Anda di halaman 1dari 4

Gangguan obsesif-kompulsif Definisi Gangguan obsesif-kompulsif adalah gejala jiwa neurotik yang ditandai adanya pikiran yang berulang

(obsession) dan menghasilkan tingkah laku yang berulang (compulsion). Gangguan obsesif-kompulsif dapat merupakan gangguan yang menyebabkan ketidakberdayaan, karena obsesi dapat menghabiskan waktu dan dapat mengganggu secara bermakna pada rutinitas normal seseorang, fungsi pekerjaan, aktivitas social yang biasanya atau hubungan dengan teman dan anggota keluarga.Gangguan obsesif-kompulsif ditandai dengan adanya ide-ide dalam pikiran yang muncul secara berulang-ulang dan tidak terkendali, serta menimbulkan perilaku yang berulang atau adanya tindakan mental. Epidemiologi Prevalensi seumur hidup gangguan obsesif-kompulsif pada populasi umum diperkirakan adalah sampai ! persen. "ntuk orang dewasa, laki-laki dan wanita sama mungkin terkena# tetapi untuk remaja laki-laki lebih sering terkena gangguan obsesif-kompulsif dibandingkan perempuan. "sia onset rata-rata adalah kira-kira $ tahun. %rang yang hidup sendirian lebih banyak terkena gangguan obsesif-kompulsif dibandingkan orang yang menikah. Etiologi &. 'aktor biologis (eurotransmiter o hipotesis bahwa suatu disregulasi serotonin adalah terlibat di dalam pembentukan gejala obsesi dan kompulsi. Penelitian pencitraan otak o berbagai penelitian pencitraan otak fungsional # sebagai contohnya P)*, telah menemukan peningkatan aktivitas (metabolism dan aliran darah) di lobus frontalis, ganglia basalis (khususnya caudata) dan singulum pada pasien dengan gangguan obsesif-kompulsif. Genetika +ata biologis lainnya o penelitian elektrofisiologis o penelitian elektroensefalogram ())G) tidur o penelitian neuroendokrin &&. 'aktor perilaku

&&&.

'aktor psikososial 'aktor keperibadian 'aktor psikodinamika , -igmund 'reud menjelaskan tiga mekanisma pertahanan psikologis utama menentukan bentuk dan kualitas gejala dan sifat karakter obsesifkompulsif o &solasi o .eruntuhkan o Pembentukan reaksi

Diagnosis *able /0.1-/

Gejala-gejala gangguan obsesif-kompulsif meliputi 2 munculnya pikiran-pikiran atau bayangan yang terus menerus mengganggu ingin menghilangkan pikiran dan bayangan tersebut, tetapi merasa tidak kuasa sulit berhenti jika sudah mulai mengerjakan sesuatu secara berulang-ulang, seperti menghitung, mencuci tangan,bersih-bersih, menyusun benda-benda. *erus menerus melakukan hal tersebut sampai dirasa semua beres. merasa khawatir akan banyak hal buruk yang mungkin terjadi jika tidak hati-hati munculnya dorongan-dorongan untuk menyakiti orang lain, meskipun mengetahui bahwa dia tidak akan melakukannya

Gangguan obsesif-kompulsif memiliki empat pola gejala yang utama. Pola yang paling sering ditemukan adalah suatu obsesi akan kontaminasi, diikuti oleh mencuci atau disertai oleh penghindaran obsesif terhadap objek yang kemungkinan terkontaminasi. Pola kedua yang tersering adalah obsesi keragu-raguan, diikuti oleh pengecekan yang kompulsi. Pola yang ketiga adalah pola dengan semata-mata pikiran obsesional yang mengganggu tanpa suatu kompulsi. Pola keempat adalah kebutuhan akan simetrisitas atau ketepatan yang dapat menyebabkan perlambatan kompulsi. Diagnosis banding Gangguan neurologis utama yang dipertimbangkan di dalam diagnosis banding adalah gangguan *ourette, gangguan tik lainnya, epilepsy lobus temporalis, dan kadang-kadang komplikasi trauma dan pascaensefalitik. Terapi

'armakoterapi-Pendekatan standar adalah memulai dengan obat spesifik-serotonin (clomipramine) atau inhibitor ambilan kembali spesifik serotonin (--3&# fluo4etinepro5ac) *erapi perilaku Psikoterapi *erapi lain-terapi elektrokonvulsif dan bedah psiko

Gambar /01.!-!