Anda di halaman 1dari 61

Presentasi Polifarmasi

Identitas Pasien
Nama pasien Nama Istri Status perkawinan Alamat Jenis kelamin Tanggal lahir Umur Jumlah anak Jumlah cucu Agama Suku bangsa a) Ibu pasien b) Bapak pasein Pendidikan formal Pekerjaan Tempat dirawat Tanggal Masuk RS Tanggal pemeriksaan : : : : : : : : : : : : : : : : : : Tn. M Ny. LH (Almh) Cerai mati Pamulang Timur Laki-laki 12 Oktober 1939 74 tahun - 3(1) laki-laki - 2 (1) perempuan - 2 laki-laki - 1 perempuan Islam Jawa Jawa Jawa SMP Tidak bekerja RSUD Tangsel Lt. 3 R. 07 20 Mei 2013 30 Mei 2013

Keluhan utama :

Pasien diantar keluarga ke IGD RSUD dengan penurunan kesadaran sejak 25 menit SMRS.

Riwayat Penyakit Sekarang


Keluhan timbul setelah menkomsumsi obat glibenklamid 5 mg pada pagi hari, pasien belum sarapan. Sebelum pingsan pasien mengaku merasa pusing, berkeringat dingin dan gemetar

Pasien hanya makan sedikit sejak 1 hari sebelum pingsan. Pasien hanya makan sedikit sejak 1 hari sebelum pingsan dan pasien habis berpergian keluar kota bersama anak nya Pasien menyangkal adanya sakit kepala, mual muntah, kelemahan anggota gerak, kejang ataupun demam sebelum pingsan.
Setelah mendapatkan penanganan dari UGD , pasien mengaku kesadarannya kembali

Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien mengaku sudah didiagnosis diabetes melitus sejak 3 tahun yang lalu dan rutin kontrol ke puskesmas. Sebelum didiagnosis pasien merasa cepat haus dan lapar, berat badan semakin turun perlahan meskipun nafsu makan meningkat, dan pasien juga mengeluhkan bertambah sering buang air kecil. Gula darah pasien pernah mencapai 350 mg/dL. Glibenklamid 1 x 5 mg

Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien juga menderita hipertensi 5 tahun yang lalu tidak terkontrol dengan obat. Pasien oleh dokter di puskesmas diberi obat Captopril 2x25 mg.

2 hari perawatan
pasien mengeluhkan anggota gerak sisi kanan lebih lemah dari yang kiri. Keluhan muncul mendadak di pagi hari saat pasien baru bangun tidur. Pasien merasa lengan dan tungkai kanan sama lemahnya. Pasien kemudian melaporkan ke dokter dan perawat yang ada, dan diberi obat tambahan. Keluhan kelemahan ini sudah berkurang saat ini.

Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien menyangkal adanya gangguan BAK, BAB, tidut, penurunan pendengaran, penurunan ingatan

Riwayat penyakit dahulu :


Riwayata penyakit jantung (-), riw. Trauma kepala (-). Alergi obat (-)

Riwayat penyakit keluarga :


Tidak ada anggota keluarga pasien yang mengalami keluhan serupa dengan pasien. Ayah dan ibu pasien sudah lama meninggal, yaitu sejak pasien masih muda. Pasien tidak mengetahui alasan penyebab kematian orang tuanya dan tidak mengetahui apakah ada riwayat tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke dan kencing manis pada keluarga.

Riwayat kebiasaan :
Pasien makan 3x/hari nasi dengan lauk berupa mie, tahu dan tempe, ikan dan daging hanya 3-4x dalam seminggu. Konsumsi sayur setiap hari sedangkan konsumsi buah mungkin hanya 2-3x dalam seminggu. Pasien suka minum kopi, atau teh. Pasien sering merokok 4-5 batang per hari. Merokok sudah digemari pasien sejak usia 25 tahun dan dulu sering 1 bungkus per hari. Pasien menyangkal mengkonsumsi alkohol serta obat-obatan terlarang. Pasien dari muda dulu memang tidak suka olahraga.

Riwayat Sosial
Istri pasien sudah meninggal 8 tahun yang lalu, dan punya 5 orang anak. 3 diantaranya meninggal saat masih bayi, karena prematur. Anak yang masih hidup 1 laki-laki dan 1 perempuan yang kini sudah berkeluarga keduanya.

Pasien tinggal bersama anak-anaknya dalam satu rumah.

Analisis keuangan : Pasien saat ini tidak bekerja dan tidak memiliki dana pensiun. Keluarganya hidup sederhana, dan pasien tidak mengetahui jumlah penghasilan per bulan anakanaknya. Analisa Kamar : Pasien tinggal di kamar yang cukup luas sekitar 3mx3m dengan penerangan yang cukup baik, lantai tidak licin dan dilengkapi oleh kipas angin. Kloset di kamar mandi menggunakan kloset duduk, penerangan cukup baik dan tidak dilengkapi dengan pegangan di dinding.

Analisis gizi
Jenis Karbohidrat Nasi Roti Mie 1 piring 1 potong 1 mangk ok Sayur Protein 1 piring 1 kali 3 kali 1 kali 1 kali Jumlah /hari /minggu

Hewan (ikan, ayam, daging, telur)


Nabati (tempe,kacang, dll) Susu sapi/kedele Buah

1 potong
1 potong 1 gelas 1 potong 1 kali 1 gelas

3-4 kali

2-3 kali

Kajian MNA dan kebutuhan nutrisi :


Analisis Gizi BB ideal IMT Kebutuhan kalori basal = 90% x (170-100)x 1 kg = 63 kg = 60 : 1,702 = 20.89 (normal) = 30 kal x 63 kg = 1890 kal

Kebutuhan aktivitas (+20%)= 20% x 1890 = 378 kal

Kebutuhan usia (-10%)


Total kebutuhan kalori/hari

= 10% x 1890 = 189 kkal


= 1890 + 378 189 = 2079 kkal

Distribusi makanan Karbohidrat 60% = 60% x 2079 = 1247.4 kkal= 299.4 gr

Protein 20% = 20%x 2079= 415.8 kal = 99.8 gr 100 gr


Lemak 20% = 20%x 2079= 415 kal= 41.5 gr 42 gr

Uji Mental Singkat


No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Pertanyaan Umur .......... tahun Waktu / jam sekarang .......... .......... Alamat tempat tinggal .......... Tahun ini .......... Saat ini berada di mana .......... Mengenali orang lain di RS Tahun kemerdekaan RI .......... Nama Presiden RI .......... Tahun kelahiran pasien Menghitung terbalik (20 s/d 1) .......... Jawaban Benar Benar Benar Benar Benar Benar Salah Benar Benar Salah Skor 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0

Skor AMT 0-3: Gangguan ingatan berat 4-7: Gangguan ingatan sedang 8-10: Normal Total: 9

11. Perasaan hati (afeksi)

Baik

No. Tes ORIENTASI Sekarang (tahun), (musim),(bulan), (tanggal), hari apa? Kita berada dimana? (Negara, propinsi, kota, rumah sakit, lantai/kamar) REGISTRASI Sebutkan 3 buah nama benda (apel, meja, atau koin), setiap benda 1 detik, pasien disuruh mengulangi ketiga nama benda tadi. Nilai 1 untuk setiap nama benda yang benar. Ulangi sampai pasien dapat menyebutkan dengan benar dan catat jumlah pengulangan ATENSI DAN KALKULASI Kurangi 100 dengan 7. Nilai 1 untuk tiap jawaban yang benar. Hentikan setelah 5 jawaban. Atau disuruh mengeja terbalik kata WAHYU (nilai diberi pada huruf yang benar sebelum kesalahan; misalnya uyahw = 2 nilai) MENGINGAT KEMBALI (RECALL) Pasien disuruh menyebut kembali 3 nama benda di atas BAHASA Pasien disuruh menyebutkan nama benda yang ditunjukkan (pensil, buku) Pasien disuruh mengulang kata-kata namun, tanpa, bila Pasien disuruh melakukan perintah: ambil kertas ini dengan tangan anda,lipatlah menjadi dua dan letakkan di lantai Pasien disuruh membaca dan melakukan perintah pejamkanlah mata anda Pasien disuruh menulis dengan spontan Pasien disuruh menggambar bentuk dibawah ini

Nilai maks

MMSE

1 2

4 5

5 6 7 8 9 10 11

3 2 1 3 1 1 1

Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum Kesadaran : Compos Mentis Keadaan Umum : Tampak sakit sedang Status gizi : BB 60 kg TB 170 cm BMI 20.89 Tanda Vital : TD duduk : 130/90 mmHg TD berdiri : 130/90 mmHg Nadi : 80x/menit, regular, isi cukup Suhu : 36,7o C Pernafasan : 18x/menit regular

Pemeriksaan Fisik
Kepala Normochepal Rambut putih tidak mudah dicabut; Jejas (-) nyeri Tekan perikranial (-) Leher Trakea di tengah, tiroid tidak teraba JVP 512 cmH20 Penggunaan otot pernafasan tambahan m. sternokleidomastoideus (-): Pembesaran KGB (- ) nyeri tekan (-) Mulut Oral hygiene kurang baik, karang gigi (+) faring tidak hiperemis, oral trusth (-) Mata Conjungtiva anemis (-) / (-) Sklera ikterik (-) / (-) Pupil : bulat, isokhor Refleks cahaya langsung (+) / (+), tak langsung (+) / (+) Arkus senilis (+) / (+) Kekeruhan lensa (+) / (+)

Pemeriksaan Fisik
THT Telinga : Deformitas (-)/ (-): serumen minimal, MAE lapang ADS Hidung : Pernafasan cuping hidung ( - ), deformitas (-),Sekret -/-, hiperemis -/-, deviasi septum (-), edema -/Tenggorokan : Faring tidak hiperemis, tonsil T1/T1tenang Paru Inspeksi :Gerakan nafas simetris dalam statis & dinamis Palpasi : Nyeri tekan (-), emphysema subkutis (-) vokal fremitus sama pada lapang paru dextra et sinistra Perkusi : Sonor pada kedua lapang paru Auskultasi : Ronkhi (-) / (-), wheezing (-) / (-) Jantung Inspeksi :Ictus Cordis tidak terlihat Palpasi: Teraba Ictus ordis pada linea mid clavivularis ICS 5 sinistra Perkusi :Pinggang jantung ICS II PSL sinistra , Batas kanan ICS 4 PSL dextra , Batas Kiri MCL ICS 5 sinistra Auskultasi : BJ I & II regular, Murmur (-), Gallop (-) Abdomen Membuncit , BU + normal, Hepar dan lien tidak teraba, Shifting dullness (-) Genitalia : Edema skrotalis (-) / (-) Anus : Tidak diperiksa Kulit : Kering, bercak kemerahan (-), dekubitus (-), memar dan bekas luka (-)

Ekstermitas atas

Bahu

Siku

Wrist (hand)

Jari tangan

Deformitas

Nyeri
Bejolan ROM - Fleksi - Ekstensi - Abduksi - adduksi

Max/max Max/max Max/max Max/max

Max/max Max/max Max/max Max/max

Max/max Max/max Max/max Max/max

Max/max Max/max Max/max Max/max

Ekstremitas : Akral hangat, CRT < 2 detik

- Endorotasi
- Eksorotasi - Pronasi - Supinasi

Max/max
Max/max Max/max Max/max

Max/max
Max/max Max/max Max/max

Max/max
Max/max Max/max Max/max

Max/max
Max/max Max/max Max/max

Ekstremitas bawah Deformitas Nyeri

Paha -

Lutut -

Wrist Foot -

Jari kaki -

Bejolan
ROM - Fleksi - Ekstensi - Abduksi - Adduksi - Endorotasi

Max/max Max/max Max/max Max/max Max/max

Max/max Max/max Max/max Max/max Max/max

Max/max Max/max Max/max Max/max Max/max

Max/max Max/max Max/max Max/max Max/max

- Eksorotasi
- Pronasi - Supinasi

Max/max
Max/max Max/max

Max/max
Max/max Max/max

Max/max
Max/max Max/max

Max/max
Max/max Max/max

Status Neurologis
GCS : E4M6V5 TRM : KK(-) ,B I (- / -), Laseque >70o/>70o ,Kernig >135o/>135o,B II (- / - ) Saraf Kranialis N.I : normosmia Dextra et Sinistra N.II : Visus : OD : 3/300, OS : 1/60 N . II dan III : pupil bulat isokhor 3 mm/ 3 mm, RCL/RCTL : + / + N III : ptosis (-)/(-) , akomodasi (+)/(+) N III, N IV, N VI

Status Neurologis
NV: Cab. Motorik Gerakan Rahang
Saat pemeriksa memberikan tahanan ketika pesien menggerakkan rahangnya ke bawah ke samping kiri dan kanan agar kembali ke posisi tengah pasien bisa mempertahankan posisinya Saat pemeriksa menarik dagu kebawah pasien mengatup mulutnya dengan kuat. Saat menggigit tonus m.masetter dan m.temporalis teraba sama besar Tidak ada perbedaan sensibilitas tiga dermatom Opthalmicus, maksilaris, dan mandibularis dextra et Sinistra Refleks Kornea : kedipan kedua mata secara cepat +/+ Refleks Masetter : tidak ada gerakan menutup mulut ketika jari pemeriksa yang berada di dagu pasien (posisi melintang) dipukul dengan palu refleks

Menggigit

Cab. Sensorik Reflek

N VII Motorik Orbitofrontal


wajah pasien simetris Gerakan saat mengangkat alis dan mengerutkan dahi pasien dekstra et.sisnistra simetris Sudut bibir dan plica nasolabialis dekstra lebih datar dari pada sisnistra saat pasien diminta untuk menyeringai sambil menunjukkan gigi geligi Tidak ada kebocoran pipi dekstra et.sisnistra saat pasien diminta menggembungkan pipi & pemeriksa menekan pipi pasien

Orbikularis

Sensorik Pengecapan 2/3 lidah bagian depan dekstra et.sisnistra (tidak diperiksa)

Status Neurologis
N VII Mampu mendengar detik jam dari jarak 1 m N IX, X Motorik : uvula ditengah, tidak tertarik ke kanan atau kekiri baik statis dan dinamik Sensorik : pengecapan lidah baik N XI M.trapezius : saat mengangkat bahu pasien bisa melawan tahanan pemeriksa M.Sternokleidomastoideus : saat menoleh ke satu sisi (kanan dan kiri) pasien bisa melawan tahanan yang dilakukan pemeriksa N XII Saat membuka mulut, lidah (statis) tidak ada deviasi, tidak ada tremor atau fasikulasi Saat menjulurkan lidah (dinamis) ada deviasi ke kanan sedikit, tidak ada tremor atau fasikulasi Kekuatan pada saat pasien menekan lidah pada pipi nya sama d.et s

Status Neurologis
Trofi Tonus : eutrofi : Normotonus Sistem Motorik Ekstremitas : Atas 4444 | 5555 Bawah4444 | 5555 Sistem Sensorik Propioseptif : D et S baik Eksteroseptif : D et S baik Fungsi Otonom Miksi : Baik Defekasi : Baik Keringat : Baik Refleks Fisiologis Bisep : +2 | +2 Trisep : +2 | +2 Patelaa : +2 | +2 Achilles : +2 | +2

Refleks Patologis Hoffman tromar : (-)/(-) Babinsky group : (+)/(-)

Pemeriksaan Laboratorium
Darah Lengkap : Hb : 12,4 gr/dl Ht : 33 % Leukosit : 6.900/mm3 Trombosit : 104.000/mcl Ureum : 21 mg/dl Creatinin : 1,1 mg/dl SGOT/SGPT : 66/38 Gula darah sewaktu : Ketika datang di UGD : 51 mg/dl
Sesaat setelah pemberian bolus D40% 50mL dan IVFD D10% di UGD : 83 mg/dl 1 jam di UGD : 95 mg/dl 2 jam di UGD : 110 mg/dl 3 jam di UGD : 115 mg/dl

Diagnosa
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 1. Diagnosa Medis : Hipoglikemia DM tipe II e.c glibenklamid Hemiparese dextra pasca stroke iskemik Instabilitas postural ec hemiparese dextra et katarak diabetikum ODS Diabetes mellitus tipe II Hipertensi grade II terkontrol Katarak diabetikum ODS Polifarmasi Diagnosa Fungsional : Impairment : kekeruhan lensa e.c. katarak diabetikum ODS, gangguan CNS Disability : penurunan fungsi penglihatan, penurunan kekuatan anggota gerak sisi kanan Handicap : -

2.
3.

Sindrom Geriatri : 1. Impairment of vision e.c. katarak diabetikum ODS 2. Instabilitas postural ec hemiparese sinistra et katarak diabetikum ODS, penurunan kekuatan anggota gerak sisi kanan 3. Impecunity 4. Iatrogenik Daftar Masalah : Hipoglikemia Kelemahan ekstremitas kanan Penglihatan buram Diabetes mellitus tipe II Hipertensi grade II terkontrol Impecunity

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Anjuran Pemeriksaan
1. 2. 3. 4. 5. HbA1c CT scan EKG Urinalisis Agregasi trombosit

Tata Laksana

Pengobatan di UGD tanggal 26 Mei 2013 IVFD D10% / 6 jam Bolus D40% 50 Ml Glibenklamid 1 x 5 mg (tunda pemberian) Amlodipin 1x10 mg

Pengobatan selama di ruangan Neulin 2x1 gram (iv) Neurobion 1 x 500 mg Mannitol 4 x 125 cc Amlodipin 1 x 10 mg Clopidogrel 1 x 75 mg Thrombo Aspilet 1 x 80 mg

Pengkajian masalah

2.1. Hipoglikemia DM tipe II e.c glibenklamid

Anamnesis : Pingsan Selama 25 menit SMRS. Keluhan timbul setelah menkomsumsi obat glibeklamid 5 mg pada pagi hari, pasien belum sarapan. Pasien hanya makan sedikit sejak 1 hari sebelum pingsan Sebelum pingsan pasien mengaku merasa pusing, berkeringat dingin dan gemetar Pasien hanya makan sedikit sejak 1 hari sebelum pingsan. Setelah mendapatkan penanganan dari UGD , pasien mengaku kesadarannya kembali

Pemeriksaan Fisik : (-)

Pemeriksaan Penunjang : Gula darah sewaktu :


Ketika datang di UGD : 51 mg/dl Sesaat setelah pemberian bolus D40% 50mL dan IVFD D10% di UGD : 83 mg/dl

Cont
Trias Whiple Gejala yang konsisten dengan hipoglikemia Kadar glukosa plasma rendah Gejala mereda setelah kadar glukosa plasma meningkat

Cont
Pengkajian Pengobatan IVFD D10% / 6 jam Diperlukan untuk untuk mempertahankan kadar gula darah dalam nilai normal atau diatas nilai normal Bolus D40% 50 Ml Diperlukan untuk meningkatkan secara cepat kadar glukosa darah. Glibenklamid 1 x 5 mg (tunda pemberian)

2.3. STROKE ISKEMIK


Anamnesis : Pasien mengeluh kelemahan sesisi lengan dan tungkai kiri sejak kurang lebih 2 tahun yang lalu. Keluhan timbul mendadak saat pasien bangun tidur di pagi hari. Mulanya pasien merasa lengan kananya lebih lemah dari lengan kirinya. Beberapa jam kemudian, kaki kanan pasien juga menjadi lebih lemah. Disusul bicara pelo dan bibir mencong yang sebelah kanan.

Cont
Keluhan tidak disertai sakit kepala, mual-muntah, kejang, maupun penurunan kesadaran. Riwayat trauma kepala sebelumnya disangkal. Keluhan kelemahan seperti ini baru pertama kali dialami pasien. Pasien mengaku menderita diabetes melitus yang diketahui sejak 5 tahun yang lalu dan tidak terkontrol. Gula darah pasien pernah mencapai 400 mg/dL. Pasien juga menderita hipertensi yang diketahuinya juga 5 tahun yang lalu juga tidak terkontrol.

Pemeriksaan Fisik : ADL Bartel Index : mandiri Berg Balance Scale : resiko sedang untuk jatuh Ekstremitas : hemiparese dextra Reflek patologis : Babinski: + | Chaddok: + | -

Kajian Pengobatan
Neulin 2x1 gram (iv) citicoline
Indikasi : Dosis : Gangguan serebrovaskular dapat diberikan IV atau IM sampai 2 x 1000 mg. pemberian dosis sudah tepat Kontraindikasi : Hipersensitivitas terhadap citicoline. Interaksi : citicoline dapat meningkatkan efek dari levodopa

Neurobion 1 x 500 mg
Indikasi : Untuk pencegahan dan pengobatan penyakit karena kekurangan vitamin B1, B6,dan B12 indikasi pada pasien sudah tepat yaitu pemberian B12 untuk mempengaruhi pematangan sel dan memelihara keutuhan jaringan saraf. Dosis : 1 x 1 tab perhari Kontraindikasi : Penderita gangguan fungsi hati yang berat. Penderita hipersensitif. pada pasien tidak terdapat kontraindikasi Interaksi obat : mengurangi efek levodopa pada pasien tidak terdapat konsumsi levodopa

Manitol 4 x 125 cc Indikasi : untuk menurunkan tekanan serebrospinal dan tekanan intraokuler pada pasien terdapat indikasi pemberian manitol Kontraindikasi : gagal jantung, gagal ginjal, dehidrasi berat. Dosis: Dosis awal manitol 20% 1-1,5 g/kgBB IV bolus, diikuti dengan 0,25-0,5 g/kgBB IV bolus tiap 4-6 jam

Amlodipin 1 x 10 mg
Indikasi : hipertensi, angina stabil pada pasien terdpat indikasi Kontraindikasi : hypersensitive terhadap amlodipin pada pasien tidak terdapat kontraindikasi Dosis : awal 5 mg sekali sehari dan dapat ditingkatkan sampai dosismaksimum 10 mg sehari.

Interaksi obat :
Amlodipin meningkatkan level/efek dari aminofilin, flufoksamin,meksiletin, mirtazipin, ropinirol,teofilin, trifluoroperazin dan substrat CYP1A2 lain. Level/efek amlodipin dapat ditingkatkan oleh antifungi golongan azol, klaritromisin, diklofenak, doksisiklin, eritromisin, imatinib, isoniazid,nefodazon, nikardipin, propofol, inhibitor protease, kuinidin, telitromisin, verapamil dan substrat inhibitor CYP3A4 lain.

Kadar siklosporin dapat ditingkatkan oleh amlodipin. Penurunan efek: kalsium dapat menurunkan efek hipotensif dari bloker saluran kalsium. Level/efek amlodipin dapat diturunkan oleh aminoglutetimida, karbamazepin, nafsilin, nevirapin,fenobarbital, fenitoin, rifamisin dan induser CYP3A4 pada pasien tidak terdapat interaksi obat lain.

Clopidogrel 1 x 75 mg
Indikasi: mengurangi kejadian atherothrombosis pada pasien post stroke, acute coronary sindrom pada pasien terdapat indikasi Kontraindikasi: Pasien dengan hipersensitivitas; perdarahan patologis aktif, seperti ulkus peptikum, atau perdarahan intrakranial Pencegahan Kehamilan: risiko janin tidak temukan dalam studi pada manusia tetapi telah ditunjukkan dalam beberapa studi pada hewan pada pasien tidak terdapat kontraindikasi

Dosis Dewasa : 75 mg/hari. Interaksi obat : Coadministration dengan naproxen terkait dengan kehilangan darah pada sistem GI; clopidogrel memperpanjang waktu perdarahan; keselamatan coadministration dengan warfarin tidak ditetapkan. Pemberian bersamaan dengan aspirin juga bisa mengkatkan resiko perdarahan pada pasien terdapat adanya interaksi dengan obat aspirin.

Thrombo Aspilet 1 x 80 mg
Indikasi : nyeri ringan hingga sedang, inflamasi, demam, profilaksis untuk infark miokard dan serangan iskemik transient, rheumatoid arthritis, demam reumatik, osteoartritis dan gout. Pada pasien ini diduga terjadi stroke iskemik sehingga pemberian sudah tepat Kontra indikasi : gangguan pembekuan, tukak lambung atau duodenum, terapi bersama dengan anti koagulan. Pada pasien ini tidak terdapat kontra indikasi terhadap pemberian obat ini.

Interaksi obat :
ACE inhibitor : efek ACE inhibitor mungkin menurun akibat pemberian aspirin, terutama apabila dalam dosis besar Heparin : meningkatkan resiko perdarajan NSAID : meningkatkan resiko perdarahan gastrointestinal Asam valproat : menggantikan ikatan sehingga meningkatkan toksisitas Clopidogrel : meningkatkan resiko perdarahan

2.3. Instabilitas postural ec hemiparese dekstra pasca stroke iskemik et katarak diabetikum ODS
Anamnesis :
Pasien mengeluh kelemahan sesisi lengan dan tungkai kiri sejak kurang lebih 2 tahun yang lalu. Keluhan timbul mendadak saat pasien bangun tidur di pagi hari. Mulanya pasien merasa lengan kananya lebih lemah dari lengan kirinya. Beberapa jam kemudian, kaki kanan pasien juga menjadi lebih lemah. Disusul bicara pelo dan bibir mencong yang sebelah kanan. Keluhan tidak disertai sakit kepala, mual-muntah, kejang, maupun penurunan kesadaran. Riwayat trauma kepala sebelumnya disangkal. Keluhan kelemahan seperti ini baru pertama kali dialami pasien.

Pasien mengaku menderita diabetes melitus yang diketahui sejak 5 tahun yang lalu dan tidak terkontrol. Gula darah pasien pernah mencapai 400 mg/dL. Pasien juga menderita hipertensi yang diketahuinya juga 5 tahun yang lalu juga tidak terkontrol.

Pasien merasa penglihatan kedua mata semakin kabur sejak 5 tahun terakhir terutama pada mata kanan, pandangan seperti berasap dan berkabut putih. Keluhan ini dirasakan semakin lama semakin memberat dan membuat pasien kesulitan mengenali orang-orang di sekitarnya.

Pemeriksaan Fisik :
ADL Bartel Index : mandiri Berg Balance Scale : resiko sedang untuk jatuh Mata : visus 1/60, OS 3/60, kekeruhan lensa +/+ Ekstremitas : hemiparese sinistra

Kajian Pengobatan :
Instabilitas postural pada pasien adalah akibat penurunan penglihatan. Penatalaksanaan instabilitas postural pada pasien ini difokuskan kepada risiko yang bisa menyebabkan pasien jatuh yaitu penurunan penglihatan, konsul ke spesialis mata untuk ECCE lingkungan sekitar pasien harus diperhatikan & dibuat seaman mungkin untuk pasien. Hindari lantai yang licin dan berikan penerangan yang cukup agar pasien tidak jatuh.

2.4.Diabetes mellitus tipe II


Anamnesis :
Polidipsi (+), polifagi (+), poliuri (+), penurunan berat badan (+) Gula darah sewaktu tertinggi pasien pernah mencapai 400 mg/dL
Kontrol dengan glibenklamid 1 x 5 gram

Rencana Pemeriksaan :
HbA1C

Kajian Pengobatan :
Pada saat ini pemberian OHO ditunda. Bila keadaan sudah stabil sebaiknya diberikan pilihan OHO yaitu metformin

2.5. Hipertensi grade I


Anamnesis:
Pasien juga menderita hipertensi yang diketahuinya juga 5 tahun yang lalu juga tidak terkontrol Nifedipine 4x10 mg dan Captopril 2x25 mg

Pemeriksaan fisik:
TD: 130/90 mmHg

Kajian Pengobatan:
Amlodipin 1 x 10 mg Sebaiknya dosis dimulai dari dosis 1 x 5 mg

2.6. Katarak ODS


Anamnesis :
Pasien mengeluhkan pengelihatan yang buram pada kedua mata sejak lebih dari 5 tahun yang lalu. Pasien seperti melihat asap putih yang menghalangi pengelihatannya. Keluhan ini dirasakan semakin lama semakin memberat dan membuat pasien kesulitan dalam membaca.

Pemeriksaan Fisik :
Visus 1/60, OS 3/60 Kekeruhan lensa +/+

Pengkajian Pengobatan :
Dari pihak Rumah Sakit belum mengkonsulkan pasien ini ke spesialis mata. Menurut Penulis sebaiknya pasien secepatnya di konsulkan ke spesialis mata, agar mengurangi instabilitas pada pasien tersebut.

2.7. POLIFARMASI
Pasien ini tergolong polifamasi karena diberikan terapi lebih dari 5 obat, yaitu sebagai berikut :
IVFD D10% / 6 jam Bolus D40% 50 Ml Neulin 2x1 gram (iv) Neurobion 1 x 500 mg Manitol 4 x 125 cc Amlodipin 1 x 10 mg Clopidogrel 1 x 75 mg

Sehingga anjuran penatalaksanaan pada pasien adalah sebagai berikut :


IVFD D10% / 6 jam sudah tepat diberikan Bolus D40% 50 Ml sudah tepat diberikan Neulin 2x1 gram (iv) sudah tepat diberikan Neurobion 1 x 500 mg sudah tepat diberikan Manitol 4 x 125 cc sudah tepat diberikan Amlodipin 1 x 10 mg dosis awal terlalu tinggi ubah menjadi 1 x 5 mg Clopidogrel 1 x 75 mg sudah tepat diberikan Thrombo aspilet 1 x 80 mg sudah tepat diberikan

Daftar Pustaka
Sudoyo Aru W, Setiyohadi Bambang, Alwi Idrus, dkk. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid I dan III. Edisi V. Jakarta : Interna Publishing; 2009 Martono H Hadi, Pranaka H Hadi. Buku Ajar Geriatri. Edisi IV. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2011 Kane Robert L, et al. Essentials of Clinical Geriatrics. 5th edition. New York : McGraw-Hill; 2004 Vaughan, Daniel G. Oftalmologi Umum. Ed 14. Widya Medika: Jakarta. 2000. Mardjono, Mahar Prof. Dr. Farmakologi dan Terapeutik. Edisi 5. Jakarta : Balai Penerbit FKUI, 2008