Anda di halaman 1dari 16

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 DEFINISI ASI Air Susu Ibu (ASI) adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein, laktosa dan garam anorganik yang di sekresi oleh kelenjar mamae ibu yang berguna sebagai makanan bagi bayinya.7 Sedangkan ASI eksklusif adalah pemberian hanya ASI saja tanpa cairan atau makanan padat apapun kecuali vitamin, mineral atau obat dalam bentuk tetes atau sirup sampai usia 6 bulan.8

2.2 MANFAAT PEMBERIAN ASI ASI merupakan makanan alamiah yang baik untuk bayi, praktis, ekonomis, mudah dicerna, serta memiliki banyak manfaat. Berikut ini beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari ASI: 9 a. ASI merupakan nutrisi dengan kualitas dan kwantitas yang terbaik. ASI yang dihasilkan oleh seorang ibu yang melahirkan secara prematur komposisinya akan berbeda dengan ASI yang dihasilkan ibu yang melahirkan cukup bulan. ASI adalah makanan bayi yang paling sempurna, baik kualitas maupun kuantitasnya. Dengan melaksanakan manajemen laktasi secara baik, ASI sebagai makanan tunggal akan mencukupi kebutuhan tumbuh bayi hingga usia 6 bulan. b. ASI dapat meningkatkan daya tahan tubuh Bayi baru lahir secara alamiah mendapat imunoglobulin (zat kekebalan atau daya tahan tubuh) dari ibunya melalui plasenta, tetapi kadar zat tersebut dengan

cepat akan menurun segera setelah kelahirannya. Badan bayi baru lahir akan memproduksi sendiri immunoglobulin secara cukup saat mencapai usia sekitar empat bulan. Pada saat kadar immunoglobulin dari ibu menurun dan yang dibentuk sendiri oleh tubuh bayi belum mencukupi, terjadilah suatu periode kesenjangan immunoglobulin pada bayi. Kesenjangan tersebut hanya dapat dihilangkan atau dikurangi dengan pemberian ASI. Air Susu Ibu merupakan cairan yang mengandung kekebalan atau daya tahan tubuh sehingga dapat menjadi pelindung bayi dari berbagai penyakit infeksi bakteri, virus dan jamur. c. ASI Eksklusif Mengembangkan Kecerdasan Perkembangan kecerdasan anak sangat berkaitan erat dengan pertumbuhan otak. Faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan otak anak adalah nutrisi yang diterima saat pertumbuhan otak, terutama saat pertumbuhan otak cepat. Lompatan pertumbuhan pertama atau growth sport sangat penting pada periode inilah pertumbuhan otak sangat pesat. d. ASI Jalinan Kasih Sayang Bayi yang sering berada dalam dekapan ibunya karena menyusui dapat merasakan kasih sayang ibu dan mendapatkan rasa aman, tenteram dan terlindung. Perasaan terlindung dan disayang inilah yang menjadi dasar perkembangan emosi anak, yang kemudian membentuk kepribadian anak menjadi baik dan penuh percaya diri. e. ASI mengandung zat lactoferin yang mengikat unsur besi, sehingga selama di usus tidak ada zat besi yang hilang.

2.3 KOMPOSISI ASI Berikut ini nutrien pada ASI yang tidak ada atau hanya sedikit terdapat pada susu sapi :9 1) Taurin, suatu bentuk zat putih telur yang khusus terdapat dalam ASI. 2) Laktosa, hidrat arang utama dari ASI yang hanya sedikit terdapat dalam susu sapi. 3) Asam lemak ikatan panjang, merupakan asam lemak utama dari ASI yang hanya sedikit terdapat dalam susu sapi. Seperti halnya gizi pada umumya, ASI mengandung komponen mikro dan makro nutrien. Yang termasuk makronutrien adalah karbohidrat, protein dan lemak. Sedangkan mikronutrien adalah vitamin dan mineral. ASI hampir 90%nya terdiri dari air. Volume dan komposisi gizi ASI berbeda untuk setiap ibu bergantung dari kebutuhan bayi. Perbedaan volume dan komposisi di atas juga terlihat pada masa menyusui (Kolostrum, ASI transisi, ASI matang dan ASI pada saat penyapihan). Kandungan zat gizi ASI awal dan akhir pada setiap ibu yang menyusui juga berbeda. Kolostrum yang diproduksi antara hari 1 5 menyusui kaya akan zat gizi terutama protein, komposisi ASI meliputi asam amino dan kandungan protein yang optimal untuk bayi normal. Asam lemak esensial dalam jumlah yang berlimpah tetapi tidak berlebihan, kandungan natrium yang relatif rendah tetapi adekuat, beban solut yang rendah dibandingkan dengan susu sapidan absorbs yang sangat baik untuk zat besi, kalsium dan seng, yang menyediakan jumlah yang adekuat dari zat nutrisi ini untuk bayi yang disusui ASI secara penuh selama 4-6 bulan. ASI tidak saja mengandung makronutrien, vitamin,dan mineral

tatapi juga faktor pertumbuhan, hormondan faktor protektif. Paling sedikit terdapat 100 komponen pada ASI, termasuk zat yang belum teridentifikasi dan belum jelas perannya. ASI menyediakan laktosa, sistein, kolestrol dan tromboplastin yang diperlukan untuk sintesis jaringan system syaraf pusat. Namun, karena ASI merupakan nutrisi yang sempurna, analisis komponenya memungkinkan kita memproduksi pengganti untuk ditambahkan kedalam susu formula. Maka dari itu, susu formula tidak akan secara sempurna menyerupai ASI. Walaupun ASI mungkin dapat dianggap nutrisi yang sempurna, komposisinya bervariasi. Komposisi ASI bervariasi dari orang ke orang, dari satu periode laktasi ke periode laindan setiap jam dalam sehari. Adapun komposisi ASI antara lain mengandung protein, lemak, karbohidrat, garam mineral, air, Vitamin seperti pada kolostrum. Kolostrum mengandung zat kekebalan, vitamin A yang tinggi, lebih kental dan berwarna kekuning-kuningan. Oleh karena itu, kolostrum harus diberikan kepada bayi. Sekalipun produksi ASI pada hari pertama baru sedikit, namun mencukupi kebutuhan bayi. Pemberian air gula, air tajin dan masakan pralaktal (sebelum ASI lancar diproduksi) lain harus dihindari.10 Berdasrkan sumber dari food and Nutrition Board, National research Council Washington tahun 1980 diperoleh perkiraan komposisi Kolostrum ASI dan susu sapi untuk setiap 100 ml seperti tertera pada tabel berikut:10

Tabel 1. Komposisi Kolostrum, ASI dan susu sapi untuk setiap 100 ml Komposisi Kolostrum, ASI dan susu sapi untuk setiap 100 ml Zat-zat Gizi Energi (K Cal) Protein (g) - Kasein/whey - Kasein (mg) - Laktamil bumil (mg) - Laktoferin (mg) - Ig A (mg) 58 2,3 140 218 330 364 5,3 2,9 Laktosa (g) Lemak (g) 151 1,9 70 0,9 1 : 1,5 187 161 167 142 7,3 4,2 75 65 3,4 1 : 1,2 4,8 3,9 41 Kolostrum ASI Susu Sapi

Vitamin - Vit A (mg) - Vit B1 (mg) - Vit B2 (mg) - Asam Nikotinmik (mg) 30 75 183 14 40 160 12-15 43 145 82 64

- Vit B6 (mg) - Asam pantotenik - Biotin - Asam folat - Vit B12 - Vit C - Vit D (mg) - Vit Z - Vit K (mg)

0,06 0,05 0,05 5,9 1,5 39 85 40

246 0,6 0,1 0,1 5 0,04 0,25 1,5 35 40 40 100 4 15 57 15 14

340 2,8 ,13 0,6 1,1 0,02 0,07 6 130 108 14 70 12 120 145 58 30

Mineral - Kalsium (mg) - Klorin (mg) - Tembaga (mg) - Zat besi (ferrum) (mg) - Magnesium (mg) - Fosfor (mg) - Potassium (mg) - Sodium (mg) - Sulfur (mg)

70 4 14 74 48 22

Perbandingan komposisi kolostrum, ASI dan susu sapi dapat dilihat pada tabel 1. Dimana susu sapi mengandung sekitar tiga kali lebih banyak protein daripada ASI. Sebagian besar dari protein tersebut adalah kasein dan sisanya

berupa protein whey yang larut. Kandungan kasein yang tinggi akan membentuk gumpalan yang relatif keras dalam lambung bayi. Bila bayi diberi susu sapi, sedangkan ASI walaupun mengandung lebih sedikit total protein, namun bagian protein wheynya lebih banyak, sehingga akan membetuk gumpalan yang lunak dan lebih mudah dicerna serta diserap oleh usus bayi.10 Sekitar setengah dari energi yang terkandung dalam ASI berasal dari lemak, yang lebih mudah dicerna dan diserap oleh bayi dibandingkan dengan lemak susu sapi, sebab ASI mengandung lebih banyak enzim pemecah lemak (lipase). Kandungan total lemak sangat bervariasi dari satu ibu ke ibu lainnya, dari satu fase lakatasi air susu yang pertama kali keluar hanya mengandung sekitar 1 2% lemak dan terlihat encer. Air susu yang encer ini akan membantu memuaskan rasa haus bayi waktu mulai menyusui. Air susu berikutnya disebut Hand milk, mengandung sedikitnya tiga sampai empat kali lebih banyak lemak. Ini akan memberikan sebagian besar energi yang dibutuhkan oleh bayi, sehingga penting diperhatikan agar bayi, banyak memperoleh air susu ini.10 Laktosa (gula susu) merupakan satu-satunya karbohidrat yang terdapat dalam air susu murni. Jumlahnya dalam ASI tak terlalu bervariasi dan terdapat lebih banyak dibandingkan dengan susu sapi. Disamping fungsinya sebagai sumber energi, juga didalam usus sebagian laktosa akan diubah menjadi asam laktat. Didalam usus asam laktat tersebut membantu mencegah pertumbuhan bakteri yang tidak diinginkan dan juga membantu penyerapan kalsium serta mineral-mineral lain. 10

2.4 DEFINISI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran/besar, jumlah sel atau jaringan tubuh, dan bersifat kuantitatif, sehingga dapat diukur dengan penambahan berat badan, panjang/tinggi badan, lingkar kepala, lingkar lengan atas, misal anak bertambah berat dan tinggi serta organ-organ tubuh tambah besar dan berat. Sedangkan perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil proses pematangan dan belajar serta bersifat kualitatif sehingga pengukurannya lebih sulit. Meliputi perkembangan motorik kasar (misalnya tengkurap, duduk, berdiri), motorik halus (misalnya memegang, menulis), bahasa (berbicara, menyebut warna), personal sosial/kemandirian (misalnya tersenyum, bermain, memakai baju dll), emosi dan seksual.11 Pertumbuhan dan perkembangan (Tumbuh Kembang) anak merupakan masa yang paling rumit dan kritis serta sangat penting dan penuh risiko, krena pada anak (balita) dibentuk dasar-dasar kepribadian, kemampuan fisik organik intelektual, proses berpikir, perkembangan keterampilan berbahasa dan berbicara, bertingkah laku sosial/sosialisasi. Anak memiliki suatu ciri yang khas yaitu selalu tumbuh dan berkembang sejak konsepsi, hal inilah yang membedakan anak dengan dewasa. Pertumbuhan dan perkembangan adalah sesuatu yang berbeda tetapi merupakan hal yang sangat berkaitan, saling mempengaruhi dan tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya.11 2.5 CIRI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN Ciri-ciri tumbuh kembang adalah sebagai berikut :11

10

a.

Tumbuh kembang adalah proses yang berkelanjutan sejak di dalam kandungan sampai dewasa, yang terjadi secara bersama-sama.

b. c.

Dipengaruhi oleh faktor bawaan dan lingkungan. Pola perkembangan anak adalah sama pada semua anak, tapi kecepatannya berbeda antara anak satu dengan lainnya.

d.

Arah perkembangan anak adalah dari atas ke bawah, contohnya: anak harus dapat menegakkan kepala dulu, sebelum dapat berjalan.

e.

Aktivitas seluruh tubuh diganti reaksi yang khas, contohnya: bayi akan menggerakkan seluruh tubuhnya, tangan dan kakinya kalau melihat sesuatu yang menarik, tetapi pada anak yang lebih besar reaksinya hanya tertawa atau meraih benda tersebut.

2.6 FAKTOR

YANG

MEMPENGARUHI

PERTUMBUHAN

DAN

PERKEMBANGAN ANAK Secara umum terdapat dua faktor yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak, yaitu:11 1. Faktor Genetik. Faktor genetik merupakan modal dasar dalam mencapai hasil akhir proses tumbuh kembang anak. Termasuk faktor genetik antara lain adalah berbagai faktor bawaan yang normal dan patologik, jenis kelamin, suku banga atau bangsa. Di samping itu, banyak penyakit keturunan yang disebabkan oleh kelainan kromosom, seperti sindrom Down, sindrom Turner, dll. 2. Faktor lingkungan. Lingkungan merupakan faktor yang sangat menentukan tercapai atau tidaknya potensi bawaan. Lingkungan yang cukup baik akan memungkinkan tercapainya potensi bawaan sedangkan yang kurang baik akan

11

menghambatnya. Lingkungan ini merupakan lingkungan bio-fisiko-psikososial yang mempengaruhi individu setiap hari, mulai dari konsepsi sampai akhir hayatnya. Faktor lingkungan ini secara garis besar dibagi menjadi:11 a) Faktor lingkungan prenatal Gizi ibu waktu hamil. Gizi ibu yang jelek sebelum terjadinya kehamilan maupun pada waktu sedang hamil lebih sering menghasilkan bayi BBLR atau lahir mati dan tidak jarang menyebabkan cacat bawaan. Di samping itu dapat pula menyebabkan hambatan pertumbuhan otak janin, anemia, mudah terinfeki, dan sebagainya. Mekanis. Trauma dan cairan ketuban yang kurang dapat menyebabkan kelainan bawaan pada bayi yang dilahirkan. Toksin/zat kimia. Masa organogenesis adalah masa yang sangat peka terhadap zat-zat teratogen. Misalnya obat-obatan seperti thalidomide, phenitoin, methadion, obat-obat anti kanker, dan lain sebagainya dapat menyebabkan kelainan bawaan. Demikian pula dengan ibu hamil yang perokok berat/peminum alkohol kronis sering melahirkan bayi berat badan lahir rendah, lahir mati, cacat, atau retardasi mental. Endokrin, misal somatotropin, hormone plasenta, hormone tiroid, insulin dan peptide-peptida lain dengan aktivitas mirip insulin. Radiasi. Radiasi pada janin sebelum umur kehamilan 18 minggu dapat menyebabkan kematian janin, kerusakan otak, mikrosefali, atau cacat bawaan lainnya.

12

Infeksi. Infeksi intrauterine yang sering menyebabkan cacat bawaan adalah TORCH. Sedangkan infeksi lainnya yang juga dapat menyebabkan penyakit pada janin adalah varisela, Coxsackie, Echovirus, malaria, lues, HIV, dll.

Stres. Bisa menimbulkan cacat bawaan, dll. Imunitas. Rhesus atau ABO inkompatibilitas sering menyebabkan abortus, hidrops fetalis, kern ikterus, atau lahir mati.

Anoksia embrio. Menurunnya oksigenasi janin melalui gangguan pada plasenta atau tali pusat menyebabkan berat badan lahir rendah.

b) Faktor lingkungan perinatal Persalinan yang berjalan mulus tanpa komplikasi pada bayi akan member dampak yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan anak di kemudian hari. Karena berbagai komplikasi persalinan seperti asfiksia dan trauma lahir dapat mengakibatkan kelainan tumbuh kembang. Masa perinatal merupakan masa yang paling penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak, karena menentukan suatu kehidupan selanjutnya, apakah anak akan tumbuh dengan baik atau menjadi cacat dengan segala hambatannya. Masa perinatal adalah mulai kehamilan 28 minggu sampai 7 hari setelah kelahiran. Keadaan-keadaan penting yang harus diperhatikan pada masa perinatal adalah: Asfiksia. Asfiksia neonatorum adalah suatu keadaan dimana bayi tidak dapat bernafas secara spontan, teratur, dan adekuat. Keadaan ini akan mengakibatkan perubahan biokimia pada darah bayi, yang dapat menyebabkan kematian atau

13

kerusakan permanen pada Susunan Syaraf Pusat (SSP), sehingga bayi bisa cacat seumur hidup. Akibatnya bayi-bayi ini mempunyai IQ yang lebih rendah bahkan ada yang menderita retardasi mental. Trauma lahir, dapat menyebabkan kematian dan menghambat tumbuh kembang anak. Hipoglikemia, bila tidak diobati dengan segera dapat menyebabkan kematian atau kerusakan berat pada otak. Hiperbilirubinemia, akan berpengaruh buruk apabila bilirubin indirek telah melalui sawar otak, sehingga bisa terjadi kern ikterus atau ensefalopati biliaris yang bisa mengakibatkan atetosis disertai gangguan pendengaran dan retardasi mental di kemudian hari. c) Faktor lingkungan post-natal Faktor post-natal yang mempengaruhi kualitas anak adalah faktor biopsikososial. Pertumbuhan pesat terjadi pada masi bayi dan prasekolah, dimana anak sangat sensitif terhadap lingkungannya. Lingkungan biologis antara lain ras/suku bangsa, jenis kelamin, umur, gizi, perawatan kesehatan, kepekaan terhadap penyakit (akut dan kronis), fungsi metabolisme, hormon. Faktor fisik antara lain cuaca/musim/keadaan geografis suatu daerah, sanitasi, keadaan rumah, radiasi. Faktor psikososial antara lain stimulasi, motivasi belajar, ganjaran ataupun hukuman yang wajar, kelompok sebaya, stress, sekolah, cinta dan kasih saying, kualitas interaksi anak-orang tua.

14

Faktor keluarga dan adat istiadat antara lain pekerjaan/pendapatan keluarga, pendidikan ayah/ibu, jumlah saudara, stabilitas rumah tangga, kepribadian ayah/ibu, adat istiadat/norma-norma, agama, kehidupan politik masyarakat.

2.7 PENGARUH ASI TERHADAP TUMBUH KEMBANG ANAK Berbagai penelitian menunjukkan ASI terbukti bermanfaat pada semua aspek perkembangan kognitif, dan berperan penting dalam perkembangan motorik kasar dan halus serta perkembangan personal-sosial.12 Tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh faktor nutrisi, salah satunya yaitu pemberian ASI eksklusif. Nations International Children Education Found) bersama World Health Assembly (WHA) dan banyak negara lainnya menetapkan jangka waktu pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan. Hal ini berdasarkan bukti ilmiah tentang manfaat ASI bagi pertumbuhan, perkembangan, dan daya tahan hidup bayi. ASI juga memberi semua energi dan gizi (nutrisi) yang dibutuhkan bayi selama 6 bulan pertama hidupnya. Masa tumbuh kembang bayi 0-6 bulan membutuhkan asupan gizi yang diperoleh melalui pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif. Analisis situasi kondisi ibu dan anak yang menyangkut upaya peningkatan pemberian ASI hingga kini masih belum menunjukkan kondisi yang menggembirakan. Gangguan tumbuh kembang pada awal kehidupan bayi diantaranya disebabkan karena : kekurangan gizi sejak bayi, pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang terlalu dini atau terlalu lambat, MP-ASI tidak cukup mengandung zat gizi yang dibutuhkan bayi, perawatan bayi yang kurang memadai, dan yang tidak kalah pentingnya ibu tidak memberi ASI eksklusif kepada bayinya. 13

15

Telah diketahui bahwa sampai usia 6 bulan air susu ibu (ASI) adalah makanan yang ideal untuk bayi baik ditinjau dari segi kesehatan fisis maupun psikis. Dengan memberikan ASI eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan akan menjamin tercapainya pengembangan potensi kecerdasan anak secara optimal. Air susu ibu selain sebagai nutrien yang ideal, dengan komposisi yang tepat, serta disesuaikan dengan kebutuhan bayi, ASI juga mengandung nutrien khusus seperti taurin, laktosa, AA, DHA, omega 3, omega 6, kolin, dan triptofan yang diperlukan otak bayi agar tumbuh optimal untuk membantu proses sinaptogenesis dan proses mielinisasi. Semakin banyak sinaps antara sel-sel saraf semakin kompleks pula kemampuan menerima, mengolah, menyimpan, dan menjawab rangsang yang diterima oleh sel saraf. Secara umum jumlah sinaps meningkat pesat antara usia 34 bulan, kemudian terjadi hubungan dengan pusat pengolahan informasi penglihatan sampai usia 6 bulan.14 Fungsi kognitif yaitu kemampuan persepsi, cara berpikir, dan belajar yang menggambarkan kecerdasan seorang anak serta dapat dinilai dengan skor IQ.3 Hasil penelitian Riva E. didapatkan bahwa bayi yang diberi ASI eksklusif, ketika berusia 9,5 tahun mempunyai tingkat IQ sebesar 12,9 point lebih tinggi dibanding anak yang ketika bayi tidak diberi ASI eksklusif. Penelitian yang dilakukan oleh Dewey KG dkk. di Honduras mendapatkan bahwa bayi yang mendapat ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan mempunyai fungsi lokomotor lebih baik, terlihat bahwa lebih cepat merangkak dan sudah dapat berjalan pada usia 12 bulan, dibandingkan dengan bayi yang mendapat ASI sampai usia empat bulan.14

16

Hasil penelitian ini juga sesuai dengan penelitian oleh Horwood LJ dkk. di New Zealand, bayi yang mendapat ASI lebih atau sama dengan delapan bulan pada usia 7-8 tahun akan memiliki kemampuan bahasa dan tes penampilan yang lebih tinggi, masing-masing 10,2 point dan 6,2 point. Angelsen NK dkk. melaporkan bahwa bayi yang mendapat ASI kurang dari tiga bulan berisiko terganggu perkembangan kognitif dibanding dengan bayi yang diberikan ASI sampai usia 6 bulan, mempergunakan alat ukur Bayley scales of infant development (BSID). Pada penelitian ini terbukti pemberian ASI noneksklusif berpeluang bayi mempunyai IQ di bawah rata-rata sebesar 1,68 kali lebih besar dibandingkan di atas rata-rata. Dari aspek fungsi kognitif pemberian ASI eksklusif memberikan hasil lebih baik dibandingkan dengan yang tidak mendapat ASI eksklusif.14 Penelitian dalam bidang gizi bayi terutama komposisi asam lemak pada otak hingga saat ini masih terus berkembang. Salah satu zat gizi yang akhir-akhir ini menarik perhatian dalam bidang ini adalah docosahexaenoic acid (DHA) yang merupakan asam lemak tak jenuh ganda rantai panjang omega 3.

Docosahexaenoic acid cukup banyak terdapat dalam air susu ibu, dan dalam banyak penelitian dihubungkan dengan pertumbuhan otak serta kemampuan kognitif, psikomotor maupun ketajaman penglihatan.15 Kramer menemukan bukti-bukti yang menyatakan bahwa perpanjangan masa menyusui dan ASI eksklusif sebenarnya dapat mempercepat kenaikan berat badan dan panjang badan dalam beberapa bulan pertama. Hasil penelitian Kramer mendukung pernyataan WHO dan rekomendasi dari UNICEF tentang

17

perpanjangan masa menyusui dan ASI eksklusif. Keberhasilan ASI eksklusif dapat terlihat dari status gizi bayi yang baik. Keberhasilan ini tentu saja harus didukung berbagai faktor, baik faktor fisik maupun psikologi. Faktor fisik dapat berupa posisi ibu menyusui, posisi bayi menyusu, teknik menyusui, dan kecukupan energi. Psikologi ibu didukung pengetahuan ibu, dukungan dari keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan. Menyusui adalah proses yang dinamis dan kompleks. Menyusui adalah hubungan yang tidak hanya melibatkan ibu dan bayi saja, tetapi juga praktik kehidupan yang multidimensi serta melibatkan seluruh lingkungan mereka. ASI eksklusif bukanlah sarana untuk

mengoptimalkan potensi anak, jika prosesnya tidak didukung dan difasilitasi. Dukungan dalam proses menyusui merupakan salah satu faktor untuk mencapai keberhasilan ASI eksklusif, yaitu pertumbuhan bayi yang optimal.16

18