Anda di halaman 1dari 15

ANALISIS KARAKTERISTIK DAN EFISIENSI DAYA MOTOR INDUKSI TIGA FASA STANDAR NEMA D MENGGUNAKAN MODEL KERANGKA REFERENSI

(PROPOSAL SKRIPSI)

diajukan oleh:

Ifat Fatmawati NIM: 3332090810

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO CILEGON 2013

1. Judul Analisis Karakteristik dan Efisiensi Daya Motor Induksi Tiga Fasa Standar NEMA D menggunakan Model Kerangka Referensi.

2. Latar Belakang Penggerak utama pada sebagian besar industri menggunakan motor induksi, karena motor induksi memiliki berbagai keunggulan dibanding dengan motor listrik lainnya, diantaranya karena harganya yang relatif murah, konstruksinya yang kuat dan sederhana sehingga tidak membutuhkan perawatan yang banyak, serta karakteristik kerja yang baik yaitu menyediakan effisiensi yang baik dan putaran yang konstan untuk tiap perubahan beban. Luasnya penggunaan motor induksi dan kebutuhan operasi membutuhkan informasi dari model motor induksi tiga fasa tersebut. Pada awalnya, analisa mengenai unjuk kerja motor induksi secara konvensional menggunakan model matematik suatu transformator, tetapi model tersebut memiliki beberapa keterbatasan diantaranya, hanya dapat digunakan untuk parameter beban yang konstan atau tidak dapat digunakan dalam kondisi transient, tegangan sumber yang sinusoidal setimbang, dan kondisi steady state. Dalam kondisi real ditemukan permasalahan tegangan sumber yang tidak sinusoidal dan terjadinya perubahan beban. Oleh karena itu diperlukan suatu model motor induksi yang dapat menyelesaikan permasalahan tersebut yaitu dengan model d-q-n yang memerlukan metode kerangka referensi. Motor induksi telah distandardisasi menurut karakteristik torsinya dari NEMA (National Electrical Manufactures Association), seperti desain A, B, C, D, atau F. Motor induksi dalam aplikasi industri dengan beban tak penuh memiliki kerugian karena unjuk kerja motor yang menurun seperti faktor daya dan efisiensi, hal ini juga akan mempengaruhi sistem listrik keseluruhan. Maka pada penelitian ini digunakan motor desain D NEMA yang dirancang untuk mempunyai torsi start tinggi dan arus start rendah. Motor-motor tersebut memiliki tahan rotor tinggi dan bekerja antara 85% dan 95% dan kecepatan sinkron motor-motor tersebut menggerakan beban kelembaman tinggi yang mengambil waktu relative lama untuk mencapai kecepatan penuh. Selain itu potensi penghematan energi pada

motor induksi yang berbeban tidak penuh sudah mulai banyak dibicarakan dua dekade yang lalu. Dalam penelitian ini akan dilakukan analisis terhadap karakteristik motor induksi tiga fasa NEMA D dengan variasi tegangan kerja motor dan variasi nilai beban untuk mendapatkan efisiensi daya atau penghematan energi, serta memodelkan motor induksi tersebut dengan model kerangka referensi menggunakan program MATLAB.

3. Perumusan Masalah Pada uraian latar belakang yang telah dijelaskan, maka pada penelitian ini dirumuskan beberapa masalah yang perlu diperhatikan: 1) Bagaimana memodelkan motor induksi tiga fasa NEMA D dengan metode kerangka referensi menggunakan MATLAB? 2) Bagaimana analisis daya dan efisiensi terhadap karakteristik motor induksi tiga fasa NEMA D?

4. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mendapatkan model motor induksi tiga fasa NEMA D dalam kerangka referensi dengan menggunakan MATLAB. 2) Mengetahui analisis daya dan efisiensi terhadap karakteristik motor induksi tiga fasa NEMA D.

5. Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian ini adalah: 1) Memberikan solusi model motor induksi tiga fasa NEMA D dengan tegangan dan beban yang dapat bervariasi. 2) Memberitahukan potensi efisiensi daya pada motor induksi tiga fasa NEMA D.

6. Batasan Masalah Batasan masalah pada penelitian ini adalah sebagi berikut:

1) Penelitian ini membahas studi analisis motor induksi tiga fasa NEMA D. 2) Model motor induksi tiga fasa disimulasikan mengggunakan software MATLAB. 3) Rugi-rugi gesekan, rugi-rugi panas, dan rugi-rugi akibat kejenuhan magnetis diabaikan.

7. Metodelogi Penelitian Metode yang digunakan untuk memodelkan motor induksi tiga fasa NEMA D adalah dengan metode kerangka referensi. Metode kerangka referensi diperkenalkan pada akhir tahun 1920 oleh R.H. Park. Metode tersebut mentransformasikan atau mengubah variabel stator ke kerangka referensi yang tetap dalam rotor (reference frame fixed in rotor). Kemudian potensi penghematan energi pada motor induksi tiga fasa NEMA D dilakukan dengan analisis daya input pada beberapa kondisi tegangan dan nilai beban. Secara sederhana kasus ini dapat dijelaskan melalui diagram alir pada gambar 1.
Start

Studi Literatur

Uji Parameter Motor

Nilai Parameter untuk Simulasi

Memodelkan Motor dengan Metode Kerangka Referensi Menggunakan MATLAB

Analisis Motor terhadap Daya

Pengujian Hasil Simulasi

End

Gambar 1. Diagram Alir Perencanaan Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari langkah-langkah berikut:

1) Mengumpulkan data Data yang digunakan pada penelitian ini adalah parameter yang terdapat pada motor induksi tiga fasa NEMA D. Pada penelitian ini digunakan motor induksi desain D, motor ini memiliki karakteristik torsi start yang paling tinggi, arus start dan kecepatan beban penuhnya rendah, nilai slip yang tinggi (513%), sehingga motor ini cocok untuk aplikasi dengan perubahan beban dan perubahan kecepatan secara mendadak pada motor. Berikut ini grafik karakteristik torsi-kecepatan motor induksi berdasarkan standar NEMA:

Gambar 2. Grafik Karakteristik Torsi-Kecepatan Motor Induksi Standar NEMA Untuk mendapatkan parameter yang diperlukan untuk menghitung performansi dari motor induksi dapat diperoleh dari berbagai pengujian, diantaranya: a. Pengujian tanpa beban Pada pengujian tanpa beban akan diperoleh keterangan berupa besarnya arus magnetisasi dan reaktansi magnetisasi (Xm), dengan pengukuran tegangan, arus serta cos . Biasanya pengujian tersebut dilakukan pada frekuensi yang diizinkan dan dengan tegangan tiga fasa dalam keadaan setimbang yang diberikan pada terminal stator. Pembacaan diperoleh pada tegangan yang diizinkan setelah motor bekerja cukup lama, agar bagian-bagian yang bergerak mengalami pelumasan sebagaimana mestinya.

Gambar 3. Rangkaian Ekivalen Motor Induksi pada Pengujian Tanpa Beban b. Pengujian tahanan stator Pengujian ini akan menentukan besarnya tahanan stator R1 dilakukan dengan test DC. Pada dasarnya tegangan DC diberikan pada belitan stator motor induksi. Karena arus yang disuplai adalah arus DC.maka tidak terdapat tegangan yang diinduksikan pada rangkaian rotor sehingga tidak ada arus yang mengalir pada rotor. Dalam keadaan demikian, reaktansi dari motor juga bernilai nol, oleh karena itu, yang membatasi arus pada motor hanya tahanan stator.

Gambar 4. Rangkaian Ekivalen Motor Induksi pada Pengujian Tahanan Stator c. Pengujian rotor tertahan (block rotor test) Pengujian ini bertujuan untuk menentukan parameter-parameter motor induksi, pada pengujian ini rotor dikunci atau ditahan sehingga tidak berputar. Untuk melakukan pengujian ini, tegangan AC disuplai ke stator dan arus yang mengalir diatur mendekati beban penuh. Ketika arus telah menunjukan nilai beban penuhnya, maka tegangan, arus, dan daya yang mengalir ke motor diukur.

Gambar 5. Pengujian Rotor Tertahan

2) Perancangan simulasi model motor induksi tiga fasa NEMA D Pada tahapan ini data parameter motor yang didapatkan dari berbagai pengujian selanjutnya digunakan untuk memodelkan motor untuk simulasi pada MATLAB. Metode yang digunakan untuk memodelkan motor tersebut adalah metode kerangka referensi. Pada dasarnya pengaturan vektor mentransformasikan elemen tiga fasa kerangka acuan tetap (a,b,c) menjadi elemen dua fasa kerangka acuan tetap (,) kemudian menjadi elemen dua fasa kerangka acuan bergerak (d,q). Tegangan, arus dan flux tiga fasa dari motor AC dapat dianalisa dengan menggunakan kompleks ruang vektor. Dengan asumsi bahwa ia, ib, ic adalah arus dari masing-masing fasa pada bagian stator motor induksi, dengan definisi dimana dan

dimana (a, b, c) adalah sistem tiga fasa yang menggambarkan sistem sinusoidal tiga fasa. Kemudian dari sistem tiga koordinat ditrransformasikan menjadi sistem time invariant dua koordinat. Berikut kerangka acuan tiga koordinat :

Gambar 6. Kerangka Acuan Tetap Tiga Koordinat

Perubahan sistem tiga fasa menjadi sistem time invariant dua koordinat dapat dipisahkan menjadi dua langkah: a. (a, b, c) b. (, ) (, ) (transformasi clarke) (d,q) (transformasi park)

Transformasi Clarke Ruang vektor dapat dipresentasikan dalam dua sumbu tegak lurus (, ), dengan asumsi bahwa sumbu a dan sumbu memiliki arah vektor yang sama, dari proyeksi sistem tiga fasa menjadi dua dimensi tegak lurus (,) dengan penjelasan sebagai berikut:

...(1.1)

Gambar 7. Transformasi Clarke

Transfomasi Park Sedangkan untuk mempresentasikan kerangka acuan tetap (,) menjadi kerangka acuan bergerak (d,q), maka digunakan transformasi Park. Dari proyeksi sistem dua dimensi tegak lurus (,) menjadi sistem dua dimensi bergerak (d,q) dengan penjelasan sebagai berikut:

...(1.2)

Gambar 7. Transformasi Park

Invers Park transformation Sedangkan untuk mempresentasikan kerangka acuan bergerak (d,q) menjadi kerangka acuan bergerak (,), maka digunakan transformasi park.

...(1.3) Transformasi variabel pada rangkaian stasioner dalam kerangka referensi untuk elemen resistif adalah: Vqd0s = rsiqd0s Sedangkan untuk elemen induktif: Vqd0s = qds + pqd0s dimana: (qds)T = [ds - qs 0] Pada pemodelan motor induksi tiga fasa ini terdapat persamaan motor induksi dalam variabel kerangka referensi, dinyatakan sebagai: vqs = rsiqs + ds + pds vds = rsids - ds + pds v0s = rsi0s + p0s vqr = rriqr + ( r) dr + pqr vdr = rridr + ( r) qr + pdr v0r = rridr + p0r dimana fluks gandeng dinyatakan dengan: qs = Llsiqs + M(iqs + iqr) ds = Llsiqs + M(ids + idr) qr = Llsiqr + M(iqs + iqr) dr = Llridr + M(ids + idr) 0r = Liri0r ...(1.7) ...(1.6) ...(1.5) ...(1.4)

Berikut rangkaian ekivalen mesin induksi tiga fasa dalam kerangka referensi:

Gambar 8. Rangkaian Ekivalen Mesin Induksi Tiga Fasa Dalam Kerangka Referensi Kemudian apabila induktansi dinyatakan dalam ohm (reaktansinya) maka persamaan tegangan dan fluks gandeng menjadi vqs = vds = v0s = vqr = vdr = v0r = Dimana adalah kecepatan sudut listrik dasar, maka fluks gandeng menjadi:

qs = Xlsiqs + XM(iqs + iqr) ds = Xlsids + XM(ids + idr) 0s = Xlsi0s qr = Xlriqr + XM(iqs + iqr) dr = Xlridr + XM(ids + idr) 0r = Xlri0r Energi tersimpan dalam medan kopling motor induksi dinyatakan dengan: Wf = (iabc)T (Ls LlsI)iabcs + (iabcs)T Lsr iabcr + = (iabcr)T(Lr LlrI)iabcr ...(1.9)

I adalah matrik identitas. Perubahan energi mekanik dalam sistem yang berputar dirumuskan sebagai: dWM = -Tedrm dimana Te adalah torsi elektromagnetik dan rm adalah besarnya sudut pergeseran rotor. Selanjutnya persamaan torsi dalam variabel kerangka referensi dinyatakan dengan: Te = ( ) ( ) ( ) (
) ...(1.10)

Hubungan antara torsi dan kecepatan diberikan oleh persamaan:


Te =

dimana m adalah kecepatan sudut mekanis rotor dan untuk mesin dengan p kutub:

Sehingga:
Te =

dimana: Te = torsi elektromagnetik (N.m) J = momen inersia rotor (kg.m2) r = kecepatan sudut listrik dari rotor (rad.detik) Bm = koefisien gesekan (N.m.det/rad) TL = torsi beban (N.m) Dari persamaan (1.9) maka didapatkan arus: ( )

...(1.12)

dimana: mq = XM (iqs + iqr) md = XM (ids + idr) dapat dinyatakan sebagai: ( ( ( ( ( ( ) ) ) ) ) ) ...(1.13) Kemudian dari substitusi persamaan (1.12) dalam persamaan (1.8) fluks gandeng

Persamaan (1.13) sekarang dinyatakan: mq = md = dimana: Xaq = Xad


=( )-1 ...(1.15)

( (

) )
...(1.14)

Persamaan untuk torsi elektromagnetik mengacu pada persamaan (1.10), yaitu: Te = ( ) ( ) ( ) (


)

Kecepatan sudut listrik motor dirumuskan dari persamaan (1.11), sebagai:

Kemudian untuk menyelesaiakan persamaan diferensial dalam analisis motor induksi ini digunakan metode Runge-Kutta Felhberg. Rumus iterasi untuk metode Runge-Kutta Fehlberg adalah:

( dimana: k1 = f(xi, yi) k2 = k3 = k4 = k4 = k5 = ( ( ( ( ( ) )

) ) )

Perkiraan kesalahan (error estimate) dirumuskan dengan:


( )

Setelah didapatkan parameter dari motor, maka data hasil perhitungan tersebut disimpan dan didapatkan pemodelan motor induksi tiga fasa serta

karakteristiknya.

3) Analisis karakteristik motor terhadap daya Pada tahapan ini akan dianalisis perhitungan daya masukan yang didapatkan dari variasi nilai tegangan dan beban pada torsi yang konstan menggunakan karakteristik motor induksi torque-slip. Perhitungan dianalisis dari tiap keadaan tegangan, beban, torsi dan akan didapatkan nilai slipnya, sehingga daya masukan dapat dihitung dengan persamaan: P=Tx dimana: T = torsi = (sync s.sync) Kemudian akan dihitung Pout = s.Pin Efisiensi = %hemat = ...(1.22) ...(1.23) ...(1.21) ...(1.20)

Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan akan diperoleh analisis karakteristik tegangan kerja dan nilai beban terhadap efisiensi daya, serta kecepatan motor induksi. Kemudian dapat ditentukan nilai tegangan kerja, nilai beban, serta nilai torsi yang terbaik untuk menghasilkan daya yang paling efisien.

4) Pengujian hasil simulasi Pada tahapan ini dilihat respon dari karakteristik motor yang telah dirancang simulasi modelnya dengan menggunakan software Simulink Toolbox MATLAB. Hal ini dilakukan untuk menunjukan apakah simulasi dapat digunakan dan benar. Parameter untuk mengetahui respon dari sistem yang telah dirancang adalah apakah model motor induksi dapat digunakan dengan variasi tegangan kerja dan nilai beban lalu diuji hasil dari analisis karakteristik motor induksi terhadap efisiensi dayanya.

8. Daftar Pustaka 1. Adisuryo, Soekardi, Pemodelan Motor Induksi Tiga Fasa Menggunakan Constructive Backpropagation Jurusan Teknik Elektro ITS, 2011. Tersedia dari: http://power-system.ee.its.ac.id/research/graduate/pemodelan-motorinduksi-tiga-fasa-meggunakan-constructive-backpropagation.html dikunjungi pada 27 februari 2013 pada pukul 22:21] 2. Ali anang lubis, Muh., Gigih, Prabowo., Arman, Jaya., dan Era, Purwanto, Pengaturan Kecepatan Motor Induksi Tiga Fasa dengan Teknik Artificial Intelegent Berbasis Vektor Kontrol Politeknik Elektronika Surabaya ITS, Surabaya. 3. A. Siregar, Henry, Pengaruh Tegangan Tidak Seimbang Terhadap Torsi dan Effisiensi Motor Induksi Tiga Phasa Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara, Medan, 2008. 4. Chapman Stephen J, 1985, Electric Machinery Fundamentals, International Edition, Electrical Engineering Series, Mc Graw-Hill International Edition, Singapore. [URL

5. Control of Motor Characteristic by Squirrel-Cage Rotor Design Tersedia dari: http://www.mhhe.com/engcs/electrical/chapman/fundamentals/ind_motor. pdf [URL dikunjungi pada 23 Februari 2013 pada pukul 15:56] 6. Finayani, Yaya dan Muhammad, Alhan. Analisis Karakteristik Motor Induksi 3 Fase NEMA D Untuk Melakukan Penghematan Energi Jurusan Teknik Elektro Politeknik Pratama Mulia, Surakarta, 2011. 7. Heru Purnomo, Isnanto. Analisis Motor Induksi 3 Fasa Dengan Metode Kerangka Referensi Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Semarang, 2011. 8. Http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Undergraduate-8668-2205100054Chapter1.pdf [URL dikunjungi pada 27 Februari 2013 pada pukul 22:13] 9. Http://kurniawanpramana.wordpress.com/2012/06/27/transformasi-clarkedan-transformasi-park/ [URL dikunjungi pada 27 Februari 2013 pada pukul 21:29] 10. Http://www.engineeringtoolbox.com/nema-a-b-c-d-design-d_650.html [URL dikunjungi pada 23 Februari 2013 pada pukul 00:13] 11. Prasetyo, Eko. Analisis Pengaruh Jatuh Tegangan Jala-jala Terhadap Unjuk Kerja Motor Induksi Tiga Fasa Rotor Sangkar Tupai Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara, Medan, 2009. 12. Torque Characteristics of NEMA Design A, B, C, D & E Motors Tersedia dari: http://www.landbelectric.com/ [URL dikunjungi pada 23 Februari 2013 pada pukul 00:15] 13. Wijaya Mochtar, 2001, Dasar-dasar Mesin Listrik, Djambatan, Jakarta 14. Y. Yanawati , I. Daut , S. Nor Shafiqin , I. Pungut , M. N. Syatirah , N. Gomesh , A. R. Siti Rafidah , N. Haidar, Efficiency Increment on 0.35 mm and 0.50 mm Thicknesses of Non-oriented Steel Sheets for 0.5 Hp Induction Motor International Journal of Materials Engineering, 2012. Tersedia dari: http://article.sapub.org/10.5923.j.ijme.20120202.01.html

[URL dikunjungi pada 05 Maret 2013 pada pukul 17:10]