Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN PRAKTIKUM

DIAGNOSA KLINIK
(Prosedur pemeriksaan klinis pada Sapi dan Kuda)

OLE

KELOMPOK III IR"AN ISMAIL O#####$%$

PROGRAM STUDI KEDOKTERAN &AKULTAS KEDOKTERAN UNI'ERSITAS ASANUDDIN

E"AN

$(#)

A* TU+UAN PRAKTIKUM Tujuan praktikum kali ini adalah mengetahui teknik pemeriksaan klinis pada sapid an kuda. ,* TIN+AUAN PUSTAKA Pemeliharaan ternak umumnya adalah bertujuan untuk keuntungan atau bersifat ekonomis. Aspek kesehatan memperoleh hewan tentu

sajamempunyai pengaruh yang besar berkaitan dengan tujuan pemeliharaan tersebut. Aspek ekonomis bisa berupa kematian hewan, menurunnya produkifitas, menurunnya efisiensi reproduksi, meningkatnya biaya pengobatan dan lain-lain. Oleh sebab itu sebetulnyaparadikma bersifat populatif, dan bukan pendekatan animal healthyang lebih pada ternak karena atau mengutamakan pencegahan penyakit sangat diperlukan

animal disease, dimana aspek

pencegahan tidak dikedepankan dan baru melakukan intervensi, terapi

pengobatan saat hewan sudah mengalami sakit. Penentuan diagnosis di lapangan dengan segala keterbatasan, biasanya mengandalkan kepada anamnesis atau sejarah penyakit, observasi, gejala klinis yang muncul dan pemeriksaan fisik. arena untuk melakukan pemeriksaan pendukung seperti pemeriksaan darah, hapusan darah, pemeriksaan feses, kultur bakteri dan pemeriksaan pendukung lain membutuhkan sumber daya yang lebih serta terkendalawaktu. !an seringkali kebutuhan tersebut tidak tersedia dekat dengan petugas kesehatan hewan. "ayangnya, seringkali informasi dasar anamnesis, observasi dan pemeriksaan fisik tidak digali dengan baik. endala yang banyak ditemukan adalah pengetahuan petugas kesehatan hewan tentang penyakit yang terjadi pada ternak sangat terbatas. Akibatnya, informasi yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis tidak cukup sehingga bisa mengakibatkan terjadinya misdiagnosis, atau diagnosis yang ditegakkan hanya setingkat diagnosis simptomatis #$usdianto, %&&'(. !unia diagnostika kedokteran hewan terbagi dalam dua kegiatan besar, yaitu diagnostika klinik dan diagnostika post-mortem. !iagnostika klinik merupakan rangkaian pemeriksaan medic terhadap fisik hewan hidupuntuk mendapatkan

kesimpulan berupa diagnosis sekaligus pemeriksaan dengan menggunakan alat bantu diagnostika sebagai pelengkap untuk mendapatkan peneguhan diagnosis #)idodo, %&**(. Pemeriksaan fisik adalah pemeriksaan keadaan tubuhmelalui cara penentuan kondisi fisik dengan teknik inspeksi, palpasi, perkusi dan auskultasi. Pemeriksaan fisik merupakan tindakan untuk mengidentifikasi kelainan-kelainan klinis dan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya suatu penyakit pada individu maupun populasi. +elalui informasi yang didapatkan selama pemeriksaan dapat ditentukan beberapa penyebab penyakit, organ yang terlibat, lokasi, tipe lesio, patogenesa, maupun tingkat keparahan penyakit. Pengendalian penyakit, prognosis dan kesejahteraan hewan yang diharapkan dapat tercapai bila dilakukan pemeriksaan fisik yang benar dan disertaidengan diagnosa yang tepat #,ackson - .ockroft %&&%(. "uhu tubuh bagian dalam tubuh hewan dapat diukur dengan menggunakan termometer. /asil yang diperoleh tidak menunjukkan jumlah total panas yang diproduksi tubuh tetapi menunjukkan keseimbangan antara produksi panas dan pengeluaran panas tubuh # elly *'01(. Pemeriksaan suhu tubuh hewan pada umumnya dilakukandua kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari. /ewan yang sehat memiliki suhu tubuh pada pagi hari yang lebih rendah dibandingkan dengan suhu tubuh pada siang dan sore hari. "ecara fisiologis, suhu tubuh akan meningkat hingga*.23. pada saat setelah makan, saat partus, terpapar suhu lingkungan yang tinggi, dan ketika hewan banyak beraktifitas fisik maupun psikis # elly *'01(. +enurut .unningham #%&&%(, frekuensi jantung adalah banyaknya denyut jantung dalam satu menit. Pengamatan terhadap frekuensi jantung pada ruminansia besar #seperti sapi( dihitung secara auskultasi dengan menggunakan stetoskop yang diletakkan tepat di atas apeks jantung pada dinding dada sebelah kiri. Pulsus hewan dapat dirasakan dengan menempelkan tangan pada pembuluh darah arteri coccygeal di bawah ekor bagian tengah sekitar *& cm dari anus # elly *'01(.

4rekuensi jantung normal pada sapi dewasa adalah 2250& kali per menit, sedangkan frekuensi denyut jantung anak sapi dapat mencapai *&&5*%& kali per menit. 4rekuensi denyut jantung sapi betina yang sedang bunting dapat meningkat hingga *2-1&6, dan untuk sapi laktasi akan meningkat hingga *&6 # elly *'01(. Penghitungan frekuensi nafas pada sapi dilakukan dengan cara menghitung gerakan flank dan tulang rusuk yang bergerak simetris pada saat inspirasi selama * menit. 7espirasi normal pada sapi dewasa adalah *2-82 kali per menit dan %&1& kali pada pedet #,ackson - .ockroft%&&%(. 4rekuensi pernafasan dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah ukuran tubuh, umur, aktifitas fisik, kegelisahan, suhu lingkungan, kebuntingan, adanya gangguan pada saluran pencernaan, kondisi kesehatan hewan, dan posisi hewan # elly *'01(.

"inyalemen selalu dimuat di dalam pembuatan surat laksana jalan atau surat jalan bagi hewan yang akan dibawa dari suatu tempat ke tempat yang lain dan menerangkan sebenar-benarnya bahwa hewan dengan ciri-ciri yang tertuang dalam dokumen tersebut berasal dari tempat yang tertuang pada surat jalan hewan. 4ungsi lain dari sinyalemen adalah pencantuman status kesehatan hewan di surat keterangan sehat atau surat status vaksinasi yang telah dijalaninya sesuai dengan ciri-ciri hewan yang dimaksud dalam surat tersebut. 4ungsi ketiga adalah identitas diri di dalam rekam medic kerumasakitan #)idodo, %&**(. Pemeriksaan fisik meliputi informasi dasar misalnya9 ras, umur, gender, pemilik, berat badan # ,oanna 4rancisca, %&&:(. "inyalemen pada aning dan kucing terdiri dari #)idodo, %&**(. $ama hewan ,enis hewan ;angsa atau ras

,enis kelamin <mur )arna kulit dan rambut ;erat badan .iri-ciri khusus

Anamnesis adalah berita atau keterangan atau lebih tepatnya keluhan dari pemilik hewan mengenai keadaan hewannya ketika dibawa dating untuk berkonsultasi. .ara-cara mendapatkan sejarah tersebut dari pemilik hewan perlu dipelajari seperti juga tahapan pemeriksaan yang lain. .aranya pertanyaanpertanyaan menyelidiki tapi tidak disadari oleh pemilik hewan, seorang dokter hewan berusaha memperoleh keterangan-keterangan selengkap mungkin dari pemilik hewan akan hal-hal seputar kejadian atau ditemukannya hewan yang menunjukkan tanda-tanda subjektif kesakitan misalnya muntahan atau vomitant #)idodo, %&**(. !ari semua hewan peliharaan anjing memperlihatkan variasi terbesar dalam temperamen dan personalitas. ;eberapa diantaranya tenang dan ramah serta sebagai pasien dapat dipercaya sepenuhnya. =ang lainnya jahat dan harus menjaga jarakyang aman dengan jerat dan tongkat. Anjing yang sudah tua, sebagaimana halnya dengan manusia lanjut, sesuai dengan umurnya mempunyai keanggunan dan harus diperlakukan dengan hormat. /arus hati-hati agar tidak mencederainya anjing-anjing tua ini seringkali rematik dan artritis dan kakinya jangan sampai diputar atau ditarik dalam posisi janggal. ;eberapa anjing dapat menjadi takut sehingga menurut untuk dipaksahannya dengan menempatkannya pada meja tinggi dan licin #"oegiri, %&&>(. ?nspeksi atau peninjauan atau pemamtauan dapat dilakukan dengan cara melihat hewan atau pasien secara keseluruhan dari jarak pandang secukupnya sebelum hewan didekati untuk suatu pemeriksaanlanjut #)idodo, %&**(.

Palpasi atau perabaan merupakan suatu pemeriksaan permukaan luar ragawi dapat dilakukan dengan cara palpasi atau perabaan dengan tangan. !isetiap bagian-bagian ragawi baik bagian tengkorak, leher, bagian rongga dada atau thoraks, bagian perut atau abdomen, bagian panggul atau pelvis dan alat gerak atau w@tremitas dapat dinilai kualitasnya dengan cara palpasi #)idodo, %&**(. Prinsip perkusi adalah mengetuk atau memukul alat untuk mengeluarkan denting atau gema. Pada pemeriksaan dengan cara perkusi ini adalah m,endengarkan pantulan gema yang ditimbulkan oleh alat ple@imeter yang diketuk dengan palu atau jari pemeriksa #)idodo, %&**(. Auskultasi adalah mendengarkan suara yang ada yang ditimbulkan oleh kerja organ baik pada saat sehat fungsional maupun pada kasus-kasus tertentu. Prinsip penggunaan alat auskultasi adalah mendengarkan suarayang ditimbulkan oleh aktifitas organ ragawi kemudian dievaluasi untuk mendapatkan keterangan kejadian pada organ yang mengeluarkan suara tersebut #)idodo, %&**(. Prinsip pemeriksaan pisik dengan cara mencium atau membaui adalah membaui perubahan aroma atau bau yang ditimbulkan atau dikeluarkan dari lubang umbla #)idodo, %&**(. +elakukan pemeriksaan fisik hewan dengan cara mengukur dan menghitung secara kuantitatif menggunakan satuan-satuan yang laAim untuk pengukuran atau perhitungan, yaitu kaliBmenit dan derajat celcius #)idodo, %&**(. Pada penilaian luaran klinik pasien diperlukan berbagai indikator yang meliputiC respons klinik pasien, pemeriksaan fisik, data laboratorium dan diagnostik #misalnyaC imejing, elektrografi (. Pernyataan American Pharmacists Association %&&0 yang mendukung peran apoteker dalam keselamatan pasien antara lain perlunya apoteker mempunyai akses data klinik pasien #Anonim, %&**(. Pemahaman seorang dokter hewan terhadap terminology gejala klinis dan diagnose yang sering digunakan dalam praktek hewan kecil harus dapat dikuasai

sepenuhnya sebelum bekerja di sebuah rumah sakit hewan atau sebuah klinik hewan #"ukamto, %&&1(. -* MATERI DAN METODE *. Alat dan ;ahan C a. Alat Pemeriksaan dalam +endiagnosis Adapun alat yang digunakan dalam praktikum ini yaituC Tali "topwatch Thermometer /andskun +asker "tetoskop

b. ;ahan Pemeriksaan dalam +endiagnosis Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum ini yaituC "api uda

+etode C .ara erja C a. Pemeriksaan klinis "ecara <mum Pada "api dan uda /al-hal yang dilakukan yaitu C

*. +engisi sinyalemen atau data pasien. %. +elakukan anamnesa. 8. "ebelum melakukan pemeriksaan ada baiknya apabila kita handling dan restrain terhadap sapi dan kuda tersebut. b. .ara +endiagnosa "api dan uda .ara mendiagnosa "api dan kuda yaitu C *. +elakukan inspeksi terlebih dahulu pada sapi dan kuda. %. +elakukan palpasi pada sapi dan kuda. 8. +elakukan perkusi pada sapi dan kuda. 1. +elakukan auskultasi pada sapi dan kuda. 2. emudian membaui pada sapi dan kuda. melakukan langkah diatas kita mendapatkan

:. "etelah

informasi lalu di tuliskan pada kartu status pasien tersebut.

D*

asil !ata dan 4oto a. !ata !ata pasien dan pemilik yang perlu dicatat adalah C *. Pasien #"api( $ama "pesies 7asB;reed C +aya C "api C ;ali

elaminBse@ <murBAge ;ulu dan )arna Tanda khusus

C ;etina C D * tahun C .oklat CTerdapat garis hitam sepanjang lumbalis, terdapat filaria pada mata, terdapat lesi pada kulit dari daerahleher sampai paha.

%. lien $ama Alamat $o.Tlp C .lavata C ,l. "unu, ;araya C &0:>'>::812%

*. Pasien # uda( $ama "pesies 7asB;reed elaminBse@ <murBAge ;ulu dan )arna Tanda khusus C 7inggo C uda C "umbawa C ,antan C 1,2 tahun C .oklat dan /itam Pendek C Pada cervicalis terdapat rambut berwarna hitam %. lien

$ama Alamat $o.Tlp Anamnesa Pada "api C Pertanyaan dokter hewan9

C .lavata C ,l. "unu, ;araya C &0:>'>::812%

Apakah dikandangkan atau tidakE ,awaban klien C tidak, digembala bebas.

Terakhir minum obat cacing kapanE ,awaban klien C dari pemilik sebelumnya tidak dipertanyakan tapi, cacing pada daerah mata.

;agaimana dengan lingkungan E ,awaban klien C lingkungan bersih dan sejuk.

apan sapi mulai digembalakanE ,awaban klien C pagi hari dilepas.

Apakah ada riwayat penyakitnyaE ,awaban klien C tidak ada dok.

Anamnesa Pada uda C Pertanyaan dokter hewan9 Apakah dikandangkan atau tidakE ,awaban klien C tidak, digembala bebas. Terakhir minum obat cacing kapanE ,awaban klien C dari pemilik sebelumnya tidak dipertanyakan.

;agaimana dengan lingkungan E ,awaban klien C lingkungan bersih dan sejuk.

apan kuda mulai digembalakanE ,awaban klien C pagi hari dilepas.

Apakah ada riwayat penyakitnyaE ,awaban klien C tidak ada dok.

Apa kebiasaan yang biasa dilakukan E ,awab C mengalami ereksi terus menerus

4oto

?nspeksi ,arak ,auh

7estraint dan .7T pada mulut

Perhitungan Pulsus Pada a.facialis

7estraint Pada Telinga kuda

Perhitungan "uhu Tubuh

Perhitungan 7espirasi uda

7estraint "api +enggunakan kandang jepit

Perhitungan "uhu tubuh "api

+enhitung .7T "api

+enghitung Pernapasan "api

Terdapat Gesi pada daerah leher

Alat yang digunakan pada praktikum

&* PEM,A ASAN Teknik Pemeriksaan Klinis Se.ara Umum Pada kudan dan Sapi a. "inyalemen !ata pasien dan pemilik yang perlu dicatat adalah C *. Pasien #"api( $ama C +aya

"pesies 7asB;reed elaminBse@ <murBAge ;ulu dan )arna Tanda khusus

C "api C ;ali C ;etina C D * tahun C .oklat CTerdapat garis hitamsepanjang

lumbalis, terdapat filaria pada mata, terdapat lesi pada kulit dari daerah leher sampai paha.

%. lien $ama Alamat $o.Tlp C .lavata C ,l. "unu, ;araya C &0:>'>::812%

*. Pasien # uda( $ama "pesies 7asB;reed elaminBse@ <murBAge ;ulu dan )arna Tanda khusus C 7inggo C uda C "umbawa C ,antan C 1,2 tahun C .oklat dan /itam Pendek C Pada cervicalis terdapat rambut berwarna hitam

%. lien $ama Alamat $o.Tlp C .lavata C ,l. "unu, ;araya C &0:>'>::812%

b. Anamnesa Anamnesa adalah berita atau keterangan atau lebih tepatnya keluhan dari pemilik hewan mengenai keadaan hewannya ketika dibawa datang berkonsultasi untuk pertama kalinya, namun dapat pula berupa keterang tentang sejarah perjalanan penyakit hewannya jika pemilik telah sering datang berkonsultasi. "eperti keterangan yang diperoleh pada saat praktikum yaitu percakapan anatara dokter hewan dengan pemilik yaitu, keluhan pemilik pasien sapi dan kuda tersebut pada kuda terjadi ereksi terus menurus dan pada sapi terdapat lesi pada kulit dan cacing pada mata.

Anamnesa Pada "api C Pertanyaan dokter hewan9 Apakah dikandangkan atau tidakE ,awaban klien C tidak, digembala bebas. Terakhir minum obat cacing kapanE ,awaban klien C dari pemilik sebelumnya tidak dipertanyakan tapi, cacing pada daerah mata.

;agaimana dengan lingkungan E ,awaban klien C lingkungan bersih dan sejuk.

apan sapi mulai digembalakanE ,awaban klien C pagi hari dilepas.

Apakah ada riwayat penyakitnyaE ,awaban klien C tidak ada dok.

Anamnesa Pada uda C Pertanyaan dokter hewan9 Apakah dikandangkan atau tidakE ,awaban klien C tidak, digembala bebas. Terakhir minum obat cacing kapanE ,awaban klien C dari pemilik sebelumnya tidak dipertanyakan. ;agaimana dengan lingkungan E ,awaban klien C lingkungan bersih dan sejuk. apan kuda mulai digembalakanE ,awaban klien C pagi hari dilepas. Apakah ada riwayat penyakitnyaE ,awaban klien C tidak ada dok. F Apa kebiasaan yang biasa dilakukan E ,awab C mengalami ereksi terus menerus.

c. /andling and 7estrain "api dan uda 7estrain sapi dan kuda yang dilakukan kalau pada sapi

menggunakan tali di leher begitu juga pada kuda namun pada sapi pada saat praktkum menggunakan kandang jepit dari bangku yang panjang pada saat pemeriksaan . +eskipun perlakuan #handling dan restrain( dapat dilakukan, namun harus terlebih dahulu menenangkan sapi dan kuda. etika melakukan handling dan restrain pada sapi dan kuda juga diperlukan pemahaman yang baik tentang temperamen sapi dan kuda. Temperamen yang berbeda membutuhkan perlakuan yang berbeda pula. "ebelum melakukan pemeriksaan klinis secara menyeluruh ada baiknya kita restrain terlebih dahulu.

-ara Mendia/nosa a. ?nspeksi ?nspeksi meliputi melihat, membaui dan mendengarkan tanpa alat bantu dalam jarak dekat maupun jarak jauh pada sapi dan kuda tersebut. ita dapat mengetahui kelakuan dari sapi dan kuda walaupun hanya menggunakan penglihatan, penciuman dan mendengarkan. "etelah kita mendapatkan informasi kita dapat menuliskan pada kartu status pasien. ?nspeksi pada praktikum kemarin sapi dan kuda tersebut berjalan dengan normal tidak pincang saat berjalan maupun berlari. $amun, sangat jelas terdapat lesi pada bagian leher sapi pada saat praktikum kemarin.

b. Pulsus dan 7espirasi +eraba sapi dan kuda kalau di sapi pada arteri coccygealis

sedangkan pada kuda di arteri facialis dan lakukan penghitungan selama satu menit. ;ila mengalami kesulitan dapat dilakukan *2 detik kemudian dikalikan empat. 4rekuensi pulsus normal pada sapi adalah %0-10@Bmenit

sedangkan pedet 00-**& kaliBmenit. )aktu praktikum kemarin pulsus pada pedet >:@Bmenit berarti kurang dari pulsus normal karena pedet tidak mengalami aktivitas yang tinggi hanya diam pada kandang jepit. 4rekuensi pulsus normal pada kuda %0-1& kaliBmenit. )aktu praktikum kemarin pulsus pada kuda 10 kaliBmenit berarti lebih dari pulsus normal disebabkan kuda mengalami stress karena dikeliling sangat padat pada saat praktikum. 4rekuensi respirasi diukur dengan menghitung siklus respirasi yaitu proses inspirasi dan ekspirasi dalam satuan waktu. ;ila masih kesulitan melihat atau mengukur frekuensi respirasi secara visual gunakan tangan, dengan meletakkan punggung tangan di dekat lubang hidung #nostril(. +aka akan terasa adanya hembusan nafas dari proses ekspirasi. /itung dalam satu satuan waktu. Pada praktikum kemarin pada pedet :& kaliBmenit berarti diatas normal karena stress dikeliling dan ada pada kandang jepit. $ormalnya pernapasan pada pedet 8& kaliBmenit. "edangkan pada kuda juga pada praktikum 2% kali Bmenit diatas normal karena sangat stress pada saat banyak orang sangat peka. $ormalnya pernapasan atau respirasi 0-*: kaliBmenit.

c. "uhu Tubuh <kurlah suhu tubuh pada sapi dan kuda menggunakan thermometer. "ebelum memasukkan dapat diberi bahan pelicin atau di bersihkan menggunkan alcohol agar tidak adanya bakteri. "uhu tubuh pedet pada praktikum kemarin 80,0H. berarti masih normal. "uhu tubuh normal pada pedet berkisar 80.8-1&,& H. sedangkan sapi suhu normalnya 8>.'-8',' H.. "uhu tubuh kuda pada praktikum kemarin 80,&H. berarti masih normal. "uhu tubuh normal pada kuda berkisar 8>.2-80,& H..

d. Pemeriksaan .7T # .apillary 7efill Time(

Pemeriksaan warna selaput lender pada hidung, mulut dan vulva. Gakukan pemeriksaan .7T # .apillary 7efill Time atau waktu terisinya kembali kapiler(, dengan cara membuka bibir hewan kemudian menekan gusi dan melepaskan kembali. /itunglah waktu kembalinya warna gusi dari putih menjadi merah. Pada saat praktikum kembali warna gusi itu * detik. Pada mulut terdapat karies pada gigi kuda sedangkan pada sapi tidak ada. )arna vulva normal tidak terjadi inflamasi pada sapi dan kuda. ;erikut ini adalah prakiraan umur sapiberdasarkan pemeriksaan gigi C *. !i bawah dua tahun #;elum ditemukan gigi seri permanen( %. !ua tahun tiga bulan #% gigi seri permanen( 8. Tiga tahun #1 gigi permanen( 1. Tiga tahun enam bulan #: gigi seri permanen( 2. Impat tahun #0 gigi seri permanen( :. "api tua, lebih dari empat tahun.

e. Palpasi Palpasi adalah menyentuh dan merasakan menggunakan tangan. Palpasi superficial kulit untuk mengetahui ada tidaknya lesi atau nodul. Palpasi rongga perut, tekan ujung jari tangan kiri dan kanan dari dua sisi perut sampai kedua ujung jari bersentuhan atau hanya dibatasi oleh benda atau organ di dalam perut #penebalan usus, hepar, gastrium, benda asing, tinja dan sebagainya(. Pada saat praktikum palpasi profundal pada ginjal, usus, vesica urinaria dan limfonodus tidak ada inflamasi sehingga masih normal. Pada palpasi superficial ada lesi pada kulit pedet sedangkan pada kuda tidak terdapat lesi.

f. Perkusi Perkusi adalah menepak permukaan tubuh secara ringan dan tajam. <ntuk memeriksa rongga dada pada sapi dan kuda apakah refle@ suara terdengar normal atau tidak normal pada abdomen pada paru-paru terdengar resonansi bukan suara yang kecil kedalam artinya normal tidak ada cairan pada paru-paru sapi dan kuda. Pada praktikum kemarin perkusi daerah dahi atau antara mata untuk mengetahui ada tidaknya cairan yang menyebabkan sinusitis pada kuda tetapi, pda kuda tidak ada cairan pada saat menepak jari pada daerah tersebut.

g. Auskultasi Auskultasi adalah untuk mendengar suara tubuh pada jantung, pembuluh darah dan bagian dalam atau viscera abdomen. !apat dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan pulsus. "uara jantung pada pedet dan kuda pada praktikum kemarin normal tidak ada suara lain.

h. +embaui +embaui daerah hidung, telinga dan mulut. <ntuk mengetahui bau yang keluar di daerah tersebut. anjing. Tetapi pada sapi dan kuda kemarin bau mulut bau makanan. +enis dan &un/si Ala01ala0 Pemeriksaan dalam Menia/nosa a. Pengenalan Alat Pemeriksaan dalam +endiagnosa. *. Tali Alat ini digunakan untuk restrain mulut atau leher sapi dan kuda . %. "topwatch Alat ini digunakan untuk menghitung denyut jantung dan pulsus pada hewan. 8. Thermometer Alat ini digunakan untuk mengukur suhu hewan tersebut. 1. "tetoskop Alat ini digunakan untuk mendengarkan denyut jantung hewan.

E* KESIMPULAN !ari praktikum yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa dalam pemeriksaan klinis harus dilakukan secara berurutan agar tidak terjadi kesalahan pada pemeriksaan dan mendapatkan hasil diagnosa yang akurat. "inyalemen dan anamnesa dapat dilakukan jika pemilik hewan berada pada saat pemeriksaan akan dilakukan. Anamnesa sangat dibutuhkan untuk mengetahui keadaan pasien sebelumnya dan mempermudah dokter dalam pemeriksaan fisik dan mendiagnosa penyakit pasien.

Adapun beberapa pemeriksaan fisik yang dilakukan pada sapid dan kuda yakni inspeksi, palpasi atau perabaan, perkusi atau mengetuk, auskultasi atau mendengarkan, mencium atau membaui, mengukur dan menghitung, pemeriksaan pada konjunctiva dan mata, pemeriksaan pada selaput lendir hidung dan mulut, pemeriksaan pulsus, pemeriksaan frekuensi nafas, pemeriksaan suhu tubuh. !engan melalukan beberapa pemeriksaan tersebut maka kita dapat menentukan diagnosis pada pasien.

&* DA&TAR PUSTAKA

!IP!? $A". %&&*. Teknik Kesahatan ternak. ,akarta C !epartemen Pendidikan $asional. +auladi, Achmad /asan. %&&'. Suhu Tubuh, Frekuensi Jantung dan Nafas Induk Sapi Friesian Holstein Bunting Influensa H$N%. ;ogor C 4akultas ;ogor. "ayuti, Arman. +elia, ,uli. AmroAi. %&*%. &ambaran Klinis Sapi 'iometra Sebelum dan Setelah Terapi !engan #ntibiotik dan 'rostaglandin Se(ara Intra )teri. Aceh C 4akaultas Jol. : $o. %. "oegiri dan )ulandari 7etno. %&&>. *ara+*ara ,engekang He-an. ;ogor C ?P; Press. Triakosa, $usdianto. %&&'. #spek Klinik dan 'enularan 'ada 'engendalian 'en.akit Ternak. edokteran /ewan "yiah uala. ang !ivaksin dengan "aksin #vian edokteran /ewan ?nstitut Pertanian

Triakoso, $usdianto. %&**. 'etun/k 'raktikum 'emeriksan Fisik Ilmu pen.akit !aalam "eteriner %. "urabaya C ?lmu Penyakit dalam Jeteriner 4akultas edokteran /ewan <niversitas Airlangga. )idodo, "etyo. !ondin "ajuthi. .husnul .holiK. !kk %&** . !iagnosa Klinik He-an Ke(il. ;ogor C ?P; Press.