Anda di halaman 1dari 28

BAB I PENDAHULUAN

Transfusi darah merupakan tindakan pengobatan pada pasien yang diberikan atas indikasi. Kesesuaian golongan darah antara resipien dan donor merupakan salah satu hal yang mutlak.3Transfusi darah adalah suatu rangkaian proses pemindahan darah donor ke dalam sirkulasi darah resipien sebagai upaya pengobatan.2,3,4,5,7 Transfusi darah telah mulai dicoba dilakukan sejak abad ke pertengahan abad ke 5 dan hingga 7, namun berakhir dengan kegagalan, karena cara

pemberiannya dan pada !aktu itu dipakai sebagai sumber donornya adalah darah he!an. "elalui berbagai percobaan dan pengamatan kemudian disimpulkan bah!a manusia yang semestinya menjadi sumber darah. #amun demikian pada masa ini, karena masih banyaknya kegagalan yang berakibat kematian, transfusi darah sempat dilarang dilakukan. $ada masa ini, transfusi darah telah dikerjakan langsung dari arteri donor ke dalam %ena resipien. 2 $emikiran dasar pada transfusi adalah cairan intra%askuler dapat diganti atau disegarkan dengan cairan pengganti yang sesuai dari luar tubuh.3 $ada tahun &' , (andsteiner menemukan golongan darah sistem )*+ dan kemudian system antigen ,h -rhesus. ditemukan oleh (e%ine dan /tetson di tahun &3&. Kedua system ini menjadi dasar penting bagi transfusi darah modern. "eskipun kemudian ditemukan berbagai system antigen lain seperti 0uffy, Kell dan lain1lain, tetapi system1 system tersebut kurang berpengaruh. Tata cara transfusi darah semakin berkembang dengan digunakannya antikoagulan pada tahun & 4 oleh 2ustin -*elgia., )gote -)rgentina., dan (e!isohn - & 5.. /ekitar tahun &37 dimulailah sistem pengorganisasian bank darah yang terus berkembang sampai kini.2,3 Transfusi darah memang merupakan upaya untuk menyelamatkan kehidupan dalam banyak hal, dalam bidang pediatri misalnya dalam pera!atan neonatus prematur, anak dengan keganasan, anak dengan kelainan defisiensi atau kelainan komponen darah, dan transplantasi organ. #amun transfusi bukanlah tanpa risiko, meskipun telah dilakukan berbagai upaya untuk memperlancar tindakan transfusi, namun efek samping, reaksi transfusi, atau infeksi akibat transfusi tetap mungkin

terjadi. "aka bila diingat dan dipahami mengenai keamanannya, indikasinya perlu diperketat. )pabila memungkinkan, masih perlu dicari alternatif lain untuk mengurangi penggunaan transfusi darah. $emberian komponen1komponen darah yang diperlukan saja lebih dibenarkan dibandingkan dengan pemberian darah lengkap -whole blood.. $rinsip ini lebih ditekankan lagi di bidang ilmu kesehatan anak karena bayi maupun anak yang sedang tumbuh sebaiknya tidak diganggu sistem imunologisnya dengan pemberian antigen1antigen yang tidak diperlukan. *anyak hal yang harus diperhatikan dan dipersiapkan sehingga transfusi dapat dilaksanakan secara optimal. +leh karena itu, salah satu tugas besar di masa yang akan datang adalah meningkatkan pemahaman akan penggunaan transfusi darah sehingga penatalaksanaannya sesuai dengan indikasi dan keamanannya dapat ditingkatkan.2,3 ,eferat ini diharapkan dapat menjadi penyegaran pengetahuan bagi kita dalam menghadapi kasus anak dan bayi yang memerlukan tindakan transfusi.

BAB II Darah dan Transfusi Darah 2.1. Darah sebagai organ 0arah yang semula dikategorikan sebagai jaringan tubuh, saat ini telah dimasukkan sebagai suatu organ tubuh terbesar yang beredar dalam system kardio%askular, tersusun dari - .komponen korpuskuler atau seluler, -2.komponen cairan. Komponen korpuskuler yaitu materi biologis yang hidup dan bersifat multiantigenik, terdiri dari sel darah merah, sel darah putih dan keping trombosit, yang kesemuanya dihasilkan dari sel induk yang senantiasa hidup dalam sumsum tulang. Ketiga jenis sel darah ini memiliki masa hidup terbatas dan akan mati jika masa hidupnya berakhir. )gar fungsi organ darah tidak ikut mati, maka secara berkala pada !aktu1 !aktu tertentu, ketiga butiran darah tersebut akan diganti, diperbaharui dengan sel sejenis yang baru. Komponen cair yang juga disebut plasma, menempati lebih dari 5' %olume 3 organ darah, dengan bagian terbesar dari plasma -&'3. adalah air, bagian kecilnya terdiri dari protein plasma dan elektrolit. $rotein plasma yang penting diantaranya adalah albumin, berbagai fraksi globulin serta protein untuk factor pembekuan dan untuk fibrinolisis.2,3 $eran penting darah adalah - .sebagai organ transportasi, khususnya oksigen-+ 2., yang diba!a dari paru1 paru dan diedarkan ke seluruh tubuh dan kemudian mengangkut sisa pembakaran -4+2. dari jaringan untuk dibuang keluar melalui paru1 paru. 5ungsi pertukaran +2 dan 4+2 ini dilakukan oleh hemoglobin, yang terkandung dalam sel darah merah. $rotein plasma ikut berfungsi sebagai sarana transportasi dengan mengikat berbagai materi yang bebas dalam plasma, untuk metabolisme organ1 organ tubuh.2,3 /elain itu, darah juga berfungsi -2.sebagai organ pertahanan tubuh-imunologik., khususnya dalam menahan in%asi berbagai jenis mikroba patogen dan antigen asing. "ekanisme pertahanan ini dilakukan oleh leukosit -granulosit dan limfosit. serta protein plasma khusus -immunoglobulin..2,3

5ungsi lain yang tidak kalah penting yaitu -3.peranan darah dalam menghentikan perdarahan -mekanisme homeostasis. sebagai upaya untuk mempertahankan %olume darah apabila terjadi kerusakan pada pembuluh darah. 5ungsi ini dilakukan oleh mekanisme berlebihan.2,3 )pabila terjadi pengurangan darah yang cukup bermakna dari komponen darah korpuskuler maupun non korpuskuler akibat kelainan ba!aan ataupun karena penyakit yang didapat, yang tidak dapat diatasi oleh mekanisme homeostasis tubuh dalam !aktu singkat maka diperlukan penggantian dengan jalan transfusi darah, khususnya dari komponen yang diperlukan.2,3 2. 2 Definisi dan tujuan transfusi darah Transfusi darah adalah suatu rangkaian proses pemindahan darah donor ke dalam sirkulasi darah resipien sebagai upaya pengobatan. *ahkan sebagai upaya untuk menyelamatkan kehidupan.2,3,4,5,7 *erdasarkan asal darah yang diberikan transfusi dikenal6 - . Homologous transfusi7 berasal dari darah orang lain, -2.Autologous transfusi7 berasal dari darah sendiri. 4 Tujuan transfusi darah adalah6 - .mengembalikan dan mempertahankan %olume yang normal peredaran darah, -2.mengganti kekurangan komponen seluler atau kimia darah, -3.meningkatkan oksigenasi jaringan, -4.memperbaiki fungsi homeostasis, -5.tindakan terapi khusus.4 2. 3. Transfusi darah da a! " ini" 0arah dan berbagai komponen1 komponen darah, dengan kemajuan teknologi kedokteran, dapat dipisah1 pisahkan dengan suatu proses dan ditransfusikan secara terpisah sesuai kebutuhan.3 0arah dapat pula disimpan dalam bentuk komponen1 komponen darah yaitu6 eritrosit, leukosit, trombosit, plasma dan factor1 factor pembekuan darah dengan proses tertentu yaitu dengan Refrigerated Centrifuge. $emberian komponen1komponen darah yang diperlukan saja lebih dibenarkan dibandingkan dengan pemberian darah lengkap -whole blood.. 0asar pemikiran penggunaan komponen darah6 - .lebih efisien, ekonomis, memperkecil reaksi fibrinolisis, khususnya jika terjadi aktifitas homeostasis yang

transfusi, -2.lebih rasional, karena -a.darah terdiri dari komponen seluler maupun plasma yang fungsinya sangat beragam, serta merupakan materi biologis yang bersifat multiantigenik, sehingga pemberiannya harus memenuhi syarat1 syarat %ariasi antigen minimal dan kompatibilitas yang baik, -b. transfusi selain merupakan live saving therapy tetapi juga replacement therapy sehingga darah yang diberikan haruslah safety blood. Kelebihan terapi komponen dibandingkan dengan terapi darah lengkap6 - .disediakan dalam bentuk konsentrat sehingga mengurangi %olume transfusi, -2.resiko reaksi imunologik lebih kecil, -3.penga!etan, -4.penularan penyakit lebih kecil, -5.aggregate trombosit dan leukosit dapat dihindari, -8.pasien akan memerlukan komponen yang diperlukan saja, -7.masalah logistic lebih mudah, -9.penga!asan mutu lebih sederhana.4 2. #. Indi"asi Transfusi Darah2$%$&$'

/ecara garis besar :ndikasi Transfusi 0arah adalah6 1. ;ntuk mengembalikan dan mempertahankan suatu %olume peredaran darah yang normal, misalnya pada anemia karena perdarahan, trauma bedah, atau luka bakar luas. 2. ;ntuk mengganti kekurangan komponen seluler atau kimia darah, misalnya pada anemia, trombositopenia, hipoprotrombinemia, hipofibrinogenemia, dan lain1lain. Keadaan )nemia yang "emerlukan Transfusi 0arah6 1. )nemia karena perdarahan *iasanya digunakan batas 2b 7 < 9 g=d(. *ila 2b telah turun hingga 4,5 g=d(, maka penderita tersebut telah sampai kepada fase yang membahayakan dan transfusi harus dilakukan secara hati1hati. 2. )nemia hemolitik *iasanya kadar 2b dipertahankan hingga penderita dapat mengatasinya sendiri. ;mumnya digunakan patokan 5 g=d(. 2al ini dipertimbangkan untuk menghindari terlalu seringnya transfusi darah dilakukan. 3. )nemia aplastik

#. (eukemia dan anemia refrakter %. )nemia karena sepsis (. )nemia pada orang yang akan menjalani operasi 2. %. Prosedur )e a"sanaan transfusi darah *anyak laporan mengenai kesalahan tatalaksana transfusi, misalnya kesalahan pemberian darah milik pasien lain. ;ntuk menghindari berbagai kesalahan, maka perlu diperhatikan hal1 hal diba!ah ini6 . :dentitas pasien harus dicocokkan secara lisan maupun tulisan -status dan papan nama.. 2. $emeriksaan identitas dilakukan di sisi pasien. 3. :dentitas dan jumlah darah dalam kemasan dicocokkan dengan formulir permintaan darah. 4. Tekanan darah, frekuensi denyut jantung dan suhu harus diperiksa sebelumnya, serta diulang secara rutin. 5. +bser%asi ketat, terutama pada 5 menit pertama setelah transfusi darah dimulai. /ebaiknya satu unit darah diberikan dalam !aktu proliferasi bakteri pada suhu kamar.4 12 jam tergantung status

kardio%askuler dan dianjurkan tidak lebih dari 4 jam mengingat kemungkinan

BAB

III

BE*BA+AI ,EDIAAN DA*AH UNTU- T*AN,.U,I 3. 1. /a0a!1 !a0a! "o!)onen darah ;ntuk kepentingan transfusi, tersedia berbagai produk darah, seperti yang tercantum dalam tabel 3. .

Tabel 3. />? Tabel@3. AB ),)*:4 . Karakteristik darah dan komponen1komponen darah2,3,4 -o!)onen Pen2i!)anan
Whole (darah lengkap) pendingin pada suhu 5D4, memiliki simpan sampai 2 citrate

-o!)osisi

Indi"asi
semua)nemia

*isi"o
2arus darah diperiksa )*+,

Pe!berian
gol.$ada saat kehilangan darah cross akut, secepat masih kondisi ml=Kg** mungkin dapat lain, akan

blood Cika disimpan di lemari"engandung masa/etiap haridarah unit

1jenis komponen darah

kantung$enggantian %olume untukmatch dan agen1agenyang dan hemolitik antigen $ada eritrosit, '

berkapasitaskehilangan darah -H 5 <infeksi. ,eaksi febrisditoleransi. -anti F Gat,enjatan berat )loimunisasi terhadapdiberikan dalam 2 < 4 jam. leukosit atau trombosit. meningkatkan 2t 53 dan mendukung %olume.

untuk darah sitrat -4$0=35'ml darah dan 4&ml2'3. phosphatepenga!et deEtrose., dan selama 35pembekuan

hari untuk darah 4$0)1aditif. atau 25'ml darah -4$0 F )denin., dan 4&dengan 35ml penga!et,$erbaikan f= oksigenasi hari larutan /)0"-#acl, deEtrose,adenine, manitol.. 0arah sitrat yang telah dikeluarkan dari lemari pendingin harus digunakan dalam !aktu 4 jam. Packed red cells /ama seperti whole blood. Komponen (sel darah $enam1bahan rejuvenating hingga 42 hari. merah pekat) dapattunggal lengkap. "engandung sedikit plasma. ini)nemia bila ditambahkandengan 2t 38 < 4'3. nutriti%e Transfusi tukar

simptomatik,/ama

seperti

whole /ejauh dapat ditoleransi pasien dalam 2 < 4 jam. 0osis status stabil, 3 ml=Kg akan meningkatkan 2t 33. Cika kardio%as1kuler berikan '

larutandipisahkan dari donoranemia karena keganasan,blood. dengananemia aplastik, anemia darahhemolitik, defisiensi berat anemia dengan

memperlama penyimpanansentrifugasi

ancaman gagal jantung= eritrosit,infeksi berat Trauma leukosit, trombosit dan

ml=Kg** dalam 2 < 4 jam. Cika tidak stabil, gunakan %olume yang lebih kecil.

/etiap unit yang siap$erdarahan akut ditransfusikan memiliki nilai 2t 553 setelahKasus yang membutuhkan ditambahkan aditif. larutansupport kardiopulmoner secara intensif -2t IH )nemia kronis -2t IH Washed (sel merah dicuci) or $encucian dengan/ama seperti packed $E dengan alergi yang/ama seperti packed /ama seperti packed red butuh transfusi berulang red cells cells filtered red cells saline,akan menghilangkanred cells darah )b pada sel darah merah, yang kelebihan kalium dan sisa leukosit. /aat sel1sel dicuci, $E dengan hemoglobinuria nocturnal proksismal mempunyai ketahanan 24 jam, selanjutnya bersifat sama seperti packed red cells. Frozen-thawed Komponen sel darah/ama seperti packed $E yang perlu transfusi/ama seperti packed /ama seperti packed red $E yang mempunyai ab terhadap protein plasma

-o!)onen Pen2i!)anan
deglycerolized merah R ! (sel darah larutan beku- dibekukan, gliserol, sisa tersingkirkan. Fresh dicairkan cuci) gliserol, dan

-o!)osisi

Indi"asi
antigen1matched-karena )b sel darah merah menetap=mencegah terbentuknya )b baru. $E dengan reaksi alergi

*isi"o
red cells.

Pe!berian
cells.

merah dia!etkan dalamred cells kemudian plasma, trombosit

dicairkan dan dicuci agar antikoagulan, leukosit dan

frozen $lasma dari whole blood, "engandung H yang dipisahkan dan laludari seluruh dibekukan dalam 9 jam,plasma hingga tahun

9'30efisiensi berbagai factor$erlu di cross match./ecepat proteinpembekuan prokoagulan antikoagulan. Trauma perdarahan hebat ,enjatan-syok. $enyakit hati berat :munodefisiensi yang tidak tersedia preparat khusus. $ada enteropati losing enteropathy. bayi dengan disertai dengan -penggantian,isiko plasmaoverload, volume ditoleransi ml=Kg '< 53

yang pasien,

dapat tidak

plasma(plasma segar beku)

prokoagulanprotein

penyakitboleh H4 jam. 0osis '< 5 mening1katkan kadar faktor pembekuan

disimpan diba!ah < 9D4dan antikoagulan

daninfeksi, reaksi alergi.

hilangnya protein -protein !ryoprecipitate 0ibuat hingga dicairkan 4D4, cryoprotein pada < 9D4 -onsentrat tro!bosit whole blood 0ipisahkan dari plasma/etiap dari kaya disimpan trombosit pada danmengandung 22D4trombosit. unitTerapi 5E ' atau
'

dengan"engandung I185D4, lalufibrinogen

faktorTerapi ''

defisiensi

faktor/ama

seperti

fresh 0apat diberikan sebagai infus pak=Kg J::: 9' < cepat. ** ''3 2'' < 0osis M akan dan 25'

membekukan plasma segarJ::: H 9' :u=pak, K:::,J:::, Jon Lillebtand, danfrozen plasma. <fibrinogen. dan pada H dari 9 jam pada35'=pak, disentrifugasi,fibronectin dipisahkan.konsentrasi tahunplasma.

meningkatkan kadar faktor fibrinogen mg=d(. trombositopeniaTidak diperlukan cross 0apat diberikan sebagai defek fungsimatch. ,isiko lain samainfus dengan whole blood cepat atau sesuai yang status ' diperlukan

0apat disimpan

trombosit.

selama 3 < 5 hari.

kardio%askuler, tidak lebih dari 4 jam. 0osis ml=Kg, meningkatkan dapat trombosit

setidaknya 5'.'''=N(. -onsentrat tro!bosit dengan apheresis te"ni" /ama seperti unit donorKandungan acak trombosit/ama seperti konsentrat/ama seperti konsentrat/ama 'trombosit dari khususnya jikablood dapat seperti konsentrat sama dengan 8 < whole trombosit dari whole trombosit dari whole blood

unit konsentrat donorblood,

acak. Tergantung padaaloimunisasi teknik yang digunakan,menjadi masalah

-o!)onen Pen2i!)anan

-o!)osisi
relatif bebas leukosit, bergu1na

Indi"asi
untuk #eutropenia E ' '-I5''=Nl.H

*isi"o

Pe!berian

mencegah aloimunisasi "ranulocytes "eskipun dapat disimpan"engandung pada suhu 2' < 24D4 yangsetidaknya stabil, ditransfusikan mungkin pengumpulan sesegeradan trombosit. setelah sebaiknyagranulosit, juga eritrosit berat/ama seperti trombosit.0iberikan ,eaksi berat. sebagai infus leukostasislebih dari 2 < 4 jam. 0osis6 dan bayi, E '&

pulmoner. ,eaksi febris unit=hari untuk neonatus granulosit=Kg.

3. 2. Transfusi Eritrosit >ritrosit adalah komponen darah yang paling sering ditransfusikan. >ritrosit diberikan untuk meningkatkan kapasitas oksigen dan mempertahankan oksigenasi jaringan. Transfusi sel darah merah merupakan komponen pilihan untuk mengobati anemia dengan tujuan utama adalah memperbaiki oksigenisasi jaringan.2 $ada anemia akut, penurunan nilai 2b diba!ah 8 g=dl atau kehilangan darah dengan cepat H3'3 1 4'3 %olume darah, maka umumnya pengobatan terbaik adalah dengan transfusi sel darah merah-/0"..2,3 $ada anemia kronik seperti thalassemia atau anemia sel sabit, transfusi /0" dimaksudkan untuk mencegah komplikasi akut maupun kronik. /0" juga diindikasikan pada anemia kronik yang tidak responsi%e terhadap obat1 obatan farmakologik.3 Transfusi /0" pra1 bedah perlu dipertimbangkan pada pasien yang akan menjalani pembedahan segera -darurat., bila kadar 2b I stOPonPH)da juga yang menyebutkan, jika kadar 2b I 'gr=dl,H3 Transfusi tukar merupakan jenis transfusi darah yang secara khusus dilakukan pada neonatus, dapat dilakukan dengan darah lengkap segar, dapat pula dengan sel darah merah pekat-/0"$. = mampat-/0"".. Transfusi tukar ini diindikasikan terutama pada neonatus dengan )*+ incompatibility atau hiperbilirubinemia yang tidak memberikan respon adekuat dengan terapi sinar. :ndikasi yang lebih jarang adalah 0:4 = pengeluaran toksin seperti pada sepsis. *iasanya satu= dua %olume darah diganti.3

5aktor1faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam memberikan transfusi selain kadar 2b adalah6 - .Qejala, tanda, dan kapasitas %ital dan fungsional penderita, -2.)da atau tidaknya penyakit kardiorespirasi atau susunan saraf pusat, -3.$enyebab dan antisipasi anemia, -4.)da atau tidaknya terapi alternatif lain $edoman untuk transfusi pada anak dan remaja serupa dengan pada de!asa -lihat tabel 3.2. ;ntuk neonatus, tidak ada indikasi transfusi eritrosit yang jelas disepakati, biasanya, pada neonatus eritrosit diberikan untuk mempertahankan 2b, berdasarkan status klinisnya -lihat tabel 3.2.. Tabel 3. />? Tabel@3. AB ),)*:4 2. :ndikasi transfusi eritrosit pada anak Ana" dan re!aja Kehilangan akut H 53 %olume darah sirkulasi 2b IH 2b IH 2b IH 2b IH Ba2i usia # bu an )erta!a 2b IH 2b IH 2b IH 2b IH 2b IH

$ilihan produk eritrosit untuk anak dan remaja adalah suspensi standar eritrosit yang dipisahkan dari darah lengkap dengan pemusingan dan disimpan dalam antikoagulan=medium penga!et pada nilai hematokrit kira1kira 8'3. 0osis biasa adalah ' < 5 ml=Kg, tetapi %olume transfusi sangat ber%ariasi, tergantung pada keadaan klinis -misalnya perdarahan terus menerus atau hemolisis.. ;ntuk neonatus, produk pilihan adalah konsentrat $,4 -2t 7' < &'3. yang diinfuskan perlahan1lahan -2 < 4 jam. dengan dosis kira1kira 5 ml=Kg**. Kebutuhan darah -ml. O ** -Kg.E 8 E -2b diinginkan < 2b tercatat. 0i bagian :lmu Kesehatan )nak 5K;:1,/4" Cakarta, dosis transfusi didasarkan atas makin anemis seorang resipien, makin sedikit jumlah darah yang diberikan per et mal dalam suatu seri transfusi darah dan makin lambat pula jumlah tetesan yang diberikan, untuk menghindari komplikasi gagal jantung. 0i bagian :lmu Kesehatan )nak 5K;:1,/4" Cakarta, dosis yang dipergunakan untuk menaikkan 2b adalah dengan menggunakan modifikasi rumus empiris sebagai berikut62,3,5 *ila yang digunakan sel darah merah pekat -packed red cells., maka kebutuhannya adalah 2=3 dari darah lengkap, menjadi6 2,3 ** -kg. E 4 E -2b diinginkan 1 2b tercatat. ;ntuk anemia yang bukan karena perdarahan, maka teknis pemberiannya adalah dengan tetesan. "akin rendah 2b a!al makin lambat tetesannya dan makin sedikit %olume sel darah merah yang diberikan. Cika menggunakan packed red cells untuk anemia, lihat tabel 3.3 Tabel 3.3. 0osis $,4 untuk transfusi3 Hb )enderita 3g4d 5 71 ' 51 7 I5,H I5,H !," 6u! ah P*7 2g diberi"an d ! 31# ja! ' ml= kg** B 5 ml= kg** BB 3 ml= kg**BB 3 ml= kg **BB R furosemid Transfusi tukar, parsial atau lengkap

3. 3. Transfusi ,us)ensi Tro!bosit /uspensi trombosit dapat diperoleh dari unit darah lengkap segar donor tunggal,

atau dari darah donor dengan cara= melalui tromboferesis. Komponen ini masih mengandung sedikit sel darah merah, leukosit, dan plasma. Komponen ini ditransfusikan dengan tujuan menghentikan perdarahan karena trombositopenia, atau untuk mencegah perdarahan yang berlebihan pada pasien dengan trombositopenia yang akan mendapatkan tindakan in%asi%e.2,3 :ndikasi transfusi trombosit pada anak dan bayi dapat dilihat pada tabel 3.4 berikut ini. Ana"1ana" dan re!aja S Trombosit I 'E '&=( dan perdarahan S Trombosit I 'E '&=( dan prosedur in%asif S Trombosit I2'E '&=( dan kegagalan sumsum tulang dengan faktor risiko perdarahan tambahan S 0efek trombosit kumulatif dan perdarahan atau prosedur in%asif Ba2i berusia 8 # bu an S Trombosit I ''E '&=( dan perdarahan S Trombosit I5'E '&=( dan prosedur in%asif S Trombosit I2'E '&=( dan secara klinis stabil S Trombosit I ''E '&=( dan secara klinis tidak stabil

Tabel 3. 4. :ndikasi transfusi trombosit pada anak Transfusi trombosit harus diberikan kepada penderita dengan angka trombosit I5'E '&=(, jika ada perdarahan atau direncanakan untuk mengalami prosedur in%asif. $enelitian pada penderita trombositopenia dengan gagal sumsum tulang menunjukkan bah!a perdarahan spontan meningkat tajam jika trombosit turun menjadi I2'H&=(. 0engan alasan ini maka banyak dokter anak menganjurkan transfusi trombosit profilaksis untuk mempertahankan trombosit H2' E '&=( pada anak dengan trombositopenia karena gagal sumsum tulang. $emberian komponen ini sebagai profilaksis pada pasien tanpa perdarahan terutama menjadi kontro%ersi bidang onkologi pediatric. )ngka tersebut juga menimbulkan kontro%ersi karena banyak ahli memilih transfusi pada batas 51 'E '&=( untuk penderita tanpa komplikasi. "eskipun demikian, transfusi dengan komponen ini mutlak diperlukan oleh pasien leukemia akut yang sedang menjalani kemoterapi, dan mengalami trombositopenia berat -trombosit IH2 , dengan perkiraan setiap unit trombosit akan dapat meningkatkan jumlah trombosit sebesar '.'''=m2.
,2,3

3. #. Transfusi ,us)ensi +ranu osit4 Neutrofi $enggunaan komponen ini untuk profilaksis juga masih kontro%ersi. /uspensi terbukti tidak= kurang memberi manfaat, kecuali pada granulositopenia berat -granulosit IH2,3 :ndikasi transfusi granulosit tercantum dalam tabel 3.5. Ana"1ana" dan re!aja9

S #eutropenia &=( dan infeksi bakteri yang tidak memberi respon yang memadai terhadap terapi antimikroba S 0efek kualitatif neutrofil dan infeksi -bakteri maupun jamur. yang tidak memberi respon yang memadai terhadap terapi antimikroba Ba2i berusia 8 # bu an S #eutrofil I3,'E '&=( -minggu pertama. atau I ,'E '&=( -H bakteri fulminan. minggu. dan infeksi

minggu. dan infeksi bakteri fulminan.P %6shapesOP@E''''@s '29P !idthOP343P heightOP2 'PH Tabel 3. 5. :ndikasi transfusi Qranulosit pada anak "enurut #he American Association of $lood $anks merekomendasikan hal berikut6 - .#eonatus IH2,3 Transfusi granulosit harus dipertimbangkan pada penderita neuropenia, karena sering meninggal karena infeksi bakteri atau jamur yang progresif. Transfusi granulosit ditambahkan pada penderita neutropenia berat -I',5E '&=(. yang disebabkan oleh gagal sumsum tulang. $enderita neutropenia yang mengalami infeksi biasa memberi respon kepada terapi antimikroba saja asalkan fungsi sumsum tulang membaik pada a!al infeksi. $enggunaan transfusi granulosit untuk sepsis bakteri yang tidak responsif terhadap antibiotika pada penderita dengan neutropenia berat -I',5H&=(. telah didukung oleh sebagian besar penelitian, telah dilaporkan selama ini. #eonatus dan bayi dengan berat badan kurang dari ' Kg harus menerima 1 2

E '&=Kg neutrofil tiap transfusi granulosit. *ayi dan anak yang lebih besar harus mendapat dosis total E ' ' tiap transfusi granulosit, sedangkan remaja 2 1 3E ' '. Transfusi granulosit harus diberikan setiap hari sampai infeksi menyurut atau neutrofil meningkat hingga ',5 E '&=(.

0i bagian :lmu Kesehatan )nak 5K;:1,/4" Cakarta, transfusi granulosit juga diberikan pada penderita leukemia, penyakit keganasan lain dan anemia aplastik dengan jumlah hitung leukosit I 2'''=mm3 dengan suhu H 3&D4. Komponen yang disediakan oleh (T01$": adalah suspensi buffy coat yang golongan darah )*+1nya cocok.5 3. %. Transfusi P as!a ,egar Be"u 3fresh frozen plasma5 $lasma segar beku adalah bagian cair dari darah lengkap yang dipisahkan kemudian dibekukan dalam !aktu 9 jam setelah pengambilan darah. 2ingga sekarang, komponen ini masih diberikan untuk defisiensi berbagai factor pembekuan. -*ila ada= tersedia, harus diberikan factor pembekuan yang spesifik sesuai dengan defisiensinya..2,3 $lasma beku segar ditransfusikan untuk mengganti kekurangan protein plasma yang secara klinis nyata, dan defisiensi faktor pembekuan ::, J, J::, K dan K:. Kebutuhan akan plasma beku segar ber%ariasi menurut faktor spesifik yang akan diganti. Komponen ini dapat diberikan pada trauma dengan perdarahan hebat atau renjatan -syok., penyakit hati berat, imunodefisiensi tanpa ketersediaan preparat khusus, dan pada bayi dengan enteropati disertai kehilangan protein -protein losing enteropathy%. "eskipun demikian, penggunaan komponen ini sekarang semakin berkurang. 0an bila diperlukan, maka dosisnya 2'14' ml= kg**=hari. 2,3 :ndikasi lain transfusi plasma beku segar adalah sebagai cairan pengganti selama penggantian plasma pada penderita dengan purpura trombotik trombositopenik atau keadaan lain dimana plasma beku segar diharapkan bermanfaat, misalnya tukar plasma pada penderita dengan perdarahan dan koagulopati berat. Transfusi plasma beku segar tidak lagi dianjurkan untuk penderita dengan hemofilia ) atau * yang berat, karena sudah tersedia konsentrat faktor J::: dan :K yang lebih aman. $lasma beku segar tidak dianjurkan untuk koreksi hipo%olemia atau sebagai terapi pengganti imunoglobulin karena ada alternatif yang lebih aman, seperti larutan albumin atau imunoglobulin intra%ena.

$ada neonatus, transfusi plasma beku segar memerlukan pertimbangan khusus. :ndikasi transfusi plasma beku segar untuk neonatus meliputi6 - ."engembalikan kadar eritrosit agar mirip darah lengkap untuk kepentingan transfusi masif, misalnya pada transfusi tukar atau bedah jantung7 -2.$erdarahan akibat defisiensi %itamin K7 -3.Koagulasi intra%askuler diseminata -0:4. dengan perdarahan7 -4.$erdarahan pada defisiensi faktor koagulasi kongenital bila terapi yang lebih spesifik tidak tersedia atau tidak memadai. $edoman transfuse 55$ pada anak, dapat dilihat pada tabel 3.8 berikut. Tabel 3. Ba2i$ ana" dan re!aja9 S 0efisiensi faktor pembekuan darah yang berat dan perdarahan S 0efisiensi faktor pembekuan dan prosedur in%asif S $embalikan darurat efek !arfarin S Koagulopati pengenceran dan perdarahan S $enggantian protein antikoagulan -antitrombin1:::, $rotein 4, dll. S 4airan pengganti tukar plasma untuk purpura trombotik trombositopenik

8. :ndikasi transfusi plasma beku segar pada anak 3. (. Transfusi -rio)resi)itat Komponen ini diperoleh dengan mencairkan plasma segar beku pada suhu 4'T4 dan kemudian bagian yang tidak mencair, dikumpulkan dan dibekukan kembali.

Komponen ini mengandung faktor J::: koagulan= anti hemophilic globulin-)2Q. sebanyak 9'1 2' unit, factor K::: yang cukup banyak, factor %on Lillebrand, dan 5'12'' mg fibrinogen.2,3,5 Komponen ini digunakan untuk pengobatan perdarahan, atau pada persiapan pembedahan penderita hemofilia ), penyakit %on Lillebrand, dan hipofibrinogenemia serta kadang diberikan juga pada 0:4. 0osis yang dianjurkan secara empiris 4'15' unit= kg** sebagai loading dose, yang diteruskan dengan 2'125 unit = kg** setiap 2 jam, sampai perdarahan telah sembuh.2,3 $anggunaannya pada penderita hemofilia ), yaitu untuk menghentikan perdarahan karena berkurangnya )2Q. )2Q ini tidak bersifat genetic marker antigen seperti granulosit, trombosit, atau eritrosit, tetapi pemberian yang berulang1ulang dapat menimbulkan pembentukkan antibodi yang bersifat inhibitor terhadap faktor J:::. +leh karena itu pemberiannya tidak dianjurkan sampai dosis maksimal, tetapi diberikan sesuai dosis optimal untuk suatu keadaan klinis, seperti pada tabel 3.7 berikut.5 Tabel 3. 7. 2ubungan faktor J::: dan gejala perdarahan pada hemofilia
-adar .a"tor :III 3;5 <5 5 < 25 25 < 5' +eja a $erdarahan spontan sendi dan otot $erdarahan hebat setelah luka kecil $erdarahan hebat setelah operasi 4enderung perdarahan setelah luka atau operasi

4ara pemberian kriopresipitat adalah dengan menyuntikkan secara :J langsung, tidak melalui tetesan infus. Komponen ini tidak tahan dalam suhu kamar, jadi diberikan sesegera mungkin setelah mencair.5 3. <. -onsentrat fa0tor :III 3fa0tor anti he!ofi ia A5 Komponen ini merupakan preparat kering yang mengandung konsentrat factor J:::, prokoagulan, yang diperoleh dari kumpulan -pooled% plasma dari sekitar 2'''13'.''' donor. 2asil dimurnikan dengan teknik monoclonal, dan dilakukan penonaktifan %irus

melalui misalnya pemanasan -heattreated.. $engemasan dalam botol berisi 25' dan .''' unit. 0osis pemberian sama dengan kriopresipitat. 2,3 3. 9. Kompleks factor :K Komponen ini disebut juga kompleks protrombin, mengandung factor pembekuan yang tergantung %itamin K, yang disintesis di hati, seperti factor J::, :K, K, serta protrombin. /ebagian ada pula yang mengandung protein4. Komponen ini biasanya digunakan untuk pengobatan hemofilia *. Kadang diberikan pada hemofilia yang mengandung inhibitor factor J::: dan pada beberapa kasus defisiensi factor J:: dan K. 0osis yang dianjurkan adalah 9'1 '' unit=kg** setiap 24 jam.2,3 3. '. A bu!in )lbumin merupakan protein plasma yang dapat diperoleh dengan cara fraksionisasi 4ohn. (arutan 53 albumin bersifat isoosmotik dengan plasma, dan dapat segera meningkatkan %olume darah. Komponen ini digunakan juga untuk hipoproteinemia -terutama hipoalbuminemia., luka bakar hebat, pancreatitis, dan neonatus dengan hiperbilirubinemia. 0osis disesuaikan dengan kebutuhan, misal pada neonatus hiperbilirubinemia perlu 13g=kg** dalam bentuk larutan albumin 53.2,3 3. 1=. I!unog obu in Komponen ini merupakan konsentrat larutan materi Gat anti dari plasma, dan yang baku diperoleh dari kumpulan sejumlah besar plasma. Komponen yang hiperimun didapat dari donor dengan titer tinggi terhadap penyakit seperti %arisela, rubella, hepatitis*, atau rhesus. *iasanya diberikan untuk mengatasi imunodefisiensi, pengobatan infeksi %irus tertentu, atau infeksi bakteri yang tidak dapat diatasi hanya dengan antibiotika dan lain1lain. 0osis yang digunakan adalah 13 ml=kg**. 2,3 3. 11. Transfusi darah auto ogus Transfusi jenis ini menggunakan darah pasien sendiri, yang dikumpulkan terlebih dahulu, untuk kemudian ditransfusikan lagi. 2al ini sebagai pilihan jika pasien memiliki Gat anti dan tak ada satu pun golongan darah yang cocok, juga jika pasien

berkeberatan menerima donor orang lain. "eski demikian, tetap saja tidak lepas sama sekali dari efek samping dan reaksi transfusi seperti terjadinya infeksi.2,3 BAB I: -o!) i"asi Transfusi Darah #. 1. *ea"si transfusi darah se0ara u!u! Tidak semua reaksi transfusi dapat dicegah. )da langkah1langkah tertentu yang perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya reaksi transfusi, !alaupun demikian tetap diperlukan ke!aspadaan dan kesiapan untuk mengatasi setiap reaksi transfusi yang mungkin terjadi. )da beberapa jenis reaksi transfusi dan gejalanya bermacam1macam serta dapat saling tumpang tindih. +leh karena itu, apabila terjadi reaksi transfusi, maka langkah umum yang pertama kali dilakukan adalah menghentikan transfusi, tetap memasang infus untuk pemberian cairan #a4l ',&3 dan segera memberitahu dokter jaga dan bank darah.2,3 #. 2. *ea"si Transfusi He!o iti" A"ut ,eaksi transfusi hemolitik akut -,T2). terjadi hampir selalu karena ketidakcocokan golongan darah )*+ -antibodi jenis :g" yang beredar. dan sekitar &'31nya terjadi karena kesalahan dalam mencatat identifikasi pasien atau unit darah yang akan diberikan.2,3 Qejala dan tanda yang dapat timbul pada ,T2) adalah demam dengan atau tanpa menggigil, mual, sakit punggung atau dada, sesak napas, urine berkurang, hemoglobinuria, dan hipotensi. $ada keadaan yang lebih berat dapat terjadi renjatan -shock., koagulasi intra%askuler diseminata -K:0., dan=atau gagal ginjal akut yang dapat berakibat kematian.2,3 ;ntuk mengatasi hal perfusi tersebut ginjal, perlu dilakukan tindakan sebagai berikut6

-a.meningkatkan

-b.mempertahankan

%olume

intra%askuler,

-c.mencegah timbulnya 0:4.2,3 #. 3. *ea"si Transfusi He!o iti" La!bat

,eaksi transfusi hemolitik lambat -,T2(. biasanya disebabkan oleh adanya antibodi yang beredar yang tidak dapat dideteksi sebelum transfusi dilakukan karena titernya rendah. ,eaksi yang lambat menunjukkan adanya selang !aktu untuk meningkatkan produksi antibodi tersebut. 2emolisis yang terjadi biasanya ekstra%askuler.2,3 Qejala dan tanda yang dapat timbul pada ,T2( adalah demam, pucat, ikterus, dan kadang1kadang hemoglobinuria. *iasanya tidak terjadi hal yang perlu dikuatirkan karena hemolisis berjalan lambat dan terjadi ekstra%askuler, tetapi dapat pula terjadi seperti pada ,T2). )pabila gejalanya ringan, biasanya tanpa pengobatan. *ila terjadi hipotensi, renjatan, dan gagal ginjal, penatalaksanaannya sama seperti pada ,T2).2,3 #. #. *ea"si Transfusi Non1He!o iti"

1. De!a!
0emam merupakn lebih dari &'3 gejala reaksi transfusi. ;mumnya ringan dan hilang dengan sendirinya. 0apat terjadi karena antibodi resipien bereaksi dengan leukosit donor. 0emam timbul akibat akti%asi komplemen dan lisisnya sebagian sel dengan melepaskan pirogen endogen yang kemudian merangsang sintesis prostaglandin dan pelepasan serotonin dalam hipotalamus. 0apat pula terjadi demam akibat peranan sitokin -:(1 dan :(18.. ;mumnya reaksi demam tergolong ringan dan akan hilang dengan sendirinya.2,3

2. *ea"si a ergi
,eaksi alergi -urtikaria. merupakan bentuk yang paling sering muncul, yang tidak disertai gejala lainnya. *ila hal ini terjadi, tidak perlu sampai harus menghentikan transfusi. ,eaksi alergi ini diduga terjadi akibat adanya bahan terlarut di dalam plasma donor yang bereaksi dengan antibodi :g> resipien di permukaan sel1sel mast dan eosinofil, dan menyebabkan pelepasan histamin. ,eaksi alergi ini tidak berbahaya, tetapi mengakibatkan rasa tidak nyaman dan menimbulkan ketakutan pada pasien sehingga dapat menunda transfusi. $emberian antihistamin dapat menghentikan reaksi tersebut.2,3

3. *ea"si anafi a"ti"

,eaksi yang berat ini dapat mengancam ji!a, terutama bila timbul pada pasien dengan defisiensi antibodi :g) atau yang mempunyai :gQ anti :g) dengan titer tinggi. ,eaksinya terjadi dengan cepat, hanya beberapa menit setelah transfusi dimulai. )kti%asi komplemen dan mediator kimia lainnya meningkatkan permeabilitas %askuler dan konstriksi otot polos terutama pada saluran napas yang dapat berakibat fatal. Qejala dan tanda reaksi anafilaktik biasanya adalah angioedema, muka merah -flushing., urtikaria, ga!at pernapasan, hipotensi, dan renjatan.2,3 $enatalaksanaannya adalah - .menghentikan transfusi dengan segera, -2.tetap infus dengan #a4l ',&3 atau kristaoid, -3.berikan antihistamin dan epinefrin. $emberian dopamin dan kortikosteroid perlu dipertimbangkan. )pabila terjadi hipoksia, berikan oksigen dengan kateter hidung atau masker atau bila perlu melalui intubasi.2,3 #. %. Efe" sa!)ing ain dan resi"o ain transfusi #. %. 1. -o!) i"asi dari transfusi !assif Transfusi massif adalah transfusi sejumlah darah yang telah disimpan, dengan %olume darah yanglebih besar daripada %olume darah resipien dalam !aktu 24 jam.4 $ada keadaan ini dapat terjadi hipotermia bila darah yang digunakan tidak dihangatkan, hiperkalemia, hipokalsemia dan kelainan koagulasi karena terjadi pengenceran dari trombosit dan factor1 factor pembekuan. $enggunaan darah simpan dalam !aktu yang lama akan menyebabkan terjadinya beberapa komplikasi diantaranya adalah kelainan jantung, asidosis, kegagalan hemostatik, acute lung injury.4 #.%. 2. Penu aran )en2a"it Infe"si a. He)atitis >irus $enularan %irus hepatitis merupakan salah satu bahaya= resiko besar pada transfusi darah. 0iperkirakan 51 ' 3 resipien transfusi darah menunjukkan kenaikan kadar enGim transaminase, yang merupakan bukti infeksi %irus hepatitis. /ekitar &'3 kejadian hepatitis pasca transfusi disebabkan oleh %irus hepatitis non ) non *. "eski sekarang ini sebagian besar hepatitis pasca transfusi ini dapat dicegah melalui seleksi

donor yang baik dan ketat, serta penapisan %irus hepatitis * dan 4, kasus tertular masih tetap terjadi. $erkiraan resiko penularan hepatitis * sekitar hepatitis 4 lebih besar yaitu sekitar 6 '.'''. 2,3 b. AID, 3#c$uired %mmune &eficiency syndrome) $enularan retro%irus 2:J telah diketahui dapat terjadi melalui transfusi darah, yaitu dengan rasio 687'.''', meski telah diupayakan penyaringan donor yang baik dan ketat.2,3 0. Infe"si 7/: $enularan 4"J terutama berbahaya bagi neonatus yang lahir premature atau pasien dengan imunodefisiensi. *iasanya %irus ini menetap di leukosit danor, hingga penyingkiran leukosit merupakan cara efektif mencegah hal terbaik mencegah 4"J ini.2,3 d. Pen2a"it infe"si ain 2ang jarang *eberapa penyakit !alaupun jarang, dapat juga ditularkan melalui transfusi adalah malaria, toEoplasmosis, 2T(J1 , mononucleosis infeksiosa, penyakit chagas -disebabkan oleh trypanosoma cruGi., dan penyakit 4C0 - Creutzfeldt &akob 'isease..2,3 $encemaran oleh bakteri juga mungkin terjadi saat pengumpulan darah yang akan ditransfusikan. $asien yang terinfeksi ini dapat mengalami reaksi transfusi akut, bahkan sampai mungkin renjatan. Keadaan ini perlu ditangani seperti pada ,T2) ditambah dengan pemberian antibiotic yang adekuat.2,3 e. +:HD3"raft 'ersus (ost disease5 QJ20 merupakan reaksi= efek samping lain yang mungkin terjadi pada pasien dengan imunosupresif atau pada bayi premature. 2al ini terjadi oleh karena limfosit donor bersemai (engrafting% dalam tubuh resipien dan bereaksi dengan antigen atau mengurangi kemungkinan infeksi %irus ini. Transfusi sel darah merah rendah leukosit merupakan dari 2''.''' dan

penjamu. ,eaksi ini dapat dicegah dengan pemberian komponen /0" yang diradiasi atau dengan leukosit rendah.2,3 BAB > Pe!eri"saan ?ang Berhubungan Dengan Transfusi Darah ;ntuk mengetahui jenis pemeriksaan yang harus dilakukan sebelum transfusi dan hal1 hal yang kemungkinan akan terjadi setelah transfusi, haruslah diketahui beberapa unsur yang ada di dalam darah yang akan ditransfusikan.;nsur penting yang harus diketahui karena mempunyai unsur antigenik adalah6 . >ritrosit6 ;ntuk eritrosit, diperlukan pemeriksaan penggolongan darah menggunakan sistem )*+, ,hesus -,h., "#/ dan $, Kell, (utheran, 0uffy, Kidd, (e!is, dan lain1lain. 2. (eukosit dan trombosit6 Lalaupun sifat antigenik pada leukosit dan trombosit relatif lemah, tetapi saat ini menjadi penting sekali di bidang transplantasi organ, karena bersifat antigen jaringan. 3. /erum6 /ifat antigeniknya lemah, tetapi kadang dapat menimbulkan reaksi transfusi 5,8,& Transfusi darah yang ideal haruslah mempunyai sifat antigeni darah donor yang cocok seluruhnya terhadap antigen resipien. 2al ini sangat sulit dalam pelaksanaannya. ;ntuk keperluan praktis, umumnya secara rutin dilakukan pengujian sebagai berikut6 1. +o ongan darah donor dan resipien dalam sistem )*+ dan ,hesus, untuk menentukan antigen eritrosit. "enentukan golongan ,hesus dilakukan dengan meneteskan complete anti ' pada eritrosit yang diperiksa -lihat tabel 5. ..5 Tabel 5. />? Tabel@4. AB ),)*:4 . ;ji golongan darah )*+ Eritrosit +o ongan Ditetesi uji sera

A B AB @

Anti A R 1 R 1

Anti B 1 R R 1

Anti AB R R R 1

2. Re'erse "rouping, yaitu menentukan antibodi dalam serum donor dan resipien, terutama mengenai sistem )*+ -lihat tabel 5.2..5 Tabel 5. />? Tabel@4. AB ),)*:4 2. Reverse )rouping ,eru! +o ongan Darah A B AB @ 3. !ross match /etelah golongan darah ditentukan, kemudian dilakukan cross match dari darah donor dan resipien yang bersangkutan. )da dua macam cross match, yaitu major cross match -serum resipien ditetesi eritrosit donor., dan minor cross match -serum donor ditetesi eritrosit resipien.. Cross match yang lengkap haruslah dalam tiga medium, yaitu6 a. #a4l 5isiologis b. >nGim -metode enGim. c. /erum 4oombs -metode 4oombs tidak langsung. /emua pemeriksaan harus dilakukan dalam tabung serologis dan setiap hasil yang negatif harus dipastikan secara mikroskopis. ;ntuk pemeriksaan yang lengkap tersebut diperlukan !aktu 2 jam. 0alam keadaan darurat dapat dikerjakan cross match dalam #a4l fisiologis pada gelas obyek. *ahayanya adalah tidak dapat ditentukan adanya incomplete antibody dalam darah resipien atau donor, sehingga risiko reaksi transfusi makin besar.5 Ditetesi eritrosit 2ang di"etahui ,e A ,e B 1 R R 1 1 1 R R

#. Pe!eri"saan ain terhada) infe"si. "isalnya lues, malaria, hepatitis, dan 2:J -lihat tabel 5.3..5,8,& Tabel 5. />? Tabel@4. AB ),)*:4 3. ,isiko transmisi agen1agen infeksi sehingga perlu dilakukan pemeriksaan rutin terhadap produk1produk darah 5,8,& Per"iraan risi"o trans!isi

Pen2a"it Trans!isi ,isiko rendah, spirochaeta tidak dapat ,ifi is

Prosedur dan )roses )e!eri"saan

ditransmisikan melalui darah segar dan,i!ayat donor, ,$, mati bila disimpan selama 72 jam dalam atau J0,( suhu 4D4 0arah yang diambil saat fase prodromal dapat mentransmisikan %irus. :nfeksi melalui transfusi jarang terjadi, karena %iremia fase akut penyakit yang hebat,,i!ayat donor tidak ada karier asimtomatik, dan tidak ada transmisi pada indi%idu yang donor, ditransfusi ganda. Jiremia yang lama pada penyakit ini,i!ayat dan adanya karier asimtomatik membuat$emeriksaan

IH

He)atitis A

6 .'''.'''

He)atitis insidens hepatitis * sebagai infeksi yangpenjaringan B tinggi. :nsidens dapat

2bs)g, 6 25'.''' <

ditransmi1sikan melalui transfusi yang2epatitis #on1) #on1 6 3'.''' diturunkan*, 2epatitis 4, dan melalui pemeriksaan penjaringan entero%irus U kasus hepatitis #on1) #on1* post1,i!ayat donor. transfusi adalah hepatitis 4. 4iri khas

He)atitis %irus ini mirip dengan 2*J. :nfeksi 7 hepatitis 4 dapat berakibat peningkatan

$emeriksaan 2*c, anti 24J.

)(T, 6 ''.'''

insidens sirosis hepatis dan penyakit$emeriksaan hepar terminal. %irus. He)atitis *ukan Non1A Non1B kasus spesifik, tetapi,i!ayat donor dikelompokkan sebagai agen bukan$emeriksaan 2)J, 2*J, 2J4, %irus >pstein1*arr, dan anti 2*c

genom Tidak )(Tdiketahui, sekitar

dan

sitomegalo%irus,

yang

dapat ,i!ayat donor, penja1 ringan )nti 2:J >:),

menyebabkan hepatitis post transfusi

6 ''.'''

,etro%irus HI: 2

sitotoksik

yangdengan

HI: 2$ penyebarannya dapat melalui kontakkonfirma1si seksual, parenteral -termasuk melaluiLestern transfusi., dan %ertikal. $24, asam

dengan 6 2.'''.''' *lot,< nukleat 6 5''.'''

pemeriksaan antigen untuk genom %irus ,i!ayat donor, peme1

,etro%irus yang penyebarannya dapatriksaan 2T(J1: dan HTL:1I$ melalui HTL:1 -termasuk II %ertikal, kontak yang seksual, dapat parenteral:: dengan enzyme 6 8''.''' test, dengan melalui transfusi., danimmunoassay konfirmasi Lestern *lot -eterangan9 )(T O Alanine #ransaminase7 2)J, 2*J, 24J O Jirus hepatitis ), Jirus hepatitis *, Jirus hepatitis 47 2T(J O Human #*cell lymphotropic virus7 ,$, O rapid plasma reagin7 J0,( O pemeriksaan sifilis. BAB :I Penutu) Transfusi darah merupakan bentuk terapi yang dapat menyelamatkan ji!a. *erbagai bentuk upaya telah dan hampir dapat dipastikan akan dilaksanakan, agar transfusi menjadi makin aman, dengan resiko yang makin kecil. "eskipun demikian, transfusi darah belum dapat menghilangkan secara mutlak resiko dan efek sampingnya.3 2aruslah Vterpatri dalam benakW kita bah!a transfusi darah adalah upaya untuk menyelamatkan ji!a dan mencegah perburukan, dan jangan dilakukan semata1 mata untuk mempercepat penyembuhan. ;ntuk itulah indikasi transfusi haruslah ditegakkan dengan sangat hati1 hati, karena setiap transfusi yang tanpa indikasi adalah suatu kontraindikasi. "aka untuk memutuskan apakah seorang pasien memerlukan transfusi atau tidak, harus mempertimbangkan keadaan pasien

menyebabkanscreening

keganasan limfoid dan mielopati

menyeluruh. $ada pemberian transfusi sebaiknya diberikan komponen yang diperlukan secara spesifik untuk mengurangi resiko terjadinya reaksi transfusi. :ndikasi untuk pelaksanaan transfusi didasari oleh penilaian secara klinis dan hasil pemeriksaan laboratorium.3 "enyadari hal ini, maka perlu kiranya mereka yang terlibat dalam praktek transfusi darah mempunyai pengetahuan dan keterampilan dalam bidang ilmu kedokteran transfusi -transfusion medicine..

DA.TA* PU,TA-A . /trauss ,Q, Transfusi 0arah dan Komponen 0arah , dalam #elson :lmu Kesehatan )nak -#elson TeEtbook of $ediatrics., &&8, Cakarta, >Q4, %olume 2, >disi 5, halaman6 7271 732 2. 0jajadiman Qatot, $enatalaksanaan Transfusi $ada )nak dalam ;pdates in $ediatrics >mergency, 2''2, Cakarta, *alai $enerbit 5K;:, halaman6 2914 3. ,amelan /, Qatot 0, Transfusi 0arah $ada *ayi dan )nak dalam $endidikan Kedokteran berkelanjutan -4ontinuing "edical >ducation. $ediatrics ;pdates, 2''5, Cakarta, :0): cabang Cakarta, halaman6 2 13' 4. /udarmanto *, "udrik T, )Q /umantri, Transfusi 0arah dan Transplantasi dalam *uku )jar 2ematologi1 +nkologi )nak, 2''5, Cakarta, *alai $enerbit :0):, halaman6 2 71225 5. 0r. ,usepno 2asan, 0r. 2usein )latas. *uku Kuliah halaman6 49314&' 8. $alang "erah :ndonesia. $elayanan Transfusi 0arah, 2''2, )%ailable at6 http6==!!!.palangmerah.org=pelayanan transfusi.asp. 7. Lagle /ammer, 2emolytic 0isease of #e!born, 2''3, a%ailable at6 :lmu Kesehatan )nak, &95,

Cakarta, *agian :lmu Kesehatan )nak 5akultas Kedokteran ;ni%ersitas :ndonesia,

http6==!!!.emedicine.com=ped=byname=hemolylic1disease1of1ne!born.htm. 9. Qary, , /trange, Lilliam ,, /te%en (, 2''2, $ediatric >mergency "edicine, 2 nd edition. *oston6 "c Qra! 2ill, halaman6 527152& &. >. /hannon cooper, &&2, 4linic in (aboratory "edicine, Jolume 2, #umber 4, $hiladelphia6 L* /aunders 4ompany, halaman6 8551885