Anda di halaman 1dari 18

HAND OUT No. 2 A.

Kompetensi
Kompetensi yang diharapkan dari mahasiswa setelah mengikuti materi perkuliahan ini adalah: 1. Mahasiswa dapat memahami arti dari batuan beku dan memahami hubungan batuan beku dengan geologi. 2. Mahasiswa dapat memahami proses terbentuknya batuan beku baik batuan plutonis, batuan gang dan batuan vulkanis (ekstrusi) 3. Mahasiswa dapat mengelompokkan berbagai ma am batuan kedalam kelompok batuan beku. !. Mahasiswa dapat memahami tentang bentuk, struktur, dan dapat melakukan deskripsi terhadap batuan beku di lapangan.

B. Pokok Bahasan
"atuan "eku

C. Sub Pokok Bahasan


1. #ubungan "atuan dan $eologi 2. "atuan %lutonis 3. "atuan $ang !. "atuan &ulkanis ('kstrusi) (. %engelompokan "atuan "eku "erdasarkan )i*at Kimia +. "entuk "atuan "eku ,. )truktur "atuan "eku -. .eskripsi "atuan "eku

D. Materi Kuliah

. Hubun!an Batuan "an #eolo!i


)ebelum membi arakan tentang batuan beku, terlebih dahulu harus mengerti tentang arti batuan dalam ilmu geologi. %engertian batuan dalam ilmu geologi berbeda sekali dengan pengertian kita sehari / hari mengenai isitilah ini. .i alam terdapat beberapa 0enis batuan beku, sehingga dengan demikian dikenal pula adanya beberapa 0enis magma. 1ang men0adi pertanyaan ialah bagaimanakah berbagai 0enis magma itu terbentuk2 .alam ilmu petrologi kita kenal penganut teori magma yang menganggap bahwa semua batuan beku itu terbentuk dari magma karena membekunya lelehan silikat yang air/pi0ar ini. Magma yang air/pi0ar tadi semula berada dalam bumi dan oleh kekuatan gas yang larut di dalamnya naik ke atas men ari tempat/tempat yang lemah dalam kerakbumi, seperti daerah patahan atau rekahan. Magma akan keluar men apai permukaan bumi melalui pipa gunung api dan disebut lava, akan tetapi ada pula magma yang membeku 0auh di dalam bumi dan dikenal dengan nama batuan beku dalam. )elan0utnya orang berpendapat bahwa magma asal itu mempunyai susunan basal dan kemudian karena proses di*erensiasi dan asimilasi didapat susunan magma yang berbeda/beda dan
Han d Out ini dis u s u n ha n y a unt u k b a h a n kulia h Pro g r a m Stu di D3 Te k n i k Pert a m b a n g a n Jur. Sipil FT UNP. 2+

membeku men0adi batuan yang berbeda susunannya. 3ikalau magma tadi tiba di bagian yang lebih tinggi dalam kerak bumi maka magma itu akan mendingin dan mulailah ter0adi kristalisasi atau penghabluran men0adi mineral. Mineral yang pertama terbentuk ialah mineral yang berat 0enisnya besar yaitu mineral yang berwarna tua. 4leh karena berat 0enisnya yang besar dibandingkan dengan masa sekelilingnya maka mineral itu tenggelam kembali dalam magma yang masih air. Karena kristalisasi ini maka susunan magma akan berubah, mineral yang telah tenggelam tadi akan larut kembali, akan tetapi 0enis itu akan tetap tinggal di bagian bawah dari magma. .i bagian atas terkumpul mineral yang ringan, kaya akan )i42, sehingga dengan demikian ter0adilah pemisahan atau di*erensiasi yaitu magma asam (kaya )i4) di atas dan magma basa di bawah. .i*erensiasi seperti yang diutarakan di atas disebabkan oleh kristalisasi dan gravitasi. 1ang dimaksud dengan proses asimilasi ialah penelanan batuan sekelilingnya oleh magma yang sedang menu0u ke atas. %roses asimilasi ini adalah suatu teori untuk menerangkan ter0adinya magma dengan susunan kimia yang berbeda/beda. 3ikalau kita memperhatikan susunan batuan beku, maka terlihatlah bahwa bagian/bagian batuan itu tidak mempunyai warna yang sama. 5da bagian yang berwarna kemerahan, kelabu, putih, oklat, hi0au ataupun hitam. "agian/bagian batuan beku yang mempunyai warna yang berbeda itu adalah mineral yang menyusun batuan tersebut. %ada umumnya mineral yang menghablur dalam batuan tidak mempunyai bentuk yang baik. #anya apabila mineral tadi dapat berkembang dengan leluasa maka akan ter0adilah kristal yang teratur bidang bidangnya seakan/akan diasah, seperti misalnya kuarsa yang dikenal dengan nama kristal gunung. "atuan (ro k) dalam pengertian geologi tidak selalu merupakan masa yang padat, tetapi pasir yang lepas, batubara yang ringan ataupun lempung yang gembur dalam ilmu geologi dimasukkan kedalam istilah batuan. 3adi segala sesuatu yang men0adi bahan pembentuk kerak bumi adalah batuan. )edangkan pengertian kita sehari/hari yang disebut batu (stone) adalah benda yang keras dan padat. )alah satu abang dari ilmu geologi yang membahas dan meneliti batuan adalah Petrologi (ilmu batuan), mengartikan batuan adalah masa yang terdiri dari satu atau lebih macam mineral yang membentuk satuan terkecil dari kerakbumi dan mempunyai komposisi kimia dan mineral yang tetap, sehingga dengan jelas dapat dipisahkan satu dengan yang lain. "atuan beku atau 6gneous 7o k berasal dari bahasa latin, 6nis 8 *ire (api). "atuan beku adalah batuan yang ter0adi dari pembekuan materi yang kental yang berasal dari dalam bumi (magma). Magma panas yang bergerak dari dalam bumi ke permukaan bumi makin lama makin dingin dan akhirnya membeku. Ada yang belum mencapai permukaan bumi sudah membeku, sehingga dikenal sebagal Batuan Beku Dalam atau Batuan Intrusi atau Batuan Plutonis (Pluto = de a dunia ba ah). 5da 0uga yang membeku setelah men apai permukaan bumi sehingga dikenal dengan nama "atuan "eku 9uar atau "atuan 'kstrusi atau "atuan &ulkanis (&ulkanus 8 dewa api). "atuan plutonis, karena proses pembekunya lambat maka banyak kesempatan untuk membentuk kristal/kristal besar. )ering pula disebut tekstur Phaneritis. .ilain pihak, batuan vulkanis epat sekali membeku sehingga tidak banyak kesempatan untuk membentuk kristal/kristal besar. 4leh karena itu pada umumnya kristalnya halus, sulit dilihat dengan mata telan0ang. "atuan dengan kristal mineral halus seperti itu disebut tekstur Aphanitis. .isamping itu ada 0uga yang menambahkan satu 0enis "atuan "eku lagi yang disebut "atuan "eku Korok:"atuan "eku )ela, yaitu yang membeku di elah:rekahan kerak bumi ataupun di dalam pipa/pipa gunung api. "atuan ini biasanya tersusunan dari kristal/kristal halus ber ampur kasar. Karena proses pembekuan agak epat berlangsung maka kristal kristalnya 0uga halus, sedang kristal/kristal yang kasar merupakan kristal / kristal batuan %lutonis yang terbawa ketika magma menyusup ke atas. ;ekstur batuan yang demikian disebut tekstur por!ir. .ari batuan beku yang banyak 0enisnya diusahakan mengadakan penggolongan atau klasi*ikasi, yaitu penggabungan 0enis/0enis yang sama dalam satu golongan dan pemisahan
Han d Out ini dis u s u n ha n y a unt u k b a h a n kulia h Pro g r a m Stu di D3 Te k n i k Pert a m b a n g a n Jur. Sipil FT UNP. 2,

0enis/0enis yang tidak menun0ukkan persamaan. Karena tidak adanya kesepakatan diantara para pakar petrologi dalam mengklasi*ikasikan batuan beku, mengakibatkan sebagian klasi*ikasi dibuat atas dasar yang berbeda/beda. %erbedaanperbedaan ini pada akhirnya akan berpengaruh pada penggunaannya dalam melakukan peker0aan. .engan demikian klasi*ikasi batuan beku tidak akan ada yang memuaskan semua pakar petrogra*i, akan tetapi yang penting dalam menggunakan salah satu klasi*ikasi ini kita harus konsekwen. %enggolongan batuan beku dapat didasarkan pada genesa, kimia atau mineralogi.

2. Batuan Plutonis
"atuan plutonis adalah batuan yang terbentuknya berada 0auh di dalam bumi $ %&%' Km(. Karena tempat pembentukannya dekat dengan astenos*er, maka pendinginan ber0alan sangat lambat. Karena itu bentuk batuannya besar/besar dan mempunyai kristal yang sempurnan dengan bentuk tekstur holokristalin (semua kompisisi disusun oleh kristal sempurna), karena pembentukan kristalnya sangat sempurna mengingat waktu penghablurannya sangat lama. <iri/ iri dari batuan plutonik pada umumnya se ara mudah dapat dilihat dari ukuran butirnya, beberapa si*at atau iri/ iri batuan plutonik adalah: 1. =mumnya berbutir lebih kasar dibandingkan batuan ekstrusi. 2. 3arang memperlihatkan struktur visikular (mengandung lubang/lubang benda gas) 3. "atuan dapat merubah batuan yang berbatasan pada semua sisinya. "erdasarkan ukurannya (diameter) batuan plutonik dapat dibedakan atas dua ma am, yaitu. (1) plutonik tabular dan (2) plutonik masi*. Plutonik Tabular "atuan beku plutonik tabular berukuran relati* ke il dan biasanya letaknya agak dekat ke permukaan bumi. Kalau diperhatikan letak:bentuknya di dalam batuan di sekitamya dimana ia membeku dikenal ada dua ma am yaitu: )ill dan .ike. )ill merupakan batuan plutonik tabular yang 0ika dilihat dari posisi:tata letaknya bersi*at on ordant:selaras dengan lapisan batuan sekitarnya. "isa mendatar, miring atau tegak sesuai arah lapisan. )edangkan .ike merupakan tabular yang 0ika dilihat dari posisi:tata letaknya bersi*at dis ordant:memotong lapisan batuan sekitarnya. #al ini ter0adi karena dorongan magma ketika memasuki lapisan batuan itu ukup kuat sehingga batuan sulit sekali untuk dihan urkan. Plutonik Masif "atuan beku yang berupa plutonik masi* berukuran lebih besar dari plutonik tabular dan biasanya letaknya agak dalam. %lutonik masi* terbagi atas: lakolit dan batolit. 9akolit (9a olith), berasal dari bahasa 1unani, 9akko 8 adangan air dan lithos 8 batuan). "erdasarkan posisi:tata letaknya selalu on ordant:selaras dengan lapisan batuan di sekitamya, berarti ketika memasuki lapisan tersebut mengalir se ara perlahan/lahan lewat retakan/retakan lapisan batuan. )e ara umum lakolit diketemukan di bawah suatu dome (bentuk kubah). =kurannya relati* ke il bila dibandingkan dengan batolit. "atolit (batholith, berasal dari kata bathos yang berarti dalam dan lithos berarti batuan). "atuan ini di0umpai di bagian dalam dan posisi:tata letak dis ordant dengan lapisan di sekitarnya. =kurannya sangat besar sehingga dasarnya sulit diketahui lagi. %ermukaan "atolit yang tersingkap:out rop minimal 1>> km2 pada umumnya bertekstur granitis. 3ika singkapan kurang dari 1>> km2 tetapi masih memperlihatkan tanda/tanda batolit, disebut sto k yang kebanyakan merupakan abang / abang "atolit yang terletak di bawahnya. "atolit menampakkan struktur aliran dimana kristal/kristalnya meman0ang se ara teratur. #al ini menun0ukkan bahwa materi yang membeku men0adi "atolit itu mengalir dari suatu dapur magma. %ada umumnya "atolit diketemukan di bawah suatu rangkaian pegunungan besar, merupakan inti dari rangkaian pegunungan tersebut.
Han d Out ini dis u s u n ha n y a unt u k b a h a n kulia h Pro g r a m Stu di D3 Te k n i k Pert a m b a n g a n Jur. Sipil FT UNP. 2-

). Batuan #an!
"atuan gang antara batuan dalam dan batuan leleran terdapat ge0ala antara batuan yang terbentuk dalam elah/ elah serta rekahan/rekahan alam kerak bumi. "atuan yang terbentuk adalah batuan gang atau batuan korok disebut 0uga batuan hypo/abisik. )e ara geologi arti gang berlainan sekali dengan arti yang di pakai sehari/hari. $ang di sini adalah suatu badan yang bentuknya seperti sebuah kitab besar. Magma yang membeku dalam gang adalah magma yang sedang menu0u ke permukaan bumi atau membeku dalam elah/ elah kerak bumi. Misalnya magma yang mempunyai susunan granit itu membeku dalam sebuah gang, maka batuan beku yang terbentuk itu disebut por*iri granit yang berarti batuan granit bertekstur por*iri. "atuan dalam atau batuan gang dapat 0uga disebut batuan intrusi atau batuan terobosan. Kedua golongan batuan ini dapat tersingkap di permukaan bumi karena erosi kemudian atau karena adanya tektonik. .alam banyak hal adalah mudah untuk membedakan antara batuan intrusi dan batuan ekstrusi di lapangan.

*. Batuan +ulkanis $ekstrusi(.


Magma yang bergerak dari dalam ke permukaan bumi, sebagian besar membeku di dalam sebagai batuan plutonis, hanya kurang dari 1:1> nya yang membeku di permukaan bumi dan dikenal sebagai "atuan &ulkanis. )uatu aktivitas vulkanisme akan mengeluarkan materi/materi berupa gas, air dan padat. "ahan yang dikeluarkan gunung berapi dapat berupa gas, sumbernya disebut ekshalasi. $as/gas yang keluar antara lain: uap air, 42, ?2, <42, <4, )42, #2), ?#3, #2)4! dan sebagainya. =ap air ada yang berasal dari magma ada pula yang dari air tanah yang menguap karena pengaruh pemanasan dari magma. )umber keluarnya uap air dikenal sebagai *umarol. )ebagian dari gas/gas itu bera un (#2) dan <4), sedang gas )42 dan <42 dapat membuat makhluk mati lemas. )umber gas #2) dikenal dengan nama sol*atar, sedang sumber gas <42 disebut movet. Magma yang men apai permukaan bumi dalam keadaan mengalir disebut lava. Karena lava keluar dengan meleleh, maka ara erupsinya disebut e**usi*. Keluarnya dapat melalui pipa kepundan gunung api bersama dengan materi berwu0ud padat dan gas, ataupun lewat elah / elah retakan (@issure 'ruption). Materi padat yang disemburkan ketika gunung api meletus dikenal dengan nama te*ra (piroklastis) atau ada 0uga yang berupa bom (batu / batu besar), kerikil, lapilli, pasir, abu, debu halus. "ahan/bahan piroklastis bersi*at asam sehingga epat membeku, sedang lava si*atnya basa sehingga lambat membeku. %erbedaan si*at kimia materi itulah yang menyebabkan bentuk vulkan yang dihasilkan dari suatu erupsi vulkanis berbeda. #al ini akan dibi arakan lebih lan0ut dalam "ab $unung 5pi (&ulkanisme) baik mengenai bentuk/bentuk vulkan maupum aktivitasnya dalam menun0ang kehidupan manusia. "atuan vulkanis sering pula disebut dengan batuan leleran disebut 0uga batuan e*usi, batuan ekstrusi atau vulkanik, adalah batuan yang berasal dari magma yang meleler di permukaan bumi (lava). "atuan ini umumnya mempunyai terkstur por*iri (setengah kristalin) dan amor*. Mineral/mineral dalam batuan yang mempunyai terkstur por*iri dapat berkembang dalam dua atau tiga generasi, artinya sema am mineral dapat ditemukan dalam dua atau tiga bentuk, misalnya dalam bentuk kristal yang besar dan dalam bentuk kristal yang ke il. ;er0adinya tekstur por*iri ini dapat kita terangkan sebagai berikut: magma yang naik ke tempat yang lebih tinggi ada dalam keadaan yang berbeda dari semula. "eberapa kristal yang pertama mulai mendingin dan membentuk kristal/kristal pertama atau disebut *enokris. Kristal / / kristal ini umumnya mempunyai bentuk yang besar. Magma yang mengandung *enokris meneruskan per0alanannya ke atas dan pada suatu waktu mendingin dengan tiba/tba. %endinginan yang tiba/tiba mengakibatkan terbentuknya kristal yang ke il/ke il atau bila tidak sempat lagi
Han d Out ini dis u s u n ha n y a unt u k b a h a n kulia h Pro g r a m Stu di D3 Te k n i k Pert a m b a n g a n Jur. Sipil FT UNP. 2A

mengkristal magma membentuk masa yang tak mengandung kristal atau amor*. ;ekstur arnor* kita lihat dalam batu/ ka a atau obsidian. 3adi si*at utama dari tekstur por*iri ialah kristal / krital yang besar terletak dalam masa dasar (matrik) yang terdiri dari keristal/kristal yang halus atau ka a atau kedua/duanya. .i 6ndonesia batuka a banyak terdapat di sekitar gunung api. Sifat dan Ciri Batuan VulkanislEkstrusi 1. "erbutir halus dan sering terdapat ka a 2. "atuan memperlihatkan struktur visikular, terutama di bagian permukaan 3. ;erdapat struktur aliran !. .apat membakar pada sisi bawah dari aliran %engelompokan batuan beku tidak hanya didasarkan kepada ara:tempat pembentukannya, melainkan banyak metode klasi*ikasi yang dilakukan tergantung kepada maksud pengklasi*ikasian. .alam hubungannya dengan pertanian tampaknya pembagian berdasarkan ara:tempat terbentuknya belum dapat memberikan gambaran yang kongkrit tentang hubungan geologi dengan pertanian. %engelompokan lainnya dari batuan beku didasarkan atas warna batuannya, yaitu: a. "atuan "eku yang berwarna terang biasanya terdiri dari mineral/mineral ringan, mudah pe ah, kaya silikat sehingga tergolong batuan bersi*at asam:)ili ik:@elsik. b. "atuan "eku yang berwarna gelap biasanya terdiri dari mineral/mineral berat, sukar pe ah, kandungan silikat kurang tetapi kaya dengan mineral/mineral @erro/Magnesia. Karena itu bersi*at basa:Ma*ik (dari kata Magnesium dan @errik). 5ntara kedua golongan di atas, sering pula ditambahkan satu lagi yaitu 6ntermediate, yang si*at/si*atnya antara kedua golongan di atas. )ebagai iri umum dari suatu "atuan "eku dapat dikemukakan sebagai berikut: 1. 2. 3. #omogen dan kompak ;idak ada strati*ikasi:pelapisan =mumnya tidak mengandung *ossil, ke uali tertimbun oleh materi/materi %iroklastis misalnya tertimbun abu vulkanis

.ari uraian tersebut di atas maka penggolongan atau penamaan batuan beku yang didasarkan atas ara atau tempat ter0adinya, umumnya batuan beku yang terbentuk dari magma yang sama dapat terbentuk tiga ma am batuan beku dengan komposisi yang sama tetapi tekstumya berbeda. "atuan beku yang membeku 0auh di dalam bumi akan mempunyai tekstur yang kasar dan berangsur/angsur makin halus mendekati permukaan bumi. <ontoh magma yang bersi*at granit dapat membentuk batuan sebagai berikut : 1. granit sebagai batuan dalam dengan tekstur kasar 2. pro*ir granit sebagai batuan gang dengan tekstur lebih halus 3. riolit sebagai batuan leleran:lelehan dengan tekstur halus.

%. Pen!elompokan Batuan Beku Ber"asarkan Si,at Kimia


%engelompokan "atuan "eku berdasarkan si*at kimia adalah pembagian atau penggolongan batuan beku yang didasarkan atas analisis kimia dengan menghitung banyaknya persen (B) tiap Cat. 4leh karena analisa kimia batuan itu umumnya makan waktu serta biaya yang tidak sedikit, maka sebagian besar klasi*ikasi batuan didasarkan atas susunan mineral dari batuan itu. %enyelidikan ini biasanya dilakukan di bawah mikroskop yang didasarkan pada si*at/si*at optik
Han d Out ini dis u s u n ha n y a unt u k b a h a n kulia h Pro g r a m Stu di D3 Te k n i k Pert a m b a n g a n Jur. Sipil FT UNP. 3>

dari mineral tersebut. )tudi mikroskopi ini dikenal dengan nama %etrogra*i. %ada saat ini klasi*ikasi batuan didasarkan atas tiga hal pokok yaitu: a. ma am mineral (komposisi mineral) b. tekstur . komposisi kimia. Komposisi mineral merupakan gambaran dari komposisi kimia magma yang mengkristal dan 0uga menyatakan kondisi magma pada saat kristalisasi. ;ekstur batuan beku menggambarkan keadaan yang mempengaruhi pembekunya. ;ekstur granular memberi arti akan keadaan yang uni/ *orm, sedangkan terkstur por*iri dengan dua generasi mineral yang sama menandakan perubahan kondisi pembeku. ;ekstur ka a menyatakan pembeku yang epat. Klasi*ikasi yang didasarkan atas mineralogi dan tekstur akan lebih dapat men eritakan se0arah batuan dari pada atas dasar kimia, dan ini merupakan klasi*ikasi yang dapat dikatakan lebih *amiliar untuk para ahli geologi. .emikian 0uga magma dengan komposisi kimia yang sama dapat membentuk batuan dengan komposisi mineral dan tekstur yang berbeda. Keberatan atas dasar klasi*ikasi mineralogi kuantitati* terdapat pada batuan dengan tekstur ka a tetapi persentase batuan ini tidak banyak dan bila perlu dapat dilakukan dengan klasi*ikasi atas dasar kimia. "atuan dalam, bertekstur *aneritik yang berarti bahwa mineral/mineral yang menyusun batuan tersebut dapat dilihat dengan mata biasa atau dengan ka a pembesar (loupe). "atuan gang, bertekstur por*iri dengan massa dasar *aneritik batuan lelehan, bertekstur a*anitik yang berarti bahwa individu/individu mineralnya tidak dapat dibedakan atau tidak dapat dilihat dengan mata biasa atau dengan surya kanta (ka a pembesar) tetapi harus menggunakan mikroskop. .engan menggunakan alat bantu mikroskop elektron tekstur batuan men0adi semakin tampak 0elas, sehingga dapat menggolongkan sesuai dengan si*at *isiknya.

-. Bentuk Batuan Beku


)eperti telah disebutkan sebelumnya bahwa batuan beku berasal dari pembeku suatu airan pi0ar yang dikenal dengan nama magma. )ebagai ontoh adalah lava yang dituangkan dari gunung api, 0adi lava adalah magma yang telah men apai permukaan bumi. )usunan magma merupakan hal yang penting dalam pembentukan berbagai ma am bangun batuan beku. Magma basa yang air setelah membeku akan memberikan bentuk yang lain daripada magma asam yang kental. %ada garis besarnya kita mengenal dua bentuk besar batuan beku yaitu bentuk ekstrusi dan bentuk intrusi. "entuk ekstrusi adalah bentuk yang dibangun oleh magma ketika men apai permukaan bumi yang disebut lava. 3ikalau lava ini air, maka lava itu dapat menyebar dengan luas, sedangkan lava yang kental mempunyai penyebaran yang terbatas. 9ava yang air biasanya membentuk lapisan lava yang tebal dan luas yang dikenal dengan nama plateau basalt (daratan tinggi berbatu basal), daerah demikian berbentuk me0a dan lava biasanya keluar melalui elah/ elah yang terdapat dalam kerak bumi. .i .ekkan, 6ndia, dataran lava men apai tebal 2.>>> meter dan di 6 eland leleran demikian men apai luas kira/kira 1>>.>>> km2 dan tebalnya 3.>>> m. .i 6ndonesia ontoh dataran tinggi berbatu basal terdapat di )ukadana, 9ampung. "entuk intrusi magma yang sedang naik menu0u permukaan bumi sering tidak sampai ke atas tetapi membeku di dalam bumi. "atuan sekelilingnya biasanya diterobos, dimasuki ataupun diubah. 5dapun bentuk/bentuk batuan intrusi adalah sebagai berikut: 1. Masa yang membeku 0auh di dalam bumi terdiri dari batolit dan sto k. 2. Masa yang diintrusikan se0a0ar bidang perlapisan (konkordan) terdiri dari : sill, lakolit, le*olit dan *akolit. 3. Masa yang diintrusikan memotong bidang perlapisan (diskordan) terdiri dari : retas, apo*is, teras gunung api dan konolit.
Han d Out ini dis u s u n ha n y a unt u k b a h a n kulia h Pro g r a m Stu di D3 Te k n i k Pert a m b a n g a n Jur. Sipil FT UNP. 31

SILL 5dalah lempengan batuan beku yang diintrusikan diantara dan sepan0ang lapisan batuan endapan (sedimen), tebalnya dari beberapa mm hingga lebih dari 1.>>> kaki, sebaran ke arah mendatar dari beberapa mm hingga beberapa mil. )e ara skematik illustrasi sill disa0ikan dalam $ambar 3. 1.

$ambar 3.1. 6llustrasi )ill LAKOLIT 5dalah bentuk batuan beku yang menyerupai sill tetapi perbandingan ketebalan 0auh lebih besar dibandingkan dengan lebarnya, bagian atasnya embung. Ketebalannnya bervariasi dari 1>> kaki hingga beberapa mil, umumnya lebih tebal dari pada sill. %an0ang dan lebarnya dapat men apai 1>> mil. )e ara skematik illustrasi lakolit disa0ikan dalam $ambar 3.2.

$ambar 3.2. 6llustrasi 9akolit LEFOLIT 5dalah batuan beku yang luas, bentuknya seperti lensa dimana bagian tengahnya ekung karena batuan di bawahnya lentur. =kuran garis tengahnya beberapa puluh mil atau lebih dan tebalnya lebih dari 1.>>> kaki. )e ara skematik illustrasi le*olit disa0ikan dalam $ambar 3.3.

$ambar 3.3. 6llustrasi 9e*olit FAKOLIT

Han d Out ini dis u s u n ha n y a unt u k b a h a n kulia h Pro g r a m Stu di D3 Te k n i k Pert a m b a n g a n Jur. Sipil FT UNP.

32

5dalah badan batuan beku, dalam penampang bentuknya seperti lensa. diintrusikan di antara lapisan yang terlipat pada bagian pun ak antiklin atau lekuk sinklin. )e ara skematik illustrasi *akolit disa0ikan dalam $ambar 3.!.

$ambar 3.!. 6llustrasi @akolit RETAS 5dalah istilah retas digunakan untuk lempeng batuan beku yang tidak se0a0ar dengan bidang perlapisan, tebalnya bervariasi dari satu atau dua in i hinga beberapa ratus kaki. .emikian pula pan0angnya dari beberapa yard hingga beberapa mil. )e ara skematik illustrasi retas disa0ikan dalam $ambar 3.(

$ambar 3.(. 6llustrasi 7etas TERAS GU U G API )ering pula disebut dengan vulkanik ne k, suatu masa batuan beku yang berbentuk silinder, kemungkinan berukuran besar, tetapi kedalamannya tidak diketahui. Masa batuan beku ini mengisi saluran gunung api, umumnya mempunyai sumbu tegak lurus atau ondong hampir tegak. .engan adanya erosi terhadap batuan sekelilingnya yang lebih lunak mengakibatkan sumbat gunung api yang lebih tahan terhadap erosi akan membentuk topogra*i yang menon0ol. 3adi teras gunungapi atau tiang vulkanik adalah sisa/sisa gunungapi. .i 3awa "arat terdapat di daerah %urwakarta, "anten (<isolok) dan lain/lainnya. )e ara skematik illustrasi teras gunung api (9eher vulkanik) disa0ikan dalam $ambar 3.+.

Han d Out ini dis u s u n ha n y a unt u k b a h a n kulia h Pro g r a m Stu di D3 Te k n i k Pert a m b a n g a n Jur. Sipil FT UNP.

33

$ambar 3.+. 6llustrasi 9eher &ulkanik. AFOFIS Merupakan sebutan terhadap batuan beku yang merupakan abang dari suatu tubuh batuan intrusi yang sangat besar dalam suatu areal tertentu. )e ara skematik illustrasi a*o*is disa0ikan dalam $ambar 3.,.

$ambar 3.,. 6llustrasi5*o*is KO OLIT 5dalah batuan intrusi yang bentuknya tidak0elas, sehingga tidak dapat digolongkan sebagai lakolit, retas atau sill. )e ara skematik illustrasi konolit disa0ikan dalam $ambar 3.-.

$ambar 3.-. 6llustrasi Konolit BATOLIT 5dalah bentuk intrusi diskordan yang tidak mempunyai dasar. "atuan demikian biasanya terdapat dalam inti pegunungan rantai dan biasanya mengikuti 0urus atau arah utama dari struktur daerah pegunungan itu. "agian atas atau atap dari batolit biasanya dapat dikenal dari sisa/sisa batuan endapan yang seakan/akan tergantung dan ge0ala demikian menurut istilah geologi disebut roo!pendants. )e ara skematik illustrasi batolit disa0ikan dalam $ambar 3.A.

Han d Out ini dis u s u n ha n y a unt u k b a h a n kulia h Pro g r a m Stu di D3 Te k n i k Pert a m b a n g a n Jur. Sipil FT UNP.

3!

$ambar 3.A. 6llustrasi "atolit ;erbentuknya sebuah batolit biasanya bersaman dengan pembentukan pegunungan. "agian atas dari batolit berbentuk kubah yang tidak teratur dan dinding samping dari batuan ini biasanya uram sekali. Massa batuan demikian mempunyai sebaran luas ke arah bawah dan ke arah samping, tetapi dasarnya tidak pernah tampak. )usunan batuan ini biasanya bersi*at granit atau granodiorit. "atolit mempunyai ukuran yang besar, misalnya batolit di 5laska "ritish <olombia pan0angnya kira/kira 1.2(> mil dan lebarnya kira/kira (> mil. .i 6ndonesia batolit dikenal di pegunungan ) hwaner, Kalimantan, masi* )ulan di 9ampung dan masi* "engkunat di )umatera )elatan (luas permukaan kira/kira 2+> km2). .engan ara bagaimana batolit itu terbentuk tidak diketahui dengan pasti. 5nggapan lama mengatakan bahwa batolit ter0adi karena pengisian tempat/tempat kosong dalam kerakbumi. Kekosongan ini disebabkan oleh proses lipatan dan sesar. Memang pada umumnya batolit mengikuti bidang/bidang yang lemah dalam kerak bumi. 1ang men0adi masalah sekarang ialah, apakah massa batuan itu membuat ruang dalam kerak bumi dengan 0alan menghan urkan dan menelan batuan yang diterobos itu ataukah dengan 0alan mendorong batuan sekelilingnya ke samping dan ke atas. )ebagian pakar berpendapat bahwa magma sanggup men ari 0alan ke atas dengan melebur batuan yang dilalui ke dalam magma. %roses demikian memerlukan panas lokal yang sangat tinggi, yang belum pernah dilihat. Keberatan teori ini ialah bahwa sebagai akibat dari proses penelanan ialah magma itu akan berubah susunannya dan akan menghasilkan batuan yang berbeda/beda. 5kan tetapi kenyataannya sebagian terbesar batolit menun0ukkan susunan batuan yang agak sama. 3adi masa yang serbasama dari batolit tidak o ok dengan teori asimilasi. ;eori lain menerangkan ter0adinya batolit dengan 0alan Dmagmati stopingD. "atuan yang terdapat pada bagian atas dari batolit akan terpe ah belah oleh adanya ekspansi panas dan keratan/keratan batuan ini akan dipisahkan satu dengan yang lain oleh peresapan gas dan lidah/lidah magma yang memasuki retak/retak dalam kerak bumi. "ongkah/bongkah batuan kemudian akan tenggelam ke dalam magma. Menurut penganut paham ini maka proses demikian dapat dilihat pada tepi badan/badan batolit yang biasanya mempunyai bentuk yang tidak teratur serta terdapatnya batuan asing atau Eenolit pada bagian atas batolit. Makin ke dalam maka batuan asing itu akan berkurang dan lambat laun tidak ditemukan lagi. %roses yang dikemukakan di atas 0uga mengandung beberapa keberatan. 3ika magma yang biasanya besi*at granit itu naik ke atas, maka kadang/kadang magma dapat menembus men apai permukaan bumi dan membentuk gunung api yang menghasilkan batuan riolit ataupun batuka a.
Han d Out ini dis u s u n ha n y a unt u k b a h a n kulia h Pro g r a m Stu di D3 Te k n i k Pert a m b a n g a n Jur. Sipil FT UNP. 3(

.alam hal ini batuan riolit seharusnva merupakan batuan leleran yang terbanyak. ;etapi menurut penyelidikan maka batuan leleran yang terbanyak mempunyai susunan basal meskipun batuan dalam sebagian besar terdiri dari batuan granit. %ada umumnya batuan endapan yang terletak di sekitar batolit tidak menun0ukkan ge0ala/ge0ala dislokasi yaitu ge0ala perubahan dari posisi mendatarnya bantuan endapan. meskipun batuan itu dimasuki oleh suatu massa yang besar. )ebagian besar para ahli beranggapan bahwa pada hakikatnya batuan asal itu masih ada pada tempatnya semula dan batuan itu dapat berubah men0adi batuan yang menyerupai granit karena batuan samping itu dimasuki gas dan larutan air sehingga mengubah susunan batuannya karena penambahan dan pengurangan bahan yang ada, sehingga terbentuklah batuan yang bersi*at granit. )uatu anggapan yang lebih ekstrim berpendapat bahwa ter0adinya batuan granit pada batolith disebabkan oleh pertukaran atom/atom dalam keadaan padat. STOCK atau BOSS Merupakan massa batuan beku yang diintrusikan, bentuknya tidak rata, membulat, membeku di bawah permukaan bumi dan tersingkap karena erosi, berukuran dari beberapa ratus kaki hingga beberapa mil. .isebut 0uga sebagai batolit yang berukuran ke il. .ilihat dari penampang horisontal bentuknya kurang lebih bulat hingga bulat pan0ang.

.. Struktur Batuan Beku


1ang dimaksud dengan istilah struktur batuan beku adalah bentuk/bentuk batuan beku dalam ukuran yang besar, seperti lava bongkah, lava berbentuk tali, lava bantal, struktur aliran, struktur kekar, struktur vesikular dan !a"#$daloid!. La%a bon$ka& dan la%a b'rb'ntuk tali , seperti telah disebut di depan bahwa lava yang keluar di permukaan bumi, pada bagian permukaannya membeku lebih dahulu, tetapi bagian dalamnya masih tetap panas bahkan mungkin masih mengalir. .engan demikian bagian permukaan yang telah membeku akan dihan urkan oleh arus yang mengalir di dalamnya dan terbentuklah apa yang disebut lava bongkah. 5pabila lava itu kental dan permukaannya yang belum membeku seluruhnya akan dikerutkan oleh lava yang masih mengalir di bawahnya maka tebentuklah lava yang berbentuk tali, disebut 0uga pahuhu lava. Struktur aliran, yang diekstrusikan tidak ada yang selalu dalam keadaan sangat homogen. 5danya perubahan sedikit demi sedikit dalam komposisinya, kadar gas, kekentalan dari dera0at kristalissi menyebabkan terbentuknya struktur aliran yang digambarkan dengan adanya goresan berupa garis/garis yang se0a0ar, perbedaan warna dan tekstur. )truktur aliran ini 0uga di0umpai pada batuan dalam di mana perlapisan/perlapisan digambarkan oleh perbedaan/perbedaan dalam komposisi atau tekstur mineralnya. Mineral dalam batuan yang mempunyai bentuk meman0ang atau pipih akan ondong untuk mengarah men0adi se0a0ar dengan arah aliran. Struktur bantal ()illo* stru+tur',, adalah struktur yang dinyatakan pada batuan ekstrusi tertentu, yang di irikan oleh masa yang berbentuk bantal dengan ukuran garis tengah antara beberapa m hingga satu meter dan umumnya antara 3> hingga +> m. 3arak antar bantal adalah berdekatan dan terisi oleh bahan/bahan yang berkomposisi sama dengan bantal dan 0uga oleh sedimen/sedimen klastik. Karena adanya sedimen klastik ini maka struktur bantal dapat dianggap terbentuk dalam air, dan umumnya terbentuk di laut dalam. Struktur %'sikular dan a"#$daloid. umumnya lava yang banyak mengandung gas akan segera dilepaskan setelah tekanan menurun karena naiknya lava di permukaan bumi. Keluarnya gas ini akan menghasilkan lubang/lubang atau gelembung/gelembung yang bentuknya bulat lon0ong, silinder atau tak teratur. ;erak (s oria atau slag) adalah lava yang banyak sekali mengandung luban/lubang gas yang tak teratur bentuknya. Kadang/kadang pada dasar dari aliran lava terdapat gelembung/gelembung berbentuk silinder yang tegak lurus aliran lava. #al ini
Han d Out ini dis u s u n ha n y a unt u k b a h a n kulia h Pro g r a m Stu di D3 Te k n i k Pert a m b a n g a n Jur. Sipil FT UNP. 3+

kemungkinan terbentuk karena gas itu dilepaskan dari sedimen yang di bawahnya karena adanya panas dari lava itu. 5pabila lubang/lubang gas yang terdapat dalam lava terisi oleh mineral/mineral sekunder maka terbentuklah struktur FamygdaloidG, dan batuannya sendiri disebut DamygdaloidD. Mineral/mineral yang mengisinya terdiri dari kalsit, silika atau Ceolit. Struktur k'kar, kekar adalah bidang/bidang pemisah yang terdapat dalam semua 0enis batuan beku, disebut 0uga diaklas atau retak/retak. .iaklas atau retak/retak ini disebabkan oleh proses pendinginan, tetapi ada pula retak/retak yang disebabkan oleh gaya di dalam kerak bumi yang berlaku lama sesudah batuan itu membeku. .ari pengamatan di lapangan menun0ukkan bahwa diaklas ini tersusun dalam sistem tertentu yang berpotongan satu dengan yang lain. 7etakan ada yang memotong se0a0ar dengan permukaan bumi, retakan yang se0a0ar dengan permukaan bumi akan menghasilkan struktur berlapis, sedangkan yang tegak lurus dengan permukaan bumi akan menghasilkan struktur bongkah. %erlapisan/perlapisan itu umumnya akan makin tipis pada bagian yang mendekati permukaan bumi. 5da pula retakan yang berbentuk bola (spheroidal 0oint) adalah hasil retakan yang konsentris dan membulat atau ellip. =mumnya terdapat pada batuan beku yang kompak dan homogen misalnya basal. Kadang/kadang retakan yang berbentuk bola ini dikelirukan dengan struktur bantal. Masing/masing bagian retakan akan berkembang selama ter0adi pelapukan membulat (speroidal weathering), sehingga berturut/turut akan terlepas dan dipisahkan umumnya akan terbentuk bongkah yang bulat terkumpul di tempat. 7etakan dapat pula membentuk kolom/kolom yang dikenal dengan struktur kekar meniang ( olumnar 0ointing). )truktur ini disebabkan karena adanya pendinginan dan penyusutan yang merata dalam magma dan di irikan oleh berkembangnya empat, lima atau enam sisi prisma, kemungkinan 0uga dipotong oleh retakan yang menyilang. Hu0ud ini terutama terdapat pada batuan basal, tetapi kadang/kadang 0uga batuan beku 0enis lainnya. Kolom/kolom ini berkembang tegak lurus pada pennukaan pendinginan, sehingga pada sill atau lava aliran, mereka akan berdiri vertikal sedangkan pada retas kurang lebih akan horisontal. .emikian retakan/retakan yang terdapat pada batuan beku merupakan si*at yang sangat menguntungkan karena memudahkan kita untuk mengambilnya meskipun batuan beku tergolong batuan yang keras. ;etapi sebaliknya diklasi*ikasi 0uga dapat menimbulkan kesukaran apabila kita menghendaki masa batuan yang besar.

/. Deskripsi Batuan Beku


=ntuk lebih 0elas dalam memberikan atau mendeskripsikan batuan beku dalam hubungannya dengan penggolongan batuan beku, maka di bawah ini diberikan deskripsi se ara umum dari 0enis/0enis batuan beku dengan disertai persentase se ara umum dari komposisi mineral pem/ bentuk batuannya. GRA IT "atuan beku asam, batuan dalam atau disebut batuan plutonik, bertekstur holokristalin, *eneritik, berbutir kasar, mengandung mineral/ mineral: Kuarsa : 1> !>B @elspar kalium : 3> +>B %lagioklas natrium : > 3( B Mineral ma*is (biotit, horenblenda) : 3( 1> B
Han d Out ini dis u s u n ha n y a unt u k b a h a n kulia h Pro g r a m Stu di D3 Te k n i k Pert a m b a n g a n Jur. Sipil FT UNP. 3,

5pabila 0umlah mineral plagioklas melebihi 0umlah mineral *elspar kalium, batuan disebut granodiorit, dan dengan berkurangnya 0umlah mineral kuarsa, batuan men0adi sianit. $ranit terbentuk sebagai batuan dalam dan batuan gang dalam bentuk batolit atau Dsto kG dan 0uga bentuk lainnya. .i 6ndonesia batuan granit banyak terdapat di )umatera, Kalimantan, )ulawesi, dan tempat/tempat lain. RIOLIT "atuan leleran (lelehan) dari granit, berbutir halus, bertekstur holokristalin hingga hipokristalin (sebagian kristal dan sebagian ka a), a*anitik. Mempunyai komposisi mineral yang sama dengan granit. 7iolit terbentuk sebagai batuan gang dan batuan leleran dalam bentuk retas, sill, dan aliran. SIA IT "atuan dalam berbutir kasar, bertekstur holokristalin, *aneritik, mengandung mineral: @elspar kalium %lagioklas natirum Mineral ma*is (biotit, am*ibola, piroksen) : 3> ->B : ( 2(B : !> 1>B

5pabila 0umlah mineral kuarsa antara (1> B umumnya batuan disebut sianit kuarsa. )ianit merupakan batuan yang langka dan terbentuk sebagai batuan dalam dan batuan gang dalam bentuk Dsto kD, retas dan sill. TRAKIT"atuan leleran (lelehan) dari sianit, berbutir halus, bertekstur holokristalin hingga hipokristalin, a*anitik, mengandung mineral: @elspar kalium : !( ->B %1agioklas natrium : 2( ( B Mineral ma*is (biotit, am*ibol, piroksen) : 3> 1> B 5pabila 0umlah mineral plagioklas bertambah batuan disebut latit. .an apabila 0umlah mineral kuarsa bertambah batuan disebut latit kuarsa. ;rakit terbentuk sebagai batuan leleran dan batuan gang. =mumnya trakit dapat dikenal dari *enokrisnya yang terdiri dari mineral sanidin. SIA IT EFELI "atuan dalam berbutir kasar, bertekstur holokristalin, *aneritik, mengandung mineral: @elspar alkali : 3( ->B @lespartoid (ne*elin) : 1> !(B %lagioklas natrium : ( !( B Mineral Ma*is (biotit, am*ibol, piroksen) : +( 1>B "atuan sianitne*lin tidak umum bertekstur por*iri, tetapi batuan sianit *oida lainnya umum bertekstur por*iri dan mineral yang umum sebagai *enokris adalah: sanidin, ortoklas, am*ibol, piroksen dan biotit, sedang yang tidak umum sebagai *enokris adalah: sanidin, ortoklas, am*ibol, piroksen dan biotit, sedang yang tidak umum sebagai *enokris adalah olivin, leusit, ne*elin, sodalit,
Han d Out ini dis u s u n ha n y a unt u k b a h a n kulia h Pro g r a m Stu di D3 Te k n i k Pert a m b a n g a n Jur. Sipil FT UNP. 3-

apatit dan magnetit. "atuan sianit ne*elin terbentuk sebagai Dsto kD, lakolit, retas, dan sill. )ianit ne*elin merupakan batuan yang langka di alam. FO OLIT "atuan leleran (lelehan) dari sianit ne*elin, berbutir halus. Komposisi mineralnya adalah sebagai berikut: @elspar alkali : 1( ,(B @lespatoid : 1> !>B %lagioklas natrium : > 3>B Ma*is mineral : 3( 1>B "atuan *onolit terbentuk sebagai batuan leleran (9elehan) dan batuan gang dalam bentuk retas, sill, konolit dan aliran. @onolit merupakan batuan yang langka di alam. <atatan: adalah kumpulan se0umlah mineral yang disebut 0uga mineral pengganti *elspar atau *elspatoid, terdiri dari mineral: leusit, ne*elin, kankrinit, sodait, hauyne, melilit. MO SO IT "atuan dalam berbutir kasar, bertekstur holokristalin, *aneritik, mengandung mineral: @elspar kalium (umumnya ortoklas) : !( 2>B %lagioklas natrium (andesin, oligoklas) : (> 3>B Mineral ma*is (biotit, horenblenda, augit) : 3>B 5pabila *elspar kalium bertambah sehingga melebihi 0umlah plagioklas natrium batuan disebut sianit. ;etapi kalau *elspar kalium berkurang batuan men0adi diorit. .emikian dengan hadirnya kuarsa maka batuan men0adi granodiorit. Monsonit terbentuk sebagai Dsto kG, retas, lakolit dan sill. Monsonit merupakan batuan yang langka di alam. LATIT "atuan leleran (9elehan) dari monsonit, berbutir halus disebut 0uga trakit andesit, mempunyai komposisi mineral yang sama dengan monsonit, terbentuk sebagai aliran dan 0arang sebagai intrusi. GRA O.IORIT "atuan dalam berbutir kasar, bertekstur holokristalin, *aneritik, mengandung mineral: @elspar kalium : 2> !>B %lagioklas natrium : 2( !(B Kuarsa : 3( 1>B Ma*is mineral (biotit, am*ibola) : +( 1>B $ranodiorit adalah batuan dimana mineral plagioklasnya sebanding atau melebihi 0umlah mineral *elspar kalium. ;etapi apabila *elspar kalium 0auh lebih banyak dari plagloklas batuan disebut granit dan apabila *elspar kalium terdapat dalam 0umlah sedikit sebagai mineral pengikut maka batuan disebut diorit kuarsa atau *onalit. "erdasarkan kadar kuarsanya maka granodiorit merupakan bentuk transisi antara granit dan diorit. $ranodiorit banyak terdapat di alam dalam bentuk batolit, sto k, sill dan retas. .i 6ndonesia batuan granodiorit banyak terdapat di "ukit "arisan, )umatera. .IORIT KUARSA (TO ALIT,Han d Out ini dis u s u n ha n y a unt u k b a h a n kulia h Pro g r a m Stu di D3 Te k n i k Pert a m b a n g a n Jur. Sipil FT UNP. 3A

"atuan dalam berbutir kasar, bertekstur holokristalin, *aneritik, mengandung mineral: %lagioklas natrium (oligoklas, andesin) : (> ->B Kuarsa : 3( 1>B Mineral Ma*is (biotit, horenblenda) : 3( 1>B 5pabila mineral *elspar kalium merupakan mineral utamanya, maka batuannya disebut dengan granodiorit, tetapi apabila mineral kuarsa berkurang batuan disebut dengan diorit. .i 6ndonesia batuan ini banyak terdapat di "ukit "arisan, )urnatera. dan di 3awa terdapat di "anten, %ekalongan dan "anyumas. .ASIT"atuan leleran (lelehan) dari granodiorit, berbutir halus, bertekstur holokristalin hingga hipokristalin. %ada umumnya bertekstur por*iri, plagioklas biasanya sebagai penokris. =mumnya berkomposisi seperti diorit/kuarsa. .IORIT "atuan dalam berbutir kasar, bertekstur holokristalin, *aneritik, mengandung mineral: %lagioklas (oligoklas dan andesin) : (( ,>B Mineral ma*is (hornblenda atau biotit) : !> 2(B 5pablia rata/rata plagioklasnya lebih basa dari andesit, maka batuan enderung sebagai gabro, tetapi apabila kuarsa men0adi mineral utamanya, maka batuan tersebut disebut dengan tonalit atau diorit/kuarsa. .iorit yang mengandung mineral *elspatoid. .i 3awa diorit banyak di0umpal di daerah %emalang dan sekitar "an0arnegara (3ateng). A .ESIT "atuan lelehan dari diorit, berbutir halus, bertekstur holokristalin hingga hipokristalin. =mumnya mempunyai komposisi mineral seperti diorit. 5ndesit terbentuk sebagai batuan lelehan dan batuan gang dalam, bentuk aliran, sill, retas, teras gunung berapi, badan intrusi lain yang ke il dan 0uga sebagai piroklastlk. $unung berapi di 6ndonesia pada umumnya menghasilkan batuan andesit. "atuan andesit yang banyak mengandung hornblenda disebut dengan andesit/hornblenda, sedangkan yang banyak mengandung, piroksin disebut dengan andesit/piroksin. GABRO "atuan dalam berbutir kasar hingga sedang, bertekstur holokristalin, *aneritik, mengandung mineral: %lagioklas (labradorit, bitownit) : ,> !(B Mineral ma*is (augit,hiperstin,hornblenda) : 2( (>B 5pablia piagloklasnya kurang basa dari labradorit, maka batuannya disebut dengan doirit. $abro terbentuk sebagai tubuh intrusi dan merupakan batuan yang umum terdapat dimana/mana, berwarna hitam karena sebagian besar mineral penyususnnya adalah piroksin dan olivin. .i %ulau 3awa batuan ini terdapat di )elatan <iletuh, %egunungan 3iwo, )erayu dan %emalang. BASALT "atuan lelehan dari gabro, berbutir halus, bertekstur hipokristalin dengan massa dasar a*anitik, mengandung mineral: %lagioklas (labradorit) : !> +>B Mineral ma*is(klinopirksin, olivin) : (( 3(B
Han d Out ini dis u s u n ha n y a unt u k b a h a n kulia h Pro g r a m Stu di D3 Te k n i k Pert a m b a n g a n Jur. Sipil FT UNP. !>

)ebagian berupa batuan lelehan atau lava, basal 0uga merupakan batuan piroklastik. Komposisi rata/rata dari mineral plagioklas adalah labradorit atau lebih basa. "asal umumnya berwarna hitam karena kaya akan unsur/unsur besi dan magnesium, umumnya bertekstur por*iri. )ebagai peniokris umumnya bertekstur visikular. $unung api di 6ndonesia umumnya menghasilkan batuan basalt. .i )ukadana (9ampung) terdapat sebaran batuan basalt yang ukup luas. .IABAS (.OLERIT, "atuan intrusi, bertekstur holokristalin, umumnya berwarna gelap, mengandung mineral: %lagioklas (labradorit, bitownit) : 3> ,>B Mineral ma*is (piroksin, olivin) : +( 2(B .iabas dibedakan dari gabro terutama dari teksturnya yang khas dan 0umlah piroksinnya enderung lebih sedikit. .iabas terbentuk sebagai sill, retas dan lo*olit. .i daerah Kebumen (3awa ;engah) diabas terdapat di sekitar 9aboratorium "atuan di Karangsambung, 3awa ;engah.

PERI.OTIT 5dalah kelompok batuan ultrabasa bertekstur holokristalin, mengandung mineral: Mineral ma*is(olivin, piroksin, hornblenda) Mineral bi0ih (magnetit, ilmenit, kromit) %lagioklas kalsium : -( A(B : 1> 3B : (B

5pabila komposisinya hanya terdiri atas olivin, maka batuan dinamakan dunit. Kalau hanya terdiri dari piroksin, maka batuan disebut den ganpiroksenit. %eridotit terbentuk sebagai la*olit dan lempengan yang tebal. 4leh pengaruh larutan panas, maka peridotit dapat berubah men0adi silikat magnesium yang mengandung air, yaitu: serpentin dan salah satu 0enis mineral ini adalah krisotil. Mineral krisotil dalam bentuk serat/serat halus disebut dengan asbestos. 5sbestos yang berserat pan0ang sangat disukai dalam dunia industri karena dapat digunakan sebagai bahan penahan panas dan 0uga digunakan untuk peralatan listrik. .i 6ndonesia bahan ini terdapat banyak di )ulawesi, #almahera dan 0uga di Kalimantan ;angah. )erpentin adalah kumpulan dari se0umlah mineral yang terdiri dari antogorit, krisotil, perknit dan glaukonit. OBSI.IA (BATUKACA, 5dalah gelas alam yang dapat terbentuk 0ika magma yang men apai permukaan bumi membeku dengan epat sehingga tak mempunyai susunan dan bangun kristal tersendiri (amor*). "atuka a dapat bersi*at riolitik, dasitik, trakitik, andesitik dan basaltik si*at tersebut sangat tergantung kepada si*at/si*at magma yang membentuknya. Harna dari batuan ka a biasanya tidak berwarna hingga berwarna kelabu dan oklat. Harna tidak ditentukan oleh kompisisinya, misalnya yang benyarna hitam mungkin bersi*at riolitik atau basaltik. Karena batuka a terbentuk dari magma yang men apai permukaan bumi, maka batu ka a banyak terdapat di sekitar gunung api. BATUAPU G %ada umumnya setelah airan lava yang mengandung banyak gas itu men apai permukaan bumi, maka gas yang dikandungnya akan segera dilepaskan. .engan keluarnya gas dari airan lava akan menimbulkan lubang/lubang atau gelembung pada lava yang telah membeku. Kemung/ kinan lubang/lubang itu berbentuk bola, ellips, silinder atau bentuk lainnya yang tidak teratur.
Han d Out ini dis u s u n ha n y a unt u k b a h a n kulia h Pro g r a m Stu di D3 Te k n i k Pert a m b a n g a n Jur. Sipil FT UNP. !1

"atuapung dapat pula dibuat dengan ara memanaskan batuan obsidian pada suhu A-> o< sehingga gasnya keluar. Karena batuannya berpori (porus) maka dapat digunakan sebagai isolator untuk peredam suara dan penahan suhu tinggi. .i 6ndonesia batu apung yang terkenal dihasilkan oleh $unung Krakatau, $unung 7in0ani dan ;ambora. PEGMATIT 5dalah batuan beku yang istimewa dengan ukuran kristal yang besar, bergaris tengah 1 m atau lebih. %egmatit terbentuk pada bagian atas dari batuan magmatik 0auh di dalam bumi yaitu beberapa kilometer dari permukaan bumi dimana tekanan dari luar ukup besar untuk menahan unsur/unsur gas dalam magma. )ebagai tubuh bumi, pegmatit terbentuk sebagi teras, lensa atau urat/urat yang tidak teratur bentuknya, kadang/kadang sebagai sto k. =rat pegmatit dapat mempunyai ketebalan beberapa meter dan pan0angnya men apai ratusan meter. ;ubuh pegmatit umumnya dikelilingi oleh batuan induknya, komposisinya berma am/ma am dari ultra basa hingga asam. ;etapi umumnya terbentuk dalam batuan asam dan yang terbentuk dalam batuan basa sangat sedikit. Komposisi pegmatit berbeda sedikit dengan batuan induknya. "anyak pegmatit memperlihatkan struktur Cona dan sebaran mineralnya kurang teratur. <ontoh: pegmatit dari MurCinka (dari =ral di 7usia). "agian luar dari Cona pegmatit yaitu kontak dengan granit yang mengelilinginya terdiri dari batuan yang berwarna terang (aplit), ke arah tengah men0adi Cona granit gar*it (pertumbuhan bersama dari *elspar dan kuarsa), kemudian Cona *elspar dan kuarsa yang berbutir kasar. .i bagian tengah dari Cone retas pegmatit terdapat rongga/rongga dimana pada bagian dinding/dindingnya ber0a0ar kristal yang berukuran besar, terdiri dari kristal batuan, topas dan batu permata lainnya.

0. Ke!unaan Batuan Beku


;idak semua batuan dapat men0adi bahan galian tambang yang mempunyai nilai ekonomi. #al ini sangat tergantung kepada si*at, komposisi mineral, kekuatan *isik, daya tahan, ara penggaliannya, pengolahan dan transportasinya. )ebagai bahan bangunan, batuan pada umumnya digunakan sebagai bahan mentah, tetapi ada 0uga yang perlu diproses lebih lan0ut misalnya dipotong dan dipoles dibuat ukuran tertentu untuk digunakan sebagai batu giling dan dapat digunakan untuk pengeras 0alan atau ampuran beton. Karena tiap 0enis batuan mempunyai si*at dan komposisi mineral tertentu, maka tidak semua 0enis batuan dapat digunakan untuk semua 0enis peker0aan sehingga dengan demikian tiap 0enis batuan mempunyai kegunaan sendiri tergantung dari si*at tiap batuan tersebut. misalnya: a. "atuan yang mempunyai kerapatan tinggi dan tidak porus sangat baik untuk keperluan peker0aan di laut. b. "atuan yang tidak terpengaruh oleh asam baik untuk digunakan di daerah industri. . "atuan yang berat, keras dan mempunyai daya tahan yang besar sesuai untuk digunakan sebagai *ondasi bangunan, pengeras 0alan dan 0uga bahan lantai. d. "atuan yang mempunyai warna indah dan tidak porus dapat digunakan untuk pelapis dinding atau lantai. e. "atuan yang lunak dan ringan dapat digunakan untuk membuat patung. *. "atuan yang umumnya mempunyai berat 0enis sekitar 2.+ baik untuk digunakan sebagai bahan peker0aan teknik berat. g. .ari beberapa hasil penelitian menun0ukkan bahwa batuan yang paling baik untuk pengeras 0alan raya adalah batuan yang mempunyai si*at/si*at berikut: h. "atuan harus kristalin i. ;ekstur harus ekuiangular (besar butir sama) 0. )emua mineral penyusun batuan harus mempunyai kekerasan yang sebanding (homogen) k. "atuan harus segar dan tidak berubah.
Han d Out ini dis u s u n ha n y a unt u k b a h a n kulia h Pro g r a m Stu di D3 Te k n i k Pert a m b a n g a n Jur. Sipil FT UNP. !2

l. m.

"obot 0enis tinggi "atuan tidak berpori.

%ada umumnya batuan beku memenuhi persyaratan untuk keperluan pengeras 0alan. "eberapa 0enis batuan beku yang banyak digunakan untuk bahan bangunan dalam hubungannya dengan berbagai 0enis peker0aan adalah: #1AN2T $ranit mempunyai bobot 0enis antara 2,+3 hingga 2,,(, sehari/hari granit digunakan di berbagai lapangan antara lain untuk *ondasi, galangan kapal, dermaga, pengeras 0alan dan bahan bangunan lainnya. $ranit yang terdapat di alam umumnya mengandung retakan/retakan yang disebut diaklas. )i*at demikian kadang/kadang sangat menguntungkan karena memudahkan penambangannya meskipun batuan ini tergolong batuan yang keras. ;etapi banyaknya retakan dalam batuan dapat pula menimbulkan kesukaran apabila kita menginginkan massa yang besar. $ranit banyak digunakan untuk menun0ang pembangunan teknik sipil yang memerlukan konstruksi masi*. $ranit dapat dipoles untuk lantai dan dekorasi. $ranit mempunyai variasi warna yang indah. GRA O.IORIT Kegunaannya sama dengan granit GABRO "erat 0enis 2,A3,21, digunakan untuk pondasi, pengeras 0alan dll, keistimewaannya gabro berwarna hitam kristalin, yang dipoles sangat disukai karena warnanya hitam baik untuk dekorasi. .IABAS (.OLERIT, =mumnya berwarna gelap, keistimewaannya sebagai pengeras 0alan raya adalah mempunyai daya rekat yang baik dengan aspal D2O12T "erat 3enis 2,-( / 3, dapat digunakan untuk pengeras 0alan, pondasi dan lain/lain. A .ESIT "anyak terdapat di 6ndonesia, digunakan untuk pengeras 0alan dan bahan bangunan lainnya. 5ndesit yang mempunyai struktur lembar dapat digunakan sebagai batu tempel untuk dinding bagian luar. BASAL "erat 0enis 2,A / 3,1. "atuan berwama hitam, kegunaannya sama dengan andesit yaitu sebagai pengeras 0alan, bendungan, landasan 0alan kereta api, 0embatan, tembok dll. "asal yang berstuktur lembar banyak ditgunakan sebagai batu tempel. BATUKACA (OBSI.IA , "erat 3enis 2,3! / 2,,. "atuka a umumnya digunakan untuk dekorasi. "atuka a yang dihan urkan dengan ukuran ke il di ampur dengan semen dapat dibuat sebagai granit buatan. .i Caman purba batuan ini banyak digunakan untuk membuat mata lembing, mata panah dll.

Han d Out ini dis u s u n ha n y a unt u k b a h a n kulia h Pro g r a m Stu di D3 Te k n i k Pert a m b a n g a n Jur. Sipil FT UNP.

!3