Anda di halaman 1dari 14

KESEHATAN MASYARAKAT (PUBLIC HEALTH)

Difinisi:
Kesehatan Masyarakat (Public Health) Menurut Winslow (1920):

Adalah Ilmu dan Seni mencegah penyakit, memperpanjang hidup, dan meningkatkan kesehatan; Melalui Usaha-usaha Pengorganisasian masyarakat

Untuk :
Perbaikan sanitasi lingkungan Pemberantasan penyakit-penyakit menular Pendidikan untuk kebersihan perorangan Pengorganisasian pelayanan-pelayanan medis dan perawatan untuk diagnosisdan pengobatan. Pengembangan rekayasa sosial untuk menjamin setiap orang terpenuhi kebutuhan hidup yang layak dalam memelihara kesehatannya.
Agus Subari. SKM, Mkes, @ 2011, Kharisma

Kesehatan Masyarakat (Public Health) Menurut Ikatan Dokter Amerika (1948):


Kesehatan Masyarakat adalah ilmu dan seni memelihara, melindungi dan meningkatkan kesehatan masyarakat melalui usaha-usaha pengorganisasian masyarakat.

*** Penggorganisasian Masyarakat ***


Sehat (Health) menurut WHO: Health as a state of complete physical, mental and social well-being and not Merely the absence of disease or infirmity (Sehat adalah suatu keadaan yang sempurna baik pisik, mental dan sosial dan tidak hanya bebas dari penyakit dan kecacatan)

2
Agus Subari. SKM, Mkes, @ 2011, Kharisma

Pengorganisasian Masyarakat (Prof. Winslow)


Winslow mengusulkan cara atau pendekatan yang dianggap paling efektif adalah melalui upaya-upaya pengorganisasian masyarakat. Pengorganisasian masyarakat dalam rangka pencapaian tujuan-tujuan kesehatan masyarakat pada hakekatnya adalah menghimpun potensi masyarakat atau sumber daya (resources) yang ada didalam masyarakat itu sendiri untuk upaya-upaya preventif, kuratif, promotif dan rehabilitatif kesehatan mereka sendiri. Pengorganisasian masyarakat dalam bentuk penghimpunan dan pengembangan potensi dan sumber-sumber daya masyarakat dalam konteks ini pada hakekatnya adalah menumbuhkan, membina dan mengembangkan partisipasi masyarakat di bidang pembangunan kesehatan.

3
Agus Subari. SKM, Mkes, @ 2011, Kharisma

Menumbuhkan partisipasi masyarakat tidaklah mudah, memerlukan pengertian, kesadaran, dan penghayatan oleh masyarakat terhadap masalah-masalah kesehatan mereka sendiri, serta upaya-upaya pemecahannya. Untuk itu diperlukan pendidikan kesehatan masyarakat melalui pengorganisasian dan pengembangan masyarakat. Jadi pendekatan utama yang diajukan oleh Winslow dalam rangka mencapai tujuan-tujuan kesehatan masyarakat sebenarnya adalah salah satu strategi atau pendekatan pendidikan kesehatan.

4
Agus Subari. SKM, Mkes, @ 2011, Kharisma

Disiplin Ilmu Penopang Kesehatan Masyaraakat


Banyak disiplin ilmu yang dijadikan sebagai dasar ilmu kesehatan masyarakat antara lain, Biologi, Kimia, Fisika, Kedokteran, Kesehatan Lingkungan, Sosiologi, Pendidikan, Psikologi, Antropologi, dan lain-lain. Berdasarkan kenyataan ini maka ilmu kesehatan masyarakat merupakan ilmu yang multidisiplin. Pilar utama Ilmu Kesehatan Masyarakat ini antara lain : 1. Administrasi Kesehatan Masyarakat. 2. Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku. 3. Biostatistik/Statistik Kesehatan. 4. Kesehatan Lingkungan. 5. Gizi Masyarakat. 6. Kesehatan Kerja. 7. Epidemiologi.
5
Agus Subari. SKM, Mkes, @ 2011, Kharisma

Sejarah Kesehatan Masyarakat (Dunia)


Sejarah kesehatan masyarakat tidak terlepas dari dua tokoh metologi Yunani yaitu Asclepius dan Higeia. Berdasarkan cerita Mitos Yunani tersebut Asclepius disebutkan sebagai seorang dokter pertama yang tampan dan pandai meskipun tidak disebutkan sekolah atau pendidikan apa yang telah ditempuhnya, tetapi diceritakan bahwa ia telah dapat mengobati penyakit dan bahkan melakukan bedah berdasarkan prosedur-prosedur tertentu dengan baik. Higeia, seorang asistennya yang juga istrinya juga telah melakukan upaya kesehatan. Bedanya antara Asclepius dengan Higeia dalam penanganan masalah kesehatan adalah, sbb: pendekatan/

Asclepius melakukan pendekatan (pengobatan penyakit), setelah penyakit tersebut terjadi pada seseorang. Higeia mengajarkan kepada pengikutnya dalam pendekatan masalah kesehatan melalui hidup seimbang, seperti mengindari makanan/ minuman yang beracun, makan makanan yang bergizi (baik) cukup istirahat dan melakukan olahraga. (upaya alamiah)
6
Agus Subari. SKM, Mkes, @ 2011, Kharisma

Dalam perkembangan selanjutnya, seolah-olah terjadi dikotomi antara kelompok kedua profesi, yaitu: Pelayanan kesehatan kuratif (curative health care), dan Pelayanan pencegahan/preventif (preventive health care). Pelayanan kesehatan kuratif (curative health care): Cenderung menunggu terjadinya penyakit (setelah sakit), yang selanjutnya disebut pendekatan kuratif/pengobatan. Kelompok ini pada umumnya terdiri terdiri dari dokter, dokter gigi, psikiater dan praktisipraktisi lain yang melakukan pengobatan fisik, mental maupun sosial.

Pelayanan pencegahan/preventif (preventive health care):


Seperti halnya pendekatan Higeia, cenderung melakukan upaya-upaya pencegahan penyakit dan meningkatkan kesehatan (promosi) sebelum terjadi penyakit. Ke dalam kelompok ini termasuk para petugas kesehatan masyarakat lulusan-lulusan sekolah/institusi kesehatan masyarakat dari berbagai jenjang.

7
Agus Subari. SKM, Mkes, @ 2011, Kharisma

Pendekatan kuratif :
1. Dilakukan terhadap sasaran secara individual. 2. Cenderung bersifat reaktif (menunggu masalah datang, misal dokter menunggu pasien datang di Puskesmas/tempat praktek). 3. Melihat dan menangani klien/pasien lebih kepada sistem biologis manusia/pasien hanya dilihat secara parsial (padahal manusia terdiri dari bio-psiko-sosial yang terlihat antara aspek satu dengan lainnya.

Pendekatan preventif:
1. Sasaran/pasien adalah masyarakat (bukan perorangan). 2. Menggunakan pendekatan proaktif, artinya tidak menunggu masalah datang, tetapi mencari masalah. Petugas turun di lapangan/masyarakat mencari dan mengidentifikasi masalah dan melakukan tindakan. 3. Melihat klien sebagai makhluk yang utuh, dengan pendekatan holistik. Terjadiya penyakit tidak semata karena terganggunya sistem biologis tapi aspek bio-psiko-sosial.

8
Agus Subari. SKM, Mkes, @ 2011, Kharisma

Faktor Yang Mempengaruhi Derajat Kesehatan (Input To Health : H.L. Blum)

9
Agus Subari. SKM, Mkes, @ 2011, Kharisma

Five Level of Prevention Againts Diseases (Lima Tingkatan Pencegahan Penyakit)


Health Promotion Early Diagnosis &Prompt Treatment

Specific Protection

Disability RehabiliLimitation tation

Pre-pathogenesis phase Primary prevention

Pathogenesis phase Secondary prevention Tertiary prevention

10
Agus Subari. SKM, Mkes, @ 2011, Kharisma

RIWAYAT KESAKITAN DAN PENANGGULANGANNYA

Health Promotion

Specific Protection

Early Diagnosis & Prompt Treatment

Disability Limitation

Rehabili -tation

11

TINGKATAN UPAYA KESEHATAN


Primary prevention Desa Siaga, PKMD, Posyandu

Tertiary Secondary prevention Puskesmas, Pustu, Polindes

Secondary

Tertiary prevention Rumah Sakit

Primary (Kesehatan Dasar)

12

Health Promotion/Health Education (Promosi Kesehatan/Pendidikan Kesehatan) Peningkatan gizi Pengawasan pertumbuhan anak Perumahan sehat Hiburan/rekreasi Nasehat perkawinan Pendidikan sex Specific Protection Imunisasi Higiene perorangan & sanitasi lingkungan Perlindungan thd kecelakaan Perlindungan kerja Perlindungan thd karsinogen Perlindungan thd allergen
13
Agus Subari. SKM, Mkes, @ 2011, Kharisma

Tiga Buah Konsep The Basic Six


EMERSON & LUGINBUHL WHO Pemeliharaan dokumen kesehatan Pendidikan kesehatan

APHA

Pencatatan dan analisis Statistik vital data Pendidikan kesehatan dan diseminasi informasi Pengawasan, pengaturan, pelayanan kesehatan lingkungan Administrasi dan pelayanan kesehatan Pelayanan kesehatan Koordinasi Sumber daya kesehatan Pendidikan kesehatan

Kesehatan lingkungan

Kesehatan lingkungan

Pemberantasan penyakit menular Kesejahteraan Ibu dan Anak Pengendalian penyakit Khronis Laboratorium kesehatan

Pemberantasan penyakit menular Kesejahteraan Ibu dan Anak Pelayanan medis dan perawatan kesehatan

Sumber: Laevell, H.R. dan Clarck, E.G., 1958, h.532.


Agus Subari. SKM, Mkes, @ 2011, Kharisma

14