Anda di halaman 1dari 41

RESPONSI SEORANG LAKI-LAKI USIA 49 TAHUN DENGAN DERMATITIS ATOPIK

Oleh : Astriyana K rnia P G!!!"!#!

Pe$%i$%in& : Dr' (r' In(ah ) liant*+ S,'KK

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PEN-AKIT KULIT DAN KELAMIN .AKULTAS KEDOKTERAN UNS / RSUD DR' MOE0ARDI SURAKARTA

1!"" STATUS RESPONSI ILMU PEN-AKIT KULIT DAN KELAMIN Pembimbing : Dr. Dr. Indah Julianto, SpKK Nama NIM : Astriyana Kurnia P :G ! " DERMATITIS ATOPIK

I'

DE.INISI Dermatitis atopi# $DA% merupa#an #eadaan peradangan #ulit #ronis dan residi&, disertai gatal, yang umumnya sering ter'adi pada masa bayi dan ana#(ana#, sering berhubungan dengan pening#atan #adar Ig) dalam serum dan ri*ayat atopi pada #eluarga atau penderita $ dermatitis atopi#, rhinitis alergi#, dan atau asma bron+hial%.! Dermatitis atopi# $DA% merupa#an salah satu bentu# penya#it alergi. Penya#it alergi dapat dibagi men'adi berbagai #elainan sesuai dengan mani&estasi #linis berdasar#an lo#asi anatomi#, misalnya dermatitis atopi# pada #ulit, rinitis atopi# pada daerah nasal, asma atopi# pada paru, alergi ma#anan pada lambung, dan rea#si ana&ila#sis yang ter'adi se+ara sistemi#. Sebagian besar respon alergi# merupa#an rea#si ,multi&ase, dalam arti #ombinasi elemen berbagai tipe rea#si hipersensiti-itas pada satu #as#ade alergi. .

II'

SINONIM /anya# istilah lain yang dipa#ai sebagai sinonim D.A ialah e+0ema atopi+, e#sema #onstitusional, e#sema &le#sural, neurodermatitis diseminata, prurigo /esnier.!

III' EPIDEMIOLOGI Di Ameri#a Seri#at, )ropa, Jepang, Australia dan negara industri lain, pre-alensi dermatitis atopi# $DA% pada ana# men+apai ! (. 1, sedang#an pada de*asa #ira(#ira !(2 1. Di negara agraris seperti 3ina, )ropa timur, Asia 4engah, pre-alensi DA 'auh lebih rendah. 5anita lebih banya# menderita DA dari pada pria dengan rasio !,2:!. /erbagai &a#tor ling#ungan berpengaruh terhadap pre-alensi DA. Misalnya 'umlah #eluarga yang #e+il, pendidi#an ibu ma#in tinggi, penghasilan mening#at, migrasi dari desa #e #ota dan mening#atnya penggunaan antibioti# berpotensi mening#at#an 'umlah penderita DA. Sedang#an rumah berpenghuni banya#, ma#in banya# 'umlah anggota #eluarga, urutan lahir ma#in #ebela#ang, &re#uensi ter#ena in&e#si saat #e+il a#an memper#e+il #emung#inan ter'adinya DA di#emudian hari.! Dermatitis atopi# sering dimulai pada a*al masa pertumbuhan $earlyonset dermatitis atopic%. )mpat puluh lima persen #asus dermatitis atopi# pada ana# pertama #ali mun+ul dalam usia " bulan pertama, " 1 mun+ul pada usia satu tahun pertama dan 671 #asus mun+ul pertama #ali sebelum ana# berusia 7 tahun. 8ebih dari 7 1 ana#(ana# yang ter#ena dermatitis atopi# pada . tahun pertama tida# memili#i tanda(tanda sensitisasi Ig), tetapi mere#a men'adi 'auh lebih pe#a selama masa dermatitis atopi#. 9 Sebagian besar yaitu : 1 #asus penderita dermatitis atopi# ana#, a#an mengalami remisi spontan sebelum de*asa. Namun penya#it ini 'uga dapat ter'adi pada saat de*asa $late onset dermatitis atopic%, dan pasien ini dalam 'umlah yang besar tida# ada tanda(tanda sensitisasi yang dimediasi oleh Ig).9 Menurut International Study of Asthma and Allergies in Children, pre-alensi penderita dermatitis atopi# pada ana# ber-ariasi di berbagai negara. Pre-alensi dermatitis atopi# pada ana# di Iran dan 3hina #urang lebih sebanya# .1, di Australia, )ngland dan S+andina-ia sebesar . 1. 7

Pre-alensi yang tinggi 'uga didapat#an di Negara Ameri#a Seri#at yaitu sebesar !:,.1." Penelitian ;uin 3he* 3han d##, di Asia 4enggara didapat#an pre-alensi dermatitis atopi# pada orang de*asa adalah sebesar #urang lebih . 1.7 Data mengenai penderita dermatitis atopi# pada ana# di Indonesia belum di#etahui se+ara pasti. /erdasar#an data di <nit =a*at 'alan Penya#it Kulit Ana# =S< Dr. Soetomo didapat#an 'umlah pasien dermatitis atopi# mengalami pening#atan setiap tahunnya. Jumlah pasien dermatitis atopi# baru yang ber#un'ung pada tahun . pada tahun . sebanya# .2 pasien $!:,"71%.7 Penyebab dari pening#atan pre-alensi dermatitis atopi# belum sepenuhnya dimengerti. =i*ayat #eluarga yang positi& mempunyai peran yang penting dalam #erentanan terhadap dermatitis atopi#, namun &a#tor geneti# sa'a tida# dapat men'elas#an pening#atan pre-alensi yang demi#ian besar.: Dari hasil obser-asi yang dila#u#an pada negara(negara yang memili#i ethnis grup yang sama didapat#an bah*a &a#tor ling#ungan berhubungan dengan pening#atan risi#o dermatitis atopi#. 6 Pre-alensi dermatitis atopi# lebih rendah di daerah pedesaan dibanding#an dengan daerah per#otaan yang dihubung#an dengan >hygiene hypothesis?, yang mendalil#an bah*a #etiadaan pemaparan terhadap agen in&e#si pada masa ana#(ana# yang dini mening#at#an #erentanan terhadap penya#it alergi.9 /eberapa &a#tor resi#o yang dapat mening#at#an pre-alensi dermatitis atopi# yaitu pada daerah #ota dengan pening#atan pemaparan stimulus dari ling#ungan industri yang berbahaya, sosial e#onomi yang tinggi, 'umlah ana# yang sedi#it, migrasi dari pedesaan #e per#otaan, in&e#si terhadap Staphylococcus aureus, dan umur ibu yang tua pada saat melahir#an.@ " sebanya# !!" pasien $6,!91% dan 6 : sebanya# !96 pasien $!!, 71%, sedang#an tahun .

I2'

ETIOLOGI Dermatitis atopi# merupa#an suatu penya#it #ulit yang ter'adi a#ibat intera#si yang sangat #omple#s antara #e+enderungan geneti# yang menga#ibat#an barier #ulit men'adi tida# e&e#ti&, de&e# pada sistem pertahanan tubuh serta mening#atnya daya respon terhadap antigen mi#roba dan alergen.. /erbagai &a#tor i#ut berintera#si dalam pathogenesis D.A, misalnya &a#tor geneti+, ling#ungan, sa*ar #ulit, &arma#ologi# dan imunologi#. ! Penyebabnya belum di#etahui se+ara pasti, tetapi &a#tor #eturunan merupa#an dasar pertama untu# timbulnya penya#it.2

2'

PATOGENESIS Aa#tor endogen yang berperan, meliputi &a#tor geneti#, hipersensiti-itas a#ibat pening#atan #adar immunoglobulin $Ig% ) total dan spesi&i#, #ondisi #ulit yang relati& #ering $dis&ungsi sa*ar #ulit%, dan gangguan psi#is. Aa#tor e#sogen pada DA, antara lain adalah trauma &isi#( #imia(panas, bahan iritan, allergen debu, tungau debu rumah, ma#anan $susu sapi, telur%, in&e#si mi#roba, perubahan i#lim $pening#atan suhu dan #elembaban%, serta higiene ling#ungan. Aa#tor endogen lebih berperan sebagai &a#tor predisposisi sedang#an &a#tor e#sogen +enderung men'adi &a#tor pen+etus.! "' .a3t*r En(*&en a' Sa4ar K lit Penderita DA pada umumnya memili#i #ulit yang relati& #ering bai# di daerah lesi maupun non lesi, dengan me#anisme yang #omple#s dan ter#ait erat dengan #erusa#an sa*ar #ulit. Bilangnya +eramide di #ulit, yang ber&ungsi sebagai mole#ul utama pengi#at air di ruang e#straselular stratum #orneum, dianggap sebagai penyebab #elainan &ungsi sa*ar #ulit. Cariasi pB #ulit dapat menyebab#an #elainan

metabolisme

lipid

di

#ulit.

Kelainan

&ungsi

sa*ar

#ulit

menga#ibat#an pening#atan transepidermal water loss $4)58% .(7 #ali normal, #ulit a#an ma#in #ering dan merupa#an port dentry untu# ter'adinya penetrasi alergen, iritasi, ba#teri dan -irus. /a#teri pada pasien dermatitis atopi# mense#resi +eramidase yang menyebab#an metabolisme +eramide men'adi sphingosine dan asam lema#, selan'utnya sema#in mengurangi +eramide di stratum #orneum, sehingga menyebab#an #ulit ma#in #ering.!! Selain itu, &a#tor luar $e#sogen% yang dapat memperberat #eringnya #ulit adalah suhu panas, #elembaban yang tinggi, serta #eringat berlebih. Demi#ian pula penggunaan sabun yang bersi&at lebih al#alis dapat menga#ibat#an gangguan sa*ar #ulit. Gangguan sa*ar #ulit tersebut mening#at#an rasa gatal, ter'adilah garu#an berulang $si#lus gatal( garu#(gatal% yang menyebab#an #erusa#an sa*ar #ulit. Dengan demi#ian penetrasi alergen, iritasi, dan in&e#si men'adi lebih mudah.! %' Geneti3 Pendapat tentang &a#tor geneti# diper#uat dengan bu#ti, yaitu terdapat DA dalam #eluarga. Jumlah penderita DA di #eluarga mening#at 7 1 apabila salah satu orangtuanya DA, :71 bila #edua orangtuanya menderita DA. =isi#o ter'adi DA pada #embar mono0igot sebesar ::1 sedang#an #embar di0igot sebesar .71. Dari berbagai penelitian terung#ap tentang polimor&isme gen dihubung#an dengan DA. Selain itu pada penderita DA atau #eluarga sering terdapat ri*ayat rinitis alergi# dan alergi pada saluran napas. Me#anisme imunologi# ber#aitan erat dengan e#spresi gen penyandi, diantaranya:! !% )#spresi human leucocyte antigen $B8A%(D= pada sel

8angerhans mening#at ber#aitan dengan gen penyandi pada #romosom "p.!.2.

.% A#ti-asi sel 4 oleh sel penya'i antigen atau antigen presenting cells $AP3% atau sel 8angerhans dengan e#spresi #uat reseptor Ig) $A+D=I%. Selain itu ditemu#an pening#atan 'umlah Ig) $! ! ( #ali lipat% pada sel 8angerhans di epidermis lesi DA yang

sangat e&isien untu# mempresentasi#an alergen tungau debu rumah #e sel 4. 2% Se+ara #onsisten terdapat pening#atan sintesis Ig) spesi&i# terhadap banya# alergen. Bal tersebut ber#aitan dengan #romosom 7E gen penyandi Ig) terang#ai dengan penyandi interleu#in $I8%(9. 9% Pening#atan activated cutaneous lymphocyte antigen $38A% dan sel 4, serta 'umlah I8(9 dan I8(!2 produ#si sel 4h., yang se+ara geneti# menun'u##an adanya polimor&isme. 4erdapat asosiasi genotip antara gen peng#ode sel 4 dengan gen peng#ode I8(9 pada DA. Pening#atan #adar I8(9 dan I8(!2 berperan penting pada indu#si produ#si Ig). 7% Pening#atan se#resi I8(9 dan I8(!2 produ#si sel 4h. sesuai penemuan para peneliti imunogeneti#, yaitu adanya polimor&isme: ( Gen pada 7E2.22 merupa#an gen penyandi I8(7, I8(@, I8(! , I8(!2. ( Gen pada 7E2!(22 merupa#an gen penyandi I8(9, I8(7, I8(!2 dan granulocyte macrophage colony stimulating factor $GM( 3SA% produ#si sel 4h.. ( Ditemu#an pening#atan I8(" $dihasil#an sel #eratinosit%, selain sito#in lain yang sudah ditemu#an sebelumnya, yaitu I8(9, I8( 6, I8(! , I8(!., GM(3SA dan regulated on activation normal T-cell expressed and secreted $=AN4)S%.

"% 4erdapat penurunan #adar inter&eron $IAN%F produ#si sel 4h! pada DA : ( IAN(F memediasi rea#si hipersensiti-itas tipe lambat dan menghambat produ#si Ig). ( Pada DA #roni# didominasi pening#atan IAN(F bersama(sama dengan pening#atan I8(!.. :% )osino&il pada lesi DA &ase a#ut : ( 4erdapat pening#atan #adar sito#in yang dihasil#an sel 4 helper $4h3D9G%, yaitu : I8(9, I8(7, dan I8(!2. Sito#in tersebut yang sangat berperan penting sebagai indu#si mole#ul adhesi $) sele+tin% sel endotel pada in&lamasi dan rea#si alergi#, sehingga mampu menari# eosino&il dan sel in&lamasi lainnya. ( I8(7 ber&ungsi mema+u per#embangan, a#ti-itasi, #emota#sis dan #elangsungan hidup sel eosino&il dalam menghasil#an granul protein sitoto#si#, ma'or basi+ protein $M/P% pada lesi DA. 6% Ditemu#an gen yang ber#aitan dengan reseptor, yaitu gen !9E!. penyandi reseptor H sel 4 $43=H% dan gen !!E!2 penyandi reseptor subunit reseptor subunit I Ig) $A+D=II%. @% /u#ti polimor&isme lainnya, antara lain adalah polimor&isme #eteri#atan DA dan asma pada gen reseptor di !!E!.(!2. Pada DA terdapat #eteri#atan gen di #romosom 2E.! $penyandi 3D6 dan 3D6"%. Keteri#atan antara #romosom !E.! dan !:E.!, #edua lo#us tersebut berde#atan dengan lo#us gen penyandi psoriasis $!E.! dan !:E.7%. 5' Hi,ersensiti6itas

/erbagai hasil penelitian terdahulu membu#ti#an adanya pening#atan #adar Ig) dalam serum dan Ig) di permu#aan sel 8angerhans epidermis. Data statisti# menun'u##an pening#atan Ig) pada 671 pasien DA dan proli&erasi sel mast. Pada &ase a#ut ter'adi pening#atan I8(9, I8(7, I8(!2 yang diprodu#si sel 4h., bai# di #ulit maupun dalam sir#ulasi, penurunan IAN(F, dan pening#atan I8(9. Produ#si IAN(F 'uga dihambat oleh prostaglandin $PG% ). menga#ti-asi 4h!, sehingga ter'adi pening#atan produ#si IAN(F, sedang#an I8(7 dan I8( !2 tetap tinggi. Pasien DA berea#si positi& terhadap berbagai alergen, misalnya terhadap alergen ma#anan 9 (@"1 DA berea#si positi& $pada food challenge test%.! (' .a3t*r Psi3is /erdasar#an laporan orangtua, antara ..(6 1 penderita DA menyata#an lesi DA bertambah buru# a#ibat stress emosi.! 1' .a3t*r E3s*&en a' Iritan Kulit penderita DA ternyata lebih rentan terhadap bahan iritan, antara lain sabun al#alis, bahan #imia yang ter#andung pada berbagai obat goso# untu# bayi dan ana#, sinar matahari, dan pa#aian *ol.! %' Aler&en Penderita DA mudah mengalami alergi terutama terhadap beberapa alergen, antara lain: !% Alergen hirup, yaitu debu rumah dan tungau debu rumah. Bal tersebut dibu#ti#an dengan pening#atan #adar Ig) =AS4 $Ig) spesi&i#%.! .% Alergen ma#anan, #hususnya pada bayi dan ana# usia #urang dari ! tahun $mung#in #arena sa*ar usus belum be#er'a sempurna%. Kon&irmasi alergi dibu#ti#an dengan u'i #ulit soft allergen fast

test $SAA4% atau double blind placebo food challenge test $D/PA34%.! 2% In&e#si: In&e#si Staphylococcus aureus ditemu#an pada J @ 1 lesi DA dan hanya pada 71 populasi normal. Bal tersebut mempengaruhi dera'at #eparahan dermatitis atopi#, pada #ulit yang mengalami in&lamasi ditemu#an !
:

unit #oloni setiap

sentimeter persegi. Salah satu +ara Staphylococcus aureus menyebab#an e#saserbasi atau mempertahan#an in&lamasi ialah dengan mense#resi se'umlah to#sin $Staphylococcal enterotoxin A,/,3,D ( S)A(S)/(S)3(S)D% yang berperan sebagai superantigen, menyebab#an rangsangan pada sel 4 dan ma#ro&ag. Superantigen Staphylococcus aureus yang dise#resi permu#aan #ulit dapat berpenetrasi di daerah in&lamasi 8angerhans untu# memprodu#si I8(!, 4NA dan I8(!.. Semua me#anisme tersebut mening#at#an in&lamasi pada DA dengan #emung#inan pening#atan #olonisasi Staphylococcus aureus. Demi#ian pula 'enis to#sin atau protein Staphylococcus aureus yang lain dapat mengindusi in&lamasi #ulit melalui se#resi 4NA(H oleh #eratinosit atau e&e# sitoto#si# langsung pada #eratinosit.!! 5' Lin&3 n&an Aa#tor ling#ungan yang #urang bersih berpengaruh pada #e#ambuhan DA, misalnya asap ro#o#, polusi udara $nitrogen dio#sida, su&ur dio#sida%, *alaupun se+ara pasti belum terbu#ti. Suhu yang panas, #elembaban, dan #eringat yang banya# a#an memi+u rasa gatal dan #e#ambuhan DA. Di negara 9 musim, musim dingin memperberat lesi DA, mung#in #arena penggunaan heater $pemanas ruangan%. Pada beberapa #asus DA ter'adi e#saserbasi a#ibat rea#si &otosensiti-itas terhadap sinar <CA dan <C/.! Ta%el "' Aa#tor yang bisa mengindu#si, memi+u, dan memperburu# dermatitis!:

10

.a3t*r Iritan dan #onta#tan

E7e3 ,a(a (er$atitis at*,i3 Merusa# &ungsi barier $sol-en, desin&e#tan% Mening#at#an rea#si hipersensiti&itas tipe IC untu# alergen $ni#el, #obalt, par&um% Mening#at#an rea#si tipe I untu# lateK

Alergen udara

Mening#at#an DA pada debu rumah dan

$debu rumah, tungau, ling#ungan bebas 'amur, pollen% <'i tempel positi& pada tungau dan alergen udara Musiman Ma#anan Mes#ipun diet berma+am L ma+am ma#anan dilapor#an telah berhasil, namun hasilnya masih #ontro-ersi dan sulit untu# distandarisasi =ea#si hipersensiti& terhadap bahan ma#anan dapat ter'adi pada DA Mi#roorganisme $S.aureus, S.aureus a#an memperburu# DA, padahal .furfur, biasanya S.aureus ter'adi o-erpopulasi pada penderita DA 'amur, -irus% Pada dermatitis #epala dan leher antibodi Ig ) terhadap Bormon Stress )#saserbasi .furfur ter#adang mun+ul, masih dan remisi pada #ehamilan, respon terhadap pemberian antimi#oti# menopause, dan menstruasi Depresi dan ansietas di rumah ataupun di #antor #arena gagal dalam beradaptasi menyebab#an DA #roni# I#lim Dampa# -ariasi perubahan musim dan +ua+a terhadap DA masih dalam penelitian

2I'

IMUNOPATOGENESIS

11

"' I$ nitas 8a4aan 9innate: Sistem imunitas innate $ba*aan% dapat segera berea#si terhadap berbagai ma+am #olonisasi mi#roba atau alergen atau iritan, serta berperan terhadap a*itan me#anisme imunitas adaptive $didapat%. Sel epitel #ulit yang merupa#an sel yang membatasi tubuh dengan ling#ungan merupa#an me#anisme pertahanan pertama pada sistem imunitas innate. Sel tersebut dileng#api dengan sarana untu# pengenalan, disebut sebagai pattern recognition receptor $P==%, misalnya toll-li!e receptor $48=%. Di#enal lebih dari ! ma+am pada manusia, dapat beri#atan se+ara spesi&i# dengan dinding sel ba#teri, 'amur atau DNA(=NA -irus. 48= dapat beri#atan dengan berbagai stru#tur mi#roba #arena adanya mole#ul permu#aan pathogenassociated molecular pattern $PAMP%. 4eri#atnya produ# mi#roba pada permu#aan sel epitel a#an menyebab#an a#ti-itas selular dengan mengeluar#an mole#ul dengan a#ti-itas antimi#roba, disebut sebagai anti-microbial peptide"protein $AMP%. Pada DA, AMP 'umlahnya #urang sehingga menyebab#an pasien dermatitis atopi# mudah terin&e#si herpes.!! 1' I$ nitas Di(a,at 9acquired: Peran sel 4 dan #onsep 4h!M4h. merupa#an hal penting pada dermatitis atopi#. Ketida#seimbangan 4h. sistemi# disertai eosino&ilia diterima sebagai patogenesis atopi#. Sito#in yang diprodu#si sel 4h., misalnya I8(9, I8(7 dan I8(!2 dapat didete#si pada &ase a#ut penya#it, bai# pada lesi #ulit maupun non lesi. I8(9 dan I8(!2 ter#ait dengan a*itan 'aringan in&lamasi dan memi+u e#spresi mole#ul adhesi di sel endotel. I8(7 ter#ait dengan #eberadaan eosino&il. )osino&ilia sistemi# dan pening#atan eosinophilic cationic protein $)3P% ter'adi sesuai dengan a#ti-itas penya#it dermatitis atopi#.! Pada dermatitis atopi# &ase #roni# ter'adi pening#atan #adar IAN(F, I8(!., I8(7 dan GML3SA yang

12

merupa#an #ara#teristi# dominasi sel 4h!M4h . Kronisitas dermatitis atopi# ter#ait dengan produ#si sito#in oleh sel 4h!, yaitu I8(!. dan I8( !6, 'uga I8(!! dan transforming growth factor $4GA%(I!. Dermatitis atopi# merupa#an penya#it in&lamasi bi&asi#, dimulai dengan &ase a#ut ter#ait dengan sel 4h., dilan'ut#an dengan &ase #roni# ter#ait dengan sel 4h!.!! ;' Sel Den(riti3 Sel dendriti# merupa#an sel penya'i antigen yang pro&essional dan selan'utnya menya'i#annya #epada sel 4 pada respons imun primer dan se#under. Ada . tipe sel dendriti# dermatitis atopi# yaitu myeloid dendritic cell $mD3% dan plasmasitoid dendritic cell $pD3%. Pada lesi dermatitis atopi# #eduanya ditemu#an, tetapi pD3 lebih sedi#it dibanding#an mD3.! Pada #ulit yang mengalami in&lamasi terdapat sel in&lamasi dendriti# epidermal $inflammatory dendritic epidermal cell L ID)3%. Sel 8angerhans dan ID)3 termasu# mD3 menge#spresi#an reseptor Ig) bera&initas tinggi $A+D=I% pada lesi dermatitis atopi# . Sel 8angerhans dan ID)3 berperan sentral pada penya'ian antigen #e sel 4h!M4h.. A+D=I pada Sel 8angerhans ditemu#an pada #ulit normal pada saat e#saserbasi penya#it atopi# lain, misalnya asma atau rinitis, sedang#an A+D=I ID)3 ditemu#an pada #ulit berlesi. Sel 8angerhans berperan a#ti& pada per#embangan sel 4 men'adi sel 4h., sedang#an rangsangan A+D=I pada ID)3 a#an memi+u #e arah respons sel 4h! alergi#." pD3 menge#spresi#an A+D=I se+ara alami dan mengalami pening#atan pada dermatitis atopi#, penting untu# penanggulangan in&e#si -irus dengan +ara mengeluar#an inter&eron.!! 4' .a3t*r yan& 8er,en&ar h ,a(a Di7erensiasi Sel T Hel,er Sel 4h dapat ber#embang men'adi sel 4h! atau sel 4h. dan rang#aian rea#si selan'utnya bergantung pada berbagai &a#tor, termasu# ling#ungan sito#in setempat, latar bela#ang geneti# pe'amu, &a#tor

13

&arma#ologi#, dan penanda tambahan ter#ait dengan a#ti-asi sel 4.!! Pada saat pa'anan alergen, ling#ungan sito#in berperan penting pada perubahan sel 4 helper men'adi sel 4h! atau 4h.. Sel 4h! dipi+u oleh I8(!. yang diprodu#si ma#ro&ag dan sel dendriti#. I8(9 menghambat nonlesi dan lesi a#ut sel 4 menge#spresi#an pening#atan 'umlah I8(9, I8(7 dan I8(!2, namun sedi#it IAN(F.9 8ing#ungan sito#in tersebut +enderung memi+u per#embangan #e arah sel 4h. dan mengurangi produ#si sel 4h!. Aa#tor geneti# 'uga berpengaruh pada di&erensiasi sel 4 helper. Perbedaan geneti# pada a#ti-itas trans#ripsi gen I8(9 mempengaruhi predisposisi ter'adinya dermatitis atopi#.!! Aa#tor &arma#ologis 'uga berpengaruh terhadap di&erensiasi sel 4 helper.! 8eu#osit pasien dermatitis atopi# mempunyai pening#atan a#ti-itas en0im cyclic adenosine monophosphate $+AMP%( phosphodiesterase $PD)%. Bal tersebut mempengaruhi pening#atan sintesis Ig) oleh sel / dan produ#si I8(9 oleh sel 4 pada dermatitis atopi#.!! <' E3s,resi Sit*3in (en&an P*la 8i7asi3 ,a(a Lesi Der$atitis At*,i3 Pola e#spresi lo#al sito#in berperan penting pada ter'adinya in&lamasi di 'aringan setempat. Pada dermatitis atopi# pola tersebut bergantung pada umur lesi #ulit. Pada in&lamasi a#ut terutama terlihat e#spresi sito#in I8( 9 dan I8(!2, sedang#an pada lesi #roni# terutama terlihat e#spresi I8(7 dan IAN(F. I8(!. berperan pada per#embangan sel 4h! dan pada lesi #roni# e#spresinya pada eosino&il dan ma#ro&ag memi+u di&erensiasi sel 4 3D9G #e arah lesi a#ut dan GM(3SA mening#at#an #etahanan hidup sel eosino&il dan ma#ro&ag pada lesi #roni#.!! Pening#atan e#spresi I8(9 dapat diamati .9 'am setelah terpa'an alergen, setelah itu a#an ter'adi penurunan e#spresi tersebut. Sedang#an e#spresi IAN(F tida# ditemu#an dalam .9 'am setelah terpa'an alergen, namun terlihat e#spresi berlebihan 96(:. 'am setelah terpa'an alergen. Basil

14

tersebut sesuai dengan temuan sel 4h. spesi&i# pada masa a*al rea#si u'i tempel, sedang#an pola utama sito#in sel atopi didahului e#spresi pun+a# I8(!., membu#ti#an peran I8(!. pada per#embangan respons 4h!.9 Pening#atan e#spresi I8(!. bersamaan dengan in&iltrasi ma#ro&ag dan eosino&il, sel yang menge#spresi#an I8(!.. Bal tersebut diatas menggambar#an bah*a &ase a*al dermatitis atopi# dipi+u oleh alergen yang menga#ti&#an sel 4h., sedang#an pada respons in&lamasi #roni# didominasi oleh respons sel 4h! yang dipi+u pula oleh #eberadaan ma#ro&ag dan eosino&il yang menge#spresi#an I8(!..!!

#' Res,*n Sel Th1 terha(a, K lit ,a(a Der$atitis At*,i3 =initis alergi# dan asma ter'adi pada 6 1 ana# dengan dermatitis atopi# dan pada banya# pasien DA ter'adi perburu#an bila mengalami alergi saluran na&as. Bal tersebut sesuai #onsep bah*a e#spresi #linis penya#it alergi ditentu#an sebagian oleh sensitisasi alergen di 'aringan lo#al dan respons imun di #ulit dibanding#an dengan mu#osa saluran napas. ! Karena penya#it alergi ter#ait respons in&lamasi yang spesi&i# pada organ, ma#a sel 4 a#an bermigrasi #e berbagai 'aringan. Sel 4 yang bermigrasi tersebut, disebut sebagai sel 4(homing, terutama diatur oleh intera#si antara reseptor sel 4(homing dengan antigen permu#aan sel endotel -as#ular yang pada manusia disebut cutaneous lymphocyteassociated antigen $38A% dan pasangan reseptornya yaitu )(sele+tin.!! )#spresi sel 4 yang dipi+u oleh 38A diatur oleh berbagai sito#in. Transforming growth factor $4GA%I, I8(!. dan I8(" mening#at#an e#spresi 38A, tetapi tida# I8(!, I8(., I8(2, I8(9, I8(7, I8(: dan IAN( F.!! =' Peran M lti7 n&si I&E ,a(a In7la$asi K lit At*,i3

15

Ig) berperan pada in&iltrat sel in&lamasi dermatitis atopi# melalui berbagai me#anisme termasu# rea#si bi&asi#, presentasi alergen oleh sel 8angerhans penyandang Ig), a#ti-asi ma#ro&ag penyandang Ig) yang dipi+u alergen, dan autorea#ti-itas Ig) terhadap protein manusia.!! Kelainan #linis rea#si yang dipi+u oleh alergen ter#ait dengan respons bi&asi# dan bergantung pada Ig). Sel mast penyandang Ig) mediator #e 'aringan setempat dalam *a#tu !7(" menit pas+a pa'anan. Bal tersebut tergambar setelah pruritus dan eritema a#ut. 4iga sampai 9 'am #emudian, setelah rea#si a#ut menghilang a#an ter'adi rea#si lambat $late phase reaction(8P=%.9 =ea#si ditandai dengan e#spresi mole#ul adhesi pada endotel #apiler, dii#uti in&iltrasi eosino&il, neutro&il dan in&iltrat mononu#lear se#itar .9(96 'am setelah a*itan 8P=. In&iltrat tersebut menun'u##an pening#atan e#spresi m=NA untu# I8(2, I8(9, I8(7 dan GM(3SA, sehingga timbul dugaan bah*a in&iltrat terdiri atas sel 4h..!! Permu#aan sel 8angerhans dan ma#ro&ag yang mengin&iltrasi lesi DA menyandang Ig). 4erdapat . ma+am reseptor Ig), yaitu reseptor bera&initas tinggi dan yang bera&initas rendah. =eseptor Ig) pada sel 8angerhans bera&initas tinggi, sedang#an reseptor Ig) pada ma#ro&ag bera&initas rendah.! Sebagian besar pasien DA mempunyai antibodi Ig) yang bersir#ulasi terhadap protein manusia. =espons imun Ig) dia*ali oleh alergen ling#ungan dan in&lamasi dipertahan#an oleh alergen endogen manusia tersebut.!! Pruritus a#ut pada dermatitis atopi# dipi+u oleh pelepasan berbagai ma+am mediator #e #ulit setelah terpa'an alergen, mes#i per#embangan lesi e#sematosa bergantung pada trauma #ulit a#ibat garu#an.9 A#an ter'adi proses in&lamasi sebagai a#ibat #eratinosit mengeluar#an berbagai sito#in proin&lamasi sebagai a#ibat #eratinosit mengeluar#an berbagai sito#in proin&lamasi, antara lain I8(!, 4NA( F, I8(9 dan 33

16

#emo#in yang mampu mengarah#an lim&osit, eosino&il dan ma#ro&ag #e tempat ter'adinya in&lamasi. Pada tahap ini sel residen dan sel yang mengin&iltrasi a#an mengeluar#an sito#in dan mediator yang a#an mempertahan in&lamasi. Dermatitis atopi# merupa#an hasil #ombinasi antara berbagai me#anisme selular spesi&i# maupun nonspesi&i# yang bertugas memi+u dan mempertahan#an in&lamasi.!!

17

Ga$%ar "' Patogenesis Dermatitis Atopi#@

2II' GE)ALA KLINIS Ge'ala dermatitis atopi# dapat ber-ariasi pada setiap orang. Ge'ala yang paling umum adalah #ulit tampa# #ering dan gatal. Gatal merupa#an ge'ala yang paling penting pada dermatitis atopi#. Garu#an atau goso#an sebagai rea#si terhadap rasa gatal menyebab#an iritasi pada #ulit, menambah peradangan, dan 'uga a#an mening#at#an rasa gatal. Gatal merupa#an masalah utama selama tidur, pada *a#tu #ontrol #esadaran terhadap garu#an men'adi hilang. Gambaran #ulit atopi# bergantung pada parahnya garu#an yang dialami dan adanya in&e#si se#under pada #ulit. Kulit dapat men'adi merah, bersisi#, tebal dan #asar, beruntusan atau terdapat +airan yang #eluar dan men'adi #eropeng $#rusta% dan terin&e#si.!2 Kulit yang merah dan basah $e#sim% disebab#an pening#atan peredaran darah di #ulit a#ibat rangsangan alergen, stress, atau bahan pen+etus lain. Pening#atan aliran darah dii#uti dengan perembesan +airan #e #ulit melalui dinding pembuluh darah. Kulit #ering dan bersisi# membuat #ulit lebih sensiti& sehingga lebih mudah terangsang. /ila sangat #ering #ulit a#an pe+ah sehingga menimbul#an rasa nyeri. Penebalan #ulit $li#eni&i#asi% terutama di daerah yang sering mengalami garu#an, disertai dengan perubahan *arna men'adi lebih gelap a#ibat pening#atan 'umlah pigmen #ulit. Daerah yang lebih sering mengalami li#eni&i#asi ialah leher bagian bela#ang, lengan ba*ah, daerah pusar, di atas tulang #ering, dan daerah genital. Dermatitis atopi# dapat 'uga mengenai #ulit se#itar mata, #elopa# mata dan alis mata. Garu#an dan goso#an se#itar mata menyebab#an mata men'adi merah dan beng#a#.!! Ge'ala dermatitis atopi# dibeda#an men'adi 2 #elompo# usia yaitu dermatitis atopi# pada masa bayi $ (. tahun%, masa ana# $.(!. tahun%, dan saat de*asa $J!. tahun%. Dermatitis atopi# yang ter'adi pada masa bayi dan ana# mempunyai ge'ala yang berbeda(beda, bai# dalam usia saat mulai timbul ge'ala maupun dera'at beratnya penya#it. Pada masa bayi, umumnya ge'ala

18

mulai terlihat se#itar usia "(!. minggu. Pertama #ali timbul di pipi dan dagu sebagai ber+a#(ber+a# #emerahan, bersisi# dan basah. Kulit pun #emudian mudah terin&e#si. Kelainan #ulit pada bayi umumnya di #edua pipi sehingga oleh masyara#at sering dianggap a#ibat ter#ena air susu ibu #eti#a disusui ibunya, sehingga di#enal istilah e#sim susu. Sebenarnya, pendapat tersebut tida# benar, pipi bayi yang mengalami gangguan bu#an a#ibat ter#ena air susu ibu. /ah#an bayi yang pada beberapa bulan pertama diberi air susu ibu $ASI% se+ara e#slusi& $hanya ASI sa'a% a#an lebih 'arang ter#ena penya#it ini dibanding#an bayi yang mendapat susu &ormula.!2 Selain itu, sisi# tebal ber*arna #uning N#era#, 'uga sering ditemui pada bayi di #epala $ cradle cap%, yang dapat meluas #e daerah mu#a.!! /ersamaan dengan proses tumbuh #embang bayi, saat bayi lebih banya# bergera# dan mulai merang#a#, ma#a daerah yang ter#ena dapat meluas #e lengan dan tung#ai. 8esi #ulit mun+ul sebagai bintil(bintil merah #e+il yang terasa gatal yang dapat bergabung membentu# ber+a# yang beru#uran besar.!2 Pada umumnya lesinya polimor&i# +enderung e#sudati&, #adang(#adang disertai dengan in&e#si se#under atau pioderma. /ayi dengan dermatitis atopi# sering tampa# gelisah dan re*el #arena rasa gatal dan rasa ta# nyaman oleh penya#itnya. Keti#a men+apai usia se#itar !6 bulan #ulit bayi mulai memperlihat#an tanda(tanda perbai#an. 5alaupun demi#ian bayi tersebut mempunyai risi#o yang lebih tinggi untu# mempunyai #ulit yang #ering dan dermatitis atopi# di #emudian hari.7 Pada masa ana#, pola distribusi lesi #ulit mengalami perubahan. A*itan lesi mun+ul sebelum umur 7 tahun. Sebagian besar merupa#an #elan'utan &ase bayi.. 4empat predile#si +enderung di daerah lipat lutut, lipat si#u dan sangat 'arang di daerah *a'ah, selain itu 'uga dapat mengenai sisi leher $bagian anterior dan lateral%, se#itar mulut, pergelangan tangan, pergelangan #a#i, dan #edua tangan.!2 Distribusi lesi biasanya simetris. Mani&estasi dermatitis sub a#ut dan +enderung #ronis. Pada #ondisi #ronis tampa# lesi hiperpigmentasi, hiper#eratosis dan li#eni&i#asi. /iasanya

19

#elainan #ulit dimulai dengan beruntusan yang men'adi #eras dan bersisi# bila digaru#. Kulit di se#itar bibir dapat 'uga ter#ena dan upaya men'ilat terus(menerus di daerah tersebut dapat menyebab#an #ulit se#itar mulut pe+ah(pe+ah dan terasa nyeri, demi#ian pula bagian sudut lobus telinga sering mengalami &isura. 8esi dermatitis atopi# pada ana# 'uga dapat ditemu#an di paha dan bo#ong.7 Pada sebagian ana# penya#it a#an menyembuh untu# 'ang#a *a#tu yang lama. Pada ana# usia se#olah sering ter'adi ruam #ulit di #edua paha atas bagian bela#ang menyerupai O ling#aran tempat dudu# $toilet seat ec#ema%. 4erdapat bentu# lain yang mengenai #a#i, disebut sebagai e#sim #aos #a#i $sweaty soc! dermatitis%, menyerupai in&e#si 'amur tetapi sela 'ari #a#i terbebas dari ruam. !9 Pada a*al masa pubertas oleh #arena pengaruh hormon, stress, dan penggunaan produ# atau #osmeti# pera*atan #ulit yang bersi&at iritasi penya#it dapat timbul #embali.!2 Sebagian orang yang mengalami dermatitis atopi# pada masa ana# 'uga mengalami ge'ala pada masa de*asanya, namun penya#it ini dapat 'uga pertama #ali timbul pada saat telah de*asa. Gambaran penya#it saat de*asa serupa dengan yang terlihat pada &ase a#hir ana#. Pada umumnya ditemu#an adanya penebalan #ulit di daerah bela#ang lutut dan &le#sural si#u serta teng#u# leher. A#ibat adanya garu#an se+ara berulang dan per'alanan penya#it yang #ronis, lesi ditandai dengan adanya hiperpigmentasi, hiper#eratosis dan li#eni&i#asi. Distribusi lesi biasanya simetris. 8o#asi lesi men'adi lebih luas, selain &osa #ubiti dan poplitea, 'uga dapat ditemu#an bagian lateral leher, teng#u#, badan bagian atas dan dorsum pedis. Namun, dapat pula terbatas hanya pada beberapa bagian tubuh, misalnya hanya tangan atau #a#i. Pada &ase rema'a, area di se#itar puting susu 'uga dapat ter#ena.7

20

Ga$%ar 1. DA bentu# in&antil

Ga$%ar ;. DA bentu# de*asa

Ga$%ar 4' 4empat predile#si ter'adinya dermatitis atopi# A. pada bayi /. pada ana# 3. pada de*asa

21

2III' DIAGNOSIS Sampai saat ini belum ada suatu pemeri#saan tunggal yang dapat diguna#an untu# memasti#an penya#it dermatitis atopi#. Pada umumnya diagnosis dibuat dari ri*ayat adanya penya#it alergi, misalnya e#sim, asma dan rinitis alergi#, pada #eluarga, #hususnya #edua orang tuanya. Kemudian dari ge'ala yang dialami pasien, #adang perlu melihat beberapa #ali untu# dapat memasti#an dermatitis atopi# dan menying#ir#an #emung#inan penya#it lain serta mempela'ari #eadaan yang menyebab#an iritasiMalergi #ulit.: Para ahli penya#it #ulit telah membuat beberapa #riteria diagnosis dan saat ini banya# diguna#an adalah #riteria yang di#emu#a#an oleh sar'ana Bani&in dan =a'#a, yang meliputi #riteria mayor dan #riteria minor.!2 Ta%el 1' Kriteria Diagnosis Dermatitis Atopi# menurut Bani&in dan =a'#a Kriteria May*r $harus terdapat 2% !. Pruritus .. Dermatitis di mu#a atau e#stensor pada bayi dan ana# 2. Dermatitis di &le#sura pada de*asa 9. Dermatitis residi& 7. =i*ayat atopi pada penderita atau #eluarganya #roni# atau ! . !!. !.. !2. !9. !7. !". !. .. 2. 9. 7. ". :. 6. @. Kriteria Min*r $tiga atau lebih% Perosis I#tiosis Biperlinearis palmar et plantar Keratosis pilaris <'i hipersensiti&itas #ulit tipe ! dan pening#atan serum Ig ) Dermatitis pada tangan dan #a#i Cheilitis $ipple ec#ema Pening#atan temuan adanya in&e#si S.aureus dan Berpes simple#s Keratosis peri&oli#uler Pytiriasis alba Qnset saat usia muda Kon'ungti-itis berulang 4anda Dennie Morgan pada in&raorbita Kerato#onus Katara#

22

!:. !6. !@. . . .!. ... .2. .9. .7.

Kehitaman pada daerah orbita Kulit mu#a pu+at atau #emerahan 8ipatan pada leher anterior Gatal se*a#tu ber#eringat Alergi ma#anan, Alergi bahan te#stil dll A#sentuasi peri&oli#uler Alergi ma#anan Dipengaruhi oleh &a#tor ling#ungan atau stress %elayed blanch

Kriteria Hani7in (an Ra>3a nt 3 in7an Kriteria May*r =i*ayat #eluarga dengan dermatitis atopi# /u#ti dermatitis pruritus )#sematosa #has pada *a'ah dan e#stensor atau dermatitis li#eni&i#asi Area popo# dan atau area *a'ah terutama mulut atau hidung bebas dari lesi Kriteria Min*r PerosisMi#tiosisMhiperlinear palmaris Aisura periauri#uler Pengelupasan s+alp #ronis A#sentuasi peri&oli#uler Kelompo# #er'a inggris $<K *or#ing party% yang di#ordinasi oleh 5illiam memperbai#i +riteria hani&in dan ra'#a men'adi satu set +riteria untu# pedoman diagnosis DA yang lebih bisa diterap#an pada orang de*asa, ana#, berbagai ras, dan sudah di-alidasi pada populasi.pedoman yang diusul#an oleh #elompo# tersebut adalah sebagai beri#ut :

23

A. Barus mempunyai #ondisi #ulit gatal $it+hy s#in% atau laporan dari orang tuanya bah*a ana#nya su#a menggaru# atau menggoso# /. Ditambah 2 atau lebih +riteria beri#ut : !. =i*ayat ter#enanya lipatan #ulit, misalnya lipat si#u, bela#ang lutut, bagia depan pergelangan #a#i atau se#eliling leher $termasu# pipi ana# usia diba*ah ! tahun% .. =i*ayat asma bron#isl atau hay&e-er pada penderita $atau ri*ayat penya#it atopi pada #eluarga ting#at pertama dari ana# diba*ah 9 tahun% 2. =i*ayat #ulit #ering se+ara umum pada tahun tera#hir. 9. Adanya dermatitis yang tampa# pada lipatan $atau dermatitis pada pipiMdahi dan anggota badan luar ana# diba*ah 9 tahun% 7. A*itan diba*ah usia . tahun $tida# diguna#an bila ana# di ba*ah 9 tahun%.

I?'

DIAGNOSIS 8ANDING Karena lesi #ulit pada dermatitis atopi# dapat men'adi berbagai ma+am bentu#, seperti papul, -esi#el, pla#, nodul dan e#s#oriasi%, untu# itu diagnosa banding DA harus e#stensi&. Kondisi yang 'uga menyebab#an pruritus antar lain. Manis&estasi #linis dan #ondisi L #ondisi lain yang dapat men'adi diagnosa banding DA dapat di lihat di tabel 9.!7 Penya#it sistemi# seperti #eganasan, gangguan tiroid, gagal gin'al atau hepar dapat 'uga menyebab#an pruritus dan e#s#oriasi. Pada pasien yang mengalami pruritus saat de*asa dan tanpa ri*ayat pruritus sebelumnya, perlu pemeri#saan yang leng#ap untu# menying#ir#an adanya penya#it sistemi#.!7 /iasanya, pada pasien dengan lesi #ulit dan ri*ayat dermatitis atopi#, a#an menderita dermatitis #onta# alergi 'uga. Ji#a ge'ala dermatitis atopi#

24

#ambuh $e#saserbasi% mun+ul #emerahan setelah #onta# dengan subtansi #husus atau terapi biasa tida# berhasil. <'i tempel untu# mengidenti&i#asi penyebab dermatitis #onta# alergi perlu diindi#asi#an.!7 Sebagai diagnosis banding DA adalah dermatitis seboroi# $terutama pada bayi%, dermatitis #onta#, dermatitis numularis, s+abies, i#tiosis, psoriasi $terutama daerah palmo plantar%, dermatitis herpeti&ormis, sindrom se0ary, dan penya#it letterer(si*e. Pada bayi 'uga sindrom imunode&isiensi, sindrom *is#ott(Aldri+h, dan sindrom hiper Ig).!,. Ta%el ;' Diagnosa /anding Dermatitis Atopi# "# Penya3it Dermatitis seboroi# Mani7estasi 3linis yan& $e$%e(a3an Gambaran utama yang membeda#an antara lain : a*itan yang lebih a*al, lesi yang ber*arna #e#uningan, berminya#, atau salmon +oloured. Di daerah intertriginosa lesi berupa erupsi sir#ums#ripta, berbatas tegas, relati& tida# ada rasa gatal. Psoriasis Pat+h terlo#alisasi pada permu#aan e#stensor, s+alp, dan pantatR terdapat pitting atau pungtata #e+il di lempengan #u#u a#ibat de&e# psoriati# intermiten pada matri#s #u#u. Dermatitis numularis Dermatitis #onta# iritan Suatu penya#it yang ditandai dengan lesi berbentu# #oin. 4imbul pada #ulit yang #ering. /iasanya #elainan pada dermatitis iritasi primer lebih lembut, dera'at gatal ringan dan tida# berbentu# e#sematosa seperti pada dermatitis atopi# S+abies =i*ayat rasa gatal pada malam hari, distribusi lesi #has, lesi primer patognomonis berupa burrow& identi&i#asi positi& ditemu#an adanya #utu pada pemeri#saan mi#ros#opis. Penya#it sistemi# Pada anamnesis dan pemeri#saan &isi# ditemu#an ada

25

#eterlibatan dari suatu penya#it Dermatitis herpeti&ormis Cesi#el pada area e#stensor dan berhungan dengan enteropati

?'

PENATALAKSANAAN Penanganan DA memerlu#an pende#atan se+ara sistemati# dan multidimensi oleh #arena &a#tor penyebab tida# di#etahui dengan pasti. <ntu# itu diperlu#an tinda#an untu# mengatasi #e#eringan #ulit yang timbul, menghilang#an in&lamasi, mengurangi gatal, mengidenti&i#asi dan menghilang#an &a#tor pen+etus dan berbagai pengobatan yang baru. 4u'uan terapi dermatitis adalah: !. .. 2. Mengembali#an barier epidermis men'adi normal #embali Mengatasi in&lamasi #ulit Mengobati gatal yang ditimbul#an.!6

Penatala#sanaannya berupa: "' Tera,i N*n Me(i3a$ent*sa a. Mandi dan pemberian pelembab #ulit /eberapa #linisi mere#omendasi#an untu# mandi dua #ali sehari, setida#nya se#ali dengan air hangat selama 7 L ! menit. Karena air dingin dan air yang terlalu panas dapat menambah rasa gatal. Sabun yang diguna#an sabun yang ter'aga pBnya dan hindari subtansi yang menyebab#an iritasi dan sensitisasi pada #ulit. Segera setelah mandi $setelah #ering%, guna#an pelembab, bisa berbentu# +air, #rim, salep. Pema#aian pelembab dapat memperbai#i &ungsi barier stratum #orneum dan mengurangi #ebutuhan steroid topi#al. b. Pemilihan bahan pa#aian

26

Penderita DA tida# tahan terhadap panas, #arena ber#eringat menambah rasa gatal. Qleh #arenanya bahan pa#aian yang dire#omendasi#an adalah yang tida# menambah rasa gatal. Pa#aian harus longgar dan diusaha#an tida# mengandung serat sinteti# dan *ol. Jenis #ain #atun dan linen lebih dire#omendasi#an, #arena dapat menyerap #eringat dan bere&e# se'u#. +. Menghindari #onta# dengan bahan L bahan iritan dan bahan L bahan yang menyebab#an sensitisasi. d. Mengurangi Stress Stress emosi pada penderita DA merupa#an pemi+u #e#ambuhan, bu#an penyebab. Sering#ali ter'adi ling#aran setan : stress(garu#an( gatal. Garu#an pada #ulit merangsang trauma pada #eratinosit, sehingga mengeluar#an I8(! dan 4NA(H, yang mening#at#an mole#ul adhesi, memudah#an ter'adinya in&lamasi. <saha untu# mengurangi stress dapat dila#u#an dengan #onseling, terutama pada penderita DA yang punya #ebiasaan menggaru#. e. )du#asi pada penderita DA Penderita DA harus tahu dan peduli tentang penya#it mere#a, &a#tor L &a#tor pemi+u #e#ambuhan, #ebiasaan hidup dan sebagainya. Karena #eberhasilan terapi tida# hanya bergantung pada do#ter, tapi penderita sendiri yang punya peran lebih besar. 1' Tera,i Me(i3a$ent*sa a. Korti#osteroid topi#al Penggunaan #orti#osteroid topi#al selama ini merupa#an pengobatan standar untu# mengatasi in&lamasi pada dermatitis #arena e&e#ti&, mudah diguna#an, dapat ditoleransi pasien, #adang lebih murah dan hasilnya lebih bai#M lebih +epat dibanding#an dengan antiin&lamasi topi#al lainnya. Korti#osteroid topi#al yang diguna#an berulang dan

27

dalam 'ang#a *a#tu yang lama dapat menimbul#an e&e# samping lo#al $atro&i, striae, hipertri#osis, hipopigmentasi, teleangie#tasis, dsb% maupun sitemi# $supresi a#sis hipotalamus(pituitari(adrenal, gangguan pertumbuhan, sindrom 3ushing%.!@ b. Inhibitor #alsineurin topi#al Qbat ini dapat mengatasi #rugian penggunaan #orti#osteroid topi#al dan memenuhi #ebutuhan pengobatan dalam 'ang#a *a#tu lama. Inhibitor #alsineurin be#er'a dengan menghambat trans#ripsi sistem in&lamasi dalam sel 4 yang telah tera#ti-asi dan sel radang lainnya melalui inhibisi #alsineurin sehingga men+egah pembentu##an dan pelepasan sito#in in&lamasi oleh sel 4(helper serta menghambat proli&erasi sel 4. Qbat ini sedi#it diserap sistemi# sehingga e&e# samping sistemi#nya #e+il.!@ 4erdapat dua ma+am inhibitor #alsineurin topi#al yaitu salap ta#rolimus , 21 $untu# usia.(!. tahun% dan ,!1 $untu# usia !. tahun #e atas% untu# dermatitis atopi# dera'at sedang sampai berat serta salap pime#rolimus ,! 1 untu# dera'at ringan sampai sedang. Kedua obat tersebut dioles#an dua #ali sehari dan dapat diguna#an untu# 'ang#a *a#tu lama se+ara intermiten. +. Antibioti# topi#al Penggunaan antibioti# terutama ditu'u#an pada lesi DA dengan in&e#si se#under. Penggunaan antibioti#, misalnya mupiro+in sebagai anti( staphylo+o++al topi#al dapat men+egah meluasnya lesi #ulit.!6 d. Pemberian antipruritus #lasi# $8otion mentol% /isa diguna#an untu# mengurangi dan meng#ontrol sensasi gatal. ;' Tera,i Siste$i3 a. Antihistamin

28

Antihistamin non sedati& #urang memberi arti pada pruritus sedang#an penggunaan antihistamin sedati& pada ana#(ana# dapat meringan#an ge'ala pruritus dan men+egah lesi garu#an.! b. Korti#osteroid Korti#osteroid sistemi# 'arang se#ali diguna#an untu# pengobatan dermatitis atopi# #roni# #arena #emung#inan mun+ulnya e&e# samping serta &enomena rebound dan ta#i&ila#sis. Qbat ini dipertimbang#an untu# diberi#an pada #eadaan yang berat tanpa meninggal#an +ara pengobatan yang biasa dan sebai#nya tida# diberi#an dalam 'ang#a *a#tu yang lama. Prednisolon lebih dian'ur#an #arena lebih +epat die#s#resi tubuh. Pada ana# dan pubertas sebai#nya sebisa mung#in dihindari #arena mengganggu pertumbuhan. Sebai#nya dila#u#an penurunan dosis se+ara bertahap bila sudah ada perbai#an. +. Antibioti# 8ebih dari @ 1 #ulit penderita DA dapat di#etemu#an Staphylococcus aureus di lesi #ulitnya, #adang L #adang dapat sebagai pemi+u #e#ambuhan, melalui produ#si to#sin yang dapat bersi&at sebagai superantigen. Sehingga sebagai terapi pilihan adalah eritromisin, dan bila ada gangguan gastrointestinal atau telah resisten, ma#a obat alternati& adalah se&alosporin generasi pertama atau #edua.. 4' Tera,i Lain a. Inter&eron F Pada penderita DA ter'adi #etida#seimbangan antara lim&osit 4h(! dan 4h(., dengan 4h(. yang lebih dominan, sehingga menga#ibat#an ter'adi de&isiensi produ#si inter&eron. 4elah terbu#ti pemberian inter&eron dapat mene#an sintesis Ig ) dan menghambat &ungsi dan proli&erasi 4h(., serta mene#an 'umlah eosino&il dan mene#an dera'at DA. /eberapa penelitian menun'u##an IAN(F yang diberi#an se+ara sub#utan e&e#ti& pada dermatitis atopi# yang berat dan re#alsitran,

29

namun hasilnya masih ber-ariasi sehingga memerlu#an penelitian lebih lan'ut. )&e# samping dapat berupa ge'ala mirip &lu dan nyeri #epala.!@ b. Antagonis leu#otrien 8eu#otrien merupa#an mediator in&lamasi yang dihasil#an oleh #as#ade asam ara#odonat melalui 'alur lipo(o#sigenasi. <ntu# itu penghambat en0im ini sangat dibutuh#an, tida# hanya pada asma bron#iale tetapi 'uga DA. Pada penelitian yang dila#u#an oleh 3aru++i d!!. mempubli#asi#an bah*a pada empat #asus DA yang su#ar sembuh dengan terapi lain, memberi#an hasil yang +epat dan memuas#an pada penggunaan inhibitor leu#otrien $Sa&irlu#ast . #eti#a obat ini dihenti#an.2 +. Si#losporin Qbat imunosupresi yang poten, be#er'a langsung pada sel 4 dengan mene#an trans#ripsi sito#in. Se+ara in -itro dapat mene#an produ#si I8(7 dan menurun#an 'umlah eosino&il. Si#losporin dosis 2 L 7 mgM#g// memberi#an hasil perbai#an penya#it se+ara +epat dan mengurangi terapi yang #urang berman&aat. Pema#aian 'ang#a lama dapat menimbul#an e&e# samping berupa hipertensi dan gangguan &ungsi gin'al, sehingga perlu pemantauan #etat.!@ d. Aototerapi Sinar ultra-iolet $<C%, yaitu <CA, <C/, narro*band <C/, <CA(!, #ombinasi <CA dan <C/, atau bersama psoralen $&oto#emoterapi% dapat diguna#an sebagai terapi tambahan #arena dapat memperbai#i dermatitis atopi# dan menyebab#an remisi pan'ang. Namun +ara ini dinilai tida# pra#tis serta berisi#o menimbul#an penuaan #ulit dini dan #eganasan #ulit pada pengobatan 'ang#a pan'ang. Aototerapi dipertimbang#an pada dermatitis atopi# berat dan luas yang tida# responsi& terhadap pengobatan topi#al. Aoto#emoterapi tida# dian'ur#an mg . #ali sehari%, tida# ada e&e# samping dari terapi ini dan tida# ter'adi ta#i&ila#sis

30

pada ana# musia #urang dari !. tahun #arena dapat mengganggu per#embangan mata.!@ e. Inhibitor &os&odiesterase Seperti yang telah #ita #etahui untu# menurun#an a#ti&itas

&os&odiesterase dengan inhibitor spesi&i# $papa-erine, +a&ein, teo&ilin% tida# dapat menimbul#an e&e# yang diingin#an. A#an tetapi, obat baru $imida0olidinone, atau =o . (!:.9@ dan 3P 6 "22% dapat membu#a peluang baru. &. A0atioprin A0atioprin e&e#ti& sebagai antiin&lamasi pada dermatitis atopi#, bai# sebagai obat tunggal maupun untu# mengurangi dosis #orti#osteroid. Qbat ini dapat dipertimbang#an untu# dermatitis atopi# berat dan re&ra#ter. )&e# samping utama berupa supresi sumsum tulang dan hepatoto#sisitas.2

g. Metotre#sat Metotre#sat telah diguna#an pada dermatitis atopi# re#alsitran dengan dosis lebih sering daripada untu# psoriasis, *alaupun belum diteliti mengguna#an #ontrol. )&e# samping berupa pene#anan sumsum tulang ber#aitan dengan dosis.2

31

Ga$%ar <' Algoritma 4erapi Dermatitis Atopi#2 ?I' KOMPLIKASI Pada sebagian besar #asus, #ompli#asi dari dermatitis atopi# dia#ibat#an oleh pruritus dan in&e#si se#under oleh ba#teri $Impetiginisasi dan &oli#ulitis% atau -irus $e#sim herpeti# atau !aposis varicelliform eruption%. /eberapa bisa menyebab#an mani&estasi #linis yang berat seperti mati mendada#, sering ter'adi pada penderita atopi. Bal ini biasanya disebab#an oleh syo# ana&ila#sis. Kompli#asi yang dapat ditimbul#an oleh dermatitis atopi# dapat dilihat pada tabel 9 dan tabel 7..! Ta%el 4' Penya#it yang berhubungan dengan dermatitis atopi#.! Asma bron!ial 'initis (angguan (IT )atara! *rti!aria igrain +idah geografi! ,titis edia

32

)erato!onus I!tiosis vulgaris

Alopecia areata -itiligo

Ta%el <' Gangguan metaboli# dan geneti# yang berhubungan dengan DA.! %isplasia hidroti! e!toderma Sindrom $etherton .enil!etonuria /nteropati gluten-sensitif Sindrom 0urler Sindrom %ubowit# Amyloidoses !utaneus Sindrom 1is!ott-Aldrich Sindrom down Sindrom 0iper-Ig/ Sindrom 2obs 3enya!it (ranulomatosa !roni! Sindrom louise 4ar 3enya!it 4ruton Sex-+in!ed with hyper-Ig %efisiensi IgA sele!tif Sindrom shwachman immunodeficiency

?II' PROGNOSIS )-olusi dari penya#it ini tida# dapat dipredi#si, tetapi sebagian besar #asus menun'u##an perbai#an seiring ber'alannya *a#tu. Penderita dermatitis atopi# yang bermula se'a# bayi, sebagian $T9 1% sembuh spontan, sebagian berlan'ut #e bentu# ana# dan de*asa. Ada pula yang menyebut#an bah*a 9 ( 7 1 sembuh pada usia !7 tahun. Sebagaian besar sembuh pada usia 2 tahun.! Se+ara umum, bila ada ri*ayat dermatitis atopi# di #eluarga, bersamaan dengan asma bron#ial, masa a*itan lambat, atau dermatitisnya berat, ma#a penya#itnya lebih persisten.!

33

DA.TAR PUSTAKA

!. Sularsito SA dan D'uanda S., . /alai penerbit AK <I, !.@(!72.

7. Dermatitis. Dalam: Ilmu Penya#it

Kulit dan Kelamin. Aa#ultas Kedo#teran <ni-ersitas Indonesia. Ja#arta:

.. 8eung D.;.M., )i+hen&ield 8.A, dan /ogunie*i+0 M., .

6. Atopi+

Dermatitis $Atopi+ )+0ema%. In: 5ol& K, Goldsmith 8A, Kat0 SI, Gil+hrest /A., Paller AS., dan 8e&&ell DJ $eds%. Ait0patri+#,s Dermatology In General Medi+ine :th ed. Ne* ;or# : Ma+Gra*(Bill, !9"(76. 2. Siregar. =. S. . 9. %ermatitis Atopi!. Dalam: Atlas 4erwarna Saripati

3enya!it )ulit. )disi .. Ja#arta. )G3. hal: !!7(!!: 9. /ieber, 4., . !9@2. 6. Atopi+ Dermatitis. N )ngl J Med, 276 $!9%: !962(

34

7. Sul#arnain, I., .

@. Mani&estasi Klinis dan Diagnosis Dermatitis

Atopi#. Dalam: /oediard'a, S.A, ed. Dermatitis Atopi#. Ja#arta: /alai Penerbit AK <I, .!(26. ". Simpson, ).8., Bani&in, J.M., . Dermatol, 72 $!%: !!7(!.6. :. Gondo#aryono, S.P., . AK <I, 7"("9. 6. 8eung, D.;.M., /ieber, 4., . !7!(!" . @. Abramo-its, 5., . S6"(S@2. ! . /oediard'a, S.A., . ". )tiopatogenesis /eberapa Dermatitis pada /ayi 7. Atopi+ Dermatitis. J Am A+ad Dermatol, 72 $!%: 2. Atopi+ Dermatitis. 4he 8an+et, 2"!: @. Peran Probioti# pada Dermatitis Atopi#. 7. Atopi+ Dermatitis. J Am A+ad

Dalam: /oediard'a, S.A., ed. Dermatitis Atopi#. Ja#arta: /alai Penerbit

dan Ana#. Dalam: D'a'a#usumah, 4.S., ed. Antiin&lamasi 4opi#al pada Pengobatan Dermatitis /ayi dan Ana#. Ja#arta: /alai Penerbit AK <I, !!(.6. !!. Soebaryo, =.5., . .. Masalah Alergi Kulit pada /ayi dan Ana#.

Dalam: /oediard'a, S.A., ed. Alergi Kulit pada /ayi dan Ana#. Ja#arta: /alai Penerbitan AK <I,!(6. !.. GimUne0 J3M, . .@7. !2. De*i, =.5.N., . AK <I, !6(2!. !9. 5isesa, 4.5., . @. Masalah Kulit yang Sering Ditemu#an pada /ayi 9. )#sim Susu pada /ayi dan Ana# . Dalam: . Atopi+ dermatitis. Alergol Inmunol 3lin, !7:.:@(

/oediard'a, S.A, ed. )#sim Pada /ayi dan Ana#. Ja#arta: /alai Penerbit

dan Ana#. Dalam: /oediard'a, S.A., ed. Masalah Kulit dan Keputihan Pada /ayi dan Ana#. Ja#arta: /alai Penerbitan AK <I,!(6.

35

!7. Al&ons Krot, /erni+e Kra&+hi+, .

". 4he di&&erential diagnosis o& atopi+

dermatitis in +hildhood. Dermatology 4herapy, !@: :2(6.. !". A#dis 3A, A#dis M., . 22:!"!6(.! !:. No-a# N, /ieber 4., . .. 4he Pathogenesis o& atopi+ dermatitis. Dalam 2. Immunologi+al di&&eren+e bet*een intrinsi+

and eKtrinsi+ types o& atopi+ dermatitis. )ditorial. 3lin )Kp Allergy,

: =eitamo S, 8uger 4A, Steinho&& M, editors. 4eKtboo# o& Atopi+ Dermatitis. In&orma, hal .7(22. !6. /arbara I.A. Kunt, Johannes =ing, . ". 3lini+al Aeature and diagnosti+

+riteria o& atopi+ dermatitis. Dalam : J.=ing, /. Pr0billa, 4. =u0i+#a, penyunting. Band /oo# o& Atopi+ )+0ema )disi . /erlin : Springer( Cerleg, E. B...:(.99. !@. /ingham ). A., . ". Guidelines to management o& atopi+ dermatitis.

Dalam : Barper J, Qran'e A, Prose P $ed%. 4eKtboo# o& Pediatri+ Dermatology .nd ed.-ol!. Massa+husetts:/la+#*ell Publ In+, .7@(:7. . . 5illiams B3, Stra+han DP, Bay =J., !@@9. 3hildhood e+0ema : disease o& the ad-antaged. /r J Dermatol, 2 6: !!2.(!!27. .!. =ing J., . 7. Atopi+ e+0ema. Dalam Allergy in Pra+ti+e. /erlin :

Springer(Cerlag, !7!("9.

36

STATUS PENDERITA I' IDENTITAS PENDERITA Nama <mur Jenis Kelamin Agama Alamat 4anggal Peri#sa No. =M II' ANAMNESIS A. Kel han Uta$a : Gatal di 'ari('ari tangan dan #epala 8' Ri4ayat Penya3it Se3aran& : Pasien mengeluh gatal di 'ari('ari tangan #urang lebih se'a# 2 hari sebelum datang #e rumah sa#it. Gatal dirasa#an setiap saat dan terus menerus. Gatal terutama bertambah saat pasien merasa ber#eringat. : 4n. A : 9@ th : 8a#i(la#i : Kristen : Paulan 4imur, 3olomadu, Karanganyar : : Juli . !! : ! "77!.

37

Kemudian oleh pasien diberi inerson dan #eluhan ber#urang. Keluhan ini dirasa#an #ambuh(#ambuhan, #eluhan terahir dirasa#an se#itar ! bulan yang lalu. Sebelumnya pernah ter'adi #eluhan yang sama di si#u dan punggung tetapi saat ini sudah sembuh. Pasien tida# ada ri*ayat #onta# dengan detergen sebelumnya. Pasien menga#u tida# ada perubahan #ebiasaan yang berhubungan dengan tangan. @' Ri4ayat Penya3it Dah l : =i*ayat penya#it serupa =i*ayat alergi ma#anan =i*ayat alergi obat =i*ayat asma : $G% di si#u dan punggung : $G% udang : disang#al : disang#al

=i*ayat 4e#anan Darah 4inggi : disang#al =i*ayat Diabetes Mellitus : disang#al

D' Ri4ayat Penya3it Kel ar&a =i*ayat penya#it serupa =i*ayat alergi ma#anan =i*ayat alergi obat =i*ayat asma =i*ayat te#anan darah 4inggi =i*ayat Diabetes Mellitus : $G% ibu : disang#al : disang#al : disang#al : $G% ayah : disang#al

E' Ri4ayat S*sial E3*n*$i

38

Pasien adalah seorang #epala rumah tangga yang tinggal bersama seorang istri dan 2 orang ana#.

III'

PEMERIKSAAN .ISIK A' Stat s Generalis Keadaan <mum 4anda Cital : bai#, +ompos mentis, gi0i #esan +u#up : !2 M6 mmBg : !6KMmenit : 69KMmenit : a&ebril : dalam batas normal : dalam batas normal : dalam batas normal : dalam batas normal : dalam batas normal : dalam batas normal : lihat status dermatologis : dalam batas normal : 4e#anan darah =espiration rate Nadi Suhu Kepala 5a'ah 8eher 4elinga 4horaK Abdomen )#stremitas Atas )#stremitas /a*ah 8' Stat s Der$at*l*&is ( =egio digiti manus de#stra et sinistra tampa# pla# hiperpigmentasi multiple dan dis#ret di bu#u(bu#u 'ari

39

I2'

DIAGNOSIS 8ANDING !. .. 2. 9. Dermatitis Atopi# Dermatitis Konta# Alergi Dermatitis Konta# Iritan Psoriasis

2'

DIAGNOSIS Dermatitis Atopi#

2I'

TERAPI !. Non medi#amentosa a. Pen'elasan mengenai penya#it dan terapinya b. Mengedu#asi untu# tida# menggaru# 'ari tangan +. Menghindari &a#tor #elelahan dan stres emosional. d. Mening#at#an daya tahan tubuh .. Medi#amentosa a. Aluo+inolone a+etonide , .71 +ream dioles#an . #ali untu# lesi di 'ari tangan b. 3etiri0in tablet ! mg, ! K sehari

2II'

PROGNOSIS Ad -itam Ad sanam : bonam : bonam

40

Ad &ungsionam Ad #osmeti#am

: bonam : bonam

41