Anda di halaman 1dari 10

BAB I Pendahuluan Perkembangan IPTEK adalah sebuah fenomena dan fakta yang jelas dan pasti terjadi sebagai

sebuah proses yang berlangsung secara terus-menerus bagi kehidupan global yang juga yang tidak mengenal istilah berhent. Tidak ada masyarakat yang tidak berubah, dengan demikian dalam merespon perkembangan IPTEK, menghentikan jalannya perubahan adalah pekerjaan yang mustahil untuk dilakukan. Rekayasa Genetika akhir-akhir ini mengalami perkembangan yang cukup drastis dan meminta perhatian yang cukup serius dikalangan manusia pada umumnya. Genetika perlu dipelajari, agar kita dapat mengetahui sifat-sifat keturunan kita sendiri serta setiap makhuk hidup yang berada dilingkungan kita. Kita sebagai manusia tidak hidup autonom dan terinsolir dari makhuk lain sekitar kita tapi kita menjalin ekosistem dengan mereka. Karena itu selain kita harus mengetahui sifat-sifat menurun dalam tubuh kita, juga pada tumbuhan dan hewan. Lagi pula prinsip-prinsep genetika itu dapat disebut sama saja bagi seluruh makluk. Karena manusia sulit dipakai sebagai objek atau bahan percobaan genetis, kita dapat mempelajari hukum-hukumnya lewat sifat menurun yang terkandung dalam tumbuhan dan hewan sekitar.

BAB II ISI A. Pengertian Rekayasa Genetik Sejarah perkembangan genetika sebagai ilmu pengetahuan dimulai menjelang akhir abad ke-19 ketika seorang biarawan Austria bernama Gregor Johann Mendel berhasil melakukan analisis yang cermat dengan interpretasi yang tepat atas hasil-hasil percobaan persilangannya pada tanaman kacang ercis (pisum sativum), Mendel bukanlah orang pertama yang melakukan percobaan-percobaan persilangan. Akan tetapi, berbeda dengan para pendahulunya yang melihat setiap individu dengan keseluruhan sifatnya yang kompleks, Mendel mengamati pola pewarisan sifat demi sifat sehingga menjadi lebih mudah untuk diikuti. Deduksinya mengenai pola pewarisan sifat ini kemudian menjadi landasan utama bagi perkembangan genetika sebagai suatu cabang ilmu pengetahuan, dan Mendel pun diakui sebagai Bapak Genetika.

Semenjak saat itu hingga lebih kurang pertengahan abad ke-20 berbagai percobaan persilangan penelitian atas di dasar bidang prinsip-prinsip genetika. Hal Mendel ini sangat

mendominasi

menandai

berlangsungnya suatu era yang dinamakan dengan genetika klasik. Pada awal abad ke-20 ketika biokimia mulai berkembang sebagai cabang ilmu pengetahuan baru, para ahli genetika tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang hakekat materi genetik, khususnya mengenai sifat biokimianya. Pada tahun 1920-an, dan kemudian tahun 1940-an, terungkap bahwa senyawa kimia materi genetik adalah asam deoksiribonukleat (DNA). Dengan ditemukannya model struktur molekul DNA pada tahun 1953 oleh J.D. Watson dan F.H.C. Crick, dimulailah era genetika yang baru, yaitu genetika molekuler.

Perkembangan penelitian genetika molekuler terjadi demikian pesatnya. Jika ilmu pengetahuan pada umumnya mengalami perkembangan dua kali lipat dalam satu dasawarsa, maka waktu yang dibutuhkan untuk itu

(doubling time) pada genetika molekuler hanyalah dua tahun! Bahkan, perkembangan yang lebih revolusioner dapat disaksikan semenjak tahun 1970-an, yaitu pada saat dikenalnya teknologi manipulasi molekul DNA atau teknologi DNA rekombinan atau dengan istilah yang lebih populer disebut sebagai rekayasa genetikaSaat ini sudah menjadi berita biasa apabila organisme-organisme seperti domba, babi, dan kera didapatkan melalui teknik rekayasa genetika yang disebut kloning. Sementara itu, pada manusia telah dilakukan pemetaan seluruh genom atau dikenal sebagai projek genom manusia (human genom project), yang diluncurkan pada tahun 1990 sebagai cabang biologi maupun sebagai ilmuilmu rekayasa (keteknikan). Dapat dianggap, awal mulanya adalah dari usaha-usaha yang dilakukan untuk menyingkap material yang diwariskan dari satu generasi ke generasi yang lain. Ketika orang mengetahui bahwa kromosom adalah material yang membawa bahan terwariskan itu (disebut gen) maka itulah awal mula ilmu ini. Tentu saja, penemuan struktur DNA menjadi titik yang paling pokok karena dari sinilah orang kemudian dapat menentukan bagaimana sifat dapat diubah dengan mengubah komposisi DNA. Genetika adalah kata yang dipinjam dari bahasa Belanda:genetica, adaptasi dari bahasa Inggris: genetics, dibentuk dari kata bahasa Yunani genno, yang berarti "melahirkan". Genetika merupakan cabang biologi yang mempelajari pewarisan sifat pada organisme maupun suborganisme (seperti virus dan prion). Maka, dapat juga dikatakan bahwa genetika adalah ilmu tentang gen dan segala aspeknya. Bidang kajian genetika dimulai dari wilayah subselular (molekular) hingga populasi. Dan secara lebih rinci, genetika berusaha menjelaskan tentang : material pembawa informasi untuk diwariskan (bahan genetik), bagaimana informasi itu diekspresikan (ekspresi genetik), dan bagaimana informasi itu dipindahkan dari satu individu ke individu yang lain (pewarisan genetik).

Rekayasa atau biasa juga disebut dengan teknik adalah penerapan ilmu dan teknologi untuk menyelesaikan permasalahan manusia. Hal ini diselesaikan lewat pengetahuan, ataupun pengalaman dari trial dan error. Dan rekayasa juga mengalami perkembangan layaknya lomba lari estapet yang meneruskan teknologi generasi sebelumnya. Rekayasa genetika (Ing. genetic engineering) dalam arti paling luas adalah penerapan genetika untuk kepentingan manusia. Dengan pengertian ini, kegiatan pemuliaan hewan atau tanaman melalui seleksi dalam populasi dapat dimasukkan. Demikian pula penerapan mutasi buatan tanpa target dapat pula dimasukkan. Walaupun demikian, masyarakat ilmiah sekarang lebih bersepakat dengan batasan yang lebih sempit, yaitu penerapan teknikteknik biologi molekular untuk mengubah susunan genetik dalam kromosom atau mengubah sistem ekspresi genetik yang diarahkan pada kemanfaatan tertentu. Maka, Rekayasa genetika dalam arti luas adalah teknologi dalam penerapan genetika untuk membantu masalah dan kepentingan apapun dari manusia. Dengan segala pengetahuan dan pengalaman dari trial dan error tersebut manusia dapat mengembangkan produk-produk yang bermanfaat bagi manusia itu sendiri. Teknologi Rekayasa Genetika merupakan inti dari bioteknologi didifinisikan sebagai teknik in-vitro asam nukleat, termasuk DNA rekombinan dan injeksi langsung DNA ke dalam sel atau organel; atau fusi sel di luar keluarga taksonomi; yang dapat menembus rintangan reproduksi dan rekombinasi alami, dan bukan teknik yang digunakan dalam pemuliaan dan seleksi tradisional. Prinsip dasar teknologi rekayasa genetika adalah memanipulasi atau melakukan perubahan susunan asam nukleat dari DNA (gen) atau menyelipkan gen baru ke dalam struktur DNA organisme penerima. Gen yang diselipkan dan organisme penerima dapat berasal dari organisme apa saja. Misalnya, gen dari bakteri bisa diselipkan di kromosom tanaman, sebaliknya gen tanaman dapat diselipkan pada kromosom bakteri. Gen

serangga dapat diselipkan pada tanaman atau gen dari babi dapat diselipkan pada bakteri, atau bahkan gen dari manusia dapat diselipkan pada kromosom bakteri. Produksi insulin untuk pengobatan diabetes, misalnya, diproduksi di dalam sel bakteri Eschericia coli (E. coli) di mana gen penghasil insulin diisolasi dari sel pankreas manusia yang kemudian diklon dan dimasukkan ke dalam sel E. coli. Dengan demikian produksi insulin dapat dilakukan dengan cepat, massal, dan murah. Teknologi rekayasa genetika juga memungkinkan manusia membuat vaksin pada tumbuhan, menghasilkan tanaman transgenik dengan sifat-sifat baru yang khas. Kemajuan di bidang bioteknologi khususnya dalam bidang rekayasa genetika tak lepas dari kontroversi yang melingkupi perkembangan teknolog i. Bioteknologi sebenarnya sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Garis waktu bioteknologi: 1. 8000 SM Pengumpulan benih untuk ditanam kembali. Bukti bahwa bangsa Babilonia, Mesir, dan Romawi melakukan praktik pengembangbiakan selektif (seleksi artifisal) untuk meningkatkan kualitas ternak. 2. 6000 SM Pembuatan bir, fermentasi anggur, membuat roti, membuat tempedengan bantuan ragi. 3. 4000 SM Bangsa Tionghoa membuat yogurt dan keju dengan bakteri asam laktat. 4. 1500 Pengumpulan tumbuhan di seluruh dunia. 5. 1665 Penemuan sel oleh Robert Hooke(Inggris) melalui mikroskop. 6. 1800 Nikolai I. Vavilov menciptakan penelitian komprehensif tentang Pengembangbiakan hewan. 7. 1880 Mikroorganisme ditemukan 8. 1856 Gregor Mendel mengawali genetika tumbuhan rekombinan. 9. 1865 Gregor Mendel menemukan hukumhukum dalam penyampaian sifat induk keturunannya.

10. 1919 Karl Ereky, insinyur Hongaria, pertama menggunakan kata bioteknologi. 11. 1970 Peneliti di AS berhasil menemukan enzim pembatas yang digunakan 12. untuk memotong gen-gen. 13. 1975 Metode produksi antibodi monoklonal dikembangkan oleh Kohler dan Milstein. 14. 1978 Para peneliti di AS berhasil membuat insulin dengan menggunakan bakteri yang terdapat pada usus besar 15. 1980 Bioteknologi modern dicirikan oleh teknologi DNA rekombinan. Model prokariot nya, E. coli, digunakan untuk memproduksi insulin dan obat lain, dalam bentuk manusia. Sekitar 5% pengidap diabetes alergi terhadap insulin hewan yang sebelumnya tersedia. 16. 1992 FDA menyetujui makanan GM pertama dari Calgene: tomat flavor saver. 17. 2000 : Ditemukannya enzim pemotong DNA yaitu enzim restriksi endonuklease. Ditemukannya pengatur ekspresi DNA yang diawali dengan penemuan operon laktosa pada prokariota. Ditemukannya perekat biologi yaitu enzim ligase

B. Teknik yang Digunakan dalam Rekayasa Genetik Pada dasarnya upaya untuk mendapatkan suatu produk yang diinginkan melalui teknologi DNA rekombinan melibatkan beberapa tahapan tertentu. Tahapan-tahapan tersebut adalah isolasi DNA genomik/ kromosom yang akan diklon, pemotongan molekul DNA menjadi sejumlah flagmen dengan berbagai ukuran, penyisipan fragmen DNA ke dalam vektor untuk menghasilkan molekul DNA rekombinan, transformasi sel inang

menggunakan molekul DNA rekombinan, pengklonaan vektor pembawa

DNA rekombinan, dan identifikasi klon sel yang membawa gen yang diinginkan. Individu hasil rekayasa genetika disebut transgenik. Rekayasa genetika memiliki beberapa cara, yaitu sebagai berikut 1. Fusi Sel Cara ini bisa diterapkan untuk tumbuhan, hewan, dan manusia. Metode ini adalah cara menggabungkan dua sel yang berbeda untuk mendapatkan sel baru seperti yang diinginkan. Cara ini sudah diterapkan untuk menghasilkan antibodi monoklonal dengan memfusikan sel leukosit (menghasilkan antibodi) manusia dengan sel kanker tikus. Hasil fusi dari kedua sel tersebut dikultur dan menghasilkan antibodi monoklonal. 2. Transgenik Inti (Somatic Cell Nuclear Transfer) Metode ini biasa diterapkan pada manusia dan hewan. Metode ini dilakukan dengan memindahkan inti sel telur dari satu individu dan menggantinya dengan inti sel somatis dari sel somatis individu lain. Setelah menjadi embrio, dimasukkan kembali ke dalam rahim yang sudah dipersiapkan. Individu dari hasil metode ini akan memiliki sifat yang sama persis dengan individu yang menyumbangkan inti sel somatis 3. Rekombinan DNA Metode ini bias disebut dengan metode penyipan gen. Caranya adalah memasukkan potongan DNA ke dalam sel vektor. Vektor ini biasanya adalah plasmid atau bakteriophage. Gabungan antara vektor dengan potongan DNA ini disebut Rekombinan DNA. Metode ini biasanya digunakan dalam dunia kedokteran, contohnya untuk

menghasilkan hormon insulin. Caranya untuk menghasilkan insulin dengan teknik rekombinan DNA adalah sebagai berikut DNA penghasil insulin pada manusia dipotong dengan menggunakan enzim restriksi Hasil potongan DNA dimasukkan ke dalam bakteri Escherichia coli sebagai vektor

Plasmid tersebut dimasukkan ke dalam bakteri escherichia coli E.coli yang sudah mengandung rekombinan DNA dikultur dalam medium khusus sehingga bakteri tersebut bisa menghasilkan insulin

C. Dampak Rekayasa Genetika 1) Dengan adanya rekayasa genetika, perubahan genotipe tidak dirancang secara alami sesuai dengan kebutuhan dinamika populasi sehingga akan menimbulkan perubahan drastis yang membahayakan. 2) Penggunaan hormon pertumbuhan sapi (Bovine Growth Hormone = BGH) dapat meningkatkan produksi susu sapi hingga mencapai 20% yang dapat mengakibatkan kerugian pada peternak kecil. 3) Dampak penggunaan insulin hasil rekayasa genetika yang telah menyebabkan kematian di Inggris

4) Pemakaian BGH pada sapi mengandung bahan kimia baru yang memiliki potensi membahayakan kesehatan manusia Kloning untuk kesehatan tidak dapat dipertanggung jawabkan secara etika karena pasti terjadi penyimpangan yang tidak mungkin dapat dikontrol sepenuhnya.

DAFTAR PUSTAKA Almustanir. 2010. Rekayasa Genetika dan Sistem Imun. http://www.slideshare.net/almustanir/makalah-rekayasa-genetika-dansistem-imun (diakses Tgl 9 Mei 2013) Anonim. 2011. Rekayasa Genetika. http://sceonity.blogspot.com/2011/07/rekayasa-genetika.pdf (diakses Tgl 9 Mei 2013) Anonim. 2012. Rekayasa Genetika Pada Hewan. http://menarailmuku.blogspot.com/2012/12/rekayasa-genetika-padahewan.html(diakses Tgl 9 Mei 2013) Fried, George H., dkk. 2006. Biologi Edisi Kedua. Jakarta: PT Gelora Aksara Pratama Kadaryanto, dkk. 2006. Biologi Mengungkap Rahasia Alam Kehidupan. Surabaya: Yudhistira Karmana , Oman. 2005. Cerdas Belajar Biologi. Jakarta: Grafindo Matrix. 2009. Panduan Belajar dan Evaluasi Biologi. Jakarta: Grasindo Rangkuti, Rahmayani. 2011. Rekayasa Genetika. http://www.scribd.com/doc/66226705/MAKALAH-REKAYASAGENETIKA (diakses Tgl 9 Mei 2013) Setiowati, Tetty, dkk. 2007. Biologi Interaktif. Jakarta: Azka Press Sudjadi. 2008. Bioteknologi Kesehatan. Yogyakarta: Kanisius