Anda di halaman 1dari 67

LAPORAN KEGIATAN SEKOLAH/MADRASAH AMAN HEMAT ENERGI (SMAHE) DI NUSA TENGGARA BARAT,

31 Agustus 7 September 2012 A. AGENDA KEGIATAN Waktu 31 Agustus -3 September 3 September 2012 4 September2 2012 5 September2 2012 6 September2 2012 7 September2 2012 8 September2 2012 Agenda Training of Fasilitator (ToF) penerapan sekolah aman untuk Fasilitator teknik dan Sosial Survey Lokasi dan instalasi alat Kordinasi Persiapan Sosialisasi dan peluncuran Sosialisasi ke kepala sekolah, komite sekolah dan SKPD di Lombok Timur Sosialisasi ke kepala sekolah, komite sekolah dan SKPD di Lombok Timur Peluncuran SMAHE di Lombok Timur Uji Coba dan serah terima di SDN 2 Puncak Jeringo Rapat kordinasi persiapan AMCDRR Peluncuran SMAHE di Lombok Barat Audiensi dengan Gubernur NTB Kordinasi dengan Bappeda NTB Nama perwakilan /posisi Dr. Hanief Saha Ghafur, Staf Ahli Mendikbud bidang penjamian mutu Pendidikan Ibu Renani, kabag hukum dan Kepegawaian Sesditjen Dikdas Supriyono, Kasubag BMN Sesditjen Dikdas Yudil Chatim, Sekretariat Wakil Mendikbud Pak Isman Justanto, Direktur Wilayah, Lahan Dan Mitigasi Bencana TGH M Zainul Majdi, Gubernur NTB / Kepala BPBD Prov NTB / Kepala Bappeda Prov NTB Humas dan protokoler pemprov NTB Dinas Pendidikan NTB Bupati beserta Unsur Muspida

B. PIHAK YANG TERLIBAT DALAM KEGIATAN Institusi Kementerian Pendidikan dan kebudayaan

BPPT Pemprov NTB

Pemda Kab Lombok

Timur

Pemda Lombok Barat

Facilitator Universitas Mataram Konsepsi Sekolah Dampingan

Staff Dinas Pendidikan Kepala UPTD Dinas pendidikan Kabid Pencegahan dan kesiapsiagaan BPBD kab. Lotim Staf Dinas Bappeda Staf Dinas Ciptakarya Kepala Dinas Pendidikan Lombok Barat Staff dinas pendidikan Kabid Pencgahan dan kesiapsiagaan BPBD Kab. Lobar Kepala UPTD dinas pendidikan sekotong 1 orang kordinator Provinsi 6 orang Fasilitator teknik 4 orang Fasilitator sosial Pak Catur Pak Rahmat Sabeni 60 Kepala dan Komite Sekolah penerima DAK di Lobar 60 Kepala dan Komite Sekolah penerima DAK di Lotim Pengawas Ibu Marnia, Tim Leader Ibu Hanna, Kordinator Provinsi Jawa Barat Ibu Rianingsih Djohani, Trainer Prof. Shih-Hsiung Chen Tunggul Bhirawa Yovita Dr. Fauzan / PSB Unand Pak Tommy Erita Nurhalim, Petra W Bodrogini, Gedsiri Suhartono, Santo Dewatmoko Yanti Sriyulianti Zamzam Muzaki Edwin dan kru

Studio Driya Media

Staf JetPro Technology Universitas Andalas Kogami Tim WB

Seknas Sekolah Aman, Kerlip Klirkom

C. HASIL YANG TELAH DICAPAI 1. Pelatihan Fasilitator

Pelatihan Fasilitator diikuti oleh 11 Orang yang difasilitasi oleh Studio Driya Media, berikut beberapa capaian isu yang dipresentasikan dan didiskusikan: set energy efisien. Overview danruang lingkup project SMAHE. Program akan mengcover 60 Tanggung jawab Fasilitator sekolah aman, apa yang arus dan tidak boleh sekolah dan pemerintah daerah untuk dua aspek, yaitu Sekolah dan Madrasah di Lobar dan Lotim. 2 sekolah diantaranya akan diinstal dilakukan. Tugas fasilitator meliputi, penyediaan bantuan teknis kepada o Konstruksi yang aman (Aspek struktural), Fasilitator akan membantu sekolah dalam proses perencanaan rehabilitasi (pembiuatan DED dan RAB), melakukan pengawasan, melakukan penilaian dan pelaporan dari dinas pendidikan memberikan secara rutin. Dalam hal ini , fasilitator juga akan berkordinasi dengan PPK o Kesiapsiagaan terhadap bencana (aspek sosial). Fasilitator akan kesiapsiagaan mulai dari pelatihan kepada guru dan siswa, latihan Pebahasan Metode retrofitting yang difasilitasi Pak Fauzan dari Unand sekolah aman. simulasi evakuasi, membuat bahan ajar kebencaaan untuk guru, Praktik baik advokasi dan penerapan sekolah aman, pembelajaran di Jawa barat Mengobservasi sekolah dengan menggunakan instrumen yang telah disediakan Melakukan monitoring, Evaluasi dan Pelaporan. 100 orang peserta dari kepala sekolah, UPTD, staf dinas pendidikan, SKPD lain di kedua kab tersebut telah memperoleh gambaran program SMAHE
3

bantuan teknis

kepada

sekollah ntuk menyiapkan

dan Advokasi di tingkat Nasional dan Provinsial oleh Zamzam dari seknas

2. Sosialisasi kepada Dinas dan sekolah pilot project

BPBD telah menyampaikan karakteristik bencana yang khas untuk setiap kab/kota bahkan spesifik per kecamatan dimana sekolah itu ada. Peserta telah menerima pemaparan bagaimana mengembangkan kesiapsiagaan di sekolah dari Pak Tommy, KOGAMI. 3 (tiga) hal yang mesti dipahami adalah yang baku dalam memahami kesiapsiagaan terutama oleh anak-anak memahami resiko bencana yang ada di sekitar kita, sekolah mengetahui apa yang harus dilakukan saat bencana terjadi, dan tidak pernah ada satu metode

Peserta telah memperoleh penjelasan tentang Prinsip-prinsip dalam melakukan

perkuatan strutur bangunan, bagaimana menilai tingkat kerusakan untuk memahami bagian mana dari struktur bangunan tersebut yang harus diperkuat. Lebih jelasnya lagi, sekolah diminta secara intensif berkonsultasi dengan fasilitator dan pihak dinas Ciptakaya 3. Hasil rapat persiapan AMCDRR ke 5 di Jogjakarta

Kesepakatan agenda acara dan pengisi dalam acara preconference SMCDRR Sepakat untk mengangkat praktek baik hasil gerakan nasional rehabilitasi sekolah/madrasah rusak berat sebagai langkah menuju sekolah aman.

4. Peluncuran SMAHE dan uji coba serta serah terima Set energy Efisien SDN 8 Buwunmas Lombok Barat dengan jumlah siswa 64 Alat telah ditempatkan secara aman alat energy efisien adalah

Telah dilakkan instalasi dua set energy efisien, yaitu tepatnya di SD & SMP Satu Atap Puncak Jeringo 2 dengan jumlah siswa 133, Lombok timur dan

Pemerintah setempat mengapresiasi, Serah terima dan ujicoba berjalan dengan lancar di kedua sekolah. Nergi yang dihasilkan masing-masing set lampu/penerangan di sekolah, charge lampu LED dan penggunaan Laptop. Untuk penggunaan projector, memang diperlukan tambahan baterai.
4

330

watt

dan

itu

dapat

mengcover

Masyarakat setempat telah diperkenalkan pada teknologi baru yang hemat energy dan efisien

5. Audiensi dengan Gubernur dan Bappeda Pemprov NTB DAK mengeluarkan regulasi yang bersesuaian. pengembangan lebih jauh. dengan mengalokasikan dana

Pemprof NTB mendukung program SMAHE pada sekolah yang menerima pendamping dari APBD Kebetulan NTB sedang mengembangkan juga alat pembangkit listrik dari energy terbarukan, Kepala BPBD Pemprov NTB akan menghubungi untuk

dan

Diharapkan program SMAHE dapat disebarluaskan oleh pemprov NTB ke kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Timur

kabupaten/kota lainnya, mengingat keterbatasan Sumber daya piloting

project yang hanya mampu menjangkau 60 sekolah di dua kabupaten, yaitu

LAMPIRAN:

1. LAPORAN KEGIATAN SOSIALISASI PENERAPAN SEKOLAH AMAN KEPADA KEPALA DAN KOMITE SEKOLAH PENERIMA DAK PENDIDIKAN 2012 DI LOMBOK TIMUR DAN LOMBOK BARAT.

3. LAPORAN KEGIATAN PELUNCURAN SMAHE DI LOMBOK BARAT

2. LAPORAN KEGIATAN PELUNCURAN SMAHE DI LOMBOK TIMUR

4. LAPORAN KEGIATAN: PELAPORAN HASIL PELUNCURAN SMAHE DI NTB KEPADA PAK WAMENDIK DAN PERSIAPAN AMCDRR KE 5 DI JOGJAKARTA 5. DOKUMENTASI KEGIATAN

6. MATERI PRESENTASI SEKNAS SEKOLAH AMAN PENERAPAN SEKOLAH AMAN DI INDONESIA 7. SURAT SEKNAS SEKOLAH AMAN KEPADA GUBERNUR UNTUK MELAKKUKAN AUDIENSI DAN PENGAMBILAN GAMBAR

LAMPIRAN 1: LAPORAN KEGIATAN SOSIALISASI PENERAPAN SEKOLAH AMAN KEPADA


KEPALA DAN KOMITE SEKOLAH PENERIMA DAK PENDIDIKAN 2012 DI LOMBOK TIMUR DAN LOMBOK BARAT.

Waktu dan Tempat : 4 sept 2012, Dinas Pendidikan Lombok Timur 5 sept 2012, Dinas Pendidikan Lombok Barat Agenda Sosialisasi Waktu 09.30 09.45 09.45 12.00 : Trainer/Moderator Kadisdik Lobar/Lotim

Materi Pembukaan

Diskusi Panel Wawasan Kebencanaan dan Marnia Nes Sekolah Aman Narasumber 1 : Bencana Lombok) Narasumber 2: : DR Fauzan MSi (Universitas Andalas) BPBD Lombok (Potensi

12.00 13.00

Narasumber 3 : Toni Sugianto (Kogami ) Istirahat

13.00 - 13.45

Sosialisasi Sekolah Aman dan Hemat Energi Rachmat (Safe and Energy Efficient School) Narasumber : Technology, Inc) Naraumber Rehabilitasi Tunggul Birawa (Jetpro

13.45 - 15.45

Diskusi Panel Regulasi DAK dan Proggram Safe Made Ari Diatmika Energy Efficient School Narasumber 2 :Seknas Sekolah Aman Regulasi yang berkaitan dengan Sekolah Aman Narasumber 3 : Program Safe Energy Efficient 1 : Disdik Lobar/Lotim : DAK

Waktu 15.45 16.15 Hasil Kegiatan

Materi School Penutupan

Trainer/Moderator

1. Tersosialisasikan konsep sekolah aman kepada 29 Kepala SD, 2. Tersosialisasikan model sekolah hemat energy dan sekolah 3. Kesepakatan sekolah yang memperoleh pendampingan teknis dari World Bank PELAKSANAAN SOSIALISASI

Sosialisasi Kepada Kepala Sekolah di Lombok Timur Acara yang kedua yaitu pengantar dan pembukaan kata sambutan lombok timur yang akan disampaikan oleh bapak kepala dinas pendidikan dasar kami persilahkan. Kasi Sarana Prasarana SD Dinas Pendidikan Lombok Timur Ass. Yang saya hormati bpk2 nara sumber yang kami hormati, dari world bank yang kami hormati, seluruh peserta yang ditunjuk untuk sharing sekolah aman bencana mari kita panjatkan puji syukur sehingga kita melaksanakan kegiatan ini. Bapak-bapak kepsek kegiatan ini terlaksana di NTB ditunjuk 2 kabupatem dan kita diberikan 30 sekolah 1 smp dan 1 mts bertujuan memberikan bantuan bagaimana kegiatan pelaksaan rehab yang akan di bantu oleh world bank bagaimana menghadapi situasi seperti hal2 gempa bumi dll. Oleh karena itu kita mengucapkan terimakasih kepada world bank. Kita berharp semua yang telah ditunjuk mendapat bantuan dari wolrd bank dapat mengikuti acara ini secara seksama. Baikalah, itu tadi kata pengantar yang telah disampaikan oleh bpk kepala dinas pendidikan yang telah diwakilkan oleh saya selaku kasi Sarana Prasarana SD, sebab pak kadis tidak bekenan hadir pada hari tersebut. Baiklah saya akan memperkenalkan nama nama sekolah yang mendapatkan bantuan. Yang pertama SD 3 slop, SD 1 jawaru, SD 1 kemompong, SD 1 selurutetangga, SDN 5 teros, SD 4 lombok, SDN 1 perigilan, SD 6 pengadaan, SD 2 kembang terang, SD 2 sembelir, SD 3 Rinjani, SDN 5 suramani, SD 3 bontong tani, SD 1 lombok timur, SDN 7 mentong, SD alkautsar, SDN 2 Waru, SDN 2sepit, SDN 10 waru, SDN 2 belantik lombok timur (paling rawan banjir bandang), SMPN 1 al-iman, MTs (salah satu sekolah swasta). Pembacaan doa
8

Santo Dewatmoko, World Bank Ini merupakan kegiatan yang disupport oleh world bank, merupakan dana hibah yang disalurkan dalam teknikal assissten. Berikut ini nama nama orang yang akan membantu, Saya Santo dari world bank unit GFDRR, Pak zam-zam sekolah aman tingkat nasional, Pak Tomi ahli dari komunitas siaga tsunami basecamp Padang, Dr fauzan dari UNAND padang expert dibangunan khusus perkuatan bangunan, Bu Petra world bank unit edukasi, Program ini akan dibuat film pendek yang akan dibawa di tingkat nas/regional bulan Oktober, Bu Hana yang akan menghendel kegiatan, Beberapa fasilitator mulai jumat selasa telah berkordinasi. Mungkin Pak Hadi ibu Mita,bu eza, bu nita,pak is, pak Robi yang akan mendampingi selamat berdiskusi. Ibu Marnia, Studio Driya media, Team Leader Project NTB Assalamualaikum. Sebelum kita mulai dg sesi paparan. Akan dijelaskan acara yang berlangsung selama seharian. Setelah ini akan ada program sekolah aman dan hemat energi. (pembacaan rundown acara) Berikut saya perkenalkan fasilitator yang nanti akan berbaur sehari-hari dengan Bapak-Bapak 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Pak Ari berkoordinasi dengan pihak bpbd Ibu Anita fasilitator teknik Ibu Anita sosial kapasitas kelembangaan Pak Is fasilitator teknik Pak Robi fasilitator teknik Pak Samsul fasilitator sosial Bu Nitih Faslitator Tehnik Pak Jum Fasilitator sosial

Saya akan menjelaskan program pilot untuk sekolah aman dan hemat energi, sebetulnya bukan hanya di tingkat nasional sektretariat dengan kemedikbud dan BNPB dll, ditingkat Provinsi dengan Gubernur presiden BPBD prov, BPBD Lombok barat dan timur. Sekolah aman adalah sekolah yang menyediakan aman terhadap bencana, dampak terhadap kesehatan fisik dan psikis biasanya terjadinya bencana akan menganggu kesehatan. Sedikit latar belakang, Indonesia merupakan wilayah yang rawan bencana. Setiap Bencana akan mengandung resiko, anak sekolah akan rentan terhadap bencana. Data BNBP menunjukan 75% sekolah Indonesia berada di wilayah yang rawan bencana, resiko bencana bisa dikurangi, yang bisa dilakukan dengan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang mampu menolong, berdasarkan UU No24 tahun 2007. Pada 29 Juli 2010 Indonesia telah melakukan kampanye sekolah dan rumah sakit aman. Dan pedomannya dalam bentuk Peraturan Kepala BNPB No.4 tahun 2012. Implemantasi melalui dana rehab ruang kelas. Atas dasar pemikiran tersebut dana akan digunakan untuk sekolah tidak hanya tahan gempa namun untuk semua resiko yang akan dihadapi oleh sekolah. Sekalian merehab untuk mengurangi bencana, biaya rehabilitasi bukan bersumberkan dari world
9

bank, tapi dari DAK Pendidikan. Fasilitator dibayar oleh Worldbank. Bentuk bantuannya adalah bimbingan teknis. Bangunan sekolah ditanggung oleh DAK. Sekolah aman dan tahan bencan, penguatan sekolah aman dan hemat energi. Kota padang 30sd, pariaman 30, bdg 30sd, kab bdg 30sd. Lombok barat timur 30 smp1 sekolah, mts1 sekolah. Kelembangaan dengan dinas pendidikan komite sekolah sesuai dengan kepentingan. Harusnya ada alarm kebakaran karena saling berhubungan dengan gempa, lantai harus bagus tidak licin,lubang, dll. Tempat penyimpanan bahan kimia yang aman (lab) emergency exit, tanda evaluasi, penyandang cacat. Mempunyai sistem pengolaan bencana (kelompok siaga bencana). Mempunyai rencana aksi bencana. Melakukan penilaian instrumen sekolah. Mengatasi kerentanan sekolah yang akan datang. Diharapakan nanti sekolah akan tahan bencana dan sop pemeliharan sekolah. Sop evakuasi. Min 10 sekolah diharap akan dilatih untuk simulasi. Siapa yg hars berperan? Tentu kita semua. Kepala BPBD provinsi NTB BPBD diperintah keputusan presiden pada 16 Apri di Bogor menurut ahli gmpa bumi akan terjadi megantrans (gempa sangat besar melebihi aceh dan dili), kebetulan tadi pagi ada gempa 6,5 SR di banyuwangi, 6,2 SR dipalu memutuskan infrastruktur dan harus menggunakan heli untuk bantuan. Jadi kita perlu waspada. Yang dibangun adalah generasi penerus bangsa, jangan samapi menyesal, saya selalu mengingatkan lombok merupakan ekspor TKI terbesar. Punya uang 25 juta, meminta dibangunkan rumah (tidak bisa) namun memaksa, akhirnya dibangun dengan bahan yang seadanya. Jangan dicontoh karena nanti akan menyesal. Di Belanting SMP 2 jembatan terputus kalau musibah bencana datang semua akan susah, makanya kita disini untuk fokus ke pengurangan resiko bencana, biar kita tidak menyesal. Bulan Nov tahun 2011 lalu di Palu presiden kita menerima penghargaan pengurangan bencana dari PBB. Kita harus sudah siap dengan kemungkinan bencana yang akan datang. World bank datang untuk mendukung kita. Indonesia merupakan lab bencana. Kearipan lokal rumah dengan tinggi dan setipa sudut bertemu. Kenapa lombok timur dan barat? Memang paling menonjol gempa bumi menjadi contoh di Indonesia.

BPBD Lombok Timur Ass.bapak Kepala BPBD yang saya hormati, world bank yg kami hormati, fasilitator dan bpk ibu peserta yg kami hormati, kita dapat bersilahturahmi di diklat sekolah dan madrasah aman bemcana world bank. Mudah2 menjadi warna sendiri untuk lebih baik. Faktor penyebab bencana diklasifikasikan 3, yaitu karrna alam, non alam, dan sosial. Kab lombok timur masuk kedalam kerentanan bencana. Terdiri lautan dan daratan. Berdasarkan topogrfi 0 376 meter dpl kelerangan lereng 0,2. Jenis bencana di lombok timur, gempabumi (akan disesuaikan dengan lokasi pengajaran) kerusakan infrastruktur jalan dll, tsunami (wilayah pantai dipesisir selatan)
10

kecamatan jeroan, kualuak, sakratimur, labuan haji, dari 20 kecamatan. Letusan berapi di kecamatan sembalu, banjir (sering terjadi di Wili kec semalung, pribya, labuan haji, relatif datar dengan perbukitan yang ditengahnya ada sungai), tanah longsor sering terjadi dikecamatan montong gading, jawaru, memiliki tingkat kemiringan tinggi, daerah kekeringan sering terjadi diwilayah kawasan lomtim dengan wilayah cukup datar. mslh disini selama beberapa bulan untuk mensuplai airbesih jeroawaru setiap hari dibawakan air 5.000-12.000 liter untuk keb air bersih. Abrasi sering trejadi dipantai terutama di 10,7 m kec labuan haji. Influsi air laut diseluruh pesisir lombok timur. Angin dan api kec jerowaru, kelanting, api 2012 bencana banyak sekali, Agustus 2012 30x terjadi kebaran sebab arus pendek listrik. Saat mati lampu sring menempatkan lilin ditempat yang rawan sehingga terjadi kebakaran. Kami dibidang logistik mengharapakan untuk menyimpan no hpkami (dihub saat bencana). Sering mendapat kesulitan padahal telah bermedia sosial dan iklan dan sosial ke masyarakat secara langsung. Saat mobil kebakaran datang, diharapakan masyarakat memberi jalan agar kami lebih leluasa. Dr. Fauzan dari PSB UNAND Lombok dan sumbar sama memiliki bencana gempa bumi dan potensi tsumani. Untuk kasus bangunan kita harus mempersiapkan harus aman dan tahan. Bangunan tahan gempa asumsi di Indonesia harus benar-brnar tahan. Sekolah aman tahan gempa boleh rusak asal tidak merusak struktur. Gempa akan merusakkan bangunan tetapi tidak struktur. Kebetulan di sumbar thn 2009 mengalami banyak kerusakan akibat gempa terutama sekolah, kerusakan oleh usia dan faktor lain. Identifikasi bangunan dilakukan oleh orang teknis. Kenapa rusak? setelah kita menilai tingkat kerusakan baru bisa menentukan gimana perbaikannya. Bangunan tidak perlu diruntuhkan selagi bangunan masih berdiri tegak. Masih bisa diperkuat dengan kekuatan yang lebih kuat daripada bangun baru (retropit). Untuk perbaikan ada 3 definis : mengembalikan bentuk arsitektural, restorasi keusakan struktur dg asumsi kekuatan sama dg semula, perkuatan. Bentuk banguan sesuai dg aman gempa bangunan kotak saja (simetri) jangan membuat kanopi dengan bangunan berlantai banyak. Kalau bangunan L akan membutuhkan tenaga yang besar. Mudah ditiru oleh tukang. Bahan yang ada dilokasi (lokal). Biaya retrofit hrs murah. Besarnya bisa pebaikan 30% maks dg bangunan baru. Mis 1000m2 dibangun baru x 3,5jt m2 akan mahal, jika retrofit hanya 1m (30%) berdasarkan SK Gub padang. Bngunan lantai 1 semua bisa menganaliisa karena ada bukunya. Bangunan 2 ke atas dibutuhkan ahli teknis untuk menghitung kekuatan bangunan, banguann aman dan tidak tahan gempa harus dilakukan retrofiting. Sudah dilakukan sejak 2000 di Indonesia dengan ahli dan referesninya gempa bengkulu. Contoh retrofit kota padang, sma lantai 3

11

SMA 10 padang 3 lantai, dr jauh terlihat gpp, telah dikeluarkan surat untk peruntuhan karena struktur telah rusak. Jika di bangun baru membutuhkan 10,5 M tidak memungkinkan. Hampr semua sklh dibangun oleh NGO. Akhirnya unand membantu karena sekolah ini RSBI. Dan jepang langsung membantu, karena alumni unand banyak yang lulusan jepang. Hanya memperbaiki pembesian begel dan beton dengan mutu bagus. Dapat dilihat dengan program terbaru dengan tahan gempa. Konsultan tidak sama dengan apa dirancang dengan fasilitator, bagaimana kalau rusak kasat mata, kalau untuk bangunan 1 lantai tidak berpengaruh, kecuali rawa membutuhkan penguat dibawah pondasi. Kalau ingin lebih kuat dibutuhkan pelapis warmes (tulangan plat beton). Mengikuti aturan yang ada dan standart. Kosultan terlebih dahulu mendisgn harus ada input bener apa nggak yang dia desain. Yang paling bagus program yg baru dmulai tidak perlu konsultasi dg badan hukum. Pilarr/tiang pondasi masih bagus kalau bapak ragu bisa bobok beton bongkar dan terlihat korosi bisa bersihkan karatan dan berikan ovelap lalu dilas dan cor lagi dan tidak mengganggu yang lain. Dinding yang retak yang kecil cukup diplaste (bagian yang retak saja). Peraturan gempa lombok termasuk sudah berubah sesuai deg perda. Min tulangan besi 10 untuk lantai tidak boleh kurang. Karena besi yang beredar di indo tidak ada yang bener ukurannya. Sesuai dengan peraturan saja menggunakan ukuran besinya. Untuk bangunan 2 lantai ke atas tidak ada dijurnis harus sesuai dengan perhitungan. K Sekolah dibangun 1977 tidak pernah mendapatkan rehab. Pada rehab 2009 mencoba untuk memakai penyanga, kusen dibongkar dan roboh, sekarang yang 1 lokal ini bgung. Mohon pencerahan. Mewakili yang dr swsta, banyak diarahkan ke bukan rehab. Sekolah di tengah msy byk dimanfaat pagarnya lgsg ke mas. Pembongkaran tidak perlu aturan, tapi hrs di survay. Tapi kalau ada kusen diatas tidak boleh ada beban, karena tidak mungkin. Kalau ada batu bata yang lepas, kita pasang air semen dulu. Biasanya untuk kusen, kalau bangunan tidak miring, kusen tidak perlu dibongkar. Untuk tiang tidak boleh asal-asalan. Konsultasi dengan dinas PU. Yang perlu sama-sama kita pahami peningkatan pengetahuan ttg kebakaran, bensin disiram dengan air maka api akan besar, bukannya api mati. Menyiapkan apar atau apat. Harus dilatih untuk melakukan tindakan dini dari dampak yang akan terjadi, dan jalan evakuasinya yang jelas. Petra W Bodrogini Sosialisasi sekolah aman dan hemat energi. Hub sekolah aman dan hemat energi. Latar belakang daerah terpencil sangat rendah listriknya dan tertinggal, bahan bakar tersebut jd suatu masalah penyediaan bahan bakar, pemeliharana genset yang kurang baik dan telah dicuri. Untuk daerah tertinggak lebih kepermasalahan biaya. Ntb 52, 8 % listriknya. Daerah kalimatan dan sumstrs 80%. Jumlah ini adalah daerah tertinggal, di lombok masih ada daerah tdk ada listrik, komuniksi jg sulit. Ini yang umum digunakan saat merekan belajar dengan menggunakan lampu minyak,
12

dengan harga minyak tanah 12rb. Dan daya dorong siswa belajar juga tidak terpacu. SD 900 watt minimal. Teknologi informasi tidak mungkin terjadi tanpa listrik. Siswa dapat membarui info dengannya. Peserta Harapan untuk sekolah yang lokasinya tepi jalan adanya pohon pelindung yg saat ini sudah besar sangan mengenganggu kondisi sekolah tidak aman saat ada angin besat menjadi takut. Birokrasi yang sangat susah, kasian untuk teman-teman yang jauh kenapa tidak dipersingkat saja birokrasinya. Kerentanan adalah kondisi lingkungan yang membahayakan, dimana kalau ada bencana tersebut membuat tambah bahaya misalnya dikelas bukan berarti tidak boleh ada lemari kaca namun disimpan dipojok dicoba dikaitkan ketembok biar ada yang menahan saat gempa (tata letak diatur) denan prinsip semua barang dikelas aman tidak membahhayakan saat bencana, begitu juga pohon. Ada SDyg salah satu menebang dan dipidana, alangkah lebih baiknya berkoordinasi dengan dinas-dinas lainnya. Nanti ada forum tingkat desa mengkoordinir lalu langsung menyampaikan langsung ke pihak berkait (membuat kelembagaan). Untuk perubahan peraturan memang sangat panjang, bisa dicoba membuat.

13

LAMPIRAN 2:

LAPORAN KEGIATN PELUNCURAN SMAHE DI LOMBOK TIMUR


Agenda Kegiatan Waktu 06.30 09.15 09.00 - 09.30 09.30 11.30 Acara Perjalanan Hotel Lombok Timur Persiapan dan Pembukaan Sambutan-sambutan 1. Sekda Kab Lotim 2. Staf Ahli Mendikbud, Dr. Hanief Saha Ghafur, 3. World Bank, Mae Chu Chang 4. BPPT, Ir. Isman Justanto 5. Ketua Seknas Sekolah Aman, Ibu Yanti 6. Jetpro Technology, Prof. Chen Diskusi Perjalanan Menuju SD Puncak Jeringo Makan siang bersama Pembukaan Sambutan-sambutan 1. Kepala Sekolah SD Jeringo 2. Kepala Dinas Lotim 3. World Bank, Mae Chu Chang 7. Ketua Seknas Sekolah Aman, Ibu Yanti 4. Jetpro Technology, Prof. Chen Penjelasan cara kerja Alat Pembagian Lampu LED dan pembelajaran menggunakan laptop Penutup dan sesi foto Perjalanan menuju hotel ket

11.30 11.45 11.45 12.30 12.30 13.00 13.00 13.00 14.30

14.30 15.00 15.00 16.00 16.00 16.15

Aula Kantor Bupati Lombok Timur, 6 Sept 2012 1. Perwakilan Bupati

14

bupati bisa membuka acara, namun karena rombongan telat dating , karena rombongan sempat nyasar langsung ke puncak jeringo.

Sambutan Bupati dari Perwakilan Bupati yang disampaikan oleh Sekda, sedianya

Sambutan Pada Acara Presentasi Penerapan Safe and Efficient Energy School di Kabupaten Lombok Timur

08.00 Wita : Rupatama I Kantor Bupati Lombok Timur HUMAS DAN PROTOKOL PEMDA LOMBOK TIMUR Bismillahirrahmanirrahiim. Assalamualaikum Wr. Wb. Yang Saya Hormati :

Kamis, 6 September 2012

Gubernur Nusa Tenggara Barat Bersama Rombongan;

Para Utusan Kementrian Terkait dan Lembaga Administrasi Negara RI;

15

Para Kepala Dinas / Instansi Lingkup Pemerintah Propinsi NTB dan Kakanwil Kementerian Agama Propinsi NTB; Rombongan; Unsur Pimpinan DPRD Kab. Lombok Timur; Ibu Yanti Sriyulianti, Ketua Sekretariat Nasional Sekolah Aman bersama Dr. Mae Chung Chang, Koordinator Sektor Unit Development dari World Bank bersama rombongan; Prof. Shih Hsiung Chen dari NCKU (National Chen Kung University) Taiwan; Undangan dan Hadirin yang berbahagia. Kepala Dinas/Instansi Terkait Lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Timur;

terlaksananya pertemuan ini perkenankan saya menyampaikan ucapan selamat datang, terutama kepada Bapak Gubernur Nusa Tenggara Barat bersama jajaran, para Narasumber terkait lainnya.

Mengiringi rasa syukur kita kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, atas

dari World Bank maupun National Chen Kung University Taiwan serta unsur kementrian sebuah penghargaan dan kepercayaan. Untuk itu atas nama Pemerintah Kabupaten tempat ini dapat membawa berkah dan memberikan dorongan terutama bagi pembangunan pendidikan di daerah ini. Hadirin Yang Saya Hormati, program prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Tahun 2010-2014 oleh (RAN-PRB) untuk tahun 2010-2012. Saya mendukung dan menyambut baik masuknya manajemen bencana sebagai Dengan adanya program tersebut, merubah Tentunya bagi kami kehadiran Bapak-bapak dan Ibu-ibu di daerah kami merupakan

Lombok Timur saya mengucapkan banyak terima kasih. Semoga kehadiran kita semua di

Pemerintah dan diluncurkannya Rencana Aksi Nasional Pengurangan Resiko Bencana

terhadap asset yang rusak akibat bencana menjadi ex-ante atau ketahanan bangunan
16

manajemen pengeluaran untuk bencana dari yang sifatnya ex-post atau rehabilitasi

dalam program investasi rutin/biasa, sebagai salah satu bentuk ikhtiar dalam mitigasi resiko bencana. Di Bidang Pendidikan, kegiatan manajemen bencana menjadi arus utama dengan mengembangkan budaya aman dalam proses pendidikan. pendampingan dan bantuan teknis dalam penerapan program implementasi sekolah dan bersambut. Hal itu saya kemukakan, karena saat ini Kami bersama Pemerintah Propinsi resiko bencana khususnya bencana alam yang terjadinya sulit diprediksi. Namun yang pasti, secara morfologis kondisi wilayah Kabupaten Lombok Timur banjir dan tanah longsor yang melanda madrasah aman bersama sekolah-sekolah di Kabupaten Lombok Barat, ibarat gayung NTB tengah mengupayakan berbagai langkah dalam rangka mengikhtiarkan pengurangan rentan terhadap ancaman bencana alam. Selain itu, saat ini Kamipun tengah merasakan untuk melakukan pemulihan pasca bencana cukup besar. Ditunjuknya sekolah-sekolah di Kabupaten Lombok Timur sebagai penerima

betapa pentingnya upaya penegahan dan pengurangan resiko bencana, ketika berupaya wilayah Kecamatan Sembalun dan Kecamatan Sambelia beberapa waktu lalu. Meskipun tidak sampai menelan korban jiwa, namun mengakibatkan kerugian secara material yang Hadirin Yang Saya Hormati, Wilayah Kabupaten Lombok Timur rentan dari ancaman bencana alam seperti

Gempa Tektonik, Gempa Vulkanik, Tsunami, banjir dan Tanah Longsor. Rentannya wilayah Pulau Lombok dan khususnya Kabupaten Lombok Timur dari ancaman bencana alam, antara lain disebabkan karena memiliki Gunung Berapi tertinggi ke-tiga di Indonesia yang masih aktif, dan secara geologis terletak di Batas Lempeng Indo-Australia, dan merupakan Jalur Plestoseista yakni Garis Batas Daerah yang mengalami kerusakan terberat serta Episentrumnya di laut dapat menimbulkan Tsunami. terletak di sekitar Episentrum (Pusat Gempa di Permukaan Bumi). Ini artinya, wilayah ini memiliki potensi ancaman resiko bencana Gempa Tektonik yang cukup besar, dan jika Lombok Timur telah menetapkan Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Timur Nomor 3 Menyadari hal itu Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bersama DPRD Kabupaten
17

Tahun 2012, tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Daerah yang antara lain

penanggulangan kedaruratan, dan sistem pemulihan pasca bencana.

memuat sistem daur penanggulangan bencana, sistem Mitigasi, sistem kesiapan, sistem pendampingan yang diberikan oleh World Bank terhadap madrasah/ sekolah penerima resiko bencana dapat terus berlanjut bagi sekolah-sekolah lainnya. Bertolak dari kondisi yang saya sebutkan tadi, maka saya berharap agar

DAK Tahun Anggaran 2012, dalam rangka mitigasi dampak potensial kebencanaan, melalui inisistif retrofitting atau perkuatan bangunan sekolah agar memiliki daya tahan terhadap sepenuhnya terhadap pelaksanaan program ini. Demikian pula kepada para Kepala Sekolah, Komite Sekolah, Guru, Siswa dan stake holder lainnya untuk memanfaatkan rehabilitasi secara swakelola. program ini dengan memperhatikan petunjuk teknis dari World Bank dalam melaksanakan Terkait dengan itu, Instansi terkait saya minta untuk memberikan dukungan

Hadirin Yang Saya Hormati, Terkait dengan pelaksanaan program safe and energy efficient school atau sekolah

aman dan hemat energi, dengan menginstalasi sumber listrik alternative hybrid, yang ini juga sejalan dengan perjuangan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur untuk memenuhi kebutuhan layanan listrik masyarakat.

disesuaikan dengan kondisi sekolah yang dipilih sebagai objek pelaksanaan program, hal

membangun fasilitas listrik, seperti PLTMH, Pembangkit listrik dengan memanfaatkan program tersebut akan sangat membantu penyelenggaraan pembelajaran di sekolah yang sekolah. selama ini belum bisa dijangkau layanan listrik, dan membantu peserta didik memperoleh fasilitas listrik untuk belajar di rumahnya masing-masing dengan mengambil daya di

Sampai saat ini di berbagai daerah yang sulit dijangkau jaringan listrik PLN, Kami telah

tenaga matahari, gelombang laut, uap, angin dan Geotermal. Dan yang pasti, adanya

SDN. 2 Jeringo, berupa instalasi pembangkit listrik alternative hybrid.

Karena itu saya ucapkan banyak terima kasih atas rencana bantuan World Bank untuk
18

Allah SWT., senantiasa meridhoi semua usaha kita dalam mewujudkan masyarakat Lombok Timur yang lebih cerdas dan berdaya saing. Amin ya robbal aalamin. Terima kasih atas perhatiannya. BUPATI LOMBOK TIMUR M. SUKIMAN AZMY

Kiranya itulah beberapa hal yang dapat saya sampaikan dalam kesempatan ini. Semoga

Perwakilan Wakil Menteri (Staff Khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia), Dr. Hanief Saha Ghafar Assalamualaikum, yang saya hormati bapak bupati Lombok timur yang diwakili bapak persatu.

sekda, kantor kementrian keagamaan dan kementrian yang lain, demikian para pejabat

dari kabuparten Lombok timur, kepada bu Yanti dan yang saya tidak bisa sebutkan satu Bapak Ibu sekalian, saya ucapkan terimaksih sebesar-besarnya untuk merencanakan

program pendidikan khususnya tentang sekolah aman, bapak ibu sekalian, kesiapan didik kita dan sekolah kita aman dari resiko bencana, oleh karena itu Negara juga memiliki sehingga kementrian dan juga dari bencana.

memang penting kita juga memberikan perlindungan dan jaminan kepastian bahwa anak tanggung jawab perlindungan dan jaminan, perlindungan yang aman dari bencana internasional yang lain inging betul2 sekolah,khususnya Ingin siswa siswi sekolah aman bekerjasama dengan beberapa institusi lembaga

19

Sekolah aman yang telah dikembangkan, terdapat di lima provinsi, yaitu Sumatera Barat, sekolah, NTB 60 sekolah, NTT 10 sekolah, Jawa Tengah 20 sekolah. Diharapkan sekolah aman ini yang paling penting adalah manusianya dan sekolahnya. Jika ada bencana, diharapkan sekolah itu menjadi tempat shelter bagi masyarakat. Sehingga diharapkan bisa menjadi selter bagi anak2 ketika terjadi suatu bencana, ia bukan berarti

Jawa Barat, NTT, NTB dan Jawa Tengah. Di Sumatera Barat ada 60 sekolah, Jawa Barat 60

pengembangan shelter-shelter ini di daerah tersebut. Diharapkan juga manajemen bencana ini dapat dijalankan dengan baik. oleh karena itu bangunan sekolah yang amanlah yang mengharapkan bencana, oleh karena itu penting sekali mengembangkan selter2 ini diprediksi tentu kita bisa meminimalisir dampak dan akibat dari bencana tersebut. Bapak ibu sekalian, yang terpenting adalah bagaimana mengembangkan diri dan terutama di daerah rawan bencana seperti di Negara kita ini, oleh karena itu kita harus

lebih baik menanggulangi bencana ini supaya bisa menetrlalisir, karena sudah tidak bisa

mengembangkan aman bencana untuk perlindungan terhadap manusia tentu semuanya menjadi prioritas yang dapat dikembangkan melalui sekolah aman adalah anak sekolah bapak ibu sekalian itulah kerja sama yang dapat apresiasi dari Bank Dunia untuk membantu program ini, khusus dari kementrian dan kebudayaan pada saat saya

harus juga mengerti, karena siswa kita yang banyak di daerah itu adalah anak SD dan yang dasar dan itulah yang nantinya diharapkan dapat menjadi selter kalo ada bencana terjadi, berbincang dengan sekretaris daerah kabupaten Lombok timur alhamdulilah kabupaten itu ini penting, pendidikan ya, yang bis memotong mata rantai kemiskinan, laju

Lombok timur dapat apresiasi tentang pendidikan sekolah aman yang diamanatkan oleh

undang2 sisdiknas bahwa daerah dan pemerintah pusat harus lebih dari 20%, oleh karena pertumbuhan ekonomi saja tidak cukup untuk menuntaskan kemiskinan dan pendidikan adalah supporting yang terbaik untuk memutus mata rantai kemiskinan dan yang peningkatan kesejahteraan dengan naiknya tingkat pendidikan. terpenting adalah bagaimana mendorong dan memutus mata rantai kemiskinan dengan pendidikan, dan pendidikan diharapkan menjadi penggerak mobilitas sehingga ada

20

oleh karena itu sangat konsen yang baik kalau kabupaten Lombok timur berkenan juga mendororng perbaikan pendidikan terutama pendidikan dasar,dan nantinya akan direncanakan tahun 2013 wajib belajar bukan hanya 9 tahun, tapi wajib belajar sampai itu hanya diperuntukan bagi sekolah dasar yang wajib belajar 9 tahun dan sekolah dengan 13 tahun, SMA, SMK harus siap mempersiapkan diri untuk mengembangkan wajib menengah pertama maka kedepannya juga akan mendapatkan bantuan BOS untuk SMA dan SMK dan inilah yang paling penting bahwa tentunya kedepan penduduk indonesia akan lebih baik pendidikannya dan paling tidak kalo sudah mendapatkan BOS maka BOS tidak bisa ngenyak pendidikan di sekolah dan semuanya harus diatur dengan baik oleh karena diharapkan itu kedepan bisa dapat memperbaiki dan sekaligus pendidikan bisa terbuka dan untuk semua instalasi sekolah jangan sampai ada warga masyarakat kita yang mengurangi tingkat kemiskinan di daerah2, mungkin itu saja yang perlu saya sampaikan sama kedepan untuk lebih baik lagi khususnya dengan kementrian pendidikan dan

belajar sehingga nantinya pemerintah pusat juga akan membantu BOS, yang selama ini BOS

kepada bapak ibu sekalian, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-

tingginya atas penerimaan dari pemerintah kabupaten Lombok timur ini dan dapat bekerja kebudayaan, kepada bapak sekda juga, ada banyak bantuan-bantuan social untuk sekolah pada anggaran tahun ini,mudah2an pemerintah kabupaten Lombok timur bisa juga mengambil kesempatan untuk memperbaiki sekolah2 di kabupaten ini, ada banyak sehingga bisa dimanfaatkan dengan baik, silahkan dilihat di website kementrian ini akan lebih baik untuk kedepannya. 2. kebijakan bantuan baik belanja modal maupun belanja bantuan social untuk sekolah2 kita pendidikan dan kebudayaan dan kira2 peluang apa yang bisa diambil untuk memperbaiki pendidikan di kita ini, mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan,mudah2han kerjasama Koordinator Sektor Pendidikan Word Bank

sekalian yang tentunya sangat dedikasi akan pengembangan sekolah yang aman, Sebagai membantu tingkat kecerdasan dan kesehatan anak Indonesia sehingga dapat bersaing

Selamat pagi bapak ibu sekalian, senang sekali bisa berada di tengah bapak ibu

koordinator dari sektor kesehatan dan pendidikan Bank Dunia kami senang sekali dapat
21

dalam persaingan global. Program ini berawal dari ingin memberikan rasa aman kepada sekolah yang rentan terhadap bencana. Namun dalam perkembangannya, tidak hanya kepada sekolah yang rawan terhadap bencana saja, tetapi masih banyak sekolah di Indonesia yang masih kurang dalam tingkat kesehatan dan pendidikannya. Jika dulu sekolah hanya membutuhkan buku dan alat tulis, tetapi sekarang kita sudah membutuhkan peningkatan mutu ini bisa dilakukan dengan baik. 3. laptop untuk berhubungan dengan dunia maya atau in focus yang kita gunakan sekarang. Diharapkan anak Indonesia dapat mencapai masa depan yang cemerlang. Dan saya yakin, Direktur Sumberdaya Lahan, Wilayah dan Mitigasi Bencana, BPPT

sekolah, seperti aman dari jajanan, aman dari penculik dan lain-lain. Sekolah aman disini sekolah yang berada didaerah bencana. Indonesia memiliki banyak matahari dan angin, sehingga kita memiliki banyak potensi untuk hemat energi. Persentasi Sekolah Aman Oleh Ibu Yanti Sri Yulianti Pengertian Sekolah Aman :

BNPB di Indonesia mengatasi 14 bencana. Berbagai macam pengertian aman bagi

adalah aman untk bencana tersebut. Kerika penentuan sekolah aman, harus memang

Sekolah yang menerapkan standar sarana dan prasarana

Komunitas tersebut selalu siap untuk datangnya bencana

Tugas dan tanggung jawab pada penerapan rehabilitasi : Laporan pertanggunjawaban Rujukan (buku)

Penilaian kapasitas selau rutin dilakukan, penyusunan peta evakuasi juga dilengkapi

Untuk pembinaan ke depan sekolah tersebut harus dapat memfasilitasi. (selengkapnya di bahan presentasi terpisah dari dokumen ini) Persentasi Hemat Energi

22

terekspos dengan polusi. 40% rumah tangga di Indonesia menggunakan bahan bakar untuk memasak yang menyebabkan polusi dan terbesar di NTB.

kesehatan. Banyak anak-anak yang usia hidupnya tidak panjang, karena dari kecil telah

Penggunaan-penggunaan minyak tanah dapat menyebabkan polusi udara dan bahaya

lampu. Penggunaan lampu minyak masih banyak digunakan di Indonesia dan Negara lain seperti Afrika dan India. Akibat dari polusi tersebut dapat menyebabkan sakit kepala berkepanjangan, kanker,

Sehingga setiap tahunnya ada saja bencana kebakaran, akibat dari lupa mematikan

penyakit jantung, berbagai macam iritasi, ini hanya beberapa contoh saja.

dan lain-lain. Sedangkan penggunaan energi di Indonesia saja masih sedikit.

Indonesia adalah Negara yang mengekspor energi ke Negara lain seperti batu bara Penggunaan listrik di Negara Asia yang tertinggi adalah Taiwan, sedangkan di

Indoesia relative rendah. Indonesia baru 5% dari Taiwan.Penggunaan listrik yang baik di memiliki listrik di Indonesia masih sekitar 20-25%.

Negara adalah sekita 2000 kWh sedangkan Indonesia masih 500-an. Jadi tingkat tidak Besar harapan kami, dengan penerangan yang bersih dan lampu hemat energi anak

Indonesia dapat belajar dengan masa depan yang cerah. Tanya-Jawab 1. Pertanyaan : Jawaban:

Kaitannya dengan peserta sekolah aman dan hemat energi. Apakah memang untuk tingkat SD nya itu, tidak untuk Madrasah? Tadinya telah menyediakan dua unit untuk sekoah dan madrasah, namun ada

kendala. Sehingga dari madrasah untuk belakangan, karena data madrasah yang didapat juga belakangan. 2. Pertanyaan :

23

Kaitannya hemat listrik bagaimana dengan kaitan ketika dalam suasana cuaca. Bagaimana ketika musim hujan terus menerus, masih dapat hemat energi? Jawaban: Sistem ini memang sistem hybrid, yaitu perpaduan antara sumber matahari dan masih tetap menyala dengan menggunakan tenaga angin 3. Pertanyaan : lampu? Jawaban:

angin, jadi, walaupun matahari tidak bersinar karena hujan terus menerus, listrik

Mengapa hanya 30 lampu? Mengapa semua anak di Lotim ini tidak mendapatkan Itu mendapatkan sumbangan dari pihak swasta yang memberikan 30 lampu. Karena lampu yang dimiliki hanya 100 sedangkan jumlah siswa 100.

24

Peluncuran SAHE di SDN 2 Puncak Jeringo, lotim, 6 sept 2012 1. Kepala SDN 2

kedatanngannya, karena inilah yang diinginkan oleh masyarakat. 2. Bapak Kepala Desa

SDN 2 Jeringo adalah SD yang terpencil. Dengan tangan terbuka menyambut

daerah terpencil. Guru yang dimiliki, tadinya hanya tiga orang dari 108 siswa. Gurunya rehab sekolah. 3.

Pada tahun 2012 kemarin, kita prioritaskan perbaikan sekolah dan guru-guru ke

sangat kurang, alat sekolahnya sangat kurang. Jadi, sangat sayang rasanya jika membiarkan

siswa tersebut seperti sini. Dan Alhamdulillah, kita telah banyak mendapkan dana untuk Mae Chu Chang

sekali dapat membantu tingkat kecerdasan dan kesehatan anak Indonesia sehingga dapat bersaing dalam persaingan global. Program ini berawal dari ingin memberi kan rasa aman kepada sekolah yang rentan

Sebagai koordinator dari sektor kesehatan dan pendidikan Bank Dunia kami senang

terhadap bencana. Namun dalam perkembangannya, tidak hanya kepada sekolah yang rawan terhadap bencana saja, tetapi masih banyak sekolah di Indonesia yang masih kurang dalam tingkat kesehatan dan pendidikannya.

sudah membutuhkan laptop untuk berhubungan dengan dunia maya atau in focus yang kita gunakan sekarang. Diharapkan anak Indonesia dapat mencapai masa depan yang cemerlang. Dan saya

Jika dulu sekolah hanya membutuhkan buku dan alat tulis, tetapi sekarang kita

4.

yakin, peningkatan mutu ini bisa dilakukan dengan baik. B

25

dapat merasakan penerangan listrik. 5. C

Walaupun murid di sekolah ini hanya sekitar seratusan orang. Semoga semuanya

Pendidikan Dasar itu sangat penting. Sehingga jangan sampai anak bangsa kita yang putus terbaik. 6.

SDN 2 ini sangat senang karena akan merasakan pemsangan instalasi listrik.

sekolah. Pastikan anak kita pada pendidikan dasar kita mengenyam pendidikan yang Ketua Seknas Sekolah Aman

Acara dilanjutkan dengan Sosialisasi Penggunaan Lampu dan NetBook oleh Mas Tunngul dari Jetpro Technology. Sekolah memperoleh bantuan satu unit Netbook dan masingmasing siswa diberi lampu LED yang bias digunakan untuk belajar di malam hari. Dalam baru dari adanya teknologi. kesempatan ini juga guru setempat mencoba mendemonstrasikan pembelajaran dengan

Sumbangan anak ini mudah-mudahan dapat digunakan dengan layak dan nyaman.

Buku akan membuat anak-anak kita akan terus meningkatkan mutu pendidikannya.

menggunakan laptop dan projector. Anak-anak pun terlihat senang karena memperoleh hal

Acara ditutup dengan foto bersama dan ramah tamah dengan masyarakat.

26

LAMPIRAN 3: LAUNCHING SEKOLAH/MADRASAH AMAN HEMAT ENERGI (SMAHE) SDN 8 BUWUNMAS, LOMBOK BARAT Sekotong, 3 September 2012 Persiapan Persiapan peluncuran SMAHE di Lombok Barat dilakukan jauh-jauh hari dengan

melakukan Kordinasi dengan Dinas Pendidikan Lombok Barat untuk menentukan Sekolah yang akan dipasang sumber energy terbarukan. Peluncuran SMAHE akan dilaksanakan di SDN 8 Buwunmas, Sekotong berdasarkan hasil kordinasi dengan melihat beberapa criteria, diantaranya: sekolah terdapat di lokasi terpencil atau sulit dijangkau dan belum memiliki pemasangan alat. Beberapa kegiatan listrik. Satu hari menjelang peluncuran, kami mengunjungi lokasi dan melakukan instalasi alat bersama dengan Tim dari Jetpro Technology dan Tim dari Klirkom untuk Dokumentasi Kordinasi dengan dinas pendidikan Lombok barat dalam hal ini langsung diarahkan untuk berkordinasi dengan UPTD Kec. Buwunmas sekaligus meninjau lokasi untuk mengetahui berapa lama perjalanan, transportasi yang cocok untuk digunakan Instalasi dan uji coba alat Persiapan peluncuran SMAHE dengan kepala SDN 8 Buwunmas dan dinas pendidikan Lombok Barat

27

Pelaksanaan Launching, Sekotong, 7 September 2012 Agenda Kegiatan Waktu 06.00 07.30 07.30 09.15 09.00 09.30 09.30 11.15 Acara Sarapan dan rapat terbatas terkait AMCDRR di Novotel Kuta Perjalanan Hotel SD Buwunmas Persiapan dan Pembukaan Sambutan-sambutan 8. World Bank, Mae Chu Chang 9. Kepala SDN 8 Buwunmas 10. Kepala Dinas Pendidikan Lobar 11. Kabag Hukum Dan Kepegawaian Sesditjen Dikdas Kemdikbud, Ibu Renani 12. Kasubag BMN Sesditjen Dikdas Kemdikbud, Pak Supriyono 13. Ketua Seknas Sekolah Aman, Ibu Yanti 14. Jetpro Technology, Prof. Chen Penjelasan tentang cara kerja Alat: Mas Tunggul Peluncuran dan Pembagian Lampu LED kepada semua siswa Perjalanan Menuju Mataram Audiensi Dengan Gubernur NTB sekaligus pengambilan gambar untuk film SMAHE Perjalanan menuju penginapan ket

11.15 11.30 11.30 12.00 12.30 14.00 15.00 17.00

Proses berjalannya Peluncuran Mae Chu Chang

Untuk mencapai standar-standar tersebut mungkin agak susah bagi, tadi disebutkan 80 untuk mencapai standar-standar minimum hususnya jika mereka tidak memiliki energy
28

ribu sekolah yang terpencil, jadi mungkin agak sulit bagi sekolah-sekolah terpencil itu

listrik karena listrik bermanfaat untuk misalkan penerangan penggunaan computer, penggunaaan lcd dan lainnya tersebut. Mengunjungi sekolah terpencil di atas bukit jaringo dengan perjalanan yang juga sama makin bisa memahami bahwa mungkin tidaklah efektif bagi pln untuk memikirkan keterjangkauan listrik ke daerah terpencil seperti yang ada di desa

banyak tantangannya hari ini kami melalui laut untuk sampai ke sekolah ini membuat saya

Kita sangat beruntung bapak ibu karena kemajuan teknologi di abad 21 ini kita bisa

memanfaaatkan sumber energy terbaru. Lima hari kita sudah berhasil membangun , apa namanya,instalasi penampung sumber daya energy terbarukan yang memadukan angin memperbaiki cara mengajar guru-guru, perhatikan itu nanti ada peningkatan kualitas pendidikan seperti yang diharapkan. Kepala Sekolah SD Buwunmas 8 dengan sumber energy matahari. Punya listrik juga berarti kita terbuka kesempatan untuk

Yang berkaitan dengan kegiatan kita ini, yang kami hormati bapak kepala utpd kecamatan tidak bisa kami sampaikan satu persatu, pertama2 marilah kita sampaikan puji sukur kepada alloh

sekoteng beserta staf, yang kami hormati tokoh agama, tokoh masyarakat dan hadirin yang

Uji coba perangkat sekolah atau madrasah aman dan hemat energy kabupaten Lombok junjunan kita nabi besar muhamad saw dimana pada kesempatan ini kita bisa saling bersilaturahmi seperti sekarang ini, bapa2 para hadirin yang berbahagia Kepala Dinas Pendidikan Lombok Barat

barat pada tanggal 7 september 2012, selamat dan salam marilah kita hadiahkan kepada

Kita di dunia pendidikan termasuk untuk kepentingan anak2 kita sehingga melalui

dusun pasing ini,di dusun laut seperti ini dibawah bukit biasanya agak rentan dengan kondisi2 bencana yang mungkin terjadi, walaupun itu tentu kita tidak pernah

baik secara fisik maupun non fisik supaya betul2 ya, di daerah2 yang kebetulan seperti dii
29

program sekolah aman dan hemat energy ini nantinya sekolah2 kita akan bisa di fasilitasi

itu betul2 memiliki daya tahan terhadap atau rasa aman terhadap kemungkinan adanya hidup anak2 kita ke depan,oleh karena itu program sekolah aman dan hemat energy ini betul2, kami dinasdikbud khususnya dan pemda Lombok barat sangat sangat

mengharapkan, oleh karena itu perlu di dampingi pembuatan sekolah atau desain sekolah bencana2 yang muncu, karena itu menyangkut jiwa, menyangkut keberlangsungan adat membutuhkan kegiatan atau pendampingan dari bank dunia seperti ini, oleh karena itu

kami atas nama pemerintah kota Lombok barat mengucapkan ucapan terimakasih yang

sebesarbesarnya kepada bank dunia kepada kemendikbud dan sekertariat sekolah aman yang telah memilih, ada 30 sekolah di Lombok barat sebagai file project untuk kegiatan ini, nantinya sekolah2 kita yang lain akan di intervensi oleh tim fasilitator dari sekolah sekolah aman dan hemat energy ini, salah satunya adalah yang ada di sd 8 pada pagi hari aman ini supaya betul2 desain sekolah kita itu bisa memberikan rasa aman kepada seluruh warga sekolah yang ada termasuk masyarakat yang ada di sekitarnya, ini menjadi harapan kami bersama di dinas pendidikan kabutaen Lombok barat tentu dalam waktu beberapa bulan ini dari..

Sumber energy ini sumber energy membarukan juga tentunya jauh juga lebih murah dalam perjalanan saya kesini saya melihat beberapa generator yang membutuhkan bahan bakar solar, tadi dari hasil obrol-obrol,, Ibu Renani, Kabag Hukum dan kepegawaian Kemdikbud Yang saya hormati jajaran dari dinas pendidikan dari kabupaten Lombok barat kemudian dari temen temen dan ibu-ibu sekalian,, anak-anak sekalian apa kabar, sekali lagi kita panjatkan puji sukur kepada alloh swt yang telah mememberikan kepada kita untuk berada disini terutama bagi saya alhamdulilah saya senang sekali berada di sini, saya liat ada termasuk dalam sasaran dari program2 yang dilakukan olehkementrian kabupaten Lombok barat tulisan Dibep ADB, jadi di sekolah ini sudah beberapa kali mungkin mendapatkan bantuan,

Ga ada ibu2 yang jadi kepala sekolah pa?, harus di tambah pa, ini kan di program ini nya

gender ya, jadi kepala sekolah harus ada, tapi saya, Karena saya ada di kementrian jadi saya

30

sering sekali banyak ke banyak daerah, alhamdulilah saya bisa mengunjungi semua sekolah satu kecamatan ya, baik, jadi hanya akan ada 4 yang dapat, kita beruntung disini dapat ya. Disini sudah ada yang menggunakan listrik? Oo tidak ada, kalau malam belajar pakai apa? Oo lampu minyak yaa. Ada hal-hal negative dari menggunakan lampu minyak dan tentunya perlu juga dilengkapi dengan adanya yang harus di baca atau yang harus di sebagainya, bisa disampaikan oleh ahlinya nanti disini,, tapi kembali bahwa adanya lampu terus kemudian tidak di kasih PR juga anak-anak males, bapak ibu guru suka kasih PR sama kalo malem tidak ada lampunya, pake minyak templet gitu, jadi kalo mau mengerjakan juga ada biaya Pak Supriyono Bencana dapat juga berdampak pada sekolah kita. Bencana yang mungkin terjadi adalah anak-anak? kalo itu mereka mengerjakannya kapan karena mereka ga punya listrik?jadi pelajari, karena tanpa ada bacaan,dengan adanya lampu tanpa adanya bacaaan suka males, terpencil,ini yang disini yang di undang bapa bapa ya, ibu-ibunya gak di undang, ooh baru di indonesia, dan banyak sebetulnya ibu-ibu yang menjadi kepala sekolah di daerah

Pertama dengan factor usia ya,kedua memang selama ini ada beberapa sekolah kita yang daerah atau pemerintah pusat, kalo factor usia sudah tua itu dia menjadi rapuh sehingga ini pemerintah pusat telah mengandalkan kurang lebih 17 triliun, 10 triliun di berikan melalui program DAK Pendidikan. Yanti Sriyulianti

tidak mendapatkan biaya pemeliharaan yang secara rutin diberikan baik oleh pemerintah ada angin putting beliungpun, ada beberapa sekolah yang sudah ambruk, jadi tahun 2012

anak antusias mengikuti ibu yanti dan bersama-sama dengan para tamu menyanyikan lagu awas ada gempa. Prof. Chen

Ibu Yanti memulai dengan mengajak anak-anak menyanyikan lagu awas ada gempa. Anak-

31

Dan kali ini kita hanya melakukan pemasangan kurang dari waktu satu minggu, kita saya harapkan sukses ya dan apa namanya menjadi rintisan yang berhasil ya. Acara

sebenernya sudah diberi hadiah banyak sekali sama tuhan, ada sumber energy dari surya sumber energy matahari, sumber energy dari angin dan juga sumber energy dari air. Ia dilanjutkan dengan pemaparan cara kerja alat oleh mas Tunggul dari Jepro Technology. dan guru yang ada di Sekolah tersebut. Pembagian dilakukan di kelas masing-masing. Pertemuan dengan Gubernur NTB Pertemuan dengan Gubernur NTB dimaksudkan untuk:

Setelah pemaparan acara dilanjutkan dengan pembagian lampu LED kepada setiap siswa

menyampaikan kemajuan pemodelan sekolah aman hemat energy sebagai meminta dukungan untuk keberlanjutan program energy di NTB

kelanjutan setelah pencanangan yang dilakukan di Hotel Sheraton bersama

beberapa pihak dari kementerian, pemkab dan masyarakat pada 19 Juli 2012. pengambilan gambar untuk pembuatan film penerapan sekolah aman dan hemat

kegiatan audiensi berjalan dengan lancer dan menghasilkan beberapa poin sbb:

1. Pemprof NTB mendukung program SMAHE pada sekolah yang menerima DAK yang bersesuaian.

dengan mengalokasikan dana pendamping dari APBD dan mengeluarkan regulasi

2. Kebetulan NTB sedang mengembangkan juga alat pembangkit listrik dari energy lebih jauh.

terbarukan, Kepala BPBD Pemprov NTB akan menghubungi untuk pengembangan

3. Diharapkan program SMAHE dapat disebarluaskan oleh pemprov NTB ke Barat dan Kabupaten Lombok Timur

kabupaten/kota lainnya, mengingat keterbatasan Sumber daya piloting project yang hanya mampu menjangkau 60 sekolah di dua kabupaten, yaitu kabupaten Lombok

32

LAMPIRAN 4:

Kantor Wamendik, 11 September 2012 Agenda

PELAPORAN HASIL PELUNCURAN SMAHE DI NTB KEPADA PAK WAMENDIK DAN PERSIAPAN AMCDRR KE 5 DI JOGJAKARTA
1. Penyampaian laporan hasil kegiatan di NTB 2. Pembahasan persiapan AMCDRR Meminta Kemdikbud sebagai koordinator kegiatan Preconference dan Spesial Session dalam AMCDRR Rencana kegiatan Sekolah Aman terkait AMCDRR

Hasil pertemuan 1. Pak Wamendik mengapresiasi kegiatan Sekolah Aman digabungkan dengan inisiasi program hemat energy di Sekolah 2. Pak Wamendik berniat mengunjungi langsung sekolah pada acara hari Nusantara 3. Akan menindaklanjuti dengan penerapan langsung 4. Terkait AMCDRR Pak Wamen sangat mendukung dan menyetujui permintaan sebagai kordinator 5. Kemdikbud akan menunjuk penanggung jawan yang menangani hal ini khusus dari kementerian, a. Pak hanief b. Pak Supriyono c. Ibu Renani d. Mas Yudil 6. Surat undangan kepada pembicara dari luar negeri akan dikeluarkan dari Pak Menteri 7. Karena nanti akan melibatkan berbagai kementerian, Perlu diperjelas peran kemdikbud dan kementerian dalam AMCDRR tersebut. Siapa yang bertanggung jawab terhadap Acara, tamu undangan berikut akomodasinya, apalagi ini akan mendatangkan para Menteri dari luar negeri. Walaupun yang bertanggung jawab secara keseluruhan adalah BNPB, tapi kemdikbud perlu juga dilibatkan dan ikut memastikan, karena ini menyangkut nama baik Kemdikbud selaku kordinator dan yang mengeluarkan surat 8. Ke depan perlu juga untuk mengkordinasi kegiatan kebencanaan yang dilakukan di kemdikbud, karena selama ini pelaksanaannya ada di masing-masing Direktorat jenderal. Untuk Dikdas sama Sesditjen, untuk dikmen sama PKLK dikmen, untuk PAUDNI sama sesditjen. Rencana tindak Lanjut 1. Pak Wamendik akan menyampaikan surat permohonan dari Kepala BNPB ke Mendikbud dalam rakor Mingguan 2. Perlu dilakukan pertemuan rutin untuk membahas kemjauan persiapan 33

Partisipan: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Prof Musliar kasim, Wamendik Asisten pak Wamen, Mas Yudil Chatim Staf Ahli Mendikbud, Pak Hanief S Ghafur Sesditjen Dikdas, Pak Supriyono World Bank, Ibu Mae chu Chang World Bank, Ibu Erita World Bank, Petra Bodrogini World Bank, Santo Dewatmoko World Bank, Ruby Mangunsong Seknas Sekolah Aman, Zamzam Muzaki UNICEF, Spica UNICEF

34

LAMPIRAN 5: DOKUMENTASI KEGIATAN Training Fasilitator

Sosialisasi kepala Sekolah di Lombok Timur

35

Sosialisasi ke Kepala Sekolah dan Dinas di Lombok Barat

36

Peluncuran SMAHE di Aula Kantor Bupati Lombok Timur

Ibu Mae Bersama dengan Bupati Lombok Timur

Sambutan dari Sekda Lombok Timur

Penjelasan Alat set energy Efisien oleh Prof. Chen

Tanya Jawab Peserta

37

Serah Terima Set Energi Efisien dan Lampu LED di SDN 2 Puncak Jeringo

Kepala Dinas Pendidikan Lotim bersama anak-anak

Makan Siang Bersama

Sambutan Ibu Mae

Sambutan Staf Ahli Mendikbud

38

Sambutanketua Seknas Sekolah Aman

Panel Surya dan turbin angin

Konverter, adaptor dan Baterai serta lampu LED

Pembelajaran dengan menggunakan IT

39

Survey lokasi, Instalasi dan Peluncuran SMAHE di Lombok Barat

Peluncuran

40

Audiensi dengan Gub. NTB dan pengambilan gambar

41

Dokumentasi Pelaporan Hasil Peluncuran SMAHE di NTB

Rapat Persiapan AMCDRR ke 5 di Jogjakarta

42

Sekretariat Nasional Sekolah Aman

Wisma Kodel lt 11 Jl. HR Rasuna Said Kav B 4 Jakarta Selatan 12920, Tlp/fax : 0215222318/5221457; Jl. Kanayakan A-19 Bandung Tlp/fax : 0222502641

Email: seknas.sekolahaman@gmail.com

Zamzam Muzaki 081221766512

Bagian I

milestone

Alokasi 20% APBN untuk Pendidikan berhenti dilanggar pemerintah MA menguatkan putusan PN Jakpus yang memenangkan korban UN 2006 : perbaikan kondisi kerja guru (Pasal kebebasan berserikat bagi guru dlm UUGD), sarana prasarana yg andal dan memadai dan akses informasi menyeluruh Alokasi APBN untuk Rintisan KOBAMA untuk penyelenggara komunitas Sekolahrumah UU BHP dihapuskan Go Green School, Homeschooling petani, HIV AIDS, miskin kota, buku Menggugat UN : Memperbaiki Kualitas Pendidikan, buku kumpulan artikel HS

1999-2019

2014-2019
2009-2014

Advokasi perbaikan sarana prasarana yg andal melalui kampanye dan advokasi sekolah/madrasah aman dengan DAK Pendidikan Perka No 4/2012 perihal Penerapan Sekolah/Madrasah Aman dari Bencana

2004-2009

SD Hikmah Teladan, SDIT


1999-2004
Kampanye dan Advokasi EFA, UUGD, Advokasi korban UN 2006, Homeschooli ng dan Uji Materi UU BHP 1 MSSHC, Kerangka kerja SSB, Panduan Teknis Sekolah Aman, Kebijakan PRA, Pedoman Umum Penerapan Sekolah/ Madrasah Aman

Litbang Konsep dan Praktik Pendidika n Anak Merdeka

Marhas, SD Tumbuh Kembang Al Amanah Amandemen UUD 1945 pasal 31 Permendiknas mengenai peran serta masyarakat dlm Komite sekolah dan Dewan Pendidikan Sekolah Inklusi, Sekolah Akhir pekan, SMP terbuka GAPURA

Hyogo Framework for Action 2005-2015


Building the Resilience of Nations and Communities to Disaster

5 Priorities 1. Governance - Ensure that disaster risk reduction is a national and a local priority with a strong institutional basis for implementation; 2. Risk Assessment - Identify, assess and monitor disaster risks and enhance early warning; 3. Knowledge & Education - Use knowledge, innovation and education to build a culture of safety and resilience at all levels;

4. Risk Reduction -Reduce the underlying risk factors;


5. Disaster Preparedness & Response - Strengthen disaster preparedness for effective response at all levels.

Tahapan advokasi sekolah aman


Penetapan topik dan perumuan mimpi, logframe, design program, dst Identifikasi dan analisa situasi, media tracking Analisa stakeholder Analisa regulasi dan kebijakan Perumusan strategi
Sinkronisasi kebijakan dan program
Aktivasi sumber daya Bridging mikro to makro, makro to mikro

Peningkatan partisipasi publik Pelembagaan aktivitas PRB

Implementasi
Penjangkauan, audiensi, sosialiasi, pelatihan, workshop, dst Ikrar/komitmen Mendorong regulasi dibarengi dengan pemodelan Penerapan sekolah aman dengan multi resource Monitoring dan pengawasan Umpan balik

Monitoring rutin Diseminasi rutin, update ke para pihak

Langkah awal

2010 Ikrar dalam Kampnye Sejuta Sekolah dan Rumah Sakit Aman 29 Juli 2010 Maret- Mei : fasilitasi pembentukan pokja GSB di Lampung Timur, Child Fund, KBA Lampung, BPBD Lampung Timur 20-21 Des Konferensi Nasional Sekolah Aman : Plan International 29 Desember Rapat Kordinasi multipihak dengan Wamendiknas 2011: 13,860 ikrar sekolah aman oleh 39 orang K/L/D/I 18 Feb rekomendasi BNPB : Panduan Teknis Rehabilitasi Sekolah Ama dengan DAK 2011 27 July : Refleksi 1 tahun 1 MSSHC: BNPB, ITB88, Kemdiknas, KerLiP Mei : peluncuran Kerangka Kerja Sekolah Siaga Bencana, KPB 25 Aug : Pembentukan Seknas Sekolah Aman : BNPB, ITB88, Kemdiknas, KemPU, IA ITB, BMP, SKALA, KerLiP, DPR Permendiknas 32-33, 36-37 :35-65% 10,4 T untuk rehabilitasi dengan Standar bangunan tahan gempa dan Ketentuan lain untuk daerah bencana Presentasi Perkuatan Sekolah dalam sosialisasi juknis DAK PSMP di Makasar, Surabaya, Batam, Jakarta 15 20 September 2011 Workshop penerapan sekolah aman dengan GFDRR 22 September : Jakarta : Kemdikbud, DPR, Kemenag, UNAND, ITB88 LKBN Antara, GFDRR, BNPB, KemPU, INGO, UN, AIFDR, Plan, provinsi 25 September : di Balikpapan : DPKB, DPR RI, pemkot Balikpapan 25 September Gerakan Nasional penuntasan rehabilitasi sekolah 12 Oktober : Konferensi Budaya Aman dari bencana : KerLiP dan SKALA 11 Nov di Bandung dengan pemprov Jabar

2012

17,6 T untuk rehabilitasi sekolah untuk ruang kelas rusak berat standar bangunan negara, bangunan tahan gempa, ketentuan lain di daerah bencana rehabilitasi 10.081 madrasah Penyusunan perka BNPB no 4 Peluncuran Perka BNPB No 4 tahun 2012 tentang penerapan sekolah dan madrasah aman dari bencana di kementerian pendidikan dan kebudayaan pada 2 mei 2012 Lokakarya penerapan sekolah dan madrasah aman dari bencana di Sumatera Barat, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, NTT, Jateng Pemodelan sekolah dan madrasah aman di 210 sekolah penerima DAK di Sumatera Barat, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, NTT, Jateng Penyusunan juknis rehab madrasah dengan mengacu pada perka BNPB

Peraturan yang mendukung penerapan sekolah/madrasah aman


Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 amandemen pasal 28 dan Pasal 31, Pasal 34 ayat 2. Undang-undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Hak Azasi Manusia Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);

Undang-undang Nomor 11 Tahun 2005 tentang pengesahan Kovenan Internasional tentang Hak Ekonomi Sosial Budaya Undang-undang Republik Indonesia Nomor 26 tahun 2007, tentang Penataan Ruang; Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 tahun 2002, tentang Bangunan Gedung; Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1992, tentang Perumahan dan Permukiman; yang akan segera digantikan dengan peraturan perundangan terbaru yaitu Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2011, tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman;

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 36 Tahun. 2005, tentang peraturan Pelaksanaan UU Nomor 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung; Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 1999, tentang Kawasan Siap Bangun dan Lingkungan Siap Bangun yang Berdiri Sendiri; Perarturan Presiden Nomor 73 Tahun 2011, tentang Pembangunan Bangunan Gedung Negara; Keputusan Presiden No.63 Tahun 2003, tentang Badan Kebijaksanaan dan Pengendalian Pembangunan Perumahan dan Permukiman Nasional;

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29/PRT/M/2006, tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung; Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 30/PRT/M/2006, tentang Pedoman Teknis Fasilitas dan Aksesibilitas pada Bangunan Gedung dan Lingkungan; Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 24/PRT/M/2007 tentang Pedoman Teknis Izin Mendirikan Bangunan (IMB); Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 25/PRT/M/2007 tentang Pedoman Sertifikat Laik Fungsi (SLF); Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 26/PRT/M/2007 tentang Pedoman Tim Ahli Bangunan Gedung (TABG);

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 45/PRT/M/2007 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara; Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 24/PRT/M/2008 tentang Perawatan dan Pemeliharaan; Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 25/PRT/M/2008 tentang Rencana Induk Sistem Proteksi Kebakaran Kota; Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 26/PRT/M/2008 tentang Sistem Proteksi Kebakaran pada Bangunan Gedung dan Lingkungan; Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2009 tentang Manajemen Proteksi Kebakaran di Perkotaan;

Keputusan Presiden 36 Tahun 1990, tentang Ratifikasi Konvensi Hak Anak; Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2010, tentang Program Pembangunan Berkeadilan; Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 403/KPTS/M/2002, tentang Pedoman Teknis Pembangunan Rumah Sederhana Sehat; Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 02 Tahun 2009, tentang Kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak; Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 13 tahun 2010, tentang Pedoman Pengembangan Kabupaten/Kota Layak Anak Tingkat Provinsi; Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak nomor 14 tahun 2010, tentang Petunjuk Teknis Pengembangan Kabupaten/Kota Layak Anak di Tingkat Kelurahan/Desa; Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 5 Tahun 2011, tentang Pemenuhan Hak Pendidikan Anak;

Keputusan Bersama Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Kesehatan, Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 1/U/SKB/2003; 1067/Menkes/SKB/VII/2003; MA/230 A/2003; 26 Tahun 2003, tentang Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah; Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 56 Tahun 2011,.tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012 untuk Sekolah Dasar/Sekolah Dasar Luar Biasa; Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 2011 Tentang, Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2012 Untuk Sekolah Menengah Pertama/Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa; Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007, Tentang Standar Sarana Dan Prasarana Untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTS), dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA); Surat Edaran Menteri Pendidikan Nasional No. 70a/MPN/SE/2010 tentang Pengarusutamaan Pengurangan Risiko Bencana di Sekolah, serta kampanye Sejuta Sekolah dan Rumah Sakit Aman yang diluncurkan pada tanggal 29 Juli 2010;

galerI foto

GERA

SHIAGA
koordInasi roadshow gerashIaga s imul asi p e r a n p e n d i d i k p e n e r a p a n s e c a r a s t r u k t u r a l

@ powered by kerlip 2012

program

k o n d i s i r u a n g k e l a s SD (p d s p 2011)
Ruang Jumlah Sekolah Kelas SD Negeri SD Swasta Nasional 808.872 90.144 899.016 130.563 12.689 143.252 % RK 92,42% 7,58% 100% SD 528.23 (58,76 %) Negeri 9 87,18% SD (8,64 %) Swasta 77.679 12,82% 605.91 Jumlah (67,40 %) 8 100%

Baik 67,4% 605.918 Rusak Sedang 17,88% 160.780

Rusak Berat 14,71% 132.317

SD (16,52 %) Negeri 148.593 SD (1,35 %) Swasta 12.187 Jumlah 160.780 (17,88 %)

92,42% 7,58% 100%

SD Negeri 124.126 (13,08 %) SD Swasta 8.191 (0,91 %) Jumlah 132.317 (14,71 %)

93,81% 6,19% 100%

program

sebaran kelas rusak beratper provinsi( 2011)

SD negeri dan swasta (paparan Kemdikbud)

Total = 132.317

program

m e n u j u I n d o ne s I a l a y a k a n a k ( KPP-PA)

Dunia Layak Anak (World Fit for Children)

Indonesia Layak Anak (IDOLA)

Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA)

Pendidika n

Kesehatan

Partisipasi

Lingkungan

ABH

MS A

AB K

KT A

HS A

DATA KELEMBAGAAN PENDANAAN, DLL

oleh Masyarakat oleh Lembaga Legislatif oleh Pemerintah: (K/L), SKPD Prov, SKPD Kab/Kota oleh Lembaga Yudikatif

oleh Dunia Usaha

KELUARGA ANAK

N I L A I , P R I N S I P , A S P E K

KORDINASI PENERAPAN SEKOLAH/MADRASAH AMAN


GERAKAN AMAN, SEHAT, HIJAU, INKLUSI DAN RAMAH ANAK DENGAN DUKUNGAN KELUARGA
PDSP Foto Essay Artikel

PIN GERA SHIAGA

GERAKAN NASIONAL PENUNTASAN REHABILITASI

DUKUNGAN PENERAPAN STRUKTURAL Sosialisasi dan Kesepakatan Pelatihan Tukang Pemantauan dan Evaluasi Pelaporan elektronik
AMAN SHIAGA

Perka No 4/2012 Pedoman Penerapan Sekolah/Madrasah Aman

Rehabilitasi
Sekolah dan Komite Sekolah

SERAH TERIMA

Permendiknas 56 dan 57/2011

Dukungan Penerapan Non Struktural Sosialisasi Perka no 4/2012 Pelembagaan aktivitas pengurangan risiko bencana di sekolah (GSB Satgas PB) Pengembangan Kapasitas Pendampingan penyusunan Rencana Kesiapsiagaan Pendampingan Penyusunan Rencana Kontinjensi Simulasi evakuasi Pengintegrasian Rencana Aksi GERA SHIAGA ke dalam RAPBS

SKB 4 Menteri Perka No 4/2012

Disdik Kota/Kab

PP19/2010 Perpres 73/2011

Disdik Provinsi

Kemdikbud

program

Target Misi Sasaran GERASHIAGA YUK!


50 Madrasah mitra Qatar Charity 170 Sekolah mitra ULI Sekolah mitra anggota KPB 170 SMK pengawas rehab di 28 provinsi 20 sekolah Penyangga di 8 Provinsi 194.344 kelas rusak berat yang direhab dg APBN

Dengan dukungan Keluarga Inklusi dan Ramah Anak Hijau Sehat


Aman

Sekolah mitra BEC-TF WB di NTB

20 SD mitra Plan di Jawa Tengah


10 SD mitra Plan di NTT 60 SD mitra GFDRR BEC TF WB di Sumatera Barat 60 SD mitra GFDRR-BEC-TF WB diJawa Barat

target sosialisasi dan advokasi

TOPIK MISI

sasaran pemodelan

Bagian II

koordInasi

Peluncuran 1 MSSHC 29 Juli 2010

Kampanye di Jawa Barat 7 Agustus 2010

gera

shiaga

Kordinasi dengan TP UKS Jabar

Persiapan AMCDRR dengan Meneg PP-PA

bagian II

simulasi

Simulasi bencana : merunduk menutup kepala

Simulasi bencana : berkumpul di titik aman

gera

shiaga

Cuci Tangan pakai Sabun Di SDN Sirnajaya 2 kabupaten Bandung

Simulasi gempa di SDN Pelesiran Bandung

bagian II

peran pendidik

Pembukaan Lokakarya Penyusunan MBS Peduli Anak

Menemani Guru Sekolah Alam dialog pendidikan Bersama Pak Utomo Dananjaya

gera

shiaga

Ibu Nia, guru PLH dan Pembimbing KIR di SMPN 11 Bandung

Guru bahasa Inggris SDN Sirnajaya II

Sekretariat Nasional Sekolah Aman


Wisma Kodel lt 11 Jl. HR Rasuna Said Kav B 4 Jakarta Selatan 12920 Tlp/fax : 0215222318/5221457. Email: seknas.sekolahaman@gmail.com

Nomor Hal Lampiran

: 104/Seknas/ext/ix/2012 : Permohonan Pengambilan Gambar Pak Gubernur : 1 Berkas

Jakarta, 5 September 2012

Kepada Yth. Gubernur NTB Di Tempat Dengan Hormat, Sekretariat Nasional Sekolah Aman (Seknas Sekolah Aman) dibentuk pada tanggal 25 Agustus 2011 di kantor Pengurus Pusat Ikatan Alumni-Institut Teknologi Bandung oleh berbagai pemangku kepentingan baik dari kementerian/lembaga pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan lembaga donor yang peduli terhadap terwujudnya sekolah aman. Seknas Sekolah Aman sebagai lembaga yang mengawal dan mendorong kebijakan serta implementasi sekolah aman di seluruh Indonesia merupakan wahana untuk mewujudkan Sekolah/Madrasah Aman dari Bencana baik dalam hal struktural maupun non-struktural terintegrasi dengan praktik-praktik baik pendidikan ramah anak yang sudah dilaksanakan di Indonesia. Kampanye Sejuta Sekolah dan Rumah sakit aman telah diluncurkan dua tahun lalu oleh Menkokesra, Ibu Menkes (Alm), Kepala BNPB dan Wamendiknas. Berbagai upaya penerapan sekoPerka BNPB No. 4 Tahun 2012 tentang Penerapan Sekolah/Madrasah aman dari Bencana telah diluncurkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam acara peringatan Hardiknas 2 Mei 2012 di Kemendikbud. Isu sekolah aman adalah isu lintas sektor yang sudah dikordinasikan oleh Sekretariat Nasional Sekolah Aman dan mitra dengan dukungan berbagai pihak. Kegiatan lokakarya dan pencanangan penerapan sekolah/madrasah aman telah dilakukan di beberapa provinsi, diantaranya yaitu Sumatera Barat, Jawa Barat, NTB, NTT, dan Kalimantan Timur. Pencanangan di daerah dilakukan multipihak, yaitu Kemdikbud (Wamendik dan Dirjen Dikdas), Kemdagri, Kemenag, KemPU, BNPB, Pemprov, Pemkab/Pemkot, Seknas Sekolah Aman, LSM, Perwakilan Anak, Sekolah, Media, dan lembaga donor. Sebagaimana diketahui bahwa pada tahun ini Pemerintah Indonesia akan menjadi tuan rumah bagi pertemuan 5th Asian Ministerial Conference on Disaster Risk Reduction (AMCDRR) pada tanggal 22-25 Oktober 2012 di Yogyakarta dengan tema Strengthening Local Capacity for Disaster Risk Reduction. AMCDRR atau Konferensi Tingkat Menteri Asia mengenai Pengurangan Risiko Bencana ini merupakan konferensi dua tahunan sejak tahun 2005. Konferensi tingkat menteri ini difokuskan pada pengurangan risiko bencana dengan tujuan untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan praktik-praktik sukses serta upaya-upaya inovatif dalam penyelenggaraan lima prioritas Kerangka Aksi Hyogo (Hyogo Framework for Action) di tingkat nasional dan lokal. Berdasarkan hasil 2nd IAP meeting di Yogyakarta, Sekolah Aman di sepakati menjadi salah satu topik di Special Session AMCDRR ke 5 dengan tema Sharing Experiences on Safe Schools and Hospitals: Towards a Global Alliance. Spesial Session akan diselenggarakan dengan tujuan untuk berbagi pengalaman negara-negara terkait upaya-upaya mewujudkan sekolah dan rumah sakit yang aman. Beberapa negara yang diidentifikasikan telah mengimplementasikan upaya tersebut antara lain: Nepal, Turkey, Colombia, Filipina, Kamboja dan Indonesia (informasi lebih rinci dapat dilihat dalam draft Concept Note terlampir). Spesial Session ini rencananya akan dipimpin oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. Selain spessial session, akan dilaksanakan juga preconfrence tentang sekolah aman yang akan menyampaikan capaian penerapan sekolah dan madrasah aman di Indonesia. Sebagai tindaklanjut dari Lokakarya dan pencanangan Sekolah/Madrasah Aman di NTB pada 19 Juli 2012 dan berdasarkan surat yang disampaikan Bapak Wamen Bidang Pendidikan Kemdikbud pada tanggal 6 Agustus 2012. Seknas Sekolah Aman bersama dengan tim sedang melakukan kegiatan dari tanggal 31 Agustus sampai tanggal 7 September 2012 di Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Timur. Oleh karena itu, kami meminta kesediaan bapak Gubernur untuk pengambilan gambar terkait penerapan sekolah/madrasah aman di NTB. Adapun poin-poin yang akan jadi bahan wawancara adalah

Sekretariat Nasional Sekolah Aman


Wisma Kodel lt 11 Jl. HR Rasuna Said Kav B 4 Jakarta Selatan 12920 Tlp/fax : 0215222318/5221457. Email: seknas.sekolahaman@gmail.com

1. Pendapat Bapak Gubernur terkait penerapan sekolah/madrasah aman di NTB 2. Kesiapan Provinsi NTB untuk menerapkan sekola/madrasah aman dari bencana. 3. Pencapaian yang sudah dan akan dilakukan di NTB terkait Pengurangan Resiko Bencana di Sekolah Besar harapan kami, Bapak bersedia melakukan wawancara dan pengambilan gambar untuk kelancaran kegiatan dimaksud. Terlampir disampaikan jadwal kegiatan selama kami di Lombok. untuk jadwal pengambilan gambar, kami menyesuaikan dengan kesediaan Bapak antara tgl 6 September besok sore sampai Jumat siang, 7 September 2012. Demikian permohonan ini kami sampaikan. Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih. Hormat Kami, Ketua

Yanti Sriyulianti Tembusan Yth: 1. Wakil Menteri Bidang Pendidikan Kemdikbud RI 2. Dewan Pengaran Seknas Sekolah Aman 3. Arsip

Sekretariat Nasional Sekolah Aman


Wisma Kodel lt 11 Jl. HR Rasuna Said Kav B 4 Jakarta Selatan 12920 Tlp/fax : 0215222318/5221457. Email: seknas.sekolahaman@gmail.com

DAFTAR PESERTA AUDIENSI dengan PAK GUBERNUR NTB 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. Pak Hanief, Staf Ahli Mendikbud Pak Isman Justanto, Dir. BPPT Pak Supriyono, Kemdikbud Ibu Renani, Bagian Kerjasama dan Kelembagaan Ditjen Dikdas Kemdikbud Prof. Chen, Ahli Energy Effisien dari Taiwan Pak Safrizal, Ditjen PUM Kementerian Dalam Negeri Pak Yudil Chatim, Sekretariat Wamendik Kemdikbud Yanti Kerlip, Perkumpulan KerLiP, Ketua Seknas Sekolah Aman Zamzam Muzaki, Sekretariat Nasional Sekolah Aman Marnia, Studio Driya Media Mae Chu Chang, World Bank Erita Nurhalim, BEC-TF Wordbank Petra W Bodrogini, BEC-TF Wordbank Santo Dewatmoko, GFDRR WB Ari, Fasilitator Sekolah Aman NTB