Anda di halaman 1dari 2

BAB I PENDAHULUAN

Menyusui memberikan nutrisi alami yang tak tertandingi untuk bayi baru lahir dan bayi.1 Pada waktu lahir sampai beberapa bulan sesudahnya, bayi belum dapat membentuk kekebalan sendiri secara sempurna. Air susu ibu (ASI) memberikan kekebalan yang belum dapat dibuat oleh bayi tersebut, sehingga bayi yang minum ASI lebih jarang sakit, terutama pada awal dari kehidupannya. ASI eksklusif berdasarkan WHO adalah pemberian hanya ASI saja tanpa cairan atau makanan padat apapun kecuali vitamin, mineral, atau obat dalam bentuk tetes atau sirup sampai usia 6 bulan.2 Usia 0-24 bulan merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, dikenal sebagai periode emas atau periode kritis. Periode emas dapat diwujudkan apabila pada masa ini bayi dan anak memperoleh asupan gizi yang sesuai untuk tumbuh kembang optimal. Diperkirakan sepertiga dari anak di bawah lima tahun dari total 178 juta anak mengalami gangguan pertumbuhan, sementara 112 juta lainnya menderita gizi kurang.3 Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Libraty dkk, didapatkan adanya hubungan yang positif antara pemberian ASI eksklusif dengan pola pertumbuhan anak.4 Selain itu, dari penelitian yang dilakukan oleh Quinn dkk menunjukkan adanya manfaat pada perkembangan bayi yang mendapatkan ASI terutama perkembangan dalam bidang kognitif.5 Sedangkan di Indonesia sendiri, sudah banyak penelitian yang dilakukan untuk mengetahui adanya hubungan

pemberian ASI dengan tumbuh kembang anak. Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan oleh Megawati dkk pada anak usia 0 sampai 6 bulan, dari penelitian tersebut didapatkan hasil terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian ASI eksklusif dengan tumbuh kembang anak.6 Pada makalah ini akan dibahas mengenai ASI seperti definisi, manfaat, dan komposisi ASI, selain itu juga akan dibahas mengenai tumbuh kembang seperti definisi, ciri, dan faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, serta mengenai pengaruh ASI terhadap tumbuh kembang anak.