Anda di halaman 1dari 26

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat, rahmat dan hidayahNya penulis dapat menyelesaikan referat yang berjudul Hipospadia ini sebagai salah satu syarat menyelesaikan kepaniteraan klinik Bedah R T oepraoen Malang! Banyak terima kasih penulis sampaikan kepada pembimbing ,dr! Rahmad Budi Prasetyo p!", atas segenap #aktu, tenaga, dan pikiran yang telah diberikan selama proses pembuatan referat ini! "$apan terima kasih juga penulis sampaikan kepada seluruh rekan%rekan kepaniteraan klinik Bedah periode &' (esember % ) Maret *+&, atas kebersamaan dan kerja sama yang terjalin selama ini! Tidak lupa penulis ingin berterima kasih kepada orang tua dan keluarga atas dukungan moril maupun materil serta doa yang tidak pernah putus! -khir kata, penulis menyadari bah#a referat ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu segala kritik dan saran yang membangun akan sangat diharapkan demi penyempurnaannya! emoga referat ini dapat memberi informasi yang berguna bagi para pemba$a!

Malang, *+&,

DAFTAR ISI

.ata Pengantar !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! & (aftar isi!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! * B-B / B-B // PEN(-H"0"-N!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! ' Tinjauan Pustaka!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! , //!&! //!*! //!'! //!,! //!1! //!2! //!3! //!4! //!)! (efinisi !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! , -natomi !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! 1 Embriologi !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! 2 Etiologi !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! 2 .lasifikasi!!!!!!!!!!!!!! !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! 3 (iagnosis !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! 4 Penatalaksanaan !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! 4 Prinsip pembedahan !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! ) .omplikasi!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! *&

//!&+! Prognosis!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! *, B-B ///! B-B /5! .E /MP"0-N !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! *1 (-6T-R P" T-.- !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! *2

BAB I PENDAHULUAN Hipospadia merupakan kelainan abnormal dari perkembangan uretra anterior dimana muara dari uretra terletak ektopik pada bagian 7entral dari penis proksimal hingga glands penis! Muara dari uretra dapat pula terletak pada skrotum atau perineum! emakin ke proksimal defek uretra maka penis akan semakin mengalami pemendekan dan membentuk kur7atur yang disebut chordee. Pada abad pertama, ahli bedah dari Yunani Heliodorus dan -ntilius, pertama%tama yang melakukan penanggulangan untuk hipospadia! (ilakukan amputasi dari bagian penis distal dari meatus! elanjutnya $ara ini diikuti oleh 8alen dan Paulus dari -rgentia pada tahun *++ dan tahun ,++! (uplay memulai era modern pada bidang ini pada tahun &43, dengan memperkenalkan se$ara detail rekonstruksi uretra! ekarang, lebih dari *++ teknik telah dibuat dan sebagian besar merupakan multi-stage reconstruction yang terdiri dari first emergency stage untuk mengoreksi stenotic meatus jika diperlukan dan second stage untuk menghilangkan chordee dan re$ur7atum, kemudian pada third stage yaitu uretroplasti! Beberapa masalah yang berhubungan dengan teknik multi-stage yaitu membutuhkan operasi yang multiple, sering terjadi meatus tidak men$apai ujung glans penis, sering terjadi striktur atau fistel uretra, dan dari segi estetika dianggap kurang baik! Pada tahun &)2+, Hinderer memperkenalkan teknik one-stage repair untuk mengurangi komplikasi dari teknik multi-stage repair! 9ara ini dianggap sebagai rekonstruksi uretra yang ideal dari segi anatomi dan fungsionalnya, dari segi estetik dianggap lebih baik, komplikasi minimal, dan mengurangi social cost!

BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1 DEFINISI

Hipospadia dapat didefinisikan sebagai 7irilisasi inkomplit dari tuberkel genitalia yang menyebabkan insufisiensi perkembangan jaringan%jaringan yang membentuk aspek 7entral penis! Tiga tipe anomali yang terkait dengan hipospadia yaitu : ;&< Pembukaan ektopik meatus urethra yang letaknya diantara glans dan pangkal penis! ;*< 9ur7atura 7entral ;chordee< ;'< Preputium yang menutup glans dan kelebihan kulit pada bagian dorsal dan kekurangan kulit pada bagian 7entral penis! Meatus hipospadik juga bisa ditemukan di daerah preputium dan Chordee sering dikaitkan dengan hipoplasia korpus spongiosum! /nsidensi hipospadia telah meningkat sejak &1 tahun yang lalu di negara%negara barat dengan angka kejadian & untuk setiap *1+ kelahiran bayi laki%laki! /nsidensi lebih tinggi sekiranya terdapat ri#ayat keluarga dengan hipospadia dengan angka kejadian & untuk setiap &++ kelahiran hingga & untuk setiap 4+ kelahiran bayi laki%laki! (i -merika erikat, hipospadia terjadi &:'++ kelahiran bayi laki%laki hidu! .elainan ini terbatas pada uretra anterior! Pemberian estrogen dan progestin selama kehamilan diduga meningkatkan insidensinya! =ika ada anak yang hipospadia maka kemungkinan ditemukan *+> anggota keluarga yang lainnya juga menderita hipospadia! Meskipun ada ri#ayat familial namun hingga saat ini, belum ditemukan $iri genetik yang spesifik!

II.2. ANATOMI
4

"retra merupakan tabung yang menyalurkan urin ke luar dari buli%buli melalui proses miksi! Pada pria organ ini berfungsi juga dalam menyalurkan $airan mani! "retra diperlengkapi dengan sfingter uretra interna yang terletak pada perbatasan buli%buli dan uretra, dan sfingter uretra eksterna yang terletak pada perbatasan uretra anterior dan posterior! e$ara anatomis uretra dibagi menjadi dua bagian yaitu: &! "retra pars anterior, yaitu uretra yang dibungkus oleh korpus spongiosum penis, terdiri dari: pars bulbosa, pars pendularis, fossa na7ikulare, dan meatus uretra eksterna! *! "retra pars posterior, terdiri dari uretra pars prostatika, yaitu bagian uretra yang dilengkapi oleh kelenjar prostat, dan uretra pars membranasea!

II.3. EMBRIOLOGI
5

Pada embrio yang berumur * minggu baru terdapat * lapisan yaitu ektoderm dan endoderm! Baru kemudian terbentuk lekukan di tengah%tengah yaitu mesoderm yang kemudian bermigrasi ke perifer, memisahkan ektoderm dan endoderm, sedangkan di bagian kaudalnya tetap bersatu membentuk membran kloaka! Pada permulaan minggu ke%2, terbentuk tonjolan antara umbilical cord dan tail yang disebut genital tubercle. (i ba#ahnya pada garis tengah terbenuk lekukan dimana di bagian lateralnya ada * lipatan memanjang yang disebut genital fold! elama minggu ke%3, genital tubercle akan memanjang dan membentuk glans! /ni adalah bentuk primordial dari penis bila embrio adalah laki%laki, bila #anita akan menjadi klitoris! Bila terjadi agenesis dari mesoderm, maka genital tubercle tak terbentuk, sehingga penis juga tak terbentuk! Bagian anterior dari membrana kloaka, yaitu membrana urogenitalia akan ruptur dan membentuk sinus! ementara itu genital fold akan membentuk sisi%sisi dari sinus urogenitalia! Bila genital fold gagal bersatu di atas sinus urogenitalia, maka akan terjadi hipospadia!

II.4. ETIOLOGI Penyebab pasti hipospadia tidak diketahui se$ara pasti! Beberapa etiologi dari hipospadia telah dikemukakan, termasuk faktor genetik, endokrin, dan faktor lingkungan! penderita ditemukan adanya hubungan familial! Pembesaran tuberkel ekitar *4> dan genitalia

perkembangan lanjut dari phallus dan uretra tergantung dari kadar testosteron selama proses embriogenesis! 6aktor lain yang mempengaruhi adalah produksi hormone dari maternal selama kehamilan terutama pada trimester pertama! jika testis gagal memproduksi sejumlah testosteron atau jika sel%sel struktur genital kekurangan reseptor androgen atau tidak terbentuknya androgen converting enzyme ;1 alpha%redu$tase< maka hal%hal inilah yang diduga menyebabkan terjadinya hipospadia!

II.5. KLASIFIKASI

Terdapat beberapa klasifikasi hipospadia telah diperkenalkan, namun yang sering digunakan saat ini adalah berdasarkan letak dari meatus uretra : &! 8landular, muara penis terletak pada daerah proksimal glands penis *! 9oronal, muara penis terletak pada daerah sulkus $oronalia '! Penile shaft ,! Penos$rotal 1! Perineal

Namun, klasifikasi berdasarkan letak dari meatus uretra tidak $ukup menggambarkan tingkat keparahan dari malformasi! .lasifikasi lain yang praktis untuk menentukan prosedur operasi adalah berdasarkan tingkat di7isi dari korpus spongiosum : &! Glandular Hypospadias! Meatus terletak pada glans dibelakang tempat meatus normal! Meatus tampak ketat namun jarang sekali menyebabkan obstruksi aliran urin!

*! Hypospadias dengan di7isi pada distal $orpus spongiosum, bisa disertai sedikit atau tanpa chordee! '! Hypospadias dengan di7isi pada proksimal $orpus spongiosum! Tipe ini lebih mudah ditangani karena teknik operasi untuk mengoreksi chordee dan merekonstruksi uretra telah lama diperkenalkan! ,! Hypospadias cripples! Tipe ini terjadi pada pasien yang telah menjalani beberapa prosedur operasi namun gagal, dan meninggalkan jaringan parut, meatus abnormal, striktur, fistula dan gangguan kosmetis dan psikologis!

II.6. DIAGNOSIS (iagnosis hipospadia biasanya jelas pada pemeriksaan inspeksi! .adang%kadang hipospadia dapat didiagnosis pada pemeriksaan ultrasound prenatal! =ika tidak teridentifikasi sebelum kelahiran, maka biasanya dapat teridentifikasi pada pemeriksaan setelah bayi lahir! Pada orang de#asa yang menderita hipospadia dapat mengeluhkan kesulitan untuk mengarahkan pan$aran urin! Chordee dapat menyebabkan batang penis melengkung ke 7entral yang dapat mengganggu hubungan seksual! Hipospadia tipe perineal dan penos$rotal menyebabkan penderita harus miksi dalam posisi duduk, dan hipospadia jenis ini dapat menyebabkan infertilitas! Beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan yaitu uretroskopi dan sistoskopi untuk memastikan organ%organ seks internal terbentuk se$ara normal! Excretory urography dilakukan untuk mendeteksi ada tidaknya abnormalitas kongenital pada ginjal dan ureter!

II.7. PENATALAKSANAAN Penatalaksanaan hipospadia adalah dengan jalan pembedahan! Tujuan prosedur pembedahan pada hipospadia adalah :
8

&! Membuat penis lurus dengan memperbaiki chordee *! Membentuk uretra dan meatusnya yang bermuara pada ujung penis ;uretroplasti< '! "ntuk mengembalikan aspek normal dari genitalia eksterna ;kosmetik< dengan merekonstruksi jaringan yang membentuk radius 7entral penis ;glans, $orpus spongiosum dan kulit< Pembedahan dilakukan berdasarkan kondisi malformasinya! Pada hipospadia glanular, uretra distal ada yang tidak terbentuk, biasanya tanpa re$ur7atum, bentuk seperti ini dapat direkonstruksi dengan flap lokal ;misalnya, prosedur advance and glanuloplasty@, termasuk preputium plasti<! antanelli, 6lip flap, M-8P/ ? meatal

II.8. PRINSIP PEMBEDAHAN &! Eksisi chordee etelah insisi dari hipospadia telah dilakukan dan flap telah diangkat, seluruh jaringan yang dapat mengakibatkan penis menjadi bengkok diangkat dari sekitar meatus dan diba#ah glans! etelah itu dilakukan tes ereksi artifi$ial! Bila chordee tetap ada, maka diperlukan reseksi lanjutan! .urang dari 1> kasus, $hordee masih bertahan #alaupun telah dilakukan dua prosedur tersebut, dan ini membutuhkan plikasi dorsal dari $orpus $a7ernosa! ejumlah ahli bedah tidak menyetujui tindakan membebaskan urethal plate karena dikatakan akan membahayakan aliran darah ke daerah tersebut! Mereka lebih memilih untuk melakukan dorsal corporeal plication se$ara langsung! .husus buat kondisi hipospadia yang paling berat, apabila prosedur .oyanagi yang dipilih, urethral plate dibagi dua dan diposisikan ke dorsal glans , lalu dipisahkan ke dasarApangkal penis! Proses pemisahan yang komplit dari jaringan uretra dari aspek 7entral $orpora laBimnya $ukup untuk meluruskan penis, #alaupun prosedur ini hanya digunakan pada hipospadia paling parah!

*! "rethroplasti

Pemilihan urethroplasti tergantung kualitas dan lebar dari urethral plate ;pelepasan mukosa uretra mulai dari meatus uretral ektopik sampai ke glans cap<! ekiranya urethral plate $ukup lebar dan baik, ia bisa digunakan untuk menkonstruksi salur uretra ;prosedur Thiers$h%(uplay<! Namun, jika urethral plate tipis atau sempit, masih terdapat beberapa opsi! Cpsi yang paling popular saat ini yaitu prosedur nodgrass, di mana urethral plate di insisi se$ara longitudinal dari meatus ektopik sehingga ke glans! -lternatif lain adalah jaringan dengan empat persegi panjang di pisahkan dan di aplikasi ke urethral plate dan dijahit di pinggirnya ;onlay urethroplasty<! =aringan berbentuk empat persegi panjang ini diambil dari kulit bagian preputium dan diposisikan pada tepi 7entral meatus uretral ektopik ;prosedur Mathieu flip%flap< atau bisa dengan pen$akokan jaringan, laBimnya mukosa bu$$al atau yang jarang dipakai yaitu mukosa 7esika urinaria dan kulit! (alam kasus yang jarang, urethral plate tidak dipertahankan, dan substitusi penuh dari uretra yang hilang harus dilakukan dengan menggunakan tabung mukosa preputium ;prosedur -sopa%(u$kett< atau tabung mukosa bu$$al ;prosedur .oyanagi<

10

8ambar &!+ Prosedur Thiers$h%(uplay A: 8aris insisi! B dan C: /nsisi dilakukan sepanjang garis tepi urethral plate dan tubularisasi plate dengan memasukkan kateter ukuran 46 ;*!2,mm< hingga &+6 ;'!'+mm< D: Melakukan glansplasti, sirkumsisi ;penjahitan kulit pada korona<
11

8ambar &!& Posedur Cnlay! A: 8aris insisi B: (iseksi preputium berbentuk segi empat C dan D: Mukosa preputium yang sudah didiseksi dipindahkan ke urethral plate supaya bisa menjadi dasar dan menutup urethral plate! E dan F: Pedi$le dimobilisasi untuk menutup garis suture, dilanjutkan dengan glansplasti, dan sirkumsisi!
12

8ambar &!* Prosedur Mathieu! A: 8aris insisi! B: (iseksi

athieu flap dan insisi

sepanjang tepi urethral plate.C: Menjahit Mathieu flap di sepanjang tepi urethral plate yang telah dimasukkan kateter ukuran 46 ;*!2,%mm< hingga &+6 ;'!'+%mm<! D: glansplasti, dan sirkumsisi!

ebagai tambahan kepada prosedur standar diatas, beberapa teknik operasi telah diperkenalkan, misalnya prosedur pembentukan semula glans ; glans reshaping< untuk hipospadia yang sangat distal, dikenal sebagai, meatal advancement and glanuloplasty incorporated ! "G#$% procedure yang saat ini sudah kurang popular! Prosedur lain adalah
13

mobilisasi penuh uretra dan prosedur Turner%Dar#i$k yang memiliki kelebihan tidak menggunakan jaringan non%uretra untuk merekonstruksi uretra seluruhnya! &. #enile Covering -pabila penis telah menjadi lurus dan uretra telah direkonstruksi sempurna, banyak ahli bedah menganjurkan untuk ditutup neouretra dengan jaringan yang masih sihat, misalnya dengan menggunakan dua penyangga yaitu spongiosum dan diposisikan di masing%masing sisi lateral uretra ;spongioplasti< atau jaringan diambil dari bagian dorsum penis atau skrotum! 0angkah selanjutnya adalah rekonstruksi meatus yang baru ;meatoplasti<, membuat glans bagian 7entral ;glanuloplasti<, dan pembentukan mucosal collar disekeliling glans ;prosedur 6irlit<!

8ambar &!' A: Mukosa bu$$al berbentuk empat segi diambil dari bagian dalam bibir ba#ah! B: Bu$$al graft ;uretroplasti<!

-! BEBER-P- TE.N/. Y-N8 ER/N8 (/8"N-.-N C0EH -H0/ BE(-H "RC0C8/!


14

a< Hipospadia glanular Dalaupun hipospadia tipe ini sering disebut hipospadia minor, namun untuk menatalaksananya adalah sukar karena bagian distal uretra sering mengalami hipoplastik misalnya tidak dikelilingi oleh korpus spongiosum dan dikarenakan anomali pada tipe ini keliatan minor, jadi sering dianggap hanya memerlukan tatalaksana yang minimal! .ondisi inilah yang menjadi sebab mengapa prosedur M-8P/ oleh (u$kett dipilih sebagai prosedur yang paling popular dipakai bertahun%tahun, sangat sederhana untuk diaplikasi dan mudah untuk belajar! Bagaimanapun, prosedur M-8P/ belum dapat memberikan kepuasan jangka panjang, jadi teknik rekonstruksi distal uretra dan 7entral glans yang lebih terperin$i dan rumit lebih dipilih saat ini! b< Prosedur menggunakan 'rethral #late Pada prosedur Thiers$h%(uplay, penutupan uretra yang telah direkonstruksi dapat dilakukan jika sayatan yang dibuat pada glans $ukup dalam! 'rethral plate dibebaskan dengan $ara melakukan insisi se$ara 7erti$al pada masing%masing pinggirnya! elanjutnya urethral plate digulung setelah dimasukkan kateter uretra dan dijahit dengan menggunakan benang yang dapat diabsorpsi ;2%+ hingga 3%+ polidioksanon atau poliglaktin<! Prosedur nodgrass bisa dijadikan alternatif jika distal dari urethral plate terlalu sempit atau tidak $ukup untuk digulung! atu sayatan se$ara longitudinal pada garis tengah dibuat pada urethral plate, yang kemudiannya digulung melingkari kateter, meninggalkan area kosong didalam uretra dan diharapkan di kemudian hari akan mengalami epitelisasi! Hasil dari teknik ini adalah baik! (i dalam satu literatur, dinyatakan angka terjadinya komplikasi $uma )%&+> dengan masing%masing stenosis meatus ;'><, fistula ;1><, dan striktur uretra ;*>< !

$< Prosedur .off Mobilisasi komplit uretra ;prosedur .off<, adalah teknik lain untuk mereposisikan meatus uretra ke tempat yang seharusnya #alaupun dikira sangat ekstensif oleh beberapa
15

ahli! Pada teknik ini, seluruh uretra dipisahkan dari aspek anterior korpus ka7ernosa dan dipindahkan dari dorsal ke depanA7entral supaya meatus berada di ujung glans! Panjang uretra dari 1 hingga &1mm bisa didapatkan dengan menggunakan teknik ini! Panjang tersebut bisa lebih sekiranya uretra dibebaskan lebih proksimal dengan menggunakan prosedur Turner%Dar#i$k #alaupun jarang sekali diperlukan untuk hipospadia tipe glanular! Prosedur .off bisa menimbulkan komplikasi fistula yang sangat jarang terjadi, namun terjadinya stenosis meatus bisa men$apai *+> kasus, diduga karena terjadi distal iskemi! .etiga%tiga prosedur ini menarik karena tidak menggunakan jaringan non%uretra untuk merekonstruksi uretra!

d< Prosedur Mathieu Pada prosedur ini, dilakukan dua insisi se$ara paralel pada kedua sisi urethral plate, hingga ke ujung glans dan mendalam ke korpus ka7ernosa! 8aris insisi membatasi a perimeatal s(in flap yang dilipat dan dijahit ke pinggir urethral plate! elanjutnya, sisi lateral glans didiseksi dari korpus ka7ernosa! -ngka terjadinya komplikasi dengan prosedur ini adalah jarang dengan masing%masing striktura distal ;&><, fistula ;,><, retraksi meatus ;+!1>< dan fistula uretrokutaneus ;&><! (ik#atirkan adalah terjadinya half-moon-shaped dari meatus, namun diseksi ekstensif pada dua sayap glans akan menghasilkan granuloplasti yang baik! =adi, se$ara keseluruhan, hasilnya masih memuaskan!

16

8ambar &!, Prosedur -sopa%(u$kett A: 8aris insisi! B dan C: (iseksi mukoa preputium berbentuk empat segi dengan bagian pedikel ;kaki<! D: 6lap ditubularisasi melingkari kateter ukuran 46 ;*!2,%mm< sampai &+6 ;'!'+%mm< dan anastomosis se$ara sirkular dengan uretra natif dibentuk pada bagian proksimal! E dan F: Pedikel ;kaki< menutup garis suture! 8lansplasti, sirkumsisi, dan penutupan oleh kulit dilakukan!

17

8ambar &!1 Prosedur .oyanagi A dan B: 8aris insisi! C: Mukosa preputium di insisi pada posisi jam &* supaya membentuk flap huruf EYF! D: isi medial dari dua flaps preputium disambung dan dijahit membentuk dinding belakang dari neouretra! E: )eourethral plate di tubularisasi menutup kateter ukuran 46 ;*!2,%mm< sampai &+6 ;'!'+%mm<! F: *irlit collar, glansplasti, sirkumsisi dan penutupan dengan kulit dilakukan!
18

8ambar &!2

ucosal !*irlit% collar mengelilingi glans!

e< Meatal -d7an$ement and 8lanuloplasty /n$orporated Prosedur M-8P/ lebih kearah membentuk kembali ;reshaping< glans dan dalam hal ini meatus uretra sudah dipindahkan ke ujung penis! Teknik M-8P/ ini dapat digunakan untuk pasien dengan hipospadia glanular distal! etelah penis terlihat lurus pada tes ereksi artifisial, insisi sirkumsis dilakukan! +(in hoo( diletakkan pada tepi ujung dari saluran uretra glanular lalu kemudian ditarik ke arah lateral! 8erakan ini dapat meningkatkan transverse band dari mukosa yang nantinya akan diinsisi longitudinal pada garis tengah! /nsisi pada dinding dorsal glanular uretra ini nantinya akan ditutup dengna jahitan trans7ersal dengan chromic catgut 2%+! kin hook ditempatkan pada tepi kulit dari korona pada garis tengah 7entral! (engan traksi distal, ujung glans ditarik ke depan dan dijahitkan pada garis tengah dengan jahitan subkutikuler! Epitel glans ditutup dengan jahitan interrupted ! .elebihan kulit dari prepusium dorsal dapat dijahitkan untuk penutupan kulit!

19

f< Prosedur Multistage Prosedur Multistage dilakukan apabila ada indikasi yaitu hipospadia posterior yang parah dimana urethral plate tidak dapat dipertahankan!Beberapa ahli bedah plasti$ seperti Bra$ka melaporkan hasil yang baik dari segi kosmetik sekiranya menggunakan prosedur t,ostages yang di ilhami oeh teknik 9louteir! Hal yang dik#atirkan dalam penggunaan prosedur t,o-stages ini adalah pemakaian kulit untuk memperbaiki uretra! Pada dekad terakhir abad ke *+, kulit dikatakan sebagai jaringan yang kurang baik untuk menggantikan uretra karena angka terjadinya striktur utera sangat tinggi akibat pemakaian tersebut! Hal ini menjadi alasan mengapa prosedur t#ostages yang menggunakan mukosa bu$$al memberikan hasil jangka panjang yang lebih baik! (ikenal tiga tahapan atau teknik dalam prosedur multistage yaitu prosedur Byas, Modifikasi ke$il dan Teknik Belt%6uGua! g< Prosedur Byas Pada tahap pertama dilakukan $horde$tomi dan defek pada kulit 7entral ditutup dengan menyambungkan kedua belah preputium! Tahap kedua ;uretroplasti< idealnya dilakukan setelah 2 bulan atau lebih! Pembuatan neouretra harus disesuaikan dengan ukuran uretra yang sudah ada! h< Modifikasi ke$il =ika tidak tersedia kulit yang $ukup untuk uretroplasti, penis dapat ditanamkan pada skrotum! etelah , bulan penis kemudian dibebaskan dari skrotum, dimana sebagian dari kulit skrotum telah menutupi bagian 7entral penis!

i< Teknik Belt%6uGua etelah melepaskan $hordee dengan insisi buttonhole, preputium selanjutnya di putar ke 7entral dengan ujung glans mele#ati insisi buttonhole yang telah dibuat, lalu di
20

jahit dengan baik sehingga tersisa sebagian besar kulit pada distal meatus! Enam bulan kemudian, uretra dibentuk dengan menggunakan kulit preputim yang tersisa, kemudian dibuat saluranAtero#ongan ke dalam glans!

II. . KOMPLIKASI -! .omplikasi a#al yang bisa terjadi adalah :


&<

Perdarahan : Perdarahan postoperasi jarang terjadi dan biasanya dapat dikontrol dengan balut tekan! Tidak jarang hal ini membutuhkan eksplorasi ulang untuk mengeluarkan hematoma dan untuk mengidentifikasi dan mengatasi sumber perdarahan!

*<

/nfeksi : /nfeksi merupakan komplikasi yang $ukup jarang dari hipospadia! (engan persiapan kulit dan pemberian antibiotika perioperatif hal ini dapat di$egah!

'<

Edema : Edema lokal dan bintik%bintik perdarahan dapat terjadi segera setelah operasi dan biasanya tidak menimbulkan masalah yang berarti!

,< 1<

=ahitan yang terlepas Nekrosis flap

B! .omplikasi lanjut yang bisa terjadi adalah : &< .etidakpuasan kosmetis : .omplikasi ini biasa terjadi hasil dari penjahitan yang

irregular, gumpalan kulit ;s(in blobs<, atau kulit bagian 7entral yang berlebihan! =ika aspek 7entral glans pendek dan tidak ada mucosal collar disekeliling glans, hasilnya adalah menge$e#akan! Namun yang harus diingat sering pasien dan ahli bedah masing% masing mempunyai tanggapan yang beda tentang kosmetis! *< tenosis atau menyempitnya meatus uretra ke#aspadaan atas adanya stenosis meatus!
21

karena edema atau hipertropi s$ar pada tenosis meatal laBimnya mudah untuk

tempat anastomosis! -danya aliran air seni yang menge$il dapat menimbulkan

ditangani dengan melakukan operasi meatal revision! Namun, stenosis di proHimal adalah paling parah dan $uma bisa diperbaiki dengan dilatasi uretra, yang mana tidak memungkinkan untuk dilakukan pada anak! '< 6istula uretrokutan : 6istula uretrokutan merupakan masalah utama yang sering mun$ul pada operasi hpospadia! 6istula jarang menutup spontan dan dapat diperbaiki dengan penutupan berlapis dari flap kulit lokal! 6istula yang ke$il dan tidak berhubungan dengan striktur uretra bisa sembuh se$ara spontan! 0okasi terjadinya fistula sering di proksimal $orona pada sisi lateral! =ika fistula masih bertahan lebih dari 2 bulan setelah prosedur inisial, salurnya harus di eksisi, di jahit, dan ditutup dengan beberapa lapis jaringan! .ombinasi diantara fistula dan stenosis uretra adalah biasa, justru itu uretroplasti perlu diperiksa se$ara berterusan sebelum fistula ditutup! 6istula yang letaknya di belakang $orona tidak mudah untuk di tutup dan sering mengalami rekurensi jika eksisi dan penutupan dengan teknik sederhana dilakukan! =adi, direkomendasikan untuk dilakukan uretroplasti distal sekali lagi dengan teknik Mathieu flap!

,<

triktur uretra : .omplikasi ini sudah jarang terjadi saat ini, karena ahli bedah telah mengambil langkah a#al dengan tidak melakukan anastomosis sirkular dan memilih prosedur uretroplasti se$ara onlay! 8angguan aliran urin yang terus%terusan bisa menyebabkan kerusakan saluran urin dan 7esika urinaria karena harus memberikan tekanan yang kuat untuk mengeluarkan urin! .eadaan ini dapat diatasi dengan pembedahan, dan dapat membutuhkan insisi, eksisi atau reanastomosis!

1< (i7ertikula : (i7ertikula uretra dapat juga terbentuk ditandai dengan adanya pengembangan uretra saat berkemih! triktur pada distal dapat mengakibatkan obstruksi aliran dan berakhir pada di7ertikula uretra! (i7ertikula dapat terbentuk #alaupun tidak terdapat obstruksi pada bagian distal! Hal ini dapat terjadi berhubungan dengan adanya graft atau flap pada operasi hipospadia, yang disangga dari otot maupun subkutan dari jaringan uretra asal!

22

2< -danya rambut dalam uretra : .ulit yang mengandung folikel rambut dihindari digunakan dalam rekonstruksi hipospadia! Bila kulit ini berhubungan dngan uretra, hal ini dapat menimbulkan masalah berupa infeksi saluran kemih dan pembentukan batu saat pubertas! Biasanya untuk mengatasinya digunakan laser atau kauter, bahkan bila $ukup banyak dilakukan eksisi pada kulit yang mengandung folikel rambut lalu kemudian diulang perbaikan hipospadia! 3< Ektropion mukosa : .omplikasi ini sudah jarang terjadi dengan penggunaan teknik uretroplasti onlay! =ika terjadi, sering berbarengan pseudopolips dan memerlukan untuk di reseksi! Rekurensi sering, yaitu sebagai stenosis meatal sekunder! 4< Balanitis Heroti$a obliterans ;BIC< : .omplikasi yang juga jarang terjadi, dikaitkan dengan inflamasi kronik dan fibrosis dari meatus dan glans! Meatoplasti atau uretroplasti ulang menggunakan mukosa bu$$al harus dipertimbangkan jika aplikasi steroid topi$al gagal! )< "retro$ele : .omplikasi ini dikaitkan dengan perbedaan compliance uretra diantara uretra natif dan uretra yang direkonstruksi! =ustru itu, penting untuk menopang uretra dengan beberapa lapisan jaringan yang ber7askularisasi, untuk mengurangkan perbedaan dari elastisitas jaringan! Penting juga untuk memeriksa uretro$ele tidak berhubungan dengan stenosis uretra! .omplikasi ini biasa terjadi pada uretroplasti dengan menggunakan mukosa kandung kemih! (alam hal ini, eksisi jaringan uretra yang berlebihan dan tatalaksana stenosis distal adalah diperlukan! &+< eatal -egression or Glanular .ehiscence &&< 9hordee persisten &*< .ebo$oran traktus urinaria karena penyembuhan yang lama!

II.1!. PROGNOSIS

23

e$ara umum hasil fungsional dari one-stage procedure lebih baik dibandingkan dengan multi-stage procedures karena insidens terjadinya fistula atau stenosis lebih sedikit, dan lamanya pera#atan di rumah sakit lebih singkat, dan prognosisnya baik!

BAB III KESIMPULAN


24

Hipospadia merupakan suatu kelainan ba#aan dimana meatus uretra eksternus ;lubang ken$ing< terletak di bagian ba#ah dari penis dan letaknya lebih kearah pangkal penis dibandingkan normal! Hipospadia biasanya disertai bentuk abnormal penis yang disebabkan adanya $hordee dan adanya kulit di bagian punggung penis yang relatif berlebih dan bagian ba#ah yang kurang! Cperasi hipospadia sampai saat ini sangat menantang, dengan tingkat komplikasi yang signifikan #alaupun telah diusahakan operasi seefektif mungkin! Pera#atan selama preoperatif dan perioperatif sangat mempengaruhi kesembuhan! Pada abad ini, tantangan utama yang dihadapi oleh ahli bedah adalah menemukan jaringan yang adekuat untuk menggantikan uretra yang hilangAtidak $ukup ;missing urethra<! Hal ini karena kepuasan maksimal belum ter$apai dengan penggunaan jaringan kulit, mukosa bu$$al atau mukosa kandung kemih sebagai pengganti! .ultur sel%sel urotelial mungkin bisa dipertimbangkan mengingat ianya bahan yang mudah untuk ditangani untuk uretroplasti!

DAFTAR PUSTAKA

25

&! Pierre (!E! MouriGuand, (elphine (emJde, (aniela 8orduBa, Pierre%Y7es!

aunders Pediatri$ "rology *nd ed! Hypospadias. P"#$%&'$("#% : Else7ier /n$K *+&+! p! 1*2%1,'!
2. =a$k D!M$-nin$h! mithFs 8eneral "rology &3th ed! (isorders of the Penis L

Male "rethra! 9alifornia : The M$8ra#%Hill 9ompaniesK *++4! p! 2*)%2'&!


3. Dim (e =ong, R! jamsuhidajat, Buku -jar /lmu Bedah 'rd K *++* p! 42*%42'! 4. 0auren$e ! Baskin! 9ambridge Pediatri$ urgery L "rology *nd ed! Hypospadias

! Ne# York : 9ambridge "ni7ersity PressK *++2! p! 2&&%2&4!


5.

o#ande, Clajide, alako! EHperien$e #ith trans7erse preputial island flap for repair of hypospadias in /le%/fe, Nigeria! -fri$an =ournal of Paediatri$ urgery! *++)K2;&<:,+%,'!

2! -ntonio Ma$edo =r, Riberto 0iguori, ergio 0! Cttoni! 0ong%term results #ith a one%stage $ompleH primary hypospadias repair strategy ;the three%in%one te$hniGue<! =ournal of Pediatri$ "rology! *+&&K3:*))%'+,! 3! Mirosla7 0! (jordje7i$, a7a 5! Pero7i$, Moran la7ko7i$, Nenad (jako7i$! 0ongitudinal (orsal (artos 6lap for Pre7ention of 6istula after a nodgrass Hypospadias Pro$edure! European -sso$iation of "rology! *++2K1+:1'%13!
8. -milal Bhat! 8eneral $onsiderations in hypospadias surgery! /ndian =ournal of

"rology! *++4K*,;*<:&44%&),

26