Anda di halaman 1dari 3

Triyana/0964096/ Tata Laksana / Review Buku negosiasi Book: How to be a graphic designer, without losing your soul By:

Adrian Shaughnessy
Untuk bernegosiasi dengan klien, buku ini menjelaskan beberapa tahap bagaimana kita menghadapi klien. Bagian untuk klien pada buku ini terdapat pada BAB 7 halaman 87-96. Untuk introduksinya bagian ini menjelaskan bahwa tidak ada klien yang buruk namun hanya ada klien yang berubah menjadi buruk karena desainer yang buruk. Karena klien dapat dilihat seperti ketika kita memelihara anjing. Jika kita memberi makan dan memperlakukan mereka dengan baik maka mereka akan memberikan kita kesetiaan. Namun ketika memperlakukan mereka dengan buruk maka mereka akan menggigit kita. Hal itu juga berlaku untuk klien, jika kita ingin mendapatkan klien yang baik maka kita harus menjadi desainer yang sangat baik. Untuk mendapatkan klien yang baik maka kita tidak selalu memerlukan klien yang mengerti tentang desain. Yang perlu kita lakukan adalah kita sebagai desainer yang harus memberikan diri kita sendiri pengetahuan tentang sang klien. Dealing with client Cara lama kita berinteraksi dengan klien yang menganggap bahwa klien adalah raja sudah menjadi kuno dan tidak dapat berjalan pada zaman sekarang. Hubungan klien dan desainer lebih baik didasarkan pada prinsip partners, yang artinya posisi kita sebagai desainer dan klien adalah sama. Jadi bagaimana sebaiknya kita berinteraksi dengan klien? Seperti teman bermainkah? Atau dengan etika bisniskah? Jawabannya adalah hal tersebut tergantung oleh klien , dengan bagaimana dia mau membangun hubungan kerja sama bisnis dengan kita. Satu hal yang pasti adalah kita harus dapat bersikap fleksibel dengan berbagai macam klien karena tidak akan ada satu klien yang sama sehingga kita tidak dapat bersikap kaku atau menerapkan satu sikap untuk semua klien. Clients Cara terbaik untuk membangun kerja sama adalah dengan metode partnership yang berbasis pada kesamaan (equality). Ketika hubungan klien dan desainer berjalan dengan sinergi maka hal itu akan memudahkan satu pihak dengan pihak lainnya dibandingkan jika salah satu pihak menjadi pihak yang dominan. Jika terdapat klien yang selalu meminta kita merubah hasil yang telah kita kerjakan, maka kemungkinan hasil tersebut memang tidak sesuai dan tidak sempurna. Namun anggaplah memang bukan dari hasilnya yang cacat, maka kita perlu membangun hubungan yang baik dan dewasa dari awal dengan klien. Hubungan yang baik dan dewasa ada ketika kita selalu mendengarkan klien dan melihat dari point of view klien atau dapat dikatakan kita harus dapat memposisikan diri kita ketika bagaimana ketika kita berada pada posisi klien. Kita juga harus memperhatikan bagaimana cara kita menyampaikan sesuatu agar klien dapat melihat bahwa kita mempunyai sesuatu yang pantas untuk didengarkan.

Jika kita ingin merubah tingkah laku klien, maka hal tersebut tidak akan terjadi dengan sendirinya. Kita harus mengusahakan hal tersebut dari awal ketika membangun hubungan bisnis. Cara untuk membangun sebuah hubungan yang baik dengan klien tidak kita lakukan dengan kita yang selalu mengatakan ya pada klien namun klien juga harus diberitahu ketika meraka salah. Hal itu untuk menunjukkan keprofesionalitas kita terhadap klien. Tentu kita dapat memberitahu klien ketika mereka salah dengan cara yang benar dan baik seperti kita memberitahu teman kita ketika mereka salah atau seperti ketika klien mengoreksi kesalahan kita dengan cepat. Hal tersebut juga berlaku ketika kita sebagai desainer yang salah. Biasanya kita sebagai desainer mempunyai ego yang tinggi sehingga kadang kita tidak terima ketika kita dikatakan salah oleh klien. Yang harus kita lakukan adalah dengan cepat mengakui kesalahan kita dan memperbaikinya. Dengan mengakuinya kita dapat terlihat dewasa dan bukan terlihat lemah.

Understanding Client Desainer biasanya selalu tidak puas dengan hasil yang dikerjakannya dan juga klien yang didapatkannya. Mereka mengganggap bahwa proyek mereka hanya proyek biasa yang tidak menantang padahal jika dilihat dari sudut pandang orang lain proyek mereka termasuk ke dalam proyek yang menarik. Untuk mendapatkan kesuksesan sebagi desainer, kita sebagai desainer harus dapat melihat kesempatan emas dan bekerja keras untuknya.

Keeping Client Dapat dikatakan tidak mudah menjaga hubungan yang konstan dengan satu klien ketika klien tersebut merupakan sumber dari pemasukan kita. Klien biasanya mempunyai godaan untuk selalu mencoba jasa desainer lain dan mempunyai hak bebas untuk berganti-ganti desainer seperti mereka mengganti ponsel mereka. Ketika tidak mudah untuk menjaga satu klien untuk selalu di sisi kita maka tidak sulit juga untuk mencari klien yang baru dan biasanya hal tersebut berarti tantangan baru untuk kita. Untuk menjaga klien, maka kita perlu memperlakukan mereka seperti kita membantu orang buta untuk menyebrangi jalan. Kita menuntun mereka, memberitahukan langkah-langkah yang sedang kita lakukan, bertanya kepada mereka apa kita terlalu cepat atau lambat, atau menanyakan mereka jika mereka membutuhkan bantuan lainnya. Hal tersebut juga berlaku ketika kita menjalin hubungan dan proyek dengan klien. Kita harus mengikutsertakan klien dalam setiap proses kita untuk menunjukkan penghargaan kita terhadap klien dan menganggap mereka adalah bagian dari satu tim dengan kita. Dalam dunia kerja pada saat ini, hubungan jangka panjang sudah menjadi sesuatu yang jarang. Hal itu disebabkan hal-hal yang terus menerus berubah dan memerlukan berbagai macam penyesuaian. Namun hal itu tidak menyebabkan kita sebagai desainer tidak membuat hubungan yang baik dengan klien. Kita perlu menjaga image kita karena bisa saja ada kemungkinan jika mereka ingin menggunakan jasa kita kembali di kemudian hari.

Sacking client Jika kita sedang menjalin hubungan bisnis dengan salah satu klien dan tidak menemukan titik akhir dari proyek tersebut maka kita jangan ragu-ragu untuk membuangmereka. Karena ketika klien tersebut membuat suatu masalah dan hanya memanfaatkan kita dengan niat yang tidak baik, hal itu hanya membuang waktu dan tenaga kita. Untuk menghindarinya maka sebaik mungkin kita harus bersikap profesional setiap waktu. Monopolized by client Sebaiknya kita menghindari hanya bergantung pada satu klien saja karena hal tersebut akan mengakibatkan masalah besar ketika mereka meninggalkan kita. Hal tersebut dapat dihindari dengan kita yang terus menerus aktif untuk mencari klien dan proyek baru. Professionalism Untuk menjadi desainer yang handal dan dikenal maka kita perlu menjalankan bisnis kita dengan baik. Semakin baik bisnis kita, semakin efektif dan berharga hasil kerja kita, dan kita akan semakin dilihat sebagai seorang profesional di mata para klien. Presenting to client Membuat presentasi kepada klien merupakan tes utama bagi para desainer. Ketika kita mempresentasikan karya kita, kita tidak perlu menjadi Steve Jobs, namun yang perlu kita lakukan adalah menjelaskan presentasi kita dengan baik, jelas, dan dapat diterima secara logika. Poin penting dalam membuat presentasi adalah persiapan. Jika kita tidak mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik maka sebaiknya kita tidak perlu melakukannya. Presentasi yang dilakukan harus dimulai dengan laporan singkat (brief). Mengapa? Karena kita perlu memberitahukan klien bahwa kita mengerti apa yang diinginkan oleh klien dan dengan menjelaskannya dengan tenang dan jelas maka kita telah melakukan awal presentasi yang baik. Ketika kita melakukan presentasi,aturan dasar hal yang perlu kita lakukan adalah memberitahukan apa yang akan kita perlihatkan sebelum kita memperlihatkan kepada mereka. Hal tersebut karena biasanya para klien adalah seorang awam ketika mereka melihat hasil pekerjaan kita dan mereka biasanya terkejut dan hanya akan mencerna gambar apa yang ada di hadapan mereka daripada apa yang sedang kita jelaskan ketika mereka terlebih dulu melihat pekerjaan kita. Hal berikutnya adalah kita memberikan waktu bagi para klien untuk menghasilkan keputusan yang akan diambil. Lebih baik kita memberikan mereka waktu untuk memikirkannya secara matang daripada ketika menuntut segera jawaban klien.