Anda di halaman 1dari 35
TUMORTUMOR HIDUNGHIDUNG DANDAN SINUSSINUS PARANASALPARANASAL Prof.dr.Abd. Rachman S, SpTHT-KL(K)
TUMORTUMOR HIDUNGHIDUNG DANDAN
SINUSSINUS PARANASALPARANASAL
Prof.dr.Abd. Rachman S, SpTHT-KL(K)
• Tumor jinak sering ditemukan, sedangkan tumor ganas jarang ± 3% dari tumor kepala leher
• Tumor jinak sering ditemukan, sedangkan tumor
ganas jarang ± 3% dari tumor kepala leher &
1% dari seluruh keganasan.
• Gejala klinis tumor jinak dan tumor ganas dini
mirip dengan rinitis atau sinusitis, yang
menentukan jenisnya histopatologi.
• Etiologi pasti ? Diduga zat hasil industri, zat
kontras pada radiologi dan sinusitis kronis.
• Pengobatan tumor jinak ekstirpasi sebersih
mungkin, pada yang ganas operasi, radioterapi
& kemoterapi.
• Prognosis : tergantung stadium dan perluasan
tumor.
ANATOMIANATOMI
ANATOMIANATOMI
TUMOR JINAK * Polip * Papiloma * Hemangioma * Osteoma
TUMOR JINAK
* Polip
* Papiloma
* Hemangioma
* Osteoma
Tumor jinak rongga hidung 1. Hemangioma * Mudah berdarah * Hemangioma : - Kapilare -
Tumor jinak rongga hidung
1. Hemangioma
* Mudah berdarah
* Hemangioma : - Kapilare
- Kavernosum
- Perisitoma
* Gejala :
- Hidung tersumbat
- Epistaksis unilateral
* Pemeriksaan : - Massa merah - kehitaman - Konsistensi lunak - Terikat pada septum
* Pemeriksaan :
- Massa merah - kehitaman
- Konsistensi lunak
- Terikat pada septum nasi
- Bertangkai
* Pengobatan ==> Elektrokoagulasi
2. PAPILLOMA * Lokasi : - Nasal vestibuli - Mukosa hidung - Bawah konka *
2. PAPILLOMA
* Lokasi :
- Nasal vestibuli
- Mukosa hidung
- Bawah konka
* Tidak bertangkai
* Konsistensi :
- Keras
- Lunak ( Inverted papilloma )
* Seperti polip
* Epistaksis
* Dapat menjadi maligna
* Gejala : - Obatruksi hidung - Epistaksis * Pemeriksaan : Rinoskopi anterior ==> Epistaksis
* Gejala :
- Obatruksi hidung
- Epistaksis
* Pemeriksaan :
Rinoskopi anterior ==> Epistaksis
* Pengobatan : Operasi
3. OSTEOMA * Dijumpai : - Sinus frontal - Sinus maksilaris * Keluhan : -
3. OSTEOMA
* Dijumpai : - Sinus frontal
- Sinus maksilaris
* Keluhan : - Lokasi
- Tersumbatnya duct. Nasofrontalis
* Sifat :
- Osteoma sinus frontalis ==> Orbita
- Belakang ==> Meningitis
TUMORTUMOR GANASGANAS KEKERAPANKEKERAPAN • Tumor ganas jarang : 3% tumor ganas kepala leher dan 1%
TUMORTUMOR GANASGANAS
KEKERAPANKEKERAPAN
• Tumor ganas jarang : 3% tumor ganas kepala
leher dan 1% tumor ganas tubuh
• Lokasi : ♦ sinus maksila : 65 - 80%
♦ rongga hidung : 30%
♦ sinus etmoid
:
10%
♦ sinus sfenoid & frontal : < 1%
• Insiden di Jepang
: 2 per 100.000
Indonesia : 9,3-25,3 % keganasan
THT (Rifki)
• LK : Pr = 2 : 1 ; Umur : 40 -60 tahun
ETIOLOGIETIOLOGI • Pasti : belum diketahui • Diduga: Terpapar zat industri: debu nikel, debu kayu,
ETIOLOGIETIOLOGI
• Pasti : belum diketahui
• Diduga:
Terpapar zat industri: debu nikel, debu kayu,
kulit, formaldehid, kromium, tekstil, isopropil
alkohol (Roush,1990)
Thoratrast (zat kontras pem. Radiologi)
Lingkungan industri mebel, tekstil, sepatu
Tembakau, alkohol, makanan diasap(diasin),
sinusitis kronis adalah faktor predisposisi
PATOLOGIPATOLOGI • Paling sering : karsinoma sel skuamosa (80%), disusul limfoma malignum (10-20%), adenokarsinoma
PATOLOGIPATOLOGI
• Paling sering : karsinoma sel skuamosa (80%),
disusul limfoma malignum (10-20%),
adenokarsinoma (6-10%), adenokistik (3-5%),
yang lain < 1%
• Tumor pada Hidung dan SPN :
* Jinak
Epitelial
Non Epitelial
* Ganas
HISTOPATOLOGIHISTOPATOLOGI :: Epitelial Tumor: karsinoma sel skuamosa kanker kelenjar liur adenokarsinoma adeno
HISTOPATOLOGIHISTOPATOLOGI ::
Epitelial Tumor:
karsinoma sel skuamosa
kanker kelenjar liur
adenokarsinoma
adeno cystic karsinoma
undifferentiated karsinoma
SoftSoft--tissuetissue tumortumor :: malignantmalignant lympomalympoma kondosarkomakondosarkoma
SoftSoft--tissuetissue tumortumor ::
malignantmalignant lympomalympoma
kondosarkomakondosarkoma
osteosarkomaosteosarkoma
hemangioperisitomahemangioperisitoma
rabdomiosarkomarabdomiosarkoma
leiomyosarkomaleiomyosarkoma
fibrosarkomafibrosarkoma
angiosarkomaangiosarkoma
MiscellaneusMiscellaneus tumortumor::
malignantmalignant melanomamelanoma
esthesioneuroblastomaesthesioneuroblastoma
TumorTumor jinakjinak :: invertedinverted papiloma,papiloma, displasiadisplasia
fibrosa,fibrosa, atauatau ameloblastomaameloblastoma klinisklinis ganasganas
GEJALAGEJALA KLINISKLINIS • Gejala : asal primernya & perluasannya. • Mirip rinitis atau sinusitis kronis
GEJALAGEJALA KLINISKLINIS
• Gejala : asal primernya & perluasannya.
• Mirip rinitis atau sinusitis kronis
• Sebagian besar : hidung tersumbat unilateral
Gejala tergantung dari perluasan tumor :
1. Gejala nasal
2. Gejala orbital
3. Gejala oral
4. Gejala fasial
5. Gejala Intrakranial
DIAGNOSISDIAGNOSIS • Anamnesis • Pemeriksaan Fisik • Pemeriksaan Penunjang: ♦ Foto rontgen sinus para nasal
DIAGNOSISDIAGNOSIS
• Anamnesis
• Pemeriksaan Fisik
• Pemeriksaan Penunjang:
♦ Foto rontgen sinus para nasal
♦ Ct-scann
♦ MRI
♦ Laboratorium : fungsi hati (metastase jauh)
• Biopsi : caldwell luc
Diagnosis : Radiologi (Ct-scann) + Biopsi
KLASIFIKASIKLASIFIKASI KLINISKLINIS DANDAN STADIUMSTADIUM • Kalsifikasi klinis : 1. Klasifikasi Ohngren :
KLASIFIKASIKLASIFIKASI KLINISKLINIS DANDAN STADIUMSTADIUM
• Kalsifikasi klinis :
1. Klasifikasi Ohngren :
Infrastruktur
Suprastruktur
2. Klasifikasi Lederman :
Suprastruktur :
- Etmoidal labirin
- Sinus frontalis
- Sinus sfenoid
- Bagian olfactory (di atas konka media)
MesostrukturMesostruktur :: -- SinusSinus maksilamaksila -- VestibulumVestibulum -- DindingDinding septumseptum
MesostrukturMesostruktur ::
-- SinusSinus maksilamaksila
-- VestibulumVestibulum
-- DindingDinding septumseptum laterallateral
-- konkakonka inferiorinferior
InfrastrukturInfrastruktur ::
-- DasarDasar sinussinus MaksilaMaksila
-- DasarDasar hidunghidung
-- PalatumPalatum durumdurum
KlasifikasiKlasifikasi TNMTNM menurutmenurut AJCCAJCC • TX : tidak dapat diduga tumor primer • To :
KlasifikasiKlasifikasi TNMTNM menurutmenurut AJCCAJCC
• TX : tidak dapat diduga tumor primer
• To : tumor primer tdk ditemukan
• T1 : tumor terbatas pd mukasa antrum tanpa
erosi atau destruksi tulang
• T2 : tumor dgn erosi atau destruksi pada
infrastruktur, termasuk palatum durum
dan/atau meatus medius
* T3 : tumor meluas sampai ke kulit pipi, ddg belakang sinus maksila, dasar orbita
* T3 : tumor meluas sampai ke kulit pipi, ddg
belakang sinus maksila, dasar orbita atau
sinus etmoid anterior.
* T4 : tumor mengenai isi orbita dan/atau invasi ke
suprastruktur, salah satu dari: lamina
kribiformis, sinus etmoid posterior atau
sfenoid, nasofaring, palatum mole, fossa
pterigomaksila atau temporal , dan dasar
tengkorak
Kategori N • NX : kelenjar limfe regional tdk dpt dinilai • No : tdk
Kategori N
• NX : kelenjar limfe regional tdk dpt dinilai
• No : tdk ada metastasis ke kelenjar limfe
regional
• N1 : metastasis tunggal pd kelenjar ipsilateral
dgn θ terbesar 3 cm atau kurang
• N2a: metastasis tunggal pd kelenjar
ipsilateral dgn θ 3 - 6 cm
* N2b: metastasis ganda kelenjar ipsilateral, semua dgn θ tdk lebih dari 6 cm *
* N2b: metastasis ganda kelenjar ipsilateral,
semua dgn θ tdk lebih dari 6 cm
* N2c: metastasis ganda kelenjar limfe bilateral
atau kontra lateral, semua dgn θ terbesar
tdk lbh dari 6 cm
* N3 : metastasis ke kelenjar limfe yg θ lebih dari
6 cm
KategoriKategori MM • Mx : adanya metastasis jauh tidak dapat dinilai • Mo : tdk
KategoriKategori MM
• Mx : adanya metastasis jauh tidak dapat dinilai
• Mo : tdk ada metastasis jauh
• M1 : ada metastasis jauh
PenentuanPenentuan stadiumstadium :: • Stadium I : T1, No, Mo • Stadium II : T2,
PenentuanPenentuan stadiumstadium ::
• Stadium I : T1, No, Mo
• Stadium II : T2, No, Mo
• Stadium III: T3, No, Mo atau
T1,T2, atau T3, N1, Mo
• Stadium IV: T4, No, Mo atau
N1, Mo atau
semua T, N2 atau N3, Mo atau
semua T, semua N, M1
PENATALAKSAANPENATALAKSAAN Yang penting dalam penatalaksanaan tumor : 1. Menegakkan Dx (biopsi & histopatologi) 2.
PENATALAKSAANPENATALAKSAAN
Yang penting dalam penatalaksanaan tumor :
1. Menegakkan Dx (biopsi & histopatologi)
2. Menentukan batas-batas tumor (radiologis)
3. Merencanakan terapi (histopatologi & std.tumor)
TumorTumor jinakjinak :: EkstirpasiEkstirpasi TumorTumor ganasganas :: kombinasikombinasi OOpperasierasi
TumorTumor jinakjinak
:: EkstirpasiEkstirpasi
TumorTumor ganasganas :: kombinasikombinasi
OOpperasierasi
RadioterapiRadioterapi
KemoterapiKemoterapi
P e n g o b a ta n lo k a s i tu
P e n g o b a ta n
lo k a s i tu m o r
tu m o r
g a n a s
h id u n g
d a n
sin u s
p a ra n a sa l
b e rd a sa rk a n
sta d iu m
d a n
9,11
:
L o ka si
S in u s
m a k s ila
S in u s
e tm o id
S in u s
s p e n io d
R o n g g a
h id u n g
S ta d ium
I
O
.
R
(jika
m a ss a
tid a k
R
.
O
.
R
s es u d a h
O .
d
ap a t d ia ng ka t).
R
.
O
d ik u ti
R .
O
+
R .
II
O
.
R
.
R
.
O
.
R
(s eb e lum
ata u
O
d iik u ti R .
R
.
se
s u d a h
O ).
O
+
R .
III
O
(R
s e b e lum
a ta u
O
d iik u ti R .
R
O
.
se
s u d a h
O ).
K
se b elum
O
ata u
R
.
K
k
o m b
i
na s
i R
.
R
.
O
+
R
.
K
d iik u ti
O
d e n g a n
K
s eb e lum
O
ata u
ata
u
ta n p a
R .
R
.
K
ko m b ina si R .
K
d iik u ti
O
d g n
ata u
ta
np a
R .
K
k o m b ina si R .
IV
R
.
O
d iik u ti R .
R
.
O
.
K
s eb e lum
O
ata u
R
d iik u ti O .
R
.
R
.
K
se b elum
O
ata u
O
+
R .
K
d iik u ti R .
R
.
K
s eb e lum
O
ata u
K
k o m b ina si R .
K
d iik u ti
O
d e n g a n
R
.
ata
u
ta n p a
R .
K
d iik u ti
O
d e n g a n
K
ko m b ina si R .
ata
u
ta n p a
R .
K k o m b ina si R .
K e te ra n g a n :
O
: O p e ra s i
;
R
: R a d io te ra p i
;
K
:
K e m o te rap i
Pengobatan tumor ganas hidung dan sinus paranasal berdasarkan jenis sel tumor : 9,11 Jenis sel
Pengobatan tumor ganas hidung dan sinus paranasal berdasarkan jenis sel
tumor : 9,11
Jenis sel tumor
Stadium
Inverted- papiloma
Melanoma atau
sarkoma
sarkoma
Midline granuloma
I
O
O
O.
R
R.
K.
II
O.
O.
O.
R.
Jika
rekurent
R.
lakukan R.
K.
III
O.
O.
O.
R.
Jika
rekurent
R
jika massa tidak
R.
lakukan R.
dapat di O.
K.
IV
O.
O.
O.
R.
Jika
rekurent
R atau K jika massa
R.
lakukan R.
tdk
dpt O.
K.
Keterangan:
O : Operasi ; R : Radioterapi ; K : Kemoterapi
PROGNOSISPROGNOSIS • Umum : Kurang baik Diagnosis terlambat Sulit evaluasi pasca terapi krn tumor berada
PROGNOSISPROGNOSIS
• Umum : Kurang baik
Diagnosis terlambat
Sulit evaluasi pasca terapi krn tumor
berada dlm rongga
Tumor agresif & mudah Kambuh