Anda di halaman 1dari 14

PANELIS UJI DESKRIPTIF

Jenis panelis yg dibutuhkan 1 :

Panelis terlatih Paling sering digunakan dlm uji deskriptif. Panelis terlatih lebih mempunyai kemampuan dlm mendeskripdisikan perbedaan antar sampel. Penelis terlatih biasanya digunakan pada pengujian conventional descriptive profiling

Panelis tidak terlatih Dapat digunakan pd uji deskriptif, meskipun lebih tdk sensitif dlm mengevaluasi perbedaan antar sampel dan lebih tidak konsisten dlm memberikan penilaian. Panelis tidak terlatih dpt digunakan pada pengujian free choice profiling, ttp akan lebh baik jika mereka mendapatkan pelatihan terlebih dahulu

Jenis panelis yg dibutuhkan 2 :

Consumer panelis

Tidak dianjurkan digunakan pada uji deskriptif. Consumer panelis tidak cukup siap untuk menggambarkan analisa mrk thd suatu produk scr detail. Mereka biasanya direkrut lebih dikarenakan o/ cara mereka menggunakan produk dan alasan demografis, bukan pd kemampuan mrk u/ melakukan uji sensoris. Uji deskriptif yg dilakukan dengan menggunakan consumer panelis hanya bertujuan u/ menggali informasi lbh detail dr konsumen, bukan untuk mendeskripsikan produk.

Pelatihan panelis
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Penggunaan skala intensitas Pemunculan kata atau istilah Diskusi kosakata Definisi dan persetujuan kosakata Penggunaan kontrol skala dan kontrol nilai Tata letak kuisioner Pengulangan pengujian Umpan balik 1 8 : consenssus profilling dan conventional descriptive profiling 1 2 : free choice profiling

1. Penggunaan skala intensitas


Setelah berdiskusi dg klien dan dg anggota panel lainnya, maka panel leader akan memutuskan tentang skala yang sesuai yg akan digunakan o/ panelis u/ menilai intensitas dr atribut-atribut sensoris. Penting u/ setiap panelis memahami tentang konsep penggunaan skala, apakah skala dlm bentuk kotak atau garis u/ menggambarkan setiap level tertentu dr intensitas Setiap fitur yg terdapat pd skala jg hrs dijelaskan kpd panelis, misal : arah skala (biasanya semakin ke kanan maka nilai skala semakin tinggi) ; penggunaan dan makna dr nilai skala yg lbh rendah atau yg lbh tinggi ; ukuran / jarak dr interval skala ; kesepakatan skor untuk kontrol Panelis sebaiknya diberi kesempatan u/ mencoba skala dari nilai yg terendah sampai dengan nilai yg tertinggi dan diuji kemampuannya dlm menggunakan skala secara konsisten. Hal tsb dpt dilakukan dg cara menyajikan / mengujikan satu set sampel dg peningkatan / perbedaan penambahan konsentrasi yg diketahui (misal : perbedaan konsentrasi penambahan gula dlm saos apel)

2. Pemunculan kata atau istilah

Panel leader berusaha mengorganisasikan / merencanakan agar dlm satu seri pelatihan ada sesi yg digunakan untuk mengembangkan kosakata sensori.

Pada setiap sesi, setiap panelis akan mengevaluasi 3 atau 4 sampel yg berbeda dari kisaran produk dan menuliskan sebanyak mungkin istilah tentang karakteristik sensoris yang dapat dimunculkan dari produk tsb

3. Diskusi kosakata 1

Tahapan no. 3 8 tidak diperuntukkan u/ free choice profiling List tentang karakteristik sensoris produk dr masing-masing panelis harus didiskusikan. Kemudian istilah tersebut disesuaikan dg istilah yg umum dipakai / dipahami o/ semua panelis. List dari masing-masing panelis mungkin berbeda. Sebagi contoh, panelis yg berbeda mungkin akan menggunakan katakata yg berbeda u/ karakteristik sensoris yg sama, atau kata yg digunakan mungkin mempunyai makna yg berbeda untuk panelis yg lain. Istilah tertentu mungkin mempunyai persepsi yg khusus dan tepat (contoh : sweetness), atau mungkin terlalu umum (contoh : fruity), terlalu komplek dan membingungkan (contoh : mouthfeel) atau tidak relevan (contoh : kesukaan). Jika teknik pengukuran yg tepat ingin dilakukan maka adl penting u/ semua panelis sepakat dg list yg umum tentang atribut sensoris dan mempunyai pemahaman yg sama tentang makna dr setiap istilah.

3. Diskusi kosakata 2

Kesepakatan / persetujuan akan dicapai dg diskusi yg intensif, dan pemunculan istilah serta tahapan diskusi akan dilakukan secara berulang-ulang sampai panelis mendapatkan istilah yg umum Panel leader mungkin dpt membantu pemunculan istilah umum tsb dg cara memperkenalkan produk lanjutan atau bahan lain, untuk mengembangkan istilah dasar yang menggambarkan dan menjelaskan makna dr atribut sensori tertentu kepada semua anggota panel.

4. Definisi dan persetujuan kosakata

Pada akhir tahapan diskusi kosakata, panelis sebaiknya sepakat dengan istilah sensori yg telah dipilih bersama dan sebaiknya secara bersama pula membuat definisi untuk setiap atribut Cara yg dpt membantu untuk tahapan ini adl dg melibatkan klien. Pada saat pembuatan laporan, khususnya ketika hasil uji dipresentasikan di depan klien, klien dpt memberikan saran untuk rumusan definisi atribut.

5. Penggunaan produk kontrol dan skor kontrol (standar nilai) 1

Idealnya, ada standar yg dpt dikalibrasi scr permanen untuk setiap skala sensori. Tujuannya untuk mengingatkan panelis tentang pengertian / makna yg pasti dr nilai khusus untuk setiap skala sensoris. Kenyataannya, sedikit produk pangan yg dpt disimpan u/ waktu yg cukup lama tanpa ada perubahan pd produknya. Selain itu tidak memungkinkan jika hrs dilakukan produksi ulang untuk membuat sampel standar. Bagaimanapun ada bbrp produk standar yg msh dpt diidentifikasi, produk tsb sering digunakan sbg kontrol terbuka. Panelis membutuhkan kontrol tsb agar mereka familiar dengan produk kontrol untuk kemudian mencapai kesepakatan tentang skornya.

5. Penggunaan produk kontrol dan skor kontrol (standar nilai) 2

Skor standar yg telah disepakati tsb selanjutnya dicantumkan sebagai nilai referensi pada setiap kuisioner Tujuannya sebagai standar referensi umum ketika harus mengevaluasi sampel (produk lain selain standar) Dari waktu ke waktu panel leader mungkin juga dapat mengingatkan panelis tentang kualitas sensori dr produk kontrol, dg cara menyajikannya secara terbuka (tidak berkode) pd saat awal dimulainya pengujian Pada beberapa keadaan, produk kontrol dpt jg disajikan secara tertutup (berkode) dlm uji yg bertujuan untuk mengukur performance panelis.

6. Tata letak kuisioner

Pada semua uji deskriptif, kecuali free choice profiling, ada kuisioner yg umum u/ semua panelis, dimana semua atribut di list sesuai dg tingkatannya. Panel leader disarankan untuk mengadakan/melakukan kesepakatan/persetujuan diantara panelis tentang : tingkatan atribut sensoris, jumlah atribut yg diterima/dinilai u/ setiap tahapan, porsi (misal:1 sndk penuh), waktu pengujian, dan cara menghabiskannya Semua detail praktis pelaksanaan tsb sebaiknya masuk ke dlm instruksi/petunjuk pengujian dan dicantumkan pd kuisioner

7. Pengulangan pengujian

Sebelum melakukan pengujian deskriptif yg sesungguhnya, adl penting untuk mengecek kembali apakah pelatihan telah dilaksanakan scr efektif dan apakah masing-masing panelis mempunyai performance yg baik dlm hal konsistensi dan diskriminasi. Panel leader mengidentifikasinya dengan pengujian menggunakan sampel dlm jml sedikit (biasanya 3 4 sampel), tetapi berbeda. Baik produk maupun penilaian setiap panelis dilakukan pengulangan pengujian dengan menggunakan kuisioner dan metodologi yg telah disepakati Panel leader mengevaluasi secara seksama hasil tes ini. Hasil tes digunakan u/ mengidentifikasi baik buruknya performance panelis, dalam hal konsistensi (kemampuan u/ mengulang skor u/ produk yg sama), diskriminasi (kemampuan untuk menilai perbedaan produk) dan korelasi (tingkat kesepakatan dg panelis lainnya)

8. Umpan balik

Panel leader harus melakukan umpan balik, baik kpd masing-masing panelis maupun panelis scr keseluruhan. Tujuannya adl untuk membuat kesimpulan dan utk mengidentifikasi permasalahan yg ada. Diskusi tentang permasalahan masing-masing panelis dilakukan di depan panelis lainnya. Hal ini dilakukan agar panelis lainnya termotivasi u/ menyampaikan permasalahannya dan u/ menghindari kemungkinan tjdnya hal-hal yg tdk diinginkan Beberapa anonim dijaga dg menggunakan nomer identifikasi bukan nama ketika proses umpan balik data hasil pengujian panelis di hadapan semua panelis