Anda di halaman 1dari 59

1

JUDUL YANG PANTAS UNTUK MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF DI BAWAH INI ADALAH :

PERAN PENTING FASILITAS BELAJAR SEBAGAI MEDIA MOTIVATOR BAGI SISWA KELAS II SDN ________ GUNA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR S B K

By : guntur- n!"#$%&g'(&t#)&*

P%! '! ++ *!

, )!$&&- : guntur n!" *u% . / r ' t/.tt!r : 0guntur1 n!"

-%.-&t : guntur ' %!-' "tt(:22///#-%.-&t#)&*2Pr&,.%!1# '(34u'!r1.+5678976:

BAB I PENDAHULUAN

A. L t r B!% - ng M ' % " Untuk mencapai cita-cita luhur bangsa serta negara menuju masyarakat adil dan makmur adalah merupakan suatu proses yang perlu ditinjau dari berbagai segi. Salah satu faktor penunjang utama adalah pendidikan, baik pendidikan formal maupun pendidikan non formal. Sehingga pendidikan merupakan usaha sadar dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, maka pendidikan sangat diharapkan agar setiap orang mengenal pendidikan semaksimal munkin sesuai dengan kemampuannya. Di Indonesia pendidikan memegang peranan penting, sesuai yang termuat dalam ketetapan MP !o. II"#$$% tentang &aris-&aris 'esar (aluan !egara bah)a tujuan pendidikan nasional adalah sebagai berikut * Pendidikan !asional berdasarkan Pancasila bertujuan untuk meningkatkan keta+)aan terhadap ,uhan -ang Maha .sa, kecerdasan dan ketrampilan, memprtinggi budi pekerti, memperkuat kepribaadian, serta mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air, supaya dapat menumbuhkan manusia-manusia

pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggungja)ab atas pembangunan bangsa. Selanjutnya dengan meneliti sejarah di Indonesia ternyata perumusanperumusan yang senantiasa berkembang sesuai dengan tingkat-tingkat

perkembangan masyarakat. /leh karena itu pendidikan di Indonesia mengalami peningkatan yang pesat pula, disamping negara kita termasuk negara sedang berkembang, dimana sedang giat-giatnya melaksanakan pembangunan di segala bidang. Dalam melaksanakan pembangunan maka mutu pendidikan di sekolah ditingkatkan sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Untuk menunjang mutu pendidikan , maka dunia pendidikan kita diharapkan menjadu dasar dari semua ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk itu diharapkan partisipasi dari semua komponen bangsa. Untuk mengurangi kesulitan dalam pelajaran seperti yang

dialami anak didik harus disediakan fasilitas yang cukup memadai yaitu meliputi buku-buku paket, buku tulis dan alat-alat belajar yang lain yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar khususnya fasilitas yang digunakan anak atau sis)a dalam belajar di sekolah . 0alaupun pemerintah dengan segala upayanya

menyediakan kemudahan-kemudahan untuk melaksanakan pendidikan dari tingkat yang paling rendah sampai di tingkat pendidikan di perguruan tinggi. Dalam hal ini, peranan orang tua tidak kalah pentingnya dalam menyediakan fasilitas belajar anaknya. 1arena dari sekian banyak macam maupun jenis alat

penunjang pendapat sangat berperan dalam sehari-harinya di sekolah. 1arena tanpa fasilitas yang cukup tentu anak akan menemui kesulitan dalam belajarnya . Dalam upaya meratakan kesempatan untuk memperoleh pendidikan, maka dalam hal ini pemerintah telah mendirikan gedung-gedung sekolah, menyediakan tenaga guru, maupun segala fasilitas-fasilitas yang amat diperlukan dalam kegiatan belajar mengajar. Pendidikan adalah tanggung ja)ab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah. 1arena itu khususnya orang tua berke)ajiban untuk menyediakan fasilitas belajar sendiri di rumah demi keberhasilan belajar anak-anaknya, karena sebagian besar )aktu anak berada di rumah. Di samping itu juga orang tua harus senantiasa betul-betul menga)asi dan memperhatikan cara belajar anaknya. Dalam belajar di rumah anak-anak sering dihadapkan beberapa masalah yang sering mengganggu proses belajarnya. Masalah atau kesulitan-kesulitan itu tampak sekali pada )aktu anak mendapat tugas dari sekolah, apabila menjelang ulangan baik ulangan formal maupun sumatif. Pada saat situasi seperti ini, akan kelihatan sibuk. 0aktu yang seharusnya digunakan untuk belajar tetapi digunakan untuk mencari buku-buku maupun alat-alat pelajaran yang dibutuhkan anak baik dengan cara meminjam maupun dengan cara membeli, tetapi yang jelas usaha yang dilakukan anak telah menyita )aktu belajarnya. &uru kelas harus memperhatikan betul-betul cara belajar anak didiknya, apabila sis)anya enggan belajar maka guru harus tanggap apa yang

menyebabkan anak menjadi demikian. Penyediaan fasilitas belajar yang baik dan

tepat

seperti

fasilitas

media

gambar

untuk

me)arnai

bidang

gambar,

memungkinkan anak betah dalam pembelajaran di kelas. Untuk itu guru juga harus sedapat mungkin memenuhi penyediaan fasilitas belajar yang tenang,

menyenangkan, jauh dari kebisingan, cukup cahaya penerangan, penyediaan bukubuku maupun alat tulis menulis, media gambar, cryon tinta )arna dan lain sebagainya. Di samping penyediaan segala kebutuhan belajar anaknya, orang tua harus berperan aktif untuk membrikan bimbingan sekitar anak mendapat kesulitan dalam belajanya. Salah satu pendorong keberhasilan belajar anak adalah adanya fasilitas yang disediakan orang tuanya di rumah. Masalah penyediaan fasilitas belajar inilah yang menarik perhatian peneliti, sehingga peneliti ingin mengetahui apakah benar penyediaan alat belajar yang cukup akan berkorelasi dengan kemampuan berprestasi belajar anak.

B. P!ru*u' n M ' % " Dalam penelitian ini, penulis mengemukakan rumusan masalah sebagai berikut* 2Adakah korelasi antara tersedianya fasilitas belajar berprestasi belajar SBK bagi siswa kelas II SDN dengan kemampuan

___________Kabupaten

_____ Tahun elajaran ___!____ "3

C. H.(&t!'.'

(ipotesis adalah dugaan atau ja)aban sementara atas sesuatu maslaha. 1arena sufatnya sementara, maka hipotesis mengandung kemungkinan benar atau salah. Untuk mengetahui apakah suatu hipotesis dapat diterima atau ditolak perlu diadakan pembuktian. 'erikut ini penulis kemukakan beberapa definisi tentang hipotesisi.

Mohammad 4li 5 677%* %#8 menyatakan *9(ipotesis penelitian adalah ja)aban sementara terhadap masalah yang diteliti yang dirumuskan atas dasar terkaan peneliti9. :a)aban sementara ini selajutnya akan diuji dengan data yang dikumpulkan melalui penelitian dan hasil pengujian itu adalah kesimpulan dan atau generalisasi yang juga merupakan temuan-temuan penelitian yang bersangkutan. Selanjutnya Suharsimi 4rikunto 5#$$# * ;68 menjelaskan tentang pengertian hipotesis sebagai berikut *9(ipotesis dapat diartikan sebagai suatu ja)aban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul9. Dari pengertian tersebut diatas serta berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah maka penulis merumuskan hipotesis sebagai berikut * 9 Ada korelasi antara tersedianya fasilitas belajar guna berprestasi belajar SBK bagi siswa kelas II meningkatkan kemampuan SDN _________________

Kabupaten _______ Tahun elajaran __!____ 9.

D. V r. $!% + n D!,.n.'. O(!r '.&n % V r. $!% 1. V r. $!%

Pengertian <ariabel menurut Suharsimi 4rikunto 5#$$# * $#8 adalah obyek penelitian, atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian. Sesuai dengan permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini terdapat dua <ariabel yaitu * a. =ariabel bebas yaitu fasilitas belajar sebagai alat belajar b. =ariabel terikat yaitu kemampuan ber prestasi belajar pada maple S'1 bagi sis)a kelas II SD! >>>>>>>>>> 1ecamatan >>>>>>>>

1abupaten >>>>>>>>> ,ahun Pelajaran >>>>">>>> .

2. D!,.n.'. O(!r '.&n % V r. $!% a. Penyediaan fasilitas belajar adalah sarana atau alat-alat belajar atau perlengkapan belajar. Ini bisa di)ujudkan dalam bentuk kelengkapan bukubuku pelajaran, kelengkapan alat-alat tulis, penggaris,cryon, tinta china, bidang gambar juga tersedianya ruang belajar yang memadai, tersedianya meja, kursi, rak buku, penerangan yang cukup serta tersedianya alat transportasi. b. Prestasi belajar adalah buku keberhasilan sis)a dalam menuntut ilmu pengetahuan atau materi pelajaran yang dilihat dari nilai formal.

E. Tu;u n P!n!%.t. n 1. ,ujuan 1husus

a. Ingin mengetahui ada atau tidaknya hubungan penyediaan fasilitas belajar sebagai alat belajar me)arnai dengan kemampuan berprestasi belajar sis)a di SD! >>>>>>>>>> 1ecamatan >>>>>>>> 1abupaten

>>>>>>>>> ,ahun Pelajaran >>>>">>>>.

2. ,ujuan Umum a. Ingin mengetahui data tentang fasilitas belajar sis)a b. Ingin mengetahui tentang prestasi belajar sis)a c. Ingin menerapkan segala ilmu pengetahuan yang diperoleh selama mengajar

F. P!nt.ngny P!n!%.t. n Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan kepada * 1. Para /rang tua murid 4danya penyediaan fasilitas belajar yang memadai dapat menambah suasana belajar yang nyaman bagi putra-putrinya.

2. Para guru ?asilitas yang ada hendaknya dipelihara dengan baik, sedang yang belum ada diupayakan untuk diadakan demi lancarnya proses belajar mengajar disekolah.

10

3. Para sis)a (endaknya sis)a dapat memanfaatkan fasilitas yang ada dengan baik untuk meningkatkan prestasi belajar tertutama pada mata pelajaran S'1.

11

BAB II LANDASAN TEORI

Dalam bab ini peneliti akan menguraikan mengenai topik permasalahannya. 4dapun permasalahannya sebagai berikut * A. Penyediaan ?asilitas belajar B. Prestasi 'elajar C. (ubungan antara penyediaan fasilitas belajar dengan prestasi belajar

A. P!ny!+.

n F '.%.t ' $!% ; r

Menurut 0:S Poer)odarminto 5#$@; * $@8 fasilitas adalah 9segala sesuatu yang terjadi guna menunjang suatu tujuan9. Dari kesimpulan diatas bah)a fasilitas adalah sarana atau alat yang ada guna memenuhi suatu tujuan yang hendak dicapai. /leh sebab itu guna menunjang hasil belajar perlu adanya kelengkapan fasilitas belajar. Menurut ,he Aiang &ie 5 677#* @78 adalah *9Setelah seseorang sis)a menyiapkan diri dengan sikap mental dan perilaku yang tepat, langkah berikutnya ialah mengusahakan terpenuhnya persyaratan untuk dapat belajar dengan baik9. 'erdasarkan pendapat di atas, maka sebelum memulai usaha kegiatan belajar ini, haruslah diketahui persyaratan belajar.

12

Diantaranya mengenai fasilitas belajar, yaitu * 1. ,empat belajar 2. 4lat belajar 3. Peralatan belajar 4. Pemakaian perpustakaan

1. T!*( t $!% ; r a. uang belajar Sebuah syarat untuk dapat belajar dengan sebaik-baiknya ialah tersedianya tempat belajar. Setiap sis)a hendaknya mengusahakan kamar belajar tertentu. 1alau seandainya kamar belajar tidak bisa disediakan secara khusus, kamar tidur dapat juga disediakan meja belajar sekaligus dijadikan tempat belajar yang sangat baik kalau para sis)a memperhatikan beberapa hal antara lain * 1) (endaknya letak meja belajar tidak menghadap ke pintu kamar, sebaiknya meja belajar itu menghadap ke tembok sehingga

membelakangi pintu kamar. (al ini diatur sedemikian rupa supaya dalam kegiatan belajar konsentrasi dan perhatiannya dalam belajar tidak terpecah 5apabila ada orang lalu lalang le)at didepan kamar8

13

2) Meja belajar hendaknya diletakkan di sebelah kanan dari jendela kamar, sehingga sinar matahari menyorot ke arah kiri. 3) Meja belajar hendaknya jangan diletakkan berhadapan dengan jendela kamar. Ini memudahkan orang yang sedang belajar perhatiannya terganggu dengan segala peristi)a yang terjadi di luar jendela, disamping itu juga sinar yang masuk ke dalam kamar akan menyilaukan. 4) Meja belajar hendaknya bersih dari segala bentuk barang yang tidak dipeerlukan dalam kegiatan belajar. 1alau barang-barang yang ada di atas meja khusus hanya yang diperlukan untuk itu, maka suasana kamar akan terasa luas, sejuk, jernih dan suasana ji)apun akan menjadi lapang.

b. P!n!r ng n Suatu tempat belajar yang baik apabila memiliki penerangan cahaya yang cukup. Seseorang akan dapat membaca dengan kapasitas yang lebih besar dan kelelahan mata yang lebih kecil apabila memanfaatkan penerangan alamiah sinar matahari. &eorge :. Dudycha 5#$BC * ;D8 dalam bukunya 9Aearn more )ith less affort9 dikutip ,he Aiang &ie 5 677#8 bah)a penerangan dari cahaya lampu dapat dibedakan empat macam. 1) Penerangan tak langsung

14

Penerangan ini terjadi dari cahaya yang dipantulkan dari langitlangit dan dinding kamar, sedang sumber cahayanya itu sendiri tidak kelihatan. 2) Penerangan setengah tak langsung Penerangan ini untuk sebagian datang dari pemantulan cahaya seperti pada penerangan tak loangsung diatas dan untuk sebagian lagi cahaya yang langsung memancar dari lampu dengan mele)ati selubung kaca yang ber)arna putih. 3) Penerangan setengah langsung Ini terjadi dari cahaya lampu yang memancarkan ke segenap jurusan dengan mele)ati selubung kaca yang ber)arna putih seperti susu. 4) Penerangan langsung Ini memancar langsung dari sumber cahaya 5lampu8 ke permukaan meja tanpa mele)ati apa-apa. Aampu meja yang umum dipakai oleh sis)a tergolong lampu yang memberikan penerangan langsung.

Penerangan yang terbaik dipakai untuk kegiatan belajar di )aktu malam ialah penerangan tak langsung, sebab pemantulan cahaya bila tersebar ke semua jurusan sehingga merata dan tidak menimbulkan bayangan. Penerangan semacam ini mempunyai sifat yang lunak, sehingga

15

tidak terlalu cepat menimbulkan kelelahan pada mata. Untuk makar belajar pada khususnya, penerangan yang terbaik untuk dipergunakan apabila di atas memakai lampu yang memancarkan cahaya tak langsung untuk menerangi seluruh kamar, sedangkan diatas meja belajar dipakai lampu meja yang membrikan penerangan setengah langsung. Seluruh kamar belajar perlu diberi penerangan tak langsung agar tidak ada perbedaan yang menyolok antara permukaan meja dengan bagian-bagian yang lainnya dari kamar belajar itu gelap, maka bila seseorang yang belajar mengalihkan pandangnnya dari buku ke arah lainnya lensa matanya harus selalu melakukan penyesuaian terhadap perbedaan penerangan itu. (al semacam ini menyebabkan timbulnya kelelahan pada matanya. 'ilamana memungkinkan karena bagi pertimbangan-pertimbangan dalam kegiatan ekonomi tidak

seseorang

belajar

memakai

penerangan tak langsung dan lampu meja, melainkan hanya bisa menyediakan lampu gantung di kamar yang memancarkan cahaya langsung maka sebaiknya diusahakan agar lampu tersebut terletak dalam lingkungan sudut DBo dari pandangan mata, dan dibeeri tudung secukupnya agar tidak menyilaukan mata.

c. V!nt.% '. Suatu syarat lain yang tidak bisa diabaikan dalam kegiatan belajar guna menciptakan tempat belajar yang serasi ialah peredaran udara.

16

Peredaran dalam kamar belajar hendaknya diusahakan supaya lancar, ini bisa dilakukan dengan cara membuka pintu dan jendela kamar sehingga memungkinkan keluar masuknya udara segar. 1amar belajar yang tanpa adanya peredaran udara yang baik menyebabkan seseorang akan cepat mengantuk atau tidak betah berada di dalam kamar belajar. Masalah suhu udara dalam kamar belajar hendaknya tidak terlampau panas atau terlapau dingin.

2. P!r $&t $!% ; r Setiap orang yang ingin berhasil dalam kegiatan belajarnya hendaknya memiliki perabot belajar yang memadai, minimal meja berikut kursinya. Sedangkan yang disebut dengan perabot belajar disini ialah meja, kursi, almari 5rak buku8 dan lain-lain. Menurut ,he Aiang &ie 5 677#* D%-DB8 berpendapat bah)a * Syarat-syarat meja belajar yang baik adalah sebagai berikut * a. Meja hendaknya tidak tertutup seluruhnya dari permukaan meja sampai ke lantai. b. Permukaan hendaknya rata, tidak ber)arna gelap atau mengkilap, )arna gelap pada permukaan meja belajar dapat melelahkan mata, sedangkan alas meja mengkilap dapat menimbulkan kesilauan terhadap mata. c. Auas meja belajar tidak perlu terlalu berlebih-loebihan d. ,inggi meja hendaknya disesuaikan dengan tinggi badan

17

Mengenai bentuk meja belajar ada bermacam-macam coraknya mulai dari yang sederhana tanpa laci sampai meja dengan laci maupun meja belajar khusus yang merupakan gabungan antara meja dan almari. Selain meja belajar, dalam kegiatan belajar seseorang hendaknya memiliki buku-buku, literatur yang dapat menunjang dalam proses belajarnya. 'ukubuku yang perlu dimiliki diantaranya sebagai berikut * a. 'uku-buku kamus, misalnya kamus Indonesia-Inggris " Inggris-Indonesia, dan lain sebagainya. b. 'uku-buku ilmu pengetahuan, yaitu buku-buku yang sesuai dengan mata pelajaran, spesialisasi dan disiplin ilmu yang sedang ditekuninya. c. Majalah-majalah ilmiah, karangan ilmiah dan lain sebagainya. Disamping mengatur tempat tidur dan meja belajar sedemikian rupa supaya enak untuk kegiatan belajar, juga tempat duduk"kursi belajar perlu diperhatikan. 1ursi belajar janganlah terlalu empuk, kursi yang terlalu empuk memudahkan seseorang untuk diserang rasa kantuk. Usahakanlah kursi sebagai suatu tempat duduk yang enak untuk belajar, dan terhindar dari gangguan dinding, sehingga dalam proses belajar dapat berkonsentrasi yang optimal.

3. P!r % t n tu%.' Dalam segala bentuk kegiatan belajar mutlak dipeerlukan alat-alat tulis. Semakin lengkap alat-alat tulis itu semakin lancar pula proses belajarnya. 4lat-

18

alat tulis yang dimaksud misalnya seperti * <ulpen, tinta, pensil, penghapus, penggaris, lem, cryon, bidang gambar, tinta chinna notes, buku tulis dan lain sebagainya. 'uku 94 &uide to Eollege Study9 dkk 5 677%* B%8 yang dikarang oleh obert 0. ?rederick, dikutip ,he Aiang &ie 5 677#8, memuat daftar alat-alat belajar yang lebih banyak, antara lain meliputi * &unting, jepitan kertas, mesin tulis, kertas yang polos, kertas yang bergaris kotak-kotak, atlas dunia, persediaan amplop, perangko dan lain-lain. 4lat-alat lain yang bersifat umum, tetapi secara langsung menunjang studi seseorang yang memilikinya diantaranya * sepeda, sepeda motor. 'agi sis)a yang rumah atau pemondokannya jauh perlu memilikinya serta memeliharanya baik-baik. Dari semua alat-alat yang harus dimiliki oleh setiap orang dalam kegiatan belajarnya, hal-hal lain yang tidak boleh diabaikan ialah memelihara kamar belajar agar kamar belajar tetap bersih dan kelihatan rapi. Untuk hal ini perlu disediakan tempat sampah. Dengan tersedianya alat-alat tersebut diatas yang cukup memadai, maka itu berarti seorang pelajar"sis)a telah melangkah ke pintu gerbangnya cita-cita.

4. P!* - . n P!r(u't -

Setelah seseorang sis)a menyadari kesukaran-kesukaran yang dihadapi serta menyiapkan sikap yang baik, persyaratan dan perlengkapan yang

19

diperlukan sebagaimana tersebut diatas, masih ada satu hal yang perlu dijadikan pedoman oleh setiap sis)a, yaitu belajar dengan memanfaatkan perpustakaan. ,idak ada belajar yang dapat dilaksanakan tamnpa membaca, dan gudang bacaan ialah perpustakaan. Setiap pelajar " sis)a harus setia mengunjungi perpustakaan sekolahnya atau perpustakaan-perpustakaan

lainnya yang dapat membantu usaha belajarnya. Perpustakaan itu hanya dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada seseorang pelajar"sis)a kalau ia mengetahui bagaimana mempergunakannya. Untuk dapat menjadi seorang pemakai perpustakaan yang baik, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dipelajari. Pertama hendaknya seseorang pelajar"sis)a mengetahui jam buka perpustakaan-perpustakaan itu. Eatatlah hal-hal itu di dalam notes. 1emudian seseorang pelajar"sis)a hendaknya mempelajari pula

peraturan-peraturan yang berkenan dengan pemakaian perpustakaan itu, misalnya syarat-syarat untuk meminjam buku, berapa lama buku itu dapat dipinjam kie rumah, ke)ajiban-ke)ajiban yang harus ditaati oleh peminjam dan hal-hal lainnya yang perlu.

B. Pr!'t '. B!% ; r 1. Pr!'t '. B!% ; r

20

Menurut M. Saleh Muntasir 5 677D* 668 mengatakan * bah)a 9Prestasi belajar sis)a adalah prestasi yang tre)ujud skor-skor pada tes hasil belajar9. Menurut 'imo 0algito 5 677%* #768 menjelaskan bah)a 9Prestasi belajar adalah keberhasilan usaha yang dapat dicapai dalam belajar9. Dalam proses belajar mengajar terdapat beberapa faktor yang

mempengaruhi baik sebagai moti<asi maupun sebagai hambatan. ?aktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar mengajar tersebut antara lain * a. ?aktor eksogen ?aktor eksogen adalah suatu sebab yang ditimbulkan dari luar pribadi, misalnya faktor yang datangnya dari faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor maasyarakat b. ?aktor endogen Pendidikan merupakan bimbingan yang diberikan kepada anak untuk mencapai perkembangan jasmani dan rohani secara harmonis. /leh sebab itu pendidikan pengajaran tidak dari fisik. Sedangkan yang dimaksud dengan faktor yang berhubungan dengan faktor endogen adalah faktor yang berhubungan dengan kondisi anak. Untuk mencapai prestasi yang baik, mada beberapa faktor dasar yang perlu diperhatikan baik oleh guru maupun orang tua murid. ?aktor-faktor dasar tersebut adalah sebagai berikut * a. Minat b. Perhatian

21

c. Perasaan d. Ingatan e. Menguasai materi 'erbicara tentang mengenai tujuan belajar oleh 'imo 0algito 5 677%* ##@8 adalah sebagai berikut *9,ujuan ini adalah membantu pemeerintah dalam usaha me)ujudkan tujuan pendidikan pada umumnya9.

Pada akhirnya tujuan belajar yang diuraikan diatas adalah untuk mencapai suatu prestasi belajar atau hasil yang diperoleh dari kegiatan belajar. Prestasi menunjukkan mutu dari pendidikan. /leh karena itu seorang sis)a dikatakan sukses dalam belajar apabila menunjukkan peerubahan tingkah laku baik segi pengetahuan maupun keterampilan. Perubahan-perubahan itu dapat berbentuk dalam penggunaan, atau penge<aluasi mengenai sikap, kebiasaan dan nilai-nilai, pengetahuan dan kecakapan. Perubahan itu berangsur-angsur akan dimulai dari sesuatu yang tidak dikenalnya untuk kemudian dikuasai atau dimilikinya, dipergunakan sampai kepada suatu saat untuk die<aluasi oleh yang menjalani proses belajar itu. :adi pada intinya, orang yanng belajar tidak sama keadaannya dengan sebelum mereka melakukan perbuatan belajar itu. Denngan demikian dapat disimpulkan bah)a *

22

a. Dalam belajar faktor peerubahan tingkah laku harus ada, tidak dikatakan belajar apabila didalamnya tidak ada tingkah laku. b. Perubahan tersebut pada pokoknya didapatkan kecakapan baru c. Perubahan itu terjadi karena usaha yang disengaja d. Dari berbagai batasan tentang belajar yang disebut di atas kita sudah mendapat gambaran mengenai apa itu belajar.

2. T!&r. B!% ; r M!ng ; r ,eori belajar atau teori perkembangan mental berisi tentang apa yang terjadi dan apa yang diharapkan terjadi pada mental anak. ,eori belajar menguraikan tentang kegiatan mental anak, apa yang dapat kita lakukan pada usia 5tahap perkembangan mental8 tertentu. Pada teori belajar tidak ada uraian tentang prosedur dan tujuan mengajar. Di lain pihak teori mengajar adalah uraian tentang petunjuk bagaimana semestinya mengajar pada usia tertentu bila anak sudah siap untuk belajar. :adi pada teori mengajar terdapat tujuan dan prosedur mengajar. 4pabila kita mengamati teori intelegensi dan teori perkemangan mental Piaget dan &uiffort dalam ., useffendi 5 677#* ;68 bah)a kemampuan anak

beraneka ragam, maka agar anak itu lebih berhasil dalam belajarnya maka dalam penyampaian materi pelajaran kita harus menggunakan beraneka metode dan pendekatan. Misalnya antara abstrak dan konkrit, antara deduktif dan induktif, antara ceramah dan menemukan sendiri dan lain-lain. Sedangkan

23

kalau berpegang pada teori belajar :. Piaget, bila kita menginginkan perkembangan mental anak tersebut harus diperkaya dengan banak

pengalaman-pengalaman belajar. 'elajar menurut Foltan P. Dienes 5#$@$ * %;8 sistem pengajaran di

sekolah dibuat dalam usaha peeningkatan pengajarannya agar lebih mudah dipelajari dan lebih menarik. Menurutnya banyak anak-anak menyenangi hanya pada peermulaan mereka berkenalan dengan sederhana. Makin tinggi sekolahnya makin kurang minatnya. 1. Disamping itu terdapat banyak anak-anak yang menyenangi hanya pada permulaan saja. pelajaran

C. Hu$ung n Ant r P!ny!+. Dalam kegiatan

n F '.%.t ' B!% ; r +!ng n Pr!'t '. $!% ; r belajar mengajar, sis)a diharapkan selalu diberi

kesempatan untuk berkembang agar supaya bisa menjadi manusia yang akhirnya dapat berdiri sendiri dan dapat bertanggung ja)ab atas tugas hidupnya nanti. ,etapi dalam kegiatan belajar mengajar sis)a, tidaklah selalu lancar seperti apa yang diharapkannya. 1adang-kadang mereka mengalami berbagai kesulitan atau berbagai hambatan dalam kegiatan belajarnya, misalnya kesulitan dalam belajar karena kekurangan alat-alat belajar yang harus disediakan orang tua. 1arena seorang sis)a dalam setiap kegiatan belajar memerlukan sarana-sarana yang cukup memadai, entah itu berupa alat-alat tulis, perabot belajar, buku-buku pelajaran atau alat yang lain yang dapat digunakan untuk menunjang dalam belajar.

24

Dalam segala bentuk kegiatan belajar mutlak diperlukan alat-alat tulis. Semakin lengkap alat-alat tulis itu. Semakin lancar pula proses belajarnya. 4lat-alat tulis yang dimaksud misalnya seperti pulpen, tinta, pensil, penggaris, penghapus, buku tulis, dan lain-lain. 4lat-alat pelajaran yang lengkap akan membeeri kesempatan bagi anak bagi untuk pembentukan materiil berarti pembentukan pengetahuan dan

pembentukan formil berarti pembentukan sikap-sikap belajar dan berfikir. Demikian pula dengan adanmya perpustakaan akan dapat membantu usaha belajar, dari ini akan memberikan pengaruh yang besar terhadap pembentukan materiil maupun pembentukan formil bagi sis)a. /leh karena itu setiap guru hendaknya menyadari betapa pentingnya pengaruh alat-alat belajar itu dalam penyelenggaraan proses belajar mengajar. Di samping itu guru perlu mengetahui tentang kesulitan-kesulitan sis)a untuk memiliki buku-buku paket, buku-buku penunjang belajar lain yang diperlukan. Sehingga dengan fasilitas yang cukup, memadai prestasi belajar dalam proses belajar mengajar bisa tercapai sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah direncanakan yaitu pendidikan nasional. :adi menurut pendapat penulis antara penyediaan fasilitas belajar dengan prestasi belajar dalam proses belajar mengajar sangat erat hubungannya karena dengan adanya sarana-sarana ataupun alat-alat belajar yang memadai, maka sis)a cenderung berhaasil dalam belajar.

25

BAB III MODEL PENELITIAN TINDAKAN

A. S!tt.ng + n Su$;!- P!n!%.t. n Penelitian ini dilakukan di 1abupaten >>>>>>>>> SD! >>>>>>>>>> 1ecamatan >>>>>>>>

,ahun Pelajaran >>>>">>>>. Subyek penelitian ini adalah

sis)a kelas II berjumlah %@ sis)a. Penelitian dilaksanakan pada semester >>>>> tahun pelajaran >>>>" >>>>mulai bulan >>>>sampai dengan 4khir >>>>>.

B# T " ( n P!n!%.t. n 1. &ambaran umum penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas 5action reseach classroom8, karena penelitian dilakukan untuk memecahkan permasalahan yang terjadi di kelas. Penelitian ini dilakukan pada semester genap kelas II SD! >>>>>>>>>> 1ecamatan >>>>>>>> 1abupaten >>>>>>>>> ,ahun Pelajaran >>>>">>>>. Penelitian

berlangsung mulai bulan 4pril minggu pertama hingga 4khir Mei 677@. Dalam penelitian tindakan kelas ini, guru sebagai peneliti, penanggungja)ab penuh penelitian tindakan kelas. &uru dalam hal ini peneliti, terlihat secara penuh dalam perencanaan, tindakan, obser<asi, dan refleksi pada tiap-tiap siklusnya.

26

1eempat tindakan tersebut saling terkait dan berkelanjutan. (al ini merupakan salah satu ciri dari penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 6 siklus, yang sudah dianggap mampu memenuhi kepuasan peneliti dalam mencapai hasil yang diinginkan dan mengatasi persoalan yang ada.

2. a.

incian prosedur penelitian encana tindakan Penelitian dilakukan di kelas II 1abupaten >>>>>>>>> SD! >>>>>>>>>> 1ecamatan >>>>>>>>

,ahun Pelajaran >>>>">>>>yang berjumlah %@ sis)a. hasil

,ema yang diambil dalam penerapan pembelajaran untuk peningkatan belajar ialah prasarana belajar di kelas.

Penelitian di lapangan dilakukan dalam )aktu kurang lebih dua setengah bulan, mulai bulan >>>>>minggu kedua hingga a)al >>>>>. encana tindakan

tersebut meliputi* Membuat skenario pembelajaran dengan menggunakan belajar di kelas. Membuat jad)al kunjungan kelas dan pertemuan mingguan. Mempersiapkan bahan-bahan yang diperlukan, kegiatan monitoring# perlengkapan

perangkat tes a)al, dan membuat catatan a)al. Membuat alat bantu mengajar.

27

b. Pelaksanaan tindakan 4kti<itas sis)a dengan sis)a pada saat kerja kelompok. 4kti<itas sis)a pada )aktu menja)ab pertanyaan dengan memnggunkan mediator alat sekolah. 4kti<itas sis)a pada )aktu mengerjakan tugas dengan alat sekolah.

%. /bser<asi Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan dibuat. Diberi tugas me)arnai media gambar Setelah menemukan metode me)arnai sis)a disuruh memberi )arna pada encana Pembelajaran yang

media gambar yang polos. Mengadakan e<aluasi pada akhir pembelajaran sesuai dengan ,P1 yang terdapat dalam encana Pembelajaran.

Mengadakan e<aluasi akhir. Melaksanakan analisasi hasil e<aluasi.

D. Perefleksian 1egiatan refleksi dia)ali dengan memeriksa sampel gambar hasil obser<asi. Mere<isi citra )arna yang masih dianggap sulit oleh sis)a.

28

Mengatur kembali beberapa anggota kelompok yang tidak cocok dengan kelompoknya. Memberi solusi untuk mengatasi masalah sis)a dalam teknik mea)rnai.

Pelaksanaan Penelitian 1egiatan pembelajaran dilaksanakan dalam 6 siklus, yaitu* me)arnai pada gambar polos pada penelitian ini

Siklus Pertama Sebelum dilakukan penelitian ini, terlebih dahulu dilakukan tes a)al kemampuan sis)a dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan sis)a kelas II dalam me)arnai media gambar. Dalam penelitian ini, pemberian perlakuan dibedakan sebagai berikut* a. Untuk tugas-tugas yang berhubungan dengan sis)a bekerja secara kelompok berdasarkan kelompok masing-masing. b. Untuk tugas-tugas me)arnai, sis)a bekerja secara indi<idu.

'erdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh guru, diperoleh hasil sebagai berikut* a. Dalam memberikan pembelajaran a)al, guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengarah pada tema yang akan diajarkan. b. &uru memberi teknik )arna dasar dan kekontrasan )arna yang sulit yang

berhubungan dengan tema yang diajarkan.

29

c. &uru memberikan metode simpel yang dianggap mengganggu pemahaman sis)a dalam menggambar " me)arnai. d. &uru membagi sis)a menjadi kelompok kecil, yang masing-masing kelompok terdiri dari D sis)a. e. &uru memberikan tugas dan latihan secara indi<idual yang berhubungan dengan me)arnai gambar. f. &uru memeriksa dan mendiskusikan ja)aban sis)a bersama seluruh sis)a. g. Sis)a yang pandai dari beberapa kelompok bekerja sendiri dan sebagian anggota tidak bekerja. h. 'eberapa sis)a merasa tidak cocok masih menanyakan tentang bagaimana teknik pemilihan )arna. i. 4da beberapa sis)a masih melakukan kesalahan dalam seni menggambar. 1ekurangan-kekurangan tersebut berangsur-angsur diperbaiki. 4dapun

perubahan yang ditemukan berdasarkan pengamatan yang dilakukan adalah sebagai berikut* a. 1erja kelompok sudah mulai tenang dan teratur karena masing-masing kelompok sudah mengetahui posisinya. b. 1egiatan berkelompok terlihat mulai hidup dan masing-masing sis)a secara aktif. c. &uru bersikap ramah dan tidak tegang )aktu memasuki ruang kelas sehingga suasana kelas terlihat lebih rileks$ d. 'eberapa sis)a yang pandai masih terlihat lebih menonjol dibandingkan dengan anggota kelompoknya.

30

e. ,idak ada sis)a yang terlihat bingung dalam mengerjakan tugas. Selanjutnya hasil pengamatan pelaksanaan penelitian tindakan menunjukkan* a. Sis)a sangat antusias dalam menja)ab soal-soal yang diberikan baik dalam menja)ab soal-soal berdasarkan teks perintah me)arnai. b. Sis)a yang pandai tampak bekerja sama dengan teman kelompoknya. c. Sis)a dapat menyelesaikan tugas I berdasarkan informasi yang diperoleh melalui )acana. d. 1elompok sis)a dapat menja)ab pertanyaan-pertanyaan tugas II. e. Sisi)a masih mengalami kesulitan untuk menja)ab pertanyaan-pertanyaan terstruktur yang digunakan untuk menggunakan cryon. Dari tindakan kelas yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bah)a* a. Sis)a tidak mengalami kesulitan untuk menja)ab pertanyaan-pertanyaan tugas I dan II yang diberikan berdasarkan teks perintah b. Pola me)arnai yang ditanyakan guru belum dapat secara maksimal meningkatkan kemampuan sis)a dalam olah seni me)arnai.

Siklus 1edua Dalam hasil pengamatan yang dilaksanakan pada siklus II ini ditemukan bah)a* a. Sis)a sangat antusias dalam melaksanakan tugas-tugas yang diberikan kepadanya baik secara kelompok maupun secara indi<idu. b. ,idak ada lagi sis)a merasa bingung atau bertanya dalam urusan teknik me)arnai.

31

c. Sis)a yang pandai tidak lagi mendominasi dalam mengerjakan tugas-tugas kelompoknya. d. Sis)a yang pada a)alnya tampak pasif di kelas, kini menjadi lebih aktif dan lebih bekerja antusias dalam melaksanakan tugas-tugas. e. Sis)a berusaha untuk menja)ab soal-soal yang diberikan saat diminta untuk menja)ab soal-soal yang diberikan saat teks perintah dibacakan. f. Saat diminta untuk berdialog, sis)a berlomba untuk maju ke depan kelas untuk melakukan demontrasi di papan peraga.

C. T!-n.- P!ngu*(u% n D t Untuk mempermudah pengumpulan data, maka penelitian ini menggunakan beberapa metode, adapun metode pengumpulan data tersebut melalui beberapa metode yaitu obser<asi, )a)ancara terstruktur, dan tes tulis. Dalam obser<asi penelitian mencatat setiap gejala perubahan selama pembelajaran dan disesuaikan dengan konsep atas indikatornya. Pengumpulan data dilakukan dengan cara obser<asi selama pembelajaran berlangsung. 1. Melaksanakan tes berupa e<aluasi proses dan hasil belajar serta membuat rentang nilai hasil ulangan. 2. Membandingkan rata-rata hasil tes, yaitu dari nilai rata-rata pra siklus, siklus I dan siklus II. 3. Menyimpulkan temuan-temuan hasil obser<asi, yaitu catatan-catatan lapangan.

32

D. T!-n.- An %.'.' D t Untuk mengetahui keefektifan suatu metode dalam kegiatan pembelajaran, perlu dilakukan analisis data. Pada penelitian tindakan kelas ini, digunakan analisis deskripsi kualitatif, yaitu suatu metode penelitian yang bersifat menggambarkan kenyataan atau fakta sesuai dengan data yang diperoleh dengan tujuan untuk mengetahui hasil belajar yang dicapai sis)a juga untuk mengetahui respon sis)a terhadap kegiatan pembelajaran serta aktifitas sis)a selama proses pembelajaran berlangsung. Untuk analisis tingkat keberhasilan atau prosentase ketuntasan belajar sis)a setelah proses belajar mengajar berlangsung pada tiap siklusnya, maka dilakukan dengan cara memberikan e<aluasi berupa soal tes tertulis pada setiap akhir siklus. 4nalisis ini dihitung dengan menggunakan statistika sederhana, yaitu*

1. Penilaian tugas dan tes Peneliti menjumlahkan nilai yang diperoleh sis)a, selanjutnya dibagi dengan jumlah sis)a kelas tersebut sehingga diperoleh nilai rata-rata. !ilai rata-rata ini didapat dengan menggunakan rumus* x

X N
G * nilai rata-rata * jumlah semua nilai sis)a * jumlah sis)a

1eterangan

X N

33

2. Penilaian untuk ketuntasan belajar 4da 6 kategori ketuntasan belajar, yaitu secara perorangan dan secara klasikal. 'erdasarkan petunjuk pelaksanaan belajar mengajar, maka peneliti menganggap bah)a penerapan pembelajaran me)arnai bidang gambar dengan cryon dikatakan berhasil dalam meningkatkan hasil belajar sis)a jika sis)a mampu menyelesaikan )arna gambar dan memenuhi ketuntasan belajar yaitu minimal CBH dari semua bidang gambar yang diberikan. Dengan kriteria tingkat keberhasilan belajar sis)a yang dikelompokkan ke dalam lima kategori, seperti yang terlihat pada tabel %.#. Untuk menghitung prosentasi ketuntasan belajar, digunakan rumus sebagai berikut.

P=

Siswa _ yang _ tuntas _ belajar 100% Siswa

4nalisis ini dilakukan pada saat tahapan refleksi. (asil analisis ini digunakan sebagai bahan refleksi untuk melakukan perencanaan lanjut dalam siklus selanjutnya. (asil analisis juga dijadikan sebagai bahan refleksi dalam memperbaiki rancangan pembelajaran atau bahkan mungkin sebagai bahan pertimbangan dalam penentuan model pembelajaran yang tepat.

,abel %.# 1riteria ,ingkat 1eberhasilan 'elajar Sis)a dalam H ,ingkat 1eberhasilan 5H8 4rti

34

@7H ;7 I C$H D7 I B$H 67 I %$H J 67H

Sangat tinggi ,inggi Sedang endah Sangat rendah

35

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PELAKSANAAN TINDAKAN

A. P!ny ;. n H '.% O$'!r< '. Untuk menyajikan data dari hasil pengamatan terhadap pelaksanaan tindakan kelas berikut disampaikan secara berurutan sesuai siklusnya. 1. (asil /bser<asi Siklus I Seperti telah dikemukakan pada bagian terdahulu bah)a penerapan strategi penyampaian bahan dasar )arna pada siklus I ini difokuskan pada penugasan

indi<idual. :adi dalam pelaksanaan tindakan kelas ini, sis)a diminta untuk mengerjakan tugas tersebut secara perseorangan dengan bimbingan guru bagi yang memerlukan saja. a. (asil /bser<asi Pertemuan I Pelaksanaan tindakan pada pertemuan I dihadiri oleh %7 sis)a sedangkan @ sis)a tidak masuk. (asil pengamatan terhadap penugasan )arna dasar pada bidang gambar yang diberikan kepada sis)a diketahui bah)a )aktu %B menit yang disediakan untuk mengerjakan tugas tersebut ternyata tidak cukup untuk menyelesaikannya, bahkan )aktu #B menit berikutnya yang semula disediakan untuk diskusi kelas dipakai untuk menyelesaikan kegiatan tersebut. Dengan demikian dapat diketahui bah)a sekenario pembelajaran yang direncanakan

36

dalam

encana Pembelajaran 5 P8 tidak dapat berlangsung seperti yang

dikehendaki. (asil pengamatan guru terhadap keaktifan sis)a dalam menyelesaikan tugas me)arnai. (ampir semua sis)a aktif mengerjakan dengan serius,

)alaupun yang sudah mencoba mengerjakan seluruh kegiatan sekitar 6; sis)a 5@;,CH8 dan hanya D sis)a 5#%,%H8 yang belum menyelesaikan semua kegiatan. Sedangkan bagaimana prosedur pelaksanaan kegiatan yang dilakukan sis)a diketahui bah)a belum bekerja sesuai dengan petunjuk yang tertera dalam pemilihan jenis )arna yang serasi. b. (asil /bser<asi Pertemuan II Pelaksanaan tindakan kelas pada pertemuan kedua ini dihadiri oleh %B dari %@ sis)a seluruhnya. 'erdasarkan hasil pengamatan pada pertemuan pertama, pada pertemuan ini guru tidak lagi membiarkan sis)a mengerjakan sesuai dengan pemahamannya terhadap pilihan )arna, melainkan guru

memberikan pengarahan dan bimbingan seperlunya terhadap kesulitan sis)a. Dari rekaman hasil pengamatan yang telah dilakukan oleh guru, diketahui bah)a seluruh sis)a lebih antusias dan konsentrasi memilih )arna bebas. 0alaupun demikian masih dijumpai sis)a yang belum mengerti apa yang harus dilakukan dengan menulis paragrafnya, tapi berkat bimbingan guru, akhirnya sis)a tersebut dapat mengerti akan tugasnya. 'erkaitan dengan )aktu yang disediakan untuk mengerjakan ilustrasi

gambar 5dalam kegiatan inti pelajaran8, yaitu D7 menit ternyata sis)a kelas II

37

SD! >>>>>>>>>> 1ecamatan >>>>>>>> 1abupaten >>>>>>>>>

,ahun

Pelajaran >>>>">>>>belum bisa menyelesaikan seluruh kegiatan yang tercantum dalam rincian kegiatan. Itu sebabnya guru terpaksa menambah )aktu untuk menyelesaikan ilustrasi )arna pada bidang gambar yang semula untuk digunakan sebagai kegiatan diskusi kelas, guna membahas hasil pekerjaan sis)a tentang pola me)arnai. (al ini mungkin disebabkan karena sis)a masih belum terbiasa membuat penyelesaian dengan cepat, sehingga mereka tidak kesulitan mengerjakan tuntas me)arnai. Dari seluruh sis)a hanya % anak yang kurang bersungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas me)arnai, sedang sisanya tampak sangat konsentrasi terhadap rincian kegiatan yang harus diselesaikan )alaupun hanya 6@ sis)a yang dapat menyelesaikan tugasnya secara tuntas.

2. (asil /bser<asi Siklus II :ika pada Siklus I penugasan dengan pola arsiran halus ditujukan untuk arsiran

dikerjakan secara perseorangan, maka pada Siklus II ini penugasan ditujukan untuk dikerjakan secara berkelompok antara D sampai B sis)a. a. (asil /bser<asi Pertemuan I

Pelaksanaan tindakan Siklus II pertemuan I ini dihadiri oleh %B orang sis)a. 1elas dibagi menjadi C kelompok yang masing-masing beranggotakan B orang sis)a, sebab tugas yang diberikan perlu didiskusikan untuk

menyelesaikannya. 1arakteristik

)arna arsiran ini adalah sebelum sis)a

38

berdiskusi secara kelompok, sis)a terlebih dahulu menuliskan pendapat pribadinya untuk kemudian didiskusikan sampai dihasilkan pendapat atau kesepakatan kelompok. Dari 6 pendapat pribadi dan pendapat kelompok yang dihasilkan, kemudian dibandingkan antara keduanya sehingga diketahui sis)a mana yang dominan dapat mempengaruhi kesepakatan kelompok. (asil pengamatan menunjukkan bah)a suasana kelas menjadi ramai karena terdapat ; kelompok yang secara bersamaan melakukan diskusi di kelompoknya masing-masing. Dinamika kelompok sangat tampak terutama berkaitan dengan bagaimana seorang sis)a dapat mempengaruhi anggota kelompok lainnya, sehingga sampai menit ke ;7 hanya D kelompok yang berhasil menyelesaikan tugasnya secara tuntas termasuk pola arsiran halus. Sedangkan 6 kelompok lainnya sudah berusaha dengan keras namun masih belum tuntas menyelesaikan seluruh tugas. Dari kerasnya perbedaan pendapat yang terjadi di antara sis)a, diskusi kelas yang direncanakan dalam P belum dapat

dilaksanakan berhubung )aktu yang tersisa kurang untuk melaksanakannya, )alaupun pengambilan kesimpulan akhir masih sempat dilakukan oleh guru. b. (asil /bser<asi Pertemuan II Pelaksanaan tindakan pada pertemuan kedua ini dihadiri oleh %B sis)a. Dari jumlah sis)a yang hadir tersebut dibentuk B kelompok, sehingga ada # kelompok yang beranggotakan C sis)a. (asil pengamatan yang dilakukan oleh guru, diketahui bah)a hampir semua kelompok sangat aktif melakukan diskusi kelompok agar dapat

39

menyelesaikan semua topik bahasan yang harus diselesaikan. (anya saja terdapat # kelompok sis)a yang tampak kurang bergairah dan pasif dalam berdiskusi guna menyelesaikan topik bahasannya. Sesuai )aktu yang direncanakan khusus untuk menyelesaikan struktur )arna asal dan campuran, ternyata hampir semua kelompok dapat menyelesaikan tugasnya secara tuntas, maka sesi diskusi kelas yang direncanakan untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok dapat diselenggarakan. Dalam diskusi kelas tersebut, D kelompok telah mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya karena )aktu yang tersedia tidak banyak. Dari hasil pengamatan guru terhadap diskusi kelas yang telah berlangsung, diketahui bah)a sebagian besar sis)a masih belum berani mengemukakan pendapatnya baik berupa tanggapan atau kritik terhadap kelompok lain.

B. P!ny ;. n H '.% T!' + n H '.% Ang-!t Dalam rangka melakukan pengukuran terhadap subjek penelitian, peneliti telah melancarkan dua kali tes, yaitu tes kemampuan a)al 5pretes8 dan tes prestasi belajar 5postes8. Selain pengukuran berupa tes, dalam penelitian tindakan kelas ini juga telah disebarkan angket atau kuesioner balikan sis)a yang memuat tentang penilaian dan persepsi sis)a serta ditambah dengan tanggapan dan saran-sarannya terhadap perubahan strategi penyampaian bahan yang mengaktifkan sis)a. Untuk mengetahui hasil pengukuran tersebut, maka berikut disajikan datanya.

40

1. Penyajian (asil Pretes Pelaksanaan tes kemampuan a)al ini telah dihadiri oleh %B sis)a. Skor yang diperoleh berkisar dari skor terendah 66 sampai yang tertinggi CB dengan ratarata skor berkisar DD,C@. Dari hasil pengukuran a)al ini dapat diketahui bah)a rata-rata sis)a memang masih belum menguasai materi yang akan diajarkan yaitu me)arnai dengan pola )arna terstruktur atas )arna asal dan campuran. 2. Penyajian (asil Postes 4dapun pelaksanaan tes hasil belajar sis)a ini telah dilaksanakan pada tanggal >>>>> yang diikuti oleh sejumlah %B sis)a. (asil tes prestasi belajar yang dicapai oleh sis)a tersebut diketahui berkisar antara B6,B yang terendah, sampai @6,B yang tertinggi, dengan skor rata-rata yang diperoleh sis)a adalah ;;,B. Dari data tersebut dapat diketahui bah)a secara umum sis)a telah menunjukkan prestasi belajarnya dengan cukup baik setelah mengikuti proses pembelajaran yang menerapkan metode penugasan dengan )arna kontras. 4pabila hasil tes kemampuan yang diperoleh sis)a dibandingkan dengan tes prestasi belajarnya, maka sebagian besar sis)a menunjukkan prestasi belajar yang lebih baik. Dengan demikian dapat dikatakan bah)a perubahan atau penerapan strategi penyampaian yang menekankan pada aktifitas sis)a dapat meningkatkan prestasi belajar sis)a.

3. Penyajian (asil 4ngket Sis)a

41

4ngket yang diberikan kepada sis)a hanya dapat diisi oleh sis)a yang mengikuti pos tes saja karena lembar angket ini menjadi satu dengan lembar tes belajar sis)a. Untuk mengetahui data hasil angket tersebut, berikut disajikan laporannya. a. Pertanyaan nomor # Pertanyaan ini meminta sis)a untuk menja)ab tentang seberapa menyenangkan atau membosankan proses pembelajaran dengan teknik

arsir halus dan kemampuan ilustrasi pilih )aran dikerjakan secara indi<idu. :ika menja)ab sangat menyenangkan diberi skor D, agak menyenangkan %, agak membosankan 6, dan sangat membosankan skornya #. Dari hasil angket yang telah dikumpulakan diketahui bah)a rata-rata skor ja)aban sis)a adalah 6,;C. Ini menandakan bah)a sebagian besar sis)a cenderung merasa agak menyenangkan apabila pelajaran disajikan menggunakan alat peraga cryon yang harus dikerjakan dengan cara indi<idu. b. Pertanyaan nomor 6 Disini sis)a diharapkan menja)ab pertanyaan tentang sulit atau mudahnya materi pelajaran jika dipelajari menggunakan cryon yang harus dikerjakan oleh sis)a secara perseorangan. :ika sis)a menja)ab sangat sulit, maka diberi skor D, agak sulit skornya %, agak mudah skornya 6, dan sangat membosankan skornya #. 'erdasarkan data hasil angket telah dikumpulkan, dapat diketahui bah)a rata-rata skornya adalah 6,BC. Dari data tersebut dapat dikemukakan bah)a sebagian besar sis)a menganggap

42

bah)a materi pelajaran cenderung terasa agak sulit apabila dikerjakan secara indi<idu. c. Pertanyaan nomor % Pertanyaan ini meminta sis)a untuk menja)ab tentang seberapa menyenangkan atau membosankan proses pembelajaran me)arnai yang

harus dikerjakan secara kelompok 5berdiskusi8. :ika menja)ab sangat menyenangkan diberi skor D, agak menyenangkan %, agak membosankan 6, dan sangat membosankan #. Dari hasil angket yang telah dikumpulkan, diketahui bah)a rata-rata skor ja)aban sis)a adalah %,;%. Ini menandakan bah)a sebagian besar sis)a cenderung merasa sangat menyenangkan jika proses belajar mengajarnya dilakukan secara diskusi kelompok. d. Pertanyaan nomor D Disini sis)a diharapkan menja)ab pertanyaan tentang sulit atau mudahnya materi pelajaran jika dipelajari menggunakan cryon yang harus dikerjakan oleh sis)a secara kelompok atau dengan berdiskusi. :ika sis)a menja)ab sangat sulit maka diberi skor D, agak sulit skornya %, agak mudah skornya 6, dan sangat membosankan skornya #. 'erdasarkan data hasil angket telah dikumpulkan, dapat diketahui bah)a rata-rata skornya adalah #,B6. Dari data tersebut dapat dikemukakan bah)a sebagian besar sis)a menganggap materi pelajaran cenderung terasa sangat mudah apabila dikerjakan secara berkelompok dengan jalan berdiskusi.

43

C. P!ny ;. n T!*u n H '.% T.n+ - n Untuk menyajikan temuan yang diperoleh setelah implementasi tindakan, maka di ba)ah ini disampaikan temuan utama dan temuan sampingan. ,emuan utama merupakan temuan yang menyangkut masalah yang telah diteliti, sedang temuan sampingan merupakan temuan ikutan selain temuan utama namun sangat urgent untuk diungkap dalam rangka studi tindak lanjut. 1. ,emuan Utama Sesuai dengan masalah yang diteliti, ada 6 temuan utama dari P,1 ini, yaitu sebagai berkut* a.) Sis)a menjadi lebih serius dan konsentarasi atau dengan kata lain, minatnya menjadi meningkat terhadap jalannya proses pembelajaran yang disajikan dengan metode penugasan khususnya pola me)arnai dengan arsiran halus. b.) 0alaupun nilainya tidak begitu besar, sis)a berhasil mengalami peningkatan prestasi belajarnya atau paling tidak telah menunjukkan prestasi belajar yang baik setelah mengikuti proses pembelajaran yang menerapkan metode penugasan pilih )arna. ,emuan yang pertama tersebut ditandai dengan terlihatnya hampir semua sis)a lebih perhatian terhadap rincian kegiatan yang harus dilakukan oleh sis)a dalam rangka menyelesaikan tugas me)arnai. Selain itu baik frekuensi maupun intensitas respon dari sis)a terhadap apa yang dirasa kesulitan tampak semakin tinggi dibanding acara tatap muka sebelumnya yang menggunakan metode kon<ensional. 0alaupun demikian, masih dijumpai segelintir sis)a yang kurang

44

begitu antusias dan bergairah dalam mengikuti pelajaran yang sedang berlangsung, tetapi setelah dicermati dengan seksama, ternyata sis)a tersebut memang sejak semula kurang memiliki moti<asi yang baik terhadap mata pelajaran apapun. Dengan demikian, temuan yang pertama cukup memiliki bukti berdasar hasil pengamatan selama pelaksanaan tindakan berlangsung. Sedangkan penemuan yang kedua dapat dibuktikan dengan hasil tes prestasi yang telah dilakukan sis)a, terlihat seluruh sis)a memperoleh skor di atas B7 untuk skala #77. Dari indikator tersebut, )ajar apabila dikatakan bah)a perubahan metode pelajaran yang menekankan pada akti<itas sis)a melalui media gambar untuk me)arnai dapat menghasilkan prestasi belajar yang baik serta dapat meningkatkan prestasi belajar sis)a. 2. ,emuan Sampingan Setelah melakukan pengamatan dan pengukuran terhadap implementasi tindakan, ditemui adanya beberapa hal sebagai berikut* a.) Sis)a belum bisa mengerjakan tugas me)arnai tanpa campur tangan dan bimbingan dari guru. (al ini dimungkinkan oleh karena terdapat kurangnya kemampuan pilihan )arna. b.) Sis)a belum bisa mengambil intisari dari teks perintah guru untuk

dipergunakan sebagai bahan menja)ab suatu persoalan atau untuk mengambil suatu keputusan. ,emuan ini ditengarai disebabkan oleh sis)a terlalu dibiasakan oleh guru untuk menerima apa adanya dari setiap informasi atau penjelasan guru, sehingga mereka kurang memperoleh kesempatan

45

untuk memanfaatkan potensi kemampuan analisisnya. /leh sebab itu, sis)a terbuai dengan hanya menerima dan merasa enggan atau canggung untuk berusaha mencari dan menemukan sendiri apa yang diperlukan untuk menja)ab persoalan maupun mengambil suatu keputusan. c.) Sis)a cenderung lebih menyukai mengerjakan suatu tugas pekerjaan secara berkelompok atau berdiskusi dibandingkan dengan cara perseorangan atau indi<idual. ,emuan # ini dapat dipergunakan sebagai indikator masih kurang percaya dirinya sis)a dalam menyelesaikan suatu persoalan. (al ini mungkin dipengaruhi oleh masih rendahnya kebutuhan berprestasi 5need for achi<ement8 dari sis)a secara indi<idu, serta masih kurangnya para guru melatih dan memberikan moti<asi berprestasi terhadap sis)a. d.) Sis)a masih kurang bisa memanfaatkan )aktu yang tersedia secara efisien untuk melakukan sesuatu tugas pekerjaan. 1urangnya dalam hal

pengelolahan )aktu bagi sis)a ini akan mempengaruhi pembentukan karakter dan budaya kerja sis)a. Padahal karakter dan budaya kerja ini dibutuhkan oleh sis)a nanti setelah mereka de)asa. (al ini mungkin dipengaruhi oleh kebiasaan dan lingkungan dimana mereka tinggal. ,ermasuk moti<asi guru selalu mengingatkan betapa pentingnya mengelolah )aktu secara efisien agar tidak selalu ketinggalan momentum terhadap meraih setiap peluang yang ada.

46

D. P!*$ " ' n A-".r At ' H '.% T.n+ - n Untuk melakukan pembahasan terhadap hasil tindakan yang telah dilaksanakan, maka berikut akan dikupas dan dibahas khususnya yang berkaitan dengan temuan utama sesuai dengan permasalahan penelitian yang sedang diteliti. 1. Pembahasan ,emuan I ,emuan yang diperoleh yaitu penerapan strategi pembelajaran yang menekankan pada akti<itas sis)a dapat meningkatkan minat sis)a kelas II SD! >>>>>>>>>> 1ecamatan >>>>>>>> 1abupaten >>>>>>>>> ,ahun Pelajaran

>>>>">>>>mengikuti pelajaran di kelas. ,emuan ini memberikan ja)aban terhadap hipotesis tindakan yang telah dikemukakan pada bab I, sehingga dapat disimpulkan bah)a implementasi tindakan perubahan strategi pembelajaran yang menekankan pada akti<itas dapat berhasil mengatasi masalah rendahnya minat sis)a dalam mengikuti pelajaran, khususnya . Sebagaimana telah kita ketahui bah)a minat seseorang terhadap sesuatu mata pelajaran akan menyebabkan mereka dapat belajar dengan baik. Seperti yang dikemukakan oleh &ie 5 677%8, bah)a suatu mata pelajaran dapat dipelajari dengan baik apabila si pelajar dapat memusatkan perhatiannya terhadap pelajaran itu. Sedangkan perhatian seseorang terhadap sesuatu merupakan salah satu unsur dari minat. Dengan kata lain di dalam minat itu sendiri mengandung perhatian sebagai salah satu indikatornya. (al ini sesuai dengan pendapat 0algito 5#$@#8 mengemukakan tentang pengertian minat sebagai

47

berikut* 2minat adalah suatu keadaan dimana seseorang mempunyai perhatian terhadap sesuatu dan disertai keinginan untuk mengetahui dan mempelajari lebih lanjut3. Sedangkan kaitan antara minat dengan penerapan strategi pembelajaran dapat dijelaskan bah)a penerapan metode penugasan khususnya menulis paragraf terstruktur baik secara indi<idual maupun kelompok dapat

memungkinkan sis)a perhatiannya terpusat pada rincian kegiatan atau tugas dan selalu berinteraksi secara aktif atau dengan pedoman kerja atau langkahlangkah aktifitas. Dengan kualitas dan intensitas interaksi tersebut, maka minat sis)a dalam mengikuti pelajaran menjadi meningkat pula. Minat terhadap suatu mata pelajaran sangat dipengaruhi oleh seberapa besar sis)a dilibatkan dalam proses belajar mengajarnya sebab jika sis)a kurang dilibatkan maka sis)a akan cenderung pasif, tidak bergairah dan kurang perhatian. 2. Pembahasan ,emuan 6 ,emuan berikutnya adalah penerapan strategi pembelajaran yang menekankan pada akti<itas sis)a dapat meningkatkan prestasi belajar sis)a. Dengan menerapkan metode penugasan me)arnai, maka sis)a dapat

mempelajari materi pelajaran bukan melalui penjelasan guru, melainkan dari hasil membaca, menyimak, menganalisis, dan mengambil kesimpulan sendiri setelah melakukan kegiatan seperti yang tercantum dalam rincian kegiatan. Pengalaman yang demikian akan dapat menyenangkan sis)a karena mereka merasa berhasil menemukan sendiri pengetahuannya yang dipelajari.

48

/leh

karena

melalui

metode

penugasan

sis)a

diminta

untuk

menyelesaikan tugas

me)arnai berarti intensitas dan keterlibatan sis)a

menjadi tinggi maka sis)a akan menyebabkan sis)a lebih perhatian, bergairah, dan lebih antusias dalam mengikuti pelajaran. 1ondisi yang demikian itu mendorong sis)a belajar lebih baik lagi sehingga hasil belajarnyapun akan lebih baik pula, hal ini didukung oleh pendapat 1oetoer 5 677#8 bah)a kurangnya intensitas kegiatan belajar yang kurang pula. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bah)a penerapan metode penugasan me)arnai sebagai )ujud strategi pembelajaran yang menekankan pada akti<itas sis)a dapat menyebabkan prestasi belajar lebih baik dan meningkat.

49

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

A. S.*(u% n 'erdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bah)a tersedianya fasilitas belajar sis)a berkorelasi positif dengan prestasi belajar sis)a kelas II >>>>>>>>>> 1ecamatan >>>>>>>> 1abupaten >>>>>>>>> >>>>">>>>. SD!

,ahun Pelajaran

Makin lengkap fasilitas belajarnya berupa cryon dan perlengkapan

melukis lainnya, akan makin tinggi prestasinya, begitu sebaliknya makin tidak lengkap fasilitas belajarnya, akan makin rendah prestasinya.

B. S r n 'erdasrkan simpulan di atas, maka penulis mengajukan saran-saran sebagai berikut * 1. 4gar sis)a memeproleh prestasi yang baik maka hendaknya para orang tua dan guru menyediakan alat-alat belajar yang dibutuhkan anak. 2. 'ila fasilitas belajar yang dimiliki sis)a cukup memadai, maka seorang harus belajar dan dapat memperguanakan alat-alat belajar itu dengan sebaiknya, agar prestasi belajarnya lebih baik.

50

3. Seyogyanya sekolah berserta orang tua sis)a mengetahui, memahami dan mengerti kekurangan sis)a mengenai fasilitas belajarnya *perabot belajar, bukubuku pelajaran, alat-alat tulis, serta alat penunjang belajar yang baik. 4. Prestasi belajar sis)a akan lebih baik bila dalam belajarnya tersedia alat-alat belajar misalnya perabot belajar dan alat-alat tulis yang lengkap atau cukup memadai.

DAFTAR PUSTAKA

51

4rikunto, Suharsimi, Dasar-dasar .<aluasi pendidikan, :akiarta * 'umi 4ksara 'est, :ohn 0. 677%. Metodologi Penelitian Pendidikan, Penerjemahan Sanapiah ? dan Mulyadi &untur 0, Surabaya * Usaha !asional &ie, ,he Aiang. 677#. Eara 'elajar yang .fisien (adi Sutrisno, 677%. Statistik :ilid III, -ogyakarta * -ayasan Penerbitan ?akultas Psikologi U&M >>>>>>>>>>>>, 6777. Metodologi belajar dan 1esulitan-kesulitan 'elajar, 'andung * ,arsito >>>>>>>>>>>>>, 677D, Prepustakaan Sebagai Media dan ?asilitas 'elajar, :akarta, E=. aja)ali.

hamalik, /emar. #$C$. Metodologi 'elajar dan 1esulitan-kesulitan 'elajar, 'andung * ,arsito >>>>>>>>>>>>>, #$@$. Media Pendidikan, 'andung * 4lumni (udoyo, (erman. #$$7. Strategi 'elajar Mengajar , Malang * I1IP Malang MaKuki, #$CC. Metodologi esearch, :akarta * ?akultas .konomi UI.

!ana 1urnia, 677;, 4presiasi Media &ambar Dalam Pembelajaran Me)arnai, E=. Intansari, 1alimantan 'arat. Setyorini, 677;, ,ip dan ,rik Seni Menggambar 'agi Pemula, P,. Pembangunan

0idya Media, Surakarta. L *(.r n I

52

,abel * 1riteria ,ingkat 1eberhasilan 'elajar Sis)a ,ingkat 1eberhasilan 5H8 @7H ;7 I C$H D7 I B$H 67 I %$H J 67H 4rti Sangat tinggi ,inggi Sedang endah Sangat rendah

L *(.r n II

Sampel Draf : Sura Perm!"!#a# I$%# Pe#&ele#''araa# Pe#el% %a# T%#(a)a# Kela* D% SDN __________

Kepa(a +T,- Bapa) . I/u Kepala Se)!la" _______ D%

53

Tempa

De ga !"#$a%& De ga '(#a% i i& 'a)a 'e*a+( ,e e*i%i 'e+a*ig(' g(#( )a g $e ga-a# di .D/ ____ 0eca$a%a

_______0ab(,a%e

_________.& $e$"h" 1-i +e,ada Ba,a+ 2 1b( 3 ______ 'e*a+( 0e,a*a .e+"*ah .D/ .e+"*ah.

_________ ( %(+ $e gada+a 4e e*i%ia 5i da+a

Ada,( 6ad7a* 0egia%a 450& 'a)a *a$,i#+a di ba7ah i i. 8 %(+ i%(& 'a)a $"h" 'e+i#a )a ( %(+ $e$be#i+a id9i ,e )e*e gga#a 0egia%a %e#'eb(%. De$i+ia .(#a% ,e#$"h" a i-i i i 'a)a b(a%& da %e#i$a +a'ih a%a' +e#-a'a$a )a.

__________&___________ !"#$a% .a)a&

4e

e*i%i

54

Aampiran III

FOTO0FOTO KEGIATAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS DI KELAS II SDN _________ DALAM MAPEL SBK

55

Aampiran I=

'uatlah *

Daftar Presensi Sis)a sebanyak %B sis)a kelas II SD! >>>>>>>>>>>>

56

Aampiran I=

D/1UM.!,4SI 5?/,/-?/,/8 1.&I4,4! P,1 D4A4M P.!&4:4 4! S'1 DI 1.A4S II SD! >>>>>>>>>>>

57

58

59