Anda di halaman 1dari 20

EFEKTIVITAS IKAN NILA DAN MANIPULASI LINGKUNGAN UNTUK MENURUNKAN KEPADATAN JENTIK NYAMUK ANOPHELES SP.

DI LAGUNA KECAMATAN TANJUNG LOMBOK UTARA

Tesis Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana S-2 Minat Utama Kesehatan Lingkungan Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Jurusan Ilmu-Ilmu Kesehatan

Diajukan oleh: ZULFAHRUDIN NIM: 09/293371/PKU/10904

Kepada PROGRAM PASCASARJANA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2011 i

ii

iii

DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL..................................................................................... HALAMAN PENGESAHAN....................................................................... DAFTAR ISI............................................................................................... DAFTAR TABEL........................................................................................ DAFTAR GAMBAR.................................................................................. DAFTAR LAMPIRAN. SURAT PERNYATAAN. KATA PENGANTAR.. INTISARI................................................................................................... ABSTRACT.. i ii iii vi vii viii ix x xii xiii

BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah............................................................. B. Perumusan Masalah.................................................................... C. Tujuan Penelitian......................................................................... D. Manfaat Penelitian....................................................................... E. Keaslian Penelitian...................................................................... BAB II.TINJAUAN PUSTAKA A. Telaah Pustaka............................................................................ 1. Pengertian Vektor dan Macam-macam Vektor........................ 2. Klasifikasi Nyamuk Anopheles................................................. 3. Perilaku (bionomi) Nyamuk Anopheles sp............................... 4. Pengendalian Vektor Malaria................................................. B. Landasan Teori............................................................................. C. Kerangka Teori............................................................................. D. Kerangka Konsep Penelitian....................................................... E. Hipotesis Penelitian ..................................................................... 1 5 5 6 6 8 8 9 9 18 28 30 31 32

iv

BAB III. METODE PENELITIAN A. Jenis Dan Rancangan Penelitian ................................................ B. Subjek Penelitian........................................................................... C. Variabel Penelitian........................................................................ D. Definisi Operasional..................................................................... E. Instrumen Penelitian..................................................................... F. Pengumpulan Data...................................................................... G. Analisis Data................................................................................. H. Etika Penelitian............................................................................. I . Waktu dan Jalannya Penelitian.................................................... J . Keterbatasan Penelitian ......................................... BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian. 1. Kondisi Geografis Kecamatan Tanjung.. 2. Vektor Malaria. 3. Lokasi dan Luas Habitat Nyamuk Anopheles sp.. 4. Karakteristik Laguna sebagai Lokasi Penelitian 5. Efektivitas Ikan Nila dan Manipulasi Lingkungan dalam Menurunkan Angka Kepadatan Jentik Nyamuk Anopheles sp.. 6. Pengaruh Perlakuan Laguna (IN+ML), (ML) dan (IN) terhadap Penurunan Angka Kepadatan Jentik Nyamuk Anopheles sp. . 7. Pengaruh Perlakuan Perminggu Masing-Masing Laguna terhadap Penurunan Angka Kepadatan Jentik Nyamuk Anopheles sp. B. Pembahasan. 1. Karakteristik Laguna sebagai Lokasi Penelitian 2. Efektivitas Ikan Nila dan Manipulasi Lingkungan dalam Menurunkan Angka Kepadatan Jentik Nyamuk Anopheles sp..................................................................................... 45 45 47 47 48 33 34 36 36 40 40 41 42 42 43

51

51

53 54 54

57

3. Pengaruh Perlakuan Laguna (IN+ML), (ML) dan (IN) terhadap Penurunan Angka Kepadatan Jentik Nyamuk Anopheles sp. . 4. Pengaruh perlakuan Perminggu Masing-Masing Laguna terhadap Penurunan Angka Kepadatan Jentik Nyamuk Anopheles sp. BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan... B. Saran..

58

62

66 66

DAFTAR PUSTAKA.................................................................................. LAMPIRAN..

67 71

vi

DAFTAR TABEL

Halaman Tabel 1. Distribusi luas daratan dan laut di Kabupaten Lombok Utara Tahun 2009.. . 45 Tabel 2. Distribusi luas wilayah Kecamatan Tanjung dirinci menurut desa tahun 2009.. 46 Tabel 3. Lokasi dan luas habitat nyamuk Anopheles sp. di Kecamatan Tanjung Tahun 2010 47 Tabel 4. Distribusi jumlah cidukan sampel, sebaran vegetasi, pH, suhu dan salinitas masing-masing habitat di Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara Tahun 2010... 49 Tabel 5. Distribusi kepadatan jentik nyamuk Anopheles sp. berdasarkan kelompok perlakuan laguna di Kecamatan Tanjung Lombok Utara Tahun 2010 50 Tabel 6. Hasil analisis uji Duncan terhadap perbedaan rata-rata persen Reduksi (penurunan) angka kepadatan jentik Anopheles sp. antar perlakuan............................................................................ 52 Tabel 7. Hasil analisis uji Duncan terhadap perbedaan rata-rata persen reduksi (penurunan) angka kepadatan jentik Anopheles sp. perminggu antar pengamatan masing-masing perlakuan 53

vii

DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1. Peta lokasi penelitian di Kecamatan Tanjung Lombok utara.. 3

Gambar 2. Lingkungan kelangsungan hidup nyamuk.. ........................... 12 Gambar 3. Kerangka teori dalam penelitian............................................. 30 Gambar 4. Kerangka konsep dalam penelitian....................................... 31

Gambar 5. Grafik persen reduksi angka kepadatan jentik Anopheles sp. pada perlakuan laguna dengan dilepaskan Ikan Nila kombinasi Manipulasi Lingkungan (NI+ML), laguna Manipulasi Lingkungan (ML) dan Laguna Ikan Nila (IN). 51

viii

DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1. Foto kegiatan penelitian. Lampiran 2. Hasil survey pendahuluan............................................. Lampiran 3. Tabel hasil pengamatan kepadatan jentik Anopheles sp. sebelum dan sesudah aplikasi di 10 Laguna Lampiran 4. Tabel persen reduksi kepadatan jentik Anopheles sp. sesudah dilepaskan ikan nila. Lampitan 5. Tabel persen reduksi kepadatan jentik Anopheles sp. sesudah manipulasi lingkungan Lampiran 6. Tabel persen reduksi kepadatan jentik Anopheles sp. sesudah dilepaskan ikan kombinasi manipulasi lingkungan Lampiran 7. Gambar grafik kepadatan jentik Anopheles sp. sebelum dan sesudah aplikasi di laguna Lampiran 8. Format pengamatan kepadatan jentik, pengukuran pH, suhu dan salinitas .. . Lampiran 9. Surat izin penelitian. Lampiran 10.Surat izin etika penelitian 71 73 78 79 80 81 82 83 85 86

ix

KATA PENGANTAR Puji Syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT. (Tuhan Yang Maha Esa) atas rahmat dan hidayahnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis dengan judul Efektivitas Ikan Nila dan Manipulasi Lingkungan untuk Menurunkan Kepadatan Jentik Nyamuk Anopheles sp. di Laguna Kecamatan Tanjung Lombok Utara Tahun 2011 tepat pada waktunya. Tesis ini disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat sarjana S2 jurusan Ilmu-ilmu Kesehatan, Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Minat Utama Kesehatan Lingkungan di Universitas Gajah Mada. Untuk itu pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggitingginya kepada: 1. Prof. dr. Ali Ghuffron Mukti, MSc, PhD, selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada beserta staf dan jajarannya. 2. dr. Siswanto Agus Wilopo, SU.,M.Sc.,ScD. selaku Direktur Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat FK-UGM beserta staf dan jajarannya. 3. Dra. Susi Iravati, Apt., Ph.D selaku Ketua Minat Kesehatan Lingkungan Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat FK-UGM beserta staf dan jajarannya. 4. Prof. Dr. dr. Soebijanto selaku ketua dewan penguji yang telah banyak memberikan arahan, saran dan masukan khususnya cara penulisan yang sangat berguna bagi penulis kelak. 5. dr. Damar Tri Boewono, MS. dan dr. Suwarno Hadisusanto, MSi selaku pembimbing yang telah memberikan bimbingan, arahan, saran dan petunjuk selama penelitian baik secara tekhnis (pengendalian vektor malaria di laguna, identifikasi jentik dan nyamuk) sampai cara penulisan yang sangat berguna bagi penulis kelak. 6. Prof. Dr. dr. Adi Heru Sutomo, M.Sc. dan dr. Tribaskoro Tunggul Satoto, M.Sc., Ph.D. selaku penguji yang telah memberikan arahan dan masukan kepada penulis selama proses seminar dan ujian tesis.

xi

7. dr. H. Benny Nugroho. S. selaku Ka.Dikes Kabupaten Lombok Utara, dr. H. L. Bahrudin selaku Kabid P2P, I. Md. Gusena selaku Kasie Surveillance & KLB, I. Nyoman Sudiarta Progremer Malaria, pimpinan Puskesmas Tanjung beserta seluruh staf dan jajarannya yang telah memberikan data, informasi, dukungan, fasilitas dan izin kepada penulis selama penelitian berlangsung. 8. Seluruh aparatur Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara khususnya Kepala BAPPEDA yang telah memberikan pinjam alat GPS, izin penelitian dan data-data tentang kondisi Lombok Utara. 9. Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, Perternakan, Perikanan dan Kelautan Kabupaten Lombok Utara yang telah memberikan bantuan berupa bibit ikan nila. 10. Budi Armika progremer malaria Dikes Propensi NTB, H. Herman Budasih selaku Konsultan malaria dari GF-ATM Propinsi NTB. Yang telah memberikan bantuan, saran dan masukan selama penelitian di lapangan. 11. Kedua orang tua yang tercinta (Mukmin dan Mindrawati) dan adikadikku terutama Sapno Hadi yang telah membantu dalam penelitian ini semoga doa dan bantuannya dibalas oleh Allah SWT. (Tuhan Yang Maha Esa). 12. Istriku Septini dan Anaku Yuliatin Amrina Rosyada, Fahriatin Nurul aziziyah tercinta, yang telah banyak berkorban dan memberikan motivasi serta dukungan selama pendidikan. 13. Teman-teman Minat Kesling (khususnya Witi Karwiti dan Deri Kermelita), teman-teman kos gang Timor-Timur E-73 Dusun Sono, Sinduadi Kec. Melati, Sleman Yogyakarta (khususnya Benuriadi, Rospandi, Ainussobah, Sopan Ardianto, I Wayan Getas dan Teuku Fakhruddin) atas masukan dan bantuannya terutama koreksi awal penulisan tesis, penulis berdoa semoga kita sukses bersama dimasa yang akan datang.

xii

14. Semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu yang telah membantu karya siswa dalam pelaksanaan penelitian dan penyusunan tesis ini. Semoga amal baik yang telah diberikan mendapatkan Rahmat dan Pahala dari Allah SWT. (Tuhan Yang Maha Kuasa). Penulis menyadari bahwa tesis ini masih jauh dari sempurna, masih terdapat kelemahan dan kekurangan, sehubungan keterbatasan kemampuan, pengalaman dan pengetahuan, maka dengan segala kerendahan hati, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak demi kesempurnaan tesis ini. Akhir kata penulis berharap semoga tesis ini dapat bermanfaat bagi semua orang yang membacanya. Yogyakarta, Juni 2011 Penulis,

xiii

INTISARI Latar Belakang: Kecamatan Tanjung urutan tertinggi kasus malaria tahun 2007-2009 dari lima kecamatan di Kabupaten Lombok Utara, disebabkan kondisi geografis (daerah pantai banyak laguna potensial sebagai habitat nyamuk Anopheles sp.). Pengendalian vektor malaria yang efektif, efisien dan ramah lingkungan yaitu dengan pengelolaan lingkungan (manipulasi lingkungan) dan hayati (penebaran ikan nila sebagai predator). Tujuan: Untuk mengetahui seberapa besar efektivitas ikan nila dan manipulasi lingkungan dalam menurunkan angka kepadatan jentik Anopheles sp. di laguna. Metode: Eksperimental semu (Quasi experimental) dengan menggunakan rancangan eksperimen ganda (multiple time series design). Tehnik pengambilan sampel non probability sampling dengan cara purposive sampling. Untuk mengetahui efektivitas dihitung persen reduksi, dikatakan efektif jika 70%. Hubungan antar variabel di analisis dengan Analisis Variansi (ANAVA) 95% (=0,05) satu jalur, dilanjutkan uji Duncan 5% untuk mengetahui perlakuan yang paling berpenagaruh secara nyata. Hasil: Laguna kombinasi Ikan Nila dan Manipulasi Lingkungan(IN+ML) efektif menurunkan angka kepadatan jentik Anopheles sp. mulai minggu III (86,39%), laguna Manipulasi Lingkungan (ML) efektif mulai minggu IV (87,50%) dan laguna dengan Ikan Nila (IN) efektif mulai minggu VI (72,05%). Hasil uji Duncan 5% ketiga perlakuan laguna, ada beda pengaruh perlakuan laguna yang nyata terhadap penurunan angka kepadatan jentik Anopheles sp. yaitu laguna (IN+ML) dan (ML) dibandingkan laguna (IN) pada minggu I-XII dan tidak ada beda pengaruh perlakuan laguna yang nyata secara statistik pada laguna (IN+ML) dibandingkan laguna (ML). Ada beda pengaruh perlakuan perminggu yang nyata pada laguna (IN+ML) dan (ML) minggu I-III dan tidak ada beda secara statistik mulai minggu IV-XII. Ada beda pengaruh perlakuan perminggu yang nyata pada laguna (IN) minggu I,II dan tidak ada beda secara statistik pada minggu IV,V dan VII-XII. Kesimpulan: Laguna (IN+ML) paling efektif dan memiliki kontribusi yang besar terhadap penurunan angka kepadatan jentik Anopheles sp. dibandingkan laguna (ML) dan (IN) di Kecamatan Tanjung Lombok Utara. Kata kunci: Kepadatan jentik, ikan nila, manipulasi lingkungan

xiv

ABSTRACT Background: Tanjung subdistrict has the highest ranked cases of malaria in 2007-2009 of five subdistricts in North Lombok, due to its geographical conditions (it has many coastal lagoons where a lot of potential breeding ground for mosquitoes of Anopheline). Environmental management (Environmental manipulation) and biological (nile fish dissemination as predator) are the most effective and efficient ways to combat the malarias vector. Objective: To assess the effectiveness of nile fish and manipulation of the environmental to decrease the density of Anopheline larvae in lagoon. Methods: Quasi experimental design of experiments using double (multiple time series design). Non-probability sampling technique sampling with purposive sampling. Is said to be effective if 70%. The relationship between variables in the analysis by one way ANOVA 95% ( = 0.05), followed by Duncan 5% test obviously to examine the most influenced treatment. Results: lagoon combine Nile Fish and Environmental Manipulation (NF+EM) has effective influenced to reduce density of Anopheline larvae start from the week III(86.39%), lagoon (EM) effective in week IV (87.50%) and lagoon (NF) effective in week V (72.05%). The result of Duncan 5% test for those three lagoons treatment. There are real influenced of differentiation treatment lagoon to decrease of amount of Anopheline larvae density in lagoon (NF+EM) and (EM) compared to lagoon (NF) in week I-XII. While in lagoon (NF+EM) compared to lagoon (EM) has not real statically influenced of differentiation treatment. There are real influenced of differentiation treatment weekly for lagoon (NF+EM) and (EM) in a week I-III and there is not statically differentiation start from week IV-XII. There are real influenced of differentiation treatment weekly for lagoon (IN) in week I, III and there is not statically differentiation in week IV, V and VII-XII. Conclusion: Lagoon treatment (NF+EM), the most effective and has a major contribution in decreasing the number density of Anopheline larvae compared with the lagoon treatment (EM) and (NF) in Tanjung subdistrict of North Lombok regency. Keywords: Density of larvae, nile fish, environmental manipulation

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit malaria (plasmodium) bentuk seksual dalam tubuh nyamuk Anopheles betina yang ditularkan kemanusia melalui gigitan (WHO, 2002). Di Indonesia dilaporkan 424 kabupaten/kota endemis malaria dari 579 kabupaten/kota yang ada dan diperkirakan 42,42% penduduk Indonesia berisiko tertular malaria. Penyakit ini merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama, karena mempengaruhi angka kesakitan bayi, balita dan ibu melahirkan serta menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB). (Harijanto, 2009). Dewasa ini upaya pemberantasan malaria dilakukan melalui pengendalian vektor nyamuk Anopheles sp. dan pengobatan kepada penderita diduga malaria atau terbukti positif secara laboratorium. sejak zaman Hindia Pemberantasan malaria di Indonesia sudah dimulai lingkungan (Laihad & Gunawan, 2000). Pada tahun 1959 WHO mengeluarkan kebijakan upaya malaria pemberantasan malaria ditingkatkan menjadi pembasmian

belanda tahun 1919, dengan kegiatan anti jentik dan penyehatan

memggunakan insektisida Dichloro Diphenyl Trichloroethane (DDT), tetapi sejak tahun 1992 tidak boleh digunakan lagi, karena sudah terjadi resistensi terhadap nyamuk Anopheles sp. dan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu upaya lain yang adalah pengendalian dilakukan agar lebih aman dan baik dan pengelolaan vektor malaria secara hayati

lingkungan (environmental management) (Kardinan, 1999). Di Lombok Nusa Tenggara Barat, hasil penelitian menunjukkan bahwa di Sayong maupun Longlongan ditemukan vektor malaria yang dominan adalah An. subpictus. Habitat jentik An. subpictus ditemukan di tambak, sungai dan saluran irigasi yang ditumbuhi alga, lumut dan rumput 1

dengan salinitas 5-35 permil. Di Longlongan tempat perkembangbiakan jentik An. Subpictus di sawah, sungai, kobakan air, saluran irigasi ditumbuhi alga, gulma dan kangkung dengan kisaran salinitas 10-35 permil. Dari pemeriksaan ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay) di Lombok Barat ditemukan vektor malaria An. subpictus positif terhadap Plasmodium falciparum maupun Plasmodium vivax. (Dikes, 2000). Nusa Tenggara Barat (NTB) terdiri dari dua pulau dengan 8 kabupaten dan 2 Kota yaitu pulau Lombok dan Sumbawa yang masing masing memiliki geografis berbeda-beda. Salah satu Kabupaten di pulau Lombok menjadi tujuan wisata adalah Lombok Utara. Luas wilayah Kabupaten Lombok Utara 809,53 km2, terbagi menjadi 5 wilayah kecamatan yaitu: Pemenang, Tanjung, Gangga, Kayangan dan Bayan, dengan jumlah penduduk pada tahun 2009 sebesar 213.300 jiwa (Dikes, 2009). Kabupaten Lombok Utara memiliki banyak permasalahan terutama yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat diantaranya penyakit malaria. Hal ini disebabkan karena sepanjang + 80 km garis pantai terdapat 33 laguna potensial sebagai habitat vektor malaria, sedangkan program penanggulangan malaria yang sedang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara, antara lain penemuan penderita, pengobatan, pengamatan vektor, penyemprotan nyamuk dan pemakaian kelambu berinsektisida (Dikes, 2009). Di Kabupaten Lombok Utara, malaria termasuk sepuluh besar penyakit utama dengan Annual Malaria Incidence (AMI) selama tiga tahun terakhir (2007-2009) yaitu: tahun 2007 (45,58), 2008 (30,95) dan 2009 (36.62) sedangkan kasus positif atau Annual Parasite Incidence (API) tahun 2007 (10,35), 2008 (0,52) dan 2009 (6,36). Kecamatan Tanjung menduduki urutan tertinggi kasus malaria (2007-2009), dari lima kecamatan di Kabupaten Lombok Utara, yaitu tahun 2007 (AMI 81,59 & API 17,9), 2008 ( AMI 63,28 & API 6,51) dan 2009 (AMI 57,98 & API 9.49). Kecamatan Tanjung memiliki 7 desa, luas wilayah 115,64

km (11.564 Ha), jumlah penduduk 47.136 jiwa dengan mata pencaharian sebagian besar petani dan nelayan. Kondisi geografis Kecamatan Tanjung adalah daerah perbukitan dan pantai, curah hujan rata-rata 124 mm pertahun dan hari hujan rata-rata 7 hari pertahun dengan musim hujan pada bulan Januari-Mei, suhu udara berkisar antara 22,1-32,8oC. Dari 7 desa ada 5 desa berbatasan dengan laut, memiliki laguna dan muara sungai yang potensial sebagai habitat nyamuk Anopheles sp. (BAPPEDA, 2010; Dikes, 2010). Laguna-laguna tersebut tidak terawat dengan baik, sehingga ganggang, lumut dan tumbuhan air lainnya tumbuh dengan subur. Kondisi ini sangat menguntungkan nyamuk Anopheles sp. sebagai tempat meletakkan telur, tempat berlindung dan tempat mencari makanan bagi jentik dan sebagai tempat istirahat nyamuk betina selama menunggu siklus gonotropik. (Depkes, 2007).

Sumber: Dinas Kesehatan Kab. Lombok Utara tahun 2009

Gambar 1. Peta lokasi penelitian di Kecamatan Tanjung Lombok Utara Diantara program penanggulangan malaria, peniliti tertarik meneliti pengendalian vektor malaria dengan pengendalian hayati yaitu penebaran ikan nila di laguna sebagai predator (pemangsa) jentik dan manipulasi

lingkungan, karena program ini lebih murah biayanya, mudah dikerjakan dan ramah lingkungan jika dibandingkan dengan program pengendalian malaria lainnya. Ikan nila selain memakan jentik nyamuk, juga memakan gulma air, sehingga dapat membersihkan kolam ikan dari tanaman air yang dipakai sebagai tempat bertelur nyamuk. Lebih dari itu, ikan nila mempunyai nilai ekonomi tinggi, sehingga diharapkan penduduk mau membudidayakan untuk mendapatkan tambahan pendapatan dan tambahan gizi mereka (Sudomo, et al., 1998). Manipulasi lingkungan adalah suatu bentuk kegiatan untuk menghasilkan keadaan sementara yang tidak menguntungkan bagi nyamuk, untuk berkembang biak di habitatnya, seperti mengangkat lumut dari laguna, pengubahan kadar garam dan sistem pengairan secara berkala dibidang pertanian (Depkes, 2002; Sigit & Hadi, 2006). Dalam penelitian yang dilakukan di Sihepeng, Siabu, Tapanuli Selatan telah dibuktikan bahwa ikan nila mampu menurunkan populasi jentik nyamuk di kolam percobaan. Ikan nila dipilih dan dipakai sebagai pengendali nyamuk karena beberapa hal yang menguntungkan yaitu, karena ikan nila sangat rakus memakan jentik dari ikan Poecilia sp. maupun Gambusia sp. Ikan nila mudah dikembangbiakkan, bersifat omnivora, cepat besar, rasanya enak dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi (Sudomo, et al., 1998). Pengalaman di Cina dan India menunjukkan, bahwa pemeliharaan ikan pemakan jentik nyamuk, yang dapat dikonsumsi dan dijual, sangat menguntungkan untuk mengurangi populasi jentik dan sekaligus menambah penghasilan. Dengan pengurangan sumber (source reduction) nyamuk, maka dampak yang diharapkan adalah pengurangan penularan malaria (WHO, 1995). Berdasarkan latar belakang di atas, maka menurunkan kepadatan jentik nyamuk peneliti mengajukan sp. di laguna judul penelitian: Efektivitas ikan nila dan manipulasi lingkungan untuk Anopheles Kecamatan Tanjung kabupaten Lombok Utara.

B. Perumusan Masalah Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Seberapa besar efektivitas ikan nila dan manipulasi lingkungan di laguna Kecamatan Tanjung menurunkan kepadatan jentik Anopheles sp.? 2. Apakah ada perbedaan pengaruh penebaran ikan nila dan manipulasi lingkungan laguna terhadap penurunan angka kepadatan jentik Anopheles sp.? C. Tujuan Penelitian 1. Tujuan umum Untuk mengetahui seberapa besar efektivitas ikan nila dan manipulasi lingkungan dalam menurunkan angka kepadatan jentik Anopheles sp. di Kecamatan Tanjung Lombok Utara NTB. 2. Tujuan khusus a. Mengetahui seberapa besar efektivitas ikan nila dalam menurunkan angka kepadatan jentik Anopheles sp. b. Mengetahui seberapa besar efektivitas manipulasi lingkungan (mengangkat lumut, ganggang, sampah, rumput yang terapung di permukaan air dan pembersihan semak di tepi laguna) dalam menurunkan angka kepadatan jentik Anopheles sp. c. Mengetahui seberapa besar efektivitas kombinasi ikan nila dan manipulasi lingkungan (mengangkat lumut, ganggang, sampah, rumput yang terapung di permukaan air dan pembersihan semak di tepi laguna) dalam menurunkan angka kepadatan jentik Anopheles sp. D. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan informasi kepada semua fihak antara lain: 1. Bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara dalam upaya program pengendalian vektor malaria.

2. Bagi peneliti sendiri dapat memberikan pengetahuan dan menambah wawasan ilmu pengetahuan dalam penelitian ilmiah. 3. Manfaat ilmiah dapat menjadi salah lanjut. satu acuan dan rujukan bagi peneliti lain yang mempunyai minat sama guna pengembangan lebih

E. Keaslian Penelitian Beberapa penelitian efektivitas ikan nila dan manipulasi lingkungan yang pernah dilakukan, untuk menurunkan kepadatan jentik Anopheles sp. yaitu: 1. Sudomo et al. (1998) tentang efektivitas ikan Nila merah (Oreochromis niloticus) sebagai pemakan jentik nyamuk di Desa Sihepeng, Siabu, Tapanuli Selatan. Tujuan penelitiannya adalah melihat efektivitas ikan nila sebagai agent biologik untuk mengendalikan jentik nyamuk vektor malaria. Hasil penelitiannya ikan nila merah efektif mengendalikan populasi jentik Anopheles sp. 2. Vasilis et al. (2007) tentang peran ikan sebagai predator jentik nyamuk di dataran banjir sungai Gambia. Tujuan penelitian ini adalah memeriksa potensi spesies ikan asli (Tilapia guineensis dan Epiplaty spilargyreius) sebagai pengendali jentik nyamuk vektor malaria. Hasil penelitiannya adalah Tilapia guineensis dan Epiplatys spilargyreius adalah predator yang efektif memakan semua stadium Culicine dan larva Anopheline. 3. Howard et al. (2007) tentang pengendalian nyamuk malaria

menggunakan ikan nila di Kenya Barat. Tujuan penelitiannya adalah mengendalikan nyamuk malaria secara biologi dengan menggunakan ikan nila. Hasil penelitiannya ikan nila (Oreochromis niloticus) dapat mengurangi kepadatan jentik nyamuk, setelah 15 minggu dapat menurunkan lebih dari 94% jentik Anopheles gambiae dan Anopheles funestus dan lebih dari 75% nyamuk Culicine.