Anda di halaman 1dari 31

LUKA BAKAR

(BURN INJURY)
OLEH Dr. HARDY HASIBUAN

ETIOLOGI

scald

flame

chemical

electric

radiasi

lightning

DERAJAT LUKA BAKAR


Derajat I

Kerusakan terbatas pd epidermis (superficial)


kulit kering, hipermis bula (-) nyeri (+) penyembuhan tjd spontan dlm wkt 5-10 hr

LUKA BAKAR SUPERFISIAL

Derajat II
Kerusakan terbatas pd epidermis, sbgn dermis, reaksi inflmasi, exudasi bula (+) nyeri (+)

dsr luka warna merah atau pucat, sering tltk di


atas kulit normal

LUKA BAKAR DERAJAT II bullae (+)

bullae yang pecah

a.

Derajat II dangkal (superfisial) kerusakan bgn superfisial dr dermis folikel rambut, kel keringat, kel sebasea msh utuh penyembuhan tjd scr spontan dlm wkt 10-14 hr

b.

Derajat II dalam (deep) kerusakan mengenai hampir slrh dermis folikel rambut, kel keringat, kel sebasea sbgn besar msh utuh penyembuhan tjd lbh lama (> 1 bln)

- Derajat III Kerusakan meliputi slrh tebal dermis & lap yg lbh dalam folikel rambut, kel keringat, kel sebasea mengalami kerusakan Bula (-) Kulit abu2 pucat, kering, ltknya lbh rendah koagulasi protein pd epidermis & dermis yg dikenal sbg eskar nyeri (-)

LUKA BAKAR DERAJAT III

Fase Luka Bakar


1. Fase akut, fase shock - gangguan ventilasi / pernafasan : cedera inhalasi - gangguan sirkulasi : cairan & elektrolit Gangguan perfusi

2.

Fase sub akut (akhir fase shock)


a. luka mengalami inflamasi, exudasi, kebocoran protein reaksi sistemik (proses imunologi) b. infeksi yg dpt menimbulkan sepsis c. gangguan metabolisme akibat kehilangan panas

3.

Fase lanjut

- penutupan luka : parut, kontraktur

Berat-ringan luka bakar tgtg dr : - Kedalaman & kerusakan jar (derajat luka bakar)

- Luas luka bakar


- Penyebab - Lama kontak

Zona Kerusakan Jaringan 1. Zona koagulasi : daerah yg lgs mengalami kerusakan (koagulasi protein) akibat pengaruh panas Zona statis : daerah yg berada lgs di luar zona koagulasi. Kerusakan endotel p.drh,trombosit & leukosit. Berlangsung 12-24 jam stlh cedera serta dpt berakhir dgn nekrosis jar Zona hiperemis : di luar zona statis, reaksi brp vasodilatasi p.drh

2.

3.

ZONA LUKA BAKAR

RULE OF NINE Head & Neck Ant Trunk Post Trunk (R) Arm (L) Arm (R) Leg (L) Leg :9% : 18 % : 18 % :9% :9% : 18 % : 18 %

Genitalia

:1%

CHART

LUND & BROWDER

Kategori Penderita 1. Luka bakar berat/kritis a. Derajat II-III > 40% b. Derajat III pd muka, tangan & kaki c. Trauma pd jln nafas (cedera inhalasi) d. Luka bakar listrik e. Ada trauma lainnya

2.

Luka bakar sedang a. Derajat II 15-40 % b. Derajat III < 15 %

3.

Luka bakar ringan a. Derajat II < 15 % b. Derajat III < 25 %

RESUSITASI CAIRAN PD LUKA BAKAR Mengembalikan curah jtg & tek drh ke nilai normal (1824 jam paska trauma)

Formula Evans (Hr I)


1 ml/kgBB/% LB darah (koloid) 1 ml/kgBB/% LB larutan NaCl 0,9% 2000 ml glukosa

Formula Brook (Hr I)


0,5 ml/kgBB/% LB darah (koloid) 1,5 ml/kgBB/% LB larutan NaCl 0,9% 2000 ml glukosa

Hr II : separuh jlh drh & NaCl 0,9% + glukosa 2000 ml Monitoring : urine 1-2 ml/kgBB/jam CVP , Hb, Ht

Formula Baxter (Parkland)


Ringer Laktat : 4 ml/kgBB/% LB

Cara pemberian : 8 jam I 16 jam : dr jlh total diberikan : sisanya

Hr ke II jlh cairan di berikan dlm 24 jam

Penatalaksanaan Luka Bakar


1. Hentikan proses luka bakar : jauhi korban dr sumber panas

2.

Prioritaskan masalah (ABC)

- jln nafas : bebaskan jln nafas, ETT


- pernafasan : oxigen, eskarotomi, WSD

- sirkulasi : resusitasi cairan / pemberian cairan

3.

Cegah proses kerusakan : netralisir suhu tinggi dgn


cara mendinginkannya (air dingin atau es selama 1520 mnt), Krim pelembab

4. 5.

Atasi nyeri : pemberian analgesik, kompres air dingin Sendi2 dlm keadaan ektensi

6.
7. 8.

Diet yg cukup TKTP, vitamin, mineral


Pencucian luka (debridement), eskaratomy Skin graft

Complications
Shock Aeart failure

Acute renal failure


Pulmonary complications and respiratory failure Cerebral edema Stress ulcer Sepsis

Hipertropik scar / keloid


Kontraktur

KELOID

HIPERTROPIK SCAR

KONTRAKTUR