Anda di halaman 1dari 33

BAB I PENDAHULUAN

Dewasa ini, upaya perencanaan dalam keluarga yakni menentukan jumlah anak dan jarak kelahirannya merupakan hal yang umum dilakukan, terutama oleh keluarga-keluarga muda baik di perkotaan maupun di pelosok pedesaan. Kesadaran akan pentingnya perencanaan keluarga ini biasanya dikaitkan dengan konsep perencanaan keluarga, dimana pasangan muda dianggap lebih siap baik secara mental, spiritual maupun finansial dalam penataan masa depan anak-anak mereka. Tentu saja pandangan seperti ini masih bisa dipertanyakan mengingat penataan masa depan keluarga sangat berkaitan dengan banyak faktor. Sementara itu, teknologi kedokteran, riset-riset untuk menemukan ragam corak alat kontrasepsi serta industri farmasi berkembang sangat pesat dan cepat, sehingga terdapat banyak pilihan alat-alat kontrasepsi yang bisa digunakan baik oleh laki-laki maupun perempuan dalam upaya mewujudkan perencanaan keluarga itu. Dan dengan kemajuan teknologi pula, diharapkan risiko dari pemakaian alat-alat kontrasepsi dapat dihindari atau setidaknya dikurangi. Ini pun bukan berarti mengabaikan pentingnya melakukan kontrol atas alat-alat kontrasepsi yang telah terpasang dalam tubuh seseorang. Keluarga erencana !K " merupakan salah satu pelayanan kesehatan

pre#entif yang paling dasar dan utama bagi wanita, meskipun tidak selalu diakui demikian. $ntuk optimalisasi manfaat kesehatan K , pelayanan tersebut harus disediakan bagi wanita dengan cara menggabungkan dan

memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan reproduksi utama dan yang lain. &uga responsif terhadap berbagai tahap kehidupan reproduksi wanita. 'eningkatan dan perluasan pelayanan keluarga berencana merupakan salah satu usaha untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu yang sedemikian tinggi akibat kehamilan yang dialami oleh wanita. anyak wanita harus menentukan pilihan kontrasepsi yang sulit. Tidak hanya karena terbatasnya jumlah metode yang tersedia, tetapi juga karena metode-metode tersebut mungkin tidak dapat diterima sehubungan dengan kebijakan nasional K , kesehatan indi#idual, dan seksualitas wanita atau biaya untuk memperoleh kontrasepsi. Dalam memilih suatu metode, wanita harus menimbang berbagai faktor, termasuk status kesehatan mereka, efek samping potensial suatu metode, konsekuensi terhadap kehamilan yang tidak diinginkan, besarnya keluarga yang diinginkan, kerjasama pasangan, dan norma budaya mengenai kemampuan mempunyai anak. Setiap metode mempunyai kelebihan dan kekurangan. (amun demikian, meskipun telah mempertimbangkan untung rugi semua kontrasepsi yang tersedia, tetap saja terdapat kesulitan untuk mengontrol fertilitas secara aman, efektif, dengan metode yang dapat diterima, baik secara perseorangan maupun budaya pada berbagai tingkat reproduksi. Tidaklah mengejutkan apabila banyak wanita merasa bahwa penggunaan kontrasepsi terkadang problematis dan mungkin terpaksa memilih metode yang tidak cocok dengan konsekuensi yang merugikan atau tidak menggunakan metode K sama sekali. 'erasaan dan kepercayaan wanita mengenai tubuh dan seksualitasnya tidak dapat dikesampingkan dalam pengambilan keputusan untuk menggunakan

kontrasepsi. anyak wanita tidak bersedia mengubah siklus normalnya, karena takut bahwa perdarahan yang lama dapat mengubah pola hubungan seksual dan dapat mendorong suami berhubungan seks dengan wanita lain. Siklus yang memanjang atau perdarahan intermiten dapat membatasi partisipasi dalam akti#itas keagamaan maupun budaya. *leh karena itu, pendapat suami mengenai K cukup kuat pengaruhnya untuk menentukan penggunaan metode K oleh istri. Karena wanita mempunyai semacam kendali apabila mereka

bertanggung jawab dalam penggunaan kontrasepsi. Dilain pihak, mereka juga dapat merasa kecewa karena harus menolak permintaan seks pasangannya dan memikul beban berat dari setiap efek samping dan risiko kesehatan. +anita mungkin takut, karena alasan kesopanan atau rasa malu, untuk berbicara dengan pasangannya, baik tentang K maupun menolak keinginan

pasangannya untuk berhubungan ataupun mempunyai anak. ,khirnya, beberapa wanita memilih menggunakan kontrasepsi tanpa sepengetahuan pasangannya.

BAB II KONTRASEPSI

Kontrasepsi berasal dari kata kontra berarti .mencegah/ atau .melawan/ dan konsepsi yang berarti pertemuan antara sel telur yang matang dan sel sperma yang mengakibatkan kehamilan. 0aksud dari kontrasepsi adalah menghindari1mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat pertemuan antara sel telur yang matang dengan sel sperma tersebut. ,da dua pembagian cara kontrasepsi, yaitu cara kontrasepsi sederhana dan cara kontrasepsi moderen !metode efektif". 1. Cara kontrasepsi Sederhana Kontrasepsi sederhana terbagi lagi atas kontrasepsi tanpa alat dan kontrasepsi dengan alat1obat. Kontarsepsi sederhana tanpa alat dapat dilakukan dengan senggama terputus dan pantang berkala. Sedangkan kontrasepsi dengan alat1obat dapat dilakukan dengan menggunakan kondom, diafragma atau cup, cream, jelly, atau tablet berbusa !#aginal tablet". ). Cara Kontrasepsi oderen! etode E"ekti"

2ara kontrasepsi ini dibedakan atas kontrasepsi tidak permanen dan kontrasepsi permanen. Kontrasepsi permanen dapat dilakukan dengan pil, ,KD3 !,lat Kontrasepsi Dalam 3ahim", suntikan, dan norplant. Sedangkan cara kontrasepsi permanen dapat dilakukan dengan metode mantap, yaitu dengan operasi tubektomi !sterilisasi pada wanita" #asektomi !sterilisasi pada pria"

'enggunaan

kontrasepsi

merupakan

salah

satu

#ariabel

yang

mempengaruhi fertilitas. Daya guna suatu cara kontrasepsi terdiri atas daya guna teoritis atau fisiologi !teoritikal effectiveness", daya guna pemakaian !use effectiveness", daya guna dermografik !dermografik effecti#eness". Daya guna teoritis merupakan kemampuan suatu cara kontrasepsi bila dipakai dengan tepat, sesuai dengan instruksi dan tanpa kelalaian. Daya guna pemakaian adalah daya perlindungan terhadap konsepsi yang ternyata pada keadaan sehari-hari yang dipengaruhi oleh faktor-faktor ketidak hati-hatian, tidak taat a5as, moti#asi, keadaan sosial ekonomi, budaya, pendidikan dan lain-lain. Daya guna dermografik menunjukkan banyaknya kontrasepsi diperlukan untuk mencegah suatu kelahiran. 2iri-ciri kontrasepsi yang ideal meliputi, aman, murah, estetik, mudah didapat, tidak memerlukan moti#asi terus-menerus, dan efek sampingnya minimal. 1. Sen##a$a Terp%t%s 0erupakan cara kontrasepsi yang paling tua. Senggama dilakukan sebagaimana biasa, tetapi pada puncak senggama, alat kemaluan pria dikeluarkan dari liang #agina dan sperma dikeluarkan di luar. 2ara ini tidak dianjurkan karena sering gagal, karena suami belum tentu tahu kapan spermanya keluar. &. Pe$'i(asan Pas)a Sen##a$a 'embilasan pascasenggama dilakukan oleh perempuan dengan cara membilas #agina dengan air biasa dengan atau tanpa larutan obat !cuka atau obat lainnya" segera setelah berhubungan seks. 0aksudnya untuk mengeluarkan

sperma secara mekanik dari #agina. Secara alami perempuan juga bisa mencegah kehamilan dengan cara memperpanjang masa menyusui *. Pantan# 'erka(a 0ekanisme kerja 'rinsip pantang berkala ialah tidak melakukan persetubuhan pada masa subur istri. $ntuk menentukan masa subur istri dipakai tiga patokan yaitu7 8 8 8 *#ulasi terjadi %4 9 ) hari sebelum haid yang akan datang. Sperma dapat hidup dan membuahi dalam )4 jam setelah ejakulasi. *#um dapat hidup )4 jam setelah o#ulasi.

&adi, jika konsepsi ingin dicegah, koitus harus dihindari sekurang-kurangnya selama - hari !:) jam", yaitu 4; jam sebelum o#ulasi dan )4 jam setelah o#ulasi terjadi. Tampaknya cara ini mudah dilaksanakan, tetapi dalam prakteknya sukar untuk menentukan saat o#ulasi dengan tepat. <anya sedikit wanita yang mempunyai daur haid teratur, lagipula dapat terjadi #ariasi, lebihlebih setelah persalinan, dan pada tahun-tahun menjelang menopause. 2ara menentukan masa aman. 'encatatan lama siklus haid. 0ula-mula dicatat lama siklus haid selama bulan terakhir. Tentukan lama siklus haid terpendek dan terpanjang. Kemudian siklus haid terpendek dikurangi %; hari, dan siklus haid terpanjang dikurangi %%. ) angka yang diperoleh merupakan range masa subur. Dalam jangka waktu tersebut harus pantang senggama, diluarnya merupakan masa aman. $mumnya makin teratur daur haid seorang wanita makin kecil tingkat kegagalan cara ini.

Suhu basal badan. Suhu basal yaitu suhu yang diukur di waktu pagi segera sesudah bangun tidur dan sebelum melakukan aktifitas apapun. 0enjelang o#ulasi suhu basal badan akan turun. Kurang lebih )4 jam sesudah o#ulasi suhu basal badan akan naik lagi sampai lebih tinggi daripada suhu sebelum o#ulasi, sehingga dapat digunakan untuk menentukan saat o#ulasi. Suhu basal badan dicatat dengan teliti setiap hari. 'ada beberapa keadaan, seperti7 infeksi, ketegangan, dan waktu tidur tidak teratur dapat pula meninggikan suhu basal badan. Karena itu maka, dianjurkan jangan melakukan senggama sampai terlihat suhu tetap tinggi - hari berturutturut.

>fek Samping 'antang yang terlampau lama dapat menimbulkan frustrasi. <al ini dapat diatasi dengan pemakaian kondom atau tablet #agina sewaktu senggama.

Daya ?una Daya guna teoritis ialah %6 kehamilan per %@@ tahun-wanitaA daya guna pemakaian )@--@ kehamilan per %@@ tahun-wanita. Daya guna dapat ditingkatkan dengan menggunakan pula cara rintangan, misalnya kondom atau obat spermatisid disamping pantang berkala.

+.

O'at Sper$atisid 0ekanisme Kerja 'reparat spermatisid terdiri atas ) komponen, yaitu bahan kimia yang mematikan sperma !nonilfenoksi polietanol", dan medium yang dipakai berupa tablet busa, krim atau agar. Tablet busa atau agar diletakkan dalam #agina, dekat ser#iks. ?erakan-gerakan senggama akan menyebarkan busa meliputi ser#iks, sehingga secara mekanis menutupi ostium uteri eksternum dan mencegah masuknya sperma ke dalam kanalis ser#ikalis. Daya ?una Daya guna teoritis ialah - kehamilan per %@@ tahun-wanita. Daya guna pemakaian ialah -@ kehamilan per %@@ tahun wanita. 'erbedaan yang tinggi ini disebabkan oleh seringnya terjadi kesalahan dalam praktek, misalnya krim atau agar yang dipakai tidak cukup banyak, pembilasan #agina dalam =-; jam sesudah senggama, dan sebagainya. >fek Sampingan >fek sampingan, walaupuun jarang, berupa reaksi alergik. Disamping itu, preparat spermatisid mempunyai rasa tidak enak.

,.

Kondo$ 0ekanisme Kerja Kondom menghalangi masuknya sperma ke dalam #agina, sehingga pembuahan dapat dicegah. &enis Kondom 'ada dasarnya ada ) jenis kondom, kondom kulit dan kondom karet. Kondom kulit dibuat dari usus domba. Kondom karet lebih elastis, murah, sehingga lebih banyak dipakai. Daya ?una Secara teoritis kegagalan kondom hanya terjadi jika kondom tersebut robek oleh karena kurang hati-hati, pelumas kurang, atau karena tekanan pada waktu ejakulasi. 0enurut Tiet5e !%B=@" pada pasangan subur yang melakukan koitus %)@ kali per tahun, dan selalu memakai kondom pada setiap senggama, akan ditemukan - kehamilan per %@@ tahun-wanita. Dalam praktek angka ini lebih tinggi, %6--= kehamilan per %@@ tahunwanita. <al-hal yang berpengaruh antara lain pemakaian yang tidak teratur, moti#asi, umur, paritas, status sosio ekonomi, pendidikan dan sebagainya. Keuntungan

eberapa keuntungan kondom ialah7 murah, mudah didapat !tidak perlu resep dokter", tidak memerlukan pengawasan, dan mengurangi kemungkinan penularan penyakit kelamin. >fek Sampingan 'ada sejumlah kecil kasus terdapat reaksi alergik terhadap kondom karet. Indikasi Kontra ,lergi terhadap kondom karet. -. Crea$. /e((0. ata% Ta'(et Ber'%sa Semua kontrasepsi tersebut masing-masing dimasukkan ke dalam liang #agina %@ menit sebelum melakukan senggama, yaitu untuk menghambat geraknya sel sperma atau dapat juga membunuhnya. 2ara ini tidak populer di masyarakat dan biasanya mengalami keluhan rasa panas pada #agina dan terlalu banyak cairan sehingga pria kurang puas.

1. Pi( 'il adalah obat pencegah kehamilan yang diminum. 'il telah diperkenalkan sejak %B=@. 'il diperuntukkan bagi wanita yang tidak hamil dan menginginkan cara pencegah kehamilan sementara yang paling efektif bila

%@

diminum secara teratur. 0inum pil dapat dimulai segera sesudah terjadinya keguguran, setelah menstruasi, atau pada masa post-partum bagi para ibu yang tidak menyusui bayinya. &ika seorang ibu ingin menyusui, maka hendaknya penggunaan pil ditunda sampai = bulan sesudah kelahiran anak !atau selama masih menyusui" dan disarankan menggunakan cara pencegah kehamilan yang lain. 'il dapat digunakan untuk menghindari kehamilan pertama atau menjarangkan waktu kehamilan-kehamilan berikutnya sesuai dengan keinginan wanita. erdasarkan atas bukti-bukti yang ada dewasa ini, pil itu dapat diminum

secara aman selama bertahun-tahun. Tetapi, bagi wanita-wanita yang telah mempunyai anak yang cukup dan pasti tidak lagi menginginkan kehamilan selanjutnya, cara-cara jangka panjang lainnya seperti spiral atau sterilisasi, hendaknya juga dipertimbangkan. ,kan tetapi, ada pula keuntungan bagi penggunaan jangka panjang pil pencegah kehamilan. 0isalnya, beberapa wanita tertentu merasa dirinya secara fisik lebih baik dengan menggunakan pil daripada tidak. ,tau mungkin menginginkan perlindungan yang paling efektif terhadap kemungkinan hamil tanpa pembedahan. Kondisi-kondisi ini merupakan alasanalasan yang paling baik untuk menggunakan pil itu secara jangka panjang. /enis23enis Pi(. 'il gabungan atau kombinasi.Tiap pil mengandung dua hormon sintetis, yaitu hormon estrogen dan progestin. 'il gabungan mengambil manfaat dari cara kerja kedua hormon yang mencegah kehamilan, dan hampir %@@C efektif bila diminum secara teratur.

%%

a. 'il berturutan. Dalam bungkusan pil-pil ini, hanya estrogen yang disediakan selama %4D%6 hari pertama dari siklus menstruasi, diikuti oleh 6D= hari pil gabungan antara estrogen dan progestin pada sisa siklusnya. Ketepatgunaan dari pil berturutan ini hanya sedikit lebih rendah daripada pil gabungan, berkisar antara B;DBBC. Kelalaian minum % atau ) pil berturutan pada awal siklus akan dapat mengakibatkan terjadinya pelepasan telur sehingga terjadi kehamilan. Karena pil berturutan dalam mencegah kehamilan hanya bersandar kepada estrogen maka dosis estrogen harus lebih besar dengan kemungkinan risiko yang lebih besar pula sehubungan dengan efek-efek sampingan yang ditimbulkan oleh estrogen. b. 'il khusus E 'rogestin !pil mini". 'il ini mengandung dosis kecil bahan progestin sintetis dan memiliki sifat pencegah kehamilan, terutama dengan mengubah mukosa dari leher rahim !merubah sekresi pada leher rahim" sehingga mempersulit pengangkutan sperma. Selain itu, juga mengubah lingkungan endometrium !lapisan dalam rahim" sehingga menghambat perletakan telur yang telah dibuahi.

Kontra indikasi Pe$akaian Pi( Kontrasepsi pil tidak boleh diberikan pada wanita yang menderita hepatitis, radang pembuluh darah, kanker payudara atau kanker kandungan,

%)

hipertensi, gangguan jantung, #arises, perdarahan abnormal melalui #agina, kencing manis, pembesaran kelenjar gondok !struma", penderita sesak napas, eksim, dan migraine !sakit kepala yang berat pada sebelah kepala". E"ek Sa$pin# Pe$akaian Pi(. 'emakaian pil dapat menimbulkan efek samping berupa perdarahan di luar haid, rasa mual, bercak hitam di pipi !hiperpigmentasi", jerawat, penyakit jamur pada liang #agina !candidiasis", nyeri kepala, dan penambahan berat badan. 4. Tis% KB Tisu K berbentuk kertas tipis yang mudah hancur apabila dimasukkan ke dalam liang kemaluan perempuan. iasanya tisu ini dikemas dalam bungkus mengandung 5at aktif

kertas melamin yang kedap air dan udara luar. Tisu K

yang dapat menetralisir sperma laki-laki yang masuk ke dalam #agina perempuan. Fat inilah yang mempengaruhi sperma sehingga tidak lagi mampu membuahi. Dengan cara ini tisu K mencegah terjadinya kehamilan. Cara $en##%nakan tis% KB. Satu hal yang harus diingat adalah bahwa tisu K sebaiknya dipakai

sekitar )-6 menit sebelum berhubungan intim. Karena cara memasukkan tisu tersebut dengan menggunakan jari, maka sebaiknya tangan dicuci terlebih dahulu dan dikeringkan sampai kering benar. Setelah itu ambil sebuah tisu dan buka bungkusnya lebar-lebar. remas tisu sampai menjadi gumpalan kecil, kemudian masukkan ke dalam liang kemaluan dengan cara mendorongnya dengan jari sampai menyentuh mulut rahim. Tunggu sekitar )-6 menit sampai tisu hancur akan berfungsi lebih baik, karena sudah menjadi lendir yang mengandung 5at aktif

%-

untuk menetralkan sperma atau bibit laki-laki. Setelah selesai, sebaiknya kemaluan tidak dicuci selama = jam. <al ini perlu agar penetral bekerja lebih efektif. &uga jangan lupa memakai tisu baru apabila senggama diulang. Ke(e'ihan $etode tis% KB Tisu K kondom, tisu K mudah didapat di apotek tanpa resep dokter. Dan, seperti juga mudah dipakai sendiri tanpa memerlukan bantuan orang lain.

Selain itu juga tisu K juga sama sekali tidak akan mengganggu, karena ia hancur tak lama setelah dimasukkan ke dalam liang senggama. Kek%ran#an $etode tis% KB Selalu harus memakai tisu baru pada saat hendak bersenggama membuat beberapa pasangan merasa repot dan terganggu. Selain itu pasangan yang memilih metode K ini juga harus selalu menyimpan persediaan dirumah. ,da sementara pasangan yang alergi dengan 5at yang terkandung dalam tisu K ini. iasanya

yang dikeluhkan adalah rasa panas dan gatal. ,pabila ini terjadi, sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter atau petugas kesehatan lainnya agar diganti dengan kontrasepsi lain yang lebih cocok 5. S%ntikan Saat ini terdapat dua macam kontrasepsi suntikan. 'ertama, golongan progestin seperti depopro#era, depogeston, depoprogestin, dan noristerat. Kedua, golongan progestin dengan campuran estrogen propionat, seperti cyclopro#era. *bat ini bekerja dengan jalan menekan pembentukan hormon dari otak sehingga mencegah terjadinya o#ulasi. *bat suntikan ini sangat cocok diberikan pada ibuibu yang sedang menyusui karena cara kerjanya tidak mengganggu laktasi. 16. S%s%k!i$p(an

%4

,da dua macam susuk yang biasa dipergunakan untuk kontrasepsi, yaitu norplan dan implanon. (orplan merupakan metoda kontrasepsi berjarak 6 tahun yang terdiri atas = kapsul silastik silikon berisi masing-masing -= mg

le#onorgestrel dan disisipkan dibawah kulit. Implanon hanya berjarak - tahun dan berbentuk batang putih lentur dengan panjang 4@ mm dan diameter )mm dalam suatu jarum yang terpasang pada inserter khusus. 11. IUD 7Intra Uterine De8i)e9 ata% A(at Kontrasepsi Da(a$ Rahi$ 7AKDR9 Sekarang ini di pasaran terdapat berpuluh-puluh jenis I$D. Dari bahan bakunya I$D yang beredar terdiri dari tiga tipe. ,da yang terbuat dari plastik, mengandung tembaga, dan ada yang mengandung hormon steroid. Dari segi bentuknya, I$D terbagi ke dalam bentuk yang terbuka dan tertutup seperti cincin. Gang banyak dipergunakan dalam program K masional adalah I$D jenis Hippes loop. Dibandingkan dengan alat dan obat kontrasepsi yang lain, I$D mempunyai keunggulan karena hanya memerlukan satu kali pemasangan, tidak menimbulkan efek sistemik, ekonomis dan cocok untuk penggunaan secara masal, efekti#itasnya cukup tinggi, dan mudah dilepas jika menginginkan anak !reversibel". (amun demikian, I$D bisa menimbulkan efek samping seperti pendarahan, rasa nyeri, kejang perut, dan gangguan atau ketidaknyamanan pada suami. ahkan bisa menimbulkan infeksi pel#ik dan endometritis. 1&. Steri(isasi 7t%'ekto$i dan 8asekto$i9 Dalam prakteknya, sterilisasi dibedakan menjadi dua, yakni #asektomi dan tubektomi. Tubektomi merupakan upaya sterilisasi yang dilakukan terhadap perempuan dengan jalan menutup atau memotong indung telur dengan cara

%6

tertentu sehingga yang bersangkutan tidak dapat hamil lagi. Iasektomi adalah tindakan pengikatan atau pemotongan pada saluran sperma !#as deferens" yang mengakibatkan seorang laki-laki tidak bisa menghamili lawan jenisnya. Keunggulan sterlisasi ini diantaranya adalah efekti#itasnya hampir %@@ persen, tidak mempengaruhi libido seks, dan kegagalan dari pihak pasien hampir tidak ada. T%'ekto$i: 2ara K permanentA bagi wanita yang yakin tidak ingin mempunyai anak lagi

pertimbangkan secara matang sebelum mengambil keputusan. *perasi yang aman dan sederhana. <anya memerlukan bius lokal. Sangat efektif dan

belum ada efek samping jangka panjang. 0engalami ketidak-nyamanan setelah operasi. Tidak Komplikasi berpengaruh yang terhadap serius karena operasi maupun jarang perasaan terjadi. seksual.

kemampuan

;asekto$i: 2ara K permanentA bagi pria yang sudah memutuskan tidak ingin mempunyai

anak lagi. Sebaiknya di pertimbangkan secara matang sebelum mengambil keputusan. *perasi yang aman dan mudah. 0emerlukan hanya beberapa menit di klinik atau praktek dokter. 0enggunakan bius lokal. aru efektif setelah ejakulasi )@ kali atau - bulan pasca operasi. Sebelum itu masih harus menggunakan kondom. Tidak ada efek samping jangka panjang. Tidak berpengaruh terhadap kemampuan maupun kepuasan seksual.

No A(at KontrasepsiKe%n##%(an %. Kondom 0emberikan perlindungan

E"ek Sa$pin#

E"ekti"itas 7praktis9 ,lergi terhadap bahan;@C - B@C pembuat kondom

%=

'il

4 6

Suntik Susuk1Implan I$D

= :

Iasektomi Tubektomi

terhadap penyakit kelamin Siklus <aid>fek karena kelebihanB@C - B=C Teratur estrogen !mual, retensi Jrekuensi Koituscairan, sakit kepala, tidak perlu diatur nyeri pada payudara, <arga relati#ekeputihan" murah >fek karena kelebihan progesteron !pendarahan tidak teratur, nafsu makan dan berat badan bertambah, cepat lelah, depresi, alopesia, libido kurang, jerawat, darah haid sedikit, keputihan" >fek sampingan berat !Trombo-emboli, termasuk trombophlebitis, emboli paru-paru dan trombosis otak" Tidak 0engganggu siklus haid,B6C - B:C mempengaruhi yaitu pendarahan tidak laktasi teratur Kontrasepsi 0engganggu siklus haid,B:C - BBC jangka panjang yaitu pendarahan tidak teratur dan amenore <anya satu kali'endarahan B4C - B6C pasang 3asa nyeri dan kejang Tidak perut menimbulkan efek?angguan pada suami sistemik >kspulsi !pengeluaran 2ocok untuk sendiri" penggunaan secara masal >fekti#itas cukup tinggi 3e#ersibel Kontrasepsi yang BB,4C - BB,;C paling efektif BB,6 C - BB,B Dilakukan hanya C satu kali <ampir tidak ada Tidak mempengaruhi libido

etode kontrasepsi (ain

%:

eberapa ibu memilih untuk mengkombinasi ,SI eksklusif dengan metode K sederhana seperti kondom, diafragma, atau senggama terputus. Kedua metode ini akan saling melengkapi selama proses menyusui dilakukan dengan benar. Ingatlah untuk mengganti metode K bila ibu tak lagi menyusui secara

eksklusif karena metode-metode ini memiliki efektifitas yang rendah. 'ada ibu yang tak ingin punya anak lagi, kontrasepsi mantap yaitu dengan mengikat saluran rahim bisa dilakukan dalam )4 jam pertama setelah melahirkan. Kontrasepsi mantap juga bisa dilakukan pada pasangan dengan mengikat saluran sperma. 'ilihan terbaik K saat menyusui %. ila sudah tak ingin punya anak lagi, lakukan kontrasepsi mantap ).,KD3 -.Suntik K depopro#era 4. K implant 6. 0ini pil atau cara sederhana lain .=. 'il kombinasi adalah pilihan terakhir, digunakan bila ibu tak lagi menyusui atau anak sudah diberi makanan padat. 'ilihlah yang kandungan estrogennya rendah. Pen##%naan Kontrasepsi en%r%t U$%r

a.$mur ibu kurang dari )@ tahun7 - 'enggunaan prioritas kontrasepsi pil oral. - 'enggunaan kondom kurang menguntungkan, karena pasangan muda frekuensi bersenggama tinggi sehingga akan mempunyai kegagalan tinggi. - agi yang belum mempunyai anak, ,KD3 kurang dianjurkan.

%;

b. $mur di bawah )@ tahun sebaiknya tidak mempunyai anak dulu. c. $mur ibu antara )@---@ tahun - 0erupakan usia yang terbaik untuk mengandung dan melahirkan. - Segera setelah anak pertama lahir, dianjurkan untuk memakai spiral sebagai pilihan utama. 'ilihan kedua adalah norplant atau pil. d. $mur ibu di atas -@ tahun 'ilihan utama menggunakan kontrasepsi spiral atau norplant. Kondom bisa merupakan pilihan kedua. Dalam kondisi darurat, metode mantap dengan cara operasi !sterlilisasi" dapat dipakai dan relatif lebih baik dibandingkan dengan spiral, kondom, maupun pil dalam arti mencegah Be'erapa etode Kontrasepsi Bar%

Dengan adanya metode kontrasepsi yang baru, berarti pula memberikan lebih banyak pilihan, dapat membantu mengatasi beberapa kendala pemakaian kontrasepsi. 0eskipun demikian, pengembangan kontrasepsi baru untuk menambah yang sudah ada sangat terasa kurang membawa perubahan yang positif dan ino#atif. eberapa metode yang sedang diuji klinik antara lain7 %.2incin kontrasepsiA2incin ini dimasukkan ke dalam #agina, bentuknya seperti kue donat, dan mengandung steroid, yaitu progestin atau progestin ditambah estrogen, yang dilepas ke dalam aliran darah. 2incin kontrasepsi mengandung dosis hormon yang lebih rendah dibanding dengan kontrasepsi oral. +anita dapat memasukkan dan mengeluarkan cincin ini sendiri. ).Iaksin antifertilitas re#ersibelA Iaksin ini menyebabkan antibodi berinteraksi dengan human chrrionic gonadotropin !<2?", suatu hormon yang memelihara

%B

kehamilan. Tanpa <2?, lapisan uterus lepas dengan membawa telur yang sudah dibuahi sehingga terjadi menstruasi. -.(orplant IIA (orplant II memiliki kelebihan dibanding dengan norplant yang ada sekarang, karena norplant II hanya memerlukan dua implantasi subdermal. Dengan demikian, lebih mudah memasukkan dan mengeluarkannya. 4.Suntikan Kontrasepsi ini menggunakan mikrosfero atau mikrokapsul. Injeksi terbuat dari satu atau lebih hormon di dalam kapsul yang dapat dibiodegrasi, yang melepaskan hormon dan menghambat o#ulasi. Satu suntikan dapat melindungi satu, tiga, atau enam bulan, tergantung dari jenis komposisi kimianya. 6.Implantasi TransdermalA Implantasi transdermal menyebabkan pelepasan kontrasepsi steroid yang lambat dan teratur ke aliran darah melalui kulit. +anita dapat menempatkan implant tersebut pada tubuh dan melepaskannya sesuai keinginan. 'ada salah satu jenis implantasi transdermal, seorang wanita menggunakan tiga implantasi selama tiga minggu. Setiap implantasi efektif selama tujuh hari. 'ada minggu berikutnya, digunakan implantasi plasebo sehingga terjadi menstruasi. =.I$D bentuk T yang baruA I$D ini melepaskan leno#orgegestrel dengan konsentrasi yang rendah selama minimal lima tahun. Dari hasil penelitian menunjukkan efekti#itas yang tinggi dalam mencegah kehamilan yang tidak direncanakan maupun perdarahan menstruasi. Kerugian metode ini adalah tambahan terjadinya efek samping hormonal dan amenore. :.Kondom wanitaAKondom ini dikendalikan oleh wanita dan mengurangi risiko terkena penyakit menular seksual. Dari uji klinik menunjukkan bahwa

)@

kelicinan, kebocoran, kerusakan, dan hambatan efekti#itasnya lebih baik dibandingkan kondom pria. 'essarium !Diafragma Iaginal dan 2arni#al 2ap" 'essarium merupakan kondom pada perempuan. Secara umum pessarium ini terbagi dua golongan, yakni diafragma #aginal dan carnival cap. Diafragma #aginal ini merupakan alat kontrasepsi yang terdiri dari kantong karet yang berbentuk mangkuk dengan per elastis pada pinggirnya. 'inggir diafragma mudah dibengkokkan dan disisipkan di bagian atas #agina untuk mencegah sperma masuk ke saluran reproduksi bagian atas. Supaya efektif hendaknya dipakai jelly atau krim kontrasepsi untuk pembunuh sperma. Diafragma ini harus tinggal dalam #agina selama = jam setelah melakukan hubungan seksual. ,lat kontrasepsi yang satu ini paling cocok dipakai oleh perempuan dengan dasar panggul yang tidak longgar dan dengan tonus dinding #agina yang baik. (amun untuk penggunannya perlu diperiksa dahulu ukuran difragma yang sesuai.Carnival cap terbuat dari karet atau plastik dan berbentuk mangkuk yang pinggirnya terbuat dari karet yang tebal. $kurannya lebih kecil dari diafragma #aginal. ,lat ini mulai jarang dipergunakan untuk kontrasepsi.

)%

BAB III AKDR 7ALAT KONTRASEPSI DALA RAHI 9 !IUD 7INTRA UTERINE

DE;ICE9

))

,lat Kontrasepsi Dalam 3ahim !,KD3" atau I$2D !Intra $terine 2ontraception De#ice" mempunyai sejarah perkembangan yang panjang sebelum generasi III dengan keamanan, efekti#itas, dan penyulit yang tidak terlalu besar. <ipocrates telah mencanangkan pranata ekonomi dan penduduk seiring sehingga jumlah penduduk dapat dikendalikan. <ipocrates telah membuat alat untuk memasukkan batu-batu kecil ke dalam rahim, sehingga tidak terjadi kehamilan pada onta. 'engetahuan ini digunakan oleh kafilah dalam perjalanan panjang di gurun pasir sehingga onta-onta tidak hamil. 3ichter dari 'olandia tahun %B@B membuat ,KD3 dari benang sutra tebal yang dimasukkan ke dalam rahim. 'ada tahun %B-@ ?rafenberg dari jerman membuat cincin dari benang sutra dan perak untuk menghidari kehamilan dengan hasil memuaskan. 'ada tahun %B6B *ppenheimer dan Ishimaka mengemukakan hasil yang memuaskan terhadap %.6@@ sampai ).@@@ wanita yang memakai cincin ?rafenheimer. *tta dari jepang pada tahun %B6B membuat ,KD3 dari bahan plastik dengan hasil yang cukup memuaskan yang disebut *ttaring. 'engetahuan tentang desinfektan dan sterilitas belum memuaskan sehingga banyak dijumpai infeksi alat kandungan. Di indonesia telah banyak dicoba ,KD3 generasi kedua seperti spiral 0argulis, Hippes Hoop, ,KD3 0 !metal" dengan hasil yang baik. Telah dikembangkan ,KD3 generasi ketiga yang mengandung 2u atau hormonal diantarannya Se#en cupper, 0ultiload, 2upper T -;@, 0edosa, dan 'rogestasert !,KD3 dengan progesteron". KK (

menggunakan 2upper T -;@ , sebagai standar yang dibuat oleh 'T Kimia Jarma.

)-

I$D 1 I$2D !Intra $terine 2ontraception De#ice" adalah rangka plastik kecil yang dipasang ke dalam rahim lewat #agina. ,KD3 biasanya dilengkapi dengan satu atau dua lembar benang yang menjulur ke dalam #agina dari leher rahim. entuknya bermacam-macam, terdiri dari plastik !polietiline". ,da yang

dililit tembaga !2u", ada pula yang tidak, tetapi adapula yang dililit dengan tembaga bercampur perak !,g". Selain itu ada pula yang batangnya berisi hormon progresteron. I$D !intra uterine de#ice", atau dalam bahasa Indonesia disebut alat kontrasepsi dalam rahim !,KD3" adalah alat kontrasepsi yang oleh masyarakat awam biasa disebut spiral. Sesuai dengan namanya ,KD3, alat ini dipakai di dalam rahim. Sejak metode ,KD3 dikenalkan banyak orang menggunakan untuk program pengaturan jumlah anak dalam keluarga karena relatif aman, mudah, dan murah. 'engguna alat kontrasepsi ini tidak perlu mengulang pemakaiannya setiap kali, sehingga tidak merepotkan. Disamping itu, ,KD3 tidak mengandung 5at-5at hormonal yang dapat mempengaruhi keseimbangan tubuh. Saat ini bentuk ,KD3 bermacam-macam. Salah satunya misalnya yang berbentuk T dengan lilitan tembaga, dan banyak lagi. 'asangan yang memutuskan untuk memiih ,KD3 sebagai metode ber-K sebaiknya dibantu oleh dokter, bidan, atau tenaga medis lain yang sudah terlatih. Sebelumnya, kesehatan anda akan diperiksa cermat untuk memastikan cocoktidaknya metode ini bagi yang bersangkutan. ,pabila ternyata cocok, maka waktu pemasangan yang tepat adalah pada waktu menstruasi atau 4@ hari setelah melahirkan. &enis-jenis ,KD3 yang beredar7

)4

a. I$D ?enerasi pertama 7 erbentuk spiral atau huruf S ganda terbuat dari plastik !polyethiline". b" I$D ?enerasi kedua 7 - 2u T )@@ K erbentuk huruf T yang batangnya dililit tembaga !2u" dengan

kandungan tembaga. - 2u : K erbentuk angka :, yang batangnya dililit tembaga. - 0l 2u )6@ K dililit tembaga. c. I$D ?enerasi ketiga 7 - 2u T -6@ , K dan perak. - 0l 2u -:6 K atangnya dililit tembaga berlapis perak. - (o#a T K atang dan lengannya dililit tembaga. Cara Ker3an0a. - 0eninggikan getaran saluran telur sehingga pada waktu blastokista sampai ke rahim, endometrium belum siap untuk menerima nidasi hasil konsep !blastokista". - 0enimbulkan reaksi jasringan, sehingga terjadi serbukan sel darah putih !lekosit", yang melarutkan blastokista. - Hilitan logam menyebabkan reaksi anti fertilitas. Sebagai metode biasa !yang dipasang sebelum hubungan seksual terjadi", ,KD3 mengubah transporatsi tubal dan rahim dan mempengaruhi sel telur dan sperma sehingga pembuahan tidak terjadi. Sebagai kontrasepsi darurat !dipasang setelah hubungan seksual tertjadi" dalam beberapa kasus mungkin memiliki erbentuk huruf T dengan lilitan tembaga yang lebih banyak erbentuk )1- lingkaran ellip yang bergerigi yang batangnya

)6

mekanisme kerja yang sama dengan mekanisme kerja ,KD3 sebagai alat kontrasepsi biasa di atas, namun pada kontrasepsi darurat ini, mekanisme yang lebih mungkin adalah dengan mencegah terjadinya implantasi !penyarangan sel telur yang telah dibuahi ke dinding rahim". Indikasi. Kontra indikasi dan te$pat pe(a0anan. Indikasi pemakaian 7 0erupakan cara K efektif terpilih yang sangat

diprioritaskan pemakaiannya pada ibu fase menjarangkan kehamilan dan mengakhiri kesuburan. Kontraindikasi Kehamilan. ?angguan perdarahan 'eradangan alat kelamin Kecurigaan tumor ganas di alat kelamin. Tumor jinak rahim Kelainan bawaan rahim

Tempat pelayanan 7 o 3umah sakit. o Klinik K . o 'uskesmas. L o Dokter1bidan swasta. enang ,KD3 berfungsi untuk memudahkan kontrol dan pencabutan. Kadang-kadang, pada saat menstruasi, ,KD3 sedikit turun dari posisinya. Tapi pada saat menstruasi berakhir, ,KD3 akan kembali ke posisi semula. eberapa

pria mengeluh merasa nyeri pada saat bersenggama. Ini disebabkan karena ujung

)=

penisnya mengenai benang ,KD3 tersebut, hal ini bisa dikonsultasikan dengan dokter untuk merapikan posisinya atau ujung benangnya akan dipotong. ,lat kontrasepsi ini tidak mengganggu kelancaran produksi air susu ibu. Sehingga ibu tidak usah khawatir bayinya akan kekurangan susu. ,lat ini juga aman untuk digunakan dalam jangka waktu lama, yakni antara --6 tahun, tergantung pada jenis spiral yang dipakai. Disamping itu, memakai ,KD3 berarti terhindar dari resiko kehamilan yang disebabkan karena lupa memakainya seperti, pada kondom, tisu K , atau spermisida. >fektifitas dan keuntungan ,KD3 7 a" >fektifitas ,KD3 tinggi, angka kegagalan berkisar %C - Hippes loop sebagai generasi pertama dipakai selama diinginkan, kecuali bila ada keluhan. - 2u T )@@ , 2u :, 0H 2u )6@ sebagai generasi kedua dipakai selama --4 th.

- I$D ?enerasi ketiga antara lain 2u T -;@ ,, 0H 2u -;@ selama 6 th. b" Keuntungan. - 'raktis, ekonomis, mudah dikontrol, aman untuk jangka panjang dan kembalinya kesuburan cukup tinggi. - Tidak dipengaruhi faktor lupa seperti pil.

<akt% pe$asan#an AKDR: %. Sedang haid

):

). 'asca persalinan 7 sebelum ibu pulang, setelah - bulan ibu dipulangkan -. 'asca keguguran 4. 0asa inter#al ! antara dua haid" 6. Sewaktu sektio Sesaria =. ,fter morning !dalam waktu :) jam setelah berhubungan"

/ad=a( pe$eriksaan %(an#: %. Satu minggu setelah pemasangan ). Dua minggu setelah pemasangan -. Satu bulan setelah pemeriksaan pertama 4. Tiga bulan setelah pemeriksaan kedua 6. Setiap enam bulan sampai % tahun

Kek%ran#an dari $etode AKDR Setelah pemasangan, beberapa ibu mungkin mengeluh merasa nyeri dibagian perut dan pendarahan sedikit-sedikit !spoting". Ini bisa berjalan selama bulan setelah pemasangan. Tapi tidak perlu dirisaukan benar, karena biasanya setelah itu keluhan akan hilang dengan sendrinya. Tetapi apabila setelah - bulan keluhan masih berlanjut, dianjurkan untuk memeriksanya ke dokter. 'ada saat pemasangan, sebaiknya ibu tidak terlalu tegang, karena ini juga bisa menimbulkan rasa nyeri dibagian perut. Dan harus segera ke klinik jika7 0engalami keterlambatan haid yang disertai tanda-tanda

kehamilan7 mual, pusing, muntah-muntah.

);

Terjadi pendarahan yang lebih banyak !lebih hebat" dari haid biasa. Terdapat tanda-tanda infeksi, semisal keputihan, suhu badan meningkat, mengigil, dan lain sebagainya. 'endeknya jika ibu merasa tidak sehat.

Sakit, misalnya diperut, pada saat melakukan senggama. Segeralah pergi kedokter jika anda menemukan gejala-gejala diatas.

'ada penggunaan ,KD3 yang sering dikeluhkan adalah perdarahan. 'endarahan ini gejalanya bisa berupa perdarahan haid yang lebih lama atau lebih banyak dari biasanya !menoragia", perdarahan di luar haid !metroragia", atau perdarahan berupa tetesan !spotting". <al ini diperkirakan karena kerja en5im yang terkonsentrasi di selaput lendir rahim yang bersifat fibrinolitik

!menghancurkan fibrin". Jibrin adalah 5at yang berguna untuk pembekuan darah. Jaktor lain yang diperkirakan berpengaruh adalah perlukaan selaput lendir rahim karena kontraksi rahim. <al ini disebabkan ketidakserasian antara ukuran ,KD3 dan rongga rahim. Sebenarnya, gangguan haid akan terjadi pada tiga bulan pertama pemakaian ,KD3, tapi untuk menoragia sebaiknya dikonsultasikan ke dokter. Tindakan yang biasa dilakukan adalah dengan memberi #itamin, obat pembeku darah, 5at besi, dll. Di samping itu, bisa juga dilakukan penggantian ,KD3 dengan ukuran yang lebih kecil. Keputihan dan infeksi bisa juga terjadi. 'enyebabnya, kemungkinan besar adalah reaksi dari endometrium karena adanya ,KD3 !dianggap benda asing oleh rahim", pemasangan yang tidak steril. Keputihan yang bening tidak bau tidaklah berbahaya dan akan berkurang setelah tiga bulan, sebaliknya jika berbau dan

)B

keruh harus diperiksa ke dokter.

ila dengan pengobatan tidak menolong, maka

,KD3 dicabut dan diganti dengan cara lain. Keluhan lain yang juga bisa ditemui adalah copotnya ,KD3, nyeri waktu haid oleh ,KD3, nyeri waktu senggama, atau adanya keluhan dari suami tentang adanya benang. <al-hal tersebut biasanya disebabkan ukuran ,KD3 yang tidak cocok !terlalu besar atau terlalu kecil", letak ,KD3 yang tidak sempurna dalam rahim, adanya infeksi, atau benang yang terlalu panjang. Keadaan tersebut dikoreksi dengan mengganti ,KD3 dengan ukuran yang lebih pas, pemberian spasmolitik dan antibiotika pada mereka yang merasa nyeri atau infeksi, dan memotong lebih pendek benang agar sang suami nyaman. metode kontrasepsi darurat lain yang juga bisa dilakukan adalah dengan pemasangan ,KD3 jenis copper-T dalam waktu lima hari setelah terjadinya hubungan seksual tanpa perlindungan. Ke$an3%ran Hebih dari ;4@@ ,KD3 jenis copper-T telah dipasangkan setelah terjadinya hubungan seksual sejak %B:=, dengan hanya ; kehamilan terjadi7 berarti angka kehamilan di bawah satu dalam %@@@, sehingga pemasangan ,KD3 sebagai kontrasepsi darurat menurunkan risiko kehamilan sampai lebih dari BBC. Pe$asan#an AKDR dan In"eksi en%(ar Seks%a( ter$as%k HI;

$ntuk mereka yang berisiko tinggi untuk tertular I0S, pemakaian pil lebih aman daripada pemasangan ,KD3, sebab pada saat pemasangan, bakteri dapat ikut masuk ke dalam rongga rahim yang steril. &ika tidak diobati dapat menyebabkan infeksi yang kemudian bisa berakibat terjadinya 'enyakit 3adang

-@

'anggul !'3'". Infeksi <II juga dapat meningkatkan risiko '3' sehubungan dengan pemasangan ,KD3. Sampai saat ini, ,KD3 menjadi pilihan pertama untuk ibu yang masih menyusui namun belum ingin kontrasepsi mantap.Selain keluhan yang minimal, ,KD3 tidaklah berpengaruh pada ,SI karena bekerja secara lokal di dalam rahim. 'emasangan ,KD3 tidaklah perlu menunda waktu, bisa dilakukan pada akhir nifas, biasanya saat satu bulan tujuh hari setelah ibu bersalin. Sebab, bila diberikan lebih awal, risiko ,KD3 untuk terlepas !ekspulsi" lebih besar.

-%

BAB III KESI PULAN DAN SARAN Dalam memilih alat kontrasepsi yang tepat, sebaiknya calon akseptor diberi penjelasan tentang keuntungan dan kerugian masing-masing alat kontrasepsi, sehingga diharapkan dapat memperkecil terjadi kehamilan serta mengurangi efek samping dari alat kontrasepsi tersebut. 'enelitian yang didasarkan pada hasil mengenai manfaat dan kepercayaan akseptor yang berkaitan dengan seksualitas serta penggunaan kontrasepsi, harus dilakukan terlebih dahulu sebelum suatu metode kontrasepsi dipasarkan dan dianggap sebagai pilihan tambahan. $ntuk peningkatan dan perluasan pelayanannya, keluarga berencana dapat dimasukkan ke dalam pelayanan kesehatan reproduksi serta pelayanan kesehatan primer yang lain agar tanggap terhadap seluruh kebutuhan kesehatan reproduksi wanita. Di dalam suatu program yang terintegrasi, harus terdapat metode kontrasepsi yang dapat diterima, aman, dan efektif serta dapat dipakai wanita pada berbagai tahap kehidupan reproduksi. 0etode kontrasepsi juga harus dapat diterima secara seksual maupun sosial tanpa adanya pengaruh negatif terhadap kesehatan dan kesejahteraan secara umum. ,pabila tersedia pilihan metode kontrasepsi yang lebih ber#ariasi dan pelayanan yang lebih responsif terhadap keinginan serta kebutuhan pelayanan kesehatan reproduksi wanita maka tujuan keluarga berencana akan mulai tercapai. Dengan demikian, diharapkan wanita merasa terpanggil untuk meningkatkan kesadaran hak seksual dan reproduksinya sebagai langkah utama menuju kesehatan yang utuh.

-)

DA>TAR PUSTAKA %. Saifuddin , , 3achimhadhi T. Kontrasepsi. Dalam7 Ilmu Kebidanan.>disi kedua, cetakan ketiga. Gayasan ina 'ustaka Sarwono

'rawirorahrdjo.&akarta. %BBB. ). Iis Sinsin. 0emilih alat kontrasepsi. Diakses dari7 www.multiplyMde journal.com. Tanggal7 %4 Desember )@@= -. Soesanti J. 'ilih-pilih kontrasepsi saat menyusui. Diakses dari7 http711www.anakku.net1indeN. Tanggal7 %: 0ei )@@: 4. Oomariah S(. 'emasangan ,lat Kontrasepsi Dalam 3ahim1,KD3 !I$D" Sebagai Kontrasepsi Darurat. Diakses dari7

http711www.plannedparenthood.org1library1 I3T<2*(T3*H1>2.html. Tanggal 6 0aret )@@). 6. 2ana#an T. Intrauterine De#ice !I$D". Diakses dari7 http711www.aafp.org. Hast $pdate7 ,pril )@@;

--