Anda di halaman 1dari 3

11/28/13

RS PERMATA CIBUBUR - GANGGUAN KESEIMBANGAN

Share Services

Home

Tentang kami

Pelayanan
Artikel

Fasilitas
Lain-lain

Ruang Berita

Karir

Site Map

Tanya Jawab

Search...

You are here: Home

Ruang Berita

GANGGUAN KESEIMBANGAN Berita Artikel Favorit

Informasi

GANGGUAN KESEIMBANGAN
Last Updated on Saturday, 19 January 2013

Jl. Alt. Cibubur-Cileungsi No.6A Cibubur 17435 rs@permatacibubur.com marketing@permatacibubur.com

Dr Widayat Alviandi SpTHT


Klinik Neurotologi THT RSIA Permata Cibubur)
Kalau kita perhatikan sebenarnya fungsi keseimbangan merupakan fungsi yang amat vital bagi manusia seperti halnya panca-indera kita. Kita merasa fungsi keseimbangan merupakan fungsi yang semestinya kita miliki dan tidak akan pernah terganggu. Kenyataannya ada seseorang yang mengalami gangguan keseimbangan walaupun badannya kekar dan kuat tetapi kalau berdiri saja mau jatuh (limbung), sehingga akan terganggu dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Untuk mampu berdiri dalam keadaan seimbang setelah dilahirkan, manusia normal membutuhkan waktu belajar kurang-lebih satu tahun. Sistem keseimbangan merupakan kelompok organ yang selalu bekerja sama dalam mempertahankan tubuh dan keseimbangan baik dalam keadaan statis (diam) maupun dinamis (bergerak). Secara anatomi sistem keseimbangan terdiri dari sistem vestibuler, visual (penglihatan) dan propioseptif (somatosensorik). Sistem vestibuler dibagi menjadi dua yaitu vestibuler perifer dan sentral. Sistem vestibuler perifer terdiri dari organ vestibuler yang terdapat di telinga dalam, nervus vestibularis (N VIII) dan ganglion vestibularis. Sedangkan sistem vestibuler sentral terdiri dari nukleus vestibularis di batang otak, serebelum, talamus dan korteks serebri. Secara umum sistem vestibuler berperan sebagai pemberi informasi dari dalam (internal reference) yaitu memberitahu otak tentang bagaimana posisi kepala kita berorientasi terhadap ruangan di sekitarnya. Di lain pihak sistem visual dan propioseptik/somatosensorik berperan sebagai pemberi informasi dari luar (external references). Sistem visual berperan memberi tahu otak tentang posisi tubuh terhadap lingkungan berdasarkan sudut dan jarak dengan obyek sekitarnya, sedangkan sistem propioseptik memberitahu otak tentang titik tumpu beban tubuh. Ketiga sistem tersebut selalu bekerja sama dalam mempertahankan keseimbangan tubuh. Jika ada perbedaan antara informasi dari dalam dan informasi dari luar, maka otak akan terganggu dalam memberikan suatu persepsi gerakan, sehingga terjadilah gangguan keseimbangan. Jadi sistem keseimbangan adalah usaha tubuh (vestibuler, visual dan propioseptik) untuk mempertahankan tubuh agar tetap seimbang pada titik tumpunya dari pengaruh gaya gravitasi dan berat badan baik dalam keadaan diam (statis) dan bergerak (dinamis). Jika sistem keseimbangan kita (vestibuler, visual dan propioseptik) terserang suatu penyakit atau gangguan dan tubuh tidak bisa menanggulanginya (melakukan kompensasi) maka terjadilah gangguan keseimbangan.

Forum tanya jawab

LOMBA CERDAS CERMAT & DOKTER KECIL FIELD TRIP SDIT AL-KAUTSAR LOMBA DI ULTAH 10 RSPC 2013 PENYULUHAN KESEHATAN DI SMP BRIGHTON PENGOBATAN GRATIS INFO PERBAIKAN TELEPON (28 September 2013) PENYULUHAN KESEHATAN DEMAM TYPOID PT. SGS INDONESIA PAKET LEBARAN SEHAT BERSAMA RS PERMATA CIBUBUR KHUSUS WANITA Kartu "Student Member Card" Health Talk : Pola Hidup Sehat

Berita terbaru
pertama kali mengalami kehamilan bisa dipastikan ada perasaan gembira dan bercampur rasa kuatir yang berlebih, apalagi mendekati waktu serta proses kelahirannya nanti. Timbul sebuah kekuatiran yang makin lama makin berlebih dan berdampak munculnya stres dan depresi pada wanita hamil. Baca selengkapnya...

Jadwal Praktek Dokter

Hipersensitif pada gigi


Hipersensitif gigi adalah keadaan dimana gigi terasa ngilu yang sangat, yang menyebabkan

New baby

Select Language

Jenis-jenis gangguan keseimbangan dan penyebabnya


^ back to top

Penyakit yang menyebabkan gangguan keseimbangan dapat dibagi menurut lokasi anatominya. Dari semua gangguan keseimbangan yang terjadi, sebagian besar (80 %) kasus terjadi pada daerah perifer yaitu organ vestibuler
www.permatacibubur.com/index.php/ruang-berita/artikel/lain-lain/284-gangguan-keseimbangan 1/3

11/28/13

RS PERMATA CIBUBUR - GANGGUAN KESEIMBANGAN

di telinga dalam. Pada gangguan keseimbangan sentral dapat disebabkan oleh : Pada nukleus vestibularis sampai batang otak dapat terjadi TIA/stroke vertebrobasilaris, tumor, infeksi, trauma, multipel sklerosis (degeneratif), migren basilar 2. Pada serebelum dapat terjadi stroke, tumor, kelainan degeneratif 3. Pada otak (korteks serebri) dapat terjadi epilepsi, kelainan degeneratif.
1.

Pada gangguan keseimbangan perifer dapat disebabkan oleh : 1. Benigne paroxymal Positional Vertigo (BPPV) 2. Menieres disease 3. Infeksi (seperti neuritis vestibuler, OMSK) 4. Ototoksik (obat yang menyebabkan toksik/racun di telinga dalam) 5. Oklusi a. labirin (penyumbatan vaskuler/pembuluh darah) 6. Trauma 7. Tumor (neuroma akustik) 8.Kelainan degeneratif (misalnya presbiastasia). Diantara penyakit-penyakit tersebut di atas yang tersering adalah BPPV yaitu keluhan vertigo (pusing berputar) yang dicetuskan oleh gerakan atau posisi kepala yang berubah secara mendadak.

Gejala dan tanda-tanda gangguan keseimbangan


Orang yang mengalami gangguan keseimbangan dapat mengeluh pusing berputar/pusing tujuh keliling (vertigo), rasa mau jatuh/goyang/sempoyongan (disequilibrium), rasa tidak nyaman di kepala (mumet/dizziness), rasa ringan di kepala/rasa mau pingsan (sinkope). Seringkali keluhan gangguan keseimbangan disertai oleh gejala otonom seperti rasa berdebar-debar, keringat dingin, rasa cemas, rasa tidak nyaman di daerah perut, mual sampai muntah. Gejala otonom terjadi terutama bila disebabkan oleh gangguan pada sistem keseimbangan yang terdapat di telinga dalam (perifer). Kenyataan dalam sehari-hari penderita yang mengeluh pusing kepala, sering datang bukan ke dokter ahli THT. Padahal sebagian besar ganggguan keseimbangan (kurang-lebih 80 %) disebabkan oleh kelainan pada sistem keseimbangan yang berada di telinga dalam. Apalagi bila gangguan keseimbangan tersebut disertai gejala gangguan pendengaran dan telinga berbunyi. Penanganan gangguan keseimbangan dilakukan setelah mengetahui fungsi keseimbangan apa saja yang terganggu melalui pertanyaan kepada penderita (anamnesis) dan serangkaian pemeriksaan fungsi keseimbangan. Kadangkadang pemeriksaan tersebut memakan waktu dan membuat penderita tidak nyaman. Tetapi sekarang para dokter dapat memeriksa penderita dengan cara yang singkat dan nyaman. Hal yang terpenting adalah bagaimana dokter dapat meyakinkan penderita bahwa gangguan keseimbangan yang dirasakan bukan dari sebab yang berbahaya misalnya tumor di kepala. Penanganan gangguan keseimbangan tidak selalu diatasi dengan obat, dapat juga diatasi dengan suatu
www.permatacibubur.com/index.php/ruang-berita/artikel/lain-lain/284-gangguan-keseimbangan 2/3

11/28/13

RS PERMATA CIBUBUR - GANGGUAN KESEIMBANGAN

latihan dan perasat (manuver). Berikut ini salah satu contoh gangguan keseimbangan yang paling sering dialami oleh masyarakat yaitu BPPV. BENIGNE PAROXYSMAL POSITIONAL VERTIGO (BPPV) Benigne Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) merupakan gangguan keseimbangan yang tersering dijumpai di tengah masyarakat. BPPV didefinisikan sebagai vertigo yang ditimbulkan/diprovokasi oleh gerakan kepala yang mendadak (biasanya dalam keadaan menggantung), disertai adanya nistagmus vestibuler ke arah telinga yang sakit. Istilah positional menunjukkan adanya hubungan antara keluhan pusing berputar (vertigo) dengan gerakan kepala dengan gravitasi. Istilah paroxysmal menggambarkan terjadinya gangguan tersebut yang berlangsung episodik. Istilah benigne digunakan untuk membedakan gangguan ini dengan vertigo yang yang disebabkan oleh keganasan pada daerah intrakranial. Penyakit ini disebabkan oleh otolit (debris kalsium karbonat) yang terdapat di utrikulus organ vestibuler jatuh ke kanalis semisirkularis organ vestibuler (di telinga dalam), sehingga kalau penderita menggerakan kepala akan merasa vertigo (pusing berputar). BPPV dapat terjadi pada orang dewasa, yang tersering pada usia menengah dan akan meningkat resikonya sesuai dengan meningkatnya usia. Jarang terjadi pada anak-anak, usia yang termuda yang dijumpai pada usia 11 tahun. Gejala klinis berupa keluhan pusing berputar yang terjadi bila penderita menggerakan posisi kepala. Sering disertai gejala otonom seperti mual, muntah, berdebar-debar, berkeringat dingin,dan rasa cemas. Kadang-kadang terjadi keluhan telinga berbunyai (tinitus).

BPPV dapat sembuh secara spontan. Prognosis penderita BPPV baik, walaupun dapat kambuh kembali.

Login Form
User Name

Password

Remember Me Log in Forgot your password? Forgot your username?


Thursday the 28th. Design: Hostgator Coupon.

www.permatacibubur.com/index.php/ruang-berita/artikel/lain-lain/284-gangguan-keseimbangan

3/3