Anda di halaman 1dari 2

Replikasi DNA prokariot

Replikasi DNA kromosom prokariot, khususnya bakteri, sangat berkaitan dengan siklus pertumbuhannya. Daerah ori pada E. coli, misalnya, berisi empat buah tempat pengikatan protein inisiator DnaA, yang masing-masing panjangnya 9 pb. Sintesis protein DnaA ini sejalan dengan laju pertumbuhan bakteri sehingga inisiasi replikasi juga sejalan dengan laju pertumbuhan bakteri. ada laju pertumbuhan sel yang sangat tinggi, DNA kromosom prokariot dapat mengalami reinisiasi replikasi pada dua ori yang baru terbentuk, sebelum putaran replikasi yang pertama berakhir. Akibatnya, sel-sel hasil pembelahan akan menerima kromosom yang sebagian telah bereplikasi.

rotein DnaA membentuk struktur kompleks yang terdiri atas !" hingga #" buah molekul, yang masing-masing akan terikat pada molekul A$ . Daerah ori akan mengelilingi kompleks DnaA-A$ tersebut. roses ini memerlukan kondisi superkoiling negati% DNA &pilinan kedua untai DNA berbalik arah sehingga terbuka'. Superkoiling negati% akan menyebabkan pembukaan tiga sekuens repetiti% sepanjang (! pb yang kaya dengan A$ sehingga memungkinkan terjadinya pengikatan protein Dna), yang merupakan en*im helikase, yaitu en*im yang akan menggunakan energi A$ hasil hidrolisis untuk bergerak di sepanjang kedua untai DNA dan memisahkannya.

+ntai DNA tunggal hasil pemisahan oleh helikase selanjutnya diselubungi oleh protein pengikat untai tunggal atau single-stranded binding protein &Ssb' untuk melindungi DNA untai tunggal dari kerusakan %isik dan mencegah renaturasi. En*im DNA primase kemudian akan menempel pada DNA dan menyintesis RNA primer yang pendek untuk memulai atau menginisiasi sintesis pada untai pengarah.

Agar replikasi dapat terus berjalan menjauhi ori, diperlukan en*im helikase selain Dna). ,al ini karena pembukaan heliks akan diikuti oleh pembentukan putaran baru berupa superkoiling positi%. Superkoiling negati% yang terjadi secara alami ternyata tidak cukup untuk mengimbanginya sehingga diperlukan en*im lain, yaitu topoisomerase tipe -- yang disebut dengan DNA girase. En*im DNA girase ini merupakan target serangan antibiotik sehingga pemberian antibiotik dapat mencegah berlanjutnya replikasi DNA bakteri.

Seperti telah dijelaskan di atas, replikasi DNA terjadi baik pada untai pengarah maupun pada untai tertinggal. ada untai tertinggal suatu kompleks yang disebut primosom akan menyintesis sejumlah RNA primer dengan inter.al (.""" hingga /.""" basa. rimosom terdiri atas helikase Dna) dan DNA primase.

rimer baik pada untai pengarah maupun pada untai tertinggal akan mengalami elongasi dengan bantuan holoen*im DNA polimerase ---. 0ompleks multisubunit ini merupakan dimer, separuh akan bekerja pada untai pengarah dan separuh lainnya bekerja pada untai tertinggal. Dengan demikian, sintesis pada kedua untai akan berjalan dengan kecepatan yang sama.

1asing-masing bagian dimer pada kedua untai tersebut terdiri atas subunit a, yang mempunyai %ungsi polimerase sesungguhnya, dan subunit e, yang mempunyai %ungsi penyuntingan berupa eksonuklease !23 42. Selain itu, terdapat subunit b yang menempelkan polimerase pada DNA.

)egitu primer pada untai tertinggal dielongasi oleh DNA polimerase ---, mereka akan segera dibuang dan celah yang ditimbulkan oleh hilangnya primer tersebut diisi oleh DNA polimerase -, yang mempunyai akti.itas polimerase 423 !2, eksonuklease 42 3 !2, dan eksonuklease penyuntingan !2 3 42. Eksonuklease 42 3 !2 membuang primer, sedangkan polimerase akan mengisi celah yang ditimbulkan. Akhirnya, %ragmen-%ragmen 5ka*aki akan dipersatukan oleh en*im DNA ligase. Secara in .i.o, dimer holoen*im DNA polimerase --dan primosom diyakini membentuk kompleks berukuran besar yang disebut dengan replisom. Dengan adanya replisom sintesis DNA akan berlangsung dengan kecepatan 9"" pb tiap detik.

0edua garpu replikasi akan bertemu kira-kira pada posisi (6"78 dari ori. Di sekitar daerah ini terdapat sejumlah terminator yang akan menghentikan gerakan garpu replikasi. $erminator tersebut antara lain berupa produk gen tus, suatu inhibitor bagi helikase Dna). 0etika replikasi selesai, kedua lingkaran hasil replikasi masih menyatu. emisahan dilakukan oleh en*im topoisomerase -9. 1asing-masing lingkaran hasil replikasi kemudian disegregasikan ke dalam kedua sel hasil pembelahan.

S+1)ER : http:;;biomol.<ordpress.com;bahan-ajar;replikasi;