Anda di halaman 1dari 9

Nutrisi pada Ibu Hamil Zat makanan sangat penting bagi ibu hamil karena berfungsi untuk perkembangan

dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, kebutuhan akan zat makanan harus selalu terpenuhi di dalam tubuh ibu hamil karena janin memerlukan gizi untuk perkembangannya. Makanan yang dimakan hendaknya tidak kekurangan dan juga kelebihan. Namun, yang pasti haruslah banyak mengandung gizi dan cukup mengandung vitamin dan mineral yang banyak diperlukan di dalam tubuh ibu hamil. Kebutuhan gizi akan terus meningkat, terutama setelah memasuki kehamilan trimester kedua. Sebab pada saat itu, pertumbuhan janin berlangsung sangat cepat dan berat badan ibu pun naik turun dengan cepat. Pada dua bulan terakhir kehamilan, otak bayi berkembang sangat cepat, karena pada periode ini bayi memerlukan gizi untuk pengembangan otak dan jaringan syaraf. Diet ibu hamil sebenarnya sama dengan pada ibu yang tidak hamil, namun kualitas dan kuantitasnya harus ditingkatkan melalui pola makan dengan kebiasaan makan yang baik. Pola makan dan kebiasaan makan yang baik disini adalah menu seimbang dengan jenis makan yang berfariasi. Pada masa kehamilan kebutuhan nutrisi tidaklah konstan. Hal yang harus diperhatikan, meskipun nafsu makan meningkat yaitu tetap berpegang pada pola makan dengan gizi seimbang dengan menghindari makanan yang berkalori tinggi.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemenuhan nutrisi ibu hamil yaitu: 1. 2. Ibu harus makan teratur tiga kali sehari. Hidangan harus tersusun dari bahan makanan bergizi yang terdiri : makanan pokok, lauk pauk, sayuran dan buah-buahan dan diusahan minum susu 1 gelas setiap hari. 3. 4. Menggunakan aneka ragam makanan yang ada. Memilih berbagai macam bahan makanan yang segar.

Kegunaan makanan pada ibu hamil : a. b. Untuk pertumbuhan janin yang ada dalam kandungan Untuk menunjang proses pertumbuhan berbagai organ ibu hamil yang mendukung proses kehamilan seperti pembesaran uterus dan mammae serta pembesaran plasenta. c. Menjaga kesehatan dan gizi ibu hamil tetap optimal selama kehamilan, persalinan dan pasca persalinan d. e. Agar luka-luka persalinan cepat sembuh Persiapan laktasi unuk peningkatan produksi ASI

f.

Menghindari cacat bawaan BBLR, premature

Faktor yang mempengaruhi Gizi Ibu Hamil 1. Umur Lebih muda umur ibu hamil, maka energi yang dibutuhkan akan lebih banyak yaitu untuk janin dan pertumbuhan tubuhnya 2. Berat badan Berat badan lebih atau kurang dari berat badan rata-rata untuk umur tertentu, merupakan faktor yang dapat menentukan jumlah zat makanan yang harus di cukupi selama hamil. 3. Suhu lingkungan Suhu tubuh di pertahankan pada 36,5-37c yang digunakan untuk metabolisme optimum. Lebih besar perbedaan suhu tubuh dan lingkungan berarti lebih besar pula masukan energi yang di perlukan. 4. Pengetahuan ibu hamil dan keluarga tentang zat Gizi dalam makanan Perencanaan dan penyusunan makanan kaum ibu atau wanita dewasa mempunyai peranan yang penting. Faktor yang mempengaruhi perencanan dan penyusunan makanan yang sehat dan seimbang bagi ibu hamil yaitu kemampuan keluarga dalam membeli makanan serta pengetahuan tentang gizi. Dengan demikain, tubuh ibu akan menjadi lebih efisien dalam menyerap zat gizi dari makanan sehari-hari. 5. Aktivitas Semakin banyak aktivitas yang dilakukan maka semakin banyak energi yang di butuhkan oleh tubuh sehingga makin banyak pula asupan nutrisi yang diperlukan 6. Status kesehatan Status kesehatan juga dapat mempengaruhi status gizi seperti pada infeksi dan demam yang akan menurunkan nafsu makan ataupun adanya parasit yang akan bersaing dengan tubuh dalam memperoleh makanan 7. Status ekonomi Status ekonomi maupun sosial mempengaruhi terhadap pemilihan makanan

Dampak kekurangan gizi pada ibu hamil 1. Terhadap Ibu

Gizi kurang pada ibu hamil dapat menyebabkan resiko dan komplikasi pada ibu anara lain: anemia, pendarahan, berat badan ibu tidak bertambah secara normal dan terkena penyaki infeksi.

2.

Terhadap Persalinan

Pengaruh gizi kurang terhadap proses persalinan dapat mengakibatkan persalinan sulit dan lama, persalinan sebelum waktunya (premature), pendarahan setelah persalinan, serta persalinan dengan operasi cenderung meningkat. 3. Terhadap janin

Kekurangan gizi pada ibu hamil dapat mempengaruhi proses pertumbuhan janin dan dapat menimbulkan keguguran, abortus, bayi lahir mati, kematian neonatal, cacat bawaan, anemia pada bayi, asfiksia intrapartum (mati dalam kandungan), lahir dengan berat badan rendah (BBLR)

Kebutuhan Gizi pada ibu hamil 1. Kebutuhan energi

Kebutuhan energi pada ibu hamil tergantung pada BB seblum hamil dan pertambahan BB selama kehamilan, karena adanya peningkatan basal metabolic rate dan pertumbuhan janin yang pesat terutama pada trimester II dan III. Direkomendasikan penambahan jumlah kalori sebesar 285-300 kalori perhari dibanding saat tidak hamil. Pada trimester I energi masih sedikit di butuhkan, pada trimester II energi di butuhkan untuk penambahan darah, perkembangaan uterus, pertumbuhan massa mammae atau payudara, dan penimbunan lemak. Sedangkan pada trumester III energi di butuhkan untuk pertumbuhan janin dan plasenta.

2. Protein Protein digunakan untuk proses pertumbuhan dan perkembangan janin. Selama kehamilan, diperlukan tambahan protein rata-rata 17 gram/ hari. Peran protein selama proses kehamilan diantaranya yaitu selain untuk pertumbuhan dan perkembangan janin juga untuk pembentukan plasenta dan cairan amnion. Pertumbuhan jaringan maternal seperti pertumbuhan mamae ibu dan jaringan uterus, dan penambahan volume darah. Kebutuhan akan protein selama kehamilan tergantung pada usia kehamilan. Pada trimester pertama kurang dari 6 gram/ hari sampai trimester kedua, protein yang diperlukan dan asam amino yang esensial sangat diperlukan pada trimester awal ini. Pada usia 20 minggu, fetus mulai menerima asam amino esensial dari ibu, namun asam amino non esensial (arginin dan Kristin) tidak dapat di sintesis oleh fetus. Pada saat memasuki trimester akhir, perkembangan janin sangat cepat sehingga perlu protein dalam jumlah yang besar juga yaitu 10 gram/ hari. Jenis protein yang dikonsumsi sebaiknya berasal dari protein hewani

yang mempunyai nilai biologi tinggi seperti daging, ikan, telur, tahu, tempe,kacangkacangan, biji-bijian, susu, dan yogurt. Bila seorang ibu tersebut adalah seorang vegetarian dan biasa mengkonsumsi banyak kacang-kacangan, biji-bijan, sayuran dan buah-buahan maka ibu tersebut tidak akan mengalami masalah kekurangan protein.

3.

Karbohidrat

Karbohidrat merupakan sumber utama untuk tambahan kalori yang dibutuhkan selama kehamilan yang berfungsi sebagai sumber energi. Pertumbuhan dan perkembangan janin selama dalam kandungan membutuhkan karbohidrat sebagai sumber kalori utama. Selain mengandung vitamin dan mineral, karbohidrat juga meningkatkan asupan serat untuk mencegah terjadinya konstipasi atau sulit buang air besar dan wasir. Namun karena tidak semua sumber karbohidrat baik, maka ibu hamil harus bisa memilih yang tepat misalnya sumber karbohidrat yang perlu dibatasi adalah gula dan makanan yang mengandung banyak gula, seperti cake dan permen sedangkan karbohidrat yang sebaiknya dikonsumsi adalah karbohidrat kompleks yang terdapat pada roti gandum, kentang, serelia,atau padi-padian yang tidak digiling.

4. Lemak Lemak dapat membantu tubuh untuk menyerap banyak nutrisi dan melarutkan vitamin A, D, E, K. Lemak juga menghasilkan energi dan menghemat protein untuk dimanfaatkan dalam fungsi-fungsi pertumbuhan jaringan plasenta dan janin. Bagi ibu hamil, lemak juga dapat disimpan sebagai cadangan tenaga untuk menjalani persalinan dan pemulihan pasca persalinan. Cadangan lemak yang terdapat pada ibu hamil juga bermanfaat untuk membantu proses pembentukan ASI. Namun, bila asupannya berlebih dikhawatirkan berat badan ibu hamil akan meningkat tajam. Keadaan ini akan menyulitkan ibu hamil sendiri dalam menjalani kehamilan dan pasca persalinan. Karena itu ibu hamil dianjurkan makan makanan yang mengandung lemak tidak lebih dari 25% dari seluruh kalori yang dikonsumsi sehari. Sumber lemak yaitu minyak ikan, minyak jagung, kacang-kacangan dan hasil olahannya.

5.

Vitamin dan Mineral

Wanita hamil juga membutuhkan lebih banyak vitamin dibanding sebelum hamil untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin serta proses diferensiasi sel dan pembentukan sel baru. Tak cuma itu, tambahan zat gizi lain yang penting juga dibutuhkan untuk membantu proses metabolisme energi seperti vitamin B1, vitamin B2, niasin, dan asam

patotenat. Vitamin B6 dan vitamin B12 diperlukaan untuk membentuk DNA dan sel-sel darah merah, sedangkan vitamin B6 juga berperan penting dalam metabolisme asam amino. Asam folat terutama diperlukan pada 3 bulan pertama kehamilan untuk mengurangi resiko pertumbuhan kritis yang berlangsung pada 3 bulan pertama kehamilan. Ada beberapa vitamin yang dibutuhkan selama kehamilan seperti : 1. Vitamin A yang berfungsi untuk pertumbuhan sel jaringan, pertumbuhan gigi, dan pertumbuhan tulang, penting untuk mata, kulit, rambut serta mencegah kelainan bawaan. Bila kelebihan dapat mngakibatkan cacat tulang wajah, kepala dan otak serta jantung. 2. Asam folat dan Vitamin B12 (Sinokobalamin) yang berfungsi untuk mencegah anemia megaloblastik serta mengurangi resiko defek tabung neural jika dikonsumsi sebelum dan selama 6 minggu kehamilan. Asam Folat dibutuhkan untuk meningkatkan metabolisme tubuh, mencegah anemia, produksi hemoglobin dan pembentukan materi inti sel DNA dan RNA 3. Vitamin B6 (Piridoksin) yang penting untuk pembuatan asam amino dalam tubuh serta untuk mengurangi keluhan mual-mual pada ibu hamil. 4. Vitamin C (Asam Askorbat), jika kekurangan vitamin C dapat mengakibatkan keracunan kehamilan, ketuban pecah dini (KPD). Vitamin C berguna sebagai pembentuk dan integritas jaringan juga penyerapan zat besi. Terdapat pada sayuran dan buah segar. 5. Vitamin D selama kehamilan dapat mencegah hipokalsemia, membantu penyerapan kalsium dan fosfor serta mineralisasi tulang dan gigi. Banyak terdapat pada kuning telur dan susu. 6. Vitamin E yang berfungsi pada pertumbuhan sel dan jaringan dan integrasi sel darah merah, dan dianjurkan mengkonsumsi melebihi 2 mg/hari. 7. Vitamin K bila kekurangan dapat mengakibatkan gangguan pendarahan pada bayi.

Kebutuhan Mineral 1. Kalsium Kalsium mengandung mineral yang penting untuk pertumbuhan janin dan membantu kekuatan kaki dan punggung serta untuk fungsi otot dan syaraf yang normal.. Kalsium dibutuhkan untuk pembentukan tulang dan bakal gigi janin yang dimulai sejak usia kehamilan 8 minggu. Ibu hamil membutuhkan kalsium 2 kali lipat, yaitu sekitar 900 mg. Sumber kalsium adalah susu dan prosuk olahan lainnya. 2. Zat Besi

Zat besi dibutuhkan untuk membentuk sel darah merah dan sangat penting untuk pertumbuhan metabolisme energi,disamping untuk meminimalkan peluang terjadinya anemia. Kebutuhan zat besi selama kehamilan sangat tinggi karena meningkatnya volume plasma sehingga dibuuhkan konsumsi zat besi yang lebih tinggi. Ibu hamil membutuhkan sekitar 27 mg zat besi per hari. Suplemen yang diberikan selama kehamilan jika terdapat anemia adalah 60 mg selama trimester 1 dan 2 serta 120 mg saat trimester 3. Sumber zat besi adalah makan yang berasal dari hewan yaitu daging, ayam dan telur serta kacang-kacangan, biji-bijian dan sayuran hijau. 3. Fosfor Fosfor berfungsi pada pembentukan rangka dan gigi janin serta kennaikan metabolisme kalsium ibu. RDA (Recomended Deatary Allowance) untuk wanita yang tidak hamil 1250 mg/ hari untuk wanita yang hamil dibawah 19 tahun dan 700 mg untuk wanita hamil yang lebih dari 19 tahun. 4. Seng Seng, mencegah kelainan perkembangan otak, mencegah lambannya pertumbuhan janin RDA wanita hamil mencapai 15 mg/ hari ini menunjukkan terdapat peningkatan 3 mg lebih tinggi dari wanita yang tidak hamil. Selama kehamilan dan menyusui, kebutuhan seng meningkat 50% . Daging, telur, ayam, hati, seafood, sisi dan kacang-kacangan adalah sumber zat seng. 5. Natrium Natrium memegang peranan penting dalam metabolisme air dan bersifat mengikat cairan dalam jaringan sehingga mempengaruhi keseimbangan cairan pada ibu hamil. Natrium pada ibu hamil bertambah sekitar 3,3 gr/minggu sehingga ibu hamil cenderung menderita edema. 6. Fluor Fluor dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang dan gigi, bila kurang dari kebutuhan gigi tidak terbentuk sempurna dan jika berlebih warna dan struktur gigi tidak normal. 7. Iodium Iodium yang banyak terdapat pada seafood, rumput laut, dan sebagainya ini, berfungsi untuk susunan syaraf pusat, kaitannya dengan daya pikir juga pendengaran. Kekurangan iodium, dapat mengakibatkan cacat fisik, mental kemampuan pendengaran yang rendah sampai tuli.

RDA untuk ibu hamil dan menyusui NUTRIENT Pregnancy Pregnancy 14-18 Yrs 19-50 Yrs Lactation Lactation 14-18 Yrs 19-50 Yrs

Recommended Daily Allowances for Vitamins vitamin A - retinol vitamin C - ascorbic acid vitamin D vitamin E vitamin K vitamin B1 - thiamin vitamin B2 - riboflavin vitamin B3 - niacin vitamin B5 - pantothenic acid vitamin B6 - pyridoxine vitamin B12 Biotin Choline folate - folic acid 750 g 80 mg 5* g 15 mg 75* g 1.4 mg 1.4 mg 18 mg 6* mg 1.9 mg 2.6 g 30* g 450* mg 600 g 770 g 85 mg 5* g 15 mg 90* g 1.4 mg 1.4 mg 18 mg 6* mg 1.9 mg 2.6 g 30* g 450* mg 600 g 1200 g 115 mg 5* g 19 mg 75* g 1.4 mg 1.6 mg 17 mg 7* mg 2.0 mg 2.8 g 35* g 550* mg 500 g 1300 g 120 mg 5* g 19 mg 90* g 1.4 mg 1.6 mg 17 mg 7* mg 2.0 mg 2.8 g 35* g 550* mg 500 g

Recommended Daily Allowances for Minerals Calcium Chromium Copper 1300* mg 29* g 1000 g 1000* mg 30* g 1000 g 1300* mg 1000* mg 44* g 1300 g 45* g 1300 g

Fluoride Iodine Iron magnesium Manganese Molybdenum Phosphorus Selenium Zinc Potassium Sodium Chloride

3* mg 220 g 27 mg 400 mg 2.0* mg 50 g 1250 mg 60 g 12 mg 4.7* g 1.5* g 2.3* g

3* mg 220 g 27 mg 350/360 mg 2.0* mg 50 g 700 mg 60 g 11 mg 4.7* g 1.5* g 2.3* g

3* mg 290 g 10 mg 360 mg 2.6* mg 50 g 1250 mg 70 g 13 mg 5.1* g 1.5* g 2.3* g

3* mg 290 g 9 mg 310/320 mg 2.6* mg 50 g 700 mg 70 g 12 mg 5.1* g 1.5* g 2.3* g

Status Gizi Bagi Ibu Hamil Status gizi pada ibu hamil pada waktu pertumbuhan dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin. Berat badan ibu hamil harus memadai, bertambah sesuai umur kehamilan. Hal ini di karenakan berat badan yang bertambah normal akan menghasilkan bayi yang normal juga. Kekurangan asupan pada trimester 1 dapat menyebabkan hiperemisis garvidarum, kelahiran prematur, kematian janin, keguguran dan kelainan pada sistem saraf pusat. Sedangkan pada trimeter II dan III dapat mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan janin terganggu, berat badan bayi lahir rendah. Selain itu, juga akan berakibat terjadi gangguan kekuatan rahim saat persalinan dan pendarahan post partum.

Penambahan berat badan berdasarkan IMT sebelum hamil Penambahan berat Katagori berat (BMI) Normal (BMI 19,8-26) Kurus (BMI < 19,8) Lebih (BMI : 26,1-29) Obesitas (BMI > 29) Total kenaikan BB (kg) TM I (kg) 11,5-16 12,5-18 7-11,5 6.0 2,3 1,6 0,9 TM II (kg) 0,49 0,44 0,3 -

Daftar Pustaka : Almatsier, S. 2006. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Utama Arisman. 2004. Buku Ajar Ilmu Gizi : Gizi dalam Daur Kehidupan. Jakarta : EGC Committee on Nutritional. 1990. Nutrition During Pregnancy. Washington DC : National Academy Press. Francin, P. 2005. Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. Jakarta : EGC Institute of Medicine. 1997. Dietary Reference Intakes for Calcium, Phosphorous, Magnesium, Vitamin D, and Fluoride. Washington DC : National Academy Press. Institute of Medicine. 1998. Dietary Reference Intakes for Thiamin, Riboflavin, Niacin, Vitamin B6, Folate, Vitamin B12, Pantothenic Acid, Biotin, and Choline. Washington, DC : National Academy Press. Institute of Medicine. 2000. Dietary Reference Intakes for Vitamin C, Vitamin E, Selenium, and Carotenoids. Washington, DC: National Academy Press Institute of Medicine. 2001. Dietary Reference Intakes for Vitamin A, Vitamin K, Arsenic, Boron, Chromium, Copper, Iodine, Iron, Manganese, Molybdenum, Nickel, Silicon, Vanadium, and Zinc. Washington, DC: National Academy Press. Institute of Medicine. 2004. Dietary Reference Intakes for Water, Potassium, Sodium, Chloride, and Sulfate. Washington, DC: National Academy Press. Kartasapoerta, Drs. G. 2003. Ilmu Gizi. Jakarta : Rineka Cipta Sediaoetama, Drs. Ahmad Djaeni. 2006. Ilmu Gizi. Jakarta : Dian Rakyat