Anda di halaman 1dari 8

ISOLASI DNA

LAPORAN PRAKTIKUM UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH Genetika 1 Yang dibimbing oleh Bapak Duran Corembima Aloysius

Oleh Kelompok 5 Evi Ria Rahayu (120341421972)

Koko Setiadi Santosa (120341421949)

The Learning University

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN BIOLOGI Februari 2014

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Dasar Teori DNA merupakan senyawa yang mengandung informasi genetik makhluk hidup dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Keseluruhan DNA dalam suatu sel akan membentuk genom. Genom meliputi bagian gen yang fungsional maupun non-fungsional dalam sel organisme. DNA genom meliputi gen dan intergen. DNA organisme prokariot dan eukariot mempunyai perbedaan bentuk. Organisme prokariot memiliki DNA berbentuk sirkular, sedangkan organisme eukariotik mempunyai DNA berbentuk linier. DNA eukariot terletak dalam inti sel, sedangkan DNA prokariot terletak dalam sitoplasma Percobaan isolasi DNA tanaman dan hewan perlu dilakukan karena isolasi DNA sendiri merupakan teknik esensial dalam biologi molekuler. Isolasi DNA adalah tahap awal dalam mempelajari DNA sequence yang spesifik dengan populasi DNA yang lengkap, dan dalam analisa struktur gen dan ekspresi gen. Pada sel eukariotik termasuk tanaman dan hewan bagian terbesar dari DNA berada pada nukleus yaitu organel yang dipisahkan dari sitoplasma dengan membran. Nukleus terdiri dari 90 % keseluruhan DNA seluler. Sisa DNA adalah organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. ( Surzycki, 1936 ). Karena DNA terdapat pada nukleus, maka perlu adanya metode pelisisan sel sampai pemanenan sel. Dimana metode tersebut merupakan bagian dari metode isolasi DNA. Pemisahan DNA dari materi seluler lainnya merupakan hal yang signifikan dan mengharuskan penyallinan DNA menjadi RNA dan translasi RNA menjadi protein berlangsung dalam kompartemen( ruang ) yang berbeda yaitu secara berturut-turut dalam nucleus dan sitoplasma. ( Elrod, 2007 ). Terdapat organel-organel bermembran ganda pada dalam sitoplasma, termasuk mitokondria baik pada tumbuhan maupun hewan. Oleh karena itu perlu dilakukan isolasi DNA dari tanaman dan hewan untuk mengetahui DNA dari tanaman dan hewan tersebut. Dan Sel eukariotik memiliki DNA lebih banyak, lengkap dengan komponen-komponen lain. DNA tanaman dan hewan tersimpan dalam nucleus yang terbungkus membran (Albert, 1994).

1.2 Rumusan Masalah 1. Bagaimana keefektifan deterjen dan buah yang dipakai untuk praktikum isolasi DNA? 2. Bagaimana cara/metode yang benar untuk memisahkan (mengisolasi) DNA dari buah-buahan? 1.3 Tujuan 1. Untuk mengetahui keefektifan deterjen dan buah yang dipakai untuk melakukan percobaan isolasi DNA. 2. Untuk mengetahui cara/ metode yang benar untuk memisahkan (mengisolasi) DNA dari buah-buahan. 1.4 Alat dan Bahan 1.4.1 Alat 1. Blender 2. Gelas plastic 3. Saringan biasa 4. Gelas ukur 5. Beker glass 6. Pipet tetes 7. Kertas saring 8. Corong glass 9. Kain penyaring 10. Tabung reaksi 11. Spatula 12. Timbanngan 13. Stopwatch 14. Pisau 1.4.2 Bahan 1. Buah-buahan (melon, semangka, nanas dan jeruk) 2. Detergen bubuk 3. Sabun krim 4. Akuades 5. Sabun cair sunlight

1.5 Prosedur Kerja

(ikii ko garapen)
BAB II DATA DAN PEMBAHASAN

2.1

Data Jenis Buah Jenis Detergen Sunlight Rinso Krim Sunlight Nanas Rinso Krim Sunlight Rinso Krim Sunlight Rinso Krim Waktu Terbentuknya DNA (s) 00:00:36 00:00:25 00:00:13 00:00:30 00:00:12 00:00:11 00:04:54 00:04:49 00:05:49 00:02:22 00:00:11 00:02:35 Warna DNA Bening Bening Bening Putih Putih Putih Putih Putih Putih Putih Putih Putih Warna/Sedikit & Tebal/ Tipisnya DNA ++ + + + ++++ ++ ++++ ++ ++ ++ + +++

Semangka

Melon

Jeruk

Keterangan : + : tipis ++: sedang +++: agak tebal ++++: tebal 2.2 Analisis Data Praktikum kali ini yaitu isolasi DNA bertujuan untuk mengetahui pengaruh macam buah dan jenis detergen terhadap kualitas DNA yang dihasilkan dalam proses isolasi. Buah yang digunakan dalam proses isolasi DNA kali ini adalah buah semangka, nanas, melon, dan jeruk. Sebelumnya buah buah ini di blender

terlebih dahulu agar nantinya bisa didapatkan alikot. Setelah buah diblender menyiapkan detergen yang telah ditambahi dengan 2 spatula NaCl, aquades

(???? Tambhonoo ko)

ml, dan mengaduknya, namun dalam mengaduk

diusahakan jangan sampai berbuih. Kemudian menuangkan (??????) ml alikot kedalam tabung reaksi yang selanjutnya ditetesi etanol (brpa

persen iki ko ,

aku ga eroh) % melalui dinding tabung reaksi.


Setalah proses isolasi DNA dilakukan, kami mendapatkan data pada buah semangka bahwa DNA yang berhasil diisolasi paling tebal dengan kualifikasi ++ ditemukan pada tabung reaksi yang berisi larutan sabun cair sunlight, sedangkan isolasi DNA yang kualifikasinya paling tipis didapatkan oleh tabung reaksi yang berisi larutan sabun rinso dan krim dengan kualifikasi + (tipis). Kemudian untuk waktu yang dibutuhkan detergen untuk membentuk DNA itu paling cepat didapatkan oleh larutan sabun krim dengan waktu 13 detik. Sedangkan waktu yang paling lama yang dibutuhkan detergen untuk menghasilkan DNA ini ditempati oleh larutan sabun sunlight selama 25 detik. Proses isolasi yang kedua ini menggunakan buah nanas, dimana didapatkan data bahwa pada penggunaan buah nanas sebagai sumber DNA, DNA yang berhasil diisolasi paling tebal dengan kualifikasi ++++ ( tebal ) ditemukan pada tabung reaksi yang berisi larutan sabun rinso, sedangkan isolasi DNA yang kualifikasinya paling tipis didapatkan oleh tabung reaksi yang berisi larutan sabun cair sunlight dengan kualifikasi + ( tipis ). Sedangkan waktu yang paling cepat untuk membentuk DNA adalah pada larutan sabun krim yaitu 11 detik dan yang paling lama adalah 30 detik terjadi pada sabun cair sunlight. Proses isolasi yang ketiga ini menggunakan buah melon, dimana didapatkan data bahwa pada penggunaan buah melon sebagai sumber DNA, DNA yang berhasil diisolasi paling tebal dengan kualifikasi ++++ (tebal) ditemukan pada tabung reaksi yang berisi larutan sabun sunlight, sedangkan isolasi DNA yang kualifikasinya paling tipis didapatkan oleh tabung reaksi yang berisi larutan sabun rinso dan krim. Untuk waktu yang paling cepat di butuhkan untuk membentuk DNA adalah 4 menit 49 detik dan yang paling lama ialah 5 menit 49 detik. Proses isolasi yang keempat ini menggunakan buah pear, dimana didapatkandata bahwa pada penggunaan buah jeruk sebagai sumber DNA, DNA

yang berhasil diisolasi paling tebal dengan kualifikasi +++ (agak tebal) ditemukan pada tabung reaksi yang berisi larutan sabun krim, sedangkan isolasi DNA yang kualifikasinya paling tipis didapatkan oleh tabung reaksi yang berisi larutan sabun rinso dengan kualifikasi + ( tipis ). Waktu yang paling cepat dibutuhkan untuk membentuk DNA adalah 11 detik ditemui pada larutan sabun rinso dan yang paling lama ialah 2 menit 35 detik pada larutan sabun krim.

2.3

Pembahasan Dengan melihat tabel hasil pengamatan dan juga analisis data dapat

diketahui bahwa jenis detergen itu mempengaruhi hasil dari isolasi DNA. Dari detergen yang telah digunakan ada yang berpengaruh sangat baik dalam pembentukan isolasi DNAdan ada pula yang memberikan pengaruh kurang baik terhadap isolasi DNA. Pada pengamatan kali ini macam detergen yang digunakan sebanyak 3 macam detergen yaitu sunlight, rinso dan krim. Pada perlakuanperlakuan menghasilkan DNA dengan ketebalan paling tinggi sedangkan larutan dengan sabun cair sunlight memiliki hasil isolasi DNA yang paling tipis.

lanjutkan yo ko ) ook ?
2.4 Diskusi 1. Jelaskan fungsi reagen-reagen pada praktikum isolasi DNA: a. Detergen b. Garam c. Alkhohol 2. Apa fungsi pemblenderan buah pada proses isolasi DNA? 3. Mengapa pada proses pengadukan tidak boleh berbusa? 4. Mengapa alcohol yang digunakan harus dalam keadaan dingin? 5. Mengapa pada macam detergen yang berbeda diperbolehkan kuantitas DNA dan waktu pembentukan yang berbeda? Jawaban

1. Fungsi dari masing-masing reagen adalah a. Detergen

Detergen memiliki peran untuk melisiskan barier sel secara kimia sebagai pengganti senyawa kimia yang mampu merusak dinding dan membransel. Karena pada detergen mengandung sodium dodesil sulfat ( SDA ) yang dapat menyebabkan hilangnya molekullipid pada membran sel sehingga struktur membranakan rusak dan melisiskan isi sel. b. Garam Garam ini berfungsi untuk menghilangkan protein dan karbohidrat karena garam dapat mengakibatkan keduanya terpresipitasi. Garam dipakai pula untuk melarutkan DNA, karena ion Na+ garam mampu membentuk ikatan dengan kutub negatif fosfat DNA, yaitu kutub yang bisa menyebabkan molekul-molekul saling tolak menolak satu sama lain sehinggga DNA akan terkumpul. Jadi dapat disimpulkan peran garam selain untuk menghilangkan protein dan karbohidrat serta menjaga kesetabilan pH lysing buffer, garam dapat pula berperan dalam membantu proses pemekatan DNA. c. Alkhohol Alkhohol untuk mengikat strand DNA yang telah terkumpul. Strandstrand DNA yang terikat oleh alkohol akan nampak sebagai benang benang putih yang terapung diatas filtrat. Selain itu alkohol juga berfungsi mempertifikasi DNA. 3. Karena busa yang ditimbulkan oleh detergen akan mengganggu pengamatan, karena DNA yang berhasil diisolasi nampak tipis, dan dapat dipastikan lapisan DNA tersebut akan tertutupi jika terdapat banyak busa. Disamping itu juga adanya busa akan dapat merusak pembentukan DNA. Selain itu karena sel dapat mengalami lisis yang disebabkan karena rusaknya dinding dan membran sel. 4. Penambahan alkohol dingin akan mempermudah koagulasi DNA sehingga DNA yang bersifat transparan dapat terlihat dengan jelas berupa benang-benang halus pada lapisan tengah campuran buah dan detergen, selain itu juga karena pada alkhohol yang dingin dapat

membentu mempercepat proses mempertifikasi DNA dan jika alkohol yang dingin yang diberikan maka konsentrasi DNA yang akan terikat oleh alkohol tersebut akan semakin pekat. 5. Sebab jenis buah dan jenis detergen berpengaruh terhadap hasil isolasi DNA. DNA pada masing-masing buah mempunyai kadar atau jumlah yang berbeda dan warnanya pun berbeda. Jenis detergen juga berpengaruh terhadap kecepatan pembentukan DNA berdasarkan percobaan yang telah kami lakukan. BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Kesimpulan dari praktikum kali ini adalah bahwa sumber DNA yang digunakan itu berpengaruh terhadap hasil dari proses isolasi DNA, selain itu detergen yang digunakan dalam proses isolasi DNA nantinya juga akan menghasilkan hasil isolasi DNA yang berbeda pula. DAFTAR PUSTAKA

Anda mungkin juga menyukai