Anda di halaman 1dari 30

Industri Gas

  • A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN

Seiring dengan perkembangan teknologi, kebutuhan akan bahan-bahan kimia semakin besar sehingga pembangunan industri kimia perlu lebih diprioritaskan. Industri kimia merupakan salah satu industri vital dan strategis, untuk itu hampir setiap negara di dunia, tak terkecuali Indonesia banyak memberikan perhatian pada pengembangan industri kimia, mengingat industri ini banyak mempunyai keterkaitan dengan pengembangan industri lainnya.

Beberapa bahan kimia yang digunakan adalah gas nitrogen, oksigen, hidrogen dan lain-lain. Bahan kimia ini dapat diproduksi dari gas sintesis sebagai bahan intermediet dalam industri kimia.

Gas adalah suatu fase benda dalam ikatan molekul, bisa berbentuk cairan, benda padat, ikatan molekul akan terlepas pada suhu titik uap benda. Gas mempunyai kemampuan untuk mengalir dan dapat berubah bentuk. Kata "gas" kemungkinan diciptakan oleh seorang kimiawan Fldanria sebagai pengejaan ulang dari pelafalannya untuk kata Yunani, chaos (kekacauan).

Ada beberapa gas yang akan dibahas, yaitu gas alam, gas oksigen, gas hidrogen, dan gas nitrogen. Gas alam sering juga disebut sebagai gas bumi atau gas rawa, adalah bahan bakar fosil berbentuk gas yang terutama terdiri dari metana (CH 4 ). Ia dapat ditemukan di ladang minyak, ladang gas bumi dan juga tambang batu bara.

Oksigen adalah suatu unsur yang pada suhu dan tekanan atmosfir berbentuk gas. Hidrogen merupakan unsur yang sangat aktif secara kimia, sehingga jarang sekali ditemukan dalam bentuk bebas. Sementara itu, gas Nitrogen biasanya ditemukan sebagai gas tanpa warna, tanpa bau, tanpa rasa dan merupakan gas

Industri Gas

diatomik bukan logam yang stabil, sangat sulit bereaksi dengan unsur atau senyawa lainnya.

Beberapa jenis gas alam tersebut biasa di produksi dalam skala industri dan dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Jadi, bagaimanakah gas alam tersebut diproses dalam industri, bagaimana pula gas – gas tersebut disimpan dan ditransportasikan, dan dimanfaatkan untuk apa saja serta dampak apa saja yang ditimbulkan dari limbah gas alam tersebut dari hasil proses industri akan dibahas dalam makalah ini.

  • B. Rumusan Masalah

    • 1. Apa pengertian Gas?

    • 2. Apa saja jenis-jenis gas dalam bidang industri?

    • 3. Bagaimana pengolahan gas dalam bidang industri?

    • 4. Apakah kegunaan dari gas dalam kehidupan sehari-hari?

    • 5. Bagaimana dampak negatif dari industri gas bagi lingkungan?

    • 6. Bagaimana penanggulangan dampak negatif dari industri secara umum?

  • C. Tujuan Masalah Makalah ini dibuat, guna memenuhi tugas mata kuliah Kimia Industri. Selain itu, pembuatan makalah ini juga bertujuan untuk mengetahui lebih jauh tentang pegolahan gas di industri, kegunaan dan kerugiannya untuk konsumen dan lingkungannya serta cara penanggulangannya.

  • D. Manfaat Penulisan

  • Manfaat yang diharapkan dari penulisan makalah ini adalah:

    Industri Gas

    • 1. Mahasiswa(i) dapat mengetahui cara pembuatan gas dalam skala industri.

    • 2. Mengetahui kegunaan dan dampak gas bagi lingkungan.

    • 3. Dapat menjadi tambahan referensi contoh-contoh makalah yang dapat dijadikan acuan dan atau pedoman dalam pembuatan makalah dengan pokok pembahasan yang sama.

      • A. Definisi Gas

    BAB II PEMBAHASAN

    Gas adalah suatu fase benda dalam ikatan molekul, bisa berbentuk cairan, benda padat, ikatan molekul akan terlepas pada suhu titik uap benda. Gas mempunyai kemampuan untuk mengalir dan dapat berubah bentuk. Kata "gas" kemungkinan diciptakan oleh seorang kimiawan Fldanria sebagai pengejaan ulang dari pelafalannya untuk kata Yunani, chaos (kekacauan).

    Gas yaitu suatu keadaaan zat dalam hal ini molekul-molekulnya

    dapat

    bergerak sangat bebas, dan dapat mengisi seluruh ruangan yang ditempatinya.

    Kondisi gas ditentukan oleh tiga faktor yaitu : tekanan, suhu dan volume.

    gerak/energi kinetis dalam suatu gas adalah bentuk zat terhebat kedua (setelah plasma). Karena penambahan energi kinetis ini, atom-atom gas dan molekul sering memantul antara satu sama lain, apalagi jika energi kinetis ini semakin bertambah.

    • 1. Gas Alam

    Gas alam

    sering juga disebut sebagai

    berbentuk gas yang terutama

    Gas alam sering juga disebut sebagai <a href=bakar fosil berbentuk gas yang terutama ditemukan d iladang minyak, ladang gas b umi " id="pdf-obj-2-58" src="pdf-obj-2-58.jpg">

    ditemukan diladang minyak,

    gas bumi

    terdiri

    atau dari metana
    atau
    dari
    metana

    gas rawa, adalah

    (CH 4 ). Ia dapat

    dan juga tambang

    batu bara. Ketika gas

    yang kaya dengan metana diproduksi melalui pembusukan oleh

    dari bahan-bahan organik selain dari fosil, maka ia disebut

    <a href=biogas . Sumber sampah, serta " id="pdf-obj-2-99" src="pdf-obj-2-99.jpg">

    biogas. Sumber

    sampah, serta

    biogas dapat ditemukan di

    rawa-rawa, tempat pembuangan

    akhir

    penampungan-penampungan kotoran manusia maupun hewan.

    Industri Gas

    Komponen

    utama

    dalam

    gas

    alam

    adalah

    metana

    (CH 4 ),

    yang

    merupakan

    rantai

    terpendek

    dan

    teringan.

    Gas

    alam

    juga

    mengdanung molekul-molekul

    hidrokarbon

    yang

    lebih

    berat

    seperti

    (C 2 H 6 ),

    (C 3 H 8 )

    dan

    (C 4 H 10 ),

    serta

    gas-gas

    yang

    mengdanung sulfur (belerang).

    Sumber metana yang berasal dari makhluk hidup kebanyakan berasal dari rayap, ternak (mamalia) dan pertanian (diperkirakan kadar emisinya sekitar 15,75 dan 100 juta ton per tahun secara berturut-turut).

    Komponen

    %

    Metana (CH 4 )

    80-95

    Etana (C 2 H 6 )

    5-15

    Propana (C 3 H 8 ) dan Butana (C 4 H 10 ) < 5

    • 2. Gas Oksigen

    Oksigen adalah unsur yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Unsur golongan VI ini sangat penting bagi proses pernapasan makhluk hidup. Oksigen lebih banyak berada dalam keadaan senyawanya daripada sebagai unsur bebas. Sebagai unsur bebas, oksigen terdapat dalam udara yaitu kira-kira 21% volume udara kering. Oksigen atau zat asam adalah unsur kimia dalam sistem tabel periodik yang mempunyai lambang O dan nomor atom 8. Ia merupakan unsur golongan kalkogen dan dapat dengan mudah bereaksi dengan hampir semua unsur lainnya (utamanya menjadi oksida). Pada temperatur dan tekanan stdanar, dua atom unsur ini berikatan menjadi dioksigen, yaitu senyawa gas diatomik dengan rumus O 2 yang tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau. Oksigen merupakan unsur paling melimpah ketiga di alam semesta berdasarkan massa dan unsur paling melimpah dikerak bumi. Gas oksigen diatomik mengisi 20,9% volume atmosfer bumi. Semua kelompok molekul struktural yang terdapat pada organisme hidup.

    Industri Gas

    Oksigen adalah suatu unsur yang pada suhu dan tekanan atmosfir berbentuk gas. Kdanungan oksigen dalam udara kurang lebih 20% volume. Gas oksigen mempunyai sifat oksidator dan dapat membesar kebakaran. Oksigen dapat di gunakan sebagai bahan baku penolong di industri baja, glass, Ethylene Oxide, sebagai gas medis/pertolongan pernapasan, digunakan dalam pemotongan pengelasan, hdanering, dan lain-lain. Sifat kimia dari oksigen sendiri yaitu merupakan zat yang tidak dapat terbakar dan bersifat membantu kebakaran.

    • 3. Gas Hidrogen

    Hidrogen adalah gas yang tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa. Hidrogen atau H 2 mempunyai kdanungan energi per satuan berat tertinggi, dibdaningkan dengan bahan bakar manapun. Hidrogen merupakan unsur yang sangat aktif secara kimia, sehingga jarang sekali ditemukan dalam bentuk bebas. Di alam, hidrogen terdapat dalam bentuk senyawa dengan unsur lain, seperti dengan oksigen dalam air atau dengan karbon dalam metana. Sehingga untuk dapat memanfaatkanya, hidrogen harus dipisahkan terlebih dahulu dari senyawanya agar dapat digunakan sebagai bahan bakar. Hidrogen juga adalah unsur paling melimpah dengan persentase kira-kira 75% dari total massa unsur alam semesta.

    • 4. Gas Nitrogen

    Nitrogen dan persenyawaannya sangatlah melimpah dialam, yaitu tersebar di atmosfer berupa molekul diatomiknya gas N 2 . Terdapat dilapisan kerak bumi sebagai NaNO 3 dan garam-garam serta oksidanya yang banyak larut di daerah perairan. Unsur nitrogen itu sendiri cenderung inert pada temperatur kamar, sehingga akan mempengaruhi keberadaannya pada atmosfer, lapisan kerak bumi maupun perairan. Yang mana di atmosfer terdapat sebagai gas N 2 yang cukup stabil, pada perairan berupa persenyawaan ion – ion yang larut dan yang paling sedikit diantara ketiganya yaitu pada lapisan kerak bumi.

    Nitrogen merupakan gas yang tersedia di alam namun tidak memiliki sifat merusak. Udara yang kita hirup sehari-hari sebanyak 78% adalah Nitrogen. Nitrogen tidak berbau dan tidak berwarna. Unsur Oksigen justru kurang dari 21%. Sisanya

    Industri Gas

    adalah uap air, CO 2 dan konsentrasi gas mulia seperti argon dan neon yang bisa kita abaikan keberadaannya.

    Nitrogen memiliki massa atom 14,0067 g/mol dengan massa atom 7. Selain itu adapun ciri fisik dari nitrogen seperti berfasa gas, bermassa jenis 1,251 g/L, titik leburnya 63,15 K, titik didih 77,36, titik kritisnya 126,21 K. Nitrogen cair mendidih pada -196 0 C, dan membeku pada -210 0 C. Sruktur dari gas nitrogen adalah berupa kristal hexagonal. Kelektronegatifan gas nitrogen menduduki peringkat ke-3 setelah flour dan oksigen. Gas nitrogen termasuk dalam gas yang inert ( tidak reaktif ).

    • B. Jenis-jenis Gas dalam Industri

    Sebenarnya ada banyak industri yang memproduksi berbagai macam gas baik untuk keperluan sehari-hari maupun dalam skala industri. Namun dalam makalah ini hanya jenis-jenis gas berikut yang dibahas dalam skala industri.

    • 1. Gas Alam

    Gas alam diproduksi oleh industri gas melalui pengolahan gas dalam industri. Proses pengolahan gas alam adalah proses industri yang kompleks dirancang untuk

    membersihkan gas alam mentah dengan memisahkan kotoran

    dan berbagai non-

    metana hidrokarbon dan cairan untuk

    menghasilkan apa yang dikenal sebagai

    dry natural gas. Pengolahan Gas alam dimulai dari sumur bor. Komposisi gas alam mentah yg diekstrak dari sumur bor tergantung pada jenis, kedalaman, dan kondisi geologi daerah. Minyak dan gas alam sering ditemukan bersama-sama dalam reservoir.

    Gas alam yang dihasilkan dari sumur minyak

    umumnya diklasifikasikan

    sebagai associated-dissolved, yang berarti bahwa

    gas alam dilarutkan dalam minyak

    mentah. Kebanyakan gas alam mengdanung

    senyawa hidrokarbon, contohnya seperti

    gas metana (CH 4 ), benzena

    (C 6 H 6 ), dan butana (C 4 H 10 ). Meskipun mereka berada

    dalam fase cair pada tekanan bawah tanah, molekul-molekul akan

    menjadi gas pada

    saat tekanan atmosfer normal. Secara kolektif, mereka disebut kondensat atau cairan

    gas alam

    (NGLs). Gas alam yang diambil dari tambang batu bara dan tambang

    Industri Gas

    (coalbed methane) merupakan pengecualian utama,

    yang pada dasarnya campuran

    dari sebagian besar metana dan karbon dioksida (sekitar 10 persen).

    Pabrik pengolahan

    gas alam

    memurnikan gas alam mentah yang diproduksi

    dari ladang gas bawah tanah.

    Sebuah pabrik mensuplai gas alam lewat pipa-pipa

    yang dapat

    digunakan sebagai bahan bakar oleh perumahan, komersial dan industri

    konsumen. Pada proses pengolahan, kontaminan akan dihilangkan dan hidrokarbon yg lebih berat akan diolah lagi untuk keperluan komersial lainnya.

    Untuk alasan ekonomi, beberapa pabrik pengolahan mungkin

    harus dirancang

    untuk menghasilkan produk setengah jadi. Biasanya mengdanung lebih dari 90

    persen metana murni dan lebih kecil

    jumlah etana, nitrogen, karbon dioksida. Hal ini

    dapat diproses lebih lanjut di pabrik hilir atau digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan bahan kimia.

    • 2. Gas Oksigen

    Gas oksigen juga diproduksi dalam skala industri. Proses pembuatan oksigen, gas O 2 , unsur kimia oksigen terdapat dimana-mana, selain sebagai gas O 2 yang meliputi ± 20% volume atmosfer juga terdapat sebagai senyawa. Oksigen merupakan unsur yang sangat penting, hampir semua proses dalam tubuh kita memerlukan oksigen.

    Dalam bidang industri, oksigen diperoleh dengan destilasi bertingkat udara cair karena titik didih oksigen lebih tinggi daripada titik didih nitrogen dengan perbedaan yang cukup besar sehingga dapat dipisahkan. Oksigen sangat diperlukan dalam skala besar untuk keperluan industri maupun kesehatan sehingga oksigen diproduksi besar-besaran.

    • 3. Gas Hidrogen

    Hidrogen juga diperlukan dalam jumlah besar untuk keperluan industri

    maupun dalam kehidupan sehari-hari sehingga gas ini juga diproduksi dalam skala

    besar.

    Dalam skala industri, hidrogen dihasilkan dari uap air dengan metana atau

    Industri Gas

    hidrokarbon ringan dengan katalis nikel pada suhu 75°C menghasilkan campuran

    karbon monoksida dan hidrogen. Campuran gas ini disebut “

    synthesis gas

    ”.

     
     

    Ada

    beberapa

    metode

    yang

    digunakan

    dalam

    memperoleh

    atau

    memproduksi gas hidrogen. Metode-metode tersebut antara lain steam reforming,

    gasifikasi biomassa, gasifikasi batu bara, dan elektrolisa air.

    4. Gas Nitrogen
    4.
    Gas Nitrogen

    Sama halnya dengan gas-gas yang telah disebutkan di atas, gas nitrogen

    juga diproduksi dalam skala industri.

    Pembuatan gas nitrogen dalam industri

    dilakukan bersamaan dengan pembuatan gas oksigen karena sumbernya juga sama, yaitu udara. Udara yang mengdanung 78 % gas nitrogen, didinginkan sehingga diperoleh nitrogen dan oksigen cair. Selanjutnya, cairan tersebut didistilasi pada suhu -195,8°C. Nitrogen cair akan menguap dan terpisah dengan oksigen cair. Uap nitrogen ini, kemudian ditampung dan dapat digunakan sesuai keperluan.

    • C. Pengolahan Gas dalam Industri

    Beberapa jenis gas alam yang biasa diproduksi dalam skala industri antara lain gas alam, oksigen, hidrogen dan nitrogen.

    • 1. Pengolahan Gas Alam

    Penyimpanan dan Transportasi Gas Alam

    Metode penyimpanan gas alam dilakukan dengan "Natural Gas Underground Storage", yakni suatu ruangan raksasa di bawah tanah yang lazim disebut sebagai "salt dome" yakni kubah-kubah di bawah tanah yang terjadi dari reservoir sumber- sumber gas alam yang telah depleted. Hal ini sangat tepat untuk negeri 4 musim. Pada musim panas saat pemakaian gas untuk pemanas jauh berkurang (low demdan), gas alam diinjeksikan melalui kompresor-kompresor gas ke dalam kubah di dalam tanah tersebut. Pada musim dingin, dimana terjadi kebutuhan yang sangat signifikan, gas alam yang disimpan di dalam kubah bawah tanah dikeluarkan untuk disalurkan

    Industri Gas

    kepada konsumen yang membutuhkan. Bagi perusahaan (operator) penyedia gas alam, cara ini sangat membantu untuk menjaga stabilitas operasional pasokan gas alam melalui jaringan pipa gas alam.

    Industri Gas kepada konsumen yang membutuhkan. Bagi perusahaan (operator) penyedia gas alam, cara ini sangat membantu

    Pada dasarnya sistem transportasi gas alam meliputi :

    Transportasi melalui pipa salur. Transportasi dalam bentuk Liquefied Natural Gas (LNG) dengan kapal tanker LNG untuk pengangkutan jarak jauh. Transportasi dalam bentuk Compressed Natural Gas (CNG), baik di daratan dengan road tanker maupun dengan kapal tanker CNG di laut, untuk jarak dekat dan menengah (antarpulau).

    Di Indonesia, Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Hilir Migas) telah menyusun Master Plan "Sistem Jaringan Induk Transmisi Gas Nasional Terpadu". Dalam waktu yang tidak lama lagi sistem jaringan pipa gas alam akan membentang sambung menyambung dari Nanggro Aceh Darussalam-Sumatera Utara-Sumatera Tengah- Sumatera Selatan-Jawa-Sulawesi dan Kalimantan. Saat ini jaringan pipa gas di Indonesia dimiliki oleh PERTAMINA dan PGN dan masih terlokalisir terpisah-pisah pada daerah-daerah tertentu, misalnya di Sumatera Utara, Sumatera Tengah, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur dan Kalimantan Timur.

    Industri Gas

    Carrier LNG dapat digunakan untuk mentransportasi gas alam cair (liquefied natural gas, LNG) menyeberangi samudera, sedangkan truk tangki dapat membawa gas alam cair atau gas alam terkompresi (compressed natural gas, CNG) dalam jarak dekat. Mereka dapat mentransportasi gas alam secara langsung ke pengguna-akhir atau ke titik distribusi, seperti jalur pipa untuk transportasi lebih lanjut. Hal ini masih membutuhkan biaya yang besar untuk fasilitas tambahan untuk pencairan gas atau kompresi di titik produksi, dan penggasan atau dekompresi di titik pengguna-akhir atau ke jalur pipa.

    • 2. Pengolahan Gas Oksigen

    Oksigen dapat dibuat dalam skala besar di industri dan dapat juga dalam skala kecil di laboratorium. Dalam skala besar di industri, pembuatan oksigen diperoleh dari destilasi bertingkat udara cair:

    Pada pabrik pengolahan oksigen dengan bahan baku dari udara. Udara kita ketahui terdiri dari 78% nitrogen dan 21% oksigen. Sedangkan sisanya adalah gas- gas mulia seperti argon 0,93%, karbondioksida 0,03% dan berbagai gas lain dalam jumlah yang sangat kecil. Pemisahan Oksigen diudara dapat dilakukan dengan proses destilasi bertingkat udara cair.

    Industri Gas Carrier LNG dapat digunakan untuk mentransportasi gas alam cair ( liquefied natural gas ,

    Industri Gas

    Pertama-tama udara kering difilter untuk dibersihkan dari debu. Kemudian udara bersih itu dikompresikan dengan kompresor. Pemadatan udara ini menyebabkan suhu udara meningkat kemudian udara yang telah dikompresikan ini didinginkan pada menara pendingin pada tahap ini air dan karbon dioksida sudah beku dan dapat dipisahkan. Setelah melalui menara pendingin udara kemudian diekspansikan ke pipa yang lebih besar sehingga suhu akan semakin turun dan sebagian udara akan mencair, sedangkan udara yang belum cair disirkulasikan lagi ke kompresor. Udara yang sudah cair kemudian dialirkan ke kolom destilasi untuk dipisahkan antara oksigen dan nitrogen. Kemudian, udara cair tersebut secara berangsur-angsur dipanaskan. Pada suhu -183°C, oksigen cair akan menguap sehingga dapat dipisahkan dari gas lainnya.

    • 3. Pengolahan Gas Hidrogen

    Ada beberapa metode pembuatan gas hidrogen yang telah kita kenal. Namun semua metode pembuatan tersebut prinsipnya sama, yaitu memisahkan hidrogen dari unsur lain dalam senyawanya. Tiap-tiap metode memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Tetapi secara umum parameter yang dapat dipertimbangkan dalam memilih metode pembuatan H 2 adalah biaya, emisi yang dihasilkan, kelayakan secara ekonomi, skala produksi dan bahan baku.

    1) Steam Reforming

    Dalam proses ini, gas alam seperti metana, propana atau etana direaksikan dengan steam (uap air) pada suhu tinggi (700-1000 o C) dengan bantuan katalis, untuk menghasilkan hidrogen, karbon dioksida (CO 2 ) dan karbon monoksida (CO). Sebuah reaksi samping juga terjadi antara karbon monoksida dengan steam, yang menghasilkan hidrogen dan karbon dioksida. Persamaan reaksi yang terjadi pada proses ini adalah:

    CH 4 + H 2 O CO + 3H 2 CO + H 2 O CO 2 + H 2

    Industri Gas

    Gas hidrogen yang dihasilkan kemudian dimurnikan, dengan memisahkan karbon dioksida dengan cara penyerapan. Saat ini, steam reforming banyak digunakan untuk memproduksi gas hidrogen secara komersil di berbagai sektor industri, diantaranya industri pupuk dan hidrogen peroksida (H 2 O 2 ). Akan tetapi metode produksi seperti ini sangat tergantung dari ketersediaan gas alam yang terbatas, serta menghasilkan gas CO 2 , sebagai gas efek rumah kaca.

    2) Gasifikasi Biomasa

    Metode yang kedua adalah gasifikasi biomasa atau bahan alam seperti jerami, limbah padat rumah tangga atau kotoran. Di dalam prosesnya, bahan-bahan tadi dipanaskan pada suhu tinggi dalam sebuah reaktor. Proses pemanasan ini mengakibatkan ikatan molekul dalam senyawa yang ada menjadi terpecah dan menghasilkan campuran gas yang terdiri dari hidrogen, karbon monoksida dan metana. Selanjutnya dengan cara yang sama seperti pada steam reforming, metana yang dihasilkan diubah menjadi gas hidrogen.

    Industri Gas Gas hidrogen yang dihasilkan kemudian dimurnikan, dengan memisahkan karbon dioksida dengan cara penyerapan. Saatpupuk dan hidrogen peroksida (H O ). Akan tetapi metode produksi seperti ini sangat tergantung dari ketersediaan gas alam yang terbatas, serta menghasilkan gas CO , sebagai gas efek rumah kaca . 2) Gasifikasi Biomasa Metode yang kedua adalah gasifikasi biomasa atau bahan alam seperti jerami, limbah padat rumah tangga atau kotoran. Di dalam prosesnya, bahan-bahan tadi dipanaskan pada suhu tinggi dalam sebuah reaktor. Proses pemanasan ini mengakibatkan ikatan molekul dalam senyawa yang ada menjadi terpecah dan menghasilkan campuran gas yang terdiri dari hidrogen, karbon monoksida dan metana. Selanjutnya dengan cara yang sama seperti pada steam reforming, metana yang dihasilkan diubah menjadi gas hidrogen. Gasifikasi biomasa atau bahan organik memiliki beberapa keunggulan, antara lain menghasilkan lebih sedikit karbon dioksida, sumber bahan baku yang berlimpah dan terbarukan, bisa diproduksi di hampir seluruh tempat di dunia serta biaya produksi yang lebih murah. Kelompok V Page 12 " id="pdf-obj-11-25" src="pdf-obj-11-25.jpg">

    Gasifikasi biomasa atau bahan organik memiliki beberapa keunggulan, antara lain menghasilkan lebih sedikit karbon dioksida, sumber bahan baku yang berlimpah dan terbarukan, bisa diproduksi di hampir seluruh tempat di dunia serta biaya produksi yang lebih murah.

    Industri Gas

    3) Gasifikasi Batu Bara

    Gasifikasi batu bara merupakan metode pembuatan gas hidrogen tertua. Biaya produksinya hampir dua kali lipat dibdaningkan dengan metode steam reforming gas alam. Selain itu, cara ini pula menghasilkan emisi gas buang yang lebih signifikan. Karena selain CO 2 juga dihasilkan senyawa sulfur dan karbon monoksida.

    Melalui cara ini, batu bara pertama-tama dipanaskan pada suhu tinggi dalam sebuah reaktor untuk mengubahnya menjadi fasa gas. Selanjutnya, batu bara direaksikan dengan steam dan oksigen, yang kemudian menghasilkan gas hidrogen,

    karbon monoksida dan karbon dioksida. 4) Air Elektrolisa (H 2 O) Elektrolisa air
    karbon
    monoksida
    dan
    karbon
    dioksida.
    4)
    Air
    Elektrolisa
    (H 2 O)
    Elektrolisa
    air

    memanfaatkan arus listrik untuk menguraikan air menjadi unsur-unsur pembentuknya, yaitu H 2 dan O 2 . Gas hidrogen muncul di kutub negatif atau katoda dan oksigen berkumpul di kutub positif atau anoda.

    Industri Gas

    Hidrogen yang dihasilkan dari proses elektrolisa air berpotensi menghasilkan zero emission, apabila listrik yang digunakan dihasilkan dari generator listrik bebas polusi seperti energi angin atau panas matahari. Namun demikian dari sisi konsumsi energi, cara ini memerlukan energi listrik yang cukup besar.

    • 4. Pengolahan Gas Nitrogen

    Industri Gas Hidrogen yang dihasilkan dari proses elektrolisa air berpotensi menghasilkan zero emission, apabila listrik yang

    1) Filtrasi

    Pada saat udara dihisap oleh compressor, terlebih dahulu udara disaring dengan menggunakan filter, agar kotoran atau gas-gas pengotor dari udara bebas dapat disaring dan tidak terikut dalam proses-proses selanjutnya.

    Contoh gas pengotor yaitu uap air dan karbondioksida, debu juga bisa menjadi zat pengotor pada udara bebas. Zat pengotor ini harus dihilangkan karena dapat menyebabkan penyumbatan pada peralatan, tingkat bahaya yang dapat

    Industri Gas

    ditimbulkan, korosi dan juga dalam batas-batas tertentu dilarang terkandaung dalam spesifikasi produk akhir.

    2) Kompressi

    Alat yang digunakan yaitu compressor, dimana fungsinya yaitu menaikkan tekanan udara bebas yang diserap sampai 145 – 175 Psig atau sekitar 6 bar.

    3) Cooling Water

    Air umumnya digunakan sebagai pendingin pada industri sebab air tersedia jumlahnya dan mudah ditangani. Air juga mampu menyerap sejumlah besar enegi per satuan volume dan tidak mengalami ekspansi maupun pengerutan dalam rentang temperatur yang biasa dialaminya. Sistem penguapan terbuka merupakan tipe sistem pendingin yang umumnya digunakan dalam plant pemisahan udara.

    Sebagian industri menggunakan sistem direct cooler pada proses pendinginannya, dimana terjadi kontak langsung antara udara dengan air pada sepanjang tray direct cooler. Direct cooler mempunyai kelebihan dari pada proses pendinginan yang menggunakan tube atau shell cooler, dimana temperatur yang bisa dicapai yaitu 2ºC, sedangkan pada tube atau shell cooler hanya sekitar 8ºC, efek pengguyuran (scrubbing) dari air juga dapat membantu menurunkan kdanungan partikel dan menyerap pengotor yang terbawa udara. Namun jika direct cooler tidak terjaga, seperti ∆P tinggi (pada aliran dan udara masuk) dan tinggi cairan (pada aliran air). Oleh karena tingginya perbedaan temperatur yang melalui tray bawah unit, maka pada tray ini sangat mungkin terjadi pembentukan kerak. Untuk alasan itu, water treatment harus bekerja efektif dan tray harus dibersihkan dan diperiksa jika memungkinkan.

    4) Purrification (Pemurnian)

    Industri Gas

    Pada proses ini terdapat proses penyerapan (adsorpsi) terhadap material/zat- zat pengotor dari feed air , diantaranya uap air, karbon monoksida, karbon dioksida, dan beberapa kdanungan hidrokarbon. Pada beberapa industri, menggunakan 2 layer pada vessel pemurnian ini, layer bawah menggunakan alumina untuk menyerap/mengadsorpsi kdanungan uap air dalam udara dan bagian atas menggunakan molecular sieve yang bertindak sebagai adsorben untuk menghilangkan karbondioksida.

    5) Heat Exchanger (Pemindah Panas)

    Melewati exchanger, udara didinginkan hingga mendekati titik pencairan. Karena udara menjadi dingin, mula – mula uap air akan menjadi deposit, dimulai jadi cairan kemudian berubah menjadi salju halus dengan arah yang berlawanan. Fungsi heat exchanger untuk memudahkan pergerakan panas yang akan dipindahkan aliran panasnya, dari zat yang memiliki panas lebih tinggi menuju daerah yang dingin hingga temperatur keduanya sama.

    6) Ekspansi

    Udara yang dingin tersebut diekspansikan atau diturunkan tekanannya sampai tekanan menjadi 70 – 80 psig hingga udara tersebut cair.

    7) Destilasi

    Pada proses ini terjadi proses pemisahan antara gas-gas yang terkandung pada udara bebas sebagai umpan melalui perbedaan titik didih (relative volatilitas). Dimana nitrogen memiliki titik didih yang lebih tinggi dibandingkan dengan gas-gas lain yang terkandung dalam udara yaitu -195 0 C. Bila dipisahkan masing-masing gas pada proses vaporisasi (destilasi), maka nitrogen akan cepat menguap dan menghasilkan produk gas yang siap digunakan.

    Industri Gas

    Gas nitrogen yang dihasilkan dari proses vaporisasi bisa dirubah bentuk menjadi liquid dengan cara dilewatkan pada kolom-kolom.

    • D. Pemanfaatan Gas

      • 1. Gas Alam

    Secara garis besar kegunaan gas alam dibagi atas 3 kelompok yaitu :

    1) Gas alam sebagai bahan bakar, antara lain sebagai bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Gas/Uap, bahan bakar industri ringan, menengah dan berat, bahan bakar kendaraan bermotor (BBG/NGV), sebagai gas kota untuk kebutuhan rumah tangga hotel, restoran dan sebagainya. 2) Gas alam sebagai bahan baku, antara lain bahan baku pabrik pupuk, petrokimia, metanol, bahan baku plastik (LDPE = low density polyethylene, LLDPE = linear low density polyethylene, HDPE = high density polyethylen, PE= poly ethylene, PVC=poly vinyl chloride, C3 dan C4-nya untuk LPG, CO2-nya untuk soft drink, dry ice pengawet makanan, hujan buatan, industri besi tuang, pengelasan dan bahan pemadam api ringan.

    3)

    Gas alam sebagai komoditas energi untuk ekspor, yakni Liquefied Natural Gas (LNG). Teknologi mutakhir juga telah dapat memanfaatkan gas alam untuk air conditioner (AC=penyejuk udara), seperti yang digunakan di bdanara Bangkok, Thaildan dan beberapa bangunan gedung perguruan tinggi di Australia.

    • 2. Gas Oksigen

    1) Pengolahan besi menjadi baja di tanur terbuka (tanur oksigen).

    Industri Gas

    Industri Gas Besi bekas sebanyak ± 30% dimasukkan ke dalam bejana yang dilapisi batu tahan api

    Besi bekas sebanyak ± 30% dimasukkan ke dalam bejana yang dilapisi batu tahan api basa. Logam panas dituangkan kedalam bejana tersebut. Suatu pipa aliran oksigen yang didinginkan dengan air dimasukkan kedalam bejana 1 sampai 3 m diatas permukaan logam cair. Unsur-unsur karbon, mangan dan silicon akan teroksidasi. Batu kapur dan kalsium fluor ditambahkan untuk mengikat kotoran- kotoran seperti fosfor dan belerang dan membentuk terak. Jenis Baja yang dihasilkan oleh proses ini adalah Baja karbon & Baja paduan 0,1 % < c < 2,0 %.

    2) Pembakaran logam Reaksi pembakaran logam besi :

    4 Fe + 3 O 2 → 2 Fe 2 O 3

    Industri Gas

    Dari persamaan tampak bahwa reaksi pembakaran ditunjukkan dengan adanya gas oksigen. Contoh lain dari reaksi ini adalah pembakaran dari salah satu campuran bahan bakar :

    C 7 H 16 + 11 O 2 → 7 CO 2 + 8 H 2 O Reaksi diatas juga mengindikasikan adanya gas oksigen. Reaksi pembakaran sering juga disebut dengan reaksi oksidasi.

    3)

    Untuk pernafasan para penyelam, angkasawan, atau penderita penyakit tertentu.

    4)

    Dalam industri baja, untuk mengurangi kadar karbon dalam besi gubal.

    5)

    Bersama-sama dengan gas asetilena, digunakan untuk mengelas baja.

    6)

    Oksigen cair bersama dengan hidrogen cair digunakan sebagai bahan bakar roket untuk mendorong pesawat ruang angkasa.

    3.

    Gas Hidrogen

    1) Bidang energi: merupakan sumber energi bersih, karena tidak meninggalkan residu atau emisi gas berbahaya, yang dihasilkan hanya air. Digunakan pula sebagai bahan baker roket. 2) Laboratorium: H 2 digunakan sebagai carrier gas pada gas chromathography dan alat-alat analisis laboratorium yang lain. 3) Polimer: H 2 digunakan sebagai bahan baku pembuatan plastik, polyester dan nilon. 4) Industri oil dan gas: digunakan pada proses desulfurisasi minyak bakar dan bensin. 5) Sebagai pengisi balon. 6) Digunakan sebagai bahan campuran dengan nitrogen (kadangkala disebut forming gas) sebagai gas perunut untuk pendeteksian kebocoran gas yang kecil. Aplikasi ini dapat ditemukan di bidang otomotif, kimia, pembangkit listrik,

    Industri Gas

    kedirgantaraan, dan industri telekomunikasi. Hidrogen adalah zat aditif (E949) yang diperbolehkan penggunaanya dalam uji coba kebocoran bungkusan makanan dan sebagai antioksidan.

    • 4. Gas Nitrogen

    1) Nitrogen merupakan unsur utama pembentuk protein dan salah satu bahan untuk

    2)

    membuat pupuk urea. Nitrogen cair digunakan membekukan makanan dengan cepat.

    3) Nitrogen digunakan sebagai gas pelindung terhadap oksigen dalam pabrik kimia

    dan industri logam. Kegunaan nitrogen bagi kelangsungan hidup di alam sangat besar. Nitrogen cair banyak digunakan sebagai sumber pendingin dan dengan demikian mempunyai peranan dalam akumulator pendingin.

    Nitrogen digunakan di berbagai bidang antara lain sebagai berikut:

    1)

    Dalam bentuk amonia nitrogen digunakan sebagai bahan pupuk, obat-obatan,

    2)

    asam nitrat, urea, hidrasin, amin, dan pendingin. Asam nitrat digunakan dalam pembuatan zat pewarna dan bahan peledak.

    3)

    Nitrogen sering digunakan jika diperlukan lingkungan yang inert, misalnya dalam bola lampu listrik untuk mencegah evaporasi filament.

    4)

    Sedangkan nitrogen cair banyak digunakan sebagai refrigerant (pendingin) yang sangat efektif karena relatif murah.

    5) Banyak digunakan oleh laboratorium-laboratorium medis dan laboratorium- laboratorium penelitian sebagai pengawet bahan-bahan preservatif untuk jangka waktu yang sangat lama, misalnya pada bank sperma, bank penyimpanan organ- organ tubuh manusia, bank darah, dan sebagainya.

    6) Penyimpanan bahan-bahan yang mudah busuk: freezing, cooling, mengawetkan produk makanan dan minuman yang belum diolah pada suhu rendah, pengiriman dengan menggunakan truk pendingin.

    Industri Gas

    • E. Dampak Negatif Industri Gas

    Gas Alam adalah bahan bakar fosil yang pembakarannya relatif bersih. Pembakaran gas alam untuk energi menghasilkan emisi lebih sedikit pada hampir semua jenis polutan udara dan karbon dioksida (CO 2 ) per unit panas yang dihasilkan dibandingkan batubara atau produk minyak olahan. Sekitar 117 pound karbon dioksida diproduksi per juta Btu gas alam, dibandingkan dengan lebih dari 200 pound CO 2 per juta Btu batubara dan lebih dari 160 pound per juta Btu bahan bakar minyak.

    Gas alam sebagian besar terdiri dari metana, yang merupakan gas rumah kaca yang sangat kuat. Metana dapat bocor ke atmosfer dari tambang batubara, sumur minyak dan gas, tangki penyimpanan gas alam, pipa, dan lokasi pengolahannya. Kebocoran ini merupakan salah satu sumber emisi gas rumah kaca.

    Industri minyak dan gas alam berusaha untuk mencegah kebocoran gas, dan di tempat gas alam diproduksi tetapi tidak dapat diangkut secara ekonomi, gas alam akan "dinyalakan" atau dibakar di lokasi tersebut. Hal ini dianggap lebih aman dan lebih baik daripada melepaskan metana ke atmosfer karena CO 2 lebih sedikit bahayanya sebagai gas rumah kaca dibandingkan metana.

    Ketika ahli geologi mengeksplorasi deposit gas alam di darat, mereka mungkin harus mengganggu tanah dan vegetasi dengan kendaraan mereka. Sebuah sumur gas di darat memerlukan pembukaan jalan, pembersihan dan perataan daerah untuk membuat bor pad.

    Kegiatan pengeboran sumur menghasilkan polusi udara dan dapat mengganggu satwa liar. Dibutuhkan pipa untuk mengangkut gas dari sumur, dan biasanya akan dilakukan pembukaan lahan untuk mengubur pipa. Produksi gas alam juga dapat mengakibatkan kontaminasi pada sejumlah besar volume air. Air

    Industri Gas

    ini harus ditangani dengan baik, disimpan, dan didisinfektan sehingga tidak mencemari tanah dan air.

    Gas alam yang kita gunakan sebagai bahan bakar sebagian besar merupakan metana, namun gas yang belum diolah dari sumur mungkin mengandung senyawa lain, termasuk hidrogen sulfida, gas sangat beracun. Gas alam yang padat hidrogen sulfida biasanya akan menyala berkobar. Pembakaran gas alam menghasilkan CO 2 , karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen oksida, dan senyawa lain tergantung pada komposisi kimia dari gas alam dan seberapa baik gas tersebut dapat terbakar. Sumur gas alam dan pipa sering membutuhkan mesin untuk menjalankan peralatan dan kompresor, yang mengakibatkan kebisingan dan polusi udara tambahan .

    • F. Penanggulangan Dampak Negatif dari Industri Secara Umum

      • 1. Pengendalian Pencemaran Emisi dengan Cerobong Asap Pabrik

    Di dalam sebuah pabrik, pengendalian pencemaran udara terdiri dari dua

    bagian yaitu penanggulangan emisi debu dan penanggulangan emisi senyawa pencemar.

    1)

    Cerobong

    Berfungsi untuk menghasilkan isapan alamiah untuk mengalirkan gas asap ke luar dari mesin uap dengan kecepatan tertentu, mengatasi kerugian gesekan aliran gas asap yang terjadi, mulai dari rangka bakar atau pembakar (burner), hingga ke luar dari cerobong, diharapkan setinggi mungkin sehingga tidak mengganggu lingkungan sekitarnya. Tarikan paksa diperlukan jika ketinggian maksimum cerobong tidak mampu mengalirkan gas asap atau cerobong memang tidak terlalu tinggi

    2)

    Ventilator

    Fungsi ventilator yaitu untuk menciptakan isapan paksa. Tiga jenis sistem tarikan paksa, yaitu;

    • a) Sistem tarikan tekan: fan dipasang sebelum ruang bakar.

    • b) Sistem tarikan isap: fan dipasang sebelum cerobong.

    Industri Gas

    c)

    Sistem tarikan kombinasi: 2 fan dipasang sebelum ruang bakar dan sebelum

    cerobong. Penanggulangan dengan Alat ECO-SO 2 ECO ( Electric Catalyc Oxidation )-SO 2 ialah sejenis alat kontrol polusi udara yang diproduksi oleh Powerspan Corporation untuk mengurangi polusi udara akibat beroperasinya PLTU yang berbahan bakar batu bara (coal), khususnya pada buangan sulfur (SO 2 ). ECO-SO 2 dikatakan mampu menurunkan kadar polusi udara dari masing-masing polutan sebagai berikut :

    1)

    SO 2 ( sulfur ) yang dapat mengakibatkan hujan asam, sampai 99%.

    2)

    NOx ( nitrogen ) sampai 90%.

    3)

    Hg ( air raksa ) yang mengakibatkan sesak napas / asma, antara 80 s/d 90%.

    4)

    Partikel lain yang mengotori air serta ikan dan tanah, sampai 90%.

    SKEMA PLTU ( TANPA ECO-SO 2 )

    Kelompok V Page 23
    Kelompok V
    Page 23

    Industri Gas

    ECO-SO 2 dipasang dalam instalasi PLTU setelah ESP (electronic procipitator) dan sebelum buangan dialirkan melalui cerobong asap. Pemakaian ECO-SO 2 menjadi mendesak setelah aturan ketat lingkungan diberlakukan. Sebab selain banyak dan murah, ternyata batu bara menimbulkan polusi udara besar pada lingkungan. Sebagai gambaran sebuah PLTU 500 MW yg membakar 225 ton batu

    bara / jam, akan membuang 108 ton abu – 432 ton fly ash – 288 ton SO 2 dan 20 ton NOx perhari. Masih mending fly ash masih laku dijual untuk digunakan pabrik semen sebagai bahan campuran beton mutu tinggi. Selama ini kontrol emisi buangan PLTU dilakukan hanya dengan cara ;

    1)

    Menggunakan batu bara yg mengdanung sulfur rendah.

    2)

    Menangkap kembali sulfur dari cerobong gas, sebelum dibuang lewat chimney.

    3) Sedang kontrol NOx dilakukan dengan pembakaran pada suhu lebih rendah, karena pada suhu tersebut lebih sedikit NOx terbentuk.

    • 2. Penanggulangan dengan Alat Koagulasi Listrik

    Asap dan debu dari pabrik/ industri dapat digumpalkan dengan alat koagulasi listrik dari Cottrel Asap dari pabrik sebelum meninggalkan cerobong asap dialirkan melalui ujung-ujung logam yang tajam dan bermuatan pada tegangan tinggi (20.000- 75.000). Ujung-ujung yang runcing akan mengionkan molekul-molekul dalam udara. Ion-ion tersebut akan diadsorbsi oleh partikel asap dan menjadi bermuatan. Selanjutnya, partikel bermuatan itu akan tertarik dan diikat pada elektroda yang lainnya. Pengendap Cottrel ini banyak digunakan dalam industri untuk dua tujuan yaitu, mencegah udara oleh buangan beracun atau memperoleh kembali debu yang berharga (misalnya debu logam).

    Industri Gas

    Industri Gas 3. Prosedur Pengendalian Pencemaran Udara Pengendalian pencemaran akan membawa dampak positif bagi lingkungan karena
    • 3. Prosedur Pengendalian Pencemaran Udara

    Pengendalian pencemaran akan membawa dampak positif bagi lingkungan karena hal tersebut akan menyebabkan kesehatan masyarakat yang lebih baik, kenyamanan hidup lingkungan sekitar yang lebih tinggi, resiko yang lebih rendah, kerusakan materi yang rendah, dan yang paling penting ialah kerusakan lingkungan yang rendah. Faktor utama yang harus diperhatikan dalam pengendalian pencemaran ialah karakteristik dari pencemar dan hal tersebut bergantung pada jenis dan konsentrasi senyawa yang dibebaskan ke lingkungan, kondisi geografik sumber pencemar, dan kondisi meteorologis lingkungan. Pengendalian pencemaran udara dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pengendalian pada sumber pencemar dan pengenceran limbah gas. Pengendalian pada sumber pencemar merupakan metode yang lebih efektif karena hal tersebut dapat mengurangi keseluruhan limbah gas yang akan diproses dan yang pada akhirnya dibuang ke lingkungan.

    • 4. Pengukuran Emisi Sumber Tidak Bergerak

    Metode yang dilakukan untuk mengukur emisi partikulat dari sumber tidak bergerak (seperti pada cerobong) adalah mengacu pada metode 5 US EPA (United States Environmental Protection Agency). Dalam prakteknya, metode 5 ini tidak dapat berdiri sendiri, karena harus mengikuti tahapan pengambilan sampel yang

    Industri Gas

    sesuai dengan metode 1-4 US EPA. Jadi pada dasarnya pengambilan sampel partikulat pada sumber tidak bergerak adalah melakukan metode 1 sampai 5 US EPA. Pada artikel ini akan dijelaskan teknik pengambilan sampel berdasarkan metode tersebut Sesuai dengan KEPMENLH No. 13 tahun 1995 dan PP 41/199, maka setiap cerobong yang mengeluarkan gas buang harus dilakukan pengecekan kualitas gas buangnya. Keputusan menteri lingkungan hidup ini mengatur tentang nilai ambang batas yang diperkenankan pada suatu aliran gas buang pada cerobong, parameter dan kondisi pengukuran yang dilakukan tergantung pada proses dan jenis bahan bakar yang digunakan. Metode yang dilakukan untuk mengukur partikulat pada cerobong gas buang adalah merujuk pada metode 5 US EPA (United States Environmental Protection Agency). Dalam prakteknya, metode 5 ini tidak dapat berdiri sendiri, karena harus mengikuti tahapan pengambilan sampel yang sesuai dengan metode 1 – 4 US EPA. Penjelasan Metode 1 - 4 US EPA rangkaian pengukuran partikulat pada gas buang di cerobong mengacu pada metode 1 - 5 US EPA. Parameter pengukuran yang di dapat mengacu dari metode 1 – 4 US EPA dan penjelasannya adalah sebagai berikut:

    Metode 1 US EPA : Metode untuk menentukan titik sampling pada cerobong dan jumlah titik lintas pengambilan sampel Metode 2 US EPA : Metode untuk menentukan kecepatan aliran gas buang pada cerobong Metode 3 US EPA : Metode untuk mmenentukan komposisi dan berat molekul gas buang pada cerobong Metode 4 US EPA :

    Metode utuk menentukan kadungan uap air pada gas buang di cerobong. Istilah yang lazim juga digunakan untuk pengukuran partikulat dengan metode 5 ini juga adalah pengukuran secara Isokinetis. Isokinetis adalah kondisi dimana kecepatan aliran gas buang pada cerobong sama dengan kecepatan aliran hisap gas buang pada nosel probe (masih diperkenankan toleransi sebesar + 10% terhadap kecepatan gas buang). Pengujian dengan metode 5 ini dilakukan dengan suatu peralatan yang disebut Particulate Stack Sampelr. Peralatan ini dapat dibeli secara paket untuk pengukuran partikulat.

    Industri Gas

    Industri Gas Gambar: Rangkaian Peralatan Sampling Alat untuk mengukur kualitas udara yang di keluarkan oleh cerobong

    Gambar: Rangkaian Peralatan Sampling Alat untuk mengukur kualitas udara yang di keluarkan oleh cerobong asap pabrik hasil penguruan adalah : O 2 , CO, NO, NO 2 , SO 2 , CO 2 , CxHy, H 2 S, temperatur dan Velocity.

    Industri Gas

    A. Kesimpulan

    BAB III

    PENUTUP

    • 1. Gas adalah suatu fase benda dalam ikatan molekul, bisa berbentuk cairan, benda padat, ikatan molekul akan terlepas pada suhu titik uap benda. Gas mempunyai kemampuan untuk mengalir dan dapat berubah bentuk.

    • 2. Jenis-jenis gas yang diproduksi di industri diantaranya, yaitu gas alam, oksigen, hidrogen dan nitrogen.

    • 3. Metode penyimpanan gas alam dilakukan dengan "Natural Gas Underground Storage", dan tranportasinya menggunakan LNG dan CNG.

    • 4. Pengolah oksigen di industri menggunakan cara destilasi bertingkat udara cair.

    • 5. Secara umum, ada 4 cara pengolahan gas hidrogen di industri, yaitu steam reforming, gasifikasi biomasa, gasifikasi batu bara dan elektrolisa air.

    • 6. Tahapan-tahapan dalam pengolahan gas nitrogen di industri yaitu:

      • a. filtasi

      • b. kompresi

      • c. Cooling Water

      • d. Purrification

      • e. Heat Exchanger

      • f. Ekspansi

    Industri Gas

    • g. Destilasi

    • 7. Gas-gas yang diproduksi mempunyai manfaat yang besar dalam kehidupan, namun jika bereaksi dengan unsur yang lain kemungkinan dapat menyebabkan dampak yang buruk. Serta proses pengolahannya pun dapat menyebabkan dampak negatif jika terdapat masalah dalam produksinya.

    • 8. Adapun penanggulangan dampak negatif dari industri secara umum, yaitu:

      • a. Pengendalian pencemaran emisi dengan cerobong asap pabrik.

      • b. Penanggulangan dengan alat koagulasi listrik.

      • c. Prosedur pengendalian pencemaran udara.

      • d. Pengukuran emisi sumber tidak bergerak

    B. Saran

    Dengan selesainya makalah ini diharapkan pembaca dapat memahami pengolahan gas di industri, manfaat dan kerugian yang ditimbulkan dari industri gas tersebut. Dan diharapkan kita dapat menanggulangi atau paling tidak dapat meminimalisasi dampak negatif produksi industri tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap program green chemistry.

    Industri Gas

    DAFTAR PUSTAKA

    Kadir, Abdul. 1993. Pengantar Tenaga Listrik Edisi Revisi . Jakarta: PT Pustaka. Lienda, M. Hdanojo. 1995. Kimia Teknologi 1. Bandung: PT. Pradnya Paramita. Anonim. 20013. Proses Pembentukan dan Pengolahan Gas (online).

    pengolahan-gas.html. diakses pada tanggal 1 Desember 2013

    Henker.

    2012.

    Pembuatan

    Gas

    Hidrogen

    (online).

    diakses pada tanggal 1 Desember 2013. Reza F. Fadillah. 2010. Proses Pembuatan Oksigen, Hidrogen dan Nitrogen (online).

    nitrogen-dan.html . diakses pada tanggal 1 Desember 2013