci dihadapannya" namun di balik s!r!tan ta am itu ada sinar ketidak puasan yang dalam. Sampai lama akhirnya sinar mata yang ta am itu perlahan mulai lembut dan mulutnya mengguman perlahan" Hemmnnn" belum sempurna ...! Sama sekali belum sempurna ...!

*h" %!ngcu" apa maksudmu belum sempurna+ Tidakkah kau lihat tebing batu cadas itu berlubang sebesar kerbau+ Sangat arang ada pemuda enam belas tahunan bisa melatih tenaga dalam sampai ke tingkat itu" bahkan t!k!h-t!k!h tingkat satu di %ang ,uw belum tentu dapat menyamaimu+ %akek b!ngk!k itu terdiam se enak kemudian melan utkan dengan bersemangat" Apa+ Tidak percuma %!ngk!ng-mu meng!perkan tenaganya padamu sebelum beliau mati! Akhh ...! #aman H!u" %!ngk!ng memang telah banyak berk!rban dengan meng!perkan Sinkang-nya padaku" apalagi dengan adanya darah mu i-at &t %ak .i!ng '/aga Tanduk Satu) dan tiga buah pil penambah tenaga pemberian $!k Sian Sian in seharusnya hasil yang aku capai lebih dari pada hanya membuat lubang besar ini+ (aksud Sian %!ngcu" %iu Sian & Sinkang bisa bisa berbuat lebih dari ini+ #aman H!u" paman tidak memahami ilmu ini" karena paman tidak pernah bela ar silat" tapi sebenarnya %iu Sian & Sinkang mempunyai sembilan tingkatan yang terbagi dalam tu uh unsur yang berdiri sendiri-sendiri tapi bisa saling menun ang" yaitu" Tanah" Angin" Besi" Air" Api" Awan" #etir" 0etaran dan %ek!s!ngan ! Tadi aku memang mengerahkan tingkat kesembilan" tapi hanya sampai unsur Awan" kalau aku sudah mencapai tingkat %ek!s!ngan sesuai kehendak" maka barulah aku dapat merasa puas! Setelah berkata demikian" pemuda itu tertunduk sambil termenung. Sian %!ngcu" memangnya apa kelebihannya kalau sudah sampai tingkat kek!s!ngan+ Desak kakek b!ngk!k itu sambil menun ukkan wa ah penasaran. #erlahan pemuda itu mengangkat kepalanya dan sambil tersenyum misteri dia men awab kalem" Tak terbayangkan paman! Tak terbayangkan ...! Terus sa a Sian %!ngcu melangkah meninggalkan tempat itu menu u ke sebuah guha yang besar agak tersembunyi di lereng lembah itu" beberapa saat kemudian kakek itu pun berlalu dengan menggeleng-gelengkan kepala. %etika pemuda itu telah berada di dalam gua" segera dia menu u kearah peti besar di sudut sebelah kiri" setelah berlutut dan menyembah tiga kali" dia mend!r!ng peti besar tersebut" sehingga nampaklah l!r!ng pan ang dengan anak tangga yang menurun ke bawah. #emuda itu ber alan ke bawah" terus mengikuti alur alan yang berkel!kkel!k hingga sampailah dia di tempat yang paling dalam dan arang udaranya.

Ternyata itu adalah sebuah kuburan kun! yang terletak sangat auh di dalam bumi. Di dalam kuburan itu ada kerangka tiga !rang yang sedang duduk bersila. Dan di depan ketiga teng!rak tersebut ada satu peti yang terbuka" didalamnya ada tiga ilid kitab kun! yang sudah lusuh warnanya. #emuda itu mer!ng!h kant!ng sakunya dan mengeluarkan se ilid kitab lain yang terbuat dari bahan sama bertuliskan %iu Sian & Sinkang 'Tenaga 1ubah Sakti Sembilan Dewa )" lalu berlutut dengan sebelah kaki sambil tangannya meletakkan kitab itu men adi satu dengan kitab-kitab lainnya. Samwi Suhu" Teecu Han Sian mengembalikan ketiga kitab ini untuk disimpan kembali ... & inkan Teecu menguburkan Samwie Suhu dengan layak. Setelah berkata demikian" Han sian mengangkat tangan kanannya dengan lima ari terbuka dipukulkan ke .angit-.angit guha dengan perlahan" tapi hasilnya sungguh diluar dugaan" guha itu bergetar keras dan ambruk. Di lain saat tubuh Han sian melesat dengan langkah-langkah aneh namun cepat sehingga hanya dalam dua kali kedipan mata" dia telah berada diluar" di pinggir lembah sambil membelakangi guha yang hancur dan menutupi mulut guha. Siapakah sebenarnya Han Sian ini+ Dia sendiri pun tidak mengetahui dengan elas akan keadaannya. Se ak umur lima tahun Han Sian sudah ikut dengan se!rang kakek tua renta yang dia panggil dengan nama Bh!k %!ngk!ng. %akek itu sudah tua sekali" berusia 23 tahunan. Selama ini kakek itu sering bepergian" dan hanya muncul pada s!re sampai men elang pagi sa a untuk melatihnya ilmu silat. /amun sayang hampir tiga tahun yang lalu kakek itu telah meninggal dunia setelah selesai membantu mengalirkan Tenaga &nti #etir (urni pada Han Sian selama tiga am. Hal ini membuat penyesalan yang amat dalam bagi anak muda ini" tapi menurut %!ngk!ng-nya itu adalah hal yang wa ar karena ilmu &nti #etir (urni yang dia latih" memang harus melalui meng!peran tenaga Sinkang seperti itu. Sesaat sebelum %!ngk!ng-nya meninggal" Han Sian hanya diberi tahu tentang sebuah g!a penyimpanan pusaka yang tersimpan di dalam kuburan kun! yang letaknya di dasar bumi.

(enurut %!ngk!ng-nya" selama ini tidak ada !rang yang mengetahui tempat itu selain dia dan pembantunya" yaitu si kakek b!ngk!k yang membesarkan Han Sian" karena mereka berdua memang bertugas men aga tempat itu hanya sa a dilarang untuk memasukinya. Dari situlah Han Sian mendapatkan ketiga kitab peninggalan para t!k!h dewa yang telah hilang dari dunia persilatan selama 433 tahun lebih. Tapi menurut petun uk" Han Sian hanya b!leh mempela ari isi kitab itu selama dua tahun dan kemudian harus menguburkannya bersama dengan kerangka-kerangka dalam kuburan kun! tersebut. %eempat kitab pusaka yang ditemukan !leh Han Sian berisi tiga rahasia &lmu silat tingkat tinggi dan dua &lmu pusaka gaib yang sudah hilang dari dunia persilatan selama kurang lebih 433 tahun lalu. 55555 Tebing .angit adalah suatu puncak yang men ulang ke atas diantara a aran #uncak Thai San. #uncak dari tebing ini sangat tinggi sehingga sangat sukar sekali untuk ditempuh" kecuali !leh !rang yang memiliki tenaga sakti yang amat kuat sa a. Disanalah Han Sian berdiam selama ini bersama dengan se!rang kakek b!ngk!k yang selalu menemaninya. Hari telah lewat tengah hari dan mulai men elang s!re" keadaan di atas puncak itu hampir tanpa udara sama sekali namun sudah biasa bagi Han Sian dan kakek b!ngk!k yang selalu menemaninya. Segera setelah berpamitan dengan pengasuhnya itu" yang melepas kepergiannya dengan berat hati" Han Sian mulai bersiap menuruni Tebing .angit. Selama dua tahun terakhir ini Han Sian tidak pernah menuruni Tebing .angit tersebut. Setelah memandang sekilas ke bawah yang nampak hanya seperti titik kecil sa a" Han Sian mulai mengerahkan tenaga kearah kaki dengan pengerahan ilmu Thian &n Hui 6u 'Terbang (enunggang Awan .angit)" dan perlahan-lahan tubuhnya terangkat ke atas dan kemudian meluncur ke bawah dengan ringan. Sekian lama tubuh Han Sian meluncur ke bawah dan ketika hampir mencapai bumi" tangannya dipukulkan ke bawah dengan perlahan dan muncul segulungan kabut berbentuk awan di bawah kakinya yang menahan la u tubuhnya sampai mendarat perlahan di tanah.

Han Sian lalu mengedarkan pandangannya ke sekeliling dan dia terkagum menyaksikan keindahan pemandangan yang nampak. /amun mata Han Sian tertarik dengan suara riak air yang segar dari sungai kecil di sebelah kirinya. Dan dalam seke ap dia telah menceburkan dirinya tanpa melepaskan pakaian. Hati Han Sian senang sekali" seperti burung yang baru lepas dari sangkarnya. Sampai lama tubuhnya terendam dalam air dengan p!sisi terlentang sambil tiduran. Hebat" ternyata Han Sian memiliki kekuatan menahan napas yang luar biasa sampai ber am- am. Sampai lama Han Sian tidur terlentang di dasar sungai sambil menikmati keindahan isi sungai" tiba-tiba matanya terbeliak dengan sinar mata terke ut. Ternyata mata Han Sian menangkap gerakan ikan besar yang sedang berenang" namun bukan ikan" karena yang satu ini memiliki keunikan gan il yang belum pernah Han Sian lihat sebelumnya. &kan besar itu mirip seperti dia" memiliki dua kaki dan dua tangan yang bergerak-gerak indah meraup air sambil meluncur ke depan. Saat Han Sian memperhatikan lebih seksama" hatinya berdebar keras. %edua kaki itu nampak indah dan padat" bergerak-gerak teratur memukul air disekelilingnya. $ang lebih membuat Han Sian terbelalak ialah kedua tangan dan kaki itu ternyata milik sebuah tubuh yang indah" p!l!s tanpa pakaian sama sekali sehingga setiap lekuk dari sela paha" pinggang yang ramping dan dada yang bulat serta padat itu terlihat nyata sekali. Bagaikan tersihir" seluruh tubuh Han Sian tiba-tiba menegang dan mengeluarkan hawa panas yang segera membuat air di sekitarnya serasa mendidih. Hal mana tentunya menarik perhatian gadis yang sedang berenang tersebut. Seke ap si gadis memasukkan kepalanya ke dalam air dan ini membuatnya sangat terke ut sekali. Han Sian melihat dengan mata terbelalak mulut gadis itu terbuka seperti hendak mengatakan sesuatu. Dengan gerakan kilat tak lama kemudian gadis itu sudah naik ke darat. Dengan perlahan Han Sian membiarkan tubuhnya terangkat sampai mumbul di permukaan. Dilihatnya gadis yang bertelan ang sudah mengenakan

kembali ba unya dengan agak sedikit awut-awutan. Sementara Han Sian hanya memandang dengan kagum" gadis itu berdiri membelakanginya. Tubuh Han Sian kemudian melayang mendekat. Baru sa a dia hendak menyapa" tiba-tiba dia mendengar suara berdesing pedang yang ta am menyambar kearah kepalanya. Tentu sa a dia terke ut" tapi dengan hanya menggeser kakinya setengah langkah" pedang itu lewat di samping. *h ... eh ... n!na tung ! Dasar" laki-laki ceriwis" hidung belang ! Rasakan pedangku ! Sambil terus memaki si gadis menyerang lebih ganas lagi. %ali ini u ung pedangnya membuat tiga kali tusukan berantai dengan urus Tiga Tikaman Berantai" salah satu dari tu uh belas ilmu sakti warisan %un .un #ay. Tapi dengan mudah kembali Han Sin menghindarinya. *h" n!na" apakah salahku+ (engapa engkau begitu berna7su mau membunuhku+ (erasa dipermalukan" dan menyadari dirinya tidak dapat berbuat apa-apa kepada pemuda yang ada didepannya itu" gadis itu tiba-tiba melemparkan pedangnya ke tanah" kemudian dia menangis terisak sambil kedua tangan menutup ke muka. Huuuu ...! Huuu ...! Huuu ! %au menghinaku dengan melihat tubuhku" tapi masih uga mau mempermainkanku! Huuu ...! Huuu .. ! Demi mendengar hal itu dan melihat n!na itu menangis" Han Sian kemudian ma u perlahan sambil tangannya bergerak ke kanan" kearah pedang gadis tersebut" dan dalam seke ap pedang itu sudah melayang perlahan ketangannya. /!na" maa7kan kalau aku sudah bersalah kepadamu! Sungguh aku tidak senga a" sudah satu am setengah aku tiduran di dasar sungai sambil menikmati keindahan dasar sungai sampai ! Dengan sedikit ragu Han Sian lan utkan" Sampai n!na muncul ... dan sekarang kalau n!na mau menggunakan pedang ini" silahkan ...! Saya tidak akan melawan atau menghindar! Berkata demikian Han Sian mengacungkan pedang pendek itu kearah gadis itu sabil terus memandang dengan penuh penyesalan. 0adis itu perlahan menurunkan tangannya dan memandang kearah pedangnya dengan terbelalak.

Sungguh indah mata dan wa ah yang ayu itu dalam pemandangan Han Sian sehingga dia tertegun sambil menatap kagum. %au" benarkah kau tidak akan melawan ...+ Tanya gadis itu dengan pandangan penuh selidik untuk memastikan sambil meraih pedangnya dan mengangkat tinggi di atas kepala. $a n!na" kalau kau suka" kau b!leh berbuat apa sa a ...! Aku tidak akan melawan! Sambil berkata demikian" Han Sian balas menatap mata itu penuh kagum. 6antik sekali" mungkin ini pertama kalinya Han Sian bertemu dengan gadis secantik ini diusianya yang sudah enam belas tahun tersebut. Tangan gadis itu yang memegang pedang yang terangkat tinggi tiba-tiba lemas ke bawah. Dia sendiri tidak habis mengerti" dan walau dia c!ba untuk mengerti tetap uga tidak mengerti. #emuda didepannya ini menatapnya dengan ta am" namun lembut. Sudah banyak kali dia melihat tatapan mata para pria hidung belang yang kurang a ar" tapi tatapan ini pada hakekatnya lain dari yang lain. Tidak ada sinar kekurang a aran" tatapan yang ta am namun penuh penyesalan itu menampakkan kekaguman dan membawa kehangatan. *h bagaimana n!na + Han Sian bertanya lembut. Tak dapat disangkal muka Han Sian memerah" saat melihat tatapan gadis itu yang menatapnya beng!ng. (engapa n!na tidak melan utkan serangan ...+ Seperti baru bangun dari sihir" gadis itu tersentak" seke ap mukanya memerah. $ah" hakikatnya dia tak dapat berkata apa-apa. Seharusnya dia marah" tapi entah mengapa" perasaan marah tadi telah sirna dan hilang tanpa bekas. ,hh ...+ Tidak ...! Tidak ...! Berusaha menyembunyikan perasaan hatinya" si gadis melan utkan" Hmmm ...! *ngkau telah mengakui" lagi pula itu memang bukan salahmu" aku sa a yang lagi sial! Seke ap kemudian gadis itu telah membalikkan diri dengan kepala tertunduk. Diam sambil menunggu" tanpa mengeluarkan suara" dan memang tidak ada yang perlu Han Sian katakan lagi" tindakannya itu sa a sudah lebih dari cukup.

Han Sian berdiri perlahan sambil tersenyum" kemudian bertanya perlahan" /!na" terima kasih atas kebaikan hatimu" namaku Han Sian" aku baru sa a turun gunung dan masih kurang pengalaman. B!lehkah aku mengetahui nama n!na+ 0adis itu mengangkat kepala. Dalam hatinya sebenarnya berterima kasih atas sikap pemuda itu yang memecahkan kekakuan diantara mereka. Aku ... aku 6u &n .an" #endek sa a" namun diiringi senyuman yang manis. Senyuman yang mengatasi semua kebekuan dan men adikan suasana lebih hangat serta menyenangkan.

PERKUMPULAN PEDANG TUNGGAL Angin dingin semilir bertiup mewarnai suasana mencekam di lembah %iam %!k" salah satu lembah yang cukup terkenal karena men adi sarang dari &t %iam #ang '#erkumpulan #edang Tunggal). #erkumpulan ini didirikan salah satu anak perguruan dari H!a San #ay yang murtad" se!rang ag!an pedang yang ahli" ber uluk Hui Thian &t %iam Tang %ai '#edang Tunggal Terbang %e .angit) yang sebenarnya adalah bekas Sutee dari 6iangbun in H!a San #ay" 6eng Sim T! in" tapi telah diusir karena melakukan ke ahatan dengan bersekutu dengan &m $ang %auw" yaitu salah satu dari empat partai sesat di dunia. Dengan langkah ringan yang pasti" Han Sian memasuki mulut lembah tersebut. Hanya kebetulan sa a dia melewati tempat itu dalam pengembaraannya. #akaian Han Sian tidak terlalu bagus namun rapi dan membayangkan kegagahan se!rang pemuda yang sedang bertumbuh. (ulutnya menyungging senyum dengan lekuk dagu yang menggambarkan keteguhan hati namun menawan. Suasana mencekam di &t %iam #ang saat ini bukanlah suatu hal yang biasa. Saat langkah Han Sian menuntunnya memasuki lembah ini" keningnya berkerut. Betapa tidak+ 8alaupun dia mau berdiam diripun susah. Darah berceceran dimana-mana. /ampak satu mayat laki-laki telan ang bergelimpangan dihampir setiap arak sepuluh langkah. Han Sian tertarik. .angkah kakinya dipercepat memasuki lembah tersebut sehingga dalam seke ap sa a dia sudah berada di pintu gerbang &t %iam #ang.

Sambil meningkatkan kewaspadaannya" Han Sian mengembangkan 0inkang-nya" dalam seke ap tubuhnya melesat masuk lebih dalam ke lembah. Ternyata ditengah-tengah lembah tersebut nampak berdiri dengan gagahnya sebuah perkampungan yang megah. Tiap bangunannya rata-rata memiliki atap yang lancip ke atas mirip sebuat pedang terhunus. (ungkin keunikan inilah yang menyebabkan tempat ini dinamakan .embah #edang" seperti tulisan yang terpampang dengan gagah di pintu gerbang &ntana itu. Telinga Han Sian yang ta am mendengar suara tertawa yang halus di sebelah dalam. Tidak nampak pen aga di gerbang" se!lah-!lah memang di tempat itu" tidak peduli atau takut kalau-kalau ada !rang tak dikenal menyantr!ni tempat itu. Dengan hati-hati Han Sian mengen !tkan sebelah kakinya" seketika itu uga tubuhnya melayang mengikuti arah angin dan lain saat tubuhnya hinggap di atap salah satu bangunan yang tinggi tanpa bersuara. Sesaat matanya tertarik dengan pandangan di dalam. Suara yang Han Sian dengar tadi ternyata adalah suara sese!rang yang berpenampilan aneh. Tingginya hampir dua meter dengan wa ah yang kurang elas karena tertutup rambut pan ang yang dibiarkan terurai setengah menutupi muka. #akaian !rang itu" yang entah pria atau wanita" berwarna putih. Tangannya pan ang dengan kuku-kuku yang pan ang uga. $ang membuat han Sian mengerutkan keningnya tatkala melihat tangan kiri pria tersebut mencengkeram tengkuk se!rang gadis muda yang berpakaian serba hi au" tapi nampak tak berdaya sama sekali. Sementara dihadapan pria aneh tersebut" ada pria setengah baya dengan tubuh luka-luka" setengah bertelut dengan tangan yang kanan memegang pedang dan tangan kiri memeluk tubuh se!rang wanita yang sudah tidak bernapas yang hampir sama umur dengannya. Heh Tang %ai ! (asihkah kau tidak mau uga menun ukkan dimana rahasia #usaka &blis tersebut+ 1angan habiskan kesabaranku atau aku akan menghabisi nyawa anakmu tersayang uga ! Suara itu begitu datar" dingin dan membawa hawa yang ke am. #ria yang dipanggil Tang %ai itu tetap dia" tatapannya menyiratkan kebencian yang amat dalam" S!ng Bun (! ,ng! *ngkau melanggar kesepakatan kita ...! Sampai matipun aku takkan mau tunduk padamu ...!

Sesudah berkata demikian" tubuh Tang %ai yang dari p!sisi setengah ber !gk!k itu tiba-tiba melesat ke depan dengan tubuh berputaran seperti gasing. Hampir menyentuh tanah sangking cepat dan kuatnya. Sementara u ung pedangnya berubah men adi banyak mengarah ke keluruh titik kematian dari pria aneh ber uluk S!ng Bun (! ,ng 'Ra a &blis (ayat Hidup) tersebut. Hakikatnya Tang kai ini sudah nekat dan tidak peduli lagi akan nyawanya" maupun nyawa putrinya yang ada dalam cengkraman lawan. (ungkin inilah urus maut terakhirnya yang dikerahkan dengan pengerahan seluruh tenaga sisa yang ada. Huh" keras kepala ...! S!ng Bun (! ,ng hanya mendesis lirih seperti ular" tiba-tiba tangannya yang berkuku pan ang" terulur ke depan sambil mengeluarkan suara mencicit ta am dan bau amis darah. .ima larik sinar merah keluar dari u ung-u ung kuku S!ng Bun (! ,ng yang menghantam dengan sangat kuat kearah bayangan pedang tersebut" dan dilain saat tubuh Tang %ai terlempar tanpa mengeluarkan suara dengan pedang yang patah tiga dan tubuh berlubang. Sial ...dasar keras kepala! S!ng Bun (! ,ng terlihat gusar karena maksud hatinya tidak kesampaian uga. Sesaat kemudian dia melirik kearah gadis berusia dua puluhan tahun yang sedang diam tak berkutik disamping Tang %ai. (ata gadis itu merah dan penuh air mata" namun tiada daya membebaskan diri. Tee Sun .ai" kemari kau ...! Seketika keluar bentakan dari mulut S!ng Bun (! ,ng" dan dalam beberapa detik disampingnya telah berdiri se!rang pemuda tampan. (udah diduga" pasti pendatang baru ini adalah murid dari si (ayat Hidup ini. Teecu disini Suhu" Sahut pemuda itu dengan wa ah gembira. $ah" pada dasarnya dia sudah tahu peker aan apa yang akan ditugaskan !leh Suhunya. .akukan disini! Sekarang uga ...! Buat sampai gurumu puas ...! Di lain saat tubuh gadis berpakaian hi au tersebut sudah melayang kearah Tee Sun .ai yang menyambutnya dengan wa ah menyeringai.

Tee Sun .ai tersenyum. Sudah biasa dia lakukan ini. 0urunya memang mempunyai kelainan. Dia sangat suka melihat !rang bercinta di depan matanya. Breeet ! #erlahan Tee Sun .ai membaringkan gadis yang dalam keadaan tert!t!k itu sementara tangannya bergerak mer!bek pakaian gadis tersebut di bagian dada. 0adis itu terbelalak ketakutan" namun sayang dia tidak dapat berbuat apaapa selain pasrah dengan bencana yang akan ter adi atas dirinya. #erlahan dia meme amkan matanya. Sementara tangan Tee Sun .ai bergerak cepat. Dalam seke ap gadis itu telah berada dalam keadaan tanpa pakaian sama sekali. Tee Sun .ai Terbelalak. 0adis dihadapannya ini memang cantik bukan main. Tubuhnya langsing padat dengan dada yang bulat membusung" sangat menantang. Segera dia menundukkan kepala untuk mencium bibir gadis itu" tapi tiba-tiba Tahan s!bat! Tak pantas kau mempermalukan se!rang gadis seperti itu ...! Suatu suara yang lembut namun bertenaga terdengar. Dapat dibayangkan betapa kagetnya Tee Sun .ai tatkala dihadapannya sudah berdiri se!rang pemuda yang usianya mungkin auh lebih muda darinya. .ebih-lebih S!ng Bun (! ,ng. Betapa tidak. Dia adalah salah satu dari tiga t!k!h rahasia dari &m $ang kauw. Sangat arang ada !rang yang dapat menandinginya" bahkan dengan ketua &m $ang kauw yang terkenal sebagai satu dari lima &blis Bumi pun" dia hanya kalah seusap sa a. Tapi ternyata se!rang pemuda yang masih bau kencur tiba-tiba sudah berdiri dihadapannya tanpa dia ketahui dari mana datangnya. Setengah tak percaya" tapi nyata. Tak dapat S!ng Bun (! ,ng menyangkal. /amun dengan mata setengah menyipit" dia memperhatikan lebih seksama dan menanti. Tee Sun .ai yang melihat bahwa gurunya hanya diam sa a" uga tidak mau peduli. Dengan setengah kesal" kembali dia mengalihkan perhatiannya pada kelinci m!nt!k yang sedang terbaring dengan tubuh indah menantang itu. Tee Sun .ai percaya bahwa dengan adanya gurunya" maka semua pers!alan akan beres. Dan sayangnya" karena terlalu percaya" maka dia harus menelan pill pahit.

Buuk ! Arrgh ...! Tubuh pemuda mesum itu terlempar dan ter engkang dua t!mbak ke belakang. Di pundak kirinya tampak terg!res !leh sen ata ta am. (enembus sampai ke punggungnya dan rasanya seperti terbakar. Tee Sun .ai terluka" luka dalam yang cukup parah. Sambil meringis menahan sakit" dia hanya memandang hampir tak percaya pada pendatang baru yang baru muncul ini. Sungguh terke ut S!ng Bun (! ,ng dan uga tidak habis pikir. (uridnya dilukai di depan matanya tanpa dia sanggup berbuat apa-apa. Tahulah di" anak muda ini cukup berisi. Anak tengik" terima ini ...! Belum habis suara S!ng Bun (! ,ng" tangan kanan S!ng Bun (! ,ng dengan ari- ari lurus kedepan dengan kuku pan ang telah menyerang dengan ganas. Sasarannya mengarah ke kepala Han Sian. Hawa pukulan yang dikeluarkan pukulannya yang dilandasi &weekang tinggi mengeluarkan angin berkesiutan dengan bau amis yang memuakkan. Dengan tenang Han Sian mengangkat tangannya dengan ari telun uk dan tengah lurus men!t!k pukulan yang datang. %eduanya tidak menarik tenaga mereka. Rupanya mereka memutuskan untuk mengadu tenaga. Dhuuuukkkk ! Aikhh ...! S!ng Bun (! ,ng terke ut setengah mati. %uda-kudanya tergempur sampai melesak ke tanah sedalam dua dim.S!ng Bun (! ,ng tak habis percaya ... &weekang-nya adalah hasil latihan puluhan tahun" tapi tidak selisih auh dengan anak muda di depannya ini. Sesaat S!ng Bun (! ,ng tertegun sambil mengdengus marah" tiba-tiba mulutnya mengeluarkan suara tangisan tertahan" setengah tertawa. Tangannya berubah merah sampai ke siku dan dari tubuhnya keluar asap kemerahan yang mengelilingi tubuhnya dan mengeluarkan bau mayat yang menyengat.

Tak pelak lagi" S!ng Bun (! ,ng telah mengerahkan ilmu kebanggaannya S!ng Bun Hiat 1iu 'Tangan Darah (ayat Hidup). Tubuh S!ng Bun (! ,ng berkelebat cepat" namun terlihat kaku seperti mayat. Tangannya mengeluarkan suara mengerikan" menyerang Han Sian dengan gencarnya. Han Sian tentu sa a tidak tinggal diam. Segera dia memainkan #ukulan &nti #etir (urni. Dia tahu" pukulan lawam sangat beracun" tapi tidak masalah baginya karena tubuhnya dilindungi khikang istimewa yang cukup kuat dan dapat men!lak semua hawa asing dari luar. #ertempuran terus berlangsung. Sudah lewat dua puluh urus. Sebenarnya Han Sian belum lama turun gunung. Dan berbicara s!al pengalaman maupun kematangan bertempur" dia kalah auh namun kedahsyatan ilmu silatnya yang walaupun belum dikuasainya sempurna. /amun sebegitu auh pertempuran berlangsung" belum ada tanda-tanda Han Sian terdesak. &ni membuat S!ng Bun (! ,ng tambah penasaran. Segera dia mengerahkan tenaganya sampai ke puncak. (emukul dengan urus (ayat Hidup #embunuh Dewa. Tubuh S!ng Bun (! ,ng mel!mpat ke atas. Dari atas ke sepuluh ari tangan dipukulkan ke depan terus menerus" dan dari u ung kuku-kukunya keluar larikan-larikan sinar merah yang menyerang dahsyat setiap titik pusat di tubuh Han Sian. (elihat ini" Han Sia tidak men adi gugup. Seke ap dia mengeluarkan pekikkan nyaring" sambil tubuhnya berputaran seperti gasing saking cepatnya. Dari tubuh Han Sian keluar cahaya kuning keemasan yang melindungi dan mementalkan semua larik-larik sinar lawan. Sementara saat tubuh Han Sian berputaran" tiba-tiba dari dalam pusaran ini menyambar selarik sinar keemasan seperti pedang yang amat ta am" mengarah kearah S!ng Bun (! ,ng yang sedang di udara. Haaiiiiit! Aakhh ! S!ng Bun (! ,ng berteriak kaget.Tubuh S!ng Bun (! ,ng terlempar ke belakang. Sambil ber umplitan untuk mematahkan tenaga balik yang dahsyat dari Han Sian" dia mendarat semp!y!ngan ke belakang. %ita pergi ..!

Dengan mendengus" tubuh S!ng Bun (! ,ng berbalik dan berlalu dari situ. Sinar matanya membayangkan dendam yang amat sangat terhadap Han Sian. S!ng Bun (! ,ng" tidak banyak bicara lagi" yah " karena memang dasarnya dia tidak bisa mengeluarkan suara banyak" sebab luka dalamnya sangat parah. (ungkin akan memakan waktu berbulan-bulan untuk menyembuhkan dirinya. Tee Sun .ai uga bangkit dengan terse!k-se!k mengikutinya" sambil mukanya tersenyum aneh namun penuh kebencian. Han Sian meme amkan matanya" menarik napas pan ang se enak dan menghembuskannya perlahan sambil mengatur sirkulasi tubuhnya. Tadi Han Sian mengerahkan salah satu ilmu yang dipela arinya dari kitab kun! di Tebing .angit. &tulah ilmu Bu Tek 6hit %iam 6iang '#ukulan Tu uh 1ari #edang Tanpa Tanding) yang dahsyat. 1urus ini memiliki tu uh urus yang memiliki tingkat terpisah .. Sayang dia masih auh dari sempurna dalam penguasaan ilmu itu. #erlahan Han Sian membuka matanya kemudian mendekati gadis yang se ak tadi memandanginya dengan penuh rasa terima kasih. Dari auh Han Sian mengerahkan tenaganya dan membebaskan t!t!kan dari tubuh gadis itu. (erasakan dirinya terbebas dari pengaruh t!t!kan" sang gadis segera mel!ncat berdiri dan segera mengenakan pakaiannya. 8a ahnya memerah karena menahan malu. /amun hatinya kebat kebit menahan haru. Setelah selesai" dia segera membalikkan badannya. Dilihatnya pemuda itu masih sa a menghadap kearah lain. Baru sa a dia hendak membuka mulut. Bagaimana keadaanmu *nci" apakah kau tidak apa-apa+ 0adis itu tertegun" *nci + %atanya dalam hati" tapi matanya yang masih nampak bekas-bekas air mata" mengamati dengan seksama. Dia mendapat kenyataan ternyata pemuda yang telah men!l!ngnya itu lebih muda tiga tahun darinya. *h ...+ ,h ...! $a ...! $a ...! $a! Aku tidak apa-apa! Hanya ... Sekilas nampak wa ah gadis itu murung sambil melirik kearah ke-dua mayat di sebelahnya. #erlahan dia mendekati dan berlutut sambil menangis sesegukan. Ayah dan ibumu-kah mereka" *nci ...+

0adis itu menggelang kepala" Bukan ... Terdiam se enak dia melan utkan dengan suara lirih" Tapi mereka yang membesarkanku dan merawatku se ak dari kecil ... Han Sian terus membiarkan sa a 0adis itu menangis sampai sekian lama. Setelah reda" Han Sian membantu nya untuk menguburkan semua mayatmayat yang ada. Dari gadis itu dia mengetahui namanya Tang Hui Si. .ebih lan ut dia uga mendapat keterangan. (emang Hui Thian &t %iam Tang %ai '#edang Tunggal Terbang %e .angit) adalah se!rang yang telah dianggap murtad !leh H!a San #ay dan bersekutu dengan partai sesat. Tapi Tang %ai menempuh alan sesat tersebut sebenarnya adalah karena terpaksa karena ada rahasia yang besar di balik semua ini. 8alaupun men adi murid H!a San #ay" tapi Tang %ai adalah murid perantauan yang tidak terikat dengan partai. %urang lebih lima belas tahun yang lalu Tang %ai tiba-tiba sa a mengakhiri kesukaannya merantau dan memilih untuk tinggal di .embah #edang dan akhirnya berhasil mendirikan perkumpulan #edang tunggal tersebut. #uluhan tahun Tang %ai berusaha menyembunyikan dan men aga rahasia tersebut" bahkan sampai rela bersekutu dengan g!l!ngan hitam untuk menutupi ked!knya. /amun rupanya" isu tentang adanya suatu rahasia di lembah pedang itu akhirrnya didengar uga !leh para sekutunya" dan mereka berusaha untuk mengetahuinya. Bahkan tak pelak lagi" ini menarik perhatian banyak pent!lan t!k!h-t!k!h sesat dunia hitam lainnya Sayangnya 0adis itu tidak mengetahui rahasia apa gerangan yang disembunyikan !leh ayah angkatnya selama ini tentang lembah #edang tersebut. Bu-Tek 6hit-%iam-6iang Hari sudah men elang malam" ketika Han Sian selesai menguburkan semua mayat tersebut. Se ak tadi Han Sian hanya membiarkan sa a gadis itu berdiam diri di depan kuburan kedua !rang tua angkatnya. Tak lama kemudian terlihat dia bergerak perlahan. (ungkin karena duduk ber am- am membuat berdirinya tidak k!k!h" sehingga gadis itu semp!y!ngan hampir atuh. Hui Si 6icie" kau kenapakah ...+Tahu-tahu Han Sian telah berdiri disamping Tang Hui Si dan menahan bahunya. Uuhhk" tidak ... tidak apa-apa! Berusaha menguatkan hatinya" Tang Hui Si berusaha berdiri tegap" tapi ustru lebih parah. %epalanya adi pusing dan

lain saat dia sudah terkulai pingsan.%alau sa a Han Sian tidak segera menggend!ngnya" niscaya tubuh dara ayu yang aduhai itu akan terbanting ke tanah. Han Sian menggend!ng gadis itu dengan kedua tangannya. Setelah memastikan susana disekelilingnya se enak" dia ber alan kearah sebuah rumah di sebelah kirinya yang paling besar. Agaknya itulah rumah yang di adikan tempat Tang %ai sekeluarga. Setelah memasuki sebuah kamar yang bersih" dibaringkannya tubuh gadis itu. Hatinya terkagum. Tanpa terasa dipandanginya wa ah yang cantik namun agak kepucat-pucatan itu. Ahh" kasihan engkau" *nci Hui Si ..! Begitu berat pukulan batin yang kau terima ...! (alam itu dilewati dengan tenang sampai kees!kan harinya. %etika ayam mulai berk!k!k" Han Sian tersadar dari semedinya. #erlahan dia membuka matanya dan meneng!k ke kiri. Tapi tubuhnya segera mel!ncat berdiri tatkala didapatinya gadis itu tidak berada di pembaringannya lagi. Sekali berkelebat" tubuh Han Sian segera melesat keluar" tiba-tiba ... *hh ... Tubuhnya yang melesat cepat itu berpapasan dengan tubuh gadis itu. Tidak keburu baginya untuk menghentikan la u tubuhnya. %akinya menutul perlahan ke lantai sambil tubuhnya tiba-tiba bergerak aneh" mele it seringan kapas. Tapi tahu-tahu" sudah berada di sebelah belakang gadis itu. Segera Hui Si membalikkan tubuh menghadapi pemuda tersebut sambil tersenyum manis. (anis sekali sampai Han Sian terbeliak" terpes!na. Betapa tidak" gadis didepannya sungguh sangat cantik. Seke ap pikirannya tiba-tiba teringat dengan 6u &n .an. Hanya bedanya gadis di depannya ini nampak lebih dewasa beberapa tahun dan lebih masak dari 6u &n .an. Hai Sian te" maa7 sudah membuatmu terke ut+ *h + &ya ! &ya eh tidak apa-apa ...! ,h syukurlah kalau Hui 6icie sudah tidak apa-apa ...! Sedikit ragu Han Sian memandang rupa !rang" tapi segera keraguannya lenyap karena tidak didapatinya sinar kesedihan lagi di wa ah yang ayu didepannya ini. (arilah" kau ikut denganku ...! A ak Tang Hui Si dengan mulut masih tersenyum" Apa kau pernah mendengar tentang %!lam #edang Asmara+ Hemm" tidak ... k!lam apakah itu+

%!lam itu adalah pusaka lembah ini yang tidak diketahui siapapun selain ayah dan aku. Tapi aku belum pernah memasuki tempat tersebut kaarena menurut ayah sangat berbahaya bila dimasuki !leh se!rang wanita. *h" kalau berbahaya" kenapa Hui 6icie berkeras mau memasukinya+ 0adis itu tertunduk" sahutnya lirih" Ayah sudah tiada" lagi pula sudah lama memang aku ingin melihat tempat itu ... dan ... Berhenti se enak" kemudian sahutnya dengan muka merah" Dan lagi ada kau disini" takut apa+ Segera Tang Hui Si membalikkan tubuh dan ber alan ke depan mendahului Han Sian yang hanya terbeng!ng sa a mendengarnya. Akhirnya kaki Han Sian pun melangkah mengikuti dari belakang. %ira-kira hampir setengah am mereka ber alan menuruni lereng ter al bagian belakang lembah pedang tersebut sampai di sebuah guha kecil yang sebenarnya lebih mirip sumur. (ulut sumur itu hanya kecil dan hanya bisa dimasuki satu tubuh sa a. Tanpa ragu Hui Si memasukki mulut sumur itu" diikuti Han Sian. Ternyata hanya mulut sumur itu sa a yang kecil" sedangkan semakin ke dalam semakin lebar dan bercahaya. .ima menit kemudian tibalah mereka di bagian dalam yang membuat mereka berdua terbeliak kagum. Ruangan itu sangat luas. Di depan mereka ada aliran k!lam kecil berair ernih berwarna agak kebiruan dengan ukiran pinggiran k!lam yang indah. Di atas k!lam tersebut ada patung dua !rang pria dan wanita yang sedang bercinta" sangat hidup" se!lah-!lah nyata. Tapi yang aneh di tangan kiri patung pria itu memegang sebuah pedang berwarna perak tipis yang u ungnya ditusukkan ke buah pinggang kiri dari patung wanita yang ditindihnya.Dari buah pinggang kiri patung wanita cantik itulah keluar aliran air ernih berwarna kebiruan itu. Sementara keadaan dalam ruangan itu terang !leh gemerlap .angit .angit yang ternyata terbuat dari marmer putih yang dapat memantulkan cahaya. Han Sian mengagumi keadaan di dalam ruangan itu. (atanya melirik sekilas pada Hui Si untuk melihat reaksi gadis itu. Tapi dia tertarik karena melihat pandangan Hui Si tertu u pada sebuah ukiran kecil yang indah di bawah kedua patung yang sedang bercinta itu" hampir tidak kelihatan9 Bila asmara .angit bumi menyatu Tak Terhindar sumpah dan kutuk

1!d!h #edang Asmara dan Kitab Ilmu P !ang Ibli" #umi$ Hanya sekilas Han Sian membacanya" tapi tidak mengerti" dilihatnya Hui Si uga hanya mengerutkan kening sa a. Diapun tidak memperhatikan lagi. (atanya ustru tertari kepada salah satu sumur tua diarah kiri. #erlahan dia melangkah mendekati.Ternyata dari dalam guha itu mengeluarkan asap tipis yang tidak bau. Dan asap ini memenuhi seluruh ruangan" tapi hanya sedikit sa a. Baik Han Sian maupun Hui Si sama sekali tidak menyadari pengaruh dari asap tersebut yang mempengaruhi na7su mereka perlahan-lahan. Hanya sa a mereka berdua adalah !rang-!rang muda yang berhati lurus dan memang belum pernah mengalami hal-hal yang lebih intim" maka pengaruh asap itu beker a sangat lambat. Han Sian membalikkan tubuhnya menghadap Hui Si" tapi apa yang dia temukan sungguh sangat menge utkan. Darahnya berdesir. Betapa tidak+ 0adis itu sekarang berdiri membelakanginya nyaris tanpa pakaian. #erlahan namun sangat pasti" Han Sian menyaksikan betapa gemulai sepasang tangan gadis itu melepaskan ba u pakaian terakhir yang melekat ditubuhnya. Tubuh gadis itu terpampang di depan matanya. Dari belakang dia bisa melihat kulit yang putih mulus" dengan tubuh yang ramping padat. Apalagi bentuk paha dan pinggul yang bulat itu. Han Sian tak tahan" segera ia meme amkan mata. /amun bayangan tubuh itu tetap tidak mau hilang dari pikiran Han Sian. #erlahan gadis itu melangkah memasuki k!lam dan semakin lama tubuhnya semakin tenggelam sampai sebatas leher" dan akhirnya kepala dengan rambut yang pan ang itupun tidak kelihatan lagi. Hui 6icie ...! Teriak Han Sian khawatir ketika membuka mata" dan tidak melihat Hui Si. Segera dia memburu ke tepi k!lam. Saat Han Sian hendak men ulurkan tangannya menyibak air k!lam" tiba-tiba sebuah tangan yang putih mulus keluar dari dalam air dan menangkap tangannya. Han Sian tertegun se enak. Hui 6icie" apakah ...+ %alimat Han Sian terp!t!ng ketika kepala pemilik tangan itu tersembul keluar ... Sian te" airnya sangat nikmat" menyegarkan ... kau ... kau temanilah aku!

Tanpa melepaskan tangannya" Tang Hui Si keluar perlahan dari air sampai sebatas pinggang. Tubuhnya nampak mengkilat bagaikan pualam. Tidak dapat tidak" Han Sian memandangi gadis cantik di depannya ini" kali ini berhadapan" sehingga dengan elas dia dapat melihat keindahan tubuh yang langsing padat" dengan dua buah dada yang besar dan kencang itu. Sungguh gadis yang telah benar-benar matang. Sesaat kemudian" kedua tangan gadis itu" entah kapan telah merangkul erat leher pemuda yang baru aya- ayanya dalam pertumbuhan ini sehingga bibir mereka menyatu. Sampai lama mereka berciuman. /aluri kelaki-lakiannya mulai menger akan bagiannya yang memang men adi si7at alami setiap insan di dunia yang berlainan enis ini. 55555 Han Sian dan Hui Si sudah tidak mengetahui lagi sudah berapa lama mereka bergumul dan entah sudah berapa kali mereka melakukannya" namun sampai kapanpun itu mereka lakukan selalu diakhiri dengan senyum kepuasan yang amat sangat. /amun malang tak dapat dit!lak taktala untuk ke sekian kalinya mereka bercinta" mereka" bahkan Han Sian yang sedang terlena sendiripun" tidak menyadari bahwa di ruangan itu sudah bertambah tiga !rang yang anehaneh. Hehehe ...! S!ng Bun (! ,ng" inikah pemuda yang kau katakan hebat itu + %enapa yang ku lihat tidak lebih dari budak na7su sa a.+ Betapa terke utnya Han Sian saat menyadari akan hal ini" tapi baru sa a dia hendak melepaskan pelukannya" tiba-tiba dia merasakan pelukan Hui Si mengencang dan memaksanya membalikkan tubuh sehingga p!sisi Hui Si berada di atas. Saat itulah mukanya men adi pucat seketika" namun terlambat ...pukulan maut S!ng Bun Hiat 1iu yang dahsyat sudah bersarang di punggung dan pinggang gadis itu yang hanya mampu mengeluarkan keluhan pendek. Dilain saat tubuh mereka berdua terlempar menabrak sumur di sudut sebelah diri ruangan itu hingga hancur. Rupanya S!ng Bun (! ,ng yang sudah mengetahui kehebatan Han Sian" tidak mau berlaku ayal. (engambil kesempatan selagi kedua !rang muda itu tidak siap" dia sudah melancarkan pukulan dengan seluruh tenaganya. Sayang Hui Si yang terlebih dahulu melihat ini" tidak mau membiarkan pukulan itu mengenai Han Sian" dan segera bertindak pada detik-detik terakhir.

Han Sian tersadar" namun akibat pengaruh pukulan ke i tersebut" dia uga telah mengalami luka yang cukup parah. 8alaupun dia tadi sempat mengerahkan tenaga" tapi itu tidak berarti banyak. Han Sian terlalu kelelahan selama beberapa waktu ini. Sambil menahan sakit" Han Sian memeluk tubuh Tang Hui Si yang sudah tak bernyawa lagi. Hui 6icie ...! (ata Han Sian adi merah karena marah dan sedih yang bercampur men adi satu. #erlahan dia meletakkan tubuh Tang Hui Si. Segera Han Sian mengerahkan tenaganya. Tenaganya hanya bisa dikeluarkan setengahnya. /amun dia tetap berusaha. Sampai lama" akhirnya dia muntah darah segar. %enapa+ Ternyata dia berusaha untuk mengerahkan %ui Sian & Sinkang tapi tidak bisa" dalam seke ap Han Sian c!ba lagi dengan Bu Tek 6hit %iam 6iang" tapi uga tidak bisa" karena tenaganya tidak cukup sehingga membuat lukanya lebih parah. Sebenarnya Han Sian telah menc!ba mengerahkan ilmu ketiganya yang dia pela ari dari kitab-kitab sakti di Tebing .angit tapi uga tenaganya tetap tidak cukup. Sementara Han Sian termenung" Salah satu dari dua !rang yang ikut datang mendampingi S!ng Bun (! ,ng" mendengus" Anak muda" engkau menyerah sa a" agar tidak perlu membuatku meng!t!ri tangan ...! Berkata demikian" tangannya berbentuk cakar dipukulkan kearah Han Sian dengan mengeluarkan suara berdesing ...&tulah Hek 6!a T!k Sin 6iang '#ukulan Sakti Racun Ular Hitam). Tiada waktu buat Han Sian untuk berpikir pan ang. Diapun belum ingin mati. Segera terdengar dengusan ta am dari hidungnya. Tangannya memapaki pukulan lawan dengan ilmu &nti #etir (urni dengan sisa-sisa tenaga terakhirnya. Dhuuaaar ! %embali benturan keras ter adi. ,rang yang memukul itu terd!r!ng ke belakang empat langkah" sedangkan Han Sian merasakan tubuhnya terlempar dan melayang sampai lama dan membuat dia tidak sadarkan diri. Tanpa dia sadari" tubuhnya melayang masuk ke dalam sumur tua yang entah berapa dalamnya. Sementara itu salah satu dari tiga pendatang tersebut" ternyata adalah Tee Sun .ai. Dia tidak memperdulikan keadaan ketiga !rang yang sedang

bertempur. (atanya tertarik melihat kearah patung pria dan wanita yang sedang bercinta itu.Tee Sun .ai terpaku memandangi patung itu sampai akhirnya dia mendengar suara gurunya. Sun .ai ay! kita pergi! Suhu" i inkanlah Teecu tinggal beberapa lama disini. #ahatan patung ini sangat menarik Hehehe ...! 0uru dan murid sama sa a" dasar memuakkan ...! ,rang yang memiliki pukulan Hek 6!a T!k Sin 6iang itu menyahut. Sebenarnya dia sudah terluka dalam. Hanya dia gengsi dan tidak mau menun ukkan kepada rekannya" sehingga walaupun kedua patung itu uga menarik perhatiannya" tapi yang lebih utama dia pikirkan adalah menyembuhkan lukanya dahulu. Hahaha ...! Hek 6!a Sin %ay" sekarang kau sudah rasakan kehebatan pemuda itu bukan" dalam keadaan terluka sa a dia masih sanggup menggempurmu empat langkah. .ebih baik kau tidak usah mencampuri urusan kami guru dan murid" mari kita pergi ...! Berkata demikian S!ng Bun (! ,ng membalikkan tubuh dan berlalu dari situ. Sementara itu" Tee Sun .ai yang masih terpaku pada patung itu seperti tersihir" mel!mpat ke atas patung itu. Sekali tangannya bergerak" dia telah melemparkan patung pria yang menindih patung wanita itu ke tanah hingga hancur.Ternyata kedua patung itu tidak menyatu seperti kelihatannya. Seperti !rang gila Tee Sun .ai memeluk patung wanita cantik tersebut dan menggumulinya. Sampai lama" semakin dia menggumuli" semakin kuat tenaga saktinya dikerahkan di seluruh tangan sampai akhirnya terdengar suara retak.#atung wanita cantik itu retak dan hancur. Tee Sun .ai tersadar dan segera mel!ncat turun. (elihat patung itu hancur" terbersit uga rasa penyesalan di hatinya. Tapi hatinya tertarik ketika matanya melihat sesuatu bungkusan kain hitam diantara hancuran patung tersebut. Segera Tee Sun .ai mengen !tkan tubuh kembali ke atas dan tangannya menyambar bungkusan hitam itu. Dengan hati-hati dia membuka bungkusan itu untuk melihat isinya. Hatinya berdebar-debar. Setelah dibuka" matanya memancarkan sinar kegirangan. &si bungkusan itu adalah sebuah kitab hitam yang sudah usang dan tua sekali. Tee Sun .ai c!ba membuka-buka halaman kitab itu. Dia tidak mengerti tulisan-tulisan yang tertera di kitab tersebut" tapi betapa senangnya ketika

dia menemukan gambar-gambar !rang yang bersilat dengan ilmu pedang tingkat tinggi yang amat dahsyat. Tee Sun .ai kemudian tertawa terbahak-bahak se!lah anak kecil yang baru mendapat mainan baru. Segera Tee Sun .ai menyembunyikan kitab itu di balik ba u dan bangkit berdiri. Dari pecahan patung pria yang dibuang tadi" dia temukan lagi satu kitab mengenai se arah dan rahasia membaca tulisan kun! tersebut. Setelah membaca se enak" dia mengetahui ternyata kitab itu adalah warisan &blis #edang yang ber aya kurang lebih :43 lalu. &tu adalah ilmu pedang Tee (! %iam Sut. Buukk ! Akhirnya tubuh Han Sian mendarat di tanah. Setelah sekian lama melayang-layang di udara. Sekian lama" yang ada hanya keheningan. *ntah berapa lama keheningan ini berlangsung. %etika Han Dian tersadar" dia mendapati seluruh tubuhnya tidak bisa digerakkan" sakit dan tulang-tulangnya nyeri. Han Sian segera sadar bahwa luka-lukanya sangat parah. Dia keracunan hebat karena adanya dua macam hawa pukulan beracun bersarang ditubuhnya. #erlahan dia teringat &lmu ke tiga yang dilatih dari kitab-kitab kun! di Tebing .angit. &lmu mu i-at Hui &m H!ng Sinkang 'Tenaga Sakti Burung H!ng Api Dingin). #uncak tertinggi dari ilmu tersebut adalah peleburan tenaga sakti Api Dingin. Dimana pada tara7 yang tertinggi sanggup menghasilkan tenaga penyembuh mu i-at dalam seke ap sehingga pemilik ilmu tersebut sangat susah ditaklukkan tapi uga men adikan ilmu tersebut sebagai ilmu terlarang karena daya penghancurnya yang sangat dahsyat.Tapi sayang" walau Han Sian sudah berusaha sekuat mungkin untuk memahami rahasia ilmu ini tapi tetap masih menemukan kesulitan. Saat-saat yang cukup kritis dalam hidupnya ini" Han Sian c!ba mengerahkan ilmu itu dan ternyata berhasil dibangkitkan. Ternyata syarat untuk melatih ilmu ini" dia harus terluka parah terlebih dahulu.Dalam keadaan tidak bergerak" Han Sian memahami rahasia mengerahkan ilmu ini dan menyembuhkan luka-lukanya. Tubuh Han Sian terasa tersiksa sekali.Selama tiga hari-tiga malam Han Sian berada dalam keadaan tidak bergerak ini. Semua ilmu yang pernah

dilatihnya" bergantian dikerahkan dan tenaganya bergerak ke sana kemari menetralisir racun dan men eb!l semua penghambat di tubuhnya. Akhirnya pada hari ke tiga" Han Sian merasakan tubuhnya sudah mulai bereaksi. #erlahan tubuhnya terangkat melayang ke atas setinggi dada. Han Sian membuka matanya" seluruh tubuhnya dirasakan dipenuhi tenaga. Bahkan sinar keemasan memancar dari sekeliling tubuhnya. Sungguh luar biasa. Dia dapat merasakan gerakan tenaga yang dahsyat bergerak se!lah !lah ingin mener!b!s keluar. Segera dia menyalurkan tenaganya memainkan delapan Tingkat dari &lmu tersebut dengan baik tanpa kesulitan seperti dahulu. Bahkan ketika Han Sian memainkan %iu Sian & Sinkang dan Bu Tek 6hit %iam 6iang serta ilmu #ukulan &nti #etir (urni" semuanya dia lakukan tanpa kesulitan sama sekali. Setelah bersilat hampir setengah hari" tiba-tiba Han Sian menarik kembali tenaganya dan berhenti bersilat. %eadaan dalam 0uha yang cukup lebar itu nampak-p!rak p!randa hampir tak berbentuk lagi. Tapi bukan itu yang men adi perhatiannya. (ata Han Sian menangkap bayangan peti mati besar dari besi hitam yang berdiri disalah satu sudut guha tersebut. #eti itu telah hancur sebagian terkena ter angan hawa pukulannya. Pa"al % : Pu"a&a Ibli" P mu"na' Tan(a #a)angan Dengan tertarik Han Sian mendekati peti tersebut kemudian membukanya perlahan. Ternyata didalamnya dia menemukan ses!s!k kerangka yang sedang duduk bersila. Di tangannya ada secarik kain yang terbuat dari bahan khusus yang tidak mudah rusak dan dilapisi kulit kambing. Di atasnya ada tulisan yang berbunyi9 #uluhan tahun malang-melintang di dunia %ang ,uw" &blis #emusnah Tanpa Bayangan si #enantang Dewa akhirnya mati dalam kek!s!ngan. #ewaris yang ber !d!h" hanya b!leh menggunakan ilmu ini untuk membersihkan nama busuk dari sang pemusnah! Han Sian tertegun sesaat demi mengetahui riwayat sang t!k!h yang tinggal tulang belulang ini. Segera dia bermaksud mengangkat tulang-tulang tersebut untuk dikuburkan" tapi saat dia menyentuhnya" kerangka itu kemudian hancur adi

abu. Di tempat di mana kerangka itu berada Han Sian menemukan tiga belas batu hitam segi delapan. Ternyata disitulah terukir tiga belas urus sakti Seribu Bayangan &blis #emusnah yang amat dahsyat tapi uga mengerikan. Demikianlah mulai saat itu Han Sian tinggal di dalam guha tersebut sambil melatih semua &lmu-ilmunya. Saat dia teringat mayat Hui Si" Han Sian men adi sangat sedih. Teringat dia betapa gadis yang sangat cantik itu telah menghabiskan waktu berhari-hari menikmati kenikmatan cinta dengannya. Suatu hal yang dia belum pernah rasakan sebelumnya. Se ak saat itu Han Sian memutuskan untuk berkabung selama satu tahun penuh" dan dia tidak akan keluar sebelum habis masa berkabungnya. Saat yang sama uga dia mempergunakan waktu satu tahun tersebut untuk mematangkan semua &lmu-ilmu yang dia miliki. *IT GOAT KAUW 8aktu dua tahun berlalu dengan cepatnya. Dunia %ang ,uw gempar dengan munculnya se!rang t!k!h dunia hitam yang ber uluk 1it 0!at (! ,ng. (!m!k ketakutan membayang di mata para kaum tua dunia persilatan. (engapa tidak! Siapapun sangat mengetahui bahwa t!k!h ini adalah salah satu t!k!h yang sudah lama menghilang dari dunia %ang ,uw. %alaupun benar yang diceritakan !leh kakek dan nenek mereka" maka berarti umur t!k!h sesat ini sudah mencapai dua ratusan lebih. Tidak ada yang pernah melihat sepak ter ang t!k!h ini secara langsung. Hanya diketahui bahwa T!k!h ini bergerak dibalik sebuah perkumpulan yang sangat kuat yang dikenal sebagai 1it 0!at %auw. %eberadaan 1it 0!at %auw ini sangat hebat. Betapa tidak" sedangkan dua belas Ra a &blis-pun harus mengaku tunduk dan mengabdi pada 1it 0!at %auw ini. (ereka memiliki pengikut lebih dari lima ratus !rang. Dengan adanya dukungan t!k!h-t!k!h hitam yang sakti ini" 1it 0!at %auw terus melebarkan sayapnya untuk menguasai dunia %ang ,uw. #embantaian ter adi dimana-mana bahkan tak banyak para t!k!h aliran putih yang dibantai. Se auh ini masih tersisa lima perguruan besar yang masih belum digempur secara terang-terangan !leh 1it 0!at %auw ini.

#artai-partai yang belum takluk ini yang bahkan sangat gencar mengadakan perlawanan pada 1it 0!at %auw meskipun tidak secara langsung. (ereka adalah Siauw .im #ay" Bu T!ng #ay" %un .un #ay" H!a San #ay dan Thai San #ay. (eskipun tidak secara berterang dan terkesan menutup diri" namun kelima perguruan ini se ak dua tahun terakhir ini telah berusaha sehebat mungkin mempersiapkan ag!- ag! unggulan mereka. Bahkan mereka melatih muridmurid mereka dengan berbagai cara untuk peningkatan dalam penguasaan &lmu-ilmu dari pintu perguruan mereka. SAM +I +IANG S!re hari ... di belakang puncak pegunungan H!a San #ay. Se!rang gadis berusia tu uh belas tahun sedang berlatih ilmu pedang H!a San %iam Sut melawan lima !rang t!su berpakaian serba putih. Dihadapannya tampak bersila se!rang kakek berambut putih yang sudah ubanan yang berusia sekitar 23 tahunan. 0adis yang cantik dan mengiurkan itu bukan lain adalah 6u &n .an. #ertemuan pertamanya dengan Han Sian memberikan berkah yang tidak sedikit padanya. Selama tu uh hari Han Sian menyatakan rela menebus kesalahannya dengan menga arkannya &lmu Thian &n Hui 6u 'Terbang (enunggang Awan .angit) dan #ukulan &nti #etir (urni. Saat dia kembali ke H!a San #ay" kebetulan dia bertemu dengan salah satu sesepuh partainya yang sudah lama mengasingkan diri. $aitu yang lebih dikenal dengan nama H!a San Siang 1in. H!a San Siang 1in ini sebenarnya adalah T!a Susi!k '#aman 0uru tertua) dari 6iangbun 1in H!a San #ay yang sekarang. Begitu melihat bakat yang dimiliki !leh 6u &n .an" dan karena turut uga merasakan ge !lak dunia %ang ,uw yang ada" maka H!a San Siang 1in berkenan mengambil anak dara ini untuk men adi murid penutupnya. Sementara kelima !rang yang menger!y!knya itu adalah kelima !rang Sute dari #ek (au Sian 1in" yaitu ketua H!a San #ay. #ertempuran berlangsung dengan dahsyat. Tubuh kelima !rang t!su itu berkelebat memainkan H!a San %iam Tin yang ampuh. #edang mereka berkelebat membentuk sinar pan ang dan tebal mengurung &n .an.

/amun yang hebatnya" 6u &n .an tidak nampak terdesak" meskipun nampaknya sangat sulit untuk menang dengan cepat Dia memainkan ilmu pedang ciptaan gurunya yang bernama #at .i!ng %iam .i H!at'Tarian #edang Delapan /aga) sambil mengerahkan Thian &n Hui 6u. Sementara tangan kiri 6u &n .an dengan tiga ari terbuka selalu memuntahkan ledakanledakan dengan ilmu &nti #etir (urni yang sudah digubah dan disempurnakan !leh gurunya agar selaras dengan ilmu Sam 6i 6iang '#ukulan Tiga 1ari) dari H!a San pay. Setelah lebih dari ;43 urus berlalu" akhirnya terdengar suara kakek itu. 6ukup ! .an- ie" cukup ...! *ngkau sudah lulus! Terlihat senyuman yang senang dari wa ah gadis itu tatkala mendengar seruan gurunya. Bersamaan dengan H!a San %iam Tin yang menarik serangan mereka" gadis inipun mele it ke atas sambil berputaran tiga kali dan turun dihadapan Suhu-nya dengan tanpa suara. Suhu" apakah itu berarti bahwa murid sudah b!leh turun gunung+ %embali 6u &n .an bertanya lembut tapi wa ahnya harap-harap cemas. Betapa tidak. 6ukup lama 6u &n .an berlatih keras. Siang malam hampir tanpa henti. (eskipun mulutnya tidak berucap" namun hatinya tiada henti selalu merindukan suatu nama Han Sian dalam hatinya. Dan sekarang kesempatan yang dia nanti-nantikan untuk turun gunung telah tiba. &tulah sebabnya saat gurunya meminta kelima Suheng-nya untuk mengu inya" 6u &n .an berupaya mengerahkan segala kemampuannya" dan sekarang dia dinyatakan lulus. Betapa senang hatinya. Baiklah" .an- ie" kau b!leh turun gunung setelah tiga hari dari sekarang ...! (alam nanti datanglah menghadap untuk menerima petun uk terakhir! Belum lenyap suaranya" tubuh !rang tua itu sudah berkelebat cepat sekali dan lenyap uga dari tempat itu. Setelah kelima !rang Suhengnya kembali. 6u &n .an tinggal sendirian. Segera dia kembali ke p!nd!knya dan beristirahat.Baru sa a dia hendak melangkahkan kakinya" 7irasatnya mengatakan ada sesuatu yang tidak beres. Segera dia membalikkan tubuhnya. Dan benar sa a" dihadapannya nampak dua !rang kakek yang aneh. (eskipun 6u &n .an merasa penasaran" tapi sebagai se!rang yang mengerti tata krama" dia segera menyapa lembut" Akhh" maa7kan karena tidak menduga akan kedatangan 1iwi .!cianpwe ...

Hehehe ! Hek H!at (! ,ng" tampaknya gadis ini c!c!k untuk di adikan hadiah buat %auwcu ya kita" bagaimana menurutmu ...+ %ata kakek yang bermuka c!det di mata kiri. Hemmnn ... aku sependapat! Tapi tampaknya ilmunya uga tidak lemah. Apalagi kalau dia murid H!a San Sian 1in ...! %au harus berhati-hati! Sahut kakek yang satunya lagi Hah ...! Hati-hati+ %au lihat sa a ...! Sambil berkata demikian kakek itu melangkah ma u. %esinilah dara manis" serahkan dirimu baik-baik ...! Tangannya membentuk cakar tiba-tiba terulur pan ang" duakali pan ang lengannya. $ang satu mencengkram kearah lengan kanannya" sedang tangan yang lain kearah dadanya yang men!n !l indah. &iiikhh ...! Dasar kakek cabul! Tidak tahu malu ...! 6u &n .an memekik marah. dilain saat bergerak mundur dua tindak ke belakang" sedang tangannya memukul sambil memapaki serangan lawan. Haiiit ...! Dhuukkk! %eduanya sama terd!r!ng mundur. Hanya bedanya 6u &n .an terd!r!ng tiga langkah sedangkan !rang itu hanya satu langkah. *h ...+ %akek c!det itu kaget setengah mati. 0adis itu mampu menghindar bahkan berani menangkis pukulannya. Tahulah dia bahwa tidak mudah baginya untuk meringkus gadis ini dengan cepat. Bagus" kau berani melawan ...! Tapi itu tidak akan lama! Belum selesai ucapannya" %akek c!det itu telah menyerang dengan gencar dengan &lmuilmunya yang aneh" yaitu selalu menyerangnya dengan gerakan-gerakan aneh mirip m!nyet. Tak salah lagi" itulah Hek 8an T!k H!at '#ukulan Beracun .utung Hitam).Segera 6u &n .an memainkan &lmu H!a San kun H!atnya. Tapi baru lima urus dia hampir kecundang di bahu kirinya. Hehehe ! %alau kau mengandalkan H!a San %un H!at" itu tak akan berarti banyak" anak manis ...! 6u &n .an gusar setengah mati. Segera dia memekik nyaring dan megerahkan Thian &n Hui 6u dan kedua tangannya membentuk t!t!kan tiga ari yang dilandasi Tenaga &nti #etir (urni" mencecar lawan dengan sebat. %edua tangannya" mengirim serangan enam kali kearah enam titik kematian

di tubuh lawan. 0erakannya cepat dan dalam enam kali serangan itu dia tidak menyentuh tanah sama sekali. Haiaaaa ! 0alak hebat amat" apa ini yang namanya Sam 6i 6iang ...+ Tapi kenapa tidak sama ...+ %akek c!det itu kaget setengah mati. S!al tenaga dia menang tapi s!al kecepatan" dia kalah auh. Tapi belum sempat dia memperbaiki p!sisinya" terdengar suara datar ... Huh" Hek 8an Sin (!" kau terlalu lama ...! %akek yang satu segera ter un ke tengah pertarungan dan memukul kearah kepala 6u &n .an. 6u &n .an kaget" dan mengangkat tangan menangkis" tapi aneh" dia tidak merasakan tenaga apa-apa. Segera dia curiga" namun sayangnya kecurigaannya itu terlambat.Segera 6u &n .an merasakan kepalanya pusing. Dilain saat tubuhnya terkulai lemas dan langsung disambar !leh Hek 8an Sin (!. Hehehe ! Hek H!at (! ,ng" sepertinya Racun pelemah semangatmu benar-benar sangat man ur ...! #ada hari #ertemuan nanti" %auwcu $aa pasti akan puas" hahaha ! Dalam waktu singkat kedua t!k!h hitam itu sudah berlalu dari tempat itu sambil membawa 6u &n .an. P ,t muan *it G-at Kau. / Mun0uln)a Pang ,an P !ang Ibli" Salah satu hutan lebat yang terletak di antara pertemuan sungai-sungai kecil yang mengalirkan airnya ke sungai $ang-ce" tampaknya tidaklah sunyi seperti biasanya. Hari men elang malam ketika nampak bayangan !rang!rang berkelebatan di antara pep!h!nan. /yata kalau mereka bukan !rang!rang biasa atau paling tidak mereka punya sesuatu yang bisa di andalkan sampai berani datang ke tempat itu. #ertemuan rahasia para t!k!h-t!k!h aliran hitam. Untuk alasan inilah sebenarnya pertemuan rahasia ini di adakan. Undangan yang di sebarkan dari mulut ke-mulut !leh !rang-!rangnya 1it-0!at-%auw ternyata menarik minat yang tidak sedikit bagi para t!k!h hitam yang merasa mempunyai kemampuan cukup. Agendanya" adalah untuk membicarakan strategi menghadapi #ertemuan Besar ,rang-,rang 0agah dari g!l!ngan putih tiga bulan mendatang dan merayakan kembali bangkitnya pemimpin dunia hitam yang sudah lama hilang tersebut.

Tampaknya pertemuan ini sangat di rahasiakan sehingga yang hadir tidak begitu bayak. Dan memang semua yang telah hadir saat ini hanyalah para pemimpin tiap-g!l!ngan dari setiap daerah kekuasaan mereka. (eski demikian ternyata umlah mereka tidaklah sedikit" hampir mencapan :33an !rang. Di antara mereka" para angg!ta 1it-0!at-%auw uga hanya terlihat beberapa !rang sa a" itupun hanya ke ;3 !rang dari ;: Ra a &blis .embah /eraka yang sakti yang menggetarkan iwa karena kesaktian mereka yang terhitung t!k!h-t!k!h angkatan tua dunia hitam. Ditengah-tengah mereka tampak se!rang pemuda tampan pes!lek yang memegang sebuah kipas sutra dari ba a murni. Tampak di antara mereka uga ada para t!k!h angkatan tua lain yang ber uluk < Siluman .angit" = %etua dari = partai sesat" dan masih ada empat !rang aneh lainnya yang tidak di kenal. Di dalam hutan yang lebat itu ternyata telah di bersihkan dan telah berdiri sebuah panggung yang cukup besar. Ditengah-tengah panggung tersebut nampak >: kursi yang di atur mengelilingi sebuah me a segi delapan yang berat dan besar. Sementara para pemimpin-pemimpin yang lebih rendah mereka berdiri mengelilingi di sekitar panggung. (en elang tengah malam" saat semua !rang sedang menunggu" tiba-tiba terdengar suara tertawa yang rada-rada mirip kera. Saat semua !rang men!leh ke arah suara" tampak dua !rang yang aneh keluar dari balik pep!h!nan. Salah satunya memanggul sebuah karung besar. Siapa lagi kalau bukan Hek-h!at-(!-!ng dan Hek-wan-sin-m! yang datang sambil memanggul tubuh 6u &n .an. (elihat ini" salah se!rang yang duduk dekat si pemuda tampan pes!lek itu segera menegur kesal9 Hemm" ika kalian terlambat sa a beberapa menit lagi" mungkin %auw-cu-ya akan segera memisahkan kepala kalian... Hahaha...kami terlambat karena sedang mempersiapkan satu hadiah khusus buat %auw-cu-yaa. Berkata demikian" Hek-h!at-(!-!ng meletakkan karung besar itu dan sekali tangannya bergerak" r!beklah karung tersebut. (ata semua !rang yang ada di situ terbeliak kaget tatkala melihat se!rang gadis yang cantik sedang terikat" bahkan banyak yang kemudian berseruseru dengan suara yang bernada k!t!r yang hanya di sambut dengan gelak tawa dari sana-sini. %auw-cu-yaa yang tadi hanya duduk angkuh dengan mata yang di pe amkan uga membuka matanya dan tertegun melihat kecantikan. Dia

banyak mempermainkan dan menikmati tubuhgadis-gadis cantik" tapi yang ini lain-dari yang lain. /amun suasana hatinya engkel ketika mendengarkan suara-suara k!t!r di sekitar. Sinar matanya tiba-tiba menc!r!ng dan memandang ke arah kiri. Beberapa detik kemudian" berkelebat sebuah bayangan dengan cepat dan di lain saat terdengar erit kematian 4 !rang dengan leher terkuak leber. Semua !rang terdiam dan suasana adi sunyi seketika. Ternyata salah satu dari ;: Ra a &blis .embah /eraka" yaitu Hek-T!k-1iauw-,ng telah bergerak mengantar kematian 4 !rang tersebut sesaat setelah melihat sinar mata menc!r!ng %auw-cu-yaanya yang di tu ukan kepada !rang-!rang yang berumur pendek tersebut. Hemm...(ulai sekarang aku akan mengambil gadis ini sebagai selirku" siapapun yang berani kurang a ar padanya akan bernasib sama dengan ke lima !rang tersebut... #erlahan namun pasti" suara yang datar namun terdengar angkuh" keluar dari mulut #emuda tampan pes!lek itu. Di lain saat" ketika karung itu telah terbuka" 6u &n .an telah sadar sepenuhnya" hanya sa a karena tubuhnya tert!t!k" maka dia tidak dapat berbuat apa-apa. Tapi dia menyaksikan semua peristiwa itu. #emuda itu bangkit dan mendekatinya. Di lain saat" tubuhnya telah di angkat dalam p!nd!ngan pemuda tersebut yang hanya tersenyum-senyum aneh. 6u &n .an merasa tubuhnya panas-dingin" ini pengalaman pertamanya. #erasaan ketakutan yang amat sangat dia rasakan tapi apa dayanya saat ini. /amun itu tidak berlangsung lama" dan yang ter adi selan utnya segera sa a membuat dia merasa lega. Ambil tandu! Tiba-tiba pemuda itu berkata kalem. /!na manis" sekarang aku ada urusan besar" kau sabar sa a...setelah selesai" kauw-cu-ya mu ini akan segera menikmati tubuhmu yang indah ini...hahaha... Beberapa saat kemudian" = !rang berbadan kekar ber ubah hitam dengan gambar matahari-bulan di dada muncul sambil membawa tandu. #emuda itu melemparkan tubuh gadis itu yang melayang masuk dalam tandu dengan p!sisi duduk. 1aga dia seperti kepalamu...! sahut pemuda itu dengan suara keren. %eempat pengusung tandu itu mengangguk" dan sesaat kemudian telah melesat meninggalkan tempat itu menu u ke arah selatan. Setelah terdiam se enak" pemuda itu kemudian membalikkan badan menghadapi me a tersebut. .!-(!" apa semua sudah siap+...

(aa7 %auw-cu-ya" hanya tinggal 4 &blis Bumi yang belum kelihatan bayangan mereka..." tapi sepertinya kita tidak bisa menunggu mereka lagi. Se!rang %akek Tua bermata satu menyahut. Agaknya dialah yang di sebut sebagai .!-(! '&blis Tua) tersebut. #emuda itu mengangguk. mulailah sahutnya dingin. &blis Tua mengangguk kemudian mengedarkan pandangannya ke segala arah. Saudara sekalian" $ang pertama" malam ini saya mewakili Tai-%auwcu dan %auw-cu-ya" menyampaikan selamat bertemu. Sebagaimana yang kita sama tahu" bahwa sebantar lagi akan segera di adakan #ertemuan para *nghi!ng dari g!l!ngan putih. %ita tidak b!leh membiarkan hal"ini ter adi. %alau mereka tidak bersatu" maka akan lebih mudah bagi kita untuk menghabisi mereka Berhenti se enak" sambil menarik na7as dia melan utkan9 yang ke-dua" Tanggal ;4 bulan depan" adalah merupakan hari ulang tahun t!k!h un ungan kita yang ke ;;4 tahun yaitu $ang termulia dan $ang tersakti Tai%auw-cu 1it-0!at-(!-,ng" Beliau menginginkan kita semua" di bawah pimpinan %auw-cu-ya" b!leh ber asa baginya dengan mempersembahkan satu !rang satu kepala dari para manusia-manusia s!mb!ng g!l!ngan putih. Suasana masih tetap hening" Semua !rang sedang berpikir. Tiba-tiba salah se!rang yang duduk di me a di antara ke-= %etua #artai sesat" yaitu Hek.i!ng Sin-(! dari Hek-.i!ng-#ai berdiri dan berkata dengan suara nyaring. Hemmm...kami di undang !leh 1it-0!at (!-,ng untuk datang. Dengan memandang muka beliau" kami dari Hek-.i!ng-#ai segan dan tau diri" tapi kalau !rang yang kau sebut %auw-cu-ya" sehebat apakah dia+... Benar" %ami dari &m-$ang-%auw" tidak pernah menerima perintah siapapun dan tidak akan pernah menghambakan diri seperti ke-;: &blis kalian...kecuali kalau kau bisa menandingi kepalanku.... Dengan suara yang tak kalah lantang &m-$ang Hek-m! bangkit dan berseru. S!mb!ng... Salah se!rang dari ke;: &blis bangkit dan berseru marah. Diikuti rekan-rekannya yang lain. Seketika itu uga suasana menegang dan tak bersahabat. &m-$ang Hek-m! tersenyum sinis. Hahaha" Siang-T!k Sian-li" kita sudah pernah bertempur" dan rasanya kalaupun hal itu harus terulang" sudah elas siapa yang akan adi pemenangnya. #anas hati Siang-T!k Sian-li bergerak" namun baru sa a dia hendak bergerak menyerang" terdengar suara dingin dari samping.

%u beri kesempatan sekali padamu untuk memukul sekali" kalau kau tak dapat mer!b!hkanku" maka kau harus men ilat sepatuku... Ternyata pemuda yang di sebut %auw-cu-ya itu yang berkata. &m-$ang Hek-m! terbeliak dan d!ngk!l atas ke umawaan !rang. Baik" sambutlah... Belum habis perkataannya pukulannya telah menderu tiba di ikuti dua hawa pukulan &m-$ang yang berwarna merah dan putih. DAAAARR... H!ek.... &m-$ang Hek-m! memuntahkan darah segar dari mulutnya sedangkan %auw-cu-ya dengan kedua tangan bersilangan di depan dada hanya terd!r!ng : langkah kebelakang. Sungguh semua !rang kaget" terlebih Hek-.i!ng Sin-(! yang melihat betapa rekannya luka parah. Dalam hati dia bersyukur bahwa bukan dia yang mengalaminya. /amun demikian" tak urung hatinya kebat-kebit uga saat %auw-cu-yaa memandang kepadanya dengan sinar mata menc!r!ng ta am. (enyadari gelagat elek" segera dia menekuk lutut dan berseru. %ami dar Hek-.i!ng-#ay akan mau bergabung dalam satu bendera dengan 1it-0!at%auw. (elihat ini" pemuda pes!lek itu hanya mendengus sa a sedangkan matanya kemudian beralih ke arah &m-$ang Hek-m! yang sedang merangkak mendekatinya. $ah" dia telah di kalahkan dengan telak. Demikianlah suasana kembali reda" setelah berbincang-dan mengatur berbagai strategi sampai hampir pagi" maka semua !rang itu kemudian bubar untuk memulai gerakan bawah tanah yang akan menimbulkan malapetaka bagi dunia persilatan. -----------Sampai lama para pengusung tandu itu berlari-larian" mel!mpati tebingtebing" menyusuri alan- alan sempit" sampai lama uga 6u &n .an ber uang membebaskan diri dari t!t!kannya. Diam-diam dia bersyukur" untung sa a pemuda pes!lek itu belum mengetahui kalau dia memiliki kepandaian tinggi. /amun baru sa a dia berusaha men eb!l t!t!kan terakhir di bagian punggungnya" tiba-tiba di rasakannya tandu berhenti. Terdengar suara garang9 Siapa kau" berani mati menghalangi !rang-!rang 1it-0!at-%auw...+

Huh" segala macam kant!ng sampah seperti itu mau kau unggulkan di depanku...; Terdengar suara berat dan ta am. Saat tirai tersingkap di tiup angin" &n .an bisa melihat wa ah penghadang tersebut. Se!rang pemuda tampan. Berusia hampir >3 tahun" dengan sebatang pedang dengan gagang berukir indah di punggungnya. #akaiannya serba kuning dengan ikat pinggang merah dan biru. #ara pengusung tandu ini marah melihat kes!mb!ngan penghadang ini. Segera mereka menurunkan tandu dan dua di antara mereka bergerak mengurung. Satu dari antara mereka segera menyerang9 Anak muda" kalau kau tidak mau minggir" maka mampuslah... pekiknya marah sambil mend!r!ng tangannya dengan pengerahan tenaga dengan maksud men atuhkan lawan. #emuda itu hanya diam sa a sambil terus menatap tanah. Tapi tiba-tiba" tatkala pukulan lawan mendarat di tubuhnya" ustru pukulan !rang itu membalik dan mementalkannya. Aiiiiihhhk.... Aaaakhh... Hampir berbareng ke empat pengusung tandu itu berteriak. Di lain saat tubuh tiga lainnya telah mel!ncat sambil mengibaskan tangan memukul dengan 1it-0!at- T!k-6iang. Ternyata para pengusung tandu ini sudah dilatih 1it-0!at-T!k-ciang tingkat ; !leh %auw-cu mereka. /amun mereka keliru kalau menganggap lawan kali ini adalah mangsa yang empuk. Saat tubuh mereka masih melayang di udara. Tiba-tiba pemuda itu mendesak ma u sambil tangannya bergerak sekali. Tampaklah sinar tipis berkelebat dan tanpa mengeluarkan suara" atau tanpa mereka menyadari" kepala mereka telah terpisah dari badan. #engusung tandu yang satu lagi" hanya memandang terbelalak dengan wa ah pucat. Ampun...tai-hiap....ampun Sahutnya ketakutan dengan tubuh gemetar. #emuda itu menggerakkan tangan kirinya ke arah dada pengusung tandu itu yang segera men erit pingsan. Tanpa dia ketahui di dadanya telah terukir nama yang tidak dapat di hilangkan9 #angeran #edang &blis. #erlahan namun pasti" pemuda itu melangkahkan kakinya ke arah tandu. Apa yang dia lihat dalam tandu tersebut segera membuatnya tersenyum simpul penuh arti. Tampaknya nama ini merupakan pendatang baru dalam dunia persilatan yang namanya mulai mele it dalam Setengah tahun belakangan ini. Sayangnya dia uga bukanlah se!rang yang baik-baik. Hakikatnya 6u &n .an itu keluar dari mulut harimau tapi masuk kembali ke mulut naga.

Hui-%ut-T!k-&m-6iang Sudah terlalu lama kita tinggalkan Han Sian yang sedang menempa diri sambil berkabung selama satu tahun. Satu tahun lebih Han Sian tinggal dalam sumur di lembah pedang tersebut. Sambil terus berlatih tanpa kenal lelah. Berbekal semua ilmu-ilmu dewa yang dia telah miliki sebelumnya" membuat Han Sian dapat melatih &lmu Seribu Bayangan &blis #emusnah dengan sempurna. Sebenarnya ilmu ini sangat ganas sekali dan tak kenal ampun. %alau sa a ilmu ini atuh ke tangan !rang ahat" pastilah malapetaka bagi dunia persilatan. /amun" dengan kecerdikannya" dia dapat membuang pengaruh-pengaruh yang menyesatkan dari ilmu tersebut dan menggabungkannya dengan ilmuilmu yang dia sudah miliki sebelumnya. (eski demikian perbawa ilmu itu masih tetap mengerikan dan bahkan lebih dahsyat. Di samping itu dia uga sudah berhasil melatih : ilmu gaib yang dia dapatkan bersama dengan ke tiga kitab kun! di Tebing .angit" yaitu Sinar Sakti (ata #edang yang memiliki tenaga penghancur yang tak tertandingi. &lmu ini dapat di salurkan lewat mata" tapi hanya b!leh dikerahkan : kali dalam >33 hari karena sangat menguras tenaga murni. &lmu ke dua adalah #at-Sian-Sin-H!at yaitu &lmu penguasaan tenaga batin tingkat tinggi yang dapat mewu udkan pengembangan ilmu sihir. Setelah setahun lewat. Han Sian keluar dari lembah tersebut. (enghirup udara segar dunia bebas kembali membuat dia senang. Tapi sayang" pengaruh peristiwa kematian Hui Si merubah watak aslinya yang tidak suka membunuh men adi sebaliknya. Sepak ter angnya tidak segan-segan menurunkan tangan maut dan telengas terhadap !rang-!rang yang di temuinya berbuat ahat. /ampaknya ini pertanda buruk bagi dunia Hek-t!. Disamping itu pengalamannya yang luar biasa dalam lautan cinta bersama Hui Si" meninggalkan bekas yang men adikan pemuda ini nampak sangat r!mantis dan membuka tangan kepada semua wanita yang dekat dengannya. &ni uga pertanda yang kurang baik bagi dunia asmara. Dari se ak dia keluar lembah" Han Sian telah melakukan per alanan yang cukup auh" bahkan memakan waktu berbulan-bulan sampai akhirnya tibalah dia di sekitar temb!k besar. Saat dia memasuki sebuah dusun" hatinya tertarik karena telinganya mendengarkan suara tangis meraung-raung beberapa !rang penduduk. Segera kakinya berbel!k mengarah ke pekarangan salah satu rumah terdekat di mana dia menemukan se!rang petani dusun yang sedang

merangkul se!rang wanita yang tampaknya adalah istrinya yang terus menangis sedih. (aa7 paman" saya pendatang baru di sini" b!lehkah saya tau apa yang telah.....*hh...+! Han Sian Terke ut. Belum selesai perkataannya tiba-tiba wanita yang ada dalam rangkulan suaminya itu sudah bangkit berdiri dan berlari menyambutnya sambil mencakar-cakar seperti !rang gila... %au...kau...penculik bayi....kembalikan...kembalikan anakku... teriaknya ...kembalikan anakku... Dengan tenang HanSian memegang pergelangan tangan wanita itu dan segera wanita itu men adi lemas tak bertenaga. Anak muda ahat" kau pastilah penculik bayi kami+...Aku akan mengadu iwa denganmu... .aki-laki tersebut" begitu melihat istrinya ter atuh lemas" tak dapat menahan hatinya lagi" langsung menyambar cangkul di sampingnya dan menyerang Han Sian dengan cangkul tersebut. Tapi apalah artinya se!rang petani kasar yang ker anya sehari-hari hanya mencangkul di sawah+ Dia tidak tahu kenapa" tiba-tiba gagang cangkulnya patah di tengah bagian tengah... (aa7 paman" saya adalah se!rang pelanc!ng yang kebetulan lewat di sini dan saya tidak bermaksud ahat....mungkin saya bisa membantu paman #etani itu menatap pemuda di depannya dengan tatapan menyelidiki. ,rang muda" kau pergilah dari sini. %alau kau bukan !rang yang kami maksud" lebih baik pergi dari sini... Sambil berkata demikian petani itu membalikkan tubuh dan kembali merangkul istrinya tanpa memperdulikan Han Sian. Han Sian penasaran" namun dia tidak mau memaksa !rang. Sambil menarik na7as pan ang" dia melangkahkan kakinya keluar dari pekarangan rumah tersebut. Dia melewati beberapa penduduk yang tampaknya uga mengalami masalah yang sama. Tapi anehnya mereka tetap menutup mulut. Saking engkelnya Han Sian terus melangkah dengan muka masam sampai tibalah dia di pinggir sebuah sungai. Seketika hatinya senang. %akinya melangkah mendekati sungai tersebut. Tapi segera telinganya menangkap bunyi yang tidak beres dan segera menu u asal suaratersebut. 4 !rang lelaki kekar dan berew!k sedang tertawa-tawa senang di sela-sela eritan ketakutan suara : !rang wanita muda yang manis.

1angan...!hh... angan seru se!rang gadis sambil berusaha melepaskan diri dari pegangan dua !rang di kanan-kirinya. Sedangkan ketiga !rang pria yang lain sedang bergantian memegang dan menindih gadis yang satunya lagi yang sudah tidak berdaya dan hanya mengeluarkan suara rintihan lirih sambil menggigit bibirnya yang berdarah. (elihat hal ini" seketika Han Sian menampakkan diri. Huhh" sungguh kalian manusia-manusia tak layak hidup dan patut mampus... %e lima !rang itu terke ut dan segera mel!mpat berdiri. Siapa kau" apa urusanmu mencampuri urusan kami+... bentak salah satu dari mereka. Han Sian tidak memperdulikan mereka. /!na" awablah pertanyaanku" /!na...apakah kau melayani mereka dengan rela+... &ni memang pertanyaan" namun hakikatnya tidak perlu di tanyakan. Tapi kalaupun itu di tanyakan hanyalah untuk menemukan alasan yang kuat sa a untuk bertindak. 0adis itu tertegun se enak... Tidak...kami tidak mau...mereka memaksa kami %elima !rang itu" merasa diri mereka tidak di tanggapi men adi semakin marah. #emuda lancang. Segera mereka bermaksud menyerang. Tapi belum sempat mereka bergerak tau-tau terdengar suara mencicit ta am dari tangan Han Sian dan di lain saat ke lima !rang tersebut terpental kebelakang dengan dada hancur berlubang tersambar hawa pukulan dari ari- ari tangannya.. &iihhhh... 0adis yang masih sadar itu men erit lirih dan sesaat kemudian dia telah pingsan. Han Sian segera mengangkat ke dua gadis yang malang tersebut men auh dari tempat itu. Tak lama kemudian" setelah di urut-urut" kedua gadis tersebut sadar. Tapi gadis yang telah di perk!sa tadi sudah tidak sanggup berdiri lagi. Han Sian menatap mereka berdua kemudian bertanya kepada gadis yang satunya lagi. /!na...kalau b!... $an-er" panggil sa a aku $an-er p!t!ng gadis itu. Hal ini membuat Han Sian terdiam sesaat. Baiklah" n!na $an" kalau b!leh ku tau" apakah yang ter adi di sini...+

0adis itu menunduk dengan sedih. Sambil terisak dia men awab lirih" &nk!ng" entah malapetaka apa yang menimpa kami. Sudah hampir se bulan ini semua bayi-bayi di bawah satu tahun hilang di culik !rang dan kami tidak tau siapa yang melakukan hal ini... setelah dia berhenti se enak apalagi ger!mb!lan para peramp!k yang mengetahui keadaan kami ini uga meman7aatkan situasi ini untuk mengambil keuntungan... Hemm...Apakah ada kecurigaan" siapa dalang semua ini+ (endengar pertanyaan ini" wa ah gadis itu seketika berubah. Dia melirik kesana-kemari dengan ketakutan. 1angan khawatir n!na" Aku akan men amin keselamatanmu... Ba...baiklah in-k!ng" aku tidak takut" lagipula hidup kami kau yang selamatkan. Se enak dia menarik na7as pan ang" Dusun ini" uga beberapa dusun lainnya yang berdekatan berada di sekitar lembah Rawa Hi au. Dahulu tempat itu tidak berpenghuni" tapi sekarang sudah ada. /amun kami tidak tau apa hubungannya yang lebih elas. -----------------------------Hari men elang malam di pinggir sebuah rawa lumpur yang luas di dekat temb!k besar. Suasana di pinggir rawa itu sepi-sepi sa a. /amun bagi Han Sian" yang memang mempunyai maksud untuk datang ke tempat tersebut. Segera meningkatkan kewaspadaannya. Sekali mengen !tkan tubuhnya" dia mengerahkan Thian-&n Hui-cu '(enunggang Awan .angit). Tubuhnya melayang di atas pep!h!nan mendekati bagian terdalam dari lembah Rawa Hi au. Tidak ada halangan. Tampaknya para penghuninya" kalaupun ada" sangat terlalu percaya diri. Dalam seke ab Han Sian sudah melihat sekumpulan !rang yang sedang berkumpul di tengah lembah tersebut. 1umlah mereka ada > !rang laki-laki tua. Anehnya" ketiga !rang ini tampak ber ungkir balik dengan kepala di bawah. Sementara tangan mereka memegang tengk!rak-tengk!rak kepala bayi. Saat mereka mulai mengerahkan tenaga yang berhawa panas" kepalakepala bayi tersebut mengeluarkan asap dan perlahan-lahan mulai menyusut. Asap-asap tersebut tidak lari kemana-mana tapi masuk ke dalam mulut mereka. Sampai berapa lama mereka berlatih dan akhirnya ketiganya kembali ber umplitan ke udara dengan sebat. Dilain saat mereka telah saling

menyerang dengan pukulan-pukulan dahsyat yang berhawa ke i. &tulah Hui%ut-T!k-&m-6iang '#ukulan Racun Dingin Tulang Api). Sementara ketiga !rang ini terus berlatih dengan hebat" tiba-tiba terdengar suara mendengus. Huh" ternyata kalian penyebab malapetaka bagi para penduduk di sekitar sini...+! %etiga !rang itu segera menghentikan serangan mereka" dan memandang penuh selidik Siapa kau...+ Heh" siapapun aku adanya kalian tidak perlu tahu. Aku hanya datang untuk menghentikan perbuatan-perbuatan kalian yang ahat dan membawa kepala kalian kepada para penduduk di sekitar yang telah kalian rugikan. H!aahahahahah... ketiga !rang itu tertawa" salah satunya yang tertua berkata9 %au b!cah ingusan yang tidak tahu tingginya langit" berani mencari mati di sini...tahukah kau siapa kami+... Han Sian diam sa a sambil terus menatap ta am ke arah mereka. Dengarlah !rang muda" kami adalah Tee-T!k-Sam-%wi" kami adalah salah satu dari 4 &blis Bumi yang sakti. ,rang yang termuda yang meneruskan pen elasan kakaknya dengan suara angkuh sambil berharap pemuda di depannya ini akan kedar dan ciut nyalinya. Tapi kembali dia kecelik. $ah" keistimewaan dari tiga !rang ini memang terletak dari keberadaan mereka yang selalu bersama-sama. (eskipun demikian dalam urutan 4 &blis mereka tetap di hitung satu dan menempati urutan ke empat dalam susunan para iblis tersebut. /amun untuk berharap Han Sian akan takut" maka masih auh dari kata mungkin karena pada dasarnya Han Sian memang belum pernah mendengar nama mereka. Aku tidak tahu dengan nama &blis kalian. Aku hanya ingin membawa kepala kalian sa a. *h" s!mb!ngnya anak ini...+! Berkata demikian" ,rang ke dua di antar mereka segera menyerang Han Sian yang segera di elakkan pemuda itu dengan mengeng!skan tubuh ke samping sambil memapaki pukulan lawan dengan kedua ari yang di luruskan. Dari tangannya keluar berkas pedang

yang terbuat dari asap berwarna merah. &tulah salah satu urus dari Bu-Tek 6hit-%iam-6iang" yaitu Ang-&n-%iam-cu '1alur #edang Awan (erah). Aiaaaaaa..... ,rang kedua dari ketiga iblis tersebut men erit dan segera mel!ntarkan tubuhnya ke belakang. Tak di sangkanya ilmu lawan sedemikian dahsyat. Untung dia cepat menarik tangannya. %alau tidak pastilah sudah men adi k!rban hawa pukulan ta am yang sangat kuat tadi. Serang sama-sama Segera terdengar suara k!mand! dari yang tertua. (aka mulailah mereka mengurung Han Sian dan menyerangnya dengan pukulan andalan mereka yaitu Hui-%ut-T!k-&m-6iang. (alam yang dingin itu" ter adi pertempuran yang dahsyat. Tigapuluh urus telah berlalu" namun se auh itu belum uga ketiga &blis itu dapat mendesak Han Sian. Bahkan ustru pemuda itu yang terus mendesak mereka dengan urus- urus ari pedangnya yang aneh. .ewat lima urus kemudian" tiba-tiba Han Sian mer!bah permainannya. Tangan kirinya tetap memainkan urus Ang-&n-%iam-6u sedangkan tangan kanannya bersilat dengan urus ke dua yaitu H!a- ian-%iam-6u '1alur #edang Seribu Bunga). Dari arinya keluar hawa pedang tanpa u ud yang mengeluarkan bau harum bunga" tapi sangat dahsyat. (enghadapi serangan-serangan tersebut. %etiga !rang ini tak sanggup berbuat banyak. Hingga akhirnya merekapun atuh terpukul. Han Sian tidak berhenti sampai di situ sa a. Sekali dia menggerakkan Thian&n Hui-cu" tubuhnya tiba-tiba lenyap dari pandangan lawan" dan di lain saat terdengar eritan !rang pertama-dan ke dua yang meregang putus nyama mereka dengan kepala terpisah dari badan. #erlahan dia turun ke tanah sambil matanya memandang ta am ke arah !rang ke tiga. ,rang yang di tatapnya itu nampak pucat pasi" akhirnya tanpa dapat di cegah lagi dia ter atuh dengan lutut gemetar ketakutan tanpa dapat bersuara. Hemmn" aku beri kau kesempatan untuk menebus d!samu" bawa kepala ini dengan kedua tanganmu" dan akui semua perbuatan terkutuk kalian" kau hanya b!leh mengerahkan tenaga agar tidak mati dari penganiayaan mereka...&ngat! bilamana aku melihat kau melawan...maka tanganku akan men adi tangan iblis yang akan membuat matimu matimu lebih mengerikan dari kedua saudaramu" mengerti...+ &blis ke tiga itu hanya mengangguk sa a dan melakukan apa yang di perintahkan #emuda sakti di hadapannya ini.

Akhirnya men elang pagi" ,rang ke tiga dari Tee-T!k-Sam-%wi yang sangat terkenal sakti ini ber alan lesu menu u ke arah perkampungan dan mengakui perbuatannya dan saudara-saudaranya. #ara penduduk desa yang menginter!gasinya kemudian mendengar pengakuannya dan ceritanya bahwa dia serta kedua saudaranya di kalahkan !leh se!rang yang bertangan &blis. #ara penduduk kemudian melampiaskan dendam mereka. Dengan tenaganya yang sisa setengah" dia melindungi tubuh bagian dalamnya agar tidak mati. Tapi setiap kali dia mau melawan" matanya menangkap kilatan sinar mata yang mengancam dari auh yang membuat hatinya keder dan takut untuk melawan. Sementara itu Han Sian nampak puas dengan dengan peker aannya. Sambil menikmati udara pagi. Dia merebahkan dirinya di bawah sebuah p!h!n yang rindang. /amun beberapa saat kemudian dia menangkap suara langkah-langkah kecil mendekat. Dia membuka matanya saat langkahlangkah kaki itu tiba di depannya. Tampak gadis cantik yang di t!l!ngnya dari lima !rang di pinggir sungai itu di hadapannya. 0adis itu paling banyak berusia ;< tahun" dan nampak segar. 8alaupun hanya gadis biasa namun kecantikan alamiahnya memang cukup menawan dengan lekuk tubuh yang padat berisi. (aa7 &n-%!ng" saya tahu bahwa budi pert!l!ngan &n-%!ng yang membalaskan sakit hati desa kami sangat besar. Dan saya tahu bahwa !rang yang sakti seperti &n-%!ng pasti uga tidak mengharapkan balasan apa-apa" tapi... 0adis itu terdiam se enak dengan wa ah ragu-ragu dan muka merah... /!na $an" katakanlah" aku tidak akan marah... Be..benarkah &n-%!ng tidak akan marah...+ tandasnya masih ragu-ragu. &ya" aku tidak akan marah. Sahut Han Sian lembut. Dia tidak habis pikir" mengapa gadis ini men adi seperti ini. (mm...kalau saya melakukan sesuatu" apakah &n-%!ng tetap tidak akan marah...+ tanyanya lagi dan kali ini dengan wa ah yang lebih memerah.. Han Sian adi geli hatinya. Segera dia meme amkan matanya" menaruh tangan kirinya di belakang sementara tangan kanannya di angkat se a ar bahu dengan dua ari teracung keatas berbentuk ?.

Benar n!na $an" aku bersumpah bahwa aku sama sekali tidak akan......hmmmmpps.. Tiba-tiba Han Sian tidak dapat melan utkan katakatanya. (atanya terbelalak. Betapa tidak+ Bibir gadis itu sudah menempel dan menyumbat mulutnya. Sesaat dia terke ut" tapi naluri kelaki-lakiannya berbicara lain. Apalagi dia sudah tidak asing lagi dengan hal tersebut. ,t!matis tubuhnya bereaksi memberikan sambutan terhadap tubuh gadis yang nampak pasrah itu. Tangan Han Sian beker a dengan cepat sehingga dalam seke ap sa a tidak satupun pakaian gadis itu yang masih menempel di badan. (aka ter adilah pergumulan yang hangat dari kedua insan yang menikmati nikmatnya permainan cinta. Apalagi tatkala Han Sian (ulai menggerak-gerakkan pinggangnya menekan sesuatu yang keras keluar-masuk dengan kuatnya yang di sambut dengan rintihan-rintihan serta erengan lirih dan nikmat dari $an-*r" sampai akhirnya9 @Aakkkhhhh....!!hhhhh...@ 0adis itu terkulai lemas" tak kuasa menahan lagi ketika pada puncaknya dia merasakan kenikmatan yang amat...amat sangat...ini terus di ulang !leh Han Sian dan berlangsung selama :-> kali. 8aktu berlalu dengan cepat. Hari men elang s!re ketika Han Sian berdiri di pinggir sungai dengan berpakaian lengkap. Di belakangnya gadis itu baru sa a habis membetulkan pakaiannya. &n-%!ng" sekarang apa rencanamu+ Han Sian berbalik dan menghadap pada gadis itu sambil memandang dengan penuh selidik /!na $an" apakah n!na menyesal dengan semua yang telah ter adi+ Akhh" tidak...bisa menyenangkan !rang yang telah men adi pen!l!ngku" ustru sangat menyenangkan hatiku...hanya... sebelum berpisah" b!lehkah aku mengetahui nama &n-%!ng+ (enyelesaikan kalimatnya" $an-*r mengangkat wa ahnya dan memandang dengan tersipu. Han Sian membalas senyuman itu sambil mencubit dagu gadis itu. Dilain saat Tubuhnya sudah melayang menyeberangi sungai itu sampai ke seberang dan lenyap dengan cepat. Tuan...+ $an-er berteriak sambil menatap hampa bayangan pemuda itu. Tapi tiba-tiba terdengar suara yang menggema di telinganya. /amaku Han Sian" Tee-T!k-Sam-%wi menyebutku Tangan iblis" maka biarlah mulai sekarang aku pakai nama itu... perlahan suara itu lenyap.

$an-er tertegun" dengan lirih mulutnya mengulangi nama yang baru sa a sirna dari telinganya9 Tangan &blis...ya...ya...#endekar Asmara Tangan &blis.....#endekar Asmara Tangan &blis... *ntah bagaimana caranya beberapa bulan kemudian" dunia kang-!uw telah mengenal nama ulukan ini sebagai salah satu dari beberapa pendatang muda yang sakti di dunia kang-!uw. Tangan kanan @&blis@ penguasa %im-.i!ng-#ay Beberapa bulan kemudian" seiring dengan mele itnya nama #endekar Asmara Tangan &blis yang sakti" nama yang lain uga mengikuti dengan tidak kalah tenarnya9 #angeran #edang &blis yang memiliki kedahsyatan ilmu pedang yang tidak ada tandingan. %edua nama ini masih dalam bayangan misterius dari dunia persilatan. Tidak elas berada di pihak mana mereka. $ang elas" kaum kang-!uw sama tau bahwa kedua !rang ini tidak se alan dengan 1it-0!at (!-!ng yang mereka takuti. Han Sian ber alan memasuki k!ta 6heng-Du di pr!pinsi Se-6huan. .angkahnya santai" sambil menikmati pemandangan alam yang indah dia kemudian memasuki sebuah rumah makan yang cukup besar dan mengambil tempat duduk di bagian sudut kiri ruangan. /ampak hanya ada enam !rang di situ" termasuk dirinya sendiri" tapi mereka tidak memperhatikannya. Dari sudut itu dia dapat melihat ke seluruh ruangan bahkan sampai ke-luar. Se!rang pelayan" mendekatinya9 Tuan mau makan apa+ Hemm" berikan sa a nasi" sayur asam dan : p!t!ng ayam g!reng. Han Sian membalas tersenyum sambil tangannya menyerahkan p!t!ngan kecil uang perak. Baik tuan" silahkan menunggu... %ata pelayan tersebut kemudian berlalu dari situ. Tak lama kemudian pesanan di antar dan Han Sian makan dengan lahapnya Beberapa saat kemudian nampak bayangan : !rang memasuki rumah makan itu. Tampaknya mereka adalah dua !rang muda-mudi yang baru sa a habis melakukan per alanan auh. Dari wa ah mereka nampak kusut. Sang wanita berusia sekitar ;< tahun dan memiliki wa ah yang amat cantik serta tubuh yang indah dan menggairahkan dengan ba u warna merah muda yang nampak serasi sekali dengan kulitnya yang putih mulus. Sementara yang pria berusia :; tahun dan uga tak kalah gagahnya.

Han Sian mengamati se enak kedua !rang yang menyapu ruangan tersebut dengan pandangan mata menyelidik. %etika sinar matanya berbenturan dengannya" tahulah dia bahwa kedua muda-mudi ini bukanlah !rang lemah" paling tidak mereka memiliki tenaga setara para pendekar-pendekar tingkat satu. namun dia tidak melihat lebih lan ut. %edua !rang itu mengambil tempat tepat : me a di sampingnya dan kebetulan pula sang wanita duduk menghadap ke arahnya. %embali dua mata mereka bertemu. %ali ini sinar kekaguman terpancar dari mata Han Sian" sementara wanita itu hanya tersipu sambil kemudian menunduk-kan mukanya. Setelah memesan makanan pada pelayan yang menyambut mereka" sang gadis berkata dengan suara merdu dan setengah berbisik9 %im-T!ak!" berapa lama lagikah per alanan kita+ Apakah mungkin kita menemukan susi!k Ui-&-.i!ng-1in 'kakek /aga 1ubah %uning) yang kita tidak tahu dimana keberadaannya+ .ian-m!i" kau tenanglah... ika mengandalkan in7!rmasi suhu sebelum beliau mengembuskan na7as terakhir" maka pasti kita akan menemukannya lagi di sekitar pr!pensi Se-6huan ini! %ita harus menemukannya .ian-m!i" hanya dia yang dapat menyelamatkan %im-.i!ng-#ay dari malapetaka dan cengkraman iblis itu #emuda yang di panggil %im-T!ak! itupun membalas dengan suara perlahan. /amun semuanya itu tdk lepas dari telinga Han Sian yang ta am. Sebenarnya tidak ada maksudnya mendengarkan pembicaraan !rang" tapi dasar telinganya yang terlalu ta am" dia tidak dapat berbuat apa-apa selain menguping semuanya. Hatinya tertarik sekali. Siapa yang di maksud &blis tersebut+ Tapi walaupun dia menunggu sampai penasaran" kedua !rang tersebut hanya diam sa a sampai habis makan. Tak lama kemudian selesailah kedua !rang itu makan. Selang se enak merekapun lalu berdiri dan melangkah menu u pintu keluar. Sampai di luar" mereka ber alan cepat mengarah ke pintu gerbang selatan. Setelah melawati pen agaan" kedua !rang muda itu mengembangkan gin-kang mereka dan berlari cepat mengarah ke sebuah hutan yang araknya sekitar ;3 li dari pinggir k!ta. /amun ketika mereka hampir tiba di pinggir hutan" lari mereka terhenti. Di hadapan mereka telah menghadang 4 !rang laki-laki berusia sekitar =3-43an tahun. Berpakaian putih dan memakai ikat kepala berwarna putih dengan

ukiran naga kuning. Di pinggang mereka tampak menggantung sebatang pedang pan ang. %alian sudah cukup auh ber alan" karena itu kalian tidak akan kemanamana lagi... Salah se!rang yang tampaknya adalah pemimpin mereka menegur dengan suara datar. 1un ungan menginginkan kalian pulang untuk menerima hukuman... Se enak kedua !rang muda ini tertegun se enak" tapi mereka uga tidak kaget terhadap kehadiran 4 !rang ini. Hanya yang membuat mereka tidak habis pikir ialah perkataan un ungan yang baru sa a mereka dengarkan. H!k-Tancu" apa maksudmu...+ (enegas suara pemuda bernama itu. Hem...%im Tin .ee" kau tahu maksud kami" mulai sekarang %im-.i!ng-#ay akan men adi lebih kuat dengan adanya un ungan kita yang sakti itu...apakah kau mengerti+ ,rang yang di panggil H!k-tancu membalas" tetap dengan suara datar. Bangsat... adi inikah hasil kesetiaan kalian selama ini terhadap suhu yang sudah men!l!ng dan mengangkat kalian dari kesengsaraan...Baik" hari ini aku" %im Tin .ee akan adu iwa untuk membasmi kalian... Berkata demikian" dengan wa ah yang penuh amarah" dia mencabut pedangnya dan langsung mener ang ke arah H!k-tancu dengan dahsyat. Di lain saat dia telah memainkan %im-.i!ng-%iam-Sut. H!k-tancu melentingkan tubuh ke belakang sambil mencabut pedangnya" dan bersiap dalam p!sisi menunggu dalam kuda-kuda yang k!k!h. Di lain saat mereka telah bergebrak dengan hebat. Ternyata keduanya memiliki dasar ilmu yang sama. Sementara itu sang gadis yang melihat rekannya sudah bergebrak" segera pula mencabut pedangnya dan menyerang penghadang yang lain tak kalah sebetnya. Setelah dua puluh urus tampak H!k-Tancu mulai terdesak hebat. %etiga rekan lain yang masih men!nt!n dari tadi saling pandang dan di lain saat mereka telah bergerak membantu. Satu membantu H!k-Tancu sedang yang dua membantu mengerubut si gadis tersebut. Tampak bahwa memang mereka mau segera menangkap si gadis hiduphidup. Hal ini bukannya tidak di sadari uga !leh %im Tin .ee" hanya sa a dia tidak dapat berbuat apa-apa untuk menyelamatkan dirinya. Apa lagi saat dia melihat si gadis yang beberapa kali mengeluarkan suara men erit kecil ketika ba unya mulai r!bek sana-sini sehingga mengganggu perhatiannya sehingga permainan pedangnya men adi kacau.

Dengan nekat" akhirnya %im Tin .ee memekik nyaring" tubuhnya melesat ke atas setinggi tiga t!mbak" pedangnya di gerakkan dengan < kali serangan beruntun yang mematikan di tubuh lawan. Serangan ini ganas" namun hakikatnya ia tidak memperdulikan nyawa lagi karena urus ini menyerang tanpa bertahan. &nilah urus Sin-li!ng-chit-kiam 'Tu uh pedang naga sakti) yang ampuh. H!k-Tancu dan rekannya yang terke ut melihat ini" mereka tahu lawan mau adu iwa. Akan tetapi mereka mengenal urus itu dan tau kedahsyatannya maka segera mereka mel!mpat auh ke belakang sambil bersiap untuk membalas dengan urus andalan. /amun mereka segera kehilangan lawannya karena waktu yang sempit itu tidak di sia-siakan !leh Tin .ee. .ian m!i" kau larilah... angan membantah...nanti kau balaskan sakit hati ini... (ati-matian Tin .ee mengemp!s segenap tenaga menyerang ketiga penger!y!k yang menger!y!k gadis itu. 8a ah gadis itu pucat" dia memandang dengan penuh rasa terima kasih...namun dia uga sadar bahwa mereka tidak akan bertahan ika terus melawan. Segera diapun memutar pedangnya. Setelah ada peluang sedikit" sambil menahan sakit akibat beberapa luka di tubuhnya" dia mel!ncat dan berlari masuk ke dalam hutan. T!ak!...hati-hati... H!k-Tancu marah melihat hal ini" segera dia bermaksud menge ar" tapi niatnya urung karena di hadapannya tahu-tahu berde-ing empat peluru besi yang mengarah ke alan darah mematikan di tubuh mereka berdua. &tulah peluru naga yang men adi andalan %im-li!ng-pay yang di sambitkan Tin .ee. Tangannya bergerak cepat memapaki peluru tersebut dengan pedangnya. TRAAA/00... TAA%%.. peluru-peluru itu runtuh ke tanah" tapi H!k-Tancu dan rekannya terke ut. (ereka merasakan suatu tenaga yang amat kuat yang membentur pedang mereka sehingga mematahkan pedang. (ereka tidak habis pikir" kalau berdsarkan tenaga yang di miliki Tin .ee" mustahil mematahkan pedang mereka. Se enak dia men!leh ke kanan-kiri" namun tetap tidak menemukan apa-apa. Bekuk dia... perintah H!k-Tancu dengan marah walau masih dengan hati was-was. %e empat !rang itu segera menger!y!k Tin .ee" sedang H!kTancu berlari menge ar ke arah sang gadis ke dalam hutan. Sampi lama H!k-Tancu menge ar ke dalam hutan" tapi dia heran" kemana menghilangnya gadis itu. Sementara dia celingukan kesana-kemari" tiba-tiba di lihatnya bekas pukulan telapak tangan yang melesak masuk sedalam >

inchi pada sebuah batu besar di sampingnya. 1elas sekali" tanda yang melakukannya adalah !rang yang bertenaga dalam tinggi sekali. Sementara di samping cap tangan ini ada tulisan pendek 1angan ganggu gadis itu atau kalian mati!...Tangan &blis Tak berapa lama kemudian ke empat rekannya sudah mengikutinya. Rupanya mereka telah berhasil membekuk %im Tin .ee. Bagaimana...+ Tanya mereka pada H!k-Tancu... H!k-tancu hanya memandangi mereka dengan tatapan penasaran sambil menun uk cap tangan di batu tersebut yang di sambut dengan reaksi terke ut !leh rekan-rekannya. /amun mereka tidak berani gegabah. Sementara mereka termanggu tidak tahu harus berbuat apa" tiba-tiba... 1DAAAAAARRRRR..... Debu mengepul ke atas" dan batu yang terdapat cap tangan tersebut hancur berantakan. Di lain saat di hadapan mereka telah berdiri se!rang laki-laki tinggi kurus ber ubah merah yang menatap mereka dengan sinar mata yang ta am. (elihat !rang ini" serentak kelima !rang itu hendak men atuhkan diri bertelut tapi segara terdengar suara dingin" menyeramkan" Dimana mereka...+ Segera H!k-Tancu menun uk ke kiri dan di lain saat laki-laki itu melesat lenyap dengan cepat.

Apakah yang telah ter adi+ (udah di duga" bahwa gadis yang telah terluka itu bertemu dengan Han Sian. Sebenarnya sudah lama Han Sian menguntit mereka karena tertarik !leh pembicaraan mereka. Dia uga yang membantu gadis itu dengan sambitan dua pasir kecil yang mematahkan pedang H!kTancu dan rekannya. Han Sian menatap gadis tersebut dengan kagum. 0adis ini memang cantik elita" tak kalah cantiknya dengan 6u &n .an yang ada dalam ingatannya. /!na" sebenarnya apakah yang ter adi+...mengapa engkau sampai bentr!k dengan !rang-!rang %im-.i!ng-#ay tersebut+... 0adis itu mengangkat wa ahnya yang cantik sambil menatap pemuda di depannya ini. Dia belum sempat menanyakan siapa pemuda ini dan ada apa dia mau men!l!ng.

Saat dia sedang berlari cepat" tiba-tiba dia di ku utkan !leh suara perlahan di telinganya /!na perlahan..engkau tak perlu lari...aku sudah menghalangilangkah mereka... Segera dia membalikkan tubuh dan dia terke ut karena di hadapannya telah berdiri se!rang pemuda berpakaian sederhana sambil tersenyum. Sebelum dia berbuat apa-apa" pemuda itu mendekati sebuah batu besar dan menekankan telapak tangannya yang melesak : inchi lebih. Tahulah dia bahwa pemuda ini berilmu tinggi. Dengan penuh keraguan dia hanya menatap sa a. Han San mengerti" maa7" kau mungkin bertanya kenapa aku membantumu bukan+ 0adis itu mengangguk perlahan." segera Han Sian melan utkan" Sebenarnya" aku tertarik mendengar pembicaraan kalian saat kau menyebut nama Ui-&-.i!ng- in" karena aku mengenal beliau dengan baik... (ata 0adis itu berbinar. (ulai timbul rasa kepercayaannya pada pemuda ini" namun begitu hanya sinar matanya yang menun ukkan perasaan berterima kasih ini. baru sa a dia hendak mengatakan sesuatu" tiba-tiba di lihatnya tangan pemuda itu di taruh di bibir dan memberi isyarat padanya untuk berdiam. Hehehee...ehh...." hebat kau anak muda" bisa mengetahui keberadaanku... Terdengar suara yang de sertai pengerahan tenaga dalam tinggi yang sempurna menggema memekakkan telinga. Dalam seke ab" muncullah se!rang laki-laki tinggi kurus yang ber ubah merah. Umurnya sekitar 43-an tahun. 8a ahnya masih kelihatan gagah" namun yang aneh adalah mata kanannya yang cacat sehingga hanya kelihatan putihnya sa a. Suaranya dingin dan kaku" ,rang muda" kau berperkara dengan kami" apa kau pikir bisa kabur seenaknya sa a dari tangan kami+... Dengan tenang Han Sian menatap !rang itu. (aa7" l!-cianpwe" aku tak mengerti maksud anda" apa perbuatanku melindungi n!na ini yang kau anggap berperkara dengan g!l!ngan kalian+ Huh" gadis itu adalah buruan ketua kami...kau harus menyerahkan padaku untuk di bawa" kalau tidak... Hemnn" kalau tidak apa... balas Han Sian. (atanya sudah mulai bersinar ta am penuh kemarahan. Dia adalah enis !rang yang paling tidak suka di ancam" dan !rang ini sepertinya belum sadar kalau awabannya nanti akan menentukan akhir hidupnya. %alau tidak" maka kau pasti mati...

Baik" ku beri kesempatan kau menyerang tiga urus" dan kalau kau tidak berhasil" kepalamu akan ku ratakan dengan alan... Suara Han Sian mulai terdengar dingin" sinar matanya berkilat. S!mb!ng...kau belum tahu siapa aku... berkata demikian !rang itu ber alan perlahan ke depan sambil tangannya mend!r!ng dada Han Sian. Tampaknya dia masih memandang enteng. Duukkk...*hh..+ .aki-laki itu terke ut bukan kepalang. D!r!ngannya adalah pukulan dengan pengerahan enam bagian bagian tenaganya" tapi pemuda itu tidak bergeming sedikitpun. Dua kali lagi...harap pergunakan sebaik-baiknya... Dia mendengus marah" dan seke ap kemudian tangannya sampai ke siku telah berubah kepucat-pucatan dan berbau harum" itulah ilmu #ek-Siangt!k-ciang atau #ukulan Racun 8angi #utih. Rasakan kehebatan T!k-ciang Sin-m!... Sekali membentak" tubuhnya meluncur ke depan sambil memukul dengan hawa pukulan di sertai pengerahan tenaga delapan bagian. /amun Han Sian hanya diam sa a. Rupanya dia tahu bahwa ini hanya pancingan sa a. Dan benar" dilain saat tubuh T!k-ciang Sin-m! telah berada di belakangnya dengan memukul sekuatnya. Awass!!!......BHUUU%% Seruan khawatir dari gadis itu terdengar bersamaan dengan pukulan yang dahsyat mengenai punggung pemuda itu. /amun yang ter adi sungguh di luar dugaan. #emuda itu tetap terdiam tak bergeming" ustru lawannya yang tergentak lima langkah ke belakang. *h...!rang muda siapakah kau+ T!k-ciang sin-m! kaget sekali. Dia adalah t!k!h besar yang sudah puluhan tahun malang-melintang di dunia kang-!uw hampir tanpa tandingan. Tapi kali ini delapan bagian tenaganya tidak dapat mengg!yahkan se!rang pemuda bau kencur di hadapannya. Diapun bukan !rang b!d!h. Tahu berhadapan dengan !rang pandai" segera dia mengerahkan tenaga sepenuhnya dan memainkan ilmu t!k-ciangnya. (elihat !rang mulai serius" Han Sian segera mengerahkan tenaga %ui-Sian &-Sin-%angnya sampai ke tahap awan yang membuat semua pukulan lawan seperti menembus tubuhnya tanpa penghalang. T!k-ciang sin-m! terke ut setengah mati. #ukulannya seperti tembus. Se!lah-!lah dia hanya memukul memukul bayangan. .ewat tiga urus" dia melihat tangan pemuda itu bergerak aneh dan sangat cepat" tahu-tahu dia rasakan seluruh tenaganya amblas dan di lain saat di sudah atuh terduduk

di tanah tanpa tenaga sama sekali dengan kedua sambungan pundak dan sambungan kaki hancur. #end...pendekar Asmara...Tangan &blis....aakhh... keluhnya dengan suara tertahan dan na7as putus-putus. Sesaat kemudian tubuhnya menge ang kaku dengan na7as putus. 0adis yang dari tadi menyakskan pertarungan tersebut hanya termangu sa a. %e adian yang baru s a dia lihat sungguh sangt aneh. Dia tahu !rang berpakaian merah itu adalah se!rang yang sangat sakti" salah satu dari : tangan kanan iblis yang sedang menguasai perguruannya. /!na...+ apa kau baik-baik sa a....+ Han Sian bertanya perlahan" saat melihat gadis itu hanya termenung. Thian-.i!ng 6ap-sha-yang-kiam-sut 0adis itu tersentak dari lamunannya. Se enak dia menatap Han Sian dengan ta am. Sesaat kemudian dia tersenyum dan berdiri. Benarkah yang di katakan &blis itu tentang mu+ Bahwa...bahwa kau adalah...adalah... Suaranya agak ragu. ...#endekar itu+... Han Sian menatap gadis itu se enak kemudian membalas9 Akhh...itu hanyalah suatu nama pemberian !rang...*e...eehh+! Han Sian terke ut dan tidak melan utkan kata-katanya karena gadis itu tibatiba sa a men atuhkan diri di hadapannya dengan wa ah yang terlihat sedih. *h.. n!na ada apakah+ Aku Sim H!ng .ian" murid ke tiga dari suhu &t-0an %im-.i!ng '/aga *mas Bermata Satu) yang men adi ketua %im-li!ng-#ay. Dia terdiam se enak sambil menarik na7as pan ang kemudian melan utkan dengan perlahan....%im-.i!ng-#ay kami hidup damai dan selalu tertutup dari dunia luar. Tapi satu bulan terakhir ini telah muncul se!rang &blis yang sangat sakti yang mengambil alih %im-.i!ng-#ay. Bahkan suhupun tak kuat menandinginya dan di kalahkan hanya dalam lima urus sa a. ,rang yang baru mati ini adalah salah satu dari tangan kanannya yang sangat sakti... Han Sian tertarik Siapakah &blis yang kau maksudkan itu+... Di %ami tidak tahu namanya" dia datang bersama dengan se!rang wanita cantik

Saat itu mulai men elang s!re" Han Sian menawarkan untuk mengantarkan H!ng .ian menemui Ui-& .i!ng-1in yang kemudian di sambut baik !leh sang gadis. Berapa auhkah waktu yang di butuhkan untuk tiba di tempat Ui-.i!ng susi!kku itu+ %alau kita berangkat sekarang dengan kuda" akan tiba men elang pagi... Sahut Han Sian men elaskan dengan tenang. Ahk...adakah cara yang lebih cepat+... (ungkin bisa kurang dari tiga am...tapi...+ Han Sian agak ragu mukanya memerah karena engah. %alau begitu" kita tempuh sa a cara itu" dan sekali lagi aku mengucapkan terima kasih atas kebaikanmu... H!ng .ian berdiri sambil tersenyum senang. %embali hendak di lan utkan perkataannya tapi matanya kemudian di kernyitkan saat melihat pemuda itu diam sa a dengan muka merah. *h" kau mengapakah+... Ahh" tidak ...hanya...hanya sa a kalau mau mempercepat waktu" artinya aku harus menggend!ngmu+ Han Sian risih" namun tetap di tatapnya gadis cantik di depannya ini dengan tatapan ragu-ragu sambil menunggu reaksi si gadis. Sesaat kemudian gadis itu menunduk malu" tapi suaranya keluar perlahan" hampir tidak terdengar. Hemm...kalau memang hanya itu" terserah" aku...aku menurut sa a" tapi bagaimana dengan suhengku+ Apa kau uga melihatnya+ H!ng .ian men awab terbata-bata sambil mengalihkan t!pik pembicaraannya pada hal yang lain. /amun sesungguhnya hatinyapun bergetar tidak karuan. $a" aku melihatnya" dia memang terluka namun masih dapat bertahan...biar ku teng!k dia sebentar" kau tunggulah... Belum habis gema suaranya" tibatiba !rangnya sudah lenyap dalam seke ap. H!ng .ian terke ut dan mel!ng!k ke kanan-kiri untuk mencari bayangan pemuda itu. Tak lama kemudian" dalam dua kali tarikan na7as sa a" tubuh yang tadinya lenyap sudah muncul seperti asap sa a di depannya. Sudah ku cari dalam radius :33 kaki tapi tidak ada. %u pikir dia akan baikbaik sa a karena ada !rang pandai yang men!l!ngnya. Aku hanya menemukan kelima mayat penger!y!knya mati dengan tubuh terkena pukulan bertenaga dalam tinggi. Han Sian memberitahukan hasil penelitiannya dalam dua kali tarikan na7as tersebut.

H!ng .ian hanya menatapnya dengan tatapan setengah tak percaya" tapi uga setengah kagum. Baiklah" sem!ga dia tidak apa-apa" kalau begitu marilah kita pergi menemui susi!kku dulu. (eski mulutnya berkata demikian namun t!h hatinya gundah uga memikirkan keadaan suhengnya itu. /amun segera di kuatkan hatinya. Baiklah" kalau itu kemauanmu n!na" marilah... Berkata demikian" tangan Han Sian terulur merangkul pinggang gadis itu dan di lain saat tubuhnya berkelebat cepat bagaikan hembusan angin dengan ilmu Thian-&n Hui-cunya atau Terbang (enunggang Awan .angit. 555 .i!ng-k!k-san" adalah sebuah tempat yang indah dengan pemandangan alamnya. Tidak ada lain yang membuat tempat ini unik selain bentuknya yang meman ang seperti naga yang sedang tidur. #uncaknya yang tinggi selalu di tutupi !leh kabut" meskipun di siang hari sehingga men adikan tempat tersebut men adi istimewa. Se!rang kakek tua berambut putih pan ang di biarkan riap-riapan nampak sedang duduk bersila di atas sebuah batu. 8a ahnya masih tampak gagah walaupun usianya sudah mendekati 23-an. Sinar matanya menc!r!ng ta am menandakan tenaga dalamnya sudah amat tinggi. Di tangan kakek itu memegang sebuah pedang pendek tipis yang gagangnya terbuat dari emas berbentuk kepala naga. %akek ini bukan lain adalah Ui-& .i!ng-1in" penghuni puncak naga ini. Selama bertahun-tahun memang hanya ada satu atau dua !rang yang mengetahui tempat persembunyian manusia sakti ini. Bahkan sutenya sendiri &t-0an %im-.i!ng" tidak tahu kalau selama ini" sudah 4 tahun" dia menetap di .i!ng-k!k-san tersebut. &tu lah yang menyebabkan sampai sebegitu auh mencari" tetap Sim H!ng .ian dan suhengnya tidak dapat menemukan kakek tersebut. %akek itu menggerak-gerakkan tangannya dengan gerakan lambat sa a" tapi anehnya u ung pedangnya terlihat berkelebat amat cepatnya tanpa suara" tanpa meninggalkan bayangan dan menusuk" membabat ke segala arah. %adang-kadang tenaganya seperti mengurung dan membet!t lawan dari segala pen uru" tapi kadang uga berubah dari u ung pedang keluar tenaga yang mendesak untuk memecah tenaga lawan ke segala pen uru. &nilah ilmu pedang ciptaannya yang di beri nama Thian-.i!ng 6ap-sha-yangkiam-sut '&lmu #edang Tiga belas Titisan /aga .angit) yang dahsyat. &lmu ini adalah hasil keyakinannya selama bertahun-tahun merantau di sekitar pegunungan Himalaya dan Thai-san.

Saat kakek ini mulai memasuki puncak pengerahan ilmunya" tiba-tiba terdengar suara perlahan berbisik kuat di telinganya. Ah" Ui-l!cianpwe" belum pernah ku lihat ilmu ini...biarlah ku menc!banya... %akek itu terke ut karena belum habis gema suara hilang dari telingannya" bagaikan asap sa a" di depannya telah muncul se!rang pemuda tampan yang masih muda yang mulai membalas menyerangnya dengan sentilansentilan sepuluh tenaga ari pedang yang halus" ta am dan amat kuatnya. Dia kenal siapa pemuda tersebut mereka bertemu karena sedah beberapa kali pemuda itu datang berkun ung. Dia tau pemuda ini memiliki &lmu sakti tapi mereka memang belum pernah bergebrak satu-dua urus sebelumnya. %ini menyaksikan pemuda itu dapat seenaknya mener!b!s ke dalam lingkaran hawa pedangnya yang dahsyat tanpa terluka" bahkan dari serangan yang di lancarkannya dia tahu tenaga pemuda itu tidak berada di bawahnya" kakek tersebut adi bersemangat. Dia segera memutar pedangnya tanpa ragu lagi. Hahaha...Sian-sicu" tiada nyana kau punya ilmu sehebat ini+ (ari-mari layani l!hu bermain-main sebentar... Akhh...segala urus tusuk arum begini mana b!leh di banggakan" m!h!n kemurahan Ui-l!cianpwe untuk tidak menurunkan tangan keras... han Sian membalas kalem sambil tangannya memainkan Bu-Tek 6hit-%iam-ciang. Hawa pedang dari ke sepuluh arinya bergantian menyerang tak kalah hebatnya mendesak permainan pedang lawan" sementara pengerahan tenaganya menciptakan medan tenaga yang membungkus mereka berdua sehingga tidak ada hawa pedang yang nyasar. Hebat sekali akibat yang di hasilkan !leh pertarungan ke dua t!k!h k!sen ini. Sekilas nampak mereka seperti sedang bertarung dalam sebuah bal!n kasat mata. Hawa pukulan mereka yang ta am membentuk lingkaran yang hanya memantul di sekeliling mereka tanpa menyebar ke luar arena. %eadaan ini sangat berbahaya karena keduanya tidak hanya harus men aga ancaman serangan dari depan" tapi uga pantulan tenaga dalam yang di pantulkan !leh dinding kasat mata di sekeliling mereka. .ewat limapuluh urus" keadaan yang tadinya sama kuat" mulai berubah. Ui& .i!ng-1in mulai berkeringat. #erlahan tapi pasti" mulai terlihat siapa yang lebih unggul. Han Sian sendiri tidak terlalu kesulitan. Se auh ini dia baru mengerahkan <3 persen tenaganya dan memainkan Bu-Tek 6hit-%iam-ciang sampai empat urus berturut-turut" yaitu urus- urus9 Ang-&n-%iam-6u '1alur #edang Awan (erah)" H!a- ian-%iam-6u '1alur #edang Seribu Bunga)" Suiciam-kiam-cu ' alur #edang 1arum Air) dan H!ng-.ui-%iam-cu ' alur #edang Angin #etir) namun akhirnya kakek di depannya ini hampir tidak kuat menahannya. Segera dia mengendurkan serangan dan menarik perlahan

medan tenaga yang menahan hawa pedang mereka sehingga tidak menyebar. %emudian sambil membentak keras" dia mel!mpat mundur sambil men ura. Ui-l!cianpwe" maa7kan kekurang a aran siauetee... %akek itu mengatur peredaran darahnya sehingga tenang kembali. Hatinya terke ut bukan main. Tadinya dia sangat membanggakan kehebatan ilmunya karena selama ini belum pernah menemukan tandingannya. Bahkan dengan pengalamannya selama ini" membuat dia bisa berandeng bersama dalam kel!mp!k enam Su-Sian-6u '*mpat Dewa) yang sangat sakti" dan meski lima iblis dan empat partai sesatpun tidak akan dapat berbuat banyak terhadapnya. Tapi anak muda di depannya ini membuka lebar-lebar matanya. Ternyata di atas langit-masih ada langit. Han Sian tahu kegundahan hati !rang" segera dia c!ba menghibur. Ui-l!cianpwe" sesungguhnya semua ilmu-ilmu dahsyat yang siauwte pela ari ini semua adalah peninggalan dari para manusia dewa yang telah hilang 433 tahun yang lalu... han Sian lalu menyebutkan tiga nama t!k!h yang membuat Ui-.i!ng Sian-1in terke ut setengah mati. %arena nama-nama seperti Dewa Tidur" Dewi Seribu #edang dan Dewa #enyangga langit adalah t!k!h-t!k!h legenda yang ada bagaikan d!ngeng se ak dia kecil. 8ah...wah...wah...pantas sa a kalau begitu. Sesungguhnya kau sangat beruntung Sian-sicu karena semuda ini sudah mewarisi ilmu-ilmu yang dahsyat seperti itu. 8ah bakal rame dunia persilatan nanti kalau ada !rang!rang muda seperti engkau Setelah berkata demikian" kakek itu mengalihkan pandangannya dengan penuh selidik ke arah gadis yang se ak tadi berdiri tak auh dari mereka berdua. Ahh" Ui-.!cianpwe" n!na itu adalah murid kep!nakanmu" dia murid dari mendiang l!cianpwe &t-0an %im-.i!ng... (endiang...+++ %akek itu terke ut. Tak kuasa H!ng .ian menahan air matanya dan sesaat kemudian dia sudah men atuhkan diri di hadapan susi!knya itu sambil sesegukan sedih. #erlahan Ui-& .i!ng-1in mengangkat bahu gadis itu. 6eritakanlah semua yang kau ketahui. H!ng .ian menenangkan dirinya dan kembali secara singkat dan elas" dia menceritakan semua yang ter adi kepada susi!knya itu. Tentang pengambil

alihan manusia iblis yang sangat sakti" dan semua kisah per alanannya sampai dia bertemu dengan Han Sian yang menyelamatkannya. Hemmn...tahukah kau siapa &blis tersebut+ Tidak tahu 0adis itu menggelang kepala. %ami hanya tahu bahwa dia mahir menggunakan pedang.. Setelah mendengar semua cerita itu" sang kakek terdiam. Agak lama akhirnya dia menarik na7as pan ang. Sebenarnya sudah sepuluh tahun ini meninggalkan segala urusan-urusan dunia seperti ini... matanya menerawang auh ke depan. Han Sian melihat kegundahan hati si !rang tua. Dia lalu berkata perlahan dengan ilmu mengirimkan suara arak auh. Ui-l!cianpwe" ika kau dapat melatih dan mewariskan ilmumu pada n!na ini" masakan dia mudah di permainkan lagi.... %akek itu mengangguk-angguk kemudian menatap H!ng .ian. Aku sudah ber an i untuk tidak turun gunung. S!al masalah %im-.i!ng-#ay" rasanya bila Sian-sicu sudah menyanggupi" pasti tidak akan ada halangan lagi. Bagaimana Sian-sicu+ Apakah ide ini kurang bi aksana+ Han Sian hanya tersenyum. %akek itu kembali melan utkan dengan suara tegas. Sedangkan kau" kau hanya b!leh tinggal selama satu tahun di tempat ini untuk mewarisi ilmu-ilmuku" apa kau sanggup+ Tanpa terasa berlinang air mata si gadis. Terserah susi!k sa a" H!ng .ian hnya menurut sa a. Demikianlah se ak saat itu H!ng .ian tinggal di .i!ng-k!k-sian mulai mempela ari ilmu-ilmu kakek gurunya dengan tekun. Ui-& .i!ng- in uga tidak tanggung-tanggung menurunkan ilmunya" bahkan uga membantu dengan penyaluran tenaga dalam ke tubuh gadis itu. Sementara Han Sian hanya satu minggu sa a tinggal di .i!ng-k!k-san. Selama itu hubungannya dengan H!ng-.ian makin akrab dan manis. Dia uga membantu gadis itu dengan membuka semua peredaran darahnya dengan penyaluran tenaga &nti #etir murni seperti yang dia lakukan pada 6u &n .an dulu. Dan ini sangat berguna bagi H!ng-.ian kelak. Setelah genap satu minggu" akhirnya dengan berat hati" H!ng-.ian melepas kepergian Han Sian.

Sian-%!k!...hati-hatilah... /ampak matanya setengah mengambang dengan air mata. Sesungguhnya hatinya sudah terpaut pada pemuda ini. 6uma tetap masih sukar baginya untuk mengungkapkan secara berterang karena selama ini Han Sian uga tidak pernah mengatakan perasaan hatinya. Hanya sa a sikap pemuda itu padanya sangat baik dan uga mesra. Han Sian uga bukanlah !rang b!d!h. Dia tahu gadis ini sangat perhatian padanya. *ntah kenapa" diapun merasakan bahwa perasaan yang dia miliki kepada gadis ini sama hangatnya seperti yang dia miliki pada 6u &n .an" gadis yang dia tidak tahu di mana sekarang. Di bawah cahaya rembulan malam itu" dia melihat wa ah gadis itu sangat cantik sekali dengan kulit putih mulus dan tubuh langsing dan padat menggairahkan. #erlahan" namun pasti" tangannya terulur pada pinggang sang gadis dan di lain saat tubuh mereka saling mendekap erat dengan bibir berciuman mesra. Sementara bibir mereka saling memagut hangat" tangan Han Sian meremastubuh gadis itu di bagian pinggul" pinggang sampai ke buah dada yang padat kencang itu. Reaksi H!ng .ian uga tak kalau serunya. Di samping merangkul dengan pasrah" dari mulutnya tak henti mengeluarkan erengan man a. /amun situasi seperti itu tidak berlangsung lama. Han Sian segera menyadari keadaannya. S!ntak dia melepaskan rangkulannya dan mel!mpat mundur. Dia melihat keadaan gadis itu dengan pakaian yang nyaris terbuka. Hatinya menyesal sekali. *hh" kau...kau kenapakah Sian-k!k!+... Akhhh....ian-m!i" maa7kan aku...aku tak bermaksud untuk tidak mengh!rmatimu... 0adis itu memandang dengan mata penuh selidik. Aihhh" Sian-k!k!" engkau tidak sedang mempermainkanku bukan...+ Tidak-tidak" sungguh" aku sangat menyesal melakukan ini padamu...karena aku mengh!rmatimu dan...dan... uga menyukaimu Han Sian tergagap men awabnya. Tatapan gadis itu men adi lembut kembali. #erlahan dia merapikan ba unya sambil berguman kepada diri sendiri. Ahh" aneh...se!rang #endekar Asmara yang alim... Hemnn...kau benar .ian-m!i" aku memang #endekar Asmara yang alim pada gadis manis sepertimu... selesai berkata demikian tubuhnya kembali

mendekat dengan cepat dan di lain saat sudah mengecup bibir gadis itu sambil kemudian berkelebat pergi. Sampai umpa lagi .ian-(!i... H!ng .ian masih berdiri kaku" seperti tidak sadar. #erlahan kemudian dia sadar dari lamunannya tatkala terdengar suara susi!knya memanggil. --Han Sian berkelebat cepat. Dia telah mendapat in7!rmasi yang elas dari H!ng .ian tentang %im-.i!ng-#ay dan sekarang dia sedang menu u ke tempat itu. Setelah menempuh per alanan selama dua hari" akhirnya dia mendekati sebuah telaga yang men adi markas partai tersebut. %eadaan telaga itu sangat unik. Di tengah-tengahnya di kelilingi hutan yang sangat lebat sehingga tidak mudah untuk menyelidiki tempat itu. Airnya yang berwarna kuning pekat membuat telaga itu di sebut Telaga /aga %uning. Tidak ada alan lain untuk ke tempat itu selain menggunakan perahu. Dan tentu sa a semua yang menggunakan perahu akan sangat mudah terdeteksi !leh para pen aga di seberang telaga tersebut. Han Sian menunggu cuaca mulai men elang malam sehingga tidak mudah terdeteksi. Dia tahu bahwa tempat seperti ini pasti banyak pen aganya. Segera ia mengerahkan Thian-in Hui-cunya. Tubuhnya melesat ke udara dengan kecepatan yang sulit di ikuti mata biasa. Setelah di udara" tangannya di pukulkan ke udara sehingga membentuk awan tebal sebesar tubuh !rang dewasa. Saat kakinya hinggap di awan dan menutuk" kembali tubuhnya melesat cepat dan mendarat manis di atas sebuah p!h!n tinggi di seberang telaga itu. Ada banya pen aga yang men aga" tapi satupun tak ada yang melihat kedatangannya. Bahkan menyadarinyapun tidak. Tempat itu sangat luas. Han Sian berkelebat sangat cepat sehingga para pen aga hanya mengira itu burung walet yang sedang terbang. Setelah sekian lama" akhirnya tibalah Han Sian di bagian belakang dari markas %im-.i!ng-#ay tersebut. Tempat itu agaknya hanya di aga !leh satu dua !rang sa a dan mirip sebuah taman yang indah.yang di hiasi dengan lampi!n-lampi!n berbentuk naga. Dari atas sebuah p!h!n" mata Han Sian yang ta am melihat bayangan se!rang wanita yang bertubuh indah sedang duduk sendiri di pinggi sebuah k!lam ikan. 8a ahnya belum terlalu elas karena gadis tersebut sedang menunduk. /amun ketika dia memperhatikan terus" dia sangat terke ut" Di pinggang gadis itu mengenakan ikat pinggang putih yang di u ungnya di gantungi sebuah stempel kecil yang berukiran Sian.

Dia sangat kenal dengan stempel dan uga ikan pinggang putih tersebut" karena kedua benda itu adalah hadiahnya pada sese!rang dua tahun yang lalu. Setelah memandang kekanan-kekiri untuk memastikan situasi. Tangannya bergerak ke arah tiga !rang pen aga yang dia lihat sedang bersembunyi. Dilain saat mereka semua kaku tanpa mengeluarkan suara. Tubuhnya kemudian berkelebat di belakang gadis itu. .an-m!iii...+++ %ui-Sian &-sin-kang ?S Tee-m!-kiam-sut 0adis itu tersentak dan membalikkan wa ahnya sambil menatap !rang yang bersuara memanggil namanya. (atanya yang indah terbaliak kaget hampirhampir tak percaya. $a" wa ah ini adalah wa ah yang dirindukannya siang dan malam. 8a ah yang tak pernah hilang dari ingatannya" yang memacu semangatnya untuk berlatih siang malam tanpa henti. Si..sian k!-k!" kau...kaukah itu+ tanyanya dengan suara tergagap. Dengan tersenyum Han Sian mengangguk. Akh" ternyata gadis ini tidak melupakannya. Benar .an-m!i...ini aku" Han Sian...Bagaimanakah kabarmu akhir-akhir ini+ perlahan dia melangkah ma u mendekati gadis itu. &n .an uga melangkah ma u perlahan" tapi tiba-tiba keningnya di kernyitkan. Dia seperti teringat sesuatu dan itu membuat wa ahnya berubah pucat ketakutan.. Sian-k!k!" mau apakah kau kemari" tempat ini sangat berbahaya...+ serunya perlahan sambil kepalanya meleng!k kekanan-kekiri dengan waspada. Han Sian melihat kekhawatiran sang gadis" maka dia tersenyum dan berkata meyakinkan9 .an-m!i...kau sudah mengetahui siapa aku...mengapakah kau masih khawatir" ika ada bahaya" maka aku akan melindungimu... 0adis itu melengak" akh..benar...mengapa dia hampir lupa. #emuda di depannya ini memiliki ilmu yang amat tinggi. (engingat hal ini hatinya adi sedikit tenang. .an-m!i" aku sedang menyelidiki tentang se!rang manusia iblis yang mengganggu ketenangan" tak sangka bertemu denganmu di tempat ini" baikbaikkah kau+... Han Sian bertanya sambil memandang gadis itu dengan penuh selidik.

Sian-k!k!" aku...aku sebenarnya malu meminta pert!l!nganmu" tapi bawalah aku pergi dari sini sekarang uga..nanti aku akan men elaskannya padamu ika kita sudah auh dari tempat ini...b!lehkah+ Suara gadis itu setengah mem!h!n. (endengar perm!h!nan gadis itu" Han Sian adi curiga dengan keadaan di sekelilingnya. Apalagi ketika dia merasakan suasana di sekelilingnya berubah kelam dengan cepat. Tempat itu seakan-akan di kelilingi hawa magis yang amat kuat dan menyesakkan pergerakkannya. Dilihatnya 6u &n .an masih terus menatapnya dengan tatapan penuh perm!h!nan. Tampaknya dia tidak terpengaruh !leh perubahan situasi itu. Tak ayal lagi" segera dia kerahkan tenaga murninya yang di lambari dengan #at -Sian-Sin-H!at-sut untuk menandingi ilmu hitam yang menyerangnya. Segera keadaan kembali n!rmal seperti sedia kala. Dia membalikkan tubuhnya mengarah ke arah samping kiri telaga. S!bat" keluarlah...kau tak perlu bersembunyi.. Hahahahahahaha...selamat bertemu lagi s!bat lama Terdengar suara yang menggelegar di telinganya. Suara itu tak asing dan sesaat setelah ses!s!k tubuh hadir di hadapannya. Segera dia mengenalinya dan itu membuatnya terke ut... Tee Sun .ai+... Han Sian terke ut karena pemuda di depannya ini adalah pemuda yang paling di carinya. Teringatlah ia akan malam ke adian yang merenggut nyawa Hui Si. Segera matanya memancarkan cahaya berkilat dan tangan mengepal. $a" s!bat lama...kita bertemu lagi" tapi kali ini aku tidak akan kecundang seperti dulu lagi... Tee Sun .ai yang melihat keadaan Han Sian" segera bersiap dalam keadaan siaga penuh. Dia tahu lawan di depannya ini memiliki ilmu yang amat tinggi. Tapi dia uga tidak ragu dengan ilmu Tee-m!kiam sut yang sudah di latih selama hampir dua tahun ini. Bahkan banyak ilmu-ilmu lain lagi yang dia pela ari dari para t!k!h-t!k!h iblis yang dia lebur men adi satu yang dia namakan Hiat-kut- iauw Sam-ciang-%ang 'Tiga pukulan 6akar Tulang Darah). Hawa pembunuh kental menyebar dengan cepat di seliling tempat itu. .an-m!i" bisakah kau meninggalkan tempat ini... Suara Han Sian lembut" tapi matanya tak berkedip menatap lawan di depannya. Hahaha...dia tidak akan pergi dari sini sebelum dia men adi istriku. Racun #erawan &blis yang mengunci tenaganya tidak akan dapat di pulihkan tanpa !bat dariku... sebaiknya kau urungkan niatmu...

(ata Han Sian menc!r!ng ta am. %ata-kata Tee Sun .ai di depannya ini telah men awab semua tanda tanya di pikirannya se ak tadi. Seke ab dia merasa kasihan pada gadis itu" dan matanya melirik seke ab ke arah 6u &n .an. /amun walau hanya seke ab sa a" nampaknya kesempatan ini tidak di siasiakan !leh Tee Sun .ai. Tubuh dan pedangnya berkelebat amat cepatnya dengan salah satu urus yang paling berbahaya dari Tee-m!-kiam-sut" yaitu urus seribu biang iblis membelah sang budha di ikuti tangan kirinya bergerak ke arah kepala dan leher dengan salah satu urus Hiat-kut- iauw Sam-kang yang dahsyat dan ke i. Aakhh...awas... 6u &n .an yang melihat itu tiba-tiba memekik memperingatkan... Sebenarnya tanpa di peringatkanpun Han Sian yang sudah menduga se ak tadi akan serangan musuh uga sudah bersiap diri. Saat tubuhnya merasakan ancaman tenaga yang mengalir ta am dari serangan musuh" tubuhnya sudah mengerahkan %ui-sian &-sin-kang sampai tahap petir. Tubuhnya seperti terpecah dan nampak seperti kilatan cahaya petir" yang bukannya menghindar serangan lawan tapi ustru mengarah dan memapaki semua serangan musuh dengan keras dan dahsyat. DHUAAAAARRR...!!! B.A/000...!!! Terdengar suara benturan berulangulang yang memekakkan telinga hanya dalam waktu sepersekian detik sa a. Aiiiihhhh...... Terdengar suara memekik lirih dan suara tubuh atuh ke tanah. Ternyata" beradunya kekuatan yang maha dahsyat antara keduanya" walaupun tidak secara langsung di tu ukan ke arah &n .an" namun karena tidak di s!k!ng !leh tenaga dalam" maka itu mempengaruhi kesadaran gadis itu yang langsung pingsan. .an-m!i... Sleepp... Tubuh Han Sian melasat cepat keluar dari pertarungan ke arah &n .an dan memayangnya dengan tangan kiri. Sementara itu" di saat yang sama" bayangan Tee Sun .ai terus menge arnya dengan gencar sambil mengerahkan dua urus serangan yang ganas sekaligus yang mengarah ke kepala dan sekitar pinggang. Serangan ini mendatangkan suara mendesing nyaring di sertai hawa pedang yang amat ta am. Suatu serangan yang amat dahsyat" yang hakekatnya sangat mustahil di tangkis lawan. 8alau tangan kirinya memanggul tubuh &n .an" namun Han Sian tidak kalah sebat. Tangannya kanannya memutar setengah lingkaran dari atas ke bawah di samping tubuhnya lalu di pukulkan ke arah datangnya serangan

lawan namun bukan menyambut kedua serangan lawan" tapi ustru mel!ntarkan lima larik sinar ta am yang mematikan dari kelima ari tangannya yang menyerang lima alan darah Tee Sun .ai" inilah salah satu urus yang amat dahsyat dari Bu-tek 6hit-kiam-ciang yang bernama /g!heng Thian-kiam-cu '1alur #edang .angit .ima Unsur) yang keluar dari kelima ari tangannya" tampak walaupun dia bergerak belakangan namun tenaga pukulan kelima arinya terasa lebih dahulu !leh lawan. &iiikhh... Tee Sun .ai terke ut setengah mati dan cepat menarik pulang serangannya sambil mel!ncat mundur ke belakang. Tampak na7asnya sedikit terengah. (emang benar serangannya sangat susah di tangkis lawan" namun andai sesaat sa a dia tidak menarik pulang pedangnya" maka diapun akan termakan !leh lima larik sinar pedang yang tak kalah kuatnya dari tenaga pedangnya sendiri. Sementara di lain sisi dia belum dapat menggunakan tangan kirinya yang sudah se ak bentr!kan sebelumnya terasa kaku dan susah di gerakkan. Han Sian berdiri sambil memapah 6u &n .an. (atanya menatap ta am ke arah Tee Sun .ai. (asihkah kau mau melan utkan pertarungan ini+ Berkata demkian" dia segera mengerahkan lagi tenaganya. %ali ini dia tidak mau ambil resik!" maka segera di kerahkannya Hui-&m-H!ng-Sin-%ang ke seluruh tubuh. Dalam seke ab tubuhnya memancarkan sinar keemasan yang di lapisi hawa panas dan dingin yang dahsyat" siap menunggu gempuran musuh selan utnya. Tee Sun .ai mengawasi dengan tatapan licik. Dari bentr!kan yang telah ter adi" dia dapati ternyata bahwa dia tidak unggulan dari musuh bebuyutannya itu. Biar bagaimanapun dia bukan !rang b!d!h yang tidak dapat melihat dan membaca keadaan. Dari tadi dia telah mengerahkan A3B tenaganya" tapi itupun ternyata tidak banyak mempengaruhi lawannya ini. Apalagi keadaaan tangan kirinya yang terluka pada benturan pertama tadi masih belum pulih. Setelah menimbang sesaat" segera dia berkata dengan angkuh" Huh" pergilah sebelum aku berubah pikiran" tapi kalau kau berkeras memaksa membawanya" kau akan menanggung resik! kehilangan nyawanya... Han Sian terdiam se enak. Dia uga mengerti bahwa !rang seperti Tee Sun .ai ini tidak hanya menggertak sa a" dan dia sangat khawatir dengan keadaan 6u &n .an" tapi kalaupun dia memaksa" tetap tidak akan mudah baginya untuk merebut !bat penawarnya. Akhirnya dia menarik na7as pan ang dan mengen !tkan tubuhnya melesat pergi dari tempat tersebut sambil membawa 6u &n .an tanpa berkata apa-apa. Han Sian melesat menggunakan seluruh ilmu meringankan tubuhnya. Tubuhnya tidak terlihat lagi" hanya nampak seperti angin yang berhembus

tanpa terlihat !rangnya. Tu uannya hanya satu" #uncak tebing langit yang araknya kurang lebih lima hari per alanan auhnya dengan kuda pilihan. Tapi bagi Han Sian" arak tersebut hanya membutuhkan waktu dua hari sa a. Dia sudah menc!ba untuk menyembuhkan gadis itu dengan pengerahan tenaga dalamnyanya" tapi dia dapati bahwa usahanya itu" kalaupun harus di lan utkan" akan memakan habis hampir seluruh tenaga sin-kangnya. Dan itu terlalu beresik! baginya bila musuh-musuhnya mendekat. 1adi satu-satunya tempat teraman ialah kembali ke Tebing .angit. Setelah berlari selama dua hari tanpa berhenti" Han Sian tiba kembali di kaki Tebing .angit yang tertutup awan dari bawah. Hatinya terharu" saat mengingat ketika pertama kalinya dia meninggalkan tempat itu dua tahun yang lalu. Teringat dia pada paman H!unya yang b!ngk!k yang selama ini membesarkannya. Tanpa ragu kakinya di en !tkan dengan ilmu Thian-in Hui-cu dan tak lama kemudia tubuhnya hinggap di puncak Tebing langit tersebut. Akan tetapi hatinya tercekat" dan kewaspadaannya meningkat. Suara !rang yang tertawa-tawa lirih mengganggu pendengarannya. Seke ap dia melesat ke balik sebuah batu besar" dan menyandarkan tubuh 6u &n .an yang masih tertidur itu di sana. Setelah itu dia keluar dan mengadakan penyelidikan. Di bagian sebelah barat tebing itu nampak tiga !rang yang sedang duduk berhadapan" yang satu men adi pen!nt!n sedang yang dua lagi sedang bertarung sambil duduk bersila. Dia mengenali salah satunya yang men!nt!n" yaitu paman H!u bungkuknya. Tapi yang se!rang lagi se!rang hwesi! gundul yang pendek dan aneh yang baru sekarang di lihatnya. Sedangkan yang se!rang lagi" setelah di amati" dia melengak kaget karena itu ternyata adalah $!k-sian Sian- in" sahabat dari k!ngk!ngnya yang telah meninggal. Dia tahu bahwa baik k!ngk!ngnya maupun $!k-sian Sian- in serta Ui-.i!ng Sian-1in adalah dua !rang dari *mpat Dewa yang sangat sakti" tapi siapa adanya hwesi! itu+ #ikirannya segera tersadar ketika mendengar benturan dua tenaga dahsyat yang memekakkan telinga. Tampak kilatan cahaya kuning dan biru berpendaran saling bentr!k dan menimbulkan bunyi yang dahsyat. /amun setelah sekian lama" cahaya yang berselewiran itupun berhenti dan menyatu. Rupanya kedua !rang itu sedang beradu tenaga. &ni sangat berbahaya sekali. Siapapun tahu" bahwa kurang kuat sedikit sa a bisa berakibat 7atal. (engingat hal ini" Han Sian segera teringat pada &n .an" Segera tubuhnya melesat dan turun di tengah-tengah ke dua !rang yang sedang beradu tenaga tersebut.

6ahaya keemasan berpendar di sekitar tubuhnya. Dengan kepala di bawah" tubuhnya berputaran seperti ga-ing" kemudian kedua tangannya mend!r!ng perlahan dengan kedua tangan yang di lambari tenaga panas dan dingin memisahkan kedua tenaga raksasa yang beradu itu. Heeehh..." ,mit!huuudd... %edua !rang kakek itu memekik nyaring. (asing-masing terd!r!ng satu langkah ke belakang dan segera mereka mengatur tenaga mereka menetralisir tenaga yang membalik. (ereka sungguh terke ut" karena ada !rang yang berani memisahkan mereka. /amun merekapun sadar" pendatang baru ini sangat sakti. Heiii!" Sian-k!ngcu...kaukah itu+++ Terdengar suara nyaring dari kakek yang se ak tadi berdiri sebagai pen!nt!n. Benar paman H!u" ini aku" bagaimanakah kabarmu dua tahun terakhir ini+ Hahahaha...baik-baik" hai $!k-Sian" kau ingat kepada siapa kau wariskan darah &t-kak-li!ng serta pil penambah tenagamu+ Sahut %akeh H!u bungkuk pada $!k-Sian Sian- in yang hanya berdiri beng!ng. Apaa+... adi ini...ini anak a aib yang kau katakan itu+ tanya $!k-sian setengah tak percaya" tapi matanya tak hentinya memandangi Han Sian tanpa berkedip. Huh" anak a aib apa+...*h" anak muda" c!ba sambut serangan pinceng... Hwesi! gundul aneh yang tadinya hanya berdiam diri itu" menyahut dengan suara mend!ngk!l karena se ak tadi dia hanya berdiri beng!ng tanpa pen elasan dari kedua rekannya yang nampaknya sudah mengenal pendatang baru ini. Belum habis suaranya" kedua tangannya sudah menyerang dengan delapan belas pukulan dalam waktu yang hampir bersamaan. Hebatnya lagi" tenaga yang di keluarkan dari delapan belas pukulan yang hampir bersamaan itu si7atnya berbeda-beda" ada yang keras" lembut" menyerap" mend!r!ng" panas" dingin " keras" dll. 8alau demikian kesemuanya tidak menu u ke tempat-tempat yang mematikan" karena dia memang tidak bermaksud mencelakai !rang. *h" .!suhu" maa7kan teecu yang kurang a ar dan belum mengenal l!suhu... Dengan nada menyesal Han Sian berseru" namun tubuhnya tak ayal sudah bergerak bagai kapas menyelinap di antara pukulan-pukulan tersebut" bukannya menangkis tapi mel!ntarkan delapan belas pukulan yang berhawa ta am dari ilmu Bu-Tek 6hit-kiam-ciang. Uuups...hebat...hebat hwesi! itu berseru memu i sambil mel!mpat mundur dengan cepat. /yatanya dia uga terke ut" karena ke delapan belas

pukulannya tidak di tangkis" malah dia di serang dengan delapan belas pukulan yang tak kalah dahsyatnya. %alau sa a dia berkeras melan utkan" pasti dia uga akan terluka. Hahaha" sungguh tak di sangka %!ai-Hud-*ng-6u 'Budha Aneh Tanpa Bayangan) yang malang-melintang tanpa tanding di antara empat dewa" t!h harus ter ungkal dalam satu urus di tangan se!rang anak kemarin s!re yang tidak punya nama $!k-Sian tertawa terpingkal-pingkal sambil menge ek hwesi! b!tak tersebut. Heeh" pemakan rumput" kaupun tak ungkulan menangkis ke delapan belas pukulanku...apa kau kira pinceng tak bisa menangkan anak bau kencur ini+ Saking d!ngk!lnya sang hwesi! balas menyahut dengan gemas. Akhh" iwi-l!cianpwe" harap maa7kan" siautee" bukan maksud siautee untuk un uk keb!lehan" sesungguhnya hanya iwi yang bisa membantu siautee" nah karena siautee takut iwi terluka.... Hahh...karena kau takut kami terluka maka kau datang memisahkan kami" begitu+++" adi kau anggap kami baru bela ar silat dan tidak bisa men aga diri" haa+ #!t!ng %!ai-Hud sambil memandang Han Sian dengan tatapan menc!leng agak di sipitkan. Hei...%!ai-Hud" tak bisakah kau diam dulu...Sian- i" ada apakah+ $!k-Sian mem!t!ng pembicaraan %!ai-Hud. Terima kasih iwi-suhu" mmm...siautee mempunyai se!rang sahabat yang keracunan dengan Racun #erawan &blis" m!h!n uluran tangan iwi untuk menyembuhkannya... Heiii...mana dia+ Sudah berapa lama+...Sahud $!k-Sian dengan wa ah khawatir. Dia...dia di sana... Dengan gugup" Han Sian menuntun ketiga !rang itu menu u tempat di mana 6u &n .an berada. $!k-Sian segera beker a dengan cepat. (endudukkan tubuh 6u &n .an yang belum sadar kemudian men!t!k sana-sini. #indahkan Dia ke dalam rumah" Heii 0undul cepat kau bantu dengan tenaga $ang-mu" b!b!l semua alan darahnya agar lebih lancar. Han- i" kau ikut aku sebentar... %!ai-Hud sebenarnya mau berk!mentar" tapi dia tahu" kalau s!batnya dalam keadaan serius seperti itu" berarti keadaan pasien itu sangat

berbahaya. (aka tanpa banyak cakap" dia lalu bersila di belakang gadis itu sambil menyalurkan tenaganya. Sementara itu" Han Sian segera mengikuti $!k-Sian ke luar. Han- i" ini menyangkut berhasil atau tidaknya peng!batan terhadap gadis itu" karena itu awablah dengan u ur" apamukah dia+... /ampak $!k-Sian bertanya dengan wa ah serius" setelah berhadap-hadapan dengan Han Sian. *h" Dia...dia...akhh" apa maksud l!cianpwe bertanya hal ini+ Suara Han Sian gugup dengan wa ah merah. /amun ini sa a sudah cukup bagi $!kSian. %etahuilah" racun #erawan &blis adalah racun a aib yang mematikan yang hanya bisa berpengaruh pada wanita sa a" ,rang yang terkena racun ini" akan terkunci alur tenaganya dan hanya akan tunduk tanpa perlawanan pada !rang yang meracuninya...tidak ada penawar...! $!k-Sian berpangku tangan dan bersikap seperti !rang yang mengingat-ingat sesuatu... Tapi l!cianpwe" apakah sama sekali tidak ada !bat penawarnya...+ Tanya Han Sian #enasaran. $!k-Sian ma u satu langkah mendekati Han-Sian" kemudian berkata perlahan beberapa kata9 Sebentar lagi dia akan sadar" dan saat itu pengaruh racunnya akan beker a. %esadarannya dan tenaganya akan ber7ungsi n!rmal kembali bila dia menyatu dengan !rang yang pertama kali menyentuh dan menggaulinya...atau kalau ada dewa yang bisa membersihkan darahnya dari pencemaran racun tersebut" namun rasanya tidak mungkin" saat ini sudah tidak ada !rang yang memiliki ilmu dewa seperti itu... $!k-Sian menguman terakhir dengan menggelang kepalanya perlahan. *h $!k-.!cianpwe" bagaimanakah caranya" mungkin aku dapat menc!banya dengan Hui-im H!ng-Sin-%ang+ Hah+++...maksudmu" kau memiliki ilmu mu i-at langka yang kabarnya telah lenyap dari dunia kang-!uw selama 433 tahun lalu itu+ Tanya $!k-Sian setengah tak percaya" dan lebih terke utnya lagi saat Han Sian mengganggukkan kepalanya. (aka di mulailah pr!ses pembersihan racun dari tubuh &n .an ini. Untuk tahap pertama di lakukan !leh $!k-Sian dan %!ai-Hud yang secara bergantian menyalurkan tenaga mereka melalui tangan dan kepala &n .an yang di rendam dalam t!ng air !bat.

Setelah itu memasuki tahap ke dua hanya Han-Sian sendiri yang melakukannya" karena dengan ini dia harus memangku &n .an yang membelakanginya dalam keadaan telan ang bulat di atas kedua kakinya yang uga bersila dalam keadaan yang sama. Sementara itu kedua tangannya dari belakang menempel pada pusar dan dahi gadis itu. Saat dia mengerahkan tenaganya kedua tubuh mereka di lingkupi perputaran hawa Hui-im H!ng-sin-kang yang dahsyat. %im-H!uw-&t-8i C 0in-H!ng-&t-8i 8aktu terus ber alan dengan sangat cepatnya. #ergerakan para t!k!ht!k!h g!l!ngan hitam yang di kendalikan !leh 1it-0!at-%auw ternyata semakin mera alela. $ang paling berbahaya adalah karena empat partai sesat yang selama ini berdiri terpisah" sudah menyatakan takluk serta bergabung dengan 1it-0!at-%auw ini. %e-empat partai sesat itu adalah &m$ang-%auw" Hek-.i!ng-#ai" Beng-#ai dan Tai-B!ng-#ai. Dalam pergerakan selan utnya 1it-0!at-%auw membagi empat semua kekuatannya dan bergabung dengan ke-empat partai sesat ini dengan bergerak di belakang mereka untuk melebarkan pengaruhnya ke arah tanah sentral dari empat pen uru. Bukan hanya itu sa a" pergerakan inipun sudah mulai memasuki bagian dalam kera aan Tang. %aisar %uan D!ng yang memerintah pada waktu itu sudah mulai mencium adanya pergerakan rahasia yang bertu uan menghancurkan dunia persilatan dan uga menguasai kera aan. Bahkan beliau uga sudah mencium adanya pe abat-pe abat yang men adi antek atau kaki tangan dari para pember!ntak dunia hitam tersebut" hanya sa a se auh ini belum ada bukti atau tanda-tanda yang nyata dari kaum pember!ntak tersebut yang membuat dia harus memerintahkan pembasmian. #ara pengikut-pengikut dari 1it-0!at-%auw ini sangat pandai menyusup dan menyewa para pembesar-pembesar yang k!rup untuk membantu mereka dari dalam secara diam-diam. /amun saat itu suasana istana yang tadinya tenang" tiba-tiba sa a istana gempar. 0udang perpustakaan dan pusaka kera aan telah di b!b!l !rang. $ang aneh adalah bahwa tidak ada tanda-tanda bahwa tempat itu telah di masuki !leh pencuri. Semua pen aga melap!rkan dalam keadaan siaga dan tidak melihat adanya !rang yang mencurigakan. /amun kenyataan bahwa ada barang pusaka istana yang kecurian adalah 7akta yang elas dan tidak bisa di tutupi. Suatu hari" di saat men elang s!re. Dalam ruang pribadi Sang %aisar" nampak tiga !rang yang sedang menghadap padanya. Dua di antaranya

memakai kerudung yang menutupi wa ah mereka. /amun tetap tidak menutupi kalau mereka itu adalah pria dan wanita. Hemm" aku tidak tahu dan tidak mengenal kalian berdua" tapi akupun percaya pada paman .ui yang sudah merek!mendasikan kalian... berhenti se enak" sang %aisar mengalihkan tatapannya kepada pria yang berdiri di sampingnya sambil tersenyum. Dia adalah #e abat .ui Ta! %i" yang men adi pen aga perpustakaan dan gudang pusaka kera aan. Tapi sebelum kalian menerima tugas ini" aku harus merasa yakin dulu dengan kepandaian kalian" aku buka !rang yang buta ilmu silat adi terserah bagaimana caranya kalian melakukannya" asalkan hatiku puas" maka aku akan percaya...kalian berdua pasti mengetahui caranya+. %embali dia melan utkan. Sang pria kemudian menganggukkan kepala dan setelah men ura kepada sang %aisar" dia kemudian mengerahkan tenaganya. Di lain saat kakinya tiba-tiba melesak masuk ke dalam lantai sedalam dua inchi. Sunggu suatu dem!nstrasi tenaga yang amat hebat. Bagi !rang yang tidak tahu pasti tidak akan berkesan tapi bagi Sang %aisar yang sebenarnya uga tidak la-im dengan ilmu silat rasanya cukup mengerti untuk memngakui bahwa pria berkerudung ini bukan hanya ahli silat biasa sa a. Sementara hal yang sama uga di lakukan !leh sang wanita berkerudung. Hanya bedanya" kalau yang pria melesak masuk" adalah yang wanita ustru membuat lantai tempatnya berpi ak itu timbul seperti bentuk telapak kakinya setebal satu setengah inchi. (elihat hal ini" sang %aisar hanya tersenyum puas sa a. Dia tahu" seratus pengawal %im-&-8inya pun belum tentu dapat menahan ke dua !rang di hadapannya ini untuk waktu yang lama. Akhirnya %aisar %uan D!ng memutuskan mengirimkan dua !rang agen rahasia yang sakti ini untuk menyelidiki serta mengungkap bukti-bukti akan kasus pencurian dan pember!ntakan tersebut. Tidak ada yang mengetahui ataupun mengenali siapa ke dua !rang ini. $ang pasti keduanya hanya di ketahui identitasnya sebagai %im-H!uw-&t-8i '#engawal Tunggal Harimau *mas) dan 0in-H!ng&t-8i@ '#engawal Tunggal H!ng #erak). (ereka di lengkapi dengan stempel khusus yang membuat mereka memiliki kewenangan untuk menggerakkan seluruh pasukan kera aan kapan sa a dan di mana sa a mereka berada.

Selama beratus-ratus tahun Bu-T!ng-#ai telah men adi salah satu partai yang terkemuka. %arena kedisiplinan yang tinggi partai ini dapat mense a arkan dirinya dengan Siauw-.im-#ay dan lain-lainnya yang banyak menel!rkan pendekar-pendekar tangguh yang berwatak gagah dan sukar di cari tandingannya.

Di tempat yang paling rahasia di Bu-T!ng-#ai yang terletak hutan larangan di belakang pesanggrahan itu" tampak dua !rang kakek yang usianya sudah tua saling berhadapan. Hahaha...%ian-&n 6in in" menyerahlah" kau tetap takkan dapat mengalahkanku. Usiamu sudah terlalu tua...+ Seru se!rang kakek muka hitam setengah baya ber ubah %uning-#utih. Di hadapannya tampak se!rang kakek pula yang terlihat lebih tua" berusia sekitarenam puluh sembilan tahun" sedang ber !ngk!k dengan kaki satu. Dari sela-sela bibirnya terlihat darah kental mengalir. Dia terluka dalam yang parah. Huhh Hek-bin 1it-cu ...&lmu 1it-0!at-T!k-6iangmu memang hebat" pint! siap men emput kematian seperti kesepakatan kita" asalkan kau tidak mengganggu seu ung rambutpun anak murid Bu-t!ng-pay...silahkan sicu... Sahut kakek ini perlahan sambil memuntahkan darah segar lebih banyak lagi. Heehh" baiklah" aku setu u" kepalamupun sudah merupakan hadiah yang terbesar bagi ulang tahun Tai-%auwcu kami...bersiaplah...haiitttt Berkata demikian" tanpa banyak bicara Hek-bin 1it-cu menarik kedua tangannya ke belakang dan di putar-putarkan sambil di pukulkan ke depan. Tapi sayang" sepertinya waktu belum mengi-inkan kematian dari %ian-&n 6in- in. 1angannnn... DH**SSSS Tiba-tiba terdengar suara nyaring" dan se!rang pemuda sudah menghadang di hadapan %ian-&n 6in1in sambil menangkis pukulan tersebut. #emuda itu terd!r!ng dua langkah" sedangkan Hek-bin 1itcu itu terd!r!ng tiga langkah ke belakang. (anusia lancang" siapa kau" berani menghalangiku+++ Bentak Hek-bin 1itcu itu. /amun diam-diam dia terke ut uga akan kekuatan lawan barunya ini yang mampu membuat dia terd!r!ng tiga langkah. Dia taksir usianya belum sekitar duapuluh tahun. Huh" kau yang lancang" berani mengacau di sini dan melukai ciangbun insuheng... Terdengar suara lain yang halus" suara wanita" dari samping. Di lain saat berkelebat satu bayangan yang amat cepatnya mengirim empat kali pukulan berantai yang amat dahsyat. Thai-kek-ciang+... Heahhh... Hek-bin 1it-cu kembali terke ut" namun tanpa ayal" segera mengerahkan seluruh kekuatnnya menangkis.

#.AA%...#.AAA%... Haiiit... Ter adi benturan sebanyak empat kali" dia terdesak mundur satu langkah" tapi yang lebih luar biasanya" belum sempat dia mengatur p!sisinya" tubuh bayangan di hadapannya sudah meliuk dengan kecepatan luar biasa" se!lah tak bertulang" mele it ke atas dan mel!ntarkan satu pukulan yang amat dahsyat ke arah ubun-ubunnya. Segera Hek-bin 1it-cu memutar kedua tangannya di atas kepala untuki menyambut serangan tersebut. Tapi kembali dia terke ut" karena tiba-tiba dia kehilangan lawannya. Belum hilang kekagetannya" terdengar suara halus se!rang wanita di sebelah depan9 Akhh..t!ak!" nyatanya !rang s!mb!ng ini terlalu lemah... Sahut gadis itu setengah kecewa. Benar sekali" H!ng-m!i...Akhh" inikah antek-antek 1it-0!at-%auw yang ke blinger dan bermimpi menguasai dunia persilatan+ #emuda itupun menimpali. /amun tidak lama" karena sesaat kemudian mereka berdua sudah men atuhkan diri berlutut di hadapan %ian-&n 6in in sambil bers! a. 6iangbun in-Suheng" terimalah h!rmat kami! Hemmn" apakah kalian murid Susi!k-6!uw di &n-%!k-San+ Benar" ciangbun in-suheng" kami kakak-beradik benar adalah murid suhu Thian-&n 6in in. (enurut suhu" bahwa biarpun beliau sudah mengasingkan diri di &n-%!k-San" tapi beliau tidak pernah tidak memperhatikan Bu-T!ng#ai. Suhu memerintahkan kami untuk melap!r agar dapat memberi bantuan seperlunya bila Bu-T!ng-#ai membutuhkan. %ebetulan Suhu berpesan pada kami untuk meneng!k makam mendiang suc!w" sehingga kami bisa sampai di sini... Berkata demikian" sang pemuda segera berdiri dan menghadap ke arah Hek-bin 1it-cu. Bagaimana" !rang tua" apa kau masih mau melan utkan niatmu+ Tampaknya aku tidak punya pilihan lain selain menghadapi kalian" baiklah mari kita c!ba lagi...kalaupun aku kembali" Tai-kauwcu kami tidak menerima !rang pulang dengan tangan k!s!ng...Silahkan kalian berdua ma u bersama" supaya aku segera mengirim nyawa kalian pada 0iam-l!-!ng.. Suaranya angkuh. Dia adalah !rang ke tiga dari 1it-g!at-kauw. /amun diapun tahu sampai di mana kebiasaan kauw-cu perguruannya. Hihihi...%akek tua" melawan aku sa a kau belum tentu menang" sesumbar mau melawan kami berdua... Si gadis menge ek.

8a ah Hek-bin 1it-cu merah. /amun dia uga cerdik. Dari bentr!kan tadi" dia tahu bahwa si pemudi sama mungkin lebih ringan untuk di lawan" maka dia menyerang dulu sambil memilih lawan yang wanita. Dan kebetulan sekali" e ekan gadis itu membuat dia punya alasan kuat untuk menyerangnya. Heii" !rang tua... aku lawanmu Baru sa a Hek-bin 1it-cu mener ang" kembali berkelebat bayangan !rang dan di lain saat sang pemuda tadi sudah menyambut serangannya. (au-tak mau akhirnya tanpa banyak cakap" Hek-bin 1it-cu melan utkan serangannya. Sehingga ter adilah pertarungan yang cukup ramai di lihat. /amun setelah lewat duapuluh urus" nampak mulai kepayahan" karena ternyata ilmu pemuda tersebut tetap satu langkah di atasnya. #ada urus ke duapuluh enam" atuh terduduk dengan dada terhantam pukulan Thai-kekciang. Bagaimana %akek muka hitam" apakah kau masih mau melan utkan niatmu+... tantang pemuda itu sambil tertawa. Hek-bin 1it-cu berdiri perlahan setelah memuntahkan darah segar. (atanya mendelik marah" namun tanpa banyak cakap dia membalikkan tubuhnya dan ber alan tertatih-tatih dan menghilang di balik p!h!n. Hemmm...bagus" bagus...ternyata suheng memang telah melatih kalian dengan baik sekali" di kemudian hari" tidak nanti Bu-t!ng-pai bakalan resah untuk mencari penerusnya... Terdengar suara %ian-&n cin in perlahan. 8alaupun masih menahan sakit namun setelah bersila beberapa saat" luka dalamnya sudah agak mendingan. Siapakah nama kalian+ Si pria men ura dan sambil tersenyum men awab9 @6iangbun in-suheng b!leh memanggil siautee 6ee Tie %ian dan ini adik tee-cu bernama 6ee 1ie H!ng. %ami m!h!n petun uk ciangbun in+! Bagus" tinggallah kalian di sini beberapa waktu lamanya. Baik 6iangbun in-suheng" tapi bisakah kami tinggal tidak terlalu lama+ 1ie H!ng bertanya dengan suara merdu dan perlahan. *h" apakah ada urusan lain yang perlu kalian ker akan sehingga begitu terburu-buru+ %edua kakak beradik itu saling berpandangan se enak" dan setelah saling menggangguk" Tie %ian menyehut9 Sebenarnya" selain mendapat tugas dari Suhu" kamipun memikul tanggung awab untuk kera aan...karena sesungguhnya kami berdua adalah uga utasan rahasia H!ng-siang

Aaakhhh... adi kaliankah kepala para pasukan penyelidik rahasia kera aan yang terkenal sebagai %im-H!uw-&t-8i dan 0in-H!ng-&t-8i@ itu... Sahut %ian &n cin in setengah terke ut. Dia bukan tak percaya. Bagaimanapun uga ada sedikit rasa bangga di hatinya ika ada anak murid Bu-t!ng-pai yang berhasil mencapai tingkat seperti ke dua !rang muda di hadapannya ini. Baiklah" paling tidak kalian dapat mewakili aku untuk pertemuan rahasia lima perguruan besar tiga hari lagi.

8aktu ber alan dengan cepat" satu bulan sebelum peristiwa *ng-Hi!ng Tai8ang-gwe '#ertemuan besar para !rang gagah) tiba" dunia persilatan mengalami kegemparan dengan adanya peristiwa tragis yang menyedihkan" yaitu kematian para t!k!h-t!k!h persilatan dari g!l!ngan putih pada saat yang bersamaan tepat pada tanggal limabelas. %engerian yang ter adi bukan hanya terhadap para k!rban t!k!h-t!k!h dari partai-partai kecil tapi uga para t!k!h-t!k!h besar Siauw-.im-#ai" Bu-T!ng#ai" %un-.un-#ai" H!a-San-#ai dan Thai-San-#ai. Semuanya tewas dengan keadaan yang mengerikan" yaitu dengan kepala terpisah dari tubuh mereka. (elihat akan situasi ini maka pada suatu hari" bertempat di Thai-san-pay" berkumpullah para utusan-utusan khusus dari ke-lima perguruan besar yang ada. #ertemuan ini di laksanakan secara rahasia dengan maksud yang rahasia yang hanya para ketua perguruan yang mengetahuinya. Sebelumnya" para ketua perguruan ini menerima surat rahasia dari 8u %!ng .iang" ciangbun in Thai-san-pai yang ber uluk Bu-tek Sin-li!ng-kiam. Satu minggu kemudian para ciangbun in ini mengutus para wakil mereka di temani para murid pilihan terpandai dari pintu perguruan mereka menempuh per alanan rahasia ke Thai-san-pai. Setelah para utusan berkumpul" hanya di hadiri sekitar tu uh belas !rang sa a. 8u %!ng .iang" di dampingi sepasang murid pilihannya" berdiri sambil menyalami semua tamu tersebut. 6u-wi sekalian" atas nama iwa kependekaran yang saya tahu sangat di un ung tinggi !leh kita semua" perkenankan saya menga ukan alasan mengapa kami mengundang para perguruan besar yang ada untuk berkumpul... berhenti se enak" dia menatap semua yang hadir satu-per satu" kemudian melan utkan9

Seperti yang kita ketahui bersama" masa depan dunia kang-!uw akhir-akhir ini mulai tidak tenang" bahkan memasuki saat-saat yang amat gawat. Terbunuhnya para t!k!h-t!k!h perguruan yang pilih tanding ini telah mengisyaratkan pada kita semua bahwa ada kekuatan tersembunyi yang sedang menc!ba mengacau. Dan ini perlu penanggulangan yang lebih lan ut...bagaimana menurut pendapat cu-wi sekalian+ Benar sekali" 8u-Tayhiap...%ita memang tidak bisa biarkan sa a hal ini. #embunuhan terhadap para t!k!h-t!k!h perguruan besar ini sama dengan menabuh genderang perang. Dan mereka telah secara terang-terangan menyatakan perang. /amun demikian kitapun harus tetap waspada dan angan ter ebak dengan siasat mereka... Se!rang kakek ber ubah putih ber uluk Thian-cu cin in mewakili Bu-T!ng-pai menyembut dengan suara halus namun bersemangat. 8u-Tayhiap memandang semua tamu yang hadir. Semua hanya mengangguk menyatakan persetu uan mereka. Baiklah" dengan demikian maka kita sepakat untuk menanggulangi bersama-sama semua masalah ini. /ah" hal yang ke dua yang ingin kami sampaikan ialah bahwa melalui pertemuan ini perlu di bentuk suatu tim khusus yang akan men adi pel!p!r untuk memperingati para enghi!ng di seluruh pen uru agar waspada melawan serbuan para kaum hitam yang di pimpin !leh 1i-0!at-%auw itu... Tiba-tiba salah se!rang hwesi! dari Siauw-lim-pai yang duduk di sebelah kiri mengangkat tangannya dan bicara9 ,mit!hud...8u-sicu benar sekali" dalam hal ini kita memang harus mulai membentuk kekuatan gabungan yang akan membendung serbuan para kaum sesat tersebut...+ Benar sekali...ini ide yang sangat baik karena kalau kita harus menunggu hari itu" takutnya kita tidak punya waktu bersiap-siap lagi. %arena menurut penyelidikan kami" kekuatan mereka sekarang terpusat di empat pen uru dan kemungkinan besar mereka siap untuk mengadakan penyerangan tepat pada hari pertemuan besar nanti Se!rang T!su dari %un-lun-pai menimpali. $a" bahkan ada beberapa kel!mp!k yang mengacau di sekitar gunung H!asan-pai kami... Baiklah" kalau begitu" baiknya di atur begini sa a" kita masing-masing akan mengutus murid pilihan masing-masing perguruan untuk di serahi tugas ini...bagaimana menurut cu-wi sekalian+ Dengan suara mantap 8u-Tayhiap menyimpulkan diskusi itu yang di sambut dengan anggukan kepala !leh setiap !rang yang hadir.

Setelah berdiskusi sekian lama" maka masing-masing pihak itu menga ukan dua !rang ag!nya. Dan tentu sa a di pihak Bu-t!ng-pai" di wakili !leh kakak beradik 6ee Tie %ian dan 6ee ie H!ng. Setelah terpilih" maka kembali 8uTayhiap angkat suara mewakili semua yang hadir. Baiklah" kalian semua yang telah di a ukan sebagai wakil dari masingmasing perguruan. %alian tahu bahwa kalian memiliki tugas yang amat penting sekali yang menyangkut tegak atau runtuhnya g!l!ngan putih dari dunia kang-!uw di masa yang akan datang" namun kamipun tidak akan menyerahi tugas ini kepada kalian ika kami belum yakin akan kemampuan kalian. &tulah sebabnya" sebelum kami melepas kalian untuk tugas yang suci ini" maka kalian akan bertanding untuk melihat kemampuan kalian masingmasing...nah kami harap kalian tidak keberatan. #ertandingan itu berlangsung cukup seru" karena !rang-!rang muda itu ternyata adalah !rang-!rang muda pilihan yang telah di latih khusus dengan ilmu-ilmu pilihan di masing-masing pintu perguruannya. /amun dari antara sepuluh !rang muda itu" ada empat !rang yang agak men!n !l yaitu 0i!k-im Hwesi! dari Siauw-lim-pai yang ber uluk Bu-*ng Tiat-6iang 'Tangan Besi Tanpa Bayangan)" kakak beradik 6ee Tie %ian dan 6ee ie H!ng dari But!ng-pai dan 6hit-Seng &m-kiam '#edang Dingin Tu uh Bintang) dari Thaisan-pai. Satu minggu kemudian" setelah mendapatkan we angan-we angan dari para t!k!h-t!k!h perguruannya masing-masing" maka ke sepuluh !rang ini lalu turun gunung untuk memulaikan tugas mereka Sementara itu" sambil men alankan tugas rahasia mengamarkan dunia persilatan 6ee Tie %ian dan 6ee ie H!ng tetap melakukan uga misi mereka ke mencari in7!rmasi untuk kera aan. Darah di *ng-Hi!ng Tai-8ang-gwe Dengan cepat ke sepuluh !rang muda ini bergerak secara rahasia sambil mengenakan kerudung #utih" melaksanakan tugas mereka untuk mengamarkan para pendekar agar bersiap menghadapi para kaum sesat yang menc!ba menyusup dalam pertemuan besar di #uncak Awan #utih di 8u-$i-san nanti. Di samping itu berulang-ulang ke sepuluh !rang ini mengadakan bentr!kan-bentr!kan kecil dengan ke empat perguruan sesat di bawah pimpinan 1it-0!at-%auw tersebut. Sehingga dalam waktu singkat ke sepuluh !rang ini di kenal dengan nama %ang!uw-hiap-wi '#ara #engawal %ang!uw). Hari men elang pagi memasuki waktu pertemuan besar antara para pendekar. #uncak Awan #utih yang dingin terselimuti kabut yang menutupi hampir seluruh bagian puncak tersebut sehingga tidak nampak dari bawah gunung.

/amun suasana ini tidak dapat menutupi gerakan !rang-!rang yang bergerak naik ke atas bukit tersebut. Baik secara berkel!mp!k ataupun sendiri-sendiri. Bukan hanya dari ke tigapuluh enam partai partai besarEkecil yang hadir" tapi uga enam keturunan keluarga besar yang hanya mengirimkan satu atau dua !rang utusan mereka yaitu" keluarga Suma dari #ulau *s" keluarga .u dari #ulau Daun #utih" keluarga %eluarga $ang dari %uburan %un!" keluarga %iang dari .embah #ualam Hi au" keluarga %hu dari puncak Sian-Thian-san dan keluarga Thi! dari #ulau #h!niF" dari partaipartai kecil lainnya dan 4 perkumpulan pengemis yang tersebar dari %witang-#akhia. Suasana ramai saat itu namun uga tidak lepas dari sikap waspada yang tinggi dari tiap-tiap !rang yang hadir. 1umlah keseluruhan yang hadir kurang lebih tiga ratus !rang. Tampak uga di antaranya hadir uga para t!k!h-t!k!h tua" para ciangbun in dan murid-murid pilihan mereka. (en elang tengah hari" saat para pendekar telah berkumpul" Bh!k-SiangHwesi!" suheng dari ciangbun in Siauw-.im-#ai ma u ke muka menghadap para pendekar. Suaranya lembut tapi bergema sampai ke seluruh pen uru" tanda tenaganya kuat sekali. Selamat bertemu 6u-wi sekalian...karena hari sudah men elang siang" sekaranglah saatnya bagi kita untuk merundingkan segala sesuatu. Silahkan bagi siapa yang mau mengemukakan ide-idenya untuk di bahas dalam pertemuan ini... Semua !rang mengangguk-angguk dan saling pandang" sesaat kemudian dari barisan sebelah kanan bertindak ma u se!rang pria ber ubah kuning dengan pedang pan ang di pinggang. Beberapa !rang mengenalnya sebagai 8an Siu si H!ng-in-Sin-!ng '#edang Sakti Awan Angin)" yaitu salah satu dari #at-%iam-!ng 'Delapan Ra a #edang) yang terkenal. (aa7kan saya berani lancang...bila melihat perkembangan dunia persilatan saat ini cukup menge utkan dengan adanya pergerakan dari para pent!lanpent!lan kaum Hek-t!" saya hanya ingin mengusulkan agar para *ng-hi!ng b!leh sepakat untuk memilih Beng-cu yang dapat mempersatukan semua gerakan kita menghadapi para pengganas tersebut... ,mit!hud" Benar sekali ucapan 8an-sicu" memang dalam keadaan yang berge !lak ini perlu adanya penanganan secara bersama di bawah satu pemimpin" bagaimana pendapat para enghi!ng sekalian+... Terdengar lagi suara Bh!k-Siang-Hwesi! yang di sambut dengan anggukan dan bisikan diskusi !leh semua yang hadir. Tiba-tiba terdengar suara yang lain9 %ami semua setu u dengan usul tersebut" tapi bagaimana caranya kita menentukan cal!n Beng-cu yang akan

di pilih itu+ Se!rang pria setengah tua berpakaian hitam menyahut dengan suara yang keras sehingga mengalahkan semua suara yang ada" sehingga semua mata kini kembali di arahkan pada Bh!k-Siang-Hwesi!. (ulailah terdengar berbagai tanggapan dari sana-sini" ada yang mengusulkan adu kepandaian tapi ada uga yang mengusulkan untuk menun uk !rang yang paling di h!rmati dari kalangan tua sa a. Tapi setelah di sepakati" akhirnya usul yang pertama untuk di pilih melalui adu &lmulah yang di plih. (elihat ini" segera Bh!k-Siang-Hwesi! menatap ta am ke semua yang hadir dengan penuh wibawa dan mengangkat tangan menenangkan semua !rang yang mulai ramai dengan usul-usulnya. Baiklah cu-wi sekalian sudah mengusulkan. Sekarang masing-masing pihak b!leh menga ukan satu cal!n yang nanti akan di u i. /amun mengingat keadaan kita yang sangat rawan saat ini dengan adanya berbagai isu penyusupan dari aliran sesat" maka pinceng mengan urkan agar setelah usulan para cal!n di tentukan" maka biarlah kita menyerahkan kebi akan pengu ian ini kepada para ciangbun in yang ada yang kita tidak ragukan kepandaian mereka" bagaimana+ Akuuuurrrrr.... Setu uuu.... terdengar suara balasan dari sana-sini. 8alaupun memakan waktu yang tidak terlalu lama" namun pemilihan Bengcu itupun tetap berlangsung dengan meriah dan cepat. %eadaan se auh ini cukup menggembirakan bagi para ciangbun in yang ada" namun mereka uga tetap was-was karena keadaan itu terlalu tenang. Sementara itu Bh!k-Siang-Hwesi! hanya berdiam sa a selama pemilihan itu berlangsung" tapi matanya terus men ela ah ke sekeliling dengan tatapan penuh selidik" hatinya bertanya-tanya9 Dimana para Su-Sian" dan para t!k!h-t!k!h penting sakti lainnya" uga kang!uw-Hiap-8i+ Setelah sekian lama akhirnya muncul dua !rang unggulan. $ang pertama Bu-tek Sin-li!ng-kiam 8u %!ng .iang dan yang kedua adalah Bh!k-SiangHwesi! sendiri. (elihat ini segera Bh!k-Siang-Hwesi! bergerak ma u untuk memberi sanggahan. #ara *ng-hi!ng sekalian" bukannya pinceng men!lak kesepakatan kami berdua untuk memilih kami dari kalangan Tua ini sebagai Beng-cu" tapi hendaknya harus di ingat bahwa tugas sebagai Beng-cu nanti sangat membutuhkan !rang-!rang yang lebih ulet dan bersemangat muda" adi m!h!n di pertimbangkan lagi agar dapat memilih !rang-!rang yang lebih muda sa a...

Benar ucapan l!suhu Bh!k-Siang-Hwesi!" adalah lebih baik ika dari kalangan yang lebih mudah sa a yang di pilih... Sambung 8u %!ng .iang. S*TU1UUU...... Terdengar suara yang keras menyahut. Ternyata datangnya dari se!rang pria berpakaian putih dari r!mb!ngan sebelah timur yang baru sa a tiba. maa7kan atas keterlambatan kami" tapi karena belum terlalu terlambat maka kami dari %im-.i!ng-pai mengusulkan %etua kami sebagai Beng-cu...dia sangat sakti dan &lmu pedangnya tak tertandingi di antara para pendekar muda....+ R!mb!ngan itu terdiri dari sebuah tandu megah berbentuk naga yang di kawal !leh seratus !rang berpakaian putih dengan pedang bergagang keemasan. Semua !rang mulai berbisik-bisik melihat hal ini. Bh!k-Siang-Hwesi! segera menyahut9 Ahh" kami telah mendengar bahwa %im-.i!ng-#ai telah memiliki %etua baru yang masih muda" %!nghi-k!nghi...tapi b!lehkah kami mengetahui nama beliau dan apa ulukannya+ Se!rang pria setengah baya dan berkumis tebal ma u ke depan sambil berkata9 %etua kami yang mulia bernama Tee Sun .ai" dia...... D&A ADA.AH (A/US&A &B.&S B*R1U.U% T**-(, %&A(-,/0... Sahut suatu suara keras yang entah dari mana datangnya tapi hasilnya ternyata sangat berpengaruh. &iiiiiihhhhh... Awas....hati-hati.... Timbul berbagai suara kekhawatiran dari sana-sini ,mit!hud" benarkah dia Tee-(! %iam-,ng+ sambung Bh!k-Siang-Hwesi! dengan suara agak terke ut. Sementara t!k!h-t!k!h yang lain memandang penuh selidik dengan tangan masing-masing terulur memegang sen ata mereka dengan sikap khawatir. 8u-Tayhiap yang lebih dahulu menguasai perasaan hatinya segera bertanya9 (aa7" pertemuan ini adalah pertemuan para *ng-hi!ng untuk menghadapi para kaum Hek-t!" di pihak manakah kalian berada+ Se auh yang kami ketahui %im-.i!ng-#ai di bawah pimpinan &t-0an %im-.i!ng '/aga *mas Bermata Satu) sangat men un ung tinggi kegagahan" tapi mengapa %im-.i!ng-pai ustru mengi inkan penggantinya se!rang dari alan Hek-t!+ 8a ah pria berpakaian putih itu pucat" mulutnya terbuka seperti hendak mengatakan sesuatu...tapi saat itu uga terdengar suara terkekeh" perlahan" namun suaranya bergetar mengidikkan bulu r!ma semua yang hadir.

Hehehe" 8u-Tayhiap memang !rang yang berpengetahuan luas" tidak usah kita perbincangkan mengenai hal yang sia-sia" yang elas akulah ketua %im.i!ng-pai yang baru" apa ada yang men!lak bila aku di cal!nkan sebagai Beng-cu+ .agi pula kalau aku adi Beng-cu" kalian tidak akan rugi karena akupun sangat menentang !rang-!rang 1it-0!at-%auw busuk yang s!k ag! itu Bh!k-Siang-Hwesi! adalah !rang yang ari7" tapi dia tahu belaka apa artinya ika !rang seperti Tee-m! %iam-,ng ini adi Beng-cu" itupun setali tiga uang dengan 1it-0!at-%auw. Segera dia menyahut9 (aa7" tapi pemilihan Beng-cu ini haruslah di setu ui !leh semua *ng-hi!ng yang hadir... Hahaha" aku tahu l!suhu" tapi semua !rang sudah memilih kalian berdua" itu artinya ika aku mengalahkan kalian berdua" maka semua akan setu u" bukankah begitu+ Belum habis suaranya" tiba-tiba tirai tandu tersibak dan melesatlah bayangan keemasan kea arah Bh!k-Siang-Hwesi! dan 8uTayhiap dengan kecepatan yang mengagumkan. Hemm... Bh!k-Siang-Hwesi! dan 8u-Tayhiap segera bersiap untuk menyambut karena mereka merasakan hawa yang sangat kuat mener ang mereka" tapi sekedipan mata kemudian bayangan itu telah berdiri tiga langkah di depan mereka berdua sambil tersenyum. (arilah 1iwi-l!cianpwe" kita bermain-main sebentar" angan sungkan... Berkata demikian sekelebat bayangan pedang yang entah dari mana datangnya berubah men adi dua alur pan ang yang mengeluarkan suara berdesing ta am mengarah pada Bh!k-Siang-Hwesi! dan 8u-Tayhiap. Hehh... Bh!k-Siang-Hwesi! dan 8u-Tayhiap terke ut sekali ketika merasakah kekuatan serangan lawan tidak berada di sebelah bawah kekuatan mereka. Segera tubuh Bh!k-Siang-Hwesi! melesat satu langkah ke samping sedangkan 8u-Tayhiap melesat satu t!mbak ke atas dan turun perlahan-lahan. &ni urus kedua Sambut Tee Sun .ai" di lain saat tubuhnya bergerak sebat mel!ntarkan serangan ke-dua yang lebih dahsyat lagi itulah urus maut seribu biang iblis membelah sang budha. #edangnya mengeluarkan cahaya ta am rapat yang mengurung kedua lawannya dari segala pen uru sehingga mustahil ada alan keluar. Hebatnya lagi setiap bayangan pedang itu memiliki kekuatan yang sama dahsyat. /amun Bh!k-Siang-Hwesi! dan 8u-Tayhiap bukanlah anak kemarin s!re yang baru bela ar ilmu silat. (eskipun mereka terke ut karena mereka hampir kalah tenaga dari lawan yang masih muda namun dengan cepat 8u-

Tayhiap memainkan ilmu Thai-San-kiam h!atnya yang sudah sempurna pada urus ke tigabelas yang menciptakan temb!k rapat yang susah di tembus" sementara Bh!k-Siang-Hwesi! mengerahkan ilmu Tiat-p!-san yang sudah mencapai tingkat ke sepuluh dan tangannya mengerahkan tenaga %iu-yang %im-%!ng-ci membalas menyerang lawan. Demikianlah ter adi pertempuran dahsyat dua lawan satu di tengah-tengah lapangan luas itu. Hal ini sangat mengkhawatirkan para pendekar. Di antaranya para utusan dari ke enam perkampungan itu yang dapat melihat bahwa Bh!k-Siang-Hwesi! dan 8u-Tayhiap masih agak kesulitan menandingi pemuda yang ternyata sangat sakti itu. Tigapuluh urus berlalu" pertarungan sudah memasuki tahap puncak bagi ke dua t!k!h sdari g!l!ngan putih ini. Bh!k-siang-hwesi! telah mengerahkan tingkat ke sepuluh dari ilmu Tat-m!-kun-h!at yang di kerahkan dengan tenaga kiu-yang %im-k!ng-ci. Tubuhnya bergerak lambat" namun cepat menahan gempuran-gempuran hawa pedang yang dahsyat. Begitu uga 8uTayhiap yang telah mengerahkan puncak tertinggi dari Thai-san-kiam-sut serta Thai-yang-kangnya. (emasuki urus ketigapuluh satu" tiba-tiba Tee Sun .ai memekik seperti Harimau marah. Tubuhnya berkelebat seperti terbagi men adi empat bagian. Tangan kirinya mengerahkan urus ke dua dari ilmu Hiat-kut- iauw Sam-kang yang bernama Seribu cengkraman darah melepaskan tulang sedangkan pedangnya bergerak deangan urus ke empatpuluh dua dari Tee-m!-kiamsut yang bernama Ribuan pedang iblis bumi pemantek dewa. 1urus ini si7atnya menyusup pada tenaga lawan dan menghancurkan pusat tenaga. %alau lawan lebih rendah tenaganya akan berakibat lenyapnya kepandaian lawan. Dengan sepenuh tenaga dan karena tidak melihat pilihan lain dalam menghadapi urus lawan" Bh!k-Siang-Hwesi! segra melesat kebelakan 8uTayhiap mengemp!s semangat sambil menempelkan telapak tangannya di punggung 8u-Tayhiap untuk untuk menahan gempuran lawan. #.AAA%%%... 6*##...6**###......%RAA%%... UHUUU%%%......H,***%%%%% darah segar di muntahkan !leh Bh!kSiang-Hwesi! dan 8u-Tayhiap yang terlempar ke belakang satu t!mbak lebih. Bh!k-siang-hwesi! segera duduk bersila meng!bati luka dalamnya yang amat parah akibat tindihan tenaga lawan yang dahsyat. Sedangkan 8u-Tayhiap bergerak bangkit perlahan dengan tiga tempat di tubuh yang tertembus pedang. /amun syukur bahwa gabungan tenaga mereka ternyata dapat meredam e7ek yang menghancurkan dari urus Ribuan pedang iblis bumi pemantek dewa itu.

Di sebelah sana" nampak Tee Sun lai yang masih tertawa terkekeh tapi mukanya merah dan kakinya melesak satu engkal ke dalam tanah. Agaknya dia uga terluka bagian dalam tapi masih lebih ringan. Dengan p!ngahnya dia memandang ke semua !rang yang memandang kepadanya dengan tatapan ngeri. Apakah masih ada dari antara kalian yang mempertanyakan hakku men adi Beng-cu+... Semua terdiam" tidak ada yang menyahut. Tapi beberapa saat kemudian dari tengah-tengah kumpulan para *ng-Hi!ng tersebut bergerak ma u para utusan dari ke-enam keluarga dan uga delapan !rang dengan pedang yang beraneka bentuk di tangan. (ereka adalah #at-%iam-!ng 'Delapan Ra a #edang)" salah satu di antaranya" yaitu 8an Siu si H!ng-in-Sin-!ng '#edang Sakti Awan Angin) melangkah ke muka dan berseru9 %au memang hebat" tapi kau masih harus melewati kami terlebih dahulu...beranikah kau+... Hemmm" apa ini yang para pendekar yang di sebut #at-%iam-!ng+ %u dengar kalian sudah lama mengasingkan diri" mengapa sekarang muncul lagi+ #erkara dunia persilatan adalah iwa kami" sehingga kamipun tidak akan berdiam sa a ika ada kekacauan yang di sebabkan !rang-!rang ahat ke am sepertimu yang mengacau... Hahahahahahaha...kalian terlalu s!mb!ng untuk mengatakanku ke am sementara kalian uga banyak kali membunuh !rang... %e delapan !rang ini terhenyak. Bagaimanapun uga mereka tidak dapat membantah lebih auh. Baiklah" kalau kalian dapat menembus dua kela!mp!k barisan 4: &blis Bumi dan keluar dengan selamat" maka aku akan mundur dan tidak berharap untuk men adi Beng-cu lagi. Tapi harus ku ingatkan" aku sendiripun membutuhkan empat puluh sembilan urus untuk dapat memb!ngkar satu barisan ini....hahahaha... Berkata demikian" tubuhnya berbalik dan melesat masuk ke dalam tenda. Sementara ke seratus empat anak buah %im-.i!ngpai bergerak teratur membentuk dua barisan &blis Bumi di kanankiri" Demikianlah ter adi pertempuran besar-besaran yang memakan k!rban iwa yang banyak dari pihak para pendekar. Banyak yang melarikan diri satu-satu yang pada akhirnya merekalah yang menceritakan bagaimana pembantaian itu berlangsung.

Semua utusan dari enam keluarga tewas. #at-%iam-,ng yang luka-luka dan di lemparkan ke lembah di #uncak Awan #utih tersebut sehingga tidak di ketahui keadaan mereka lebih lan ut. Sementara itu Bh!k-Siang-Hwesi! dan 8u-Tayhiap yang luka-luka hanya di biarkan di antara mayat-mayat yang berserakan. (alam itu di lalui dengan suasana hening yang mencekam !leh kedua t!k!h ini sambil terus bertanya-tanya dalamhati mereka9 Dimana para SuSian yang telah mereka hubungi+ Dimana para %ang!uw-Hiap-8i" dan para t!k!h-t!k!h dunia persilatan sakti lainnya yang telah mereka hubungi sebelumnya+++...Dan dimana !rang-!rang dari 1it-0!at-kauw yang katanya akan mengacau+++... (isi #enghancuran RahasiaG Dua urus pertamaTai-%auwcu Sesungguhnya" di manakah para Su-Sian" %ang!uw-Hiap-8i berada dan para t!k!h lainnya berada+ Dan mengapa para pent!lan 1it-0!at-kauw tidak ada satupun yang muncul+ Untuk mengetahui hal ini mari kita mundur pada empat hari sebelum pertemuan besar tersebut. HHHHHHHHHHH Setelah menyelesaikan peng!batan pada 6u &n .an" Han Sian meninggalkannya bersama dua !rang di antara empat Dewa yang telah bersedia mengangkat &n .an men adi murid mereka. /amun sebelum dia meninggalkan Tebing .angit" %!ai-Hud *ng-6u berpesan kepadanya agar mewakili mereka berdua untuk menghadiri *ng-Hi!ng Tai-8ang-gwe karena peliknya keadan dunia persilatan. %arena waktu pertemuan tinggal tu uh hari lagi" maka Han Sian mengerahkan ilmunya sampai tingkat tertinggi menu u ke #unIak Awan #utih di 8u-$i-San. #er alanan yang memakan waktu hampir satu minggu itu hanya dia tempuh dalam waktu dua hari satu malam dan siang itu dia beristirahat sambil bermeditasi di bawah sebuah p!h!n di tepi aliran sungai yang mengalir di kaki puncak Awan #utih. Begitu dalamnya dia bermeditasi sekian lama" dia masuk pada pengerahan dari tenaga saktinya. #ertarungannya dengan Tee Sun .ai dan para t!k!ht!k!h dari empat dewa maupun para t!k!h-t!k!h kaum sesat yang bertemu dengannya telah membuka lebih banyak wawasan baginya untuk mematangkan tingkat pemahaman ilmu-ilmunya" terutama %ui-Sian &-Sin%ang yang tanpa tanding" Bu-Tek 6hit-%iam-6iang yang mengiriskan" Hui-im H!ng-Sin-%ang yang sukar di bendung dan Seribu Bayangan &blis #emusnah yang mengerikan.

Han sian memang eniusnya ilmu silat. ,rang lain mungkin akan memakan waktu puluhan tahun untuk memahami dan melatih ilmu-ilmu silat yang dahsyat itu dengan baik" tapi itu pengecualian bagi Han Sian. Semua ilmu itu di telannya bulat-bulat dan terus menemukan pematangannya dalam setiap pertempuran yang dia hadapi. Sementara dia bermeditasi" 7irasat dan telinganya menangkap gerakan halus yang tidak wa ar mendekat ke arahnya dari arak puluhan li. Segera dia mengembangkan Thian-&n Hui-6unya dan melesat bagai tiupan angin kepuncak sebuah p!h!n yang lebat dan diam tanpa bergerak sambil menahan na7as.. Tak lama kemudian tampak duabelas bayangan !rang ber ubah dan berkerudung hitam berkelebat dan berhenti tepat di bawah tempat persembunyiannya. %eduabelas !rang ini tidak menyadari kehadirannya namun setelah mendengar suara mereka bisa di pastikan mereka bukanlah !rang baik-baik karena dari tubuh mereka Han Sian merasakan hawa pembunuh yang kuat. Hemmm....Hek-T!k-1iauw-,ng" tahukah kau mengapa %auw-cu-yaa memanggil kita ke sini+ Tanya se!rang yang berpakaian kerudung yang pertama. Aku tidak tahu" yang elas beliau mengatakan ada perubahan rencana penyerangan awab Hek-T!k-1iauw-,ng. (ereka semua terdiam sambil berdiri seperti patung. Tak lama kemudian dari arah kiri terdengar bunyi berkesiutan dan tiba-tiba se!rang pemuda tampan pes!lek berpakaian perlente yang memegang sebuah kipas sutra dari ba a murni. H!rmat %aucu-yaa" kami siap menerima perintah Serempak ke lima !rang itu men ura dengan h!rmat. Hemm" waktu kita tidak banyak" Tai-%auwcu memerintahkan untuk segera menarik mundur semua pasukan ke p!s masing-masing. Saat pertemuan besar di adakan" perintahkan ke empat partai untuk menggabungkan kekuatan men adi dua bagian. Satu akan ada di bawah k!mand!ku sedang yang satu lagi akan di pimpin langsung !leh Tai-%auwcu" sasaran kita adalah Siauw-lim-pai dan Bu-t!ng-pai" tempat itu harus di ratakan dalam semalam. Tai-%auwcu melihat bahwa ini lebih berguna untuk di lakukan daripada mati-martian menggempur pertemuan itu &de yang sangat cemerlang %auwcu-yaa" dengan terpukulnya dua kekuatan paling besar di Bu-lim %ang-!uw ini maka akan lebih mudah untuk menaklukkan yang lainnya....hahahaha Ba u hitam ke dua menyahut.

Tapi %auwcu-yaa" bagaimana kalau para h!-han itu curiga kalau tiba-tiba mereka merasakan kita tidak ada gerakan+ Hahaha" semala ini kita hanya menakut-nakuti mereka sa a" namun itupun tidak perlu terlalu banyak" biar < siluman langit yang tinggal dan terus mengadakan pengacauan agar mereka tidak curiga 1awab pemuda itu singkat dengan senyuman dingin. Beberapa saat kemudian" setelah mengatur beberapa hal" pertemuan kecil di bubarkan. /amun sebelum mereka berpisah" pemuda yang di sebut %auwcu-yaa itu berkata9 Sebelum pergi" kalian selesaikan dulu satu peker aan kecil yang ringan untukku...

(alam semakin larut" di dalam hutan sekitar duapuluh li dari tempat pertemuan para datuk kaum sesat tersebut" di sebuah kelenteng yang sudah tidak terpakai lagi" tampak lima !rang sedang duduk melewatkan malam sambil bersemedi. (ereka adalah lima !rang dari %ang!uw-Hiap-wi. /ampak di antara mereka 6ee 1ie H!ng si 0in-H!ng-&t-wi yang nampak sangat cantik bagai bidadari turun dari khayangan dan 6hit-Seng &m-kiam '#edang Dingin Tu uh Bintang) Bee Ti!ng" bersama tiga rekan mereka yang lainnya. Se ak beberapa saat yang lalu" 7irasat ke lima !rang ini terganggu" terlebih 1ie H!ng. Di antara mereka berlima" tak di ragukan bahwa kepandaiannyalah yang paling tinggi. Dan memang mereka tidak perlu menunggu lama dalam kegelisahan karena saat mereka membuka mata merasakan gerakan mencurigakan di sekeliling mereka. Ternyata di hadapan mereka tampak berkelebat Dua belas bayangan !rang berkerudung hitam. Siaga! Tampaknya kepandaian mereka tidak berada di sebelah bawah kita semua Sahut 1ie H!ng lirih ke arah empat rekannya sambil matanya menatap mereka penuh selidik %alau b!leh kami tahu siapakah cu-wi l!cianpwe sekalian+ Dan apa yang bisa kami bantu+ S!ntak Bee Ti!ng menyahut dengan suara keras berwibawa namun penuh ketenangan. Hahahaha...,rang muda" kau berbakat dan masa depanmu masih cerah sebaiknya bi aksanalah dalam mempertahankan nyawamu" kami hanya mau membawa gadis cantik ini untuk %auwcu-yaa kami" angan khawatir" setelah

beberapa hari diapasti akan di kembalikan se !rang di antara manusia ke dua belas !rang itu menyahut dengan suara dingin. Bee Ti!ng adi naik darah mendengar akan hal ini" namun sebelum dia melakukan sesuatu" 1ie H!ng yang telah marah melesat dengan dengan sebat ke arah !rang berkerudung tersebut. (anusia tak tahu malu" biar n!namu menga armu yang tak tau adat... 8uuuttt...#lak" plakk" Desssss pertemuan kedua tenaga yang kuat beradu membuat keduanya terd!r!ng mundur satu langkah *hhh...*h" kau hebat...tampaknya hanya kau yang akan dapat memuaskan %auwcu-yaa" mari Hek-wan Sin-m! kita tidak punya banyak waktu...hahahahahaha ,rang itu berseru sambil tertawa-tawa... Bee Ti!ng dan ke tiga rekannya yang lain segera bergerak membantu" tapi mereka di hadang !leh empat !rang berkerudung lain sehingga di tempat yang sunyi itu ter adi pertarungan sengit yang ramai namun mengancam ke lima anak muda tersebut !leh karena mereka sekalipun belum mengenal lawan mereka. Dengan kepandaiannya yang merupakan hasil gemblengan se !rang sakti di antara empat Dewa dan uga mendapat gemblengan tambahan dari beberapa !rang sakti saat guru mereka membawa dia dan kakaknya berkelana di daerah pegunungan Himalaya" kalau hanya berhadapan satu lawan satu mungkin 1ie H!ng masih bisa menghadapi lawannya dan memper!lah kemenanganyang tapi menghadapi ke dua !rang datuk sesat di depannya yang sangat sakti idia tidak dapat berbuat terlalu banyak" karena itu hanya dalam duapuluh urus dia telah kena di bius !leh Hek-wan Sin-m!. Sementara ke tiga rekannyapun agak kewalahan" mereka hanya sanggup bertahan limapuluh urus lebih baru kemudian terpukul atuh dengan luka parah. Bunuh mereka" angan biarkan satupun l!l!s Sahut !rang berkerudung yang lain yang memanggul tubuh 1ie H!ng yang pingsan. Sesaat kemudian !rang itu lelesat pergi ke arah barat hutan itu di ikuti ke tu uh !rang lainnya. Sementara itu sambil tertawa-tawa ke empat !rang berkerudung hitam yang tinggal sudah mendekati ke empat pemuda yang telah terluka parah tersebut namun masih berdiri dengan gagah tanpa takut. Hahahahahaha....ketahuilah anak muda" yang berhadapan dengan kalian ini ;: Ra a &blis" dan karena kalian sudah berani menentang kami maka kami takkan mengampuni... Berkata demikian tampak tangan !rang itu berubah men adi merah sebatas siku" dan di ikuti ke tiga rekannya mereka mengangkat tangan siap untuk memukul.

Tampak tidak ada harapan bagi mereka yang terkurung di tengah-tengah. (ereka hanya bisa pasrah sa a tanpa tenaga menanti maut. Tapi ternyata maut belum berpihak pada mereka. Sebelum ke empat datuk sesat itu melancarkan pukulan terakhir mereka" keempat !rang muda ini mendengarkan suatu suara lirih di telinga mereka9 ... angan takut" sambil bergandeng tangan kerahkan hawa murni kalian dan buka seluruh alan darah. 1ika kalian merasakan suatu tenaga yang berputaran kuat" angan melawan kalau tidak tenaga bantuanku tidak akan men!l!ng bahkan hanya tubuh kalian akan hancur lebur...lakukan dengan cepat %eempat !rang muda ini terke ut dan saling pandang" mereka adi tenang karena merasa ada !rang pandai yang membantu mereka. Sesaat sebelum pukulan keempat ra a &blis itu mendarat di tubuh mereka" mereka merasakan punggung mereka hangat !leh suatu arus tenaga yang dahsyat. Saat itulah terdengar seruan dari lawan mereka... Bersiaplah untuk bertemu 0iam-l!-!ng... #.AAA%....#.AAA%%...D*SSS....D****SSS Aiiikhh... H!eek...h!eeekkk Terdengar suara ledakan beradunya empat kekuatan dahsyat ketika keempat pukulan para datuk sesat itu mendarat di tubuh keempat pemuda itu. Akibatnya" sungguh aneh...keempat datuk sesat itu terlempar dua t!mbak ke belakang sambil memuntahkan darah segar. (ata mereka terbelalak lebar karena tidak menyangka bahwa mereka akan menerima pil pahit seperti ini. #andangan mereka di arahkan ke belakang keempat pemuda yang mereka akan bunuh itu" tampak berdiri se!rang pemuda berpakaian putih dengan rambut riap-riapan. $ang membuat mereka takut adalah tatapan mata pemuda itu yang mengeluarkan hawa api yang penuh kemarahan. Huh" %alian mau mengantar !rang ke neraka" silahkan rasakan tangan iblisku... Belum habis suaranya" tubuh Han Sian lenyap seperti kabut ke arah mereka. (eskipun dalam keadaan terluka namun mereka bukan anak kemarin s!re. (ereka berusaha melawan dengan menangkis" tapi tiba-tiba Han Sian lenyap dari hadapan mereka. Di lain saat mereka segera berteriak kesakitan empat larih sinar ta am seperti pedang yang berwarna-warni menembus antung mereka dari arah punggung. (ereka mati dalam keadaan menggenaskan. Suasana hening" keempat pemuda yang melihat hal ini tidak dapat berkata apa-apa. Hanya memandang dengan ngeri sa a melihat kematian empat datuk sesat ini tapi uga berterima kasih karena telah di selamatkan. Sebelum mereka mengucapkan terima kasih" Han Sian sudah menyahut9

Tak perlu kalian memandangku begitu" aku memang tidak senang melihat para &blis itu mengganas. %alian sembuhkan diri kemudian segera berpencar untuk memperingatkan para t!k!h Siauw-lim-pai dan Bu-t!ng-pai agar ber aga terhadap serbuan kel!mp!k 1it-g!at-kauw pada hari *ng-hi!ng Taiwang-gwe nanti. Aku akan bergabung dengan kalian setelah menyelamatkan gadis teman kalian itu. Selesai berkata demikian tangannya melemparkan satu b!t!l kecil kearah Bee Ti!ng kemudian tubuhnya lenyap bagai asap menge ar kearah !rang-!rang yang menawan 1ie H!ng. Bee Ti!ng membuka tutup b!t!l tersebut dan menuangkan isinya" ternyata ada empat buah pil yang mengeluarkan bau harum. Segera mereka meminumnya dan mengatuh alan perna7asan" sepeminuman k!pi kemudian mereka tersadar dengan tubuh yang lebih baik. .uka mereka sudah lebih ringan dan tidak mengganggu lagi. (ereka segera bergerak menemui kelima angg!ta kang!uw-hiap-wi lain dan segera menu u ke Siauw-lim-pai dan But!ng-pai. Sementara itu Han Sian melesat cepat ke arah perginya delapan pent!lan kaum sesat tadi. Tapi dia tidak se auh- auhnya dia mencari tidak uga dia temukan e ak ke delapan !rang tersebut. Dia penasaran. Terus tubuhnya melesat ke atah selatan pada a aran perbukitan yang men ulang di depannya. Tapi sampai pagi tidak uga dia dapat menemukan !rang-!rang yang di carinya. (en elang pagi dia tiba di pinggir sebuah telaga yang tidak terlalu luas" namun meman ang sampai berpuluh kil! meter. Sangking kesalnya karena kehiangan buruannya" dia duduk melangkah mendekati pinggir telaga tersebut. Di lihatnya ada se!rang kakek yang sudah tua sekali sedang memancing dengan tenang. Sekilas dia rambut kakek itu yang petih keperakan semua" dia memperkirakan umur kakek tersebut mungkin sudah lebih dari ;33 tahun. Tapi kewaspadaannya segera meningkat ketika di lihatnya tangan dan kakek tersebut yang padat terlebih sinar matanya yang ta am tanda bertenaga dalam tinggi. Segera dia membuka suara bertanya9 (aa7 kakek tua" apakah engkau melihat delapan !rang lewat di tempat ini sambil membawa se!rang gadis+ Aku baru sa a datang di tempat ini. Ada apakah+ Akhh" tidak apa-apa" aku hanya sedang mencari salah se!rang sahabatku yang di tawan !leh para iblis... Hemm" kau berani sekali anak muda" tapi mereka itu sangat sakti" apa kau yakin dapat menyelamatkan temanmu itu+

Huh" segala macam ;: Ra a &blis sa a siapa takut" baru sa a beberapa waktu lalu ku antar empat !rang dari antara mereka menemui 0iam-l!!ng...*h" permisi" aku harus pergi setelah men ura se enak" Han Sian membalikkan tubuh dan melangkah pergi. /amun baru sa a dia ber alan lima langkah" tiba-tiba tubuhnyamelesat kesamping tiga langkah. 8uuuuuuutttt.....Daaaarrrrrr Tempat di mana kakinya berada tadi telah berlubang selebar satu meter hanya dengan u ung mata pancing. Tubuhnya segera berbalik menghadap ke arah kakek tua tersebut dengan pandangan waspada. Hahahahaha...rupanya kau cukup berisa" pantas kau sesumbar telah mengirim empat !rang dari ;: Ra a iblis tersebut...tapi maukah kau mainmain denganku barang dua-tiga urus+ tantang kakek tersebut. (aa7" aku tidak mengenal engkau" bagaimana aku dapat melawanmu+ %au akan segera tahu bila bisa menahan tiga kali seranganku... Baik...silahkan mulai Han Sian tahu kakek di depannya ini memiliki tenaga yang kuat" terbukti hanya dengan mata pancing dapat membuat lubang selebar satu meter. Segera dia mengerahkan %iu-sian &-sin-kang untuk ber aga- aga" ementara kedua tangannya telah di aliri Tenaga &nti #etir (urni. 1urus pertama... Seru kakek itu. Tubuhnya ma u perlahan dan tangankanannya menepuk ke bahu kiri Han Sian. Sangat sederhana" seperti dua kawan lama yang saling menyapa sambil menepuk bahu sa a. Tapi Han Sian merasakan suatu arus kekuatan yang mend!r!ng kuat menggempur kuda-kudanya agar melangkah mundur. Tak mau kalah" segera tangan kirinya di angkat perlahan menepuk punggung tangan kakek itu. /amun meskipun perlahat namun tibanya cepat sekali. &ni membuat kakek itu uga terke ut karena tenaganya tiba-tiba terputus di tengah-tengah. Segera dia menarik tangannya. Dalam waktu singkat telah ter adi adu kekuatan dan kakek ini terke ut karena dia tidak dapat mengambil kemenangan dalam hal tenaga karena nampaknya tenaga pemuda itu tidak berada di sebelah bawahnya. Bagus...bagus" kau memang berbakat...lihat urus ke dua...Heaaahh Tubuh kakek itu melenting ke atas dan tiba-tiba delapan belas b!la api dan es seperti hu an menghantam ke arah Han Sian dan segera mengurung ruang geraknya.

Han Sian tidak gugup melihat serangan ini. Dalam seke ap cahaya keemasan dari tenaga Hui-im H!ng-sin-kang melapisi tubuhnya dan membungkus #ukulan #etir (urninya dalam gerakan yang sederhana menyambut b!la-b!la api-es tersebut sehingga semuanya meledak di udara tanpa satupun yang menyentuh tanah. Aiiikhhhh..... %akek itu terke ut karena semua serangannya dapat di tangkis. Anak muda" aku simpan urus ke tiga untuk di lain pertemuan...kau carilah buruanmu ke arah barat" mungkin mereka belum auh...sampai umpa.. Tubuhnya melesat cepat meninggalkan tempat itu. Han Sian tidak mencegah" lagipula dia memang tidak mempunya permusuhan dengan kakek tua itu. Segera kakinya bergerak melangkah ke arah barat sesuai petun uk kakek itu. Tapi baru sa a dia melangkah" tiba-tiba tangannya memukul idatnya seperti teringat sesuatu. Segera dia berbalik dan tubuhnya melesat ke arah perginya sang kakek tua. Dengan penuh semangat dia mengemp!s tenaganya melesat di atas pep!h!nan sehingga dalam seke ap sudah melewati puluhan li. Sampai dia tiba di sebuah lembah berbatu-batu yang sunyi. Setelah sekian lama tetap sa a dia tidak menemukan s!s!k !rang tua tadi tapi u ung matanya tiba-tiba menangkap sebuah gerakan sese!rang yang berl!mpatan dengan lincahnya dari atas batu-batuan memasuki sebuah guha sambil memanggul ses!s!k tubuh. Setelah mengawasi tempat itu se enak" tubuhnya melayang ke arah guha dan masuk bagai asap tanpa di ketahui siapapun. 1urus Tai-kaucu ke tiga ?S 1urus pertama Seribu &blis #emusnah Ternyata l!r!ng guha tersebut cukup pan ang dan melebar ke dalam. Di ke auhan" telinganya menangkap suara !rang berbicara. 6epat tubuhnya melesat ke arah suara tersebut dan beberapa saat kemudian dia telah ada dalam guha yang sangat lebar tersebut. Di tengah-tengah guha tersebut" gadis cantik yang tadi dia lihat di tawan tampak di ikat di sebuah tiang berbentuk #at-kwa yang di aga !leh sembilan !rang. Tubuhnya diam tak bergerak" mengawasi sekelilingnya. Seke ap sa a dia sadar tidak ada alan lain baginya untuk menyelamatkan gadis tersebut selain menempur para datuk sesat ini. Heemmm" !rang muda" siapa kau berani lancang berurusan dengan kami+ Bentak Hek-T!k-1iauw-,ng Seke ap Han Sian melirik ke arah gadis yang di ikat itu. Aku tidak punya urusan dengan kalian" aku hanya memenuhi permintaan se!rang sahabat untuk menyelamatkannya Tangannya di kepalkan dengan ari telun uk

terbuka menun uk ke arah 1ie H!ng. Tanpa di ketahui !rang-!rang sebuah tenaga bagai titik kecil yang kuat meluncur ke arah alan darah di dada kiri 1ie H!ng dan membebaskan t!t!kan gadis itu. Hanya gadis itu yang merasakannya tapi diapun tahu situasi" maka terus pura-pura lemas. Hahahahaha....kau mimpi anak muda" karena kau tak akan selamat mulai detik ini... Tiba-tiba Hek-T!k-1iauw-,ng sudah melesat ke depan melancarkan pukulan sakti Hek-t!k iauw-kang. Dia tak berani ayal. %arena kalau Tai-kauwcu mereka memerintahkan mereka untuk waspada itu artinya anak muda ini berisi. Tapi dia kecele. Hanya dengan mengeg!skan tubuhnya sedikit ke samping Han Sian telah menghindari serangan tersebut dan dalam seke ap tubuhnya di selimuti pengerahan tenaga Hui-&m-H!ng-Sin-%ang. Tenaga sakti H!ng Api ini membuat tubuhnya bagai di kelilingi ilatan- ilatan api sehingga tempat itu adi terang. #ertarungan berlan ut dengan seru. /ampaknya kali ini tidak mudah bagi Han Sian untuk menghadapi mereka. %arena ke sembilan !rang ini adalah t!k!h-t!k!h sakti yang sudah puluhan tahun malang-melintang di dunia kang-!uw. (ungkin dengan kepandaiannya" dia dapat mengatasi mereka satu lawan satu. Tapi dengan di ker!y!k begini" meskipun dia tidak nampak terdesak" tapi dia uga tidak bisa berbuat banyak pada kepungan mereka. Dia tahu akan sia-sia sa a kalau dia terus melan utkan pertempuran itu. %alaupun dia mengerahkan semua ilmunya satu per satu" pada akhirnya t!h dia hanya akan kelelahan sa a dan ini bisa berbahaya baginya. Sementara itu sambil mel!ntarkan Sui-ciam-kiam-cu ' alur #edang 1arum Air) dan H!ng.ui-%iam-cu ' alur #edang Angin #etir) dari ilmu Bu-tek 6hit-kiam-ciang untuk membuka kepungan musuh" u ung matanya melirik ke arah 1ie H!ng. Dia melihat gadis itu sudah mulai bergerak perlahan. Saat itu" ke sembilan !rang itu sudah menyerangnya dengan urus- urus puncak dari ilmu mereka yang dahsyat. #ukulan-pukulan beracun berselewiran di mana-mana" sangat mengerikan. Bahkan 1ie H!ng yang men!nt!n dari sampingpun terpaksa membatalkan niatnya untuk ter un ke dala pertempuran. Dia terpaksa segera bermeditasi untuk mengusir semua pengaruh racun di sekitarnya. Dengan bibir tersenyum menyeringai" tubuh Han Sian tiba-tiba berputaran seperti gasing dan di sekitar tubuhnya muncul asap hitam tebal yang dalam seke ap membentuk b!la-b!la tenaga hitam sebesar kelapa yang terbang mengelilinginya dengan suara mencicit nyaring dan menyambut semua serangan lawan. &nilah urus pertama dari &lmu Seribu &blis #emusnah yang dahsyat. Akibatnya sungguh hebat" kesembilan !rang itu terpental dengan

kuat ke belakang dan atuh terduduk. (ereka terluka" meskipun tidak parah karena ilmu mereka sendiri yang membalik. H*H! S*R&BU &B.&S #*(US/AH+++ Anak muda dari mana kau mencuri ilmu itu+... Tiba-tiba terdengar bentakan nyaring dan serangkum tenaga panas-dingin yang dahsyat meluruk deras ke arah Han Sian dengan sangat cepat hampir tak dapat di lihat !leh mata. Tenaga ini bagai api dan es yang auh lebih kuat dari semua pukulan yang di lancarkan !leh sembilan lawan sebelumnya. Dengan telak menghantam tubuh Han Sian yang baru sa a menarik pulang setengah dari kekuatan yang di lepasnya. DHAAAR... B.AAAA(((.... Tubuh Han Sian terlempar menabrak dinding batu dan melesak sedalam setengah meter. 1it-g!at-m!-!ng+ Han Sian terke ut melihat kakek ini. Tadi saat dia mulai menarik kembali tenaganya" dia merasakan sesuatu yang tidak beres. Segera dia mengerahkan %ui-sian isin-kang sampai tahap kek!s!ngan" namun waktu yang dia miliki tidak cukup. Baru sa a setengah dia kerahkan tenaganya" tubuhnya sudah terpukul telak. Han Sian mengerahkan tenaga Hui-&m-H!ng-Sin-%ang" tubuhnya melesat keluar dan berdiri tegak di depan 1it-g!at (!-!ng. Ba unya hancur dari selasela bibirnya mengalir darah kental. Dia terluka dalam yang parah. Hehehe...anak muda" apa kau masih sanggup menghadapiku dengan tubuh seperti itu+ (ata Han Sian berkilat9 Hemm...kau mau menc!ba+...paling tidak kaupun tak bisa berbuat banyak padaku Alis 1it-g!at (!-!ng berkerut. Dia bukan !rang b!d!h" dia tahu kehebatan &lmu Seribu &blis #emusnah" karena ilmu itu adalah milik t!k!h sakti yang masih terhitung kakek gurunya karena gurunya iblis Api-*s adalah sute dari Sang &blis #emusnah itu. 6uma dia tidak terlalu yakin apa pemuda di depannya ini sudah menguasai sampai tingkat ke tiga belas atau belum. Baiklah" nanti kita lan utkan kemudian... Dia mengangkat tangannya dan dalam seke ap semua !rang di situ telah menghilang di balik batu-batu. %ecuali 1it-g!at (!-!ng yang masih tinggal. Anak muda" aku masih ada urusan kita bertemu lagi nanti...tinggallah kalian di situ sampai mati... Tiba-tiba tangan kirinya di pukulkan ke arah 1ie H!ng sedang tangan kanannya memukul hancur dinding batu di sebelahnya. Selarik sinar ke hitaman mener ang ke arah 1ie H!ng. Segra n!na ini mengangkat tangannya menangkis. Tapi sesaat sebelum pukulannya

beradu dengan larikan sinar itu" Han Sian sudah berkelebat menarik pinggangnya. Dhaaarrrrr... Dinding di belakang 1ie H!ng berlubang besar. 0adis itu terbelalak. Sementara itu guha itu tiba-tiba bergertar keras saat mulut guha tertutup !leh temb!k besi setebal sepuluh inci. Rupanya dinding sebelah kanan yang di pukul hancur !leh 1it-g!at (!-!ng ini adalah alat penggerak dari dinding ba a tersebut. Setelah g!ncangan itu berhenti" tinggal mereka berdua di dalamnya. Han Sian terdiam tak bergerak dengan tatapan k!s!ng. (elihat ini 1ie H!ng khawatir dan menyentuhnya. Saat itulah tiba-tiba tubuh Han Sian meluruk atuh ke tanah dalam keadaan pingsan. Ternyata lukanya sangat parah. 1ie H!ng bingung" khawatir tidak tahu apa yang bisa di lakukan. Dia sudah c!ba menyalurkan tenaga" tapi selalu terpental balik. Setelah lebih setengah hari dia menc!ba" akhirnya dia pasrah dengan kepala bersandar di atas dada Han Sian" menangis sesegukan...Dia sedih" karena tahu bahwa mereka terkurung di tempat itu. Dia sudah memeriksa tempat itu tapi tidak ada alan keluar. Berapa saat kemudian dia menangis" sampai tertidur. %eadaan guha itu dingin dan senyap. Sepeminuman teh kemudian" 1ie H!ng tersadar. Tapi dia merasa sesiuatu yang aneh tapi hangat mengalir di sekitar tubuhnya. Dia merasakan sebuah tangan memegang kepalanya yang sementara bersandar di dada telan ang tak berba u. (ukanya merah dan segera akan bergerak" tapi tiba-tiba... 1angan bergerak n!na" kita sedang dalam tahap pemulihan" pergerakanmu akan mengacaukan arah gerakan sang naga.... Suatu suara berbisik di telinganya" akhirnya dia menurut dan diam tak bergerak. Dirasakannya tenaga yang aneh namun amat kuat berganti-ganti mener!b!s tubuhnya dan lenyap berulang-ulang yang membuatnya serasa nyaman. Tidak menunggu lama akhirnya pr!ses itu selesai saat pemuda itu menarik tenaganya. /!na maa7" aku menggunakan tubuhmu sebagai perantara kesembuhanku serta memperkuat tenagaku... Han Sian menatap 1ie H!ng dengan penuh selidik. .upakan" kita senasib...kau sudah membantuku lepas dari aib" aku sungguh berhutang budi padamu... /!na" aku Han Sian" b!lehkah ku tahu siapakah namamu...+ 1ie H!ng...

/ama yang indah" seindah !rangnya... %ata Han Sian memu i" tiba-tiba ruangan itu adi terang !leh kayu yang di bakar !leh Han Sian dengan ilmu Hui-&m-H!ng-Sin-%angnya. #ipi 1ie H!ng men adi merah mendengar pu ian ini" se enak wa ahnya tertunduk malu. Han Sian terpes!na" tangannya terulur memegang tangan 1ie H!ng. B!lehkah aku memanggilmu H!ng-m!i+... 0adis itu mengangkat mukanya memandang wa ah tampan di depannya itu. B!leh...b!leh Sian-%! *ntah bagaimana caranya dan entah siapa yang memulai terlebih dahulu" tapi tiba-tiba kedua insan itu sudah berpelukan mesra. Han Sian mencium bibir hangat gadis itu dengan penuh perasaan. Dan se auh ini" 1ie H!ngpun hanya diam sa a dengan pasrah sampai akhirnya mereka bergulingan di lantai guha itu dengan tubuh telan ang tanpa pakaian sama sekali. 1ie H!ng menggeluh lirih saat tangan Han Sian meremas-remas kedua payudaranya" sedangkan lidahnya mengulum puting bukit yang men ulang indah dan mengeras itu. #ada dasarnya 1ie H!ng memang se!rang gadis yang sangat cantik" tidak kalah dari &n .an maulun H!ng .ian. Tubuhnya sintal dengan buah dada yang padat dan kencang. Sementara pinggulnya bulat dan padat. #ahanya yang pan ang dengan kulit putih mulus" sungguh membuat Han Sian yang sudah cukup lama tidak bermesraan" bergerak bagaikan harimau yang sedang menikmati mangsanya. Dia menikmati seluruh keindahan tubuh itu dengan mantap dan bergairah. Dengan segenap pengalaman yang di milikinya" dia membuat 1ie H!ng mengkeret sampai bibir manis itu mengerang-erang lirih dengan keras...Apalagi ketika Han Sian mulai menindih gadis itu dan memasukkan miliknya yang besar. #erlahan" namun pasti...1ie H!ng menggelin ing menikmati permainan Han Sian yang membuat dia merasakan kenikmatan yang belum pernah di alaminya sebelumnya dengan amat sangat" cukup lama" sampai akhirnya9 Aaaaaaaaaakkkhhhh..... %akinya terangkat ke atas dan menge ang kuat. Tangannya menggaruk lantai dengan kepala terangkat ke belakang... ,!!!!hhhh... berulang kali dia menggeluh nikmat ketika Han Sian terus membiarkan miliknya tinggal di dalam dan memutar-mutar pinggangnya. Sampai lama" 1ie H!ng menggigit bawah bibirnya sambil meme amkan mata dan menge ang ...akhirnya tenaga keduanya mengendur sambil terus berpelukan dengan berpeluh.

Han Sian terus mengulang-kembali permainan itu sampai empat kali. Ternyata walaupun baru pertama kali" ie H!ng pasrah sa a meskipun hampir tidak sanggup menahan kenikmatan yang berulang-ulang kali di rasakannya itu. Demikianlah beberapa waktu lewat. Han Sian akhirnya tersadar" dan mulai menyelidiki tempat itu. Tempat itu memang telah tertutup dengan rapat. Tapi secara kebetulan mereka menemukan alan air yang masuk ke tempat itu. (ereka mulai menggalinya sehingga itu tembus sampai ke sebuah sungai yang mengalir di bawah bukit tersebut. Hari itu tepat satu hari sebelum #ertemuan besar tersebut. Dengan &lmu meringankan tubuhnya Han Sian membawa 1ie H!ng dengan cepat untuk bertemu dengan para t!k!h-t!k!h aliran putih lain yang uga membagi dua kel!mp!k yang menu u ke arah Siauw-lim-pai dan Bu-t!ng-pai untuk melindungi kedua perguruan tersebut. #ara pengacau 1it-g!at-kauw sangat terke ut akan adanya bala bantuan yang mereka tidak harapkan ini di sela-sela kemenangan yang hampir mereka raih" sehingga rencana mereka menghancurkan kedua partai besar itu gagal t!tal. /amun meski demikian tetap ada banyak sekali makan k!rban. Demikianlah saat ter adinya pertempuran di pertemuan antara para pendekar dengan Tee-m! %iam-!ng" saat yang sama uga para pendekar sedang menghadapi penyerbuan para pengikut 1it-g!at-kauw sehingga tidak ada yang menghadiri pembantaian maut ti #uncak awan #utih tersebut. %ekuatan hitam terpukul mundur" ;: ra a &blis hanya tersisa lima !rang. Sedangkan empat partai sesantinggal beberapa pent!lannya yang melarikan diri. Sedangkan 1it-g!at (!-!ng sendiri bertarung satu hari-satu malam dengan Han Sian sehingga terluka parah danmelarikan diri. #eristiwa ini adalah peristiwa yang paling tragis yang ter adi di dunia persilatan. Siauw-lim-pai dan Bu-t!ng-pai hampir berantakan. Setelah peristiwa tersebut dunia kang-!uw dan bu-lim men adi sepi. Tidak ada pergerakan apapun yang muncul sampai setahun kemudian. Dengan demikian" berakhirlah bagian pertama dari #endekar Asmara Tangan Dingin ini. Bagaimanakah keadaan Han Sian yang menghilang selama satu tahun+" dan bagaimana keadaan asmara segi empatnya dengan 6u &n .an" H!ng .ian dan 1ie H!ng+ Bacalah cerita #endekar Asmara Tangan Dingin *pis!de ke dua ber udul */A( D*8A TA/#A TA/D&/0 Di mana anda akan bertemu dengan banyak t!k!h-t!k!h muda yang maha sakti pewaris-pewaris enam keluarga besar dunia persilatan.

*#&S,D* : 9 */A( D*8A TA/#A TA/D&/0 *pis!de :9 (unculnya Dua Dewa Tanpa Tanding Hampir satu tahun tidak ada gerakan apapun dari para pendekar ataupun partai-partai lainnya. Dunia kang-!uw dan bu-lim kehilangan kepercayaan diri. Situasi ini menyenangkan dan mulai di man7aatkan !leh para pengikut alan Hek-t!. Di mana-mana muncul ra a-ra a kecil yang mera alela dengan ke ahatan mereka yang tanpa ampun" membunuh dan memperk!sa anakistri !rang. Diantaranya ialah dua perkumpulan yang menamakan diri mereka Thian-tee-san-pai '#erkumpulan gunung langit dan bumi) dan %imli!ng-kiam-pai (emasuki daerah .am-khia" se!rang pemuda ber ubah putih ber alan dengan gagah memasuki rumah makan paling terkenal di sekitar laut timur ini.. 8a ahnya tampan dengan alis tebal dan bibir yang selalu tersenyum kalem. Di punggungnya terdapat sebuah buntelan pakaian. Dengan tenang dia naik ke lantai tiga dan memilih tempat duduk di sudut ruangan yang menghadap kearah pintu. Tempatnya strategis sehingga mudah melihat !rang-!rang yang keluar masuk dan uga ke luar. Tidak menunggu lama karena memang pelayanan di rumah makan itu sangat cepat untuk memuaskan pelanggan" pemuda itu sudah menikmati masakan dengan uap yang masih mengepulnikmat sekali.

Tak berapa lama dia menyelesaikan makanannya. Seketika dia hendak membayar harga makanannya" tiba-tiba matanya menangkap gerakan yang tidak wa ar dari !rang-!rang dalam ruangan tersebut. (ereka semua memandang kepadanya dengan s!r!t mataaneh. Tiba-tiba salah satu pria ber engg!t disebelah kanannya ma u dan duduk di depannya sambil berkata9 Anak muda" nampaknya kau dari g!l!ngan putihsiapa kau dan dari mana asalmu+ #emuda itu tidak men awab. Hanya ekspresi wa ahnya yang tenang dan kalem memiliki karisma yang sangat menggetarkan. Sehingga mau-tak mau pria ber anggut itu agak was-was uga" namun saat dia mengedarkan pandangan ke arah rekan-rekannya hatinya men adi mantap lagi. %embali dia membentak9 %alau kau tidak mau men awab" angan salahkan kalau aku melemparmu ke luar Berkata begitu" dengan cepat ke dua tangannya tiba-tiba terulur kea rah pundak pemuda itu dan mencengkram bahunya dengan salah satu urus %in-na- iu yang cukup bertenaga. Tampaknya pemuda itu akan menemui sialnya. Semua !rang memandang dengan senyum-senyum liar. Heeeeaaaahhh Braakkk Satu tubuh melayang ke luar dengan cepat dan menghantam ger!bak yang ada di luar" seke ap semua !rang belum sadar" tapi di lain saat !rang-!rang di dalam ruangan itu serentak berdiri dan mencabut sen ata mereka masing-masing. Hemmmmaa7" aku tidak berniat mencelakainya" dia sendiri yang caripermisi Sraaattt Tiba-tiba tubuh pemuda itu melayang ke luar dengan ringan sambil membawa buntelannya. Sementara melayang " tangannya melemparkan lima keeping uang tembaga yang menembus dinding dekat kasir. Hahahakalau kau bisa semudah itu l!l!s" angan panggil kami Hek-pek-t!kc!a-siang 'Sepasang ular beracun hitam-putih) Selagi !rang-!rang terke ut" tidak tahu m! buat apa" dua buah bayangan ber ubah hitam dan putih melesat keluar dengan cepat sambil memukul ke arah punggung pemuda yang masih melayang di udara tersebut. Terdengar suara berkesiuran yang dahsyat di ikuti bau amis mengarah ke arah punggung si pemuda. Sedetik saat kedua pukulan itu akan mengenai sasarannya" tiba-tiba tubuh pemuda itu menghilang dari depan mereka. %edua !rang itu terke ut dan segara ber ungkir balik untuk menghindari b!k!ngan musuh dan mendarat di atas tanah. (ata mereka mencari-cari" dan wa ah mereka murka ketika melihat pemuda buruan mereka ber alan lenggang menu u luar k!ta. Segera mereka menge ar dengan cepat.

#emuda itu hanya ber alan seenaknya sa a" namun betapa terke utnya mereka karena arak mereka tetap terpaut auh seperti tadi. Tapi tidak menunggu lama karena dari auh mereka melihat berkelebatnya empat bayangan yang langsung mengepung pemuma itu. Segera mereka mendekan karena itu adalah rekan-rekan mereka. Hahaha" mungkin kau punya bekal sedikit kepandaian" tapi kau tetap tak akan l!l!s dari kami berkata si pria muka putih" salah satu dari Hek-pek-t!kc!a-siang (aa7 cuwi skalian" saya hanyalah se!rang perantau sa a" b!lehkah saya tahu apa kesalahan saya sehingga cuwi menge ar-nge ar saya+ Tanya pemuda itu dengan suara yang masih tenang dan terkesan ramah. HemmSiapapun yang berasal dari g!l!ngan putih" harus mati. Bengcu kami menyediakan hadiah besar bagi siapapun yang berhasil memenggal kepala para pendekar dari g!l!ngan putih Bengcu+ *h" bukankah bengcu itu harusnya melindungi keamanan kaum persilatan+++ #emuda itu berseru heran. Hahaha" rupanya kau baru turun gunung ya+ Sekarang ini kekuatan kalian kaum putih sudah hancur dan tidak bisa di andalkan. Bengcu dunia persilatan sekarang adalah ra a pedang Tee-m! %iam-!ng yang sangat sakti dan tanpa tanding. ,h ya" terima kasih atas in7!rmasinya" kalau begitu cahye m!h!n diri dulu #emuda itu tetap kalem men awab. H!h!h!tidak semudah itu" kau harus melewati kami dulu 1awab salah satu dari ke empat !rang yang mencegatnya sambil melancarkan pukulan yang kuat ke tengkuk pemuda itu. /amun hanya sedikit memiringkan tubuh sa a pemuda itu sudah menghindar. /amun kembali !rang itu menyerang dengan tendangan samping di ikuti tangannya yang melemparkan pel!r-pel!r besi ke arah kepala dan dada pemuda itu. Dengan sebat pemuda itu mengangkat tangannya menangkap pel!r-pel!r tersebut dan sekali remas langsung hancur. Sementara itu tendangan !rang itu di tepisnya dengan perlahan. /amun akibatnya hebat" !rang itu tiba-tiba terlempar dengan tulang kaki patah. Serbuuuu. Bentak Hek-c!a marah" seke ap di tangannya dia sudah memegang seek!r ular hitam yang beracun. Diikuti ke lima rekannya yang memegang berbagai sen ata aneh lainnya" mereka menyerbu sambil menger!y!k pemuda itu.

/amun mereka kecelik kalau mengira pemuda itu makanan empuk. Di antara selewiran sen ata-sen ata yang menyerang dengan cepat" tetap tidak ada satupun yang sanggup menyentuh pemuda itu yang bersilat dengan ilmu H!ng-in Bun-h!at 'silat sastra Awan dan Angin) dan mementalkan setiap sen ata lawan. Dalam waktu yang tidak terlalu lama" memasuki urus ke lima belas" tiba-tiba pemuda itu yang tadinya hanya diam di tempat" tibatiba melangkah dengan aneh sambil membagi-bagi pukulan yang mengeluarkan hawa panas dan dingin. Hwi-yang Sin-ciang dan S!at-im Sin-siang+++ Seru pek c!a dengan kaget. Dia dari keluarga Suma.AR&&&.. Seru yang lain" namun terlambat. Belum lagi mereka bergerak lari" dari lidah mereka terdengar suara raungan dan erit kematian dari tubuh yang hangus dan beku. Satu-satunya yang selamat hanyalah pria yang tidak ituk menger!y!k yang masih duduk karena patah tulang kakinya. #emuda itu diam" *kspresi penyesalan tampak dari wa ahnya. #erlahan matanya melirik !rang yang patah kaki tersebut. Apakah engkau masih mau kepalaku+... Titidtidak tayhiap" ampunampunkan saya Baiklah" kau b!leh pergi" tapi ingat! Sekali lagi aku menemukanmu melakukan perbuatan ahat" Aku Suma H!ng Sin tak akan mengampunimu%aum putih belumlah kalah karena sekarang legenda *nam Dewa #elindung Tanpa Tanding telah bangkit lagi Belum habis suaranya" tubuhnya telah lenyap dari pandangan mata. Siapakah Suma H!ng Sin ini+ Dia putra bungsu dari lima bersaudara yang merupakan keturunan terakhir dari keluarga #ulau *s yang sudah lama musnah itu. Dia adalah satu-satunya keturunan keluarga Suma yang dapat mewarisi ilmu-ilmu pilihan keluarganya sampai di tingkat yang tertinggi. Diantaranya"9 Bian-6iang" Hwi-yang sin-ciang C S!at-im sin-ciang" H!ng-&n Bun-h!at" dan ilmu sihir &-Hun-t!-h!at serta H!ng-lui Tai-h!ng-ciang yang men adi kebanggaan leluhurnya dulu. Bahkan dia satu-satunya yang berhasil menguasai penggabungan Hwi-yang sin-ciang C S!at-im sin-ciang yang di ciptakan !leh leluhurnya yang ber uluk Siluman %ecil.

Selama berpuluh tahun keluarga %hu di puncak Sian-thian-san adalah tempat yang sangat sulit di datangi. Dan men adi salah satu tempat keramat. 0!l!ngan hitam sekalipun segan berurusan dengan penghuni puncak ini. /amun di hari yang cerah itu" tiba-tiba terdengar dua eritan keras dari

sebuah rumah yang ada di tengah-tengah perkampungan. Tak lama kemudian ses!s!k bayangan hitam berkelebat amat cepatnya melarikan diri sambil membawa buntelan kecil. Bangsat tak tahu di untungmau lari ke mana kau+... Satu s!s!k bayangan yang lain dengan cepat memapaki la u bayangan hitam tersebut sambil memukul dengan pukulan yang mengandung tenaga dalam tinggi. DhuaaarrrrrSleepp ,rang yang memamapi itu terlempar kebelakang dan menabrak p!h!n di belakangnya. Segera bayangan berba u hitam itu berkelebat lenyap dari tempat itu. Suasana kembali tenang. Hanya angin yang bertiup tenang. Dari bagian utara puncak tersebut" ber alan dua !rang yang saling bergandeng tangan sambil tertawa-tawa. $ang satu nampak tua sekali sedangkan yang satu se!rang pemuda tampan. Tampaknya mereka masih belum menyadari ada sesuatu yang mengerikan telah ter adi sampai langkah mereka terhenti di pekarangan yang luas di hadapan ses!s!k mayat yang telah dingin. H!k- in kau kenapakah+++... Seru si kakek yang terlebih dahulu melihat mayat itu sambil mendekati dan memeriksanya. /amun namanya mayat" tetaplah mayat. Biar bagaimanapun tetap takkan bisa men awab. Hanya satu yang menge utkan" ialah pelayan ini mati dengan dada hancur akibat gentakan ilmu Bu-kek-kang-sin-kang tingkat ke empat yang mereka kenal baik. Timbul rasa tidak enak di hati ke dua !rang ini dan dalam seke ap tubuh mereka melesat bagai asap hampir bersamaan ke arah rumah. Dan tak ayal lagi" tiba-tiba terdengar erit yang menyayat hati dari pemuda tadi. Ayahhhhh..&buuuu+++ #emuda itu bertelut sambil memeluk mayat dua !rang yang men adi k!rban suatu ilmu yang sama yang mereka sangat kenal baik. (ata anak muda berusia duapuluh tahun itu berkaca-kaca" namun dia masih berusaha mengeraskan hatinya. Ayah" &bu" siapa yang melakukan ini pada kalian+... .i!ng- i lihat itu+ tiba-tiba sang kakek menun uk ke lantai de sebelah mayat ayah dari pemuda itu. Terdapat tulisan yang tampaknya di tulis dengan darah" berbunyi BU/UH T&/ 6U %!ng-k!ng" di mana Suheng Tin 6u+... Anak muda itu segera terhenyak dan mel!mpat berdiri. Tanpa menunggu awaban k!ng-k!ngnya" tubuhnya melesat ke dalam menu u kamar pusaka. Dan apa yang dia dapat" sungguh

membuatnya kesal karena !rang yang di cari tidak ada. Seke ab" tahulah dia" bahwa suhengnya itu mungkin telah berkhianat Segera dia kembali ke ruang di mana ayah dan ibunya terbaring. %!ng-k!ng" aku rasa suheng Tin 6u berkhianat" aku akan menge arnya Suaranya perlahan sa a" namun matanya merah tanda amarah yang amat sangat. Sang kakek bangkit berdiri. Dengan mata berkilat di tatapnya pemuda di depannya dan berkata9 Redakan amarahmu" karena kau akan gagal kalau hanya menuruti na7sumukalau kau sudah tenang" masih belum terlambat untuk mencarinya. Habis berkata demikian" kakek itu menggerakkan tangannya dan ke dua tubuh itu terangkat dan melayang ke arah dalam. #emuda itu hanya tinggal berdiam di ruangan itu sendirian sambil berusaha mengendalikan dirinya. .ewat dua hari setelah pemakaman ke tiga mayat di puncak Sian-thian-san itu" nampak pemuda itu berlutut di depan sang kakek. 6ucuku %hu Hee .i!ng" tampaknya se ak awal" murid murtad itu sudah bersiasat untuk menyeludup guna mempela ari ilmu pusaka kita. Tapi angan khawatir" meskipun dia membawa lari pusaka-pusaka kita" tapi rahasia untuk melatih ilmu-ilmu itu sampai tingkat yang tertinggi tidak ada dalam cartatan kitab-kitab tersebut. Dia terdia se enak. Selain kau harus mencari murid murtad itu dan membawa kembali ilmu kitab-kitab pusaka itu" kau uga harus mewakili leluhurmu membangkitkan lagi legenda *nam Dewa yang sudah terkubur selama delapan puluh tahun .egenda *nam Dewa Tanpa Tanding+ Apakah itu k!ng-k!ng+... Delapanpuluh tahun lalu ketika dunia persilatan mengalami bencana karena munculnya para pengganas sesat pelarian dari Tibet dan /epal" dunia persilatan meminta bantuan enam keluarga untuk menghadapi mereka. %e enam keluarga ini kemudian mengutus ag!- ag! terbaik mereka yang kemudian di kenal dengan ulukan *nam Dewa tanpa tanding.dua bulan lalu saat k!ng-k!ng sedang bermeditasi" tiba-tiba se!rang pemuda yang mengaku bernama Han Sian muncul dan menyerahkan surat ini. Tangan kakek itu tiba-tiba meny!d!rkan suat surat pada Hee .i!ng yang segera menyambutnya dan membaca. Dalam surat itu berbunyi9 Demi terciptanya kembali keamanan dunia persilatan" m!h!n bantuan *nam Dewa Tanpa Tanding Siapakah pemuda itu k!ng-k!ng+

Hemmdia sebaya denganmu dan mengaku bernama Han Sian. Anak muda itu lihai sekali karena dia mewarisi Hui-&m-H!ng-Sin-%ang dan %ui-Sian &-sinkang yang telah di kabarkan lenyap limaratus tahun lalu. Agaknya hanya dengan menguasai Bu-kek-kang-sin-kang tahap ke sepuluh baru kau bisa menandingi sama kuat dengannya. Baik" k!ngk!ng" .i!ng- i akan memperhatikan hal inim!h!n pamit+ Habis berkata demikian" tubuhnya melesat lenyap bagaikan asap sa a. #embaca" %hu Hee .i!ng adalah satu-satunya keturunan keluarga dari Sian-thian-san yang sanggup men eb!l ilmu dahsyat Bu-kek-kang-sin-kang tahap sembilan di usianya yang masih muda itu.

U ian untuk Sang #emegang .empeng Dari atas wuwungan tertinggi tempat kediaman keluarga Thi! di lembah Tanpa /ama" Han Sian memandang ke bawah. Sudah hampir satu am dia berdiri di situ" diam tak bergerak. Sepertinya dia sedang menunggu sesuatu. (emang satu bulan ini Han Sian nampak sibuk ke sana-kemari. *ntah takdir dewata atau apa namanya" tapi secara kebetulan dia telah menemukan sebuah guha tersembunyi dimana dia memper!leh enam lempeng dengan symb!l *nam Dewa yang di ukir bagaikan prasasti di dinding batu. Di situ di elaskan mengenai peristiwa berdarah yang ter adi delapan puluh tahun lalu. 8aktu itu dunia persilatan dalam keadaan kacau balau karena adanya penyerbuan para t!k!h-t!k!h sesat dari /epal C Tibet yang member!ntak. #ara perusuh ini menghasut banyak t!k!h-t!k!h dunia hitam yang mera alela yang kemudian membentuk pasukan iblis dalam suatu pergerakan yang di sebut ,perasi Seribu Halilintar. #embantaian besarbesaran di lakukan pada tengah malam" semua t!k!h-t!k!h kaum putih di bunuh !leh pasukan-pasukan yang terdiri dari gabungan para t!k!h sesat tersebut. /amun tepat saat krisis ini hampir tak dapat di hindari" muncullah para ag!- ag! dari enam keluarga besar9 Suma" .u" $ang" %iang" %hu" dan Thi! yang menyelamatkan dunia persilatan dan mengusir para perusuh ini dengan ilmu-ilmu mereka yang sakti tanpa tanding. (ereka kemudian di n!batkan !leh dunia persilatan sebagai *nam Dewa #elindung Tanpa Tanding. Dimana di saat-saat tertentu" maka kedudukan mereka ada di atas Beng-cu dan berhak membatalkan kedudukan Beng-cu ika di dapati keadaan yang menuntut demikian.

Setelah keadaan kembali aman" wakil ke-enam !rang inipun menghilang dari dunia persilatan" dan hanya meninggalkan suatu amanat melalui lempengan ba a itu" bahwa pemegang lempengan itu berhak memanggil ke*nam Dewa pelindung tersebut bila di perlukan. Hampir satu tahun ini Han Sian menghilang. Sebenarnya tidaklah menghilang" tapi menyelidiki suatu gerakan bawah tanah yang sangat menge utkannya. (usuh besarnya" Tee-m! %iam-!ng yang telah men adi Beng-cu baru dunia persilatan" ternyata menyimpan gerakan rahasia yang bahkan lebih besar dari 1it-g!at-kauw. Beng-cu baru ini memperkuat pasukannya dengan melatih mereka ilmu pedang iblisnya sehingga membentuk pasukan pedang iblis yang menakutkan. Di samping itu dia uga telah bersekutu dengan 1it-g!at (!-!ng serta merekrut para pengikut-pengikut Ang-&-.ama dari tibet. T!tal semua pengikutnya ada sekitar dua ribuan lebih. (elihat ini Han Sian bergidik membayangkan ika pasukan ini melakukan serangan besar-besaran untuk mengacaukan dunia persilatan. %alau dia hanya bergerak sendiri sa a itu mustahil. (aka ketika dia menemukan enam lempengan ini" hatinya senang dan berusaha mencari alan mengadakan k!ntak dengan para keluarga ini. Selama ini dia belum menun ukkan lempeng tersebut kepada mereka. Hanya dalam suratnya sa a menyebutkan bahwa #emegang .empeng *nam Dewa mengundang ke-enam keluarga untuk bertemu. Saat ini dia sedang berada di keluarga terakhir dalam da7tar enam dewa tersebut" yaitu keluarga Thi!. %eluarga Thi! terkenal sebagai keluarga yang misterius bagi semua !rang" Se ak leluhur keluarga ini mendirikan keluarga ini. (ereka memiliki peraturan yang amat ketat saat mewariskan ilmu-ilmu keluarganya pada keturunannya karena tidak sembarang !rang dapat melatih ilmu-ilmu keluarga ini. Beberapa saat kemudian" nampak ada gerakan dari bawah. Se!rang kakek tua ber ubah putih nampak dan berkata9 Han %!ng-cu" keluarg kami sudah menerima surat itu tapi kami belum tau apa masalahnya" ika benar lempeng enam dewa itu ada padamu" maka engkau harus membuktikan bahwa engkau layak memanggil enam dewa tersebut untuk suatu urusan yang penting...beranikah kau+ (aa7 Siauw-tee belum dapat mengemukakan masalahya sebelum *nam Dewa berkumpul tapi Siauw-tee siap untuk di u i" silahkan+ Hemm..di sini ada empat !rang putra terbaik kami. Tapi di antara mereka berempat" ada satu yang paling lihai dan yang memiliki tingkat tertinggi

dalam penguasaan ilmu silat keluarga kami. 1ika engkau dapat memaksa salah satu dari mereka mengeluarkan ilmu tertinggi kami %iu-yang 6in-keng ataupun %ian-kun Tay-l!-&-&m-$ang" maka kami akan merelakannya membantu tugas suci sebagai salah satu dari enam Dewabagaimana+ Belum habis ucapannya" dalam seke ap di hadapan Han Sian telah berdiri empat pemuda dengan tampang yang berbeda. Dari gerakan mereka Han Sian cukup terke ut. %eempat !rang ini rata-rata memiliki ilmu silat yang tinggi. Teringat dia akan Tee Sun .ai. Se enak dia mengamati keempatnya. Dia tahu keempat !rang ini pastilah sangat lihai. Sampai lama dia menatap mereka satu persatu" tiba-tiba tangannya di kebaskan ke arah empat !rang itu hamper bersamaan. Dia telah memukul dengan pengerahan ilmu /g!-heng Thian-kiam-cu '1alur #edang .angit .ima Unsur) dari Bu-tek 6hit-kiam-ciang dengan < delapan bagian tenaganya. (aa7" i inkan aku memin am papan nama kalian Belum habis perkataannya" tiba-tiba tangannya di kebaskan dan lima larik sinar ta am warna-warni melesat keluar dengan dahsyat dari kelima arinya. *mpat mengarah pada keempat pemuda tersebut" sedang yang satu lagi mengarah ke arah papan nama di sebelah kiri" agak auh dari tempat keempat lawannya berdiri. /ampak sederhana sa a serangannya" tapi hasilnya sungguh hebat. %eempat !rang itu bergerak hampir bersamaan menangkis serangan itu sehingga menimbulkan lima ledakan dahsyat yang menggetarkan. Suasana senyap. Han Sian terdiam. %eempat !rang itupun terdiam" tapi yang satu sudah berpindah tempat ke kiri. Diam-diam Han Sian berdecak kagum. Dia sempat menangkap kelebatan !rang ke tiga yang tiba-tiba sa a sudah menangkis ke dua hawa pedangnya hampir bersamaan" hanya beda kurang dari seperlima detik sa a. Tak lama kemudian terdengar suatu berat dari kakek tadi9 %au menang Han-k!ng-cu" kami akan membantu. Han Sian tersenyum. Sekelebat pemuda tadi sudah berada di depannya sambil tersenyum ramah dan mengulurkan tangannya men ura9 /amaku Thi! Tay .eekau hebat" agaknya kita bisa men adi sahabat" bukan+...,h ya" kapan kita berangkat Han Sian balas men ura" kemudian menimpali9 %ita tidak punya banyak waktu" ada banyak hal yang musti di selesaikan. Sebaiknya kita berangkat sekarang

Aku sudah siap dari tadi" silahkan Tanpa banyak cakap pemuda itu mengangguk dan mempersilahkan Han Sian untuk alan duluan. Di lain saat" tubuh mereka berkelebat lenyap dengan di pandangi !leh keluarga lain.

Sudah lama kita tinggalkan 6u &n .an. Satu tahun bukan waktu yang pendek" namun ketekunan dan uga di d!r!ng !leh kerinduan untuk bertemu kekasihnya" membuat waktu satu tahun itu serasa sirna dalam seke ap. Selain mematangkan semua ilmu-ilmunya" dia uga mendapat gemblengan lahir batin dari $!k-Sian dan %!ai-Hud. Bahkan mereka ikut uga mematangkan gadis ini dengan meng!peran tenaga sakti mereka secara bertahap sehingga" dalam waktu yang singkat" &n .an mendapat kema uan yang amat hebat" terutama ginkangnya dan uga tenaganya. Sekarang dara itu dapat memainkan #ukulan &nti #etir (urni yang sudah di gabungkan dengan &lmu Ban-hud-ciang dari %!ai-Hud. Dahsyat sekali. Selain itu dia uga sudah menguasai urus Sian-ci Sin-th!ng yang sakti dari $!k-Sian Hari itu adalah hari terakhir dia tinggal di puncak tebing langit. Tadi malam kedua suhunya sudah memanggilnya dan memberi pesanan agar segera turun gunung dan menunaikan tugasnya sebagai se!rang gadis pendekar. Sebenarnya" walaupun dia sedih" namun ada kegirangan yang amat sangat dalam dirinya. Terbayang suatu wa ah di benaknya. Sampai lama hingga akhirnya dia tersipu-sipu malu se!rang diri. Setelah berkemas" dengan enteng dia menuruni #uncak Tebing .angit hingga tiba di bawah. Sambil mengerahkan Thian-in Hui-cu" tubuhnya melesat mengarah ke timur. Tu uannya ke k!ta ra a. Di sepan ang per alanan kadang-kadang dia membantu rakyat elata untuk menghadapi pen ahat-pen ahat yang mengganggu ketenangan. %arena kebaikan hatinya" dia kemudian di uluki %im-Sim Sian-li 'Dewi Berhati *mas). Suatu hari" dia melewati daerah perbukitan yang luas. #emandangan alam yang indah nampak di depan mata" menyenangkan hatinya. Sambil bernyanyi-nyanyi riang" dia ber alan sambil bersiul-siul. Siapapun yang melihatnya pasti akan terpes!na bagai melihat bidadari yang turun dari khayangan. Tapi rupanya dia tidak sendirian di tempat itu. Dua pasang mata dari tempat tersembunyi sedang menatap dengan penuh na7su kepadanya. 1arak antara pemilik mata itu dengan &n .an terpaut sepuluh langkah. /amun &n .an bukannya tidak tahu akan hal ini. Tingkat kepandaiannya sudah sangat

tinggi" sehingga gerakan kecil apa sa a dapat terdeteksi !lehnya" apalagi kalau hanya desahan na7as dua !rang yang mulai memberat" tapi dia diam sa a. Dia uga tidak mau mengganggu kalau tidak di ganggu. Sekian lama menunggu" akhirnya kedua !rang itu tak kuat menahan lagi" seketika itu uga mereka berkelebat menghadang. Hehehehe" cah ayusedang apa di sini+ Apakah tidak takut sendirian+...tapi gak apa-apa" asalkan ada aku di sini" kau pasti aman %ata !rang pertama. Akhhbenarbenar asalkan cah ayu suka menemani kami barang beberapa hari" h!h!h! &n .an menatap mereka sambil tersenyum9 B!leh" b!lehtapi ada syaratnya %edua !rang itu semakin terbelalak mendengar ini9 *h" manisapa syaratnya+ (eski mataharipun akan ku berikan padamu+... Syaratnya mudah" aku mau memukul dada kalian" tapi kalian harus dapat menahannya. %alau tidak" aku tidak maubagaimana+ (udahkan+ (au..maumau" ay! pukul sekarang uga" angankan hanya satu" meski seribukalipun kami siap %ata laki-laki yang ke dua sambil membusungkan dada.sementara temannya hanya mengangguk-angguk. Baiklah" mana dada kalian+ &n .an melangkah ma u sambil kedua tangannya di angkat dan memukul perlahan. Tingkahnya ini di sambut dengan senyum-senyum penuh arti !leh ke dua !rang yang membusungkan dada mereka dengan bangga. Tapi tidak berlangsung lama" karena kesudahannya sungguh menge utkan kedua !rang itu. Tubuh mereka melayang se auh sepuluh t!mbak kembali ke tempat persembunyian mereka tadi. SA(#AH!!! Tiba-tiba terdengar suara bentakan kecil" dan satu bayangan ber ubah hitam sudah menyambut tubuh kedua !rang yang sudah setengah pingsan akibat pukulan &n .an itu dengan telapak tangan terbuka. Terdengar bunyi ledakan dua kali dan tubuh ke dua !rang itu hancur seketika dengan darah berhamburan. Siapa kau+ Bentak &n .an. 8a ahnya tidak senang" dia tidak bermaksud membunuh ke dua !rang itu" hanya mau memberi pela aran. Tapi !rang ini dating-datang langsung main bunuh. Heemmmmaku Hek-*ng-6u mau kamu melayaniku Berkata demikian cepat sekali tubuhnya sudah melesat ke depan &n .an sambil men!t!k ke dada gadis itu.

*hhh+++ &n .an terke ut sekali" tapi temp!nya tidak banyak" segera kakinya di gen !tkan dan tubuhnya mundur dua langkah dengan cepat mengikuti tenaga d!r!ngan hawa t!t!kan lawan. Ahhh" kau berisi uga ya #ria ber ubah itu tiba-tiba melesat ke atas dan memukul dengan tangan terkembang. &tulah hawa Bu-kek-kang-sin-kang tingkat pertama. Heaaaahhh. Daaarrrr &n .an tersurut tiga langkah" namun dia tidak terluka. Ternyata ilmu pemuda itu luar biasa. Untung dia sempat mengerahkan Tenaga &nti #etir (urni di kedua tangannya. %alau tidak entah apa adinya. (enilik kekuatan lawan" &n .an mengerti dia kalah tenaga" tapi dia belum puas. Segera dia berkelebat mengerahkan ginkangnya dan melancarkan pukulan-pukulan berbahaya dari &lmu Ban-Hud-ciang kebanggaan gurunya yang ke dua. Tubuhnya di lindungi !leh laksaan tapak yang membuat lawan susah mendekatinya. /amun pemuda itu tak kalah sebatnya uga. Tidak sia-sia ulukannya Si Bayangan Hitam" karena tubuhnyapun dapat mengimbangi kecepatan &n .an sementara tangannya mengerahkan ilmu Bu-kek-kang-sin-kang tingkat ke dua dan ke tiga. Sampai duapuluh urus mereka saling serang" tampak &n .an mulai terdesak di bawah angin saat lawannya mulai mengerahkan kekuatan sampai ke tingkat empat. (elihat ini &n .an mulai berkelahi dalam p!sisi bertahan" dengan mengerahkan gabungan Tenaga &nti #etir (urni dan Ban-Hud-ciang sambil sedikit-sedikit dia memasukkan Sian-ci Sin-th!ng di dalam serangannya" dengan demikian dapatlah dia mempertahankan diri. #ada saat itulah tiba-tiba terdengar bentakan halus9 Huh" apakah Bu-kek-kang-sin-kang hanya di pakai untuk menghina perempuan+... Se!rang pemuda tampan ber ubah hu au sudah berada di situ. %etika tangannya di angkat" serangkum angin pukulan yang kuat membuyarkan tenaga Bu-kek-kang-sin-kang tingkat empat dari Hek-eng-cu. Segera Hek-eng-cu melentingkan tubuh dan menghadap pendatang baru itu dengan gusar namun waspada. Ada urusan apa kau ikut campur+ cari mati sa a+ Siapa aku adanya tak perlu kau urus. 1elasnya kalau kau masih tetap mau menghina se!rang gadis muda" kau akan berhadapan denganku.

Baik" sambutlah Sekali melesat Hek-eng-cu sudah mener ang dengan Bukek-kang-sin-kang tingkat ke lima. Hebat sekali akibatnya. Debu pasir berterbangan dan hawa pukulan yang kuat dalam arak lima t!mbak masih terasa. #emuda berba u hi au itu dengan tenang menyambut serangan lawan. Bahkan kelihatannya dia tidak takut sama sekali. 0erakan-gerakan tangannya memainkan S!an-h!ng Sin-ciang dengan di lambari pengerahan tingkat tinggi dari 0i!k-ceng Sin-kang yang sakti. Tidak sampai limapuluh urus" tiba-tiba Hek-eng-cu memukulkan sesuatu ke tanah sehingga muncul asap yang melindungi pandangan lawan. Dalam seke ap dia telah lenyap dari tempat itu. #emuda berba u hi au itu tidak menge ar. Hanya seke ap dia membalikkan tubuh menghadap &n .an. /!na" aku %iang #! 6hun" salam kenal #emuda itu men ura" namun matanya tak berkedip penuh kekaguman menatap gadis di depannya. Hal mana tentu sa a membuat &n .an engah. *hh" aku 6u &n .anTerima kasih atas bantuanmu Ahh tidak apa-apa" untung lawanmu itu hanya menguasai Bu-kek-kang sinkang sampai tingkat ke enam" kalau lebih dari itu" tentu aku akan sedikit kesulitan mengusirnya pergihanya aneh+ Setahuku ilmu itu hanya di miliki !leh keluarga %hu" apa pen ahat itu dari keluarga %hu+ #engumuman (aut Sang Beng-cu %!ta .!k $ang yang biasanya ramai kini dalam keadaan sepi. Suasana s!re men elang malam yang mencekam nampak dengan andanya mayat yang berserakan di sana-sini. Sementara itu sepuluh !rang bersen ata pedang dan g!l!k tampak berindap-indap dan hati-hati memasuki sebuah gedung hartawan di tengah k!ta itu. Saat mereka telah dekat" dengan saling memberi k!de" mereka melemparkan bahan peledak ke dalam rumah tersebut setelah itu mereka mel!mpat men auh. Akibatnya hebat sekali. 0edung itu bergetar keras ketika bunyi ledakan-ledakan terdengar di susul kemudian erit ngeri para wanita-wanita yang terkena ledakan. *mpat bayangan melesat keluar dengan kecepatan kilat. Dalam seke ap tubuh ke empat !rang ini meluncur dengan kecepatan yang sulit di lihat mata biasa mengarah pada ke sepuluh !rang tersebut. Terdengar erit mengerikan

dan menyayat ketika ke sepuluh !rang itu meregang nyawa tanpa sempat bersuara. %eempat !rang itu berdiri sambil tertawa bergelak-gelak. Ternyata mereka adalah empat !rang pria ber ubah merah seperti pakaian para .ama di Tibet. 6uma bedanya kepala mereka tidak gundul seperti kebiasaan para .ama" melainkan di tumbuhi rambut-rambut yang pan ang dan riap-riapan. Saat mereka tertawa itu tiba-tiba di hadapan mereka muncul se!rang gadis muda yang amat cantik membawa sebatang payung yang terbuat dari ba a. Seketika mereka terbeliak dan suara tawa mereka terhenti. *hh" burung h!ng dari mana ini" berani datang menyerahkan diri..hahahaha+ Salah satu dari mereka berkata. Sambil matanya men ela ahi tubuh gadis itu dengan tatapan cabul. Hemmkalian para .ama sesat. 6ukup sampai di sini perbuatan be at kalian yang memperk!sa dan membunuh di mana-mana"hari ini Bidadari #ayung #elangi akan memusnahkan kalian Bentak gadis itu. Suaranya merdu dan enak di dengar. Hahaha" para suheng" biar gadis ini aku yang taklukkan Tampak !rang termuda melangkah ma u sambil tertawa-tawa. Tangannya tiba-tiba di ulurkan mengarah ke dada gadis itu. &iiihhhcabul Dalam seke ap gadis itu mengalirkan tenaganya dan memukul telapak tangan !rang itu. Dhuukkkk *hhb!leh uga+ Ternyata kau macan betina ya+ ,rang itu terke ut ketika merasakan tangannya terpental dengan kekuatan yang tak kalah dengannya. HahahahaSute" hati-hatitampaknya kau harus ker a keras untuk menundukkannya Huh..kita lihat sa a dalam sepuluh urus Berkata demikian" tubuhnya tibatiba melesat dan sudah melancarkan delapan belas kali t!t!kan ke tubuh gadis itu. Tampaknya gadis itu akan segera men adi k!rban. /amun yang ter adi sungguh menge utkan !rang itu. 0adis itu tiba-tiba mengembangkan payungnya dan hanya dua kali putaran telah mematahkan semua t!t!kan yang mengarah ke tubuhnya. Bahkan .ama itu terpaksa harus menarik kembali tangannya yang terancap !leh keta aman u ung payung yang seperti mata pedang.

Dmikianlah ter adi pertempuran sengit. .ewat sepuluh urus belum uga ada tanda-tanda pihak yang menang. Tampaknya mereka seimbang. 0adis ini penasaran. Segera tangan kirinya mulai membalas serangan lawan dengan pukulan-pukulan Tenaga &nti #etir (urni. Terdengar ledakan-ledakan yang kuat ketika telapak tangan gadis itu yang bersinar biru bertemu dengan bau amis pukulan Hiat-t!k-sin-ciang dari .ama tersebut. /amun walaupun keduanya berusaha mengemp!s semangat mereka" namun perbedaan kepandaian mereka tidaklah terlalu auh. 0adis itu menang dalam hal ginkang sedangkan .ama itupun hanya menang seurat dalam hal tenaga. Hemmsute biar kubantu kau Tampak satu bayangan lagi tiba tiba melesat memasuki area pertarungan itu dan menyerang sang gadis hampir bersamaan sehingga dalam waktu kurang dari 4 urus gadis itu atuh dalam pelukan !rang termuda dari .ama itu. Hahaha" suheng gadis ini ranum sekali" pasti bisa memuaskan kita selama beberapa minggu (ereka mengangguk-angguk sambil tertawa. /amun tanpa di ketahui mereka ada dua !rang yang telah muncul dari dua urusan yang berbeda dalam waktu bersamaan. Dua !rang ini sama terke ut melihat kemuculan masing-masing. Seke ap mereka sadar bahwa pendatang ini bukan !rang sembarangan. /amun tidak lama karana salah satu yang berba u merah sudah menyahut9 S!bat" .epaskan gadis itu" tidak pantas kau !rang tua memperlakukan se!rang gadis seperti itu *hhsiapa kau+ %eempat !rang itu berbalik dan terke ut" karena mereka tidak merasakan kedatangan ke dua !rang ini. Siapa aku adanya tidak perlu kalian tahu" aku hanya mau kalian melepaskan gadis itu Hahahakalau kami tidak mau" kau mau apa+... Dengan angkuh !rang pertama dari .ama itu berseru" kemudian melan utkan9 dan angan kalian bermimpi bisa merampas apa yang sudah di miliki !leh T!k-Su-wi '*mpat pengawal Racun) dari .ama Agung 1ubah (erah Huh" aku tidak mau tahu siapa kalian" tapi lepaskan gadis itu..+ Hemmmnapa kau mau sisa dariku+ Berkata demikian" .ama yang termuda itu menundukkan kepala dan men ilati leher gadis itu dengan berna7su .A/6A/0!!! Tiba-tiba pemuda ber!mpi biru yang satunya lagi yang hanya berdiam dari tadi tiba-tiba lenyap dari hadapan mereka dan di lain saat

terdengar eritan keras dari .ama itu. Tubuhnya terlempar keatas sambil muntah darah" sedangkan gadis itu telah berpindah ke tangan sang pemuda yang segera membebaskan t!t!kannya. Suteeee. Hiaaaaaaatttt. %etiga rekannya terke ut" namun dua di antara mereka segera mener ang ke arah pemuda itu dengan pukulan-pukulan maut mematikan sedang yang satu lagi melesat menyambut saudara mereka. #emuda itu tenang sa a tapi saat tangannya di kembangkan" tiba-tiba tubuh sekitarnya di lapisi kabut tipis yang mementalkan balik semua pukulan lawan. #ek-in-h!at-sut+++...kaukau dari #ulau Daun #utih+ seru .ama yang tertua. Benar" apa kau masih mau melan utkan pertarungan ini+ Seru pemuda itu sambil tersenyum. Hemmm" kali ini kami akan pergi" tapi kami tidak akan menghabiskannya hanya sampai di sini! sambil menatap penuh dendam para .ama tersebut berbalik dan berlalu dari situ. 8ahhhhtak di sangka" heng-te dari #ulau Daun #utih" salut...salutperkenalkan" cahye bernama %im H!ng" she $ang %ata pemuda berba u merah itu sambil men ura. Heh" She $ang+++ Apakah dari %uburan %un!+... #emuda ber!mpi biru itu berseru kaget. /amun seruannya itu hanya di sambut dengan senyuman dan anggukan kepala sa a. Terima kasih atas pert!l!ngan kalian berduapara iblis itu sangat sakti Di tengah-tengah kekaguman mereka berdua tiba-tiba suatu suara menyelutuk dan membuat mereka tersadar !leh adanya mahluk indah di depan mereka itu. *h" /!naaku .u Sim Haymaa7kan kami datang terlambat+ #emuda ber!mpi itu men ura sambil terus memperkenalkan diri. Akhhakuehya..ya" aku H!ng .ian" she Simsenang mengenal kalian uga" permisi Berkata demikian sang gadis segera membalikkan tubuh dan hendak berkelebat pergi dari situ meninggalkan dua !rang pemuda yang memandang kepergiannya dengan terbeng!ng-beng!ng.

Selama setahun ini" tampaknnya dunia persilatan telah tiba pada masa ke ayaan kaum hitam. Tidak ada pergerakan sedikitpun dari kaum putih yang terdengar. Tapi pada suatu hari" tanggal sepuluh bulan sebelas" suasana di Rawa .umpur %ematian tampak sedikit ramai. Tempat ini dulunya adalah tempat kediaman Tee-T!k Sam-kui. %arena tempat itu sangat strategis dan uga di kelilingi !leh .umpur hidup dan bermacam-macam binatang beracun lainnya membuat tempat itu sangat sukar di datangi !leh sembarang !rang. Tiga bulan yang lalu Tee Sun .ai membawa seluruh anak buahnya bergabung dengan Thian-te-san-pai kemudian pindah serta memperkuat kedudukannya sebagai bengcu di tempat itu Hari itu tampak berdatangan kel!mp!k-kel!mp!k kecil yang terdiri dari tiga sampai delapan !rang. Bukan !rang-!rang biasa. Terlihat berbagai bentuk sen ata tersampir di punggung dan pinggang mereka. Setelah mereka tiba di pinggir rawa" mereka di sambut !leh !rang-!rang berpakaian ungu dengan sedikitnya dua puluhan perahu yang terbuat dari kayu kuat yang di lapisi besi yang b!lak-balik mengangkut mereka. Siapakah !rang-!rang yang datang berkel!mp!k-kel!mp!k tersebut+ (ereka adalah utusan-utusan dari berbagai perguruan yang di undang !leh sang Beng-cu untuk membahas suatu hal yang khusus. Sebenarnya" para pendekar kaum putih tahu belaka bahwa maksud dari undangan tersebut tentu akan lebih banyak merugikan pihak mereka daripada untungnya" tapi mereka tidak kuasa men!lak karena pengundangnya beratas namakan Beng-cu dunia persilatan. 1ika mereka men!lak itu akan menyebabkan penghancuran yang 7atal bagi g!l!ngan mereka. Untuk melawanpun" mereka tidak punya kekuatan yang cukup adi hanya menurut sa a. Hari men elang malam" di luar markas dari Thian-te-san-pai ini di dirikan panggung yang amat besar. Suasana di sekitar panggung ini tidak ter aga se!rangpun. Hanya kalau !rang memandang ke arah (arkas perkumpulan tersebut yang araknya hanya satu setengah mil dari panggung tersebut" mereka akan bergidik karena tempat itu di aga dengan pasukan ber ubah ungu yang berlapis-lapis. Di salah satu sisi dari panggung tersebut di buat panggung dua tingkat yang lebih kecil dan lebih tinggi dengan tigapuluh anak tangga dari panggung utama. Di kelilingi !leh dua pen aga berpakaian ungu dengan pedang di tangan. Di tingkat atas panggung tersebut tampak lima kursi agung yang di duduki !leh lima !rang" salah satu di antaranya adalah sang Beng-cu Tee Sun .ai sendiri dan 1it-g!at (!-!ng. $ang satu lagi adalah se!rang kakek yang berwa ah aneh seperti !rang mabuk" dia adalah Bu-tek Sian-cu 'Bayangan Dewa Tanpa Tanding)" yaitu se!rang t!k!h k!sen dari pegunungan Himalaya yang tidak pernah muncul dari dunia kang-!uw. Di samping itu ada uga dua .ama ber ubah merah. Tak salah lagi merekalah

.ama 1ubah merah yang mengepalai Thian-te-san-pai yang ber uluk Thianyang .ama dan Tee-im .ama '.ama Agung .angit C .ama Agung Bumi). Di tingkat ke dua tampak berdiri delapan belas !rang ber ubah dan berkerudung ungu. Hanya terlihat sinar mata mereka sa a yang ta am" tanda mereka adalah !rang-!rang pilihan. Saat semua !rang sudah berkumpul semua" genderang di bunyikan dengan suara bertalu-talu. Tee Sun .ai segera berdiri dengan gagahnya dibalik ubah hitamnya yang di gambar dengan gambar naga dari benang emas. Suaranya menggema di segenap pen uru. 6u-wi sekalian" sebagai bengcu dunia persilatan" aku senga a mengundang kalian untuk mengumumkan dan uga merayakan suatu peristiwa yang baru dalam dunia persilatan Dia berhenti se enak sambil tersenyum menyeringai" kemudian melan utkan9 mulai saat ini tidak ada lagi perbedaan g!l!ngan Hitam-dan putih. Satu-satunya peraturan yang b!leh berlaku ialah yang terkuatlah yang men adi ra a. (ulai saat ini Semua perguruan-perguruan silat yang ada harus memberikan upeti berupa emas sebanyak seratus tail setiap tahun dan lima !rang gadis cantik setiap bulannya. Bilamana ada yang melanggar ketentuan ini" maka setiap !rang di berikan hadiah dua kali lipat upeti tiap tahun untuk menghancurkan dan membawa kepala-kepala para pelanggar tersebut.apakah 1elas+... Terdengar seruan dan s!rakkan kegembiraan di sana-sini ketika pengumuman ini di sampaikan. ,mit!hud" maa7kan pint!" tapi ucapan sicu selaku bengcu sama sekali tidak mencerminkan tanggung awab yang harus di lakukan !leh bengcu yang sesungguhnyasecara pribadi sangat sukar bagi pint! menerimanya dengan akal sehat+ Se!rang tiba-tiba menyahut tak kalah kerasnya" yaitu Bh!k%eng hwesi! yang merupakan sute ketiga dari 6iangbun in Siauw .im pai. Belum habis suaranya tiba-tiba berkelebat bayangan pedang yang cepat sekali dari atas yang menghantam ke arah Bh!k-%eng hwesi!. Bh!k-%eng hwesi! bukanlah se!rang ahli silat pasaran" namun melihat datangnya serangan pedang yang sangat cepat itu" sama sekali dia tidak sempat bergerak sedikitmun. Bahkan suhengnya Bh!k-T!ng-Hwesi! yang dating berdiri tak auh darinyapun tak mampu berbuat banyak. Diiiiinngg 6lepp" Dhuarr..! Terdengar suara ledakan yang keras ketika tenaga dalam dari pedang Tee-(!-%iam menghantam Bh!k-%eng hwesi! dan menghancurkan kepalanya. Hemmmmitulah akibatnya kalau berani melawan perintahkusekarang siapa lagi yang berani membangkang dan sudah b!san hidup" haa+ Bentak Tee Sun .ai dengan marah.

Semua terdiam tanpa banyak kata-kata dan men atuhkan diri berlutut di hadapannya. Hal ini di sambut dengan tertawa yang berkepan angan dari Tee Sun .ai ini di ikuti !leh keempat !rang yang ada di atas kursi agung. .ihatlah" bukankah ker asama kita sangat menguntungkan. Sekarang tidak ada lagi yang dapat melawan kita" kekuatan kaum putih sudah kehilangan sengatannya. .angkah selan utnya" kita akan menggulingkan kaisar %uan D!ng dan mendirikan kera aan baru dengan kaisar se ati yang baru" bagaimana menurut pendapat kalian+ Dengan p!ngahnya Tee Sun .ai berkata kepada keempat !rang yang duduk di panggung agung. (asingmasing mreka hanya mengangguk-angguk sambil tertawa dengan wa ah dansenyum licik yang menyimpan berbagai rencana dan strategi. Sementara mereka tertawa-tawa" mata mereka mulai tertu u kearah kumpulan para ag!an dari g!l!ngan putih yang terkumpul di sudut utara" tatapan mereka penuh nada mengancam dan garang. *ntah bagaimana" tanpa di k!mand!" mereka mencabut sen ata masing-masing. (ereka tahu" nilah pertempuran matihidup mereka" tapi mereka tidak mau menyerah bgitu sa a. Saat-saat yang sangat kritis seperti ini" semua perhatian mulai tertu u pada !rang-!rang ini. (ereka mulai bergerak mendesak tiba-tiba salah satu dari ;: !rang di atas panggung tingkat ke dua" melesat ke arah Tee Sun .ai dan bersu ut9 (aa7 yang mulia bengcu" i inkan kami ke ;: ksatria iblis membasmi mereka+ Hahahahahahapermintaan di kabulkan" tapi kalau mereka tidak mampus dalam :3 hitungan" maka kepala kalian yang akan terpisah mengerti+++...SATU (endengar hal ini s!ntak ke ;: bayangan bergerak dengan cepat menu u kea rah para t!k!h-t!k!h g!l!ngan putih yang ber umlah :33-an !rang itu. Tampaknya inilah akhir dari ke ayaan dan uga pertanda maut bagi para t!k!h-t!k!h g!l!ngan putih ini. /amun" Thian tidak buta. Hampir sama cepat dari lesatan ke-duabelas iblis itu" bahkan auh lebih cepat lagi" tiba-tib B*RH*/T&!...BHUUUUUU((((//.! Terdengar bentakan menggelegar di ikuti suara ledakan yang keras tepat memisah di antara para t!k!h g!l!ngan putih ini dengan keduabelas iblis yang sedang melesat memburu dengan waktu untuk melakukan pembantaian tersebut. Hasilnya sangat dahsyat. 0etaran energi yang amat kuat itu membuat panggung yang besar itu amblas di bagian tengahnya dan menimbulkan kepulan asap" sedangkan membuat keduabelas iblis itu terpental mundur.

&iiihhhhh" itu &.(U S*R&BU &B.&S #*(US/AH+++ Suara kekagetan ini keluar dari mulut 1it-g!at (!-!ng yang sudah melesat turun dari atas panggung dan berdiri di samping Tee Sun .ai dengan muka merah. Han Sian+ Seru Tee Sun .ai uga tak kalah kagetnya !leh perbawa tenaga yang amat dan dahsyat tersebuttersebut. Titah %ematian *nam Dewa #usaran angin yang sangat kuat membuyarkan asap di sekitar panggung dalam seke ap. Tampak se!rang pemuda tampan berdiri di tengah-tengah panggung yang telah amblas. (atanya nampak berkilat-kilat. Sekitar tubuhnya di lingkupi hawa cahaya keemasan dan kehitaman yang berputarputar mengelilingi tubuhnya. Apa kabar 1it-g!at (!-!ng+...dan kau uga Tee Sun .ai+... Suaranya tenang tapi uga nampak dingin dengan wibawa yang amat kuat. Hemmmakhirnya kau muncul uga" aku kira kau sudah mampus+ balas 1itg!at (!-!ng sinis. Tadinya sih sudah hampir" namun thian belum mengi inkan nyawaku" tahukah kau mengapa+...karena masih ada manusia-manusia seperti kalian yang harus di hentikan.. Suara Han Sian tetap dingin sambil tersenyum" karena hatinya sungguh marah saat itu. Hahahahakau kira hanya sendirian bisa membuatmu seenaknya di sini+ %au bermimpi kawan. Tee Sun .ai membalas dengan sengit dan entah darimana datangnya" tiba-tiba di tangannya sudah menggenggam pedang bersinar ungu. Huh" bermimpi t!h tetap harus lihat kenyataannya" dan kenyataannya kalian berdua sudah pernah ku pecundangi" dan kalaupun sekarang kalian mau bergabung" tetap belum setimpal untuk men adi lawanku Han Sian membalas dengan pengerahan tenaga dalam yang membuat suaranya bergetar. Senga a dia buat itu untuk membangkitkan amarah mereka. %urang a aaaaarrrrrr Bentak 1it-g!at (!-!ng dengan suara menggelegar" di ikuti tubuhnya yang melesat sangat cepat ke depan sambil memukul dengan pengerahan seluruh tenaganya. Dia tidak main-main" karena dia tahu kelihaian anak muda yang ber uluk #endekar Asmara Tangan Dingin ini. Segera dia mengerahkan ilmunya sampai tingkat tertinggi karena dia tahu bahwa tidak berguna kalau hanya mengandalkan urus- urus sa a. &tulah sebabnya dia memutuskan untuk sekali menyerang dengan sepenuh tenaganya.

Tubuhnya di liputi dua cahaya merah dan putih hasil mengerahan tenaga 1it-g!at-kang tingkat kesembilan melabrak ke arah Han Sian dengan kuat" hawa panas dingin dari 1it-g!at-sin kang 'Tenaga sakti (atahari dan Bulan) ini bahkan menyapu tempat itu sehingga membuat para pen!nt!n mundur kurang lebih tu uh t!mbak ke belakang. Han Sian tahu kekuatan lawan itulah sebabnya dia tidak mau setengah hati" tubuhnya terangkat satu engkal dengan pengerahan %ui-Sian &-sin-kang tingkat ke sembilan" sementara kedua tangannya bergerak dengan sangat cepat melepaskan H!ng-.ui-%iam-cu ' alur #edang Angin #etir) yang kemudian di ikuti dengan /g!-heng Thian-kiam-cu '1alur #edang .angit .ima Unsur) yang dahsyat. D-----ttts6iiiiits8ussshhh. B.AAAAAARRRR Benturan keras ter adi" sinar-sinar pukulan yang terpantul menyebar ke segala arah sehingga terdengar pekikkan kematian di manamana. ,rang-!rang yang berkepandaian tinggi sempat melindungi diri mereka" tapi mereka yang berkepandaian rendah harus menerima nasip naas. Han Sian masih tetap pada tempatnya" tampak tubuhnya di liputi sinar ke emasan melayang tidak mengin ak tanah namun tidak kurang suatu apapun" tanah di kakinya berlubang sebesar kerbau sedalam hampir satu meter sedangkan 1it-g!at (!-!ng tersurut mundur lima langkah dengan muka pucat. Terlihat darah mengalir dari bibirnya. Dengan langkah g!ntai dan kepala tertunduk dia ber alan mundur dan keluar dari tempat itu dan menghilang. Semua !rang tampak tidak mengerti apa yang ter adi hanya Han Sian dan tentunya 1it-g!at (!-!ng sendiri. Tapi satu hal yang bisa di pastikan ialah dunia kang-!uw tidak perlu takut lagi dengan yang namanya 1it-g!at (!!ng. Sementara itu di samping Tee-m!-kiam !ng" telah berdiri tiga !rang lain lagi. Hawa kematian dari pancaran tenaga mereka terasa !leh Han Sian. Di pandanginya mereka dengan mata menc!r!ng penuh selidik. ,hhhh adi inikah semua pen aga dapurmu Sun .ai+ ,rang muda kau terlalu s!mb!ng" sambut seranganku.. Bu-tek Sian-cu menyahut dengan geram. Tangannya segera di kibaskan" dan serangkum tenaga kuat yang tak kelihatan menyambar ke arah Han Sian.

Ba u Han Sian berkibar tapi dia tetap tidak bergerak. Hal ini membuat Butek Sian-cu terke ut. Dia mengerahkan delapan bagian tenaganya dalam pukulan tadi" tapi anak muda itu tidak bergeming. Aku tidak mengenalmu !rang tua" tapi kalau kau bermaksud membantu rencana busuk manusia she Tee ini" aku tidak sungkan lagi+ Han Sian berkata perlahan" tapi bibirnya tidak bergerak. Di lain saat" Tee Sun .ai mengangkat tangan kirinya ke atas. Dalam seke ap sa a berkelebatan bayangan-bayangan !rang berseragam ungu mengepung tempat tersebut dengan pedang terhunus. Hehehe" Han Sian" sesakti apapun kau" kali ini kau tetap takkan bisa l!l!s dari sini+ Sambil tertawa" Tee Sun .ai mener ang kedepan dengan sangat cepat" tanpa mengeluarkan suara. Saat itu berkeredapan sinar-sinar ungu mengerikan yang amat banyak dari u ung pedangnya yang mengerah ke seluruh bagian tubuh Han Sian. Dia telah menyerang menggunakan salah urus terhebat dari Tee-m!-kiam-sutnya" yaitu Seribu &blis Bumi membalikkan hu an. Tunggu s!bat" membereskanmu bukan bagiankutapi mereka Tiba tiba tubuh Han Sian (elesat ke atas menghindari serangan ganas Tee-m! %iam!ng tersebut yang lebih memperdalam lubang di bawah kaki Han Sian.. Seke ap kemudian dia sudah turun ke tanah se auh dua t!mbak. Bibirnya tersenyum sambil tangannya mer!ng!h ke saku dan mengeluarkan enam lempeng warna-warni yang di lemparkan ke atas. %au memang sudah men adi beng-cu" tapi tingkatanmu tidaklah lebih tinggi dari mereka! Bersamaan dengan itu dari enam pen uru" melesat enam bayangan yang menyambut ke enam lempeng tersebut dan turun perlahanlahan di ikuti perbawa yang hebat dari masing-masing !rang" yang di ikuti suara menggelegar dahsyat berbunyi9 B*/6A/A DATA/0 S&.&H B*R0A/T&" */A( D*8A B*RSATU #ADU" 0*.A# B*R0A/T& T*RA/0 Semua !rang yang hadir di situ" terke ut melihat kemunculan keenam !rang ini. Bahkan Tee Sun .ai dan ke empat rekannya dapat merasakan bahwa kepandaian keenam !rang ini tidaklah berada di bawah kepandaian mereka. Aaakh.egenda itu muncul lagi! Suara itu keluar dari mulut Bu-Tek Sian-cu yang terke ut" demikian pula Thian-yang-.ama dan Tee-im .ama" sebab mereka yang merupakan t!k!h tua" mengetahui dengan elas apa artinya ini.

,mit!hud...Thian maha adil" ternyata legenda itu masih ada" cuwi sekalian kita kedatangan bantuan besar Suara Bh!k-T!ng-Hwesi! menggema kegirangan. Han Sian yang melihat ini tersenyum" Benar Bh!k-.!cianpwe" legenda itu tetap ada. Sementara itu ke empat t!k!h sesat yang diam se ak tadi saling pandang. Tee Sun .ai merasakan sesuatu yang tidak beres" namun dia tetap terkekeh Hehehehe" Han Sian" untuk apa kau mendatangkan anak-anak kecil initetap sa a kau takkan dapat melewati pasukan kami yang bergabung. S!mb!ng!!!..sambutlah Suatu suara terdengar agak ketus" di ikuti sebuah bayangan dengan dua pukulan menyambar ke arah Tee Sun .ai. Untung sa a pemuda itu sudah siaga dari tadi. Tangannya di angkat menangkis pukulan lawan. Dhuaaarrrrrrr *hh %edua !rang itu tergentak mundur satu langkah" namun di lain saat si pemuda yang menyerang sudah kembali mundur ke tempatnya semula. %au benar" manusia she Tee" pasukanmu memang banyak" tapi asal tahu sa a" yang baru menggebrakmu adalah Bu-kek-kang-sin-kang tahap sepuluh" dan kalau kau lan utkan" kau mungkin masih harus berhadapan dengan sisa tiga tahap terakhir lainnya Sahut Han Sian tenang. Aakhhhsaudara Han terlalu berlebihan" aku hanya menguasai sampai tingkat ke duabelas sa a kemudian segera dia menghadap Tee Sun .ai dan berkata9 6ahye %hu Hee .i!ng masih ingin meminta petun ukmu Huh" siapa kalian dan apa hak kalian ikut campur urusanku+ Tee Sun .ai membentak marah. /amun dia tidak berani sembarangan bergerak. Bh!k-T!ng-Hwesi! tiba-tiba bersuara9 Delapan puluh tahun lalu" saat dunia persilatan di landa bencana kehancuran" telah muncul enam dewa yang menyelamatkan dunia kang-!uw dengan memberi bantuan untuk membasmi kesesatan di muka bumi. %e enam dewa ini kemudian di n!batkan sebagai sesepuh persilatan yang bahkan memiliki hak untuk memecat beng-cu terpilih bila bengcu tersebut di dapati melanggar tanggung- awabnya sebagai beng-cu yang mengay!mi. Tee Sun lai terke ut mendengar akan hal ini" apalagi saat dia melihat ke tiga rekannya" mereka uga menggangguk membenarkan. (elihat gelagat buruk" segera dia mengedipkan mata pada ke tiganya sebagai tanda menyerang. Tapi dia terke ut karena mereka bertiga hanya tertunduk sa a.

Hei" Thian-yang lama" apakah kau mau melanggar kesepakatan kita+++ Bentaknya marah. %ami sepakat membantumu menguasai dunia" tapi bukan untuk menentang pewaris .egenda *nam Dewa" karena kami masih terikat sumpah yang kami maklumatkan delapanpuluh tahun lalu Sahut Thian-yang .ama seke ap kemudian tubuhnya melesat di ikuti Tee-im .ama dia mengangkat tangan kanannya ke atas9 %ita pergi!!! Bersamaan dengan lenyapnya tubuh mereka" para anak buah Thian-te-sanpai mengundurkan diri dari tempat itu. Bu-tek Sian-cu menatap ke arah Han Sian9 Anak muda kau hebat" aku tidak akan meneruskan keterlibatanku" tapi aku harus mengu i bahwa *nam Dewa bukan hanya !m!ng k!s!ng sa a Silahkan l!cianpwe memilih Han Sian yang mengetahui maksud hati !rang" segera mempersilahkan. ,rang tua tersebut menatap sekeliling" dan matanya berhenti pada pemuda yang berpakaian putih dengan lengan ba u pendek. Bersiaplah !rang muda" aku tidak akan tanggung- tanggung Berkata demikian" tubuhnya tiba-tiba berputaran seperti gasing dan melesat ke atas setinggi tu uh t!mbak. Saat tubuhnya di udara" !rang tua itu membentak dengan suara menggelegar memekakkan telinga dan di lain saat tubuhnya meluncur turun men adi empat bayangan dengan empat pukulan yang berbeda. Hebat sekali. Angin pukulan yang membahana berkesiutan menghantam tubuh pemuda tersebut. &tulah 1urus H!k-m!-siancu -ciang '#ukulan Bayangan Dewa (enaklukkan &blis) Han Sian dan ke lima pemuda yang lainnya terke ut. (ereka merasakan bahwa dari empat bayangan yang menyerang dengan dahsyat tersebut" bayangan ke tiga meluncur tanpa suara dan angin pukulan sama sekali. (ereka berdecak kagum" melihat kehebatan kakek yang ber uluk Bu-tek Sian-cu ini. #emuda yang di serang tersebut tidak nampak gugup. Dengan tenang tangannya memutar dengan sebat dan dalam seke ap dari tubuhnya keluar ledakan-ledakan petir di ikuti dengan angin badai yang amat kuat yang melindungi tubuhnya dari keempat bayangan lawan" itulah H!ng-lui Taih!ng-ciang ciptaan #endekar Super Sakti beberapa ratus tahun silam. /amun hebatnya lagi" dari kedua tangannya masih keluar dua sinar merah dan putih dari ilmu Hwi-yang Sin-ciang dan Swat-im Sin-ciang yang menyambut ter angan bayangan ke tiga yang tanpa suara tersebut.

B.AAAAAARRRR Dua ledakan yang dahsyat terdengar dan tampak dua bayangan melenting dengan cepat mematahkan daya pantul pukulantersebut dan di lain saat keduanya tampak berdiri saling berhadapan dengan arak sepuluh t!mbak. Akhh" maa7kan kekurang a aran cahye" l!cianpwe H!h!h!" kau hebat" semuda ini sa a sudah sangup menandingiku" beberapa tahun lagi aku pasti bukan lawan kaliansiapa namamu+ Siauw-te H!ng Sin" l!cianpwe" She Suma ,rang tua itu nampak terke ut" namun sesaat kemudian dia segera itu menatap Tee Sun .ai9 tampaknya ambisimu akan mendapat halangan yang besar" slamat tinggal..hahahahahahaha %akek tersebut melesat dalam seke ap meninggalkan tempat itu sambil meninggalkan gema suaranya. Suasana tenang" tampak tidak ada yang bergerak. Semua mata memandang ke ta am ke arah Tee Sun .ai yang ber uluk Tee (! %iam ,ng ini. Sementara yang di tatap balas menatap dengan wa ah beringas. Tangan kirinya berubah cepat men adi merah darah dengan tenaga penuh dalam ilmu Hiat-kut- iauw Sam-kang" sedang pedang di tangan kanannya bergetar keras sampai menimbulkan suara berdesing nyaring. Huh" Han Sian %eparat" kau salah ika mengharap aku akan menyerah begitu sa a...S*RA/0! Tubuhnya tiba tiba berkelebat cepat ke arah Han Sian dan menyerang dengan ganas. Tapi satu bayangan lain melabraknya secara tiba-tiba dari samping9 Tunggu" kau bagianku... Tanpa menanyakan siapa lawannya" Tee Sun .ai meneruskan serangannya dengan gencar. Dalam seke ap ter adi pertempuran yang dahsyat dengan urus- urus ampuh. Tee Sun .ai yang tadinya sangat bangga sehingga mengakui dirinya sebagai ag! pedang yang tidak ada tandingannya saat ini terpaksa harus menelan pil pahit" karena lawannya bukan ahli silat sembarangan. %ecepatan pedangnya sama sekali tidak berarti banyak mencecar bayangan lawan. #ertempuran antara ke dua !rang itu segera memasuki tingkat pengerahan tertinggi dari ilmu masing-masing. #ergantian ilmu ter adi dengan sangat cepatnya. Sampai lewat seratus urus tiba-tiba Tee Sun .ai merubah gerakan pedangnya. Sambil tangannya terus memainkan tingkat ke tiga dari Hiat-kut- iauw Sam-kang" pedangnya tiba-tiba bargerak lambat namun ternyata kecepatannya dua kali dari serangan-serangan sebelumnya.

(enghadapi serangan yang aneh itu pemuda yang ternyata adalah Thi! Tay .ee itu segera men e akkan kakinya dengan kuat ke tanah sehingga menimbulkan getaran seperti gempa bumi" di lain saat" tubuhnya menghilang dari hadapan lawan. Dia telah mengerahkan %ian-kun Tay-l!-yi &m $ang yang dahsyat. Sementara itu seluruh pasukan berseragam ungu yang mendengar perintah beng-cu mereka" segera bergerak membentuk kel!mp!k-kel!mp!k barisan #edang iblis yang terdiri dari 4: !rang tiap barisan adi t!tal semuanya ada >; barisan #edang iblis.. Dengan dahsyat mereka menyerang para pendekar yang ada. Dalam seke ap ter adilah pertempuran ke dua yang lebih besar. Sementara itu saat melihat akan hal ini" Han Sian melirik ke lima pemuda yang lainnya" dan dalam seke ap tubuh mereka berkelebat. Han Sian mel!ncat tinggi ke atas. Tangannya di arahkan ke arah satu barisan terdekat. Sambil mengerahkan tenaga menyed!t" tiba-tiba ke dua barisan tersebut kehilangan pedang mereka yang di sed!t !leh tenaga Han Sian. Sekali dia menggerakkkan tangannya" pedang-pedang tersebut melesat masuk kedalam tanah dan lenyap sama sekali. Han Sian melakukannya berulang yang diikuti !leh ke lima dewa lainnya" tapi barisan itu terlalu banyak. Saat itu tiba-tiba terdengar bunyi ter!mpet di mana-mana dan tanpa di duga sama sekali dari segala pen uru muncul kurang lebih duaribu pasukan kera aan yang langsung bergerak menggempur barisan-barisan berba u ungu tersebut. (elihat adanya pasukan itu Han Sian tersenyum senang. Tapi yang membuat dia kaget bukan kepalang ialah ketika melihat tiga !rang yang bertempur di antara pasukan tersebut dan sekarang bergerak mendekatinya dari tiga urusan berbeda" se!lah-!lah senga a mengurungnya.. Aduuhhh" mati aku Han Sian berbisik lirih dengan muka pucat. (atanya celingukan kesana-kemari" entah apa yang di carinya. Sementara itu pertempuran antara Tee Sun .ai dan Thi! Tay .ee masih terus berlan ut. Dan saat Thi! Tay .ee mengerahkan ilmunya sampai tingkat ke delapan dengan pengerahan seluruh tenaga sakti" Tee Sun .ai tak sanggup menangkis lagi sehingga pedang pusakanya patah dua dan dia terlempar menabrak panggung yang lebih kecil itu hingga hancur. Tubuhnya atuh terduduk. Dari mulutnya mengalir darah kental. Ternyata dia terluka parah sekali dengan seluruh !rgan dalam serasa remuk. Dia c!ba mengerahkan tenaganya sekali lagi. tapi tidak ada tenaga sama sekali. Tahulah dia bahwa dia telah cacat.

Dengar Tee (! %iam ,ng" se ak hari ini engkau bukan Beng-cu lagi dunia persilatan lagi. %ami *nam Dewa melarangmu untuk berada di dunia Bu-.im %ang-,uw. Bila engkau tidak bert!bat" maka saat engkau bertemu dengan kami lagi" maka itu akan men adi hari terakhirmu Suara itu menggelegar di keluarkan !leh Thi! Tay .ee dan di dengar !leh semua !rang. Tee Sun .ai menatap musuh-musuhnya tersebut satu per satu dengan tatapan mata berkilat penuh dendam. Setelah itu dengan menyeret kakinya dia melangkah meninggalkan tempat itu. Sementara pertempuran antara para pasukan uga sudah terhenti. Banyak yang mati tapi banyak uga yang tertawan !leh pasukan kera aan. Bh!k-T!ng-Hwesi! melangkah ma u sambil men ura ke arah ke enam dewa pen!l!ng dan uga ke arah pasukan kera aan9 Terima kasih atas pert!l!ngan dan perlindungan ke enam Dewab!lehkan kami mengenal nama para pelindung sekalian+ %iang #! 6hun" pemuda berba u hi au di dekatnya segera membalas sambil men ura9 Apa yang kami buat sesungguhnya hanya bagian yang kecil sa a" tapi apa yang telah di lakukan !leh..*hh+ mana saudara Han Sian+++ #emuda itu tidak melan utkan perkataannya saat matanya tidak menemukan bayangan Han Sian di tempat itu. ,rang banyak uga yang baru menyadari hilangnya Han Sian segera mencari. Hem" aku melihat dia meninggalkan tempat ini setelah menulis di atas batu itu! Salah satu pra urit memberanikan diri mengeluarkan suara sambil menun uk kea rah batu besar yang tak auh dari situ. /amun belum habis ucapannya" para pendekar yang ada di depannya tiba-tiba lenyap dari tempat mereka. Dalam kekagetannya terdengar suara9 Akhhh.dia telah pergi" entah kapan lagi bertemu dengan s!bat seperti dia" aku Thi! Tay .ee ber an i selamanya akan men adi s!batnya %ata se!rang pemuda dengan suara lirih" namun masih dapat di dengar !leh !rang-!rang. (ereka semua membaca tulisan yang indah di atas batu tersebut" berbunyi9 ADA 1,D,H B*RT*(U D& .A&/ 8A%TU. SA(#A& B*R1U(#A" T*RTA/DA" HA/ S&A/ Setelah terdiam semua para pemuda itu kemudian mulai memperkenalkan nama mereka satu-persatu. /amun tanpa mereka ketahui tiga !rang gadis cantik telah mengundurkan diri perlahan-lahan dan menghilang dari tempat tersebut. *#&S,D* %*T&0A 9

S& #*/A%.U% D*8A C &B.&S *#&S,D* > 9 8angsit Sang Dhalai .ama Tiga bulan berlalu tanpa sesuatu ke adian yang hebat ter adi di dunia %ang ,uw. Semua tampak aman-aman sa a. /amun angan dikira tidak ada ke adian apapun yang sedang ter adi. 1auh di sebelah Barat" di Tibet" Dalai .ama yang sedang bersamadhi selama empat bulan terakhir ini tiba-tiba tersadar saat sebuah petir menyambar bubungan tempatnya bersamadhi. Tempat itu bergetar keras. %eluarlah %alian" sudah waktunya ! Suara yang berat namun halus bergema mengalahkan getaran di sekeliling. Bertepatan dengan habisnya suara itu" tiba-tiba terdengar enam ledakan memekakkan telinga dan enam buah lubang muncul dari dalam ruangan tersebut disusul melesatnya enam bayangan yang sebat dalam seke ab sudah berdiri di hadapan sang Dalai .ama itu. #ara Sutee siap men alankan perintah! &blis-iblis dan para pengikutnya telah mulai keluar sarang ! #ergilah kalian ke Tanah Daratan tengah" bawa & %in Hiat Hip %ang 'Tenaga #elentur ,t!t #emutar Darah) ini dan temukan pewaris Hui &m H!ng Sin %ang dan %ui Sian & Sin %ang" sem!ga tidak terlambat ! %eenam .ama tersebut sesungguhnya adalah para Sutee dari sang Dalai .ama. Selama ini mereka memang tidak pernah menun ukkan diri" sehingga hanya berapa !rang .ama angkatan Tua sa a yang mengetahui keberadaan mereka. Sepeminuman teh setelah keenam .ama tersebut berlalu" tiba-tiba dalam ruangan itu sudah berdiri se!rang lama yang lain ber ubah (erah Darah. Dalai .ama Suheng" masihkah engkau berkeras kepala untuk menc!ba menentang kami. #ara pengikut &blis Api *s telah telah terbebas dari pen ara mereka dan sedang mempersiapkan kedatangan Sang 1un ungan &blis Api *s" dan itu berarti kebangkitan dan ke ayaan kembali &stana /eraka Hitam dan ini tidak mungkin dapat di tahan lagi! ,mit!hud ...! Sutee" dari pernyataanmu itu tampaknya kau pun sudah men adi salah satu pengikut &blis Api *s+ Bert!batlah sebelum terlambat dan sebelum engkau tersesat makin auh!Suara yang welas asih kembali terdengar.

Aku tidak butuh ceramahmu" Suheng! Apa pun yang mau kau lakukan" kami tetap tak terkalahkan! Ha ha ha ! Sahut lama ubah darah itu sambil tertawa dan berlalu dari situ. 0*RA%A/ &B.&S A#& *S %embali ke 6ina tengah. %!ta ,ng 6hiu di See ,uw 'Danau Barat) terkenal dengan keindahan alamnya yang asri. %!ta ini selalu ramai sehingga suasana malampun seperti siang hari sa a. #ara pengun ung dari berbagai pen uru seperti tidak pernah habis-habisnya dengan berbagai urusan mereka sendiri-sendiri. Hari itu Han Sian menyewa sebuah perahu pesiar yang cukup besar kemudian dia mendayung ke arah hulu berlawanan dengan arus air./amun hari itu tidak seperti biasanya" hari men elang s!re ketika perahunya berpapasan dengan kapal pesiar mewah yang memuat banyak penumpang. Seke ab Han Sian tidak memberi perhatian pada kapal tersebut" tapi kemudian tangannya bergerak ke belakang dan mend!r!ng air perlahan sehingga perahunya mela u dengan sangat cepat sekali mendekati kapal tersebut. Tubuh Han Sian melayang ke arah kapal dan matanya memandang penuh selidik. Tampak banyak penumpang di buritan perahu yang sibuk dengan akti7itas mereka masing-masing. /amun yang aneh ialah semua penumpang itu tidak bergerak.Tanpa memeriksa pun Han Sian maklum bahwa mereka semua telah mati dengan cara yang tidak wa ar. Tubuh mereka kaku dalam p!sisi mereka masing-masing.%etika Han Sian memeriksa lebih teliti" tampak di leher mereka" yang sebelah kanan" ada titik biru menghitam yang mengeluarkan hawa dingin. Hemm ! T!k &m 6iam '1arum Racun Dingin) yang ganas" siapakah gerangan pelakunya+ Han Sian tidak memeriksa semua" tubuhnya berkelebat kembali ke perahunya dan sesaat kemudian" perahunya meluncur mengarah datangnya kapal pesiar tersebut.Semakin auh dia mengarahkan perahunya" semakin banyak perahu-perahu yang berpasasan dengannya" dan semua penumpangnya dalam k!ndisi yang sama. Akhirnya Han Sian mendarat di pinggir sebuah hutan. Han Sian semakin waspada.#endengaran Han Sian yang ta am menangkap suara gerakan !rang yang sedang bertarung dalam arak 4 .i ke dalam hutan di pinggir danau tersebut.Dengan mengerahkan Thian &n Hui 6u" tubuhnya melesat laksana asap mengarah ke arah pertarungan tersebut.

Tatkala Han Sian tiba di tempat pertarungan tersebut" pertarungan sudah berakhir dan dia melihat dua !rang gadis tert!t!k dalam kempitan dua !rang yang aneh. (aa7 panglima Barat" apakah kedua gadis ini akan kita persembahkan pada un ungan+ Tanya salah se!rang dari dua !rang aneh itu. B!d!h ! %ita baru masuk Ti!ng 0!an" hanya dua kelinci ini sa a sudah mau merep!tkanku untuk kembali ! Tunggu sa a setelah aku puas" kalian akan mendapat bagian satu !rang satu! Sahut pria bert!peng iblis itu dengan suara dingin. Aku masih ada urusan di sini" pergilah kalian dan gabungkan mereka berdua dengan gadis berpayung di %uil k!s!ng di sebelah utara ! &ngat" angan sentuh ketiga kelinci itu" atau kepala kalian akan menggelinding adi makanan binatang hutan! Seke ap kemudian tubuhnya sudah menggantung di atas p!h!n yang tinggi dengan kepala di bawah.Tanpa banyak cakap" ketiga !rang aneh tersebut segera melesat ke arah utara sambil membawa tubuh kedua gadis tersebut. Tanpa diketahui pria bert!peng iblis tersebut" tubuh Han Sian masih tetap diiam di tempat semula sambil menunggu. /amun tidak lama karena dari arak sepuluh .i dia mendengar beberapa !rang sedang menu u ke tempat itu. Beberapa saat kemudian muncul tiga !rang yang uga memakai t!peng iblis tapi dengan bentuk berbeda.Han Sian melihat satu di antaranya berp!stur tubuh langsing tanda bahwa dia adalah se!rang perempuan. #anglima Barat" Utusan %anan dan Utusan %iri sudah memberi perintah" agar bes!k kita bergabung dengan mereka untuk menghadang keenam utusan Dalai .ama yang sedang menyusun kekuatan di Ti!ng 0!an ini! Tiba-tiba salah satu dari mereka bersuara.Hemm ! Apa sudah diketahui kemana mereka berada+ Sahut pria yang menggantung dengan kepala di bawah itu. Belum tahu! (ereka bergerak secara rahasia. Hanya menurut telik sandi" mereka pasti berada di sekitar See ,uw ini karena mereka sedang melacak keberadaan pewaris %iu Sian & Sin %ang ... Baiklah" aku akan menyebar mata-mata untuk melacak mereka! Aku rasa tak lama lagi akan ada yang muncul ... he he he ! Seyakin itukah siasatmu akan berhasil+ Sahut wanita bert!peng &blis itu.

Huh ! %ita lihat sa a! Dengan adanya ratusan manusia yang men adi mayat berdiri itu" masakkan tidak ada se!rangpun pendekar yang tertarik menyelidikinya" dan kalau memang benar pewaris %iu Sian & Sin %ang ada di sekitar sini" masakkan dia tidak akan muncul+ %embali sahut #anglima Barat dengan p!ngah" sesaat kemudian dia sudah berlalu dari tempat itu kearah Utara. Diikuti ke tiga rekannya yang uga masing-masing melesat ke tiga arah yang berlawanan. /asib Tragis #ara %ekasih Sang #endekar (ari kita meneng!k ketiga gadis yang di tawan itu.(ereka bukan lain adalah 6u &n .an" 1ie H!ng dan H!ng .ian.(engapa mereka sampai berada di sekitar See ,uw ini+ Se ak peristiwa pelucutan Bengcu tiga bulan lalu" m(ereka bertiga menghilang seiring dengan menghilangnya Han Sian dari tengah-tengah para H! Han. Tadinya ketiga gadis ini tidak saling mengenal" tapi kemudian selama tiga bulan mereka melacak !rang yang sama" akhirnya mereka bertiga saling bertemu dan bersahabat.Tanpa senga a uga mereka saling bertanya ketika mengetahui kesamaan ilmu Thian in Hui cu dan #ukulan &nti #etir (urni yang mereka miliki. Dari situlah mereka saling mengetahui bahwa mereka sedang mencari !rang yang sama. Dalam hati mereka masing-masing ber an i untuk menuntut pemuda pu aan hati mereka untuk memilih yang terbaik di antara mereka. #enyelidikan mereka menun ukkan keberadaan Han Sian di sekitar Danau Barat ini" itulah sebabnya mereka uga berada di sini.Sementara mereka menikmati keindahan Danau Barat ini" mereka dike utkan dengan adanya perahu-perahu berpenumpang yang sudah men adi mayat. Tak heran mereka tertarik dan melacaknya. Sayangnya mereka tidak tahu bahwa ini adalah ebakan sehingga mereka masuk perangkap. 6u &n .an terbaring lemas di salah satu dipan di kuil k!s!ng itu" ditunggui !leh dua !rang pria berwa ah setengah serigala.(ereka adalah Sepasang Serigala iblis. Sesaat kemudian muncullah dua !rang yang lain lagi sambil mengempit tubuh dua !rang yang langsung dilemparkan disampingnya.Dan ini membuat &n .an terke ut karena dia mengenal kedua !rang ini.

1ie 6icie ! .ian 6icie ! (engapa kalian sampai tertangkap+ Sahut 6u &n .an dengan suara lemas tak bertenaga. H!ng .ian yang melihat &n .an segera menimpali" Akhh ! .an-m!i" kau uga sudah ditangkap !leh ba ingan itu rupanya ! Awas dia ! Berani menyentuhmu" aku akan adu iwa dengannya! 8a ah H!ng .ian penuh em!si" sementara itu 1ie H!ng hanya diam sa a tapi tatapan matanya berkilat menatap keempat manusia aneh di hadapannya dengan penuh kemarahan.Sementara itu keempat !rang itu tersenyum-senyum dengan air liur yang menetes dari bibir mereka. Dengan perlahan-lahan namun pasti" mereka mendekati ke tiga gadis itu ... .ancang! Berani mati ...! Tiba-tiba terdengar suara menggelegar diikuti empat larik sinar hitam kebiru-biruan mengarah ke tangan kiri keempat !rang itu. (ereka men erit kaget dan mel!mpat mundur dengan muka pucat. Sesaat kemudian mereka telah berlutut dihadapan pria bert!peng iblis yang tiba-tiba sa a sudah ada di tengah-tengah ruangan tersebut. #!t!ng tangan kiri kalian masing-masing dan berlalu dari sini sebelum kesabaranku habis! Ba ... ba ... baik .. panglima! Sahut mereka terbata-bata dan tanpa banyak cakap mereka mel!l!skan sen ata" kemudian memenggal lengan kiri mereka sebatas siku.Sambil meringis menahan sakit" mereka membawa p!t!ngan tangan masing-masing dan berlalu dari ruangan tersebut. #ria bert!peng itu tertawa senang. #erlahan dia ber alan menghampiri ketiga gadis itu sambil tersenyum-senyum nakal. Ha ha ha ! 8aktuku tidak banya" hanya sampai subuh sebenarnya aku mau menikmati perlahan-lahan" tapi apa b!leh buat Berkata demikian tibatiba tangannya diputarkan dengan cepat kearah ketiga gadis yang tert!t!k itu sambil mengerahkan &lmu Hwi H!at Sut 6iang '&lmu Api Sihir)" dan dalam seke ap sa a semua pakaian penutup badan ketiga gadis itu hancur tanpa melukai kulit mereka sedikitpun. ,!khh !!! Tidak!!! 1erit ketiga gadis itu hampir bersamaan" dengan air mata meleleh tanpa dapat berbuat apa-apa.

Ba ingan tengik! .epaskan t!t!kanku" dan mari kita bertarung sampai mampus ! Teriak 1ie H!ng dengan mata berkilat. Ha ha ha ha ! Setelah ini" kalian pasti akan berterima kasih padaku! Sahut #ria bert!peng itu dan di lain saat dia telah bertelan ang dada sambil mel!mpat menindih ke arah ketiga gadis tersebut. (undur kau ! Slepp ! 6iittt ciiiiiitttt ! Aakhh .! Blaaammm ! Seribu Bayangan &blis #emusnah ?S Hwi H!at Sut 6iang Tampak debu mengepul ketika tubuh pria bert!peng tersebut terlempar sambil menabrak dinding ruangan sampai r!b!h. /amun hebat" belum sampai tubuhnya menyentuh tanah" tiba-tiba sa a sudah meliuk dan meluncur kembali ke dalam dengan cepat sambil menyerang. (anusia b!san hidup" berani kau ganggu tuanmu+ (atilah ...! Dari tangannya keluar hawa mencicit ta am dari &lmu Hwi H!at Sut 6iang tingkat ke delapan. Tapi yang diserang hanya diam sa a sambil mengangkat tangan kanan mengibas sekali menepis kedua pukulannya" sementara tanpa diduga-duga dari kedua ari kelingking dan emp!l tangan kiri lawan yang baru datang itu menyeruak sinar ta am tanpa suara dari samping yang mengarah pinggang kanannya dan kepalanya dengan cepat. &iiikhh ! Heaahhh ! %embali tubuh pria itu terd!r!ng keluar. (eskipun dia sempat menghindar namun tak urung pelipis t!pengnya dan pinggangnya kena serempet hawa ta am yang aneh luar biasa. 8a ah di balik t!peng itu berubah pucat. Sian %!k! ! Berbareng terdengar teriakan 1i H!ng yang menyadarkan kedua gadis yang sedang tertutup mata menerima nasib tadi.

Segera mereka membuka mata mereka dan berteriak kegirangan. Sementara itu sambil memandang pria bert!peng iblis itu dengan mata berkilat penuh kemarahan. Siapa kau" !rang muda+ %ita belum pernah bertemu dan bermusuhan" angan menghabiskan kesabaranku! Segera setelah ku bereskan ketiga kelinci itu" aku akan memberikan kedudukan terh!rmat atas keberanianmu" bagaimana+ #ria Bert!peng &blis itu menahan amarahnya sambil memberi penawaran. Dia tadi sudah merasakan gempuran lawan" dan dia tahu yang dihadapi kali ini lawan berat" itu sebabnya dia tidak berani gegabah. Sementara itu demi mendengar suara yang temb!k runtuh" keempat pengawal aneh yang se ak tadi di luar segera berkumpul mengepung Han Sian. Han Sian mengibaskan tangan ke arah kain yang tergantung di sudut ruangan tersebut yang segera melayang menutupi tubuh ketiga gadis m!lek itu" kemudian barulah dia men awab dengan suara dingin" (anusia celaka ! %ita memang tidak bermusuhan tapi kesalahanmu terbesar ialah kau telah mengganggu ketiga gadis ini dengan sangat keterlaluan! Dan itu berarti kau sendiri yang mencari perkara dengan tangan &blisku! Baik-baiklah kau men adi penunggu neraka ...! %arena aku pun tak bakal berbelas kasihan sepertimu ...! .ihat serangan ...!Belum habis suaranya" tiba-tiba tubuhnya melesat kedepan dengan kecepatan yang sukar diukur. #ria bert!peng &blis itu terke ut dan segera memukul kedua tangannya ke depan sambil mel!mpat mundur. Tapi lebih terke ut lagi karena ternyata pukulannya tidak mengenai apa-apa. Belum sempat dia tersadar" Han Sian telah kembali ke tempatnya dengan kedua tangan di gantung berlumuran darah. Setelah di perhatikan" ternyata keempat pengawalnya telah terlempar keluar dengan kepala dan dada hancur tanpa mengeluarkan suara. Hemm ...! &tu urus Seribu Tangan #encabut /yawa" urus pertama dari &lmu Seribu &blis #emusnah" kau tahu" keunikan urus ini adalah mencabut nyawa lawan sebanyak-banyaknya dalam satu serangan ...! /ah sekarang kau b!leh pilih" membunuh dirimu atau merasakan urus keduaku Seribu &blis menghacurkan hati seratus langkah+ Suara Han Sian mengancam tetap dingin tanpa ekspresi. Huh" tampaknya aku tak punya pilihan ...! Tapi kau salah anak muda! aku adalah #anglima Barat &stana /eraka Hitam! Tak nanti ku takut padamu!

(ari kita lihat! &lmu &blis #emusnahmu yang lebih kuat atau &lmu Hwi H!at Sut 6iangku yang lebih sakti ...! Heeiiitttt .! Berkata demikian tiba-tiba tubuh #ria bert!peng &blis yang mengaku sebagai #anglima Barat &stana /eraka Hitam itu berubah men adi banyak" dan menyerang Han Sian dari segala arah. #ukulan Hwi H!at Sut 6iang memang hebat sekali. Hawa pukulannya seperti pen ara berapi yang menutup semua alan dan ruang gerak lawan" sementara pukulan-pukulan yang ta am beracun itu berselewiran saling menun ang seperti gel!mbang pasang yang tiada habis-habisnya. /amun lawannya ternyata bukanlah sasaran empuk yang gampang di taklukkan. Dengan memekik perlahan" tangan kiri Han Sian diputarkan ke sekeliling tubuhnya sehingga menimbulkan hawa pelindung yang kuat yang menentalkan semua himpitan tenaga lawan sehingga semua serangan lawan kandas di tengah alan. Sementara tangan kanan Han Sian tiba-tiba terulur ke depan dengan ariari tangan terkatub seperti meremas sesuatu. 0erakan yang aneh" namun tiba-tiba Aaaaarrrrgggkhh ! #ria itu men erit kesakitan sambil kedua tangannya memegang tempat dimana hatinya berada. Dirinya merasa seperti kehilangan tenaga karena hatinya sakit seperti di remas-remas !leh tangan yang tak kelihatan. Dilain saat ketika Han Sian menghentakkan tangannya ke depan" maka tanpa ampun lagi pria itu terlempar ke belakang dengan hati hancur. (ati seketika itu uga dengan wa ah penasaran di balik t!peng &blisnya. #ria bert!peng &blis ini telah salah memilih lawan. 1urus yang kedua ini sebenarnya adalah pengendalian tenaga tingkat tinggi yang melemparkan tenaga yang tak kelihatan ke tubuh lawan tanpa lawan sadari dan kemudian mengendalikan tenaga itu untuk menghancurkan isi tubuh lawan. (emang urus ini mengerikan" namun ika lawan sama kuat" urus ini masih dapat dipatahkan. &lmu Seribu &blis #emusnah memiliki tingkatan yang sama dengan ilmu yang dimiliki 1un ungan &stana /eraka Hitam" yaitu &blis Api *s &ni tidaklah mengherankan karena pemilik dari &lmu Seribu iblis #emusnah adalah !rang n!m!r satu dari Su %wi Sian '*mpat Dewa &blis)" yang pernah ber aya beberapa ratus tahun yang lalu.

Sedangkan. Sebenarnya keempat Dewa iblis ini sudah lama meninggal. Hanya sa a demi membangkitkan lagi ke ayaan &stana /eraka Hitam" maka salah satu cucu murid iblis Api *s yang paling sakti kemudian memakai nama leluhurnya dan bertindak sebagai Sang iblis itu sendiri. Han Sian melangkah mendekati ketiga gadis tersebut yang masih terbaring tak berdaya. Sesaat kemudian dia mel!ng! dan bingung tidak tahu harus berbuat apa. *h" t!l!l ! Apa yang kau pandangi+ Tidak lekas membebaskan t!t!kan kami" apa mau suruh kami mati kedinginan+ Tiba-tiba suara 6u &n .an memecah kesunyian. *h ! ,hh + &ya" iya ! Tapi bagaimana+ %alian tert!t!k dengan cara yang aneh+ Apa aku uga harus meremas itu + * eh + Bagaimana ini + #ada dasarnya Han Sian tidaklah pemalu di kalau hanya berhadapan satusatu" tapi ini tiga sekaligus" sedangkan untuk membebaskan t!t!kan mereka dia harus meremas alan darah di payudara mereka. Dia bingung dan mukanya merah. Tiba H!ng .ian berkata dengan suara lembut" Sian-k!" kau carilah penawar racun pelemas tenaga pada bangsat itu! %alau tenaga kami sudah kembali n!rmal" kami bisa membebaskan diri sendiri. Tanpa disuruh dua kali" Han Sian menger akan apa yang diminta. Diamdiam dia menarik na7as lega. Akhh" ternyata mereka terkena racun pelemah tenaga! %atanya dalam hati Han Sian. Tadinya dia heran" karena dia tahu bahwa kepandaian masingmasing gadis ini hanya sedikit di bawah pria bert!peng &blis yang baru mati itu" tapi mengapa demikian mudahnya mereka ditangkap. Setelah mendapatkan !bat yang diperlukan" ke tiga gadis itu meme amkan mata sambil menghimpun tenaga membebaskan t!t!kan mereka. #*RT*(UA/ $A/0 (*/0A0*T%A/ DA/ (*/$*/A/0%A/ #erlahan-lahan tubuh Han Sian mengambang dan melesat dari tempat itu" lenyap bagaikan asap. Tubuhnya terus meluncur dengan Thian &n Hui 6u" mengarah ke pinggir danau. Segera tubuhnya mengambang di atas air dengan p!isi tidur dan perlahan kemudian tubuhnya tenggelam sampai di dasar danau. *ntah berapa lama dia tertidur dalam air tersebut. Dari dalam air dilihatnya permukaan air telah terang. Artinya malam telah berganti pagi.

Dari arah Hulu di lihatnya sebuah kapal yang sedang mendekat dan lewat di atasnya. Dia teringat kapal-kapal kemarin yang hanya berisi mayat-mayat beku" maka sambil melepaskan pengerahan tenaga pelindungnya" tubuhnya melesat tinggi keluar dari air dan langsung mendarat di tengah-tengah geladak kapal. Tapi yang dia heran karena kapal itu nampak sepi" tetapi tercium ada bau makanan yang harum keluar dari dalam. #erut Han Sian berkeruyukan tatkala diciumnya bau makanan yang harum tanda makanan itu pasti le-at. Segera Han Sian berteriak lantang sambil merangkapkan tangan di depan dada" 8ahai pemilik kapal yang budiman" maa7kan kelancangan 6ahye yang naik ke kapal ini tanpa di undang! 1ika dii inkan" biarlah 6ahye membayar seberapa harga makanan yang ada sebagai penggan al perut ini +Baru habis suaranya" tiba-tiba keluar se!rang anak kecil dari dalam perahu menghampirinya. Apa benar tuan adalah &n %!ng 'Tuan #en!l!ng) dari Si!cia kami+ %alau benar" maka Si!cia meminta tuan berganti pakaian yang telah disediakan di dalam dan kalau tuan tidak keberatan" Si!cia kami mengundang tuan untuk santap pagi bersama ditemani arak ,ng 6hiu yang nikmat ! *h" adik kecil" siapa Si!cia kalian + Tanya Han Sian dengan sedikit ragu dan bingung. /anti tuan akan bertemu langsung" maa7 Si!cia hanya bilang kalau ba u yang disediakan c!c!k dengan tuan" maka berarti tuanlah sang pen!l!ng itu" tapi kalau tidak c!c!k" maka tuan dipersilahkan segera meninggalkan kapal ini!Selesai berkata" anak itu lalu mempersilahkan Han Sian yang masih penuh keheranan itu mengikuti masuk. Sambil melangkah masuk" pikiran Han Sian tidak tenang" Akhh ! #ersetan siapa Si!cia itu! $ang penting makan dulu! Berpikir demikian Han Sian lalu melangkah dengan lenggang dalam kamar yang cukup luas dan rapi lalu berganti pakaian. Ternyata pakaian yang di sediakan memang c!c!k sehingga dia nampak gagah sekali. Segera dia" melangkah keluar dari kamar ke ruang tamu. Saat Han Sian memasuki pintu" nampak dua !rang pelayan menyambutnya dengan tubuh membungkuk. Dalam ruangan itu tampak sebuah me a yang diatur dengan berbagai masakan khas yang le-at-le-at. Sementara di sudut sebelah sana tampak se!rang gadis yang duduk sambil membelakangi pintu masuk. %aki Han Sian bergerak melangkah" tapi baru

sa a lima langkah" tiba-tiba 7irasatnya tidak enak" ingatannya beker a cepat dan dalam seke ab" dia telah membalikkan tubuh menghadap ke arah dua pelayan tersebut yang mengikutinya dari belakang.Benar dugaannya" hasilnya memang dia tidak dapat berkata apa-apa lagi selain berdiri kaku dit!t!k !leh dua tangan yang lembut. Heran sekali! Bukannya Han Sian tidak tahu akan dit!t!k dan bukannya Han Sian tidak sanggup menghindari t!t!kan ke dua pelayan tersebut" tapi yang membuat dia pasrah sa a dit!t!k ialah karena dia melihat wa ah kedua pelayan yang sudah terangkat itu bukan lain adalah 1i H!ng dan H!ng .ian adanya. %edua gadis itu sambil tertawa senang lalu memegang tangan Han Sian di kanan kiri dan menyeretnya mendekati me a. Akhh ! &n %!ng yang baik! (engapa mau cepat-cepat pergi+ Bukankah &n %!ng sangat kelaparan+ (ari ! (ari makan dulu baru bicara ...! Hi hi hi ! 0adis yang duduk itu membuka suara" merdu sekali" dan Han Sian yang masih diseret dengan tubuh membelakangi me a segera menggerutu" Aduuh ! (ati aku ...!Siapa lagi pemilik suara itu kalau buka 6u &n .an adanya. TA#A% B*RA/TA& #*(US/AH RA0A S*SAT 1auh di dasar .embah Bangkai" ses!s!k tubuh yang penuh luka-luka sedang bersandar pada sebuah batu di mulut sebuah g!a. Sudah lima belas hari dia di ke ar-ke ar !leh para pemburu hadiah untuk di bunuh" karena kepalanya dihargai ;333 tael emas. *ntah siapa yang memberi harga itu tiada se!rang pun yang elas. /amun apa pun itu" nanti urusan belakangan" yang penting sang buruan tidak b!leh l!l!s. #emuda itu bukan lain adalah Tee Sun .ai. Tubuhnya sudah tidak bertenaga lagi. &lmunya sudah musnah tanpa bekas. $ang ada dalam hatinya sekarang adalah dendam. Hanya untuk alasan inilah dia bertahan hidup.Tee Sun .ai tidak sadar ada sepasang mata aneh yang sedang menatapnya dengan penuh selidik. Tak lama kemudian sese!rang kakek tua b!ngk!k telah berdiri dihadapannya. Anak muda" aku melihat awan kelam di dahimu" kau penuh derita dan dendam" benarkah dugaanku bahwa kau baru sa a mengalami peristiwa yang menyedihkan dalam hidupmu+ Tee Sun .ai menatap !rang itu" Huh" apakah kau uga sama seperti !rang!rang yang menge ar-nge arku itu" yang menginginkan nyawaku+ %alau sudah tahu untuk apa kau bertanya lagi

Bagus ! Aku suka yang seperti ini! Hatimu penuh dendam dan ingin membunuh lawanmu sebanyak-banyaknya+ 1ika dalam setengah tahun kau dapat menguasai Tapak Berantai #emusnah Raga Sesat @" maka kau akan adi se!rang ag!an tanpa tanding yang sukar dikalahkan ...! (ulai sekarang kau ikutlah aku!@ @Aku tidak mau! %alau ilmu kepandaianmu tidak dapat dipakai menghadapi keenam keluarga besar di dunia persilatan" untuk apa aku bela ar darimu! Hanya membuang-buang waktuku sa a!@ Bentak Sun .ai dengan ng!t!tnya. @Heh ! Apa itu+ &lmu ini adalah warisan &blis Tapak Dewa" salah satu dari Su %wi Sian yang men ag!i dunia %ang ,uw empat ratus tahun silam! Dan kau katakan ini tidak berguna+ %alau kau tidak mau" lebih baik kau mati sa a! Bagaimana +@ %embali kakek itu berkata dengan tatapan ta am mengerikan ke arah Tee Sun .ai. Tee Sun lai uga tahu diri" segera dia bertelut dengan dahi sampai ke tanah" @Baik ! Teecu bersedia" tapi bagaimana dengan ilmu Teecu yang hilang+@ @Huh" kalau tenagamu sudah kembali" masakkan kau tidak bisa mengingat lagi ilmu-ilmumu yang lampau dan melatihnya kembali+ Dengan adanya Tiat %in Sin %ang 'Tenaga Sakti #elentur Ba a) dan peng!peran tenaga dariku" kau akan dapat memper!leh kembali tenagamu yang hilang itu!@ Sambil berkata demikian" kakek b!ngk!k itu langsung duduk bersila dan menempelkan tangan ke perut dan ubun-ubun Tee Sun .ai. (unculnya Utusan %anan dan %iri &stana /eraka Hitam Hari men elang pagi. Suasana di hutan barat pinggir telaga See-,uw tampak sepi. /amun kali ini bukanlah sepi karena keadaan alam" tapi sepi karana adanya sebelas !rang yang saling berhadapan sebagai lawan. *nam di antaranya adalah ke-enam .ama utusan dari Dhalai .ama di tibet yang mempunyai misi mencari pewaris %ui Sian & Sin %ang. Di depan mereka berdiri kelima lawannya. $ang pertama se!rang pria tinggi besar bermata satu namun memiliki kuku tangan kiri yang pan ang" sepan ang dua cun dan tampak mengerikan sekali" dia di kenal sebagai Duta utusan %anan &stana /eraka Hitam" ulukannya Swat T!k %ui '&blis Racun Sal u). %edua adalah se!rang wanita berambut putih yang cantik" di kenal sebagai Utusan %iri yang ber uluk .ui 6i %ui Sian .i 'Dewi &blis Ber ari petir)" sedangkan ke tiga lainnya adalah panglima Timur" Selatan dan Utara dari &stana /eraka Hitam tersebut.

HemmmDengar Argapa" %alau kalian masih terus menentang kehendak agung Dewa &blis *s-Api" maka tak ada ampun lagi" Dhalai .ama-pun terpaksa akan kami hancurkan Sahut Swat T!k %ui dengan suara mengkereng. Argapa .ama" !rang tertua sekaligus suheng dari para .ama itu menyahut9 ,mit!hud" sampai kapanpun kebenaran tidak akan tertindas selama masih ada !rang-!rang yang rela ber uang demi hal ituada maksud apakah kalian menghadang kami+ %ami mencium rencana kalian untuk membentuk kekuatan di tanah sentral ini" dan ini tidak b!leh di biarkan %embali Swat T!k %ui menyahut dengan mata mendelik. ,mit!hud" kami hanya men alankan perintah untuk mencari sese!rang" dan itu tidak ada sangkut-pautnya dengan membentuk kekuatan apapun Baik" kalian b!leh pergi" tapi serahkan dulu kitab & %in Hiat Hip %ang pada kami (aa7" kami tidak bisa memberikannya" karena %eras kepala" %alau begitu matilahHiaaattt! Diiringi bentakan ringan" Tubuh Swat T!k %ui melesat dengan kecepatan yang sukar di lukiskan. Dengan telapak tangan terbuka dia menghantam ke arah kepala lawan. Serangannya ini sederhana sa a" namun membawa perbawa tenaga dingin menyesakkan na7as yang amat dahsyat. ,mit!hud" Swat t!k Hiat ciang 'Telapak Darah Racun Sal u) yang ke i serentak .ama pertama itu menarik tangan kanannyanya kebelakang seperti mengambil sesuatu" kemudian secepat itu uga ari- arinya di pukulkan ke depan dengan urus 1ari Budha (eledakkan 0unung dan di lain saat DAAAARRRRR.Aarghh. Argapa .ama terlempar sambil memuntahkan darah segar. %e lima saudara seperguruannya men erit dan segera bergerak mengelilinginya utuk mencegah serangan susulan lawan. Huahahahaha" kepandaian seperti ini mau melawan &stana /eraka Hitam+ %alian sungguh bermimpi Sahut Swat T!k %ui dengan p!ngah diikuti dengusan menge ek dari kelempat rekannya. #ara .ama tersebut tidak banyak bicara" melainkan dalam seke ap mereka telah membentuk barisan yang di sebut #erisai Budha Rulai. (elihat ini" Swat T!k %ui segera menghentikan tertawanya dan memberi k!de ke empat kawannya untuk menyerbu.

(ereka tak berani ayal" karena mereka tahu keampuhan barisan ini yang bisa menggempur lawan sekuat apapun uga. #ertarungan berlangsung dengan seru dan memakan lebih dari duaratus urus. Tapi" tampaknya walaupun ke enam .ama itu memiliki barisan yang kuat namun tetap sa a ke lima !rang lawan para .ama tersebut mulai di atas angin. &ni di sebabkan luka Argapa .ama yang lebih memperparah k!ndisinya dan karena pertarungan yang cukup lama tersebut menguras tenaganya. Swat T!k %ui dan .ui 6i %ui Sian .i mulai mengadakan tekanantekanan dengan pukulan-pukulan tenaga dalam mereka yang berhawa panas dan dingin. (emasuki urus ke duaratus sepulluh" pecahlah barisan #erisai Budha Rulai itu ketika dada Argapa .ama terhantam sengatan 1ari #etir dari .ui 6i %ui Sian .i. Dia muntah darah dan terlempar keluar dari barisan tanpa dapat di cegah lagi. Suheng.! Dengan seruan kuatir" ke lima .ama lainnya saling memberi k!de dan mengelilingi memberi bantuan tenaga dalam untuk menyembuhkan luka Suheng mereka tersebut. Hahahahahaterimalah kematian kalian Terdengar Suara Swat T!k %ui yang menggelegar" di iringi tubuhnya dan tubuh .ui 6i %ui Sian .i yang melesat ke depan sambil melepaskan pukulan beruntun ke arah keenam .ama tersebut. Dalam k!ndisi yang sangat kritis tersebut" ternyata para .ama itu tidak hanya menunggu kematian dengan pasrah. Serentak mereka berlima mel!ncat ke depan Argapa .ama. Satu !rang menghadap Argapa sambil membelakangi para penyerangnya sedangkan ke empat rekannya" berduadua se a ar di kanan-kiri" dan dengan tangan saling menempel di pungung" mereka menyatukan tenaga menyambut hentakan tenaga lawan yang dahsyat tersebut. Heeaaaaaahhhh! Dhuaaaaaaaarrrrr!......Blammmm..Blaaammmm! S&A. (aki .ui 6i %ui Sian .i %ita tertipu" %e aaar! Ternyata saat bentr!kan tenaga yang ter adi" keempat !rang .ama tersebut berk!rban dengan menampung tenaga lawan yang terus di salurkan ke !rang ke lima. Dengan adanya kelimpahan tenaga dalam di tubuhnya" dia memaksakan kekuatan untuk melemparkan suheng mereka sekuatnya ke arah sungai yang mengalir. /amun akibatnya 7atal sekali" ke lima !rang

yang tergempur tenaga mereka itu langsung atuh pingsan dalam keadaan yang menggenaskan sehingga sulit untuk di sembuhkan. Tubuh Argapa .ama yang terluka parah itu melayang dengan cepat sekali. Dalam seke ap sa a sudah auh melewati pinggir hutan dan langsung tercebur ke dalam sungai. Sementara itu" setelah memerintahkan ke tiga panglima untuk mencegat dari arah lain" Utusan %anan dan %iri melesat cepat menge ar ke arah melayangnya tubuh Argapa .ama dan mereka segera tiba di pinggir sungai" namun mereka tidak melihat bayangan Argapa .ama. (ereka men adi marah dan memaki-maki. Saat itu dua ek!r kuda berlari cepat melewati pinggir sungai. Arahnya tepat ke arah mereka berdua dan bahkan hampir menabrak mereka. Bentr!kan #ertama Dengan #ara Dewa Awaassss! Sahut salah se!rang penunggang kuda itu mengingatkan dengan suara khawatir dan segera menarik kekang kudanya sehingga kuda itu meringkik kesakitan BA0*R," %au cari mati rupanya! Bukan main marahnya Swat T!k %ui. Sambi membentak tangannya di arahkan menghantam kepala kuda itu yang langsung hancur dan mati berkel! !tan. Heiiiimengapa kau telengas sekali+... Seru penunggang kuda itu yang langsung melesat ke atas dan turun ke tanah dengan muka merah karena marah. Sementara itu .ui 6i %ui Sian .i uga tak mau ketinggalan. Tangannya di angkat dengan ari- ari menegang hendak di pukulkan ke arah kuda yang satunya lagi. Tapi perbuatannya itu sempat di duga !leh sang pemilik kuda yang telah melihat akibat terhadap kuda kawannya. Dalam seke ap pula dia menahan kekang kudanya dengan tangan kiri" sementara tangan kanannya tiba-tiba keluar selarik sinar pedang ta am dari &lmu T!a H!ng %iam Sut yang mengarah ke telapak tangan .ui 6i %ui Sian .i yang sedang terbuka itu. .ui 6i %ui Sian .i yang tidak menduga lawan berani memapaki pukulannya" terke ut tapi tidak sempat menarik pulang serangannya. Segera sa a dia lan utkan. 6iiiiit.6usss Aiiiikhh..+ .ui 6i %ui Sian .i tergentak mundur sambil menahan sakit tangannya.

#emuda itu segera melayang turun dari kudanya dan berdiri di samping rekannya yang tampak marah itu. Ternyata mereka adalah dua !rang muda yang gagah" mereka bukan lain adalah %hu Hee .i!ng dan %iang #! 6hun adanya. Heh" siapa kalian+ Bentak .ui 6i %ui Sian .i dengan marah. /amun dia tidak berani sembarangan menyerang saat di rasakannya kekuatan lawan tidak berada di sebelah bawahnya. Huh" aku yang mau bertanya siapa kalian+ (engapa begitu telengas membunuh tungganganku yang tak bersalah pada kalian+ %hu Hee .i!ng menyahut dengan nada yang tidak senang. Anak kurang a ar" ada kepandaian apa kamu sehingga aku harus men awab pertanyaanmu+ ,!!hhh" adi kamu ini bapak kurang a ar" yaa+ Bagus-bagus" aku tidak perlu rep!t-rep!t mencari Setan" matilah kau Ssh!!!sss! Tiba-tiba serangkum hawa yang luar biasa dinginnya berhembus ke arah %hu Hee .i!ng. #emuda ini hanya mendengus pendek sa a" di ikuti tangannya yang bergerak memapaki dengan mend!r!ngkan tangannya ke depan menyambut serangan lawan dengan pengerahan Bu %ek %ang Sin %ang tingkat ke-tu uh. (aka ter adi pertarungan yang dahsyat antara ke dua !rang ini. &ni membuat mata kedua &blis itu terbuka lebar bahwa lawan yang mereka hadapi ini bukanlah lawan sembarangan. Sementara itu .ui 6i %ui Sian .i uga tidak mau kalah" segera merengsek pemuda yang satunya lagi" tapi akhirnya dia kecele" karena lawan yang di hadapi ini ternyata tak kalah tangguh uga. #ertarungan berlangsung sampai limapuluh urus dengan dahsyat. Semua ilmu-ilmu iblis mereka di kerahkan pada tingkat yang paling tinggi yang di layani !leh Hee .i!ng dengan Bu kek kang sin kang tingkat ke delapan dan !leh #! 6hun dengan 0i!k 6eng Sin %angnya dengan enteng sehingga lawan mereka tetap tidak ungkulan memenangkan kedua !rang muda tersebut. Hal ini membuat kedua iblis tersebut penasaran. Hingga akhirnya" mereka saling lirik dan memberi k!de 6ukup dulu anak muda" lain kali kita akan selesaikan perhitungan ini Berkata demikian" kedua iblis melemparkan benda bulat di atas tanah yang

segera mengeluarkan asap tebal" di lain saat mereka telah kabur dari tempat tersebut. %hu Hee .i!ng dan %iang #! 6hun hanya menggeleng kepala sa a. (ereka tidak menge ar karena merasa tidak punya permusuhan. Segera mereka melan utkan per alanan mereka. Dalam hutan mereka menemukan kelima !rang yang sekarat dan berusaha men!l!ng mereka tapi luka dalam mereka terlalu parah. Sebelum mereka mati" kedua pemuda ini mendapatkan berita yang luar biasa mengenai kemunculan &stana /eraka Hitam itu sehingga kedua !rang muda ini menyesal telah melepaskan ke dua lawan mereka tadi. Di atas perahu pesiar di tengah danau Sian %!k!" sekarang apa keputusanmuberitahukanlah pada kami+ %ami sudah siap menerimanya+ Terdengar suara merdu dari H!ng .ian yang mengusik lamunan Han Sian. Saat dia membalikkan tubuhnya" tampak ketiga gadis yang amat cantik telah berdiri di hadapannya *h" keputusan apa+... Tanya Han Sian seperti !rang linglung. $akeputusan kamu " b!d!h! Siapa yang akan kau pilih dari antara kami+ Sahut 1ie H!ng sambil cemberut" tapi wa ahnya ber!na merah kemalumaluan. Tapibukankah+ Bukankah+ Han Sian sedikit gagap menanggapinya. Benar kata 1ie H!ng cici" kau harus memilih dan pilihanmu harus adil tanpa menyakiti salah satu di antara kami" elas+ Suara lembut &n .an menimpali dengan perlahan sambil menatap Han Sian. &ya" iyatapi bukankah kalian sudahsudah+ Sudah apa+ Huh" ng!m!ng a a gak genahbagaimana bisa memutuskan+ H!ng .ian mem!t!ng sambil tertawa manis. *h" maksudku" bukankah kalian bertiga menentukan dan memutuskannya+... Han Sian menatap ta am mereka bertiga yang kelihatan bingung dan saling pandang. 6uma! 6uma apa+... Sahut &n .an curiga sambil wa ahnya mengamati wa ah pemuda di depan mereka yang tiba-tiba berubah cengar-cengir . (mmm" akh..aku hanya takut dan bingung bagaimana caranya memeluk kalian bertiga sekaligus" sedang tanganku hanya duahahahah Sambil

mengucapkan kata terakhir itu tubuhnya sudah melayang ke menu u ke pinggir sungai. AhhSian-%!k!" kau nakal" mengg!da kami seperti ituawas ya! Tubuh 1ie H!ng turut melayang menge ar Han Sian yang di ikuti !leh H!ng .ian dan &n .an yang tersipu-sipu. (ereka tidak k!mplain" karena pada dasarnya hati merekapun sudah saling menerima satu dengan yang lainnya dengan rela. '&nilah anehnya dunia cinta) Tubuh Han Sian melesat lebih cepat. Dia tidak lagi memperhatikan ke tiga gadis yang menge arnya itu. #erhatiannya tertu u pada ses!s!k tubuh berpakaian .ama yang mengapung di pinggir sungai. Sekali menutul di atas permukaan air dia menyambar tubuh tersebut dan membaringkannya di pinggir sungai. Di lihatnya na7as .ama tersebut kempas-kempis. Segera tangannya bergerak men!t!k ke delapan belas alan darah penting di tubuhnya. Tak lama kemudian !rang itu sadar dan berbicara" tapi suaranya lemah sehingga Han Sian terpaksa harus mendekatkan telinganya. Sementara Han Sian menc!ba mendengarkan suara .ama tersebut" %etiga gadis itu sudah tiba di dekat mereka. H!ng .ian yang mengetahui tentang ilmu peng!batan segera memeriksa .ama tersebut. /amun diapun akhirnya menggeleng kepalanya. Dia sudah tak tert!l!ng Sian-k!k!. Tenaganya terbalik dan hampir semua urat nadinya rusak berat. %alaupun bisa sembuh dia akan cacat seumur hidup. %ecuali kalau kita bisa mendapatkan 1amur &nti *s" tapi itupun mustahil karena amur tersebut hanya muncul ;33 tahun sekali di puncak himalaya. Atau kalau kalau kau rela menggunakan hawa tenaga Hui &m H!ng Sin %ang" dan ini membutuhkan waktu < hari. H!ng .ian menatap pemuda itu dengan penuh selidik. Hemm" lakukan .ian-m!i" aku akan membantunya Tunggu dulu !rang muda! %au tidak akan berbuat apapun. .ama itu adalah buruan kami" tinggalkan dia di situ Tiba-tiba terdengar suara mengkereng. Han Sian membalikkan tubuh diikuti 1ie H!ng" &n .an dan H!ng .ian. Tampak di hadapan mereka tiga !rang bert!peng iblis yang mengerikan. Segera Han Sian mengenal ketiga !rang tersebut sebagai rekan dari #anglima Barat yang dia bunuh kemarin. ,h" kiranya kalianHemmnn" tadinya aku masih ragu apakah !rang yang akan ku t!l!ng ini !rang baik atau ahat" tapi setelah melihat siapa yang sedang memburunya" rasanya ku tak perlu tanya lagisudah pasti dia !rang baik %ata Han Sian dengan senyum sinis memandang ke tiga !rang itu.

Heh" !rang muda" siapa kau+ Rasanya kita baru kenal dan kau sesumbar di depan kami+ Akhh" aku tak perlu banyak bertanya karena kemarin baru sa a ku kirim #anglima barat kalian bersama ke tiga binatang peliharaannya bertemu 0iam-l!-!ngdan " ku dengar dia sekarang sedang menunggu kalian di sana+ (anusia lancang" b!san hidup BU/UH! dan tangkap ke tiga gadis itu hiduphidup Salah satu dari mereka yang berpakaian biru itu membentak dan serentak mereka bertiga menyerang. *h" &blis-iblis busuk" kalian sungguh tidak memandang sebelah mata pada kami" baiklah " mari biar n!namu ini beri pela aran kecil &n .an yang tak tahan melihat ke p!ngahan mereka segera memapaki serangan #anglima Timur. Sementara itu H!ng .ian dan 1ie H!ng yang hendak bergerak ma u segera di tahan !leh Han Sian. @%ita angan buang banyak waktu meladeni mereka@ Habis berkata begitu" tubuhya melesat menyambut ke arah panglima Selatan dan Utara. (alang bagi kedua panglima itu. Berharap memetik kemenangan cepat" tapi ustru men adi malapetaka" karena saat itu uga Han Sian telah memainkan urus pertama dari &lmu Seribu &blis #emusnah.. %edua !rang itu hanya merasakan tubuh mereka hilang keseimbangan dan di lain saat" mereka terlempar dengan mulut mengeluarkan darah. Ternyata mereka telah terluka dalam yang parah sekali. 1ie H!ng dan H!ng .ian yang melihat ini bers!rak kegirangan dan memu i. Sementara itu &n .an-pun tidak membuang waktu lama-lama. 8alaupun tenaga dalamnya seimbang dengan #anglima Timur itu" tapi kecepatan tubuhnya ternyata dua kali lebih cepat dari lawan. Dengan mengerahkan Tenaga &nti #etir (urni dan urus Ban Hud 6iang yang di k!mbinasikan dengan kecepatannya" maka #anglima Timur yang telah patah semangatnya melihat kedua temannya kalah damam dua gebrakan sa a" tak kuat bertahan lama dan akhirnya terpukul telak di dadanya. Diapun terlempar sambil memuntahkan darah segar. #ewaris & %in Hiat Hip %ang yang tanpa tanding Dalam sebuah guha batu yang tertutup" tu uh hari berlalu dengan sangat cepat. Dengan keampuhan Hui &m H!ng Sin %ang" Argapa .ama akhirnya dapat di sembuhkan. Hari itu kekuatannya sudah kembali sekitar 23 persen dan pr!ses penyembuhan sudah di hentikan.

Setelah bermeditasi selama setengah hari" kekuatan Han Sian sudah pulih kembali. Bahkan dia merasa seperti desakan suatu tenaga yang berputarputar mengendalikan tenaganya bergerak keseluruh tubuh dan memperkuat tenaganya dua kali lipat. Argapa .ama duduk di hadapannya sambil men ura dalam. G ,mit!hud" terima kasih sicu sudah menyelamatkan nyawa tua ini. Budi baik sicu sungguh tak dapak pinceng balas di kemudian hari. Sudahlah" l!cianpwe! &tu hanya kebetulan kami lewat di pinggir sungai dan sempat mengusir para ba ingan itu Han Sian membalas sambil tersenyum Akh" melihat tenaga dalam sicu yang sangat kuat sekali" pinceng yakin sicu bukan t!k!h sembarangankalau b!leh sudilah sicu memperkenalhan diri. #inceng sendiri adalah Argapa .ama" salah satu pengikut dari Dhalai .ama ti tibet Akh" angan terlalu membesarkan" kepandaian cakar bebek seperti itu apalah artinya+ Bukankah hanya akan membuat malu sa a+ /amaku Han Sian tepat saat itu H!ng .ian" &n .an dan 1ie H!ng memasuki guha itu. (elihat basa-basi itu" segera &n .an menyahut Dia adalah #endekar Asmara Tangan &blis Heh! Seruan terke ut ini keluar dari mulut Argapa .ama. Dia terke ut karena ternyata !rang di hadapannya inilah yang selama ini dia cari-cari. Segera dia men ura lebih dalam lagi. ,mit!hud" terima kasih Thian yang agung" akhirnya hamba berhasil Sahutnya. *hapa maksud l!cianpwe Han Sian balik bertanya dengan wa ah bingung. Sebelum saya men elaskan" saya ingin terlebih dahulu menun ukkan sesuatu pada sicu" T!l!ng sicu pela ari dan ikuti petun uknya Setelah berkata demikian Argapa .ama mer!g!h di bali ubahnya dan mengeluarkan sebuah kain tua segi empat. %ain itu nampak tua sekali dan kusam namun kuat. %ain itu lalu di serahkan pada Han Sian. Han Sian terke ut saat dia membentangkan kain itu. Tulisan-tulisan kecil di atasnya sama dengan huru7-huru7 dalam ke empat kitab pusaka yang dia pela ari selama dua tahun di #uncak Tebing .angit. Apakah sicu bisa membacanya+ Tanya Argapa dengan suara menyelidik.

Tentu sa a" tulisan ini sama dengan kitab-kitab yang pernah ku pela ari+ Tampak cahaya kegirangan di wa ah Han Sian. Segera dia tenggelam dalam huru7-huru7 di atas kain itu hampir satu am. (elihat ini Argapa .ama lalu mengundurkan diri dari ruangan itu sambil memberi k!de pada yang lain untuk mengikutinya. Setibanya di luar. 1ie H!ng yang penasaran bertanya9 *h" l!cianpwe" kitab apakah itu+ /!na" itu adalah kitab & %in Hiap Hip %eng '#elentur ,t!t #embalik Darah) yang merupakan ilmu tertinggi di tibet. &lmu itu merupakan pengembangan dari &lmu #elentur ,t!t dari Siauw .im #ai. Bertahun-tahun kitab ini tersembunyi" hanya di wariskan pada Dhalai .ama sa a ataupun pewaris %iu Sian & Sin %ang dan Hui &m H!ng Sin %ang. 1ika sa a Han sicu itu dapat menguasainya dengan sempurna" maka tidak ada halangan lagi untuk menaklukkan ilmu-ilmu dari &blis *s-Api maupun &blis-iblis lainnya yang mulai bermunculan sekarang. Setelah berkata demikian" Argapa .ama termenung. Satu hari satu malam Han Sian di dalam guha. H!ng .ian yang khawatir hendak membawa makanan" tapi di cegah !leh Argapa .ama. Akhirnya saat semua !rang dalam keadaan khawatir" tiba-tiba tanah di sekitar mereka bergetar di ikuti bunyi ledakan keras dan guha itu runtuh menutupi mulut guha. Akhh" Sian %!k!+ Terdengar teriakan khawatir dari ketiga gadis itu yang memburu ke arah guha yang sedang runtuh tersebut" di ikuti !leh Argapa .ama" tapi mereka terlambat karena mulut guha itu sudah keburu runtuh dulu sehingga mereka tidak bisa masuk ke dalam. Segera mereka berempat menggunakan kepandaian mereka untuk menyingkirkan batu-batu tersebut" saat itu terdengar lagi suara gempa yang kuat di ikuti suara yang lembut di telinga mereka. (undurlah kalian" aku tidak apa-apa+ (ereka berempat segera berna7as lega dan men auh dari tempat itu. Sesat kemudian terdengar suara ledakan yang mel!ntarkan semua batu-batu ke segala pen uru. /amun hebatnya semua batu-batu itu langsung adi debu dan hilang di tiup angin setelah terl!ntar se auh dua t!mbak Dari balik kepulan debu itu muncul ses!s!k tubuh yang melayang keluar tanpa mengin ak tanah. Tubuhnya di kelilingi cahaya keemasan dan keperakan yang saling berbelit dengan perbawa yang luar biasa sekali. Bagaikan dewa yang turun dari khayangan. Argapa .ama yang menyaksikan ini terbeliak kaget dan segera men atuhkan diri berlutut dengan kepala tertunduk.

,mit!hud" tak salah lagi kaulah %wi Sian H!k 6u 'Si #enakluk Dewa dan &blis) yang di sebutkan !leh sang Dhalai .amamulai saat ini pinceng akan melayanimu seumur hidup Han Sian terke ut melihat Argapa .ama yang berlutut di hadapannya itu. Sesaat dia mengendurkan tenaganya dan kembali seperti sedia kala. Dia melangkah mendekat dan membangunkan .ama itu. Bangunlah Argapa .!cianpwekita !rang sendiri. Han sicu" se ak Dhalai .ama menerawang dan memprediksikan akan peristiwa besar yang akan ter adi di dunia persilatan ini" kami telah di ikat sumpah bahwa kami akan menanggalkan pantangan membunuh kami dan mengabdi kepada %wi Sian H!k 6u serta ber uang sampai titik darah penghabisan untuk mengamankan dunia dari cengkraman iblis.%alau Han sicu tidak mau menerima hamba" maka tidak ada pilihan lain bagi hamba selain mati Argapa masih terus berlutut. Akhirnya setelah menarik na7as pan ang dan menatap ke tiga gadis di depannya" Han Sian mengiakan" barulah Argapa .ama berdiri. Hemm" Argapa .!cianpwe" apakah yang sebenarnya ter adi padakumengapa aku begitu mudah menguasai ilmu itu+ Han Sian bertanya dengan heran. & %in Hiat Hip %eng hanya terdiri dari empat tingkatan sa a. Dhalai .ama sendiri yang sudah sedemikian sakti sa a tetap tidak mampu menguasai sepenuhnya sampai habis tingkat ke dua dari ilmu tersebut. (enurut beliau" hanya !rang yang sudah menguasai %iu Sian & Sin %ang dan Hui &m H!ng Sin %ang sa a yang akan mampu menguasai ilmu ini. (enarik na7as se enak kemudian dia len utkan9 secara te!ri" hasil tertinggi dari pelentur !t!t pemutar darah ini adalah menggabungkan dan meng!lah sembilan macam unsur tenaga yang ada di alam ini untuk men adi kekuatan tanpa tanding yang dahsyat" dan kesembilan unsur itu sudah ada dalam ilmu %iu Sian & Sin kang dan bila di lengkapi dengan Hui &m H!ng Sin %ang yang berdaya menetralkan segala hambatan yang mungkin di hasilkan dari perpaduan tenaga-tenaga tersebut" maka akan di capai hasil yang maksimum Hem" apakah tidak ada cara lain untuk melatih ilmu ini+ H!ng .ian menimpali dengan amat tertarik sekali. Ada satu cara" yaitu melatih dan mempela ari sembilan macam ilmu yang memiliki unsur-unsur tenaga yang di butuhkan...Tapi ini sangat sulit sekali

dan dalam kurun empat ratus tahun terakhir ini tidak ada se!rangpun yang sanggup menguasainya selain pencipta ilmu itu sendiri. 8ah" Sian-k!k!" kau beruntung sekali bisa mendapatkan ilmu itu Suara ini keluar dari mulut 1ie H!ng yang langsung mendekati pemuda itu dan merangkul lehernya sambil tersenyum. (elihat ini" Argapa tertunduk dan segera m!h!n diri dari tempat itu. Dia mengerti dengan !rang muda" dan dia tidak mau mengganggu. Segera dia mencari tempat yang tenang dan melan utkan pr!ses penyembuhan dirinya. Tee Sun .ai9 #enguasa &stana .embah Bangkai Tiga bulan berikutnya" nama &stana /eraka Hitam lenyap tanpa e ak tapi bukan berarti tidak ada. (ereka ustru semakin gencar mengadakan gerakan. .angkah pertama yang mereka lakukan ialah menaklukkan sang Dhalai .ama di tibet. Untuk hal ini sang &blis *s-Api sendiri yang turun tangan sehingga sang Dhalai .ama di kalahkan setelah bertarung hampir duaratus urus. #ara .ama yang menentang langsung di bunuh" sedang yang masih hidup di adikan kacung. 0erakan selan utnya yang mereka buat ialah menaklukkan >: perkumpulan di luar temb!k besar termasuk Thian Te San #ai 'perkumpulan 0unung .angit dan Bumi) yang di pimpin Thian $ang .ama dan Tee &m .ama. Selama itu pula Han Sian" 1ie H!ng" H!ng .ian" &n .an dan Argapa .ama menghilang tanpa e ak. Rupanya Han Sian telah mendengar keterangan Argapa mengenai gerakan &stana /eraka Hitam ini. #ara utusan %anan dan %iri serta para panglima sa a bukanlah t!k!h-t!k!h yang tertinggi kepandaiannya. Di atas mereka ternyata masih ada lagi tingkatan Delapan &blis yang kepandaiannya lebih tinggi setingkat dari utusan kanan dan %iri. Dengan persetu uan Han Sian" ketiga dara yang sakti itu mengumpulkan kurang lebih ;33 !rang bekas t!k!h-t!k!h persilatan yang sudah takluk untuk memperdalam ilmu mereka di atas puncak Tebing .angit. Sementara itu" setelah sebulan lebih memberi petun uk kepada 1ie H!ng" H!ng .ian dan &n .an cara memperdalam ilmu mereka dengan & %in Hiap Hip %ang sampai tingkat ke-dua" Han Sian lalu meninggalkan Tebing .angit bersama Argapa .ama. Tu uan Han Sian ialah pegunungan %un .un San. Sementara Argapa .ama kembali ke Tibat untuk mengumpulkan rekanrekannya yang l!l!s dari kehancuran.

Heaaaaaaahhhhhh.. DHUAAAAAARRRR.

8uuuutttt B.A((((.B.A((((.. Suatu suara yang nyaring dan riuh terdengar di ke auhan. 1auh di dasar .embah Bangkai" se!rang pemuda bertelan ang dada sedang bertarung bersama se!rang kakek B!ngk!k. Siapa lagi itu kalau bukan Tee Sun .ai. Rupanya setelah mendapatkan peng!peran tenaga dalam dari si kakek b!ngk!k dan melatih Tenaga #elentur Ba a yang dahsyat" pemuda itu sembuh t!tal" dan bahkan telah mendapatkan kembali kekuatannya. Bahkan pemuda itu telah berhasil pula melatih kembali kedua ilmunya yang lama sehingga hanya dalam waktu singkat dia sudah menguasai &lmu Tapak Berantai #emusnah Raga Sesat sampai tingkat yang tertinggi. #ertarungan tersebut berlangsung duaratus urus dengan serunya. Dalam limapuluh urus berikutnya tampaklah tanda-tanda kemenangan yang pasti mulai di raih !leh Tee Sun .ai. Rupanya 7akt!r usia tua mempengaruhi kakek b!ngk!k itu. Di tambah lagi selama ini dia telah menyalurkan tenaganya pada pemuda tersebut. (emasuki urus ke duaratus empat puluh satu" dalam suatu adu tenaga" pemuda itu menekan sang kakek sampai tubuhnya melesak ke dalam tanah sampai di lutut. Sudah" 6ukup muridkuaku tak dapat bertahan lagi! Baik suhu" kita sama-sama menarik tenaga dalam kita %ata Sun .ai mantap" namun dengan mulut yang menyeringai. Sambil berteriak nyaring kedua-duanya menarik tenaga mereka bersamaan. /amun tiba-tiba Han Sian yang ada dalam p!sisi di atas menendang dua kali ke arah bahu kakek b!ngk!k tersebut sehingga hancur. %aupengkhianat!... %akek itu men erit sambil memandang ke arah Sun lai" Sementara Sun .ai tidak peduli. Segera dia mel!mpat ke atas dan tangannya menekan ubun-ubun kepala si kakek dan di lain saat tenaga yang amat dahsyat mener!b!h melalui tangannya dengan cepat tanpa dapat di cegah !leh kakek tersebut. Hanya dalam seke ap sa a seluruh tenaga kakek itu tersed!t habis. Sun .ai melepaskan tangannya dan sambil ber ungkir balik tubuhnya turun perlahan di atas sebuah batu kemudian dia bersamadi meng!lah tenaga yang baru sa a dia serap. Sepeminuman teh kemudian dia membuka matanya dan tertawa keras.

Hahahahahahahahahaa..sekarang tak ada lagi yang akan menghalangiku" tidak engkau Han Sian" dan tidak uga *nam Dewa...sekarang tiba waktunya kebangkitan dari &blis .embah Bangkai. Sementara itu secara perlahan" namun pasti! Di sekitar pemuda itu bermunculan bayangan-bayangan !rang yang makin banyak. Setelah di amati" ada sekitar lima ratus !rang lebih. Sun .ai tidak mengenal siapa mereka. Tubuhnya kembali siap siaga untuk bertempur ketika .ima !rang yang tampaknya men adi pemimpin di antara mereka" serentak men atuhkan diri berlutut di hadapannya. %ami .ima Setan Bangkai" penguasa .ima Unsur" siap menerima perintah %etua.! Apa maksud kalian+ Sudah lama kami menanti kesempatan untuk aya kembali di dunia hek-t!" tapi ketua Glama terlalu tua sehingga kami hanya bersabar. Sekarang setelah beliau wa7at" kami akan mendukung segala keinginan ketua muda+ 1awab !rang yang paling tengah. Di lain saat mereka mulai memperkenalkan diri mereka. Hal ini membuat Tee Sun .ai terke ut sekaligus girang. Tanpa di duga sama sekali dia mendapat pasukan yang tangguh untuk men alankan ambisinya. Sementara peristiwa itu ter adi" tanpa di sadari !leh Sun .ai" dua pasang mata berkilat sedang memandang dari ke auhan. #emilik sepasang mata itu bukan t!k!h sembarangan. #enampilan mereka berbeda dengan !rang Han pada umumnya. Seperti !rang #ersia. $ang satu pemuda dengan wa ahnya menyiratkan kekerasan hati dan kehendak yang tidak mudah g!yah. Sementara yang se!rang lagi se!rang gadis yang amat cantik seperti bidadari. (ereka berdua berdiri auh di balik pep!h!nan sambil menahan pancaran tenaga mereka sehingga tak terdeteksi. Ter adilah percakapan singkat. T!ak!" apa sudah waktunya kita menyerang mereka+ Suara gadis itu lirih namun lembut. Belum" adikku. %u lihat ilmu Telapak Berantai #emusnah Raga Sesatnya tidak banyak selisihnya dengan Tapak Berantai .ima #emusnah Raga kita berdua. (ungkin tidak mudah menaklukkannya dalam waktu singkat" dan lagi dia masih memiliki banyak pengikutkita mengawasi sa a dulu Sahut pemuda itu tenang.

,h" ya guru sudah memprediksikan ge ala kebangkitan para t!k!h-t!k!h iblis yang akan mengacaukan dunia persilatan" dan menurut guru" kita harus membantu !rang yang ber uluk kwi Sian H!k 6u. Bagaimana caranya kita mencarinya+ %alau memang !rang itu kunci penenti bagi masalah dunia persilatan ini" kita pasti akan menemukannya. (ari kita pergi Dan dalam seke ap sa a mereka sudah lenyap dari tempat itu. Jitnah Bagi Sang #enakluk #uncak tebing langit berdiri dengan megahnya. Tidak sembarang manusia dapat naik ke sana. Tapi hari itu lain. Di hadapan seratus penghuni tebing itu" tampak enam !rang yang sedang berdiri dengan penuh kemarahan. Siapa lagi kalau bukan enam dewa. Tapi keadaan mereka sungguh tidak bersahabat. Di belakang mereka tampak para ketua dari tu uh partai besar. (ereka menuntut Han Sian untuk mempertanggung awabkan perbuatannya. Tapi perbuatan apa+ Saat itu 1ie H!ng dan H!ng .ian sedang turun tidak berada di tempat. Sehingga hanya &n .an yang menyambut ke enam dewa tersebut. Akhh" lama tak bertemu" tak di sangka n!na 6u berada di sini+ %iang #! 6hun menyapa &n .an dengan lembut. $a" selamat ber umpa lagi saudara %iang dan saudara yang lainada apaka gerangan yang meringankan langkah kalian untuk datangke sini+ &n .an membalas dengan lembut sehingga membuat mereka hampir terpes!na !leh kecantikan dara itu. (aa7" kalau pertanyaan saya tidak s!pan" n!na 6u ada hubungan apakah n!na dengan saudara Han Sian+ Suma h!ng Sin bertanya dengan suara datar penuh curiga. Akhh" maa7kan kami yang tidak memberi tahu para sahabat mengenai keberadaan kami &n .an membalas dengan muka merah sambil tersipu-sipu" kemudian dia lan utkan9 ada banyak peristiwa yang ter adi dan masih sementara kami selidiki sehingga kurang berk!munikasi dengan para h! han sekalian Hemmm" tahukah n!na di mana adanya saudara Han Sian sekarang dan apa yang dia sedang lakukan+ %embali H!ng Sin bertanya tanpa memperhatikan perkataan &n .an. Hatinya sunggu panas sekali hingga suaranya mulai agak keras.

(elihat gelagat elek" &n .an bangkit berdiri dan menyahut9 (aa7 sebenarnya apakah maksud kedatangan para saudara ke tempat ini" aku tidak mengerti+ (aa7" n!nasangat menyesal atas peristiwa yang ter adi belakangan ini tentang keberadaan saudara Han Sian. Silahkan n!na baca ini Thi! Tay .ee meny!d!rkan sebuah surat ke arah &n .an. &n .an menyambut dan segera membukanya" dia segera mengenal tulisan tangan Han Sian. Tapi wa ahnya membersitkan kekagetan yang luar biasa saat membaca isi surat trsebut yang berbunyi9 S!batku Tay .ee" maa7kan karena kelancanganku yang sudah terlan ur mendekati adikmu" tapi aku akan bertanggung awab" mengingat persahabatan kita sudilah engkau mengi inkannya. 1ika engkau setu u" datanglah ke #uncak Tebing .angit" Han Sian Dengan amarah di tekan kembali Tay .ee melan utkan9 Tadinya ku pikir tak ada alasan untuk men!laknya" ternyata bukan hanya adikku yang men adi k!rbanya. Bahkan telah tersiar kabar kabar tentang #endekar Asmara Tangan iblis yang mengadakan pemerk!saan di mana-mana dan untuk ini banyak yang men adi saksi hidup Termasuk beberapa putri beberapa perguruan besar...dan ini adalah pelecehan terhadap keluarga kami. B!h!ng! *ngkau mem7itnahSian-k!k! tak mungkin melakukan hal itu" aku tidak percaya! %alau ini maksud kedatangan kalian" maa7" kami tak berani men amu lebih lama Seru gadis ini dengan wa ah manis" tapi hatinya sudah marah sekali. *h" .an-m!i" ada apakah+ wah rupanya kita kedatangan tamu Suatu suara lembut lain tiba-tiba terdengan dan dalam seke ap 1ie H!ng dan H!ng .ian sudah berada dalam ruangan tersebut. H!ng cicie" .ian-cicie" mereka datang untuk menghukum Sian %!k! yang katanya sudah memperk!sa banya !rang Tidak mungkin" kalian mem7itnahapakah kalian ada bukti+ Sahut 1ie H!ng dengan penuh selidik. /!na" tuduhan ini elas dan kami tidak mengada-ada. Buktianya adalah salah satu murid kesayangan kami yang telah men adi k!rban dan ada di sini" mengapa n!na masih mau menyembunyikan manusia sesat itu+ 6engSim T! in" ketua %un .un #ai menyahut dengan ketusnya. H!ng .ian meredam kemarahannya dan berkata dengan suara perlahan9 (aa7" para sahabatkami bukan ingin melindungi siapapun" tapi berita yang

kalian bawa ini sungguh menge utkan bagi kami. %ami belum dapat berbuat apa-apa" sebelum kami menyelidikinyaharap beri kami waktu tu uh hari Semua !rang melihat ke arah enam dewa untuk meminta pertimbangan. Akhirnya .u Sim Hay bertanya pada H!ng .ian9 (aa7 n!na" kalaupun kami memberi waktu" tapi nanti apa yang bisa adi pegangan kami bahwa Hemm" apa saudara .u tidak percaya pada kami+ Bukannya tidak percaya" tapi saudara Han Sian itu sangat lihai..+ Sahut 6eng Sim T! in. Baiklah begini sa a" kalau saudara .u mampu mendesak adik &n .an dalam sepuluh urus" maka kami akan menarik an i kami Baik" aku terima %ata sim Hay dengan setengah ragu &n .an segera ber alan ke tengah ruangan sambil memasang kuda-kuda se a ar menanti Sim Hay yang memandangnya dengan ta am. Dia terke ut" karena bekas kaki gadis itu timbul setinggi satu inchi dari lantai. Silahkan" saurara .u angan sungkan" ini hanya u i c!ba" bukan+ (aa7" mendahului Tubuh .u Sim Hay berkelebat dengan sangat cepat sambil mengerahkan #ek &n H!at Sut yang segera di tahan !leh &n .an dengan Ban Hud 6iangnya. .ima urus pertama berlalu dengan sangat cepat dan membuat mata para pen!nt!n terl!l!ng kaget. (ereka mengetahui berapa tinggi kepandaian .u Sim Hay ini" tapi gadis itu ternyata mampu melayani dengan sama kuat. (elihat hal ini Sim Hay" segera menambahkan tenaganya dan melahyani dengan sungguh-sungguh. /amun &n .an yang sekarang bukanlagi &n .an beberapa bulan yang lalu. Setelah mendapat petun uk dari Han Sian dengan penguasaan & kin hiat hip kang tingkat dua telah mematangkan ilmunya sehingga men adi beberapa kali lebih dahsyat. Hal yang sama uga di alami !leh 1ie H!ng" H!ng .ian dan Argapa .ama. .ewat sepuluh urus" meskipun mulai tampak .u Sim Hay bergerak di atas angin" tapi belumlah mampu mendesak &n .an. 6ukup! Sepuluh urus sudah selesai maa7kan kami tidak mengantar ie H!ng segera mel!mpat ke tengah menghalangi di antara kedua !rang yang bertarung itu.

(ereka semua saling pandang. Akhirnya %hu Hee .i!ng mewakili rekanrekannya m!h!n diri" dan mereka berlalu dari tempat itu. Beberapa saat kemudian" ketiga gadis itupun meninggalkan Tebing .angit untuk mencari Han Sian.

%emanakah Han Sian selama dua bulan terakhir ini+. Sesungguhnya setelah dia mencium adanya gerakan-gerakan mencurigakan dari para kaum sesat" termasuk adanya t!k!h-t!k!h sakti yang terpendam di sekitar pegunungan Himalaya yang bergabung dengan &blis *s Api" hatinya tidak tenang saat memikirkan keselamatan dunia kang-!uw. Bahkan yang lebih menge utkan lagi adalah munculnya gerakan pasukan iblis .embah Bangkai yang mere alela. #er alanannya men ela ahi wilayah %un-.un-San akhirnya tidak sia-sia karena dia uga bertemu banyak t!k!h-t!k!h aneh yang sudah lama hilang dari dunia kang-!uw" bahkan ada uga yang tidak perna menun ukkan diri mereka. Setelah meminta pert!l!ngan mereka" Han Sian lalu kembali ke daratan tengah. (uslihat Sang (usuh Bebuyutan Saat Han Sian %embali" pergerakan &stana /eraka Hitam sudah mulai menun ukkan dirinya secara berterang. Dua belas perguruan sudah di hancurkan rata dengan tanah dan semakin bergerak secara meluas. Sementara &stana .embah Bangkaipun sudah bergerak dari arah yang berlawanan. Hanya sa a tiada yang tahu siapa pemimpinnya yang di kabarkan sangat sakti itu. Di sisi lain Han Sian ustru kurang mendapatkan dukungan dari para pendekar berkaitan dengan isu-isu yang ter adi atas dirinya yang di kabarkan men adi pemerk!sa para gadis. Dan ini membuat hubungannya dengan keenam dewa kurang baik. Saat itulah muncul berita yang menggegerkan yaitu mekarnya 1amur &nti *s yang tumbuh ;33 tahun sekali" yang kabarnya sanggup membangkitkan !rang mati sekalipun dan bahkan melipat gandakan tenaga dalam sese!rang ahli silat sampai sepuluh kali lipat.. &ni berita aneh" dan tidak tahu siapa yang menyebarkannya. $ang elas bahwa siapa sa a yang merasa berkepandaian b!leh datang ke puncak Awan *s untuk c!ba mendapatkannya.

8alaupun pergerakan para iblis-iblis sesat itu sangat gencar dan susah untuk di bendung dalam seke ap" namun berita mengenai adanya 1amur &nti *s itu akhirnya memecah uga k!nsentrasi mereka. &blis *s-Api membawa serta delapan iblisnya untuk menyambangi #uncak Awan *s. Sementara itu &stana .embah Bangkai-pun tak ketinggalan mengirimkan ke-lima setan Bangkainya yang sakti.

Dalam per alanan menu u ke #uncak Awan *s" tampak tiga bayangan berkelebat dengan cepat ke arah puncak. (ereka bukan lain adalah 1ie H!ng" H!ng .ian dan &n .an. Se ak peristiwa kun ungan *nam Dewa ke #uncak Tebing .angit" ketiga dara ini menyebar untuk mencari kabar tentang kekasih mereka itu" tapi Han Sian seperti hilang di telan bumi. Sampai mereka mendengar kabar tentang adanya 1amur &nti *s. Tanpa ragu mereka segera menu u ke sana. (ereka pikir pasti akan bisa di temukan e ak kekasih mereka di sana. Sementara mereka melewati salah satu lereng yang ter al" mereka di ke utkan dengan suara keluhan dan rintihan wanita. (ereka saling pandang" dan dengan tanpa suara mereka menu u ke arah sumber suara tersebut. Betapa terke utnya ketika mereka melihat bayangan ses!s!k pria yang baru sa a habis memperk!sa dua !rang wanita muda. #ria itu tepat membelakangi mereka sehingga mereka tidak dapat mengenal wa ahnya. Segera &n .an" H!ng .ian dan 1ie H!ng melentingkan tubuh mereka ke arah !rang itu. Bangsat cabul" sampah masyarakat" rasakan ha aran n!namu ini! Segera tangan &n .an memukul dengan #ukulan &nti #etir (urninya yang dahsyat. Tanpa melihat" !rang itu mengangkat tangannya menangkis. Dhaaarrrrr! Ups &n .an tergentak ke belakang" sementra kaki !rang itu melesak ke tanah sedalam dua senti. Segera !rang itu membalikkan tubuh S&A/-%,%,+ 8a ah ketiga gadis itu terbeliak kaget hampir tak percaya dengan pandangan mata mereka sendiri. *h" H!ng-m!i" .ian-m!i dan .an-m!i+ (engapa kalian di sini+...Aakhhhmaa7kan aku! Berkata demikian" tubuh Han Sian berkelebat dan lenyap dari tempat itu. Sunyi9 perasaan galaukecewadan sakit hati! &tulah yang di rasakan ketiga gadis ini sekarang. Ternyata !rang yang mereka sayang dan pu a" tidak seperti yang mereka sangka. Selama ini mereka tidak percaya dengan isuisu yang menyebar" tapi ternyata sekarang mereka melihat dengan mata

kepala sendiri. Dan k!rbannya masih ada di depan mereka" sudah men adi mayat. (ereka bertiga tidak dapat mengatakan apa-apa. Semua larut dengan perasaan masing-masing. (ereka menyadari keb!d!han mereka yang ternyata menyerahkan diri pada !rang yang salah. Tanpa berbicara sedikitpun" mereka menguburkan ke dua mayat itu kemudian melan utkan per alanan. Tak lama setelah mereka berlalu dari tempat itu" tubuh Han Sian yang tadinya sudah melarikan diri muncul dari balik sebuah p!h!n yang lebat. (atanya berkilat memancarkan sinar licik. Bibirnya tersenyum menyeringai seperti !rang yang kesenangan. Dia tertawa gembira dan berkata perlahan9 HahahahaHan Sian" entah di mana engkau" tapi selamat menikmati permainanku ini Seke ap kemudian tubuh Han Sian gadungan itu-pun berkelebat lenyap dari tempat itu.

#agi itu" #uncak Seribu pedang tampak ramai sekali. 0!l!ngan yang datang secara !t!matis terbagi dalam tiga bagian. Sebelah utara adalah r!mb!ngan &stana /eraka Hitam yang ber umlah sekitar seratus !rang lebih. Tampak di antara mereka wa ah-wa ah yang aneh. Ada *mpat !rang dari Delapan &blis dan uga t!k!h-t!k!h yang terpendam di sekitar pegunungan Himalaya yang berhasil di rekrut !leh &blis *s Api. Tapi &blis *s Api sendiri tidak nampak. 0!l!ngan ke dua di sebelah Selatan adalah r!mb!ngan &stana .embah Bangkai yang di pimpin langsung !leh ketua mereka yang duduk di dalam tandu tertutup. Tampak uga banyak t!k!h-t!k!h sakti g!l!ngan hek-t! yang bergabung dengan mereka. 1umlah mereka hampir sama dengan &stana /eraka Hitam" yaitu sekitar seratus !rang lebih. Rupanya kedua r!mb!ngan ini uga ternyata tidak mengerahkan semua anak buah mereka" karena hanya memang !rang-!rang yang berkepandaian cukup sa a yang b!leh naik ke #uncak Seribu #edang ini. R!mb!ngan ketiga di sebelah Barat adalah para pendekar" para ciangbun in perguruan-perguruan besar yang di dampingi !leh *nam Dewa. 1umlah mereka ada sekitar .imapuluhan !rang. Sementara mereka menunggu" matahari telah masuk di u7uk barat. Tibatiba mereka di ke utkan !leh kepulan asap dan suara ledakan yang dahsyat dari puncak bukit. Di susul berkelebatnya dua bayangan berpakaian Hitam dan putih yang saling serang dengan dahsyat.

Di susul kemudian !leh empat bayangan yang ternyata adalah empat !rang tua berusia sekitar limapuluh tahunan. Tapi keempat !rang tua itu hanya diam sa a di empat pen uru sambil mengamati dua !rang yang sedang bertarung itu. Bayangan Hitam dan putih itu bertarung sangat dahsyat sampai tidak dapat di lihat. Hanya !rang-!rang yang sudah berilmu tinggi sa a yang masih dapat melihat mereka. Setelah di amati seke ap" tampak empat bayangan itu kemudian meluruk deras dengan mengerahkan ilmu-ilmu sakti mereka menggempur ke arah bayangan berpakaian putih tersebut. Serangan gabungan mereka hebat" sampai enam dewa-pun berdecak kagum. Tapi hebatnya" bayangan berpakaian putih itu sama sekali tidak terlihat terdesak bahkan terlihat tubuhnya terpecah adi lima bagian dan menghadapi kelima !rang itu dengan hawa pedang yang tak kalah dahsyatnya. Bu tek 6hit %iam 6iang AkhhSian-k!k!..! Tanpa sadar &n .an berseru tertahan. 1amur &nti *s di tangan !rang berpakaian putih iturebut! Tiba-tiba terdengar suara yang entah dari mana" tapi siapapun itu" hakikatnya tak se!rangpun peduli" karena suara itu yang mereka perhatikan. Belum habis suara itu" s!s!k bayangan dari dalam tandu sudah melesat keatas sambil menyerang dengan Tapak Berantai #emusnah Raga Sesat. Seketika itu uga terdengan ledakan yang dahsyat ketika benturan enam tenaga dalam yang kuat ter adi. #ara ahli silat yang kurang kuat tenaganya terkena pancaran tenaga langsung mati seketika" tapi yang cukup kuat bisa bertahan. Saat itu arak pertarungan sudah terpisah. %eenam !rang itu sudah turun ke tanah" tepat di tengah-tengah lapangan. Tampaklah wa ah mereka. Bagi ke *nam Dewa" dan para t!k!h g!l!ngan putih" wa ah Han Sian sudah mereka kenal. Begitu uga keempat !rang kakek itu yang mereka kenal sebagai empat !rang dari delapan iblis. Tapi yang se!rang lagi mereka tidak kenal. Dia se!rang pemuda tampan tapi lebih mirip seperti wanita. (atanya bercahaya kemerahan sedangkan rambut kepalanya ada dua warna" yaitu merah dan putih. Selagi semua !rang bertanya-tanya" dari r!mb!ngan &stana /eraka Hitam segera bertelut dan berseru dengan suara nyaring9

(unculnya 8a ah &blis *s Api H,R(AT %A(& #ADA 1U/1U/0A/ A0U/0 *h" adi diakah &blis *s Api yang menggetarkan itu+@ $ang Sim H!at berseru dengan suara menge ek" ternyata tidak ada apa-apanya Huh" berani kau menghina un ungan kami" mampuslah Tiba-tiba dua !rang di antara Delapan &blis mem!t!ng e ekan Sim H!at sambil kemudian menyerangnya dengan hebat. Hahsegala Delapan iblis uga mau un uk gigi di depanku" Rasakan Bu Tek 6in %eng-ku Sim H!at bergerak cepat sambil mengerahkan ilmu andalannya dan entah bagaimana" kedua iblis itu merasakan pukulan mereka membalik dan di lain saat mereka telah terpukul mundur lima tindak kebelakang sambil menahan dada mereka yang terasa sesak na7as" sedangkan pemuda itu tetap berdiri tegap dengan tangan di belakang. #erhatian semua !rang kini tertu u pada Han Sian yang ada di tengahtengah. Semua mata melihat di tangannya memegang sebuah %ain transparan yang membungkus 1amur &nti *s tersebut. HahahaHan Sian Sekarang terbukalah ked!kmu selama ini. %au mengaku pendekar g!l!ngan lurus" tapi nyatanyakau tidak lebih dari se!rang pemerk!sa dan se!rang yang berambisi Tee Sun .ai tertawa. Sementara itu 1ie H!ng" H!ng .ian dan &n .an mendengar ini dengan hati sakit" tapi mereka tak mampu berkata apa-apa. Hemm" Selamat bertemu lagi Sun .ai! %u kira kau sudah mati" ternyata kau makin ma u,!!" kiranya kau ketua bangkai-bangkai mayat hidup memuakkan inihahaha" selamat" selamatkema uanmu sungguh sepadan..+ Tadinya Han Sian terke ut melihat kemunculan musuh bebuyutannya ini yang sudah lebih sakti lagi. /amun segera dia maklum dan balas menge ek. Setelah itu matanya di arahkan pada lawan yang satunya lagi. Tak ku sangka" m!m!k &blis *s Api yang menakutkan itu ternyata masih sangat muda. Hah" tampaknya" semua t!k!h-t!k!h tua memang harus maklum bahwa waktu ber aya mereka sudah habis" salut....salut Hehehe" benar sekali" rupanya kau berpandangan auh ke depan wahai pemuda tampan" %alau sa a kita berdua bisa menyatukan kekuatan" dengan adanya 1amur &nti *s tersebutkita akan men adi Ra a dan Ratu yang tanpa tanding se agatbagaimana+ Apa tawaranku menarik+ Tiba-tiba &blis *s Api mengeluarkan suara dan balik bertanya sambil tubuhnya berputar dan tangannya bergerak ke arah wa ahnya sendiri.

Saat dia berhenti berputar" semua !rang terbeliak kaget. Di hadapan mereka kini muncul se!rang wanita yang cantik sekali" tidak kalah dengan 1ie H!ng bertiga. Ternyata" iblis *s Api yang menakutkan itu adalah se!rang wanita cantik. Hahaha" luar biasa" tak dinyana ternyata dedengk!t sesat ini adalah se!rang wanita!*h" &blis *s Api" mengapa tawaranmu tidak kau berikan padaku sa aapa kau mau uga di madu !leh lelaki buaya ini bersama dengan ketiga gadis cantik itu+ Tee Sun .ai berseru menge ek sambil tangannya menun uk ke arah 1ie H!ng" H!ng .ian dan &n .an. Tidak mungkin!!!.... Sebuah bayangan berkelebat pesat. 1elaskan" apakah kau mau mengatakan bahwa /!na 1ie H!ng dan H!ng .ian uga adalah kekasih buaya darat ini+ Seketika itu uga $ang Sim H!at sudah berada di hadapan Tee Sun .ai sambil tangannya menun uk pada Han Sian dengan muka merah. (elihat hal ini semua !rang maklum" bahwa pemuda ini ada hati pada salah se!rang dari dua gadis tersebut. Heh" aku sa a !rang luar tahu itu dengan pasti" mengapa engkau ustru tidak tahu dasar b!d!h! %embali Sun .ai menyahut sambil menge ek. 8a ah" Sim Hay adi pucat" segera dia menghadap Han Sian dengan muda merah. Selama ini aku mengh!rmatimu" tapi kau mmenipu para gadis yang tidak tahu apa-apa itu" akh salahku tidak men aga adikku sehingga tern!da !lehmu...saat ini biar aku mwakili adikku memberi ha aran padamu Berkata demikian tangan Sim Hay bergetar dan di lain saat dia sudah menyerang dengan pengerahan Bu tek 6in %eng tingka tertingginya. Han Sian tak punya waktu men elaskan. (elihat lawan sudah menyerang dengan dahsyat" diapun menyambut dengan memutar tubuhnya seperti gasing sambil melindungi dirinya denan %iu Sian & Sin %ang. %au salah paham" maa7aku tak mau melawanmu #erlahan dulu saudara $ang" aku uga punya perhitungan dengan dia atas apa yang ter adi dengan adikku Suara Thi! Tay .ee menyeruak dan berdiri di antara mereka berdua. Saudara Han Sian" bagaimana dengan pertanggung- awabanmu terhadap adikku yang kau n!dai sebulan yang lalu+... Suara Tay .ee mengkereng ta am.

S!bat" Aku tidak tahu apa yang kalian bicarakan" tapi aku pasti akan menyelidiki masalah ini setelah urusan di sini selesai Han Sian melihat gelagat tidak baik di pihaknya" berbicara dengan lembut. Hah" kau berbuat" dan sekarang mau mengelak+ Siapa yang tahu kalau kau nanti akan menghilang lagi...bahkan ketiga n!na itupun sudah melihat bukti perbuatanmu" walau aku dari g!l!ngan sesat" ternyata masih lebih baik darimu... Suara ini dari Tee Sun .ai yang tersenyum menyeringai. Semua !rang tidak berk!mentar. Sebagian mengiyakan tapi sebagian lagi bertanya-tanya. Saat itu suatu suara tiba-tiba bertanya padanya9 @Hemm" dari mana kau tahu kalau kami sudah melihat bukti" dan bukti yang bagaimanakah itu+ &n .an bertanya dengan penuh selidik. Dia menemukan ke anggalan di sini. Seke ap !rang lain tidak mengerti" tapi Sun .ai segera sadar bahwa dia telah kelepasan bicara. (aa7 n!na 6uaku melihat bahwa kalian tidak membantah semua tuduhan terhadapnya" adi aku menyimpulkan demikian..apakah aku salah+... Suaranya berubah lembut dan meyakinkan sambil menentang tatapan &n .an sehingga akhirnya &n .an bungkam. 6ukup" pembicaraan kalian" aku belum selesai dengan pemuda tampan penakluk wanita ini...dan kau Ra a bangkai" kau belumlah sepadan denganku...huh" siapa sudi dengan bangkai sepertimu... Tiba-tiba &blis *s Api menyelutuk kesal. Baik-baik aku mau lihat apa yang kau bisa perbuat terhadapnya sendirian...Silahkan iwi berdua uga menyelesaikan perhitungan kalian Tee Sun .ai menyahut sambil tertawa" dan setelah berkata pada Sim H!at serta Tay .ee" tubuhnya melesat ke arah tandunya dan duduk dengan tenang di situ. Saat itu Sim H!at kembali siap melancarkan serangan pada Han Sian" tapi kemudian Tay .ee mendahuluinya. Aku s!batmu" tapi kalau kau tidak mau bertanggung awab pada adikku" kita bukan lagi sahabat...Aku uga tak mau mengambil keuntungan dari situasi ini" tapi kalau kau bisa menaha tiga kali seranganku" aku akan menunda perhitungan ini di kemudian hari. Tubuhnya langsung melesat sambil mengerahkan urus %ian %un Tay .! %wi 6!ng-nya. Suatu arus yang amat kuat berpusingan seperti badai susulmenyusul menghantam Han Sian. /amun belum lagi Han Sian bergerak

tiba-tiba satu bayangan hitam dari samping melesat menyambut serangan itu Dengan hawa *s C Api yang tak kalah dahsyatnya. DhuaaarrDarrrDarrrr Tiga kali benturan ter adi dan kedua-duanya terd!r!ng mundur tiga langkah ke belakang. Ternyata &blis *s Api yang telah ma u menangkis pukulan dahsyat tersebut. Tampak dia berdiri di samping Han Sian dengan bibir tersenyum penuh arti. (elihat ini Tay .ee makin murka.Huh" kau mau bersembunyi di balik wanita sesat+ Bagus aku tidak sungkan lagi sahut Tay .ee dengan penuh kemarahan" segera tangann ya di tarik ke depan dada dengan arah berlawanan. &tulah rapalan sakti %ian %un tay l! & im yang dan siap untuk menyerang kembali. Sementara &tu Han Sian dan yang lain-lain terke ut karena peristiwa ini. Hihihipemuda tampan" sekarang mari kita saling bantu menghadapi para pecundang ini 1angan %uatir aku akan membantumu. Serang! Tanpa menanti awaban Han Sian" &blis *s Api bersiut nyaring dan langsung menyerang .u Sim Hay yang menyambutnya dengan tak kalah hebatnya sehingga ter adi pertarungan tingkat tinggi yang dahsyat. Sementara itu pasukan &stana /eraka Hitam uga segera bergerak menyerang para t!k!ht!k!h g!l!ngan putih yang ada. Sementara itu dari dalam tandu Tee Sun .ai memperhitungkan untung ruginya. %alau melawan *nam Dewa" pasukannya belum tentu menang. Tapi kalau bisa mempunyai sekutu &blis *s Api yang se alan dengannya" akan lebih aman. (aka sambil tertawa-tawa diapun memberi aba-aba pada pasukannya untuk menyerang para pendekar. Sementara dia sendiri bergabung dengan Thi! Tay lee (enggempur Han Sian dengan Hebat. Sekali tepuk" dua lalat. Sinar Sakti (ata #edang #ertarungan serupun ter adi. Delapan &blis berpencar menghadapi Suma H!ng Sin dan para 6iangbun in lainnya. Demikian uga .ima Setan Bangkai yang menyerbu para pendekar dan uga 1ie H!ng bertiga. Dalam waktu singkat sa a" ber atuhanlah banyak k!rban yang mati menggenaskan (enghadapi serangan yang dahsyat dari Tay .ee" Han Sian c!ba untuk tidak melawan. & kin Hiat hip kangnya di kerahkan untuk membendung tekanan dan daya gempur %ian kun tay l! i im yang yang dasyat. /amun setelah bertarung sekian lama" nampak bahwa Han Sian tidak terdesak sedikitpun. Saat itu %hu hee .i!ng uga ikut ma u menghadapi Han Sian dengan Bu kek kang sin kang-nya yang dahsyat sehingga mau tidak mau

Han Sian harus mengalami penger!y!kan dua ilmu maha sakti yang belum pernah ada tandingannya selama ini. Tak punya pilihan lain" saat melihat situasi yang berbahaya" tiba-tiba Han Sian mel!ncat ke atas sambil mengeluarkan suara melengking nyaring. H*/T&%A/...! Suara itu dahsyat sekali sampai menggetarkan seisi antung. Sementara tatapan matanya bersinar-sinar men!t!k sana-sini dengan cara yang aneh dan menak upkan. Di sebut aneh karena pada hakikatnya" baru sekarang ter adi hal seperti itu. Dari matanya memancar kekuatan yang aneh yang melumpuhkan !rang-!rang dalam arak duapuluh meter. Akibatnya" ketiga lawannya dan termasuk &blis *s Api" adi kaku dan lemas kehilangan tenaga.. &tulah salah satu ilmu gaib dewa yang di kuasai Han Sian yang dia pela ari dari salah satu kitab di Tebing .angit. &lmu tersebut adalah Sinar Sakti (ata #edang yang dahsyat. Selama hidupnya ini kali pertama dia menggunakan ilmu tersebut. Sebenarnya ilmu ini sangat dahsyat dan memiliki dua 7ungsi penyerangan yang berbeda. #ertama" saat ilmu itu di kerahkan" maka siapapun dalam radius duapuluh meter akan terhenti gerakannya dan tidak bisa bergerak seperti !lang tert!t!k. ke dua selarik sinar dari matanya itu dapat menembus ba a apapun bahkan tenaga ilmu kebal bagaimanapun saktinya. Han Sian mengerahkan bagian yang pertamanya. Hanya sa a saat di pakai"rata-rata kepada t!k!h-t!k!h yang berkepandaian tinggi sekali" maka e7eknya tidak lama. Dua menit kemudian mereka telah bergerak bebas lagi. Hebathebatilmu Sinar Sakti (ata #edang yang hebat. Akhh..tak ku duga di dunia ini ternyata ada uga yang menguasai ilmu dewa itu" untung di tu ukan pada semua !rang" kalu hanya satu !rang sa a" pastilah sudah hancur lebur Suara ini di keluarkan !leh se!rang aneh yang tiba-tiba muncul di tempat itu. *ntah dari mana datangnya" di tempat itu tiba-tiba muncul seratus !rang lebih yang di pimpin !leh Argapa .ama. (ereka segera membentuk barisan setengah lingkaran di belakang Han Sian. Di samping itu ada uga sekitar sepuluh !rang yang sudah tua" namun tampang mereka aneh-aneh. (ereka adalah t!k!h-t!k!h tersembunyi yang di undang !leh Han Sian dari tengahtengah pegunungan %un .un San. Suasana kembali tenang. &blis *s Api tiba-tiba menarik dirinya men auh. (elihat kedatangan !rang-!rang ini yang rata-rata berkepandaian tinggi" dia tidak berharap ada kesempatan lagi meman7aatkan situasi. Dengarlah" cu-wi sekalian. Aku tidak tahu apa yang ter adi selama ini. Tapi aku bukanlah !rang yang tidak bertanggung awab terhadap segala

perbuatan yang akhir-akhir ini ter adi di dunia kang-!uw. Dan apa yang di tuduhkan padaku selama ini adalah tidak benar Han Sian berkata dengan suara lantang. HemmSaudara Han Sian" kami uga tidak ingin penyelesaian dengan pertumpahan darah. %alau memang kau tidak bersalah" buktikan %hu Hee .i!ng menyahut dengan tenang. %amilah bukti bahwa %wi Sian H!k 6u 'Si #enakluk Dewa C &blis) tidak berb!h!ng Sahut kakek aneh tadi. %8& S&A/ H,% 6U+...siapa itu+ &blis *s Api menyahut dengan penasaran saat mendengar nama yang mentereng seperti itu. %akek itu menun uk dengan arinya9 Dialah %wi Sian H!k6u!. Selama dua bulan ini sampai dua minggu lalu. dia mengembara di pegunungan %un .un San dan 8u $i San yang luas untuk mengundang kami datang ke tempat ini" adi kami yakin bahwa dia tidak mungkin berada di dua tempat dalam waktu bersamaan bukan Semua !rang terke ut. %alau memang demikian" berarti mereka salah" lalu siapa yang menyamar sebagai Han Sian selama ini. B!h!ng" aku melihat dengan mata sendiri" !rang ini datang ke tempat kami sebagai tamu yang kami terima dengan h!rmat" tapi dia kemudian men!dai cucu murid perguruan kami...apa kau mau mengatakan kalau aku salah lihat+ $ang menyahut dengan suara marah kaml ini adalah ketua %!ng Th!ng #ai" #ek .ek 6in-1in. Suasana kembali adi panas" tapi saat itu suatu suara yang merdu se!rang wanita dan keras terdengar9 Benar" anda tidak salah lihat" tapi Han-k!k! uga tidak salah" dan kami saksinya Saat itu berkelebat dua bayangan yang tiba-tiba sa a sudah berada di dekat Han Sian. %ehadiran mereka membuat heran semua !rang #utri $asha#angeran $!mlie Suara Han Sian berbisik. Siapa kalian+... Tanya Tee Sun .ai penuh curiga. Saya adalah #angeran $!mlie dan ini adikku #utri $asha" dari kera aan #ersia. %ami men amin bahwa saudara Han Sian tidak melakukan apa yang kalian tuduhkan Sahut pemuda yang bernama #angeran $!mlie itu tenang Hah" bagaimana kami percaya kalau kalian tidak merugikan kami dengan kesaksian palsu kalian... %ali ini %im-Sim T! in" ketua H!a San #ai yang angkat suara.

0adis yang mengaku bernama #utri $asha itu menghadap pada #ek .ek 6in-1in. %emudian bertanya9 (aa7 #ek .ek 6in-1in. Siangbun in" b!lehkah kami mengetahui" kapan peristiwa perk!saan terhadap cucu muridmu itu ter adi+ Hemm..kira-kira delapan hari yang lalu. Apa maksudmu n!na+ bertanya lagi #ek .ek 6in-1in dengan pandangan curiga. Ada dua alasan mengapa ku berani amin bukan dia pelakunya...#ertama9 selama dua minggu terakhir ini dia ada sangat dekat bersama ku dan tidak pernah terpisah sedetikpun.... %ata gadis itu mantap tanpa memperdulikan tatapan tidak percaya dari 1ie H!ng bertiga yang memandang Han Sian dengan tak berkedip meminta pen elasan. Hehehe...apa sa a yang kalian lakukan+... Suara tertawa Swat T!k kwi terdengar menge ak" tapi belum habis suaranya tiba-tiba tubuh #utri $asha berkelebat lenyap dari pandangan dan di lain saat terdengar suara teriakan Swat T!k kwi yang telah di tampar pecah bibirnya.. Semua !rang berseru kaget melihat kelihaian dara ini. Swat T!k kwi bukan !rang sembarangan" tapi dalam sekali gebrak di bikin pecah bibirnya. Apa n!namu ini harus mengatakan kepadamu apa sa a yang di lakukan dua !rang yang bermesraan" haa...+ Sahut #utri $asha ketus. Sambil menatap semua !rang. Han Sian sendiri kaget" bukan kaget melihat kepandaian n!na itu" karena hakikatnya dia sudah tahu nkelihaian !rang. Tapi keberanian n!na ini mengakui sesuatu yang harusnya memalukan bagi se!rang gadis muda seperti dia. Tapi dia diam sa a dan terus menyaksikan. %edua9 karena aku tahu siapa pem7itnah itu... #enipu! (uslihat apa lagi yang mau kau lakukan+...hati-hati kau bicara atau aku takkan mengampunimu! Tiba-tiba Tee Sun .ai menyahut dengan marah sambil ma u mendekati #utri $asha dengan sikap mengancam.. Han Sian hendak bergerak" tapi dia di dahului !leh #angeran $!mlie9 %au mau apa+... Saat itu #utri $asha mengedipkan mata pada pada Argapa .ama. Serentak seratus !rang yang di latih di tebing langit bergerak membuat barisan mengelilingi dia" kakaknya Han Sian dan uga Tee Sun .ai. 6uwi sekalian" !rang inilah pelaku pemerk!saan yang sebenarnya... #utri $asha berteriak lantang sambil menun uk ke arah Sun .ai.

Hemmm...biar ku beri pela aran atas kelancanganmu menuduh sembarangan... Tee Sun .ai bergerak cepat memukul dengan kedua tangannya. Dia tidak berani setengah-setengah karena dia lihat gerakan dara tadi sangat hebat. Hampir setara dengan kepandaiannya. Tapi baru sa a dia hendak menyerang" #angeran $!mlie sudah menghadangnya9 mari" aku mau c!ba Tapak Berantai #emusnah Raga Sesat-mu dengan Tapak Berantai .ima #emusnah Raga-ku. (aka ter adilah pertarungan yang seru antara kedua !rang itu. Semua mata yang memandang terbelalak saat melihat kehebatan kedua ilmu yang di adu ini. Bahkan enam Dewa-pun terke ut karena ilmu-ilmu ini tidak berada di sebelah bawah kepandaian mereka. #ara anak buah &stana .embah Bangkai hendak ma u membantu ketua mereka" tapi mereka di halang !leh pasukan yang di pimpin Argapa .ama. #erlahan #utri $asha berbisik pada Han Sian9 %anda Sian" pertarungan ini akan lama" tapi kalau kau dapat menaklukkannya dengan ilmu mata pedangmu" kita bisa dapatkan bukti pada tubuhnya. Takutnya bila lebih lama dia keburu menghancurkan bukti...! Setelah itu #utri cantik ini ber alah perlahan dengan kepala tertunduk ke arah 1ie H!ng" H!ng .ian dan &n .an yang menatapnya dengan pandangan kurang senang. Tapi menghadapi tatapan seperti itu" gadis ini tidak peduli" setelah dekat dia kemudian membungkuk memberi h!rmat dalam-dalam dan ma u berbisik di telinga mereka. *ntah apa yang di bisikinya" tapi tak lama kemudian wa ah ketiga gadis itu ber!bah dan mata mereka bertiga di arahkan kepada Tee Sun .ai. Saat itu pertarungan sudah mencapai tingkat yang tinggi sekali. &lmu mereka sudah di kerahkan sampai hampir tahap pamungkas. Han Sian segera berseru9 Saudara $!mlie" biarkan aku menangkapnya" kita masih perlu bukti...+! Silahkan Saudara Han Sian" ku serahkan pecundang menyedihkan ini padamu #angeran $!mlie segera mundur ke belakang sambil berputaran seperti gasing untuk melepaskan diri dari medan pertempuran berbahaya itu. Akhir dari pertarungan se atiG %wi Sian H!k 6u ?S &blis *s Api Saat itu tubuh Han Sian melayang memasuki arena yang dahsyat itu. %arena saat itu Tee Sun .ai sedang mengerahkan tahap puncak &lmu Tapak Berantai #emusnah Raga Sesat tingkat ke-limanya. Han Sian-pun tidak main-main. Segera dia kerahkan %iu Sian & sin kang dan Hui &m H!ng sin kang untuk menyambut serangan itu. Di sekeliling tubuhnya tercipta sembilan putaran tenaga bergel!mbang yang saling mengisi untuk menghancurkan putaran tenaga lawan sehingga kekuatan lawan mereda. %emudian dengan menun uk lurus ke depan" dari

ke dua b!la mata Han Sian keluar kilatan kecil yang amat kuat dan langsung men eb!l pertahanan Sun .ai. Saat itu uga tubuh Tee Sun .ai diam tak bergerak. (elihat ini segera #angeran $!mlie memburu kearah Tee Sun lai dan mer!bek ubahnya. Dari balik ubah itu atu sesuatu benda. Segera #angeran $!mlie menendang benda itu ke arah Thi! Tay .ee yang segera menyambutnya. Setelah di perhatikan" ternyata itu adalah sebuah t!peng yang mirip sekali dengan wa ah Han Sian. Hampir tak percaya Tay .ee melihatnya. Tapi tangannya bergetar memegang benda tersebut. Apakah itu saudara tay .ee+ .u Sim Hay segera mendekat untuk melihat" dan diapun terke ut melihat akan benda ini. Saat semua !rang terdiam" Tee Sun .ai sudah dapat bergerak kembali. Sekali gerak tubuhnya sudah melayang menu u ke arah anak buahnya. Bangsat cabul" hendak lari ke mana kau+ %ali ini kami takkan melepasmu kedua kalinya. Segera Thi! Tay .ee dan .u Sim Hay menge ar ke arah Tee Sun .ai. Dalam seke ap mereka di halangi !leh pasukan &ntana .embah Bangkai. Tapi itu tidak bertahan lama karena dalam kemarahan mereka" para anak buah ini hanya seperti tikus-tikus tak berguna. /amun Tee Sun .ai sudah lenyap dari tempat itu. Dengan gemas Thi! Tay .ee kembali ke hadapan Han Sian. Saudara Han Sian" maa7kan kekeliruanku..terima kasih atas kemurahanmu. Urusan di sini ku serahkan padamu. Han Sian mengangguk dan Tay .ee-pun berkelebat lenyap dari situ. Saudara Han Sian" akupun minta maa7 atas sikapku. %au sungguh beruntung. Sem!ga ke empat gadis itu bisa bahagia di sampingmu" permisi...+ Dalam seke ap tubuhnyapun lenyap menge ar Tee Sun .ai. Han Sian menatap mereka dengan tenang. %emudian dia menyapu semua !rang yang ada di situ. (ereka semua terdiam tanpa dapat berbuat apa-apa. Saat tatapannya sampai pada ke tiga kekasihnya" tatapan itu berubah lembut. #erlahan dia mendekati mereka H!ng-m!i" .ian-m!i dan .an m!iapa kalian uga tidak percaya padaku+ Suaranya lembut meminta kepastian mereka. %etiga gadis itu balas menatap" dan &n .an ma u ke depan menghampirinyasambil menitikkan airmata.

Sian-k!k!" awablah dengan u ur" apakah benar kau tidak mengkhianati kami yang memu amu Demi thian" .an-m!i" aku tidak pernah melakukan hal itu Balas Han Sian lembut. %alau begitu aku percaya padamu Sahut &n .an perlahan. 1ie H!ng dan H!ng .ian saling tatap dan kemudian mendekati Han Sian. Han Sian menatap mereka dengan lembut. Sian-k!k!" kami uga percaya padamu Huh" apakalian kira kami datang hanya untuk men!nt!n drama sentimentil seperti ini+ Tiba-tiba suatu suara keras menyelutuk. Satu bayangan !rang yang ber ubah hitam tampak berdiri di tengah lapangan tersebut. #erbawa tenaganya sangat luar biasa sekali. #enampilannya mirip dengan tampang &blis *s Api yang telah berubah men adi wanita cantik tadi" hanya ubahnya berwarna hitam. %!ngk!ng...akhirnya kau datang uga....+ 0adis cantik yang se ak tadi mengaku &blis *s Api itu tiba-tiba berseru gembira dan berlari mendekati kakeknya. 8a ah pria ini tampak welas asih. Sekilas pandang" tak se!rangpun yang menduga kalau dialah &blis *s Api yang sebenarnya. #ara bawahannya segera berlutut sekali lagi dan berseru9 H!rmat kami pada yang (ulia &blis *s Api. %akek tua ini mengangkat tangannya sehingga semua !rang terdiam. %!ngk!ng" pemuda tampan ini sangat sakti sekali" t!l!ng taklukkan dia untukku...+ Suara gadis itu lantang tapi penuh perm!h!nan pada kakeknya itu. Hemm" !rang muda...apa kau sudah dengar keinginan cucuku+...aku akan membebaskanmu ika kau dapat bertahan sepuluh urus dariku+ %akek itu berkata dengan suara datar. Tapi tiba-tiba semua !rang di sekitarnya merasakan tekanan hawa pekat yang menyesakkan dada. Apakah kau &blis *s Api yang sesungguhnya+ Han Sian bertanya dengan tenang tanpa terpancing em!si. Dalam seke ap dia sudah berada di hadapan kakek itu. Saat dia mengerahkan tenaganya hawa pekat menyesakkan itu lenyap.

Hahahahaha...hebat sekali...mari kita bermain-main sebentar anak muda. %u dengar kau menguasai &lmu Seribu &blis #emusnah. (ari aku ingin menc!banya. (aa7" kita tidak bermusuhan" lagi pula aku tidak mempunyai keuntungan apa-apa kalau mengadu nyawa denganmu...permisi+ Han Sian berseru tenang sambil bersiap membalikkan tubuh. Heh" apa maksudmu" apa kau kira aku ini !rang yang suka langgar an i+ %alau kau menang" kau dapat cucuku....+ Bantak kakek itu gusar. Baiklah" kita saling serang dalam tiga urus" kalau kau dapat mengalahkanku" aku akan menikahi cucumu" tapi kalau tidak" kau dan semua keturunanmu harus meninggalkan ti!ngg!an ini dan angan kembali dalam limaratus tahun kedepan" berani+ %akek itu melengak se enak kemudian barulah dia men awab9 %au menantangku" baik aku ber an i" selama aku masih hidup tak se!rangpun yang b!leh melanggar sumpah ini" mari kita mulai+ Han Sian bersiaga penuh. Dalam seke ap dia telah bersiap-siap melancarkan 1urus ke lima dari ilmu Seribu &blis #emusnah" yang bernama Ribuan &blis (embelenggu Dewa .angit@. Tangannya bergerak berputaran dengan cepat sekali" dalam seke ap di sekililingnya keluar awan hitam yang kuat yang menge ar ke arah kakek itu. &lmu ini nampak sederhana" tapi awan hitam itu sanggup memakan habis tenaga lawan sampai tidak tersisa sedikitpun. Hayaaa...ini &lmu &blis #emusnah tulen %akek itu terke ut dan segera memutarkan tangannya bagai kitiran berlawanan sambil tubuhnya melayang ke atas. Dari kanan-kiri tubuhnya keluar api dan es yang amat panas mendesak ke arah awan hitam itu. Sampai lama kedua kekuatan itu saling mendesak" hingga akhirnya keduanya tergentak mundur kebelakang tiga tindak. Dari kepala mereka tampak uap putih dan peluh sebesar bi i agung. 0iliranku...! Belum sempat Han Sian memasang kuda-kuda" kakek itu sudah menyusul dengan serangannya. %edua tangannya di pukulkan ke depan dengan perlahan. Sembilan bagian tenaganya di kerahkan. Tampak lambat sa a dan sederhana" tapi tak ayal tibanya ternyata sangat cepat sekali. Han Sian merasakan tekanan yang amat berat yang melumpuhkan semangat serta semua tenaga dalammya dan uga mengurung semua alan keluarnya. Han Sian terke ut melihat serangan ini. Dalam seke ap sa a urus terakhir dari &lmu Seribu &blis #emusnah" yaitu 1urus Dewa &blis (enyegel Dewa" (emutar .angit. Tiba-tiba dari tubuhnya keluar ledakan tenaga yang dahsyat

sekali dan akibatnya" seluruh serangan &blis *s Api terpental balik dan lenyap tak berbekas. Sementara itu &blis *s Api sendiri telah atuh terduduk dengan mulut meneteskan darah segar. Akhh" kau hebat sekali anak muda. Tak di sangka puluhan tahun berlatih" tetap tak ada gunanya di hadapan se!rang muda seperti kau...kau pewaris para dewa se ati %akek itu berkata dengan kagum tapi air mukanya uga menun ukkan kesedihan yang dalam. Han Sian terharu" !t!matis dalam hatinya dia menghargai akan iwa kakek ini. (asih ada satu urus lagi" apakah l!cianpwe masih mau terus+ %ata Han Sian sambil menyebut .!cianpwe '!rang tua gagah) %akek itu tak bersuara" tapi tiba-tiba wa ahnya berubah bersinar-sinar gembira. Baik" satu urus lagi...aku masih punya seribu pukulan dalam seke ap...puaskan hatiku anak muda! Tiba-tiba tubuhnya melesat ke atas. %edua tangan di angkat ke atas seperti menarik sesuatu dan semua !rang merasa udara di sekeliling mereka berhenti mengalir. Dari balik tubuh &blis itu tampak cahaya kemerahan yang mengerikan. (elihat akan ini Han Sian tertegun se enak tapi tubuhnya langsung mengerahkan & kin Hiat Hip %ang yang di padukan dengan Hui &m H!ng sin kang dan %iu Sian & sin %ang. Dalam seke ap pula cahaya keperakan dan keemasan meliputi tubuhnya yang segera melesat ke atas menyambut serangan kakek itu. Tidak ter adi ledakan apapun. Tapi semua !rang terke ut ketika tiba-tiba di udara terlihat 7en!mena yang a aib. .angit se!lah-!lah di tutupi !leh ribuan bayangan kemerahan yang bertarung denga ribuan bayangan keperakan C keemasan yang sangat cepat sekali. #emandangan luar biasa ini hanya seke ap sa a" hanya dua menit" tapi dalam dua menit itu para ag!- ag! tingkat tinggi mel!ng! menyaksikannya. (ereka se!lah-!lah men!nt!n peragaan berbagai enis Iariasi ilmu silat yang dahsyat saling serang" saling menindih dan berlalu dengan kecepatan yang hampir mendekati tingkat kemustahilan sama sekali. Tiba-tiba keduanya telah berdiam di tengah lapangan. .Tubuh Han Sian masih melayang dua engkal dari atas tanah dengan ba u bagian atas hancur" tapi tubuhnya di selimuti cahaya keemasan dan keperakan. Sedangkan &blis *s Api tersebut tegak di atas tanah dengan tubuh di lingkupi cahaya kemerahan yang memudar. Setalah di amati" walaupun ubahnya tidak kurang suat apapun namun dari sela-sela bibirnya nampak menetes darah segar. Dia terluka dalam yang cukup parah sekali.

%!ngk!ng! 0adis yang men adi cucunya itu men erit sambil menghambur mendekati dan memeluk kakeknya"sementara matanya memendang marah pada Han Sian. Han Sian adi tidak enak. Segera dia hendak menghibur" tapi kakek itu sudah mengangkat tangan kanannya dan berseru9 Aku kalah" namun aku puas! %au hebat anak mudadi atas dunia ini" di mana sa a %wi Sian H!k 6u berada"maka seluruh penghuni &stana /eraka Hitam akan tunduk dan tidak akan menyentuhnya sedikitpun Sehabis itu dia membalikkan badan dan berlalu dari situ. Tapi aneh" cucunya ustru ber alan ke depan Han Sian dan bertelut dengan kaki satu di tekuk ke depan *h" n!naapa maksudmu+ Han Sian bertanya dengan heran. Saat itulah terdengar suara menggeme daki kakek &blis *s Api9 %wi Sian H!k 6u" &stana /eraka Hitam adalah simb!l yang mempersatukan semua dedengk!t kaum hitam di seluruh bagian barat dan Selatan.. Hari &ni kau menaklukkan kami dengan kemenangan mutlak karena ilmu silatmu memang lebih tinggi maka kami tunduk padamu" sebagai bukti bahwa kami tidak akan ter un ke dalam dunia persilatan ini selama limaratus tahun ke depan maka cucuku akan melayanimu seumur hidupnya. Dia bernama #utri (ayaterserah hendakmu akan kau adikan apa dia" tapi kalau kau pulangkan dia" dia tidak akan mendapat tempat di antara kami ataupun di atas dunia ini.Selamat tinggal. Suara itupun lenyap tanpa bekas. Semua !rang hanya saling pandang sambil menatap Han Sian dan #utri (aya. Tidak ada yang berani k!mplain sedikitpun. Suasana #uncak Awan *s kembali tenang. Semua !rang telah m!h!n diri setelah menyelesaikan semua kesalahpahaman. *nam Dewa telah m!h!n diri dari Han Sian sambil mengucapkan selamat. 8alau beberapa di antara mereka tampak kecewa hantinya sehubungan dengan beberapa gadis yang mereka pu a. Tapi melihat situasi yang ada" mereka hanya memendamnya sa a. Hanya tersisa Han Sian" #angeran $!mlie" kelima gadis yang diam dan Argapa serta ke seratus !rang pasukan khususnya. #angeran $!mlie mem!h!n diri untuk pulang ke #ersia. %anda $!mliem!h!n sampaikan pada ayahanda dan ibunda bahwa ananda akan menyambangi mereka #utri $asha berkata pada kakaknya. Adikku" kalau ini adalah keputusanmukanda akan mendukungnya. Asalkan kau bahagia #angeran $!mlie berpaling pada Han Sian dan berkata9 Saudara Han" aku titipkan adikku. 1ika kau hendak meminta restu !rang kami kau harus pergi ke 1epang" karana mereka telah pindah ke sana untuk mengasingkan dirinamun engkau tidak b!leh datang ke sana sebagai !rang

biasa" karena dalam tradisi kekaisaran kami"tidak layak !rang dari kalangan yang bukan kaum kera aan memiliki istri lebih dari satu #angeran $!mlie memandang pada #utri yasha. Semua !rang terdiam" dan #utri $asha menundukkan kepala dengan sedih. (elihat suasana ini" entah darimana datangnya ide itu" tiba-tiba Argapa .ama berseru dengan lantang9 1angan khawatir pangeran" t!l!ng sampaikan sa a bahwa Argapa" #anglima Besar &stana Tebing .angit akan mengantarkan undangan khusus dari #angeran Han Sian si #endekar Asmara Tangan &blis" #enakluk Dewa C &blis dan Sang #enguasa &stana Tebing .angit" untuk mem!h!n restu dalam waktu dekat ini. Setelah itu Argapa memberi tanda dengan mengangkat tangan" dan serentak ke-seratus !rang pasukan khususnya berlutut sambil berseru denga suara nyaring9 #an ang umur bagi #angeran Han Sian" #endekar Asmara Tangan &blis" #enakluk Dewa C &blis dan Sang #enguasa &stana Tebing .angit! (elihat ini semua !rang tertawa dan tersenyum sambil melihat kepada Han Sian. *h" iniini" akhmana bisa beginiH!ng m!i+... Han Sian tergagap dan memandang pada 1ie H!ng. $ang di tatap hanya tersenyum sa a" dan setelah mengedipkan mata pada keempat gadis lainnya" dia berkata berkata sambil tersenyum simpul. #angeran sungguh beruntung" sem!ga pan ang umur dan besikap adil serta tidak menelantarkan para gadis b!d!h seperti kami Han Sian tertegun" wa ahnya adi merah. Sesaat kemudian dia menarik #angeran $!mlie agak men auh dan berbisik dengan panik9 *h" pangeranku tahu kau adalah ahlinya" t!l!nglah aku" beri tahu aku bagaimana caranya mengatasi singa-singa betina ini+ 8ah..wah..wah" terus terang sa a ku hanya memiliki pengalaman dengan kelinci-kelinci liar diistana" tapi tidak pernah dengan singa-singa betina adi aku sunggu prihatin karena tidak dapat membantuSampai umpa lagi! #angeran $!mlie tertawa-tawa di lain saat tubuhnya sudah melayang di ke auhan" meninggalkan Han Sian yang terl!l!ng beng!ng dengan tatapan k!s!ng. Sementara itu Argapa dan yang lain-lainnya segera mengundurkan diri. Sehingga tertinggal Han Sian yang bingung memandangi kelima gadis cantik yang sedang tersenyum-senyum manis di hadapannya ini seperti !rang b!d!h" tidak tahu mau buat apa.

Sampai lama Han Sian terdiam. %elima gadis itupun hanya saling menatap dan terdiam reribu bahasa. Tapi lama-kelamaan terbersit senyum simpul di bibir Han Sian. #erlahan tangannya bergerak dan kedua gadis yang berdiri paling dekat dengannya" yaitu #utri $asha dan #utri (aya terbet!t ke dalam pelukannya dan di lain saat dia sudah menciumi mereka berdua tanpa malumalu di hadapan yang lainnya yang hanya memandang tertawa sambil mendekat. TAMAT