Anda di halaman 1dari 20

INFLAMASI DAN PERBAIKAN SEL

Dr.Insan Sosiawan.A.T,PhD Fak.Kedokteran Universitas YARSI

. Rangsangan dari luar/dalam cedera sel . Inflamasi : reaksi jaringan terhadap cedera sel yang berperan : p.darah, saraf, cairan sel-sel tubuh . Perbaikan : proses dimana sel-sel yang hilang atau rusak diganti dengan sel-sel hidup . Inflamasi : Akut Kronik

Inflamasi akut
. Respon langsung, awal, singkat, beberapa jam / hari . Ditandai perubahan vaskuler dan eksudasi . Sel yang berperan : neutrofil makrofag

Komponen penting
. Perubahan penampang p.darah meningkat aliran darah . Perubahan struktur p.darah memungkinkan protein plasma dan lekosit meninggalkan sirkulasi darah . Emigrasi lekosit dari mikrosirkulasi dan berkumpul di lokasi cedera . Cairan, protein, dan sel darah pada jar.interstitial disebut sebagai eksudat

Perubahan pembuluh darah


Perubahan aliran darah: . Vasodilatasi arteriol, diikuti peningkatan aliran darah . Perlambatan sirkulasi darah ok peningkatan permeabilitas p.darah kecil . Stasis, menyebabkan lekosit dari dinding p.darah ke jar.interstitial

Perubahan permeabilitas p.darah


. Peningkatan permeabilitas vaskuler menyebabkan keluarnya protein ke jar.interstitial . Tekanan osmotik menurun, tekanan hidrostatik meningkat . Cairan keluar ke jar.interstitial terjadi udem

Mekanisme kebocoran endotelium

1. Kontraksi sel endotel 2. Retraksi endotelial : Il-1, TNF, IFN- 3. Cedera endotelial secara langsung : mis : mikroorganisme, luka bakar, dll 4. Cedera endotelial oleh lekosit :- oksigen toksik
- enzim proteolitik 5. Regenerasi kapiler dari kebocoran

Peranan seluler
. Pengiriman lekosit (neutrofil) kedaerah inflamasi . Didalam lumen p.darah : marginasi, perputaran (rolling), dan penempelan (adhesi) . Transmigrasi melintasi endotelium (diapedesis)----Efek dari Selektin dan Integrin . Migrasi ke jar. Interstitial kearah rangsang kemotaktik

Fagositosis
Pengenalan (recognition ) : - Opsonin berikatan pada reseptor lekosit melalui : . Fragmen Fc pada IgG . C3b - Fagosit dan penghancuran

Akibat inflamasi akut


. Resolusi lengkap : Peranan sistim limfatik dan neutrofil . Penyembuhan dengan penggantian oleh jaringan ikat dan pembentukan jar.parut . Pembentukan abses . Berlanjut menjadi radang kronik

Inflamasi kronik
. Inflamasi yang berlangsung lama (minggu/ bulan) . Dapat terjadi bila: -infeksi mikroorganisme yang lama -terpapar penyebab toksis (luar,dalam) -adanya reaksi imun

Ciri-ciri inflamasi kronik


1. Infiltrasi sel mononuklear,terutama makro -fag, limfosit, dan sel plasma 2. Kerusakan jaringan, sebagian besar oleh sel inflamasi 3. Perbaikan oleh jaringan penyambung, yang ditandai oleh proliferasi p.darah (angiogenesis), fibrosis

Infiltrasi sel mononuklear

Makrofag mempunyai peranan penting(RES) - Monosit ke jaringan ekstra vaskuler menjadi makrofag yang teraktifasi - Pada kronik inflamasi penimbunan makrofag dimungkinkan ok :- kontinyu pengambilan makrofag dari sirkulasi - proliferasi lokal dr makrofag - immobilisasi makrofag - Makrofag menghasilkan berbagai faktor
-

Bentuk inflamasi
1.Inflamasi serosa (misalnya: efusi pleura peritonial dan lepuhan kulit yg terbakar) 2.Inflamasi fibrinosa (mis: perikarditis, pleuritis ) Fibrinous eksudat : fibrinolisis dan debris makrofag

3. Inflamasi supuratif/purulen (mis : abses piogenik stafilokokkus) 4. Tukak/ulkus, radang pada permukaan mukosa/ kulit dengan jaringan nekrotik

Efek sistemik
. Demam ,oleh pelepasan Il-1,TNF, Il-6 . Leukositosis . Penguraian protein fase akut oleh hati ( c-reaktif protein) . Reaksi fase akut lainnya : rasa kantuk, hipotensi, dan lipolisis

Penyembuhan luka
. Sayatan dipenuhi dengan bekuan darah . 3-24 jam neutrofil dari tepi akan menginfiltrasi bekuan darah. . Hari ke 3, neutrofil digantikan makrofag,jaringan granula -si mulai timbul . Hari ke 5, ruang sayatan dipenuhi dengan jar.granulasi, neovaskularisasi maksimal, serabutkolagen mulai timbul dan proliferasi epitel maksimal . Minggu ke 2, terjadi proliferasi fibroblas dan penimbunan kolagen. Inflamasi dan pembuluh-pembuluh baru sebagian besar telah hilang . Bulan ke 2,jar.parut berisi jar.ikat tanpa inflamasi

Faktor yang mempengaruhi kualitas penyembuhan


. . . . . Suplai darah yang adekuat Status gizi Ada/tidaknya infeksi Ada/tidaknya diabetes melitus Pengobatan glukokortikoid menghambat proses inflamasi/perbaikan . Jumlah sel lekosit dalam tubuh