Anda di halaman 1dari 2

Cemas dapat dikonseptualisasikan sebagai suatu hal yang normal dan respon adaptasi terhadap ancaman yang mempersiapkan

individu tersebut untuk flight or fight. Seseorang yang cemas terhadap segala sesuatu dapat dikatakan mengalami gangguan cemas menyeluruh. Gangguan cemas menyeluruh adalah suatu kecemasan dan kekhawatiran yang berlebihan terhadap berbagai hal yang berlangsung selama minimal 6 bulan. Kecemasan ini sulit dikontrol dan berkaitan dengan gejala somatik, antara lain ketegangan otot, iritabilitas, susah tidur, dan gelisah. Hal ini mengganggu kualitas hidup seseorang. tiologi !enyebab gangguan cemas menyeluruh ini belum diketahui secara pasti. Hanya saja disebutkan bahwa "aktor biologi dan psikologi memiliki peran terhadap terjadinya gangguan cemas menyeluruh. #. $aktor biologi "ikasi terapi obat ben%odia%epin dan a%aspiron &buspiron' ter"okus pada sistem neurotransmitter G#(# dan serotonin. (en%odia%epin diketahui dapat mengurangi kecemasan sebaliknya "luma%enil &reseptor antagonis ben%odia%epin' dapat memicu kecemasan. )alaupun tudak ada data yang mebuktikan bahwa reseptor ben%odia%epin pada pasien gangguan cemas menyeluruh adalah abnormal, beberapa peneliti mengatakan bahwa konsentrasi reseptor ben%odia%epin tertinggi terdapat pada lobus occipitalis. #rea otak lain yang dicurigai berperan dalam terjadinya gangguan cemas menyeluruh adalah basal ganglia, sistem limbik, dan korteks lobus "rontalis. *ikarenakan buspiron merupakan agonis terhadap reseptor serotonin, sehingga ada hipotesis yang menyebutkan bahwa terjadi gangguan regulasi dari sistem serotonergik pada pasien dengan gangguan cemas menyeluruh. +eurotransmitter lain yang masih menjadi subjek penelitian pada gangguan cemas menyeluruh adalah norepinephrine, glutamat, dan sistem kolesistokinin. Suatu studi dengan pemeriksaan Positron Emission Tomography melaporkan bahwa laju metabolik pada basal ganglia dan white matter

pada pasien gangguan cemas menyeluruh lebih rendah dibanding pada orang normal. (. $aktor !sikososial $aktor psikososial yang mengarah pada perkembangan gangguan cemas menyeluruh adalah cognitive-behaviour dan psikoanalitik. (erdasarkan pada cognitive,behaviour, pasien dengan gangguan cemas menyeluruh merespon suatu ancaman secara kurang tepat dan benar. Ketidaktepatan ini dihasilkan dari perhatian yang selekti" terhadap suatu hal negati" di lingkungannya dengan cara mendistorsi pemrosesan in"ormasi dan dengan cara memandang terlalu negati" terhadap kemampuan dirinya dalam hal mengatasi suatu masalah. Hipotesis psikoanalitik menyebutkan bahwa kecemasan merupakan gejala dari kon"lik bawah sadar yang tidak terselesaikan. *a"tar !ustaka Sadock (. and Sadock /#. Generali%ed #n0iety *isorder in Kaplan 1 Sadock2s Synopsis o" !sychiatry- (ehavioral Sciences3Clinical !sychiatry, 45th dition. 6557 - p. 668,9.