Anda di halaman 1dari 14

Fracture of pediatric

1. Fraktur Supracodyler Humeri Fraktur sepertiga distal humerus tepat proksimal troklea dan capitulum humeri.
Insidensi Merupakan fraktur yang sering terjadi pada anak-anak. Klasifikasi fraktur Suprakondiler humeri Berdasarkan mekanisme trauma Ada 2 mekanisme terjadinya fraktur yang menyebabkan dua macam jenis fraktur suprakondiler yang terjadi: 1. Tipe Ekstensi (sering terjadi 99% kasus). Fraktur terjadi akibat hyperextension injury (outstreched hand) gaya diteruskan melalui elbow joint,sehingga terjadi fraktur proksimal terhadap sendi siku. Fragmen ujung proksimal terdorong melalui periosteum sisi anterior. Klasifikasi fr suprakondiler humeri tipe ekstensi dibuat atas dasar : derajat displacement. Tipe I : undisplaced Tipe II : partially displaced Tipe III : completely displaced 2. Tipe fleksi (jarang terjadi) .Trauma terjadi akibat trauma langsung pada aspek posterior elbow dengan posisi fleksi. Hal mi menyebabkan fragmen proksimal menembus m/tendon triceps dan kulit. Klasifikasi fr suprakondiler humeri tipe fleksi juga dibuat atas dasar : derajat displacement. Tipe I : undisplaced Tipe II : partially displaced Tipe III : completely displaced

Gejala klinik Pada tipe ekstensi sendi siku dalam posisi ekstensi Daerah siku tampak bengkak kadang bengkak hebat sekali akibat perdarahan yang luas. Bila pembengkakan tidak hebat dapat teraba tonjolan fragmen di bawah subkutis. Pada pemeriksaan klinis sangat penting diperiksa ada tidaknya gangguan sirkulasi perifer dan lesi pada saraf tepi. Adanya gangguan sirkulasi perifer memerlukan tindakan reduksi fraktur segera. Jika penderita mengeluh gejala setempat yaitu pain (nyeri) dan paresthesia (baal), diserati dengan adanya tanda passive strech pain, pucat (pale) dan paralisis (kelumpuhan) harus dicurigai adanya sindrom kompartemen akut ( Volkmann Ischemia).

Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan penunjang dengan radiologi proyeksi AP/LAT, jelas dapat dilihat tipe ekstensi atau fleksi.

Penatalaksanaan konservatif/operatif pada fraktur suprakondiler humerus. Penanggulangan konservatif fraktur suprakondiler humerus diindikasikan pada anak undisplaced/minimally dispaced fractures. Pada prinsipnya adalah reposisi dan immobilisasi. Pada undisplaced fracture hanya dilakukan imobilisasi dengan elbow fleksi selama tiga minggu. Pada fraktur suprakondiler humerus yang disertai pembengkakan hebat di lakukan traksi Dunlop atau traksi skeletal untuk beberapa hari dan setelah pembengkakan mereda dapat di coba kembali reposisi tertutup. Kalau pembengkakan tidak hebat dapat dicoba dilakukan reposisi dalam narkose umum. F!eksi maksimal akan menyebabkan tegangnya otot triseps, dan akan mempertahankan reposisi lengan baik. Dalam posisi ini dilakukan immobilisasi dengan gips spalk (posterior splint). Bila reposisi gagal, atau bila terdapat gejala Volkmann Ischemia atau lesi saraf tepi, dilakukan tindakan reposisi terbuka secara operatif . Fraktur difikasi dengan K wire

2.Fraktur Kondilus Lateralis Humeri ( fr epifisis kapitulum humeri ) Merupakan fr lempeng epifisis tipe IV (salter) dan merupakan fr intra-artikular trans-epifisial. Insiden - Banyak pada usisa 18 bulan-2 tahun - 13-18 % fraktur pada anak

Moi Perpindahan fragmen terjadi karena adanya terikan otot ekstensor pergelangan tangan dan jari-jari tangan yang melekat pada fragmen. Perpindahan terjadi dalam aksis horizontal dan vertikal, bervarisasi sampai peralihan 90O dan permukaan sendi menghadap ke dalam. Gejala klinik o o o Look : Deformitas, edema. Feel : Krepitasi, diskontinuitas tulang, Neurovascular disturbance Movement : Range of movement, False movement

Pemeriksaan penunjang Ro Humeri AP / Lateral, tampak 2 sendi Ro Elbow AP / Lateral tampak garis fraktur pada os humeri distal , intra artikular dengan bentuk kominutif / displaced / nondisplaced Penatalaksanaan Fraktur undisplace cukup dengan istirahat dan di bebat dalam backslab dengan sikuyang berfleksi 90ng berfleksi 90 derajat. Fraktur displace membutuhkan reuksi dan fiksasi internal. ORIF o Indikasinya fraktur displaced yang masih dapat direkonstruksi. o Tujuan dari fiksasi adalah untuk mengembalikan bentuk dan kesamaan permukaan artikular, dan juga untuk mengamankan komponen supracondylar Metode fixasi

Klasifikasi fraktur kondilus lateralis humeri

DEFORMITAS MUSKULOSKELETAL Tipe dan Jenis Deformitas Tulang


Deformitas yang dapat terjadi pada tulang, meliputi: Ketidaksejajaran tulang (loss of alignment) Tulang panjang dapat mengalami gangguan dalam kesejajaran (alignment) oleh karena terjadi deformitas torsional atau deformitas angulasi. Abnormalitas panjang tulang (abnormal length) Kelainan panjang pada tulang dapat berupa tulang memendek/menghilang sama sekali atau panjangnya melebihi normal.

Pertumbuhan abnormal tulang (bony outgrowth) Abnormalitas pertumbuhan tulang dapat terjadi akibat adanya kelainan pada tulang, misalnya osteoma atau osteokondroma

Penyebab deformitas tulang Pertumbuhan abnormal tulang bawaan Kelainan bawaan pada tulang dapat berupa aplasia, displasia, duplikasi atau pseudoartrosis. Fraktur Deformitas juga dapat terjadi akibat kelainan penyembuhan fraktur berupa mal- union atau non-union. Kelainan lain yaitu fraktur patologis dimana fraktur terjadi karena sebelumnya sudah ada kelainan patologis pada tulang. Gangguan pertumbuhan lempeng epifisis Gangguan pertumbuhan lempeng epifisis baik oleh trauma maupun oleh kelainan bawaan, dapat menyebabkan deformitas tulang. Pembengkokan abnormal tulang (bending of abnormally soft bone) Pada keadaan tertentu dapat terjadi pembengkokan tulang, misalnya pada penyakit metabolik tulang yang bersifat umum, rakitis dan osteomalasia. Pertumbuhan berlebih pada tulang matur (overgrowth of adult bone) Pada kelainan yang disebut penyakit Paget (osteitis deformans), terjadi penebalan tulang. Kelainan ini dapat pula terjadi pada osteokondroma dimana terjadi pertumbuhan lokal Tipe dan Jenis Deformitas Sendi Deformitas pada sendi dapat berupa: Bergesernya sendi Permukaan sendi dapat bergeser terhadap permukaan lainnya dan bila hanya sebagian yang bergeser disebut subluksasi dan bila seluruhnya disebut dislokasi . Mobilitas sendi yang berlebihan (excessive mobility of the joint) Kapsul dan ligamen sendi merupakan jaringan fibrosa yang berfungsi mengamankan sendi dari gerakan yang abnormal. Apabila terdapat kelemahan (laxity) kapsul/ligamen oleh karena suatu sebab, maka akan terjadi kecenderungan hipermobilitas sendi. Mobilitas sendi yang berkurang (restricted mobility of the joint) Pada keadaan ini terjadi gangguan gerakan sendi oleh karena salah satu sebab, sehingga kemampuan pergerakan sendi kurang dari normal.

Anatomi

Dislokasi elbow pada anak kerena outsctreched hand sehingga mengenai Ligament pada anak-anak yang elastis dan mudah robek jadi mudah terjadi dislokasi.

Epifisi dan Fraktur epifisis

3. Fraktur radius,ulna distal dan fraktur epifisis Fraktur radius dan ulna distal dan fr epifisis merupakan fraktur yang sering ditemukan oada anak-anak. MOI Yang paling sering adalah falls on outstreched hand. Kemungkinan karena tension terhadap volar carpal ligamen dan radiocarpal ligamen, sehingga titik terlemah pada distal metafisis mengalami fraktur Klasifikasi 1. 2. 3. 4. Fr epifisis Fr torus Fr green stick Fr total

Kombinasi tulang yang mengalami fraktur : Radius hampir selalu mengalami fraktur. Jika radius fraktur dan ulna intak, maka ulna akan mengalami deformitas yang berat, berupa palstic deformity atau greenstick. Jarang terjadi fraktur pada ulna saja. Jika keduanya fraktur akan sangat sulit dilakukan reduksi.

Pemeriksaan klinis - Fr epifisis Sering di temukan pada anak-anak usia 6-12th. - Dengan torus fracture yang mengalami diplacement yang minimal, maka satu-satunya petunjuk yang mengarah ke fraktur adalah nyeri tekan lokal saja pada metaphysis. - Pada greenstick fraktur akan lebih tampak edema, hematom, dan deformitas yang terjadi, berupa angulasi. - Pada complete fractur, maka akan tampak tanda klasik, yaitu silver fork. Penatalaksanaan Tergantung dari jenis frakturnya. Fraktur epifisis, reposisi tertutup dan imobilisasi dengan gipssirkuler di bawah siku selama 3 minggu. Operasi dilakukan apabila fraktur sudah terjadi beberapa hari dan terdapat pergeseran yang hebat Torus fraktur, yang sesungguhnya termasuk stabil sehingga hanya membutuhkan immobilisasi selama 2-4 minngu.

Greenstick fracture, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk aksepatabilitas. Angulasi. Jika lebih dari 30 memerlukan reduksi dan dapat diterima hingga 25. Akan tetapi Pollen mengemukakan bahwa berapapun derajat angulasi greenstick fracture tidak bisa diterima dan harus dilakukan reduksi, jika tidak maka selama immobilisasi dengan cast deformitas akan bertambah. Complete fracture. Masih menjadi kontroversi apakah perlu dilakukan refraktur atau tidak. Jika tidak dilakukan refraktur deformitas masih akan ada meskipun hanya sedikit, akan tetapi jika dilakukan refraktur dan reduksi yang dilakukan tidak sempurna, maka akan semakin memperberat deformitas yang terjadi.

4.Fraktur diafisis femur Fraktur pada diaphisis femur yaitu fraktur yang terdapat pada daerah antara trocanter minor sampai dengan adductor tubercle. Mechanism of Injury Trauma langsung: kecelakaan lalu lintas, trauma pada pejalan kaki, jatuh dari ketinggian, dan child abuse Trauma tidak langsung: gerakan rotasi Fraktur pathologis: osteogenesis imperfecta, nonossifying fibroma, bone cyst, tumor.

Gambar 1: hubungan antara level fraktur dengan fragmen proximal fraktur

. Prosedur Diagnostik a. Diagnostik Klinis Terjadinya fraktur femur ditandai dengan gejala nyeri hebat, ketidak mampuan untuk berjalan, bengkak dan deformitas yang bervariasi.

b. Diagnostik radiologi Foto Ro. Hip dan knee harus dilakukan untuk menyingkirkan cedera terkait (fraktur intertrochanter, fraktur collum femur, dislokasi hip, ligamentous disruption, robeknya meniscus, fraktur tibia) . Penatalaksanaan Terapi yang diberikan tergantung dari usia pasien dan pola fraktur yang terjadi. Bayi baru lahir s/d usia 2 th: early spica cast

Usia 2 th s/d 10 th: - overriding kurang dari 2 cm: early spica cast - overriding lebih dari 2 cm: traksi (dianjurkan dilakukan distal femoral pin pada sebelah proximal dari epifisis), selanjutnya dilakukan spika cast - Fiksasi eksternal dikerjakan pada multiple injury atau open fracture

Usia 10 s/d 15 th: - Distal femoral traction, dilanjutkan dengan fiksasi intramedular untuk terapi difinitif - External fixation dipertimbangkan pada multiple injury atau open fracture

Terapi Operatif: Intramedulary nailling: flexible nails : dipasang dari bagian atas dari epiphysis femur distal Paling efektif digunakan pada fraktur femur tunggal atau dengan status hemodinamik yang stabil, dan pada pasien dengan multiple injury

External fixation: Dilakukan pada pasien dengan multiple trauma, terutama pasien dengn status hemodinamik yang tidak stabil, kasus open fracture, dan pasien dengan luka bakar.

Plate fixation Dapat dilakukan dengan 4.5 mm compression plate dan kompresi interfragmen pada fragmen yang kominutif. Teknik ini kurang diminati karena diperlukan incisi yang panjang, periosteal stripping yang ekstensif, timbul scar, diperlukan operasi removal, dan infeksi.

Traction